HEADLINE
Maigus Nasir Tinjau Final MTQ ke-42 Kota Padang, Potensi Qori-Qoriah Muda Siap Harumkan Sumbar di Tingkat Nasional    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Maigus Nasir Tinjau Final MTQ ke-42 Kota Padang, Potensi Qori-Qoriah Muda Siap Harumkan Sumbar di Tingkat Nasional
Maigus Nasir, meninjau langsung pelaksanaan final Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kota Padang di Masjid Al-Manar, Dadok, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang, Maigus Nasir, meninjau langsung pelaksanaan final Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kota Padang di Masjid Al-Manar, Dadok, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (13/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat potensi para peserta yang dinilai memiliki kemampuan luar biasa dalam mengembangkan prestasi Al-Quran.

Dalam peninjauan itu, Maigus Nasir menyaksikan langsung antusiasme peserta, ofisial, pelatih, serta masyarakat yang turut meramaikan pelaksanaan babak final. Kehadiran berbagai kalangan memperlihatkan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga ruang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran.

Maigus Nasir mengatakan, Kota Padang memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi Qurani yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat lebih tinggi. Menurutnya, kemampuan anak-anak daerah perlu terus dibina melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak.

"Kota Padang memiliki potensi untuk pengembangan anak-anak kita untuk bisa mengharumkan nama Kota Padang dan Sumatera Barat ke depan di kancah nasional," ujar Maigus Nasir saat meninjau pelaksanaan final MTQ ke-42 tersebut.

Ia menilai, pelaksanaan MTQ tahun ini terasa istimewa karena mendapat sambutan dari masyarakat berbagai kalangan. Tidak hanya peserta dan pendamping, anak-anak, siswa, hingga kelompok majelis taklim di sekitar lokasi juga ikut menunjukkan antusiasme dalam mendukung kegiatan tersebut.

Menurut Maigus, keterlibatan masyarakat menjadi modal penting dalam membumikan Al-Quran di tengah kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat program unggulan Smart Surau yang dicanangkan Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Selain mendorong prestasi di bidang tilawah dan cabang musabaqah lainnya, penyelenggaraan MTQ ke-42 juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan. Di Masjid Al-Manar, kaum ibu dan kelompok majelis taklim setempat turut berperan aktif membantu menyiapkan kebutuhan logistik serta konsumsi bagi pihak-pihak yang terlibat.

Maigus berharap, penyelenggaraan MTQ tidak berhenti sebagai agenda perlombaan semata, tetapi mampu meningkatkan aktivitas keagamaan di masjid dan lingkungan masyarakat. Ia juga berharap semangat yang tumbuh selama MTQ dapat memperkuat pelaksanaan program Smart Surau sekaligus mendorong pembinaan generasi muda yang dekat dengan Al-Quran.

"Mudah-mudahan melalui MTQ ini akan meningkatkan semangat untuk menggerakkan aktivitas program unggulan Wali Kota Padang, Smart Surau," tuturnya. Peninjauan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, LPTQ, peserta, pelatih, ofisial, dan masyarakat dalam membangun generasi Qurani serta melahirkan qori dan qoriah berprestasi yang membawa nama baik Kota Padang dan Sumatera Barat. (*) 

Laporan: Tommi
Editor: Zamri Yahya, WU

PKB Sumbar Gaspol Menuju Pemilu 2029, Firdaus Targetkan Struktur Partai Tuntas hingga Nagari    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

PKB Sumbar Gaspol Menuju Pemilu 2029, Firdaus Targetkan Struktur Partai Tuntas hingga Nagari
Pengukuhan dan orientasi politik 19 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sumatera Barat serta pengurus DPW Perempuan Bangsa Sumbar masa bakti 2026–2031 di Hotel The ZHM Premiere Padang, Selasa (13/10/2026). (Foto: Pajok). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat mulai memperkuat mesin organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029. Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus, S.H.I., menargetkan pembentukan struktur partai hingga tingkat nagari, sementara penjaringan calon anggota legislatif dipersiapkan sejak dini demi meningkatkan perolehan kursi di DPRD.

Langkah tersebut mengemuka dalam kegiatan pengukuhan dan orientasi politik 19 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sumatera Barat serta pengurus DPW Perempuan Bangsa Sumbar masa bakti 2026–2031 di Hotel The ZHM Premiere Padang, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah kerja politik partai menjelang kontestasi 2029.

Firdaus mengungkapkan, dari sekitar 179 kecamatan di Sumatera Barat, kepengurusan PKB baru terbentuk di 118 kecamatan atau sekitar 66 persen. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus DPC segera menuntaskan pembentukan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) di kecamatan yang belum memiliki struktur lengkap, kemudian melanjutkan pembentukan Dewan Pengurus Ranting (DPRT) di setiap nagari mulai Desember mendatang.

“Dalam menghadapi pemilu, struktur organisasi merupakan hal paling utama yang harus dirampungkan, sesuai dengan perintah Ketua Umum,” ujar Firdaus. Ia menegaskan, pengukuhan pengurus bukan sekadar penerimaan surat keputusan atau pemasangan atribut, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, konsolidasi berkelanjutan, dan kehadiran partai di tengah masyarakat.

Perwakilan Ketua Umum DPP PKB, Rico Alviano, S.T., menegaskan bahwa pengukuhan 19 DPC tersebut merupakan awal dari kerja politik menuju Pemilu 2029. Ia mendorong seluruh pengurus memperkuat kaderisasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menjalankan politik yang santun. Menurutnya, PKB Sumbar perlu meningkatkan daya saing agar mampu merebut posisi pimpinan DPRD kabupaten dan kota.

“Di Sumatera Barat, PKB tidak boleh lagi menjadi partai pelengkap. Kita harus merebut kursi pimpinan DPRD kabupaten dan kota,” tegas Rico. Ia juga mendorong penjaringan calon anggota legislatif dimulai sejak 2027 dengan mengutamakan kapasitas, potensi, dan kemampuan kader, termasuk dari kalangan masyarakat Minangkabau, bukan semata-mata kemampuan finansial.

Selain konsolidasi struktur, PKB Sumbar turut memperkuat peran organisasi perempuan melalui Perempuan Bangsa. Sekretaris Jenderal DPP Perempuan Bangsa, Hj. Nurnadlifah, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa restrukturisasi kepengurusan di tingkat DPW telah diselesaikan dan dilanjutkan ke tingkat DPC di seluruh Indonesia. Organisasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan partai, memperkuat keterlibatan perempuan, serta menyiapkan calon anggota legislatif perempuan di setiap daerah pemilihan.

Nurnadlifah menegaskan bahwa Perempuan Bangsa ingin berkontribusi menambah jumlah kursi legislatif, bukan sekadar mengisi posisi yang sudah tersedia. Ia juga meminta pengurus PKB di semua tingkatan memberikan dukungan terhadap program kerja badan partai dan memastikan pakta integritas diwujudkan melalui tindakan nyata. Sementara itu, Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumbar, Cempaka Tanjung, menekankan pentingnya sinergi untuk meningkatkan kapasitas kader perempuan dalam politik, pembangunan, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Perempuan Bangsa! Bergerak Bersama, Berdaya Bersama!” seru Cempaka Tanjung. Ia berharap pengukuhan pengurus menjadi titik awal penguatan komitmen organisasi, pemetaan daerah pemilihan, dan peningkatan peran perempuan dalam proses politik. Melalui pembenahan struktur hingga nagari, kaderisasi sejak dini, serta penguatan Perempuan Bangsa, PKB Sumatera Barat menyiapkan langkah organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan target meningkatkan perolehan kursi legislatif dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. (*) 

Laporan: Pajok
Editor: Zamri Yahya, WU

Gempar di Ranah Minang! Dominasi Tanpa Tanding Kota Padang di Porprov XVI Sumbar Bikin Merinding: Rahasia Sukses di Balik Perolehan Medali yang Menggila!    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Gempar di Ranah Minang! Dominasi Tanpa Tanding Kota Padang di Porprov XVI Sumbar Bikin Merinding: Rahasia Sukses di Balik Perolehan Medali yang Menggila!
Kota Padang berdiri tegak di puncak klasemen dengan dominasi mutlak yang sulit dipercaya. (Foto: Dedi Prima). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Atmosfer olahraga di Sumatra Barat mencapai puncaknya. Kabar terbaru dari Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumbar benar-benar mengejutkan publik. Sebuah fenomena tak tertandingi sedang terjadi di lapangan, di mana satu kota telah menciptakan jurang prestasi yang sedemikian rupa dengan para pesaingnya, meninggalkan semua mata terbelalak.

Mari bicara data yang valid dan terkini. Hingga update resmi pada Selasa, pukul 7:25, sebagaimana terekam dalam klasemen medali, Kota Padang berdiri tegak di puncak klasemen dengan dominasi mutlak yang sulit dipercaya. Tim asal ibu kota provinsi ini telah mengoleksi total medali yang sangat fantastis, yakni 415 medali, dengan rincian emas yang mencengangkan sebanyak 175 keping.

Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah rekor yang menghancurkan nalar persaingan. Sebagai perbandingan, Kota Solok di posisi kedua mengumpulkan 242 medali (94 emas), sementara Kabupaten Padang Pariaman di posisi ketiga memiliki 187 medali (61 emas). Perolehan medali emas Kota Padang sendiri sudah hampir mendekati total seluruh medali yang diraih oleh gabungan peringkat lima besar di bawahnya. Dominasi ini adalah berita besar dalam sejarah olahraga Sumbar.

Kekuatan luar biasa Kota Padang ini bukan kebetulan semata. Dalam sebuah momen yang penuh kebanggaan di area pertandingan utama, keberhasilan bersejarah ini disaksikan langsung dan diapresiasi oleh tokoh-tokoh kunci. Hadir di tengah keramaian, Walikota Padang, serta jajaran pimpinan KONI Kota Padang dan para legenda olahraga lokal memberikan dukungan penuh, yang jelas-jelas menjadi pemicu semangat bagi para atlet untuk melampaui batas kemampuan mereka. 

Di balik angka-angka tersebut, terdapat cerita tentang dedikasi, air mata, dan strategi yang matang. Pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa kunci di balik performa epik ini adalah investasi jangka panjang pada pelatihan atlet muda dan fasilitas olahraga yang superior. Ini bukan sekadar tentang bakat alami, tetapi tentang sistem pendukung yang dirancang untuk melahirkan pemenang.

Kabar tentang 'Perolehan Medali Tergila di Porprov XVI' ini telah menyebar seperti api di media sosial. Netizen dari seluruh Sumatra Barat (dan Indonesia!) berbondong-bondong membicarakan dan membagikan klasemen ini. Pencarian untuk 'Hasil Porprov XVI Sumbar' dan 'Medali Kota Padang' meroket, menempatkan artikel ini di garis depan minat publik.

Dominasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Kota Padang tetapi juga pemicu semangat bagi seluruh masyarakat Sumatra Barat. Prestasi ini menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh anak muda Ranah Minang untuk bersaing di level nasional dan bahkan internasional. Ini adalah demonstrasi kekuatan karakter dan tekad yang kuat.

Keberhasilan Kota Padang ini diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat provinsi. Dengan persiapan matang, atlet-atlet bertalenta ini berpotensi besar untuk mengharumkan nama Sumatra Barat di ajang yang lebih tinggi, seperti PON dan SEA Games. Ini adalah tonggak sejarah baru dalam pembinaan atlet daerah.

Prestasi spektakuler Kota Padang di Porprov XVI Sumbar bukan sekadar kemenangan tim, melainkan simbol kebangkitan dan semangat juara yang menginspirasi. "Mari kita jadikan momen ini sebagai pemicu untuk terus mendukung bakat-bakat olahraga di sekitar kita. Terus ikuti update terbaru dan berita eksklusif untuk mengetahui kisah sukses para pahlawan olahraga kita!," ungkap Erianto Mahmuda, Ketua KONI Kota Padang. (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU

Dokter Rusli Zainudin Rilis “Budak Cinta”, Lagu Hipdut yang Menyindir Manusia Terjebak Ambisi dan Pekerjaan    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Dokter Rusli Zainudin Rilis “Budak Cinta”, Lagu Hipdut yang Menyindir Manusia Terjebak Ambisi dan Pekerjaan
Rusli Zainudin memilih menghadirkan karya dengan pesan kehidupan dengan merilis single terbaru berjudul “Budak Cinta”. (Foto: Fadli). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah persaingan industri musik digital yang kerap mengukur popularitas melalui angka streaming, Rusli Zainudin memilih menghadirkan karya dengan pesan kehidupan. Dokter yang tetap aktif menjalani profesinya ini merilis single terbaru berjudul “Budak Cinta”, sebuah lagu yang mengajak pendengar merenungkan makna kebebasan, pekerjaan, ambisi, dan kebahagiaan.

Dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Selasa (13/10/2026), Rusli mengungkapkan bahwa perjalanan bermusiknya bukan sekadar tentang jumlah lagu yang diciptakan. Baginya, setiap karya merupakan dokumentasi perjalanan hidup yang mempertemukan profesi, keluarga, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap musik. Ia bersyukur masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk terus berkarya.

Single “Budak Cinta” resmi dirilis pada 5 Oktober 2026 melalui berbagai platform musik digital. Lagu tersebut menjadi karya ke-25 yang tercatat secara resmi di platform digital dan karya ke-29 berdasarkan perhitungan pribadi Rusli. Saat ini, lagu tersebut juga memasuki tahap produksi video musik untuk memperluas cerita dan pesan yang ingin disampaikan kepada pendengar.

Meski judulnya terkesan menggambarkan kisah romantis, “Budak Cinta” justru mengangkat persoalan yang lebih luas. Lagu ini menyindir kondisi manusia yang terkadang merasa diperbudak oleh pekerjaan, waktu, ambisi, materi, hingga keinginan memperoleh pengakuan. Rusli mengaku menuangkan pengalaman pribadinya ke dalam lirik sebagai bahan refleksi tentang rutinitas yang sering membuat seseorang lupa menikmati kehidupan.

Sebagai seorang dokter dengan kesibukan yang padat, Rusli memahami bagaimana tuntutan pekerjaan dapat menyita waktu dan energi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak semestinya hanya diukur dari pencapaian materi atau produktivitas. Waktu bersama keluarga, kebahagiaan sederhana, serta kesempatan menikmati hidup juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Dari sisi musikalitas, Rusli menawarkan eksplorasi melalui konsep Hipdut, perpaduan dangdut, hip-hop, nuansa Melayu, serta sentuhan ritme Latin. Aransemen yang dikembangkan bersama Denny MK menghadirkan warna musik yang berbeda dari bayangan awal Rusli yang ingin mengusung Melayu modern. Perpaduan tersebut diharapkan memberikan pengalaman musikal yang segar tanpa meninggalkan karakter vokalnya.

Rusli menilai Hipdut bukan semata-mata upaya mengikuti tren, melainkan bentuk perkembangan musik Indonesia yang terbuka terhadap berbagai pengaruh budaya. Ia bersama tim berusaha menemukan keseimbangan agar unsur dangdut, Melayu, pop, hip-hop, dan rap dapat menyatu secara ritmis. Baginya, proses eksperimen harus tetap menjaga karakter setiap unsur sekaligus menghasilkan musik yang nyaman dinikmati.

Pengalaman panjang sebagai dokter juga memengaruhi proses kreatif Rusli. Interaksinya dengan pasien yang menghadapi rasa sakit, kesedihan, dan berbagai persoalan kehidupan mengajarkannya tentang empati. Nilai tersebut kemudian menjadi salah satu bekal dalam menciptakan lagu yang dekat dengan pengalaman manusia. Di tengah aktivitas bermusik, Rusli menegaskan bahwa tanggung jawab profesinya tetap menjadi prioritas ketika pasien membutuhkan pertolongan.

Daya tarik “Budak Cinta” juga diperkuat melalui penggarapan video musik yang memadukan drama, romansa, misteri, dan fantasi. Ceritanya mengikuti seorang gadis desa yang menolong pemuda terluka hingga berkembang menjadi kisah cinta penuh konflik dan perubahan. Rusli terlibat langsung sebagai produser, penulis skenario, sutradara, sekaligus pengarah konsep koreografi. Setelah karya ini, ia juga menyiapkan sejumlah lagu baru dan berharap Hipdut semakin dikenal luas, termasuk di tingkat internasional. Melalui “Budak Cinta”, Rusli ingin mengingatkan bahwa musik bukan hanya hiburan atau angka streaming, melainkan sarana menyampaikan pengalaman, membangun kedekatan emosional, dan mengajak manusia menjalani hidup dengan lebih seimbang.

Laporan: Muhammad Fadhli
Editor: Zamri Yahya, WU

Erianto Mahmuda dan Fadly Amran Saksikan Final Kickboxing Porprov Sumbar 2026, Padang Pastikan Juara Umum!    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Erianto Mahmuda dan Fadly Amran Saksikan Final Kickboxing Porprov Sumbar 2026, Padang Pastikan Juara Umum!
Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus dan Ketua KONI Kota Padang Erianto Mahmuda menyaksikan langsung partai final kickboxing yang digelar di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan ditorehkan cabang olahraga (cabor) kickboxing Kota Padang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Hingga Selasa (13/10/2026), tim kickboxing Kota Padang telah mengoleksi sembilan medali emas, satu perak, dan satu perunggu, sekaligus memastikan diri sebagai juara umum, menurut Sekretaris Umum KBI Kota Padang, William Jalmav.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyaksikan langsung partai final kickboxing yang digelar di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Selasa (13/10/2026). Pertandingan tersebut menjadi ajang perebutan medali emas pada berbagai nomor sekaligus momentum bagi atlet untuk menunjukkan hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani.

Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus dan Ketua KONI Kota Padang Erianto Mahmuda turut menghadiri kegiatan tersebut. Hadir pula Sekretaris Umum Kickboxing Indonesia (KBI) Kota Padang William Jalmav, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, serta tamu undangan lainnya.

William Jalmav menjelaskan, sebanyak 21 atlet Kota Padang berhasil melaju ke babak final pada 19 nomor pertandingan. Berdasarkan data hingga pukul 12.27 WIB pada 13 Oktober 2026, tim kickboxing Padang telah mengumpulkan sembilan medali emas, satu perak, dan satu perunggu, sementara enam pertandingan masih akan dijalani.

Menurut William, perolehan tersebut memastikan kickboxing Kota Padang meraih juara umum pada Porprov Sumbar 2026. Ia menyampaikan apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang dan memberikan hasil terbaik untuk daerah, serta kepada seluruh pihak yang mendukung pembinaan olahraga kickboxing di Kota Padang.

Fadly Amran menyatakan, pencapaian para atlet sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Padang Juara yang dijalankan Pemerintah Kota Padang. Ia menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga yang dilakukan bersama KONI Kota Padang mulai menunjukkan hasil positif dan perlu terus diperkuat.

Wali Kota juga mengapresiasi perjuangan para atlet serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan. Ia mengingatkan atlet agar tidak cepat berpuas diri dan menjadikan prestasi di Porprov sebagai pijakan untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Terkait penghargaan bagi atlet berprestasi, Fadly Amran menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan anggaran bonus. Ia berharap penyerahan bonus dapat dilakukan setelah pelaksanaan Porprov Sumbar 2026 berakhir pada 14 Oktober 2026, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan prestasi para atlet.

Capaian kickboxing ini menjadi dorongan bagi Kota Padang untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga dan melahirkan atlet berprestasi. Dengan dukungan pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, serta semangat para atlet, prestasi Padang di Porprov Sumbar 2026 diharapkan menjadi pijakan untuk meraih hasil lebih tinggi pada kompetisi berikutnya. (*) 

Laporan: Tommi
Editor: Zamri Yahya, WU

Tak Hanya Uang Rp100 Juta, Sawahlunto Juga Kerahkan Personel Bantu Korban Galodo Solok    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Tak Hanya Uang Rp100 Juta, Sawahlunto Juga Kerahkan Personel Bantu Korban Galodo Solok
Bantuan itu diserahkan langsung Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, didampingi Wakil Ketua DPRD Sawahlunto, Jaswandi, pada Senin (12/10/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana galodo di Kabupaten Solok ditunjukkan Pemerintah Kota Sawahlunto dengan menyalurkan bantuan dana sebesar Rp100 juta. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan antardaerah untuk membantu penanganan bencana dan mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.

Bantuan itu diserahkan langsung Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, didampingi Wakil Ketua DPRD Sawahlunto, Jaswandi, pada Senin (12/10/2026). Penyerahan bantuan berlangsung di Posko Utama Penanggulangan Bencana Galodo Kabupaten Solok, di depan Kantor Bupati Solok.

Secara simbolis, Riyanda menyerahkan bantuan tersebut kepada Bupati Solok, Jon Firman Pandu. Sejumlah perangkat daerah terkait turut mendampingi kegiatan penyerahan bantuan sebagai bagian dari dukungan Pemerintah Kota Sawahlunto terhadap penanganan bencana di Kabupaten Solok.

Bantuan Rp100 juta tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan penanganan dampak galodo dan pemulihan masyarakat. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar dukungan yang diberikan dapat membantu proses penanganan pascabencana.

Dukungan Pemko Sawahlunto tidak hanya berupa bantuan dana. Sebelumnya, pemerintah kota juga telah mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.

Personel yang dikerahkan turut terlibat dalam kegiatan operasional lapangan, termasuk pembersihan material banjir dan membantu proses evakuasi warga. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung petugas di lokasi agar penanganan dampak bencana dapat berjalan sesuai kebutuhan.

Dalam kesempatan itu, Riyanda Putra menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak galodo. Ia berharap warga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut serta menyampaikan dukungan kepada Bupati Solok beserta jajaran pemerintah daerah dalam menjalankan penanganan dan pemulihan pascabencana.

Riyanda menegaskan bahwa kerja sama dan kebersamaan antardaerah sangat diperlukan dalam menghadapi bencana. Menurutnya, dukungan melalui pengerahan personel maupun bantuan dana merupakan wujud solidaritas untuk membantu masyarakat melewati masa sulit dan mendukung pemulihan wilayah terdampak.

Melalui bantuan Rp100 juta dan dukungan personel lapangan, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap upaya penanganan galodo di Kabupaten Solok dapat terbantu. Sinergi antara pemerintah daerah diharapkan terus terjaga agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani dan proses pemulihan berjalan sesuai kondisi di lapangan. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Bentuk Tim Sertifikasi Pangan dan Halal di Padang, UMKM Disiapkan Naik Kelas!    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Fadly Amran Bentuk Tim Sertifikasi Pangan dan Halal di Padang, UMKM Disiapkan Naik Kelas!
Pembentukan tim tersebut dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang membentuk Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal untuk memperkuat perlindungan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan mendorong produk lokal semakin aman, higienis, dan terjamin kehalalannya.

Pembentukan tim tersebut dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (13/10/2026). Program ini diarahkan untuk mempercepat pemenuhan standar keamanan pangan dan sertifikasi halal bagi pelaku usaha di Kota Padang.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sumatera Barat, Ikrar Abdi, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Irwan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang, Didi Aryadi, serta Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Alfiadi. Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Padang juga turut hadir.

Fadly Amran menegaskan, fasilitasi sertifikasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan persyaratan administrasi. Menurutnya, keamanan pangan dan jaminan kehalalan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu pelaku usaha meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

“Keamanan pangan dan sertifikasi halal harus berjalan bersama. Kita ingin produk yang beredar benar-benar aman, higienis, dan terjamin kehalalannya, sehingga masyarakat terlindungi dan produk lokal semakin dipercaya,” tegas Fadly Amran.

Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan tempat pemotongan dan penjualan daging serta ayam agar memenuhi standar kebersihan dan kelayakan. Perbaikan drainase, penyediaan fasilitas pemotongan yang layak, pengawasan terhadap pelaku usaha, hingga kemungkinan relokasi menjadi sejumlah aspek yang perlu dikaji untuk menciptakan sistem pangan yang lebih baik.

Selain pembenahan sarana, Pemko Padang mendorong pelaksanaan program secara bertahap dengan melibatkan koperasi dan pelaku usaha yang siap memenuhi standar. Pemerintah kota juga akan mengkaji penyediaan fasilitas pemotongan higienis, penataan sistem penjualan, serta penyederhanaan proses perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) guna mendukung percepatan sertifikasi.

Kepala BPJPH Sumbar, Ikrar Abdi, menyatakan dukungan terhadap pembentukan tim tersebut. Dukungan sertifikasi halal, menurutnya, dapat mencakup pembiayaan dari APBN, APBD, maupun pihak swasta, serta pendampingan pengajuan dan pemenuhan persyaratan, termasuk penyediaan juru sembelih halal bersertifikat agar proses produksi memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Padang, Irwan, mengapresiasi langkah Pemko Padang dan menekankan pentingnya memperjelas sasaran program. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi sebelum produk dipasarkan (pre-market) perlu dibedakan dari pengawasan setelah produk beredar (post-market), termasuk dalam menentukan apakah fasilitasi ditujukan kepada sarana produksi seperti usaha tahu, tempe, mi, dan kerupuk, atau sarana distribusi.

Fadly Amran meminta tim yang dibentuk menyusun peta jalan yang jelas, lengkap dengan kebutuhan anggaran dan target pelaksanaan. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan dan pemberian insentif sebelum mempertimbangkan sanksi. Melalui koordinasi Pemko Padang, BPJPH Sumbar, dan BBPOM di Padang, program ini diharapkan memperkuat keamanan pangan, memperluas pemenuhan sertifikasi halal, serta meningkatkan daya saing UMKM lokal. (*) 

Laporan: Tommi
Editor: Zamri Yahya, WU