HEADLINE
250 Anak Taklukkan Lintasan Pushbike di Sawahlunto, Kejuaraan Ini Ikut Dongkrak Wisata dan Ekonomi Lokal!    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

250 Anak Taklukkan Lintasan Pushbike di Sawahlunto, Kejuaraan Ini Ikut Dongkrak Wisata dan Ekonomi Lokal!
Ajang tersebut dibuka Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, bersama Wakil Wali Kota, Jeffry Hibatullah, di kawasan Balai Kota Sawahlunto, Sabtu (24/10/2026). (Fotdok: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 250 anak dari Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sejumlah daerah sekitarnya memadati Kota Sawahlunto dalam ajang Sawahlunto Heritage Pushbike Championship 2026. Tak sekadar menjadi arena adu keterampilan di atas sepeda tanpa pedal, kejuaraan ini juga menghadirkan peluang bagi pariwisata dan perdagangan lokal melalui kedatangan peserta yang didampingi orang tua serta keluarga mereka. Ajang tersebut dibuka Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, bersama Wakil Wali Kota, Jeffry Hibatullah, di kawasan Balai Kota Sawahlunto, Sabtu (24/10/2026).

Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah menambah semarak suasana Sawahlunto. Wali Kota Riyanda Putra menyambut langsung para peserta dan keluarga yang datang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Partisipasi lintas daerah ini memperlihatkan bahwa olahraga anak dapat menjadi ruang pertemuan, memperluas pergaulan, sekaligus memperkenalkan Sawahlunto kepada pengunjung dari luar kota.

Dalam kesempatan itu, Riyanda mengajak para orang tua dan pendamping agar tidak hanya hadir menyaksikan perlombaan, tetapi juga memanfaatkan waktu untuk menikmati berbagai destinasi wisata dan berbelanja di Sawahlunto. Ajakan tersebut membuka peluang agar kunjungan peserta dan keluarga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, mulai dari perdagangan hingga sektor pariwisata dan jasa.

Sawahlunto Heritage Pushbike Championship 2026 mempertandingkan 11 kategori yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan sesuai kelompok perlombaan. Melalui kompetisi ini, peserta dapat mengembangkan keterampilan bersepeda sejak usia dini, sekaligus merasakan pengalaman mengikuti ajang olahraga yang mempertemukan mereka dengan peserta dari berbagai wilayah.

Pushbike juga menjadi sarana bagi anak untuk melatih keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, konsentrasi, dan keberanian saat menghadapi lintasan. Dengan suasana perlombaan yang terarah, anak-anak mendapat kesempatan untuk belajar mengendalikan diri, mengikuti instruksi, serta membangun kepercayaan diri melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kejuaraan ini menjadi ruang pembelajaran tentang disiplin dan sportivitas. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya mematuhi aturan, menghargai lawan, menerima hasil pertandingan, serta menjaga sikap selama kompetisi. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan olahraga sejak usia dini.

Dari sisi pariwisata, kedatangan 250 peserta beserta orang tua dan keluarga menghadirkan potensi pergerakan ekonomi selama kegiatan berlangsung. Pengunjung berpeluang memanfaatkan layanan penginapan, kuliner, transportasi, dan pusat perdagangan sesuai kebutuhan mereka. Karena itu, ajakan untuk berwisata dan berbelanja di Sawahlunto menjadi salah satu upaya agar kegiatan olahraga turut memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Penyelenggaraan kejuaraan ini juga memperkuat peluang Sawahlunto untuk dikenal sebagai destinasi kegiatan olahraga keluarga. Perpaduan kompetisi anak, kunjungan lintas daerah, dan daya tarik kawasan bersejarah dapat menjadi modal untuk menghadirkan kegiatan serupa yang menghubungkan olahraga, rekreasi, serta promosi destinasi. Dampak ekonominya tentu bergantung pada aktivitas belanja dan lama kunjungan para peserta serta pendamping selama berada di kota tersebut.

Melalui Sawahlunto Heritage Pushbike Championship 2026, Kota Sawahlunto menghadirkan lebih dari sekadar perlombaan sepeda anak. Ajang ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk belajar dan mengembangkan kemampuan, bagi keluarga untuk menikmati pengalaman bersama, serta bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pengunjung dari berbagai daerah. Dengan dukungan masyarakat dan partisipasi peserta, kegiatan olahraga seperti ini diharapkan terus membuka ruang bagi pengembangan bakat anak sekaligus memperkenalkan potensi wisata Sawahlunto kepada khalayak yang lebih luas. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Pemko Pariaman dan BAZNAS Serahkan Becak Motor, Afrizal Tak Lagi Harus Berjalan Kaki Cari Barang Bekas    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Pemko Pariaman dan BAZNAS Serahkan Becak Motor, Afrizal Tak Lagi Harus Berjalan Kaki Cari Barang Bekas
Bantuan kendaraan penunjang usaha tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bersama Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, didampingi pimpinan BAZNAS Kota Pariaman di halaman Balaikota Pariaman, Senin (26/10/2026). (Fotdok: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Harapan untuk meningkatkan penghasilan keluarga kini terbuka lebih lebar bagi Afrizal, 66 tahun, warga Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah. Selama ini, ia harus berjalan kaki menyusuri kawasan pantai di Kota Pariaman untuk mencari barang bekas. Kini, melalui bantuan satu unit becak motor dari Pemerintah Kota Pariaman bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pariaman, perjuangan Afrizal mencari nafkah diharapkan menjadi lebih ringan dan produktif.

Bantuan kendaraan penunjang usaha tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bersama Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, didampingi pimpinan BAZNAS Kota Pariaman di halaman Balaikota Pariaman, Senin (26/10/2026). Program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dan BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sarana usaha untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan bahwa bantuan becak motor tersebut dirancang untuk mendukung warga agar mampu meningkatkan taraf hidup melalui usaha yang dijalankan secara mandiri. Menurutnya, dukungan berupa sarana produktif diharapkan memberikan manfaat jangka panjang karena membantu penerima memperluas aktivitas usaha dan meningkatkan kemampuan mencari penghasilan.

“Pemerintah daerah akan terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan produktivitas masyarakat yang kurang mampu,” ujar Yota Balad. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Pariaman untuk menghadirkan program yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat agar semakin berdaya secara ekonomi.

Yota Balad juga berpesan agar bantuan yang diterima dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia berharap becak motor tersebut benar-benar digunakan untuk menunjang kegiatan usaha sehingga penerima manfaat dapat memperoleh peluang penghasilan yang lebih baik. “Kami berharap penerima manfaat dapat merawat kendaraan ini dengan baik serta memanfaatkannya secara maksimal guna meningkatkan taraf hidup keluarga,” tuturnya.

Bagi Afrizal, bantuan tersebut memiliki arti besar dalam perjuangannya memenuhi kebutuhan keluarga. Selama ini, pekerjaan mencari barang bekas mengharuskannya berjalan kaki di kawasan pantai Kota Pariaman. Dengan becak motor, ia berharap dapat menjangkau lebih banyak lokasi, membawa barang bekas dalam jumlah lebih besar, serta mengurangi keterbatasan yang selama ini dihadapi dalam menjalankan pekerjaan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemko Pariaman dan BAZNAS Kota Pariaman. Selama ini, saya berjalan kaki mencari barang bekas di daerah pantai di Kota Pariaman. Dengan adanya becak motor ini, insya Allah usaha saya bisa lebih lancar, kapasitas angkut bertambah dan pendapatan keluarga bisa ikut meningkat,” ungkap Afrizal penuh rasa syukur.

Kolaborasi Pemko Pariaman dan BAZNAS dalam penyaluran bantuan ini memperlihatkan pentingnya dukungan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kendaraan operasional bukan sekadar fasilitas, melainkan modal penunjang agar penerima manfaat dapat bekerja lebih efektif. Melalui pemanfaatan yang tepat, bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas usaha dan membuka kesempatan untuk meningkatkan pendapatan keluarga secara bertahap.

Program bantuan becak motor ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya mengentaskan kemiskinan membutuhkan langkah nyata, kerja sama, dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan. Ketika bantuan diberikan sesuai kebutuhan usaha, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan dan memperbaiki kondisi ekonomi dengan mengandalkan kerja kerasnya sendiri.

Bagi Afrizal, becak motor tersebut menjadi harapan baru untuk menjalani hari-hari dengan peluang usaha yang lebih baik. Sementara bagi Pemko Pariaman dan BAZNAS, bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar mendorong kemandirian ekonomi warga yang membutuhkan. Harapannya, dukungan serupa dapat terus memperluas kesempatan masyarakat untuk berusaha, meningkatkan produktivitas, dan membangun kehidupan keluarga yang lebih sejahtera. (*) 

Pewarta: Armaidi
Editor: Zamri Yahya, WU

Jalan Tembus Khatib Sulaiman–Lolong Mulai Dibangun, Jadi Jalur Alternatif Urai Macet dan Evakuasi Bencana    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Jalan Tembus Khatib Sulaiman–Lolong Mulai Dibangun, Jadi Jalur Alternatif Urai Macet dan Evakuasi Bencana
Pemerintah Kota Padang mulai membangun jalan tembus yang menghubungkan kawasan Lolong Belanti dengan Jalan Khatib Sulaiman. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar baik bagi masyarakat Kota Padang! Pemerintah Kota Padang mulai membangun jalan tembus yang menghubungkan kawasan Lolong Belanti dengan Jalan Khatib Sulaiman. Proyek melalui Jalan Belanti Raya, Kecamatan Padang Utara, ini diharapkan memperlancar mobilitas warga, membantu mengurai kemacetan di sejumlah titik, sekaligus menghadirkan jalur alternatif evakuasi untuk mengantisipasi bencana. Pembangunan tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat konektivitas dan kesiapsiagaan Kota Padang.

Pembangunan jalan tembus itu ditinjau dalam kegiatan di Jalan Belanti Raya, Senin (26/10/2026), dengan melibatkan Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri. Melalui proyek ini, Pemko Padang berupaya menghadirkan akses yang lebih efektif bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapan infrastruktur dalam menghadapi potensi keadaan darurat.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, berharap keberadaan jalan tembus dari Lolong Belanti menuju Khatib Sulaiman dapat memberikan manfaat langsung bagi aktivitas masyarakat. Menurutnya, akses baru tersebut berpotensi mempermudah perjalanan warga dan membantu mengurangi beban lalu lintas di sejumlah kawasan. “Semoga dengan adanya jalan tembus dari Lolong Belanti ini menuju Khatib Sulaiman ini bisa mempermudah mobilitas warga Kota Padang dan secara tidak langsung bisa mengurai kemacetan di beberapa titik,” ujar Fadly Amran.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menjelaskan bahwa pembangunan jalan membentang dari simpang Kantor Camat Padang Utara hingga Jalan Khatib Sulaiman, tepatnya di depan Rumah Sakit Hermina. Jalan tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 400 meter dengan lebar sekitar 20 meter. Ukuran ini diharapkan dapat mendukung fungsi jalan sebagai penghubung antarkawasan sekaligus memberikan pilihan akses tambahan bagi masyarakat di sekitar Lolong Belanti dan Khatib Sulaiman.

Saat ini, progres pembangunan menunjukkan perkembangan positif dan telah memasuki tahap perkerasan jalan. Dalam waktu dekat, pekerjaan direncanakan berlanjut ke tahap pengaspalan. Dinas PUPR terus mendorong agar tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana sehingga jalan tembus tersebut dapat segera digunakan dan memberikan manfaat bagi warga.

Berdasarkan kontrak pelaksanaan, pembangunan jalan tembus Khatib Sulaiman–Lolong ditargetkan rampung pada minggu kedua Desember 2026. Meski demikian, Dinas PUPR berharap pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat apabila kondisi pelaksanaan memungkinkan. Percepatan penyelesaian menjadi penting agar masyarakat dapat segera menikmati akses baru yang berpotensi mempersingkat perjalanan dan memberikan alternatif ketika jalur lain mengalami kepadatan.

Tidak hanya membangun badan jalan, Pemko Padang melalui Dinas PUPR juga mengerjakan drainase sebagai infrastruktur penunjang. Menurut Malvi Hendri, pembangunan ini bukan semata-mata untuk meningkatkan konektivitas, melainkan juga bagian dari upaya mitigasi bencana. “Alhamdulillah, saat ini pembangunan jalan di kawasan Lolong Belanti sudah mulai berjalan. Selain pembangunan jalan, juga dilaksanakan pekerjaan drainase sebagai bangunan penunjang. Jalan ini dibangun sebagai bagian dari mitigasi bencana yang disiapkan Pemerintah Kota Padang untuk menjadi jalur alternatif evakuasi,” jelasnya.

Malvi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemungkinan gangguan selama aktivitas pembangunan berlangsung. Ia berharap warga dapat memberikan dukungan agar seluruh pekerjaan berjalan lancar dan sesuai target. Dukungan masyarakat dinilai penting untuk membantu kelancaran proyek, sehingga infrastruktur yang dibangun dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekitar maupun masyarakat Kota Padang secara luas.

Dengan dimulainya pembangunan jalan tembus Khatib Sulaiman–Lolong, Pemko Padang menargetkan peningkatan aksesibilitas, dukungan terhadap kelancaran lalu lintas, serta tersedianya jalur alternatif evakuasi yang lebih memadai di kawasan Padang Utara. Jika rampung sesuai target, jalan sepanjang sekitar 400 meter ini diharapkan menjadi bagian penting dari penguatan infrastruktur kota, bukan hanya untuk menunjang mobilitas sehari-hari, tetapi juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

PGRI Kabupaten Solok Bergerak untuk Korban Banjir Bandang, Satu Unit Rumah Diserahkan kepada Guru Terdampak    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

PGRI Kabupaten Solok Bergerak untuk Korban Banjir Bandang, Satu Unit Rumah Diserahkan kepada Guru Terdampak
Bantuan tersebut disalurkan melalui program PGRI Peduli Bencana Kabupaten Solok dalam kegiatan di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka, Senin (26/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepedulian keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok terhadap korban banjir bandang di Arosuka diwujudkan melalui aksi nyata. Tak hanya menyalurkan donasi bagi guru, siswa, dan masyarakat terdampak, PGRI juga menyerahkan satu unit rumah kepada seorang guru yang menjadi korban bencana. Langkah ini menjadi bukti bahwa solidaritas dunia pendidikan hadir bukan sekadar dalam kata-kata, tetapi melalui bantuan yang menyentuh kebutuhan nyata para penyintas.

Bantuan tersebut disalurkan melalui program PGRI Peduli Bencana Kabupaten Solok dalam kegiatan di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka, Senin (26/10/2026). Aksi kemanusiaan ini ditujukan untuk meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi masa sulit setelah banjir bandang melanda kawasan tersebut.

Ketua PGRI Kabupaten Solok, Yongkerman, S.Pd., menjelaskan bahwa penyaluran donasi berangkat dari ketulusan keluarga besar PGRI untuk hadir di tengah guru, siswa, dan masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat bencana. Melalui gerakan bersama ini, organisasi profesi guru berupaya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari nilai kemanusiaan yang terus dijaga oleh dunia pendidikan.

Bunda PGRI Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pengumpulan bantuan. Ia berharap donasi yang disalurkan mampu memberikan manfaat bagi penerima sekaligus menjadi penguat semangat untuk bangkit. “Semoga bantuan yang disalurkan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban serta meringankan beban yang sedang mereka hadapi,” ujarnya.

Momen penting dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan secara simbolis satu unit rumah kepada Ika Dian Wahyu Sari, seorang guru SMK Negeri 2 Gunung Talang yang terdampak bencana. Penyerahan kunci rumah dilakukan di Perumahan Ansela 7, Arosuka. Bantuan hunian ini menjadi wujud kepedulian yang diharapkan dapat membantu penerima menata kembali kehidupan setelah mengalami dampak bencana.

Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., memberikan apresiasi atas inisiatif PGRI Kabupaten Solok dalam membantu para korban. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna lebih besar daripada nilai materi karena menunjukkan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi masa sulit sendirian. “Bantuan ini bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bukti bahwa Arosuka tidak sendiri. Masih banyak pihak yang peduli dan hadir untuk membantu sesama,” ungkapnya.

Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi, serta masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak dinilai sangat dibutuhkan agar upaya pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal. Dukungan bagi guru, siswa, dan warga terdampak menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Bunda PGRI Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, Ketua PGRI Kabupaten Solok, Yongkerman, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, H. Elafki, S.Pd., M.M., serta para guru dan penerima bantuan. Acara ditutup dengan penyerahan paket bantuan secara simbolis kepada perwakilan guru, siswa, dan masyarakat terdampak banjir bandang sebagai bentuk dukungan bagi mereka yang tengah berjuang memulihkan kehidupan.

Melalui program PGRI Peduli Bencana, keluarga besar PGRI Kabupaten Solok menunjukkan bahwa solidaritas dapat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi dampak bencana. Penyaluran donasi dan bantuan satu unit rumah bagi guru terdampak menjadi pesan kuat bahwa pemulihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan terus tumbuh agar para penyintas banjir bandang di Arosuka dapat bangkit dan melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Lima RT Batang Arau Raih Padang Rancak Award 2026, Target Berikutnya Delapan RT dan Juara Kota!    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Lima RT Batang Arau Raih Padang Rancak Award 2026, Target Berikutnya Delapan RT dan Juara Kota!
Sebanyak lima RT berhasil meraih penghargaan berkat upaya menjaga kebersihan, menata lingkungan, dan menggerakkan partisipasi masyarakat. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kelurahan Batang Arau menorehkan prestasi membanggakan dalam Padang Rancak Award Sesi II tingkat Kecamatan Padang Selatan Tahun 2026. Sebanyak lima RT berhasil meraih penghargaan berkat upaya menjaga kebersihan, menata lingkungan, dan menggerakkan partisipasi masyarakat. Capaian ini menjadi bukti bahwa keberhasilan mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman berawal dari kepedulian warga di tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi Kelurahan Batang Arau untuk terus memperkuat dukungan terhadap program unggulan Wali Kota Padang, Padang Rancak. Penyerahan dan pencapaian penghargaan itu menjadi perhatian dalam kegiatan di Aula Kantor Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Senin (26/10/2026), yang dihadiri Lurah Batang Arau, Khosyi Mudhoffar, dan Camat Padang Selatan, Wilman Muchtar.

Lurah Batang Arau, Khosyi Mudhoffar, menyampaikan apresiasi kepada para pengurus RT dan masyarakat yang telah bekerja bersama menjaga kebersihan serta menata lingkungan. Menurutnya, penghargaan yang diraih bukan semata-mata tentang prestasi, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menciptakan kawasan permukiman yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga.

“Alhamdulillah, pada Sesi II ini ada lima RT di Batang Arau yang berhasil meraih penghargaan tingkat Kecamatan Padang Selatan. Kami mengapresiasi pengurus RT dan masyarakat yang terus berupaya mendukung program Padang Rancak melalui kegiatan menjaga kebersihan dan menata lingkungan,” ujar Khosyi Mudhoffar.

Keberhasilan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi Padang Rancak Award Sesi III. Jika sebelumnya lima RT berhasil meraih penghargaan, Kelurahan Batang Arau kini memasang target lebih tinggi, yakni delapan RT. Target ini diharapkan mendorong semakin banyak pengurus RT dan warga terlibat aktif dalam menjaga lingkungan, sehingga gerakan kebersihan tidak berhenti pada perlombaan, tetapi menjadi kebiasaan bersama.

Ambisi Batang Arau tidak hanya berhenti pada peningkatan jumlah RT penerima penghargaan. Kelurahan ini juga bertekad kembali merebut predikat RW terbaik tingkat Kota Padang, setelah RW 02 di Kampung Batu berhasil meraih prestasi tersebut pada Padang Rancak Award Sesi I. Pada Sesi II, RW 02 kembali masuk nominasi RW terbaik tingkat kota, meski belum berhasil membawa pulang gelar juara.

“Kami berharap pada Sesi III nanti pencapaiannya bisa lebih baik lagi. Kalau sekarang lima RT, mudah-mudahan nanti bisa delapan RT yang meraih penghargaan. Kami juga berharap bisa kembali meraih predikat RW terbaik tingkat Kota Padang seperti yang pernah kami raih pada Sesi I,” kata Khosyi. Harapan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh elemen masyarakat Batang Arau untuk memperkuat kerja sama dan mempertahankan konsistensi dalam menata lingkungan.

Sementara itu, Camat Padang Selatan, Wilman Muchtar, berharap Padang Rancak Award terus menjadi pemicu meningkatnya kepedulian pengurus RT, RW, dan masyarakat terhadap kebersihan serta kenyamanan lingkungan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya kawasan permukiman yang tertata sekaligus memperkuat kualitas kehidupan warga di wilayah Kecamatan Padang Selatan.

“Kami berharap Padang Rancak Award dapat terus memotivasi pengurus RT dan RW bersama masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Padang yang bersih, indah, aman, dan nyaman,” ungkap Wilman Muchtar.

Pencapaian lima RT pada Sesi II menjadi langkah penting bagi Kelurahan Batang Arau untuk melangkah lebih jauh. Dengan target delapan RT pada Sesi III dan tekad mengembalikan gelar RW terbaik tingkat Kota Padang, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, memperluas partisipasi warga, dan memastikan lingkungan yang bersih tetap terpelihara setiap hari. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan Padang Rancak membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah kelurahan, pengurus RT/RW, dan masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

63 CPNS Resmi Jadi PNS di Sawahlunto, Riyanda Putra Tegaskan Integritas dan Kinerja Profesional    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin langsung pengambilan sumpah janji sekaligus menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada 63 PNS tersebut di Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto, Jumat (23/10/2026). (Fotdok: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 63 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengangkatan ini menjadi momentum penting bagi para aparatur baru untuk membuktikan kualitas, integritas, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin langsung pengambilan sumpah janji sekaligus menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada 63 PNS tersebut di Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto, Jumat (23/10/2026). Prosesi ini menandai babak baru perjalanan karier mereka sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang memikul tanggung jawab lebih besar.

Dalam arahannya, Riyanda menegaskan bahwa status sebagai PNS bukan sekadar perubahan administrasi kepegawaian. Lebih dari itu, pengangkatan tersebut merupakan amanah yang harus dijawab melalui sikap disiplin, integritas yang kuat, serta kinerja profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Riyanda juga menekankan bahwa SK yang diterima para pegawai merupakan bentuk kepercayaan negara. Karena itu, kepercayaan tersebut harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas formalitas setelah pengambilan sumpah dan penerimaan dokumen pengangkatan.

“SK yang saudara terima hari ini saya tandatangani langsung sebagai bentuk kepercayaan negara kepada saudara. Tunjukkan bahwa saudara layak mengemban amanah tersebut dengan integritas, disiplin, dan kinerja yang profesional,” tegas Riyanda.

Menurut Riyanda, Pemko Sawahlunto membutuhkan ASN yang tidak hanya mampu menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga memiliki etos pelayanan yang baik, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sesuai tugas serta fungsi masing-masing. Kehadiran aparatur yang kompeten dan berorientasi pada pelayanan diharapkan dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Pengambilan sumpah berlangsung khidmat. Para PNS mengucapkan sumpah janji sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, kemudian menandatangani berita acara sumpah. Prosesi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pegawai memiliki kewajiban untuk menjaga kepercayaan publik serta menjalankan tanggung jawab kedinasan secara sungguh-sungguh.

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Asisten Administrasi Umum, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sawahlunto. Kehadiran jajaran pejabat tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan aparatur dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan resmi diangkatnya 63 CPNS menjadi PNS, tantangan berikutnya adalah membuktikan kualitas pengabdian melalui kedisiplinan, kinerja, dan pelayanan yang semakin baik. Pesan tegas Riyanda Putra menjadi pengingat bahwa status PNS bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Sawahlunto dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Pewarta: marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Bom Waktu Transportasi Online di Padang: DPRD Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Maxim dan Ojol Lainnya!    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Bom Waktu Transportasi Online di Padang: DPRD Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Maxim dan Ojol Lainnya!
Rapat berlangsung yang di ruang Komisi IV DPRD Kota Padang, Senin, 26 Oktober 2026, dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, dan dihadiri langsung Ketua DPRD Kota Padang Muharlion. (Fotdok: Zamri Yahya, WU). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rapat penting yang mempertemukan Komisi IV DPRD Kota Padang, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dinas Perhubungan, BPJS Ketenagakerjaan, serta Manajemen dan perwakilan Driver Maxim Padang membongkar sebuah fakta yang selama ini tak banyak diketahui publik. Rapat yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Kota Padang, Senin, 26 Oktober 2026, dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, dan dihadiri langsung Ketua DPRD Kota Padang Muharlion. 

Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, dengan tegas menyoroti tajam masih maraknya disharmonisasi antara aplikator ojek online (ojol) khususnya Maxim dengan para mitra driver. Berbagai persoalan pelik mulai dari penurunan tarif hingga sistem kemitraan yang dinilai merugikan driver menjadi topik utama yang dikupas tuntas dalam forum tersebut.

Dalam keterangannya usai rapat, Buya Iskandar membeberkan bahwa pihak komunitas driver telah menyampaikan 10 poin tuntutan krusial. Pihak perwakilan Maxim memang telah hadir dan merespons seluruh aspirasi tersebut, namun sayangnya kehadiran mereka belum berada dalam kapasitas pengambil keputusan penuh sehingga sebatas menampung aspirasi.

Namun, puncak dari segala temuan mencengangkan tersaji ketika DPRD Kota Padang menyoroti legalitas operasional para penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi ini. Buya Iskandar mengungkapkan temuan mengejutkan bahwa operator ojek online seperti Gojek, Maxim, dan lainnya ternyata belum memiliki izin resmi yang sah di Kota Padang.

“Tapi kok bisa beroperasi?” menjadi pertanyaan besar yang langsung dijawab oleh pihak legislatif dengan langkah tegas. DPRD Kota Padang memastikan akan segera memanggil seluruh operator aplikator ojol untuk duduk bersama mengevaluasi izin operasional serta transparansi sistem kerja mereka di ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini.

"Persoalan ini dinilai sudah masuk dalam kategori darurat karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Setiap bulannya, dana ratusan miliar rupiah berputar dari saku warga Kota Padang yang menggunakan jasa transportasi online, namun minim kontribusi nyata bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Padang," cakapnya. 

Lebih lanjut, Buya Iskandar juga menyoroti ironi hubungan kemitraan antara aplikator dengan driver di lapangan. Mengusung konsep kemitraan yang seharusnya saling menguntungkan (win-win solution), kenyataannya para driver justru diposisikan seolah tanpa perlindungan hukum yang jelas, jaminan sosial ketenagakerjaan, maupun kepastian kesejahteraan.

Menyikapi polemik tajam ini, Komisi IV DPRD Kota Padang berkomitmen mengawal persoalan ini hingga tuntas. Dalam waktu dekat, agenda pemanggilan khusus bagi seluruh pimpinan operator ojek online dan stakeholder terkait akan segera dijadwalkan guna merumuskan regulasi yang adil dan berkeadilan bagi semua pihak.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mengatakan, pertemuan ini berfokus pada aspirasi dan 10 tuntutan dari perwakilan mitra, aplikator, serta pengemudi (terutama dari roda empat). Pengemudi meminta agar potongan biaya yang selama ini sebesar 10% dikurangi menjadi 8%. Ketentuan ini diharapkan dapat berlaku untuk Kota Padang, mengingat daerah lain seperti Bukittinggi memungkinkan untuk ditinjau ulang. (Sebelumnya pernah 5%, naik ke 8%, lalu ke 10%).

Selain itu, katanya, pengemudi menuntut adanya kompensasi terkait stiker di mobil. Sebelumnya mereka diberikan Rp300.000 per bulan, namun kini tidak ada lagi bahkan mereka harus membeli stiker tersebut sendiri. Tak hanya itu, terdapat persoalan mengenai pemotongan sebesar Rp600 yang perlu dipertanyakan dan didalami lebih lanjut, termasuk kaitannya dengan masalah perpajakan.

"Dibahas pula operasional transportasi online di wilayah tersebut (seperti Grab, Gojek, Maxim) yang hingga saat ini belum memiliki perizinan resmi secara lokal. Dinas Perhubungan menyatakan bahwa perizinan ini nantinya bisa diurus melalui dinas terkait. Karena keputusan akhir harus dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak manajemen pusat, pertemuan selanjutnya dijadwalkan akan kembali dilaksanakan dalam waktu dua minggu ke depan," urainya. 

Bagaimanakah kelanjutan nasib para driver ojek online dan ketegasan regulasi pemerintah terhadap aplikator raksasa ini di Kota Padang? Ikuti terus perkembangan berita terbarunya hanya di sini! (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU