HEADLINE
Gunung Anak Krakatau Waspada! Presiden Imbau Warga Jakarta, Banten, dan Lampung Tetap Tenang Namun Siaga​    
Senin, September 07, 2026

On Senin, September 07, 2026

Gunung Anak Krakatau Waspada! Presiden Imbau Warga Jakarta, Banten, dan Lampung Tetap Tenang Namun Siaga  ​
Imbauan itu dilayangkan melalui akun instagtam resmi @presidenrebulikindonesia, kemaren. (Foto: IG). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden Republik Indonesia menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. 

Pemerintah mengimbau warga, khususnya yang bermukim di wilayah terdampak, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi segala kemungkinan dampak erupsi. Imbauan itu dilayangkan melalui akun instagtam resmi @presidenrebulikindonesia, kemaren. 

Dalam pernyataan resminya, Presiden secara khusus menyoroti masyarakat yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, serta daerah-daerah sekitar kawasan Selat Sunda. Warga diminta untuk selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan serta mematuhi batas aman dan zona bahaya yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

Pemerintah juga melarang keras warga maupun wisatawan untuk mendekati area Gunung Anak Krakatau dalam radius berbahaya. Langkah ini diambil demi memastikan keselamatan warga dari potensi bahaya langsung erupsi, seperti lontaran material pijar maupun ancaman gelombang tinggi di perairan sekitar Selat Sunda.

Presiden menegaskan bahwa dirinya telah memantau perkembangan aktivitas vulkanik ini sejak awal dan terus menerima laporan secara berkala dari instansi terkait. Seluruh jajaran lintas kementerian dan lembaga, mulai dari BNPB, BMKG, TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, hingga Pemerintah Daerah, telah diperintahkan untuk bersiaga penuh di lapangan.

Bagi masyarakat yang berada di kawasan terdampak sebaran abu vulkanik, Presiden mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan. Warga diimbau untuk mengenakan masker atau alat pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan di luar apabila konsentrasi abu vulkanik terpantau mulai pekat.

Presiden menegaskan bahwa keselamatan seluruh rakyat Indonesia adalah prioritas utama pemerintah. Evaluasi kondisi dan pengambilan keputusan akan terus dilakukan secara dinamis sesuai perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi.

Mengakhiri imbauannya, Presiden mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memanjatkan doa bersama agar diberi keselamatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Diharapkan dengan sinergi antara kesiapsiagaan pemerintah dan kepatuhan masyarakat, dampak dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat diminimalisasi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Vasko Ruseimy Dipercaya Jadi Waketum PB IPSI, Bawa Silek Minang ke Level Nasional    
Senin, September 07, 2026

On Senin, September 07, 2026

Vasko Ruseimy Dipercaya Jadi Waketum PB IPSI, Bawa Silek Minang ke Level Nasional
Kepengurusan baru PB IPSI dipimpin Menteri Luar Negeri RI, Sugiono sebagai Ketua Umum, menggantikan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya memimpin organisasi tersebut selama lebih dari dua dekade. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy mendapat amanah baru di tingkat nasional setelah dilantik sebagai Wakil Ketua Umum V Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030.

Pelantikan kepengurusan PB IPSI periode 2026–2030 tersebut berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Kepengurusan baru PB IPSI dipimpin Menteri Luar Negeri RI, Sugiono sebagai Ketua Umum, menggantikan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya memimpin organisasi tersebut selama lebih dari dua dekade.

Masuknya Vasko dalam jajaran pimpinan inti PB IPSI semakin memperluas perannya dalam pengembangan pencak silat Indonesia. Sebelumnya, Vasko juga dipercaya memimpin IPSI Sumbar periode 2025–2029, dengan salah satu fokus utama mendorong penguatan silek tradisi Minangkabau di lingkungan pendidikan.

