HEADLINE
Kerugian Capai Rp1,9 Triliun, Bupati Solok Pimpin Evaluasi Penetapan Status Bencana Hidrometeorologi    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Kerugian Capai Rp1,9 Triliun, Bupati Solok Pimpin Evaluasi Penetapan Status Bencana Hidrometeorologi
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., memimpin Rapat Evaluasi Penetapan Status Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Aula Gedung C Sekretariat Daerah, Senin (22/6). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., memimpin Rapat Evaluasi Penetapan Status Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Aula Gedung C Sekretariat Daerah, Senin (22/6).

Forum strategis ini menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana yang berdampak luas di wilayah setempat.

Turut hadir Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Ketua TP-PKK Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.H., unsur Forkopimda, Penjabat Sekda Jefrizal, S.Pt., M.T., Kepala BPS, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta seluruh camat se-Kabupaten Solok.

Dalam arahannya, Bupati menyatakan bahwa rapat ini menjadi titik tolak penting untuk menentukan kebijakan terbaik menyusul dampak bencana hidrometeorologi yang menimbulkan kerugian mencapai hampir Rp1,9 triliun. 

Oleh karena itu, dibutuhkan langkah terpadu agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Seluruh data dan dokumen yang telah disusun, termasuk rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, akan menjadi dasar utama kami. Kami harap ada masukan dari seluruh elemen agar keputusan yang diambil benar-benar memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan kerja sama erat dengan pemerintah provinsi dan pusat. 

Targetnya, seluruh usulan dan program pemulihan dapat direalisasikan secara bertahap hingga tahun 2028, sehingga kesejahteraan warga yang terdampak dapat segera pulih.

“Kami ingin melalui forum ini lahir langkah strategis yang nyata, agar penanganan kebencanaan tidak berhenti pada bantuan darurat saja, tetapi berlanjut hingga pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara utuh,” tambahnya.

Rapat ini juga menjadi kesempatan untuk memastikan seluruh dokumen pendukung dan rencana tindak lanjut disusun secara lengkap dan akurat, sebagai syarat untuk mendapatkan dukungan sumber daya guna membangun kembali Kabupaten Solok menjadi lebih tangguh ke depannya.(80)

Perkuat Ukhuwah dan Dakwah, BKMT Kabupaten Solok Gelar Pertemuan Bulanan di Muaro Paneh    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Perkuat Ukhuwah dan Dakwah, BKMT Kabupaten Solok Gelar Pertemuan Bulanan di Muaro Paneh
Acara dibuka dengan prosesi pelantikan Pengurus Majelis Taklim Yasin (MTY) Kecamatan Bukit Sundi masa bakti 2025–2030. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Solok menggelar pertemuan bulanan di Masjid Raya Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi. 

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pengurus dan anggota majelis taklim, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mencetak generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Acara dibuka dengan prosesi pelantikan Pengurus Majelis Taklim Yasin (MTY) Kecamatan Bukit Sundi masa bakti 2025–2030. 

Kepengurusan yang dipimpin Syafrudin M, S.Ag ini dilantik secara simbolis melalui pemasangan jaket kepengurusan sebagai tanda dimulainya amanah mengemban tugas selama lima tahun ke depan.

Turut hadir memberikan arahan Wakil Bupati Solok Candra, perwakilan Kementerian Agama, Camat Bukit Sundi, Kepala KUA, Ketua BKMT Kabupaten Solok Dr. H. Zulkifli, S.Ag, MM.CWC, tokoh masyarakat, serta ratusan pengurus majelis taklim dari berbagai nagari.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa peran BKMT sangat selaras dengan visi pemerintah daerah mewujudkan masyarakat yang religius, beradab, dan sejahtera.

Menurutnya, majelis taklim adalah garda terdepan dalam memberikan pencerahan dan pembinaan akhlak di tengah masyarakat.

“Kami melihat majelis taklim sebagai mitra strategis. Oleh karena itu, pemerintah terus berkomitmen mendukung penuh, baik melalui fasilitas maupun program pembinaan, termasuk alokasi anggaran untuk masjid percontohan di setiap kecamatan agar semakin aktif memberi manfaat bagi jamaah,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadi agen dakwah di lingkungan masing-masing.

