HEADLINE
Kepala BKN: Dari 2.722, Hanya 384 Keluar dari ASN, Mayoritas Beralih Status dari PPPK Paruh Waktu Menjadi PPPK    
Kamis, Agustus 13, 2026

On Kamis, Agustus 13, 2026

Dari 2.722, hanya 384 Keluar dari ASN, Mayoritas Beralih Status dari PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK
Kepala BKN, Prof. Zudan, mengatakan bahwa 1.147 dari total 2.722 orang tetap berstatus ASN karena hanya pindah dari status PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu di instansi baru. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Badan Kepegawaian Negara (BKN) meluruskan data pengunduran diri ASN pada Semester I Tahun 2026.

Dari total 2.722 orang yang mengundurkan diri, mayoritas justru beralih status kepegawaian, yakni dari PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu sehingga statusnya masih sama sebagai ASN, jadi tidak dikategorikan mengundurkan diri dari ASN. 

Terkait itu, Kepala BKN, Prof. Zudan, mengatakan bahwa 1.147 dari total 2.722 orang tetap berstatus ASN karena hanya pindah dari status PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu di instansi baru. 

"Secara ketentuan, 1.147 yang masuk dalam peralihan status dari PPPK Paruh Waktu ke PPPK Penuh Waktu ini, wajib melalui proses pengunduran diri terlebih dahulu di instansi lama, sebelum akhirnya bertugas di instansi baru, tetapi tetap statusnya kepegawaiannya adalah ASN," ungkap Prof. Zudan, Kamis (13/08/2026) di Jakarta.

Selain itu terkait 962 PNS dengan kategori pensiun dini, dan  merupakan proses administrasi SK pensiun yang baru diterbitkan pada Semester I 2026, dan tergolong wajar karena masa pengabdian telah dianggap cukup sehingga sudah mendapat hak pensiun. Jadi hanya 384 orang (14%) yang benar-benar keluar dari ASN tanpa hak pensiun, terdiri dari 233 PNS, dan 151 CPNS.

Lebih lanjut, Kepala BKN, Prof. Zudan, menegaskan bahwa beragam alasan dari ASN yang mengundurkan diri dan belum berhak menerima pensiun, karena statusnya masih CPNS dan atau PNS dengan masa kerja tertentu, mulai dari urusan keluarga, ingin fokus ke bidang atau pekerjaan lain, lokasi kerja yang dianggap terlalu jauh, keadaan sakit, serta ingin mengembangkan usaha.

“Namun yang terpenting, kami dari BKN meluruskan pandangan bahwa jumlah mayoritas murni karena perubahan status kepegawaian, dan telah memenuhi syarat pensiun. Ini adalah hal yang sangat wajar dalam hukum kepegawaian Indonesis" tutupnya. (*)

Ketua PWI Sumbar Widya Navies Lantik Mursyidi sebagai Ketua PWI Agam di Lubuk Basung, Disaksikan Firdaus Abie Cs    
Kamis, Agustus 13, 2026

On Kamis, Agustus 13, 2026

Ketua PWI Sumbar Widya Navies Lantik Mursyidi sebagai Ketua PWI Agam di Lubuk Basung, Disaksikan Firdaus Abie Cs
Mursyidi dan kawan-kawan berfoto di acara pelantikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Agam di Lubuk Basung. (Foto: MK). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mursyidi, wartawan harian Singgalang  menjadi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Agam di Lubuk Basung. Dia akan dilantik langsung oleh ketua PWI Sumbar Widya Navies, Kamis (13/8). 

Selain Widya  Navies, acara pelantikan ini akan dihadiri oleh Sekretaris PWI Sumbar  Firdaus Abie, beberapa wakil ketua lainnya yaitu  Wakil  ketua bidang Organisasi Sawir Pribadi, dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan M.Khudri,   dan ketua Ikatan Kekuarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumbar Ny. Firdaus serta Bendaranya Ny. Rusdi Bais.

Rencana awalnya bupati Agam H. Benni Warlis Dt. Batuah akan hadir langsung,  namun hari ini kepastian kehadiran Benni belum diperoleh PWI Agam, " Acara dempet,  ada acara penting di kecamatan Palupuh, acara  TNI, informasinya ada Jenderal yang hadir,  maka kemungkinan bupati Benni diwakil kehadirannya,  tapi ndak masalah,  ini kita maklumi, "  kata ketua PWI Agam terpilih Mursyidi pagi tadi.

Mursyidi  mengatakan panitia telah mempersiapkan segalanya untuk kelancaran acara ini. " Kita mengundang mitra mitra strategis  PWI  di Agam, kita berharap kegiatan ini sukses"  katanya.

Bagi Mursyidi,  jika jadi nanti dilantik, ini adalah untuk kedua kalinya dia menjadi ketua PWI. Mursyidi pernah menjadi pada tahun 2020 - 2023, kemudian dia digantikan oleh Rommi, wartawan Rakyat Sumbar.

PWI Agam  yang lahir sekaitan dengan kepindahan ibu Kabupaten Agam dari Bukit Tinggi  ke Lubuk Basung 1993 lalu.Di pelopori oleh wartawan senior dibawah koordinasi Fadril Azis Isnaini (Infai) dan beberapa wartawan lainnya, seperti Lukman, Miazudin, M.Khudri,  Rusdi Lubis. Denny Sastra Yuza dibentuklah Balai Wartawan Agam dengan ketuanya Lukman.  

Setelah Lukman jabatan ketua PWI  sandang oleh Harmen selama dua periode,  Harmen digantikan M.Khudri,  selanjutnya Denny Sastra Yuza, setelah itu Mursyidi dan Rommi Firmansyah.

Untuk periode 2026 -2029,  Rommi  tidak maju untuk kedua kalinya, Mursyidi maju ke pemilihan  berdua dengan wartawan senior lainya, dari Singgalang juga, Lukman.  Mursyidi menang dalam pemilihan dan hari dilantik.

Pada acara ini, selain melantik Mursyidi sebagai ketua , juga akan dilantik ketua IKWI Agam, Yet Mursyidi oleh ketua IKWI Sumbar Nina Firdaus. 

Pada acara itu panitia memberikan kesempatan BPJS Agam melakukan Sosialisasi tentang BPJS. " Mudah mudahan BPJS sukses pula menjalankan programnya,"  kata Mursyidi. (MK)

Ketua Pokdarkamtibmas Sumbar, Kapolda dan Dirbinmas Kobarkan Semangat Merah Putih di Padang    
Kamis, Agustus 13, 2026

On Kamis, Agustus 13, 2026

Ketua Pokdarkamtibmas Sumbar, Kapolda dan Dirbinmas Kobarkan Semangat Merah Putih di Padang
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, masyarakat diajak ikut menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Merah Putih. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Semangat Merah Putih mulai mewarnai sejumlah ruas jalan di Kota Padang. 

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, masyarakat diajak ikut menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Merah Putih.

Ajakan itu disampaikan Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Sumatera Barat, Mahdiyal Hasan, S.H., Kamis (13/8/2026). 

Ia mengingatkan, pengibaran bendera bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus wujud kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Momentum kemerdekaan ini milik seluruh rakyat. Mari kibarkan Merah Putih di rumah, kantor, sekolah, tempat usaha dan ruang publik. Ini bentuk rasa syukur kita atas perjuangan para pahlawan,” ujar Mahdiyal.

Menurut dia, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kibaran bendera. 

Nilai-nilai perjuangan juga harus diisi dengan kegiatan positif serta kepedulian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

“Semangat Merah Putih harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan menjaga keamanan lingkungan, mempererat persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Mahdiyal menekankan, menjaga harkamtibmas bukan semata-mata tugas kepolisian. Masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.

Pokdar Kamtibmas, lanjutnya, mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Jika menemukan potensi gangguan keamanan, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan pihak berwenang dan tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Arahkan Energi Generasi Muda
Mahdiyal juga memberi perhatian khusus kepada generasi muda.

Momentum kemerdekaan dinilai menjadi kesempatan untuk mengarahkan energi anak muda pada kegiatan yang produktif.

“Jangan isi kemerdekaan dengan kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Mari arahkan energi generasi muda kepada kegiatan positif dan produktif,” katanya.

Kegiatan seperti olahraga, gotong royong, aksi sosial, kreativitas hingga aktivitas kepemudaan dinilai dapat menjadi sarana memperkuat rasa kebangsaan sekaligus mempererat persaudaraan.

Semarak kemerdekaan juga mulai terlihat di sejumlah ruas jalan Kota Padang. Terpantau, sejumlah baliho yang menampilkan Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Sumatera Barat Mahdiyal Hasan bersama Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., serta Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumatera Barat Kombes Pol Yudi Rumantoro, S.I.K., M.H., M.Si., terpajang di sejumlah titik.

Baliho tersebut turut membawa pesan kebangsaan dan ajakan kepada masyarakat menyambut HUT ke-81 RI dengan semangat persatuan, nasionalisme dan kebersamaan.

Mahdiyal berharap semarak Merah Putih yang mulai terlihat di berbagai sudut Kota Padang menjadi energi positif bagi masyarakat.

“Sumbar dan Kota Padang adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga bersama. Kibarkan Merah Putih, jaga persatuan, pelihara harkamtibmas dan isi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” pungkasnya.

Dengan semakin dekatnya 17 Agustus, ia mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-81 RI bukan sekadar pesta kemerdekaan. 

Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat untuk memperkuat persatuan dan bersama-sama menjaga Sumatera Barat tetap aman, tertib dan kondusif. (*)

Disdukcapil Kabupaten Solok Jalani Penilaian Zona Integritas, Bukti Komitmen Wujudkan Pelayanan Bersih dan Berkualitas    
Kamis, Agustus 13, 2026

On Kamis, Agustus 13, 2026

Disdukcapil Kabupaten Solok Jalani Penilaian Zona Integritas, Bukti Komitmen Wujudkan Pelayanan Bersih dan Berkualitas
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Solok menjalani penilaian Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Sebagai wujud keseriusan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Solok menjalani penilaian Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). 

Penilaian dilakukan langsung oleh Tim Penilai Nasional (TPN) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) melalui pertemuan dalam jaringan, Kamis (13/8/2026), yang berpusat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Solok mendorong terwujudnya birokrasi yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima. 

Disdukcapil sebagai unit kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat senantiasa berkomitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan profesional, sekaligus bebas dari praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme.

Dalam penilaian tersebut, Kepala Disdukcapil Kabupaten Solok Romi Hendrawan, S.Sos., M.Si., beserta jajaran memaparkan berbagai upaya dan inovasi yang telah dilakukan untuk memenuhi seluruh komponen penilaian Zona Integritas. 

Langkah ini sekaligus mempertegas tekad seluruh aparatur untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Turut hadir memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Solok Drs. Zaitul Ikhlas, A.P., M.Si., Inspektur Daerah Kabupaten Solok Dery Akmal, S.T., serta para staf dari Disdukcapil dan Inspektorat Daerah. 

Kehadiran unsur pengawas daerah ini menunjukkan adanya sinergi kuat untuk memastikan proses pembangunan Zona Integritas berjalan sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Asisten I Setda Kabupaten Solok menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan penilaian ini. Pemerintah Kabupaten Solok menilai, predikat WBK bukan sekadar pencapaian administratif semata, melainkan bukti nyata komitmen bersama dalam membangun pemerintahan yang berintegritas dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Melalui semangat “melayani dengan integritas, bekerja dengan profesionalitas”, Disdukcapil Kabupaten Solok bertekad terus melakukan pembenahan dan inovasi berkelanjutan. 

Diharapkan, masyarakat dapat semakin merasakan manfaat berupa pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, pasti, dan senantiasa terjaga dari segala bentuk penyimpangan.(80)

Lomba Gerakan PKK dan Lomba Koordinator Dasawisma Berprestasi Tingkat Kota Padang Tahun 2026    
Kamis, Agustus 13, 2026

On Kamis, Agustus 13, 2026

Lomba Gerakan PKK dan Lomba Koordinator Dasawisma Berprestasi Tingkat Kota Padang Tahun 2026
TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita, secara resmi membuka kegiatan Lomba Ekspos Gerakan PKK dan Koordinator Dasawisma Berprestasi Tingkat Kota Padang Tahun 2026, Kamis, 13 Agustus 2026, di Balai Kota Padang. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang, Dian Puspita, secara resmi membuka kegiatan Lomba Ekspos Gerakan PKK dan Koordinator Dasawisma Berprestasi Tingkat Kota Padang Tahun 2026, Kamis, 13 Agustus 2026, di Balai Kota Padang. 