Menurut Vasko, amanah di tingkat nasional tersebut harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat pencak silat Indonesia dari akar rumput. Ia meyakini pembinaan pesilat tidak boleh hanya dimulai ketika seorang anak sudah menjadi atlet, tetapi harus dibangun sejak berada di lingkungan sekolah.

“Bagi saya, silat itu bukan hanya soal bagaimana kita bertarung atau menjadi juara. Silat mengajarkan disiplin, keberanian, etika, rasa hormat, dan yang tidak kalah penting adalah mengenal jati diri dan budaya kita,” ucap Wagub Vasko.

Karena itu, Vasko menyambut baik gagasan PB IPSI untuk memperkuat pencak silat dalam dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah merupakan ruang strategis untuk memperkenalkan pencak silat kepada generasi muda sekaligus membangun karakter dan kepribadian mereka sejak usia dini.

Gagasan tersebut sejalan dengan langkah yang telah didorong Vasko di Sumbar melalui penguatan silek tradisi Minang sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu bahan yang dibawa ke tingkat nasional untuk memperkuat pembinaan pencak silat secara lebih luas.

“Kalau kita ingin pencak silat menjadi olahraga dunia, maka pembinaannya harus dimulai dari bawah. Anak-anak harus dikenalkan sejak dini, kemudian dibina melalui kompetisi yang berjenjang, sehingga dari sekolah kita bisa menemukan bibit-bibit terbaik untuk menjadi atlet nasional,” ujarnya.

Vasko menilai Sumbar memiliki modal budaya yang kuat untuk berkontribusi dalam agenda tersebut. Tradisi silek yang hidup di tengah masyarakat Minangkabau, menurutnya, bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber nilai yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan dalam pembinaan generasi muda dan olahraga prestasi.

Karena itu, Vasko berharap keterlibatannya di PB IPSI dapat menjadi jembatan bagi penguatan pengalaman dan potensi Sumbar dalam ekosistem pencak silat nasional. Ia ingin tradisi silek Minang tetap terjaga nilai dan identitasnya, sekaligus mampu berkembang mengikuti kebutuhan pembinaan olahraga modern.

Lebih jauh, Vasko melihat penguatan pencak silat di tingkat nasional harus diarahkan pada target yang lebih besar, yakni menjadikan pencak silat sebagai olahraga yang semakin dikenal dan diterima di panggung internasional. Cita-cita membawa pencak silat menuju Olimpiade, menurutnya, harus dijawab dengan pembinaan yang serius, terukur, dan berkelanjutan.

“Kalau kita punya cita-cita pencak silat masuk Olimpiade, jangan hanya bicara di level atas. Kita harus benahi dari bawah. Sekolah diperkuat, pembinaan atlet diperkuat, kompetisi diperbanyak dan dibuat berjenjang. Dari situlah prestasi nasional dan internasional akan lahir,” tegasnya.

Dengan amanah baru tersebut, Vasko menyatakan siap memberikan kontribusi bersama seluruh jajaran PB IPSI untuk memperkuat pencak silat Indonesia, baik sebagai olahraga prestasi maupun sebagai bagian penting dari identitas dan karakter bangsa.

“Ini bukan sekadar soal jabatan. Ini tentang bagaimana kita bersama-sama memastikan pencak silat punya masa depan yang lebih besar. Dari gelanggang di kampung-kampung, masuk ke sekolah, melahirkan atlet berprestasi, kemudian kita bawa sampai ke panggung dunia,” pungkas Vasko. (adpsb/fky/bud)

Cinta Rasulullah Bukan Cuma di Bibir: Ini Tiga Pilar Utama Bukti Keimanan Seorang Muslim​    
Senin, September 07, 2026

On Senin, September 07, 2026

Cinta Rasulullah Bukan Cuma di Bibir: Ini Tiga Pilar Utama Bukti Keimanan Seorang Muslim   ​
Kedudukan ketaatan dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi barometer kualitas iman seseorang. (Foto: Int). 

 RASA cinta kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu pilar inti dalam ajaran Islam. 

Namun, cinta tersebut tidak cukup sekadar diucapkan dalam lisan atau dirayakan secara seremonial. Islam mengajarkan bahwa pembuktian cinta yang hakiki diwujudkan melalui ketaatan mutlak kepada Allah, Rasul-Nya, serta pengamalan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem ketaatan dalam Islam telah diatur secara tegas dalam Al-Qur'an. Dalam Surah An-Nisa ayat 59, Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu...” 

Ayat ini menegaskan hirarki kepatuhan, di mana ketaatan kepada Allah dan Rasul berada di posisi teratas sebagai fondasi utama hukum dan pedoman hidup umat Muslim.

Kedudukan ketaatan dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi barometer kualitas iman seseorang. 

Dalam sebuah hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” 

Hadis ini menunjukkan bahwa kecintaan kepada Nabi harus melampaui ikatan emosional terkuat sekalipun yang dimiliki manusia di dunia.

Lantas, bagaimana cara membuktikan rasa cinta yang begitu besar tersebut? Jawabannya terletak pada sejauh mana seorang Muslim bersedia menerapkan dan menghidupkan ajaran atau sunnah Rasulullah SAW dalam kesehariannya.

​Komitmen untuk mengikuti jejak langkah Nabi ini ditegaskan kembali dalam riwayat HR. Tirmidzi. 

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga.”  

Melalui pesan tersebut, menghidupkan sunnah—baik dalam hal ibadah, akhlak, maupun muamalah—bukan lagi sekadar amalan tambahan semata.

Langkah ini adalah manifestasi nyata dari rasa cinta sekaligus janji keselamatan berupa jaminan kebersamaan dengan Rasulullah SAW di akhirat kelak. (*) 

Penulis: Zamri Yahya, SH. I., Pengurus DKP PWI Sumatera Barat. 

Puluhan Tahun Menanti, Pompanisasi Tenaga Surya Kini Alirkan Air ke 400 Hektare Sawah Tanjung Barulak    
Senin, September 07, 2026

On Senin, September 07, 2026

Puluhan Tahun Menanti, Pompanisasi Tenaga Surya Kini Alirkan Air ke 400 Hektare Sawah Tanjung Barulak
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, hadirnya aliran air menjadi jawaban atas penantian masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penantian panjang masyarakat Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar, untuk mendapatkan sumber air yang lebih terjamin bagi lahan pertanian mulai terjawab. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat (Sumbar), pompanisasi irigasi berbasis tenaga surya kini mulai mengalirkan air ke lahan persawahan masyarakat.

Program bertajuk “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” tersebut diresmikan pada Minggu (6/9/2026), sekaligus menjadi bagian dari program PLN Peduli dalam menyambut dan menyemarakkan Hari Jadi Sumbar ke-81. Sistem pompanisasi memanfaatkan sumber air Batang Manganan yang dipompa menggunakan energi surya untuk kemudian dialirkan menuju lahan pertanian di Tanjung Barulak.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, hadirnya aliran air menjadi jawaban atas penantian masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, masyarakat kini memiliki peluang meningkatkan produktivitas pertanian dan intensitas tanam yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan.

“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab. Dengan telah mengalirnya air sampai ke Tanjung Barulak dan dinikmati masyarakat, padi pun sudah mulai tumbuh. Mudah-mudahan yang selama ini sekali setahun bisa menjadi tiga kali tanam,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, ketersediaan air bukan hanya menyangkut kebutuhan pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah memungkinkan program tersebut terwujud, mulai dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Nagari, masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Andalas, PLN, Bank Nagari, PT Semen Padang, dan berbagai unsur lainnya.

“Ini adalah buah daripada persatuan, kekompakan, kerja sama dan sinergi. Ketika kita kompak dan bersatu, insyaallah tidak ada yang berat,” katanya.

Gubernur juga meminta masyarakat bersama-sama menjaga dan memelihara fasilitas pompanisasi beserta jaringan pipanya. Dengan jaringan yang memiliki panjang sekitar empat kilometer, infrastruktur tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan air dapat terus mengalir dan memberikan manfaat bagi lahan pertanian masyarakat.

Ia menekankan, keberlanjutan program tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, tetapi harus diikuti dengan kesadaran bersama untuk merawat dan mengelolanya. Setiap persoalan yang muncul juga diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat.

“Bulek aia dek pembuluh, bulek kato dek mupakat. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dimanfaatkan dan apa yang akan dilakukan, mari dimusyawarahkan bersama,” pesan Mahyeldi.

Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas rencana pengembangan bak penampungan air untuk mengoptimalkan distribusi dan pemanfaatan air. Gubernur mendorong agar rencana tersebut dikaji dan dirancang secara bersama dengan melibatkan Pemprov Sumbar, Bank Nagari, PT Semen Padang, serta pihak terkait lainnya.

Mahyeldi berharap, kehadiran infrastruktur pertanian tersebut diikuti dengan pengembangan fasilitas pendukung kehidupan masyarakat, termasuk musala dan ruang aktivitas bagi anak-anak. Menurutnya, pembangunan harus memberikan dampak yang lebih luas dan dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

“Dengan adanya air ini, mudah-mudahan akan ada pengembangan-pengembangan lain yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Nikmat yang sudah ada ini harus kita syukuri dengan cara menjaga, memelihara dan merawatnya dengan sebaik-baiknya,” tutur Mahyeldi.

Ia berharap pompanisasi berbasis tenaga surya tersebut menjadi titik awal bagi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat Tanjung Barulak. Dengan kolaborasi dan semangat gotong royong yang terus dipelihara, fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi bagian dari upaya Sumatera Barat memperkuat ketahanan pangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanah Datar, Abdul Rahman Hadi menjelaskan sistem pompanisasi tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 400 hektare persawahan masyarakat Tanjung Barulak. Bahkan, dengan pengembangan lebih lanjut, jangkauan layanan air berpotensi diperluas ke nagari-nagari yang berbatasan dengan Tanjung Barulak.

Ia menyebutkan, Nagari Tanjung Barulak dihuni sekitar 1.700 kepala keluarga atau sekitar 5.000 jiwa. Selama ini, sebagian besar aktivitas pertanian masyarakat masih mengandalkan sistem tadah hujan. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk dalam pelaksanaan program bajak sawah gratis karena lahan yang kekurangan air cenderung lebih sulit diolah.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Sumbar, Ririn Rachma Wardini mengatakan pompanisasi tersebut merupakan hasil kolaborasi PLN, Universitas Andalas, dan berbagai pemangku kepentingan. Fakultas Teknik Unand sebelumnya telah mengembangkan prototipe pompanisasi berbasis tenaga surya yang kemudian dikembangkan agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui dukungan TJSL PLN.

Menurut Ririn, pemanfaatan energi bersih untuk mendukung sektor pertanian tersebut diharapkan dapat direplikasi di daerah lain di Sumatera Barat. Selain membantu memastikan ketersediaan air, inovasi tersebut juga membuka peluang peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan di tingkat nagari.

“Kami berharap air yang hari ini mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, harapan baru dan semangat baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Turut hadir Kepala BIN Daerah Sumatera Barat Ahad Dailimi, Sekda Tanah Datar Abdul Rahman Hadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumbar Rifda Suriani, Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto, GM PLN UID Sumbar Ririn Rachma Wardini beserta jajaran, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, perwakilan PT Semen Padang Nurwan, perwakilan Fakultas Teknik Universitas Andalas Dendi Adi Saputra, Forkopimda dan Forkopimca, Wali Nagari dan KAN Tanjung Barulak, kelompok tani Saiyo, serta tokoh masyarakat, alim ulama, ninik mamak, cadiak pandai, dan bundo kanduang. (adpsb/rmz/bud)

Unik! Wakil Ketua DPRD Padang Mastilizal Aye Gelar Reses di Lapangan Sepak Bola    
Senin, September 07, 2026

On Senin, September 07, 2026

Unik! Wakil Ketua DPRD Padang Mastilizal Aye Gelar Reses di Lapangan Sepak Bola
Kegiatan reses tersebut dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar, Padang, pada Minggu (6/9/2026). (Foto: BIM). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, S.H., menggelar reses masa sidang I tahun 2026 dengan konsep yang terbilang unik.

Jika biasanya agenda penyaringan aspirasi dilakukan di ruang pertemuan atau aula kantor camat, legislator ini justru memilih turun langsung ke lapangan hijau untuk menemui warga.

Kegiatan reses tersebut dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar, Padang, pada Minggu (6/9/2026). 

Langkah ini sengaja diambil untuk menjangkau serta mendengarkan secara langsung aspirasi dari para pelaku dan insan sepak bola di Kota Padang.

Puluhan pemangku kepentingan olahraga tampak memadati area kegiatan. Kehadiran peserta didominasi oleh para pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB), atlet, pelatih, official, hingga kelompok masyarakat pecinta olahraga si kulit bundar tersebut.

Mastilizal Aye menegaskan bahwa memilih lokasi di luar ruangan merupakan langkah agar interaksi terasa lebih tepat sasaran.

Menurutnya, masalah sepak bola harus ditinjau langsung di tempat ekosistem itu tumbuh dan berkembang.

“Reses ini memang tugas kita sebagai anggota DPRD untuk menjemput aspirasi masyarakat. Tapi saya sengaja datang ke lapangan, karena sepak bola ya tempatnya di lapangan. Kita ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan SSB, pelatih, atlet, dan insan sepak bola,” ujar Mastilizal Aye.

Ia menyoroti bahwa Kota Padang sejatinya tidak pernah kehabisan talenta muda potensial. Banyak anak-anak daerah yang memiliki bakat alami, namun pengembangannya kerap terhambat akibat minimnya fasilitas pendukung serta tidak tersedianya ajang kompetisi yang rutin dan terstruktur.

Oleh karena itu, Aye mendorong agar SSB di Padang tidak sekadar dijadikan tempat pengisi waktu luang bagi anak-anak pada sore hari. 

SSB harus didorong menjadi bagian utama dari sistem pembinaan atlet profesional yang berjenjang, terukur, dan berkelanjutan.

“Kita punya banyak anak-anak berbakat. Jangan sampai bakat mereka berhenti hanya karena tidak ada fasilitas, tidak ada kompetisi, atau pembinaannya tidak berkelanjutan. Anak-anak ini adalah aset Kota Padang yang harus kita siapkan sejak usia dini,” tegasnya.

Selain melahirkan atlet berprestasi, pembinaan olahraga yang masif juga dinilai efektif sebagai benteng pencegahan kenakalan remaja.

Semakin banyak anak muda yang disibukkan dengan kegiatan positif di lapangan, semakin kecil pula risiko mereka terjerumus ke dalam perilaku negatif.

Di akhir penyampaiannya, politisi senior ini mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi membenahi ekosistem olahraga di daerah.

Upaya memajukan sepak bola Padang menurutnya butuh sinergi erat antara pemerintah daerah, DPRD, PSSI, pengurus klub, peran orang tua, hingga dukungan dari dunia usaha. (BIM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Jelang MTQ Nasional di Semarang, Gubernur Mahyeldi Beri Penguatan Kafilah Sumbar    
Senin, September 07, 2026

On Senin, September 07, 2026

Jelang MTQ Nasional di Semarang, Gubernur Mahyeldi Beri Penguatan Kafilah Sumbar
Gubernur Mahyeldi saat menerima audiensi dan silaturahmi keluarga besar Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumbar. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memberikan penguatan kepada Dewan Hakim, pelatih, dan kafilah Sumbar yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional di Semarang, Jawa Tengah. Ia berpesan agar seluruh anggota kafilah memaksimalkan persiapan, menjaga kekompakan, serta menjadikan keikutsertaan pada ajang nasional tersebut sebagai bagian dari ikhtiar mengharumkan nama Sumbar.

