HEADLINE
Wako Padang Fadly Amran Terima Kunjungan Komisaris Utama Bank Mega Syariah    
Jumat, April 17, 2026

On Jumat, April 17, 2026

Wako Padang Fadly Amran Terima Kunjungan Komisaris Utama Bank Mega Syariah
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima kunjungan Komisaris Utama Bank Mega Syariah, Mohammad Nuh, Jumat (17/4/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima kunjungan Komisaris Utama Bank Mega Syariah, Mohammad Nuh, di Kediaman Resmi Wali Kota, Jumat (17/4/2026).

Dalam pertemuan ini, Mohammad Nuh menegaskan komitmen Bank Mega Syariah untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Padang, khususnya dalam mendukung kemajuan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang.

Ia berharap, kerja sama yang terjalin sejak 2019 semakin berkembang, terutama dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan percepatan transformasi digital.

“Kolaborasi ini diharapkan semakin kuat, khususnya dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan percepatan transformasi digital bagi Perumda AM. Kami siap mendukung penuh, baik dalam pengelolaan aset maupun pendanaan guna meningkatkan kualitas layanan publik,” ujarnya.

Di samping itu, ia turut menekankan pentingnya digitalisasi sebagai langkah strategis mendukung pertumbuhan Kota Padang yang kian pesat. "Dengan integrasi teknologi, layanan tentu akan semakin efisien, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Bank Mega Syariah siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemko Padang untuk konteks yang lebih luas,” tukas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia periode 2009-2014 itu.

Sementara itu, Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Mega Syariah dalam mendorong peningkatan kinerja Perumda AM. Ia menilai kolaborasi dengan sektor perbankan sangat penting dalam memperkuat pelayanan publik. “Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh potensi, termasuk sektor perbankan. Semoga kerja sama ini dapat terus ditingkatkan demi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadly Amran mengungkapkan bahwa Pemko Padang saat ini tengah merancang inovasi di sektor perparkiran sebagai respons atas kompleksitas kota yang terus berkembang. Salah satu solusi yang disiapkan adalah sistem parkir berbasis digital. “Kita tengah menyiapkan sistem perparkiran yang lebih tertib, aman, dan nyaman berbasis digital. Kami berharap dukungan sinergi dari Bank Mega Syariah," imbuhnya. (*)

BUMDes Sejahtera Mandiri Panen Capai 14 Ton    
Jumat, April 17, 2026

On Jumat, April 17, 2026

BUMDes Sejahtera Mandiri Panen Capai 14 Ton
Panen raya padi program ketahanan pangan desa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Mandiri Desa Toboh Palabah. 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Wali Kota Pariaman, Yota Balad hadiri panen raya padi program ketahanan pangan desa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Mandiri Desa Toboh Palabah di area persawan Desa Toboh Palabah, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Jumat (17/4/2026). 

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap program 0ketahanan pangan nasional.

Yota Balad mengatakan sektor tanaman pangan khususnya komoditi padi merupakan strategi kunci dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

"Hari ini kita melakukan panen raya padi yang produksinya 5-7 ton per hektare. Ini tentu sangat berguna menjaga ketahanan pangan di Kota Pariaman. Kita mendorong desa lain di Kota Pariaman bisa membuat kegiatan yang bisa menghasilkan tetapi kami berharap selain padi juga ada ternak”, ungkapnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Sumbar dan Anggota DPR RI karena irigasi Anai II sudah berfungsi dan sudah dialiri air.

“Irigasi Anai II sangat membantu petani untuk mengaliri sawahnya. Mudah-mudahan aliran irigasi anai II selalu mengalir. Irigasi anai II aktif kembali bulan Januari, setelah 3 bulan sawah di Desa Toboh Palabah sudah panen. Alhamdulillah dua hari yang lalu kita juga sudah mengusulkan proposal kepada Mentan dan langsung direspon oleh bapak Mentan, Andi Amran Sulaiman bantuan pompa dan insyallah kita juga dibantu empat buah drone untuk Kota Pariaman.

“Drone ini berfungsi untuk menyemprotkan pestisida, herbisida, atau pupuk cair secara presisi dan merata, bahkan pada area yang sulit dijangkau. Ini mengurangi kontak langsung petani dengan bahan kimia berbahaya. Anak-anak milineal besok ini kalau bertani, memupuk dan memberi racun hama hanya cukup pakai drone karena tidak harus turun kesawah”, tutupnya. 

Ketua BUMDes Sejahtera Mandiri Desa Toboh Palabah, Ardianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemko Pariaman dan pihak terkait karena selalu merespons dengan cepat kebutuhan para petani.

“Dengan irigasi anai II yang sudah dialiri ini, kita sudah bisa menanam padi yang sudah satu tahun terkendala air,” ungkapnya.

“Lahan padi yang dipanen memiliki luas sekitar 2 hektare dengan hasil produksi mencapai 10-14 ton dengan jenis padi sokan. Untuk saat ini, BUMDes Sejahtera Mandiri yang berjalan baru tanaman padi dan insyallah nantinya juga ditambah tanaman jagung”, tambahnya. (ka/at)

Wako Fadly Amran Terima Audiensi Program Manager IPWL Yayasan Karunia Insani Cabang Sumbar    
Jumat, April 17, 2026

On Jumat, April 17, 2026

Wako Fadly Amran Terima Audiensi Program Manager IPWL Yayasan Karunia Insani Cabang Sumbar
Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menerima audiensi Program Manager IPWL Yayasan Karunia Insani Cabang Sumbar, Rezki Febri. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang memberikan dukungan penuh terhadap Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Yayasan Karunia Insani Cabang Sumatera Barat (Sumbar) sebagai lembaga rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba.

Dukungan itu disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menerima audiensi Program Manager IPWL Yayasan Karunia Insani Cabang Sumbar, Rezki Febri, di Kediaman Resmi Wali Kota, Jumat (17/4/2026).

“Pemko Padang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait siap berkolaborasi mendukung IPWL Yayasan Karunia Insani dalam membantu pecandu narkoba untuk pulih dan kembali hidup normal,” ujar Fadly Amran. 

Ia menegaskan, persoalan penyalahgunaan narkoba di Kota Padang membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi, mengingat dari sejumlah kasus yang ditemukan diantaranya melibatkan usia remaja. “Edukasi dan pendampingan menjadi kunci dalam memutus rantai penyalahgunaan. Kita bersama harus merumuskan program yang tepat agar rehabilitasi berjalan optimal, sekaligus memperkuat edukasi dan perlindungan bagi masyarakat,” tambah Fadly Amran, didampingi Kepala Dinas Sosial, Eri Sendjaya, dan Kepala Dinas Kesehatan, Sri Kurniayati.

Sementara itu, Rezki Febri menjelaskan, IPWL Yayasan Karunia Insani Cabang Sumbar merupakan lembaga rehabilitasi narkoba yang telah beroperasi empat tahun terakhir secara aktif di Kota Padang, berlokasi di Gang Sehati RT 03 RW 02 No. 54, Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. “Kita telah mengantongi Surat Keputusan Kementerian Sosial untuk layanan NAPZA serta rekomendasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kami berharap dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan rehabilitasi,” harapnya.

Ia memaparkan, hingga April 2026 terdapat 26 pasien aktif yang tengah menjalani program rehabilitasi dengan rata-rata tiga hingga empat pasien baru setiap bulan. "Program rehabilitasi berlangsung selama enam hingga delapan bulan yang dimulai dari tahap detoksifikasi selama tujuh hari pertama, kemudian dilanjutkan asesmen untuk menentukan rencana intervensi yang sesuai dengan kondisi pasien," paparnya.

Rezki menambahkan, setelah itu pasien menjalani program primer dengan pengawasan ketat terhadap aktivitas harian. "Pada fase akhir, mereka akan dibekali keterampilan untuk kembali ke masyarakat, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan dan adaptasi sosial di bawah pendampingan konselor," tambahnya. (*)

75 Generasi Muda dan Pengusaha UMKM Ikuti Pelatihan Aktif Native    
Jumat, April 17, 2026

On Jumat, April 17, 2026

75 Generasi Muda dan Pengusaha UMKM Ikuti Pelatihan Aktif Native
Sebanyak  75 generasi muda dan pengusaha UMKM di Kota Pariaman ikuti pelatihan Aktif Native Adverstising di Balairung Pandopo Wali Kota Pariaman, Jumat (17/4/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak  75 generasi muda dan pengusaha UMKM di Kota Pariaman ikuti pelatihan Aktif Native Adverstising di Balairung Pandopo Wali Kota Pariaman, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini diinisiasi Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia yang bertujuan membekali generasi muda, khususnya calon kreator, dengan keterampilan praktis dalam memproduksi konten video serta menyusun narasi promosi yang berkualitas sesuai standar nasional.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf RI, Cecep Rukendi mengatakan  Kemenekraf ingin memajukan dan mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Pariaman.

“Kota Pariaman memiliki potensi alam, budaya dan kreativitas yang luar biasa dan sudah layak untuk naik kelas ketingkat nasional maupun internasional”,  ujarnya.

Sehingga, lanjutnya, Kemenekraf menggelar pelatihan dengan berkolaborasi berbagai mitra yakni Indonesia Digital Association (IDA), Canva, Appo dan National Geographic.

“Kita melatih generasi muda dan pengusaha UMKM Kota Pariaman supaya memiliki kemampuan fotografi yang profesional, iklan yang keren dan jurnalisme digital sehingga bisa mempromosikan kekayaan dan potensi Kota Pariaman melalui media digital ke nasional bahkan internasional,” terangnya.

Ia juga menyebutkan pelatihan ini digelar selama dua hari,   17 s/d 18 April 2026. 

“Pelatihan ini diharapkan generasi muda dan pengusaha UMKM  Kota Pariaman naik kelas kompetensinya, mampu mempromosikan dan menjadi jurnalisme digital yang baik sehingga menghasilkan informasi yang benar dan beretika melalui platfom digital”, harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyebutkan  kegiatan ini adalah hal yang sangat membanggakan bagi Kota Pariaman karena telah dipilih Kemenekraf RI.

“Lebih dari 500 kabupaten dan kota, Kota Pariaman dipilih Kemenekraf untuk dibekali jurnalis, fotografi, pengiklanan bagi generasi muda dan pengusaha UMKM Kota Pariaman”, ungkapnya. (R/at)

Rutan Sawahlunto Bangun Suasana Pembinaan Lebih Humanis Lewat Pekan Olahraga    
Jumat, April 17, 2026

On Jumat, April 17, 2026

Rutan Sawahlunto Bangun Suasana Pembinaan Lebih Humanis Lewat Pekan Olahraga
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto menggelar kegiatan Pekan Olahraga yang melibatkan pegawai dan warga binaan, Jumat (17/4/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto menggelar kegiatan Pekan Olahraga yang melibatkan pegawai dan warga binaan, Jumat (17/4/2026), sebagai bagian dari upaya membangun suasana pembinaan yang lebih humanis.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Muhammad Hatta tersebut diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti oleh pegawai rutan, anggota PIPAS Cabang Rutan Sawahlunto, serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Sejak awal kegiatan, suasana kebersamaan dan interaksi yang lebih cair tampak terbangun antara petugas dan warga binaan, mencerminkan pendekatan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aturan, tetapi juga pada nilai kemanusiaan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan di Ruang Sahardjo, seperti lomba makan kerupuk, lomba gombal, lomba memasukkan paku ke dalam botol, hingga lomba karaoke. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, diwarnai gelak tawa dan sorak sorai yang menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial di lingkungan rutan, sehingga tercipta iklim pembinaan yang lebih inklusif dan kondusif.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba, yang semakin menambah semangat partisipasi peserta.

Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto, Mustofa, mengatakan kegiatan Pekan Olahraga tersebut menjadi momentum untuk membangun semangat positif di lingkungan rutan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis serta tumbuh rasa kekeluargaan di antara seluruh elemen,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 diharapkan menjadi pendorong untuk terus menghadirkan sistem pembinaan yang lebih humanis dan bermartabat. (*) 

Pewarta: Marjafri

Pemprov Sumbar Siapkan Sejumlah langkah Strategis untuk Percepat Proses Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana    
Jumat, April 17, 2026

On Jumat, April 17, 2026

Pemprov Sumbar Siapkan Sejumlah langkah Strategis untuk Percepat Proses Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana
Pemprov Sumbar memastikan proses rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi terus berjalan. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan proses rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi terus berjalan dan saat ini tengah dipercepat di berbagai daerah terdampak. Sejumlah langkah strategis pun telah disiapkan untuk mensukseskan upaya tersebut.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumbar, Afniwirman menyampaikan perhatian Menteri Pertanian RI terhadap percepatan penanganan di lapangan menjadi dorongan penting bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan seluruh tahapan pelaksanaan.

“Kami menyambut baik arahan Bapak Menteri sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan lahan pertanian di Sumatera Barat. Saat ini, proses rehabilitasi sedang berjalan dan terus kami dorong agar lebih cepat,” ujar Afniwirman di Padang, Jum'at (17/4/2026).

Berdasarkan data Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumbar diketahui dampak bencana terhadap lahan sawah di Sumbar cukup signifikan. Tercatat seluas 2.802 hektare rusak ringan, 1.100 hektare rusak sedang, 2.540,69 hektare rusak berat dan 730,97 hektare hilang.

Ia menjelaskan, penanganan sawah terdampak bencana tidak hanya berupa pembersihan material yang menutupi lahan, tetapi juga mencakup pemulihan fungsi lahan secara menyeluruh. Mulai dari normalisasi sedimentasi, perbaikan jaringan irigasi, hingga penyiapan kondisi tanah agar kembali layak tanam.

“Di beberapa lokasi, sawah tertimbun material cukup tebal dan jaringan irigasi mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat penanganan harus dilakukan bertahap dan membutuhkan ketelitian teknis, sehingga memerlukan waktu lebih dibanding penanganan biasa,” jelasnya.

Selain faktor teknis lapangan, lanjutnya, proses rehabilitasi juga melibatkan tahapan administratif yang harus dilalui sesuai ketentuan, seperti pendataan dan verifikasi luasan lahan terdampak, verifikasi calon petani dan calon lokasi (CP/CL), penyusunan rencana teknis, hingga mekanisme pencairan anggaran yang langsung disalurkan kepada kelompok tani.

Pemprov Sumbar Siapkan Sejumlah langkah Strategis untuk Percepat Proses Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana
Data dan dokumen pengerjaan. 

"Kita ingin memastikan, proses penanganan ini tidak hanya baik dalam pelaksanaan, tapi juga aman dari segi pertanggungjawaban keuangan,"tegasnya.

Afniwirman juga menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran anggaran rehabilitasi mengikuti sistem keuangan negara, di mana dana dari pemerintah pusat disalurkan melalui pemerintah provinsi untuk selanjutnya dialokasikan kepada kabupaten/kota dan kelompok tani penerima.

“Mekanisme ini bertujuan memastikan penanganan dilakukan secara terkoordinasi, tepat sasaran, dan akuntabel, mengingat lokasi terdampak tersebar di beberapa daerah. Dalam pelaksanaannya, memang terdapat tahapan verifikasi dan perencanaan berjenjang yang harus dilalui,” jelasnya.

Ia menjelaskan, guna penanganan tersebut Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp455 Miliar. Dana tersebut tidak hanya untuk pemulihan lahan rusak ringan dan sedang tapi juga untuk rehabilitasi saluran irigasi, jalan usaha tani, dan bantuan bibit berbagai tanaman, seperti coklat, padi, jagung dan lain sebagainya.

"Jadi perlu digaris bawahi ya, anggaran 455 milyar yang disampaikan Pak Menteri itu adalah total keseluruhan anggaran bantuan pertanian untuk Sumbar. Bukan hanya untuk pemulihan lahan tapi juga untuk irigasi, jalan dan bibit," jelasnya.

Afniwirman lalu menegaskan,  progres pelaksanaan di lapangan, hingga saat ini terus menunjukkan perkembangan signifikan. Untuk program optimalisasi lahan pascabencana, dari total target seluas 2.802 hektare, sebagian besar telah memasuki tahap kontrak dan pencairan.

Pemprov Sumbar Siapkan Sejumlah langkah Strategis untuk Percepat Proses Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana
Alat berat terlihat melakukan pekerjaannya. 

Program rehabilitasi sawah juga mencatkan progres serupa, dari total volume yang direncanakan seluas 1.100 hektare, 861 hektare telah berkontrak dan 794 hektare di antaranya telah memasuki tahap pencairan anggaran.

“Bahkan di beberapa daerah seperti Kabupaten Solok, Kota Padang, Tanah Datar, dan Kota Pariaman, realisasi pencairan anggaran untuk kegiatan rehabilitasi lahan sudah mencapai 100 persen,” ungkapnya.

Untuk mempercepat proses di lapangan, Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain:

* penyederhanaan proses koordinasi lintas sektor;
* percepatan verifikasi dan penetapan lokasi prioritas;
* optimalisasi penggunaan alat dan sumber daya di lapangan;
* serta penguatan pendampingan kepada kelompok tani dalam pelaksanaan kegiatan.

“Kami terus memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh tahapan berjalan lebih cepat tanpa mengabaikan aspek teknis di lapangan. Targetnya, seluruh bantuan tersalurkan sesegera mungkin sehingga lahan yang terdampak bisa kembali produktif,” tegasnya.

Ia memastikan, Pemprov Sumbar memiliki komitmen besar untuk menuntaskan seluruh proses rehabilitasi dalam waktu dekat, sejalan dengan upaya menjaga ketahanan pangan daerah dan mendukung program nasional di sektor pertanian. (adpsb/busan)