Selain Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita, pada kesempatan itu hadir Ketua Bidang 1 TP-PKK, Sri Hayati, Kepala DP3AP2KB, Boby Firman dan Sekretaris TP-PKK Kota Padang, Vanny Sri Rezki. 

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas implementasi sepuluh program pokok PKK di tengah masyarakat.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang, Dian Puspita, menegaskan pentingnya peran strategis kader PKK dan Dasawisma sebagai ujung tombak pembangunan keluarga. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Expose dan Penilaian Lomba Gerakan PKK serta Koordinator Dasawisma Berprestasi tingkat Kota Padang.

"Melalui kegiatan ini, kita melihat sejauh mana program-program PKK telah dilaksanakan secara nyata, terukur, berkesinambungan, dan memberikan manfaat langsung bagi keluarga serta masyarakat," katanya. 

Dian Puspita menjelaskan, kegiatan expose ini merupakan tahap awal dari rangkaian perlombaan Gerakan PKK dan Dasawisma tahun ini. Ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah komunikasi dan pemaparan implementasi 10 Program Pokok PKK di tengah masyarakat. 

Ia mengingatkan agar penilaian lomba tidak sekadar berorientasi pada kelengkapan administrasi atau kepiawaian penyampaian materi semata. Lebih dari itu, proses pelaksanaan di lapangan, inovasi kader, partisipasi masyarakat, serta dampak nyata terhadap kesejahteraan keluarga menjadi tolok ukur utama.

"Oleh karena itu, Lomba Koordinator Dasawisma Berprestasi merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja nyata mereka. Kita berharap lahir koordinator yang inspiratif, inovatif, tertib administrasi, komunikatif, dan menjadi teladan di tengah masyarakat," ujarnya. 

Menurutnya, Gerakan PKK harus terus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan keluarga, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pengasuhan anak, ketahanan lingkungan, hingga sektor ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Dian Puspita menyoroti peran vital kelompok Dasawisma yang bersentuhan langsung dengan akar rumput. Koordinator Dasawisma dinilai bukan sekadar petugas pendataan keluarga, tetapi juga motor penggerak semangat gotong royong dan diseminasi informasi pembangunan. 

Dian berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh percaya diri dan menjunjung tinggi kejujuran. Data dan fakta yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan tanpa rekayasa demi mengejar gelar juara semata. 

"Jangan sampai direkayasakan dan dimunculkan hanya saat lomba. Jika direkayasakan, justru Bapak dan Ibu sendiri yang nantinya akan kesulitan saat tim turun ke lapangan," tegasnya. 

Kepada Tim Penilai, Ketua TP-PKK Kota Padang juga berpesan agar menjalankan tugas secara objektif, profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Penilaian yang kredibel diyakini mampu melahirkan kader dan koordinator Dasawisma terbaik yang siap mewakili Kota Padang di tingkat Provinsi Sumatera Barat. 

Ia juga mengajak Ketua TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan agar tidak menjadikan pembinaan sebagai kegiatan musiman yang hanya muncul saat ada perlombaan. Setiap praktik baik dan inovasi yang ditemukan harus didokumentasikan dan disebarluaskan agar manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat Kota Padang.

"Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas kader, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong di tingkat keluarga demi mewujudkan keluarga Kota Padang yang sehat, sejahtera, mandiri, dan berkualitas," imbaunya. 

Sekretaris TP PKK Kota Padang, Vanny, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 11 kelurahan yang merupakan perwakilan dari 11 kecamatan di Kota Padang. Penilaian dilaksanakan dalam dua hari, mencakup sesi ekspos dan wawancara mendalam di berbagai bidang.

Vanny berharap, melalui perlombaan ini, semangat pembinaan PKK tidak hanya muncul saat ada perlombaan, melainkan dilakukan secara berkesinambungan. Setiap praktik baik dan inovasi yang lahir dari kegiatan ini diharapkan dapat didokumentasikan dan diaplikasikan di seluruh wilayah Kota Padang, guna mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.

"Setelah tahapan ekspos kelurahan ini, kami akan menyaring hingga terpilih lima besar untuk dilakukan peninjauan lapangan pada September mendatang.Juara pertama nantinya akan mewakili Kota Padang di tingkat provinsi pada tahun depan," tukuknya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Mahyeldi: Guru Adalah Energi Penggerak Pendidikan Sumatera Barat    
Kamis, Agustus 13, 2026

On Kamis, Agustus 13, 2026

Gubernur Mahyeldi: Guru Adalah Energi Penggerak Pendidikan Sumatera Barat
Acara Sumbar Teacher Summit 2026–Seminar dan Workshop Pendidikan “Energy of Teacher”, Kamis (13/8/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
— Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan guru merupakan energi utama penggerak pendidikan dan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berkarakter, percaya diri, dan berdaya saing. Hal itu disampaikannya saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026–Seminar dan Workshop Pendidikan “Energy of Teacher”, Kamis (13/8/2026).

Menurut Mahyeldi, pendidikan merupakan bagian penting dari perjuangan mengisi kemerdekaan, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan generasi menghadapi perubahan zaman.

“Energy of Teacher mengingatkan kita bahwa guru adalah energi penggerak pendidikan. Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi yang berilmu serta berdaya saing,” ujar Mahyeldi.

Ia menyebutkan, berdasarkan Rapor Pendidikan Sumbar 2025, pada jenjang SMA, SMK, dan SLB terdapat sekitar 158.414 murid dan 106.926 tenaga pengajar, dengan Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 71,18 atau berada pada kategori Tuntas Pratama. Capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan, sekaligus masih menyisakan sejumlah tantangan yang perlu dijawab bersama.

Pada aspek literasi dan numerasi, SMA dan SMK masih menghadapi tren penurunan, sementara aspek karakter menunjukkan perkembangan menuju kategori baik. Pada pendidikan khusus, literasi, numerasi, dan karakter justru menunjukkan tren peningkatan menuju kategori baik. Sementara itu, kualitas pembelajaran dan iklim keamanan sekolah juga memperlihatkan tren positif.

“Namun, penurunan iklim kebinekaan pada SMA, SMK, dan SMALB harus menjadi perhatian kita. Sekolah harus menjadi ruang yang aman, inklusif, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan persatuan,” katanya.

Mahyeldi mengatakan, kekuatan utama pendidikan Sumbar tetap berada pada kualitas dan kapasitas tenaga pendidik. Data Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Bulan Mei 2025 mencatat sebanyak 20.558 guru telah tersertifikasi dan sekitar 96,6 persen guru telah berkualifikasi S1/D4. Sementara itu, terdapat sekitar 18.386 guru ASN dan 2.540 guru honorer.

Di sisi lain, Sumbar juga menghadapi tantangan regenerasi tenaga pendidik. Sekitar 39,1 persen guru diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun ke depan. Kondisi tersebut, menurut Mahyeldi, menuntut perhatian serius terhadap regenerasi guru sekaligus keberlanjutan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Ia menilai Sumbar memiliki modal yang kuat untuk menjawab tantangan tersebut. Saat ini terdapat 1.548 Guru Penggerak, sebanyak 1.078 guru memenuhi syarat menjadi kepala sekolah, dan 174 Guru Penggerak telah dipercaya menduduki posisi kepala sekolah.

Menurutnya, potensi dan inovasi guru juga perlu terus mendapat ruang apresiasi dan pengembangan. Jumlah GTK yang menerima penghargaan tercatat meningkat dari 43 orang pada 2023 menjadi 139 orang pada 2024. Sementara pada 2025, sebanyak 390 GTK berpartisipasi dalam Apresiasi GTK Sumbar.

“Berbagai wadah seperti Komunitas Belajar, MGMP, MKKS, Rumah Pendidikan, dan ruang kolaborasi lainnya harus terus kita optimalkan. Semangat dari Teacher Summit ini jangan berhenti di forum, tetapi dibawa kembali ke sekolah dan diwujudkan dalam aksi nyata di ruang kelas,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan serta perubahan dunia kerja menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi. Teknologi dapat membantu menyediakan informasi dan memperluas akses pengetahuan, namun peran guru dalam membangun cara berpikir, karakter, nilai, dan keteladanan tetap tidak tergantikan.

“Kita ingin generasi Sumatera Barat mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri. Semangat ini sejalan dengan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sehingga kemajuan ilmu dan teknologi tetap berjalan bersama akhlak, karakter, dan budaya,” ujarnya.

Mahyeldi berharap Sumbar Teacher Summit 2026 menjadi momentum memperkuat ekosistem pendidikan melalui semangat belajar, berbagi, berinovasi, dan berkolaborasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan, menurutnya, merupakan bagian penting dari arah pembangunan Sumbar.

“Jangan biarkan kegiatan ini hanya menjadi sebuah acara. Jadikan ia sebagai gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan Sumatera Barat yang semakin maju, bermutu, berkarakter, dan berdaya saing. Guru Hebat, Pendidikan Bermutu, Sumatera Barat Maju dan Bermartabat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menerima Piagam Penghargaan dari Indonesia Inspiring Teacher sebagai Tokoh Inspiratif Pendidikan, atas pengabdian dan dedikasinya dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas menuju Indonesia Emas.

Sumbar Teacher Summit 2026 berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A. Kegiatan tersebut turut dihadiri Founder Indonesia Inspiring Teacher Herdinalsky, Co-Founder Indonesia Inspiring Teacher Saiful Husain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Pimpinan Redaksi Haluan Zul Efendi, serta Kacabdin, Ketua MKKS, dan guru SMA, SMK, dan SLB se-Sumbar. Bersamaan dengan kegiatan tersebut juga dilaksanakan Seminar dan Workshop Pendidikan “Energy of Teacher”. (adpsb/rmz/bud)

Perkuat Sinergi Pemulihan Pascabencana, Bupati Jon Firman Pandu Sambut Kunjungan Posko Nasional Satgas PRR    
Kamis, Agustus 13, 2026

On Kamis, Agustus 13, 2026

Perkuat Sinergi Pemulihan Pascabencana, Bupati Jon Firman Pandu Sambut Kunjungan Posko Nasional Satgas PRR
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., menerima kunjungan Kaposko Nasional Satgas PRR Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, S.I.K., S.H., M.H., beserta rombongan di Guest House Bupati Solok, Arosuka, pada Kamis (13/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Langkah mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana terus diperkuat melalui kolaborasi lintas tingkat pemerintahan. Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., menerima kunjungan Kaposko Nasional Satgas PRR Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, S.I.K., S.H., M.H., beserta rombongan di Guest House Bupati Solok, Arosuka, pada Kamis (13/8/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi dan menyamakan langkah antara Pemerintah Kabupaten Solok dengan Posko Nasional Satgas PRR dalam penanganan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat.

Kehadiran rombongan Posko Nasional Satgas PRR ke Kabupaten Solok bertujuan untuk memantau langsung perkembangan penanganan pascabencana serta memastikan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan selaras dengan kebutuhan di lapangan. Rombongan terdiri dari unsur-unsur perwakilan Posko Nasional Satgas PRR, Kementerian Sosial, serta Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Solok menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kunjungan pihak Posko Nasional ke daerah. 

Beliau menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali sarana dan prasarana yang rusak, melainkan juga memastikan masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal dan sejahtera.

“Pemerintah Kabupaten Solok tentu sangat mengharapkan dukungan dan sinergi dari pemerintah pusat serta seluruh pihak terkait. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pascabencana dapat kita selesaikan secara bersama-sama,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa penanganan di lapangan menuntut koordinasi yang baik dan berkesinambungan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, unsur TNI dan Polri, BPBD, Kementerian Sosial, serta seluruh pemangku kepentingan. 

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat kita yang terdampak dapat segera mendapatkan kepastian, baik dalam aspek tempat tinggal, pemulihan ekonomi, maupun kebutuhan dasar lainnya,” tambahnya. 

Bupati berharap kunjungan Posko Nasional Satgas PRR dapat memberikan penguatan terhadap langkah-langkah pemulihan yang sedang dan akan dilaksanakan di Kabupaten Solok.

Sementara itu, Kaposko Nasional Satgas PRR Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi, melakukan pemantauan, serta memastikan proses penanganan dan pemulihan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah. 

Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, menurutnya, menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

“Kami datang untuk melihat secara langsung kondisi dan perkembangan di daerah, sekaligus memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik. Apa yang menjadi kebutuhan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bersama,” ungkap Kaposko.

Kaposko juga menekankan pentingnya data dan informasi yang akurat dari pemerintah daerah sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan yang tepat sasaran.

Diharapkan, komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin antara Posko Nasional Satgas PRR dan Pemerintah Kabupaten Solok dapat terus diperkuat demi percepatan pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana.

Turut hadir mendampingi pertemuan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Solok, Asisten III Setda Kabupaten Solok Eva Nasri, S.H., M.M., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.(80)