HEADLINE
Minang Geopark Run Diikuti 5.000 Peserta, Sumbar Manfaatkan Event Olahraga untuk Promosi Wisata    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Minang Geopark Run Diikuti 5.000 Peserta, Sumbar Manfaatkan Event Olahraga untuk Promosi Wisata
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Minang Geopark Run ke-7 di pelataran Jam Gadang, depan Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Minggu (1/11/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kehadiran sekitar 5.000 peserta Minang Geopark Run ke-7 Tahun 2026 menjadi momentum bagi Sumatera Barat (Sumbar) untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan kulinernya kepada masyarakat dari berbagai daerah. Ajang olahraga tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai sarana promosi pariwisata sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh peserta yang datang dari berbagai wilayah untuk tidak hanya mengikuti kegiatan Minang Geopark Run , tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat potensi wisata dan kuliner di Sumbar.

Ajakan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Minang Geopark Run ke-7 di pelataran Jam Gadang, depan Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.000 peserta, tidak hanya dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar, tetapi juga dari provinsi tetangga seperti Riau, Sumatera Utara, dan Jambi. Turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya.

Menurut Mahyeldi, kegiatan olahraga yang menghadirkan peserta lintas daerah seperti Minang Geopark Run memiliki nilai lebih karena sekaligus menjadi ruang promosi potensi daerah. Para peserta dapat mengenal langsung keindahan alam, kekayaan budaya, serta berbagai keunikan yang dimiliki Sumbar.

“Manfaatkan kesempatan berada di Sumatera Barat ini untuk menikmati keindahan alamnya, mencicipi kuliner khas Minangkabau, mengenal budayanya, dan mengunjungi berbagai destinasi wisata yang kita miliki. Sumbar punya banyak potensi yang patut untuk dijelajahi,” ajak Mahyeldi.

Ia menjelaskan, pengembangan geopark di berbagai daerah Indonesia menunjukkan besarnya kekayaan geologi, alam, dan budaya yang dimiliki Nusantara. Sumbar menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi tersebut dan perlu terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan kreatif yang mampu menarik kunjungan masyarakat.

Mahyeldi berharap Minang Geopark Run dapat terus diselenggarakan dengan menghadirkan inovasi dan pengalaman baru setiap tahunnya. Selain meningkatkan daya tarik kegiatan, pembaruan tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan destinasi wisata Sumbar kepada para peserta.

“Semoga pada tahun 2027 mendatang, Minang Geopark Run ke-8 dapat kembali diselenggarakan dengan lebih meriah, menghadirkan hal-hal baru, destinasi baru, serta kawasan-kawasan baru yang dapat diperkenalkan kepada para peserta,” harapnya.

Pemprov Sumbar menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya memperluas promosi pariwisata melalui kegiatan berbasis olahraga. Semakin banyak peserta yang datang, semakin besar pula kesempatan bagi berbagai potensi daerah, termasuk kuliner, akomodasi, transportasi, dan produk ekonomi kreatif, untuk dikenal dan dimanfaatkan.

Melalui Minang Geopark Run, Sumbar tidak hanya menawarkan pengalaman berolahraga, tetapi juga mengajak masyarakat luas untuk datang, menjelajahi, dan merasakan langsung kekayaan alam serta budaya Ranah Minang. (adpsb/rmz/bud)

Pendaftaran WateRun 2026 Ditutup Hari Ini! Tembus 1.300 Peserta, Hadiah Motor Menanti di Pantai Padang    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Pendaftaran WateRun 2026 Ditutup Hari Ini! Tembus 1.300 Peserta, Hadiah Motor Menanti di Pantai Padang
Hingga saat ini, jumlah peserta yang mendaftar sudah menembus lebih dari 1.300 orang. Masyarakat yang ingin ambil bagian masih memiliki kesempatan terakhir sebelum pendaftaran resmi ditutup hari ini. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kesempatan mengikuti WateRun Perumda Air Minum Kota Padang 2026 tinggal menghitung jam. Minggu (1/11/2026) menjadi hari terakhir pendaftaran ajang lari yang telah menarik perhatian masyarakat tersebut. Hingga saat ini, jumlah peserta yang mendaftar sudah menembus lebih dari 1.300 orang. Masyarakat yang ingin ambil bagian masih memiliki kesempatan terakhir sebelum pendaftaran resmi ditutup hari ini.

Mengusung tema “Run for Better Health, Water for Better Life”, WateRun 2026 bukan sekadar kegiatan olahraga biasa. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Perumda Air Minum Kota Padang sekaligus momentum mengajak masyarakat membudayakan pola hidup sehat melalui aktivitas olahraga.

Kepala Sekretariat Perusahaan Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan WateRun 2026 diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan Padang sebagai kota sehat. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara perusahaan daerah dengan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan.

"WateRun 2026 kami selenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu program Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Sehat. Kegiatan ini menggabungkan semangat hidup sehat sekaligus memperkuat hubungan antara Perumda Air Minum Kota Padang dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan," ungkap Adhie.

WateRun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 Desember 2026, dengan pusat kegiatan di sepanjang Jalan Samudera, kawasan Pantai Padang. Peserta akan mengikuti kategori lari sejauh 5,2 kilometer. Jarak tersebut sengaja dipilih untuk merepresentasikan usia Perumda Air Minum Kota Padang yang memasuki 52 tahun pada 2026.

Rute lomba dimulai dari kawasan Pantai Purus, Cimpago, menuju Hotel My All pada kilometer 1,2. Selanjutnya, peserta melewati Simpang Tambut pada kilometer 2,5 yang menjadi lokasi water station, kemudian menuju Simpang Hang Tuah pada kilometer 3,2 sebelum kembali ke Pantai Purus, Cimpago sebagai titik finis. Rute ini menawarkan pengalaman berlari di kawasan pesisir yang menjadi salah satu daya tarik Kota Padang.

Tak hanya menawarkan pengalaman olahraga, panitia juga menyiapkan ratusan hadiah menarik bagi peserta. Mulai dari sepeda motor, sepeda, perangkat elektronik rumah tangga, voucher belanja hingga berbagai hadiah lainnya. Pesertanya terbuka untuk berbagai kalangan, dengan target lebih dari 1.500 orang dari Kota Padang, kabupaten dan kota di Sumatera Barat, hingga berbagai daerah di Indonesia.

Adhie berharap WateRun dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat citra Kota Padang sebagai kota sehat, aktif, dan menarik untuk dikunjungi. Karena itu, ia mengajak masyarakat agar tidak melewatkan kesempatan terakhir pendaftaran. "Kami berharap kegiatan ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang memperkuat citra Kota Padang sebagai kota yang sehat, aktif, dan menarik untuk dikunjungi. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan kesempatan pada hari terakhir pendaftaran ini untuk ikut serta dan meramaikan WateRun 2026," katanya.

Pendaftaran yang telah dibuka sejak 4 September 2026 resmi berakhir pada Minggu, 1 November 2026. Masyarakat dapat mendaftar melalui pemindaian kode QR pada poster resmi WateRun 2026 atau mengakses laman Eztix.id. Dengan jumlah pendaftar yang sudah melampaui 1.300 orang dan target lebih dari 1.500 peserta, hari terakhir ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung dalam kemeriahan WateRun Perumda Air Minum Kota Padang 2026. Jangan sampai terlambat, karena kesempatan mendaftar hanya sampai hari ini! (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Mahyeldi Ajak ASN Teladani Integritas dan Semangat Pengabdian Tokoh Minangkabau    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Gubernur Mahyeldi Ajak ASN Teladani Integritas dan Semangat Pengabdian Tokoh Minangkabau
Kegiatan Subuh Mubarak ASN Pemprov Sumbar yang mengangkat tema “Menapak Jejak, Menyulam Teladan: Masa Muda Tokoh-Tokoh Minangkabau” di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (1/11/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk meneladani semangat pengabdian, integritas, dan karakter para Pahlawan Nasional asal Minangkabau.

Menurut Mahyeldi, para tokoh Minangkabau terdahulu mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara meskipun berada dalam situasi yang penuh keterbatasan. Semangat tersebut semestinya menjadi inspirasi bagi ASN masa kini untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan dalam menghasilkan kinerja dan prestasi.

“Karakter dan integritas para tokoh terdahulu perlu kita tiru dan hadirkan kembali. Setiap keterbatasan harus dimaknai sebagai tantangan sekaligus peluang untuk melahirkan inovasi,” tegas Mahyeldi.

Pesan tersebut disampaikannya saat kegiatan Subuh Mubarak ASN Pemprov Sumbar yang mengangkat tema “Menapak Jejak, Menyulam Teladan: Masa Muda Tokoh-Tokoh Minangkabau” di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (1/11/2026).

Mahyeldi juga mengingatkan ASN agar senantiasa menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK serta falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya diterapkan dalam pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Jadikan nilai-nilai tersebut sebagai karakter kita, baik sebagai ASN maupun sebagai masyarakat Minangkabau,” ajaknya.

Pada kesempatan itu, Mahyeldi turut menyampaikan apresiasi kepada ASN yang memasuki masa purna bakti pada tahun 2026 atas dedikasi dan pengabdian mereka selama menjalankan tugas pemerintahan. Ia berharap seluruh kontribusi yang telah diberikan menjadi bagian dari amal pengabdian bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Sementara kepada ASN yang masih aktif, Mahyeldi berpesan agar terus menjaga semangat kerja, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan kinerja terbaik dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

Melalui kegiatan Subuh Mubarak ini, diharapkan keteladanan tokoh-tokoh Minangkabau dapat terus menginspirasi ASN Pemprov Sumbar untuk memperkuat integritas, mengembangkan kapasitas diri, dan menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (adpsb/rmz/bud)

Maigus Nasir Ajak IDI Perkuat Kolaborasi, BPJS Gratis Rp65 Miliar dan Dokter Warga Jadi Andalan Padang    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Maigus Nasir Ajak IDI Perkuat Kolaborasi, BPJS Gratis Rp65 Miliar dan Dokter Warga Jadi Andalan Padang
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Malam Keakraban Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Padang 2026 di The ZHM Premiere Hotel, Sabtu (31/10/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kolaborasi pemerintah dan kalangan dokter menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Pesan itu mengemuka saat Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Malam Keakraban Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Padang 2026 di The ZHM Premiere Hotel, Sabtu (31/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Maigus mengajak IDI memperkuat sinergi untuk mewujudkan masyarakat Padang yang sehat dan sejahtera.

Mengusung tema “Semangat Lintas Generasi: IDI Mengayomi, Rumah Kita Bersama”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-76 IDI. Bukan sekadar ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkuat solidaritas profesi dokter sekaligus membangun komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan di Kota Padang.

Maigus Nasir menegaskan, dokter memiliki peran strategis yang tidak terbatas pada pelayanan medis. Kalangan dokter juga merupakan mitra penting pemerintah dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat, mulai dari stunting, tuberkulosis (TBC), hingga berbagai tantangan kesehatan lainnya. Karena itu, ia berharap IDI terus memberikan masukan konstruktif kepada Pemerintah Kota Padang agar kebijakan kesehatan semakin tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Komitmen tersebut, menurut Maigus, diwujudkan melalui prioritas pembangunan kesehatan dalam visi kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang, yakni menjadikan Padang sebagai kota pintar dan sehat berlandaskan agama dan budaya menuju kota maju dan sejahtera. Salah satu langkah konkretnya adalah penyediaan layanan BPJS Kesehatan gratis dengan dukungan anggaran APBD sekitar Rp65 miliar setiap tahun untuk pelayanan di rumah sakit. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan tanpa terbebani persoalan biaya.

Tak hanya itu, Pemko Padang juga menghadirkan program Dokter Warga sebagai solusi bagi masyarakat yang kesulitan mengakses rumah sakit atau tidak memiliki pendamping ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Melalui layanan tersebut, warga cukup menghubungi Call Center 112 untuk mendapatkan bantuan dokter. Program ini diharapkan memperpendek jarak antara masyarakat dan layanan medis, terutama bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.

“Sejak awal kepemimpinan, kami bersama Pak Wali Kota berkomitmen memastikan seluruh masyarakat Padang mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima. Sebab, masyarakat yang sehat merupakan modal utama untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan kesejahteraan,” ujar Maigus. Ia juga mengapresiasi dedikasi para dokter yang tetap menjalankan pengabdian di tengah tingginya tuntutan profesi dan tanggung jawab kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sumatera Barat, Roni Eka Sahputra, menyebutkan organisasi IDI memiliki sekitar 4.000 anggota di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar, dengan sekitar 2.800 dokter berada di Kota Padang. Besarnya kekuatan tersebut harus menjadi modal untuk membangun organisasi yang solid, saling mengayomi, serta menghormati senior dan membimbing generasi muda. Menurutnya, IDI harus menjadi rumah bersama yang nyaman bagi seluruh anggotanya sekaligus wadah pengabdian bagi masyarakat.

Ketua IDI Cabang Padang, Muhammad Riendra, menjelaskan PIT IDI Cabang Padang 2026 merupakan kegiatan perdana yang dirancang menjadi agenda tahunan. Rangkaian kegiatan mencakup simposium, seminar, workshop Ultrasonografi (USG) bidang kebidanan dan kandungan, lomba konten kreator, serta pemberian apresiasi kepada dokter senior dalam lima bidang, yakni pendidikan, kemanusiaan, kebencanaan, pelayanan, dan birokrasi. Kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dokter dalam komunikasi dengan pasien, pemahaman hukum kesehatan, serta keterampilan penggunaan USG di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Malam keakraban tersebut turut dihadiri Ketua IDI Wilayah Sumbar Roni Eka Sahputra, Ketua IDI Cabang Padang Muhammad Riendra, Ketua Pelaksana PIT IDI Cabang Padang 2026 Adhika Rahfli, jajaran pengurus IDI, para dokter, serta undangan lainnya. Melalui PIT perdana ini, IDI Cabang Padang tidak hanya memperkuat silaturahmi lintas generasi, tetapi juga mempersiapkan regenerasi kepengurusan pada 2027. Sinergi yang semakin kuat antara dokter dan pemerintah diharapkan menjadi kekuatan nyata dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, merata, dan mudah dijangkau masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Mahyeldi: Batu Akik Bukan Sekadar Perhiasan, tetapi Warisan Budaya Minangkabau    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Gubernur Mahyeldi: Batu Akik Bukan Sekadar Perhiasan, tetapi Warisan Budaya Minangkabau
Mahyeldi saat membuka Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur bertajuk Kearifan Lokal Tanah Minang di Food Court Rajo Corner, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendukung pengangkatan kembali tradisi batu akik sebagai bagian dari khazanah seni dan budaya Minangkabau yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat.

Menurutnya, warisan budaya tersebut perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman, terutama di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur bertajuk Kearifan Lokal Tanah Minang di Food Court Rajo Corner, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026).

Ia mengapresiasi Gamestone Minang Saiyo dan panitia penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan untuk menghidupkan kembali perhatian masyarakat terhadap tradisi batu akik Minangkabau.

Mahyeldi menjelaskan, bagi masyarakat Minangkabau, batu cincin bukan sekadar perhiasan, tetapi memiliki makna yang berkaitan dengan kedewasaan, kebesaran, dan cita rasa seni. Proses pemilihan batu, pengolahan, hingga pembuatan ikek atau cincin dengan beragam bentuk dan ukiran mencerminkan kehalusan seni serta filosofi yang diwariskan oleh orang-orang terdahulu.

“Keindahannya tidak hanya secara visual, namun ada makna yang terkandung di dalamnya,” ungkap Mahyeldi.

Karena itu, ia berharap pameran dan kontes batu akik dapat menjadi ruang untuk mengenalkan kembali nilai-nilai budaya Minangkabau sekaligus mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa geliat batu akik yang pernah berkembang luas pada 2014–2015 merupakan bagian dari sejarah ketertarikan masyarakat terhadap kekayaan batu alam Nusantara. Melalui kegiatan ini, Mahyeldi berharap perhatian terhadap tradisi lokal kembali tumbuh, tidak hanya sebagai hobi dan koleksi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kegiatan Pameran dan Kontes Batu Akik, Ilham Agung Saputra menyampaikan bahwa kontes kali ini mempertandingkan 185 kelas dengan peserta dari berbagai daerah di Sumbar, antara lain Payakumbuh, Agam, Padang, Pasaman, Pesisir Selatan, dan Pariaman. Pesertanya tidak hanya berasal dari Sumbar tapi juga ada dari luar daerah, di antaranya dari Riau, Jambi, dan Pulau Jawa.

Melalui penyelenggaraan Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur ini, diharapkan tradisi batu akik Minangkabau semakin dikenal luas dan terus berkembang sebagai kekayaan budaya yang memiliki nilai seni, sejarah, serta filosofi yang patut dijaga dan diwariskan lintas generasi. (adpsb/rmz/bud)

Sedekah yang Dibalas Berlipat Ganda: Rahasia Rezeki Lapang dalam Al-Qur’an, Hadis, dan Nasihat Ulama    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Allah SWT memberikan sebuah janji luar biasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 245. (Fotdok: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM - Allah SWT memberikan sebuah janji luar biasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 245. Dia mengajak manusia memberikan pinjaman yang baik kepada-Nya (qardhan hasanan), yang balasannya akan dilipatgandakan berkali-kali. Padahal, Allah Mahakaya dan tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya. Lantas, mengapa Allah menggunakan istilah pinjaman? Inilah salah satu pesan mendalam tentang keikhlasan, kepedulian sosial, dan rahasia keberkahan rezeki.

Pinjaman kepada Allah bukan berarti Allah membutuhkan harta manusia. Maksudnya adalah menginfakkan sebagian rezeki di jalan yang diridai-Nya, membantu orang miskin, menyantuni anak yatim, menolong mereka yang kesulitan, serta mendukung kebaikan. Harta yang dikeluarkan dengan ikhlas tidak hilang begitu saja. Ia menjadi amal yang dicatat Allah dan dijanjikan balasan berlipat ganda. Pesan ini sekaligus mengingatkan bahwa ukuran kekayaan bukan semata-mata berapa banyak yang tersimpan, tetapi seberapa besar manfaat yang diberikan kepada sesama.

Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan sedekah. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Pesan ini sangat kuat karena manusia sering kali takut kehilangan kekayaan ketika harus berbagi. Padahal, sedekah tidak selalu membuat seseorang langsung memperoleh tambahan uang secara kasatmata. Allah dapat memberikan balasan dalam bentuk keberkahan, perlindungan, ketenangan hati, kemudahan urusan, serta pahala di akhirat. Dengan demikian, jangan sampai ketakutan menjadi miskin membuat seseorang kehilangan kesempatan berbuat baik.

Dalam hadis qudsi riwayat Bukhari dan Muslim, Allah berfirman, “Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberi nafkah kepadamu.” Hadis ini mempertegas hubungan antara kemurahan hati dan kepercayaan kepada Allah. Orang beriman tidak seharusnya menjadikan harta sebagai sesuatu yang dipertuhankan. Harta adalah titipan sekaligus ujian. Ketika Allah melapangkan rezeki, ada hak orang lain yang perlu diperhatikan. Ketika rezeki terasa sempit, kesabaran dan ikhtiar tetap harus dijaga tanpa kehilangan keyakinan kepada kemurahan-Nya.

Nasihat yang dinisbatkan kepada Imam Ali bin Abi Thalib juga mengingatkan manusia agar tidak terperdaya oleh harta yang dikumpulkan. Dalam berbagai petuah hikmah yang dinisbatkan kepada beliau, terdapat pesan bahwa harta yang dikeluarkan untuk kebaikan akan menjadi bekal, sedangkan harta yang hanya ditumpuk dapat menjadi beban pertanggungjawaban. Maknanya, kekayaan sejati bukan sekadar kemampuan membeli apa saja, melainkan kemampuan menggunakan nikmat Allah untuk menolong, membangun kemaslahatan, dan meninggalkan manfaat yang terus dikenang.

Ibnu Taimiyah dalam pemikiran keagamaannya juga menekankan pentingnya menghambakan diri kepada Allah, bukan kepada dunia. Kecintaan berlebihan terhadap harta dapat memperbudak hati apabila mengalahkan ketaatan dan kepedulian kepada sesama. Harta pada dasarnya merupakan sarana untuk mendukung ibadah dan kemaslahatan, bukan tujuan akhir kehidupan. Karena itu, seseorang boleh bekerja keras, mencari kekayaan, dan membangun usaha, tetapi jangan sampai kesibukan mengejar dunia membuatnya lupa terhadap kewajiban kepada Allah dan hak sesama manusia.

Hal yang tidak kalah menarik dari Al-Baqarah ayat 245 adalah penutupnya: Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki, dan kepada-Nyalah manusia dikembalikan. Ini merupakan peringatan bahwa kondisi ekonomi seseorang tidak selalu sama sepanjang hidup. Ada masa berkelimpahan dan ada masa kesulitan. Keduanya merupakan ujian. Orang yang diberi kelapangan diuji dengan rasa syukur dan kemurahan hati, sedangkan orang yang mengalami kesempitan diuji dengan kesabaran, ikhtiar, dan keteguhan iman. Tidak seorang pun berhak merendahkan orang miskin atau menyombongkan kekayaan seolah-olah seluruhnya merupakan hasil kekuatannya sendiri.

Ayat ini juga mengajarkan bahwa sedekah harus dilakukan dengan ikhlas, berasal dari harta yang baik, dan diberikan melalui jalan yang benar. Jangan bersedekah demi pujian, pencitraan, atau mengharapkan balasan langsung dari manusia. Jangan pula menjadikan janji pahala sebagai alasan untuk mengabaikan tanggung jawab menafkahi keluarga dan melunasi kewajiban. Islam mengajarkan keseimbangan: bekerja, berusaha, mengelola harta dengan bijak, serta menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu orang lain sesuai kemampuan.

Pada akhirnya, Al-Baqarah ayat 245 mengajukan pertanyaan yang seharusnya menggugah setiap hati: siapa yang bersedia memberikan pinjaman yang baik kepada Allah? Kesempatan itu terbuka bagi siapa saja, bukan hanya orang kaya. Sedekah kecil yang diberikan dengan tulus pun bernilai di sisi-Nya. Jangan menunggu berlimpah untuk mulai berbagi, sebab kita tidak pernah tahu amal mana yang menjadi jalan turunnya rahmat Allah. Harta akan ditinggalkan ketika ajal datang, tetapi kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bekal ketika seluruh manusia kembali kepada-Nya. (*)

Muhidi Perjuangkan Jalan Mulus dan TPQ di Limau Manis Selatan, Warga RW 04 Sampaikan Syukur    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Muhidi Perjuangkan Jalan Mulus dan TPQ di Limau Manis Selatan, Warga RW 04 Sampaikan Syukur
Kebahagiaan itu terlihat dalam syukuran pengaspalan jalan, betonisasi, dan pembangunan TPQ yang digelar Sabtu (31/10/2026). (Fotdok: Djuna). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penantian warga RW 04, Komplek Nuansa Indah Taruko Dodi, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kota Padang, untuk menikmati akses jalan yang lebih baik akhirnya mulai terwujud. Berkat dukungan pembangunan yang diperjuangkan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, jalan lingkungan kini lebih mulus, betonisasi terealisasi, dan pembangunan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) hampir rampung.

Kebahagiaan itu terlihat dalam syukuran pengaspalan jalan, betonisasi, dan pembangunan TPQ yang digelar Sabtu (31/10/2026). Bagi masyarakat, pembangunan tersebut bukan sekadar memperbaiki wajah lingkungan, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata warga yang selama ini menghadapi kondisi jalan rusak, berlubang, dan bergelombang. Perhatian Muhidi bersama anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, menjadi bagian dari upaya merealisasikan aspirasi masyarakat.

Ketua RW 04, Imrizal, menyampaikan apresiasi atas perjuangan Muhidi dan kolaborasi Rafdi. Ia mengungkapkan, sebelumnya sejumlah bagian jalan mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, kondisi jalan berlubang pernah memicu kecelakaan karena pengendara harus menghindari bagian yang rusak. Kini, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan akses yang lebih nyaman.

"Atas nama warga RW 04, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhidi dan Bapak Rafdi. Alhamdulillah, sekarang jalan kami sudah jauh lebih baik dan mulus. Ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Imrizal. Ia merinci, pembangunan yang terealisasi meliputi betonisasi jalan sepanjang 100 meter, pengaspalan sekitar 250 meter, serta pembangunan TPQ yang telah mencapai sekitar 90 persen.

Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menegaskan bahwa pembangunan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari jalan yang mulus atau fasilitas yang berdiri. Kesadaran masyarakat untuk merawat hasil pembangunan serta keterlibatan bersama dalam memajukan lingkungan juga menjadi faktor penting.

Menurut Muhidi, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Jalan beton dan aspal diharapkan dapat menunjang aktivitas warga selama bertahun-tahun apabila dikerjakan sesuai standar dan dirawat dengan baik. Sementara itu, pendidikan dan pembentukan karakter menjadi investasi penting untuk mempersiapkan generasi penerus menghadapi tantangan masa depan.

Muhidi secara khusus mengajak orang tua, guru, dan masyarakat memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak-anak. Menurutnya, generasi muda harus dibekali ilmu pengetahuan, budaya membaca, keterampilan, serta karakter yang baik. Menyongsong Indonesia Emas 2045, anak-anak hari ini harus dipersiapkan agar mampu menjadi generasi yang mandiri dan berkontribusi bagi pembangunan.

"Anak-anak kita inilah yang nantinya akan menggantikan kita. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian, pendidikan, dan bimbingan yang baik. Guru menjadi agen perubahan, sedangkan keluarga juga berperan besar dalam membentuk karakter anak. Jangan pernah lelah mendoakan dan mengarahkan mereka untuk terus belajar," pesan Muhidi.

Tak hanya pendidikan, Muhidi juga mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sementara itu, Lurah Limau Manis Selatan, Batoro Jontro Panggesang, Ketua LPM Abu Nasir, dan Rafdi turut mengapresiasi pembangunan tersebut. Mereka berharap perbaikan jalan di titik lain yang belum tuntas dapat dilanjutkan secara bertahap, termasuk pengembangan pendidikan, pemberdayaan generasi muda, dan potensi wisata setempat. Pesan yang mengemuka dalam syukuran itu jelas: pembangunan harus dijaga bersama, dilanjutkan sesuai kebutuhan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU