HEADLINE
Wako Fadly Amran Menghadiri Perayaan Pesta Emas 50 tahun RS Yos Sudarso    
Rabu, April 08, 2026

On Rabu, April 08, 2026

Wako Fadly Amran Menghadiri Perayaan Pesta Emas 50 tahun RS Yos Sudarso
Wali Kota Padang, Fadly Amran. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri perayaan Pesta Emas 50 tahun Rumah Sakit (RS) Yos Sudarso yang digelar di The ZHM Premiere Hotel, Rabu (8/4/2026) malam.

Acara puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) bagi RS Yos Sudarso ini berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri jajaran manajemen rumah sakit, tenaga medis, serta mitra kerja RS Yos Sudarso.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan selamat bagi RS Yos Sudarso yang telah memasuki usia 50 tahun. Ia menilai, kiprah rumah sakit tersebut selama lima dekade terakhir tidak hanya sebatas memberikan layanan medis, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Selama 50 tahun, RS Yos Sudarso telah menunjukkan dedikasi dan komitmen luar biasa dalam melayani masyarakat. Ini adalah perjalanan panjang yang patut diapresiasi dan dibanggakan,” ujarnya.

Fadly Amran juga berharap momentum Pesta Emas 50 tahun ini menjadi titik tolak bagi RS Yos Sudarso untuk terus berbenah dan berinovasi dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks. “Kami berharap RS Yos Sudarso terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat sumber daya manusia, serta mengadopsi teknologi kesehatan yang lebih modern demi pelayanan yang lebih optimal. Pemerintah Kota Padang siap untuk selalu bersinergi, karena sejalan dengan visi Padang sebagai kota sehat dan kota pintar,” tambah Wali Kota.

Sementara itu, Direktur RS Yos Sudarso Padang, dr. Ananto Pratikno, Sp.OG, MARS, FISQua, menyebut Pesta Emas 50 tahun ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang RS Yos Sudarso sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Semoga RS Yos Sudarso selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Kita siap untuk terus berkembang dan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan," tegasnya.

Acara Pesta Emas 50 tahun ini turut dimeriahkan dengan pentas seni, penampilan drama, hingga pembagian doorprize dan beragam acara hiburan. (*)

Wawako Solok Hadiri Musrenbang RKPD 2027 Sumbar, Jamin Aspirasi Daerah Tersampaikan    
Rabu, April 08, 2026

On Rabu, April 08, 2026

Acara strategis ini digelar di Auditorium Gubernur Sumbar pada Rabu (08/04/2026).
Acara strategis ini digelar di Auditorium Gubernur Sumbar pada Rabu (08/04/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, turut serta dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2027.

Acara strategis ini digelar di Auditorium Gubernur Sumbar pada Rabu (08/04/2026).

Musrenbang tingkat provinsi ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dan dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, unsur Forkopimda Sumbar, seluruh kepala daerah se-Sumatera Barat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Wawako Suryadi Nurdal didampingi oleh beberapa kepala OPD kunci dari Kota Solok, yaitu Kepala Bapperida, Kepala Dinas PUPR, Kepala DPMPTSP, dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok. Kehadiran jajaran ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Solok dalam mengawal perencanaan pembangunan daerah.

Keikutsertaan Kota Solok dalam Musrenbang RKPD Provinsi ini memastikan bahwa setiap aspirasi, kebutuhan, dan potensi pembangunan dari Kota Solok dapat tersampaikan dengan baik dan terintegrasi dalam rencana kerja Pemprov Sumatera Barat untuk tahun 2027.

Diharapkan, melalui forum ini, sinergi antara pemerintah kota dan provinsi semakin kuat.

Sehingga program-program pembangunan yang akan dijalankan dapat memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Kota Solok dan Sumatera Barat secara keseluruhan.( BO )

Wagub Vasko Dorong Investasi Padat Karya, Sumbar Targetkan Rp13,3 Triliun di 2027    
Rabu, April 08, 2026

On Rabu, April 08, 2026

Wagub Vasko Dorong Investasi Padat Karya, Sumbar Targetkan Rp13,3 Triliun di 2027
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui skema investasi padat karya yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat Musrenbang RKPD Provinsi Sumbar Tahun 2027 di Auditorium Gubernuran, Rabu (8/4/2026). “Setiap investasi yang masuk ke Sumatera Barat harus memberikan efek nyata, tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menyerap tenaga kerja secara masif dan memperkuat ekonomi masyarakat,” tegas Vasko.

Menurutnya, strategi investasi Sumbar ke depan bertumpu pada empat pilar utama. Pertama, penguatan infrastruktur dan konektivitas, di antaranya pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, Fly Over Sitinjau Lauik, serta peningkatan jalur Bukittinggi–Payakumbuh sebagai jalur perdagangan utama. Kedua, pengembangan sektor maritim melalui optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang sebagai simpul distribusi komoditas unggulan daerah. Ketiga, penguatan energi terbarukan melalui pengembangan potensi panas bumi di sejumlah titik strategis. Keempat, penguatan sektor pariwisata dan ketangguhan kawasan, termasuk pengembangan Kawasan Mandeh dan Kepulauan Mentawai sebagai destinasi unggulan berkelanjutan. “Ini bukan sekadar proyek, tetapi portofolio strategis yang akan menjadi pengungkit ekonomi Sumatera Barat dalam jangka panjang,” ujar Vasko.

Ia juga menyoroti dua proyek prioritas yang menjadi fokus utama, yakni pengembangan geothermal dengan potensi hingga 165 MWe dan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru sepanjang 255 kilometer. Selain itu, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik melalui skema KPBU dinilai menjadi solusi strategis untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan keselamatan transportasi di jalur utama Sumbar.

Dalam paparannya, Wagub Vasko juga menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh potensi daerah, tetapi juga oleh kepastian dan kemudahan yang diberikan pemerintah. “Investor itu tidak hanya mencari peluang, tetapi kepastian. Di sinilah peran kepala daerah sebagai CEO sangat menentukan, harus proaktif, solutif, dan hadir mendampingi,” jelasnya.

Ia mengingatkan, daerah tidak boleh lagi bersikap pasif. Pemerintah kabupaten/kota didorong untuk menjemput peluang, memastikan kesiapan lahan, serta memberikan pendampingan berkelanjutan kepada investor. “Daerah yang ramah investasi adalah daerah yang bergerak cepat, responsif, dan mampu menyelesaikan persoalan di lapangan,” tegasnya lagi.

Untuk itu, Pemprov Sumbar terus mendorong transformasi birokrasi menuju sistem yang modern, terintegrasi, dan berbasis digital melalui OSS, dengan perizinan yang cepat, transparan, dan bebas tumpang tindih regulasi.

Vasko juga mengungkapkan bahwa tahun 2027 menjadi momentum penting sebagai titik balik pertumbuhan investasi di Sumatera Barat, dengan target mencapai Rp13,3 triliun. Target tersebut merupakan bagian dari tren peningkatan investasi yang diproyeksikan naik dari Rp11,9 triliun pada 2026 hingga mencapai Rp18,8 triliun pada 2030. “Arah kebijakan kita jelas, fokus pada hilirisasi pertanian, pariwisata unggulan, energi terbarukan, infrastruktur, serta penguatan UMKM dan industri lokal,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan seperti keterbatasan fiskal dan risiko bencana, Vasko menegaskan bahwa Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk bertransformasi. “Kita tidak hanya bicara rencana, tetapi komitmen bersama. Kuncinya satu: kolaborasi. Jika kita bergerak bersama, maka pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kesejahteraan masyarakat bisa kita wujudkan,” tutupnya. (adpsb/nov/bud)

Pemko Sawahlunto Ubah Jadwal Operasional Pasar Sapan, Berlaku Mulai 16 April 2026    
Rabu, April 08, 2026

On Rabu, April 08, 2026

Pemko Sawahlunto Ubah Jadwal Operasional Pasar Sapan, Berlaku Mulai 16 April 2026
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) resmi mensosialisasikan perubahan jadwal operasional Pasar Sapan yang berada di Kelurahan II, Kecamatan Barangin.

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) resmi mensosialisasikan perubahan jadwal operasional Pasar Sapan yang berada di Kelurahan II, Kecamatan Barangin.

Perubahan jadwal tersebut mengalihkan hari operasional Pasar Sapan dari sebelumnya Rabu dan Sabtu menjadi Senin dan Kamis. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas berbagai masukan yang disampaikan masyarakat dan pedagang.

Langkah ini juga diambil sebagai bagian dari upaya penguatan peran pasar tradisional serta percepatan pemerataan aktivitas ekonomi di wilayah Kota Sawahlunto. Dengan perubahan jadwal tersebut, diharapkan terjadi peningkatan kunjungan dan transaksi di Pasar Sapan.

Sebelum menetapkan kebijakan ini, Diskoperindag telah melakukan peninjauan lapangan serta menjalin komunikasi dengan para pedagang guna memastikan proses transisi berjalan lancar.

Dengan diberlakukannya jadwal baru, aktivitas pasar di Kota Sawahlunto akan tersebar di berbagai wilayah pada hari yang berbeda, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan pokok.

Adapun rincian jadwal pasar di Kota Sawahlunto adalah sebagai berikut:

- Senin: Pasar Sapan (Kecamatan Barangin)
- Selasa: Pasar Talawi (Kecamatan Talawi)
-Rabu: Pasar Sawahlunto (Kecamatan Lembah Segar)
- Kamis: Pasar Sapan (Kecamatan Barangin)
- Jumat: Pasar Talawi (Kecamatan Talawi)
-Sabtu: Pasar Sawahlunto (Kecamatan Lembah Segar)
- Minggu: Pasar Silungkang (Kecamatan Silungkang)

Perubahan jadwal ini akan mulai diberlakukan pada 16 April 2026.

Selain itu, Diskoperindag Kota Sawahlunto juga tengah melakukan perbaikan prasarana pasar secara bertahap sebagai upaya meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.

Kepala Diskoperindag Sawahlunto, Tatang Sumarna, mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menyesuaikan aktivitas jual-beli dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menyesuaikan jadwal aktivitas sesuai ketentuan baru ini,” ujarnya.

Pemerintah berharap, perubahan ini dapat mendorong aktivitas perdagangan yang lebih merata dan meningkatkan daya dukung pasar tradisional di Kota Sawahlunto. (*) 

Pewarta: marjafri

Tanggapi Keluhan Pedagang, Diskoperindag Sawahlunto Gelar Pertemuan di Pasar Silo    
Rabu, April 08, 2026

On Rabu, April 08, 2026

Tanggapi Keluhan Pedagang, Diskoperindag Sawahlunto Gelar Pertemuan di Pasar Silo
Pertemuan dengan puluhan pedagang Pasar Silo, Rabu (8/4/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) menggelar pertemuan dengan puluhan pedagang Pasar Silo, Rabu (8/4/2026), guna menindaklanjuti berbagai keluhan dan dinamika yang terjadi di kawasan tersebut.

Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan disampaikan, mulai dari fasilitas sanitasi, penataan lapak, hingga sarana pendukung aktivitas perdagangan.

Fasilitas toilet di kawasan pasar dilaporkan sempat tidak dapat digunakan akibat sistem pembuangan yang mampet, sehingga mengganggu aktivitas pengunjung. Pihak Diskoperindag menjelaskan, keterlambatan penanganan disebabkan adanya pertimbangan teknis, yakni apakah cukup dilakukan penyedotan tangki lama atau perlu pembangunan tangki baru yang harus melalui perhitungan matang.

Perbaikan direncanakan segera dilaksanakan. Tukang dan pekerja telah turun ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan, sementara material yang dibutuhkan telah dipesan, dan pengerjaan dijadwalkan mulai dilakukan dalam waktu dekat.

Selain itu, kondisi penataan kawasan pasar juga menjadi perhatian. Hingga saat ini, penempatan lapak pedagang masih belum tertata dan terkesan semrawut. Sejumlah pedagang menempatkan gerobak maupun tenda tanpa pola yang jelas, sehingga berdampak pada terganggunya akses keluar-masuk kawasan.

“Bukan hanya akses jalan ke dalam yang terganggu, bahkan ada pedagang yang menggunakan mobil hingga menutup jalur masuk,” ujar Dewi, salah seorang pedagang.

Pedagang juga mengeluhkan fasilitas jaringan internet yang belum memadai. Dari tiga titik hotspot yang tersedia, hanya satu yang dapat diakses, itu pun dengan kualitas sinyal yang lemah dan tidak stabil.

“Sinyalnya hilang timbul,” kata seorang pedagang.

Terkait penataan kawasan, hingga saat ini pembangunan fisik belum dapat dilakukan. Saat ini Pemerintah Kota Sawahlunto tengah menjalin koordinasi intensif dengan PT Bukit Asam Tbk selaku kuasa pengguna lahan, guna memastikan kejelasan izin serta kesepakatan lainnya yang mengikuti proses pinjam pakai tersebut sebelum pelaksanaan penataan permanen.

Kepala Diskoperindag Sawahlunto, Tatang Sumarna, menyampaikan bahwa penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap melalui kesepakatan bersama dengan para pedagang.

“Penataan akan kita bahas bersama untuk menyepakati sistem atau penempatan, baik untuk aktivitas pagi seperti kuliner sarapan maupun operasional siang hingga malam,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan pimpinan daerah agar setiap langkah penertiban dilakukan secara hati-hati.

“Sesuai pesan bapak Wali kota, proses eksekusi untuk penertiban harus mengutamakan aspek kemanusiaan, tidak serta-merta,” kata Tatang.

Kadiskoperindag menambahkan, aktivitas selama Ramadan juga menjadi bahan evaluasi, terutama terkait kedisiplinan pedagang dalam menempatkan lapak dan menjaga ketertiban kawasan.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman antara pedagang dan pemerintah dalam pengelolaan kawasan Pasar Silo sebagai pasar kuliner yang terintegrasi ke depan-nya. (*) 

Pewarta: Marjafri

Wawako Maigus Nasir Menghadiri Rakor Tahun 2026 di Jakarta    
Rabu, April 08, 2026

On Rabu, April 08, 2026

Wawako Maigus Nasir m Menghadiri Rakor Tahun 2026 di Jakarta
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perhubungan, di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta Pusat pada Selasa hingga Rabu (8/4/2026).

Rakor yang diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah dan unsur teknis dinas perhubungan dari seluruh Indonesia ini mengusung tema “Harmonisasi Kebijakan Pemenuhan SDM Transportasi untuk Penguatan Kinerja Pemerintah Daerah.”

Maigus Nasir menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Padang dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas SDM di bidang transportasi darat, laut, udara, maupun perkeretaapian di Kota Padang. “Melalui kegiatan ini, kita berharap adanya sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah sehingga dapat mendukung peningkatan pelayanan publik serta pembangunan daerah yang lebih optimal,” ujar Maigus Nasir kepada awak media seusai pembukaan Rakor, Rabu (8/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Padang siap mendukung berbagai program pengembangan SDM yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan, termasuk dalam program pembibitan taruna dan kerja sama pendidikan vokasi di bidang transportasi. "Rakor ini sangat penting bagi kita dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM transportasi guna menunjang pembangunan Kota Padang yang berkelanjutan," tambah Maigus Nasir didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Ances Kurniawan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan, Suharto, saat membuka kegiatan menekankan Rakor ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor transportasi.

Selama Rakor, terangnya, para peserta menerima berbagai materi penting, mulai dari sosialisasi kebijakan terbaru terkait pengembangan SDM transportasi, penguatan kerja sama pendidikan dan pelatihan, hingga coaching clinic penyusunan dokumen kerja sama antara pemerintah daerah dan Kementerian Perhubungan.

"Untuk narasumber kita menghadirkan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB). Melalui forum ini, diharapkan terbangun keselarasan kebijakan yang lebih kuat antara pusat dan daerah, sehingga menciptakan sistem transportasi yang andal, berdaya saing, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia," imbuhnya. (*)