HEADLINE
Plt. Wali Nagari Batu Kalang Utara Apresiasi Betor dari Pokir Anggota DPRD Sumbar Muhammad Yasin    
Kamis, Agustus 20, 2026

On Kamis, Agustus 20, 2026

Plt. Wali Nagari Batu Kalang Utara Apresiasi Betor dari Pokir Anggota DPRD Sumbar Muhammad Yasin
Kunjungan itu dalam rangka penyerahan 1 (satu) unit Becak Motor yang berasal dari Program Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar Muhammad Yasin. (Foto: Djuna).

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Dapil Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman Muhammad Yasin, S. STP mengunjungi Kelompok Tani Naga Intan Korong Pondok Kayu, Nagari Batu Kalang Utara, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kunjungan itu dalam rangka penyerahan 1 (satu) unit Becak Motor yang berasal dari Program Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar Muhammad Yasin.

Kunjungan tersebut dihadiri Camat Padang Sago, Plt. Nagari Batu Kalang Utara dan sejumlah anggota Kelompok Tani Naga Intan.

Dalam kesempatan itu, Plt. Wali Nagari Batu Kalang Utara Hartika Nelis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Muhammad Yasin yang sudah membantu Becak Motor untuk Kelompok Tani Naga Intan - Batu Kalang Utara. 

Hartika Nelis menambahkan, "Kami berharap bantuan Betor ini bisa bermanfaat untuk membantu mobilisasi hasil tani dari anggota Kelompok Tani Naga Intan Batu Kalang Utara."

Camat Padang Sago Zarmiati dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Sumbar Muhammad Yasin yang membantu Becak Motor untuk Kelompok Tani - Batu Kalang Utara. 

"Ditengah kondisi fiskal pemerintah yang sedang tidak baik - baik saja, bantuan betor untuk Kelompok Tani Naga Intan ini adalah bantuan yang sangat membantu bagi warga kami", ujar Camat Padang Sago Zarmiati.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Sumbar yang juga Ketua Bapemperda DPRD Sumatera Barat Muhammad Yasin mengatakan bahwa sejak dilantik sudah membantu  lebih dari 50 Kelompok  Tani di Kabupaten dan Padang Pariaman. 

"Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi kami jika dapat membantu masyarakat khusus petani di Dapil kami", pungkas Muhammad Yasin. (*)

Hujan Deras, Bangunan SD 19 Baringin yang Tak Terpakai Roboh, Warga Soroti Kondisi Sungai    
Kamis, Agustus 20, 2026

On Kamis, Agustus 20, 2026

Hujan Deras, Bangunan SD 19 Baringin yang Tak Terpakai Roboh, Warga Soroti Kondisi Sungai
Bagian dari SD 19 Baringin yang sebelumnya digunakan sebagai fasilitas pendidikan. (Foto: Hanza Rico).

BENTENGSUMBAR.COM
- Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kota Padang pada Rabu (19/8/2026) mengakibatkan satu lokal bangunan SD yang sudah tidak digunakan lagi roboh di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan.

Bangunan tersebut merupakan bagian dari SD 19 Baringin yang sebelumnya digunakan sebagai fasilitas pendidikan. Selain menyebabkan bangunan roboh, hujan dengan intensitas cukup tinggi juga mengakibatkan terjadinya pelebaran jalur sungai di kawasan tersebut.

Kondisi ini kembali menyoroti persoalan aliran sungai dan infrastruktur di Kelurahan Baringin yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Ketua LPMK Baringin, Jamal F Chan, mengatakan pihaknya berharap Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang terjadi di kawasan tersebut, terutama terkait aliran sungai dan infrastruktur penghubung masyarakat.

"Kita berharap perhatian yang sangat serius dari Pemerintah Kota Padang dengan keadaan seperti ini. Apalagi jembatan penghubung antara Baringin dengan Koto Lalang sudah lama hancur dan sampai sekarang belum ada perbaikan lagi," ujar Jamal.

Jamal menjelaskan, bangunan SD 19 Baringin tersebut memiliki sejarah cukup panjang. Sekolah tersebut sebelumnya terdampak banjir pada tahun 1997 sehingga kemudian dilakukan pemindahan.

Pada tahun 1999 hingga 2019, bangunan tersebut masih digunakan untuk kegiatan pendidikan. 

Bahkan, TK Waladar Rasyid juga sempat memanfaatkan bangunan tersebut sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Kemudian pada tahun 2023, kegiatan pendidikan kembali dipindahkan.

Seiring waktu, kondisi bangunan yang sudah tidak digunakan tersebut semakin memprihatinkan hingga akhirnya roboh setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur kawasan Baringin.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Tarantang, Rusdianto, mengungkapkan bahwa persoalan normalisasi sungai sebenarnya sudah lama disuarakan kepada pemerintah.

"Sejak tahun 2015 saya sudah menyuarakan untuk dilakukan normalisasi sungai, bahkan sudah disampaikan pada saat Musrenbang kecamatan. Tapi sampai sekarang belum juga ada tindakan dari pemimpin kita, terutama Pemko Padang," ungkap Rusdianto.

Menurutnya, normalisasi sungai sangat penting dilakukan mengingat kondisi aliran sungai yang mengalami pelebaran dan berpotensi menimbulkan dampak lebih besar ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Warga berharap pemerintah segera melakukan kajian dan penanganan terhadap kondisi sungai, termasuk memperhatikan jembatan penghubung Baringin-Koto Lalang yang sudah lama mengalami kerusakan.

Masyarakat juga berharap kejadian robohnya bangunan tersebut menjadi perhatian bersama agar kondisi infrastruktur dan aliran sungai di kawasan Baringin dapat segera ditangani demi mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat. (*)

ParagonCorp dan ARC USK Eksplorasi Potensi Nilam Aceh untuk Pengembangan Bahan Aktif Kosmetik    
Kamis, Agustus 20, 2026

On Kamis, Agustus 20, 2026

ParagonCorp dan ARC USK Eksplorasi Potensi Nilam Aceh untuk Pengembangan Bahan Aktif Kosmetik
Kolaborasi mempertemukan keunggulan riset minyak atsiri dan nilam ARC USK dengan kapabilitas riset kosmetik ParagonCorp untuk mengeksplorasi potensi bahan alam Indonesia secara ilmiah dan bernilai tambah. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- ParagonCorp memperkuat kolaborasi riset dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di ParagonCorp Head Office, 19 Agustus 2026. 

Salah satu fokus awal kolaborasi ini adalah mengeksplorasi potensi nilam Aceh, termasuk patchouli alcohol crystal yang berasal dari minyak nilam, sebagai kandidat bahan aktif alami untuk aplikasi kosmetik.

Kolaborasi ini mempertemukan keahlian ARC USK dalam penelitian nilam, minyak atsiri, dan bahan alam dengan kapabilitas riset dan pengembangan kosmetik ParagonCorp. 

Melalui pendekatan lintas disiplin tersebut, kedua pihak akan mengkaji karakteristik bahan, potensi manfaat, serta peluang pengembangannya untuk kebutuhan industri kosmetik melalui proses penelitian dan validasi secara bertahap.

Sebagai purposeful beauty tech company, ParagonCorp memandang kolaborasi dengan institusi pendidikan dan penelitian sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berbasis sains.

Pengembangan inovasi tidak hanya dilakukan melalui pengembangan produk, tetapi juga melalui proses riset untuk memahami potensi bahan, teknologi, serta pendekatan baru yang dapat menjawab kebutuhan industri beauty.

Nilam Aceh menjadi salah satu potensi bahan alam yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Minyak nilam telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas minyak atsiri Indonesia, sementara pengembangan fraksi atau turunannya untuk kebutuhan yang lebih spesifik masih membuka ruang penelitian. 

Dalam kolaborasi ini, patchouli alcohol crystal menjadi salah satu objek yang akan dieksplorasi untuk memahami karakteristik dan potensi aplikasinya sebagai kandidat bahan aktif kosmetik.
Pengembangan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan berbasis data. 

Penelitian akan mencakup proses untuk memahami karakteristik bahan serta mengevaluasi potensi dan relevansinya terhadap kebutuhan aplikasi kosmetik.

Dengan demikian, setiap peluang pengembangan akan melalui proses kajian dan validasi ilmiah sebelum dapat ditarik kesimpulan lebih lanjut.

“Bagi ParagonCorp, kolaborasi riset menjadi salah satu cara untuk mempertemukan potensi sumber daya alam dan talenta Indonesia dengan kebutuhan inovasi industri. Melalui kolaborasi dengan ARC USK, kami ingin mempelajari potensi nilam Aceh secara lebih mendalam, bukan hanya dari sisi bahan alamnya, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dapat dipahami melalui riset dan dikaji relevansinya untuk kebutuhan beauty. Proses ini penting agar setiap peluang pengembangan dibangun berdasarkan data dan bukti ilmiah yang memadai.” ujar dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE, FINSDV, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp.

