HEADLINE
DPRD Kota Padang Tanggapi Kondisi Darurat Narkoba, Maraknya Tawuran Pelajar, Aksi Geng Motor dan Penerimaan Peserta Didik Baru    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

DPRD Kota Padang Tanggapi Kondisi Darurat Narkoba, Maraknya Tawuran Pelajar, Aksi Geng Motor dan Penerimaan Peserta Didik Baru
Ketua DPRD Kota Padang Ustad H. Muharlion, S. Pd., dan Wali Kota Padang Fadly Amran menuju gedung DPRD Kota Padang di Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun, Jum'at, 7 Agustus 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, salah satu tugas dan fungsi DPRD Kota Pang adalah pengawasan program Pemerintah Kota Padang, disamping penganggaran dan pembuat peraturan daerah. 

Pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun, Jum'at, 7 Agustus 2026, Ustad H. Muharlion, S. Pd., selaku Ketua DPRD Kota Padang menanggapi suara-suara yang berkembang di tengah-tengah rakyat.

Menanggapi kondisi darurat narkoba, maraknya tawuran pelajar, serta aksi geng motor yang meresahkan masyarakat, jelas Muharlion, DPRD bersama Pemerintah Kota Padang berkomitmen menghadirkan solusi konkret. 

"Melalui alokasi program kerja yang terarah dalam APBD, kita terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda, menegakkan ketertiban umum, serta memperluas ruang kegiatan kepemudaan yang positif dan produktif," katanyan. 

Sedangkan masalah penerimaan peserta didik baru, katanya lagi, masih banyak keluhan dan laporan dari masyarakat yang menyatakan bahwa anaknya tidak diterima disekolah negeri dari berbagai tingkatan, baik sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama, dan sekolah lanjutan tingkat atas.

Hal ini terjadi, tegas Muharlion, karena terlambatnya pembangunan sekolah baru, penyebaran sekolah yang tidak merata.

"Untuk itu kedepan tentu haruslah direncanakan pembangunan sekolah baru dengan mempertimbangkan penyebarannya sesuai yang dibutuhkan masyarakat serta melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah swasta secara maksimal sehingga mutunya lebih baik," tegasnya. 

Tujuannya, terang Muharlion, agar nantinya anak didik yang tidak diterima disekolah negeri bisa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. "Dan ini juga sudah ada beberapa solusi yang kita lakukan bersama," pungkasnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri: Pengguna Narkoba Adalah Korban, Bukan Sampah Masyarakat    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri: Pengguna Narkoba Adalah Korban, Bukan Sampah Masyarakat
Evi Yandri saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Gedung Rohanna Kudus, Kompleks GOR Agus Salim, Padang, Minggu sore (9/8/2026). (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan bahwa masyarakat perlu mengubah pola pikir negatif terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, para pecandu bukanlah sampah masyarakat, melainkan korban yang bisa sembuh, kembali berkontribusi, bahkan berprestasi.

"Mereka bisa direhabilitasi dan sembuh. Kecuali jika mereka ikut mengedarkan narkoba, itu urusan berbeda dan harus ditindak secara hukum," ujar Evi Yandri saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Gedung Rohanna Kudus, Kompleks GOR Agus Salim, Padang, Minggu sore (9/8/2026).

Evi menekankan bahwa pelaku penyalahgunaan narkoba adalah korban. Oleh karena itu, di kalangan penggiat antinarkoba, mereka lebih tepat disebut sebagai pasien.

"Mereka harus dirangkul, diajak rehabilitasi, dan disembuhkan. Daripada mereka terciduk aparat hukum, sebaiknya lebih dulu dibawa untuk rehabilitasi," paparnya.

Ia menambahkan, rehabilitasi merupakan bagian krusial dari upaya pencegahan. Dengan menyembuhkan para pengguna, masyarakat secara tidak langsung ikut menghambat perluasan peredaran narkoba. 

Evi menyadari, berbagai upaya pemerintah dan aparat penegak hukum di Sumbar selama ini belum memberikan hasil signifikan tanpa peran aktif masyarakat.

"Sumbar bukan lagi sekadar daerah perlintasan, melainkan sudah menjadi tempat peredaran. Karena itu, saya konsisten menyosialisasikan perda antinarkoba ini karena ancamannya sudah sangat masif," tegasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan Dinas Kesehatan Sumbar, Fradila, turut memaparkan fasilitas medis yang tersedia.

Untuk Kota Padang, masyarakat dapat mengakses layanan rehabilitasi di Puskesmas Andalas, Puskesmas Lubuk Begalung, Puskesmas Lubuk Kilangan, dan Puskesmas Lubuk Buaya. Selain itu, layanan juga tersedia di RSUP Dr. M. Djamil dan RS Jiwa Prof. HB. Saanin.

"Ada program restorative justice yang menggratiskan biaya rehabilitasi pasien penyalahgunaan narkoba. Jadi, jangan ragu untuk mengusahakan kesembuhan mereka," kata Fradila.

Upaya pemulihan ini juga didukung oleh Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) yang didirikan oleh Evi Yandri sejak tahun 2014.

Kepala YPJI, Syafrizal, mengungkapkan bahwa banyak mantan pasiennya yang kini sukses di masyarakat setelah dinyatakan sembuh.

"Ada pasien kami yang sudah sembuh kini lulus menjadi anggota TNI Angkatan Darat, bekerja di PT KAI, hingga menjadi PNS. Ini bukti nyata bahwa mereka bisa pulih dan berprestasi," ungkap Syafrizal, yang dalam acara tersebut juga menghadirkan empat pasien rehabilitasi untuk berbagi pengalaman sebagai pembelajaran bagi peserta.(*)

Perkuat Satu Rumah Satu IRT, 45 Pengrajin Dapat Bantuan    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Perkuat Satu Rumah Satu IRT, 45 Pengrajin Dapat Bantuan
Wali Kota Pariaman, Yota Balad salurkan Bantuan Paket Usaha Batik dan Rajutan kepada 45 pengrajin lokal bertempat di Balairung Rumah Dinas Walikota, Senin (10/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman, Yota Balad salurkan Bantuan Paket Usaha Batik dan Rajutan kepada 45 pengrajin lokal bertempat di Balairung Rumah Dinas Walikota, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 45 pengrajin lokal yang menerima bantuan tersebut merupakan peserta yang mengikuti pelatihan, diantaranya 20 orang peserta pelatihan batik cap dan 25 orang peserta pelatihan rajutan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pariaman, Yota Balad mengatakan bahwa hari ini kita menyerahkan bantuan paket usaha batik dan rajutan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan beberapa minggu yang lalu.

“Bantuan ini adalah implementasi dari Program Unggulan kami Wali Kota Pariaman bersama Wakil Wali Kota Pariaman yakni Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. Kita berharap, bantuan usaha ini dapat berkesinambungan dan ada manfaatnya untuk menambah perekonomian keluarga”, ungkapnya.

Yota Balad menjelaskan bahwa Progul Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga ini, bertujuan untuk memberdayakan setiap rumah tangga tidak hanya sekadar memproduksi barang, tetapi juga mampu menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang. 

“Kita menginginkan bantuan dan ilmu yang diberikan hari ini tidak hanya sebagai hobi, melainkan bertransformasi menjadi unit UMKM mandiri yang bernilai jual tinggi. Melalui kehadiran produk batik cap khas Kota Pariaman dan kerajinan rajutan yang modis, kita optimis dapat memperkaya portofolio oleh-oleh kreatif sekaligus memperkuat struktur industri rumahan lokal”, ulasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemko Pariaman melalui Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman akan memberikan pendampingan kepada para penerima bantuan dalam memantau perkembangan usaha yang baik hingga manajemen usaha.

“Kepada penerima manfaat yang menerima bantuan usaha ini, agar tetap melaksanakan produktivitas dan insyaallah produktivitas yang ibu-ibu buat, Pemko Pariaman mendukung bagaimana kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman bermanfaat dan bisa menambah perekonomian serta menghidupkan UMKM Kota Pariaman”, pungkasnya. (R/at)

Pimpinan DPRD Sumbar Hadiri Padang Bajamba, Dukung Pelestarian Kuliner dan Aksi Kemanusiaan    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Pimpinan DPRD Sumbar Hadiri Padang Bajamba, Dukung Pelestarian Kuliner dan Aksi Kemanusiaan
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi ketika menghadiri kegiatan Padang Bajamba – Road to Gastronomy City Charity di Gedung Youth Center Kota Padang, Jumat (7/8/2026). (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, menghadiri kegiatan Padang Bajamba – Road to Gastronomy City Charity di Gedung Youth Center Kota Padang, Jumat (7/8/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

Kehadiran pimpinan DPRD Sumbar dalam acara itu menunjukkan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta pelestarian budaya daerah melalui kuliner tradisional.

Padang Bajamba merupakan salah satu tradisi khas Minangkabau yang sarat dengan nilai gotong royong dan kebersamaan. 

Tradisi makan bersama tersebut tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga menjadi media untuk mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan Road to Gastronomy City Charity, nilai-nilai budaya tersebut dipadukan dengan semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan dan mengembangkan kekayaan kuliner Sumatera Barat sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi menilai kegiatan yang mengangkat budaya lokal perlu terus didukung karena mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap lestari.

Menurutnya, kuliner tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan pariwisata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Sumatera Barat kepada masyarakat yang lebih luas.

Acara berlangsung dengan semangat kebersamaan yang mengangkat tema “Padang Bajamba, dari tradisi untuk kebersamaan, dari kuliner untuk kemanusiaan”. 

Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk menjadikan budaya sebagai sarana mempererat hubungan sosial sekaligus mendorong aksi kemanusiaan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya Kota Padang dalam mengembangkan potensi kuliner sebagai kekuatan budaya dan daya tarik daerah di masa mendatang. (*)

Wawako Suryadi Nurdal Lepas 33 Utusan Pramuka Kota Solok Menuju Jamnas ke-12: Bawa Mimpi dan Nama Baik Daerah    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Wawako Suryadi Nurdal Lepas 33 Utusan Pramuka Kota Solok Menuju Jamnas ke-12: Bawa Mimpi dan Nama Baik Daerah
Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, S.H., secara resmi melepas sebanyak 33 putra-putri terbaik daerah untuk memulai perjalanan menuju Bumi Perkemahan Wiradadika, Cibubur, Jakarta. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Suasana penuh haru, semangat, dan doa menyelimuti titik kumpul keberangkatan Kontingen Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 03.10 Kota Solok, Senin (10/8/2026). 

Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, S.H., secara resmi melepas sebanyak 33 putra-putri terbaik daerah untuk memulai perjalanan menuju Bumi Perkemahan Wiradadika, Cibubur, Jakarta, guna mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) ke-12 Tahun 2026 yang berlangsung 13 hingga 20 Agustus mendatang.

Apa yang terjadi?

Momen keberangkatan ini menjadi kelanjutan dari proses panjang persiapan yang telah digulirkan sejak bulan Maret 2026. Mulai dari seleksi ketat, pembinaan fisik dan mental, hingga pemantapan karakter, seluruh rangkaian dilakukan untuk memastikan kesiapan penuh para peserta. Sebagian anggota rombongan telah berangkat lebih awal, sedangkan kelompok inti dilepas hari ini, dan sisa peserta dijadwalkan menyusul pada hari berikutnya.

Siapa yang terlibat?

Acara pelepasan dihadiri oleh jajaran pengurus Kwartir Cabang Pramuka Kota Solok, para pembina, pimpinan rombongan, serta orang tua dan keluarga peserta. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota sekaligus Ketua Kwartir Cabang menyampaikan pesan-pesan penting, disusul dengan arahan teknis dari pimpinan rombongan yang telah mendampingi proses persiapan sejak awal.

Di mana dan kapan berlangsung?

Proses pelepasan keberangkatan dilaksanakan di titik kumpul resmi keberangkatan Kota Solok pada pagi hari, Senin (10/8/2026). Seluruh kontingen nantinya akan berkumpul dan melaksanakan kegiatan selama delapan hari di lokasi perkemahan Jamnas, Bumi Perkemahan Wiradadika, Cibubur, Jakarta.

Mengapa kegiatan ini penting?

Jamnas ke-12 merupakan ajang pertemuan akbar Pramuka golongan penggalang se-Indonesia yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Menuju Kemandirian Pangan”, kegiatan ini bertujuan membentuk watak tangguh, kemandirian, keterampilan, serta menumbuhkan rasa kebangsaan yang menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kontingen Kota Solok hadir bukan hanya untuk berkompetisi, melainkan menjalin persaudaraan dengan peserta dari seluruh pelosok negeri, mulai dari Sabang hingga Merauke, serta membawa nama baik daerah tercinta.

Bagaimana arahan dan pesan yang disampaikan?

Wakil Wali Kota serta pimpinan rombongan menekankan sejumlah hal utama yang harus diperhatikan selama perjalanan maupun saat berada di lokasi kegiatan:

- Selalu menjaga keamanan barang bawaan setiap kali berhenti di tempat istirahat, rumah makan, maupun saat menyeberang kapal feri;

- Tidak berpisah sendirian, dan wajib melapor kepada pembina jika hendak pergi ke mana pun;

- Menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong, siap membantu teman yang membutuhkan;

- Memanfaatkan momen Jamnas untuk berkenalan dengan teman sebaya dari berbagai daerah, bertukar pengalaman, serta senantiasa menjaga nama baik Gerakan Pramuka dan Kota Solok.

Kepada para orang tua, disampaikan harapan agar memberikan kepercayaan penuh dan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar mandiri serta berkembang di ajang bergengsi ini.

“Kita berangkat dengan semangat persaudaraan dan harapan tinggi, pulang membawa pengalaman berharga serta kebanggaan bersama. Jaga diri, jaga teman, dan jaga nama baik daerah tercinta ini,” tegas Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal di hadapan seluruh peserta dan keluarga yang hadir.(80)

Indra Catri Sosialisasikan Perda Nomor 19 Tahun 2018 di Baso, Ajak Warga Biasakan Konsumsi Garam Beriodium    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Indra Catri Sosialisasikan Perda Nomor 19 Tahun 2018 di Baso, Ajak Warga Biasakan Konsumsi Garam Beriodium
Anggota DPRD Sumatera Barat, Indra Catri, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 19 Tahun 2018. (Foto: Humas) 

BENTENGSUMBAR.COM
– Anggota DPRD Sumatera Barat, Indra Catri, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) di Ladang Hutan, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya asupan iodium sebagai salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

Dalam sosialisasi itu, Indra Catri menjelaskan bahwa kesehatan masyarakat merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, upaya pencegahan GAKI harus menjadi perhatian bersama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat rumah tangga.

"Lodium merupakan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh, terutama untuk mendukung fungsi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon yang berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia," kata Indra Catri.

Menurutnya, kekurangan iodium dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari penurunan kecerdasan, gangguan pertumbuhan, hingga masalah kesehatan lainnya yang berdampak jangka panjang.

Ia menjelaskan, Perda Nomor 19 Tahun 2018 hadir sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mencegah dan menanggulangi GAKI. Salah satu langkah yang diatur dalam perda tersebut adalah pengawasan terhadap peredaran garam konsumsi agar memenuhi standar kandungan iodium sesuai ketentuan yang berlaku.

"Melalui perda ini, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap garam konsumsi yang beredar di masyarakat. Garam yang dikonsumsi harus memenuhi standar kandungan iodium agar manfaat kesehatannya dapat dirasakan secara optimal," ujarnya.

Indra Catri juga mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk garam yang digunakan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya memastikan garam yang dikonsumsi merupakan garam beriodium sesuai standar.

Selain penyampaian materi, kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga Ladang Hutan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pemenuhan gizi keluarga serta pencegahan GAKI.

"Kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencegahan GAKI. Mari kita biasakan menggunakan garam beriodium di rumah tangga demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tutur Indra Catri.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menerapkan pola hidup sehat dan memperhatikan kecukupan asupan iodium dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sumatera Barat. (*)

Rehabilitasi Bendungan dan Drainase Kota Padang Pasca Banjir: 7 Paket Proyek Fisik Sudah Dimulai Pekerjaannya    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Rehabilitasi Bendungan dan Drainase Kota Padang Pasca Banjir: 7 Paket Proyek Fisik Sudah Dimulai Pekerjaannya
Pemerintah Kota Padang memulai proses fisik perbaikan bendungan dan drainase terdampak bencana banjir, setelah tahapan perencanaan selesai. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang memulai proses fisik perbaikan bendungan dan drainase terdampak bencana banjir, setelah tahapan perencanaan selesai.

Proses perbaikan ini menggunakan anggaran dari Dana TKD yang dikembalikan oleh Pemerintah Pusat ke Kota Padang. 

Sebelumnya Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemko Padang untuk mempercepat proses rehab-rekon Kota Padang Pasca Bencana, namun harus mengikuti prosedur  tahapan dan aturan yang berlaku.

“Sama seperti masyarakat, kita juga ingin cepat. Namun ada tahapan perencanaan dan tender yang tidak bisa dibypass, karena ada aturan yang mengikat. Saat ini Alhamdulillah beberapa rehab fisik sudah mulai dilakukan, karena proses perencanaan dan tendernya sudah selesai,” katanya, Senin/10 Agustus 2026. 

“Mohon maaf dan terima kasih kepada masyarakat Kota Padang yang sudah menunggu," sambungnya. 

Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menyampaikan proses rehab fisik sudah mulai dilakukan di beberapa lokasi terdampak bencana, dikarenakan proses perencanaan dan tendernya sudah selesai. 

“Saat ini 7 paket proyek fisik sudah dimulai pekerjaannya. Antara lain rekonstruksi jembatan di Kampung Jambak, rehab bendungan Limau Manis, rehab bendungan Lubuk Kilangan, Rehab Bendungan Sungkai, dan drainase di Tabiang Banda Gadang," ungkapnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU