HEADLINE
Menteri PU Instruksikan Jalur Lembah Anai Fungsional 24 Jam Selama Libur Lebaran    
Rabu, Januari 28, 2026

On Rabu, Januari 28, 2026

Menteri PU Instruksikan Jalur Lembah Anai Fungsional 24 Jam Selama Libur Lebaran
Menteri PU RI, Dody Hanggodo menginstruksikan agar pengerjaan ruas jalan Lembah Anai dikebut, agar dapat difungsikan selama 24 jam. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo menginstruksikan agar pengerjaan ruas jalan Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar dikebut, agar dapat difungsikan selama 24 jam pada masa libur Idulfitri tahun ini.

Jalur tersebut merupakan jalan nasional yang menjadi akses utama penghubung Kota Padang dengan Kota Bukittinggi dan wilayah Sumatera Barat (Sumbar) bagian utara. Saat ini, pada jalur tersebut masih diberlakukan sistem buka-tutup, karena perbaikannya masih dalam proses pasca terdampak bencana pada akhir November tahun lalu. “Saya minta ruas ini, yang sudah fungsional, bisa dibuka 24 jam penuh pada H-7 sampai H+7 Lebaran. Tidak seperti sekarang yang hanya dibuka beberapa jam,” tegas Menteri PU, Dody Hanggodo saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi perbaikan jalan Lembah Anai, Rabu (28/1/2026).

Ia juga menekankan agar selama masa libur Lebaran nanti, seluruh alat berat dikeluarkan dari badan jalan. Sehingga arus lalu lintas dapat berjalan lancar dan aman bagi masyarakat. “Semua alat berat harus keluar dari lokasi dan jalur bisa difungsikan 24 jam penuh,” tambahnya.

Menteri PU menyampaikan perbaikan permanen jalur Lembah Anai ditargetkan rampung pada Juli 2026. Khusus masa libur Lebaran, ia menyebut, fungsionalnya akan optimalkan untuk menunjang kelancaran lalu lintas, setelah itu baru pengerjaan akan di maksimakan kembali.

Merespon instruksi tersebut, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan langkah cepat Kementerian PU dalam memastikan kelancaran konektivitas strategis di Sumatera Barat, khususnya menjelang arus mudik dan balik Lebaran. “Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung langkah Menteri PU agar jalur Lembah Anai dapat difungsikan 24 jam selama libur Lebaran. Ini penting untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung aktivitas ekonomi daerah,” ujar Mahyeldi.

Gubernur menegaskan, Pemprov Sumbar akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PU dan seluruh pihak terkait untuk memastikan kesiapan jalur tersebut, baik dari aspek teknis maupun keselamatan pengguna jalan. “Kami berharap upaya ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas, sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun infrastruktur yang andal dan berkelanjutan di Sumatera Barat,” tambahnya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Andre Rosiade, Bupati Agam Benny Warlis, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi beserta jajaran, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Naryo Widodo beserta jajaran, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto. (adpsb/nov/bud)

Penanganan Ruas Jalan Malalak, Menteri PU Siapkan Jembatan Permanen dan Sabo Dam    
Rabu, Januari 28, 2026

On Rabu, Januari 28, 2026

Penanganan Ruas Jalan Malalak, Menteri PU Siapkan Jembatan Permanen dan Sabo Dam
Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo meninjau langsung ruas jalan Malalak–Bukittinggi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (28/1/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo meninjau langsung ruas jalan Malalak–Bukittinggi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (28/1/2026). Ruas tersebut sebelumnya, terdampak bencana hidrometeorologi dan mengalami kerusakan yang cukup parah.

Dalam kunjungan tersebut, Dody memastikan pihaknya tengah menyiapkan pembangunan jembatan permanen, sembari menuntaskan pemasangan jembatan sementara untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan arus logistik.

“Selain jembatan sementara armco dan bailey, kami juga menyiapkan desain pembangunan jembatan permanen,” ujar Dody di lokasi peninjauan.

Menurut Dody, penyusunan desain jembatan permanen menjadi tahapan penting karena kondisi geografis jalur Malalak yang curam dan terjal, serta melintasi kawasan hutan lindung dan konservasi sehingga memerlukan penyesuaian desain  dan perizinan lintas kementerian.

Selain itu, Kementerian PU juga mengkaji pembangunan sabo dam untuk menahan aliran air dari kawasan pegunungan yang bermuara ke kilometer 74, titik yang sempat terputus akibat banjir bandang pada 26 November 2025. Kajian tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir bandang di masa mendatang.

Guna penanganan ruas jalan tersebut, Kementerian PU menyiapkan anggaran sebesar Rp667 miliar yang akan dialokasikan pada tahun anggaran 2026–2027. Semuanya untuk pemulihan dan perbaikan Jalan Malalak.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, yang turut mendampingi Menteri dalam peninjauan tersebut, menyambut baik komitmen Pemerintah Pusat dalam pemulihan infrastruktur strategis di Sumbar. Ia berharap, semua rencana tersebut dapat direalisasikan Pemerintah Pusat dalam waktu dekat agar konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali normal.

“Jalan Malalak ini sangat vital bagi konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kami berharap penanganan dilakukan tidak hanya cepat, tetapi juga berorientasi pada keamanan dan mitigasi bencana ke depan,” kata Mahyeldi.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Andre Rosiade, Bupati Agam Benny Warlis, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Kepala BWS Sumatera V Naryo Widodo, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto
dan jajaran terkait lainnya. (adpsb/nov/bud)

Wako Fadly Amran Mengikuti Rapat Secara Virtual Bersama KLH/BPLH    
Rabu, Januari 28, 2026

On Rabu, Januari 28, 2026

Wako Fadly Amran Mengikuti Rapat Secara Virtual Bersama KLH/BPLH
Wali Kota Padang Fadly Amran mengikuti rapat secara virtual bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Selasa (28/1/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran mengikuti rapat secara virtual bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia, dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (28/1/2026).

Rapat ini membahas kerjasama Pemerintah Kota Padang dan Jerman terkait rencana revitalisasi Sungai Batang Arau sebagai bagian dari pengembangan kawasan kota tua, serta pengadaan angkutan massal Bus Trans Padang berbasis baterai.

Fadly Amran memaparkan bahwa berdasarkan rekomendasi strategis dari GIZ Jerman, revitalisasi Sungai Batang Arau dapat dilakukan melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpusat dengan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR).

Teknologi MBBR dikenal efisien dalam mengolah air limbah dengan memanfaatkan media plastik khusus (carrier) sebagai tempat tumbuh kembang bakteri pengurai polutan. Sistem perpipaan air limbah nantinya dirancang terpisah sepenuhnya dari jaringan drainase air hujan. “Fasilitas ini dirancang untuk melayani sekitar 99.000 jiwa dengan kurang lebih 8.000 sambungan rumah. Teknologi MBBR dinilai mampu mengolah limbah domestik secara efektif dan ramah lingkungan,” ujar Fadly Amran. 

Selain itu turut dibahas agenda pengurangan emisi dan penguatan transportasi publik, dengan Pemerintah Kota Padang mengajukan pengadaan Bus Trans Padang berbasis baterai atau listrik.

Berdasarkan kajian GIS CINA, kebutuhan ideal armada Bus Trans Padang mencapai 32 unit untuk Koridor 1 dan 17 unit untuk Koridor 2. Hingga tahun 2026, Pemerintah Kota Padang telah mengoperasikan 20 unit bus di Koridor 1 dan 12 unit di Koridor 2, sehingga masih terdapat kekurangan sebanyak 17 unit bus. “Pengadaan bus listrik ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan, menekan biaya operasional jangka panjang, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta menurunkan emisi karbon di sektor transportasi,” jelasnya.

Fadly Amran berharap, proyek revitalisasi Sungai Batang Arau dan pengadaan bus listrik dapat terwujud, dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Padang, baik dari aspek kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun efisiensi transportasi. “Sesuai dengan visi pembangunan Kota Padang, kita ingin menjadikan Padang sebagai kota pintar dan kota sehat. Oleh sebab itu, kami mengharapkan dukungan dari Pemerintah Pusat untuk bersama-sama mewujudkan proyek ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH RI Ary Sudijanto mendukung penuh upaya ini. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Hildesheim, Jerman, sejak tahun 1988. "Kami berharap proyek revitalisasi Sungai Batang Arau dan pengadaan Bus Trans Padang  berbasis baterai dapat terwujud dan mampu memperkuat kualitas lingkungan hidup sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kota Padang,” pungkasnya. (*)

Kota Sawah Lunto Terima Penghargaan UHC Awards 2026 Kategori Utama    
Rabu, Januari 28, 2026

On Rabu, Januari 28, 2026

Kota Sawah Sawah Lunto Terima Penghargaan UHC Awards 2026 Kategori Utama
Kota Sawahlunto menjadi satu-satunya Kota di Sumatera Barat yang mendapatkan penghargaan UHC Tahun 2026 Kategori Utama. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 31 Pemerintah Provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota menerima penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026.

Penghargaan ini merupakan apresiasi yang diberikan BPJS Kesehatan kepada kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam memberikan perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program JKN, Selasa (27/1/2026).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok : Hj. Neri Eka Putri, S.Farm, Apt, MM, AAK menyampaikan 4 dari 6 Kabupaten/Kota wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Solok, yaitu Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok.  Solok Selatan, dan Kabupaten Dharmasraya menjadi Kab/Kota Penerima penghargaan Universal Helath Coverage (UHC) Tahun 2026.

Untuk itu, Kota Sawahlunto menjadi satu-satunya Kota di Sumatera Barat yang mendapatkan penghargaan UHC Tahun 2026 Kategori Utama. Selanjutnya Kota Solok, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten. Solok Selatan mendapatkan Penghargaan kategori Madya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok menyampaikan “Hal ini merupakan bukti nyata terjalinnya kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Sawahlunto dan BPJS Kesehatan. Ke depan, kami berharap sinergi ini dapat terus terjaga secara konsisten dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kota Sawahlunto.

Kota Sawahlunto menjadi satu-satunya Kota di Sumatera Barat yang mendapatkan penghargaan UHC Tahun 2026 Kategori Utama. Kategori Utama memiliki Cakupan Kepesertaan minimal 99%, dengan Tingkat Keaktifan masyarakatnya minimal 95%.

Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan UHC Award 2026 menjadi bukti komitmen dan konsistensi Pemerintah Kota Sawahlunto dalam kepastian Jaminan Kesehatan bagi masyarakat Kota Sawahlunto.

" Tentu kita berharap dengan keterjaminan ini, pelayanan dan kepuasan masyarakat dalam hal kesehatan akan terus meningkat kedepannya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektoral dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan. Menurutnya, Program JKN menjadi instrumen negara dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang adil dan merata.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah.

"Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Capaian tersebut sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029," tegas Ghufron.

Peran kepala daerah memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan tersebut, khususnya dalam mendorong penduduk untuk terdaftar dan memastikan keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah. Menurut Ghufron, ketika kepala daerah memiliki komitmen yang kuat, maka perlindungan kesehatan masyarakat dapat diwujudkan secara lebih merata.

“Sejalan dengan agenda pembangunan Global Sustainable Development Goals Tahun 2030, Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai salah satu indikator utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program JKN yang menjadi indikator pencapaian target SDGs 3.8, dengan tujuan mencakup seluruh penduduk pada tahun 2030,” terang Ghufron.

Capaian UHC tidak hanya berdampak pada meningkatnya akses layanan kesehatan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kesejahteraan sosial. Ghufron menambahkan, berdasarkan penelitian LPEM FEB UI pada tahun 2025, daerah yang telah mencapai UHC memiliki tingkat kesakitan yang lebih rendah, akses pelayanan yang lebih baik, serta penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga.

"Di sisi lain, peningkatan cakupan kepesertaan juga mendorong meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan. Saat ini, rata-rata kunjungan peserta Program JKN ke fasilitas kesehatan telah mencapai dua juta kunjungan per hari, mencerminkan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan," tambah Ghufron.

Untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga, BPJS Kesehatan terus memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan, mendorong penguatan layanan primer, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan JKN. Ghufron menjelaskan bahwa kini BPJS Kesehatan telah mengembangkan kanal layanan non tatap muka, seperti melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) melalui nomor 08118165165, serta Care Center 165.

"Peserta JKN juga dapat memanfaatkan antrean online saat hendak mengakses layanan di fasilitas kesehatan, kapan pun dan di mana pun. Bahkan ada juga fitur i-Care JKN, yang dapat melihat riwayat pelayanan peserta JKN di fasilitas kesehatan dalam kurun waktu satu tahun, yang memudahkan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan cepat dan tepat," kata Ghufron.

Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen tersebut, UHC Awards Tahun 2026 diberikan kepada kepala daerah dalam kategori Utama, Madya, dan Pratama. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi daerah lainnya untuk mempercepat perluasan perlindungan kesehatan bagi masyarakat melalui Program JKN.

“Capaian ini bukanlah akhir, melainkan fondasi awal dalam menjaga keberlanjutan Program JKN sebagai gotong royong bersama seluruh anak bangsa. Dengan sinergi yang terus diperkuat, perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia dapat terus terjaga secara berkesinambungan,” ucap Ghufron.

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menurutnya, kehadiran Program JKN memastikan masyarakat tidak jatuh miskin hanya karena sakit, sekaligus menjadi ikhtiar negara agar seluruh rakyat dapat mengakses layanan kesehatan.

“Kesehatan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan bangsa. Dengan masyarakat yang sehat, akan tercipta masyarakat yang makmur, sejahtera, dan Target pemerintah untuk terus memperluas cakupan kepesertaan Program JKN hingga mencapai 99 persen penduduk pada tahun 2029. 

Ia menekankan bahwa keberlanjutan kepesertaan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya pemerintah daerah.
“Tidak boleh ada pemerintah daerah yang jumlah peserta JKN-nya justru menurun. Selain perluasan cakupan, pemerintah agar mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan agar manfaat Program JKN dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” tegas Cak Imin.

Ia menambahkan, pemberian UHC Awards Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi pemicu bagi daerah yang belum mencapai UHC," tutupnya.( BO)

Wako Fadly Amran Sampaikan Apresiasi Atas Kritik Anggota DPRD Kota Padang terkait Penanganan Kekeringan di Beberapa Wilayah    
Rabu, Januari 28, 2026

On Rabu, Januari 28, 2026

Wako Fadly Amran Sampaikan Apresiasi Atas Kritik Anggota DPRD Kota Padang terkait Penanganan Kekeringan di Beberapa Wilayah
Wako Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas kritik Anggota DPRD Kota Padang terkait penanganan kekeringan di beberapa wilayah Kota Padang. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas kritik Anggota DPRD Kota Padang terkait penanganan kekeringan di beberapa wilayah Kota Padang. 

Menurutnya, kritik dan masukan tersebut sebagai bentuk kolaborasi pemerintahan Kota Padang dalam penanganan pasca bencana.

Tetapi menurut Fadly Amran, akan sangat lebih baik jika kritikan tersebut berdasarkan data yang valid dan sesuai dengan fakta di lapangan

“Lebih kurang 5 hari yang lalu, kita Pemko Padang menginisiasi rapat dengan BPBPK, dan Pemprov Sumbar untuk memetakan masalah kekeringan di beberapa wilayah Kota Padang. Hari ini Alhamdulillah Daerah Irigasi (DI) Lubuk Minturun yang merupakan kewenangan Kota Padang sudah teraliri air. Kemarin bagian kanan DI Koto Tuo juga sudah teraliri air,” beber Fadly Amran, Rabu (28/1/26). 

Lebih lanjut disampaikan Fadly Amran, Pemko Padang juga sudah memetakan titik-titik kekeringan di Kota Padang, dan sudah menindaklanjuti dengan surat permohonan dukungan kepada Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK). 

“Kita sudah mengajukan ke BPBPK, titik lokasi kekeringan yang membutuhkan penanganan segera. Lebih kurang ada 264 titik, by name by address. Sampai ini terealisasi, Pemko Padang bersama stakeholder terkait juga terus melakukan dropping air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Sampai hari ini lebih kurang 27-28 juta kubik air bersih sudah disalurkan,” tambah Fadly Amran lagi. 

Terakhir Fadly Amran juga mengatakan, Pemko Padang dan semua pihak fokus bekerja dengan intensitas tinggi untuk mengatasi setiap permasalahan yang dialami masyarakat, khususnya pasca bencana hidrometeorologi. 

“Kami yakin semua pihak bekerja all out. Baik itu anggota DPR RI, kementerian melalui balai, Pemprov, universitas, Ormas, relawan. Tetapi tentu ada pembagian kewenangan dan Tupoksi sesuai peraturan yang berlaku. Namun yang terpenting kita semua memiliki semangat yang sama, yaitu semangat untuk segera pulih dari dampak bencana,” pungkasnya. (*)

Kenneth Trevi Angkat Kisah Pribadi Lewat Rilis Lagu Dyslexia Man dan Film “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita”    
Rabu, Januari 28, 2026

On Rabu, Januari 28, 2026

Kenneth Trevi Angkat Kisah Pribadi Lewat Rilis Lagu Dyslexia Man dan Film “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita”
Kenneth Trevi rilis lagu Dyslexia Man dan film Aku Kamu dan Suatu Hari Kita. (Dok. Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kenneth Trevi membuka tahun 2026 melalui perilisan lagu berjudul Dyslexia Man, sebuah karya musik yang lahir dari pengalaman hidup pribadi sebagai penyandang disleksia. Pada momen yang bersamaan, Kenneth Trevi juga membintangi film dalam kemasan YouTube Series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita”, sebuah serial reflektif yang mengangkat perjalanan hidup, perjuangan, serta proses tumbuh seorang anak dengan cara belajar berbeda.

Kenneth Trevi kepada awak media pada Rabu (28/1/2026) mengatakan lagu Dyslexia Man dan film “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” sama-sama mengangkat kisah nyata Kenneth Trevi sebagai anak disleksia yang harus menghadapi tantangan akademik, sosial, dan emosional sejak usia dini. Kedua karya tersebut diproduksi oleh label Senada Digital Records bersama TemanHebat Records, sebagai bentuk komitmen menghadirkan hiburan yang memiliki nilai empati, edukasi, dan dampak sosial.

Melalui lagu Dyslexia Man, Kenneth Trevi menyuarakan realitas kehidupan anak disleksia yang sering disalahpahami oleh lingkungan sekitar. Lagu tersebut menggambarkan proses belajar yang lebih lambat, kebutuhan akan pengulangan, serta pencarian metode belajar yang sesuai, tanpa menghilangkan keyakinan bahwa setiap individu memiliki kemampuan dan potensi. Musik menjadi medium utama Kenneth Trevi untuk menyampaikan pesan keberanian, penerimaan diri, dan perjuangan tanpa henti.

Film Aku Kamu dan Suatu Hari Kita menghadirkan kisah perjalanan hidup Kenneth Trevi dari sudut pandang yang intim dan jujur. Serial tersebut diperankan langsung oleh Kenneth Trevi bersama sang ibu, Moms Yuly, yang merepresentasikan peran orang tua sebagai sosok pendamping tanpa syarat dalam proses tumbuh seorang anak disleksia. Cerita berkembang melalui dinamika hubungan ibu dan anak yang penuh kasih, pengorbanan, serta kepercayaan.

Bagi Kenneth Trevi, kehadiran seorang ibu yang selalu mendampingi menjadi fondasi utama pembentukan karakter dan mental hingga saat sekarang. Sosok tersebut tidak pernah meninggalkan, terus menggenggam, dan berjuang menemukan versi terbaik dari seorang anak yang kerap dianggap berbeda. Pengalaman tersebut mengajarkan nilai keteguhan, keberanian untuk bangkit, serta keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.

Proses belajar akting untuk memerankan perjalanan hidup pribadi menjadi pengalaman emosional tersendiri bagi Kenneth Trevi. Peran tersebut bukan dimaknai sebagai pengulangan luka, melainkan perayaan atas perjuangan panjang yang membentuk pribadi kuat dan percaya diri. Momen paling menyentuh hadir saat melihat sang ibu memerankan kesedihan, yang membuka kesadaran bahwa perjuangan disleksia juga menjadi perjalanan emosional bagi seorang orang tua.

Melalui karya musik dan serial visual, Kenneth Trevi berupaya meluruskan kesalahpahaman masyarakat mengenai disleksia. Disleksia bukan sekadar kesulitan membaca atau menulis, melainkan kondisi kompleks yang membutuhkan waktu, metode belajar berbeda, serta dukungan lingkungan yang tepat. Harapan besar tertuju pada lahirnya pemahaman bahwa anak disleksia memiliki potensi untuk berkembang sesuai ritme masing-masing.

Moms Yuly mengungkapkan perjalanan panjang mengenali kondisi Kenneth Trevi sejak usia balita melalui berbagai proses terapi dan pemeriksaan tumbuh kembang. Diagnosis sebagai anak dengan disleksia berat sekaligus gifted menjadi fase emosional yang penuh kebingungan, kesedihan, dan rasa bersalah. Seiring waktu, proses penerimaan berjalan beriringan dengan penemuan kekuatan Kenneth Trevi pada bidang musik.

Tekanan sosial dan sistem pendidikan yang belum ramah terhadap anak dengan kebutuhan belajar berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Moms Yuly memilih untuk memilah suara lingkungan, menurunkan ekspektasi, serta membangun jejaring dukungan dengan komunitas yang memiliki pengalaman serupa. Peran orang tua menjadi jembatan penting antara anak dan dunia pendidikan agar proses belajar tetap aman dan membangun rasa percaya diri.

Melalui film Aku Kamu dan Suatu Hari Kita, Moms Yuly ingin menyampaikan pesan bahwa pendampingan anak disleksia berangkat dari kehadiran dan kesediaan untuk bertumbuh bersama. Anak dengan kebutuhan belajar berbeda bukan individu yang kurang, melainkan pribadi yang membutuhkan ruang, waktu, dan kepercayaan. Orang tua diharapkan mampu menemani tanpa paksaan, sekaligus memberi kesempatan bagi anak untuk menemukan kekuatan diri.

Rulli Aryanto selaku produser Kenneth Trevi dan pemilik label Senada Digital Records dan salah seorang pemilik TemanHebat Records menjelaskan alasan dukungan terhadap proyek musik dan serial visual tersebut. Musik dan visual storytelling dipandang sebagai kombinasi efektif dalam menjangkau pasar hiburan sekaligus membangun kesadaran sosial. Selain memperluas pemahaman masyarakat mengenai disleksia, proyek tersebut juga menjadi sarana pembelajaran seni peran bagi seorang penyanyi.

Dari sudut pandang industri kreatif, musik dan film memiliki dampak jangka panjang terhadap cara berpikir dan empati publik. Karya dengan pesan positif berpotensi menjadi medium kebaikan yang hidup bersama penikmatnya. Harapan besar diarahkan pada tumbuhnya kesadaran bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak untuk bermimpi, berkarya, serta mengekspresikan potensi melalui musik dan film.

Video musik lagu Dyslexia Man yang dinyanyikan oleh Kenneth Trevi telah tersedia di berbagai platform musik digital dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube resminya, https://youtu.be/UdDimcYyaSc?si=1bCJN6wLZUEkm9Bn. Karya tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian narasi perjuangan, keberanian, dan harapan yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas. (*)

Pewarta: Muhammad Fadhli

Gubernur Mahyeldi Sambut Kunjungan Kerja Menteri PU Ke Sumbar, Penanganan Sejumlah Infrastruktur Strategis Menjadi Prioritas    
Rabu, Januari 28, 2026

On Rabu, Januari 28, 2026

Gubernur Mahyeldi Sambut Kunjungan Kerja Menteri PU Ke Sumbar, Penanganan Sejumlah Infrastruktur Strategis Menjadi Prioritas
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyambut kedatangan Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyambut kedatangan Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo di VIP Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (28/1/2026).

Gubernur mengatakan kunjungan Menteri PU ke Sumbar, dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 28-30 Januari. Selama di Sumbar, Menteri PU akan meninjau langsung sejumlah insfrastruktur strategis daerah yang membutuhkan penanganan segera. Baik yang terdampak bencana, maupun proyek-proyek infrastruktur yang sebelumnya telah diusulkan Pemerintah Daerah untuk dibangun menggunakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Gubernur Mahyeldi meyakini, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat penanganan infrastruktur vital di Sumatera Barat, khususnya yang berkaitan langsung dengan konektivitas dan pergerakan ekonomi masyarakat. "InsyaAllah selama di Sumbar Menteri PU akan meninjau ruas jalan terdampak bencana seperti di Malalak dan Lembah Anai. Selain itu, beliau juga akan meninjau ruas jalan Payakumbuh -Sitangkai dan Pasar Payakumbuh. Jadi tidak hanya yang terdampak bencana tapi juga yang telah kita usulkan sebelumnya," ungkap Gubernur Mahyeldi.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan seluruh infrastruktur yang rusak akibat bencana akan dibangun kembali oleh Pemerintah Pusat dengan prinsip build back better, yakni dibangun lebih baik dan lebih aman dibandingkan kondisi sebelumnya. “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, pemerintah pusat harus hadir secara cepat. Infrastruktur yang terdampak bencana tidak hanya diperbaiki, tetapi dibangun dengan mutu yang lebih baik dari sebelumnya,” tegas Menteri PU

Selain penanganan pascabencana, Menteri PU juga menyampaikan rencana peningkatan kualitas sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi di Sumbar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran arus logistik dan distribusi pangan antarwilayah.

Untuk mendukung hal tersebut, Menteri PU telah menginstruksikan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) agar segera melakukan survei lapangan di beberapa titik prioritas. “Kunjungan saya kali ini salah satunya untuk memastikan rencana peningkatan infrastruktur tersebut benar-benar berjalan sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya.

Dalam penyambutan tersebut, turut hadir Anggota DPR RI Andre Rosiade, Bupati Padang Pariaman John Kenedi Aziz, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi beserta jajaran, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Naryo Widodo beserta jajaran, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto.
(adpsb/nov/bud)