HEADLINE
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa    
Minggu, April 26, 2026

On Minggu, April 26, 2026

KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
KPK mengaku akan segera memanggil dua tersangka dari pihak swasta dalam kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024. (Foto/Int) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan segera memanggil dua tersangka dari pihak swasta dalam kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.

Adapun tersangka yang dimaksud ialah Eks Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba dan Direktur Operasional Maktour Travel Ismail Adhan.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap dua tersangka ini perlu segera dilakukan lantaran pihaknya berencana untuk mempercepat proses penyidikan agar bisa segera disidangkan.

"Pasti penyidik akan panggil karena, kan, sudah tersangka dan memang kami akan percepat pelimpahannya," kata Taufik kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).

Meski begitu, Taufik belum mengungkapkan waktu pasti penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap Asrul dan Ismail.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Kedua tersangka berasal dari sektor swasta, yakni Ismail Adham dan Asrul Aziz Taba.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyebut Ismail merupakan Direktur Operasional PT Makassar Toraja atau Maktour sementara Asrul adalah Komisaris PT Raudah Eksati Utama yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri).

Atas perbuatannya, Ismail dan Asrul disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Unadang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (*) 

Sumber: Suara.com

Pendaftaran Calon Ditutup, Syafrizal Resmi Mendaftar    
Minggu, April 26, 2026

On Minggu, April 26, 2026

Pendaftaran Calon Ditutup, Syafrizal Resmi Mendaftar
Syafrizal Malin Mudo alias Ijal (alumni 2006) yang resmi menyerahkan berkas pencalonannya sebagai ketua Ikasmanli Padang di sekretariat panitia, Sabtu (25/4/2026) malam. (Foto: BY). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sesuai jadwal pendaftaran yang ditetapkan panitia musyawarah besar Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang 2026, ternyata hanya satu calon saja yang mendaftar di hari terakhir.

Dia adalah Syafrizal Malin Mudo alias Ijal (alumni 2006) yang telah resmi menyerahkan berkas pencalonannya sebagai ketua Ikasmanli Padang di sekretariat panitia, Sabtu (25/4/2026) malam.

Berkas pencalonannya diterima langsung Sekretaris Panitia Mubes, Firmansyah didampingi tim sukses (timses) Ijal, Tati Yusmita dan Nani Susanti dan beberapa pendukung lainnya.

"Sesuai kesepakatan pendaftaran ditutup hari Sabtu tanggal 25 April 2026 sampai pukul 21.00 Wib. Ternyata hanya satu calon yang mendaftar yakni saudara Ijal," ungkap Firmansyah kepada wartawan usai menerima pendaftaran calon.

Dengan demikian, lanjut Firman, berarti hanya dua kandidat yang maju sebagai calon ketua Ikasmanli periode 2026-2030.

Yakni Defri Nasli alias Denas (angkatan 2000) dan Syafrizal alias Ijal (angkatan 2006).

"Untuk itu, pendaftaran calon ketua Ikasmanli kami nyatakan resmi ditutup," tegas Firmansyah.

Sementara itu, salah satu timses Ijal, Tati Yusmita menyebutkan, jumlah dukungan angkatan untuk kandidatnya yang diserahkan ke panitia sebanyak 15 angkatan.

Di antaranya, angkatan 1986, 1988, 1994, 1997, 2004, 2006, 2008, 2009, 2018, 2021 dan 2024.

"Kami yang pasti-pasti aja. Makanya data yang kami serahkan ke panitia data yang valid. Insya Allah Ijal menang," ucap Tati optimis. (Noa)

Putusan MA Diabaikan, Newcrest Didesak Bayar Rp600 Miliar Hak Pekerja    
Minggu, April 26, 2026

On Minggu, April 26, 2026

Putusan MA Diabaikan, Newcrest Didesak Bayar Rp600 Miliar Hak Pekerja
Hingga saat ini, kewajiban tersebut dinilai belum dijalankan meski telah berkekuatan hukum tetap. (Foto Ilustrasi Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Desakan keras dialamatkan kepada Newcrest Mining Limited, yang kini menjadi bagian dari Newmont Corporation, untuk segera melaksanakan putusan pengadilan terkait pembayaran pesangon kepada 735 mantan karyawan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Hingga saat ini, kewajiban tersebut dinilai belum dijalankan meski telah berkekuatan hukum tetap.

Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Ternate melalui perkara Nomor 5/Pdt.Sus-PHI/2023/PN Tte telah memenangkan para pekerja. Putusan tersebut kemudian diperkuat oleh Mahkamah Agung melalui Nomor 734 K/Pdt.Sus-PHI/2024, sehingga memiliki kekuatan hukum final dan mengikat.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menegaskan bahwa pengabaian terhadap putusan inkrah merupakan preseden buruk bagi kepastian hukum di Indonesia.

“Kalau putusan dari tingkat pertama sampai Mahkamah Agung sudah konsisten, itu murni. Tidak ada alasan untuk tidak dijalankan. Investor asing wajib tunduk pada hukum Indonesia,” tegas Trubus.

Kasus ini bermula dari akuisisi saham PT NHM pada Maret 2020. Dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2018–2020, khususnya Pasal 67, ditegaskan bahwa setiap perubahan kepemilikan wajib disertai penyelesaian seluruh hak pekerja, termasuk pesangon.

Namun, lebih dari empat tahun berlalu, para pekerja mengaku hak tersebut belum dipenuhi. Nilai kewajiban yang harus dibayarkan diperkirakan mencapai US$35 juta atau sekitar Rp600 miliar.

Kuasa hukum serikat pekerja, Iksan Maujud, menyebut pihaknya telah menempuh berbagai jalur, mulai dari mediasi hingga gugatan hukum. Namun, respons dari perusahaan dinilai tidak ada.

“Sejak awal mediasi, kami sudah menyurati berkali-kali, tapi diabaikan. Ini bentuk ketidakpatuhan terhadap hukum dan tidak menghargai pekerja,” ujarnya.

Ketua Serikat PUK SPKEP SPSI PT NHM, Rusli Abdullah Gailea, yang telah mengabdi selama dua dekade, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap perusahaan.

“Kami sudah bekerja puluhan tahun, tetapi diperlakukan seolah tidak ada. Bahkan komunikasi dengan perwakilan global pun tidak direspons,” katanya.

Senada, Ketua Serikat F-GSBM PT NHM, Rudi Pareta, menegaskan bahwa pesangon bukan sekadar angka, melainkan harapan hidup para pekerja dan keluarganya.

“Banyak yang berharap uang itu untuk usaha kecil, pendidikan anak, dan kebutuhan hidup. Ini hak, bukan belas kasihan,” tegasnya.

Praktisi Hukum dan HAM, Husendro, turut menyoroti serius pengabaian putusan Mahkamah Agung dalam perkara tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi karena berpotensi merusak wibawa hukum.

“Sebagai praktisi hukum, pengabaian putusan Mahkamah Agung dalam perkara ini tidak dapat ditoleransi. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan pembangkangan terhadap otoritas peradilan yang berpotensi meruntuhkan daya paksa hukum dan menciptakan preseden bahwa korporasi dapat memilih putusan yang ingin dipatuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, hak pesangon merupakan hak normatif pekerja yang telah ditegaskan dalam PKB dan dipastikan melalui putusan pengadilan hingga tingkat kasasi.

“Dalam perspektif konstitusional, hak ini merupakan bagian dari hak atas penghidupan yang layak, sehingga tidak dapat dikesampingkan oleh alasan bisnis apa pun,” lanjutnya.

Husendro juga menekankan, perubahan kepemilikan perusahaan tidak menghapus kewajiban hukum. Prinsip successor liability, kata dia, menegaskan bahwa Newmont tetap harus memikul tanggung jawab tersebut.

“Karena itu, negara harus bertindak tegas melalui eksekusi paksa dan instrumen hukum lainnya. Prinsipnya sederhana: putusan Mahkamah Agung wajib dilaksanakan. Tanpa kompromi, tanpa penundaan, dan tanpa pengecualian bagi siapa pun,” tegasnya, Sabtu (25/4).

Para pekerja kini mendesak pemerintah untuk turun tangan memastikan eksekusi putusan berjalan. Mereka menilai pembiaran terhadap kasus ini akan mencederai rasa keadilan dan melemahkan wibawa hukum nasional.

“Kalau putusan Mahkamah Agung saja bisa diabaikan, lalu di mana kepastian hukum bagi rakyat?” ujar salah satu perwakilan pekerja. (Husnie)

Orasi Ilmiah di Universitas Paramadina, Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness    
Minggu, April 26, 2026

On Minggu, April 26, 2026

Orasi Ilmiah di Universitas Paramadina, Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness
Prof. Yassierli menyoroti perubahan besar dunia kerja akibat AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau. (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Universitas Paramadina menegaskan komitmennya mencetak lulusan berintegritas, adaptif, dan inovatif dalam Wisuda ke-44 melalui sambutan Kepala LLDikti Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. dan orasi ilmiah Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, Ph.D. Acara berlangsung di The Krakatau Grand Ballroom, TMII, Jakarta, Sabtu (25/4/2026). 

Dalam sambutannya, Henri Tambunan menegaskan Paramadina memiliki mandat sebagai “Kampus Peradaban” yang tidak sekadar menghasilkan tenaga kerja, tetapi membentuk lulusan berdaya dampak.

“Paramadina lahir dari gagasan besar pendirinya, Almarhum Nurcholish Madjid, yang membentuk identitas sebagai ‘Kampus Peradaban’,” ujar Henri.

Ia menekankan bahwa dunia membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas. 

“To educate a person in the mind but not in morals is to educate a menace to society,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Yassierli menyoroti perubahan besar dunia kerja akibat AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau. 

Menurutnya, lulusan masa depan harus memiliki triple readiness: keterampilan teknis, human skills, dan kesiapan masuk pasar kerja.

“AI tidak bekerja optimal tanpa Human Skills,” ujar Yassierli. 

Ia juga menekankan pentingnya pola pikir inovatif dan adaptif dalam menghadapi disrupsi.

Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menyatakan wisuda ini menjadi momentum melahirkan lulusan yang siap menjadi penggerak perubahan.

“Paramadina ingin melahirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus memimpin perubahan dengan integritas dan inovasi,” ujar Didik.

Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Wijayanto Samirin menegaskan pendidikan adalah investasi peradaban. 

“Bangsa ini membutuhkan lulusan yang bukan hanya siap bekerja, tetapi siap memimpin dan memberi makna,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina Dr. Harry T.Y. Achsan menambahkan capaian wisuda kali ini juga menandai rekor baru institusi.

“Pada periode wisuda semester genap ini, Universitas Paramadina meluluskan 211 lulusan Program Sarjana dan 309 lulusan Program Magister, sehingga total keseluruhan lulusan berjumlah 520 orang,” ujar Harry.

Menurut Harry, jumlah tersebut merupakan jumlah wisudawan semester genap  kali ini meningkat signifikan dibanding rata-rata wisuda sebelumnya. 

Ia menambahkan capaian ini mencerminkan peningkatan kinerja akademik sekaligus efektivitas pengelolaan proses studi di tingkat program studi.

“Capaian hari ini menunjukkan bahwa disiplin, ketekunan, dan kolaborasi mampu menghasilkan hasil yang nyata,” kata Harry.

Wisuda ke-44 Paramadina menegaskan sinergi pendidikan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi unggul sebagai pilar peradaban baru Indonesia. (*) 

Pewarta: Arief Tito

Wujudkan Aspirasi Atlet Lewat Pokir, Rustam Effendi Inisiasi Kejuaraan Sepak Bola Putri Piala Wali Kota Padang 2026    
Minggu, April 26, 2026

On Minggu, April 26, 2026

Wujudkan Aspirasi Atlet Lewat Pokir, Rustam Effendi Inisiasi Kejuaraan Sepak Bola Putri Piala Wali Kota Padang 2026
Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PAN, Rustam Effendi, menunjukkan komitmen nyatanya dalam memajukan olahraga daerah melalui gelaran Kejuaraan Sepak Bola Putri 2026. (Foto: Bambang). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PAN, Rustam Effendi, menunjukkan komitmen nyatanya dalam memajukan olahraga daerah melalui gelaran Kejuaraan Sepak Bola Putri 2026. 

Turnamen yang memperebutkan Piala Wali Kota Padang ini resmi bergulir mulai 24 hingga 30 April 2026 di Lapangan Kompak, Anak Aia, Koto Tangah. 

Kejuaraan ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan sepak bola wanita di Sumatera Barat yang selama ini menantikan wadah kompetisi resmi.

Kegiatan strategis ini merupakan realisasi dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Rustam Effendi selaku wakil rakyat dari Dapil Koto Tangah. 

Bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, Rustam menegaskan bahwa turnamen ini lahir langsung dari aspirasi para penggiat sepak bola wanita.

Sebagai sosok yang dikenal peduli pada dunia olahraga, ia ingin memastikan bahwa bakat-bakat terpendam di tingkat akar rumput mendapatkan panggung yang layak untuk berkembang.

Dalam keterangannya, Rustam Effendi mengungkapkan harapannya agar ajang ini menjadi kawah candradimuka bagi bibit unggul pesepak bola putri. 

Rustam optimistis bahwa melalui kompetisi yang rutin dan terukur, Kota Padang dan Sumatera Barat dapat menyumbangkan talenta berbakat untuk memperkuat Timnas Putri Indonesia di masa depan. 

Bagi Rustam, investasi pada pemuda melalui jalur olahraga adalah langkah krusial untuk membangun karakter dan prestasi daerah yang membanggakan.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Padang melalui Plt Kepala Dispora, Jimmy, yang menyebutkan bahwa inisiasi Rustam Effendi ini sangat sejalan dengan program unggulan "Padang Juara". 

Selain sebagai ajang pembinaan, turnamen ini berfungsi sebagai sarana seleksi ketat untuk menjaring pemain terbaik yang akan mewakili Kota Padang dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 mendatang. 

Turnamen yang diikuti oleh delapan tim dari berbagai wilayah di Sumatera Barat ini menawarkan total hadiah sebesar Rp24 juta. 

Dengan standar kompetisi yang baik, Kejuaraan Piala Wali Kota Padang ini diprediksi akan meningkatkan gairah klub-klub sepak bola putri lokal untuk lebih serius dalam melakukan pembinaan rutin.

Acara pembukaan yang berlangsung meriah pada Sabtu (25/4) sore turut dihadiri Bendahara KONI Kota Padang Zulhardi Z Latif, Kabid Olahraga Adlin, serta unsur pimpinan kecamatan Koto Tangah. (*)

Ketua DPRD Padang Muharlion Berharap Perempuan Terlibat Membangun Kota Padang    
Minggu, April 26, 2026

On Minggu, April 26, 2026

Ketua DPRD Padang Muharlion  Berharap Perempuan Terlibat Membangun Kota Padang
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mengatakan, DPRD mengapresiasi, peningkatan jumlah perempuan yang mengambil peran aktif di berbagai sektor. (Foto: BY). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Hari Kartini sebagai momentum refleksi dan penguatan peran perempuan di sektor strategis, serta pentingnya perlindungan hak-hak perempuan dan anak.

"Peringatan ini dinilai bukan hanya seremonial, tetapi kelanjutan perjuangan dalam pendidikan dan berkarya," ujar Ketua DPRD Kota Padang Muharlion.

DPRD mengapresiasi, peningkatan jumlah perempuan yang mengambil peran aktif di berbagai sektor, termasuk peningkatan jumlah legislator perempuan di daerah, yang menunjukkan kontribusi semakin kuat dalam pembangunan daerah.

Dikatakannya, DPRD  menyoroti masih tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta mendorong implementasi peraturan daerah untuk perlindungan yang lebih aman.

Ia  menekankan, pentingnya akses pendidikan yang setara bagi perempuan agar berdaya, mandiri, dan mampu bersaing, meneladani semangat perjuangan RA Kartini.

Sosok Kartini modern diharapkan, mampu menyeimbangkan peran dalam keluarga, pekerjaan, dan kepedulian sosial, serta berani bermimpi dan berkarya.

DPRD membuka dialog,   untuk memastikan keadilan dan kesetaraan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. 

Ia  berharap,  momentum ini mendorong pemberdayaan perempuan untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa, sesuai semangat "Habis Gelap Terbitlah Terang". (*)

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, memimpin langsung delegasi Indonesia dalam menghadiri kegiatan General Assembly Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) yang akan berlangsung di Malaysia pada 26–30 April 2026. (Foto: Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, memimpin langsung delegasi Indonesia dalam menghadiri kegiatan General Assembly Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) yang akan berlangsung di Malaysia pada 26–30 April 2026.

Keikutsertaan delegasi Indonesia yang diwakili PWI ini merupakan bagian dari peran aktif PWI dalam memperkuat kerja sama dan solidaritas antarorganisasi wartawan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis Indonesia di tingkat internasional.

Delegasi PWI Pusat yang akan turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Akhmad Munir selaku Ketua Umum, Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Ahmed Kurnia Soeriawidjaja selaku Direktur CAJ, Yono Hartono sebagai Wakil Direktur CAJ, Agus Sudibyo selaku Ketua Bidang Pendidikan, Irfan Junaidi sebagai Ketua Bidang Luar Negeri, Sumber Rajasa Ginting sebagai Wakil Bendahara Umum I, Herlina sebagai Wakil Bendahara Umum II, 

Lalu Novrizon Burman sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah, Kadirah sebagai Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan, Musrifah sebagai Wakil Ketua Departemen Hankam Khusus POLRI, Mercys Charles Loho sebagai Wakil Direktur Anti Hoax, serta Theodorus Dar Edi Yoga sebagai Bendahara CAJ.

Dalam keterangannya, Akhmad Munir berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kerja sama dan profesionalisme insan pers di kawasan Asia Tenggara.

“Saya, Ahmad Munir, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, mengucapkan selamat mengikuti konferensi wartawan ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses,” ujarnya saat rapat persiapan keberangkatan tim di Ruang Rapat PWI Pusat, Jumat (24/4).

General Assembly CAJ  merupakan forum strategis yang mempertemukan organisasi wartawan dari negara-negara ASEAN untuk membahas berbagai isu penting, termasuk kebebasan pers, tantangan disinformasi, serta penguatan kerja sama lintas negara di bidang jurnalistik.

Melalui keikutsertaan ini, PWI diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan media regional serta mendorong terciptanya ekosistem pers yang lebih profesional dan berintegritas di kawasan. (*)

Magang Nasional Batch I Ditutup    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Magang Nasional Batch I Ditutup
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch I yang diikuti 16.112 peserta pada periode Oktober 2025 hingga April 2026. Penutupan program dilakukan di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Foto: Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch I yang diikuti 16.112 peserta pada periode Oktober 2025 hingga April 2026. Penutupan program dilakukan di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam sambutannya menegaskan bahwa program pemagangan merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi tenaga kerja nasional yang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membangun kesiapan kerja berbasis keterampilan.

Sejalan dengan itu, setelah menyelesaikan program, peserta akan melanjutkan ke tahap sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah diperoleh di dunia kerja.

“Kami mengajak adik-adik peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini karena sertifikasi kompetensi diberikan secara gratis sebagai pengakuan atas keterampilan yang dimiliki,” ujar Yassierli.

Untuk itu, ia juga meminta para peserta mempersiapkan diri dengan belajar sebelum mengikuti uji kompetensi di balai pelatihan Kemnaker maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bermitra dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Lebih lanjut, Yassierli menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch I.

Dari hasil evaluasi tersebut, Kemnaker menekankan pentingnya pemerataan pelaksanaan program agar tidak terpusat di Pulau Jawa, melainkan lebih merata di seluruh Indonesia guna memperluas kesempatan bagi putra-putri daerah.

Selain pemerataan wilayah, program juga akan diperluas agar terbuka bagi seluruh program studi, tidak terbatas pada jurusan tertentu.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan, Kemnaker turut mengkaji penguatan keterlibatan perusahaan, termasuk skema kontribusi yang lebih terstruktur untuk mendukung pembinaan peserta.

Menurut Yassierli, sejumlah perusahaan telah menunjukkan praktik baik dalam pemagangan melalui pemberian proyek kerja, evaluasi berkala, hingga pendampingan langsung, yang akan terus diperkuat dalam skema kemitraan yang lebih luas.

“Tahun ini fokusnya memberikan pengalaman kerja. Ke depan, kami ingin tidak hanya pengalaman kerja, tetapi juga memastikan peserta memiliki sertifikat kompetensi dan peluang lebih besar untuk diserap oleh industri,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari penguatan tersebut, Yassierli menyampaikan bahwa Kemnaker terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui pengembangan platform SiapKerja, termasuk fitur KarirHub yang menyediakan informasi lowongan kerja dari berbagai sektor.

“Kami terus mengintegrasikan SiapKerja dengan portal-portal swasta agar seluruh lowongan kerja, baik di dalam maupun luar negeri, dapat terkonsolidasi dalam satu platform,” katanya.

Melalui platform tersebut, ia mendorong peserta untuk memanfaatkan KarirHub sebagai sarana mencari peluang kerja, sekaligus mengajak perusahaan lebih aktif membuka lowongan agar akses kerja semakin luas.

Di akhir pernyataannya, Yassierli menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan mitra dan mentor atas kontribusinya dalam menyukseskan Program Pemagangan Nasional Batch I. (*) 

Menaker Ajak Serikat Pekerja Perkuat Kompetensi Hadapi Transformasi Dunia Kerja    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Menaker Ajak Serikat Pekerja Perkuat Kompetensi Hadapi Transformasi Dunia Kerja
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Kongres ke-VII Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Foto: Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) tidak hanya berperan dalam advokasi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan kompetensi tenaga kerja guna menghadapi transformasi dunia kerja yang kian cepat.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Kongres ke-VII Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurut Yassierli, perubahan dunia kerja saat ini berlangsung sangat cepat, didorong dinamika global, percepatan digitalisasi, serta perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menggeser kebutuhan keterampilan di berbagai sektor industri. Kondisi ini menuntut pekerja Indonesia untuk terus beradaptasi agar tetap kompetitif di pasar kerja.

Dalam konteks tersebut, ia menilai serikat pekerja memiliki peran strategis dalam menyiapkan anggotanya menghadapi perubahan tersebut, termasuk melalui dorongan peningkatan keterampilan dan produktivitas.

“Pekerja Indonesia harus memiliki daya saing dan kompetensi yang kuat. Serikat pekerja juga memiliki peran penting untuk menyiapkan anggotanya menghadapi transformasi dunia kerja yang sangat cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam hal ini, serikat pekerja berperan sebagai jembatan antara kebutuhan industri dan pengembangan kapasitas tenaga kerja.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Ketenagakerjaan membuka ruang kolaborasi dengan SP/SB untuk menghadirkan program pelatihan yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan industri. Program tersebut mencakup peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis, sertifikasi kompetensi, edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta penguatan produktivitas kerja.

“Silakan sampaikan kebutuhan pelatihan yang diperlukan. Pemerintah siap memfasilitasi agar pekerja memiliki nilai tambah dan posisi tawar yang semakin baik,” katanya.

Selain penguatan kompetensi, Yassierli juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja. Upaya ini dilakukan melalui penguatan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta dorongan perluasan perlindungan bagi pekerja platform digital, termasuk pengemudi dan kurir daring.

Ia juga mengajak serikat pekerja untuk aktif memberikan masukan terhadap berbagai regulasi ketenagakerjaan yang tengah dibahas. Menurutnya, hubungan industrial yang sehat hanya dapat dibangun melalui dialog yang konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Semangat kita sama, yaitu memajukan industri sekaligus menyejahterakan pekerja. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk masukan dan rekomendasi terbaik dari forum ini,” tuturnya. (*)

Aguswanto Terpilih Jadi Ketua JMSI Sumbar Periode 2026-2031    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Aguswanto Terpilih Jadi Ketua JMSI Sumbar Periode 2026-2031
Pada Musda yang diadakan di aula kantor DPD Golkar Sumbar, Padang, Sabtu (25/4/2026) ini, secara aklamasi memilih Aguswanto sebagai Ketua JMSI Sumbar periode 2026 - 2026. (Foto/By). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sejumlah pemilik media online di Sumbar yang tergabung dalam Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumbar menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026.

Pada Musda yang diadakan di aula kantor DPD Golkar Sumbar, Padang, Sabtu (25/4/2026) ini, secara aklamasi memilih Aguswanto sebagai Ketua JMSI Sumbar periode 2026 - 2026.

Musda ini dibuka langsung Plt Ketua JMSI Sumbar yang juga salah seorang pengurus JMSI pusat Novermal Yuska,  hadir juga dipembukaan itu, Kabid Siber dan Sandi Diskominfotik Sumbar Sony, Sekretaris DPD Golkar Sumbar, Helmi Moesim.

Dalam sambutannya, Novermal Yuska menyampaikan, kepengurusan JMSI Sumbar yang baru terbentuk agar bisa melanjutkan program kerja dari organisasi ini dengan baik kedepannya.

"Karena melihat dari kondisi hari ini, kerja sama antara JMSI dengan sejumlah instansi masih jauh dari harapan," katanya.

Sebaliknya, sebut dia, saat ini para pemilik media online harus berjalan sendiri-sendiri agar tetap eksis dengan usaha yang dimiliki.

"Jadi, dengan terbentuknya kepengurusan baru JMSI Sumbar kesempatan kerja sama dengan pihak pemerintahan dan juga instansi lainnya bisa lebih ditingkatkan dan bisa terus berkembang dan menghasilka karya-karya jurnalistik berkualitas," tukas Novermal.

Sementara ketua JMSI Sumbar terpilih, Aguswanto mengungkapkan, terima kasihnya kepada peserta musda yang memilihnya sebagai ketua JMSI Sumbar periode 2026-2031.

"Semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan baik dengan bantuan para anggota JMSI Sumbar yang ada saat ini. Tanpa hal itu, tidak mungkin bisa saya lakukan sendiri," kata Aguswanto.

Ia juga menyampaikan, memanfaatkan posisinya sebagian salah seorang tenaga ahli di DPRD Sumbar, ia akan membuat kolaborasi dan sinergitas dengan pihak legislatif maupun eksekutif guna mendukung program kerja yang dibuatnya.

Ia melanjutkan, untuk langkah pertama pasca terbentuk pengurus baru JMSI Sumbar yakni konsolidasi organisasi, dengan menambah beberapa cabang JMSI di kabupaten kota.

Saat ini, terangnya baru ada tiga cabang JMSI yang terbentuk di Sumbar, yakni Payakumbuh, Bukittinggi dan Pesisir Selatan, itu pun masa periodesasi kepengurusannya sudah habis dan perlu diperbaiki.

"Jadi minimal, dalam periodesasi saya sekarang minimal bisa membentuk cabang JMSI setengah dari jumlah kabupaten kota yang ada di Sumbar," ungkapnya.

Ada juga daerah yang akan digabung menjadi satu cabang kepengurusannya misalnya Pariaman dan Kabupaten Padangapariaman, serta daerah yang tidak mempunyai media online tidak bisa dibuat cabang JMSI.

Program kerja lain yang disampaikan Aguswanto untuk JMSI Sumbar, yakni membuat kerja sama dengan berbagai sekolah maupun kampus yang merupakan bentuk edukasi JMSI Sumbar pada generasi muda.

Selanjutnya, tambah dia, program kerja peningkatan kapasitas dari pemilik media online yang bernaung dibawah JMSI Sumbar.

"Dengan peningkatan serupa ini mampu meningkatkan pendapatan media online yang mereka miliki bukan dari kerja sama saja, namun juga dari memanfaatkan perkembang teknologi salah satunya melalui Google adsens," pungkas Aguswanto.

Sedangkan, Sekretaris DPD Golkar Sumbar, Helmi Moesim mengatakan, media pemberitaan (media massa, red) merupakan alat kontrol sosial bagi publik dalam sejumlah hal.

Dengan adanya informasi yang diberikan oleh media pemberitaan ini, terkadang bisa membantu. 

Dirinya berharap terhadap Musda JMSI Sumbar kali ini bisa melahirkan kepengurusan yang benar-benar solid dan komit membesarkan organisasinya.

"Kita tidak akan sukses kalau kita tidak mempunyai organisasi yang kuat dan saling menjadi komitmen," ujar Helmk Moesim.

"Selain itu, para pengurus JMSI Sumbar yang baru, diminta untuk bisa melahirkan program-program yang menunjang perkembangan organisasi kedepannya secara profesional," tukas Helmi Moesim. (By/Arsil)

Di Tengah Guyuran Hujan, Pemko Sawahlunto Benahi Genangan Pasar Silo, Pedagang Harapkan CSR PTBA Segera Terealisasi    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Di Tengah Guyuran Hujan, Pemko Sawahlunto Benahi Genangan Pasar Silo, Pedagang Harapkan CSR PTBA Segera Terealisasi
Langkah itu dilakukan menyusul musim hujan yang menyebabkan kawasan pasar kuliner tergenang dan berubah jadi danau kecil sehingga mengganggu aktivitas pedagang. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto melakukan sejumlah upaya penanganan genangan air di kawasan Pasar Kuliner Silo di tengah wacana dukungan dana CSR dari PT Bukit Asam untuk penataan kawasan tersebut.

Langkah itu dilakukan menyusul musim hujan yang menyebabkan kawasan pasar kuliner tergenang dan berubah jadi danau kecil sehingga mengganggu aktivitas pedagang.

Menjelang tindak lanjut proposal penataan yang diserahkan secara resmi kepada PT Bukit Asam pada Selasa (21/4/2026), pemerintah kota melakukan upaya teknis untuk mengurangi limpasan air, di antaranya memutus curahan air dari arah Kebun Jati dengan membuat selokan baru yang diarahkan ke saluran utama yang telah ada.

Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalisir gelombang air saat hujan yang selama ini kerap menggenangi kawasan Pasar Silo.

Pada Sabtu (25/4/2026), di lokasi terlihat alat berat ekskavator melakukan penggalian untuk pembuatan saluran baru. Kegiatan itu dipantau Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, di tengah hujan yang masih melanda.

Langkah penanganan tersebut dilakukan sembari menunggu realisasi rencana penataan yang diharapkan dapat menjadi solusi lebih menyeluruh bagi persoalan genangan di kawasan pasar.

Salah seorang pedagang sekaligus Bendahara Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto (Apesisto), Dewi, menyampaikan harapan agar penataan kawasan segera terlaksana.

Menurutnya, persoalan genangan saat hujan menjadi perhatian pedagang karena berdampak terhadap kenyamanan berdagang dan aktivitas pasar.

“Di sini memang ada kenyamanan dalam berdagang, tapi karena kondisi yang belum tertata dan jadi danau saat hujan, kami berharap proposal yang diajukan tempo hari ke PTBA dapat terealisasi segera sehingga tidak ada gejolak di tengah masyarakat khususnya pedagang mengenai kepastian penataan,” ujarnya.

Di tengah curah hujan yang hampir terjadi setiap hari, para pedagang berharap upaya penanganan sementara yang kini dilakukan dapat berlanjut pada pembenahan yang lebih permanen, sehingga aktivitas ekonomi di kawasan pasar dapat berjalan lebih baik. (*) 

Pewarta: Marjafri

Penggunaan Tes Kehamilan Kedaluwarsa dalam Kasus Siswi SMP di Talawi, Sawahlunto, Soroti Standar Pengelolaan Alat Kesehatan    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Penggunaan Tes Kehamilan Kedaluwarsa dalam Kasus Siswi SMP di Talawi, Sawahlunto, Soroti Standar Pengelolaan Alat Kesehatan
Laporan ini merupakan lanjutan dari pemberitaan sebelumnya terkait kasus siswi kelas III SMP di Talawi yang mengalami tekanan psikis setelah hasil pemeriksaan awal berujung berbeda dengan diagnosis akhir rumah sakit. (Foto ilustrasi rekayasa tekhnologi AI: Marjafri) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penggunaan alat tes kehamilan yang telah melewati masa berlaku dalam pemeriksaan awal seorang siswi SMP di Talawi menyorot standar pengelolaan alat kesehatan di fasilitas layanan dasar, menyusul dampak psikologis yang dialami pasien setelah hasil awal yang dinyatakan positif kehamilan berbeda dengan hasil pemeriksaan lanjutan rumah sakit yang menetapkan diagnosis usus buntu akut.

Laporan ini merupakan lanjutan dari pemberitaan sebelumnya terkait kasus siswi kelas III SMP di Talawi yang mengalami tekanan psikis setelah hasil pemeriksaan awal berujung berbeda dengan diagnosis akhir rumah sakit.

Dalam perkembangan terbaru, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto, Ranu Verra Mardianti, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (24/4/2026), menyatakan belum melakukan konfirmasi mendalam kepada petugas terkait penggunaan alat tes yang telah melewati masa kedaluwarsa tersebut.

“Nanti ditelusuri, apakah sempat terjadi kekosongan atau belum sempat mengambil barangnya di gudang obat,” ujarnya.

Sorotan terhadap Standar Alat Diagnostik

Kasus ini memunculkan perhatian karena alat tes kehamilan termasuk kategori alat diagnostik in vitro (IVD).

Mengacu Pedoman Grouping Alat Kesehatan dan Alat Diagnostik In Vitro Kementerian Kesehatan RI 2019, perangkat diagnostik in vitro merupakan alat yang digunakan untuk analisis sampel manusia guna mendukung pengambilan keputusan pelayanan kesehatan, termasuk kit tes kehamilan.

Dalam konteks regulasi, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 62 Tahun 2017 mengatur alat kesehatan diagnostik in vitro yang telah kedaluwarsa masuk kategori yang harus dimusnahkan.

Pada Pasal 59, pemusnahan dilaksanakan terhadap alat kesehatan yang:

- tidak memenuhi syarat keamanan, mutu, dan kemanfaatan;
- telah kedaluwarsa;
- atau tidak sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sementara Pasal 60 mengatur pemusnahan juga menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun pemerintah daerah sesuai ketentuan pengelolaan barang milik negara/daerah.

Regulasi ini menempatkan isu penggunaan alat kedaluwarsa bukan semata persoalan teknis operasional, tetapi terkait standar keamanan, mutu, dan tata kelola alat kesehatan.

Ketika Dampak Tak Lagi Sekadar Administratif

Sorotan terhadap penggunaan alat kedaluwarsa dalam kasus ini menguat karena persoalan tidak berhenti pada aspek prosedural.

Dalam kasus siswi Talawi tersebut, hasil awal pemeriksaan disebut memunculkan konsekuensi sosial dan psikologis bahkan setelah diagnosis akhir diperoleh melalui pemeriksaan rumah sakit.

Di titik ini, isu alat kesehatan bergeser dari soal kepatuhan prosedur menjadi persoalan dampak.

Dalam Pasal 64 Permenkes Nomor 62 Tahun 2017, pelanggaran terhadap ketentuan yang mengakibatkan seseorang mengalami gangguan kesehatan serius, cacat, atau kematian dapat dikenai sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Meski demikian, dalam laporan ini tidak terdapat penilaian mengenai penerapan pasal tersebut terhadap kasus konkret ini, melainkan sebagai rujukan norma hukum yang mengatur penggunaan alat kesehatan.

Pengawasan dan Pertanyaan yang Mengemuka

Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan yang menyebut kemungkinan perlu ditelusuri apakah terjadi kekosongan stok atau persoalan distribusi alat di gudang memunculkan pertanyaan lebih luas tentang rantai pengadaan, pengawasan masa berlaku, hingga mekanisme penggunaan alat kesehatan di fasilitas pelayanan primer.

Pertanyaan yang mengemuka bukan hanya bagaimana alat yang melewati masa berlaku digunakan, tetapi juga bagaimana sistem pengawasan bekerja agar situasi serupa tidak berulang.

Dalam kasus seorang anak yang telah menanggung dampak psikologis akibat hasil awal yang kemudian terbukti tidak sesuai diagnosis akhir, sorotan publik pun tidak lagi hanya tertuju pada satu alat tes, melainkan pada standar kehati-hatian yang seharusnya melindungi pasien sejak awal proses pelayanan.

Potensi Menjadi Perhatian KPAI

Kasus ini juga berpotensi menjadi perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia karena tidak semata berkaitan dengan persoalan layanan kesehatan, tetapi menyentuh isu perlindungan anak.

Dimensi yang muncul bukan hanya penggunaan alat kesehatan yang dipersoalkan, melainkan dampak psikologis terhadap anak, stigma yang sempat berkembang, hingga persoalan privasi dan kepentingan terbaik bagi anak yang menjadi prinsip dasar perlindungan anak.

Dalam berbagai isu yang menyangkut tekanan mental, pelabelan sosial, dan kerentanan anak sebagai korban, Komisi Perlindungan Anak Indonesia selama ini menekankan pentingnya pendekatan perlindungan, pemulihan, dan pencegahan agar anak tidak menanggung dampak berlapis dari sebuah peristiwa.

Dalam konteks itu, kasus siswi SMP di Talawi ini dapat dibaca bukan hanya sebagai persoalan koreksi diagnosis medis, tetapi juga sebagai situasi yang memunculkan pertanyaan lebih luas: apakah hak anak untuk terlindungi dari stigma, tekanan psikologis, dan dampak sosial sudah sepenuhnya terjaga.

Terlebih, ketika seorang anak disebut keluarga mengalami tekanan psikis akibat hasil awal yang kemudian terbukti berbeda, disertai informasi yang sempat berkembang hingga masuk ke lingkungan sekolah, persoalan ini bersinggungan dengan ruang yang selama ini menjadi perhatian lembaga perlindungan anak.

Pada titik itu, isu ini tidak lagi semata soal alat diagnostik kedaluwarsa, tetapi berpotensi masuk dalam diskursus perlindungan anak yang lebih luas, sesuatu yang secara prinsip berada dalam spektrum perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Perkara ini juga memunculkan dimensi yang tidak seluruhnya dapat dijawab oleh prosedur administratif atau klarifikasi semata, yakni dampak yang dialami korban.

Menurut keterangan keluarga, beban yang muncul akibat hasil awal yang keliru, ditambah informasi yang sempat beredar hingga masuk ke lingkungan sekolah, meninggalkan tekanan psikologis yang tidak sederhana.

Dampak berupa rasa malu, ketakutan, tekanan sosial, dan hilangnya rasa aman pada seorang anak, dapat berlangsung panjang dan tidak serta-merta pulih hanya oleh permintaan maaf atau ajakan berdamai.

Dalam konteks itu, persoalan ini tidak hanya menyisakan pertanyaan tentang standar penggunaan alat kesehatan, tetapi juga tentang pemulihan bagi korban, karena ada luka yang tidak tampak dalam hasil laboratorium, tetapi nyata dalam kehidupan seorang anak.

Bagi siswi yang telah lebih dulu menanggung beban dari hasil yang kemudian terbukti keliru, termasuk akibat kabar yang berkembang di lingkungan sosialnya, penderitaan yang ditinggalkan dinilai dapat berlangsung lama dan membutuhkan penanganan serius serta pendampingan berkelanjutan.

Sebab ada dampak yang tidak selesai ketika diagnosis dikoreksi.

Ada luka sosial dan psikologis yang tidak selalu dapat dipulihkan oleh klarifikasi, tidak seluruhnya sembuh oleh kata “maaf”, dan dapat menetap bila tidak ditangani secara sungguh-sungguh. Pada titik itulah, kasus ini tidak lagi hanya berbicara tentang alat kesehatan kedaluwarsa, tetapi tentang seorang korban yang harus hidup menanggung akibatnya.(*)

Pewarta: marjafri

Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
Wisuda Program Sarjana dan Magister Universitas Paramadina yang bertajuk "Membangun Generasi Inovatif, Kompetitif, dan Berintegritas Menuju Indonesia Maju" di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). (Foto/Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menyatakan bahwa ijazah akademik bukan lagi jaminan tunggal untuk memenangkan persaingan di pasar kerja global yang kian dinamis. Menaker mengimbau para lulusan perguruan tinggi untuk membekali diri dengan strategi "Triple Readiness" (Tiga Kesiapan) guna menghadapi disrupsi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Hal tersebut disampaikan Menaker saat memberikan Orasi Ilmiah dalam acara Wisuda Program Sarjana dan Magister Universitas Paramadina yang bertajuk "Membangun Generasi Inovatif, Kompetitif, dan Berintegritas Menuju Indonesia Maju" di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Dalam orasinya, Menaker memaparkan data yang menunjukkan bahwa pergeseran lanskap dunia kerja sedang terjadi secara masif. Mengutip data LinkedIn, ia menyebutkan bahwa 80 persen judul pekerjaan saat ini tidak ada 20 tahun yang lalu. Bahkan, diprediksi sekitar 50 persen pekerjaan yang ada saat ini akan menjadi tidak relevan dalam sepuluh tahun ke depan.

"Dunia kerja terus berubah seiring perubahan teknologi. Tantangan terbesar kita saat ini adalah digital skill gap. Saat ini, pekerja kita yang memiliki keterampilan digital baru mencapai 27 persen, jauh di bawah standar global yang berada di angka 60 hingga 70 persen," ujar Yassierli di hadapan para wisudawan.

Namun, di balik pergeseran lanskap dunia kerja ini, Menaker menyatakan ada peluang ekonomi baru yang harus dioptimalkan oleh generasi muda seperti greeneconomy, digital platform, dan care economy. Oleh karenanya, agar lulusan perguruan tinggi dapat menangkap peluang-peluang pada lanskap dunia kerja baru tersebut, Menaker mengenalkan konsep Triple Readiness.

Pertama, Technical Skills Readiness. Menaker menjelaskan, lulusan perguruan tinggi perlu menyiapkan penguasaan keterampilan teknis yang relevan dengan industri masa depan, seperti keterampilan digital tingkat lanjut (advanced digital skills) dan keterampilan ekonomi hijau (green jobs). Ia mengingatkan bahwa kemampuan sekadar menggunakan media sosial bukanlah keterampilan digital yang dicari industri.

Kedua, Human Skills Readiness. Di tengah masifnya penggunaan AI, Menaker menegaskan bahwa human skills seperti berpikir kritis, empati, kepemimpinan, dan kreativitas tetap menjadi pembeda utama.

"AI tidak akan bekerja optimal tanpa sentuhan manusia. Human skills membuat pengguna memahami konteks, batasan, dan risiko AI," tambahnya.

Ketiga, Market Entry Readiness. Menaker menyebut kesiapan ini berkaitan dengan kemampuan lulusan untuk memahami dinamika industri. Oleh karenanya, Ia mendorong wisudawan untuk memiliki portofolio yang kuat, pengalaman magang, dan sertifikasi kompetensi sebagai bukti konkret kapabilitas mereka di mata perusahaan.

Dalam acara tersebut, Menaker juga menyoroti urgensi penguasaan AI. Berdasarkan survei, hampir 70% pemimpin bisnis di Indonesia menyatakan tidak akan merekrut kandidat yang tidak memiliki kemampuan dasar terkait AI. Hal ini sejalan dengan peningkatan permintaan pekerjaan dengan AI skills di Asia Tenggara yang melonjak hingga 2,4 kali lipat dalam lima tahun terakhir.

"Saat ini yang dicari industri adalah skills, not school. Kami melihat peningkatan empat kali lipat jumlah lowongan kerja yang lebih mementingkan kompetensi nyata dibanding sekadar gelar administratif dalam satu dekade terakhir," tegasnya.

Di akhir orasinya, Menaker menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pengembangan kompetensi bagi seluruh anak bangsa. Melalui 44 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Kemnaker terus menggencarkan program reskilling dan upskilling.

"Kuncinya adalah growth mindset. Jangan pernah merasa puas dengan ijazah yang ada. Jadilah pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) yang siap beradaptasi dengan segala perubahan bisnis dan teknologi," pungkas Menaker. (*)

Taman Syech Kukut Bakal Disulap Jadi Taman Literasi Digital, Punya Bioskop Hingga Pertunjukan Seni    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Taman Syech Kukut Bakal Disulap Jadi Taman Literasi Digital, Punya Bioskop Hingga Pertunjukan Seni
Pemerintah Kota Solok merencanakan revitalisasi kawasan tersebut menjadi Taman Literasi Digital, yang dikembangkan dengan konsep taman kota terpadu. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wajah salah satu ruang publik andalan Kota Solok, Taman Syech Kukut, akan segera berubah total. Pemerintah Kota Solok merencanakan revitalisasi kawasan tersebut menjadi Taman Literasi Digital, yang dikembangkan dengan konsep taman kota terpadu yang modern, nyaman, dan memiliki beragam fungsi untuk memenuhi kebutuhan serta aktivitas seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan pada Kamis, 23 April 2026. Menurutnya, desain yang disusun mengusung sentuhan estetika kekinian, namun tetap mempertahankan fungsi utama sebagai ruang hijau yang menyejukkan lingkungan.

“Nantinya taman ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau semata, tetapi juga menjadi pusat kegiatan dan interaksi sosial bagi warga Kota Solok dan sekitarnya. Kami ingin tempat ini menjadi tempat berkumpul, berkreasi, hingga menambah wawasan bagi semua kalangan,” ujar Wali Kota.

Hadirkan Berbagai Fasilitas Menarik dan Lengkap

Dalam rancangan yang telah disusun, sejumlah fasilitas unggulan akan menjadi daya tarik utama kawasan ini. Salah satunya adalah panggung terbuka dengan desain arsitektur yang unik, yang diperuntukkan sebagai tempat penyelenggaraan pertunjukan seni, kegiatan komunitas, hingga berbagai acara berskala daerah.

Tak hanya itu, di bagian tengah plaza akan dibangun air mancur interaktif yang diharapkan menjadi ikon baru sekaligus tempat hiburan yang digemari, terutama oleh keluarga dan anak-anak. Bahkan, pemerintah kota berencana menyediakan fasilitas bioskop di kawasan tersebut.

“Insya Allah kami juga akan menyiapkan fasilitas bioskop, sehingga warga Kota Solok tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kota Padang untuk menonton film. Semua fasilitas hiburan dan edukasi nantinya bisa dinikmati di kota sendiri,” jelasnya.

Penataan ruang juga dirancang dengan memerhatikan aspek kenyamanan dan keamanan. Tersedia jalur khusus bagi pejalan kaki dan pesepeda yang aman dan nyaman, dapat dimanfaatkan untuk berolahraga ringan seperti jogging maupun bersepeda santai. Ruang hijau akan diperluas dengan penanaman berbagai jenis pohon rindang, serta disediakan area bermain anak yang dikembangkan dengan konsep modern dan aman.

Dari sisi pendukung, kawasan ini akan dilengkapi area parkir yang tertata rapi, pencahayaan lampu taman bernuansa seni, serta tempat duduk yang tersebar di berbagai titik untuk kenyamanan pengunjung. Sebagai taman literasi, juga akan disediakan fasilitas pendukung kegiatan membaca dan belajar.

“Pembangunan ini tidak hanya mengedepankan keindahan visual, tetapi juga mengoptimalkan fungsi ruang agar lebih aman, nyaman, dan bermanfaat secara produktif bagi masyarakat,” tambahnya.

Hidupkan Seni Budaya, Dorong Perekonomian Warga

Untuk menambah keseruan dan nilai budaya, setiap malam Sabtu dan Minggu akan dijadwalkan penyelenggaraan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas daerah, seperti atraksi silek, pertunjukan randai, hingga berbagai kegiatan olahraga dan acara budaya lainnya.

Wali Kota Solok berkeyakinan bahwa pengembangan kawasan ini akan membawa dampak positif yang luas. Daya tarik yang dimiliki diprediksi akan mendatangkan lebih banyak kunjungan, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami sangat optimis langkah ini akan meningkatkan citra dan daya tarik Kota Solok, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Tempat ini nantinya tidak hanya menjadi lokasi rekreasi, tetapi juga pusat interaksi sosial dan wadah penyaluran ekspresi kreativitas masyarakat,” ungkapnya.

Pekerjaan Dimulai Pertengahan Mei 2026

Rencana revitalisasi ini akan segera diwujudkan dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Solok menargetkan pelaksanaan pekerjaan pembangunan paling lambat sudah dimulai pada pertengahan Mei 2026.

Dengan konsep yang komprehensif ini, Taman Syech Kukut diharapkan mampu menjawab kebutuhan ruang publik yang berkualitas, serta menjadi kebanggaan bersama bagi warga Kota Solok. (BO)

PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Acara dilaksanakan di Kantor PWI Pusat Lantai 4, Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat, (24/4) pukul 14.00 WIB.
Acara dilaksanakan di Kantor PWI Pusat Lantai 4, Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat, (24/4) pukul 14.00 WIB. (Foto: Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari berbagai kalangan hingga akhir hayatnya.

“Jam 8 saya berangkat ke Pekanbaru mengantarkan jenazah almarhum. Sesampainya di sana kami disambut sangat baik, PWI di sana sangat dihargai dan dihormati, mulai dari Pemprov Riau, pejabat daerah hingga tetangga almarhum,” ujar Akhmad Munir, Jumat (24/4/).

Ia menegaskan bahwa penghormatan tersebut merupakan cerminan dari jasa besar almarhum, baik bagi daerah maupun bagi masyarakat.

“Bentuk penghormatan ini juga karena jasa almarhum kepada daerah dan atas jasa beliau juga membesarkan PWI. Beliau sangat total dalam organisasi PWI, termasuk saat PWI bersatu kembali,” lanjutnya.

Pernyataan ini disampaikan Akhmad Munir dalam acara takziah dan doa bersama yang digelar PWI Pusat untuk memperingati tujuh hari wafatnya almarhum Zulmansyah Sekedang.

Acara dilaksanakan di Kantor PWI Pusat Lantai 4, Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat, (24/4) pukul 14.00 WIB.

Diiikuti oleh pengurus PWI Pusat, PWI Provinsi, PWI Kabupaten/Kota, dan anggota PWI di seluruh Indonesia secara hybrid.

Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka mendalam dari keluarga besar PWI atas sosok yang dikenal memiliki dedikasi tinggi, loyalitas kuat, serta komitmen besar dalam memajukan organisasi dan dunia jurnalistik nasional.

Suasana haru turut disampaikan oleh Wakil Ketua Departemen Hankam Bidang Polri Musrifah, yang mendampingi almarhum di saat-saat terakhir.

“Saya orang yang mendampingi di detik-detik serangan jantung itu,” ujarnya.

Dengan penuh emosi, ia memberikan kesaksian mendalam tentang sosok almarhum.

“Dari banyak teman dan kawan, inilah orang paling baik yang pernah saya kenal. Saya bersaksi dunia dan akhirat beliau orang yang baik,” ungkapnya.

Ketua Umum PWI Pusat juga mengajak seluruh jajaran untuk terus mendoakan almarhum.

“Kami mengajak seluruh pengurus PWI Pusat untuk hadir dan bersama-sama mendoakan almarhum Zulmansyah Sekedang. Semoga segala pengabdian beliau menjadi amal jariyah dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Akhmad Munir.

Semangat yang ia tanamkan, ketulusan yang ia tunjukkan, serta jejak pengabdiannya akan terus hidup dalam setiap langkah organisasi ini menjadi pengingat bahwa kerja-kerja sunyi yang dilakukan dengan hati, pada akhirnya akan menemukan maknanya di hadapan manusia dan Tuhan. (*)