HEADLINE
Percepat Pengembangan BRT Trans Paliko, Pemko Payakumbuh Susun MoU    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Percepat Pengembangan BRT Trans Paliko, Pemko Payakumbuh Susun MoU
Rapat koordinasi sinkronisasi implementasi BRT Trans Paliko, pembentukan Tim Akselerasi Angkutan Massal, dan penyusunan nota kesepahaman (MoU). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyepakati pendanaan bersama (joint funding) untuk mempercepat pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Paliko sebagai layanan transportasi massal yang menghubungkan kedua daerah.

Selain menyiapkan pendanaan bersama, ketiga pemerintah daerah akan mengupayakan dukungan pemerintah pusat melalui skema Buy The Service (BTS) untuk mendukung operasional Trans Paliko.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi sinkronisasi implementasi BRT Trans Paliko, pembentukan Tim Akselerasi Angkutan Massal, dan penyusunan nota kesepahaman (MoU) di Ruang Rapat Zainal Bakar, Istana Gubernur Sumatera Barat, Kamis (6/8/2026).

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda mengatakan Pemko Payakumbuh mendukung pengembangan Trans Paliko karena transportasi umum menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat.

"Transportasi umum merupakan kebutuhan penting masyarakat sehingga kami mendukung penuh inisiatif pengembangan BRT Trans Paliko," kata Rida.

Pemko Payakumbuh juga merencanakan pengadaan 13 unit kendaraan listrik untuk melayani angkutan perkotaan. Rida mengatakan rencana tersebut perlu diintegrasikan dengan jaringan Trans Paliko agar kedua layanan tidak berjalan sendiri-sendiri.

"Kita juga akan mengadakan 13 unit kendaraan listrik untuk angkutan perkotaan. Karena itu, perlu ada sinkronisasi antara trayek kendaraan listrik dengan Trans Paliko," ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Rajman Sunardi mengatakan kehadiran angkutan massal diharapkan menyediakan pilihan mobilitas yang lebih efisien sekaligus mengurangi beban biaya transportasi masyarakat.

"Keberadaan angkutan massal ini salah satunya bertujuan mengurangi beban ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut Rajman, Dishub Payakumbuh saat ini tengah menyusun Feasibility Study (FS) angkutan perkotaan dan menguji coba layanan angkutan gratis bagi pelajar. Hasil kajian tersebut akan diselaraskan dengan rencana operasional Trans Paliko.

Ia mengatakan rute dan kapasitas layanan perlu disusun secara terukur agar tidak terjadi tumpang tindih dengan angkutan lokal, termasuk dengan rencana trayek kendaraan listrik di Payakumbuh.

"Integrasi trayek Trans Paliko dengan rencana trayek kendaraan listrik perlu dibahas lebih lanjut agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya.

Rajman juga mengatakan perhitungan kapasitas angkut harus dilakukan secara cermat karena jumlah penumpang dan kebutuhan armada akan menentukan efisiensi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) serta kebutuhan subsidi.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri mengatakan Pemprov Sumbar bersama Pemko Payakumbuh dan Pemkab Lima Puluh Kota memiliki kesamaan pandangan untuk mempercepat pengembangan Trans Paliko.

"Seluruh pihak sepakat dan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan BRT Trans Paliko," kata Adib.

Untuk mempercepat proses tersebut, ketiga pemerintah daerah akan membentuk Tim Akselerasi Angkutan Massal. Tim tersebut akan ditetapkan melalui surat keputusan dengan pembagian tugas dan kewenangan masing-masing sehingga koordinasi lintas daerah memiliki dasar kelembagaan yang jelas.

Dari sisi pembiayaan, beban pendanaan akan dibagi berdasarkan kemampuan fiskal masing-masing daerah.

"Pembiayaan akan kita lakukan secara bersama antara pemerintah provinsi, Payakumbuh dan Lima Puluh Kota dengan memperhatikan kemampuan fiskal masing-masing daerah," ujarnya.

Pemerintah daerah juga akan mengajukan dukungan kepada Kementerian Perhubungan melalui skema BTS maupun sumber pendanaan lainnya untuk mendukung keberlanjutan operasional Trans Paliko.

Apabila kebutuhan anggaran belum dapat dialokasikan dalam APBD berjalan, pemerintah daerah akan mengusulkannya dalam RAPBD sebagai program prioritas. Pemprov Sumbar juga akan menyurati Pemko Payakumbuh dan Pemkab Lima Puluh Kota untuk menyiapkan alokasi anggaran masing-masing.

Ketiga pemerintah daerah selanjutnya menyusun draf MoU antara Gubernur Sumatera Barat, Wali Kota Payakumbuh, dan Bupati Lima Puluh Kota sebagai dasar kerja sama pengembangan dan penyelenggaraan BRT Trans Paliko.

Kajian teknis akan dilakukan secara bertahap, meliputi kapasitas angkut, efisiensi BOK, integrasi rute, dan kemungkinan penambahan koridor di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.

Adib mengatakan pengembangan Trans Paliko harus diarahkan pada layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan.

"Kita ingin Trans Paliko menjadi transportasi massal yang terintegrasi, berkelanjutan, meringankan beban masyarakat, dan pada akhirnya menjadi ikon transportasi daerah," katanya. (HM)

Ketua DPR Kota Padang, Muharlion Ceritakan Peristiwa Heroik Pasukan Berbangso Taji dari Pauh dan Koto Tangah: Cikal Bakal Kota Padang    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Ustad Muharlion
Ketua DPRD Kota Padang Ustad Muharlion, S. Pd., mengungkap peristiwa heroik pasukan Berbangso Taji dari Pauh dan Koto Tangah. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang Ustad Muharlion, S. Pd., mengungkap peristiwa heroik pasukan Berbangso Taji dari Pauh dan Koto Tangah pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang ke-357 tahun, Jum'at, 7 Agustus 2026.

"Hari jadi Kota Padang sejak 357 tahun yang lalu, kita peringati atas terjadinya peristiwa heroik, masyarakat waktu itu membuktikan bahwa merekalah pribumi, tuan rumah dan pemilik sah negeri ini," ungkapnya.

Menurutnya, peristiwa itu ditandai dengan penyerbuan, pembakaran loji-loji, gudang, dan benteng belanda yang dilakukan dengan keberanian dan tekad yang kuat melawan penjajah. 

Dijelaskanny, penyerbuan pertama dilakukan tanggal 7 Agustus tahun 1669 dimana Pasukan Berbangso Taji dari Pauh, Koto Tangah dengan dukungan penuh masyarakat melakukan penyerangan ke loji-loji belanda, penyerangan ini mengakibatkan jatuh korban dari kedua belah pihak, dan mendatangkan kerugian sangat besar bagi pemerintah belanda, sedangkan penyerbuan kedua dilakukan pada tahun 1680.

"Momen penyerangan pertama tanggal 7 Agustus 1669 kemudian kita peringati sebagai hari jadi kota padang, sembari mengenang kembali nilai-nilai moral dan nilai-nilai keberanian yang dipersembahkan secara tulus oleh tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun kota yang kita cintai ini," tuturnya.

"Apa yang telah diperbuat pendahulu kita haruslah memberikan tantangan dan menjadi motivasi bagi kita untuk memberikan yang terbaik bagi kota ini. hari ini mungkin pendahulu kita tidak sempat melihat dan menikmati keindahan kota padang saat ini," lanjutnya. 

Gerakan Segala Potensi

Dikatakannya, Kota Padang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Barat, dalam masa pemerintah Walikota dan Wakil Walikota H. Fadly Amran dan Maigus Nasir, yang mempunyai visi yaitu menggerakkan segala potensi untuk mewujudkan kota pintar (smart city)  dan kota sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.

"Pemerintah Kota Padang dengan delapan misi dan sembilan program unggulan akan mencoba mencapai prestasi diberbagai sektor kehidupan bermasyarakat, semuanya adalah untuk mewujudkam warga Kota Padang yang merasakan kehidupan yang nyaman sejahtera dan berbudaya tinggi dan bermartabat," tegasnya.

Menurutnya, dalam penyelenggaraan pembangunan kota, Pemerintahan Kota Padang yaitu DPRD dan pemerintah kota sepakat untuk bersama bahu membahu antara pemerintahan daerah dan seluruh komponen masyarakat untuk mengatasi semua kesulitan, hambatan, dan keterbatasan. 

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing." Untuk tema hari jadi Kota Padang tahun 2026 ini adalah : “taste of padang experince road to gastronomy city’
(rasa yang mengikat warisan yang menghidupkan). Hal ini sejalan dengan falsafah kita, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah," urainya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

BPS Mencatat IPM Sumbar Tahun 2025 Mencapai 77,27, Meningkat 0,84 Poin    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

BPS Mencatat IPM Sumbar Tahun 2025 Mencapai 77,27, Meningkat 0,84 Poin
Ketua MKKS SMA Provinsi Sumbar, Martin. S.Pd., M.Pd, didampingi Ketua MKKS SMK, RDS Deta Mahendra, S. Pd, M.M, Selasa (11/8). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kendatipun data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IPM Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2025 mencapai 77,27, meningkat 0,84 poin dibandingkan 2024 yang berada pada angka 76,43 dan berada di peringkat keenam secara nasional. Namun, capaian tersebut dinilai bukan alasan untuk berhenti berbenah. 

Justru, peningkatan kualitas pendidikan harus terus digenjot karena pendidikan menjadi salah satu komponen penting dalam penghitungan IPM melalui indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memperkuat kualitas tenaga pendidik adalah melalui Sumbar Teacher Summit 2026. Kegiatan ini digagas Indonesia Inspiring Teacher bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK dan SLB Sumatera Barat.

Sumbar Teacher Summit 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 dan 14 Agustus 2026 dengan konsep hybrid. Peserta dapat mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring, sehingga kesempatan mengikuti agenda pengembangan kompetensi ini dapat menjangkau guru dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Seperti yang disebutkan Ketua MKKS SMA Provinsi Sumbar, Martin. S.Pd., M.Pd, didampingi Ketua MKKS SMK, RDS Deta Mahendra, S. Pd, M.M, Selasa (11/8) peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru di SMA/SMK dan SLB merupakan fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional secara keseluruhan. 

Guru berperan langsung dalam transformasi pembelajaran di ruang kelas, sementara kepala sekolah bertindak sebagai pemimpin instruksional (instructional leader) yang mengorkestrasi ekosistem sekolah agar berpihak pada peserta didik. " Kegiatan yang diselenggaran ini berupa sukarela dan tidak ada paksaan untuk ikut, yang jelas tujuannya adalah untuk menambah kapasitas dan wawasan guru, " tetang Deta

Melalui kegiatan Sumbar Teacher Summit 2026 yang digagas oleh Indonesia Inspiring Teacher bersama dengan MKKS SMA, SMA dan SLB Provinsi Sumatera Barat adalah wadah untuk mengaktualisasikan diri di Era Digital ini sekaligus untuk memperkuat kualitas tenaga pendidik dan Kepala Sekolah khususnya di Sumbar

Kegiatan ini cukup positif, disamping kegiatannya berstandar nasional dan juga diisi oleh praktisi dan pakar pendidikan nasional sebagai pembicara. " Kami mengajak dan menghimbau guru-guru agar bisa memanfaatkan kegiatan Sumbar Teacher Summit ini untuk berperan serta menambah ilmu dan pengalaman, "  ujar Martin

Promotor kegiatan, Herdinal, mengatakan peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang semakin efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Guru tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga menjadi penggerak perubahan dan pembentuk karakter generasi masa depan,” tambah Deta Mahendra

Menurutnya, tantangan pendidikan terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan perubahan karakter peserta didik. 

Karena itu, guru perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, mengembangkan metode pembelajaran serta menciptakan suasana belajar yang relevan dan menyenangkan.

Panitia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum peningkatan kapasitas guru, tetapi juga berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kualitas pendidikan Sumatera Barat. 

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut serta mengajak para guru SMA, SMK dan SLB di Sumbar untuk mengambil bagian dalam Sumbar Teacher Summit 2026. (*) 

Visiting Professor di Bulan Merdeka, Sekolah Pascasarjana UNJ Siapkan Pemimpin Masa Depan    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Visiting Professor di Bulan Merdeka, Sekolah Pascasarjana UNJ Siapkan Pemimpin Masa Depan
Pascasarjana UNJ menggelar Visiting Professor bertajuk “Ecolinguistics in the Age of AI: Language, Digital Ecosystems, and Sustainability”, Senin (10/8/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperkuat perannya dalam menyiapkan pemimpin masa depan melalui penguatan wawasan global, karakter akademik, serta kemampuan merespons perubahan teknologi dan persoalan lingkungan. 

Langkah tersebut diwujudkan melalui berbagai forum akademik nasional dan internasional, termasuk program Visiting Professor yang menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi luar negeri.

Memasuki bulan kemerdekaan, Kampus Hijau UNJ di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Komarudin menghadirkan hajatan akademik berwawasan global.

Melalui Program Studi Doktor (S3) Linguistik Terapan, Sekolah Pascasarjana UNJ menggelar Visiting Professor bertajuk “Ecolinguistics in the Age of AI: Language, Digital Ecosystems, and Sustainability”, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bung Hatta, Sekolah Pascasarjana UNJ, tersebut menghadirkan Associate Professor Dr. Ju Seong Lee dari The Education University of Hong Kong.

Direktur Sekolah Pascasarjana UNJ, Prof. Dedi Purwana, mengapresiasi Kaprodi S3 Linguistik Terapan UNJ, Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd., beserta tim yang mengangkat tema ekolinguistik di era AI. Menurutnya, kajian tersebut memiliki relevansi kuat dengan perubahan kehidupan masyarakat.

UNJ, kata dia, memiliki perhatian besar terhadap isu future leader. Perkembangan teknologi berdampak pada cara manusia berkomunikasi, berpikir, dan berinteraksi, sementara persoalan lingkungan membutuhkan perhatian yang semakin serius.

“Pemimpin masa depan juga harus memahami isu ekolinguistik. Sejalan dengan perkembangan AI yang mengubah cara berbicara, menulis, berpikir, dan berinteraksi, pemimpin masa depan harus mampu memahami keterkaitan antara bahasa, teknologi, dan lingkungan,” ujar Prof. Dedi.

Menurutnya, Sekolah Pascasarjana UNJ juga mengembangkan International Visiting Scholar Program untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik internasional. 

Pada 2026, program tersebut menghadirkan 16 visiting scholars dari sejumlah negara, termasuk Jepang, Tiongkok, dan Australia.

Kehadiran Ju Seong Lee diharapkan membuka perspektif baru bagi sivitas akademika mengenai hubungan bahasa, lingkungan, serta perkembangan teknologi digital. 

Kajian tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang memiliki relevansi dengan persoalan masyarakat.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menekankan pentingnya memasukkan isu keberlanjutan dalam proses pembelajaran dan penelitian.

Menurutnya, ekolinguistik dapat menjadi ruang kajian yang menghubungkan bahasa dengan persoalan lingkungan dan berbagai tantangan global.

“Isu keberlanjutan, khususnya lingkungan, perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran dan penelitian. Ekolinguistik membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang menghubungkan bahasa dengan berbagai persoalan lingkungan dan tantangan global,” kata Prof. Ifan.

Dalam paparannya, Prof. Ifan menjelaskan bahwa ekolinguistik tidak sekadar mengkaji bahasa sebagai alat komunikasi. 

Bidang tersebut juga melihat hubungan antara bahasa, manusia, dan lingkungan, termasuk bagaimana pola pikir antroposentris dan konsumtif tercermin dalam penggunaan bahasa.

Sementara itu, Ju Seong Lee memperkenalkan pendekatan transdisipliner yang mendorong peneliti menghubungkan kajian akademik dengan persoalan nyata di masyarakat. 

Menurutnya, penelitian tidak semestinya berhenti pada publikasi, tetapi harus diarahkan untuk menghasilkan dampak sosial.

“Penelitian tidak seharusnya berhenti pada publikasi akademik, tetapi perlu diterjemahkan menjadi dampak sosial yang nyata,” ujar Lee.

Lee juga membahas Informal Digital Learning of English (IDLE), yakni pembelajaran bahasa Inggris secara mandiri melalui ruang digital di luar pendidikan formal.

Menonton video, mendengarkan musik, bermain gim, menggunakan media sosial, hingga berinteraksi dengan AI dapat menjadi bagian dari pembelajaran apabila dilakukan secara mandiri dan sesuai kebutuhan.

“Ruang digital membuka peluang besar untuk meningkatkan otonomi, motivasi, dan kemampuan komunikasi peserta didik. Ia mendorong penelitian lebih lanjut mengenai pembelajaran informal digital di Indonesia, termasuk pada peserta didik usia sekolah,” ucapnya.

Melalui program tersebut, Sekolah Pascasarjana UNJ menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan tinggi bukan hanya sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai arena pembentukan pemimpin yang mampu membaca perubahan, berpikir lintas disiplin, dan menghasilkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat. (*)

Ratusan Peserta Ikuti Perlombaan OAI di Pariaman    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Ratusan Peserta Ikuti Perlombaan OAI di Pariaman
Kegiatan itu dibuka oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad di GOR Rajo Bujang Kelurahan Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman, Senin (10/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ratusan peserta dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada  di lingkup Pemerintahan Kota Pariaman mengikuti “Perlombaan Olahraga Antar  Instansi (OAI) se-Kota Pariaman”.

Kegiatan itu dibuka oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad di GOR Rajo Bujang Kelurahan Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pemerintahan Kota Pariaman dalam rangka menyambut HUT RI ke-81. 

Selain itu untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2026 mendatang.

Dalam sambutannya Yota Balad menyampaikan bahwa, OAI ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga saja.

Tetapi juga sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi antar ASN di lingkup Pemerintahan Kota Pariaman sekaligus untuk menjaga kesehatan, dan membangun kekompakan antar ASN.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar mencari kemenangan saja, melainkan sebagai wadah mempererat kebersamaan dan kekompakan antar ASN," ujarnya.

Dikatakannya, olahraga ini juga bukan untuk memperebutkan jabatan  tapi untuk menjalin kebersamaan. (R/at)

Sekda Payakumbuh Lepas Kwarcab 0314 Gerakan Pramuka Mengikuti Jamnas XII Tahun 2026    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Rida Ananda
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh sekaligus Ketua Kwarcab 0314, Rida Ananda, di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Ahad (9/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) 0314 Gerakan Pramuka Kota Payakumbuh dilepas untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, 12–21 Agustus 2026.

Kontingen tersebut dilepas Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh sekaligus Ketua Kwarcab 0314, Rida Ananda, di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Ahad (9/8/2026).

Rida mengatakan keikutsertaan dalam Jamnas merupakan kesempatan berharga bagi anggota Pramuka karena mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menambah pengalaman, mengembangkan keterampilan, sekaligus memperkuat persaudaraan.

“Adik-adik akan bertemu dengan saudara kita dari Sabang sampai Merauke. Manfaatkan kesempatan ini untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa serta membangun persahabatan dengan sesama anggota Pramuka se-Nusantara,” ujar Rida.

Ia berpesan agar peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan menjaga sikap. Karakter Pramuka yang ramah, santun, mandiri, dan siap membantu sesama, kata dia, harus tercermin dalam setiap kegiatan.

“Belajarlah dengan rendah hati, bangun persahabatan tanpa memandang asal daerah, timba pengalaman sebanyak-banyaknya, dan bawa pulang pengalaman tersebut untuk menginspirasi teman-teman di pangkalan masing-masing,” pesannya.

Kontingen Kwarcab 0314 Payakumbuh terdiri atas 32 peserta didik, masing-masing 16 putra dan 16 putri, serta 14 pembina dan staf kontingen. Para peserta berasal dari sejumlah SMP dan MTs di Kota Payakumbuh dan telah melalui proses seleksi.

Rida mengapresiasi dukungan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, para Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus), pembina satuan, serta orang tua yang turut mendukung persiapan kontingen.

“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, Kakak mengucapkan selamat mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026. Jaga nama baik Kota Payakumbuh dan Kwarcab 0314. Semoga selamat dalam perjalanan pergi dan pulang,” tuturnya.

Pelepasan tersebut turut dihadiri Kepala Kesbangpol Kota Payakumbuh, Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, jajaran pengurus Kwarcab 0314, serta para orang tua peserta.

Kontingen Pramuka Payakumbuh diharapkan memanfaatkan Jamnas XII untuk memperluas wawasan, membangun persahabatan, dan mengasah keterampilan.

Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat dibawa pulang untuk memberi manfaat bagi sekolah, masyarakat, dan Gerakan Pramuka di Kota Payakumbuh. (HM)

Pekerja Informal Sektor Persampahan Dapat Diskon Iuran JKK-JKM 50 Persen    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Pekerja Informal Sektor Persampahan Dapat Diskon Iuran JKK-JKM 50 Persen
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah memberikan pelindungan jaminan sosial bagi pekerja informal sektor persampahan. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah memberikan pelindungan jaminan sosial bagi pekerja informal sektor persampahan. 

Salah satu bentuknya melalui keringanan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 50 persen. Dengan kebijakan tersebut, iuran yang sebelumnya Rp16.800 menjadi Rp8.400 per bulan.

"Kita ingin 100 persen pekerja Indonesia ter-cover jaminan sosialnya," kata Yassierli dalam acara Aksi Kolaborasi Peluncuran Pelindungan Sosial bagi Pekerja Informal Sektor Persampahan di Fasilitas RDF Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026).

Yassierli mengatakan ke ringanan iuran tersebut diberikan untuk membuat jaminan sosial ketenagakerjaan semakin terjangkau bagi pekerja informal. Kebijakan ini berlaku hingga akhir 2026 dan selanjutnya akan dievaluasi pemerintah.

"Teman-teman mendapatkan diskon 50 persen iuran JKK dan JKM," ujar Yassierli.

Yassierli berharap kebijakan tersebut dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak pekerja informal memperoleh pelindungan saat menghadapi risiko pekerjaan.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli menyebut pekerja sektor persampahan sebagai "pahlawan lingkungan" karena berperan dalam mengurangi sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan.

Menurutnya, kontribusi tersebut diikuti risiko pekerjaan yang tidak ringan, mulai dari bahaya biologis dan kimia, benda tajam, hingga kecelakaan fisik. Karena itu, pelindungan jaminan sosial menjadi bagian penting dalam memastikan mereka dapat bekerja dengan lebih aman.

Aksi Kolaborasi tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat. (*)