HEADLINE
Gubenur Mahyeldi Turun ke Tambang Emas Ilegal Sijunjung, Tegaskan Penambang Harus Urus Izin: Jangan Cari Nafkah dengan Mengorbankan Nyawa    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

Gubenur Mahyeldi Turun ke Tambang Emas Ilegal Sijunjung, Tegaskan Penambang Harus Urus Izin: Jangan Cari Nafkah dengan Mengorbankan Nyawa
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung menemui masyarakat dan meninjau aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung. (Foto: Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung menemui masyarakat dan meninjau aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung, Selasa (19/5/2026).

Langkah itu dilakukan menyusul rentetan kecelakaan tambang ilegal yang kembali memakan korban jiwa di daerah tersebut.

Didampingi Wakil Bupati Sijunjung serta jajaran OPD Pemprov Sumbar, Mahyeldi menyaksikan langsung aktivitas tambang emas yang beroperasi menggunakan ratusan box talang di atas ponton di sepanjang aliran sungai. 

Di lokasi itu, gubernur berdialog dengan para penambang dan menanyakan legalitas aktivitas tambang yang mereka lakukan.

“Kalau belum punya izin, segera urus izinnya. Pemerintah sudah menyiapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Kita dorong penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) supaya aktivitas masyarakat bisa berjalan sesuai aturan,” tegas Mahyeldi di hadapan para penambang.

Mahyeldi menegaskan, pemerintah tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan cara yang justru membahayakan keselamatan diri sendiri dan merusak lingkungan sekitar.

“Kita tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan cara yang membahayakan diri sendiri dan merusak lingkungan,” ujar Mahyeldi.

Dalam peninjauan itu, gubernur juga mendapati masih banyak aktivitas tambang serupa yang beroperasi di sejumlah titik lain tidak jauh dari kawasan sungai.

Kondisi tersebut memperlihatkan praktik tambang ilegal masih berlangsung masif di wilayah Sijunjung.

Usai meninjau lokasi tambang aktif, Mahyeldi bergerak menuju lokasi longsor tambang ilegal di Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, yang pada Rabu (13/5/2026) lalu menewaskan sembilan penambang emas.

Peristiwa maut itu terjadi saat para pekerja sedang melakukan aktivitas penambangan di kawasan tanpa izin. Longsor tiba-tiba menimbun para pekerja di lokasi tambang. 

Pada saat bersamaan, banjir di aliran sungai sekitar lokasi juga menghanyutkan puluhan ponton peralatan tambang milik warga.

Sembilan penambang dilaporkan meninggal dunia dalam musibah tersebut.

Mahyeldi kemudian melayat ke rumah duka salah seorang korban, Madi (24), warga Jorong Koto, Nagari Padang Laweh. 

Di hadapan keluarga korban, gubernur menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang kembali terjadi akibat aktivitas tambang ilegal.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pemerintah ingin masyarakat tetap bisa bekerja, tetapi harus dengan cara yang legal dan aman,” katanya. (adpsb/cen)

Jawa Barat Jadi Provinsi Fokus Baru Kerja Sama RI–UNICEF Periode 2026–2030    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

Jawa Barat Jadi Provinsi Fokus Baru Kerja Sama RI–UNICEF Periode 2026–2030
Rapat Koordinasi Awal Program Kerja Sama Pemerintah RI–UNICEF Periode 2026–2030 dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Pusat bersama UNICEF menyelenggarakan Rapat Koordinasi Awal Program Kerja Sama Pemerintah RI–UNICEF Periode 2026–2030 dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi fokus baru dalam kerangka kerja sama Country Program Action Plan (CPAP) Pemerintah RI-UNICEF Periode 2026-2030 pada Senin (18/5) di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat, Bandung.

Forum ini menjadi langkah awal penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan manusia serta pemenuhan hak-hak anak melalui pendekatan kerja sama yang lebih strategis dan berkelanjutan.

Kegiatan dihadiri oleh unsur Pemerintah Pusat, UNICEF, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dari Pemerintah Pusat hadir Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV dan Penanggungjawab Substansi Pendidikan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri serta Perwakilan dari Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas. 

UNICEF menghadirkan Deputy Representative, Chief of Planning, Monitoring dan Evaluation, Chief of Field Operations, Chief of Field Office Jawa Barat, Chief of Nutrition, Chief of Education dan Planning Specialist. 

Dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir Wakil Gubernur Jawa Barat, Kepala Bappeda Provinsi beserta jajaran, serta perangkat daerah terkait provinsi lainnya.

Pada sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa pembangunan manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Jawa Barat yang maju dan berkelanjutan. 

“Oleh karena itu, arah pembangunan Jawa Barat ke depan menitikberatkan pada penguatan kualitas manusia yang unggul, sehat, berkarakter, dan berdaya saing,” kata Erwan.

Menurutnya, kolaborasi dengan UNICEF memiliki arti strategis dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan dasar dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, paparan UNICEF menunjukkan bahwa Indonesia telah mencapai berbagai kemajuan dalam pembangunan anak, antara lain penurunan angka kemiskinan anak, meningkatnya angka penyelesaian pendidikan menengah pertama, serta penurunan jumlah anak yang belum memperoleh vaksinasi.

