HEADLINE
Gubernur Mahyeldi Lepas Kafilah MTQ KORPRI Sumbar, Target Pertahankan Juara Umum Nasional    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Gubernur Mahyeldi Lepas Kafilah MTQ KORPRI Sumbar, Target Pertahankan Juara Umum Nasional
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah melepas secara resmi Kafilah MTQ KORPRI Provinsi Sumbar yang akan berlaga pada MTQ ke-8 KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Makassar. (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah melepas secara resmi Kafilah MTQ KORPRI Provinsi Sumbar yang akan berlaga pada MTQ ke-8 KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Pelepasan berlangsung di Auditorium Gubernuran, Jumat (21/8/2026).

Sebanyak 38 peserta terbaik terpilih mewakili Sumbar setelah melewati proses seleksi dan pembinaan yang cukup panjang. Dari 367 peserta yang mengikuti seleksi awal, hanya sekitar 10 persen yang akhirnya ditetapkan sebagai bagian dari kafilah untuk mengikuti ajang tingkat nasional tersebut.

“Ini telah melalui proses yang berliku dan cukup panjang. Dari 200 lebih, 300 lebih, kemudian terseleksi menjadi 38 orang. Saya kira ini lebih kurang 10 persen. Jadi sangat ramping dan sangat tajam sekali penyaringannya,” ujar Mahyeldi.

Menurut Gubernur, proses seleksi dan pembinaan yang ketat tersebut merupakan bagian penting untuk memastikan ASN yang diberangkatkan benar-benar memiliki kemampuan dan kesiapan terbaik dalam membawa nama Sumbar di tingkat nasional.

Namun, Mahyeldi mengingatkan bahwa MTQ KORPRI tidak semata-mata tentang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, nilai-nilai Al-Qur’an harus mampu diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian sebagai aparatur negara.

“MTQ KORPRI ini bukan hanya sekadar kita mengikuti musabaqah tilawatil Qur’an, tetapi bagaimana menginternalisasikan Al-Qur’an di dalam keseharian masyarakat di Sumatera Barat,” katanya.

Ia menilai, semangat tersebut sejalan dengan karakter dan kearifan lokal Sumatera Barat yang menjadikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai landasan kehidupan masyarakat, sebagaimana juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat.

Mahyeldi mengapresiasi kesungguhan KORPRI Sumbar dalam mempersiapkan kafilah. Pembinaan dilakukan melalui 10 kali Training Center (TC), dengan melibatkan pelatih nasional, evaluasi dan koreksi secara berkala, try out, hingga pemberian tugas latihan mandiri kepada peserta.

Menurutnya, persiapan tersebut menunjukkan keseriusan Sumbar dalam mempertahankan prestasi sebagai juara umum MTQ KORPRI tingkat nasional pada dua penyelenggaraan sebelumnya, yakni tahun 2022 di Sumatera Barat dan 2024 di Kalimantan Tengah.

Selain kemampuan individu, Gubernur juga memberikan perhatian terhadap penampilan kolaboratif kafilah. Menurutnya, kolaborasi tersebut mencerminkan nilai kebersamaan yang penting untuk terus dibangun dalam kehidupan, termasuk di lingkungan birokrasi.

“Ini mengajarkan kepada kita semangat kebersamaan. Menanamkan ruhul jama’ah, amal jama’i, semangat kebersamaan, semangat kolaborasi,” ungkapnya.

Mahyeldi mengatakan, nilai kebersamaan tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi yang terkadang mendorong orang menjadi lebih individualistis. Karena itu, kemampuan bekerja sama, saling menghargai dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi perlu terus ditanamkan.

“Semangat kebersamaan dan kolaborasi ini harus kita biasakan sejak dini. Ini penting untuk membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya,” katanya.

Gubernur juga berpesan kepada seluruh kafilah, agar menjaga nama baik Sumbar, tampil dengan percaya diri dan tetap menjunjung tinggi akhlak serta sportivitas.

Ia berharap para peserta tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga mampu menunjukkan keteladanan sebagai ASN yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan maupun pelaksanaan tugas.

Dengan proses seleksi, pembinaan dan persiapan yang telah dilakukan, Mahyeldi optimistis Kafilah MTQ KORPRI Sumbar mampu memberikan hasil terbaik sekaligus menjaga tradisi juara umum Sumbar pada MTQ KORPRI tingkat nasional.

“Berikan kemampuan yang terbaik. Kita sudah berikhtiar dan mempersiapkan semuanya. Selanjutnya kita serahkan hasilnya kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KORPRI Provinsi Sumbar, Andri Yulika, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa persiapan kontingen dilakukan secara bertahap melalui perluasan seleksi, pembinaan yang intensif serta evaluasi secara berulang hingga menjelang keberangkatan.

Pada tahap awal, seleksi diikuti 367 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sumbar, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, hingga instansi vertikal di Sumbar.

“Dari sisi seleksi, pada tahap awal diikuti oleh 367 peserta yang berasal dari berbagai unsur. Setelah diseleksi jumlah tersebut mengerucut menjadi 38 peserta,” jelas Andri.

Selain 38 peserta, kontingen Sumbar diperkuat sembilan orang pelatih dan dua orang official atau pendamping dari pengurus KORPRI. Dengan demikian, total kontingen yang dipersiapkan untuk MTQ ke-8 KORPRI Tingkat Nasional di Makassar berjumlah 49 orang.

Andri mengatakan, persiapan juga mencakup aspek nonteknis, mulai dari administrasi keberangkatan, surat tugas, koordinasi dengan instansi asal peserta, perjalanan, akomodasi, pendampingan kesehatan hingga berbagai kebutuhan selama berada di Makassar.

“Kami telah berusaha mencari peserta terbaik, menyiapkan pelatih terbaik, memperbanyak kesempatan latihan, melakukan evaluasi berulang, dan mempersiapkan kebutuhan keberangkatan serapi mungkin. Selanjutnya kami mohon doa dan dukungan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” katanya. (adpsb/rmz/bud)

Sebanyak 113 Kontingen Meriahkan Pawai Alegoris HUT RI Kota Payakumbuh    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Sebanyak 113 Kontingen Meriahkan Pawai Alegoris HUT RI Kota Payakumbuh
Pawai yang diikuti pelajar, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai unsur lembaga tersebut dilepas dari depan Kantor Cabang Bank Nagari Ibuh dan berakhir di panggung kehormatan di depan Kantor Pos Payakumbuh. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 113 kontingen memeriahkan Pawai Alegoris, Drumband, dan Marching Band dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Selasa (18/8/2026).

Pawai yang diikuti pelajar, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai unsur lembaga tersebut dilepas dari depan Kantor Cabang Bank Nagari Ibuh dan berakhir di panggung kehormatan di depan Kantor Pos Payakumbuh.

Ribuan masyarakat memadati sejumlah ruas jalan protokol untuk menyaksikan arak-arakan peserta yang menampilkan beragam kreativitas, atraksi drumband dan marching band, serta kostum alegoris sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air.

Peserta pawai terdiri atas Paskibraka, drumband tingkat SD hingga SMA/SMK, serta berbagai kontingen alegoris dari sekolah, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan di Kota Payakumbuh.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyaksikan langsung jalannya pawai dari panggung kehormatan. Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman berada di titik pelepasan untuk melepas peserta sesuai urutan kontingen.

Zulmaeta mengatakan pawai tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat kebersamaan.

"Hari ini, kita bersama-sama menggelar Pawai HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diikuti 113 kontingen. Ini merupakan bentuk semangat kebersamaan, kreativitas, dan kegembiraan masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan," kata Zulmaeta.

Menurut dia, rute pawai tahun ini diperpendek agar pelaksanaan kegiatan lebih efektif serta memberikan kenyamanan bagi peserta dan masyarakat.

Pemerintah Kota Payakumbuh juga menyediakan ruang atraksi di depan panggung kehormatan sehingga setiap kontingen dapat menampilkan kreativitasnya dan disaksikan langsung oleh masyarakat.

Zulmaeta mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan mematuhi arahan panitia serta petugas keamanan selama mengikuti pawai.

"Kepada seluruh peserta, saya berpesan untuk tetap menjaga ketertiban, mengikuti arahan panitia dan petugas, serta tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan insiden yang tidak kita inginkan. Mari kita sukseskan kegiatan ini sampai akhir acara dengan aman dan lancar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan pawai.

Zulmaeta mengatakan semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni, tetapi harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui seremoni, tetapi harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari kita isi kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan bersama-sama mewujudkan Payakumbuh yang lebih maju, adil, dan sejahtera," katanya.

Sementara itu, Elzadaswarman mengatakan Pawai HUT Ke-81 Kemerdekaan RI menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menunjukkan kreativitas dan semangat kebangsaan.

"Pawai ini bukan sekadar arak-arakan, tetapi juga merupakan wujud syukur kita atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan. Melalui kegiatan ini, kita tunjukkan bahwa generasi muda kita kreatif, bersemangat, dan cinta Tanah Air," ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta menjaga kekompakan, keamanan, dan ketertiban selama mengikuti pawai.

"Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berlangsung meriah, tertib, aman, dan lancar. Kepada seluruh peserta, jaga kekompakan dan sportivitas. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Payakumbuh adalah masyarakat yang tertib dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan," katanya.

Elzadaswarman juga mengapresiasi panitia, jajaran perangkat daerah, kepolisian, sekolah, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

"Terima kasih atas kerja sama dan semangat gotong royong yang telah ditunjukkan. Semoga kegiatan ini menjadi kenangan indah dan memperkuat rasa cinta kita terhadap Tanah Air," ujarnya.

Pawai tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dengan tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju". (HM)

Kabupaten Solok Ikut Penanaman Bawang Putih Serentak Nasional, Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Kabupaten Solok Ikut Penanaman Bawang Putih Serentak Nasional, Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, Kapolda Sumatera Barat Inspektur Jenderal Polisi Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Wakapolda Sumatera Barat, Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat Afniwirman, serta jajaran pejabat Polda Sumbar dan pemerintah daerah. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Kabupaten Solok turut ambil bagian dalam gelaran Penanaman Bawang Putih Serentak Nasional yang digelar di 17 provinsi di Indonesia, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan dipusatkan di Nagari Kampuang Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, dan menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, Kapolda Sumatera Barat Inspektur Jenderal Polisi Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Wakapolda Sumatera Barat, Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat Afniwirman, serta jajaran pejabat Polda Sumbar dan pemerintah daerah. 

Komoditas bawang putih dinilai memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.

Kabupaten Solok dikenal memiliki potensi besar dalam pengembangan hortikultura. Kondisi geografis dan agroklimat di kawasan dataran tinggi seperti Kecamatan Danau Kembar menjadi modal utama pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. 

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani dan masyarakat di daerah sentra produksi.

Penanaman serentak di 17 provinsi ini menjadi momentum penguatan gerakan bersama. 

Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan memastikan keberlanjutan program melalui pendampingan petani, peningkatan produktivitas, penyediaan sarana produksi, serta penguatan tata kelola hasil panen.

Bagi Kabupaten Solok, kegiatan ini mempertegas komitmen daerah untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat. 

Melalui sinergi pemerintah, kepolisian, petani, dan pemangku kepentingan lainnya, pengembangan bawang putih diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berlanjut hingga menghasilkan produksi yang memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.(80)

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Komitmen Sumbar Kembangkan Energi Geothermal    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Komitmen Sumbar Kembangkan Energi Geothermal
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen pihaknya dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT). (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen pihaknya dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi panas bumi (geothermal), sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumbar sebagai Green Province.

Komitmen tersebut, bahkan juga sudah disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Opening Ceremony The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 beberapa waktu yang lalu di Jakarta.

Menurutnya, pengembangan energi bersih merupakan bagian penting dari arah pembangunan Sumbar ke depan, sejalan dengan potensi daerah yang cukup besar.

“Alhamdulillah, kita termasuk salah satu daerah yang sudah menyatakan komitmen dalam pemanfaatan panas bumi. Kita memang konsen dengan geothermal dan itu sudah kita kemas dalam konsep Green Province,” tegas Gubernur Mahyeldi di Padang, Jum’at (21/8/2026).

Ia menyebutkan, berdasarkan data Dinas ESDM Provinsi Sumbar, potensi panas bumi yang dimiliki Sumbar berjumlah sekitar 1.651 megawatt (MW) yang tersebar pada 22 titik di tujuh kabupaten. Namun, potensi tersebut hingga kini belum termanfaatkan secara optimal.

“Kita baru sekitar 5 persen yang dimanfaatkan. Artinya, masih banyak potensi yang bisa kita kembangkan,” ungkapnya.

Saat ini, pemanfaatan panas bumi di Sumbar yang telah berjalan antara lain melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh di Kabupaten Solok Selatan dengan kapasitas sekitar 86 MW. Pengembangan Muara Laboh Unit-2 berkapasitas 80 MW juga tengah berjalan dengan nilai investasi sekitar USD490 juta dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2027.

Menurut Mahyeldi, tantangan utama dalam pengembangan geothermal adalah kebutuhan investasi yang besar serta perlunya kepastian dan kemudahan bagi investor. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong adanya percepatan pengembangan wilayah kerja panas bumi dan penguatan dukungan dari pemerintah pusat.

“Tantangannya tentu investasi dan bagaimana kita mendapatkan pihak pengusaha yang mau masuk. Karena itu, kita berharap ada percepatan dan dukungan dari kementerian terkait, sehingga pemanfaatan energi baru terbarukan kita bisa lebih maksimal,” katanya.

Mahyeldi menambahkan, sejumlah langkah pengembangan pemanfaatan energi terbarukan ini juga terus berlangsung di Sumbar. Di antaranya pengembangan PLTP Muara Laboh Unit-2, pengeboran sumur eksplorasi Bonjol di Pasaman Barat, serta survei pendahuluan di wilayah Cubadak Panti.

Ia menilai, pengembangan geothermal tidak hanya penting untuk meningkatkan ketersediaan energi bersih, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah.

“Harapan kita ke depan akan semakin banyak investor yang masuk, dengan dukungan dari kementerian dan percepatan prosesnya. Kita punya tujuh kabupaten dan 22 titik potensi geothermal yang bisa dikembangkan,” tutur Mahyeldi.

Lebih jauh, Gubernur berharap pengembangan energi panas bumi dan sumber energi terbarukan lainnya, seperti tenaga air dan surya, dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Ini bukan hanya soal listrik, tetapi bagaimana potensi energi bersih yang kita miliki dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (adpsb/bud)

Sempat Cemas Biaya Rawat Inap, Peserta JKN Ini Lega Berobat hingga Pulih    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Sempat Cemas Biaya Rawat Inap, Peserta JKN Ini Lega Berobat hingga Pulih
Saat nyeri perut, pusing, dan muntah hebat menyerang, Syahdati harus dilarikan ke rumah sakit. (Foto: Hermiko).

BENTENGSUMBAR.COM
– Sakit datang tanpa aba-aba. Saat nyeri perut, pusing, dan muntah hebat menyerang, Syahdati harus dilarikan ke rumah sakit. Di tengah kondisi yang membutuhkan penanganan segera, satu hal sempat membuatnya cemas, yaitu biaya rawat inap.

Kekhawatiran itu sirna setelah Syahdati mengetahui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dimilikinya masih aktif. Ia pun bisa menjalani pemeriksaan hingga rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. M. Ali Hanafiah tanpa harus terbebani biaya pengobatan.

“Waktu dibawa ke IGD, saya memang sudah sangat khawatir. Selain memikirkan kondisi kesehatan, saya juga sempat terpikir soal biaya kalau sampai harus dirawat inap. Tetapi 
setelah mengetahui saya bisa menggunakan JKN, saya merasa lebih tenang,” ujar Syahdati.

Sebelumnya, kondisi kesehatan Syahdati tiba-tiba memburuk pada pagi hari. Penyakit maag yang dideritanya kambuh disertai pusing, nyeri perut, dan muntah. Karena gejala yang dirasakan semakin tak tertahankan, ia segera dibawa ke IGD rumah sakit terdekat.

Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung memberikan penanganan. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyarankan Syahdati menjalani rawat inap agar kondisi kesehatannya dapat dipantau dan mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Bagi Syahdati, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan bisa muncul kapan saja. Beruntung, saat membutuhkan pertolongan, status kepesertaannya sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) masih aktif sehingga ia dapat memanfaatkan JKN untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai ketentuan.

“Beruntung status kepesertaan JKN saya sebagai peserta PBI masih aktif. Jadi, saya tidak merasa terbebani dengan biaya pengobatan dalam kondisi darurat seperti ini dan keluarga bisa fokus mendampingi saya,” ungkap Syahdati.

Proses pelayanan JKN yang dijalaninya pun berlangsung lancar. Mulai dari pemeriksaan di IGD hingga mendapatkan ruang rawat inap, Syahdati mengaku tidak menemukan kendala berarti.

“Proses penggunaan JKN juga berjalan dengan baik dan saya tidak menemui kendala. Petugas membantu menjelaskan prosesnya, sehingga saya tidak merasa bingung. Yang penting kita wajib ikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ucap Syahdati.

Lebih lanjut, Syahdati menilai pelayanan yang diterimanya sangat nyaman. Dokter dan perawat secara rutin memantau kondisi kesehatannya, sementara kebutuhan medis dan obatobatan diberikan sesuai kebutuhan perawatannya.

“Ruang rawat inapnya nyaman dan bersih. Perawat dan dokter rutin memantau perkembangan kondisi saya. Semua tim medisnya ramah dan komunikatif, serta kebutuhan 
obat-obatan saya diberikan dengan lengkap dan tidak ada pungutan biaya tambahan,” kataSyahdati.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinan Syahdati mengenai pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Menurutnya, ketika seseorang sakit secara tiba-tiba, fokus utama seharusnya adalah mendapatkan pertolongan medis, bukan memikirkan bagaimana menyiapkan biaya pengobatan.

“Kalau sakitnya datang tiba-tiba seperti kemarin, tentu kita tidak sempat memikirkan banyak hal. Yang paling penting saat itu adalah bagaimana bisa segera mendapatkan pertolongan. Saya bersyukur sudah menjadi peserta JKN sehingga bisa fokus menjalani pengobatan,” tutur Syahdati.

Selain itu, bukan kali pertama Syahdati merasakan manfaat JKN. Beberapa tahun sebelumnya, ia juga pernah menjalani dua kali operasi kecil untuk pengangkatan benjolan di bagian kaki yang mengharuskannya menjalani rawat inap.

Menurutnya, jika seluruh biaya pelayanan kesehatan yang pernah diterimanya dihitung, nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Nominal tersebut tentu bukan jumlah kecil bagi 
keluarganya.

“Tidak terhitung sudah berapa kali saya memanfaatkan JKN untuk berobat. Mulai dari rawat inap hingga operasi sudah pernah saya jalani. Kalau dihitung-hitung, mungkin sudah menghabiskan puluhan juta rupiah. Bagi saya, nominal tersebut sangat besar dan JKN sangat membantu meringankan beban biaya pengobatan,” jelas Syahdati.

Syahdati menilai kepesertaan JKN bukan sekadar kebutuhan ketika seseorang sudah jatuh sakit. Menurutnya, memiliki jaminan kesehatan merupakan bentuk perlindungan yang perlu dipersiapkan sejak dini, termasuk dengan memastikan status kepesertaan tetap aktif.

Ia pun mengajak masyarakat tidak menunggu sakit untuk menyadari pentingnya jaminan kesehatan. Sebab, tidak ada yang dapat memastikan kapan seseorang membutuhkan pelayanan medis.

“Dulu mungkin kita merasa sehat-sehat saja sehingga tidak terlalu memikirkan jaminan kesehatan. Tetapi setelah mengalami sendiri, saya menyadari bahwa kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, menurut saya, menjadi peserta JKN aktif itu sangat penting,” pungkas Syahdati. (HM)

Inovasi "Sang Juara" Bawa Kabupaten Solok Masuk Tiga Terbaik TPAKD Sumatera Barat 2026    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Inovasi "Sang Juara" Bawa Kabupaten Solok Masuk Tiga Terbaik TPAKD Sumatera Barat 2026
Acara Puncak Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 yang digelar di UPI Sport & Exhibition Hall, Kamis (20/8/2026).  (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar membanggakan kembali hadir dari Kabupaten Solok. Pemerintah Kabupaten Solok berhasil meraih nominasi tiga terbaik Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Sumatera Barat Tahun 2026. 

Prestasi ini diraih melalui inovasi unggulan yang diberi nama "Sang Juara", yang dinilai efektif mendorong literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar se-derajat provinsi.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat pada Acara Puncak Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 yang digelar di UPI Sport & Exhibition Hall, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Sekretaris Daerah se-Sumatera Barat, serta pimpinan industri dan asosiasi jasa keuangan.

Penghargaan diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Solok, Drs. Zaitul Ikhlas, A.P., M.Si., mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, didampingi Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Tissa Hellidhya Vicelly Meriska, S.T., beserta staf.

Dalam penilaian yang dilakukan OJK Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Solok unggul dalam sejumlah indikator: penyusunan laporan edukasi keuangan, rencana dan realisasi program melalui Sistem Informasi TPAKD (SiTPAKD), dukungan kebijakan daerah, alokasi anggaran, pencapaian kepemilikan rekening pelajar, serta pelaksanaan sosialisasi Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar). 

Tema yang diusung OJK tahun ini, "Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan", sejalan dengan langkah Kabupaten Solok dalam menanamkan budaya menabung sejak usia sekolah.

Capaian ini menegaskan komitmen Pemkab Solok membangun ekosistem keuangan yang inklusif. Inovasi "Sang Juara" memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan satuan pendidikan untuk meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat, khususnya generasi muda. 

Diharapkan, pengakuan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan terobosan baru, memperluas akses keuangan, dan melahirkan generasi muda Kabupaten Solok yang cerdas, mandiri, serta bijak dalam mengelola keuangan.(80)

Gubernur Mahyeldi Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Tak Boleh Ada Pasien Terlantar    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Gubernur Mahyeldi Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Tak Boleh Ada Pasien Terlantar
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Pasien Terlantar di Sumbar, di Aula Lantai IV RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (20/8/2026). (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi pasien yang terlantar setelah mendapatkan pelayanan medis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, rumah sakit, BPJS Kesehatan, Baznas, lembaga filantropi, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Pasien Terlantar di Sumbar, di Aula Lantai IV RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (20/8/2026).

Menurut Mahyeldi, persoalan pasien terlantar tidak dapat diselesaikan hanya melalui pelayanan medis. Dibutuhkan koordinasi berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan pasien, mulai dari aspek kesehatan, administrasi, jaminan sosial, pembiayaan, hingga pemulangan dan reunifikasi dengan keluarga, dapat ditangani secara terpadu.

“Dengan adanya kerja sama lintas sektor ini, akan ada kecepatan layanan, lebih akurat, dan lebih tepat sasaran. Artinya, masyarakat yang mendapatkan pengobatan di RS M. Djamil akan mendapatkan layanan yang lebih baik,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan, kolaborasi tersebut menjadi semakin penting dalam menangani masyarakat yang menghadapi keterbatasan sosial dan ekonomi. 

Karena itu, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan melalui pelayanan yang memberikan solusi konkret bagi masyarakat.

“Tidak ada lagi yang terlantar. Inilah yang akan mewujudkan keberadaan pemerintah benar-benar dirasakan, sehingga masyarakat terlayani,” tegasnya.

Mahyeldi mengingatkan, keberhasilan kerja sama tidak cukup hanya ditandai dengan penandatanganan MoU dan PKS. Yang lebih penting adalah memastikan kesepakatan tersebut diterapkan secara nyata di lapangan.

“Tidak cukup hanya MoU kerja sama, tetapi rakyat membutuhkan apa yang mereka perlukan, itu yang harus mereka dapatkan,” katanya.

Selain penguatan layanan, Mahyeldi juga mendorong Baznas dan lembaga filantropi untuk mengembangkan berbagai terobosan pembiayaan sosial.

Menurutnya, potensi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi perlu dihubungkan dengan masyarakat yang membutuhkan dukungan melalui konsep pembiayaan yang kreatif dan berkelanjutan.

“Tugas pemerintah sebenarnya sederhana, yaitu menghubungkan antara yang ghani dan yang dhaif. Hadirkan konsep dan program, sehingga yang punya keterbatasan ini bisa difasilitasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas mengatakan, penanganan pasien terlantar bukan semata-mata tanggung jawab rumah sakit, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian dan kolaborasi lintas sektor. 

Sebagai rumah sakit rujukan, RSUP Dr. M. Djamil masih menghadapi pasien tanpa identitas, tanpa keluarga atau penanggung jawab, keterbatasan sosial ekonomi, hingga persoalan administrasi kependudukan dan jaminan kesehatan.

“Yang kita bangun hari ini bukan sekadar kerja sama antarinstansi, tetapi sebuah ekosistem pelayanan yang terintegrasi,” ujar Dovy.

Melalui kerja sama tersebut, penanganan pasien terlantar diharapkan tidak berhenti pada aspek medis, tetapi mencakup penelusuran identitas, fasilitasi jaminan kesehatan, penanganan persoalan sosial, dukungan pembiayaan, hingga proses pemulangan dan reunifikasi dengan keluarga.

Implementasinya akan diperkuat melalui koordinasi antarinstansi, penetapan person in charge (PIC), penyempurnaan alur dan standar operasional, pemanfaatan sistem informasi, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Dukcapil, RSUD, Baznas, lembaga filantropi, Yayasan Jamil Peduli Kasih, Kitabisa.com, jajaran manajemen RSUP Dr. M. Djamil Padang, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pelayanan pasien terlantar semakin terintegrasi dan tidak ada lagi masyarakat yang terhambat mendapatkan layanan karena persoalan administrasi, sosial, ekonomi, maupun ketiadaan keluarga atau penanggung jawab. (adpsb/rmz/bud)