HEADLINE
Aylawati Sarwono Juara di Tokyo    
Rabu, Juni 17, 2026

On Rabu, Juni 17, 2026

BENTENGSUMBAR.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri Indonesia di panggung internasional. Penari tango Indonesia, Aylawati Sarwono, bersama pasangannya Gary Pontillas Gatchalian, berhasil meraih gelar juara pertama pada kategori Senior Pista dalam ajang Asian Tango Championship 2026 yang berlangsung di Tokyo, Jepang.

Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Latina Japan di bawah pimpinan Mr. Honda Sang dan diikuti para penari dari berbagai negara Asia.

Kontingen Argentine Tango Indonesia yang tampil pada kejuaraan tersebut terdiri atas Aylawati Sarwono, Lucy Komala, Gary Pontillas Gatchalian, Sabina Yemima, Dilla Agnesia, Zacky, dan Bowo.

Rangkaian kompetisi meliputi babak kualifikasi, semifinal, hingga final yang mempertandingkan kategori Senior Pista, Pista Open, New Stars, Vals, dan Milonga.

Babak penyisihan digelar di Spiral Hall, Aoyama, Tokyo, pada Sabtu (13/6/2026), sedangkan babak semifinal dan final berlangsung di Sakura Hall, Shibuya, pada Minggu.

Pasangan Aylawati Sarwono dan Gary Pontillas Gatchalian tampil gemilang sepanjang kompetisi dan berhasil mengumpulkan nilai tertinggi pada klasemen Senior Pista, sekaligus mengantarkan keduanya menjadi juara pertama Asian Tango Championship 2026.

Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena pasangan asal Indonesia itu berhasil menempati posisi puncak, mengungguli para peserta dari negara lain.

Pasangan juara ini dibimbing oleh penggiat tango Indonesia, Lucy Komala, yang turut mendampingi kontingen selama berlangsungnya kompetisi.

Tidak hanya itu, prestasi Indonesia juga bertambah melalui penampilan Sabina Yemima yang sukses meraih gelar juara pertama pada kategori Jack & Jill.

Keberhasilan para penari Indonesia di Tokyo menjadi bukti bahwa komunitas Argentine Tango Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Prestasi yang diraih Aylawati Sarwono, Gary Pontillas Gatchalian, dan Sabina Yemima diharapkan dapat semakin memperkenalkan Indonesia dalam dunia tari tango internasional sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang seni dan budaya. (*)

Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel Itu Penting    
Rabu, Juni 17, 2026

On Rabu, Juni 17, 2026

Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel Itu Penting
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melantik sepuluh pejabat baru di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melantik sepuluh pejabat baru di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Ruang Tridarma, Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Pelantikan ini mencakup Pejabat Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Utama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, hingga Pejabat Fungsional Arsiparis Ahli Muda.

Dalam arahannya, Menaker Yassierli menekankan pentingnya akselerasi penerapan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia. Kehadiran Pejabat Fungsional Utama yang baru dilantik diharapkan mampu membawa transformasi serius dalam pembinaan norma K3 dan norma kerja.

"Kita ingin implementasi sistem manajemen K3 dan budaya K3 hidup di Indonesia. Tandanya sederhana, berkurangnya angka kecelakaan kerja dan berkurangnya angka penyakit akibat kerja," ujar Yassierli.

Ia juga meminta pejabat fungsional utama memperkuat tim di bawah komando Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Binwasnaker & K3).

Di hadapan seluruh pejabat, Menaker memberikan peringatan tegas mengenai sumpah jabatan. Ia menyatakan tak akan segan mengambil tindakan hukum atau administratif jika ad a pejabat yang terindikasi melakukan pelanggaran.

"Pesan saya kepada semua pejabat di Kemnaker, bukan hanya yang baru dilantik, agar memegang sumpah dan janji yang menjadi pedoman untuk terus melakukan evaluasi. Saya sekali lagi, nothing to lose, tak segan-segan kalau ada indikasi, kita akan copot," tegas Menaker.

Langkah ini, ujar Yassierli, menjadi bagian dari transformasi Kemnaker dalam mendukung upaya besar Presiden membangun birokrasi yang sehat, bersih, dan akuntabel.

Kepada bagian Tata Usaha (TU), Menaker mengingatkan pentingnya tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel demi meningkatkan indikator Reformasi Birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dan predikat Zona Integritas.

Menaker juga mengajak seluruh jajarannya untuk membangun marwah instansi agar menjadi nice place to grow.

"Kita sedang berada dan tumbuh di sini, mendapatkan kemanfaatan di sini, serta dapat memberikan banyak manfaat dengan hadir di sini," ujarnya.

Kesepuluh Pejabat Kemnaker yang dilantik yakni :

1. Dr. dr. Sudi Astono, M.S – Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Utama

2. Robiatul Adawiyah – Arsiparis Ahli Muda

3. Muhammad Fertiaz, SKM., MKKK – Kepala Balai K3 Bandung

4. M.A. Habibi Kadir, ST., MM – Kepala Balai K3 Kendari

5. Asmanidar Kuraisy, S.SI, M.Si – Kepala Balai K3 Makassar

6. Intan Kusuma Dewi, S.Kom., MM – Kepala Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Sesditjen Binapenta

7. Husen Mauludin, S.HI., MM – Kepala Bagian Umum dan Rumah Tangga Sesditjen Binalavotas

8. Wahyudi Eko Prasetiyo, SE – Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Ditjen PHI Jamsos

9. Raffi Wahyu Kusuma, S.ST., MM – Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Bina Kelembagaan K3

10. Indri Widiyastuti – Kepala Subbagian Keuangan dan Perlengkapan PPSDM, Setjen

(*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Revitalisasi Pasar di Kota Padang untuk Wisata, Muharlion Jelaskan Efek Ekonominya    
Rabu, Juni 17, 2026

On Rabu, Juni 17, 2026

Revitalisasi Pasar di Kota Padang untuk Wisata, Muharlion Jelaskan Efek Ekonominya
Ketua DPRD kota Padang Muharlion menjawab pertanyaan awak media di ruang kerjanya usai rapat paripurna, Sanin, 15 Juni 2026. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pasar-pasar di Kota Padang selama ini terkesan hanya sebagai pusat perbelanjaan tempat orang menjual berbagai kebutuhan. 