Namun demikian, tantangan masih dihadapi, termasuk masih adanya anak yang hidup di bawah garis kemiskinan, keterbatasan akses sanitasi aman, stunting, serta capaian literasi yang perlu terus ditingkatkan.

UNICEF menjelaskan bahwa kerja sama Pemerintah RI–UNICEF periode 2026–2030 dirancang melalui pendekatan yang lebih terarah dan strategis, dengan memusatkan dukungan kebijakan dan pendampingan teknis pada wilayah fokus yang memiliki kebutuhan dan potensi terbesar. 

Pendekatan tersebut dilakukan melalui penguatan kebijakan berbasis bukti, penguatan sistem nasional, serta pendampingan intensif di provinsi fokus guna menghasilkan dampak yang berkelanjutan dan berskala luas.

Provinsi Jawa Barat sendiri ditetapkan sebagai salah satu dari 13 provinsi fokus dalam kerangka kerja sama Country Programme Action Plan (CPAP) Pemerintah RI–UNICEF periode 2026–2030. 

Penetapan ini mempertimbangkan berbagai indikator kesejahteraan dan kerentanan anak, termasuk tingkat kemiskinan, deprivasi multidimensi, serta prioritas pembangunan nasional dan daerah.

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Paudah, menyampaikan bahwa rapat koordinasi awal ini merupakan tindak lanjut atas penetapan Jawa Barat sebagai provinsi fokus baru dalam kerja sama RI–UNICEF. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan UNICEF di Jawa Barat diarahkan melalui pendekatan menyeluruh bagi anak (whole child approach) yang mencakup penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas, serta pendampingan teknis lintas sektor guna menghasilkan dampak pembangunan yang lebih luas dengan pemanfaatan sumber daya secara optimal.

Rapat koordinasi ini juga membahas arah kebijakan daerah dalam pemenuhan pelayanan dasar anak pada sektor gizi, kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, iklim dan lingkungan, WASH, serta kebijakan sosial. 

Selain itu, forum digunakan untuk mendiskusikan tata kelola pemerintahan, mekanisme koordinasi lintas perangkat daerah, serta penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan dan menyelesaikan berbagai persoalan publik terkait hak anak.

Penanggung Jawab Operasional Kegiatan Program Kerja Sama Pemerintah RI-UNICEF di Kementerian PPN/Bappenas, Arifi, menekankan bahwa hibah dalam kerja sama Pemerintah RI–UNICEF berfungsi sebagai katalis yang memperkuat upaya pembangunan nasional dan daerah. Selain itu, Kerja sama RI–UNICEF di provinsi wilayah Jawa ditekankan pada penguatan dari sisi kebijakannya.

Ia menambahkan bahwa forum koordinasi seperti ini diharapkan mampu berjalan optimal untuk mengidentifikasi potensi-potensi kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berjalan secara paralel agar implementasi program dapat berlangsung efektif, selaras, dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari amanat Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah juga didorong untuk mengintegrasikan praktik baik hasil kerja sama UNICEF ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, memperkuat koordinasi lintas sektor, menyediakan data dan informasi secara berkala, serta menjamin keberlanjutan program melalui penguatan kebijakan dan kelembagaan daerah. 

Rapat koordinasi awal ini diharapkan menghasilkan identifikasi potensi dan tantangan daerah, rekomendasi kebutuhan program, serta dukungan koordinasi dan kerja sama yang diperlukan untuk memastikan intervensi pembangunan anak di Jawa Barat berjalan secara efektif, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*)

JNE Gandeng Pusat Oleh-oleh Ummi Aufa Hakim Gelar Media Gathering, Ajak Media di Sumbar Ikut Content Competition    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

JNE Gandeng Pusat Oleh-oleh Ummi Aufa Hakim Gelar Media Gathering, Ajak Media di Sumbar Ikut Content Competition
Ketiga kalinya JNE express Menggelar Media Gathering dengan kalangan Media di Padang. Kali ini JNE menghadirkan Pusat Oleh-oleh Ummi Aufa Hakim. (Foto: JNE). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketiga kalinya JNE express Menggelar Media Gathering dengan kalangan Media di Padang. Kali ini JNE menghadirkan Pusat Oleh-oleh Ummi Aufa Hakim di Cafe Jiwa Raga, Jln Veteran Padang selalu mitra Bisnisnya.

Manager pusat oleh-oleh Aufa Hakim, Winda Nisrina dalam paparannya menerangkan bahwa Pusat Oleh-oleh Ummi Aufa Hakim yang didirikan oleh Lukman El Hakim sejak 1999 di Bukittinggi, telah hadir di Padang sejak 2015. 

“Ummi Aufa Hakim mulai menjalin kerjasama dengan JNE terhitung sejak 1016 hingga sekarang,” ujar Winda.

Alhamdulillah, lanjut winda, meskisudah 10 tahun bermitra dalam pengiriman paket Sanjai Balado dan produk Ummi Aufa Hakim lainnya yang dipesan pelanggan secara online, sejauh ini berjalan dengan baik. 

“Kita bertahan dengan JNE sebagai satu-satunya perusahaan jasa kurir yang bekerjasama dengan Ummi Aufa Hakim. Alhamdulillah, pelayanannya selalu memuaskan. Nyaris tak ada komplain tamu kami,” ungkap Winda. 

Winda mengatakan rata-rata pusat Oleh-oleh Ummi Aufa Hakim mengirimkan 15-20 paket per hari ke berbagai daerah sesuai pesanan tamu. 

“Setiap kita telp pihak JNE selalu datang dengan cepat menjemput paket kita yang akan dikirimkan dan itu berlangsung tiap hari ,” terang Winda dalam diskusi yang dipandung oleh host Chintya.

Winda mengakui dari sisi promoai produk, pihak ummi Aufa Hakim masih mengandalkan dari mulut Ke mulut dengan pelanggan tetap mobil travel.

“Insyaallah mungkin ke depan kita akan memanfaatkan media sosial atau media digital untuk memperluas pangsa pasar pusat oleh-oleh. Saat ini kita sudah menggandeng sekitar 100 pengusaha UMKM di Sumbar dengan sistem beli tunai tanpa hutang,” pungkasnya. 

Sementara itu Head of Sales Area Sumbar Hastomo Sandy dalam sambutannya menyampaikan kolaborasi UMKM. Dengan UMKM Dapat saling mendukung untuk perkembangan bisnis kedua pihak. 

“Termasuk kerjasama dengan pihak media, semoga kerjasama ini selalu terjaga dengan baik untuk perkembangan bisnis masing-masing,” kata Sandy.

Sedangkan JNE marketing communication and partnership Regional Sumatera Khairul Amin menegaskan bahwa media gathering ini merupakan agenda tahunan JNE dan tahun 1026 ini merupakan tahun Ketiga.

“Semoga selalu dapat kita laksanakan setiap tahun dengan doorprize yang lebih banyak lagi,” ujar Khairul. 

Pasa kesempatan itu Khairul menerangkan bahwa tahun 2026b ini JNE kembali menggelar Content Competition dengan hadiah yang lebih besar datibtahun sebelumnya. 

Lomba content Competition kali ini mengangkat tema ‘Bergerak Bersama, Beragam Ceritac. 

“Kita mengajarkan kawan Kawan Media di Sumbar untuk ikut Content Competition ini dengan 4 kategori Writing, foto, video dan lainnya. Bahkan untuk kategori Writing dan foto hadiah utamanya kita siapkan umrah selain hadiah uang tunai,” pungkasnya Khairul. (*)

Purnomo Yusgiantoro Ajak Alumni IKAL Lemhannas Perkuat Persatuan Nasional    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

Purnomo Yusgiantoro Ajak Alumni IKAL Lemhannas Perkuat Persatuan Nasional
Pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas RI masa bakti 2026–2031 di Gedung Dwi Warna Lemhannas RI, Jakarta, Senin (18/5/2026). (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Prof. Purnomo Yusgiantoro, Ir. MSc. MA., PhD. resmi dilantik sebagai Ketua Umum dari IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas). Purnomo dipilih secara aklamasi.

Pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas RI masa bakti 2026–2031 di Gedung Dwi Warna Lemhannas RI, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina IKAL Lemhannas RI, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Lemhannas. Acara tersebut dihadiri Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Pengurus DPP  IKAL Lemhanas sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Prof. Purnomo Yusgiantoro menegaskan bahwa amanah sebagai Ketua Umum bukan sekadar kehormatan, melainkan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Visi IKAL bersama untuk menegakkan marwah IKAL yaitu kehormatan & harga diri, untuk mendukung kehadiran almamater Lemhannas dalam ikut mendukung pembangunan" ujar Purnomo.

Ia menyampaikan komitmennya memperkuat fondasi organisasi dengan memprioritaskan penguatan Dewan Pengurus Daerah (DPD) serta seluruh unsur organisasi di daerah. Menurutnya, pembentukan koordinator wilayah di berbagai kawasan Indonesia menjadi prioritas untuk memperluas peran dan keterlibatan alumni.

Purnomo juga mengajak seluruh keluarga besar IKAL Lemhannas untuk solid, berintegritas, dan sinergi dalam mengemban tugas masing- masing.

"Kita semua adalah satu keluarga, satu barisan, dan satu tekad," katanya.

Pada kesempatan itu, ia turut menyampaikan penghargaan kepada Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar yang telah memimpin IKAL Lemhannas selama empat periode. serta kepada pelaksana tugas Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas atas kontribusi dan pengabdiannya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina IKAL Lemhannas RI, Tb. Ace Hasan Syadzily, menegaskan, pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali soliditas alumni Lemhannas.

"IKAL-Lemhannas harus mampu menjadi rumah bersama seluruh alumni, tanpa sekat dan tanpa polarisasi, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara," ujarnya.

Ace Hasan menilai Munaslub IKAL Lemhannas 2026 yang digelar pada 11 April 2026 menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan organisasi sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan para 
alumni.

Ia berharap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Prof. Purnomo Yusgiantoro dapat membawa IKAL Lemhannas menjadi organisasi yang semakin solid, adaptif, dan berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan nasional serta menjaga ketahanan nasional Indonesia.

Prof. Purnomo Yusgiantoro sendiri dikenal sebagai tokoh nasional dengan pengalaman panjang di bidang energi, pertahanan, dan akademik. Ia pernah menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2000–2009, Menteri Pertahanan 2010–2014, serta Wakil Gubernur Lemhannas RI periode 1998–2000.

Saat ini, Purnomo menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Energi, Guru Besar Universitas Pertahanan Indonesia dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan akademik serta telah menerima sejumlah penghargaan nasional maupun internasional termasuk Bintang Mahaputera Adipradana (2013) dan Bintang Mahaputera Adipurna (2025). (*)

PWI Pusat Tetapkan Susunan Pengurus Baru, Marthen Selamet Susanto Jabat Sekjen    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

PWI Pusat Tetapkan Susunan Pengurus Baru, Marthen Selamet Susanto Jabat Sekjen
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menetapkan Marthen Selamet Susanto sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat yang baru. Sebelum dipercaya menduduki posisi Sekjen, Marthen menjabat Bendahara Umum PWI Pusat. (Foto: Humas PWI). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan penyesuaian susunan kepengurusan harian melalui Surat Keputusan PWI Pusat Nomor 081-PLP/PP-PWI/V/2026 tanggal 18 Mei 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan menyusul wafatnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menetapkan Marthen Selamet Susanto sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat yang baru. Sebelum dipercaya menduduki posisi Sekjen, Marthen menjabat Bendahara Umum PWI Pusat.

Sementara itu, posisi Wakil Sekretaris Jenderal diisi Haryo Ristamaji, Suprapto Sastro Atmojo, dan Kadirah.

Seiring reposisi tersebut, jabatan Bendahara Umum kini diisi Sumber Rajasa Ginting yang sebelumnya menjabat Wakil Bendahara Umum. Untuk mendukung tugas kebendaharaan, Badar Subur ditetapkan sebagai Wakil Bendahara Umum I dan Herlina sebagai Wakil Bendahara Umum II.

“Perubahan susunan pengurus ini dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal serta menjaga kesinambungan program-program PWI Pusat,” kata Akhmad Munir, Senin (19/5/2026).

Selain pergantian Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum, PWI Pusat juga melakukan sejumlah reposisi di jajaran pengurus harian.

Bidang Organisasi dan Keanggotaan tetap dipimpin Zulkifli Gani Ottoh dengan Djoko Tetuko Abdul Latif sebagai Wakil Ketua. Bidang Pembinaan Daerah juga masih diketuai Mirza Zulhadi dengan Wakil Ketua Novrizon Burman dan Sarjono.

Di Bidang Pendidikan, Agus Sudibyo tetap dipercaya sebagai Ketua didampingi Zarman Syah dan kini didampingi Iskandar Zulkarnain. Sementara Bidang Kerjasama dan Kemitraan dipimpin Ariawan dengan para wakil ketua Amy Atmanto, M. Sarwani, Abdullah Sammy, dan Ki Agus Firdaus.

Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum diketuai Anrico Pasaribu dan kini didampingi Baren Antoni Siagian dan Jimmy Endey sebagai wakil ketua. Adapun Bidang Hubungan Luar Negeri dipimpin Irfan Junaidi dengan Aldi Gultom sebagai wakil ketua.

Untuk Bidang Multimedia dan IT, Hilman Hidayat tetap dipercaya sebagai ketua dengan Merdi Sofansyah dan Agus Salim Alwi Hamu sebagai wakil ketua. Sedangkan Bidang Media dan Penyiaran tetap diketuai Auri Jaya dengan Danang Sanggabuana dan Dede Apriadi sebagai wakil ketua.

Pada Bidang Pengelolaan Aset, Endang Werdiningsih menjabat ketua didampingi Hari Wibowo dan Rabiatun Drakel.

Akhmad Munir berharap susunan kepengurusan yang baru dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melanjutkan pengabdian dan semangat yang telah diwariskan almarhum Zulmansyah Sekedang bagi PWI dan dunia pers nasional. (*)

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Minta Pengawasan terhadap Ruang Digital Diperketat, Ini Alasannya    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Minta Pengawasan terhadap Ruang Digital Diperketat, Ini Alasannya
KAMMI Kota Padang mengadakan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, pada Selasa, (21/1/2024). (Foto Ilustrasi: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang H. Ustad Muharlion meminta Muharlion meminta pengawasan terhadap ruang digital diperketat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh konten yang dinilai menyimpang.

“Konten-konten yang mengarah pada kampanye LGBT harus diawasi secara serius. Pemerintah bersama pihak terkait harus memastikan ruang digital tetap sehat dan tidak merusak moral anak bangsa,” tegasnya, Selasa (19/5).

Ia menilai perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak besar terhadap pola pergaulan anak dan remaja. Kemudahan mengakses media sosial serta berbagai platform digital disebut membuka ruang masuknya konten-konten yang dianggap bertentangan dengan norma agama dan budaya masyarakat Minangkabau.

Muharlion, menegaskan perlunya langkah konkret dan terukur untuk mencegah penyebaran perilaku LGBT di kalangan generasi muda. Menurutnya, penguatan pendidikan karakter, nilai agama, serta pengawasan ruang digital harus menjadi perhatian bersama.

“Pencegahan LGBT tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh adat hingga lingkungan sosial. Pendidikan karakter dan penguatan nilai agama harus menjadi benteng utama generasi muda,” ujar Muharlion. 

Selain pengawasan digital, Muharlion juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, LKAAM, tokoh agama, dan keluarga dalam melakukan pembinaan terhadap anak-anak dan remaja.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara sistematis melalui pendidikan karakter, penguatan keagamaan, hingga penyuluhan kesehatan mental dan reproduksi di lingkungan pendidikan.

Di sisi regulasi, Pemko Padang kini telah memberlakukan Perda Nomor 1 Tahun 2025 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). Dalam perda tersebut, fenomena LGBT secara khusus dimasukkan sebagai bagian dari penyakit sosial bersama persoalan maksiat dan kenakalan remaja.

Regulasi baru itu sekaligus menggantikan Perda Nomor 11 Tahun 2005 yang dinilai tidak lagi relevan dengan perkembangan kondisi sosial masyarakat saat ini. Pemerintah daerah menjadikan pencegahan LGBT sebagai salah satu prioritas demi menjaga norma sosial, adat istiadat, serta citra Kota Padang sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya.

Tak hanya di tingkat daerah, pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika juga disebut terus melakukan penyaringan terhadap konten, film, dan aplikasi digital yang dinilai memuat kampanye LGBT di berbagai platform daring.

Muharlion berharap langkah pencegahan tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tetap memiliki karakter kuat dan tidak kehilangan jati diri budaya serta nilai-nilai keagamaan.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga ketertiban sosial dan masa depan generasi muda Indonesia,” pungkasnya.(Edg)

Editor: Zamri Yahya, SH. I., WU

Bertemu Unsur Pimpinan ITP, Wako Dorong PT di Kota Padang Berkembang Jadi Workforce University    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

Bertemu Unsur Pimpinan ITP, Wako Dorong PT di Kota Padang Berkembang Jadi Workforce University
Wali Kota Padang Fadly Amran bertemu dengan pimpinan perguruan tinggi Institut Teknologi Padang (ITP). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran bertemu dengan pimpinan perguruan tinggi Institut Teknologi Padang (ITP), di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (19/5/2026).

Wali Kota Padang Fadly Amran pada kesempatan itu didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, Kadis Kominfo Tommy TRD, serta Kabag Kerja Sama Otto Damanik.

Hadir juga Rektor ITP Prof. Maidiawati, Wakil Rektor I Prof. M. Yahya, Wakil Rektor II Prof. Yusreni Warmi, Wakil Rektor III Firmansyah David PhD, Dekan Fakultas Teknik Dr. Nofriadi Handra, Dekan Fakultas Vokasi Dr. Fajar Nugroho, dan Kepala Humas Dr. Herix Sonata.

“Kami telah bekerja sama dengan Sampoerna University dan mengirimkan 14 pelajar ke Arizona State University, Amerika Serikat. Kemudian kerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia terkait Smart City, serta Padang Rancak Award bersama Universitas Ekasakti. Kami juga mendorong ITP ikut bekerja sama dengan Pemko Padang dalam menyukseskan Progul Pemko Padang," katanya. 

Pemerintah Kota Padang telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk periode 2025–2045. Selama dua puluh tahun ke depan, Pemerintah Kota Padang fokus pada penguatan Padang sebagai kota jasa berbasis perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

“Kami juga akan menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Malaysia. Kami mengajak ITP untuk bisa terlibat dalam kegiatan ini sehingga kita dapat membantu mahasiswa melanjutkan kuliah di Malaysia," cakapnya. 

Pemerintah Kota Padang mendorong keterlibatan ITP dalam mewujudkan program-program unggulan Pemerintah Kota Padang. Salah satunya Program Padang Juara, berupa pemberian beasiswa bagi anak-anak Kota Padang untuk kuliah di luar negeri.

“Melalui kerja sama ini kami ingin mendorong perguruan tinggi di Kota Padang berkembang menjadi workforce university, yang mampu menghasilkan lulusan siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri," harapnya. 

Pemerintah Kota Padang juga memiliki Progul seperti Padang Melayani yang mencakup pemberian bantuan untuk kelompok pertanian dan perikanan, serta Progul UMKM Naik Kelas berupa peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Pemerintah Kota Padang mendorong ITP untuk melakukan riset dan inovasi guna mendukung program-program tersebut.

Rektor ITP Prof. Maidiawati mengatakan, pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang, serta mensinergikan program Pemerintah Kota Padang dengan ITP. ITP telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Padang terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“ITP siap mendukung program-program Pemerintah Kota Padang terkait Padang Juara. ITP juga telah memiliki hubungan kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia dan Kamboja," jelasnya. (Tommy) 

Editor: Zamri Yahya, SH. I., WU

Riki Ekoni Saputra Wakili Sumbar di Ajang Kalpataru Nasional 2026 Berkat Pemulihan Lahan Bekas Tambang di Sawahlunto    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

Riki Ekoni Saputra Wakili Sumbar di Ajang Kalpataru Nasional 2026 Berkat Pemulihan Lahan Bekas Tambang di Sawahlunto
Pencapaian ini menempatkan Riki sebagai wakil Provinsi Sumatera Barat dalam ajang penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup di Indonesia. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dedikasi dan kerja nyata dalam memulihkan lingkungan mengantarkan Riki Ekoni Saputra, putra asal Kota Sawahlunto, masuk sebagai nominasi penerima Penghargaan Kalpataru 2026 kategori Perintis Lingkungan tingkat nasional.

Pencapaian ini menempatkan Riki sebagai wakil Provinsi Sumatera Barat dalam ajang penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup di Indonesia.

Riki dikenal melalui inisiatifnya mengolah lahan bekas tambang yang sebelumnya kritis dan tidak produktif menjadi kawasan yang kembali bernilai guna. 

Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada rehabilitasi lahan, tetapi juga menunjukkan bahwa kawasan pascatambang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung pemulihan ekosistem sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari PT Bukit Asam Tbk yang memberikan izin pemanfaatan lahan, pelatihan teknis pengolahan tanah bekas tambang, serta pembinaan melalui program bina lingkungan perusahaan.

Sebagai bagian dari tahapan penilaian, tim verifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memeriksa kesesuaian data administrasi dengan kondisi di lapangan. 

Proses verifikasi faktual berlangsung selama dua hari, pada Senin (18/5/2026) hingga Selasa (19/5/2026).

Dalam proses tersebut, Riki didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Sawahlunto, antara lain Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPKPPLH), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Komunikasi dan Informatika.

Sejumlah awak media lokal juga turut mengikuti dan mendokumentasikan proses verifikasi sejak awal.

Riyanda Putra menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan doa serta dukungan agar Riki dapat meraih penghargaan tersebut.

“Marilah kita bersama-sama memberikan dukungan dan doa terbaik agar Riki Ekoni Saputra dapat meraih Penghargaan Kalpataru Perintis 2026 dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Sumatera Barat, khususnya Kota Sawahlunto. Keberhasilan ini diharapkan tidak berhenti pada penghargaan semata, tetapi menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk semakin aktif dalam upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup,” ujar Riyanda Putra.

Pemerintah Kota Sawahlunto menilai kiprah Riki Ekoni Saputra membuktikan bahwa gerakan yang lahir dari kepedulian masyarakat lokal mampu menghasilkan dampak nyata dan memperoleh pengakuan di tingkat nasional. 

Inisiatif tersebut diharapkan menjadi inspirasi bahwa pemulihan lingkungan tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya masa depan yang lebih berkelanjutan. (*)

Pewarta: Marjafri

BAZNAS Hadir  Bantuan Sembako dan Uang Tunai Diterima di Tengah Keterbatasan    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

BAZNAS Hadir  Bantuan Sembako dan Uang Tunai Diterima di Tengah Keterbatasan
Keprihatinan mendalam ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menyentuh langsung kehidupan warga yang membutuhkan. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Keprihatinan mendalam ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menyentuh langsung kehidupan warga yang membutuhkan.

Kepala BAZNAS Kabupaten/Kota, AKBP (Purn) Zaini, SH, memimpin langsung kegiatan penyerahan bantuan paket sembako dan uang tunai kepada keluarga Ibu Yeni Silvia, yang beralamat di Jalan Kaili, Pincuran Tujuah, RT 05 RW 02, Selasa (19/05/2026).

Ibu Yeni Silvia merupakan seorang janda berstatus cerai mati, yang kini harus berjuang seorang diri membesarkan dan menghidupi keenam anaknya. 

Di antara ke enam anak tersebut, satu di antaranya masih berusia bayi, sehingga beban dan tanggung jawab yang dipikulnya terasa semakin berat di tengah keterbatasan ekonomi yang ada.

Dalam penyerahannya, AKBP (Purn) Zaini, SH menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran lembaga dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat yang mampu kepada mereka yang berhak menerima.

Ia berharap perhatian ini dapat sedikit meringankan beban pengeluaran keluarga tersebut, terutama untuk kebutuhan pokok dan kebutuhan sang buah hati yang masih berusia dini.

“Kami sangat tersentuh melihat ketabahan Ibu Yeni yang berjuang sendirian merawat enam orang anak, salah satunya masih bayi. Tugas kami adalah memastikan bantuan ini sampai tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya. Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama agar mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari dengan layak,” ujar AKBP (Purn) Zaini saat menyalurkan bantuan.

Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS akan terus berkomitmen menjangkau kelompok masyarakat yang rentan dan kurang mampu. 

Perhatian khusus diberikan kepada keluarga yang dipimpin oleh ibu rumah tangga yang berjuang sendiri, mengingat beban hidup yang harus ditanggung terbilang cukup berat.

Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Yeni Silvia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan. 

Bagi dirinya yang harus berjuang menghidupi anak-anak tanpa pendamping, bantuan ini sangat berarti dan menjadi harapan baru untuk melanjutkan hidup.

“Terima kasih banyak kepada BAZNAS dan seluruh donatur. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, apalagi untuk kebutuhan susu dan perlengkapan adik yang masih bayi. Semoga langkah baik ini dibalas dengan keberkahan yang berlipat ganda,” ungkapnya haru.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai kepedulian dan berbagi terus hidup di tengah masyarakat. 

BAZNAS berharap, ke depannya semakin banyak pihak yang tergerak untuk peduli dan bergandengan tangan membantu sesama, sehingga tidak ada warga yang tertinggal atau terbebani berat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.(80)

Sidak ke Kantor Kelurahan Sungai Sapih, Wawako Maigus Nasir Sorot Anak Tidak Sekolah dan Lihat Kondisi Jalan Berlobang    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

Sidak ke Kantor Kelurahan Sungai Sapih, Wawako Maigus Nasir Sorot Anak Tidak Sekolah dan Lihat Kondisi Jalan Berlobang
Wawako Padang, Maigus Nasir melakukan Inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Selasa (19/5/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir melakukan Inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Selasa (19/5/2026), guna memastikan pelayanan masyarakat berjalan optimal sekaligus meninjau persoalan sosial dan infrastruktur di wilayah tersebut.

Maigus Nasir menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang. Berdasarkan data Kelurahan Sungai Sapih, jumlah ATS pada 2025 tercatat sebanyak 88 orang dan berhasil menurun menjadi 77 orang pada 2026.

“Ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang, karena anak-anak kita tidak boleh kehilangan masa depan akibat terkendala akses pendidikan atau persoalan ekonomi keluarga. Kita ingin seluruh anak di Kota Padang mendapatkan hak pendidikan yang layak," katanya. 

Maigus meminta seluruh unsur kelurahan, RT/RW, dan tokoh masyarakat aktif melakukan pendataan serta pendekatan kepada keluarga anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara maksimal. Pemerintah Kota Padang melalui Program Unggulan (Progul) “Padang Juara” terus berupaya menekan angka ATS sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda.

Program tersebut tidak hanya fokus pada pendataan dan pendampingan anak putus sekolah, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas pendidikan, termasuk bantuan beasiswa bagi pelajar berprestasi dan masyarakat kurang mampu.

“Pemerintah Kota Padang juga membuka peluang beasiswa pendidikan hingga ke luar negeri bagi generasi muda yang memiliki kemampuan akademik dan semangat belajar tinggi. Kita ingin anak-anak Kota Padang menjadi generasi yang berdaya saing global," ujarnya. 

Selain sektor pendidikan, sidak tersebut juga dimanfaatkan Maigus Nasir untuk meninjau kondisi infrastruktur lingkungan, khususnya sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan dan berlubang di Kelurahan Sungai Sapih.

Wawako meminta lurah beserta jajaran segera mendata secara rinci titik-titik jalan rusak yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun menghambat aktivitas warga.

“Saya minta seluruh jalan yang berlubang segera didata. Jangan menunggu kerusakan semakin parah, karena infrastruktur yang baik sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan masyarakat," tegasnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH. I., WU

Praktek PETI Kian Masif, Gubernur Sumbar Ajak Forkopimda Bersatu Selamatkan Lingkungan dan Masyarakat    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

Praktek PETI Kian Masif, Gubernur Sumbar Ajak Forkopimda Bersatu Selamatkan Lingkungan dan Masyarakat
Menurutnya, aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga telah mengancam keselamatan masyarakat dan memakan banyak korban jiwa. (Foto: Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya langkah bersama seluruh unsur Forkopimda untuk menghentikan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang kian masif di sejumlah daerah di Sumbar.

Menurutnya, aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga telah mengancam keselamatan masyarakat dan memakan banyak korban jiwa.

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Forkopimda Sumbar di Istana Gubernur, Selasa (19/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi mengajak seluruh aparat penegak hukum dan pemerintah daerah memperkuat sinergi dalam melakukan penertiban PETI di lapangan.

“Hal-hal yang merusak, yang ilegal, yang melanggar hukum, mari kita sepakati bersama untuk kita tindak tegas. Kalau tidak, korban akan terus berjatuhan,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi menyebut, dampak aktivitas PETI saat ini tidak bisa lagi dianggap persoalan biasa.

Kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga meningkatnya risiko banjir bandang dan galodo menjadi ancaman nyata yang harus segera diantisipasi bersama.

“Kerusakan lingkungan akan semakin parah. Banjir bandang, galodo, dan berbagai musibah akan semakin besar ke depan. Taruhannya adalah keselamatan masyarakat kita dan masa depan Sumatera Barat,” ujarnya.

Meski demikian, Mahyeldi menekankan bahwa pemerintah tetap memperhatikan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas tambang rakyat. 

Karena itu, Pemprov Sumbar terus mendorong percepatan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar aktivitas pertambangan dapat berjalan sesuai aturan dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan cara yang membahayakan diri sendiri dan merusak lingkungan,” ucapnya.

Dalam FGD tersebut, Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi mengungkapkan aktivitas PETI di Sumbar masih berlangsung cukup masif. 

Bahkan dalam dua pekan terakhir tercatat beberapa insiden di lokasi tambang ilegal yang menyebabkan sembilan orang meninggal dunia.

Menurut Helmi, sejak 2020 hingga 2026 sudah puluhan korban jiwa akibat aktivitas penambangan tanpa izin.

Berdasarkan pemetaan Dinas ESDM, terdapat enam daerah yang menjadi titik rawan PETI, yakni Solok Selatan, Kabupaten Solok, Dharmasraya, Sijunjung, Pasaman, dan Pasaman Barat. Aktivitas serupa juga mulai terdeteksi di Sawahlunto.

Ia memperkirakan terdapat sekitar 200 hingga 300 titik tambang ilegal di berbagai wilayah Sumbar. 

Dari hasil citra satelit yang dipaparkan, terlihat bukaan lahan dan kerusakan kawasan hutan terjadi cukup luas, termasuk di sepanjang aliran sungai.

“Bukaan kawasan hutan cukup lebar dan juga terjadi di kawasan sungai,” kata Helmi.

Aktivitas PETI di kawasan Geopark Silokek, Kabupaten Sijunjung, juga menjadi perhatian serius karena kawasan tersebut akan menjalani asesmen geopark dalam waktu dekat. 

Namun, aktivitas tambang ilegal masih ditemukan menggunakan kapal kecil penyedot sedimen sungai.

Sementara itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Mukhlis meminta seluruh pihak terbuka terhadap dugaan keterlibatan oknum maupun pihak yang membekingi aktivitas tambang ilegal.

“Catat siapa pemodalnya, siapa bekingnya, masyarakatnya dari mana. Setelah itu baru kita ambil tindakan tegas,” ujarnya.

FGD tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat penindakan PETI sekaligus mempercepat legalisasi tambang rakyat melalui skema WPR dan IPR. (Adpsb/cen/bud)

Nomor 110: Jalur Cepat Layanan Polres Solok Kota, Respon Cegah dan Ungkap Tindak Pidana 24 Jam Penuh    
Selasa, Mei 19, 2026

On Selasa, Mei 19, 2026

Nomor 110: Jalur Cepat Layanan Polres Solok Kota, Respon Cegah dan Ungkap Tindak Pidana 24 Jam Penuh
Layanan darurat nomor 110 yang dijalankan Polres Solok Kota bukan sekadar saluran pengaduan biasa, melainkan garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus mempercepat penanganan kasus kriminal.  (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Layanan darurat nomor 110 yang dijalankan Polres Solok Kota bukan sekadar saluran pengaduan biasa, melainkan garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus mempercepat penanganan kasus kriminal. 

Hal ini ditegaskan oleh Kapolres Solok Kota AKBP Masud Ahmad melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Solok Kota dalam penjelasannya terkait peran vital layanan tersebut bagi masyarakat, Selasa (19/5/2026).

Menurut Kasat Reskrim, keberadaan jalur cepat ini menjadi ujung tombak bagi pihak kepolisian, khususnya jajaran Reskrim, untuk mendapatkan informasi secara dini terkait berbagai peristiwa hukum, mulai dari dugaan tindak pidana, gangguan ketertiban, hingga situasi darurat yang mengancam keselamatan bersama. 

Layanan ini beroperasi non-stop selama 24 jam, setiap hari tanpa libur, dan dapat dihubungi secara gratis melalui telepon rumah maupun gawai.

“Bagi kami di bidang Reskrim, nomor 110 adalah sumber informasi utama dan penghubung paling efektif dengan masyarakat. Begitu panggilan masuk dan data diverifikasi, kami langsung bergerak mengerahkan unit terdekat ke lokasi. Kecepatan waktu dalam merespons laporan sangat menentukan keberhasilan penanganan kasus, pengamanan barang bukti, hingga pengungkapan pelaku tindak pidana,” jelas Kasat Reskrim.

Ia menambahkan, banyak kasus pencurian, penganiayaan, maupun tindak kriminal lainnya dapat segera ditangani dan diungkap berkat kepekaan warga yang segera menghubungi layanan ini. 

Kehadiran layanan ini juga menjadi bentuk pencegahan dini, di mana potensi kejahatan dapat diputus sejak dini karena kepolisian hadir tepat waktu berkat laporan masyarakat.

Lebih jauh, Kasat Reskrim mengingatkan bahwa layanan 110 juga menerima informasi, keluhan, maupun saran terkait kinerja kepolisian maupun dugaan tindak pidana lain yang butuh penanganan khusus.

Transparansi dan kecepatan penindakan adalah komitmen yang terus dijaga agar kepercayaan publik tetap terjaga.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak ragu menghubungi 110 jika melihat hal mencurigakan atau mengalami kejadian yang tidak diinginkan. Namun, kami juga mohon digunakan dengan bijak. Hindari panggilan palsu atau iseng, karena hal itu bisa menghambat penanganan kasus nyata yang butuh pertolongan secepatnya,” tegasnya.

Dengan dukungan partisipasi aktif warga melalui jalur cepat ini, Polres Solok Kota berharap sinergitas antara polisi dan masyarakat semakin kuat. 

Hal ini menjadi kunci utama mewujudkan wilayah yang aman, damai, dan bebas dari ancaman kejahatan bagi seluruh warga Solok Kota.(80)