HEADLINE
Cahaya Islam di Jerman, Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Cahaya Islam di Jerman, Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa
The Lead Institute Universitas Paramadina menggelar webinar bertajuk "ISLAM DI JERMAN: Menjadi Muslim, Perempuan, dan Minoritas" pada Minggu malam (22/2).

BENTENGSUMBAR.COM
– The Lead Institute Universitas Paramadina menggelar webinar bertajuk "ISLAM DI JERMAN: Menjadi Muslim, Perempuan, dan Minoritas" pada Minggu malam (22/2).

Acara ini merupakan tajaan The Lead Institute Universitas Paramadina dengan Maha Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation sebagai bagian dari rangkaian program Ramadhan 2026 bertema besar “Cahaya Islam Lintas Benua”.

Webinar diawali pembacaan tilawah oleh Mahasiswa Filsafat Paramadina, Hasbin Najib dan saritilawah oleh Nurma Syelin Komala, dipandu Ustadz Dida Darul Ulum, Peneliti The Lead Institute Universitas Paramadina.

Webinar mengungkap cerita kehidupan umat Islam di Jerman dari sudut pandang seorang guru muslimah, Dounia Schuler Barkok yang tinggal di jantung Eropa, Frankfurt.

Sukacita perayaan Ramadhan 1446 Hijriah atau 2026 Masehi di Jerman rupanya sama semaraknya dengan meriahnya bulan puasa di Indonesia.

Tahun ini menjadi kali kedua kota metropolitan seperti Frankfurt bermandikan cahaya dengan hias-hias lampu dekorasi bertuliskan “Ramadan Kareem” di jalan-jalan besar, sebuah tradisi yang biasanya hanya identik dengan perayaan Natal.

Semaraknya Ramadhan di Frankfurt dua tahun belakangan menunjukkan kabar positif mengenai meningkatnya kesadaran publik terhadap keberadaan pemeluk Islam di Jerman.

Tantangan terbesar bagi umat Islam Eropa saat ini masih berkutat dengan Islamofobia dan diskriminasi identitas.

“Ini tantangan sekaligus ujian bagi masyarakat muslim Eropa dalam berdakwah, untuk lebih kuat lagi dan lagi,” kata Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini dalam sambutannya. 

Selain kehidupan sosial, Didik mengatakan bahwa diskriminasi juga berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat muslim Eropa, misalnya diskriminasi terhadap cara berpakaian atau hijab.

"Meskipun rasisme dan Islamofobia masih dirasakan di Eropa, saya memandangnya sebagai sebuah tantangan untuk mengokohkan jati diri umat Muslim di tengah masyarakat Eropa,” imbuh Didik.

Ketua The Lead Institute, Dr. Phil Suratno Muchoeri memaparkan, Islam telah menjadi agama terbesar kedua di Jerman dengan jumlah pemeluk mencapai 6 juta jiwa atau sekitar 7 persen dari total populasi. Sebanyak 3 juta di antaranya telah menjadi warga negara Jerman.

"Pertumbuhan Islam di Jerman memiliki sejarah panjang, mulai dari gelombang 'Guest Workers' (tenaga kerja migran) asal Turki pada tahun 1950-an hingga gelombang pengungsi konflik Timur Tengah pada 2011-2013,” tutur alumni Universitas Goethe Frankfurt ini.

Saat ini, komposisi Muslim Jerman didominasi keturunan Turki (45%), diikuti Arab (27%), serta Afghanistan dan Iran (19%).

Suratno juga menyebutkan jejak historis Indonesia di Jerman melalui sosok pelukis Raden Saleh Syarif Bustaman yang kediamannya di Maxen kini menjadi "Masjid Biru" (Das Blau Moschee), simbol kolaborasi seni dan religi.

Tak hanya seni, kontribusi intelektual Indonesia juga diakui secara fundamental di Jerman melalui kiprah Ingenieur B.J. Habibie. 

Sebagai warga kehormatan Jerman, Habibie meninggalkan warisan ilmu pengetahuan melalui temuan teori sayap pesawat dan stabilitas kereta cepat yang hingga kini digunakan oleh industri teknologi Jerman.

Berbagi cerita tentang ibadah, Dounia menyebut Ramadan tahun ini terasa lebih mudah karena jatuh pada musim dingin dengan durasi puasa sekitar 11 hingga 12 jam, jauh berbeda jika bulan puasa jatuh pada musim panas yang bisa mencapai 18 jam.

Dounia aktif beribadah di Maroko Mosque, sebuah masjid yang menjadi titik temu jamaah multikultural dari berbagai negara. 

“Di masjid, kami melaksanakan shalat Tarawih merujuk pada Mazhab Maliki. Kami juga kerap menyelenggarakan buka puasa bersama yang mengundang tetangga non-muslim untuk turut menikmati hidangan sederhana kiriman para jamaah,” jelasnya.

Namun berbeda dengan Indonesia yang menyediakan ragam nasi kotak, makanan yang disediakan di masjid-masjid Jerman umumnya hanya berupa camilan yang merupakan sumbangan dari jamaah masjid.

Walaupun Frankfurt mulai bersahabat dengan simbol-simbol Islam, Dounia mengungkapkan bahwa di sektor privat, diskriminasi masih menjadi ganjalan besar.

Secara undang-undang pemerintah Jerman menjamin identitas dan kesetaraan hak bagi perempuan Muslim, tapi faktanya masalah Islamofobia, Neo-Nazi dan rasisme, serta stigma Frankfurtistan-sebuah slang politik yang sering digunakan oleh kelompok sayap kanan, kritikus imigrasi, atau penganut teori konspirasi di Jerman-masih terus terjadi.

Sebagai seorang mualaf, Dounia merasa beruntung lingkungan menerima identitasnya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi banyak Muslimah lain.

“Faktanya, hanya sekitar 30 persen wanita Muslim di Jerman yang berani menunjukkan identitasnya dengan berhijab di ruang publik atau tempat kerja. Banyak yang terpaksa menyembunyikan identitas demi menghindari diskriminasi,” ungkap Dounia.

Ia menceritakan pengalaman keponakannya yang harus menerima kenyataan pahit ditolak oleh berbagai perusahaan saat melamar kerja hanya karena berhijab, meskipun memiliki kompetensi yang mumpuni. 

“Bukan hanya soal hijab, nama-nama yang terdengar ‘Islami’ pun sering kali menjadi sasaran diskriminasi halus dalam proses rekrutmen,” tambah Dounia.

Menutup ceritanya, Dounia menekankan bahwa cara terbaik melawan Islamofobia adalah dengan membangun komunikasi yang hangat. 

Salah satu tradisi unik yang dijalankan masyarakat Muslim di lingkungannya adalah berpartisipasi dalam perayaan Natal dengan cara mereka sendiri.

“Setiap tahun, perempuan Muslim di sini dengan sukarela memasak dan membagikan kudapan bagi para lansia di panti jompo saat Natal. Kami ingin menunjukkan bahwa toleransi adalah berbuat kebaikan untuk siapa saja tanpa memandang agama,” kata Dounia. (*)

Ketukan Sahur Gubernur Sumbar Bawa Harapan bagi Keluarga Ises di Payakumbuh    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Ketukan Sahur Gubernur Sumbar Bawa Harapan bagi Keluarga Ises di Payakumbuh
Ketukan itu datang langsung dari Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, Kamis (26/2/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Dini hari di Kelurahan Ikua Koto Dibalai, Kecamatan Payakumbuh Utara, masih diselimuti udara dingin. Warga tengah bersiap sahur ketika, tepat pukul 03.55 WIB, terdengar ketukan di sebuah rumah kayu kecil. Ketukan itu datang langsung dari Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, Kamis (26/2/2026).

Rumah sederhana berukuran sekitar 4x7 meter itu dihuni Trisesti Novia, yang akrab disapa Ises (37), bersama suaminya Surya Adi Wibowo (38) dan tiga putri mereka: Sovia, Bunga, serta Citra. Kondisi hunian tersebut memprihatinkan. Dinding kayu telah menua, sementara lantai atas yang terbuat dari papan sudah lapuk, berlubang, dan bergoyang sehingga membahayakan penghuni, terutama anak-anak. Sehari-hari, Ises dan suami bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Asalkan halal, pekerjaan apapun dilakoninya. “Kalau ada yang minta tolong bersihin rumah, kami mau, Pak. Suami juga bantu-bantu orang, kadang di konter, kadang ikut tukang walau bukan tukang betul,” ujar Ises lirih.

Kondisi rumah ises yang sangat sederhana dan ekonomi keluarga yang tergolong pra sejahtera membuat keluarga tersebut terpilih sebagai penerima manfaat program Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Baznas Provinsi Sumbar. “Bagian lantai atas ini sangat membahayakan. Informasi dari Ketua Baznas juga demikian. Maka kita bantu agar segera diperbaiki dan keluarga Ibu Ises bisa tinggal di rumah yang lebih layak,” ujar Mahyeldi di lokasi.

Pada kesempatan itu diserahkan bantuan Rp25 juta dari Baznas untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni. Bank Nagari turut menyalurkan Rp2,5 juta, disertai paket sembako Ramadan dan dukungan dari para kepala SMA dan SMK di Kota Payakumbuh. “Ini berkah Ramadan. Kita datang atas izin Allah. Dalam iman, kita diajarkan untuk saling membantu dan meringankan beban saudara kita,” tutur Mahyeldi.

Mendengar kabar tersebut, Ises tak kuasa menahan air mata. Ia mengucap syukur sembari menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan pihak Baznas serta Bank Nagari. “Alhamdulillah, Pak… rasanya seperti dapat bantuan sebesar gunung. Rumah kami bolong-bolong sampai kelihatan atap. Terima kasih banyak, ini benar-benar berkah bagi kami,” ucapnya haru.

Plt Camat Payakumbuh Utara, Ronal membenarkan bahwa keluarga Ises memang layak menerima bantuan. Kondisi rumah yang lapuk, menurutnya sudah tidak layak dan aman untuk ditinggali. “Dengan tiga anak perempuan, tentu tidak aman tinggal di rumah dengan lantai atas yang sudah lapuk dan bolong. Kami bersyukur atas perhatian Pemprov Sumbar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi sosial Ramadan tersebut. Usai menyerahkan bantuan, Mahyeldi melanjutkan agenda Salat Subuh berjemaah di Masjid Ansharullah. Dalam kesempatan itu, ia kembali menyerahkan bantuan Rp25 juta serta mushaf Al-Qur’an untuk pengurus masjid. Dini hari itu menjadi saksi bahwa di bulan suci Ramadan, sebuah ketukan kecil di pintu rumah mampu menghadirkan harapan besar—bahwa pemerintah hadir, mendengar, dan bergerak untuk rakyatnya. (adpsb/cen/bud)

Gubernur Mahyeldi Iktikaf Bersama Warga dan Serahkan Bantuan untuk Masjid Baiturrahim Payakumbuh    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Gubernur Mahyeldi Iktikaf Bersama Warga dan Serahkan Bantuan untuk Masjid Baiturrahim Payakumbuh
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah hadir dan beriktikaf bersama jamaah di Masjid Baiturrahim, Koto Panjang Payo Basuang.

BENTENGSUMBAR.COM
- Suasana dini hari di Masjid Baiturrahim, Koto Panjang Payo Basuang, Kecamatan Payakumbuh Timur, terasa berbeda, Kamis (26/2/2026). Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah hadir dan beriktikaf bersama jamaah di masjid tersebut.

Kehadiran orang nomor satu di Sumbar itu disambut hangat oleh jamaah dan pengurus masjid. Momen iktikaf bersama gubernur menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Mahyeldi menjelaskan iktikaf ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang sengaja diperpanjang hingga dini hari. Sejak pukul 02.00 WIB hingga menjelang subuh, rombongan gubernur melaksanakan iktikaf di sejumlah masjid di Kota Payakumbuh.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya semata-mata untuk beribadah dan beriktikaf bersama masyarakat, sebuah kebiasaan yang terus dijaganya sejak awal menjabat sebagai gubernur. “Kehadiran kami di sini untuk menumpang beriktikaf. Saya bersama masyarakat tidur di masjid dan beribadah bersama. Ini sudah saya lakukan sejak jadi gubernur,” katanya sederhana.

Sementara itu, perwakilan pengurus Masjid Baiturrahim menyampaikan kepada Gubernur bahwa masjidnya saat ini tengah menjalani rehabilitasi menyeluruh. Renovasi dilakukan secara bertahap sejak 2022 dengan mengandalkan infak dan sedekah masyarakat, baik di kampung halaman maupun perantauan. “Kami gotong-royong membangun masjid ini dari infak masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Gubernur dan berharap ada dukungan untuk kelanjutan pembangunan,” ujar pengurus masjid.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta serta mushaf Al-Qur’an kepada pengurus Masjid Baiturrahim sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kelanjutan rehabilitasi masjid. 

Kunjungan dan iktikaf Gubernur Mahyeldi tersebut menjadi penyemangat baru bagi jamaah dalam menyemarakkan Ramadan, sekaligus mempererat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat. (adpsb/cen/bud)

Gubernur Ajak Warga Payakumbuh Perkuat Iman dan Siapkan Generasi Emas Sumbar    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Gubernur Ajak Warga Payakumbuh Perkuat Iman dan Siapkan Generasi Emas Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah kembali melaksanakan Safari Ramadan. 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Memasuki malam kesembilan Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah kembali melaksanakan Safari Ramadan, kali ini masjid yang menjadi lokasi tujuannya adalah Masjid Arruhama’, Jalan M. Nasrun, Kelurahan Sungai Durian, Kota Payakumbuh, Rabu (25/2/2026).

Safari Ramadan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan nilai keimanan di tengah masyarakat. Di hadapan jamaah, Mahyeldi menekankan pentingnya membina generasi muda sejak dini agar tumbuh sebagai pemimpin masa depan yang berilmu, berakhlak, dan berlandaskan iman yang kokoh.

Dalam kegiatan itu, Gubernur juga berinteraksi langsung dengan para peserta Pesantren Ramadan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK. Ia mengajukan sejumlah pertanyaan seputar materi keagamaan yang disampaikan, dan memberikan hadiah bagi peserta yang mampu menjawab dengan baik. “Kita perlu memberikan perhatian yang serius kepada generasi muda kita. Jumlah mereka banyak, dan kita sedang memasuki masa bonus demografi. Kalau mereka tidak dibimbing dengan iman dan pendidikan yang baik, maka mereka akan diwarnai oleh hal-hal yang tidak baik,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, generasi muda yang tidak dibekali nilai keimanan berpotensi mudah terpengaruh oleh perilaku menyimpang. Karena itu, Pemprov Sumbar memprogramkan kegiatan Pesantren Ramadan agar anak-anak terbiasa dengan kegiatan keagamaan dan pembinaan akhlak. “Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa datang. Kalau hari ini mereka tidak kita siapkan, maka ke depan kita bisa kekurangan pemimpin yang beriman dan berakhlak baik,” tambahnya.

Sementara itu Walikota Payakumbuh, Zulmaeta menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kunjungan Tim Safari Ramadan Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan sedekah. “Di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, sudah sewajarnya kita berlomba-lomba mencari amal dan memperbanyak sedekah, karena pahala yang dijanjikan Allah dilipatgandakan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, mewaspadai peredaran narkoba, serta menjaga kebersihan kampung dan lingkungan tempat tinggal. “Jagalah anak-anak dan keluarga kita dari bahaya narkoba, serta mari bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan kampung masing-masing,” pesannya.

Dalam Safari Ramadan tersebut, Gubernur Sumbar turut menyerahkan sejumlah bantuan, antara lain hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp50 juta untuk masjid, 40 mushaf Al-Qur’an dari Biro Kesra Sumbar, bantuan kain sarung bagi lima orang fakir miskin, Rp3 juta dari Baznas Sumbar untuk petugas masjid, Rp10 juta dari Bank Nagari, 40 mushaf Al-Qur’an dari Kanwil Kemenag Sumbar, Rp10 juta dari Jamkrida Sumbar, serta bantuan tunai Rp1,5 juta dari Dinas BMCKTR Sumbar. Kegiatan Safari Ramadan ini diharapkan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi Sumatera Barat yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. (adpsb/cen/bud)

Sekdaprov Sumbar Serahkan Miliaran Rupiah untuk Panti dan Masjid di Pasaman Barat    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Sekdaprov Sumbar Serahkan Miliaran Rupiah untuk Panti dan Masjid di Pasaman Barat
Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi kunjungi dua masjid di Kabupaten Pasaman Barat. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kembali menebar keberkahan di bulan suci ramadhan 1447 Hijriah. Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi kunjungi dua masjid di Kabupaten Pasaman Barat, yakni Masjid Nurul Huda dan Masjid Al-Falah Koto Dalam Indah, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan kunjungan Tim Safari Ramadhan tersebut diawali dengan buka puasa bersama di Masjid Nurul Huda, Nagari Sariak, Kecamatan Luhak Nan Duo. Pada kesempatan itu, Sekda Arry menyerahkan bantuan hibah Pemprov Sumbar sebesar Rp25 juta untuk masjid, 40 Al-Qur’an sumbangan ASN Pemprov Sumbar, serta satu dus kain sarung dari Baznas Sumbar.

Selanjutnya di Masjid Al-Falah, Jorong Pasaman Baru Selatan, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, bantuan yang diserahkan lebih besar dan menyentuh sektor sosial. Selain dana hibah Rp50 juta untuk masjid, Pemprov Sumbar melalui Dinas Sosial juga menyerahkan dana hibah permakanan sebesar Rp2.865.000.000 untuk sembilan panti di Kabupaten Pasaman Barat. Selain itu, juga turut disalurkan bantuan 40 Al-Qur’an dari ASN Pemprov Sumbar, satu dus kain sarung dari Baznas Sumbar, serta dukungan pembangunan masjid sebesar Rp5 juta dari Bank Nagari.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Arry Yuswandi menegaskan salah satu fokus utama pembangunan daerah yang tengah dilaksanakan Pemprov Sumbar saat ini adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal itu dilakukan dengan memperkuat sektor pendidikan, baik dari kualitas maupun kuantitas. “Pembangunan tidak boleh mundur, harus maju terus. Karena pembangunan SDM adalah fondasi kemajuan daerah,” tegas Arry.

Menurutnya, investasi pendidikan tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur sekolah, tetapi juga peningkatan kualitas tenaga pendidik, penguatan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman, serta pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Sumbar. Arry menambahkan, pembangunan SDM tersebut sangat penting, sebab tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini, menuntut generasi muda memiliki kompetensi unggul, baik secara akademik maupun karakter. “Karena itu pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai budaya lokal menjadi bagian penting dalam kebijakan pembangunan SDM di Sumbar,” ujarnya. Mengakhiri sambutannya, Sekda Sumbar mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah, demi kemajuan Sumbar yang madani, maju dan berkelanjutan.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismael menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemprov Sumbar, khususnya terhadap panti-panti yang berperan dalam pembinaan karakter dan peningkatan kualitas SDM. “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dan masyarakat,” ujarnya. Ia menilai kehadiran Tim Safari Ramadhan provinsi ke daerahnya menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam membangun daerah sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadhan.

Turut mendampingi Sekdaprov Sumbar dalam kegiatan Safari Ramadhan tersebut, antara lain Kepala Dinas Pangan, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala DP3AP2KB, Kepala Biro Organisasi, Sekretaris BPKAD, Kabag Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Kabid Dinas Pemuda dan Olahraga, Kabag Makopim Biro Adpim, Kabag Kesra Pelayanan Dasar, serta sejumlah kepala OPD terkait. (Adpsb/nov/bud)

Sinergi Hadapi Bencana dan Dongkrak Ekonomi, Pemprov Sumbar Gelar Rakor Bersama Pemko Payakumbuh    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Sinergi Hadapi Bencana dan Dongkrak Ekonomi, Pemprov Sumbar Gelar Rakor Bersama Pemko Payakumbuh
ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Payakumbuh. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna menghadapi tantangan kebencanaan sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Payakumbuh di Ruang Pertemuan Josrizal Zain, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rabu (25/2/2026). Rakor yang dipimpin Gubernur Mahyeldi ini membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan penanggulangan bencana, sinkronisasi program pembangunan, serta strategi penguatan ekonomi daerah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian koordinasi maraton Pemprov Sumbar dengan seluruh kabupaten dan kota, dan di Payakumbuh dilaksanakan di sela kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemerintah agar setiap program pembangunan berjalan selaras dan saling menguatkan. Menurutnya, tantangan ekonomi saat ini menuntut kerja bersama yang lebih solid. “Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat saat ini berada di angka 3,37 persen. Ini menuntut kita semua untuk bekerja lebih erat dan saling mendukung,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai Payakumbuh bersama Kabupaten Limapuluh Kota sebagai kawasan pertumbuhan baru di Sumbar. Aktivitas ekonomi yang hidup hingga malam hari dinilai menjadi salah satu indikator kuatnya geliat ekonomi lokal. “Payakumbuh ini luar biasa. Malam hari tetap hidup. Banyak orang dari luar daerah datang, baik untuk kuliner maupun mengunjungi anak yang tengah belajar di pesantren sekitar,” katanya.

Menurut Mahyeldi, keberadaan lembaga pendidikan, khususnya pesantren, turut memberi dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi dan kunjungan masyarakat ke wilayah tersebut. Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyinggung rencana pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang sebelumnya mengalami pemotongan. Ia berharap pengembalian tersebut segera terealisasi agar dapat difokuskan pada pembangunan infrastruktur, terutama dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. “Insyaallah TKD akan dikembalikan. Ini momentum bagi kita untuk lebih fokus ke infrastruktur, apalagi setelah pascabencana dan masuk tahapan rehabilitasi serta rekonstruksi,” ungkapnya.

Mahyeldi menegaskan, aliran dana pembangunan yang masuk ke Sumbar harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat lokal, baik dari sisi tenaga kerja maupun penggunaan material. “Jangan sampai uangnya masuk ke Sumbar, tapi yang bekerja orang luar dan barangnya dibeli dari luar, dan masyarakat lokal hanya menjadi penonton. Ini harus kita persiapkan untuk 2026 sampai 2028,” tegasnya.

Selain itu, ia memaparkan strategi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi agroindustri. Payakumbuh dinilai memiliki posisi strategis, termasuk dengan keberadaan rumah potong hewan modern dan industri rendang yang perlu diperkuat pasokannya dari daerah sekitar. “Hilirisasi ini sesuai arahan Presiden dan sudah kita masukkan dalam RPJPD Sumatera Barat. Dampak ekonominya akan sangat besar jika dijalankan secara serius,” katanya, sembari menyebut transformasi sektor pariwisata juga menjadi perhatian, termasuk rencana penguatan konektivitas Payakumbuh dengan Limapuluh Kota melalui sistem transportasi yang lebih aman dan nyaman.

Sementara itu Walikota Payakumbuh, Zulmaeta memaparkan posisi strategis daerahnya yang berada di tengah Pulau Sumatera dan menjadi penghubung antara Provinsi Sumbar dan Riau. Ia menyebut secara geografis Payakumbuh relatif aman dari bencana besar, meski tetap memiliki potensi banjir karena dilalui tiga sungai. “Payakumbuh ini satu-satunya kota di Sumatera Barat yang dilalui sungai. Sungai memberi manfaat, termasuk objek wisata kuliner, tapi juga berpotensi banjir,” jelasnya.

Ia juga menyoroti suhu udara Payakumbuh yang sejuk dan mendukung aktivitas kuliner hingga 24 jam, sehingga menjadi daya tarik sekaligus peluang ekonomi yang terus dikembangkan. “Kuliner di Payakumbuh bisa hidup 24 jam. Tengah malam pun orang masih datang untuk makan,” ujarnya.

Zulmaeta menambahkan, Payakumbuh telah memiliki fasilitas pengolahan pertanian seperti sentra pemotongan hewan dan Sentral Rendang. Namun, pengembangan ekspor rendang masih memerlukan penguatan standar dan sertifikasi kualitas hewan. “Kalau kualitas hewannya bisa disertifikasi, ini peluang besar untuk ekspor rendang ke luar negeri,” katannya, sambil menyebut, selain sektor pertanian dan industri, Pemko Payakumbuh juga berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penataan pajak kendaraan dan perparkiran, serta pengembangan kawasan industri dan pergudangan di jalur strategis kota. Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Payakumbuh, demi pembangunan yang lebih terarah, tangguh terhadap bencana, dan berkelanjutan. (adpsb/cen/bud)

Wawako Maigus: Padang Amanah adalah Komitmen untuk Menciptakan Pemerintahan yang Berintegritas, Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Wawako Maigus: Padang Amanah adalah Komitmen untuk Menciptakan Pemerintahan yang Berintegritas, Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka kegiatan penerangan hukum yang digelar Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Padang di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan bertajuk Pengenalan Tugas dan Fungsi Bidang Intelijen serta Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) tersebut diikuti oleh ratusan Kepala SD, SMP, SMA, SMK, serta MTs Negeri dan Swasta se-Kota Padang.

Maigus Nasir menyebut kegiatan ini sejalan dengan program unggulan Padang Amanah yang menekankan pemerintahan berintegritas dan bebas pungutan liar (pungli). Ia mengapresiasi inisiatif Kejari Padang dalam memberikan pemahaman hukum kepada kepala sekolah agar tidak ragu dalam pengelolaan anggaran pendidikan.

“Padang Amanah adalah komitmen untuk menciptakan pemerintahan yang berintegritas, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pemerintahan yang memiliki karakter dan kepribadian yang ditopang oleh nilai agama dan budaya sesuai dengan visi kita bersama,” ujarnya.

Maigus Nasir juga mendorong para kepala sekolah untuk mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan sekolah agar terhindar dari persoalan hukum. Ia menyebut Pemko Padang terus mendorong peningkatan pelayanan publik berbasis teknologi guna memperkuat sistem pengawasan.

“Kami berharap melalui penyuluhan hukum ini, kinerja dan prestasi kepala sekolah semakin meningkat. Tahun ini merupakan tahun kedua kepemimpinan kami, untuk itu mari jadikan momentum ini sebagai penguatan tata kelola pemerintahan bersama aparat penegak hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Plh. Kepala Kejaksaan Negeri Padang Basril mengungkapkan, kegiatan ini dilatarbelakangi masih adanya kepala sekolah yang merasa mendapat intimidasi dari oknum tertentu dengan ancaman akan melaporkan mereka kepada aparat penegak hukum terkait pengelolaan dana sekolah maupun administrasi kegiatan.

“Kami ingin membangun pemahaman yang sama terkait tugas dan fungsi Kejaksaan, khususnya di bidang Intelijen dan Datun, sehingga dapat membantu para kepala sekolah dalam menjalankan tugas secara profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. (*)