HEADLINE
Mufti Ulama Nagari Bungus Dikukuhkan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H    
Selasa, Agustus 25, 2026

On Selasa, Agustus 25, 2026

Mufti Ulama Nagari Bungus Dikukuhkan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus pengukuhan Mufti Ulama Nagari Bungus. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus pengukuhan Mufti Ulama Nagari Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab), di Masjid Raya Nagari Bungus, Senin (24/8/2026).

Dalam sambutannya, Fadly Amran mengapresiasi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut yang dinilainya bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat," katanya.

Fadly Amran juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam menjaga keharmonisan sosial serta membentuk generasi yang berakhlak dan peduli terhadap lingkungan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran ulama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam membimbing umat, khususnya generasi muda, agar berkarakter, berakhlak, serta memegang teguh nilai-nilai agama dan adat," cakapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Padang berharap pengukuhan Mufti Ulama Nagari Bungus semakin memperkuat peran ulama dalam memberikan pembinaan, pencerahan, dan keteladanan bagi masyarakat.

“Dengan dikukuhkannya Mufti Ulama Nagari Bungus, semoga menguatkan peran ulama dan menjadi mitra strategis pemerintah mewujudkan kehidupan masyarakat yang religius. Termasuk juga dalam mendukung Program Unggulan (Progul) Smart Surau untuk pembentukan karakter generasi muda," ujarnya.

Turut hadir di kesempatan itu Camat Kecamatan Bungtekab, Afridon, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bungtekab, Gazali Rajo Budiman, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Bungtekab, Buya Badrul Alaina, serta Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bungtekab, Reizul Mailis Dt Rajo Nando, dan Lurah se-Kecamatan Bungtekab. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Lahirkan Pencipta Lapangan Kerja, Wali Kota Solok Buka Pelatihan Wirausaha Baru bagi Pelaku IKM    
Selasa, Agustus 25, 2026

On Selasa, Agustus 25, 2026

Lahirkan Pencipta Lapangan Kerja, Wali Kota Solok Buka Pelatihan Wirausaha Baru bagi Pelaku IKM
Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, secara resmi membuka Pelatihan Calon Wirausaha Baru bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), Senin (24/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Semangat kewirausahaan membara di Gedung Kubuang Tigo Baleh. Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, secara resmi membuka Pelatihan Calon Wirausaha Baru bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), Senin (24/8/2026). 

Kegiatan ini digagas oleh Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, menjadi dorongan nyata bagi warga Kota Solok untuk beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

Pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan dan keterampilan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk membangun keberanian berusaha serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. 

Wali Kota menegaskan bahwa keterampilan dan kreativitas yang dimiliki warga perlu dipadukan dengan pengetahuan agar lahir produk berkualitas dan berdaya saing, yang pada akhirnya tumbuh menjadi usaha yang menghasilkan dan memberi nilai tambah.

Wali Kota Solok Dr. Ramadhani Kirana Putra, Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi, jajaran Kementerian Perindustrian, serta para peserta pelatihan calon wirausaha baru dari kalangan pelaku IKM se-Kota Solok.

Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di Gedung Kubuang Tigo Baleh, Kota Solok.

Kota Solok memiliki potensi sumber daya manusia yang luar biasa — banyak warga yang memiliki keterampilan, kreativitas, ketekunan, dan semangat berusaha. 

Namun keterampilan saja belum cukup; perlu diubah menjadi produk, lalu menjadi usaha yang mandiri. 

"Kita ingin lahir pelaku-pelaku IKM yang berani memulai dari skala kecil, kemudian tumbuh secara bertahap menjadi usaha yang kuat dan berkelanjutan," ujar Wali Kota.

Kepada para peserta, Wali Kota berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di sertifikat.

"Menjadi seorang wirausaha tentu bukan perjalanan yang selalu mudah. Akan ada tantangan, ada kegagalan, dan ada masa ketika usaha belum menghasilkan seperti yang diharapkan. Tetapi jangan pernah menganggap kegagalan sebagai akhir. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar," pesannya.

Yang terpenting, lanjutnya, adalah keberanian untuk mencoba, kemauan untuk memperbaiki, dan ketekunan untuk terus melangkah.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir semakin banyak wirausahawan baru yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain — membangun Kota Solok yang semakin produktif dan sejahtera.(80)

Pemprov Sumbar Bentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc Tindaklanjuti Rekaman Viral yang Diduga Libatkan Pejabat    
Selasa, Agustus 25, 2026

On Selasa, Agustus 25, 2026

Pemprov Sumbar Bentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc Tindaklanjuti Rekaman Viral yang Diduga Libatkan Pejabat
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi dalam suatu kesempatan. (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengambil langkah cepat menindaklanjuti beredarnya rekaman video yang diduga melibatkan pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan pihaknya langsung melakukan klarifikasi setelah menerima rekaman tersebut dan memanggil pihak yang diduga ada dalam rekaman untuk dimintai keterangan.

“Begitu kami menerima rekaman yang beredar, kami langsung mengambil langkah dengan memanggil pihak yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi,” tegas Arry, Senin (24/8/2026).

Dari hasil klarifikasi awal yang dilakukannya bersama Asisten II Setda Provinsi Sumbar terhadap terduga yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sumbar, Arry mengatakan yang bersangkutan mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang terdapat dalam rekaman tersebut.

“Yang bersangkutan sudah kami panggil dan telah memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa dirinya ada dalam rekaman tersebut. Yang bersangkutan juga telah mengundurkan diri dari jabatannya," ungkap Arry.

Arry menjelaskan, selanjutnya persoalan ini akan diproses secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Ia mengatakan perkembangan terkait permasalahan ini, juga telah dilaporkannya kepada Gubernur.

“Sudah kami laporkan langsung kepada Bapak Gubernur. Arahan beliau, tentu persoalan ini ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan sesuai ketentuan disiplin PNS, Pemprov Sumbar membentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Tim tersebut diketuai langsung oleh Sekda, dengan anggota Inspektur, Kepala BKD, serta Asisten II selaku atasan langsung yang bersangkutan.

“Insyaallah, proses pemeriksaan akan segera dimulai. Tim akan memeriksa seluruh fakta dan keterangan yang diperlukan secara objektif, kemudian memberikan rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Arry.

Arry menegaskan Pemprov Sumbar tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap tindakan yang terbukti melanggar ketentuan disiplin maupun etika ASN.

Namun, ia meminta masyarakat untuk memberikan ruang bagi proses pemeriksaan dan tidak menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta diperoleh.

“Kami memahami perhatian masyarakat terhadap persoalan ini. Namun, kami meminta agar tidak berkembang spekulasi yang belum terverifikasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan menangani persoalan ini secara serius, objektif, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila berdasarkan hasil pemeriksaan nantinya memang terbukti adanya pelanggaran disiplin PNS, Pemprov Sumbar akan mengambil tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kalau hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, tentu akan ada tindakan dan sanksi sesuai aturan. Prinsipnya, Pemprov Sumbar akan menegakkan disiplin dan menjaga integritas aparatur,” pungkas Arry. (adpsb/bud)

HUT RI IPEKAB Ditutup, Fadly Amran Soroti Kebersihan Padang    
Selasa, Agustus 25, 2026

On Selasa, Agustus 25, 2026

HUT RI IPEKAB Ditutup, Fadly Amran Soroti Kebersihan Padang
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Terbuka Kabun Jalan Tunggang, RT 04, RW 02, tersebut juga mendapat dukungan pendanaan dari Fadly Amran. (Foto: Pajok).

BENTENGSUMBAR.COM
- Penutupan rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ikatan Pemuda Kabun (IPEKAB) Jalan Tunggang, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Senin (24/8/2026), menjadi momentum bagi Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak masyarakat memperkuat kebersihan melalui pemilahan sampah dari rumah.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Terbuka Kabun Jalan Tunggang, RT 04, RW 02, tersebut juga mendapat dukungan pendanaan dari Fadly Amran. 

Ia menyebut Kota Padang saat ini menempati peringkat ke-8 nasional sebagai kota terbersih di Indonesia dan peringkat pertama di Sumatera.

“Kita di Sumatera nomor satu. Luar biasa, ya. Kenapa? Karena ada kontribusi dari masyarakat kita,” ujar Fadly.

Menurut Fadly, selain pembersihan kota, pemilahan sampah menjadi salah satu hal yang akan terus didorong. Masyarakat diminta memisahkan sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah.

“Untuk tahun ini, yang akan kita gerakkan selain pembersihan kota adalah pemilahan sampah,” katanya.

Fadly juga mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan serta memperkuat kontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya minta Bapak dan Ibu, dalam memaknai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan tahun ini, mohon kita sama-sama berkontribusi. Tidak sulit. Bagaimana caranya? Memilih sampah dan jangan buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Selain persoalan kebersihan, Fadly mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Ia mengatakan pemerintah terus berupaya menyelesaikan berbagai pekerjaan berat akibat bencana, tetapi kesiapsiagaan masyarakat tetap diperlukan.

“Walaupun terdampak bencana, berusaha kita sekuat tenaga, khususnya saya selaku wali kota, memperjuangkan bagaimana pekerjaan-pekerjaan berat itu bisa selesai. Namun, kesiapsiagaan ini penting,” katanya.

Fadly juga meminta dukungan masyarakat terhadap berbagai program Pemerintah Kota Padang, di antaranya Smart Surau, Padang Rancak, Padang Juara, beasiswa, dan BPJS.

Sementara itu, Ketua IPEKAB Jalan Tunggang Zondra Volta yang akrab disapa Pajok mengatakan rangkaian HUT RI ke-81 telah dimulai sejak awal Juli melalui Turnamen Ko Badunsanak selama satu bulan.

Pada 17 Agustus, IPEKAB menggelar jalan santai bersama Ibu PKK RT 04 yang dilanjutkan dengan senam sehat dan berbagai lomba anak-anak. Rangkaian tersebut kemudian ditutup melalui malam puncak peringatan HUT RI ke-81.

Pajok menyampaikan terima kasih atas kehadiran Fadly Amran yang sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan. Ia juga mengapresiasi dukungan pendanaan yang diberikan Fadly untuk kegiatan IPEKAB.

“Atas nama Ikatan Pemuda Kabun dan warga RT 04, RW 02 Jalan Tunggang, kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kesediaan serta kehadiran Wali Kota Padang Bapak Fadly Amran untuk ketiga kalinya ke tempat kami,” ujar Pajok.

Apresiasi juga disampaikan kepada anggota DPRD kota Padang Yusri Latif, S.H.I, dari fraksi PKB, Bank Nagari, PT Semen Padang, Indosat, masyarakat Kabun Jalan Tunggang, para pelaku usaha, serta seluruh pihak yang turut memberikan bantuan dan dukungan.

Pajok berharap kebersamaan dan kekompakan pemuda serta masyarakat yang terbangun selama rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 dapat terus dipertahankan. (pzv)

Kembangkan Edukasi Gigi Anak Berbasis Website, Ketua DWP Sumbar Arymbi Pujiastuty Raih Doktor    
Selasa, Agustus 25, 2026

On Selasa, Agustus 25, 2026

Kembangkan Edukasi Gigi Anak Berbasis Website, Ketua DWP Sumbar Arymbi Pujiastuty Raih Doktor
Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Senin (24/8/2026). (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Arymbi Pujiastuty resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Senin (24/8/2026).

Istri Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi tersebut meraih yudisium Sangat Memuaskan setelah mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Edukasi Parenting Gigi Sehat Berbasis Website Melalui PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) untuk Meningkatkan Perilaku Orang Tua dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Usia Dini: Studi pada PAUD di Kota Padang.”

Sidang terbuka yang berlangsung di Aula M. Syaaf Fakultas Kedokteran Unand, Kampus Jati, Padang, tersebut diikuti setelah Arymbi menyelesaikan seluruh tahapan akademik, mulai dari ujian kualifikasi, ujian usulan penelitian disertasi, seminar, hingga ujian pra-promosi.

Keputusan yudisium “Sangat Memuaskan” dibacakan setelah tim penguji mempertimbangkan disertasi, pembelaan Arymbi atas berbagai pertanyaan dan sanggahan, laporan tim promotor, serta seluruh proses akademik yang telah dilaluinya.

Disertasi tersebut berangkat dari masih tingginya persoalan kesehatan gigi pada anak usia dini, khususnya karies pada gigi susu. Arymbi menilai masih terdapat anggapan di kalangan orang tua bahwa kerusakan gigi susu bukan persoalan serius karena nantinya akan digantikan oleh gigi tetap.

Padahal, pengabaian kesehatan gigi sejak usia dini dapat berkembang menjadi early childhood caries yang menimbulkan nyeri, mengganggu aktivitas makan dan mengunyah, bahkan berpengaruh terhadap asupan gizi dan kualitas hidup anak.

Dalam penelitian itu, Arymbi menempatkan orang tua sebagai salah satu kunci utama pencegahan. Orang tua tidak hanya berperan memberikan pemahaman, tetapi juga membimbing, mengingatkan dan menyediakan fasilitas agar anak terbiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.

Menurut Arymbi, satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkuat edukasi kepada orang tua melalui program parenting. Dalam konteks tersebut, program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) dinilai memiliki ruang strategis untuk memperkuat pembinaan kesehatan gigi dan mulut anak.

Namun, media edukasi yang tersedia selama ini masih memiliki keterbatasan. Materi kesehatan gigi dalam Buku KIA dinilai belum cukup komprehensif, komunikatif dan interaktif. Sementara metode penyampaian yang masih konvensional membuat jangkauan edukasi belum optimal.

Berangkat dari kondisi tersebut, Arymbi mengembangkan Model Edukasi Parenting Gigi Sehat Berbasis Website. Model tersebut dikembangkan melalui need assessment untuk memastikan materi sesuai dengan kebutuhan orang tua, sekaligus lebih informatif, interaktif dan mudah diakses tanpa terbatas ruang dan waktu.

Kota Padang dipilih sebagai lokasi penelitian karena masih menghadapi persoalan early childhood caries, memiliki jumlah anak usia dini dan satuan PAUD yang cukup besar, serta telah mencanangkan Kota Layak Anak dan Smart City. Kondisi tersebut dinilai mendukung pengembangan edukasi kesehatan berbasis digital.

Promotor Prof. Nursyirwan Effendi mengatakan, disertasi Arymbi telah melalui berbagai tahapan penyempurnaan akademik dan mengangkat persoalan nyata yang masih banyak ditemukan di masyarakat, terutama mengenai peran orang tua dalam menjaga kesehatan gigi anak.

“Orang tua tentu memiliki peran yang penting, apakah akan mengabaikan atau tidak tentang kesehatan gigi dan mulut anak usia dini. Perilaku orang tua akan berdampak semakin tingginya angka penyakit gigi dan mulut pada anak usia dini,” ujar Nursyirwan.

Ia menegaskan, early childhood caries tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Jika dibiarkan, kerusakan gigi dapat memberikan dampak yang luas terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Terlebih, anak usia dini belum memiliki kemampuan maksimal untuk menjaga kesehatan giginya secara mandiri sehingga pendampingan orang tua sangat dibutuhkan.

Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Penguji Eksternal Prof. Dr. drg. Sri Susilawati, M.Kes., Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Gigi Unand Dr. drg. Nila Kasuma, M.Biomed., Ketua Sidang Prof. Dr. dr. Rima Semiarty, MARS, Sp.KKP, Sp.O-K, serta jajaran tim promotor dan penguji.

Raihan gelar doktor dengan yudisium Sangat Memuaskan tersebut sekaligus menandai tuntasnya perjalanan akademik Arymbi dalam mengembangkan model edukasi kesehatan gigi berbasis digital.

Lebih dari sekadar capaian akademik, penelitian tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi model edukasi yang aplikatif bagi orang tua dan satuan PAUD, sehingga upaya membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat dimulai sejak anak berada pada usia paling dini. (adpsb/cen/bud)

Dua Buku Terkait Syekh Burhanuddin Ulakan Dilauncing  Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku dan Living Heritage Syekh Burhanuddin    
Senin, Agustus 24, 2026

On Senin, Agustus 24, 2026

Dua Buku Terkait Syekh Burhanuddin Ulakan Dilauncing  Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku dan Living Heritage Syekh Burhanuddin
Dua buku dilauncing perdana  masing-masing berjudul “Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku Bersanad pada  Syekh Burhanuddin” dan buku “Living Heritage Syekh Burhanuddin” Senin (24/8/2026). (Foto: Armaidi).

BENTENGSUMBAR.COM
- Dua buku dilauncing perdana  masing-masing berjudul “Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku Bersanad pada  Syekh Burhanuddin” dan buku “Living Heritage Syekh Burhanuddin” Senin (24/8/2026) usai shalat Zuhur di Masjid Syekh Madinah Sungai Gimba Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. 

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat Drs. Nurmatias yang melauncingnya menyebutkan, kehadiran buku tentu semakin memperkuat dan memperjelas keberadaan Syekh Burhanuddin sebagai ulama pengembangan Islam di kawasan Minangkabau. 

“Kerja keras tim penulis yang dipimpin Prof. Dr. Duski Samad,   tentu patut kita apresiasi. Apalagi menjelang pembangunan Museum Syekh Burhanuddin di Ulakan Padang Pariaman,” kata Nurmatias.

Dikatakan Nurmatias, kehadiran buku ini siap disampaikan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Buku ini tentu menjadi bukti bagaimana warisan, tradisi keagamaan yang tumbuh dan berkembangan hingga saat ini di Sumatera Barat yang memiliki mata rantai dengan Syekh Burhanuddin.

Prof. Duski Samad menyebutkan, kebesaran Syekh Burhanuddin tidak hanya di Sumatera Barat, melainkan di berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini sudah ada surau Syekh Burhanuddin di sejumlah kota di Indonesia seperti  di berbagai kota di Pulau Jawa, Kota Palu, dan di rantau lainnya. 

“Banyak pihak memperebutkan warisan Syekh Burhanuddin, apakah itu terkait khalifah, sanad, tradisi,  maupun peninggalannya, tapi sering kali tidak mengetahui makna dan subtansi dari apa yang diperdebatkan tersebut. Buku ini tidak dalam konteks warisan dari sisi tersebut, hanya dari sisi warisan kaji (keilmuan). Jadi, jika ada pihak tidak sependapat dengan isinya, silakan tulis argumentasi lewat buku pula,” tutur Duski Samad yang sudah puluhan tahun meneliti terkait Syekh Burhanuddin Ulakan.   

Dikatakan Duski Samad, salah satu contoh Basapa. Apa makna dari Basapa, kapan dimulai, apa yang dilakukan, bagaimana muncul Sapa Gadang dan Sapa Ketek. Semua itu dikupas dalam buku ini, yakni “Living Heritage Syekh Burhanuddin”.  Jadi Basapa jangan seperti “ondong aia, ondong dadak”, tidak ada pegangan, hanya ikut-ikutan.

“Sedangkan buku kedua, “Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku Bersanad pada  Syekh Burhanuddin”, memuat profil dan sosok 100 syekh dan tuanku yang bersanad kepada Syekh Burhanuddin. Masing-masing ulama tersebut memiliki kharisma dan perjuangan yang berat dalam mewariskan keilmuan dan tradisi yang sudah diajarkan Syekh Burhanuddin. Kehadiran buku merupakan langkah merawat sanad, menjaga warisan, meneruskan cahaya ilmu,” tutur Duski Samad.

Pimpinan Tour & Travel Tuanku Khalifah Ali Bakri Tuanku Khalifah menyebutkan kehadiran buku ini merupakan karya terbesar tentang Syekh Burhanuddin. Ada empat nagari di Padang Pariaman gudangnya tuanku. Yakni, Nagari Ukalan. Tapakis, Katapiang, Pakandangan. “Syekh dan tuanku yang ada dalam buku ini berjasa dalam mengembangkan dan mewariskan tradisi Islam yang sudah dikembangkan Syekh Burhanuddin.

“Dari buku ini, para ulama pendahulu belajar agama bertahun-tahun dari satu tempat ke tempat lain, dari satu guru ke guru lain. Beliau berjuang, menyebarkan, dan mengajarkan ilmu agama untuk kebahagian umat dunia akhirat. Ada banyak diantara mereka memiliki banyak murid yang tersebar di berbagai pelosok negeri,” tutur Ali Bakri.

Buku Ensiklopedia 100 Syekh dan Tuanku, Bersanad Pada Syekh Burhanuddin  setebal xiv + 784 halaman.    Sedangkan  Living Heritage Syekh Burhanuddin terdiri dari viii + 296 halaman.   Penulis  terdiri dari Duski Samad, Armaidi Tanjung,  Ahmad Damanhuri, Abdurrahman Ahady - Ampera Salim Pati Marajo – Fatmi Fauzani Duski – Firdaus - Marfiyanti - Neni Triana –Nurasiah Ahmad - Ridwan Arif  Yunaidi - Roni Faslah –Syahrul Mubarak – Syahminal. Buku diterbitkan Pustaka Artaz, Padang Pariaman. Yang berminat bisa menghubungi via WA 081363322245 (daman) dan 085263749179 (Med).

Turut memberikan testimoni Pimpinan Pesantren Darul Ikhlas Suhaili Tuanku Mudo, dan Zulnadi (Mantan Ketua KPU Padang Pariaman/sekarang advokat Padang Pariaman).  (r/*)

Bacaruik di Medsos, Itu Kurang Ajar    
Senin, Agustus 24, 2026

On Senin, Agustus 24, 2026

Bacaruik di Medsos, Itu Kurang Ajar
Oleh: Khairul Jasmi, Pimpinan Redaksi Singgalang, Budayawan, Penulis dan Komisaris BUMN asal Sumatera Barat. (Foto: Ist).

IKO apak ang bajoget ko den ha, pant…” Begitu kata seorang penyanyi remix di sebuah link IG. Apa yang tidak berani kita ucapkan secara langsung, ringan saja di media sosial. Sepertinya yang mengucapkan sedang marah pada seseorang yang mungkin menuduhnya tidak berhijab. Hijab itu tak perlu dipersoalkan, urusan dia dengan dirinya dan dengan agamanya. Tapi, bacaruik untuk umum, itu tak baik.

Kata-kata kurang ajar itu enteng di ruang publik. Seenteng asap rokok yang melayang di ruang musik. Seenteng bernapas. Ini sudah di luar adab Minangkabau, jika memang kita beradab.

Kalau kata itu tak sanggup diucapkan di depan mande sendiri, di halaman masjid, atau di dalam rumah gadang, maka kata itu tak boleh diumbar di mana pun. Media sosial termasuk di dalamnya. Kata yang menyebut kelamin, masuk di situ. Kata yang menarik-narik mande dan nenek moyang orang, masuk pula. Kata yang membuka aib perempuan, apalagi.

Sudah lama diskotik pindah ke rusuk rumah emak-emak. Lihatlah saat baralek. Akibat kemajuan teknologi musik, diskotik itu pindah masuk saku. Kapan ingin, tinggal buka link-nya. Maka muncullah anak-anak Minangkabau berjoget sampai pagi sambil adu perkakas.

Ini residu, bukan kemajuan. Tidak ada urusannya dengan peradaban. Nihil bobot.

Kegelisahan sebenarnya sudah muncul saat “Kutang Barendo” masuk lagu. Itu sejak puluhan tahun silam.

Kemudian dan kini, makin menjadi-jadi. Seberapa banyak pesta-pesta menampilkan orgen tunggal yang menggugah nafsu birahi. Memanggil-manggil “binatang buas” yang tidur. Apalagi diikuti gerakan eksotis. Melecehkan pemakai jilbab. Manafikan adat.

Seperti rambai dihempaskan, moral Minangkabau berserakan. Peristiwa demi peristiwa datang tanpa jeda. Ayah memperkosa anak. Ruang hiburan liar merembes ke rusuk rumah dan ke jalan. Gadis remaja memilih gantung diri. Narkoba menyusup hingga ke ruang-ruang yang selama ini dianggap suci. Ikatan sosial longgar, seperti seikat kayu yang diikat pada satu ujung saja. Bak sababan kayu bakabek ciek.

Semua ini terjadi di tengah banyaknya masjid dan di negeri yang orang terdidik ada di tiap kelok. Rumah tangga, yang seharusnya jadi benteng pertama, justru makin jauh dari sumbu.

Prostitusi kini dijajakan lewat aplikasi. Teknologi memindahkan banyak hal dari gedung ke genggaman. Kontrol sosial yang dulu jalan, kini tertinggal, kecuali untuk kasus viral. Negara, masyarakat, dan keluarga belum siap membaca perubahan ini. Kita gagap.

Kaum moralis sendiri kehilangan wibawa di mata orang banyak. Sebagian memilih diam. Sebagian lagi candu jabatan. Mestinya gubernur dan kepala daerah, ketua DPRD se-Sumbar, LKAAM, gelisah dan bersuara.

Dekadensi ini datang bertubi-tubi, seperti berabab ka talingo kabau. Tak didengar oleh yang semestinya bertindak. Tidak terdengar kemarahan yang cukup keras dari para pemimpin di Sumatera Barat. Seolah-olah semua lewat begitu saja.

Lalu kenapa hal-hal tabu sekarang dianggap lumrah? Karena di Minangkabau pemahaman agama dangkal, adat dangkal, moral bersama dangkal. Kenapa dangkal? Kita habis hari karena dengung ke dengung saja. Tidak pada kedalaman. Ini kalau disampaikan kepada yang ahli, kita pula yang disemburnya. Awak lo nyo ariak.

Pemimpin juga tidak menyandang hal-hal yang tidak ada APBD-nya. Tak ada anggaran. Memberantas dekadensi moral tidak bisa sekadar melarang, mesti diikuti edukasi yang benar. Maka, mestinya larang untuk yang sedang dan akan terjadi. Beri ajaran yang benar bagi generasi yang akan tumbuh.

Tugas siapa? Sansai kita dibuatnya, kan? Tidak. Gampang saja kalau mau. Rumah tangga, sekolah, dan lingkungan masyarakat adalah madrasah. Bersama-sama bisa, itu kalau mau. Kalau tidak, mari kita hanyut serantau.

Bersama kita bisa. Tapi begitu dilarang anak orang, bapak mandehnya marah pada kita. Maka, karena kita mengaku atau diakui sebagai negeri beradat, tentu dengan itu dijaga anak kemenakan kita. Itu artinya kembali ke mamak, ke pasukuan, ke nagari. Kembali pada ilmu, pada adab.

Inilah yang saya sebut tadi sudah seperti rambai dihampehan. Apa bisa diperbaiki? Bisalah, kenapa tidak. Untuk menolak tol, para pemangku bisa bersatu. Untuk moral, kenapa tidak. Cobalah… (*)