Untuk itu, agar berbelanja diminati orang ke pasar, tidak terseok karena warga mimilih jalur online, maka pasar harus dijadikan tempat wisata.

"Ini kan satu hal yang kita sepakati dalam Perda APBD 2028, bahwa 2026 ini kita melakukan revitalisasi pasar," kata Ketua DPRD kota Padang Muharlion menjawab pertanyaan awak media di ruang kerjanya usai rapat paripurna, Sanin, 15 Juni 2026.

Karena pasar ini, jelas Muharlion lagi, kalau belanja saja orang ke situ, orang sudah punya alternatif, misalnya online. 

"Jadi inovasi yang dilakukan pak wali, jadi ingin melakukan orang bukan hanya sekedar datang ke pasar, tapi juga bagian dari wisata," cakapnya. 

Maka membenahi kawasan Air Mancur itu, kata Muharlion, kawasan pasar itu lebih baik, sehingga wajahnya berubah, orang senang datang ke situ, ramai, nanti effeknya kepada belanja. 

"Wisata kuliner, sekalian wisata belanja. Penariknya itu, orang datang itu, karena ingin melihat keindahannya. Sekaligus datang belanja. Ini satu bagian ya," urainya. 

Satu lagi, terang Muharlion lagi, kalau nanti jalur di depan Muhammadiyah macet, tidak bisa, angkot ini kemana? 

"Ini nanti akan dipikirkan pak wali. Karena angkot kita ini ada terminal-terminalnya, kan. Yang datang dari utara, yang datang dari arah selatan. Tergantung arah," ujarnya.

"Jadi nanti, pengaturan ini yang mau, kita minta diprioritaskan itu. Jangan pecah dulu, karena jangan sampai jalur angkot jauh lagi dari posisi pasarnya. Nati tentu tidak memberikan effek ya," katanya. (*)

Editor: Zamri Yahya, SH., i, WU

Wali Kota Sawahlunto Buka Prosesi Grebeg Suro XIV, Tradisi Budaya Warnai Tahun Baru Islam    
Rabu, Juni 17, 2026

On Rabu, Juni 17, 2026

Wali Kota Sawahlunto Buka Prosesi Grebeg Suro XIV, Tradisi Budaya Warnai Tahun Baru Islam
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra membuka Prosesi Grebeg Suro XIV yang diselenggarakan Paguyuban Ki Sapu Jagad. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra membuka Prosesi Grebeg Suro XIV yang diselenggarakan Paguyuban Ki Sapu Jagad di kawasan Taman Silo Sawahlunto, Selasa (16/6/2026), dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Prosesi Grebeg Suro menjadi bagian dari rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah yang menampilkan berbagai kegiatan budaya dan keagamaan, di antaranya pawai budaya, pembagian gunungan hasil bumi, pembersihan benda pusaka, tausiah, serta sejumlah kegiatan sosial budaya lainnya.

Berdasarkan laporan panitia, Grebeg Suro tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-14 sejak pertama kali digelar di Kota Sawahlunto.

Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sawahlunto terus memberikan ruang dan dukungan bagi komunitas budaya untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pelestarian budaya menjadi bagian dari upaya menjaga warisan tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Festival Muharram Grebeg Suro XIV juga diikuti peserta touring dari sejumlah daerah, antara lain Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Jawa Barat, yang turut memeriahkan pelaksanaan kegiatan di kawasan Taman Silo.

Pemerintah Kota Sawahlunto menilai kegiatan budaya yang tumbuh dari inisiatif masyarakat dapat memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi lokal melalui meningkatnya kunjungan masyarakat, termasuk bagi pelaku usaha kuliner, perdagangan, dan jasa di sekitar lokasi kegiatan. (*) 

Pewarta: Marjafri

Soal Terminal Bayangan Menjamur, Muharlion Sebut Masyarakat Praktis, Susah Mengaturnya    
Rabu, Juni 17, 2026

On Rabu, Juni 17, 2026

Soal Terminal Bayangan Menjamur, Muharlion Sebut Masyarakat Praktis, Susah Mengaturnya
Menurut Ketua DPRD kota Padang Muharlion, sebanarnya terminal Anak Aia di Kota Tangah bisa dimanfaatkan secara maksimal. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Terminal bayangan di berbagai tempat selalu menjadi momok bagi kota yang menuju kemajuan, termasuk kota Padang. 

Banyaknya terminal bayangan yang menjamur di kota Padang dikonfirmasi langsung oleh awak media ke Ketua DPRD kota Padang Muharlion usai rapat paripurna di ruang kerjanya, Senin, 15 Juni 2026.

Menurut Ketua DPRD kota Padang Muharlion, sebanarnya terminal Anak Aia di Kota Tangah bisa dimanfaatkan secara maksimal. 

"Sebanar Terminal Anak Aia itu bisa kita manfaatkan juga, tambah kita meng-up-nya jalur ke situ bagaimana?" katanya. 