Pesan itu disampaikan Gubernur Mahyeldi saat menerima audiensi dan silaturahmi keluarga besar Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumbar bersama Dewan Hakim dan para pelatih di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (6/9/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran LPTQ dan kafilah untuk memohon doa, restu, serta arahan Gubernur sebelum bertolak ke Semarang.

Menurut Mahyeldi, keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kesungguhan, kedisiplinan, kekompakan, dan keikhlasan dalam menjalani setiap proses. Karena itu, ia meminta seluruh kafilah dan pendamping memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mematangkan persiapan sekaligus menjaga kondisi fisik dan mental.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Jaga kekompakan, disiplin, dan niatkan seluruh perjuangan ini sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk mengharumkan nama Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga mengingatkan bahwa keikutsertaan Sumbar dalam MTQ Nasional tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membumikan nilai-nilainya dalam kehidupan masyarakat.

“Prestasi tentu kita harapkan. Tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan. Karena itu, tampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjaga akhlak dan semangat kebersamaan,” katanya.

Gubernur Mahyeldi mengajak seluruh masyarakat Sumbar untuk memberikan dukungan dan doa bagi perjuangan kafilah. Ia berharap semangat dan doa masyarakat menjadi kekuatan tambahan bagi para peserta dalam membawa nama Sumbar di tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Provinsi Sumbar, Prof. Ikhwan Matondang melaporkan bahwa persiapan kafilah telah dilakukan melalui dua kali pemusatan latihan (TC). Dari rencana awal tiga kali TC, pelaksanaan TC kedua dan ketiga kemudian digabungkan sebagai bagian dari penyesuaian dengan kondisi anggaran dan kebijakan efisiensi.

“Walaupun TC kita cukup minim, ini tidak mengurangi semangat para pelatih dan kafilah untuk berjuang mencapai yang terbaik. Kita satukan semangat, insyaallah bisa meraih prestasi,” ujar Prof. Ikhwan.

Ia menjelaskan, pembinaan terhadap kafilah tidak berhenti pada TC formal. Para pelatih tetap melakukan pendampingan dan pembinaan secara mandiri di tempat masing-masing, termasuk menjaga rutinitas latihan bersama para peserta. Menurutnya, semangat tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional.

“Secara formal memang hanya dua kali TC, tetapi dalam kenyataannya kita minta semangat fi sabilillah, lillahi ta’ala, untuk membina anggota di bawahnya masing-masing secara mandiri,” katanya.

Optimisme LPTQ juga diperkuat oleh capaian kafilah Sumbar pada MTQ Korpri Nasional yang baru saja berhasil mempertahankan predikat juara umum untuk ketiga kalinya. Prestasi tersebut diharapkan menjadi energi positif sekaligus motivasi bagi kafilah MTQ Nasional untuk kembali memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional.

Selain kesiapan kafilah, LPTQ Sumbar juga melaporkan bahwa lima orang dari Sumbar terpilih menjadi Dewan Hakim MTQ Nasional. Mereka adalah Prof. Ulfatmi dan Rita Gamasari pada cabang Syarhil Qur’an, Ade pada cabang Khat Al-Qur’an, serta Ihsan Nuzula dan Suwardi.

LPTQ Sumbar merencanakan kafilah bertolak menuju Semarang pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Menjelang keberangkatan, seluruh unsur yang terlibat akan terus memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mematangkan persiapan serta memastikan peserta berada dalam kondisi terbaik.

Prof. Ikhwan berharap seluruh ikhtiar yang telah dilakukan mendapat ridha dan pertolongan Allah SWT, sehingga kafilah Sumbar mampu mencapai target yang telah ditetapkan dan kembali membawa prestasi terbaik untuk Ranah Minang. (adpsb/rmz/bud)

Kualitas Udara Menurun Akibat Kabut Asap, Pemko Padang Terbitkan Surat Edaran Mitigasi Kesehatan​    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Kualitas Udara Menurun Akibat Kabut Asap, Pemko Padang Terbitkan Surat Edaran Mitigasi Kesehatan  ​
Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang Nomor: 400.7.11/8/DKK-PDG/2026 tentang Mitigasi Kabut Asap Terhadap Kesehatan. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang menerbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang Nomor: 400.7.11/8/DKK-PDG/2026 tentang Mitigasi Kabut Asap Terhadap Kesehatan.

Langkah cepat ini diambil menyusul adanya penurunan kualitas udara di wilayah Kota Padang dalam beberapa hari terakhir yang dipicu oleh kabut asap hasil kebakaran lahan di sekitar wilayah tersebut serta dipengaruhi oleh faktor cuaca.

​Surat Edaran yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada tanggal 4 September 2026 ini ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, Kepala Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, Camat, Lurah, hingga seluruh lapisan masyarakat.

Melalui instruksi ini, Wali Kota mengimbau masyarakat untuk secara disiplin dan berkesinambungan menjalankan langkah-langkah pencegahan guna meminimalisir dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan.

Dalam poin pertama penanganan, Pemko Padang meminta warga untuk membatasi serta mengatur aktivitas di luar ruangan. 

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis diimbau agar sedapat mungkin tetap beraktivitas di dalam rumah. 

Selain itu, pihak sekolah dan tempat kerja diminta mempertimbangkan pengurangan kegiatan luar ruangan apabila indeks kualitas udara sudah masuk dalam kategori tidak sehat.

Masyarakat juga diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dengan benar saat terpaksa harus keluar rumah.

Disarankan untuk menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus (PM2.5) seperti N95, KN95, atau masker bedah. 

Pemko juga mengingatkan agar masker menutup rapat hidung dan mulut tanpa celah serta diganti secara berkala apabila sudah lembap, kotor, atau rusak.

Poin berikutnya menyoroti pentingnya menjaga kualitas udara di dalam lingkungan tempat tinggal. 

Warga diminta menutup pintu dan jendela saat kualitas udara di luar buruk, mematikan/membersihkan filter pembersih udara (air purifier) jika ada, serta menghindari aktivitas yang dapat merusak kualitas udara dalam rumah seperti merokok atau membakar sampah di lingkungan sekitar. 

Kebersihan rumah juga dianjurkan dijaga menggunakan lap basah guna mengurangi debu yang menempel.

​Guna menjaga daya tahan tubuh dari dalam, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan dan mencegah dehidrasi. 

Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin C dan antioksidan—seperti jeruk, jambu biji, pepaya, bayam, dan brokoli—serta istirahat yang cukup selama 7 hingga 8 jam per hari sangat disarankan agar sistem imun tetap optimal.

Pemerintah Kota Padang mengimbau warga untuk terus mengenali gejala gangguan kesehatan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, mata perih/berair, iritasi tenggorokan, hingga pusing. 

Warga yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.

Khusus bagi penderita asma, PPOK, dan penyakit jantung, diwajibkan selalu membawa obat-obatan pribadi seperti inhaler saat bepergian.

Sebagai langkah penutup, Wali Kota Padang meminta seluruh masyarakat untuk memantau informasi kualitas udara secara berkala melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Air Quality Index (AQI) lewat aplikasi resmi seperti IQAir, aplikasi BMKG, atau kanal informasi resmi lainnya sebelum memutuskan beraktivitas di luar rumah. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU