HEADLINE
Pedagang Pinggir Jalan Kembali Marak di Sawahlunto, Berpotensi Membahayakan Pejalan Kaki dan Siswa    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Marjafri Sawahlunto
Kondisi kawasan Sekolah SDN13 Pasar Remaja Sawahlunto , terlihat para pedagang berjejer hingga jam pulang sekolah. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Aktivitas pedagang pinggir jalan kembali marak di sejumlah titik di Kota Sawahlunto, terutama di sekitar kawasan sekolah pada jam pulang siswa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pedagang terlihat berjualan di pinggir jalan, di samping trotoar, dengan pembeli yang berhenti di sisi jalan untuk bertransaksi. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian badan jalan digunakan sebagai area jual beli dan parkir kendaraan.

Akibatnya, ruang lalu lintas menyempit dan arus kendaraan melambat di ruas jalan sekitar sekolah. Pejalan kaki, termasuk siswa, terlihat berjalan di area yang berdekatan dengan kendaraan karena keterbatasan ruang di sisi jalan.

Aktivitas tersebut antara lain terpantau di kawasan sekitar SDN 13 Pasar Remaja, Senin (20/4/2026)

Di sisi lain, aktivitas di kawasan Pasar Kuliner Silo masih berlangsung dengan tingkat kunjungan yang bervariasi.

Sejumlah pedagang tetap berjualan di lokasi tersebut sesuai dengan penataan yang telah dilakukan pemerintah daerah.

Pemerintah Kota Sawahlunto sebelumnya telah merelokasi sebanyak 108 pedagang ke Pasar Kuliner Silo sebagai bagian dari penataan kawasan perdagangan. (*) 

Pewarta: Marjafri

Terpilih Aklamasi, Dr. Prim Hariyadi Kembali Pimpin IKA FHUA dan Siapkan Gebrakan Baru    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Terpilih Aklamasi, Dr. Prim Hariyadi Kembali Pimpin IKA FHUA dan Siapkan Gebrakan Baru
Dr. Prim Hariyadi ketiia diwawancarai awak media. Keputusan itu diambil dalam sidang pleno yang berlangsung di Aula Jalan Pancasila No.10. (Foto: Taod). 

BENTENGSUMBAR.COM
  – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Hukum Universitas Andalas (FHUA) menetapkan Dr. Prim Hariyadi kembali sebagai Ketua Umum secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) 2026, Minggu (19/4/2026).

Keputusan itu diambil dalam sidang pleno yang berlangsung di Aula Jalan Pancasila No.10. Seluruh peserta forum menyepakati Dr. Prim Hariyadi melanjutkan kepemimpinan untuk periode berikutnya.

Jalannya musyawarah diawali dengan pembentukan pimpinan sidang. Forum yang semula dipimpin pimpinan sidang sementara kemudian menetapkan lima pimpinan sidang tetap, yakni Ilhamdi Taufik, Charlez Simabura, Wilson Saputra, Lusda Sunarty, dan Anneka Yosihilma. Setelah itu, sidang membahas tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus, hingga agenda pemilihan ketua umum.

Dr. Prim Hariyadi mengatakan dirinya sempat menginginkan adanya kaderisasi dalam tubuh organisasi. Namun, aspirasi peserta forum dan para senior meminta dirinya tetap memimpin agar program yang telah berjalan bisa diteruskan. “Saya sebenarnya ingin ada kaderisasi. Tetapi para senior meminta saya tetap memimpin untuk melanjutkan program-program yang sudah berjalan,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu target utama kepengurusan mendatang ialah menghadirkan sekretariat permanen milik organisasi. Saat ini, IKA FHUA masih menggunakan kantor sewa. “Kalau bisa periode ke depan kita memiliki sekretariat sendiri atas nama organisasi,” katanya.

Ia menilai kondisi keuangan organisasi cukup sehat. Dana kas saat ini disebut mencapai ratusan juta rupiah, ditambah dukungan alumni untuk pelaksanaan Mubes dan Halal Bihalal yang juga menembus ratusan juta rupiah. Kondisi itu dinilai menjadi modal kuat untuk mewujudkan sekretariat permanen.

Selain konsolidasi organisasi, Dr. Prim juga menyoroti besarnya potensi alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas yang tersebar di berbagai sektor strategis nasional. Alumni FHUA saat ini banyak berkiprah di lembaga penegak hukum, perbankan, BUMN, hingga pemerintahan.

Di tingkat nasional, alumni FHUA tercatat menduduki posisi penting di Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Salah satunya Saldi Isra di Mahkamah Konstitusi.

Dr. Prim sendiri saat ini menjabat Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung. Ia menyebut alumni FHUA memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan negara hukum dan kemajuan bangsa. Terpilihnya kembali Dr. Prim Hariyadi diharapkan mampu memperkuat soliditas alumni, meningkatkan kontribusi kepada almamater, serta memperluas peran organisasi di tengah masyarakat. (By/Toad)

Jelang Mubes Ikasmanli 2026, Defri Nasli Makin Percaya Diri    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Jelang Mubes Ikasmanli 2026, Defri Nasli Makin Percaya Diri
Defri Nasli, salah satu kandidat ketua Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang periode 2026-2030. (Foto Noa) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Genderang perang sudah ditabuh kubu Defri Nasli, salah satu kandidat ketua Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang periode 2026-2030.

Hal itu terlihat saat ia mendeklarasikan diri untuk maju dan siap bersaing sebagai salah satu kontestan pada Mubes Ikasmanli Padang, 3 Mei mendatang.

"Insya Allah, kalau nanti saya terpilih saya akan rangkul semua alumni yang berpotensi dan memiliki kepedulian terhadap almamater SMAN 5 Padang," ungkap alumni angkatan 2000 itu saat berpidato dihadapan sejumlah alumni di Cafe Uje BP Kuranji Padang, Minggu (19/4/2026) malam.

Tampak hadir saat itu di antaranya, Onzu Krisno (ketua angkatan 1984), Dasman Boy (1988), Zul Azmi (ketua angkatan 1989), Hidayatul Irwan II, Yeni Putri (1990), Eko Muhardi (1991), Amrizal Rengganis (ketua angkatan 1992), Syafrizal Cecep (1993), Zulhendri Rajo Intan (1995), Nani Susanti (1997), Alfroki Martha (2003) dan lainnya.

Dihadapan para alumni itu, Defri dengan jujur menceritakan awal mulanya ia menyatakan siap maju jadi kandidat ketua Ikasmanli setelah berkonsultasi dan mendapatkan motivasi dari salah seorang senior alumni Mastilizal Aye  (1989).

"Bang Aye ini tidak hanya sebagai senior alumni tapi sekaligus sebagai mentor dan motivator saya untuk maju jadi calon ketua Ikasmanli. Jadi saya mengucapkan terimakasih atas dukungan yang beliau berikan," kata Defri sembari memuji Mastilizal Aye yang kebetulan duduk di sampingnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sumbar periode 2017-2022 itu menyebutkan, salah satu program unggulan yang akan diterapkannya jika terpilih sebagai ketua adalah membentuk yayasan Ikasmanli.

Dengan adanya sebuah yayasan tersebut tentu langkah pengurus untuk pengembangan organisasi Ikasmanli ke depan akan jauh lebih baik.

"Ya, dengan adanya yayasan Ikasmanli maka kita akan lebih leluasa bergerak seperti organisasi alumni di SMA lain. Saya yakin itu," ucapnya optimis.

Usai penyampaian visi dan misinya, sejumlah senior alumni diminta memberikan saran dan pendapat. Seperti Onzu Krisno (1984), Mastilizal Aye (1989), Hidayatul Irwan (1990), Eko Muhardi (1991), Amrizal Rengganis (1992), Nofrianto Noa (1994) dan Firmansyah (1997).

Setelah mendengarkan semua saran/pendapat dari para senior, notaris terkemuka di Kota Padang itu berjanji akan menjaga amanah dan bekerja maksimal jika terpilih sebagai ketua Ikasmanli Padang. (BY/Noa)

"Maantaan Pabukoan": Lebih dari Sekadar Hidangan, Simbol Kasih dan Kekuatan Budaya Tikalak    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

"Maantaan Pabukoan": Lebih dari Sekadar Hidangan, Simbol Kasih dan Kekuatan Budaya Tikalak
Tradisi Maantaan Pabukoan yang hidup di Nagari Tikalak, Kecamatan X Koto Singkarak. (Foto: Oktariyoni).

BENTENGSUMBAR.COM
– Tradisi Maantaan Pabukoan yang hidup di Nagari Tikalak, Kecamatan X Koto Singkarak, kembali ditampilkan dalam kemeriahan HUT ke-113 Kabupaten Solok, Senin (20/4/2026). Tradisi ini bukan sekadar kegiatan mengantarkan makanan untuk berbuka puasa, melainkan cerminan nilai-nilai luhur adat, budi pekerti, dan kearifan lokal masyarakat Minangkabau.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Nagari Tikalak, Joni Martias, B.Sc, saat memaparkan makna di balik pameran budaya tersebut.

"Dalam adat kita terdapat pepatah: 'Anak dipangku, kamanakan dibimbiang, urang kampung dipatenggangkan.' Ungkapan ini menegaskan bahwa hubungan antara pihak anak pisang dan pihak bako harus senantiasa dijaga, dipelihara, dan dihormati," ujar Joni.

Makanan yang dibawa pun bukan sekadar hidangan, melainkan simbol kasih sayang yang tak pernah putus, kepekaan hati, serta adab dan sopan santun sebagai bentuk penghormatan.

Filosofi Mendalam di Setiap Sajian

Setiap jenis makanan yang disajikan memiliki makna yang sangat dalam:

- Goreng Ikan Bilih & Pangek Bilih: Melambangkan kebersamaan dan kekuatan dalam persatuan. Sesuai pepatah "Nan ketek dihimpun, nan gadang diagiah", hal kecil yang bersatu akan menjadi besar dan kuat.
- Singgang Rinok: Mengandung makna tentang kejernihan hidup dan keseimbangan rasa.
- Dendeng Pensi: Mencerminkan kecerdikan dalam mengolah bahan sederhana menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.
- Samba Lado Matah Minyak Tanak Bada Bapanggong: Menggambarkan kearifan, ketekunan, dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan.
- Katupek Carai: Menjadi simbol keterbukaan dan kebersamaan.
- Lapek Manih: Mengandung makna kesederhanaan, kebersamaan, dan keteguhan hati.
- Kue Talam Katan: Simbol kebersamaan yang erat dan persatuan yang kokoh.
- Kue Talam Lapis: Melambangkan keseimbangan hidup dan perbedaan yang menyatu dalam harmoni.

Menjaga Ikatan Silaturahmi

Secara makna yang lebih dalam, tradisi ini mengajarkan prinsip "Nan jauh didekekkkan, nan lupo diingekkkan"—yang jauh didekatkan kembali, dan yang mulai renggang dipererat lagi

Hal ini sejalan dengan keseimbangan adat dan syarak, sebagaimana landasan utama budaya Minangkabau: "Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah."

"Melalui tradisi ini, masyarakat diingatkan bahwa kekuatan suatu kaum tidak hanya terletak pada harta, melainkan pada eratnya hubungan kekeluargaan, sikap saling menghargai, dan komitmen menjaga warisan leluhur agar tetap lestari," tutup Joni Martias. (BO)

Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
Pengukuhan Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura. (Husnie) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dengan terlaksananya pengukuhan Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura, Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, menyampaikan apresiasi terhadap peran Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam memperkuat tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di wilayah kerja Kantor Regional IX BKN Jayapura. 

Menurutnya, kehadiran BKN melalui Kantor Regional IX memiliki posisi penting dalam memastikan pengelolaan ASN di Papua berjalan sesuai dengan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan integritas.

Gubernur Papua juga menilai bahwa dukungan BKN selama ini telah membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sistem kepegawaian, termasuk dalam aspek perencanaan, pengadaan, hingga pembinaan ASN. 

“BKN memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa kebijakan manajemen ASN dapat diterapkan secara tepat di daerah, termasuk di Papua dengan karakteristik wilayah yang beragam,” ujarnya dalam acara pengukuhan yang berlangsung di Kantor Gubernur Papua, Senin (20/04/2026).

Sesuai arahan Kepala BKN, Prof. Zudan, Gubernur Papua juga menekankan bahwa tantangan pengelolaan ASN di Papua memerlukan pendekatan yang adaptif dan kolaboratif. 

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan BKN menjadi faktor penting dalam mewujudkan ASN yang kompeten dan mampu memberikan pelayanan publik yang optimal. 

Ia berharap, dengan kepemimpinan baru di Kantor Regional IX BKN Jayapura, koordinasi dan kualitas layanan kepegawaian dapat semakin ditingkatkan. 

Ia juga mengapresiasi BKN yang telah menghadirkan inovasi layanan yang memudahkan pemerintah daerah, terutama dalam akses layanan kepegawaian yang cepat dan transparan. 

Maka itu, Pemprov Papua, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung program dan kebijakan BKN dalam pembinaan ASN. 

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur yang profesional dan berdaya saing, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan di wilayah Papua dan sekitarnya.

Melalui momentum pengukuhan ini, Gubernur Papua berharap hubungan kerja antara BKN dan pemerintah daerah semakin solid, sehingga pengelolaan ASN di wilayah Kantor Regional IX BKN Jayapura dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. (Husnie)

"Adek Nan Tuo": Filosofi Mendalam di Balik Tradisi Maanta Marapulai Koto Laweh    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

"Adek Nan Tuo": Filosofi Mendalam di Balik Tradisi Maanta Marapulai Koto Laweh
Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya. (Foto: Oktariyoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kekayaan budaya Minangkabau kembali ditampilkan dalam Pawai Budaya dan Festival Kuliner yang digelar Senin (20/4/2026). Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, yang mengangkat tradisi unik bernama "Adek Nan Tuo" atau dikenal juga sebagai "Ayam Hitam, Tabang Malam" dalam prosesi Maanta Marapulai.

Wali Nagari Koto Laweh, Kasyati, S.P., menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan salah satu dari tiga cara pelaksanaan pernikahan (manjeloan) yang dikenal di nagarinya, yaitu Adat Nan Tuo, Adat Manangah, dan Adat Nan Bungsu.

"Khusus untuk Adat Nan Tuo, pelaksanaannya dilakukan secara sangat sederhana, hanya dalam satu malam saja. Pakaian yang dikenakan oleh kedua mempelai pun diwajibkan berwarna hitam," ujar Kasyati.

Oleh karena itulah tradisi ini dikenal dalam gurindam lama dengan sebutan "Ayam Hitam Tabang Malam", yang bermakna: "Pai malam, pulang malam, kukuaknyo sajo kadangaran" (Berangkat malam, pulang malam, hanya suaranya yang terdengar).

Simbolisme dalam Hantaran

Setiap barang yang dibawa dalam arak-arakan memiliki makna filosofis yang sangat dalam:

1. Ayam Gadang (Dari Pihak Bako)
Ayam ini melambangkan sosok laki-laki yang sudah dewasa, baligh, berakal, dan berakhlak mulia, yang siap memikul tanggung jawab. Ayam yang dipilih harus memiliki kriteria khusus:

- Bulu yang bagus: Melambangkan kebersihan dan kerapian penampilan.
- Sisik kaki yang bagus: Melambangkan ketajaman akal budi dan karakter.
- Taji yang tajam: Melambangkan ilmu pengetahuan (sarak, undang, adat) sebagai senjata untuk membela keluarga dan nagari.
- Pial yang bagus: Melambangkan kewibawaan dan kehormatan.
- Kukuak yang bagus, nyaring, dan balenggek: Melambangkan tutur kata yang baik, bijaksana, dan dihargai.
- Mata yang melek: Melambangkan ketajaman pandangan untuk melihat kebenaran dan selalu waspada.
- Telinga yang nyaring: Melambangkan kepekaan untuk mendengar keluhan, menerima nasihat, dan sigap terhadap ancaman.

Filosofi ini diperkuat dalam pepatah: "Kok malam didanga-danga, kok siang dicaliak-caliak" yang artinya senantiasa waspada dan teliti dalam bertindak.

2. Karambia, Beringin, dan Gagang Siriah (Dibawa Induak Bako)

- Karambia Tumbuah: Melambangkan ketulusan hati dan keikhlasan berbuat baik tanpa mengharap balasan.
- Beringin: Melambangkan keteguhan dan kemampuan menjadi pelindung serta naungan bagi orang banyak, layaknya pohon besar yang meneduhkan.
- Gagang Siriah: Melambangkan kemampuan membuka wawasan dan beradaptasi dalam pergaulan.

3. Nasi Kunik (Dari Pihak Bako)

Nasi berwarna kuning ini melambangkan bahwa calon suami berasal dari keturunan yang baik dan memiliki keteguhan hati yang kokoh, tidak mudah goyah menghadapi tantangan hidup.

4. Buyiang, Pisang Sadulang, Ikan Gadang, dan Hantaran Lainnya (Dari Pihak Ibu)

Buyiang yang terbuat dari rotan dan dibungkus kain songket berisi beras, melambangkan pentingnya menjaga kerahasiaan rumah tangga, yang sebaiknya hanya diketahui oleh suami dan istri.

Melalui tradisi "Adek Nan Tuo" ini, masyarakat Nagari Koto Laweh terus mewariskan nilai-nilai luhur tentang kedewasaan, tanggung jawab, dan kebijaksanaan bagi generasi mendatang. (BO)

Wawako Padang Maigus Nasir Tekankan Pentingnya Perkuat Solidaritas Antarkota    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Wawako Padang Maigus Nasir Tekankan Pentingnya Perkuat Solidaritas Antarkota
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. (Foto: Prokompin). 


BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menekankan pentingnya memperkuat solidaritas antarkota dalam menghadapi tantangan fiskal, urbanisasi, dan mitigasi bencana pada Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026, di Hotel Muraya Banda Aceh, Provinsi Aceh, Senin (20/4/2026).

Forum yang diikuti 21 pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI itu dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Unsur Pengarah BNPB, Dirhamsyah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, serta para Wali Kota dan Wakil Wali Kota se-Komwil I APEKSI. Mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat”, forum ini menghasilkan 24 draft rekomendasi strategis yang mencakup penguatan kapasitas fiskal daerah, inovasi pembangunan perkotaan, hingga penguatan kerja sama antardaerah dalam penanganan bencana.

Salah satu keputusan penting, Kota Padang ditetapkan secara aklamasi sebagai tuan rumah seminar penguatan kerja sama penanggulangan bencana lintas pemerintah kota Komwil I APEKSI. Sementara Kota Dumai dipercaya menjadi tuan rumah Raker Komwil I APEKSI 2027. “Raker ini melahirkan aksi nyata, bukan sekadar forum diskusi. Ada semangat solidaritas yang kuat, termasuk dukungan pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah terdampak bencana, serta komitmen memperkuat kerja sama konkret antar pemerintah kota,” ujar Maigus.

Ia menegaskan bahwa Kota Padang siap mengemban amanah sebagai tuan rumah seminar kebencanaan untuk memperkuat skema kolaborasi melalui perjanjian kerja sama antar pemerintah kota Komwil I APEKSI. “Semoga nanti terwujud perjanjian kerja sama antar pemerintah kota untuk membantu daerah terdampak bencana, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kawasan Sumatera menghadapi ancaman bencana yang cukup kompleks,” tukas Maigus Nasir.

Sementara itu, Mendagri Muhammad Tito Karnavian dalam arahannya menekankan delapan klaster program prioritas nasional, termasuk konsistensi desain tata ruang kota, mitigasi bencana berbasis kawasan, serta pengelolaan urbanisasi agar tidak memicu krisis demografi dan tekanan pembangunan di daerah. “Tata ruang, pengendalian urbanisasi, transisi energi, dan ketahanan fiskal menjadi pijakan strategis bagi pemerintah kota dalam menjawab tantangan masa depan. Saya berharap seluruh daerah menyikapi secara baik, termasuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi,” harapnya.

Ketua Komwil I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyebut raker ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan agenda kota-kota di Sumatera dengan prioritas nasional. Menurutnya, rekomendasi yang dihasilkan, termasuk agenda seminar di Tebing Tinggi, Batam, dan Padang, akan menjadi pijakan menuju Rakernas APEKSI XVIII di Kota Medan pada 28 Juni-4 Juli 2026. “APEKSI adalah rumah besar yang menghadirkan solusi konkret bagi kota-kota anggota. Kami mengapresiasi 21 delegasi kota yang hadir dan berkontribusi dalam forum ini,” ujar Wali Kota Medan tersebut.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengapresiasi kehadiran seluruh delegasi yang mengikuti sejumlah agenda strategis pada Raker Komwil I APEKSI 2026, 19-22 April 2026 di Banda Aceh. "Kami bangga menjadi tuan rumah forum strategis ini. Di samping memperkuat kolaborasi antar kota, juga turut membantu perputaran ekonomi bagi Banda Aceh," ucapnya. (*)

KAMMI Tanah Datar Sukses Gelar Pelantikan    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

KAMMI Tanah Datar Sukses Gelar Pelantikan
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)-(Foto: Eka). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Tanah Datar sukses gelar pelantikan pada Minggu (19/04). 

Pelantikan yang diadakan di aula Medina Tour & Travel Batusangkar ini dihadiri dan dilantik langsung oleh Jeni Mandala Selaku Ketua Pengurus Wilayah KAMMI Sumatera Barat. 

"KAMMI Tanah Datar sudah selayaknya maju kembali dan menjadi tolak ukur pergerakan KAMMI di Tanah Datar hingga Sumatera Barat. 

KAMMI Tanah Datar yang sebelumnya jaya sangat diharapkan saat ini lebih jaya dan memiliki semangat juang yang tinggi dalam pergerakan mahasiswa Tanah Datar", Jelas Jeni

David Sang Putra selaku pembina KAMMI Tanah Datar juga menjelaskan bahwa pemuda pemuda hebat di Tanah Datar hingga Sumatera Barat harus Lahir dari KAMMI Tanah Datar.

KAMMI Tanah Datar banyak melahirkan orang orang hebat, dan kedepannya KAMMI Tanah Datar menjadi ujung tombak pergerakan mahasiswa di Sumatera Barat.

Rezky selaku Ketua KAMMI Tanah Datar saat ini dan Putra Melly selaku sekjen tentu memiliki gebrakan gebrakan baru dalam pergerakan KAMMI Tanah Datar lebih baik lagi kedepannya. (BY/EKA)

Terima Kunjungan Komite IV DPD RI, Gubernur Mahyeldi Sampaikan Dampak Kebijakan Fiskal Pusat Terhadap Daerah    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Terima Kunjungan Komite IV DPD RI, Gubernur Mahyeldi Sampaikan Dampak Kebijakan Fiskal Pusat Terhadap Daerah
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. (Foto: Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyampaikan sejumlah dampak kebijakan fiskal nasional terhadap daerah saat menerima kunjungan kerja Komite IV DPD RI dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, di Istana Gubernuran, Senin (20/4/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas dinamika implementasi kebijakan fiskal nasional, khususnya yang memengaruhi hubungan keuangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Elviana menyampaikan kunjungan ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan UU HKPD sekaligus menyerap masukan dari pemerintah daerah. Ia menyoroti sejumlah kebijakan yang dinilai masih menyisakan tantangan di tingkat implementasi, di antaranya skema dana bagi hasil berbasis kinerja yang belum sepenuhnya terukur, serta perubahan komposisi pembagian pajak kendaraan bermotor yang berdampak pada penurunan penerimaan provinsi. “Kami melihat ada kebijakan pusat yang saat dirumuskan berjalan baik, namun dalam implementasinya justru menjadi beban bagi daerah. Ini penting menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya.

Selain itu, isu pajak air permukaan serta potensi ketimpangan fiskal antar daerah juga menjadi perhatian, termasuk dampak kebijakan terhadap relasi fiskal antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa kebijakan fiskal nasional memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas pembangunan dan keharmonisan hubungan antardaerah.

Ia mencontohkan kebijakan opsen pajak yang kini langsung diterima oleh kabupaten/kota. Menurutnya, kebijakan tersebut di satu sisi memberikan kepastian penerimaan, namun di sisi lain mengurangi ruang provinsi dalam menjalankan fungsi pemerataan bagi daerah dengan kapasitas fiskal terbatas. “Dulu melalui skema pembagian 70 dan 30 persen, provinsi masih memiliki ruang untuk membantu daerah yang kemampuan fiskalnya terbatas. Sekarang, daerah dengan potensi kecil akan tetap menerima dalam jumlah kecil. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar semangat kebersamaan tetap terjaga,” ungkapnya.

Gubernur juga menyoroti poblematika perusahaan yang beroperasional di daerah namun berkantor pusat di luar wilayah operasionalnya. Menurut Mahyeldi, hal tersebut menyebabkan potensi penerimaan pajak tidak sepenuhnya bisa dinikmati oleh daerah tempat perusahaan tersebut beroperasi. “Ini menjadi hal yang perlu kita kaji bersama, agar keadilan fiskal benar-benar dirasakan oleh daerah tempat aktivitas ekonomi berlangsung,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi turut memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov Sumbar dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), antara lain melalui inovasi dan digitalisasi layanan. Melalui program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Pemprov Sumbar mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak dengan menghadirkan berbagai inovasi layanan seperti Samsat Digital Nasional (SIGNAL), Samsat Nagari, dan Samsat Drive Thru, serta penerapan kebijakan tax clearance dalam proses perizinan.

Penguatan basis data juga dilakukan melalui integrasi dengan kepolisian dan mitra terkait guna memetakan potensi pajak secara lebih akurat dan real-time. Di sisi belanja daerah, Pemprov Sumbar melakukan penataan struktur APBD dengan mengendalikan belanja pegawai agar tetap efisien, serta mengarahkan belanja pada sektor prioritas seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta penguatan sektor pariwisata dan pertanian.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, peran provinsi dalam menjaga keseimbangan fiskal antar daerah juga terus diperkuat melalui penyaluran bantuan keuangan khusus, dukungan teknis bagi daerah dengan kapasitas fiskal rendah, serta sinkronisasi perencanaan pembangunan lintas wilayah.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menjadi landasan dalam penyempurnaan kebijakan fiskal yang lebih adil, adaptif, dan berpihak pada penguatan pembangunan daerah secara berkelanjutan. Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah anggota Komite IV DPD RI, antara lain Cerint Iralloza Tasya, Daud Yordan, Siti Aseanti, Leni Andriani Surunuddin, Evi Apita Maya, dan Jihan Fahira, serta jajaran perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov Sumbar. (adpsb/rmz/bud)

Wagub Vasko: Pawai Budaya Jadi Modal Sosial Bangun Kabupaten Solok    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. (Foto: Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menegaskan budaya merupakan modal sosial strategis dalam pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya saat melepas arak-arakan pawai budaya 74 nagari pada peringatan Hari Jadi ke-113 Kabupaten Solok, di kawasan Kantor Bupati Solok, Senin (20/4/2026). Pawai budaya yang diikuti perwakilan dari seluruh nagari tersebut menjadi ruang ekspresi kekayaan tradisi Minangkabau yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Setiap nagari menampilkan identitas khasnya, mulai dari busana adat hingga kesenian tradisional.

Wagub Vasko menekankan, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial sekaligus menjaga keberlanjutan adat dan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah. “Pawai budaya ini bukan hanya untuk memeriahkan hari jadi daerah, tetapi menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga kearifan lokal. Inilah modal sosial yang harus terus kita rawat untuk mendorong kemajuan daerah,” ujar Vasko.

Dengan mengenakan pakaian adat Minangkabau, Wagub turut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pelestarian budaya sebagai bagian integral dari pembangunan yang berkelanjutan.

Arak-arakan pawai dimulai dari Taman Hutan Kota Wisata Arosuka dan berakhir di Kantor Bupati Solok. Sepanjang rute, masyarakat disuguhi beragam atraksi budaya, seperti talempong, pupuik sarunai, gendang rabana, hingga gendang tambua. Partisipasi masyarakat juga terlihat dari keikutsertaan kaum ibu yang membawa joadah sebagai simbol kebersamaan dan tradisi gotong royong.

Keberagaman yang ditampilkan masing-masing nagari mencerminkan kuatnya nilai persatuan dalam bingkai adat dan budaya yang tetap terjaga di tengah dinamika zaman. “Kita melihat bagaimana adat dan budaya menjadi perekat sosial yang kuat. Ini adalah modal dasar yang harus terus kita jaga dan kembangkan untuk mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.

Selain pawai budaya, rangkaian peringatan HUT ke-113 Kabupaten Solok juga dimeriahkan dengan Festival Kuliner yang menghadirkan beragam makanan khas dari seluruh nagari. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi berbasis budaya.

Turut hadir bersama Wagub dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Solok, di antaranya Bupati Solok, jajaran Forkopimda Kabupaten Solok, niniak mamak, serta bundo kanduang yang bersama-sama menyemarakkan perayaan hari jadi daerah. (adpsb/cen/bud)

Sekda Sumbar Buka Rakerda UKS/M 2026, Perkuat Orkestrasi Lintas Sektor Wujudkan Sekolah Sehat    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi. (Foto: Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (20/4/2026). Rakerda ini menjadi forum strategis untuk menguatkan orkestrasi kebijakan dan sinergi lintas sektor antara Tim Pembina UKS/M tingkat provinsi dan kabupaten/kota, guna memastikan pembinaan UKS/M berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan di seluruh Sumbar.

Dalam arahannya, Arry Yuswandi menegaskan bahwa pembangunan kesehatan anak usia sekolah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antar sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perangkat daerah terkait. “Rakerda ini harus menghasilkan rencana kerja yang konkret dan terukur. Kita ingin memastikan bahwa pembinaan UKS/M tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dalam satu arah kebijakan yang jelas dan terintegrasi,” ujar Arry.

Ia menekankan, satuan pendidikan harus bertransformasi menjadi health promoting school, yakni lingkungan yang tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga aktif membentuk perilaku hidup sehat bagi seluruh warga sekolah. “Sekolah harus menjadi ruang yang sehat, aman, dan membangun karakter hidup bersih dan sehat. Implementasi Trias UKS, pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat harus berjalan utuh, tidak parsial,” tegasnya.

Arry juga menggarisbawahi bahwa anak usia sekolah merupakan aset strategis daerah yang harus dipersiapkan secara komprehensif, baik dari aspek pendidikan maupun kesehatan fisik dan mental. Ia mengakui, masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasi UKS/M, mulai dari belum meratanya pemahaman hingga koordinasi antar pemangku kepentingan yang belum optimal. Karena itu, forum Rakerda ini diharapkan mampu menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi kebijakan ke depan. “Ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan memastikan setiap program berjalan efektif di lapangan,” imbuhnya.

Dalam konteks isu kesehatan, Arry turut menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi anak usia sekolah, seperti karies gigi, kurang aktivitas fisik, obesitas, anemia, hingga stunting. Selain itu, persoalan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, serta dampak penggunaan gawai dan perundungan juga menjadi perhatian serius. Sebagai respons, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong inovasi program promotif dan preventif, salah satunya melalui program TALK GME yang diinisiasi oleh RSJ HB Saanin untuk meningkatkan literasi dan deteksi dini kesehatan mental di lingkungan sekolah. 

Program tersebut telah diimplementasikan di sejumlah sekolah binaan UKS/M dan akan terus diperluas melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, Arry juga menyoroti capaian UKS/M di Sumbar yang masih perlu ditingkatkan. Dari total 8.524 satuan pendidikan, baru sebagian yang mencapai strata paripurna, sehingga diperlukan upaya pembinaan yang lebih sistematis dan berjenjang. 

Melalui Rakerda ini, Pemprov Sumbar menargetkan lahirnya langkah-langkah strategis, termasuk optimalisasi Gerakan Sekolah Sehat yang mencakup lima fokus utama: sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan. Dengan langkah tersebut, diharapkan UKS/M dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan generasi muda Sumbar yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Direktur RSJ HB Saanin Padang, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumbar, serta Tim Pembina dan Tim Pelaksana UKS/M dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. (adpsb/rmz/bud)

Rajut Kekompakan, Pengurus IKPNS Berganti Ketika Halal Bi Halal    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Rajut Kekompakan, Pengurus IKPNS Berganti Ketika Halal Bi Halal
IKPNS Kota Padang, menggelar acara halal bi halal, Jumat (17/4/26). (Foto: Amir). 

BENTENGSUMBAR.COM
-Perantau Nagari Supayang, Kecamatan Salimpaung Tanah Datar, yang tergabung dalam wadah Ikatan Keluarga Perantau Nagari Supayang (IKPNS) Kota Padang, menggelar acara halal bi halal, Jumat (17/4/26). Kegiatan yang dipadukan dengan rapat anggota memilih pengurus baru, diselenggarakan di ruang VIP Resto Cisangkuy GOR H. Agus Salim, Padang.

Halal bi halal dalam rangka membina ukhwah Islamiyah, memupuk rasa persaudaraan, menyambungkan jembatan hati dan membina persatuan dan kesatuan sesama perantau, berjalan secara khitmat. Usai berhalal bi halal, agenda diteruskan untuk memilih pengurus baru, karena kepengurusan telah lama mengalami kekosongan.

Pengurus organisasi ini, sebelumnya dijabat dan diketuai oleh Khairul Jasmi, yang populer disapa KJ. Pemimpin Redaksi Harian Singgalang itu, akhir-akhir ini banyak berada di Jakarta, karena yang bersangkutan baru-baru ini diamanahi sebagai Staf Ahli di sebuah kantor Wakil Menteri di Jakarta.

Sebelum acara pembentukan pengurus, sumando urang Supayang Amiruddin diminta menyampaikan tausiah singkat tentang berhalal bi halal. Usai bertausiah dan saling maaf memaafkan, Dr. H. Amiruddin, SH. MH, didaulat lagi menjadi pimpinan sidang rapat pemilihan pengurus IKPNS Priode 2026-2031. 

Tanpa membuang-buang waktu, pimpinan sidang menawarkan 3 (tiga) metoda pemilihan. Metoda pertama, secara spontanitas. Kedua secara aklamasi dan metoda ketiga secara voting, jika kandidat lebih dari satu orang. Ketika ditawarkan secara spontanitas, tidak ada yang mencalonkan diri.

Setelah berpindah ke metoda kedua, Ali Akbar Datuak Bandaro Kuniang, meminta agar yang dipakai dalam pemilihan kepengurusan IKPNS ini, adalah system aklamasi. Usulan ini, disokong oleh Nulfikar dan Zulfahmi Bakhtiar. Saat ditanyakan Kembali kepada floor, ternyata mayoritas peserta rapat menyetujui pemilihan secara aklamasi.

Pemimpin sidang, berupaya meleksanakan rapat itu secara demokrasi, dengan mengajukan system voting, jika ada calon lain. Ternyata, anggota rapat hanya mengajukan calon tunggal. Oleh karena tidak ada calon lain, maka calon tunggal anak muda bernama Effendi Riyanto, langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih untuk Priode 2026-2031, dalam rentang waktu pemilihan yang sangat pendek sekitar 12 menit. 

Sosok Effendi Riyanto yang kerap dipanggil dengan sapaan Andi itu, selama ini memang sangat peduli, rajin dan loyal untuk menggerakkan jalannya roda organisasi IKPNS di kota Padang. Andi yang terpilih sebagai ketua bukan secara kebetulan. Ia memang pantas diamanahi sebagai pemegang tampuk pimpinan IKPNS dan secara kebetulan ia adalah keponakan kandung dari KJ yang sudah meletakkan jabatan sejak Jumat, 17 April 2026 silam. Pimpinan sidang bersama anggota rapat memberikan wewenang dan mandat kepada ketua terpilih, untuk Menyusun kepengursan lengkap dalam tenggat waktu 1 (satu) minggu (AMD)

Sebanyak 55 Peserta Ikuti Bimbel Sekolah Kedinasan Gratis Tahun 2026    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Sebanyak 55 Peserta Ikuti Bimbel Sekolah Kedinasan Gratis Tahun 2026
Sebanyak 55 orang peserta ikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan gratis tahun 2026. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
-Sebanyak 55 orang peserta ikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan gratis tahun 2026. Pelaksanaan Bimbel Sekolah Kedinasan dibuka  Wakil Walikota Pariaman, Mulyadi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher beserta jajaran dan pelatih di halaman Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga Kota Pariaman, Senin (20/4/2026). 

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menyampaikan  Bimbel Sekolah Kedinasan merupakan salah satu Program Unggulan (Progul) Yota Balad-Mulyadi, sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman periode 2025-2030. Bimbel ini merupakan tahun kedua diselenggarakan secara gratis bagi warga Kota Pariaman yang kurang mampu.

“Program ini dirancang untuk membantu para calon siswa menghadapi seleksi ketat masuk ke berbagai sekolah kedinasan yang ada di Indonesia. Program ini menyasar pelajar dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang bercita-cita menjadi aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur sekolah kedinasan,” ungkapnya.

Mulyadi mengatakan bahwa di bimbel ananda diberi pembekalan oleh pelatih dan mentor untuk menambah ilmu pengetahuan  pada kompetensi nantinya.

“Ananda yang mengikuti bimbel harus mempunyai misi yang jelas, jangan hanya karena ada program gratis langsung ikut. Tetapi harus utamakan disipilin dan ada keinginan di hati kita untuk memperbaiki nasib ke depannya dan ingin meningkatkan derajat keluarga”, terangnya.

Ia menyebutkan bahwa di bawah kepimpinan Yota Balad-Mulyadi ananda diharapkan di tahun ini, banyak yang lulus di Sekolah Kedinasan nantinya. 

“Tetap semangat, selalu ikhtiar, selalu berusaha dan ikuti semua rangkaian bimbel. Dengan ikut bimbel, kita sudah dapat bekal dan unggul dari satu sisi, tinggal lagi semangatnya, usaha, keyakinan untuk bisa memanfaatkan program ini dengan maksimal. Semakin banyak yang lulus, menandakan program ini berjalan dan lebih dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kota Pariaman’, pungkasnya. (R/at)

"Maantaan Pabukoan": Lebih dari Sekadar Hidangan, Simbol Kasih dan Kekuatan Budaya Tikalak    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

"Maantaan Pabukoan": Lebih dari Sekadar Hidangan, Simbol Kasih dan Kekuatan Budaya Tikalak
Tradisi Maantaan Pabukoan yang hidup di Nagari Tikalak, Kecamatan X Koto Singkarak, kembali ditampilkan dalam kemeriahan HUT ke-113 Kabupaten Solok, Senin (20/4/2026).  (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Tradisi Maantaan Pabukoan yang hidup di Nagari Tikalak, Kecamatan X Koto Singkarak, kembali ditampilkan dalam kemeriahan HUT ke-113 Kabupaten Solok, Senin (20/4/2026). Tradisi ini bukan sekadar kegiatan mengantarkan makanan untuk berbuka puasa, melainkan cerminan nilai-nilai luhur adat, budi pekerti, dan kearifan lokal masyarakat Minangkabau.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Nagari Tikalak, Joni Martias, B.Sc, saat memaparkan makna di balik pameran budaya tersebut.

"Dalam adat kita terdapat pepatah: 'Anak dipangku, kamanakan dibimbiang, urang kampung dipatenggangkan.' Ungkapan ini menegaskan bahwa hubungan antara pihak anak pisang dan pihak bako harus senantiasa dijaga, dipelihara, dan dihormati," ujar Joni.

Makanan yang dibawa pun bukan sekadar hidangan, melainkan simbol kasih sayang yang tak pernah putus, kepekaan hati, serta adab dan sopan santun sebagai bentuk penghormatan.

Filosofi Mendalam di Setiap Sajian

Setiap jenis makanan yang disajikan memiliki makna yang sangat dalam:

- Goreng Ikan Bilih & Pangek Bilih: Melambangkan kebersamaan dan kekuatan dalam persatuan. Sesuai pepatah "Nan ketek dihimpun, nan gadang diagiah", hal kecil yang bersatu akan menjadi besar dan kuat.
- Singgang Rinok: Mengandung makna tentang kejernihan hidup dan keseimbangan rasa.
- Dendeng Pensi: Mencerminkan kecerdikan dalam mengolah bahan sederhana menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.
- Samba Lado Matah Minyak Tanak Bada Bapanggong: Menggambarkan kearifan, ketekunan, dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan.
- Katupek Carai: Menjadi simbol keterbukaan dan kebersamaan.
- Lapek Manih: Mengandung makna kesederhanaan, kebersamaan, dan keteguhan hati.
- Kue Talam Katan: Simbol kebersamaan yang erat dan persatuan yang kokoh.
- Kue Talam Lapis: Melambangkan keseimbangan hidup dan perbedaan yang menyatu dalam harmoni.

Menjaga Ikatan Silaturahmi

Secara makna yang lebih dalam, tradisi ini mengajarkan prinsip "Nan jauh didekekkkan, nan lupo diingekkkan"—yang jauh didekatkan kembali, dan yang mulai renggang dipererat lagi.

Hal ini sejalan dengan keseimbangan adat dan syarak, sebagaimana landasan utama budaya Minangkabau: "Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah."

"Melalui tradisi ini, masyarakat diingatkan bahwa kekuatan suatu kaum tidak hanya terletak pada harta, melainkan pada eratnya hubungan kekeluargaan, sikap saling menghargai, dan komitmen menjaga warisan leluhur agar tetap lestari," tutup Joni Martias. (BO)

"Rarak Maanta Sikuniang": Warisan Adat dan Kuliner Khas Koto Baru Meriahkan HUT Kabupaten Solok    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

"Rarak Maanta Sikuniang": Warisan Adat dan Kuliner Khas Koto Baru Meriahkan HUT Kabupaten Solok
Nagari Koto Baru tampil memukau dengan mengusung tema "Rarak Maanta Sikuniang Kekah Mambantai Kambiang Dari Induak Bako". (Foto: Oktriyoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kekayaan budaya dan kuliner tradisional kembali ditampilkan dalam Pawai Budaya yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-113 Kabupaten Solok, Senin (20/4/2026), bertempat di halaman Kantor Bupati Solok.

Nagari Koto Baru tampil memukau dengan mengusung tema "Rarak Maanta Sikuniang Kekah Mambantai Kambiang Dari Induak Bako". Tema ini mengangkat tradisi luhur yang telah lama dijalankan masyarakat setempat dalam prosesi pernikahan adat Minangkabau.

Wali Nagari Koto Baru, Marsalina, S.Kom, menjelaskan bahwa tradisi Rarak Maanta Sikuniang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya setempat. Dalam prosesi ini, pihak anak pisang yang datang dari Induak Bako membawa hantaran adat yang disebut Bundo Kanduang.

"Barang-barang yang dibawa meliputi Carano Batirai berisi siriah langkok, Katidiang bagantantang berisi bareh, sikuniang, nasi, serta kado-kado lainnya," ujarnya.

Rombongan diiringi oleh para Bundo Kanduang yang dengan anggun membawa dulang dan tuduang berisi beras serta hadiah untuk anak yang sedang melangsungkan pernikahan (kekah). Sebagai hidangan bagi para pengantar, disajikan menu makan bajamba yang terdiri dari nasi, samba randang, gulai dagiang campua rabuang, tumih bunci, dan samba godok.

Katupek Pangek Pisang: Sajian Istimewa untuk Ninik Mamak

Selain kemeriahan pawai, Nagari Koto Baru juga memperkenalkan kuliner khas yang unik dan sarat aturan adat, yaitu Katupek Pangek Pisang. Makanan ini memiliki tempat khusus dalam acara Malapeh Marapulai.

- Katupek: Terbuat dari sipuluik putih yang dicampur dengan santan karambia pirang, kemudian dibungkus menggunakan pucuk daun pisang batu.
- Pangek Pisang: Olahan dari pisang batu yang sudah mangkal, dimasak dengan campuran santan, gula tabu, dan gula aren.

Marsalina menjelaskan tata cara penyajian yang unik ini. "Dalam aturan adat, saat acara baradek atau malapeh marapulai, seluruh ninik mamak hanya disajikan Katupek Pangek Pisang saja. Hidangan nasi dan lauk pauk lainnya baru dinikmati pada saat mananti marapulai di rumah anak daro," jelasnya.

Ia menambahkan, kombinasi antara tradisi yang sarat makna filosofis dan kuliner yang menggugah selera ini menjadikan Pawai Budaya Nagari Koto Baru sebagai ajang yang menarik untuk melestarikan kearifan lokal di Ranah Minang.

"Semoga warisan ini terus terjaga dan dikenal oleh generasi mendatang," tutupnya. (BO)