Dakwah tidak harus selalu di mimbar, melainkan bisa dimulai dari keluarga, tetangga, dan mengajak orang lain menuju kebaikan.

Sementara itu, suasana kegiatan semakin khidmat dan penuh makna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Buya Prof. Dr. H. Rahmat Hidayat, M.A., M.Pd., Guru Besar UIN Mahmud Yunus Batusangkar. 

Beliau menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, memperdalam ilmu agama, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antar majelis taklim semakin erat, pembinaan keagamaan semakin merata, dan terciptanya masyarakat Kabupaten Solok yang semakin kokoh dalam iman dan saling mendukung demi kemajuan bersama.(80)

Aksi Bersih Pantai UKO Unisbar  di Pantai Talao Pauh Pariaman    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Aksi Bersih Pantai UKO Unisbar  di Pantai Talao Pauh Pariaman
Kegiatan ini sinergi antara Rempala, Unit Kegiatan Olahraga(UKO), KSR PMI, dan HIMA FIKES Unisbar Pariamam. (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Semangat kolaborasi, kepedulian sosial, dan gaya hidup sehat tercermin dalam kegiatan Aksi Kolaborasi Sosial, Kesehatan, dan Pelestarian Lingkungan Universitas Sumatera Barat (Unisbar) yang diselenggarakan Sabtu-Minggu ( 20–21/6/2026) di kawasan Pantai Talao Pauh, Kota Pariaman.

Kegiatan ini sinergi antara Rempala, Unit Kegiatan Olahraga(UKO), KSR PMI, dan HIMA FIKES Unisbar Pariamam yang bersama-sama menggabungkan aksi sosial, kesehatan, olahraga, dan pelestarian lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana Aprizayudi Pratama dari Rempala dan didampingi o Wakil Ketua Pelaksana Irsyadul 'Ibad Tri Machyudi mengatakan, selama dua hari pelaksanaan, peserta dan masyarakat setempat terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih pantai yang melibatkan seluruh peserta untuk membersihkan kawasan Pantai Talao Pauh dari berbagai jenis sampah. 

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan pesisir sekaligus upaya menjaga keindahan destinasi wisata daerah.

Selain aksi lingkungan, panitia juga mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. 

Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat, kata Aprizayudi.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik, kegiatan turut diramaikan dengan jalan sehat yang diikuti oleh peserta dan warga sekitar.

Kegiatan ini menjadi sarana membangun kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup aktif dan sehat.

Semangat sportivitas juga ditunjukkan melalui pelaksanaan turnamen bola pantai dan voli pantai yang berlangsung meriah di kawasan pantai. 

Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga mempererat hubungan antar peserta, organisasi, dan masyarakat yang hadir.

Pada malam harinya, peserta mengikuti forum diskusi dan refleksi bersama yang membahas pentingnya kolaborasi lintas organisasi dalam kegiatan sosial, kesehatan, olahraga, dan pelestarian lingkungan. 

Forum ini menjadi ruang berbagi gagasan serta memperkuat komitmen bersama untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Aprizayudi Pratama menyampaikan  kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengabdian sekaligus upaya membangun sinergi antar organisasi.

"Kegiatan ini membuktikan  kolaborasi mampu menghadirkan program yang menyentuh banyak aspek sekaligus, mulai dari lingkungan, kesehatan, hingga olahraga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.

Wakil Ketua Pelaksana, Irsyadul 'Ibad Tri Machyudi, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

"Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong seluruh panitia, peserta, dan masyarakat. Kami berharap semangat kolaborasi ini dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Rempala, UKO, KSR PMI, dan HIMA FIKES menunjukkan bahwa kolaborasi antarorganisasi mampu menciptakan dampak positif yang nyata. 

Dengan menggabungkan aksi sosial, kesehatan, olahraga, dan pelestarian lingkungan, kegiatan ini menjadi wujud pengabdian mahasiswa dan pemuda dalam membangun masyarakat yang sehat, aktif, dan peduli terhadap lingkungan.

Mengusung semangat "Di Dalam Lingkungan yang Bersih Terdapat Jiwa yang Sehat dan Raga yang Kuat", kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai kolaborasi positif lainnya demi kemajuan masyarakat dan kelestarian lingkungan Kota Pariaman. (R/at)

RUPS PT WWS Bahas RKAP 2026, Kunjungan Waterboom Sawahlunto Naik 26,4 Persen    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

RUPS PT WWS Bahas RKAP 2026, Kunjungan Waterboom Sawahlunto Naik 26,4 Persen
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Wahana Wisata Sawahlunto (WWS) yang digelar di Ruang Rapat Balai Kota Sawahlunto, Senin (22/6/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Wahana Wisata Sawahlunto (WWS) yang digelar di Ruang Rapat Balai Kota Sawahlunto, Senin (22/6/2026).

Rapat tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta evaluasi kinerja PT WWS sebagai badan usaha milik daerah yang bergerak di sektor pariwisata.

Dalam kapasitasnya sebagai Komisaris sekaligus pemegang saham mayoritas, Wali Kota Riyanda Putra didampingi Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah, Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah terkait, serta Direktur PT WWS Adriyan Yudistiara bersama jajaran manajemen perusahaan.

Pada rapat tersebut, manajemen PT WWS melaporkan peningkatan jumlah kunjungan ke Waterboom Sawahlunto sepanjang tahun 2026. 

Jumlah pengunjung tercatat sebanyak 23.344 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 18.468 orang atau tumbuh sebesar 26,4 persen.

Selain pertumbuhan jumlah pengunjung, perusahaan juga melaporkan sejumlah langkah pembenahan yang dilakukan, antara lain efisiensi struktur biaya, penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dalam pengelolaan keuangan, serta upaya peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perbaikan kondisi neraca perusahaan.

Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan apresiasi atas perkembangan kinerja yang ditunjukkan PT WWS. Menurutnya, peningkatan kunjungan wisata tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Ia berharap PT WWS terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kebersihan kawasan wisata, serta menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata di Kota Sawahlunto.

Pemerintah Kota Sawahlunto menilai pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah. (*)

Pewarta: Marjafri

Pedagang Ikan Pasar Sapan Keluhkan Penjualan Ikan di Kawasan Silo Sawahlunto    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Pedagang Ikan Pasar Sapan Keluhkan Penjualan Ikan di Kawasan Silo Sawahlunto
Sejumlah pedagang di Pasar Sapan, Kota Sawahlunto, mengeluhkan aktivitas penjualan ikan yang dilakukan oleh pedagang di kawasan Silo pada hari pasar. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Sejumlah pedagang di Pasar Sapan, Kota Sawahlunto, mengeluhkan aktivitas penjualan ikan yang dilakukan oleh pedagang di kawasan Silo pada hari pasar. 

Keluhan tersebut disampaikan karena lokasi tersebut bukan merupakan area yang diperuntukkan sebagai pasar ikan, melainkan kawasan pusat kuliner kota.

Salah seorang pedagang di Pasar Sapan menghubungi awak media dan menyampaikan keberatannya terhadap kondisi yang telah berlangsung dalam waktu cukup lama tersebut. 

Menurutnya, keberadaan pedagang ikan yang berjualan di kawasan Silo berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli yang datang ke Pasar Sapan.

"Calon pembeli yang seharusnya datang ke Pasar Sapan lebih memilih membeli ikan di kawasan Silo karena lokasinya berada di pinggir jalan dan lebih mudah dijangkau," ujar Don kepada awak media Senin, 22/6.

Selain mempengaruhi aktivitas perdagangan di Pasar Sapan, keberadaan pedagang ikan di tepi jalan kawasan Silo juga dikeluhkan karena dianggap mengganggu ketertiban lalu lintas. 

Aktivitas jual beli yang berlangsung di bahu jalan dinilai berpotensi menghambat arus kendaraan, terutama pada hari pasar saat mobilitas masyarakat meningkat.

Keluhan lainnya berkaitan dengan kondisi lingkungan di sekitar pusat kuliner Silo. 

Aroma amis ikan yang menyebar dari lokasi penjualan disebut turut dirasakan oleh pedagang dan pengunjung yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Para pedagang berharap instansi terkait dapat melakukan penataan dan pengawasan sesuai dengan peruntukan kawasan yang telah ditetapkan.

Mereka juga meminta adanya langkah yang dapat menjamin seluruh pedagang menjalankan aktivitas usaha pada lokasi yang telah disediakan.

Menurut para pedagang, persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum terlihat adanya penanganan yang memberikan kepastian bagi para pelaku usaha yang berjualan di lokasi resmi.

Mereka menilai penataan kawasan perdagangan dan kuliner perlu dilakukan secara konsisten agar tidak menimbulkan ketimpangan di lapangan. 

Selain itu, penegakan aturan yang berlaku diharapkan dapat mencegah munculnya praktik serupa yang berpotensi diikuti oleh pedagang lainnya di kemudian hari. (*) 

Pewarta: Marjafri

Gubernur Mahyeldi: Sumbar Perlu Terobosan Pembiayaan dan Optimalisasi Aset untuk Percepat Pembangunan    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Gubernur Mahyeldi: Sumbar Perlu Terobosan Pembiayaan dan Optimalisasi Aset untuk Percepat Pembangunan
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat memberikatan keterangan ke awak media terkait penyampaian gubernur. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya melakukan berbagai terobosan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah di tengah dinamika fiskal yang terjadi. 

Salah satunya melalui optimalisasi pengelolaan aset daerah serta pengembangan sumber pembiayaan alternatif yang tidak membebani masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menyampaikan jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dan Ranperda Perubahan Perda Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbar, di Padang, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas perhatian, masukan, dan dukungan yang diberikan terhadap pengelolaan pemerintahan dan keuangan daerah. 

Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemprov Sumbar berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan Tahun Anggaran 2025.

Menurut Gubernur, berbagai pertanyaan, pendalaman, dan masukan yang disampaikan fraksi-fraksi menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan daerah serta evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan.

“Berbagai pertanyaan dan pendalaman yang disampaikan fraksi-fraksi akan menjadi bahan penting bagi kami dalam pembahasan lebih lanjut bersama komisi dan perangkat daerah. Hal ini sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai catatan dan rekomendasi yang diberikan BPK,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Ia mengungkap, salah satu aspek yang mendapat perhatian serius dalam pandangan umum fraksi adalah tentang pengelolaan aset daerah. 

Sebagian besar fraksi menilai aset pemerintah daerah memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah apabila dikelola secara lebih tertib, produktif, dan berorientasi pada manfaat ekonomi.

Mahyeldi mengatakan, selama ini perhatian terhadap pengelolaan aset, memang belum seoptimal pengelolaan keuangan daerah.

Karena itu, berbagai masukan DPRD terkait pendataan, penataan, dan pemanfaatan aset akan ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh perangkat daerah.

Selain optimalisasi aset, Gubernur menyebut, daerah perlu segera menghadirkan inovasi dalam pembiayaan pembangunan mengingat kapasitas fiskal daerah yang semakin terbatas dari tahun ke tahun. 

Guna merespon kondisi tersebut, Mahyeldi mengaku saat ini Pemprov Sumbar tengah menyiapkan creative finacing untuk alternatif pembiayaan pembangunan melalui instrumen Sukuk dan obligasi daerah.

Ia menjelaskan, Sumbar menjadi salah satu daerah yang terdepan dalam mempersiapkan implementasi Sukuk sebagai instrumen pembiayaan pembangunan di Indonesia.

Bahkan, kesiapan tersebut mendapat perhatian dari Islamic Development Bank (IsDB) yang mengundangnya untuk mempelajari dan melihat langsung praktik-praktik creative finacing untuk pembiayaan pembangunan di Jepang.

“Kita perlu mencari sumber-sumber pembiayaan alternatif untuk mempercepat pembangunan. Sukuk menjadi salah satu instrumen yang kita siapkan agar pembangunan tetap berjalan meskipun kemampuan APBD memiliki keterbatasan,” kata Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur juga menyoroti besarnya potensi  remitansi masyarakat perantau Minangkabau yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 triliun setiap tahun. 

Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila mampu dikelola dan diarahkan untuk mendukung pembangunan melalui sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan nagari.

Ia menegaskan, di tengah berbagai kebijakan efisiensi dan penyesuaian fiskal nasional, daerah dituntut semakin kreatif dalam menggali sumber-sumber pendanaan pembangunan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pembangunan tidak boleh berhenti. Meskipun kondisi anggaran mengalami fluktuasi, pemerintah daerah bersama DPRD harus terus menghadirkan berbagai terobosan agar pembangunan tetap berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Rapat paripurna tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumbar. (adpsb/rmz/bud)

Dukung PSN Air Bangis, KSOP Kelas II Teluk Bayur Kebut Pembangunan Fasilitas Darat Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Dukung PSN Air Bangis,  KSOP Kelas II Teluk Bayur Kebut Pembangunan Fasilitas Darat Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar
Pembangunan Fasilitas Darat Pelabuhan Laut Teluk Tapang terus dikebut proses pembangunanya oleh pihak kontraktor pemenang pekerjaan. (Foto: Buyung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pembangunan Fasilitas Darat Pelabuhan Laut Teluk Tapang terus dikebut proses pembangunanya oleh pihak kontraktor pemenang pekerjaan.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas  Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur.

Site Manager PT.Sumber Bangun Sentosa Valdi didampingi  Yuwono mengatakan, pelaksanaan pembangunan fasilitias darat pelabuhan teluk tapang terus di kebut progres pekerjaannya, untuk keseluruhan sampai saat ini belum kami temui kendala yang menghambat proses pelaksanaan proyek, kami optimis jika kondisi cuaca mendukung sebelum tanggal kontrak berakhir dapat kami selesaikan item - item pekerjaan hingga tuntas.

Faldi merinci untuk pelaksanaan pembangunan fasilitas darat pelabuhan teluk tapang untuk pekerjaan Talud penahan dinding untuk sisi arah laut sepanjang 414 Meter,  sisi arah Darat sepanjang 810 Meter.

Dengan lebar 7,6 Meter dan tinggi 3,8 Meter, Pasangan Batu Semen, Batu Kosong , sebelum di pasang pada bagian bawah talud terlebih dahulu di pasang Geotektile.

Sementara itu, adapun areal yang sudah di nyatakan bebas seluas 12, 15 Hektar kawasan pinjam pakai KLHK Wilayah 1 Medan, sedangkan untuk Areal relakmasi seluas 9,23 Hektar.

Selain item pekerjaan di atas Jalan Lingkung sepanjang 14.200 Meter persegi, dan areal Parkir Lapangan penumpukan Cargo di lakukan cor Beton  Tulang K 300, nanti nya fasilitas tersebut akan ada Pagar Pembatas lahan.

Ia menambahkan , untuk pekerjaan talud ukuran material batu berkisar 20 - 60 Kg, untuk bobot pekerjaan memasuki minggu ke 20 sudah mencapai bobot pekerjaan 29 % dari target 22 % .

Hal ini di buktikan dengan ketersedian material yang sudah ada di lokasi proyek pengecoran beton tulang K 300 saat ini sudah ada yang selesai di kerjakan, sementara untuk penyerapan lapangan tenaga kerja pihaknya memperkerjakan tenaga kerja lokal 30 % 10 - 15 Orang.

"Namun , saat ini kami sudah berkirim surat kepada KSOP Teluk Bayur guna memacu bobot pelaksanaan pekerjaan , kita sudah bersurat agar tumpukan Bijih Besi dapat di lakukan upaya pemindahan maupun pengapalan agar area yang menjadi lokasi proyek segera kita kerjakan proses pembangunannya, " katanya. 

Sementara itu, Pengawas Pelaksana Kegiatan Pembangunan Fasilitas Darat Pelabuhan Teluk Tapang Wilker KSOP Teluk Bayur di Air Bangis Nasaruddin terus berkomunikasi dengan pihak kontraktor pelaksana agar pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan maksimal dengan tetap mengutamakan mutu serta kualitas pembangunan. (*) 

Laporan: Buyung

Orientasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 akan Gelar    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Orientasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 akan Gelar
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menggelar Orientasi Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 2 pada 22 Juni 2026 yang sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan pelatihan bagi peserta yang telah lolos seleksi.

Pelaksanaan PVN Batch 2 akan berlangsung di 21 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel), serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengimbau seluruh peserta yang diny atakan lolos untuk memantau pengumuman resmi terkait jadwal dan instruksi teknis orientasi di balai pelatihan masing-masing.

"Kemnaker menyelenggarakan Program Pelatihan Vokasi Nasional untuk membekali peserta dengan keahlian berbasis kebutuhan industri agar memiliki kompetensi yang relevan, sehingga dapat meningkatkan peluang untuk bekerja maupun mengembangkan kewirausahaan," ujar Darmawansyah melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (21/6/2026).

Darmawansyah menjelaskan, PVN Batch 2 diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat dan terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang memiliki akun SIAPkerja.

Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui penguatan keterampilan, produktivitas, disiplin, dan etos kerja.

"Peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga berbagai pembekalan yang diperlukan agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha mandiri, " katanya.

Seluruh rangkaian pelatihan vokasi ini disediakan secara gratis oleh pemerintah. Peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas pendukung selama mengikuti pelatihan, seperti makan siang, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta fasilitas asrama bagi peserta yang memenuhi kriteria.

Darmawansyah berharap peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh agar kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan daya saing di dunia profesional.

"Melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional ini, Kemnaker berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri dan mampu berkontribusi dalam penguatan kualitas tenaga kerja Indonesia," ujarnya. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Gerakan Bersama LKAAM, Polda, Pemprov, dan Pemko Padang Jaga Ketahanan Sosial Sumbar    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Gerakan Bersama LKAAM, Polda, Pemprov, dan Pemko Padang Jaga Ketahanan Sosial Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi terselenggaranya Gerakan Subuh Berjamaah dan Sumbar Bebas dari Narkoba. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi terselenggaranya Gerakan Subuh Berjamaah dan Sumbar Bebas dari Narkoba yang diinisiasi secara kolaboratif oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Polda Sumbar, Pemerintah Provinsi Sumbar, dan Pemerintah Kota Padang di Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi.

Menurut Mahyeldi, kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana seluruh unsur masyarakat dapat bersatu dalam menjaga nilai-nilai agama, adat, dan budaya yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Alhamdulillah, kita melihat semangat kebersamaan yang sangat kuat dalam kegiatan ini. Pemerintah, aparat keamanan, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta masyarakat hadir dengan tujuan yang sama, yakni menjaga masa depan generasi kita dan memperkuat ketahanan sosial di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi di Padang, Minggu (21/6/2026).

Ia menilai, berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini memerlukan penanganan secara bersama-sama. Karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menjaga daerah tetap aman, harmonis, dan berkarakter.

Mahyeldi juga mengapresiasi peran LKAAM Sumbar yang terus konsisten mengawal nilai-nilai adat Minangkabau di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan aparat penegak hukum merupakan kekuatan besar dalam menjaga jati diri masyarakat Sumbar.

“Kita memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai-nilai itu harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kebersamaan seluruh unsur masyarakat, Insyaallah berbagai tantangan yang dihadapi dapat kita atasi bersama,” katanya.

Usai pelaksanaan salat subuh berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan aksi damai dari kawasan Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi menuju Markas Kepolisian Daerah Sumbar. Aksi tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan spanduk sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat dan menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal dan organisasi kemasyarakatan.

Mahyeldi berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan menjadi gerakan bersama dalam memperkuat persatuan masyarakat serta mendukung terwujudnya Sumatera Barat yang madani, unggul, dan berkeadaban. (adpsb/bud)