HEADLINE
Doni Harsiva Yandra Serap Aspirasi Warga, Sungai Batang Lumpo Jadi Sorotan    
Sabtu, November 07, 2026

On Sabtu, November 07, 2026

Doni Harsiva Yandra Serap Aspirasi Warga, Sungai Batang Lumpo Jadi Sorotan
Melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Sumbar Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana, Doni turun langsung menemui masyarakat Nagari Ampuan Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (7/11/2026). (Fotdok: Ucok). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat ditunjukkan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Doni Harsiva Yandra, S.IP., ME. Melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Sumbar Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana, Doni turun langsung menemui masyarakat Nagari Ampuan Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (7/11/2026).

Bertempat di Heler TEJA, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 orang masyarakat. Tidak hanya memberikan pemahaman tentang aturan penanggulangan bencana, Doni juga membuka ruang dialog agar warga bisa menyampaikan langsung persoalan dan ancaman bencana yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah kondisi Sungai Batang Lumpo. Warga mengungkapkan kekhawatiran terhadap potensi ancaman bencana dari aliran sungai tersebut, terutama risiko yang dapat berdampak terhadap permukiman dan keselamatan masyarakat.

Aspirasi itu disampaikan langsung kepada Doni. Masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian serius melalui perbaikan dan penanganan Sungai Batang Lumpo agar potensi ancaman bencana dapat diminimalkan dan kejadian yang merugikan warga tidak kembali terulang.

Mendengar keluhan tersebut, sosialisasi yang digelar Doni menjadi momentum penting untuk mempertemukan aspirasi masyarakat dengan pihak-pihak terkait. Persoalan sungai diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi berwenang, sehingga penanganannya tidak berhenti sebatas pembahasan.

Doni Harsiva Yandra menegaskan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana. Melalui Perda Nomor 4 Tahun 2023, masyarakat perlu mengetahui bahwa penanggulangan bencana bukan hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga dimulai dari pencegahan dan kesiapsiagaan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana. Hadir pula Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Sumbar Acil Erbara, Camat IV Jurai Abadi Jaya, Wali Nagari Ampuan terpilih Syahrial R., unsur Bamus, ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat serta kalangan pemuda dan pemudi.

Bagi Doni, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun daerah yang tangguh menghadapi bencana. Karena itu, komunikasi antara DPRD, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari dan masyarakat perlu terus diperkuat agar setiap persoalan kebencanaan mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.

Melalui sosialisasi ini, Doni berharap masyarakat Nagari Ampuan Lumpo semakin memahami pentingnya mitigasi bencana sekaligus memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan. Ia juga berharap aspirasi mengenai Sungai Batang Lumpo dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait demi menghadirkan penanganan yang terencana dan berkelanjutan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Mulyadi Kembali Pimpin PMI Pariaman, Siap Perkuat Aksi Kemanusiaan    
Sabtu, November 07, 2026

On Sabtu, November 07, 2026

Mulyadi Kembali Pimpin PMI Pariaman, Siap Perkuat Aksi Kemanusiaan
Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Pariaman masa bakti 2026-2031 resmi dilantik oleh Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar, di Aula Balai Kota Pariaman, Sabtu (7/11/2026). (Fotdok: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah berbagai tantangan kemanusiaan, mulai dari bencana alam hingga kebutuhan darah bagi pasien, Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi salah satu organisasi yang selalu diharapkan hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Komitmen memperkuat peran tersebut menjadi semangat baru bagi PMI Kota Pariaman. Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Pariaman masa bakti 2026-2031 resmi dilantik oleh Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar, di Aula Balai Kota Pariaman, Sabtu (7/11/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, kembali dipercaya memimpin PMI Kota Pariaman sebagai ketua untuk lima tahun ke depan.

Kepercayaan itu disambut Mulyadi dengan ucapan terima kasih kepada PMI Provinsi Sumatera Barat. Ia menegaskan, amanah tersebut menjadi tanggung jawab untuk membawa organisasi kemanusiaan itu semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Menurut Mulyadi, PMI memiliki peran penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Ketika banjir, kebakaran, maupun cuaca ekstrem melanda, PMI selalu dituntut hadir di garis depan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan.

Namun, baginya, tugas PMI tidak boleh hanya berhenti pada penanganan bencana. Organisasi ini juga memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah, terutama dalam memfasilitasi kebutuhan donor darah dan mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebagai pimpinan daerah, Mulyadi juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi PMI Kota Pariaman selama ini. Berbagai agenda rutin pemerintah daerah, mulai dari kegiatan olahraga, aksi kemanusiaan, penanganan bencana hingga donor darah, turut mendapat dukungan dari PMI.

"Selama ini kegiatan rutin Pemko Pariaman dibantu PMI Kota Pariaman, seperti olahraga, kemanusiaan maupun bencana serta donor darah. PMI menjadi garda terdepan membantu Pemko Pariaman," ungkapnya.

Melalui kepengurusan baru masa bakti 2026-2031, Mulyadi berharap PMI Kota Pariaman semakin solid, memperkuat semangat pengabdian, serta konsisten menjalankan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Sebab, keberhasilan organisasi kemanusiaan bukan sekadar terlihat dari program yang dijalankan, tetapi dari seberapa besar kehadirannya dirasakan masyarakat. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU

Yesi Endriani Dorong UMKM Bukittinggi Tembus Pasar Nasional    
Sabtu, November 07, 2026

On Sabtu, November 07, 2026

Yesi Endriani Dorong UMKM Bukittinggi Tembus Pasar Nasional
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Yesi Endriani, SM, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Sabtu (7/11/2026). (Fotdok: Falsanar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Potensi ekonomi kreatif Bukittinggi bukan sekadar soal produk yang dijual kepada wisatawan. Di balik setiap kerajinan, kain, kuliner dan produk lokal, tersimpan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun, potensi itu membutuhkan kreativitas, inovasi, kemasan menarik hingga akses pasar yang lebih luas.

Hal tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Yesi Endriani, SM, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7–8 November 2026, tersebut merupakan agenda anggota DPRD Sumbar untuk Daerah Pemilihan (Dapil) III, meliputi Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Hadir dalam kegiatan itu jajaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, camat, lurah, organisasi perempuan, pelaku UMKM serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman tentang peluang pengembangan ekonomi kreatif, inovasi produk, pemasaran hingga perlindungan hukum. Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sumbar, Wahendra, menjelaskan bahwa Perda Nomor 2 Tahun 2023 menjadi landasan untuk memberikan kepastian hukum, perlindungan dan ruang pengembangan bagi pelaku ekonomi kreatif.

Menurutnya, ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas usaha dan produksi. Kreativitas, inovasi, nilai tambah serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi bagian penting agar produk lokal memiliki identitas dan daya saing. Pengembangannya juga membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media dan komunitas melalui pendekatan Pentahelix.

Yesi menegaskan, Bukittinggi memiliki potensi besar karena kehidupan ekonominya sangat berkaitan dengan pariwisata. Kehadiran wisatawan seharusnya menjadi peluang bagi tumbuhnya berbagai usaha kreatif masyarakat. "Bukittinggi ini hidup dari ekonomi kreatif. Dengan adanya pariwisata, tumbuh pula ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari penggerak perekonomian kota ini," ujarnya.

Namun, Yesi mengingatkan bahwa pembinaan UMKM tidak boleh berhenti pada pelatihan produksi. Pelaku usaha juga harus dibekali kemampuan membuat kemasan menarik, pemasaran digital, komunikasi hingga storytelling produk. Sebab, sebuah produk sederhana seperti selendang bisa memiliki nilai jual lebih tinggi ketika dikemas secara menarik dan dipasarkan dengan cerita yang mampu menyentuh emosi pembeli.

Tak hanya itu, Yesi juga mendorong agar UMKM yang telah mendapatkan pembinaan maupun bantuan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dapat diarahkan menjadi UMKM binaan BUMN dan BUMD. Dengan pola tersebut, pelaku usaha berpeluang memperoleh pendampingan, akses permodalan, jaringan pemasaran hingga kesempatan mengikuti pameran berskala nasional dan internasional. "Harapan saya, ketika ada pameran di Jakarta, setiap BUMD bisa membawa UMKM Bukittinggi untuk ikut mempromosikan produknya. Jadi, bukan hanya pemerintah yang menyiapkan anggaran, tetapi perusahaan daerah juga ikut berperan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofi Hendria, mengapresiasi sosialisasi tersebut sebagai momentum menyamakan persepsi antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga memaparkan rencana penataan instalasi lampu ekonomi kreatif di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Jalan Perintis Kemerdekaan yang dikerjakan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan ditargetkan rampung Desember mendatang. Penataan itu diharapkan memperkuat daya tarik wisata malam sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui sosialisasi Perda ini, Yesi berharap UMKM Bukittinggi dan Kabupaten Agam semakin berkualitas, inovatif, terlindungi secara hukum dan mampu menembus pasar yang lebih luas. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Dua Pemuda Ditangkap di Parkiran Hotel, Satresnarkoba Polres Sawahlunto Temukan Sabu dalam Kotak Rokok    
Sabtu, November 07, 2026

On Sabtu, November 07, 2026

Dua Pemuda Ditangkap di Parkiran Hotel, Satresnarkoba Polres Sawahlunto Temukan Sabu dalam Kotak Rokok
Personel Satresnarkoba Polres Sawahlunto mengamankan dua pria berinisial IFA alias Isan (21) dan FNR alias Abi (20). (Fotdok: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dini hari yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat justru berujung pada penangkapan dua pemuda di halaman parkir Hotel Parai City Garden, Kelurahan Aur Mulyo, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sabtu (7/11/2026).

Sekitar pukul 01.30 WIB, personel Satresnarkoba Polres Sawahlunto mengamankan dua pria berinisial IFA alias Isan (21) dan FNR alias Abi (20). Keduanya diketahui berstatus pelajar/mahasiswa dan berasal dari Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar.

Penangkapan tersebut berawal dari pengungkapan dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan perangkat kelurahan dan masyarakat setempat, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika.

Temuan itu cukup mengejutkan. Satu paket kecil yang diduga berisi sabu, plastik klip bening, dan sebuah kaca pirek ditemukan tersimpan di dalam kotak rokok Sampoerna Mild berwarna putih-merah. Kotak tersebut berada di dalam tas hitam milik FNR.

Tak hanya barang yang diduga narkotika, polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BM 3867 SAN milik FNR serta sebuah telepon genggam iPhone 12 Pro warna abu-abu milik IFA.

Dalam pemeriksaan awal, kedua pria tersebut mengakui sebagai pengguna sabu. Mereka juga menerangkan kepada petugas bahwa barang bukti yang ditemukan merupakan milik mereka. Meski demikian, proses hukum tetap berjalan untuk mendalami dugaan keterlibatan keduanya.

Usai penangkapan, kedua terduga pelaku bersama seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Sawahlunto. Keduanya selanjutnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna kepentingan penyidikan.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra melalui Kasat Resnarkoba IPTU Ary Andre JR menegaskan, pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Sawahlunto.

Polisi juga mengingatkan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat. Keluarga, masyarakat, dan lingkungan pendidikan memiliki peran penting untuk melindungi generasi muda. Polres Sawahlunto mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan aktivitas yang dicurigai berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Nasib Guru Honorer R4 dan R5 Diperjuangkan DPRD Sumbar    
Sabtu, November 07, 2026

On Sabtu, November 07, 2026

Nasib Guru Honorer R4 dan R5 Diperjuangkan DPRD Sumbar
Audiensi Forum Komunikasi Guru Honorer R4 dan R5 SMA/SMK/SLB Provinsi Sumatera Barat dengan DPRD Sumbar, Kamis (5/11/2026). (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di balik pengabdian panjang di ruang-ruang kelas, masih ada kegelisahan yang membayangi para guru honorer. Kepastian status dan kesejahteraan menjadi harapan yang terus diperjuangkan, terutama bagi guru kategori R4 dan R5 di lingkungan SMA, SMK, dan SLB Provinsi Sumatera Barat.

Harapan itu kembali disuarakan melalui audiensi Forum Komunikasi Guru Honorer R4 dan R5 SMA/SMK/SLB Provinsi Sumatera Barat dengan DPRD Sumbar, Kamis (5/11/2026). Pertemuan berlangsung di Ruang Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Aspirasi para guru tersebut diterima langsung Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, bersama Sekretaris Komisi V DPRD Sumbar, Mario Syah Johan. Pertemuan ini menjadi ruang bagi para tenaga pendidik untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Bagi para guru honorer R4 dan R5, persoalan status bukan sekadar urusan administrasi. Di baliknya ada harapan tentang masa depan pekerjaan, kepastian penghasilan, serta penghargaan terhadap pengabdian yang telah diberikan untuk dunia pendidikan.

Mereka berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan dalam sebuah pertemuan. Ada kebutuhan mendesak agar persoalan yang menyangkut nasib dan kesejahteraan guru mendapatkan perhatian serius dari para pemangku kebijakan.

Penerimaan aspirasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya DPRD Sumbar dalam mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi tenaga pendidik. Suara para guru diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan untuk mencari jalan keluar bersama pihak-pihak terkait.

Khairuddin Simanjuntak bersama Mario Syah Johan menunjukkan komitmen untuk mengawal aspirasi tersebut. Kejelasan status dan peningkatan kesejahteraan guru honorer menjadi persoalan yang perlu diperjuangkan agar mendapatkan solusi terbaik.

Perjuangan ini sekaligus mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan kurikulum, tetapi juga oleh perhatian terhadap kesejahteraan para pendidik. Guru yang selama ini berdiri di depan kelas juga berhak mendapatkan kepastian dan perlindungan dalam menjalankan tugasnya.

Kini, para guru honorer R4 dan R5 menaruh harapan agar aspirasi yang telah disampaikan mendapat tindak lanjut nyata. Sebab, memperjuangkan masa depan guru sejatinya juga merupakan bagian dari memperjuangkan masa depan pendidikan Sumatera Barat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Berkuda dan Memanah Guncang Kota Solok, Wali Kota Lepas Anak Panah Tepat Sasaran    
Sabtu, November 07, 2026

On Sabtu, November 07, 2026

Berkuda dan Memanah Guncang Kota Solok, Wali Kota Lepas Anak Panah Tepat Sasaran
Kejurda II tidak hanya menjadi ajang mengukur kemampuan atlet, tetapi juga bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Lapangan Merdeka Kota Solok mendadak menjadi pusat perhatian, Sabtu (7/11/2026). Derap langkah kuda berpadu dengan ketegangan para pemanah yang membidik sasaran. Suasana olahraga penuh adrenalin itu menandai dimulainya Kejuaraan Daerah (Kejurda) II Berkuda dan Memanah yang resmi dibuka Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM.

Puluhan peserta dari berbagai daerah datang membawa kemampuan terbaik. Sejak pagi, warga tampak antusias menyaksikan pertandingan yang menyuguhkan perpaduan ketangkasan, konsentrasi, keberanian, dan kekuatan fisik. Kejuaraan ini sekaligus menjadi panggung bagi para atlet untuk membuktikan kemampuan mereka.

Di balik persaingan memperebutkan prestasi, ada misi lebih besar yang ingin dibangun. Kejurda II tidak hanya menjadi ajang mengukur kemampuan atlet, tetapi juga bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026. Momentum ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di tingkat lebih tinggi.

Wali Kota Solok mengapresiasi panitia, pengurus cabang olahraga, serta para sponsor yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga berkuda dan memanah memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi karena mengajarkan kedisiplinan, membentuk karakter, serta melatih ketahanan mental.

Ia juga melihat kejuaraan ini sebagai peluang memperkenalkan Kota Solok melalui sport tourism atau pariwisata olahraga. Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah diharapkan tidak hanya meramaikan arena pertandingan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Kejuaraan ini bukan hanya panggung untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi. Lebih dari itu, ini adalah langkah nyata mempromosikan pariwisata olahraga atau sport tourism Kota Solok. Kehadiran peserta dari berbagai daerah tentu akan berdampak positif menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal," ungkapnya.

Pemerintah Kota Solok berharap kejuaraan tersebut menjadi salah satu pintu lahirnya atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional. Karena itu, pengembangan fasilitas olahraga dan pembinaan atlet secara berkelanjutan menjadi bagian penting dari upaya membangun prestasi.

Suasana pembukaan semakin semarak ketika Wali Kota mengambil busur dan melepaskan anak panah langsung ke sasaran. Anak panah meluncur tepat mengenai target, disambut tepuk tangan meriah peserta dan masyarakat yang menyaksikan. Momen itu menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam pembukaan kejuaraan.

Usai seremoni, Wali Kota bersama unsur Forkopimda meninjau arena perlombaan dan menyapa para atlet yang bersiap bertanding. Dari Lapangan Merdeka, Kota Solok mengirimkan pesan bahwa olahraga bukan sekadar mengejar medali, tetapi juga membangun karakter, membuka peluang pariwisata, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

ASN Sawahlunto Siap Biayai BPJS Pekerja Rentan    
Sabtu, November 07, 2026

On Sabtu, November 07, 2026

ASN Sawahlunto Siap Biayai BPJS Pekerja Rentan
Rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok, Arief Sabara, Jumat (6/11/2026). (Fotdok: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di balik aktivitas sehari-hari, banyak pekerja sektor informal menghadapi risiko pekerjaan tanpa perlindungan yang memadai. Pedagang kecil, pekerja harian, hingga warga yang menggantungkan hidup dari pekerjaan informal kerap berada dalam kondisi rentan ketika kecelakaan kerja terjadi. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto menyiapkan langkah untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mereka.

Menariknya, program ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN). Pejabat eselon dan pejabat struktural di lingkungan Pemko Sawahlunto didorong menjadi donatur dengan membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi warga pekerja rentan. Skema tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian aparatur pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial.

Rencana itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok, Arief Sabara, Jumat (6/11/2026). Pertemuan tersebut membahas mekanisme pelaksanaan program agar seluruh perangkat daerah memahami prosedur serta peran masing-masing.

Riyanda mengatakan, partisipasi ASN diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warga yang bekerja di sektor informal. Sebab, pekerja rentan juga memiliki risiko pekerjaan yang tidak bisa diabaikan, sementara keterbatasan ekonomi terkadang membuat mereka kesulitan membayar iuran jaminan sosial secara mandiri.

Melalui skema donasi tersebut, para pejabat di lingkungan Pemko Sawahlunto diharapkan ikut menanggung pembayaran iuran bagi pekerja yang membutuhkan. Dengan begitu, masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi tetap berpeluang mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Perlindungan ini menjadi penting karena kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja dan berdampak langsung terhadap penghasilan serta kehidupan keluarga. Kehadiran jaminan sosial diharapkan mampu memberikan perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko pekerjaan, sehingga mereka tidak sepenuhnya menanggung beban sendiri.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok, Arief Sabara, menyampaikan bahwa cakupan perlindungan tenaga kerja di Kota Sawahlunto hingga 1 Oktober 2026 telah mencapai 72 persen. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kepesertaan, sekaligus tantangan agar semakin banyak pekerja mendapatkan jaminan sosial.

Arief berharap program partisipasi ASN dapat membantu mempertahankan sekaligus meningkatkan cakupan perlindungan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dinilai penting agar pekerja sektor informal yang selama ini belum terlindungi bisa memperoleh akses terhadap program jaminan sosial.

Melalui langkah ini, Pemko Sawahlunto ingin memastikan bahwa perlindungan ketenagakerjaan tidak hanya dinikmati pekerja formal. Semangat gotong royong aparatur diharapkan menjadi jembatan bagi pekerja rentan untuk mendapatkan rasa aman dalam mencari nafkah. Sebab, ketika seorang pekerja terlindungi, keluarga yang bergantung pada penghasilannya juga ikut merasakan manfaatnya. (marjafri)

Editor: Zamri Yahya, WU