ARC USK memiliki kompetensi dalam penelitian minyak atsiri dan nilam, termasuk pengembangan pengetahuan terkait potensi bahan alam dari wilayah Aceh. 

Kolaborasi dengan ParagonCorp memberikan ruang untuk mempertemukan kompetensi tersebut dengan perspektif dan kebutuhan pengembangan industri kosmetik, sehingga hasil penelitian memiliki peluang untuk dikaji lebih lanjut menuju aplikasi yang relevan.

“Kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan kompetensi riset yang dikembangkan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dan pengalaman industri. Nilam Aceh memiliki potensi yang dapat terus dikaji dari berbagai sisi, dan kami berharap kerja sama dengan ParagonCorp dapat membuka ruang penelitian yang lebih aplikatif. Di saat yang sama, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan potensi nilam Aceh melalui pendekatan berbasis riset serta membuka peluang pengembangan lebih lanjut.” ujar Syaifullah Muhammad, Kepala ARC USK.

Selain penelitian dan pengembangan potensi bahan alam, Nota Kesepahaman antara ParagonCorp dan ARC USK juga mencakup ruang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ruang kolaborasi tersebut membuka peluang bagi kedua pihak untuk saling berbagi pengetahuan, memperkuat kapasitas talenta, serta mengembangkan kegiatan yang dapat mendukung kebutuhan ekosistem beauty dan pemanfaatan bahan alam Indonesia.

Kolaborasi ini sejalan dengan langkah ParagonCorp untuk memperluas jejaring riset bersama universitas dan institusi penelitian. Melalui kemitraan lintas disiplin, ParagonCorp berupaya menjalankan peran beyond creating beauty products dengan turut berkontribusi dalam penguatan science, technology, talent, and innovation ecosystem di Indonesia.

Ke depan, ParagonCorp dan ARC USK akan melanjutkan penelitian untuk memahami potensi nilam Aceh secara lebih mendalam.

Setiap hasil penelitian akan menjadi bagian dari proses validasi bertahap untuk memastikan pengembangan bahan alam dilakukan secara bertanggung jawab dan berbasis bukti ilmiah, sekaligus membuka peluang terciptanya inovasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi potensi sumber daya alam Indonesia. (Eko)

Pemko Pariaman Bersama Kemen Ekraf Gelar Program "Melukis Bersama"    
Kamis, Agustus 20, 2026

On Kamis, Agustus 20, 2026

Pemko Pariaman Bersama Kemen Ekraf Gelar Program "Melukis Bersama"
Acara yang dibuka  Wali Kota Pariaman, Yota Balad bertempat di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman, Kamis (20/8). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Pariaman berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) Republik Indonesia menggelar  kegiatan "Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-Anak Terdampak Bencana".

Acara yang dibuka  Wali Kota Pariaman, Yota Balad bertempat di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman, Kamis (20/8).

Dalam sambutannya, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Kemen Ekraf RI, 

para seniman, komunitas, serta seluruh pihak yang telah hadir dan peduli terhadap anak-anak di Kota Pariaman.  

“Bencana memang dapat meninggalkan luka, kehilangan, dan pengalaman yang tidak mudah dilupakan. 

Namun kita percaya bahwa setiap anak memiliki kekuatan untuk bangkit. 

Hari ini, kita tidak hanya mengajak anak-anak untuk melukis di atas kanvas, tetapi memberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, harapan, imajinasi, dan cita-cita mereka melalui karya seni,” ujarnya.(wi/fad/at).

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Reses di Jati, Serap Aspirasi Warga  dari Pembangunan hingga Pendidikan    
Kamis, Agustus 20, 2026

On Kamis, Agustus 20, 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Reses di Jati, Serap Aspirasi Warga  dari Pembangunan hingga Pendidikan
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi saat menggelar reses di Masjid An Nur Jati Rawang, Kelurahan Jati, Rabu (19/8/2026). (Foto: Djuna).

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi mengajak masyarakat Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, untuk lebih aktif memanfaatkan berbagai program pembangunan yang tersedia, mulai dari penguatan ekonomi, pendidikan hingga pembangunan infrastruktur.

Pesan tersebut disampaikan Muhidi saat menggelar reses di Masjid An Nur Jati Rawang, Kelurahan Jati, Rabu (19/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Muhidi menyebut Kelurahan Jati selama ini telah menjadi salah satu kawasan yang ikut mendapatkan perhatian melalui berbagai program, termasuk pelatihan bagi pelaku UMKM serta dukungan terhadap pembangunan infrastruktur.

