HEADLINE
Iran: Kami Akan Kirim PM Israel Netanyahu ke Neraka!    
Jumat, Agustus 28, 2026

On Jumat, Agustus 28, 2026

Iran: Kami Akan Kirim PM Israel Netanyahu ke Neraka!
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, memperingatkan Israel agar tidak memicu kembali perang dengan Iran. (Foto: Int).

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, memperingatkan Israel agar tidak memicu kembali perang dengan Iran. 

Dia menyatakan bahwa Teheran akan mengirim Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ke "neraka" dan konflik di masa mendatang akan berbeda dari rangkaian konflik sebelumnya.

"Kami akan mengirim Netanyahu ke neraka," ujar Rezaei dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Al-Manar asal Lebanon.

"Kami akan membuktikan bahwa kesalahan-kesalahan besar Netanyahu telah mempercepat berakhirnya eksistensi rezim Zionis," imbuh dia.

Rezaei menyatakan bahwa Iran memandang Beirut dan wilayah pinggiran selatannya sebagai "garis merah", serta menyebutkan bahwa Israel tidak lagi mampu bergerak maju ke wilayah tersebut akibat kerugian yang ditimbulkan oleh Hizbullah dan ancaman dari pihak Iran.

Sebaliknya, mantan Kepala Mossad David Barnea mengatakan tidak ada pilihan selain meningkatkan serangan terhadap Iran sampai rezim yang berkuasa saat ini jatuh. Barnea percaya rezim Iran nantinya akan tumbang.

“Menurut penilaian saya, tidak ada pilihan selain meningkatkan tindakan ekonomi, diplomatik, dan operasional terhadap rezim ini sampai rezim tersebut jatuh—dan itu akan terjadi,” kata Barnea dalam pernyataan terbuka pada sebuah upacara penghormatan yang digelar untuknya oleh Pemerintah Kota Yerusalem pada hari Kamis.

Barnea, yang digantikan Roman Gofman sebagai kepala Mossad pada Juni setelah lima tahun menjabat, mengatakan: "Rakyat Iran menginginkan kejatuhan [rezim]. Mereka membutuhkan hal itu [terjadi] agar dapat melihat secercah harapan. Dunia Barat yang tercerahkan juga menginginkannya, dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel, yang kini lebih bertekad dari sebelumnya.”

Mantan bos Mossad itu juga mengatakan bahwa perang melawan Iran selama setahun terakhir telah menunjukkan bahwa jelas bagi seluruh dunia bahwa persoalan Iran bukan hanya masalah Israel.

“Dunia mulai memahami bahwa jika masalah ini tidak diselesaikan, dampaknya akan menjangkau semua orang dan ke mana pun—baik melalui rudal balistik, terorisme, maupun pengembangan senjata nuklir pemusnah massal," paparnya, seperti dikutip dari Times of Israel, Jumat (28/8/2026).

Sekadar diketahui, Mossad adalah badan intelijen Israel untuk operasi asing. Badan mata-mata Zionis ini sebelumnya telah memecat dua pejabat tingginya karena rencana menggulingkan rezim Iran gagal terlaksana. (*)

Peringatan HUT ke-69 SMPN 11 Padang Diwarnai dengan Pengintegrasian Program unggulan Wali Kota Padang    
Jumat, Agustus 28, 2026

On Jumat, Agustus 28, 2026

Peringatan HUT ke-69 SMPN 11 Padang Diwarnai dengan Pengintegrasian Program unggulan Wali Kota Padang
Peringatan HUT ke-69 SMPN 11 Padang diwarnai dengan pengintegrasian program unggulan Wali Kota Padang melalui ajang perlombaan antar-SMP se-Kota Padang. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Peringatan HUT ke-69 SMPN 11 Padang diwarnai dengan pengintegrasian program unggulan Wali Kota Padang melalui ajang perlombaan antar-SMP se-Kota Padang.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat apresiasi penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang sebagai upaya penguatan kualitas pendidikan karakter.

"Kita dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 11 Padang dalam rangka peringatan milad atau ulang tahun yang ke-69," kata Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kota Padang, Junaidi.

Perlombaan yang digelar meliputi lomba Quizizz berbasis agama untuk mendukung program penguatan iman dan takwa (imtak) Wali Kota Padang (Padang Juara), serta lomba poster berbasis Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Partisipasi peserta dari berbagai SMP se-Kota Padang sangat tinggi, tercatat sekitar 200 peserta mengikuti lomba Quizizz berbasis agama dan hampir 100 peserta mengikuti lomba poster SSK.

"Kita tentu berharap SMP Negeri 11 Padang akan semakin bertambah maju, semakin jaya, semakin memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak kita di Kota Padang, terutama untuk jenjang SMP. Dan kita berharap tentu dari SMP Negeri 11 Padang ini nanti akan lahir anak-anak hebat di masa mendatang yang akan membangun Kota Padang," tambahnya.

Pihak Disdikbud Kota Padang berharap penguatan program keagamaan dan karakter ini terus berlanjut agar melahirkan generasi hebat yang siap membangun Kota Padang.

"Di HUT ini kami juga melaksanakan salah satu program unggulan Padang Juara, yaitu mengadakan lomba Quizizz berbasis agama. Kan itu salah satu program Wali Kota kita, yaitu ber-imtak dan beriman. Dan juga melaksanakan lomba poster berbasis SSK," jelas Kepala SMP Negeri 11 Padang, Arna Fera.

Kepala sekolah berharap integrasi program keagamaan dan pendidikan karakter ini mampu menjadikan SMPN 11 Padang sebagai lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

"Harapan ke depannya, tentu semoga SMP 11 Padang itu lebih maju ke depannya. Dan anak-anak itu merasa SMP 11 Padang ini menjadi rumah kedua, sehingga mereka betah belajar menimba ilmu di sini. Dan sekolah kami menjadi sekolah yang aman, nyaman bagi mereka ke depannya, sehingga melahirkan generasi yang berkarakter dan beriman," ujarnya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Agar Dijadikan Momentum Tingkatkan Kualitas Pengabdian dan Pelayanan ke Kasyarakat    
Jumat, Agustus 28, 2026

On Jumat, Agustus 28, 2026

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Agar Dijadikan Momentum Tingkatkan Kualitas Pengabdian dan Pelayanan ke Kasyarakat
Wirid Bulanan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Kota Padang di Masjid Agung Nurul Iman, Jumat, 28 Agustus 2026. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Padang menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Fadly Amran saat menghadiri Wirid Bulanan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Kota Padang di Masjid Agung Nurul Iman, Jumat, 28 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, juga diserahkan hadiah Program Unggulan Smart Surau Triwulan II periode April–Juni kepada 300 anak SD dan 300 anak SMP dengan total hadiah sebesar Rp180 juta. Fadly Amran menyampaikan apresiasi dan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih penghargaan.

Fadly Amran mengatakan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk melakukan introspeksi terhadap pelaksanaan tugas dan kontribusi ASN dalam pembangunan Kota Padang.

“Kita berkeinginan menjadi kota terbersih, kota sehat, dan kota pintar. Jangan sampai Bapak dan Ibu tidak memahaminya, karena inilah sesungguhnya esensi kita bekerja untuk mencapai hal ini selama beberapa tahun ke depan," katanya.

Menurut Fadly Amran, semangat meneladani Rasulullah SAW sangat relevan diterapkan ASN dalam menjalankan tugas. Nilai fathonah, tabligh, siddiq, dan amanah, harus menjadi bagian dari sikap seorang ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap kehadiran Bapak dan Ibu di tengah masyarakat dapat memberikan informasi terkait berbagai pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang. Sehingga, pembangunan yang kita lakukan dapat diketahui dan dampaknya bisa dirasakan masyarakat," akunya.

Ustaz Fathullah dalam tausiyahnya mengajak jamaah meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Ia menekankan, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah.

Ustaz Fathullah juga mengingatkan jamaah untuk memperbanyak ibadah sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW akan mencari umatnya yang mencintai beliau dan senantiasa bersujud kepada Allah SWT di akhirat kelak.

"Begitu besar kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya. Bahkan sampai menjelang akhir hayatnya, yang beliau pikirkan adalah umatnya," ingatnya.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, unsur Forkopimda Kota Padang dan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Padang. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

HUT ke-26 RSUD, RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Seminar Kesehatan dan Hukum Warnai HUT ke-26     
Jumat, Agustus 28, 2026

On Jumat, Agustus 28, 2026

HUT ke-26 RSUD, RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Seminar Kesehatan dan Hukum Warnai HUT ke-26
Seminar Kesehatan dan Hukum serta bakti sosial yang digelar di Aula RSUD dr. Rasidin, Kamis (27/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Memasuki usia ke-26 tahun, RSUD dr. Rasidin Kota Padang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui Seminar Kesehatan dan Hukum serta bakti sosial yang digelar di Aula RSUD dr. Rasidin, Kamis (27/8/2026).

Hadir pada kesempatan itu, Direktur RSUD dr. Rasidin Kota Padang, dr. Lismawati, Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sumbar, Donatus Kono, Koordinator Kejaksaan Tinggi Sumbar, Nursurya, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman Sumbar, Reza Kurniawan, dan Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan BPKP Sumbar, Iwan Heryanto.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 RSUD dr. Rasidin. Seminar diikuti perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), rumah sakit se-Sumatera Barat, rumah sakit se-Kota Padang, puskesmas se-Kota Padang, serta tenaga kesehatan RSUD dr. Rasidin.

Seminar menghadirkan sejumlah unsur terkait, di antaranya Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Barat, serta Ombudsman. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman tenaga kesehatan mengenai aspek hukum sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang profesional dan akuntabel.

Direktur RSUD dr. Rasidin Kota Padang, dr. Lismawati, mengatakan rangkaian HUT ke-26 tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit untuk memperkuat semangat Padang Melayani, baik melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan maupun pelayanan langsung kepada masyarakat.

Selain seminar, RSUD dr. Rasidin juga menggelar bakti sosial dengan menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pemeriksaan ekokardiografi (Eko), ultrasonografi (USG), pemeriksaan kulit, jantung, serta sejumlah layanan kesehatan lainnya.

Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran sejumlah stan di area rumah sakit, termasuk stan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan peringatan HUT rumah sakit yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Lismawati berharap memasuki usia ke-26, RSUD dr. Rasidin semakin berkembang dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Padang dan sekitarnya. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai fasilitas kesehatan yang telah tersedia di rumah sakit tersebut.

“Dalam rangka ulang tahun RSUD ke-26 ini, dalam semangat Padang Melayani, kami mengadakan Seminar Kesehatan dan Hukum yang dihadiri perwakilan dari Kejati Sumbar, Polda Sumbar, BPKP Sumbar, dan Ombudsman," jelasnya.

Ke depan, RSUD dr. Rasidin juga akan menghadirkan inovasi layanan Sahabat Rasidin, yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat. Melalui inovasi tersebut, pasien nantinya dapat dijemput untuk mendapatkan pelayanan, baik di poliklinik maupun untuk kebutuhan rawat inap.

“Harapannya, di ulang tahun ini RSUD dr. Rasidin makin maju, makin bisa melayani masyarakat, dan berbakti untuk negara serta masyarakat Kota Padang dan sekitarnya. Jadi mari berobat ke RSUD dr. Rasidin," tukuknya.

Rangkaian HUT ke-26 ini pun menjadi momentum bagi RSUD dr. Rasidin untuk terus berbenah, meningkatkan mutu layanan, dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Padang Melayani. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Nikah Masal Jilid II, Pemk Padang Apresiasi kepada Jajaran Kemenag dan Asosiasi Penghulu RI    
Jumat, Agustus 28, 2026

On Jumat, Agustus 28, 2026

Nikah Masal Jilid II, Pemk Padang Apresiasi kepada Jajaran Kemenag dan Asosiasi Penghulu RI
Pemerintah Kota Padang bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar kegiatan nikah massal atau nikah bareng. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar kegiatan nikah massal atau nikah bareng. Acara yang telah memasuki tahun kedua pelaksanaan ini diikuti oleh 21 pasangan pengantin dan dipusatkan di Masjid Agung Nurul Iman, Kota Padang, Kamis. 27 Agustus 2026.

Kegiatan khidmat ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 serta Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun.

Hadir pada kesempatan berbahagia itu Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Feri Mulyani Hamid, Kepala Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Provinsi Sumatera Barat, Yosef Chairul, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Yasril, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Padang, Ances Kurniawan dan Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Padang, Sari Rusfa.

Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Feri Mulyani Hamid, hadir mewakili pemerintah kota untuk memberikan sambutan sekaligus apresiasi penuh terhadap sinergi lintas instansi tersebut.

Dalam sambutannya, Feri Mulyani Hamid menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kemenag serta Asosiasi Penghulu Republik Indonesia yang telah mengemas acara ini dengan sangat baik untuk kedua kalinya di Kota Padang.

"Kegiatan yang difasilitasi oleh Kemenag ini tidak saja sebagai akad nikah, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian kita bersama dalam membantu masyarakat membangun keluarga yang sakinah, harmonis, dan penuh keberkahan," ujarnya.

Ia juga merinci bahwa para peserta nikah massal ini telah melewati berbagai tahapan persyaratan administratif dan kesehatan yang ketat. Mulai dari pemenuhan batas usia minimal (18 tahun bagi perempuan dan 21 tahun bagi laki-laki), kepemilikan domisili beridentitas Kota Padang (KTP dan KK), hingga keharusan mengikuti pemeriksaan kesehatan, imunisasi calon pengantin (catin), serta penyuluhan kesehatan di puskesmas setempat.

Sebagai bentuk komitmen Pemko Padang dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, momentum pernikahan ini langsung diintegrasikan dengan pembaruan administrasi kependudukan. 

Selain dokumen kependudukan, pihak BPJS Kesehatan yang turut serta dalam kegiatan ini juga mengingatkan para pengantin baru untuk memastikan keaktifan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mereka guna mengantisipasi kebutuhan pelayanan fasilitas kesehatan secara dini dengan slogan "sehat itu harapan, JKN aktif itu adalah persiapan".

"Dengan beralihnya status mereka sebagai pasangan suami istri, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) akan mengeluarkan Kartu Keluarga (KK) baru dengan status yang sudah berubah, di mana suami dan istri tercatat dalam satu keluarga. Ini adalah bentuk layanan nyata dari Pemerintah Kota Padang," katanya.

Menghadapi kehidupan berumah tangga, Feri berpesan agar para pasangan senantiasa merawat mawaddah dan rahmah. Ia mengingatkan bahwa rumah tangga yang sakinah bukanlah rumah tangga tanpa masalah, melainkan rumah tangga yang mampu menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, saling memaafkan, dan berpegang teguh kepada Allah SWT. 

Lebih lanjut, Feri juga mengingatkan sejumlah program unggulan keagamaan Pemko Padang kepada para pengantin baru. Ia mengajak pasangan yang nantinya dikaruniai keturunan agar aktif meramaikan masjid dan mushala melalui program Smart Surau serta membiasakan diri mengikuti kegiatan Subuh Mubarak. 

"Kepada para suami, sayangilah istri sebagaimana saudara ingin disayangi. Kepada para istri, hormatilah suami sebagaimana saudara ingin dihormati," nasehatnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Yosef Chairul, menjelaskan bahwa program nikah bareng ini merupakan agenda nasional Kemenag yang lazimnya disesuaikan dengan momentum 1 Muharam bertema Peaceful Muharam. Namun, di Sumatera Barat, program ini disambut dengan antusiasme tinggi dan diselaraskan secara kreatif dengan kalender hari jadi daerah.

"Alhamdulillah, di Kota Padang sudah kita laksanakan di tahun kedua. Tahun kemarin berjumlah 14 pasang, dan tahun ini diikuti oleh 22 pasang pendaftar, di mana 21 pasang dapat melangsungkan prosesi di masjid ini karena satu pasang berhalangan karena sakit," tukuknya.

Pemerintah Kota Padang berharap ke-21 pasangan pengantin baru ini tidak hanya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, tetapi juga mampu melahirkan keturunan yang saleh dan salihah demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045, mengingat peran mereka kini telah resmi bertransformasi dari seorang anak menjadi calon orang tua pembangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Percepat Digitalisasi Pendidikan, Wakil Ketua DPRD Sumbar Salurkan 140 Laptop ke Dua SMA di Padang    
Jumat, Agustus 28, 2026

On Jumat, Agustus 28, 2026

Percepat Digitalisasi Pendidikan, Wakil Ketua DPRD Sumbar Salurkan 140 Laptop ke Dua SMA di Padang
Percepatan digitalisasi pendidikan, dua SMA negeri Kota Padang terima puluhan bantuan laptop dari dana pokok pikiran Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman. (Foto: Ist).

BENTENGSUMBAR.COM
- Percepatan digitalisasi pendidikan, dua SMA negeri Kota Padang terima puluhan bantuan laptop dari dana pokok pikiran Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman. 

Kedua SMA tersebut yakni SMAN 17 Padang yang mendapatkan 80 bantuan laptop dan SMAN 12 Padang sebanyak 60 unit laptop. Laptop tersebut telah diterima pihak sekolah dan telah diserahkan baru-baru ini. 

Evi Yandri mengatakan dua SMA itu dipilih sebagai penerima yakni sekolah baru dan sekolah terdampak bencana. Dimana SMAN 17, Padang merupakan sekolah baru yang dibangun pada 2022. Sementara SMAN 12 Padang merupakan salah satu sekolah di Sumbar yang mengalami dampak terparah akibat bencana hidrometeorologi November 2026 lalu. 

"Tujuan pemberian laptop ini seiring dengan program pemerintah yakni digitalisasi pendidikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu percepatan program ini," ujar Evi Yandri. 

Ia mengatakan, dirinya sepakat pada pola pikir Presiden Prabowo yang mengatakan bahwa untuk memperbaiki dan memajukan sebuah negara maka sumber daya manusia (SDM) lah yang perlu dibina. Salah satunya melalui pendidikan. 

"Jika SDM nya bagus maka daerah dan negara bisa berkembang dan maju. Namun jika SDM lemah maka kemajuan akan sulit dicapai," katanya lagi. 

Saat meninjau penggunaan laptop di kedua sekolah tersebut pekan lalu, Evi Yandri berpesan pada para siswa untuk fokus dalam belajar dan mengasah kemampuan diri.

"Fokuslah menimba ilmu dan bentuk karakter diri dengan aktif berkegiatan positif melalui ekstrakurikuler," katanya. 

Di zaman sekarang menurut Evi, semua siswa harus memapu mengembangkan kemampuan dan ilmu sebaik mungkin. Apalagi globalisasi sudah di depan mata, maka persaingan semakin ketat. 

Ia juga berpesan pada para siswa untuk terus menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif.

"Ini juga marak di Sumbar dan harus dijauhi. Seperti tawuran, narkoba dan seks bebas. Termasuk juga judi online. Jangan coba-coba atau ikut-ikutan. Sekali terjurumus hancur masa depan seumur hidup," katanya. 

Pada pihak sekolah, terutama para guru, Evi juga meminta pengawasan ditingkatkan. Salah satunya  para guru harus mengetahui jenis narkoba, psikotoprika dan zat adiktif lainnya. Termasuk ciri-ciri pemakai.

"Dengan mengetahui maka kita akan mudah mengawasi para siswa. Tingkatkanlah kepedulian kita pada siswa karena masa depan daerah dan negara ini ada pada mereka. Jika mereka rusak maka rusak pula daerah dan negara ini," paparnya. 

Evi juga berpesan agar bantuan laptop yang diberikan dirawat dengan baik sehingga bisa bermanfaat jangka panjang. 

Saat peninjauan kedua sekolah tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahya juga berpesan hal yang sama. 

Bahwa bantuan yang diberikan mesti dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mengoptimalkan digitalisasi pendidikan. Selain juga dirawat dan dijaga agar bisa bermanfaat untuk banyak siswa. 

Sementara kepala sekolah SMAN 17 dan SMAN 12 Padang sama-sama mengapresiasi dan berterima kasih pada kepedulian Evi Yandri yang telah memberikan bantuan pada sekolah. (*)

Gubernur Mahyeldi: Pariwisata Ramah Muslim Harus Berdampak bagi Masyarakat    
Jumat, Agustus 28, 2026

On Jumat, Agustus 28, 2026

Gubernur Mahyeldi: Pariwisata Ramah Muslim Harus Berdampak bagi Masyarakat
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat menerima kunjungan Tim Penilai Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) Award 2026 di Istana Gubernuran, Kamis (27/8/2026). (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pengembangan pariwisata ramah muslim tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar peringkat atau rating, tetapi yang lebih penting adalah memastikan pertumbuhannya memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menerima kunjungan Tim Penilai Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) Award 2026 di Istana Gubernuran, Kamis (27/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penilaian untuk memotret dan mengevaluasi kesiapan serta kualitas ekosistem pariwisata ramah muslim di Sumbar. Penilaian dilakukan oleh Enhaii Halal Tourism Center Politeknik Pariwisata NHI Bandung bersama Crescent Rating dengan mengacu pada standar Global Muslim Travel Index (GMTI).

“Masalah rating itu nomor dua. Yang nomor satunya adalah bagaimana dampaknya kepada masyarakat, bagaimana masyarakatnya bergerak,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan harus mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif hingga usaha jasa lainnya. Karena itu, pembenahan destinasi harus berjalan konsisten dan dibarengi peningkatan kesiapan masyarakat serta literasi aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Kita harapkan sebelum masyarakat memiliki kesadaran dan literasi yang cukup baik, tentu pejabat-pejabatnya terlebih dahulu harus memiliki literasi yang baik tentang itu,” katanya.

Dalam penguatan pariwisata ramah muslim, Mahyeldi juga meminta sertifikasi halal pada hotel, restoran dan usaha lainnya yang telah memenuhi ketentuan ditampilkan secara jelas agar mudah dikenali wisatawan. Selain itu, aspek kebersihan, sanitasi, fasilitas ibadah, rumah potong hewan, juru sembelih halal (Juleha), serta kepastian kehalalan bahan pangan perlu terus diperkuat melalui koordinasi dengan BPJPH dan pelaku usaha.

Koordinator Tim Ahli IMTI, Sumaryadi, mengatakan penilaian IMTI 2026 bertujuan memotret kondisi aktual pariwisata ramah muslim di Sumbar berdasarkan standar GMTI. Menurutnya, Sumbar memiliki modal kuat berupa komitmen pimpinan daerah, dukungan regulasi melalui Perda dan Pergub Pariwisata Halal, konektivitas penerbangan dengan Malaysia, serta berbagai inovasi di bidang ekonomi dan pariwisata syariah.

“Sumatera Barat memiliki modal yang cukup kuat. Tinggal bagaimana beberapa aspek yang masih menjadi catatan ini kita perkuat bersama,” ujar Sumaryadi.

Ia menyebut sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat, antara lain visibilitas sertifikasi halal pada hotel dan restoran, kebersihan di sejumlah destinasi wisata, serta optimalisasi informasi digital yang dapat menghubungkan kebutuhan pelaku usaha terhadap bahan baku halal dengan pemasok.

Deputi Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dwi Putra Indrawan mengapresiasi dukungan Pemprov Sumbar terhadap penilaian IMTI. Menurutnya, pariwisata ramah muslim merupakan bagian penting dari penguatan halal value chain karena memiliki keterkaitan luas dengan perhotelan, transportasi, kuliner, budaya dan sektor ekonomi lainnya.

“Pengembangan pariwisata ramah muslim ini tidak akan bergerak signifikan tanpa dukungan BPJPH, pelaku usaha, PHRI, kemudian masyarakat. Sehingga sinergi ini menjadi sesuatu yang harus kita jalani sama-sama,” katanya.

Dwi menambahkan, Sumbar yang sebelumnya berada pada peringkat kedua IMTI memiliki peluang besar meningkatkan daya saing. Karena itu, peningkatan kualitas pariwisata ramah muslim di Sumbar tidak hanya penting bagi daerah, tetapi juga turut memperkuat posisi Indonesia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI).

Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Mahyeldi meminta seluruh perangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota segera menindaklanjuti catatan Tim penilai IMTI. Ia menegaskan pariwisata ramah muslim merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya Dinas Pariwisata, terlebih setiap aparatur pemerintah juga memiliki peran sebagai bagian dari wajah pariwisata Sumbar.

“Walaupun ini leading sector-nya Dinas Pariwisata, tapi perangkat daerah lain juga punya peran untuk mensukseskan ini,” tegas Mahyeldi.

Ke depan, Pemprov Sumbar juga menyiapkan berbagai agenda untuk memperkuat daya tarik daerah sebagai destinasi wisata internasional, termasuk agenda olahraga antarnegara serumpun pada 2027 dan berbagai kegiatan terkait kawasan Indian Ocean Rim Association (IORA). Seluruh upaya tersebut, kata Mahyeldi, harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi kita ingin pariwisata ini tumbuh, wisatawannya bertambah, tetapi yang paling penting masyarakat kita juga ikut tumbuh dan merasakan manfaatnya,” pungkas Mahyeldi. (adpsb/rmz/bud)