Meski dimikian, persoalan ini maksin runyam dan susah diatur karena masyarakat suka yang lebih praktis. 

"Cuma masyarakat kita kan praktis. Praktis ini yang susah kita mengaturnya," ujarnya.

Dikatakannya, di seluruh pulau Sumatera tidak ada terminal yang sukses. Bahkan, kota Pekanbaru yang terbilang sukses abis tidak ada lagi. 

"Karena kita lihat, di seluruh Sumatera tidak ada yang sukses terminal itu. Sumatera tidak ada yang berhasil. Dulu Pekanbaru berhasil, abis tidak ada lagi, hilang," tegasnya. 

Pasalnya, karena orang sudah praktis pakai travel. Namun Muharlion menilai penertiban ini yang penting. 

"Tanah-tanah Pemko kan ada, bisa kita berdayakan, seperti eks Dinas Kesehatan lama. Itu kan kosong, itu kan bisa juga kita dirikan nanti," urainya. (*) 

Editor: Zamri Yahya

Bahasa Saja Tak Cukup, Wendelyn Leo Dorong Mahasiswa Jadi Jembatan Komunikasi Indonesia-Tiongkok    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Bahasa Saja Tak Cukup, Wendelyn Leo Dorong Mahasiswa Jadi Jembatan Komunikasi Indonesia-Tiongkok
Generasi muda dituntut mampu menjadi penghubung yang menjembatani perbedaan perspektif, budaya komunikasi, dan cara berpikir kedua pihak. (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kemampuan berbahasa Mandarin tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin global. 

Di tengah meningkatnya interaksi antara Indonesia dan Tiongkok, generasi muda dituntut mampu menjadi penghubung yang menjembatani perbedaan perspektif, budaya komunikasi, dan cara berpikir kedua pihak.

Pesan tersebut disampaikan praktisi komunikasi Wendelyn Leo dalam workshop "Beyond Translation: How Language, Communication, and Public Speaking Shape Reputation" yang diikuti mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan.

Dalam pemaparannya, Wendelyn menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam komunikasi lintas budaya sering kali bukan terletak pada bahasa, melainkan pada kemampuan memahami konteks, perspektif, dan ekspektasi dari pihak yang berbeda.

“Banyak orang mengira kemampuan bahasa adalah tujuan akhir. Padahal di dunia profesional, bahasa hanyalah alat. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menggunakan bahasa tersebut untuk membangun pemahaman, kepercayaan, dan hubungan antara pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda,” ujar Wendelyn dalam keterangan yang diterima, Selasa (16/6).

Berbekal pengalaman sebagai jurnalis sebelum berkarier di bidang komunikasi korporat, Wendelyn mengungkapkan, satu kata atau satu kalimat dapat memengaruhi citra dan reputasi seseorang maupun organisasi.

Melalui berbagai studi kasus internasional, peserta diajak memahami bagaimana strategi komunikasi dibangun mulai dari menentukan key message, memahami target audiens, membaca tren, menyusun narasi, hingga membangun hubungan dan kepercayaan dengan publik.

Menurut Wendelyn, mahasiswa bahasa Mandarin memiliki keunggulan tersendiri karena berada pada posisi yang memungkinkan mereka memahami dua lingkungan yang berbeda sekaligus.

“Peran kalian bukan hanya menerjemahkan bahasa. Kalian juga bisa menjadi jembatan yang membantu kedua pihak saling memahami cara berpikir, cara berkomunikasi, dan ekspektasi yang berbeda. Kemampuan itulah yang semakin dibutuhkan di dunia kerja saat ini,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional UNPRI, Mei Lisa, B.Ed., MTCSOL, mengatakan bahwa workshop ini dihadirkan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di luar aspek kebahasaan.

“Bahasa adalah alat, tetapi komunikasi adalah dampaknya. Seseorang bisa fasih berbahasa Mandarin, tetapi tanpa kemampuan komunikasi yang baik, pesan yang disampaikan bisa kurang tepat, bahkan berisiko menimbulkan miskomunikasi. Karena itu, kemampuan bahasa saja tidak cukup. Mahasiswa perlu mampu menyampaikan pesan secara efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa Mandarin memiliki peran penting sebagai penghubung budaya Indonesia–Tiongkok yang tidak hanya menerjemahkan bahasa, tetapi juga makna dan cara berpikir untuk mendukung komunikasi dan kerja sama lintas budaya. (*)

Wajib Tahu, Ada Hal Yang Tidak Bisa Dijamin BPJS Kesehatan    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Wajib Tahu, Ada Hal Yang Tidak Bisa Dijamin BPJS Kesehatan
Belum lama ini, sempat ramai di media sosial tentang netizen yang mengeluh karena harus membayar sejumlah uang saat dirawat inap di rumah sakit, padahal ia sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Belum lama ini, sempat ramai di media sosial tentang netizen yang mengeluh karena harus membayar sejumlah uang saat dirawat inap di rumah sakit, padahal ia sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. 

Setelah diusut, ternyata peserta tersebut menunggak iuran dan baru mengaktifkannya kembali saat dirawat inap di rumah sakit.

"BPJS Kesehatan menjamin biaya peserta JKN selama status kepesertaannya aktif. Jika ada peserta JKN yang menunggak dan baru diaktifkan kembali saat dirawat inap, maka akan diberlakukan denda pelayanan. Besarannya 5 persen dari perkiraan biaya pelayanan kesehatan dikalikan jumlah bulan tertunggak, maksimal 12 bulan. Besaran denda pelayanan paling tinggi adalah Rp20 juta, namun biasanya nominalnya jauh lebih rendah dari itu. Kami tegaskan kembali bahwa denda pelayanan ini hanya berlaku untuk pasien yang dirawat inap di rumah sakit dalam kurun waktu 45 hari sejak status JKN-nya aktif lagi," jelas Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah di Jakarta (12/06).

Menurut Rizzky, ketentuan denda layanan sudah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Rizzky juga menegaskan bahwa di luar pelayanan kesehatan yang tidak dijamin BPJS Kesehatan, faktanya cakupan manfaat Program JKN yang dikelola BPJS 
Kesehatan sangat luas. 

Ada ribuan jenis diagnosis penyakit yang dijamin JKN sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023.

“Bukan hanya penyakit berbiaya mahal yang dijamin, BPJS Kesehatan bahkan menjamin biaya pelayanan kesehatan yang memerlukan perawatan berjangka waktu lama atau bahkan berlangsung seumur hidup, seperti cuci darah bagi pasien gagal ginjal, penderita talasemia dan hemofilia, pasien yang menjalani pengobatan kanker, insulin untuk penderita diabetes, dan lain sebagainya,” kata Rizzky.

Rizzky juga menjelaskan beberapa contoh pelayanan kesehatan yang tidak dijamin BPJS Kesehatan karena sudah ditanggung oleh instansi lain.

Misalnya, gangguan kesehatan akibat ketergantungan obat ditangani oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), alat kontrasepsi dan obat-obatnya ditangani Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), atau pelayanan kesehatan untuk korban kekerasan dan penganiayaan ditangani Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Rizzky menambahkan, ada pula pelayanan kesehatan yang tidak dijamin BPJS Kesehatan karena dilakukan untuk tujuan kosmetik. Misalnya, operasi plastik dan pasang kawat gigi untuk tujuan mempercantik diri. 

Selain itu, ada pelayanan kesehatan yang tidak dijamin 
karena dilakukan di luar negeri, karena mekanisme penjaminan Program JKN hanya berlaku di wilayah Indonesia. 

Tidak hanya itu, pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan, termasuk dalam pelayanan kesehatan yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan.

"Ada juga beberapa pelayanan kesehatan tidak masuk dalam jaminan BPJS Kesehatan karena sudah dijamin oleh instansi lainnya. Misalnya, cedera akibat kecelakaan kerja dijamin oleh BPJamsostek, PT Taspen, PT ASABRI, atau instansi penjamin lainnya," katanya.

Rizzky pun menjelaskan bahwa aturan soal pelayanan kesehatan yang tidak dijamin sudah ada sejak lama, bahkan sejak BPJS Kesehatan belum beroperasi.

Aturan itu pertama kali disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004, kemudian diturunkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, dan diperbarui secara berkala hingga terakhir terbitlah Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 tentang 
Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan 
Kesehatan.

“Jadi kebijakan tersebut bukan aturan yang baru diberlakukan, kami telah melakukan sosialisasi berulang-ulang dalam berbagai kesempatan. Harapan kami, peserta JKN rutin 
membayar iuran supaya Program JKN terus berlanjut melindungi masyarakat Indonesia. Apalagi sudah banyak masyarakat yang merasakan betapa besar manfaat program ini,” ujar 
Rizzky. (HM)

ASPEM Sumbar Sukses Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Menengah 2026    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

ASPEM Sumbar Sukses Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Menengah 2026
Kegiatan yang digelar selama dua hari itu bertempat di Kampus Universitas Andalas (UNAND) Limau Manis,  Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumbar.  (Foto: Emil). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Asosiasi Pers Mahasiswa Sumatera Barat atau ASPEM Sumbar terbilang sukses menggelar kegiatan; Pelatihan Jurnalistik Tingkat Menengah (PJTM) 2026 pada Jumat dan Sabtu, 12-13 Juni 2026. Kegiatan yang digelar selama dua hari itu bertempat di Kampus Universitas Andalas (UNAND) Limau Manis,  Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumbar. 

Pada kesempatan ini kiranya jadi ajang kumpul aktivis Pers Mahasiswa (Persma), yang bernaung di Lembaga Pers Mahasiswa/LPM beberapa Kampus perguruan tinggi negeri/swasta atau PTN/PTS seantero Provinsi Sumbar atau se-Sumbar. Di antaranya, aktivis Persma, Suara Kampus (UIN Imam Bonjol Padang), SKK Ganto (Universitas Negeri Padang), Genta Andalas (Universitas Andalas/UNAND), Wawasan Proklamator (Universitas Bung Hatta/UBH), PersMedika (LPM Universitas PGRI Sumbar/Upgrisba), UIN Bukittinggi, Politani Payakumbuh dan DetakAlinea (FISIP UNAND).

Siaran pers AspemSumbar menyebutkan PJTM 2106 kali ini menjadi wadah peningkatan kapasitas insan pers mahasiswa untuk memahami praktik jurnalistik yang profesional, beretika, serta adaptif terhadap perkembangan ekosistem media digital.

Berbagai materi strategis diberikan kepada peserta guna memperkuat kompetensi 
jurnalistik, mulai dari manajemen redaksi oleh Emil Mahmud (Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab Kalibrasinews.com. Berikutnya, materi tentang kode etik jurnalistik dan hukum pers oleh Aulia Rizal (Direktur LBH Pers).

Lebih lanjut teknik kepenulisan mendalam indepth oleh Hendra Makmur (Jurnalis Senior), serta materi tentang video jurnalisme oleh Aidil Ichlas (Interes). 

Pada sesi Manajemen Redaksi, materi yang disajikan menjelaskan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi pers melalui proses perencanaan,  pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan organisasi media secara efektif. 

Ia menekankan bahwa sistem manajemen redaksi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing institusi pers agar roda organisasi berjalan sesuai perencanaan dan  target yang telah ditetapkan.

Struktur kerja redaksi yang terdiri atas Pemimpin Redaksi, Wakil Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, Koordinator Liputan, redaktur rubrik, hingga reporter. Menurutnya, setiap posisi memiliki peran penting dalam menjaga kualitas produk jurnalistik. 

Ia turut menyoroti pentingnya peran copy editor sebagai pemeriksa akhir naskah sebelum dipublikasikan guna  memastikan ketepatan bahasa dan meminimalkan kesalahan dalam produk jurnalistik.

Selain aspek keredaksian, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai kode etik jurnalistik dan hukum pers. Dalam sesi ini ditekankan bahwa kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab etik dalam proses peliputan dan pemberitaan. 

Wartawan dituntut menghormati hak privasi nara-sumber, menjaga akurasi informasi, serta menjunjung prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Pembahasan turut menyoroti pentingnya hak jawab dan hak koreksi sebagai bentuk 
perlindungan bagi masyarakat yang merasa dirugikan akibat pemberitaan. Di tengah derasnya arus informasi digital, verifikasi fakta dan tanggung jawab editorial menjadi semakin penting untuk mencegah penyebaran hoaks, fitnah, ujaran kebencian, maupun konten diskriminatif.

Peserta juga diajak memahami berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia pers 
Indonesia, seperti intimidasi, kekerasan, pelecehan, sensor, kriminalisasi, hingga tuntutan hukum terhadap jurnalis. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan terhadap kerja jurnalistik dan kebebasan pers masih menjadi agenda penting dalam memperkuat demokrasi dan keterbukaan informasi di Indonesia.

Penguatan kompetensi teknis dilakukan melalui materi teknik kepenulisan indept 
menjelaskan bahwa liputan mendalam (indepth reporting) merupakan metode peliputan yang bertujuan menggali, menganalisis, dan menyajikan informasi secara lebih komprehensif dibandingkan berita langsung.

Proses liputan mendalam dilakukan secara sistematis melalui penentuan topik, riset 
awal, penyusunan rencana peliputan, pengumpulan data, analisis dan verifikasi temuan, hingga proses penulisan serta evaluasi karya jurnalistik. 

Peserta juga diperkenalkan pada berbagai bentuk karya jurnalistik, seperti news analysis, explainer, feature, investigative report, datadriven report, hingga solution report.

Sementara itu, pada materi; Menjadi video jurnalisme yang menyoroti pentingnya 
kemampuan jurnalis dalam memanfaatkan kekuatan gambar dan suara untuk menyampaikan informasi secara efektif.

Penjelasan mengenai perkembangan teknologi memungkinkan jurnalis menghasilkan karya audio visual berkualitas dengan memanfaatkan telepon pintar, asalkan didukung pemahaman mengenai teknik videografi, komposisi gambar, etika visual, serta aspek keselamatan saat peliputan.

Proses produksi berita audio visual dimulai dari tahap pra-produksi melalui riset, penentuan isu, penyusunan sudut pandang liputan, pemilihan narasumber, hingga penyusunan shot list dan script outline. 

Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan proses produksi dan pascaproduksi melalui pengambilan gambar, wawancara, penyuntingan video dan audio, serta penyempurnaan naskah sebelum dipublikasikan.

Melalui PJTM 2026, ASPEM Sumbar berharap insan pers mahasiswa mampu 
meningkatkan kapasitas profesional, memperkuat komitmen terhadap etika jurnalistik, serta lebih siap menghadapi tantangan media digital yang terus berkembang.

Kegiatan ini menjadi 
bagian dari upaya ASPEM Sumbar dalam mendukung terciptanya pers mahasiswa yang kritis, independen, dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsi jurnalistik di lingkungan kampus serta masyarakat.

Sebelumnya, pada hari pertama PJTM 2026 ini, dilanjutkan dengan Diskusi Publik dan Sarasehan bersama seluruh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Sumatera Barat. 

Rangkaian acara ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas jurnalis mahasiswa serta mendorong dukungan institusional kampus terhadap kebebasan pers mahasiswa.

Diskusi Publik bertajuk “Peran dan Dukungan Institusional Kampus terhadap Pengembangan Pers Mahasiswa” diselenggarakan pada hari pertama PJTM, Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Seminar PKM Lt. 1 Universitas Andalas, dimulai pukul 08:00 WIB hingga selesai.

Acara ini menjadi forum penting untuk membahas tantangan dan peluang pers mahasiswa dalam ekosistem kampus. Diskusi ini menghadirkan narasumber-narasumber terkemuka di bidangnya:

Mona Triana dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, yang berbagi perspektif tentang peran jurnalisme independen.

Dr. Harry Efendi Iskandar S.S., M.A., Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi, yang menjelaskan pentingnya komunikasi dan dukungan institusional.

Dr. Eng. Dendi Adi Saputra S.T., M.T., Direktur Kemahasiswaan Universitas Andalas, yang memaparkan kebijakan dan dukungan universitas terhadap kegiatan mahasiswa, termasuk pers mahasiswa.

Rangga Zamahendra, Ketua BidangAdvokasi ASPEM Sumbar, yang menyuarakan aspirasi
dan tantangan yang dihadapi LPM di Sumatera Barat. (*)

Tim Lintah Bara Polres Sawahlunto Amankan Dua Terduga Pengedar Sabu di Kolok    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Tim Lintah Bara Polres Sawahlunto Amankan Dua Terduga Pengedar Sabu di Kolok
Satresnarkoba Polres Sawahlunto melalui Tim Opsnal Lintah Bara mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kota Sawahlunto, Senin (15/6/2026). (Foto: Humasres). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sawahlunto melalui Tim Opsnal Lintah Bara mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kota Sawahlunto, Senin (15/6/2026).

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial NF (36), seorang pekerja swasta asal Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, dan DS (35), seorang karyawan honorer yang berdomisili di Kecamatan Selayo, Kabupaten Solok.

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB di pinggir jalan Dusun Koto Baru, Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba IPTU Ary Andre JR, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan adanya dua orang yang membawa narkotika jenis sabu dari arah Solok menuju Sawahlunto.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Satresnarkoba Polres Sawahlunto melakukan penyelidikan dan pengintaian hingga menemukan dua orang yang sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Kolok, Kecamatan Barangin.

Petugas kemudian menghentikan kendaraan tersebut dan melakukan penggeledahan dengan disaksikan perangkat desa serta masyarakat setempat.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu paket yang diduga berisi narkotika jenis sabu yang dibungkus menggunakan plastik klip bening berlapis dan dibalut tisu putih. Paket tersebut ditemukan di dalam kotak rokok merek Sampoerna Prima warna hitam yang berada di saku depan jaket yang dikenakan NF.

Menurut keterangan Kasat Resnarkoba, saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, NF mengakui paket yang diduga berisi sabu tersebut merupakan miliknya.

Selain barang yang diduga narkotika jenis sabu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit telepon genggam merek Vivo Y19s warna biru milik NF, satu unit telepon genggam merek Infinix Smart 8 Plus milik DS, serta satu unit sepeda motor Honda Vario 125 warna putih kombinasi hitam bernomor polisi BA 2454 HT yang digunakan kedua terduga pelaku.

Selanjutnya, kedua terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Sawahlunto untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba IPTU Ary Andre JR menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan masyarakat sehingga kasus tersebut dapat diungkap.

"Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang sangat membantu pengungkapan kasus ini. Polres Sawahlunto berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Sawahlunto," ujarnya.

Kedua terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Saat ini, penyidik Satresnarkoba Polres Sawahlunto masih melakukan pendalaman untuk mengembangkan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut. (*)

Pewarta: marjafri

Ketua DPRD Padang Muharlion Apresiasi Pemko Berikan Pelatihan dan Peralatan ke KSB    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Ketua DPRD Padang Muharlion Apresiasi Pemko Berikan Pelatihan dan Peralatan ke KSB
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mendukung Pemerintah Kota Padang memberikan pelatihan dan bantuan perlatan pada momentum Jambore KSB (Kelompok Siaga Bencana). (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mendukung Pemerintah Kota Padang memberikan pelatihan dan bantuan perlatan pada momentum Jambore KSB (Kelompok Siaga Bencana).

Hal itu diungkapkannya kepada awak media di ruangan kerjanya usai memimpin rapat paripurna, Senin, 15 Juni 2026.

Selain jadi ajang silaturahmi, kata  Muharlion, kegiatanini juga jadi arena peningkatan kapasitas serta penguatan sinergi antarrelawan, dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di Kota Padang. 

Selama ini dalam melaksanakan kerelawanannya, terang Muharlion, pengetahuan personel KSB tentang dunia kebencanaan sangat minim.

Bahkan, prosedur terhadap keselamatan dirinya sendiri saat menangani bencana, juga tidak dipahami dengan utuh. 

“Saya melihat, materi tentang kebencanaan yang diberikan para instruktur dan pelatih selama pelaksanaan Jambore, sangat penting diketahui dan dipahami para relawan.”

“Jambore KSB ini layak dilanjutkan dengan hasil akhir berupa berbagai jenjang keahlian tentang kebencanaan,” ungkap Muharlion. 

Selain itu, Muharlion juga mendukung bantuan peralatan penanggulangan bencana dari Pemerintah Kota Padang bagi relawan Kelompok Siaga Bencana. 

“Bantuan peralatan itu, selain akan memudahkan koordinasi, juga memberikan perlindungan pada relawan terhadap tugas-tugas kebencanaan yang dilaksanakan,” terangnya.

Diketahui, bantuan yang diserahkan Pemko Padang itu berupa 36 unit handy talky, 50 unit body harness, 36 unit chain saw, 51 unit helm vertical rescue, 53 stel life jacket, 14 unit pulley double, 50 unit senter standar safety dan 14 roll tali karmantel. (*)

Editor: Zamri Yahya, SH. I., WU

Sajak Harum Resmi Meluncur, Brand Parfum Racikan Putri Indonesia DKI Jakarta 6 2025 Banjir Pujian    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Sajak Harum Resmi Meluncur, Brand Parfum Racikan Putri Indonesia DKI Jakarta 6 2025 Banjir Pujian
Lailani Fitrah Ramadhani, Putri Indonesia DKI Jakarta 6 Tahun 2025 cinta mendalam pada dunia parfum hingga lahirkan Sajak Harum. (Dok. Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Industri parfum lokal kembali menghadirkan wajah baru yang menarik perhatian para pencinta wewangian. Sajak Harum resmi memperkenalkan koleksi perdananya dalam ajang Scent of Indonesia Vol. 7 2026 yang berlangsung di Tunjungan Plaza, Surabaya, Jumat (12/6/2026).

Peluncuran tersebut menjadi langkah penting bagi Sajak Harum dalam memperkenalkan identitas merek sekaligus memperlihatkan karakter aroma yang dirancang untuk meninggalkan kesan mendalam. Kehadiran brand tersebut langsung menarik perhatian pengunjung yang memadati area pameran sejak hari pertama penyelenggaraan.

Sajak Harum lahir dari kecintaan mendalam terhadap dunia parfum yang dimiliki oleh Putri Indonesia DKI Jakarta 6 Tahun 2025, Lailani Fitrah Ramadhani. Kepada awak media pada Selasa (16/6/2026) Lailani mengatakan bahwa kegemarannya mengoleksi berbagai jenis parfum dan mengeksplorasi beragam karakter aroma mendorong lahirnya sebuah merek lokal yang mengutamakan pengalaman emosional melalui wewangian.

Menurut Lailani, parfum memiliki kemampuan unik untuk membangkitkan memori dan menghadirkan perasaan tertentu bagi setiap orang. Pengalaman tersebut kemudian menginspirasi perjalanan kreatifnya dalam membangun Sajak Harum.

“Sejak lama saya sangat menyukai parfum dan selalu tertarik mempelajari karakter aroma dari berbagai koleksi yang saya miliki. Dari kecintaan tersebut, saya ingin menghadirkan sebuah brand yang bukan hanya menawarkan keharuman, tetapi juga mampu menemani perjalanan dan cerita setiap individu,” ujar Lailani Fitrah Ramadhani.

Mengusung filosofi bahwa setiap aroma menyimpan cerita, Sajak Harum menghadirkan koleksi yang dirancang dengan identitas kuat dan karakter yang berbeda. Pendekatan tersebut membuat setiap produk tidak sekadar menjadi pelengkap penampilan, melainkan bagian dari ekspresi diri penggunanya.

Pada debut perdananya, Sajak Harum memperkenalkan tiga koleksi utama, yakni Amerta, Niskala, dan Kelana. Ketiga varian tersebut hadir dengan karakter yang berbeda sehingga mampu memberikan pengalaman personal sesuai preferensi masing-masing pengguna.

Amerta menawarkan perpaduan nuansa fruity dan musky yang menciptakan kesan elegan sekaligus hangat. Niskala menghadirkan karakter yang misterius dan berkesan mendalam, sementara Kelana dirancang untuk merepresentasikan semangat eksplorasi dan kebebasan.

Antusiasme pengunjung terlihat sangat tinggi sepanjang hari pertama peluncuran. Banyak pengunjung meluangkan waktu untuk mengenal lebih dekat filosofi brand, mencoba setiap koleksi, hingga berdiskusi mengenai karakter aroma yang ditawarkan.

Berbagai respons positif mengalir kepada Sajak Harum sejak jam-jam awal pembukaan booth. Pengunjung memberikan apresiasi terhadap konsep yang diusung, kualitas aroma yang dihadirkan, serta identitas kuat yang melekat pada setiap koleksi.

Di antara ketiga varian yang diperkenalkan, Amerta menjadi salah satu aroma yang paling banyak menarik perhatian. Kombinasi karakter fruity dan musky membuat varian tersebut mudah diterima oleh berbagai kalangan sekaligus memberikan kesan mewah yang tetap nyaman digunakan dalam berbagai kesempatan.

Lailani mengungkapkan bahwa sambutan hangat dari masyarakat menjadi energi besar bagi perjalanan Sajak Harum ke depan. Dukungan tersebut memperkuat keyakinannya untuk terus menghadirkan karya terbaik bagi industri parfum lokal.

“Kami sangat bersyukur melihat respons yang luar biasa dari para pengunjung. Harapan kami, Sajak Harum dapat terus berkembang, menghadirkan koleksi yang relevan dan berkualitas, serta menjadi bagian dari cerita berharga yang dimiliki banyak orang,” tutupnya.

Melalui peluncuran perdana tersebut, Sajak Harum menandai awal perjalanan sebagai brand parfum lokal yang mengedepankan cerita, karakter, dan pengalaman emosional dalam setiap aroma. Dengan fondasi yang kuat serta sambutan positif dari pasar, Sajak Harum optimistis dapat menjadi salah satu nama yang diperhitungkan dalam industri wewangian nasional. (*) 

Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli

Ketua DPRD Padang Muharlion Bicara Dubalang Kota, Ujung-ujungnya Tetap Saja Bermuara ke Satpol PP    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Ketua DPRD Padang Muharlion Bicara Dubalang Kota, Ujung-ujungnya Tetap Saja Bermuara ke Satpol PP
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion kepada awak media, Senin, 15 Juni 2026, di ruangan kerjanya bicara soal Dubalang Kota dan Satpol PP. (Foto Ilustrasi: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sejak Kota Padang dipimpin Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, dibentuklah Dubalang Kota. 

Terkait keterlibatan Dubalang Kota dalam pemberantasan penyakit masyarakat, termasuk LGBT, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menegaskan akan mengkajinya.

"Namun ujung-ujungnya tetap saja bermuara ke Satpol PP, karena Satpol PP adalah pengawal penegakkan Perda," katanya kepada awak media, Senin, 15 Juni 2026, di ruangan kerjanya. 

Meski demikian, kata Muharlion, DPRD Kota Padang terus memantau dan evaluasi peran Dubalang Kota. Terutama dalam penegakan Perda tribum yang akan dirobah DPRD. 

"Nanti kita akan coba comben. Nanti seperti apa? Apakah peran ninik mamak seperti apa? Bundo Kanduang, semua peran lah. Intinya Perda ini sangat urgent, harus disahkan," katanya. 

Soal sanksi, Muharlion mengatakan akan dibuat nanti. Apalagi dalam KUHP ada sanksi sosial. 

"Sehingga sanksinya dapat dimasukan ke dalam sanksi sosial. Karena sanksi sosial terkait hukum adat. Dan adat itu salingka nagari," ujarnya.

Bekal Pengetahuan Hukum

Asisten I Setdako Padang, Tarmizi Ismail
Asisten I Setdako Padang, Tarmizi Ismail. (Foto: Int). 

Sebelumnya, Asisten I Setdako Padang, Tarmizi Ismail mengatakan, bekal pengetahuan hukum dinilai penting agar para Dubalang Kota dapat menjalankan tugas secara tepat, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Tarmizi Ismail menegaskan bahwa peningkatan wawasan hukum perlu terus dilakukan agar para Dubalang Kota mampu memahami berbagai bentuk pelanggaran yang terjadi di masyarakat serta menjalankan tugas sesuai koridor hukum.

"Para Dubalang Kota perlu terus meningkatkan pengetahuan hukumnya agar memahami bentuk-bentuk pelanggaran yang terjadi di tengah masyarakat dan dapat menjalankan tugas sesuai koridor hukum yang berlaku," katanya pada kegiatan Penguatan pemahaman hukum bagi Dubalang Kota, Rabu, 10 Juni 2026, di Balai Kota Padang. (By)

Editor: Zamri Yahya, SH. I., WU

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Pemko Pariaman Gelar Tabligh Akbar    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Pemko Pariaman Gelar Tabligh Akbar
Pemerintah Kota Pariaman menggelar Tabligh Akbar dan Apel Akbar Didikan Subuh di halaman Balaikota Pariaman, Selasa (16/6/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah / 2026 Masehi, Pemerintah Kota Pariaman menggelar Tabligh Akbar dan Apel Akbar Didikan Subuh di halaman Balaikota Pariaman, Selasa (16/6/2026).

Tabligh Akbar  menghadirkan penceramah Al-Ustadz Aprinaldi Yunas dan dihadiri  Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Wakil Walikota Pariaman, Mulyadi, Sekretaris Daerah, Afrizal Azhar, Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Ny.Yosneldi Balad, Ketua GOW Kota Pariaman, Ny.Dina Mulyadi, Ketua DWP Kota Pariaman, Ny.Nen Afizal, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Lurah/Kepala Desa, serta santriwan-santriwati MDTA/MDTW se-Kota Pariaman. Kegiatan diawali dengan apel akbar didikan subuh dan dilanjutkan dengan tabligh akbar serta doa bersama.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad mengatakan kegiatan hari ini sesuai dengan  Program Unggulan kami, Yota Balad-Mulyadi yakni ⁹⁹menjadikan Kota Pariaman menjadi kota RISALAH (Beriman, Saleh dan Berahlak).

“Saya bersama Wakil Walikota Pariaman berkomitmen bagaimana syiar agama Islam akan terus ada di Kota Pariaman. Kita memperluas syiar agama islam sampai ke pelosok desa sehinggga kegiatan keagamaan insya Allah akan terus dilanjutkan. Oleh karena itu, kita berharap seluruh elemen masyarakat khsusunya di bidang keagamaan mari sama-sama kita dukung agar program yang kita laksanakan bisa sukses, berkelanjutan dan syiar agama sama-sama kita laksanakan”, ujarnya.

Yota Balad menyebutkan peringatan 1 Muharram tidak hanya diperingati secara seremonial tetapi bagaimana sebagai umat islam kita bisa muhasabah dan hijrah serta memperbaiki diri, memperkuat iman dan peduli sesama umat islam.

“Semoga semangat 1 Muharram ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi seluruh warga Kota Pariaman dan dapat menjadi seorang muslim dan muslimat yang lebih baik lagi kedepanya”, ulasnya

Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan bahwa didikan subuh merupakan kegiatan  yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk akhlak mulia, serta melatih kedisiplinan beribadah sejak dini.

“Kegiatan didikan subuh akan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Pintar pun kita, sehebat apapun kalau tidak mempunyai akhlak yang mulia, tidak punya rasa keimanan pasti tidak akan membawa ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak”, terangnya

Ia juga berharap anak-anak yang mengikuti didikan subuh, mari tetap semangat, selalu disiplin dan lebih mengenal agama islam secara mendalam dan hormati guru serta patuh kepada kedua orang tua, sehingga anak-anak Kota Pariaman bisa menjadi anak hebat dan generasi yang tangguh, cerdas kedepannya. (ka/at)

Perubahan APBD 2026, Ini Kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Perubahan APBD 2026, Ini Kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion ketika ditemui awak media usai memimpin rapat paripurna, Senin, 15 Juni 2026. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ada beberapa poin yang menjadi sorotan pada penyampaian rencana perubahan APBD 2026.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Padang Muharlion ketika ditemui awak media usai memimpin rapat paripurna, Senin, 15 Juni 2026.

Menurutnya, ada beberapa sorotan terkait hal itu. Diantaranya, Porprov, karena sudah ada arahan dari gubernur. Porprov dilaksanakan di Oktober. 

"Ini memeng juga agak berat juga kita ini. Karena kita ada, kalau gak salah 25 atau 15 cabor di Padang," katanya. 

Kemudian, juga menyambut hari jadi Kota Padang di Agustus.

"Kita ingin juga menyemarakan, walau pun dengan sederhana, tapi juga memberikan impach ekonomi," katanya. 

Termasuk juga dengan kembalinya TKD sebesar Rp371 M. 

"Itu juga bahagian yang tidak terbilang, walau itu bisa dengan perubahan peraturan wali kota. Tapi tetap juga ditampung dalam APB perubahan. Dan beberapa hal nanti yang jadi pembahasan," cakapnya. (By)