Ia mengatakan, pembangunan jalan di RW 1 juga telah masuk dalam perencanaan setelah dilakukan survei. Pekerjaan tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada bulan mendatang.

“Alhamdulillah, beberapa aspirasi masyarakat sudah kita tindak lanjuti. Untuk pembangunan jalan di RW 1 sudah dilakukan survei dan masuk dalam perencanaan, insyaallah bulan depan mulai dilaksanakan,” kata Muhidi.

Selain infrastruktur, Muhidi juga menyampaikan adanya dukungan melalui bantuan hibah untuk masjid serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat harus memanfaatkan momentum rembuk RW, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota dan provinsi sebagai ruang menyampaikan kebutuhan secara terukur.

“Setiap tahun ada rembuk RW, kelurahan, kecamatan sampai kota dan provinsi. Ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat, baik pengembangan ekonomi, pendidikan maupun pembangunan fisik,” ujarnya.

Namun, Muhidi menegaskan bahwa berbagai program pemerintah akan berjalan maksimal jika dibarengi kemauan dan partisipasi masyarakat.

“Yang paling penting tentu ada kemauan. Pemerintah bisa membuka peluang dan memberikan dukungan, tetapi masyarakat juga harus memiliki semangat untuk berkembang dan memanfaatkan peluang tersebut,” katanya.

Dorong Anak Siapkan Diri Hadapi Perubahan

Tak hanya berbicara soal pembangunan fisik, Muhidi juga menaruh perhatian terhadap masa depan generasi muda di tengah perubahan teknologi dan derasnya arus informasi.

Ia mengingatkan para orang tua agar memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya ilmu pengetahuan dan kemampuan memilah informasi.

“Sekarang terjadi disrupsi, perubahan berlangsung sangat cepat, terutama dalam dunia informasi. Karena itu, anak-anak harus dibekali ilmu pengetahuan agar mereka mampu mengikuti perubahan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar,” tutur Muhidi.

Ia menyebut peluang pendidikan bagi generasi muda saat ini semakin terbuka. Bahkan, anak-anak berprestasi memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1, S2 dan S3 melalui berbagai program beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri.

“Negara memberikan ruang bagi anak-anak berprestasi untuk mendapatkan pendidikan. Ada kesempatan kuliah gratis hingga S1, S2 bahkan S3, baik di dalam negeri maupun luar negeri, tentu dengan persyaratan dan prestasi yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Muhidi mengatakan, aspirasi masyarakat di bidang pendidikan juga cukup banyak diterima dalam kegiatan reses, salah satunya terkait peningkatan literasi.

Ia berharap penguatan literasi dapat membuat generasi muda memiliki wawasan lebih luas sehingga mampu menentukan pilihan secara bijak untuk masa depan.

“Literasi sangat penting. Anak-anak harus memiliki banyak pengetahuan sehingga mereka mampu memilih dan memilah informasi serta menentukan langkah terbaik untuk masa depannya,” katanya.

Di sisi lain, Muhidi juga mengingatkan masyarakat agar kemajuan zaman tidak membuat generasi muda kehilangan akar budaya.

Menurutnya, masyarakat Minangkabau yang berada di perantauan maupun di kampung halaman tetap perlu menjaga adat dan budaya sebagai identitas daerah.

“Walaupun kita merantau dan hidup di tengah perubahan zaman, budaya dan adat tetap harus dijaga. Kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan bersama dengan nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Jati menyampaikan apresiasi kepada Muhidi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kelurahan Jati.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Sumatera Barat yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat, termasuk bantuan untuk wirausaha dan bantuan lainnya. Kami juga berterima kasih karena reses ini dilaksanakan di Kelurahan Jati,” katanya.

Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin sehingga berbagai kebutuhan warga dapat diperjuangkan melalui jalur pembangunan yang tersedia. (*)

Gubernur: Tata Lingkungan Sumbar Harus Berbasis Daya Dukung dan Daya Tampung Pascabencana    
Kamis, Agustus 20, 2026

On Kamis, Agustus 20, 2026

Gubernur: Tata Lingkungan Sumbar Harus Berbasis Daya Dukung dan Daya Tampung Pascabencana
Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Tata Lingkungan Tahun 2026 di Universitas Andalas, Padang, Kamis (20/8/2026). (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan pentingnya membangun tata lingkungan yang berbasis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, terutama setelah Sumatera Barat mengalami berbagai bencana hidrometeorologis. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Tata Lingkungan Tahun 2026 di Universitas Andalas, Padang, Kamis (20/8/2026).

Rapat koordinasi tersebut mengangkat tema “Tata Lingkungan Berbasis Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Pascabencana Hidrometeorologis” dan dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Sigit Reliantoro, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, kepala dinas lingkungan hidup dan Bappeda provinsi serta kabupaten/kota se-Sumatera Barat, akademisi, serta mahasiswa.

Gubernur mengatakan, tema yang diangkat bukan sekadar persoalan teknis lingkungan, tetapi menjadi bagian penting dari pembelajaran Sumatera Barat dalam menghadapi berbagai bencana. Menurutnya, bencana yang terjadi harus menjadi evaluasi untuk menentukan bagaimana pembangunan ke depan dilaksanakan secara lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.

“Bencana telah memberikan pelajaran yang sangat mahal kepada kita. Karena itu, kita tidak boleh hanya bertanya berapa besar kerusakan akibat bencana, tetapi juga harus bertanya apa yang harus kita pelajari dari bencana tersebut,” ujar Mahyeldi.

Ia menyebut, berbagai bencana seperti gempa bumi, banjir dan longsor telah memberikan dampak besar bagi masyarakat Sumatera Barat. Bencana hidrometeorologis yang terjadi sebelumnya tercatat berdampak terhadap lebih dari 296 ribu jiwa, menyebabkan 264 orang meninggal dunia dan lebih dari 10 ribu masyarakat mengungsi. Kerugian dan kerusakan ditaksir mencapai Rp33,3 triliun, sementara kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi diusulkan sebesar Rp21,4 triliun. 

Menurut Gubernur, ancaman alam memang tidak seluruhnya dapat dikendalikan, tetapi risiko dapat dikurangi melalui penataan ruang, perlindungan ekosistem, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), serta keputusan pembangunan yang memperhitungkan kemampuan lingkungan. Karena itu, pemulihan pascabencana harus menerapkan prinsip *Build Back Better*, bukan sekadar mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana.

Sebagai bagian dari penguatan kebijakan, Pemprov Sumbar telah melakukan evaluasi terhadap Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang RP2LH, KLHS RTRW Provinsi, serta RTRW Provinsi Sumatera Barat. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kebijakan lingkungan dan memastikan tata ruang semakin selaras dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Arah tersebut juga telah diterjemahkan dalam target RPJMD Sumbar 2025–2029 melalui peningkatan kualitas lingkungan hidup, penurunan emisi gas rumah kaca, penguatan layanan air minum dan persampahan, serta peningkatan ketangguhan terhadap bencana.

Mahyeldi menekankan, Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Pemerintah telah menetapkan Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 660-314-2025 tentang Penetapan D3TLH Provinsi Sumatera Barat, yang harus menjadi dasar dalam penyusunan RPJPD, RPJMD, RTRW, RDTR, RPPLH, maupun KLHS.

“Alurnya harus jelas: daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, perencanaan, tata ruang, pemanfaatan ruang, hingga keputusan pembangunan. Inilah yang kami maksud dengan membangun dalam batas ekologis,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti persoalan persampahan sebagai bagian penting dari tata lingkungan. Pemprov Sumbar telah mengambil kebijakan agar seluruh OPD provinsi dan sekolah di bawah kewenangan provinsi tidak lagi membuang sampah ke luar lingkungan masing-masing, melainkan menyelesaikan pengelolaan sampah dari sumbernya. Selain itu, seluruh kantor pemerintah provinsi didorong membangun budaya peduli lingkungan melalui kegiatan kurve setiap pagi sebelum pegawai memulai aktivitas. 

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyampaikan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan dari hulu hingga hilir. Ia menjelaskan, pemerintah tengah mendorong berbagai solusi, termasuk *waste-to-energy* (WTE) dan *Refuse Derived Fuel* (RDF). Untuk daerah dengan timbulan sampah di bawah 1.000 ton per hari, RDF dapat menjadi salah satu alternatif dengan memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar bagi industri semen. Ia juga menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber karena teknologi pengolahan di hilir tidak akan optimal apabila sampah masih tercampur. 

