Pemko Pariaman Salurkan Santunan kepada 8 Ahli Waris Pekerja Rentan, Total Bantuan hingga Rp42 Juta
On Selasa, November 03, 2026
| Dari delapan ahli waris penerima, lima orang masing-masing mendapatkan Rp10 juta, sedangkan tiga lainnya menerima Rp42 juta sesuai ketentuan jaminan sosial yang berlaku. (Fotdok: Armaidi). |
Santunan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada keluarga pekerja yang meninggal dunia. Dari delapan ahli waris penerima, lima orang masing-masing mendapatkan Rp10 juta, sedangkan tiga lainnya menerima Rp42 juta sesuai ketentuan jaminan sosial yang berlaku.
Adapun penerima santunan Rp10 juta berasal dari ahli waris Surya Budiman, buruh harian lepas dari Desa Kampung Gadang; Rosmita Jalal, pedagang dari Desa Naras Hilir; Dodi Irawan, pedagang dari Desa Kampung Kandang; Syahrial, buruh tani dari Desa Pauh Timur; serta Bakri, tukang ojek dari Desa Pauh Timur.
Sementara itu, santunan Rp42 juta diberikan kepada ahli waris Mansyardin, buruh harian lepas dari Desa Tungkal Utara; Zahran Tanjung, petugas keamanan Kelurahan Kampung Jawa II sekaligus bagian dari lembaga adat; serta Asrizal Anwar, Urang Tuo Desa Rambai dari lembaga adat.
Yota Balad mengatakan Pemko Pariaman terus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya pekerja rentan yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hingga saat ini, pemerintah daerah telah memberikan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui APBD kepada 2.897 pekerja rentan.
Selain penyerahan santunan, Pemko Pariaman juga menyerahkan 205 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja rentan. Jumlah tersebut terdiri dari 127 nelayan se-Kota Pariaman serta 78 tukang dan kuli bangunan, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses perlindungan jaminan sosial.
Perluasan perlindungan ini juga didukung program kolaboratif TUWAI KETAN (Satu ASN Satu Pekerja Rentan) yang telah berjalan sejak awal 2025. Hingga Oktober 2026, program tersebut berhasil memberikan perlindungan kepada sekitar 2.000 pekerja rentan dan turut menjangkau 641 petugas keagamaan serta anggota lembaga adat.
Yota menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat dapat bekerja dengan lebih tenang karena memiliki perlindungan ketika menghadapi musibah. Pemko Pariaman juga terus berupaya memperluas kepesertaan, terutama bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai 5, agar perlindungan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.
Melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan yang didukung APBD dan kolaborasi ASN, Pemko Pariaman berharap beban keluarga pekerja yang mengalami musibah dapat diringankan. Perlindungan ini sekaligus menjadi upaya memastikan pekerja rentan, mulai dari nelayan, pedagang, buruh hingga pekerja sektor informal lainnya, tidak menghadapi risiko kehidupan tanpa jaminan sosial. (*)
Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU