HEADLINE
Puskesmas Lubeg Berkomitmen Maksimalkan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Melalui Program Dokter Warga    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Puskesmas Lubeg Berkomitmen Maksimalkan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Melalui Program Dokter Warga
Puskesmas Lubuk Begalung berkomitmen memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui salah satu program unggulan Wali Kota Padang, yaitu program Dokter Warga. (Foto: Diskominfo Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Puskesmas Lubuk Begalung berkomitmen memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui salah satu program unggulan Wali Kota Padang, yaitu program Dokter Warga. 

"Kita punya program Dokter Warga dari program unggulan Pak Wali Kota. Petugas Puskesmas langsung mengunjungi warga dengan tim dokter, perawat atau paramedis lainnya, beserta driver ambulans. Kita langsung menuju lokasi jika ada panggilan dari warga masyarakat kita," ujar Kepala Puskesmas Lubuk Begalung, Sari Ramadhani, Sabtu, 23 Mei 2026.

Program ini dirancang khusus untuk memberikan akses medis langsung ke rumah warga yang mengalami sakit parah atau kronis sehingga tidak mampu datang langsung ke puskesmas.

"Kalau memang perlu penanganan lebih lanjut, kita bawa ke Puskesmas. Atau jika perlu rujukan ke rumah sakit, kita bawa ke rumah sakit," ujarnya.

Sasaran utama dari program ini adalah warga yang mengalami sakit menahun atau kondisi fisik yang lemah, seperti penderita stroke atau pasien yang hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tidak sanggup berjalan.

Tim medis akan melakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah pasien. Jika hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa pasien memerlukan penanganan medis yang lebih intensif, pasien akan langsung dirujuk.

Mendukung mobilitas dan penanganan darurat, Puskesmas Lubuk Begalung telah dilengkapi dengan fasilitas ambulans yang memadai. Di dalam ambulans sudah tersedia tabung oksigen serta peralatan bantuan medis dasar lainnya guna memastikan keamanan pasien selama perjalanan.

Pada bulan Mei ini sudah ada enam orang warga di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung yang mengakses dan mendapatkan manfaat dari program Dokter Warga, salah satunya berada di Kelurahan Koto Baru.

Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung yang membutuhkan layanan ini, telah disediakan nomor call center yang disebarkan melalui selebaran. 

"Warga atau pihak keluarga dapat langsung menghubungi nomor layanan pelanggan di 0852-6309-7595. Setelah menerima laporan, tim Dokter Warga beserta ambulans akan segera bersiap dan meluncur ke lokasi pasien yang membutuhkan," tutupnya. (*) 

Sumber: Diskominfo Kota Padang

Ini Alasan Kunjungan dan Ketertarikan Wisatawan asal Jerman di Sejumlah Destinasi Wisata di Kota Padang    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Ini Alasan Kunjungan dan Ketertarikan Wisatawan asal Jerman di Sejumlah Destinasi Wisata di Kota Padang
Kawasan Kota Tua di Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, menarik perhatian dua wisatawan mancanegara asal Jerman, Sabine dan Angelika. (Foto: Diskominfo Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kawasan Kota Tua di Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, menarik perhatian dua wisatawan mancanegara asal Jerman, Sabine dan Angelika.

Keduanya jalan-jalan di sejumlah daerah di Sumatera. Kota Padang menjadi destinasi terakhir sebelum kembali ke Jerman. Selama dua hari berada di Kota Padang, keduanya mendapatkan pengalaman yang berkesan, terutama dari keramahan masyarakat dan kekayaan budaya yang ada.

“Saya membaca beberapa informasi tentang Sumatra, dan saya pikir Padang adalah daerah yang sangat bagus. Karena itu saya merencanakan perjalanan ini untuk melihat semua hal baik di sini,” ujar Sabine, Sabtu, 23 Mei 2026, di Kawasan Kota Tua, Padang. 

Keduanya menggunakan jasa agen wisata untuk perjalanan mereka. Semua agenda sudah disusun agen wisata yang memberikan berbagai informasi mengenai destinasi yang akan dikunjungi selama berada di Indonesia.

“Kami punya agen perjalanan yang membantu merencanakan perjalanan ini bersama kami dan memberikan banyak informasi,” katanya. 

Saat berada di kawasan Kota Tua, Sabine dan Angelika mengunjungi sejumlah titik wisata, termasuk kawasan Kampung Cina dan Jembatan Siti Nurbaya yang menjadi ikon wisata Kota Padang.

“Kota tua ini bagus, kawasan yang menarik. Kami sudah melihat Kampung Cina di sini, lalu ingin pergi ke Jembatan Siti Nurbaya untuk melihat pemandangan,” cakapnya. 

Selain menikmati suasana kota, keduanya juga mengaku terkesan dengan keramahan warga serta kuliner khas Minangkabau yang mereka cicipi selama berada di Padang.

“Orang-orangnya sangat ramah, saya suka itu. Makanannya juga sangat enak di sini,”  tambah Angelika. 

Kedua wisatawan  sempat mengikuti kelas memasak bersama warga lokal dan mencoba membuat sejumlah masakan khas Minangkabau, seperti randang dan kuliner tradisional lainnya.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Padang dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah, terlebih menjelang peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang akan digelar pada Agustus mendatang. (*) 

Sumber: Diskominfo Kota Padang

Universitas Paramadina Bahas Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Universitas Paramadina Bahas Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?
Acara diselenggarakan secara hibrid bertempat di Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Jakarta dan dimoderatori oleh M. Rosyid Jazuli, Ph.D.  (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Universitas Paramadina bersama Universitas Harkat Negeri menggelar diskusi bertajuk “Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?” di Gedung Trinity Universitas Paramadina, Jakarta. Forum ini menghadirkan ekonom, akademisi, dan peneliti.

Acara diselenggarakan secara hibrid bertempat di Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Jakarta dan dimoderatori oleh M. Rosyid Jazuli, Ph.D. 

Titik berangkat diskusi adalah dua artikel The Economist yang terbit pertengahan Mei 2026: “Indonesia on a Risky Path” dan “Indonesia’s President is Jeopardizing the Economy and Democracy.” 

Kedua artikel tersebut mengkritik keras arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo, menyoroti risiko fiskal, pelemahan institusi, dan erosi demokrasi. Respons pemerintah yang datang secara terbuka di panggung internasional justru memperkeruh situasi.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D.,  menegaskan pentingnya ruang akademik yang terbuka dalam membahas berbagai persoalan kebangsaan. 

Menurutnya, kampus harus menjadi tempat lahirnya kebijakan berbasis data, teori, dan bukti empiris.

“Di sini bebas ya Paramadina ini satu kandang akademik, kebebasan sangat dipelihara. Tentu saja apa yang dibicarakan punya dasar-dasar akademik, evidence based policy, data dan teori,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, Ak., MBA., menjelaskan bahwa laporan The Economist perlu dibaca sebagai peringatan serius mengenai kondisi tata kelola pemerintahan dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Ia menilai isu utama yang diangkat media internasional tersebut berkaitan dengan ancaman terhadap ekonomi dan demokrasi Indonesia.

Menurut Sudirman, persoalan yang paling mendasar adalah menurunnya kepercayaan publik akibat melemahnya integritas, meritokrasi, dan mekanisme pengawasan dalam pemerintahan.

“Seluruh uraian dari The Economist dan akibat ikutannya baik di pasar politik maupun ekonomi ini adalah soal declining trust, soal gap yang melebar antara otoritas di satu sisi dengan legitimasi di sisi lain,” katanya.

Ia menambahkan bahwa upaya utama yang perlu dilakukan saat ini adalah memulihkan kepercayaan masyarakat dan pelaku ekonomi melalui tata kelola yang lebih baik.

“Semua pihak rasanya mesti bahu-membahu melakukan restoring confidence, membangun kembali trust,” ujarnya.

Dalam paparannya, ekonom Universitas Indonesia, Prof. Moh. Ikhsan, Ph.D., menilai Indonesia belum berada di tepi jurang krisis, tetapi ruang untuk menghindari risiko tersebut semakin menyempit. 

Ia mengingatkan bahwa sejumlah pola yang muncul saat ini memiliki kemiripan dengan gejala yang mendahului krisis ekonomi 1997–1998.

“Indonesia belum di tepi jurang, tapi sejarah tidak sedang diam. Ia sedang berbisik dan bisikannya semakin keras,” katanya.

Ikhsan menjelaskan bahwa pelemahan kredibilitas fiskal, toleransi terhadap pelanggaran aturan, melemahnya institusi independen, dan ekspansi fiskal tanpa disiplin pendapatan merupakan sinyal yang patut diwaspadai. 

Namun demikian, Indonesia masih memiliki sejumlah bantalan ekonomi yang membuat situasinya berbeda dengan kondisi menjelang krisis 1998.

Ia juga menekankan pentingnya belajar dari pengalaman reformasi yang dilakukan oleh Presiden B. J. Habibie dan Megawati Soekarnoputri, yang menurutnya berhasil memulihkan kepercayaan publik dan menjaga stabilitas ekonomi melalui penghormatan terhadap institusi dan aturan main demokrasi.

Sebagai penutup, Ikhsan mengingatkan bahwa ancaman terbesar bukan semata-mata krisis ekonomi, melainkan hilangnya kredibilitas institusi negara.

“Indonesia belum di jurang, tapi kita sedang berjalan menuju ke sana perlahan tapi nyata. Kita masih punya ruang yang besar untuk berbalik arah,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin. 

Ia menilai sebagian besar kritik yang disampaikan The Economist memiliki dasar yang kuat, terutama terkait tantangan fiskal, komunikasi pemerintah, independensi bank sentral, iklim usaha, dan kualitas tata kelola kebijakan publik.

Menurut Wijayanto, pola pengambilan kebijakan yang dilakukan tanpa perencanaan matang berpotensi menciptakan ketidakpastian jangka panjang.

“Pemerintah untuk menghentikan cara kerja dengan pola reverse planning. Pakai planning yang benar. Kalau project besar ada analisis, kemudian impact analysis, ada piloting, kemudian baru di-eskalasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kritik dari lembaga internasional seharusnya diperlakukan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan, bukan dianggap sebagai serangan terhadap pemerintah.

“Apa yang disampaikan oleh The Economist itu dianggap oleh pemerintah sebagai referensi untuk perbaikan, bukan kritik, bukan mengedepankan teori konspirasi,” katanya.

Sementara itu, peneliti senior BRIN, Prof. Dr. R. Siti Zuhro, memandang laporan The Economist sebagai alarm yang perlu disikapi secara serius.

Menurutnya, kritik terhadap kondisi ekonomi dan demokrasi Indonesia tidak seharusnya ditolak mentah-mentah, melainkan dijadikan bahan refleksi untuk memperbaiki tata kelola negara.

“Narasi Indonesia menuju jurang sebaiknya dibaca sebagai alarm peringatan bagi kita. Jadi enggak usah sensi. Masa sih nunggu jurang beneran kita masuk jurang baru benar?” ujarnya.

Siti menilai Indonesia tengah menghadapi tantangan berupa melemahnya oposisi politik, meningkatnya pragmatisme partai, sentralisasi kekuasaan, serta berkurangnya kualitas partisipasi publik dalam demokrasi. 

Ia mengingatkan bahwa kemunduran demokrasi sering kali terjadi secara perlahan dan dianggap sebagai sesuatu yang normal.

“Demokrasi Indonesia belum runtuh, tetapi mengalami proses erosi. Demokrasi formal tetap ada, tapi substansi pengawasan dan partisipasi publik melemah,” katanya.

Dalam kesimpulannya, Siti menegaskan bahwa Indonesia belum tentu menuju jurang, namun tanpa pembenahan tata kelola politik dan ekonomi yang serius, risiko tersebut dapat menjadi kenyataan.

“Indonesia belum menuju jurang secara pasti, tetapi tanpa koreksi serius terhadap tata kelola politik dan ekonomi, jurang itu bisa menjadi kenyataan serius dan akut,” tuturnya.

Melalui seminar ini, para pembicara sepakat bahwa kritik terhadap kondisi ekonomi dan demokrasi Indonesia perlu dijadikan momentum evaluasi untuk memperkuat institusi, meningkatkan kualitas kebijakan publik, menjaga disiplin fiskal, memperbaiki iklim usaha, serta memastikan demokrasi tetap berjalan secara substantif dan inklusif. (*) 

Laporan: Arief Tito

Lingling Siap Tampil Perdana di Sinetron Nasional, Perjuangan Perantau Asal Malang Jadi Sorotan    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Lingling Siap Tampil Perdana di Sinetron Nasional, Perjuangan Perantau Asal Malang Jadi Sorotan
Perjalanan menuju dunia hiburan penuh persaingan berhasil dilalui Aulia Muzdalifah Sahara Sugeha atau yang akrab disapa Lingling. (Foto: M. Fadhli). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perjalanan menuju dunia hiburan penuh persaingan berhasil dilalui Aulia Muzdalifah Sahara Sugeha atau yang akrab disapa Lingling.

Perempuan asal Malang tersebut membuktikan keseriusannya mengejar mimpi sebagai aktris dengan merantau ke Jakarta dan membangun karier dari nol.

Lingling kepada awak media pada Sabtu (23/5/2026) mengatakan, usaha panjang akhirnya mulai membuahkan hasil. 

Setelah resmi bergabung dengan Radar Creative People Jakarta, perempuan berdarah Jawa dan Sulawesi tersebut mendapat kesempatan debut bermain dalam sinetron yang akan tayang di salah satu stasiun televisi nasional.

Sejak kecil, Lingling memang sudah memiliki ketertarikan besar terhadap dunia seni pertunjukan. 

Semasa duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan tari dan teater yang membuat kecintaannya terhadap dunia akting semakin tumbuh.

Keputusan merantau ke Jakarta menjadi langkah besar dalam hidupnya. 

Lingling mengaku sempat mendapat penolakan dari sang ibu yang berharap dirinya fokus menempuh pendidikan dan memiliki pekerjaan tetap dengan masa depan lebih pasti.

“Aku paham kekhawatiran orang tua. Dunia entertainment memang tidak mudah dan penuh ketidakpastian. Tapi aku ingin membuktikan kalau aku serius memperjuangkan mimpi dan tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan,” ujar Lingling.

Keseriusan tersebut terlihat dari komitmennya menjalani pendidikan tinggi di tengah kesibukan membangun karier.

Saat ini, Lingling tercatat sebagai mahasiswa BINUS dengan fokus di bidang komunikasi. 

Pada jenjang S1, ia mengambil jurusan Public Relations, sementara program fast track S2 membawanya mendalami digital marketing communication sebagai bekal menghadapi perkembangan industri kreatif dan media digital.

Sebelum mendapatkan kesempatan besar di industri hiburan, Lingling menjalani berbagai pekerjaan freelance demi bertahan hidup di Jakarta.

Ia mengikuti casting iklan, menjadi MC di berbagai acara, hingga bekerja di perusahaan perhiasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perjalanan panjang tersebut sempat membuatnya merasa lelah dan hampir menyerah.

Bahkan, Lingling pernah mempertimbangkan menerima pekerjaan kantoran tetap dan meninggalkan impiannya sebagai aktris.

“Ada masa ketika aku merasa capek karena sudah mencoba banyak hal tapi hasilnya belum sesuai harapan. Aku sempat berpikir mungkin jalanku bukan di entertainment. Tapi ternyata kesempatan datang di waktu yang tidak disangka,” ungkapnya.

Titik balik karier Lingling hadir ketika seorang rekannya memperkenalkannya kepada Radar Creative People Jakarta.

Awalnya, ia mengira hanya akan mendapat tawaran sebagai talent iklan. 

Namun pertemuan tersebut justru membuka jalan lebih besar hingga akhirnya ia resmi bergabung sebagai bagian dari manajemen.

Sejak bergabung pada April 2026, Lingling mulai aktif menjalani berbagai pekerjaan di industri hiburan. 

Selain dipercaya menjadi MC dalam sejumlah acara, ia juga mendapat kesempatan bermain dalam sinetron yang akan segera dirilis.

Bagi Lingling, seluruh perjuangan yang dijalaninya bukan sekadar demi popularitas. 

Perempuan asal Malang tersebut ingin membanggakan kedua orang tua sekaligus membuktikan bahwa dunia seni dapat menjadi jalan menuju kesuksesan bagi siapa saja yang mau bekerja keras dan konsisten.

“Aku ingin orang tua bangga melihat perjuanganku. Aku percaya setiap proses pasti ada hasilnya selama kita mau terus belajar dan tidak menyerah,” tutup Lingling.

Dengan semangat, konsistensi, dan mimpi besar yang terus dijaga, Lingling kini siap menapaki langkah baru di industri hiburan Tanah Air.

Perjalanan perempuan muda asal Malang tersebut menjadi bukti bahwa keberanian mengambil risiko dapat membuka jalan menuju masa depan yang selama ini diperjuangkan. (*) 

Dilaporkan: Muhammad Fadhli

Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja, Kemnaker Siapkan Estafet Karir​    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja, Kemnaker Siapkan Estafet Karir  ​
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, untuk memperluas daya serap tenaga kerja, Kemnaker juga telah mengintegrasikan sistem ini dengan berbagai job portal swasta terkemuka seperti Glints, Jobstreet, Kalibrr, hingga KitaLulus.

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk menjembatani penyerapan alumni pemagangan nasional (MagangHub Kemnaker) ke pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri. 

Langkah Estafet Karir ini diimplementasikan melalui transisi layanan digital dari MagangHub menuju KarirHub di bawah naungan ekosistem SIAPkerja.

"Melalui transisi ini, para alumni pemagangan tidak lagi sekadar menyelesaikan program belajar di perusahaan, melainkan langsung diarahkan ke dalam platform pasar kerja yang terintegrasi penuh dengan ribuan lowongan kerja terpercaya," ujar Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (23/05/2026).

Menaker menjelaskan, melalui KarirHub, alumni MagangHub dapat langsung memasukkan portofolio dan pengalaman riil yang mereka dapatkan selama di MagangHub ke dalam profil profesional mereka. 

Sistem Job Matching pada KarirHub secara otomatis akan mencocokkan kompetensi alumni tersebut dengan kebutuhan spesifik dari perusahaan perekrut (recruiter).

Ia menambahkan, untuk memperluas daya serap tenaga kerja, Kemnaker juga telah mengintegrasikan sistem ini dengan berbagai job portal swasta terkemuka seperti Glints, Jobstreet, Kalibrr, hingga KitaLulus.

"Pengalaman yang didapatkan selama masa magang merupakan nilai jual yang sangat tinggi di mata perusahaan. Keikutsertaan dalam pemagangan nasional ini terbukti memperbesar peluang talenta muda untuk dilirik oleh perekrut profesional, memperluas akses komunikasi ke berbagai perusahaan berskala nasional, serta menyederhanakan seluruh proses lamaran kerja," imbuhnya.

Adapun proses transisi ke KarirHub dapat dilakukan masyarakat melalui ekosistem SIAPkerja di situs resmi https://karirhub.kemnaker.go.id/. Proses ini dimulai dari registrasi akun secara digital, dilanjutkan dengan melengkapi data profil diri secara menyeluruh.

Pengguna kemudian diarahkan untuk memilih minat pekerjaan yang diinginkan, mengunggah (upload) file CV terbaik, serta memasukkan riwayat pengalaman dari program MagangHub. 

Setelah profil siap, pengguna dapat langsung aktif mencari dan melamar lowongan kerja yang tersedia.

Menaker pun menekankan bahwa masa magang bukanlah akhir, melainkan sebuah titik awal dari perjalanan karir yang panjang. 

Ia mengingatkan alumni untuk jangan pernah berhenti belajar serta selalu gigih dalam menangkap setiap peluang baru.

"Jadi, KarirHub ini adalah jembatan utama yang kami siapkan dalam mengantarkan alumni MagangHub menuju dunia kerja yang sesungguhnya," pungkasnya. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Bawa OPD, Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Tinjau Sungai Batang Guo dan Batang Kuranji yang Meluap    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Bawa OPD, Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Tinjau Sungai Batang Guo dan Batang Kuranji yang Meluap
Wakil ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman meninjau langsung lokasi Sungai Batang Guo dan Batang Kuranji, Padang. (Foto: Indris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis (21/5) sore hingga malam memicu air Sungai Batang Guo dan Batang Kuranji, Padang, kembali meluap. Sejumlah pemukiman warga kembali terdampak banjir. Dam sementara yang telah dibuat banyak yang jebol. 

Wakil ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman meninjau langsung lokasi Kamis malam itu. Lokasi tersebut memang termasuk kampung halaman dan juga daerah pemilihan Evi. Itu bukan kali pertama Evi terjun langsung ketika kawasan tersebut dilanda banjir. 

Jumat, (22/5) Evi Yandri kembali ke lokasi dengan membawa serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Sumber Daya Air Bina Kontruksi (SDABK) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). 

Luapan air malam itu telah mengakibatkan dam sementara yang telah dibangun pasca banjir besar akhir November jebol. Perlu penanganan cepat untuk mengantisipasi agar air tak meluap lagi ke rumah warga jika hujan deras kembali terjadi dan air batang sungai meluap.

Bersama OPD terkait, direncakan akan dilakukan perbaikan dam dan juga bendungan ditinggikan.

Salah seorang warga, Aulianola mengucapkan terima kasih karena Evi Yandri bersama OPD yang telah datang langsung ke lokasi sehari setelah air batang Guo meluap. 

"Terima kasih pak Evi selalu siaga membantu kami. Kami berharap bendungan bisa cepat ditinggalkan kembali. Dan juga kami minta dam diperbanyak lagi," katanya. 

Ia mengatakan berkat bantuan Evi, pasca banjir November tahun lalu aliran sungai di belakang rumahnya telah dibikin dam. 

Beberapa kali hujan lebat air tidak meluap ke rumahnya. Namun Kamis malam sejumlah dam jebol karena hujan yang sangat lebat mengakibatkan aliran air batang sungai sangat besar. 

Ia berharap ada penanganan segera agar jika air batang meluap rumahnya dan juga pemukiman warga sekitar tidak terdampak. (*)

Ciptakan Generasi Qur'ani, Pemkot Solok Buka Seleksi Pondok Al-Qur'an 2026    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Ciptakan Generasi Qur'ani, Pemkot Solok Buka Seleksi Pondok Al-Qur'an 2026
Pemerintah Kota Solok berkomitmen kuat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga kokoh akidah dan berakhlak mulia. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Solok berkomitmen kuat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga kokoh akidah dan berakhlak mulia. 

Langkah nyata itu diwujudkan melalui pembukaan Seleksi Pondok Al-Qur'an Kota Solok Tahun 2026, yang ditujukan bagi putra-putri terbaik daerah maupun mereka yang sedang menempuh pendidikan di wilayah Kota Solok.

Wali Kota Solok, Ramadani Kirana Putra, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Nurzal Gustim, Sabtu (23)5/2026) menyampaikan bahwa program ini merupakan prioritas pembangunan karakter, sejalan visi daerah untuk menghadirkan generasi masa depan yang beriman, berilmu, dan berprestasi.

"Pemerintah Kota Solok bertekad menjadikan Al-Qur'an sebagai fondasi utama pembangunan karakter pemuda. Melalui Pondok Al-Qur'an ini, kami ingin mencetak kader-kader Qur'ani yang kelak menjadi pemimpin, ulama, dan tenaga ahli yang membawa kemajuan sekaligus menjaga nilai-nilai agama di tengah masyarakat," ujar Nurzal Gustim mewakili Wali Kota Solok.

Kegiatan seleksi yang diselenggarakan Sekretariat Daerah melalui Bagian Kesra ini akan berpusat di Masjid Agung Al Muhsinin Kota Solok. Pendaftaran dibuka secara daring mulai tanggal 25 hingga 30 Mei 2026 melalui tautan https://bit.ly/SeleksiPondokQuran2026. Selanjutnya, verifikasi berkas berlangsung 2–4 Juni, dan puncak seleksi akan digelar pada 9–12 Juni 2026.

Program ini membuka peluang luas bagi anak-anak dan remaja berusia minimal 6 tahun hingga batas usia yang disesuaikan dengan cabang ilmu yang diminati.

Baik warga asli Kota Solok maupun pelajar dari luar daerah yang sedang bersekolah di Solok, dipersilakan mendaftar dengan melengkapi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.

Terdapat tujuh cabang pembinaan yang dapat dipilih sesuai minat dan bakat peserta, meliputi: Tilawah Al-Qur'an, Qiroat Al-Qur'an, Tartil Al-Qur'an, Tahfizh Al-Qur'an, Khutbah Jumat & Azan, Syarhil Al-Qur'an, hingga Khattil Al-Qur'an. 

Setiap kelas pembinaan akan dibentuk dengan jumlah minimal 10 hingga 15 orang agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan maksimal.

Untuk warga luar daerah yang lolos seleksi, terdapat ketentuan khusus yaitu bersedia menandatangani Pakta Integritas untuk mengabdi dan menjadi kafilah Majelis Taklim Qur'ani (MTQ) Kota Solok setelah menamatkan pendidikan. 

Hal ini bertujuan agar ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat kembali bagi kemajuan agama dan daerah.

Adapun berkas yang wajib diserahkan meliputi fotokopi KTP atau Kartu Keluarga, surat keterangan sekolah (bagi peserta luar daerah), serta dokumen pendukung lainnya yang dimasukkan ke dalam map plastik berwarna hijau. Seluruh berkas harus jelas dan dapat terbaca dengan baik.

Ketua Panitia Pelaksana, Rizalul Fikri, SE., menjelaskan seleksi ini terbuka lebar untuk menjaring bibit unggul. 

"Kami mencari anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi dan kecintaan besar terhadap Al-Qur'an. Bagi yang lulus seleksi administrasi dan kemampuan, akan kami angkat menjadi peserta binaan Pondok Al-Qur'an Kota Solok dengan berbagai fasilitas pembinaan yang disiapkan pemerintah," ungkapnya.

Pemerintah Kota Solok mengajak seluruh orang tua, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk turut mensosialisasikan program ini.

Harapannya, banyak talenta muda yang mendaftar, sehingga cita-cita menjadikan Solok sebagai kota pelopor generasi Qur'ani dapat terwujud nyata.

"Ayo segera daftarkan putra-putri terbaik Anda. Jadilah bagian dari generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu luas, dan berprestasi gemilang berlandaskan Al-Qur'an," imbau Nurzal Gustim menutup pernyataannya.

Informasi lebih lengkap dapat menghubungi panitia melalui kontak: Rizalul Fikri (081365700125) atau Asmaul Husna, S.IQ., S.Th.I. (082284994847).(80)

Pemko Padang Anggarkan Rp 100 M untuk Penanganan Banjir, Ini Kata Wawako dan Kadis PUPR    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Pemko Padang Anggarkan Rp 100 M untuk Penanganan Banjir, Ini Kata Wawako dan Kadis PUPR
Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar Rapat Pembahasan Master Plan Penanganan Drainase Kota Padang di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (22/5/2026). (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar Rapat Pembahasan Master Plan Penanganan Drainase Kota Padang di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (22/5/2026).

Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, para asisten, pimpinan OPD, dan Camat se-Kota Padang.

Berdasarkan Master Plan 2025, Kota Padang memiliki 50 zona drainase yang mencakup 224 saluran drainase. Dari jumlah tersebut, terdapat 39 zona yang menjadi titik genangan air.

Wawako Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menangani persoalan banjir dan genangan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah seperti Padang Barat, Padang Utara, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah. 

Dikatakannya, Pemko Padang menganggarkan Rp 100 miliar untuk penanganan banjir berupa pembangunan drainase dan saluran irigasi.  

“Anggaran yang kita siapkan ini harus mampu menjawab berbagai permasalahan banjir yang kerap merendam sejumlah wilayah di Kota Padang. Anggaran yang kita siapkan ini harus menyentuh titik krusial banjir di Kota Padang seperti Jalan Gajah Mada dan Rawang," katanya. 

Pemko Padang juga akan memperkuat berbagai tim yang terlibat dalam penanganan banjir dan petugas kebersihan, seperti Tim Reaksi Cepat (TRC), Petugas Kebersihan dan Lembaga Pengumpul Sampah (LPS).

"Kepada Camat, tolong perbanyak komunikasi dengan masyarakat. Sampaikan kepada masyarakat bahwa kewenangan penanganan bencana di Kota Padang, terdiri dari pusat, provinsi dan kota," ujarnya. 

Sementara itu, Kadis PUPR Kota Padang Malvi Hendri mengatakan, pada tahun 2026 melalui pendanaan yang tersedia, penanganan baru dapat dilakukan pada 7 zona drainase.

"Sementara sebanyak 43 zona lagi belum ditangani secara penuh, dan akan kita tangani secara bertahap," katanya. (*)

Literasi Jadi Kunci Hadapi Era Digital, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Siswa SMK se Kota Padang Perkuat Jati Diri    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Literasi Jadi Kunci Hadapi Era Digital, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Siswa SMK se Kota Padang Perkuat Jati Diri
Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi saat kegiatan pemantapan nilai literasi siswa di SMK Negeri 9 Padang, Jumat (22/5/2026). (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi menegaskan pentingnya penguatan literasi dan jati diri generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital saat menghadiri kegiatan pemantapan nilai literasi siswa di SMK Negeri 9 Padang, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan bertema “Membaca Terbuka Jendela Dunia, Menulis Terukir Inspirasi Jiwa” itu menjadi momentum untuk mendorong lahirnya generasi SMK yang cerdas, kritis, dan literatif di era digital.

Dalam arahannya, Muhidi menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di era disrupsi informasi. Menurutnya, derasnya perkembangan teknologi dan pergaulan bebas harus diimbangi dengan penguatan identitas dan karakter.

“Yang pertama harus kita bangun adalah identitas dan jati diri. Apalagi kita orang Minang punya falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Kita boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi tetap harus punya prinsip dan identitas sendiri,” ujar Muhidi di hadapan para siswa.

Ia juga menekankan bahwa budaya literasi menjadi fondasi penting untuk memperkuat wawasan dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman. 

Muhidi menyebut membaca sebagai jalan utama membangun pola pikir yang kuat, dengan Al-Qur’an sebagai sumber bacaan utama sebelum memperluas pengetahuan melalui literatur lainnya.

“Untuk menguatkan pikiran, kita harus banyak membaca. Kalau sudah menemukan kenyamanan dalam membaca, maka wawasan akan semakin luas,” katanya.

Tak hanya soal literasi, Muhidi juga menyinggung komitmen DPRD Sumbar dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satunya dengan mendukung fasilitas pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.

Saat ini, kata dia, tengah diuji coba satu ruang kelas lengkap dengan perangkat IT seperti laptop dan papan digital. Jika program tersebut berhasil, maka akan dikembangkan ke sekolah lain, termasuk SMA 10 Padang.

“Kita fokus pada SDM. Kebutuhan siswa harus terlayani, mulai dari buku hingga fasilitas teknologi. Tahun ini program penguatan semangat belajar juga mulai digerakkan kepada kepala sekolah dan guru,” ungkapnya.

Selain itu, DPRD Sumbar juga tengah merevisi Perda Pendidikan agar siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran umum, tetapi juga muatan lokal yang memperkuat karakter budaya daerah.

Di akhir kegiatan, Muhidi memberikan motivasi kepada para siswa agar fokus menyiapkan masa depan sejak dini. 

Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi aktor utama dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

“Kalau bukan kita yang menyiapkan masa depan, siapa lagi. Kami di DPRD hanya menjadi pendorong untuk menyiapkan prosesnya,” tuturnya.

Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif bertanya kepada Muhidi, mulai dari pengalaman perjalanan politiknya hingga fungsi dan tugas pokok DPRD Sumatera Barat. (Idris) 

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri: Generasi Muda Harus Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan Bangsa    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri: Generasi Muda Harus Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan Bangsa
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman pasca menghadiri kegiatan pembinaan Kesadaran Bela Negara Keluarga Besar TNI Kodam XX/TIB, Jumat (22/5) di Gedung Sapta Marga, Makodam XX/TIB di Padang. (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.  

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman pasca menghadiri kegiatan pembinaan Kesadaran Bela Negara Keluarga Besar TNI Kodam XX/TIB, Jumat (22/5) di Gedung Sapta Marga, Makodam XX/TIB di Padang. 

Evi Yandri juga menghadiri kegiatan tersebut sebagai Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sumbar. 

Selain Evi Yandri, Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Endarmy juga mengikuti kegiatan tersebut yang juga merupakan ketua FKPPI.

Termasuk pula berbagai perwakilan lintas organisasi lainnya, terutama yang berada di bawah pembinaan Kodam Tuanku Imam Bonjol, diantaranya PPM,  FKPPI, P3AD, PPAD.

Evi Yandri mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat. 

Melalui pembinaan bela negara, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Kita berharap kegiatan ini ikut mendorong lahirnya generasi muda yang solid, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi," ujar Evi. 

Senada dengan itu, Anggota DPRD Sumbar, Endarmy mengatakan, sinergi antara oganisasi kepemudaan, keluarga besar TNI, dan seluruh elemen masyarakat amat penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Wawasan kebangsaan harus terus ditanamkan pada masyarakat sejak dini, ini sangat berpengaruh dalam upaya menjaga keutuhan negara," tutur Endarmy. 

Perwakilan Kodam XX/TIB,  Letkol KAV Mahpuzh mengatakan ada puluhan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, terutama organisasi yang berada dibawah pembinaan Kodam Tuanku Imam Bonjol. 

Saat membuka kegiatan tersebut, Mahpuzh mengingatkan tentang pentingnya untuk menjadi satu persatuan. 

"Kita harus menjadi satu, bukan terpisah-pisah. Kalau kita sudah menjadi satu wadah dalam satu pembinaan tentu kita akan menjadi kuat," katanyam

Mahpuzh berharap kegiatan tersebut bukanlah yang terakhir, melainkan akan diadakan berbagai kegiatan lainnya untuk menguatkan jalinan dan sinergi antar organisasi.(*)

Mahfud Wanti-wanti Demokrasi Digunakan untuk Membunuh Demokrasi    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Mahfud Wanti-wanti Demokrasi Digunakan untuk Membunuh Demokrasi
Mantan Menteri Koordinator Bidang  Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyinggung soal perjalanan sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia hingga hari ini. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mantan Menteri Koordinator Bidang  Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyinggung soal perjalanan sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia hingga hari ini.

Namun, dia mengingatkan tentang potensi penyelewengan dalam implementasinya.

Hal tersebut dia sampaikan saat dialog Terus Terang yang digelar di Universitas Islam Indonesia (UII), di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis malam, 21 Mei 2026.

“Dulu tahun 1933, Mohammad Hatta (Wakil Presiden Pertama RI) itu sudah menulis, hati-hati dengan demokrasi. Kalau besok Indonesia merdeka, kata Hatta, kita memilih demokrasi, tapi hati-hati dengan demokrasi,” ujar Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu memandang, pengalaman negara-negara yang menggunakan sistem demokrasi, justru dimanfaatkan untuk mempertahankan kekuasaan.

Dari situ, dia menyampaikan sebuah kesimpulan tentang bahaya sistem demokrasi yang tidak dikontrol secara awas oleh masyarakat.

“Karena apa? Karena banyak pengalaman bangsa-bangsa itu. Demokrasi digunakan untuk membunuh demokrasi. Jadi membuat konfigurasi otoriter, tapi melalui proses-proses yang demokratis,” urainya.

Dia menyebutkan sejarah satu negara yang awalnya menerapkan sistem demokrasi, namun pada akhirnya ketika penguasa terpilih dalam pemilihan umum (pemilu), justru menerapkan sistem otoritarian.

“Itu kemudian terjadi ketika Hitler berkuasa (di Jerman). Dia ikut pemilu, dapat kursi sedikit, lalu bergabung dengan partai yang kecil menjadi besar besar, semuanya lalu diteror,” katanya.

“Jadilah dia penjahat paling besar, dengan menggunakan proses demokrasi, menggunakan proses konstitusi,” demikian Mahfud menambahkan. (*) 

Sumber: RMOL

Polisi Akan Limpahkan Perkara Roy Suryo Cs, Refly Harun: Pernyataan Normatif!    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Polisi Akan Limpahkan Perkara Roy Suryo Cs, Refly Harun: Pernyataan Normatif!
Koordinator tim hukum Troya, Refly Harun, menanggapi pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto yang menyebut akan penyidik akan melimpahkan perkara Roy Suryo ke Kejaksaan (P21). Menurutnya, pernyataan itu bersifat normatif. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Koordinator tim hukum Troya, Refly Harun, menanggapi pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto yang menyebut akan penyidik akan melimpahkan perkara Roy Suryo ke Kejaksaan (P21). Menurutnya, pernyataan itu bersifat normatif.

Refly menilai, Kabid Humas Polda Metro tak tahu kapan penyidik melimpahkan perkara tersebut ke Kejaksaan.

"Itu pernyataan yang normatif sifatnya. Dan yang kedua, dia juga tidak tahu persis apakah memang akan P21 atau tidak. Intinya dia membantah kalau tidak P21, tapi apakah akan P21, dia juga tidak tahu," ujar Refli saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

"Nah, karena itu menurut saya apa yang disampaikan dia itu, ya memang dia doing his job sebagai Humas. Kan Humas kalau ditanya pasti tidak mungkin tidak jawab," tambahnya.

Namun terlepas dari itu, Refly Harun menilai, perkara yang menyeret kliennya tak layak untuk ditindaklanjuti. 

Pasalnya, kata dia, penanganan perkara itu terlampau telah melebihi batas waktu yang diatur dalam KUHAP baru.

"Jadi kalau kami hitung sejak misalnya pelimpahan P19 misalnya, itu pelimpahan pertama itu pada tanggal 13 Januari,"ujar Refly.

"Kemudian dikembalikan pada hari ke-13, berarti tanggal 26 Januari, dan seharusnya cuma ada waktu 14 hari untuk melimpahkan berkas P19 ke Kejaksaan Tinggi DKI dari penyidik Polda Metro Jaya, maka lampaunya waktu itu sudah bertambah-tambah," lanjutnya.

Kendati demikian, Refly meraaa janggal dengan penanganan perkara tersebut. Ia menilai, perkara itu sudah tak layak untuk ditindaklanjuti.

"Bahkan saya berkali-kali mengatakan, jangankan dilakukan penyelidikan dan penyidikan serta penersangkaan, itu diterima saja laporannya tidak layak sebenarnya,”ujarnya.

“Karena ini adalah sebuah kegiatan akademik ya, yang menilai atau meneliti mengenai ijazah pejabat publik atau mantan pejabat publik yang memang berada di ranah publik berdasarkan UU KIP," tutup Refly.  (*) 

Sumber: rctiplus.com