Cegah Bullying dan Pernikahan Dini, TP-PKK Kabupaten Solok Ajak Pelajar Lindungi Masa Depan
On Rabu, Oktober 28, 2026
| Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., turun langsung memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). |
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar tingkat SMP dan SMA diajak memahami bahwa perundungan bukan sekadar candaan atau persoalan sepele. Perilaku merendahkan, menyakiti, mengintimidasi, hingga mempermalukan teman dapat berdampak terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, serta masa depan korban. Karena itu, setiap pelajar didorong untuk saling menghargai dan berani menolak segala bentuk kekerasan.
Ny. Nia tidak hanya menyampaikan materi secara lisan, tetapi juga membangun dialog langsung dengan para siswa. Pendekatan ini dilakukan agar pelajar lebih mudah mengenali bentuk-bentuk perundungan, termasuk yang terjadi melalui media sosial dan ruang digital. Edukasi tersebut diharapkan menumbuhkan kepedulian siswa agar tidak menjadi pelaku, korban yang terus diam, ataupun penonton yang membiarkan perundungan berlangsung.
Penggunaan telepon genggam dan media sosial juga menjadi perhatian penting. Menurut Ny. Nia, teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi penggunaannya tanpa pengawasan dan pemahaman yang baik dapat membuka peluang paparan konten tidak layak serta memicu perilaku negatif. “Penggunaan gawai sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Namun penyalahgunaannya, termasuk paparan konten yang tidak layak di media sosial, dapat memicu perilaku yang kurang baik. Ini harus menjadi perhatian bersama, terutama orang tua dan guru, agar anak-anak kita tetap aman,” jelasnya.
Ia menegaskan, pencegahan kekerasan terhadap anak tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah atau pemerintah. Keluarga, tenaga pendidik, pemerintah nagari, dan masyarakat perlu membangun kerja sama dalam menciptakan lingkungan yang melindungi anak. Pengawasan pergaulan, komunikasi terbuka, serta perhatian terhadap perubahan perilaku anak menjadi bagian penting agar persoalan dapat dikenali dan ditangani sejak dini.
Selain perundungan, Ny. Nia mengingatkan pelajar tentang risiko pernikahan dini yang dapat memengaruhi pendidikan dan masa depan mereka. Ia meminta orang tua dan pemerintah nagari berperan aktif dalam mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan sosial. “Jangan sampai hal-hal yang merugikan terjadi di lingkungan kita. Pemerintah nagari dan orang tua harus berperan aktif mengawasi pergaulan anak. Melindungi anak adalah kewajiban kita bersama,” tegasnya.
Para pelajar juga diajak memilih lingkungan pertemanan yang positif, meningkatkan kedisiplinan, serta menjauhi pergaulan bebas, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba. Ny. Nia mengingatkan bahwa keputusan yang diambil pada usia muda dapat memengaruhi perjalanan hidup ke depan. “Pilihlah pergaulan yang membawa kebaikan. Jangan terjerumus ke hal-hal yang dapat merusak masa depan. Banggakan orang tua, dan jadilah generasi yang membanggakan keluarga serta daerah,” pesannya.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Solok, Camat Junjung Sirih, Penjabat Wali Nagari Paninggahan, para pendidik, serta peserta didik. Kehadiran unsur pemerintah dan sekolah tersebut memperkuat pesan bahwa perlindungan anak membutuhkan keterlibatan lintas sektor, bukan sekadar imbauan sesaat.
Melalui edukasi ini, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya menghormati sesama, berani menolak perundungan, serta menggunakan media sosial secara bijak. Upaya mencegah kekerasan terhadap anak dan pernikahan dini perlu dilanjutkan melalui pendampingan nyata di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, Kabupaten Solok diharapkan mampu membangun generasi muda yang aman, berkarakter, berprestasi, dan siap meraih masa depan yang lebih baik. (80)
Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU