HEADLINE
Pemko Pariaman Sambut Kepulangan 133 Jemaah Haji    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Pemko Pariaman Sambut Kepulangan 133 Jemaah Haji
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi sambut kepulangan sebanyak 133 Jemaah Haji Kota Pariaman di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman sambut kepulangan sebanyak 133 Jemaah Haji Kota Pariaman 

yang tergabung dalam Kloter 7 bersama jemaah asal Kota Bukittinggi, mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 05.50 WIB pagi, Kamis (11/6/2026).

Hadir langsung dalam penyambutan tersebut Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Padang Afrizen, 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktafiadi, Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Pariaman Syaiful Azmi, 

Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Yalviendri dan Kepala Bagian Kesra Setdako Pariaman Muharman.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pariaman, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh jamaah haji asal Kota Pariaman. 

Alhamdulillah pulang lengkap, dan telah selesai menunaikan rukun Islam kelima. Semoga bapak dan ibu sekalian mendapatkan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” ucap Mulyadi. (R/at)

Pemprov Sumbar: Kesiapsiagaan Bencana Harus Menjadi Atensi Bersama    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Pemprov Sumbar: Kesiapsiagaan Bencana Harus Menjadi Atensi Bersama
Sebagai salah satu daerah rawan bencana di Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan melalui penguatan sistem, kelembagaan, dan kolaborasi lintas sektor. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai salah satu daerah rawan bencana di Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan melalui penguatan sistem, kelembagaan, dan kolaborasi lintas sektor.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi saat menghadiri kegiatan paparan executive summary Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Level V Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) Tahun Ajaran 2026 di Auditorium Gubernuran, Kamis (11/6/2026).

Medi menyampaikan Sumbar merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena berada di kawasan aktif secara tektonik. Di sebelah barat Sumbar terdapat zona subduksi megathrust Mentawai yang berpotensi memicu gempa bumi besar dan tsunami.

Ia mengingatkan bahwa gempa besar yang melanda Sumbar pada tahun 2009 menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Selain ancaman gempa dan tsunami, daerah ini juga menghadapi risiko longsor, banjir, serta berbagai bencana hidrometeorologi lainnya.

“Sumatera Barat dapat dikatakan sebagai laboratorium nyata kebencanaan karena memiliki 13 jenis potensi bencana. Namun yang paling penting bukan hanya memahami ancamannya, melainkan memastikan seluruh unsur siap menghadapinya,” ujar Medi.

Menurutnya, dampak bencana tidak hanya ditentukan oleh besarnya ancaman alam, tetapi juga oleh tingkat kesiapan sistem, kekuatan kelembagaan, dan kesadaran masyarakat terhadap risiko yang dihadapi.

Karena itu, Medi menegaskan pertanyaan yang harus terus dijawab bersama bukan lagi apakah bencana akan terjadi, melainkan apakah seluruh pihak telah siap ketika bencana datang.

Salah bentuk implementasi nyata dari komitmen tersebut, ia menyebut, saat ini Pemerintah Provinsi Sumbar terus berupaya memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas aparatur dan relawan, mengembangkan nagari tangguh bencana, menyusun rencana kontingensi tsunami, serta mendorong integrasi mitigasi bencana ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi bersama, mulai dari keterbatasan infrastruktur evakuasi, penguatan literasi kebencanaan masyarakat, hingga peningkatan koordinasi antar lembaga. Oleh sebab itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana.

"Masih banyak tantangan yang perlu menjadi perhatian kita bersama, terutama pada aspek penguatan infrastruktur dan literasi masyarakat. Oleh karena itu, ini perlu dukungan banyak pihak, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata,"tegas Medi.

Dalam kesempatan tersebut, ia  juga menekankan pentingnya peran TNI dalam mendukung kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya penting pada saat tanggap darurat, tetapi juga dalam membangun budaya siaga melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi kebencanaan di tengah masyarakat.

Ia menilai kegiatan KKDN Sesko TNI menjadi ruang strategis untuk memperkuat konektivitas antara kebijakan nasional dan implementasinya di daerah. Hasil kajian yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi masukan kebijakan dan referensi dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana, baik di Sumatera Barat maupun secara nasional.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan literasi dan budaya sadar bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi melindungi masyarakat, menjaga keberlanjutan pembangunan, dan memperkuat ketahanan nasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI Arif Widianto, para pejabat utama Sesko TNI beserta istri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumbar, para pendamping dari Sesko TNI, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sumbar, serta para Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Level V Sesko TNI Tahun Ajaran 2026. (adpsb/bud)

Tim Macan Bara Polres Sawahlunto Ungkap Kasus Pencurian Ternak, Dua Terduga Pelaku Diamankan Kurang dari 24 Jam    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Tim Macan Bara Polres Sawahlunto Ungkap Kasus Pencurian Ternak, Dua Terduga Pelaku Diamankan Kurang dari 24 Jam
Dua terduga pelaku berinisial A dan M diamankan kurang dari 24 jam setelah laporan diterima kepolisian. (Foto: humaspolres). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sawahlunto melalui Tim Macan Bara berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian hewan ternak yang terjadi di Dusun Batu Kakok, Desa Tumpuk Tangah, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Dua terduga pelaku berinisial A dan M diamankan kurang dari 24 jam setelah laporan diterima kepolisian.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban menyadari empat ekor kambing miliknya hilang saat hendak memberi makan ternak di kandang.

Setelah mengetahui kehilangan tersebut, korban melakukan pengecekan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar SMP Negeri 5 Sawahlunto. 

Dari rekaman itu terlihat seorang laki-laki berinisial A membawa empat ekor kambing menggunakan sepeda motor Yamaha Mio dengan memanfaatkan keranjang anyaman milik korban.

Korban kemudian memperoleh keterangan dari seorang warga yang mengaku melihat kambing tersebut dimasukkan ke dalam karung sebelum dibawa menggunakan sepeda motor. Atas kejadian itu, korban melaporkannya ke Polres Sawahlunto.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal dan Unit I Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satreskrim Polres Sawahlunto melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi mengenai keberadaan para terduga pelaku.

Pada hari yang sama sekitar pukul 21.30 WIB, petugas memperoleh informasi bahwa dua terduga pelaku berada di sebuah rumah di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. 

Tim Satreskrim Polres Sawahlunto kemudian berkoordinasi dengan Unit Opsnal Satreskrim Polresta Padang untuk melakukan penangkapan.

Kedua terduga pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan dan selanjutnya dibawa ke Polres Sawahlunto untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa empat ekor kambing, satu unit mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2678 SFQ, satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam kombinasi merah, serta satu buah keranjang anyaman rotan.

Kasat Reskrim Polres Sawahlunto, IPTU Doni Rahmadian, S.E., mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang segera direspons oleh jajaran Satreskrim.

"Setelah menerima laporan dari korban, Tim Macan Bara bersama Unit Tipidum Satreskrim Polres Sawahlunto langsung melakukan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan para terduga pelaku. Berkat koordinasi dengan Satreskrim Polresta Padang, kedua terduga pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.

Polisi menjerat kedua terduga pelaku dengan ketentuan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian.

Polres Sawahlunto juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap dugaan tindak pidana maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. (*) 

Pewarta: marjafri

Tak Lupakan Musibah Lalu, TP-PKK Kabupaten Solok Tetap Hadir Bantu Korban Bencana 2025    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Tak Lupakan Musibah Lalu, TP-PKK Kabupaten Solok Tetap Hadir Bantu Korban Bencana 2025
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu beserta seluruh jajaran. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Di tengah kesibukan berbagai program pemberdayaan keluarga, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu beserta seluruh jajaran, tak melupakan semangat kepedulian sosial. Sepanjang tahun 2025, mereka menunjukkan komitmen nyata dengan hadir langsung membantu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah bencana.

Berbagai peristiwa bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok menggerakkan hati pengurus TP-PKK. Bersama tim, Ny. Nia turun ke lokasi-lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan sekaligus memberikan dukungan moril. Langkah ini juga menjadi bentuk dukungan dan meringankan tugas pemerintah daerah dalam menangani situasi darurat.

Perjalanan menuju lokasi bencana bukanlah hal yang mudah. Seperti saat menyalurkan bantuan ke Kecamatan Junjung Sirih, meliputi Nagari Muaro Pingai, Nagari Paninggahan, dan sejumlah nagari lain yang terdampak di akhir tahun 2025, rombongan harus melewati medan yang sulit. Namun hal itu tidak menyurutkan niat mereka untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Berbagai kebutuhan pokok disalurkan kepada warga, antara lain beras, minyak goreng, mi instan, air bersih, perlengkapan memasak, dan barang kebutuhan dasar lainnya. 

Bantuan tersebut dihimpun dari berbagai sumber, baik dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Solok, maupun sumbangan pihak-pihak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

Selain membagikan bantuan logistik, Ny. Nia dan rombongan juga menyempatkan diri meninjau langsung kondisi tempat tinggal dan kesehatan warga. 

Kehadiran mereka memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan keadaan pascabencana.

“Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata bahwa kita semua saling membutuhkan. Ketika ada saudara yang tertimpa musibah, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk uluran tangan. Semoga bantuan yang disalurkan ini dapat sedikit meringankan beban dan mempercepat pemulihan kehidupan warga kembali seperti sediakala,” ujar Ny. Nia Jon Firman Pandu saat itu.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa TP-PKK tidak hanya bergerak dalam bidang pembinaan keluarga, tetapi juga selalu hadir menjadi mitra pemerintah dan sahabat masyarakat di saat suka maupun duka.(80)

Washington Blueberry Gelar Seminar Perdagangan di Jakarta, Perkuat Peluang Ekspor ke Indonesia    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Washington Blueberry Gelar Seminar Perdagangan di Jakarta, Perkuat Peluang Ekspor ke Indonesia
Washington Blueberries Trade Seminar sukses digelar pada 29 April 2026 di Park Hyatt Jakarta, menandai langkah strategis Washington Blueberry Commission dalam memperkuat posisinya di pasar Indonesia. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Washington Blueberries Trade Seminar sukses digelar pada 29 April 2026 di Park Hyatt Jakarta, menandai langkah strategis Washington Blueberry Commission dalam memperkuat posisinya di pasar Indonesia.

Ajang tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan perdagangan, edukasi pasar, dan keterlibatan jangka panjang bagi Washington Blueberries di Indonesia.

Seminar ini mempertemukan importir, distributor, peritel, pelaku jasa boga, media, dan pemangku kepentingan industri untuk memperoleh pengenalan yang lebih mendalam mengenai Washington Blueberries serta potensinya di pasar Indonesia.

Acara tersebut mencerminkan meningkatnya minat terhadap buah impor premium, bahan pangan berkualitas tinggi, serta peluang perdagangan yang lebih luas dalam sektor makanan dan minuman Indonesia yang terus berkembang.

Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai Washington Blueberries di kalangan pelaku utama pasar. 

Peserta diperkenalkan pada kualitas, keserbagunaan, dan potensi komersial Washington Blueberries dalam bentuk segar, beku, maupun kering, dengan pembahasan yang mencakup penerapan produk, peluang pasar, dan potensi kerja sama di masa mendatang.

Peserta juga memperoleh manfaat dari diskusi mendalam mengenai penggunaan produk, peluang pasar, serta berbagai kemungkinan kerja sama di masa depan.

Ajang ini turut menghadirkan Alan Schreiber, Direktur Eksekutif Washington Blueberry Commission, yang memaparkan wawasan mengenai kekuatan ekspor Washington Blueberries dan peran aktif komisi tersebut dalam mendorong pengembangan pasar internasional. 

Sesi yang disampaikan olehnya menegaskan pentingnya edukasi pasar, keterlibatan perdagangan, dan pembangunan hubungan strategis dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan Washington Blueberries di seluruh Asia Tenggara.

"Kami sangat antusias terhadap peluang perdagangan Washington Blueberries di Indonesia. Negara Bagian Washington menawarkan produk premium yang sangat sesuai dengan meningkatnya permintaan konsumen di negara ini terhadap makanan yang sehat, berkualitas tinggi, dan bercita rasa lezat," kata Alan Schreiber dalam bahasa Inggris.

Turut hadir pula Bryan Sakuma dari Sakuma Brothers Farms, yang membagikan pengalaman langsung dari sudut pandang petani dan eksportir.

Presentasinya memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta mengenai industri bluberi di Washington, termasuk kualitas produk, kemampuan pasokan, dan peluang nyata yang tersedia bagi mitra perdagangan Indonesia.

Salah satu sorotan utama seminar adalah demonstrasi kuliner oleh Chef Degan Septoadji, seorang koki yang terhormat sekaligus tokoh televisi Indonesia yang dikenal luas sebagai juri dalam MasterChef Indonesia. 

Melalui demonstrasi langsung yang inspiratif, Chef Degan memperlihatkan berbagai cara luar biasa dalam pemanfaatan Washington Blueberries untuk meningkatkan kualitas layanan makanan, hidangan penutup, dan inovasi menu, sehingga peserta dapat memahami sepenuhnya keserbagunaan buah tersebut sebagai bahan premium kelas dunia sekaligus produk yang menarik bagi konsumen.

"Saya senang sekaligus terkejut dengan kualitas bluberi beku asal Washington dibandingkan bluberi beku lain yang tersedia di pasar. Buah ini mampu mempertahankan bentuk dan teksturnya dengan sangat baik, sehingga cocok digunakan dalam berbagai aplikasi kuliner," ujar Chef Degan Septoadji.

Seminar ini menjadi sarana yang sangat efektif untuk memperkenalkan Washington Blueberries kepada para pemangku kepentingan utama di pasar Indonesia melalui kombinasi edukasi produk yang mendalam, sesi pencicipan terarah, dan diskusi perdagangan yang produktif.

Ajang ini berhasil membangun tingkat pengenalan yang kuat terhadap merek tersebut serta membuka berbagai pembicaraan menjanjikan mengenai peran Washington Blueberries yang semakin berkembang dalam kategori ritel, jasa boga, produk roti, minuman, dan produk yang berfokus pada kesehatan di Indonesia.

Seiring meningkatnya minat konsumen dan pelaku usaha Indonesia terhadap buah impor premium, pilihan camilan yang lebih sehat, serta bahan pangan serbaguna berkualitas tinggi, Washington Blueberries menempati posisi yang sangat baik untuk memimpin pertumbuhan baik di jalur ritel maupun jasa boga. 

Keberhasilan seminar di Jakarta ini mencerminkan komitmen kuat dari Washington Blueberry Commission terhadap edukasi pasar, pembangunan hubungan, dan investasi jangka panjang di Indonesia.

Di masa yang akan datang, Washington Blueberry Commission akan terus bekerja sama erat dengan importir, peritel, pelaku jasa boga, dan mitra industri untuk meningkatkan kesadaran pasar serta kepercayaan perdagangan terhadap Washington Blueberries, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pilihan bluberi premium di pasar Indonesia. (*)

Penyerahan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188, Cerminkan Komitmen Konkret Indonesia    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Penyerahan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188, Cerminkan Komitmen Konkret Indonesia
Menaker menyerahkan instrumen asli ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan kepada Direktur Jenderal ILO Gilbert F. Houngbo di Jenewa, Swiss. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya kehadiran negara dalam melindungi pekerja Indonesia, termasuk awak kapal perikanan yang bekerja di sektor berisiko tinggi. 

Pesan tersebut disampaikan saat Menaker menyerahkan instrumen asli ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan kepada Direktur Jenderal ILO Gilbert F. Houngbo di Jenewa, Swiss.

Menaker mengatakan, penyerahan instrumen asli ratifikasi tersebut menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam memperkuat pelindungan pekerja di sektor perikanan.

Ratifikasi Konvensi ILO 188 mencerminkan komitmen Indonesia untuk memastikan awak kapal perikanan bekerja dalam kondisi yang aman, layak, dan manusiawi.

“Penyerahan instrumen ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan mencerminkan komitmen konk ret Indonesia untuk memperkuat pelindungan pekerja, khususnya nelayan dan awak kapal perikanan,” kata Menaker Yassierli, Rabu (10/6/2026)

Menurut Menaker, Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan menempatkan sektor perikanan sebagai salah satu pilar penting perekonomian.

Namun, sektor tersebut juga merupakan tempat kerja dengan tantangan tinggi yang harus menjamin keselamatan, martabat, dan kesejahteraan setiap orang yang bekerja di dalamnya.

Pelindungan itu berlaku bagi awak kapal perikanan yang bekerja di perairan Indonesia maupun pekerja migran Indonesia yang bekerja sebagai awak kapal perikanan di luar negeri. 

Mereka menghadapi cuaca ekstrem, risiko kecelakaan kerja, jam kerja panjang, dan kondisi kerja yang membutuhkan standar pelindungan yang kuat, konsisten, serta diterapkan secara efektif.

Bagi masyarakat, ratifikasi ini penting karena sektor perikanan bukan hanya soal hasil laut dan kegiatan ekonomi, tetapi juga tentang manusia yang bekerja di bali knya. 

Setiap hasil perikanan yang sampai ke masyarakat harus berjalan seiring dengan pelindungan pekerja yang menjaga keselamatan, kesehatan, martabat, dan hak-hak dasar awak kapal perikanan.

Penyerahan instrumen asli ratifikasi Konvensi ILO 188 merupakan tindak lanjut pengesahan Konvensi ILO 188 melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026. 

Melalui langkah tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memajukan kerja layak di sektor penangkapan ikan.

Menaker menyampaikan, komitmen pelindungan pekerja juga menjadi bagian dari agenda lebih luas Pemerintah Indonesia dalam menjawab perubahan dunia kerja. 

Pemerintah terus memperkuat pelindungan bagi pekerja di berbagai sektor dan berbagai bentuk hubungan kerja, termasuk pekerja rumah tangga serta pekerja platform digital.

“Pesannya jelas, Pemerintah peduli terhadap pekerja di berbagai sektor dan berbagai bentuk hubungan kerja. Pelindungan pekerja harus terus mengikuti perubahan dunia kerja,” ujar Menaker.

Menaker menegaskan, ratifikasi bukan akhir dari pekerjaan. Agar Konvensi ILO 188 memberi dampak nyata, Indonesia perlu menyelaraskan regulasi nasional, memperkuat mekanisme pengawasan ketenagakerjaan, serta meningkatkan kapasitas kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan terkait.

Dalam tahap implementasi, Indonesia menyambut dukungan teknis dan pendampingan berkelanjutan dari ILO, khususnya untuk memperkuat kapasitas otoritas maritim dan perikanan dalam melaksanakan pengawasan ketenagakerjaan sesuai standar internasional.

Menaker menekankan, pelaksanaan Konvensi ILO 188 membutuhkan kerja sama pemerintah, pengusaha, dan pekerja. 

Ketiga unsur tersebut perlu memiliki pemahaman bersama agar prinsip kerja layak di sektor perikanan dapat diterapkan secara efektif, realistis, dan berkelanjutan.

Indonesia, lanjut Menaker, berkomitmen memperkuat pelindungan pekerja di sektor perikanan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan usaha, produktivitas sektor perikanan, dan tata kelola ketenagakerjaan yang adil.

Menaker berharap kemitraan Indonesia dan ILO terus berkembang serta memberi manfaat konkret bagi pekerja, pelaku usaha, dan pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif.

Melalui penyerahan instrumen asli ratifikasi Konvensi ILO 188, Indonesia menegaskan bahwa awak kapal perikanan berhak bekerja dengan aman, layak, terlindungi, dan dihormati martabatnya. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Kemendagri Perkuat Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Sumatera Selatan    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Kemendagri Perkuat Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Sumatera Selatan
Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi dan TKPK Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan Tahun 2026. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kemendagri menekankan pentingnya ketepatan sasaran program dan anggaran dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan melalui Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi dan TKPK Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Palembang, beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) III Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Fauzan Hasan, menyampaikan bahwa proses penandaan (tagging) program dan anggaran penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara selektif pada setiap strategi kebijakan dengan menerapkan skala prioritas yang ketat.

Menurutnya, fokus utama penandaan diarahkan pada program, kegiatan, dan subkegiatan yang memberikan dampak langsung dan konkret bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat, sehingga setiap alokasi anggaran dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kelompok sasaran.

“Penandaan program dan anggaran harus benar-benar difokuskan pada intervensi yang berdampak langsung kepada masyarakat. Dengan demikian, kebijakan dan anggaran yang disusun dapat mendukung upaya percepatan penanggulangan kemiskinan secara lebih efektif,” jelas Fauzan, dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (11/6/2026).

Lebih lanjut, Fauzan menjelaskan bahwa pada strategi meminimalkan kantong-kantong kemiskinan, akurasi intervensi diperkuat melalui penerapan dua indikator utama. 

Pertama, penetapan lokasi fokus (lokus) wilayah prioritas secara presisi. Kedua, penentuan penerima manfaat yang tepat sasaran.

"Kombinasi kedua indikator tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar menjangkau wilayah dengan tingkat kerentanan kemiskinan tinggi serta masyarakat yang paling membutuhkan bantuan," ungkap Fauzan.

Kemendagri juga meminta pemerintah daerah untuk segera menyampaikan hasil penandaan program dan anggaran yang telah dilakukan kepada Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah sebagai tindak lanjut dari proses integrasi dokumen perencanaan dan penganggaran.

"Penyampaian laporan secara tepat waktu dinilai penting sebagai bahan konsolidasi nasional sekaligus untuk memastikan arah kebijakan penanggulangan kemiskinan di tingkat daerah tetap selaras dengan target pembangunan nasional yang telah ditetapkan," pungkas Fauzan. (*)

Permudah Akses Layanan, Pengadilan Negeri Solok Gandeng Disdukcapil dan Kominfo Luncurkan E-Delivery    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Permudah Akses Layanan, Pengadilan Negeri Solok Gandeng Disdukcapil dan Kominfo Luncurkan E-Delivery
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pengadilan Negeri Solok, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Solok. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Terobosan baru dalam pelayanan publik di Kota Solok diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pengadilan Negeri Solok, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Solok. 

Kerja sama ini difokuskan pada 
penyediaan layanan yang terintegrasi bagi Pemohon yang mengajukan pembuatan dan/atau perubahan Akta Kelahiran, Akta Kematian dan Akta Cerai yang membutuhkan Putusan atau Penetapan dari Pengadilan terlebih dahulu.

Melalui sistem ini, akan mempermudah masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pengadilan atau dinas terkait untuk mengajukan permohonan maupun mengambil dokumen akta. 

Semua proses mulai dari pengajuan, verifikasi, hingga penerimaan dokumen dapat dilakukan secara daring, sehingga lebih cepat, praktis, dan efisien.

Kepala Dinas Kominfo Kota Solok, Nurzal Gustim, menyambut baik terjalinnya sinergi ini. Menurutnya, kerja sama ini merupakan wujud nyata transformasi pelayanan publik menuju sistem digital yang transparan dan berkeadilan.

“Kerjasama ini merupakan pembaharuan kerjasama yang sebelumnya telah ada namun memerlukan pengembangan dan penambahan fitur-fitur yang relevan dengan kebutuhan saat ini, sehingga benar-benar dapat memberikan kemudahan bagi warga,” ujarnya.

Nurzal menambahkan, peran Dinas Kominfo dalam kerja sama ini adalah memastikan aplikasi dapat berjalan optimal dengan melakukan pemeliharaan serta memperbaharui aplikasi E-Delivery Penetapan, sesuai dengan kebutuhan nantinya. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus melakukan pemeliharaan dan pengembangan sistem agar layanan ini dapat berkelanjutan dan semakin sempurna.

“Kami berharap inovasi ini dapat menjadi contoh baik, di mana instansi pemerintah saling bersinergi untuk memotong birokrasi yang berbelit. Kedepannya, kami akan terus mendorong pengembangan layanan serupa agar semakin banyak aspek pelayanan publik di Kota Solok yang dapat diakses secara digital,” tegasnya.

Kerja sama ini diharapkan dapat memangkas waktu tunggu, mengurangi biaya operasional masyarakat, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan. 

Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan Kota Solok yang modern, melayani, dan berbasis teknologi informasi.

Dengan adanya sistem E-Delivery Penetapan diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin meningkat, sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan Kota Solok.(80)

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Bunda Lingkungan Hidup Kab. Solok Tekankan Pentingnya Kelola Sampah Sejak di Rumah    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Bunda Lingkungan Hidup Kab. Solok Tekankan Pentingnya Kelola Sampah Sejak di Rumah
Bunda Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Bunda Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, bergerak bersama Dinas Lingkungan Hidup menggelar gotong royong massal dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga. 

Kegiatan yang berpusat di kawasan perkantoran Arosuka ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh warga.

Dalam sambutannya, Ny. Nia menegaskan bahwa permasalahan sampah masih menjadi tantangan utama yang harus dihadapi secara bersama-sama. 

Menurutnya, solusi paling efektif dimulai dari perubahan kebiasaan di setiap rumah tangga.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah semata, tetapi harus dimulai dari sumbernya. Setiap keluarga memiliki peran besar dengan memilah sampah menjadi organik, anorganik, dan residu. Melalui gotong royong dan edukasi yang terus digalakkan, kita ingin membangun budaya hidup bersih dan menumbuhkan kesadaran bahwa lingkungan yang sehat adalah hak kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Asnur, SH., MM, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah saat ini telah mengusung konsep ekonomi sirkular. 

Konsep ini mengubah pandangan bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang masih memiliki nilai manfaat.

“Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos atau pakan maggot, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam bisa didaur ulang melalui bank sampah. Cara ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir, tetapi juga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelas Asnur.

Melalui momentum peringatan hari penting ini, pemerintah daerah mengajak seluruh warga untuk mengambil langkah nyata, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, rutin memilah sampah, mendukung keberadaan bank sampah, serta aktif dalam kegiatan gotong royong.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang ramah lingkungan demi kesejahteraan generasi mendatang.(80)

Pemprov Sumbar Tegaskan Pengecekan STNK di SPBU Bersifat Selektif, Bukan untuk Seluruh Pembeli BBM Subsidi    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Pemprov Sumbar Tegaskan Pengecekan STNK di SPBU Bersifat Selektif, Bukan untuk Seluruh Pembeli BBM Subsidi
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto menegaskan, pengecekan STNK bukan dilakukan kepada setiap kendaraan yang mengisi BBM subsidi.. (Foto: Adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan rekomendasi pengecekan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi tidak diberlakukan kepada seluruh kendaraan yang melakukan pengisian di SPBU. Pengecekan tersebut hanya dilakukan secara selektif terhadap kendaraan yang terindikasi atau dicurigai melakukan penyalahgunaan dalam pembelian BBM subsidi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto mengatakan terdapat kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait salah satu rekomendasi hasil Rapat Koordinasi Pengendalian dan Pengawasan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT/Solar) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP/Pertalite) kepada BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga yang digelar beberapa waktu lalu.

Menurutnya, rekomendasi yang meminta SPBU melakukan pengecekan STNK dimaksudkan sebagai instrumen pengawasan tambahan untuk memastikan kesesuaian antara data kendaraan dengan QR Code yang digunakan dalam pembelian BBM subsidi.

“Perlu kami tegaskan bahwa pengecekan STNK bukan dilakukan kepada setiap kendaraan yang mengisi BBM subsidi. Pemeriksaan hanya dilakukan secara selektif apabila ditemukan indikasi atau kecurigaan adanya ketidaksesuaian data maupun dugaan penyalahgunaan,” kata Helmi di Padang, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini masih ditemukan berbagai modus penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan, seperti penggunaan QR Code yang tidak sesuai dengan kendaraan yang digunakan, pemanfaatan identitas kendaraan lain, hingga berbagai bentuk manipulasi yang berpotensi merugikan masyarakat yang memang berhak menerima subsidi.

Karena itu, menurut Helmi, pengecekan STNK diperlukan sebagai dokumen pendukung untuk memverifikasi identitas kendaraan apabila petugas menemukan kondisi yang dinilai tidak wajar saat proses pengisian BBM berlangsung.

“Tujuan utamanya bukan mempersulit masyarakat. Justru sebaliknya, kita ingin memastikan BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu,” ujarnya.

Helmi menambahkan, rekomendasi tersebut lahir dari hasil pembahasan bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, BPH Migas, Pertamina serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengawasan distribusi BBM subsidi di Sumbar.

Ia menilai penguatan pengawasan di tingkat SPBU menjadi salah satu langkah penting untuk menutup celah penyalahgunaan yang selama ini masih ditemukan di berbagai daerah.

“Pengawasan di lapangan perlu diperkuat agar potensi penyalahgunaan dapat dicegah sejak awal. Karena itu, diperlukan instrumen verifikasi yang dapat digunakan ketika ditemukan indikasi pelanggaran,” katanya.

Pemprov Sumbar memastikan bahwa masyarakat yang melakukan pembelian BBM subsidi sesuai ketentuan tidak perlu khawatir. Aktivitas pengisian BBM tetap berjalan sebagaimana biasa dan tidak ada kebijakan pemeriksaan STNK secara menyeluruh terhadap seluruh konsumen di SPBU.

Melalui pengawasan yang lebih terukur dan tepat sasaran, Pemprov Sumbar berharap distribusi BBM subsidi dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan berkeadilan sehingga manfaat subsidi energi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. (adpsb/bud)

Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi
Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina menyelenggarakan Seminar Publik Hybrid bertajuk “Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis” pada Selasa (9/6/2026). (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina menyelenggarakan Seminar Publik Hybrid bertajuk “Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis” pada Selasa (9/6/2026) di Ruang Granada, Lantai 7 Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Cipayung. 

Seminar menghadirkan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, H. M. Jusuf Kalla, sebagai pembicara utama.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina, Prof. Dr. Ahmad Badawi Saluy, dan dimoderatori oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J. Rachbini.

Dalam pemaparannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan hubungan yang erat antara krisis ekonomi dan perubahan politik.

Menurutnya, gejolak ekonomi yang tidak tertangani dengan baik sering kali berkembang menjadi krisis politik yang berdampak besar terhadap stabilitas nasional. 

“Krisis ekonomi selalu ada kaitannya dengan politik. Bung Karno turun karena krisis ekonomi yang kemudian berkembang menjadi krisis politik. Harga beras naik, BBM naik, orang melakukan demonstrasi, lalu muncul berbagai gejolak politik. Pak Harto juga demikian saat krisis 1998 hingga akhirnya turun setelah memimpin selama 32 tahun,” ujar Jusuf Kalla.

Ia menjelaskan bahwa salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan dalam mengantisipasi krisis adalah kondisi nilai tukar rupiah.

Menurutnya, nilai mata uang sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi nasional.

“Mata uang itu soal supply dan demand. Banyak orang menyimpan dolar Amerika Serikat karena tidak percaya kepada rupiah. Semakin banyak orang menyimpan dolar, maka nilai rupiah akan semakin turun,” katanya.

Selain nilai tukar, Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya memahami kondisi pasar secara lebih komprehensif. 

Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi tidak dapat diukur hanya dari ramainya pusat-pusat perbelanjaan. 

“Pasar itu ada dua, yaitu pasar modal dan pasar riil. Orang sering mengatakan mal masih ramai sehingga ekonomi dianggap baik-baik saja. Padahal orang datang ke mal belum tentu untuk berbelanja, bisa saja hanya mencari tempat yang nyaman atau ber-AC. Yang harus dilihat adalah bagaimana daya beli masyarakat di pasar riil,” jelasnya.

Menurut Jusuf Kalla, melemahnya pasar modal saat ini juga menunjukkan adanya persoalan kepercayaan investor.

Investor hanya akan menanamkan modal apabila memiliki keyakinan bahwa perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. 

“Pasar modal turun karena masalah kepercayaan. Orang membeli saham karena percaya perusahaan itu akan menghasilkan laba. Ketika kepercayaan menurun, saham-saham dilepas. Dulu saham tambang sangat diminati, sekarang banyak yang mengalami penurunan. Saham perbankan juga mengalami tekanan sehingga banyak investor melepas kepemilikannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tekanan ekonomi sering kali memunculkan berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Menurutnya, meningkatnya angka kriminalitas tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekonomi yang memburuk. 

“Ketika banyak orang menganggur dan sulit memenuhi kebutuhan hidupnya, maka berbagai persoalan sosial akan muncul. Kita melihat kasus pencurian dan kejahatan jalanan yang ramai dibicarakan. Ini harus menjadi perhatian bersama karena ekonomi dan kondisi sosial saling berkaitan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membantu mencari solusi atas berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi bangsa.

Menurutnya, universitas memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam menghasilkan penelitian yang dapat menjadi dasar perumusan kebijakan publik.

“Tugas universitas pertama adalah mencerdaskan bangsa. Kedua, memberikan kontribusi kepada masyarakat dan pemerintah melalui hasil-hasil penelitian. Kampus harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa kalangan akademisi perlu terus menyuarakan pandangan kritis dan berbasis data dalam merespons berbagai kebijakan publik. 

Dalam konteks tersebut, Jusuf Kalla mengapresiasi peran Universitas Paramadina yang aktif memberikan pandangan dan kajian terhadap berbagai isu nasional.

Pada sektor fiskal, Jusuf Kalla menekankan pentingnya efisiensi anggaran negara. 

Menurutnya, pemerintah perlu segera melakukan evaluasi terhadap berbagai pengeluaran yang tidak memberikan dampak produktif secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Pengeluaran yang tidak produktif harus dikurangi. Jangan terlalu lama. Langsung saja ambil keputusan mengenai beban mana yang harus dipotong dan dikurangi agar fiskal negara menjadi lebih sehat,” tegasnya.

Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi sejumlah tantangan besar dalam beberapa tahun ke depan. 

Salah satunya adalah ancaman El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pangan nasional. 

“Kalau El Nino berlangsung selama tujuh bulan, produksi padi bisa menurun. Kita harus mengimpor pangan dan tentu membutuhkan dana yang besar. Ini harus diantisipasi sejak sekarang,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti potensi krisis kelistrikan akibat minimnya pembangunan infrastruktur energi dalam beberapa tahun terakhir, serta meningkatnya beban subsidi yang dapat semakin membebani keuangan negara apabila tidak diimbangi dengan kebijakan yang tepat.

Menutup pemaparannya, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Pertama, dampak konflik global seperti perang di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina yang memicu krisis energi dunia. 

Kedua, tingginya beban utang negara yang menyebabkan kewajiban pembayaran bunga terus meningkat. 

Ketiga, pentingnya manajemen krisis yang efektif melalui pengendalian defisit anggaran dan pengurangan pengeluaran yang tidak produktif.

“Manajemen krisis harus dilakukan dengan mengurangi utang melalui pengendalian defisit APBN. Semua pengeluaran yang tidak produktif perlu dikurangi atau dihapus agar ekonomi dapat lebih sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*) 

Laporan: Arief Tito

Cetak Pemimpin Perempuan Berwawasan Global, Paragon Wardah Buka Beasiswa Program Ri'aya 2026 di Qatar    
Kamis, Juni 11, 2026

On Kamis, Juni 11, 2026

Cetak Pemimpin Perempuan Berwawasan Global, Paragon Wardah Buka Beasiswa Program Ri'aya 2026 di Qatar
Paragon Wardah membuka kesempatan bagi perempuan muda Indonesia untuk mengikuti Ri'aya Young Adult Stewardship Program 2026. (Foto: Eko). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Paragon Wardah membuka kesempatan bagi perempuan muda Indonesia untuk mengikuti Ri'aya Young Adult Stewardship Program 2026, program pengembangan kepemimpinan global yang diselenggarakan oleh Al-Mujadilah Center & Mosque for Women di Doha, Qatar. Program ini juga diikuti oleh peserta dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

Program yang akan berlangsung pada 9–23 Agustus 2026 tersebut dirancang untuk membekali perempuan muda Muslim dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai etika Islam, sejarah peradaban Muslim, serta berbagai tantangan dan peluang global masa kini. 

Selama dua minggu, peserta akan mengikuti pembelajaran intensif, diskusi lintas budaya, serta pengalaman belajar bersama perempuan muda dari berbagai negara.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung pengembangan perempuan dan pendidikan, Paragon Wardah memberikan dukungan beasiswa bagi peserta terpilih dari Indonesia untuk mengikuti program ini.

Ri'aya Young Adult Stewardship Program menjadi ruang pembelajaran global yang mempertemukan perempuan muda dari beragam latar belakang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, serta mengembangkan kapasitas kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kontribusi sosial.

Melalui kolaborasi ini, Paragon Wardah terus memperkuat komitmennya dalam mendukung lahirnya generasi pemimpin perempuan yang berkarakter, berdaya saing global, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Suci Hendrina, Head of Corporate Social Responsibility ParagonCorp, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi Paragon dalam menciptakan dampak yang lebih luas melalui pengembangan talenta dan kepemimpinan.

"Kami percaya perempuan muda memiliki potensi besar sebagai penggerak perubahan. Melalui kolaborasi Paragon Wardah dengan Al-Mujadilah Center & Mosque for Women dalam program Ri'aya, kami ingin membekali mereka dengan perspektif global dan kapasitas kepemimpinan agar mampu menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Suci.

Pendaftaran Ri'aya Young Adult Stewardship Program 2026 terbuka bagi perempuan muda berusia 17–22 tahun, mulai dari siswa sekolah menengah hingga mahasiswa, yang memiliki kemampuan bahasa Inggris serta rekam jejak akademik maupun non-akademik yang baik.

Pendaftaran dibuka hingga 21 Juni 2026 melalui:

Form Paragon Wardah: bit.ly/ParagonforRiaya2026
Form resmi Ri'aya: almujadilah.qa/en/riaya-young-adult-stewardship-program-3/details

Melalui kolaborasi global ini, Paragon Wardah berharap dapat mendukung lahirnya generasi perempuan Muslim yang berwawasan global, berkarakter kuat, serta siap berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan di masa depan.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram @paragoncorp, @wardahbeauty, dan @almujadilah.qa. (*) 

Laporan: Eko