HEADLINE
Periksa Sekjen Kemnaker, KPK Dalami Proses Pengangkatan Jabatan Para Tersangka Korupsi K3    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Periksa Sekjen Kemnaker, KPK Dalami Proses Pengangkatan Jabatan Para Tersangka Korupsi K3
Cris Kuntadi, ASN/Sekretaris Jenderal Kemnaker. Penyidik menelusuri bagaimana proses pengangkatan para tersangka bisa menduduki jabatan strategis di kementerian tersebut.

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus korupsi dugaan tindak pidana pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). 

Terkini, penyidik menelusuri bagaimana proses pengangkatan para tersangka bisa menduduki jabatan strategis di kementerian tersebut.

Untuk mendalami hal itu, KPK telah memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Cris Kuntadi, beserta dua pegawai Kemnaker lainnya.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu (25/2/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan bahwa seluruh saksi dari internal Kemnaker yang dipanggil telah bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik.

"Semua saksi hadir. Penyidik meminta keterangan terkait pengangkatan dalam jabatan para tersangka dalam perkara ini," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Adapun tiga saksi yang diperiksa KPK adalah:
Cris Kuntadi, ASN/Sekretaris Jenderal Kemnaker, Daafi Armanda, ASN/Kasi Konstruksi Bangunan Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PNK3) Kemnaker
Dayoena Ivon Muriono, ASN/PPPK Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemnaker
Pendalaman materi terkait proses pengangkatan jabatan ini menjadi krusial. 

Pasalnya, jabatan strategis yang diemban para tersangka diduga kuat menjadi alat untuk memuluskan praktik kotor pemerasan terhadap perusahaan yang mengurus sertifikasi K3.

Para oknum ini memiliki modus memperlambat atau mempersulit permohonan sertifikasi jika pemohon tidak membayar uang pelicin. 

Biaya resmi sertifikasi yang seharusnya hanya Rp275 ribu, diperas hingga membengkak menjadi Rp6 juta. 

KPK menaksir total aliran dana hasil pemerasan ini mencapai angka fantastis yakni Rp81 miliar.

Selain eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, penyidikan kasus ini telah meluas dengan ditetapkannya tiga tersangka baru dari kalangan pejabat teras Kemnaker pada Desember 2025 lalu.

Ketiga tersangka tersebut adalah Chairul Fadhly Harahap (Sesditjen Binwasnaker dan K3), Haiyani Rumondang (mantan Dirjen Binwasnaker dan K3), serta Sunardi Manampiar Sinaga (eks Kepala Biro Humas Kemnaker). 

Mereka diduga kuat turut menikmati aliran dana panas dari hasil pemerasan, baik berupa setoran rutin puluhan juta rupiah maupun aset mewah.

Eks Wamenaker Noel Ebenezer saat ini telah berstatus terdakwa dan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. 

Noel didakwa menerima gratifikasi senilai Rp3,36 miliar dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler serta menerima suap patungan sebesar Rp6,52 miliar untuk memuluskan penerbitan lisensi K3.

Dengan pemanggilan sekjen Kemnaker dan pendalaman terkait alur mutasi dan promosi jabatan ini, KPK berupaya membongkar tuntas sejauh mana gurita korupsi sertifikasi K3 ini mengakar di internal Kementerian Ketenagakerjaan. (*) 

Sumber: Tribun

KPK Ultimatum Budi Karya Sumadi Kooperatif Hadir Senin Pekan Depan    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

KPK Ultimatum Budi Karya Sumadi Kooperatif Hadir Senin Pekan Depan
KPK meminta mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, untuk kooperatif menghadiri agenda pemeriksaan ulang yang dijadwalkan pada Senin, 2 Maret 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, untuk kooperatif menghadiri agenda pemeriksaan ulang yang dijadwalkan pada Senin, 2 Maret 2026.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan tim penyidik telah menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Budi Karya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan.

“KPK mengimbau agar setiap saksi yang diperiksa dalam penyidikan suatu perkara bersikap kooperatif dan hadir memenuhi panggilan,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia juga meminta agar Budi Karya memberikan keterangan sesuai kebutuhan tim penyidik agar perkara dapat terungkap secara terang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pemanggilan ulang tersebut dijadwalkan pada Senin, 2 Maret 2026.

Sebelumnya, Budi Karya tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan pada Rabu, 18 Februari 2026, dengan alasan telah memiliki agenda lain.

Nama Budi Karya tercantum dalam Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung Nomor 71/Pid.Sus-TPK/2023/PN Bdg atas terdakwa Muchamad Hikmat, pemilik PT Dwifarita Fajarkharisma dan PT Hapsaka Mas.

Dalam persidangan tersebut, saksi Harno Trimadi, mantan Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA, memberikan keterangan terkait pertemuan dengan Budi Karya dan Sudewo.

Harno menyebut, pada 9 April 2023 sekitar pukul 19.00 WIB, ia menerima pesan WhatsApp dari ajudannya yang menginformasikan bahwa dirinya diminta mendampingi Menteri Perhubungan untuk menerima Sudewo, anggota Komisi V DPR periode 2019–2024, di ruang kerja menteri pada 10 April 2023.

Keesokan harinya, pertemuan tersebut berlangsung. Dalam kesempatan itu, Sudewo disebut menyampaikan keinginannya mengikuti paket lelang pekerjaan di Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk proyek peningkatan jalur kereta api Jember–Kalisat dengan nilai HPS sekitar Rp150–170 miliar serta pekerjaan gedung dan peralatan di Balai Perawatan Ngrombo senilai Rp96 miliar.

“Saudara Budi Karya saat itu hanya menyampaikan, ‘silakan diskusi berdua, kalau bisa dibantu ya dibantu’, lalu meninggalkan ruang kerja untuk menemui tamu lain di Bappenas,” demikian kutipan keterangan Harno dalam persidangan.

Keterlibatan nama Budi Karya juga tercantum dalam Putusan Nomor 77/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan terdakwa Harno Trimadi dan Fadliansyah selaku PNS Kementerian Perhubungan.

Dalam pertimbangan hakim, disebut adanya pengaturan pekerjaan dari internal Kementerian Perhubungan. Salah satunya, Budi Karya disebut memperkenalkan pihak tertentu untuk difasilitasi mengikuti proyek.

Dalam putusan itu tertulis adanya arahan yang menyebut, “ini nanti ada teman saya, nanti kalau mau ikutan tolong dibantu”.

Hakim juga mengutip keterangan terkait perkenalan dengan Wahyu Purwanto, adik ipar Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang disebut sebagai orang dekat Menteri Perhubungan saat itu. Dalam pertimbangan putusan disebutkan bahwa pihak-pihak tersebut kemudian memperoleh pekerjaan di wilayah Lampegan, Cianjur, serta berpartisipasi menyumbang Rp100 juta dan menggelar seminar pada Hari Perhubungan Nasional.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Sudewo, yang menjabat sebagai Bupati Pati, sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api di DJKA Kementerian Perhubungan. (*) 

Sumber: RMOL

Alex Noerdin Meninggal, Kejagung Tutup Kasus Korupsi Pasar Cinde    
Kamis, Februari 26, 2026

On Kamis, Februari 26, 2026

Alex Noerdin Meninggal, Kejagung Tutup Kasus Korupsi Pasar Cinde
Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan perkara pidana mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dinyatakan gugur demi hukum setelah ia meninggal dunia di RS Siloam Semanggi. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan perkara pidana mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dinyatakan gugur demi hukum setelah ia meninggal dunia di RS Siloam Semanggi pada Rabu (25/2/2026). 

Meskipun pidana dihentikan, upaya pemulihan kerugian negara melalui jalur perdata tetap akan ditempuh.

"Kalau meninggal, secara otomatis kasus pidananya untuk yang bersangkutan tutup demi hukum," ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/2/2026).

Anang menerangkan, untuk terdakwa lainnya akan tetap berproses dalam persidangan yang kini tengah berjalan di Pengadilan Negeri Kelas 1 Palembang. 

Selain itu, untuk kerugian yang diakibatkan oleh Alex Noerdin, juga dipastikan tetap diproses dalam ranah berbeda.

"Kalau ada kerugian yang dinikmati yang bersangkutan, nanti akan diserahkan ke Bidang datun (Jaksa Pengacara Negara) untuk melayangkan gugatan perdatanya," ungkap Anang.

Terkait dengan keterangan Alex Noerdin yang masih diperlukan dalam sidang, kata Anang, nantinya akan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagaimana Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Diketahui, mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, Alex Noerdin, meninggal dunia akibat sakit. 

Dia meninggal dunia di usia 76 tahun dalam perawatan di Rumah Sakit Siloam Jakarta, kemarin pukul 13.30 WIB.

"Innalilahi wa innailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Bapak Alex Noerdin di RS Siloam Semanggi Jakarta jam 13.30 WIB," ungkap Okta Alfarisi, juru bicara keluarga Alex Noerdin.

Okta menyebut jenazah akan disemayamkan di rumah anak sulungnya, Dodi Reza Alex, di Jakarta. 

Besok pagi, jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Merdeka, Palembang, untuk dimakamkan.

"Insyaallah besok ba'da Dzuhur, jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di TPU Kebun Bunga," kata Okta.

Kesehatan Alex Noerdin sebelumnya menurun hingga dilarikan ke RS Siloam Jakarta untuk perawatan. 

Dalam video yang beredar, Alex Noerdin terbaring di ranjang rumah sakit dengan kondisi lemah. (*)

Sumber: tirto.id 

Wawako Maigus Nasir Menyerahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor dari Kemensos RI    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Wawako Maigus Nasir Menyerahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor dari Kemensos RI
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyerahkan santunan kepada ahli waris korban bencana. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyerahkan santunan kepada ahli waris korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (25/2/2026).

Santunan ini diberikan kepada ahli waris dari 11 jiwa korban bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu di Kota Padang, dengan total bantuan sebesar Rp 165 juta. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp 15 juta.

Mengawali sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya 11 warga Kota Padang dalam musibah tersebut. Ia mendoakan agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan.

“Mudah-mudahan ada hikmah di balik musibah ini, karena musibah ini di luar kemampuan kita. Pemerintah Kota Padang juga telah melaksanakan shalat gaib untuk para korban saat pergantian tahun lalu,” ungkapnya.

Maigus Nasir menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran negara melalui Kemensos RI dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Padang.

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang kemarin sudah bertemu Menteri Sosial, dan Alhamdulillah hari ini bantuan dari Kemensos RI sudah diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Terima kasih kepada jajaran Kemensos RI,” ujar Maigus Nasir.

Penyerahan bantuan ini turut dihadiri perwakilan Kemensos RI, Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya, Kepala Disdukcapil Kota Padang Teddy Antonius, Camat Pauh Titin Masfetrin, Camat Koto Tangah Fizlan Setiawan, serta keluarga ahli waris. (*)

Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Perekonomian Nasional    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Perekonomian Nasional
Komitmen menjadikan ekonomi syariah sebagai arus utama pembangunan nasional ditegaskan dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Komitmen menjadikan ekonomi syariah sebagai arus utama pembangunan nasional ditegaskan dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah bertema “Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru” yang diselenggarakan di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan pada Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh CSED INDEF bekerja sama dengan Universitas Paramadina, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Tazkia, Universitas Darussalam Gontor, dan Universitas Trisakti. Dengan mempertemukan 99 ekonom syariah dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga, bersama pimpinan kementerian/lembaga, regulator, pengelola dana umat, serta pelaku industri halal dan keuangan syariah. 

Dalam keynote speech, Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Ketua Penasihat CSED INDEF, Ma'ruf Amin, menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar alternatif sistem ekonomi, melainkan sistem nilai yang mampu menjawab ketimpangan global dan krisis moral ekonomi modern. “Dunia hari ini sudah seharusnya memiliki ekonomi yang berkualitas agar tidak terjadi ketimpangan. Ekonomi syariah hadir bukan hanya untuk menciptakan pertumbuhan atau profit, tetapi juga menghadirkan keberkahan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah berpijak pada maqashid syariah yang bertujuan menjaga agama, keturunan, dan harta. Dalam praktik ekonomi, prinsip ini diwujudkan melalui distribusi kekayaan yang adil, perlindungan terhadap hak milik, serta pencegahan eksploitasi. “Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa kebutuhan syariah adalah menjaga agama, keturunan, dan harta. Karena itu, ekonomi syariah hadir untuk memastikan keadilan distribusi dan akses yang merata.”

Menurutnya, tantangan terbesar ekonomi syariah bukan pada regulasi semata, tetapi pada kesadaran kolektif. “Ia sudah hadir dalam regulasi, tetapi belum sepenuhnya hadir dalam kesadaran. Tanpa kesadaran, kontribusi ekonomi syariah akan tetap terbatas. Jangan sampai yang lahir hanya ekonomi yang berseragam syariah. Kalau hanya simbol, tanpa ruh, maka yang terjadi hanyalah formalitas,” tegasnya.

Dalam konteks nasional, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. “Indonesia punya populasi Muslim terbesar, kekuatan filantropi Islam melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta sektor industri halal yang terus meningkat. Tinggal bagaimana kita mengonsolidasikan variabel syariah ini menjadi sejarah.”

Ekonomi Syariah & Industri Halal

Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menyoroti pentingnya koperasi dalam memperkuat sektor riil dan ekonomi desa. “Koperasi adalah lembaga yang tumbuh bersama masyarakat. Namun, ekonomi kerakyatan kita pernah bergeser menjadi lebih individualistik. Semangat koperasi harus kita kembalikan” tuturnya.

Ia menekankan bahwa koperasi bukan hanya lembaga simpan pinjam, melainkan instrumen produksi dan distribusi. “Koperasi desa harus menjadi pusat distribusi produk masyarakat. Ini sektor riil yang konkret” tambah Ferry.

Dengan terbentuknya 83.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pemerintah berupaya memperkuat akses permodalan, distribusi, dan pemasaran bagi UMKM desa. “Di sinilah peran koperasi pembiayaan syariah dan BMT sebagai solusi untuk melindungi masyarakat dari praktik ilegal.”

Ferry mencontohkan koperasi pesantren seperti Al-Ittifaq, Sunan Drajat, dan Nurul Jadid yang berhasil menggerakkan ekonomi daerah hingga memiliki aset triliunan rupiah. “Koperasi pesantren bisa mentrigger perputaran ekonomi di daerah. Ini bukti ekonomi syariah berbasis komunitas bisa berhasil dan berkelanjutan,” tuturnya.

Selanjutnya, Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu, menekankan bahwa transformasi ekonomi syariah harus dibangun secara bertahap dan kompetitif. “Mensyariahkan ekonomi itu harus sustain dan berlanjut. Infrastruktur tidak mungkin tumbuh tanpa kesabaran,” tegas Anggito.

Ia menjelaskan bahwa prinsip ekonomi syariah meliputi larangan riba, tidak spekulatif, dan adanya underlying transaction yang jelas. “Ekonomi syariah dijalankan karena alasan religiusitas: halal, tidak riba, tidak spekulatif. Namun ke depan, kualitas layanan menjadi faktor penting,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat kini mulai memilih bank syariah karena pelayanan yang baik. “Kalau pelayanan baik dan kompetitif, maka insentif bisa diberikan. Kita harus lebih progresif memasarkan produk syariah,” tambahnya. 

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menegaskan bahwa industri halal merupakan pilar pertumbuhan ekonomi baru. “Industri halal adalah wujud pertumbuhan ekonomi. Kita tidak ingin berhenti di industri makanan saja, tetapi merambah sektor lain,” tutur Emmy.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah membangun kawasan industri halal di beberapa daerah dengan infrastruktur terintegrasi dan regulasi pendukung. “Ekosistem industri halal mencakup regulasi, sertifikasi, bahan baku, hingga fasilitas produksi dan semua harus terhubung. Industri halal tidak perlu takut pasar. Penduduk kita besar, pasar domestik kuat, dan kita punya potensi ekspor,” tambahnya.

Dana Sosial Umat dan Ekosistem Haji-Umrah

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya profesionalisme pengelolaan dana sosial umat. “Zakat, wakaf, sedekah, fidyah, dan aqiqah adalah potensi besar. Jika dikelola secara profesional, ini bisa menjadi sumber penguatan ekonomi umat,” tuturnya.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa ekonomi haji harus memberi dampak luas bagi bangsa. “Selama ini kita bangga dengan klaim haji mabrur, tetapi belum maksimal memikirkan dampak ekonominya. Harus ada nilai tambah yang kembali ke masyarakat Indonesia,” papar Irfan. 

Irfan menyebut bahwa produk Indonesia telah masuk ke rantai pasok di Arab Saudi, termasuk makanan siap saji dan produk kerajinan.

Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, menjelaskan bahwa dana kelolaan haji sekitar Rp180 triliun terus dioptimalkan melalui strategi investasi produktif. “Kami mencari cara agar pengelolaan keuangan haji lebih optimal, transparan, dan memberikan manfaat besar bagi umat,” ungkap Fadlul. (*)

Wawako Maigus Nasir: Ada Tiga Kunci Sukses yang Perlu Ditanamkan Sejak Dini    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

Wawako Maigus Nasir: Ada Tiga Kunci Sukses yang Perlu Ditanamkan Sejak Dini
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memimpin kunjungan Safari Subuh Ramadan Tim II Pemerintah Kota (Pemko) Padang. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memimpin kunjungan Safari Subuh Ramadan Tim II Pemerintah Kota (Pemko) Padang ke Musala Jamiatul Ikhwan, Jalan Jati Rumah Gadang, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Selasa (24/2/2026).

Maigus Nasir bersama rombongan menyapa jemaah sekaligus menyerahkan bantuan hibah dari Pemko Padang sebesar Rp25 juta untuk mendukung kegiatan dan pengembangan Musala Jamiatul Ikhwan.

Dalam sambutan dan arahannya, Maigus menekankan pentingnya pembinaan karakter generasi muda selama pelaksanaan Pesantren Ramadan. Ia berharap para siswa mampu mempraktikkan nilai-nilai yang diperoleh di sekolah maupun selama kegiatan keagamaan di masjid dan musala.

"Ada tiga kunci sukses yang perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, yakni kejujuran, disiplin, dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Jika tiga hal ini dimiliki, insyaallah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” pesannya.

Wakil Wali Kota Padang itu mengungkapkan bahwa Program Smart Surau, salah satu dari sembilan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang mendapat respons positif dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI karena sejalan dengan gerakan penguatan karakter melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

Program Smart Surau sendiri, terangnya, memiliki sejumlah aktivasi, diantaranya Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi Rumah Tahfiz, penyediaan ruang pembelajaran digital masjid dan WiFi gratis, hingga revisi kurikulum MDTA dan MDTW.

“Melalui Program Smart Surau, kami berharap lahir generasi muda yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Kami juga mengajak masyarakat serta jemaah bersama-sama menyukseskan program ini,” ujar Maigus Nasir, yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Padang. (*)

PT Bukit Asam Salurkan 550 Paket Sembako di Sawahlunto, Wawako Apresiasi Sinergi Sosial Perusahaan    
Rabu, Februari 25, 2026

On Rabu, Februari 25, 2026

PT Bukit Asam Salurkan 550 Paket Sembako di Sawahlunto, Wawako Apresiasi Sinergi Sosial Perusahaan
GM PTBA UPO Yulfaizon saat menyerahkan bantuan paket sembako pada masyarakat kota Sawahlunto. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, mendampingi General Manager PT Bukit Asam (PTBA) Pertambangan Ombilin, Yulfaizon, dalam penyaluran simbolis bantuan paket sembako kepada masyarakat di Kantor Camat Barangin.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 PT Bukit Asam. Di Kota Sawahlunto, PTBA menyalurkan sebanyak 550 paket sembako yang didistribusikan kepada masyarakat berdasarkan data dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sawahlunto.

Setiap paket bantuan berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, telur 15 butir, dan sirup Marjan 1 botol. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

General Manager PTBA Ombilin, Yulfaizon, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. Ia menegaskan bahwa proses pendataan penerima bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan BAZNAS Kota Sawahlunto guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi PT Bukit Asam yang secara konsisten mendukung kebutuhan sosial masyarakat Sawahlunto. Menurutnya, bantuan pangan tersebut sangat membantu meringankan beban warga, terutama pada momen Ramadan dan menjelang Idul Fitri ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

Jeffry menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan badan usaha milik negara seperti PTBA memiliki peran strategis dalam memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat. Kehadiran perusahaan yang tumbuh dan berkembang dari Kota Sawahlunto itu dinilai telah memberikan dampak nyata melalui berbagai program sosial dan pembangunan.

Pemerintah Kota Sawahlunto, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi yang terarah dan tepat sasaran, sehingga setiap program bantuan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di Kota Sawahlunto. (*) 

Pewarta: Marjafri