HEADLINE
Ancaman Generasi Muda Kian Nyata, Doni Harsiva Yandra Minta Langkah Tegas    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Ancaman Generasi Muda Kian Nyata, Doni Harsiva Yandra Minta Langkah Tegas
Doni Harsiva Yandra menerima audiensi mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat ISIP dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPO) Universitas Andalas di Ruang Khusus II DPRD Sumbar. (Foto/Ucok). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Doni Harsiva Yandra menegaskan ancaman terhadap generasi muda Sumatera Barat semakin nyata. 

Ia menyoroti narkoba, fenomena sosial termasuk LGBT, serta stunting sebagai persoalan yang harus segera ditangani.

Penegasan itu disampaikan saat ia menerima audiensi mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat ISIP dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPO) Universitas Andalas di Ruang Khusus II DPRD Sumbar, Padang pada Kamis, (30/4/2026).

Tiga Ancaman Serius yang Disorot Mahasiswa

Dalam audiensi itu, mahasiswa menyoroti meningkatnya kasus narkoba, berkembangnya fenomena LGBT dalam dinamika sosial masyarakat, serta tingginya angka stunting di Sumatera Barat.

Ketiga isu tersebut dinilai bukan lagi persoalan biasa, melainkan ancaman serius terhadap kualitas generasi muda dan masa depan daerah.

Doni Harsiva Yandra: Tak Ada Ruang untuk Pembiaran

Menanggapi hal itu, Doni Harsiva Yandra menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. 

Ia menyebut situasi saat ini sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan.

“Masalah narkoba, penyimpangan sosial, dan kenakalan remaja ini sudah mengkhawatirkan. Semua pihak harus serius menangani. Tidak boleh ada pembiaran,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Sumbar itu.

Ia menegaskan akan mendorong pihak terkait untuk bergerak cepat dan menghadirkan solusi konkret.

“Kita akan dorong pihak terkait agar persoalan ini tidak berlarut dan segera teratasi,” tambahnya.

Ancaman Nyata yang Mengintai Generasi Muda

Menurut Doni, narkoba merupakan ancaman langsung yang dapat merusak masa depan generasi muda. Sementara itu, stunting berdampak pada kualitas kesehatan dan kecerdasan. 

Di sisi lain, fenomena sosial termasuk LGBT dalam konteks dinamika masyarakat perlu direspons melalui pendekatan edukatif dan preventif.

“Narkoba ini jelas merusak masa depan. Generasi muda harus dilindungi dan dibekali pemahaman yang kuat. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, gerakan bersama,” kata Doni yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar.

Ia menegaskan bahwa masa depan Sumatera Barat sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini.

“Ke depan, nasib daerah ini ada di tangan anak muda hari ini. Karena itu, mereka harus disiapkan dengan baik,” tegasnya.

Dorong Aksi Nyata dan Terukur

Sebagai langkah lanjutan, Doni Harsiva Yandra menekankan pentingnya upaya konkret dan terukur dalam menekan berbagai persoalan tersebut. 

Ia mendorong penguatan edukasi di lingkungan pendidikan, pencegahan narkoba secara masif, serta percepatan penanganan stunting.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar setiap langkah yang diambil berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Ini tidak bisa ditunda. Harus ada langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan agar generasi muda kita benar-benar terlindungi,” tutupnya. (By/Ucok)

Meningkat 128 Persen Penumpang KA Lembah Anai, KAI Divre II Sumbar Optimistis Makin Diminati    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Meningkat 128 Persen Penumpang KA Lembah Anai, KAI Divre II Sumbar Optimistis Makin Diminati
Penumpang kereta api sudah ada yang kehabisan tiket untuk ke berangkatan dari Padang menuju Lubuk Alung, Kayutanam dan Pariaman. (Foto/Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Transportasi kereta api yang melayani mobilitas penduduk Kabupaten Padang dengan Kota Padang dan sebaliknya terus menunjukkan pertumbuhan positif bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat.

Penumpang kereta api sudah ada yang kehabisan tiket untuk ke berangkatan dari Padang menuju Lubuk Alung, Kayutanam dan Pariaman. 

Seperti Kamis (30/4/2026), penumpang dari stasiun KAI Pasar Alai yang memesan tiket menuju Lubuk Alung pukul 16.30 WIB untuk keberangkatan pukul 18.00 WIB dan ke berangkatan terakhir pun tidak lagi tersedia.

“Mohon maaf Pak, tiketnya sudah habis. Baik tujuan ke Kayutanam maupun ke Pariaman,” kata petugas pelayanan tiket di Stasiun Pasar Alai saat BentengSumbar.com pesan tiket keberangkatan ke Lubuk Alung.

“Termasuk tiket penumpang berdiri, juga sudah habis Pak,” tambah petugas saat didesak untuk memesan tiket berdiri.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab  mengakui adanya  pertumbuhan positif pada volume pelanggan KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam selama Triwulan I hingga akhir April 2026. 

Peningkatan ini menjadi sinyal positif bahwa transportasi kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mobilitas harian maupun perjalanan wisata.

Selama periode Januari hingga April 2026, volume pelanggan KA Lembah Anai mencapai 78.379 pelanggan, atau meningkat 128 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yakni 34.348 pelanggan.

Dikatakan Reza Shahab,  peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau.

“Peningkatan volume pelanggan KA Lembah Anai pada awal tahun ini menjadi indikator positif bahwa masyarakat semakin percaya dan memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memastikan perjalanan pelanggan berlangsung aman dan nyaman,” ujar Reza.

Menurut Reza, meningkatnya jumlah pelanggan tidak terlepas dari berbagai peningkatan layanan yang dilakukan KAI, salah satunya melalui perubahan relasi perjalanan KA Lembah Anai yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2026, dari sebelumnya melayani rute Kayutanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Kayutanam–Padang.

Perubahan tersebut dilakukan untuk memperkuat konektivitas masyarakat menuju pusat Kota Padang sekaligus memberikan akses transportasi yang lebih mudah dan efisien.

Selain itu, kapasitas angkut KA Lembah Anai juga ditingkatkan secara signifikan, dari sebelumnya 78 tempat duduk menjadi 192 tempat duduk. Dengan kapasitas baru ini, KA Lembah Anai kini mampu melayani lebih banyak pelanggan setiap harinya.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat, KA Lembah Anai melayani 6 perjalanan setiap hari untuk masing-masing arah, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu perjalanan untuk kebutuhan bekerja, sekolah, maupun wisata.

“Pengembangan layanan KA Lembah Anai merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin mudah diakses, efisien, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Kereta api menjadi solusi perjalanan yang praktis, bebas macet, dan memiliki waktu tempuh yang pasti,” tambah Reza.

Kemudahan layanan juga semakin dirasakan pelanggan melalui pemesanan tiket yang dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi Access by KAI, dengan jadwal keberangkatan yang konsisten dan proses pemesanan yang praktis.

Dari sisi tarif, KAI Divre II Sumatera Barat tetap menghadirkan harga yang terjangkau bagi masyarakat, yakni Rp3.000 untuk relasi Padang–Duku dan Rp5.000 untuk relasi Padang–Kayutanam. 

Tarif ini diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin beralih menggunakan transportasi massal yang ekonomis dan ramah lingkungan.

KAI Divre II Sumbar juga terus melakukan berbagai perbaikan layanan, mulai dari peningkatan kebersihan sarana, peningkatan keandalan operasional, hingga optimalisasi pelayanan di stasiun.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan KA Lembah Anai sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan bebas macet. KAI akan terus berinovasi untuk memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” tutup Reza. (armaidi  tanjung)

Kadisdik dan Kakanwil Kemenag Sumbar Dukung Penuh Seminar Internasional Guru IMLF-4 Bahas Tantangan AI    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Kadisdik dan Kakanwil Kemenag Sumbar Dukung Penuh Seminar Internasional Guru IMLF-4 Bahas Tantangan AI
Ketua IMLF-4, Sastri Bakry didamping Armaidi Tanjung, sekretaris DPD Satu Pena Sumbar saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, Kamis (30/4/2026). (Foto/Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Seminar Internasional Guru pada kegiatan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4.

Seminar bertema “Peluang dan Tantangan Guru di Era Artificial Intelligence (AI)” ini akan digelar Sabtu, 6 Juni 2026 di Student Centre Kampus 2 UIN Sjech M. Djamil Djambek, Bukittinggi.

Ketua IMLF-4, Sastri Bakry, menegaskan guru sebagai ujung tombak pendidikan dituntut adaptif terhadap teknologi sekaligus memiliki pemahaman kritis agar pemanfaatan AI tetap berorientasi pada nilai-nilai pedagogis, karakter, dan kemanusiaan. 

“Karena itu perlu forum akademik internasional yang mempertemukan pendidik, akademisi, dan praktisi untuk merumuskan strategi bersama,” ujarnya yang didamping Armaidi Tanjung, sekretaris DPD Satu Pena Sumbar saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, Kamis (30/4/2026).

Habibul Fuadi menyambut baik agenda tersebut. Menurutnya, kehadiran pembicara dari berbagai negara sangat penting untuk menambah wawasan internasional guru. 

“Dinas Pendidikan Sumbar siap mendukung dan mendorong guru-guru agar mengikuti seminar ini,” tegasnya. 

Dukungan serupa disampaikan Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, MA, saat menerima audiensi Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung, Rabu (29/4/2026). 

“Ini kesempatan emas bagi guru madrasah untuk mendapat pengetahuan langsung dari pembicara luar negeri. Insya Allah kita rekomendasikan guru madrasah sebagai peserta,” kata Mustafa.

Seminar menghadirkan pembicara kunci: Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen RI Hafidz Muksin dan Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis.

Narasumber lain berasal dari Australia, Iran, Palestina, Belanda, dan Inggris, di antaranya: Dr. Ganjar Harimansyah, Indonesia, Mrs. Mai White, Australia, Prof. Dr. Mohsen Rahjerdi, Iran, Prof. Hanan Ahmad, Palestina, Prof. Dr. Silfia Hanani, Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Lisa Kuitert, Belanda dan Ahmed Zaabar, Inggris. 

Mereka akan membahas strategi integrasi AI, etika, kolaborasi guru-AI, hingga ketahanan mental guru. 

Dimoderatori Dr. Irwandi, seminar ini terbuka untuk guru PAUD hingga SMA/SMK/Madrasah, dosen, kepala sekolah, pengawas, mahasiswa keguruan, peneliti, dan pemerhati pendidikan. Pendaftaran melalui Evelin 0857-6521-3923. (R/at)

Payakumbuh Bersiap Menuju Total Health Coverage 2027    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Payakumbuh Bersiap Menuju Total Health Coverage 2027
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rekonsiliasi data bersama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta BPJS Kesehatan. (Foto/Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Payakumbuh bersama BPJS Kesehatan terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat atau Total Health Coverage (THC). 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui rekonsiliasi data bersama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta BPJS Kesehatan. 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Defiyanna Sayodase menjelaskan hingga 01 April 2026 cakupan kepesertaan Program JKN di Kota Payakumbuh telah mencapai 99,29%, dengan tingkat keaktifan 86,18%, menyisakan 1.070 jiwa yang belum terdaftar berdasarkan jumlah penduduk di semester I tahun 2025. 

“Angka ini menjadi indikator kuat bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan perlindungan kesehatan semesta. Capaian tersebut tidak terlepas dari peran penting rekonsiliasi data serta kolaborasi lintas sektor yang selama ini berjalan dengan baik,” kata Defiyanna.

Menurut Defiyanna, rekonsiliasi data Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU dan BP Pemda) menjadi langkah krusial untuk memastikan ketepatan sasaran. 

Untuk itu, BPJS Kesehatan rutin berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memvalidasi data kependudukan, memantau jumlah peralihan peserta PBPU dan BP Pemda, serta memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap terlindungi.

“Rekonsiliasi data ini penting untuk memastikan bahwa peserta yang didaftarkan benar-benar sesuai kriteria, tidak terjadi duplikasi, serta menjamin keberlanjutan status keaktifan peserta JKN. Dengan data yang akurat, anggaran yang dikeluarkan pemerintah juga menjadi lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Defiyanna.

Untuk menjaga capaian Universal Health Coverage (UHC), BPJS Kesehatan Cabang telah melakukan berbagai Upaya, seperti pemutakhiran data peserta JKN secara berkala, edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya status kepesertaan aktif, memberikan layanan administrasi kepesertaan dan monitoring tingkat keaktifan peserta JKN.

Defiyanna menekankan pentingnya percepatan menuju THC untuk memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal dari jaminan kesehatan.

Ini penting untuk mengurangi 
risiko finansial akibat biaya kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Kami berharap kolaborasi ini semakin kuat, seluruh perangkat daerah dapat berperan aktif, dan target THC dapat segera tercapai. Dengan demikian, Kota Payakumbuh bisa menjadi salah satu daerah dengan perlindungan kesehatan yang paripurna,” tutur Defiyanna.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Yanti, menjelaskan pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan data, kebijakan, serta strategi implementasi menuju tercapainya THC di Kota Payakumbuh.

Terutama, rekonsiliasi data PBPU dan BP Pemda untuk peningkatan capaian cakupan kepesertaan.

“Meskipun target THC dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah tahun 2030, Pemerintah Kota Payakumbuh dengan progres kemajuan cakupan kepesertaannya menargetkan untuk THC di tahun 2027. Upaya ini diwujudkan melalui alokasi anggaran dan penambahan kuota,” jelas Yanti.

Yanti menilai kolaborasi dan kooordinasi lintas sektor berjalan sangat baik untuk mendukung kemajuan THC dalam penyelenggaraan Program JKN.

Ia mengatakan bahwa peningkatan cakupan kepesertaan juga harus sejalan dengan peningkatan kualitas layanan di fasilitas kesehatan.

“Hasil rekrendesialing yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan terhadap fasilitas kesehatan akan menjadi acuan yang perlu ditindaklanjuti untuk peningkatan pelayanan. Mulai dari kelengkapan sarana dan prasarana hingga tenaga kesehatan,” ucap Yanti.

Yanti menegaskan bahwa menjadi peserta JKN tidak hanya untuk mendapatkan akses layanan ketika sakit, tetapi juga perlu melakukan upaya promotif dan preventif lewat skrining riwayat kesehatan di Aplikasi Mobile JKN. 

Ia juga turut mengapresiasi BPJS Kesehatan yang rutin turun ke lapangan lewat layanan BPJS Keliling-nya untuk memberikan edukasi Program JKN kepada masyarakat. 

Lebih lanjut, Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Yonrefli, menyampaikan pemerintah berkomitmen untuk memperhatikan kondisi kesehatan masyarakatnya, terutama bagi masyarakat yang berada pada desil 1 sampai desil 5 untuk dapat diusulkan menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Bagi masyarakat yang tidak sanggup untuk membayar iuran BPJS Kesehatan secara mandiri, bisa melapor ke petugas di kelurahan atau nagari setempat untuk diteruskan ke Dinas Sosial, serta dapat mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP). Tentu, data ini akan kami validasi terlebihi dahulu sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Yonrefli.

Yonrefli mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan ground check atau proses verifikasi, validasi, dan pengecekan langsung ke lapangan terhadap masyarakat yang benar-benar layak didaftarkan sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

“Jika dari hasil ground check menunjukkan masyarakat tersebut layak sebagai penerima PBI JK, maka datanya akan kita usulkan ke pemerintah pusat. Bagi masyarakat yang PBI JK-nya masih aktif agar rutin cek status kepesertaannya dan jika sudah non aktif, maka dapat memilih 
opsi lainnya, yaitu mendaftar menjadi peserta mandiri,” imbau Yonrefli.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Payakumbuh, Wal Asri, menegaskan pihaknya siap mendukung percepatan THC melalui pemutakhiran data 
kependudukan. 

Ia berharap seluruh masyarakat terdaftar menjadi peserta JKN karena kesehatan merupakan hak dasar yang dibutuhkan dan harus dipenuhi.

“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah mendukung dan mengawal tercapainya UHC di Kota Payakumbuh. Kami akan berupaya untuk meningkatkan capaian ini menuju THC lewat pemutakhiran dan verifikasi data kependudukan masyarakat setiap bulannya, sehingga masyarakat yang layak menerima PBI menjadi tepat sasaran,” tutup Wal. (HM)

Program TJSL PT PLN Unit Induk Distribusi Sumbar, Wako Padang Fadly Amran Resmikan Toilet    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Program TJSL PT PLN Unit Induk Distribusi Sumbar, Wako Padang Fadly Amran Resmikan Toilet
Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan pembangunan fasilitas toilet baru di enam sekolah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat. (Foto/Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan pembangunan fasilitas toilet baru di enam sekolah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat. 

Peresmian dipusatkan di SMPN 43 Padang, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (30/4/2026).

Enam sekolah penerima manfaat terdiri dari tiga SMP dan tiga SD, yakni SMPN 43, SMPN 27, SMPN 10, serta SDN 32 Kuranji, SDN 29 Ganting, dan SDN 19 Baringin.

Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan sarana sanitasi guna menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan layak bagi siswa.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada PLN, khususnya Unit Induk Distribusi Sumatera Barat dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang, atas kontribusi konkret dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan di Kota Padang.

Ia menegaskan bahwa penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai merupakan kebutuhan mendasar di lingkungan sekolah. 

Pemerintah Kota Padang sendiri menargetkan perbaikan sekitar 1.000 toilet sekolah secara bertahap.

“Fasilitas toilet yang bersih dan representatif bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Kami berharap inisiatif PLN ini dapat menjadi pemicu bagi BUMN lain di Sumatera Barat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Manager PLN UP3 Padang, Dian Widiana Kuswara, mengungkapkan total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp780 juta, dengan pembangunan 26 bilik toilet di enam sekolah.

Ia merinci, untuk SMPN 43 mendapatkan toilet dengan 4 bilik, SMPN 27 sebanyak 5 bilik, dan SMPN 10 sebanyak 5 bilik. Sementara masing-masing SDN 32, SDN 29, dan SDN 19 memperoleh 4 bilik toilet.

"Seluruh fasilitas dibangun menggunakan material sepablock yang kuat dan efisien. Toilet dirancang sesuai standar kebersihan dan higienitas, dilengkapi pemisahan putra-putri, serta akses ramah disabilitas sebagai wujud komitmen terhadap inklusivitas,” ungkapnya.

Dian menambahkan, program penyediaan sarana, prasarana, dan utilitas ini didasari kebutuhan nyata di lapangan, sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Padang dalam penyediaan toilet sehat di sekolah.

“Sanitasi yang baik berperan penting dalam meningkatkan kesehatan dan prestasi siswa. Semoga dengan upaya ini akan lahirnya generasi Kota Padang yang sehat, produktif, dan berprestasi,” pungkasnya.

Turut hadir dalam peresmian ini Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat, Ajrun Karim, bersama Senior Manager Keuangan Komunikasi Umum, Bambang Santoso, serta para kepala sekolah penerima manfaat. (Tom)

Kemendagri Apresiasi Progres Rehabilitasi Lahan Terdampak Bencana di Sumbar    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Kemendagri Apresiasi Progres Rehabilitasi Lahan Terdampak Bencana di Sumbar
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir menilai progres rehabilitasi lahan di Sumbar lebih baik dibandingkan dua provinsi terdampak lainnya di Sumatera. (Foto/Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Capaian realisasi rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar) mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir menilai progres rehabilitasi lahan di Sumbar lebih baik dibandingkan dua provinsi terdampak lainnya di Sumatera.

“Dari target rehabilitasi lahan pertanian seluas 3.902 hektare rusak ringan dan sedang akibat bencana di Sumatera Barat, hingga saat ini sekitar 98 persen sudah berkontrak dan 50,8 persen di antaranya telah selesai direhabilitasi. Capaian ini lebih baik dibandingkan dua provinsi terdampak bencana lainnya di Sumatera,” ujar Tomsi Tohir.

Apresiasi tersebut disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Sumatera yang digelar secara virtual, Kamis (30/4/2026). 

Rapat diikuti jajaran Kementerian Pertanian serta pemerintah daerah dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Meski mencatat capaian positif, Tomsi mengingatkan masih terdapat dua daerah di Sumbar yang progresnya belum berjalan, yakni Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Pariaman.

Menyikapi hal itu, ia meminta komitmen pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat penyelesaian rehabilitasi lahan.

Ia menegaskan, Satgas menargetkan seluruh proses rehabilitasi rampung paling lambat akhir Juli mendatang, mengingat pada Agustus diperkirakan sudah memasuki musim kemarau.

Permintaan tersebut direspons positif oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Pariaman yang menyatakan kesanggupan menyelesaikan rehabilitasi lebih cepat, yakni pada akhir Mei 2026.

Sebelumnya, Sekjen Kementerian Pertanian, Ali Jamil dalam paparannya menyampaikan total kerusakan sawah akibat bencana di tiga provinsi di Sumatera mencapai sekitar 94.000 hektare.

Dari jumlah tersebut, pemerintah menargetkan rehabilitasi seluas 42.000 hektare untuk kategori kerusakan ringan dan sedang.

Dari target tersebut, sekitar 39.000 hektare lahan telah berkontrak, sementara 3.000 hektare lainnya masih dalam proses. 

Adapun dari lahan yang telah berkontrak, sekitar 12.000 hektare telah selesai direhabilitasi, namun baru sekitar 1.700 hektare yang telah diolah kembali.

Dalam konteks capaian tersebut, Provinsi Sumbar mencatatkan realisasi tertinggi dibandingkan provinsi lainnya. 

Dari target 3.902 hektare, realisasi kontrak telah mencapai 98 persen dan penyelesaian fisik sebesar 50,8 persen. 

Angka ini jauh di atas capaian Aceh yang baru mencapai 0,6 persen, Sumatera Utara 5 persen, serta rata-rata nasional sekitar 6 persen.

Dalam rapat tersebut, kehadiran Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, diwakili oleh Inspektur Daerah Provinsi Sumbar, Andri Yulika. 

Ia menyampaikan bahwa percepatan penyelesaian rehabilitasi lahan akan terus didorong melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Selain itu, unsur pengawasan seperti inspektorat, serta dukungan dari TNI dan Polri akan terus dioptimalkan guna memastikan seluruh proses berjalan tepat waktu dan akuntabel.

“Alhamdulillah, kita bersyukur apa yang kita kerjakan mendapat apresiasi dari Kemendagri dan Kementan. Memang masih ada dua daerah yang belum berprogres, dan ini akan kita kawal bersama. Hasil rapat ini segera kami laporkan kepada Bapak Gubernur untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” ujar Andri Yulika usai mengikuti rapat. (adpsb/bud)

Pemerintah Percepat Pemulihan Lahan Terdampak Bencana dan Antisipasi Kekeringan Melalui Gerakan Tanam Serempak 50 Ribu Hektare    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Pemerintah Percepat Pemulihan Lahan Terdampak Bencana dan Antisipasi Kekeringan Melalui Gerakan Tanam Serempak 50 Ribu Hektare
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ikut turun langsung menanam padi dalam kegiatan tanam serempak 50.000 hektare di Sumbar yang dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (30/4/2026). (Foto/Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana sekaligus mengantisipasi potensi kekeringan melalui Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare yang dilaksanakan di berbagai daerah secara nasional, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ikut turun langsung menanam padi dalam kegiatan tanam serempak 50.000 hektare di Sumbar yang dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (30/4/2026).

Program nasional yang dilaksanakan  secara serentak di 25 provinsi ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan, khususnya di tengah ancaman kekeringan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Gubernur Mahyeldi mengatakan Sumbar menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup besar akibat bencana hidrometeorologi. 

Ribuan hektare sawah mengalami kerusakan, hingga saat ini upaya rehabilitasi dan percepatan tanam terus dilakukan Pemerintah Daerah dan Kementerian Pertanian dengan progres yang cukup baik.

“Yang terdampak di Sumatera Barat lebih kurang 7.000 hektare. Untuk kategori ringan dan sedang sekitar 3.902 hektare. Alhamdulillah rehabilitasi sudah mencapai sekitar 62 persen dan yang sudah ditanami hampir 50 persen,” ujar Mahyeldi.

Seiring dengan capaian tersebut, Mahyeldi menegaskan, pihaknya terus mendorong upaya percepatan tanam agar lahan yang telah dipulihkan segera kembali produktif dan tidak terbengkalai.

“Penanaman kembali lahan yang telah dipulihkan harus cepat, supaya ketersediaan pangan, khususnya beras tetap aman,” kata Mahyeldi.

Selain percepatan tanam, langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan juga menjadi perhatian. 

Pemerintah daerah menindaklanjuti arahan Kementerian Pertanian dengan memetakan wilayah rawan kekeringan agar musim tanam tidak terganggu.

“Arahan Pak Sekjen segera kita tindak lanjuti supaya pada Agustus nanti tidak terdampak kekeringan dan kita bisa panen tepat waktu,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, Sumbar diharapkan dapat terus mendukung target nasional swasembada pangan melalui percepatan rehabilitasi lahan dan optimalisasi areal pertanian produktif.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti yang memimpin langsung pelaksanaan gerakan tanam di Kabupaten Agam, menegaskan pentingnya percepatan penanaman pada lahan yang telah siap.

Ia menjelaskan, total 50.000 hektare lahan yang ditanami terdiri dari 5.000 hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR), 43.000 hektare lahan Optimasi Lahan (Oplah), serta lahan terdampak bencana di Sumbar yang telah direhabilitasi.

“Lahan yang sudah siap tanam harus segera ditanami. Tidak boleh menunggu terlalu lama karena nanti kembali ditumbuhi semak dan tidak produktif,” tegas Idha Widi Arsanti.

Menurutnya, percepatan tanam merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu Bupati Agam, Benni Warlis menyampaikan pemulihan sawah terdampak bencana di daerahnya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama akibat ancaman longsor susulan.

Dari sekitar 1.700 hektare lahan terdampak, sebagian telah mulai kembali ditanami dan kini memasuki usia tanam sekitar satu bulan. 

Proses rehabilitasi dilakukan melalui pola padat karya dengan skema bantuan yang langsung ditransfer ke rekening kelompok tani tanpa perantara.

“Dana bantuan langsung masuk ke rekening kelompok tani. Mereka mengelola sendiri, termasuk menyewa alat. Jadi perputaran ekonomi langsung dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Agam.

Namun demikian, ancaman sedimentasi dari perbukitan saat hujan deras masih berpotensi menimbun kembali sawah yang telah diperbaiki. 

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Agam mengusulkan tambahan alat berat, khususnya ekskavator mini, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kerusakan tidak kembali meluas. (adpsb/cen/bud)

Seleksi Kafilah Rampung, 57 Wakil Sumbar Disiapkan Menuju MTQ Nasional Ke-XXXI di Semarang    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Seleksi Kafilah Rampung, 57 Wakil Sumbar Disiapkan Menuju MTQ Nasional Ke-XXXI di Semarang
Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma menegaskan tuntasnya proses seleksi bukanlah akhir dari upaya daerah dalam mempersiapkan kontingen mengikuti MTQ Nasional. (Foto/Adpim) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menutup proses seleksi kafilah untuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Ke-XXXI yang akan digelar di Kota Semarang pada 11–20 September mendatang. 

Penutupan seleksi tersebut menjadi titik awal penguatan kesiapan kontingen Sumbar untuk bersaing di tingkat nasional.

Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma menegaskan tuntasnya proses seleksi bukanlah akhir dari upaya daerah dalam mempersiapkan kontingen mengikuti MTQ Nasional. 

Menurutnya, ini merupakan awal dari proses pembinaan yang lebih serius dan terukur.

“Proses seleksi ini adalah titik tolak untuk mempersiapkan para kafilah agar lebih matang dan mampu meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” ujar Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma saat menutup kegiatan seleksi, Kamis (30/4/2026).

Ia menekankan pentingnya membangun semangat dan mental para kafilah yang telah terpilih, tidak hanya dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga dari kekuatan psikologis dan keyakinan diri. 

Mental dan semangat itu, menurutnya, juga harus dimiliki oleh para pelatih dan seluruh pendamping kontingen MTQ Sumbar.

Menurutnya, keberhasilan di ajang MTQ tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga oleh kesiapan mental dan konsistensi dalam berlatih.

“Tidak ada pilihan lain bagi kita selain siap menjadi pemenang. Mentalitas juara ini harus dibangun sejak sekarang, tidak hanya bagi kafilah, tapi pelatih, hingga seluruh tim pendamping,” tegasnya.

Diketahui, sebanyak 163 orang peserta ambil bagian dalam proses seleksi yang digelar selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026. 

Para peserta merupakan putra-putri terbaik daerah yang telah memenuhi persyaratan ketat, di antaranya pernah meraih peringkat enam besar pada MTQ Nasional ke-30, Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional 2025, juara MTQ tingkat Provinsi Sumbar ke-41 di Bukittinggi, serta juara nasional PTQ RRI tahun 2026.

Setelah melalui tahapan penilaian yang intensif dan kompetitif, panitia akhirnya menetapkan 57 peserta terbaik. 

Mereka akan dipersiapkan untuk mengikuti 28 cabang dan golongan lomba pada MTQ Nasional ke- XXXI di Semarang.

Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma juga mengingatkan status sebagai kafilah terpilih membawa tanggung jawab besar, yakni menjaga nama baik daerah. 

Oleh karena itu, evaluasi dan pembinaan akan terus dilakukan hingga menjelang keberangkatan.

“Jika tidak ada perkembangan signifikan, maka peluang pergantian kafilah masih tetap terbuka. Kita ingin memastikan yang berangkat adalah yang benar-benar siap secara kualitas dan mental,” tegasnya.  

Selain kepada peserta, Edi Dharma juga menyampaikan apresiasi kepada tim seleksi dari LPTQ Pusat, LPTQ Sumbar, pelatih, serta panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan proses seleksi dari awal hingga akhir.

“Kerja keras semua pihak menjadi fondasi penting dalam menyiapkan kafilah terbaik Sumatera Barat. Ini adalah kerja kolektif untuk mengharumkan nama daerah. Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih,” ucapnya

Lebih jauh, Edi Dharma menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat syiar Al-Qur’an dan membangun generasi Qur’ani yang berkarakter.

“MTQ adalah ruang untuk menunjukkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an, sekaligus membentuk pribadi yang mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan,” ujarnya.

Dengan berakhirnya proses seleksi ini, Pemprov Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembinaan kafilah secara intensif, guna memastikan kesiapan optimal menghadapi MTQ Nasional XXXI di Semarang.

"InsyaAllah, sebelum bertanding di ajang MTQ Nasional, Pemprov Sumbar akan menggelar tiga kali pemusatan latihan (TC) atau pembinaan intensif bagi para kafilah terpilih. Direncanakan, konsepnya dua kali tatap muka dan satu kali daring," ungkap Edi Dharma. (adpsb/bud)

Muhadarah PPMINI Minggu Akan Dihadiri Mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro dari Poltekkes Kemenkes Padang    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Muhadarah PPMINI Minggu Akan Dihadiri Mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro dari Poltekkes Kemenkes Padang
Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) kembali menggelar kegiatan Muhadarah yang merupakan program unggulan bagi para santri, Rabu malam (29/4/2026). (Foto/Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) kembali menggelar kegiatan Muhadarah yang merupakan program unggulan bagi para santri, Rabu malam (29/4/2026). 

Muhadarah kali ini terasa spesial bagi para santri karena dihadiri kelompok mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro Nagari Tandikek dari Poltekkes Kemenkes Padang.

Muhadarah Rabu ini dimulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB berlangsung meriah dan penuh semangat. 

Para santri PPMINI tampak antusias mengikuti kegiatan ini, karena dibarengi dengan kegiatan sosialisasi PHBS(perilaku hidup bersih & sehat) dan sosialisasi pengelolaan sampah untuk santri PPMINI. 

Pelaksanaan sosialisasi dilakukan setelah acara Muhadarah (latihan ceramah) selesai yang dipandu langsung oleh kakak-kakak dari mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro. 

Pimpinan PPMINI, Tk. Abdul Jamil Al Rasyid S.Hum, juga mengungkapkan ketika dihubungi awak media, " Alhamdulillah hari ini kita kedatangan kakak-kakak dan abang-abang dari Poltekkes Kemenkes Padang. Terima kasih saya ucapkan kepada PKLT Korong Lubuak Aro sudah bersedia melakukan sosialisasi kepada santri kami, karena dengan adanya sosialisasi ini santri sudah bisa mengetahui bagaimana pola hidup yang bersih dan cara mengelola sampah dengan baik” ucapnya dengan penuh semangat.

Kegiatan Muhadarah dan sosialisasi ini ditutup dengan foto bersama antara santri dan mahasiswa PKLT Poltekkes Kemenkes Padang. (AJ)

BPJS Kesehatan Ajak Perangkat Daerah Cek Status Kepesertaan JKN Warganya    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

BPJS Kesehatan Ajak Perangkat Daerah Cek Status Kepesertaan JKN Warganya
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait mekanisme penonaktifan dan reaktivasi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan. (Foto/Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan hak peserta atas informasi yang transparan dan akurat, BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh menggelar sosialisasi pemberian informasi status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi perangkat nagari, desa, dan kelurahan. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait mekanisme penonaktifan dan reaktivasi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Defiyanna Sayodase menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari SK Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 tentang 
Penonaktifan Peserta PBI JK. 

Ia menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat memahami status kepesertaan JKN mereka, sekaligus mengetahui langkah yang dapat ditempuh apabila terjadi perubahan status.

“Sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan terpenuhinya hak peserta atas informasi status kepesertaan JKN. Kami ingin seluruh masyarakat memahami kondisi kepesertaannya sehingga tidak mengalami kendala saat membutuhkan layanan kesehatan,” ujar Defiyanna.

Defiyanna menjelaskan bahwa penonaktifan kepesertaan PBI JK dilakukan berdasarkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara nasional. 

Peserta yang dinonaktifkan tercatat berada pada desil 6 sampai 10, sehingga secara sistem tidak lagi termasuk dalam kategori masyarakat miskin dan rentan yang menjadi sasaran bantuan iuran pemerintah.

“Penonaktifan ini berbasis data nasional. Namun, apabila terdapat warga yang dinonaktifkan tetapi masih membutuhkan layanan kesehatan, khususnya yang menderita penyakit kronis atau katastropik, maka kepesertaannya dapat diusulkan untuk direaktivasi melalui Dinas Sosial,” jelas Defiyanna.

Selain mengajukan reaktivasi, peserta JKN juga memiliki opsi untuk mendaftar sebagai peserta mandiri atau segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Peserta dapat memilih kelas rawat sesuai kemampuan finansial. Sementara itu, bagi peserta yang telah bekerja di sektor formal, kepesertaannya dapat beralih menjadi segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dengan iuran yang ditanggung pemberi kerja.

Defiyanna mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan status kepesertaan JKN melalui berbagai kanal layanan yang telah disediakan, seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, Care Center 165, layanan BPJS Keliling, Mal Pelayanan Publik, maupun Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat.

“Kami mengimbau agar masyarakat dapat mengecek status kepesertaan JKN secara berkala. Jika hasil pengecekan menunjukkan termasuk dalam segmen PBI JK yang dinonaktifkan, maka dapat segera melakukan langkah reaktivasi. Hal ini penting agar tidak terjadi kendala saat membutuhkan layanan kesehatan mendesak,” imbau Defiyanna.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar, Hendra Setiawan, menyampaikan bahwa kepesertaan PBI pada dasarnya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu yang berada pada desil 1 sampai 5. 

Penyesuaian data di tingkat pusat dilakukan agar bantuan iuran benar-benar tepat sasaran.

“Penonaktifan PBI JK dilakukan karena adanya penyesuaian data agar kepesertaan ini tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang berhak. Selama ini ditemukan bahwa sebagian dari 
penerima PBI JK berada pada desil 6 sampai 10,” terang Hendra.

Ia menambahkan, masyarakat yang kepesertaan PBI JK-nya dinonaktifkan per Januari 2026 tetap memiliki kesempatan untuk mengajukan reaktivasi. 

Caranya dengan melapor kepada petugas atau kader Dinas Sosial di nagari masing-masing atau datang langsung ke kantor Dinas Sosial setempat.

“Jika berdasarkan verifikasi lapangan peserta termasuk kategori miskin dan tidak mampu, atau menderita penyakit kronis dan membutuhkan tindakan medis segera, maka dapat diusulkan reaktivasi kembali. Warga cukup membawa surat keterangan sakit dari dokter serta dokumen kependudukan,” tambah Hendra.

Data usulan tersebut nantinya akan diteruskan ke Kementerian Sosial untuk dilakukan verifikasi lanjutan. 

Apabila dinyatakan memenuhi syarat, data akan disampaikan kepada BPJS Kesehatan untuk diaktifkan kembali sebagai peserta PBI JKN.

Hendra juga mengimbau masyarakat yang dinonaktifkan agar tidak panik dan bisa 
mempertimbangkan untuk mendaftar menjadi peserta mandiri sebagai alternatif perlindungan kesehatan. 

Ia berharap perangkat nagari dan desa dapat melakukan penyisiran data sehingga seluruh warga di wilayahnya tetap terdaftar dan terlindungi dalam Program JKN.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Tanah Datar, Taufik Amnul Hayat, mengapresiasi inisiatif BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan sosialisasi tersebut. 

Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait alur pengelolaan data hingga proses reaktivasi kepesertaan.

“BPS memiliki peran menyiapkan data hasil ground check masyarakat dari desil 1 hingga desil 10. Data tersebut digunakan oleh instansi berwenang seperti Dinas Sosial sebagai dasar proses usulan reaktivasi kepesertaan ke BPJS Kesehatan,” kata Taufik.

Taufik menekankan bahwa PBI JK diprioritaskan bagi masyarakat di desil 1 sampai 5 sesuai ketentuan. 

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memberikan data yang jujur dan akurat saat proses survei berlangsung. (HM)

Lestarikan Silat Sejak Dini, Anggota DPRD Padang Muhammad Fautiaz Fauzi Salurkan Bantuan Matras ke 26 SD di Koto Tangah    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Lestarikan Silat Sejak Dini, Anggota DPRD Padang Muhammad Fautiaz Fauzi Salurkan Bantuan Matras ke 26 SD di Koto Tangah
Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Muhammad Fautiaz Fauzi, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pendidikan karakter dan pelestarian budaya di tingkat sekolah dasar. (Foto/Bembeng). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Muhammad Fautiaz Fauzi, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pendidikan karakter dan pelestarian budaya di tingkat sekolah dasar. 

Melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), ia merealisasikan bantuan berupa matras untuk 26 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di Kecamatan Koto Tangah.

Penyerahan bantuan yang dilaksanakan pada Rabu (29/4) ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sarana prasarana olahraga bagi siswa di wilayah tersebut.

Muhammad Fautiaz Fauzi menjelaskan bahwa bantuan matras ini memiliki fungsi yang beragam atau multifungsi bagi sekolah. 

Namun, fokus utama dari pengadaan sarana ini adalah untuk menunjang latihan silat bagi para murid. 

Menurutnya, keberadaan matras yang memadai sangat krusial sebagai permulaan pilot project di Koto Tangah guna memastikan anak-anak dapat berlatih dengan aman dan nyaman tanpa risiko cedera yang berarti.

Lebih lanjut, politisi muda ini menekankan bahwa olahraga silat bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana pembentukan karakter anak bangsa. 

Program ini dinilai sangat selaras dengan falsafah Minangkabau yang menjunjung tinggi keseimbangan antara ilmu bela diri dan ilmu agama. 

Dengan dukungan penuh dari DPRD Kota Padang, khususnya Komisi IV, ia berharap tradisi silat dapat terus dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun kepada generasi mendatang.

Untuk tahap awal ini, sebanyak 26 set  matras (terdiri dari 50 lembar) dibagikan kepada 26 sekolah dasar di Koto Tangah.

Fautiaz menegaskan bahwa ini barulah permulaan, karena ke depannya ia menargetkan seluruh sekolah dasar di kecamatan tersebut akan mendapatkan fasilitas serupa. 

Ia ingin memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal dalam mendapatkan dukungan sarana olahraga agar pemanfaatan matras ini bisa dirasakan secara merata oleh seluruh siswa.

Tak hanya sekadar memberikan bantuan sarana, Fautiaz juga telah merancang keberlanjutan program ini melalui penyelenggaraan event atau pertandingan secara berkala. 

Ia berencana menyuarakan aspirasi ini kepada Wali Kota Padang agar kegiatan olahraga seperti "Fadly Amran Cup" atau turnamen tingkat kota lainnya dapat terlaksana. 

Dengan adanya kompetisi, motivasi anak-anak untuk berlatih akan semakin tinggi dan bakat-bakat muda akan terus bermunculan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. 

Ia menilai kondisi sarana prasarana di banyak sekolah saat ini masih membutuhkan perhatian, sehingga bantuan matras sangat membantu menghidupkan kembali gairah bersilat di sekolah-sekolah.

Selain untuk olahraga, Fauzi menyebut matras ini bisa digunakan secara serbaguna, termasuk sebagai alas untuk melaksanakan salat berjamaah di sekolah.

Fauzi Bahar juga menekankan pentingnya mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan pada gadget.

Menurutnya, pendidikan anak harus seimbang antara asah otak (ilmu pengetahuan), asah dada (agama dan mental), serta asah fisik melalui olahraga. 

Sebagai bentuk dukungan nyata, ia menyatakan kesiapannya untuk menurunkan pelatih-pelatih silat berpengalaman ke sekolah-sekolah guna memastikan pembinaan berjalan dengan standar yang baik.

Harapan besar digantungkan pada bantuan ini agar dapat bertahan dan digunakan dalam jangka panjang, bahkan hingga 5 atau 10 tahun ke depan. 

Selain untuk silat, matras ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ekstrakurikuler lainnya seperti senam dan seni tari.

Dengan fasilitas yang mumpuni, diharapkan lahir generasi muda dari Koto Tangah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap budaya Minangkabau. (*)

Tidak Sendiri Hadapi Musibah, Wako Solok Serahkan Rumah Baru Hasil Bedah BAZNAS untuk Korban Kebakaran    
Kamis, April 30, 2026

On Kamis, April 30, 2026

Tidak Sendiri Hadapi Musibah, Wako Solok Serahkan Rumah Baru Hasil Bedah BAZNAS untuk Korban Kebakaran
Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, secara simbolis menyerahkan kunci rumah hasil program bedah rumah kepada keluarga korban kebakaran di Kelurahan Tanah Garam. (Foto/Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, secara simbolis menyerahkan kunci rumah hasil program bedah rumah kepada keluarga korban kebakaran di Kelurahan Tanah Garam, pada Kamis, 30 April 2026. 

Hunian baru ini dibangun menggunakan dana bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Solok.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Ramadhani Kirana Putra menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.

Menurutnya, kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat merupakan ujian yang sangat berat dan menguji ketabahan.

“Kita semua memahami bahwa ujian ini sangat berat. Kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat merupakan musibah yang menguji ketabahan,” ujar Wako.

Namun di balik kesedihan tersebut, Wako mengajak semua pihak untuk melihat hikmah dan kebaikan yang hadir. 

Ia menegaskan bahwa masyarakat Kota Solok tidak pernah dibiarkan sendiri saat tertimpa musibah, karena kepedulian dari berbagai pihak senantiasa hadir memberikan bantuan.

“Alhamdulillah, di balik musibah ada hikmah. Hari ini kita menyaksikan bersama bentuk kepedulian nyata melalui BAZNAS Kota Solok,” lanjutnya.

Kepala daerah ini juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BAZNAS Kota Solok. 

Respons cepat yang ditunjukkan mulai dari proses pendataan, perencanaan, hingga penyelesaian pembangunan rumah dinilai sangat luar biasa.

“Kami sangat mengapresiasi BAZNAS Kota Solok, Bapak Ketua beserta jajaran, yang telah bergerak cepat dalam mendata, merencanakan, hingga hari ini menyerahkan kunci rumah baru yang sudah siap dihuni,” ungkapnya.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga zakat tersebut untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

“Ini adalah wujud komitmen BAZNAS Kota Solok untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi warga Kota Solok yang tertimpa musibah,” tutup Wako.

Dengan serah terima ini, diharapkan keluarga korban dapat segera kembali beraktivitas dan memulai kehidupan yang baru dengan lebih tenang dan nyaman.(80)