HEADLINE
Progres Capai 60 Persen, Revitalisasi TK Negeri 1 Kubung Siap Selesai Agustus    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Progres Capai 60 Persen, Revitalisasi TK Negeri 1 Kubung Siap Selesai Agustus
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, turun langsung meninjau pelaksanaan revitalisasi TK Negeri 1 Kubung, Rabu (29/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menjamin kualitas dan kecepatan pembangunan fasilitas pendidikan, Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, turun langsung meninjau pelaksanaan revitalisasi TK Negeri 1 Kubung, Rabu (29/7/2026).

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh para tenaga pendidik sekolah, Penjabat Wali Nagari Kotobaru, serta tokoh masyarakat setempat. 

Dalam kunjungan ini, Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Elafki, S.Pd., MM., beserta jajaran, serta Kepala Bagian Pembangunan Afrianto.

Pembangunan yang dibiayai dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar ini kini telah mencapai kemajuan sekitar 60 persen. Pekerjaan ditargetkan tuntas sepenuhnya pada bulan Agustus 2026 mendatang.

Bupati menegaskan pentingnya menjaga standar kualitas setiap tahapan pekerjaan agar hasilnya benar-benar bermanfaat maksimal bagi dunia pendidikan.

"Harapan kita, pembangunan ini segera rampung dan bisa langsung dimanfaatkan dengan nyaman oleh anak-anak serta para tenaga pendidik," ujar Bupati Jon Firman Pandu.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Solok untuk terus membenahi sarana dan prasarana pendidikan. 

Langkah ini diambil guna mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi putra-putri daerah sebagai generasi penerus di masa depan.(80)

Kolaborasi Indonesia–Arab Saudi Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak di Sumbar    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Kolaborasi Indonesia–Arab Saudi Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak di Sumbar
Kegiatan Proctorship Kasus Kardiovaskular Pediatrik di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyambut baik kolaborasi internasional dalam penguatan layanan operasi jantung anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang. 

Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga medis daerah dalam menangani penyakit jantung bawaan pada anak.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat mendampingi Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin membuka kegiatan Proctorship Kasus Kardiovaskular Pediatrik di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026).

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) Arab Saudi, Muslim World League (MWL), serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi kemanusiaan tersebut.

Menurutnya, kerja sama lintas negara itu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak penderita penyakit jantung bawaan di Sumbar.

Atas nama Pemprov Sumbar dan masyarakat Ranah Minang, Arry juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh tim medis dan delegasi dari Arab Saudi serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Kehadiran para ahli tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di daerah.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar mendukung penuh penguatan kolaborasi lintas negara, lintas institusi, dan lintas profesi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan.

“Penanganan penyakit jantung bawaan pada anak-anak tidak hanya menjadi tantangan medis, tetapi juga memberikan beban fisik, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar memandang kegiatan proctorship ini sangat strategis karena tidak hanya memperluas akses pelayanan berkualitas, tetapi juga meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di daerah melalui transfer ilmu pengetahuan,” ujar Arry.

Arry juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh dokter, perawat, dan tenaga kesehatan atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, para tenaga kesehatan tidak hanya berperan menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak beserta keluarga yang tengah berjuang menghadapi penyakit jantung.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyakit jantung bawaan masih menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan di Indonesia. 

Setiap tahun, sekitar satu persen atau sekitar 48 ribu bayi yang lahir mengalami kelainan jantung bawaan, dan sekitar 12 ribu di antaranya memerlukan tindakan operasi segera karena kondisinya kritis.

Menurut Budi, hingga tahun 2022 Indonesia baru mampu menangani sekitar 6.000 operasi jantung anak setiap tahun. Akibatnya, masih banyak anak yang belum mendapatkan tindakan medis tepat waktu karena keterbatasan kapasitas layanan.

“Karena itu pemerintah terus memperluas kemampuan rumah sakit yang dapat melakukan operasi jantung anak. Dari sebelumnya hanya sembilan rumah sakit di enam provinsi, kini telah berkembang menjadi 15 rumah sakit di 12 provinsi. Namun jumlah itu masih harus terus ditingkatkan agar seluruh provinsi memiliki layanan operasi jantung anak,” kata Budi.

Ia juga mengapresiasi dukungan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre yang secara konsisten mengirimkan tim ahli ke Indonesia. Selain membantu pelaksanaan operasi bagi pasien, program tersebut dinilai mempercepat alih pengetahuan kepada tenaga kesehatan Indonesia sehingga kemampuan rumah sakit daerah terus berkembang.

Melalui kegiatan proctorship ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang ditargetkan menjadi salah satu pusat layanan sekaligus pembinaan operasi jantung anak di wilayah Sumatera. Rumah sakit tersebut juga diharapkan mampu menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kardiovaskular pediatrik bagi rumah sakit-rumah sakit di Sumbar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI dr. Obrin Parulian, M.Kes., para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat atau yang mewakili, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbaf dr. Aklima, MPH., CMed., FISQua, Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil Padang, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang dr. Dovy Djanas, Sp.OG., Subsp.K.F.M., MARS., FISQua, unsur Forkopimda, perwakilan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre Arab Saudi, Muslim World League Indonesia, serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. (adpsb/rmz/bud)

Ini Kata Muharlion pada Rapat Teknis HJK Padang ke-357: Bermanfaat bagi Masyarakat    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Ini Kata Muharlion pada Rapat Teknis HJK Padang ke-357: Bermanfaat bagi Masyarakat
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion di rapat teknis yang dipimpin Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (29/7/2026). (Foto Ilustrasi: By). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan HJK Padang ke-357.

Dukungan itu ia sampaikan dalam rapat teknis yang dipimpin Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (29/7/2026).

Selain Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, rapat yang dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran itu juga dihadiri Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, dan Kajari Padang, Koswara. 

Tampak juga Aster Dankodaeral II Padang, Kolonel Mar Wartono, serta Pasi Intel Kodim 0312/Padang, Mayor Arm Febrinaldi Musdar, Sekda Kota Padang, Raju Minropa, dan pimpinan OPD terkait di lingkup Pemko Padang.

Selain itu, pada kesempatan itu, ia mendorong optimalisasi sosialisasi agar masyarakat mengetahui seluruh agenda HJK, ikut meramaikan, dan merasakan manfaatnya.

"Kita berharap acara ini betul-betul meriah dan merakyat serta mendatangkan multieffek ekonomi," katanya.

Senada dengan itu, Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menegaskan jajaran Polresta Padang siap mendukung penuh pengamanan dan kelancaran seluruh rangkaian HJK melalui kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Kehadiran Industri Harus Membuka Kesempatan Kerja bagi Warga Sekitar    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Kehadiran Industri Harus Membuka Kesempatan Kerja bagi Warga Sekitar
Wamenaker Afriansyah saat mengunjungi PT Sheonary Javanesia INC di Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan kehadiran industri harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui terbukanya kesempatan kerja bagi warga lokal. Menurutnya, semakin besar kesempatan kerja yang tercipta bagi masyarakat sekitar, semakin besar pula dampak positif industri terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Wamenaker Afriansyah saat mengunjungi PT Sheonary Javanesia INC di Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026).

Dalam kunjungan itu, Wamenaker berdialog dengan manajemen perusahaan bersama Pemerintah Kabupaten Temanggung mengenai penguatan hubungan industrial, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung kebutuhan industri.

Usai berdialog, Wamenaker meninjau area produksi dan berbincang langsung dengan para peker ja, termasuk penyandang disabilitas. Ia mengapresiasi komitmen perusahaan yang memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sebagai wujud penerapan dunia kerja yang inklusif.

"Saya melihat hubungan industrial antara manajemen dan pekerja di perusahaan ini berjalan baik. Perusahaannya juga rapi dan tertata dengan baik. Industri yang dikelola dengan baik seperti ini harus kita jaga dan kita bangun bersama agar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Afriansyah.

Untuk mendukung penyerapan tenaga kerja lokal, Kemnaker siap memberikan pelatihan vokasi bagi masyarakat sekitar agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, perusahaan lebih mudah memperoleh tenaga kerja yang kompeten, sementara masyarakat memiliki peluang kerja yang lebih besar.

"Perusahaan kami harapkan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jangan sampai warga sekitar malah enggak kerja. Kemnaker siap memberikan pelatihan agar masyarakat memi liki kompetensi yang dibutuhkan industri," ujarnya.

Selain memperluas kesempatan kerja, Afriansyah menekankan pentingnya perusahaan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberikan upah sesuai ketentuan yang berlaku, serta memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

Afriansyah juga mengajak Pemerintah Kabupaten Temanggung terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha agar iklim industri tetap kondusif dan investasi terus berkembang. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan Kemnaker menjadi kunci untuk memperluas kesempatan kerja, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Manajemen Talenta Merupakan Fondasi Utama dalam Membangun Birokrasi Modern    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Manajemen Talenta Merupakan Fondasi Utama dalam Membangun Birokrasi Modern
Prof. Zudan menilai kepemimpinan daerah yang kuat menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem merit dan pengelolaan ASN yang profesional. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam kesempatannya memberikan arahan kepada para ASN Provinsi Maluku Utara, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan mengapresiasi komitmen Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos dalam mempercepat implementasi manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. 

Prof. Zudan menilai Maluku Utara menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam penerapan manajemen talenta, dan berpeluang menjadi provinsi pertama di luar Pulau Jawa yang mengimplementasikannya secara menyeluruh hingga 100 persen.

Prof. Zudan menilai kepemimpinan daerah yang kuat menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem merit dan pengelolaan ASN yang profesional. 

"Komitmen Ibu Gubernur Sherly Tjoanda Laos patut diapresiasi. Implementasi manajemen talenta di Maluku Utara berjalan sangat baik dan menjadi salah satu yang paling progresif di Indonesia. Ini menunjukkan keseriusan daerah dalam membangun ASN yang profesional melalui sistem merit," ujar Prof. Zudan di Ternate, Rabu (29/07/2026).

Kepala BKN terus mengarahkan instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah bahwa manajemen talenta merupakan fondasi utama dalam membangun birokrasi modern.

Melalui pendekatan berbasis kompetensi, potensi, dan kinerja, pemerintah dapat memastikan setiap ASN ditempatkan pada jabatan yang tepat sekaligus menyiapkan talenta terbaik untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah.

Di samping itu, Prof. Zudan mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas ASN. Karena itu, pengelolaan ASN harus meninggalkan pola konvensional menuju sistem yang objektif, terukur, dan berbasis data agar setiap keputusan pengembangan karier maupun pengisian jabatan benar-benar didasarkan pada kapasitas individu.

Ia juga sebut komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menerapkan manajemen talenta, menunjukkan bahwa transformasi manajemen ASN akan berjalan lebih cepat apabila didukung penuh oleh kepala daerah. 

Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan sistem merit yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan komitmen yang terus dijaga oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama pemerintah kabupaten/kota, Kepala BKN optimis bahwa Maluku Utara dapat menjadi provinsi pertama di luar Pulau Jawa yang menerapkan manajemen talenta secara menyeluruh, dan menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan ASN yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Zudan berpesan kepada para peserta Latsar bahwa ASN masa depan dituntut memiliki karakter adaptif, berintegritas, dan terus meningkatkan kompetensi. 

Budaya belajar melalui membaca, menulis, serta mengembangkan kapasitas diri harus menjadi kebiasaan agar ASN mampu merespons perkembangan teknologi, dinamika kebijakan, dan tuntutan pelayanan publik yang terus berubah. (*)

Satupena Sumbar dan Sumbar Talenta Pukau Penonton di Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Satupena Sumbar dan Sumbar Talenta Pukau Penonton di Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur
Tim Safari Puisi Empat Negara yang digagas Satupena Sumatera Barat bersama Sumbar Talenta tampil memukau. (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM-
Tim Safari Puisi Empat Negara yang digagas Satupena Sumatera Barat bersama Sumbar Talenta tampil memukau pada penampilan perdana diluar negerinya di Balai Seminar Tun Dr. Hamdan Sheikh Tahir, Aras 6 Wisma Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur, Rabu (29/7/2026) malam.

Dalam acara Malam Puisi Serumpun tersebut, rombongan membawakan puisi esai berjudul Kampungku di Aceh Hilang karya Denny JA, ketua Umum SatuPena serta menampilkan pertunjukan tari Garak Garik Piriang Pusako dari Sumbar Talenta.

Timbalan Ketua Pengarah Dasar Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur, YBrs. Tuan Haji Mohd. Salahuddin bin Datuk Paduka Mohamed, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran tamu dari Sumatera Barat dan mahasiswa dari Universiti Prince of Songkla Thailand memberikan makna besar bagi acara tersebut.

“Program Safari Puisi Empat Negara yang melibatkan Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand membuktikan bahwa kesusastraan terus menjadi wahana penting dalam memperkokoh jaringan persahabatan, kesepahaman budaya, dan kerja sama serantau. Program seperti ini bukan sekadar menghimpun penyair untuk mendeklamasikan puisi, tetapi juga membuka ruang dialog budaya, perkongsian pengalaman, dan pembinaan jaringan yang akan memperkaya dunia persuratan di rantau ini,” ujar Mohd. Salahuddin.

Ia menambahkan, Dewan Bahasa dan Pustaka senantiasa berkomitmen memperluas jaringan kerja sama serantau dan antar bangsa dalam upaya mengangkat Bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu, bahasa persuratan, dan bahasa kebudayaan yang relevan di tingkat global. Komitmen ini sejalan dengan penekanan terhadap pemantapan kerja sama strategis pada tingkat serantau dan internasional.

“Kehadiran dosen dan mahasiswa Universiti Prince of Songkla Thailand mencerminkan minat yang berkelanjutan terhadap Bahasa Melayu, sastra, dan budaya serantau. Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi pendorong kepada kerja sama akademik, penelitian, dan pertukaran ilmu yang lebih luas di bidang bahasa, sastra dan budaya pada masa depan,” lanjutnya.

Acara tersebut juga dihadiri Pensyarah Universiti Prince of Songkla Thailand, YBrs. Dr. Aminoh Jehwea, bersama 25 orang mahasiswanya. Tampil pula pembaca puisi dari Malaysia dan Sumatera Barat, serta pertunjukan tari dari Sumbar Talenta.

Ketua Satupena Sumatera Barat, Sastri Bakry, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dewan Bahasa dan Pustaka yang telah menyelenggarakan Malam Puisi Serumpun. “Terima kasih juga kami ucapkan kepada para tamu, termasuk dari Universiti Prince of Songkla Thailand,” kata Sastri.

Rombongan dari Sumatera Barat berjumlah 10 orang, terdiri dari Sastri Bakry selaku Ketua, Armaidi Tanjung, Zusneli Zubir, Andria Catri Tamsin, Yenni Ibrahim, Kharles, Siska Saputri, Dendi, Thalia, dan Nuning Purnama.

Safari Puisi 4 Negara ini tampil pertama sekali di negeri sendiri, Indonesia tgl 28 Juli 2026 dilepas secara resmi oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada Selasa (28/7/2026) malam di Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat. Safari puisi ini akan berlangsung hingga 4 Agustus 2026 dengan tujuan selain Indonesia , juga Malaysia, Singapura, dan Thailand. (R/*)

Seluruh Pemda Dipastikan Mampu Melaksanakan Program Percepatan Penurunan Stunting    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Seluruh Pemda Dipastikan Mampu Melaksanakan Program Percepatan Penurunan Stunting
Asistensi Perencanaan Daerah dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting pada Selasa (28/7/2026) di Ruang Oryza Sativa, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah bersama Komisi II DPR RI menyelenggarakan Asistensi Perencanaan Daerah dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting pada Selasa (28/7/2026) di Ruang Oryza Sativa, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menyusun perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, konvergen, dan berbasis data guna mempercepat penurunan prevalensi stunting.

Asistensi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, perangkat daerah, serta masyarakat dalam memastikan program dan anggaran pencegahan stunting disusun berdasarkan kebutuhan kelompok sasaran dan kondisi wilayah.

Kegiatan diawali dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Analis Kebijakan Ahli Madya Urusan Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Heri Supriyanto.

Pada laporannya, Heri menegaskan bahwa stunting bukan semata persoalan kesehatan, melainkan persoalan pembangunan sumber daya manusia yang memerlukan penanganan lintas sektor melalui keterpaduan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai forum asistensi, penguatan pemahaman, serta penyelarasan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan masyarakat dalam mendukung perencanaan daerah untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting,” ujar Heri.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menurunkan prevalensi stunting melalui penguatan perencanaan pembangunan daerah dan optimalisasi pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Bandung mengalami penurunan dari 29,2 persen pada 2023 menjadi 24,1 persen pada 2024.

Sementara itu, berdasarkan data administratif hasil Bulan Penimbangan Balita (BPB) Agustus 2025, prevalensi balita stunting tercatat sebesar 8,83 persen. Meskipun menunjukkan perkembangan yang positif, data administratif tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan hasil SSGI karena menggunakan metode dan basis pengukuran yang berbeda.

Cakra menambahkan bahwa Kabupaten Bandung masih menghadapi tantangan berupa sejumlah kecamatan dengan prevalensi stunting di atas 15 persen. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang lebih terarah berdasarkan pemetaan wilayah dan keluarga berisiko stunting.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, upaya percepatan penurunan stunting telah diintegrasikan ke dalam RPJMD Kabupaten Bandung Tahun 2025–2029, dengan target prevalensi stunting sebesar 19,67 persen pada tahun 2026.

Mewakili Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Maddaremmeng, menegaskan bahwa pencegahan dan percepatan penurunan stunting merupakan bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, seluruh proses perencanaan pembangunan daerah harus selaras dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.

“Kementerian Dalam Negeri memiliki peran strategis sebagai pembina dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan daerah. Fokus kami bukan pada penyelenggaraan layanan kesehatan secara langsung, melainkan memastikan seluruh pemerintah daerah mampu merencanakan, menganggarkan, melaksanakan, dan mengevaluasi program percepatan penurunan stunting secara efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” jelas Maddaremmeng.

Ia menjelaskan bahwa Kemendagri menjalankan dua mandat utama dalam percepatan penurunan stunting, yaitu sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah, serta penguatan konvergensi lintas sektor.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui enam langkah strategis, yakn Penguatan aksi konvergensi di daerah, Pembinaan dan supervisi pemerintah daerah, Penguatan perencanaan dan penganggaran berbasis data, Penilaian kinerja pemerintah daerah, Optimalisasi pemanfaatan WebAksiBangda, dan Penguatan kolaborasi lintas sektor.

Maddaremmeng juga menegaskan bahwa pelaksanaan aksi konvergensi telah memiliki landasan kebijakan yang kuat melalui kesepakatan lintas kementerian/lembaga serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu memastikan seluruh intervensi diberikan secara tepat sasaran kepada enam kelompok prioritas, yaitu remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas dan menyusui, bayi di bawah dua tahun (baduta) dan balita, serta rumah tangga atau keluarga berisiko stunting. Pemenuhan layanan terhadap kelompok sasaran tersebut dipantau melalui 31 indikator layanan konvergensi.

Lebih lanjut, Maddaremmeng menekankan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak dapat dibebankan kepada satu perangkat daerah semata.

“Seluruh perangkat daerah harus berperan aktif, mulai dari penyediaan data, penyusunan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, pembinaan, hingga evaluasi. Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pada sesi panel diskusi, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan masyarakat untuk memastikan seluruh program pencegahan stunting berjalan secara efektif.

Menurutnya, data yang akurat harus menjadi dasar dalam penyusunan analisis, strategi, dan kebijakan yang tepat sasaran. Pemerintah daerah juga perlu memiliki sistem pemantauan yang mampu memotret kondisi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi yang dilahirkan, serta pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkelanjutan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat komitmen dalam perencanaan, penganggaran, dan pengawasan pelaksanaan program agar setiap intervensi benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga sasaran prioritas.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan serta diikuti oleh perangkat daerah, para camat, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kegiatan asistensi ini, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri berharap pemerintah daerah semakin mampu menyusun perencanaan pembangunan yang berkualitas, berbasis data, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil, sehingga upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing. (*)