HEADLINE
Wako Fadly Amran Pimpin Monthly Meeting Pemko Padang, Ini Agendanya    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Wako Fadly Amran Pimpin Monthly Meeting Pemko Padang, Ini Agendanya
Wali Kota (Wako) Padang Fadly Amran didampingi Wawako Maigus Nasir memimpin Monthly Meeting Pemko Padang, Senin (18/05/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota (Wako) Padang Fadly Amran didampingi Wawako Maigus Nasir memimpin Monthly Meeting Pemko Padang, Senin (18/05/2026) di Ruang Abu Bakar Ja'ar Balai Kota Padang, Aie Pacah. Rapat membahas tentang evaluasi program kerja dan isu strategis pelayanan publik.

Sejumlah agenda menjadi perhatian, di antaranya evaluasi capaian program prioritas, penanganan pascabencana, hingga peningkatan pelayanan infrastruktur dasar di Kota Padang. 

Monthly meeting yang dihadiri Kepala Perangkat  Daerah di lingkup Pemko Padang juga menjadi forum koordinasi antarperangkat daerah untuk memastikan setiap program berjalan sesuai target.

Fadly Amran menegaskan pentingnya percepatan rekap dan rekonsiliasi penanganan pascabencana agar proses pemulihan dapat berjalan optimal. Koordinasi yang baik antarinstansi sangat diperlukan agar setiap tahapan penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Fadly Amran juga meminta seluruh perangkat daerah terus meningkatkan disiplin kerja dan memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program pembangunan. Ia menilai kerja sama yang solid akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Rekap dan rekonsiliasi pascabencana harus menjadi perhatian serius seluruh OPD terkait. Kita ingin setiap penanganan berjalan cepat, mulai dari pendataan kerusakan, proses administrasi, hingga tindak lanjut di lapangan agar bantuan dan program pemulihan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat terdampak," katanya.

Maigus Nasir menyoroti pentingnya perhatian terhadap fasilitas umum, khususnya kondisi jalan berlubang yang banyak dikeluhkan masyarakat. Ia meminta OPD terkait meningkatkan respons cepat terhadap setiap laporan kerusakan infrastruktur demi menjaga kenyamanan dan keselamatan warga.

“Fasilitas umum yang rusak seperti jalan berlubang harus segera ditangani karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Saya meminta seluruh jajaran terkait terus meningkatkan pengawasan dan respons cepat terhadap laporan warga agar pelayanan publik tetap berjalan optimal," ujarnya. 

Turut diserahkan piagam penghargaan kepada Ir. Mairizon, M.Si, Kepala BKPSDM Kota Padang yang memasuki masa purnabakti. (*)

Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%
Pengajar Universitas Paramadina, Dr. Ariyo DP Irhamna, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026. (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengajar Universitas Paramadina, Dr. Ariyo DP Irhamna, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026 perlu dibaca secara lebih hati-hati karena ditopang oleh stimulus fiskal jangka pendek dan menghadapi tekanan struktural yang semakin besar.

Menanggapi tulisan Anggito Abimanyu yang sebelumnya mempertanyakan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I-2026, Ariyo menyebut sejumlah kritik dari INDEF, LPEM FEB UI, dan CELIOS terhadap pertumbuhan ekonomi tidak cukup dijawab hanya melalui pembelaan metodologi data statistik, melainkan perlu dilihat dari sisi kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan itu sendiri.

Ia menyoroti bahwa perbandingan perubahan inventori yang digunakan dalam argumentasi sebelumnya tidak tepat. 

Menurutnya, lonjakan inventori dari Rp4,2 triliun menjadi Rp104 triliun terjadi secara kuartalan, bukan tahunan sebagaimana disebutkan. 

Secara tahunan, perubahan inventori hanya meningkat dari Rp85,2 triliun pada Triwulan I-2025 menjadi Rp104 triliun pada Triwulan I-2026 atau sekitar 22 persen.

Ariyo menjelaskan bahwa kenaikan inventori belum tentu mencerminkan pelemahan permintaan domestik. 

Kenaikan tersebut bisa dipengaruhi persiapan stok menjelang Ramadan dan Idulfitri, ekspektasi peningkatan konsumsi, maupun impor antisipatif.

Selain itu, ia menilai kontraksi sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 0,99 persen tidak bertentangan dengan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,04 persen.

Menurutnya, data penjualan listrik industri justru menunjukkan ekspansi.

“Kontradiksi yang dianggap janggal hanyalah sisa kebijakan harga 2025, bukan inkonsistensi data BPS,” tulis Ariya.

Ia menjelaskan bahwa basis perbandingan Triwulan I-2025 dipengaruhi kebijakan diskon tarif listrik 50 persen yang meningkatkan konsumsi rumah tangga secara temporer. 

Ketika diskon dicabut pada 2026, konsumsi kembali normal sehingga menciptakan efek statistik terhadap pertumbuhan sektor listrik.

Lebih jauh, Ariyo menilai pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 secara mendasar lebih lemah dibanding angka headline 5,61 persen. 

Konsumsi pemerintah yang tumbuh 21,81 persen secara tahunan disebut menyumbang sekitar 1,26 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia memperkirakan bahwa tanpa dorongan belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi hanya berada di kisaran 4,4 hingga 4,6 persen.

“Membaca 5,61% sebagai sinyal momentum menguat keliru; momentumnya sebetulnya melambat, hanya basis tahun sebelumnya luar biasa lemah,” tulisnya.

Ariyo juga menyoroti perbedaan antara pertumbuhan PDB manufaktur dan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang berada di level 49,1 pada April 2026 atau memasuki zona kontraksi.

“Jika Pak Anggito serius dengan pertanyaan keberlanjutan, argumen ini paling kuat untuk mendukung tesisnya, dan beliau melewatkannya,” ujarnya.

Dalam analisisnya, Ariyo menyebut biaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi semakin besar. 

Ia mencatat keseimbangan primer APBN berubah dari surplus Rp21,9 triliun pada Triwulan I-2025 menjadi defisit Rp95,8 triliun pada Triwulan I-2026. 

Pada saat yang sama, pembayaran bunga utang meningkat 18,6 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp144,3 triliun.

Selain tekanan fiskal, ia juga menyoroti lonjakan subsidi dan kompensasi energi, pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.605 per dolar AS, serta penurunan cadangan devisa selama tiga bulan berturut-turut.

Menurut Ariyo, depresiasi rupiah turut menggerus pendapatan masyarakat dalam ukuran dolar AS dan menjauhkan target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.

“Setiap pelemahan 1% mengurangi PDB per kapita USD sekitar USD52, setara setahun pertumbuhan riil per kapita,” tulisnya.

Ia juga menilai struktur ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas alam dan hilirisasi nikel. 

Di sisi lain, surplus perdagangan justru menyusut ketika rupiah melemah, yang menurutnya menunjukkan lemahnya daya saing ekspor manufaktur nonkomoditas.

“Indonesia bertumpu pada hilirisasi nikel, sambil kehilangan volume di batubara, pertanian, dan migas,” ujarnya.

Dalam sektor domestik, Ariyo mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) kredit pemilikan properti meningkat dari 3,08 persen menjadi 3,24 persen pada Februari 2026, sementara pertumbuhan sektor real estat hanya mencapai 3,54 persen.

“Sektor properti adalah barometer kelas menengah, dan barometer ini sedang tertekan,” tulisnya.

Sebagai alternatif kebijakan, Ariyo mendorong pemerintah mempercepat belanja modal produktif dan mereformasi subsidi energi agar lebih tepat sasaran melalui bantuan langsung kepada kelompok berpendapatan rendah.

Ia menilai langkah tersebut lebih berkelanjutan dibanding mengandalkan instrumen stabilisasi pasar obligasi atau stimulus jangka pendek untuk menjaga angka pertumbuhan ekonomi.

“Pertanyaan yang sedang diabaikan: pertumbuhan yang berkualitas atau berkuantitas,” tulis Ariyo.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa perdebatan utama seharusnya bukan sekadar mengenai validitas angka pertumbuhan ekonomi, melainkan siapa yang menanggung biaya dari pertumbuhan tersebut.

“Substansinya adalah ongkos yang sedang dibayar berbagai kelompok masyarakat untuk mempertahankan pertumbuhan di tingkat ini,” tutupnya. (*) 

Laporan: Arief Tito

Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri Kembangkan Usaha Berbasis Limbah FABA dan Pupuk Organik di Sawahlunto    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri Kembangkan Usaha Berbasis Limbah FABA dan Pupuk Organik di Sawahlunto
Ketua Koperasi Swarna Migas Mandiri Erichan R BAc bersama manajemen PLN IP UBP OMBILIN dan tokoh masyarakat dalam momen peresmian pabrik pengolahan limbah FABA. (Foto: marjafri).

BENTENGSUMBAR.COM
- Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri terus mengembangkan berbagai unit usaha produktif berbasis potensi lokal, mulai dari pemanfaatan limbah industri, distribusi energi, produksi pupuk organik, hingga penjajakan sektor pertambangan. 

Koperasi yang resmi berdiri pada Desember 2025 ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Kota Sawahlunto.

Koperasi tersebut terdaftar dengan Nomor AHU 0087719.AH.01.29 Tahun 2025 dan dipimpin oleh Erichan R., B.Ac., Dt. Malin Panghulu. 

Saat ini, koperasi memiliki 23 anggota dan menjalin kemitraan strategis dengan PT Prinaltia Junta Perkasa dalam pengembangan sejumlah lini usaha.

“Melihat potensi daerah yang begitu besar dan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat apabila dikelola secara baik, kami sepakat membentuk badan usaha berbentuk koperasi. Selain memperkuat partisipasi masyarakat, bentuk ini juga lebih efektif dalam mendukung proses perizinan dan pengembangan usaha,” ujar Ketua Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri, Erichan R., B.Ac., Dt. Malin Panghulu, saat peresmian pabrik pengolahan limbah FABA di Jalan Raya Kolok Rawang, Dusun Guguk Sumbayang, Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Jumat (15/5/2026).

Ubah Limbah FABA Menjadi Produk Bahan Bangunan

Salah satu unit usaha utama yang telah berjalan adalah pemanfaatan limbah FABA (fly ash dan bottom ash) menjadi berbagai produk bahan bangunan, seperti batako, paving block, u-ditch, dan kanstin.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, koperasi telah menjalin kontrak awal dengan PT Energi Prima Nusantara, anak perusahaan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Ombilin.

“Kami melihat limbah FABA memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan benar. Selain membantu mengurangi limbah industri, usaha ini juga dapat menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan produk konstruksi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Saat ini, produk batako hasil produksi koperasi telah dipasarkan kepada masyarakat lokal.

Pengurus koperasi berharap dukungan media dan berbagai pihak dapat membantu memperluas promosi dan pemasaran produk.

Kembangkan Pupuk Organik MDK

Selain pengolahan limbah FABA, koperasi bersama PT Prinaltia Junta Perkasa juga merintis produksi pupuk organik dengan merek MDK. 

Produk tersebut telah memiliki perizinan usaha atas nama perusahaan mitra.

“Pengembangan pupuk organik merupakan bagian dari upaya kami mendukung sektor pertanian dan menghadirkan produk yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Erichan.

Namun, pengembangan usaha ini masih menghadapi kendala teknis, terutama kebutuhan mesin penggilingan untuk meningkatkan tingkat kehalusan bahan baku.

“Saat ini tingkat kehalusan bahan masih berada pada Mesh 60, sedangkan untuk memenuhi persyaratan teknis dibutuhkan minimal Mesh 100. Karena itu, kami sangat membutuhkan mesin penggilingan agar kualitas produk dapat memenuhi standar yang ditetapkan,” jelasnya.

Diversifikasi Usaha dan Rencana Jangka Panjang

Sebelumnya, koperasi juga telah mendirikan dua pangkalan LPG yang beroperasi di Kecamatan Barangin dan Kecamatan Lembah Segar. 

Unit usaha tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan yang memperkuat fondasi ekonomi koperasi.

Selain itu, koperasi tengah mengurus perizinan usaha di bidang pertambangan batubara sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha jangka panjang.

“Kami ingin koperasi ini tumbuh menjadi wadah ekonomi masyarakat yang benar-benar produktif, mandiri, dan mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi anggota maupun masyarakat luas,” katanya.

Harapkan Dukungan Pemerintah Daerah

Pengurus koperasi berharap Pemerintah Kota Sawahlunto dapat memberikan dukungan aktif, baik dalam fasilitasi pengembangan usaha, penyediaan sarana produksi, maupun perluasan akses pasar.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat berperan aktif, tidak hanya dalam proses pengembangan usaha, tetapi juga dalam membantu pemasaran produk agar usaha yang kami bangun benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Erichan.

Dengan pendekatan berbasis koperasi dan pemanfaatan potensi lokal, Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri diharapkan menjadi contoh konkret penguatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Kota Sawahlunto. (*) 

Pewarta: Marjafri

Dugaan Penganiayaan Anak di Bawah Umur, Wako Fadly Amran Utus Kabagpem dan Camat Kuranji Kunjungi Korban ke RS Bhayangkara    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Dugaan Penganiayaan Anak di Bawah Umur, Wako Fadly Amran Utus Kabagpem dan Camat Kuranji Kunjungi Korban ke RS Bhayangkara
Wali Kota Padang Fadly Amran memerintahkan Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Padang, Rina Melati, dan Camat Kuranji Rozaldi langsung mengunjungi korban di RS Bhayangkara. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang merespons dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di kawasan Kuncia RT 01 RW 01, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Minggu (17/5/2026).

Korban diketahui bernama MAULANA ARKAN (2 tahun), yang diduga mengalami penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri. 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di hampir seluruh tubuhnya. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh Polresta Padang. 

Sementara pelaku telah ditahan di Lapas Muaro Padang, korban menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara.

Wali Kota Padang Fadly Amran memerintahkan Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Padang, Rina Melati, dan Camat Kuranji Rozaldi langsung mengunjungi korban di RS Bhayangkara.

Dalam kunjungan tersebut, Rina Melati menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang turut berduka dan prihatin atas peristiwa yang menimpa korban.

“Pemerintah Kota Padang hadir untuk memberikan pendampingan dan memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi. Saat ini korban sedang menjalani visum dan perawatan medis,” ujar Rina Melati saat diwawancarai.

“Kita akan membantu pengurusan administrasi keluarga agar seluruh hak anak bisa terpenuhi, akta kelahiran anak, hingga akses layanan kesehatan,” tambah Rina Melati.

Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan penanganan korban berjalan optimal.

“Kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait guna memastikan penanganan kasus berjalan optimal serta memberikan perlindungan kepada korban. Kita juga akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas Sosial dan DP3AP2KB,” ujar Rina Melati.

Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga, baik dari sisi kesehatan, administrasi kependudukan, maupun perlindungan sosial dan psikologis, hingga kondisi korban kembali pulih. (*)

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Berkomitmen Kuatkan Anggaran Lembaga Adat dan Bundo Kanduang setiap Tahun​    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Berkomitmen Kuatkan Anggaran Lembaga Adat dan Bundo Kanduang setiap Tahun  ​
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimtek Bundo Kanduang Angkatan II yang diikuti oleh ratusan peserta di salah satu hotel di Kota Padang, Sabtu (17/5). (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, berkomitmen untuk terus mendorong penguatan anggaran bagi lembaga adat di Sumbar, termasuk organisasi Bundo Kanduang, secara berkelanjutan setiap tahunnya.

Langkah ini diambil karena tantangan dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan dinilai semakin berat, terutama di tengah maraknya peredaran narkotika dan berbagai perilaku menyimpang di tengah masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bundo Kanduang Angkatan II yang diikuti oleh ratusan peserta di salah satu hotel di Kota Padang, Sabtu (17/5).

"Ke depan, kita akan mengupayakan agar seluruh lembaga adat mendapatkan porsi anggaran setiap tahun. Hal ini tentunya bertujuan untuk peningkatan kualitas, baik secara keilmuan maupun keahlian (skill)," ujar Muhidi.

Ia menambahkan bahwa seluruh masyarakat Sumatera Barat mendambakan lahirnya generasi masa depan yang berkualitas.

Sebagai Ketua DPRD Sumbar, dirinya siap menggandeng Bundo Kanduang untuk mewujudkan target tersebut.

"Sekarang musuh bersama kita adalah narkoba, LGBT, hingga tantangan negatif dari kemajuan teknologi. Bundo Kanduang harus mengambil andil dalam mewujudkan generasi yang berdaya saing," tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Muhidi meminta para pengurus dan anggota Bundo Kanduang untuk tidak patah semangat menghadapi berbagai fenomena sosial yang terjadi saat ini. 

Ia mengajak semua pihak untuk tetap optimis dalam melahirkan SDM yang unggul di Sumatera Barat. Muhidi juga mengatakan DPRD Sumbar terbuka untuk membahas kebutuhan regulasi yang memperkuat posisi dan peran Bundo Kanduang di tengah masyarakat.

Sementara itu, perwakilan organisasi Bundo Kanduang menyampaikan aspirasi terkait perlunya payung hukum resmi dan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur peran mereka di tengah masyarakat.

Tanpa adanya legalitas yang kuat, peran Bundo Kanduang dinilai kurang optimal dan hanya sebatas bisa melakukan perubahan di tingkat keluarga masing-masing.

Melalui perpanjangan tangan pihak pemerintah/legislatif, Bundo Kanduang berharap regulasi tersebut dapat segera dibahas

Kehadiran payung hukum ini nantinya diharapkan mampu membuka jalan bagi Bundo Kanduang untuk masuk ke instansi pendidikan (sekolah) serta memberikan program penyuluhan pranikah bagi calon pengantin.

Langkah ini dirasa kian mendesak mengingat melonjaknya angka perceraian saat ini. Berdasarkan data dan penelitian lapangan, tren kasus perceraian tersebut kini justru didominasi oleh gugatan yang diajukan dari pihak perempuan. (*)

KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Agama Ad Interim Tahun 2022, Muhadjir Effendy, untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024, Senin (18/5). (Foto: Int) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Agama Ad Interim Tahun 2022, Muhadjir Effendy, untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024, Senin (18/5).

Saat ini, Muhadjir mengemban jabatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji.

"Dalam lanjutan penyidikan perkara terkait kuota haji, hari ini penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi saudara MHJ selaku Menteri Agama adinterim Tahun 2022," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Senin (18/5).

Budi mengatakan Muhadjir sudah memberi konfirmasi tidak bisa menghadiri pemeriksaan hari ini.

"Yang bersangkutan sudah konfirmasi dan mengajukan penundaan pemeriksaan," kata Budi.

"Penyidik akan menjadwalkan ulang untuk pemeriksaannya mengingat pada prinsipnya setiap keterangan dari para saksi tentunya dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara ini," tandasnya.

Sebelumnya, KPK secara masif memeriksa saksi-saksi dari pihak biro perjalanan haji dan umrah atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Salah satu saksi yang sudah dimintai keterangannya ialah Pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour) Khalid Zeed Abdullah Basalamah.

KPK mengonfirmasi perihal pengembalian uang dan pembahasan mengenai kuota haji kepada Khalid. 

Adapun dalam pemeriksaan Kamis (23/4), Khalid menyatakan telah mengembalikan uang terkait kuota haji sejumlah Rp8,4 miliar.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp622 miliar ini.

Mereka ialah mantan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dan Staf Khususnya yang bernama Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex yang sudah ditahan.

Dua tersangka lain dan belum ditahan atas nama Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham; dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri, Asrul Azis Taba.

Dalam menangani kasus kuota haji, KPK menerapkan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603 atau Pasal 604 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 20 huruf (c) UU KUHP. (*) 


Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Sinyal Kuat Kembali ke Panggung Politik    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Sinyal Kuat Kembali ke Panggung Politik
Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yoga bareng warga Solo. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai agenda keliling Indonesia yang akan dilakukan Jokowi. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi untuk kembali berkeliling Indonesia dinilai bukan sekadar agenda silaturahmi biasa.

Langkah tersebut disebut sebagai sinyal kuat bahwa Jokowi belum selesai di panggung politik nasional dan tengah menyiapkan konsolidasi kekuatan menuju kontestasi politik mendatang.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai agenda keliling Indonesia yang akan dilakukan Jokowi merupakan pesan politik bahwa mantan Wali Kota Solo itu siap kembali ke garis depan politik Tanah Air.

"Beliau mengirimkan pesan bahwa siap kembali ke panggung depan politik Tanah Air sekaligus memanaskan mesin politik relawannya secara bertahap," kata Agung kepada Tribunnews.com, Minggu (17/5/2026).

Menurut Agung, keputusan Jokowi kembali "turun gunung" sangat beralasan jika melihat dinamika politik pasca dirinya tak lagi menjabat sebagai presiden.

Ia menilai, selama ini Jokowi kerap menjadi sasaran serangan dari lawan-lawan politiknya.

"Apalagi selama ini serangan demi serangan yang diluncurkan lawan-lawan politik beliau cukup masif," ujarnya.

Agung menambahkan, menyapa langsung masyarakat di berbagai daerah menjadi cara efektif bagi Jokowi untuk menjaga modal sosial sekaligus mempertahankan pengaruh politiknya.

"Sehingga perlu direspons dengan langkah-langkah terukur dan harapannya mampu menarik simpati publik sehingga Jokowi Effect tetap berefek di Pemilu 2029," ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik menyebut Jokowi akan kembali turun ke masyarakat mulai Juni 2026.

Menurut Freddy, kondisi kesehatan mantan Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu sudah pulih hampir sepenuhnya.

"Kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan (Juni), beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat," ujar Freddy, Rabu (13/5/2026).

Sumber: Wartakota

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa urusan pangan bukan sekadar agenda pembangunan, melainkan persoalan fundamental menyangkut hidup dan mati sebuah bangsa. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa urusan pangan bukan sekadar agenda pembangunan, melainkan persoalan fundamental menyangkut hidup dan mati sebuah bangsa.

Mengutip pernyataan di Nganjuk, Jawa Timur, Senin, 18 Mei 2026, Prabowo menekankan bahwa mandat sebagai presiden mengharuskannya memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.

“Saya sebagai Presiden, mandataris rakyat. Saya yang disumpah. Saya bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar. Tidak akan ada orang lain yang akan dihujat,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat dari desa, sekaligus memutus berbagai persoalan klasik seperti jerat tengkulak, lemahnya distribusi hasil anen, keterbatasan fasilitas penyimpanan, hingga akses pembiayaan yang selama ini menahan kemajuan masyarakat kecil.

Sebagai mantan prajurit, Prabowo mengaku memahami betul bahwa kekuatan bangsa sangat bergantung pada kecukupan pangan. 

Pengalaman panjang di dunia militer membentuk keyakinannya bahwa pasukan, bahkan negara, tidak akan mampu bertahan tanpa jaminan makanan yang cukup.

“Karena itu saya mengerti pentingnya pangan. Dan selalu saya katakan, pangan adalah masalah hidup dan mati,” tegas Prabowo. (*) 

Sumber: RMOL

Prabowo Cerita Kepala BPKP Izin Periksa Penyelewengan Orang Dekatnya    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Prabowo Cerita Kepala BPKP Izin Periksa Penyelewengan Orang Dekatnya
Presiden Prabowo Subianto berbagi cerita perihal dilema yang dihadapi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden Prabowo Subianto berbagi cerita perihal dilema yang dihadapi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

Suatu hari, Kepala BPKP mendatangi dirinya untuk meminta arahan.

Menurut cerita Prabowo, saat itu, Kepala BPKP mengaku tengah memeriksa pejabat yang diduga melakukan penyelewengan dan memiliki kedekatan dengan Presiden.

"Kepala BPKP datang ke saya agak gemetar, heran saya, kenapa? Stres dia Pak, karena yang dia laporkan, diketahui lah bahwa itu beberapa orang itu dekat sama saya. Jadi dia minta petunjuk apa boleh diteruskan nggak pemeriksaan? Karena dia tahu ini dekat sama Presiden," kata Prabowo di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip Senin (18/5/2026).

"Dia lihat saya, masalahnya apa? Bagaimana Pak, petunjuk. Teruskan pemeriksaan, tidak ada, nggak ada, mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya, nggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa," paparnya.

Prabowo pun dengan tegas memerintahkan Kepala BPKP untuk meneruskan pemeriksaan, sekalipun yang bersangkutan merupakan orang dekatnya.

"Teruskan pemeriksaan, tidak ada mau orang Prabowo deket sama saya kalau ada indikasi, terus periksa," tegasnya.

"Justru kalau diberi kehormatan, harus lebih hati-hati dan lebih jaga. Bukan diberi wewenang, kepercayaan, malah merasa adigang, adigung, adiguna, merasa di atas dan merasa negara ini bodoh," tambahnya.

Dia pun mengaku sedih karena masih ada pihak-pihak yang mencoba bermain dengan kekuasaannya. 

Prabowo juga heran mengapa ada pihak yang masih menyalahgunakan bermain di era digital saat ini.

"Saya heran hari gini masih ada nyoba-nyoba di aparat ya saya heran sekarang ada digital ada macam-macam sekarang pasti ketahuan deh ya. Saya sedih, diujung puncak karir yang paling saya sedih adalah anak dan istri," ungkapnya.

Kendati demikian, dia menegaskan kepada Kepala BPKP M. Yusuf Ateh agar semua perkara dapat diteruskan tidak memandang jabatan dan statusnya. 

Sekalipun orang yang bersangkutan berasal dari partai Gerindra, Prabowo meminta BPKP tetap memprosesnya.

Bahkan, Prabowo mengaku sudah ada beberapa kadernya yang diproses hukum.

Prabowo pun tidak peduli sekalipun jenderal atau mantan jenderal mereka harus tetap membuktikan kepada rakyat bahwa mereka bisa bertanggung jawab.

"Teruskan, tidak ada siapapun begitu menjabat jabatan negara berarti tanggung jawabnya kepada negara dan rakyat. Ga ada, saya sendiri katakan mau partai saya sendiri Gerindra cek sudah berapa yang di proses dan justru harus memberi contoh," katanya. (*) 

Soroti Kasus Chromebook, Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan Angkat Suara    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Soroti Kasus Chromebook, Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan Angkat Suara
Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan mengapresiasi kinerja Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.  (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan mengapresiasi kinerja Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. 

Konstruksi hukum dan alat bukti yang dibangun oleh Kejaksaan sejak pembacaan dakwaan hingga tuntutan sangat solid, logis, dan berbasis pada fakta-fakta hukum yang terang benderang. 

"Saya mengikuti jalannya persidangan ini secara saksama dari awal. Saya harus katakan bahwa fakta-fakta serta alat bukti yang diajukan JPU sangat kuat. Analisis yuridis yang dipaparkan jaksa terstruktur dengan baik dan memiliki dasar pembuktian yang kokoh," ujar Hinca di Jakarta, Minggu (17/5/2026). 

Politikus senior Partai Demokrat ini juga menyoroti adanya kecenderungan di ruang publik atau pembelaan yang mencoba menyederhanakan beberapa kejanggalan dalam proyek tersebut sebagai rentetan kebetulan. 

Hinca menilai dalam hukum pidana korupsi tidak ada ruang bagi argumen yang hanya bersandar pada asas kebetulan jika pola penyimpangannya terjadi secara berulang dan sistematis.

"Terlalu banyak hal yang disebut sebagai kebetulan dalam perkara ini. Dalam analisis hukum yang mendalam, jika sebuah pola penyimpangan atau pengondisian terjadi berulang kali, itu bukan lagi kebetulan, melainkan indikasi kuat adanya kesengajaan atau mens rea (niat jahat) yang terorganisasi. Jaksa berhasil mengurai benang kusut itu menjadi satu kesatuan pembuktian yang utuh," ungkap Hinca. 

Dia mengingatkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) agar tetap menjaga muruah dan independensi lembaga peradilan.

Dia meminta para hakim untuk tidak terpengaruh oleh opini, tekanan, atau narasi-narasi di luar ruang sidang yang sengaja dibentuk untuk menggiring persepsi publik. 

"Independensi hakim adalah pilar utama keadilan. Saya berharap dan memercayakan sepenuhnya kepada majelis hakim agar tetap teguh pada pendiriannya. Putusan harus diambil murni berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan dan keyakinan hakim, bukan karena intervensi opini dari luar," ujar Hinca. 

Kendati demikian, dia tetap menghormati hak terdakwa dan penasihat hukum untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada agenda persidangan berikutnya.

Diketahui, mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dituntut pidana 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan oleh JPU dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama terkait proyek pengadaan Chromebook beserta layanan pendukungnya pada Tahun Anggaran 2020–2022. 

Selain tuntutan pidana badan, jaksa juga membebankan uang pengganti yang fantastis yakni Rp5,68 triliun. 

Jika uang pengganti tersebut tidak dibayarkan dalam jangka waktu yang ditentukan setelah putusan inkrah, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang. 

Apabila nilai harta benda tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 9 tahun. 

Langkah tegas Kejaksaan Agung ini dinilai banyak pihak sebagai bukti nyata komitmen aparat penegak hukum dalam menyelamatkan keuangan negara, khususnya pada sektor krusial seperti anggaran pendidikan nasional. (*) 

‎Estafet Kepemimpinan, Brigjen TNI Aji Mimbarno Resmi Jabat Danrem 032/Wirabraja, Kasrem dan Dua Dandim juga Dilantik‎    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

‎Estafet Kepemimpinan, Brigjen TNI Aji Mimbarno Resmi Jabat Danrem 032/Wirabraja, Kasrem dan Dua Dandim juga Dilantik‎
Brigjen TNI Aji Mimbarno, S.A.P., M.A., secara resmi mengemban amanah baru sebagai Komandan Korem (Danrem) 032/Wira Braja, menggantikan Brigjen TNI Mahfud, S.E., M.Si. (Foto: Panrem 032).
BENTENGSUMBAR.COM – Gerbong mutasi dan penyegaran organisasi di lingkungan TNI Angkatan Darat kembali bergulir. Brigjen TNI Aji Mimbarno, S.A.P., M.A., secara resmi mengemban amanah baru sebagai Komandan Korem (Danrem) 032/Wira Braja, menggantikan Brigjen TNI Mahfud, S.E., M.Si.

Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Tradisi Korps ini dipimpin langsung oleh Panglima Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (Pangdam XX/TIB), Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., bertempat di Gedung Sapta Marga, Makodam XX/TIB, pada Minggu (17/5/2026).

Momentum Penyegaran dan Inovasi Satuan

Dalam amanatnya, Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada menegaskan bahwa serah terima jabatan di lingkungan TNI AD merupakan bagian krusial dari dinamika organisasi dan pembinaan personel. Langkah ini diambil guna meningkatkan kinerja satuan serta mendukung pengembangan karier prajurit secara berkesinambungan.

“Pergantian jabatan hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk menghadirkan semangat baru, inovasi, dan pengabdian terbaik dalam menjalankan tugas pokok demi kepentingan bangsa dan negara,” tegas Jenderal Bintang Dua tersebut.

Sebelum dipercaya memimpin Korem 032/Wbr, Brigjen TNI Aji Mimbarno menduduki jabatan sebagai Waaspers Kasad Bidang Watpers. Sementara itu, pejabat lama Brigjen TNI Mahfud, Saat ini melaksanakan tugas belajar untuk mengikuti pendidikan di Lemhannas RI.

Pergantian Pejabat Utama di Internal Korem 032/Wbr

Satu hari sebelum pucuk pimpinan Korem berganti, bertempat di Youth Center Bagindo Azis Chan pada Sabtu (16/5/2026), Brigjen TNI Mahfud telah lebih dulu memimpin rangkaian upacara Sertijab dan tradisi korps di internal jajaran Korem 032/Wbr.

Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian transisi kepemimpinan agar roda organisasi di jajaran Korem 032/Wbr tetap berjalan optimal. Beberapa pejabat penting yang resmi dilantik antara lain:

- Kolonel Inf Irvan Yusri, S.I.P., M.Han., menjabat  sebagai Kepala Staf Korem (Kasrem) 032/Wbr.

- Dandim 0306/Lima puluh Kota kini diemban oleh Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, menggantikan Letkol Inf Ucok Namara.

- Dandim 0307/Tanah Datar Resmi dijabat oleh Letkol Arh Hendriyana, menggantikan Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi.

Seluruh rangkaian acara pelantikan, baik di tingkat Kodam maupun Korem, berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Agenda ini turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Kodam XX/TIB, PJU Korem 032/Wbr, para Komandan Satuan (Dansat) jajaran, serta Ketua beserta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XX/Tuanku Imam Bonjol dan Koorcab Rem 032 PD XX/TIB. (*)

Batagak Pangulu di Bukittinggi, Mahyeldi Ingatkan Ancaman Degradasi Moral Generasi Muda Minangkabau    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

Batagak Pangulu di Bukittinggi, Mahyeldi Ingatkan Ancaman Degradasi Moral Generasi Muda Minangkabau
Mahyeldi saat menghadiri prosesi Batagak Pangulu Zulhamdi Nova Candra IB, A.Md yang resmi menyandang gelar Datuak Nagari Labiah di Nagari Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Minggu (17/5/2026). (Foto: Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan jabatan panghulu bukan sekadar simbol adat atau gelar kebesaran kaum, tetapi amanah besar untuk menjaga marwah nagari sekaligus membina generasi muda Minangkabau di tengah derasnya arus perubahan sosial.

Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri prosesi Batagak Pangulu Zulhamdi Nova Candra IB, A.Md yang resmi menyandang gelar Datuak Nagari Labiah di Nagari Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Minggu (17/5/2026).

Dalam sambutannya, Mahyeldi menekankan seorang panghulu harus menjadi figur teladan yang dipercaya kaum dan masyarakat. Menurutnya, gelar datuak tidak diberikan sembarangan karena melekat dengan tanggung jawab besar terhadap anak kemenakan serta kehidupan sosial nagari.

“Pangulu ditunjuak urang nan dipicayo, gala tibo di urang nan bana. Artinya, penghulu adalah orang yang dipercaya dan gelar itu diberikan kepada orang yang memang layak,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan tantangan niniak mamak dan pemimpin adat saat ini jauh lebih berat dibanding sebelumnya. Panghulu dituntut hadir membentengi generasi muda dari berbagai perilaku menyimpang yang mengancam masa depan nagari.

“Generasi muda harus dijaga dan dilindungi dari hal-hal negatif serta perilaku menyimpang. Panghulu bersama niniak mamak punya tanggung jawab membina dan menyosialisasikan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, serta adat salingka nagari,” ujarnya.

Ia menyoroti ancaman degradasi moral generasi muda yang dipicu lemahnya pemahaman agama dan adat, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga pengaruh negatif perkembangan teknologi.

“Saat ini moral generasi muda mengalami degradasi yang tinggi. Kalau generasi mudanya hancur, maka hancurlah suatu nagari,” tegasnya.

Mahyeldi menilai persoalan tersebut tidak bisa dibebankan kepada panghulu semata. Dibutuhkan kekompakan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, hingga bundo kanduang agar nilai adat Minangkabau tetap terjaga.

“Jangan jadikan perbedaan peran sebagai sumber kelemahan yang memecah belah kita. Jadikan itu sebagai kekuatan bersama untuk membangun nagari,” katanya.

Ia berharap dengan dilewakannya Zulhamdi Nova Candra sebagai Datuak Nagari Labiah, nilai-nilai adat dan filosofi ABS-SBK di Bukittinggi, khususnya di Kurai Limo Jorong, semakin kuat dan tetap terpelihara di masa mendatang.

Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga menyampaikan selamat kepada Zulhamdi Nova Candra IB, A.Md atas amanah baru yang diemban sebagai panghulu suku Jambak. Ia berharap gelar adat tersebut mampu dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah kaum dan nagari.

Sementara itu, Zulhamdi Nova Candra Datuak Nagari Labiah menyatakan siap menjalankan arahan dan pesan yang disampaikan Gubernur Sumbar. Ia menegaskan komitmennya bersama niniak mamak di Kurai Limo Jorong untuk menjaga adat serta memperkuat pembinaan terhadap anak kemenakan.

“Insya Allah apa yang disampaikan Pak Gubernur menjadi cita-cita kami di nagari. Apa yang dilakukan nantinya adalah untuk anak kemenakan dan untuk nagari kita bersama,” ujarnya. (adpsb/cen)