Diaz juga mengingatkan pentingnya penghentian praktik open dumping, penguatan tanggung jawab produsen melalui Extended Producer Responsibility, serta peningkatan perhatian terhadap pengelolaan sampah dalam penilaian PROPER dan Adipura. Menurutnya, target pengelolaan sampah secara menyeluruh membutuhkan perubahan perilaku masyarakat sekaligus komitmen pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Sumatera Barat harus dipandang sebagai satu kesatuan ekologis. Lingkungan tidak mengenal batas administrasi, sehingga pengelolaan hulu, tengah dan hilir harus dilakukan secara terpadu. Ia juga mengingatkan bahwa hutan, DAS, mangrove, gambut dan kawasan lindung bukan hambatan pembangunan, melainkan infrastruktur alam yang menopang keberlanjutan pembangunan.

“Jangan hanya membangun kembali apa yang hilang, tetapi bangun kembali dengan mengurangi risiko. Jangan hanya menghasilkan dokumen, pastikan pengetahuan menjadi keputusan dan keputusan menjadi tindakan,” kata Mahyeldi.

Ia menambahkan, pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, serta generasi muda. Hasil kajian lingkungan harus menjadi dasar pengambilan keputusan, sementara prinsip satu data, satu peta dan satu basis pengetahuan lingkungan perlu diperkuat agar seluruh pihak memiliki informasi yang sama dalam merencanakan pembangunan.

Di hadapan para akademisi dan mahasiswa, Mahyeldi mengajak perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam merancang masa depan lingkungan Sumatera Barat. Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat menghasilkan pengetahuan, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan lingkungan dan kebencanaan.

“Kita tidak ingin memilih antara pembangunan dan lingkungan. Kita ingin pembangunan yang tumbuh karena lingkungan dijaga, dan lingkungan yang terjaga karena pembangunan dilakukan dengan benar,” pungkasnya.(adpsb/rmz)

Wako Fadly Amran Imbau Jajaran di Lingkungan Pemko Padang untuk Berikan Bantuan bagi Korban Gempa Bumi NTT    
Kamis, Agustus 20, 2026

On Kamis, Agustus 20, 2026

Wako Fadly Amran Imbau Jajaran di Lingkungan Pemko Padang untuk Berikan Bantuan bagi Korban Gempa Bumi NTT
Ajakan ini disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran melalui Surat Edaran Nomor: 000/1/DINSOS-PDG/2026. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggalang donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan wilayah sekitarnya, yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Ajakan ini disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran melalui Surat Edaran Nomor: 000/1/DINSOS-PDG/2026 Tentang Pengumpulan Donasi Bantuan Kemanusiaan Bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur dan Sekitarnya.

“Musibah yang terjadi di NTT merupakan duka kita bersama. Karena itu, kami mengajak jajaran Pemko Padang dan masyarakat yang ingin berdonasi untuk memberikan bantuan guna meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana," kata Wako, Kamis 20 Agustus 2026.

Melalui surat edaran tersebut, Wali Kota Padang mengimbau jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Padang untuk untuk memberikan bantuan untuk korban bencana gempa bumi yang terjadi di NTT.

”Kota Padang sendiri adalah salah satu kota yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, dan sudah beberapa kali menghadapi bencana. Sehingga kami bisa ikut merasakan kesulitan yang dihadapi saudara-saudara kita di NTT," cakapnya.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, penggalangan donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana di NTT.

“Ketika Kota Padang dilanda bencana gempa pada 2009 silam, banyak pihak datang membantu dan memberikan dukungan kepada masyarakat kita. Karena itu, hari ini sudah sepatutnya kita menunjukkan kepedulian dan solidaritas yang sama kepada saudara-saudara kita di NTT," katanya.

Fadly Amran juga mengungkapkan bahwa Kota Padang pernah mengalami bencana gempa bumi besar pada 2009. Saat itu, banyak pihak yang turut memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat Kota Padang.

“Kami berharap kepedulian berbagai pihak dapat memberikan manfaat bagi para korban, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas antarsesama. Mudah-mudahan bantuan yang terkumpul nantinya dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana," ujarnya.

Fadly Amran melanjutkan, bantuan kemanusiaan yang diberikan dapat disalurkan melalui rekening Bank Nagari atas nama BAZNAS KOTA PADANG dengan nomor rekening 1001.0210.04647.4. Masyarakat juga dapat menyalurkan donasi melalui pemindaian barcode QRIS yang tercantum dalam surat edaran.

”Donasi bersifat sukarela tanpa ada paksaan. Sebelumnya LKAAM sudah mengirimkan 700kg rendang. Berapapun hasil donasi ini nantinya semoga bisa menambah bantuan yang akan dikirimkan," tukuknya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU