HEADLINE
Pramuka Kota Solok Rayakan Hari Pramuka ke-65, Pesan Kesetaraan dari SLB Lentera Bunda Jadi Momen Mengharukan    
Sabtu, Oktober 31, 2026

On Sabtu, Oktober 31, 2026

Pramuka Kota Solok Rayakan Hari Pramuka ke-65, Pesan Kesetaraan dari SLB Lentera Bunda Jadi Momen Mengharukan
Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE., MM., bertindak sebagai Pembina Apel Besar yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Solok. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kota Solok bukan sekadar seremoni tahunan. Ada pesan kuat tentang persatuan, kesetaraan, dan kepedulian yang mewarnai Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Solok, Sabtu (31/10/2026). Momen istimewa ini menjadi pengingat bahwa gerakan kepanduan harus hadir dan terbuka bagi seluruh generasi tanpa terkecuali.

Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE., MM., bertindak sebagai Pembina Apel Besar yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Solok. Kehadiran kepala daerah tersebut sekaligus mempertegas pentingnya Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan generasi muda.

Namun, ada satu momen yang mencuri perhatian dalam pelaksanaan apel tersebut. Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dipercayakan kepada perwakilan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Bunda. Penampilan ini menghadirkan pesan mendalam bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, berkarya, dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.

Keterlibatan peserta didik SLB Lentera Bunda bukan sekadar bagian dari susunan acara. Lebih dari itu, momen tersebut mencerminkan semangat inklusivitas Gerakan Pramuka yang tidak membedakan latar belakang maupun kondisi seseorang. Pramuka harus menjadi ruang kebersamaan, tempat setiap peserta didik mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, percaya diri, dan menunjukkan kemampuannya.

Apel besar ini juga diikuti perwakilan anggota Pramuka dari berbagai jenjang, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega. Turut hadir pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Barat, jajaran pimpinan Kwarcab Kota Solok, serta sejumlah undangan. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap pembinaan kepramukaan di Kota Solok.

Kemegahan peringatan semakin terasa ketika peserta menampilkan berbagai kreativitas dan keterampilan kepramukaan. Penampilan peserta Jambore Nasional, regu Pramuka Penegak, Penggalang, dan Siaga menjadi daya tarik tersendiri. Mereka memperlihatkan bahwa Pramuka bukan hanya tentang seragam dan barisan, melainkan juga tentang keterampilan, keberanian, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama.

Momentum Hari Pramuka ke-65 ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai dasar kepramukaan di tengah tantangan zaman. Kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian sosial merupakan karakter yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar tidak mudah kehilangan arah di tengah perubahan.

Gerakan Pramuka Kota Solok pun bertekad menjadikan peringatan ini sebagai pijakan untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas pembinaan peserta didik. Semangat kepramukaan diharapkan tidak berhenti di lapangan apel, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Pesan yang paling kuat dari peringatan ini adalah bahwa masa depan bangsa membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, mandiri, peduli, dan mampu menghargai sesama. Dari Lapangan Merdeka Kota Solok, Hari Pramuka ke-65 mengingatkan bahwa tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam semangat kebersamaan, karena setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari kemajuan bangsa. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Al-Baqarah Ayat 14 Bongkar Bahaya Manusia Bermuka Dua: Manis di Depan, Berkhianat di Belakang!    
Sabtu, Oktober 31, 2026

On Sabtu, Oktober 31, 2026

Ayat ini menjadi pengingat bahwa tidak semua orang yang pandai berkata-kata memiliki ketulusan hati.
Ayat ini menjadi pengingat bahwa tidak semua orang yang pandai berkata-kata memiliki ketulusan hati. (Fotdok: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Al-Qur'an tidak hanya mengajarkan manusia untuk beriman, tetapi juga memberikan peringatan keras terhadap perilaku kemunafikan. Salah satu peringatan itu tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 14 yang menggambarkan orang-orang yang mengaku beriman ketika berhadapan dengan kaum mukmin, tetapi ketika kembali kepada kelompoknya, mereka justru menyatakan bahwa pengakuan tersebut hanyalah olok-olok. Ayat ini menjadi pengingat bahwa tidak semua orang yang pandai berkata-kata memiliki ketulusan hati.

Allah SWT berfirman, "Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan, 'Kami telah beriman.' Dan bila mereka kembali kepada setan-setan (pemimpin-pemimpin) mereka, mereka mengatakan, 'Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.'" (QS. Al-Baqarah: 14). Pesan ayat ini sangat kuat: ada manusia yang memperlihatkan wajah berbeda sesuai dengan siapa yang sedang dihadapinya. Di satu tempat berbicara tentang kebaikan, tetapi di tempat lain justru merendahkan dan mengkhianati apa yang sebelumnya diucapkan.

Dalam penjelasan para ulama tafsir, ayat tersebut menggambarkan karakter kaum munafik yang menyembunyikan keadaan batinnya di balik pengakuan keimanan. Kemunafikan bukan sekadar perbedaan pendapat atau sikap yang berubah karena pertimbangan tertentu, melainkan adanya kesengajaan menampilkan sesuatu yang bertolak belakang dengan keyakinan dan niat sebenarnya. Karena itu, ayat ini juga menjadi peringatan agar setiap Muslim tidak menjadikan agama, kepercayaan, dan persahabatan sebagai alat untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Peringatan Rasulullah SAW mengenai manusia bermuka dua bahkan sangat tegas. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari nomor 6058, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang bermuka dua, yakni orang yang datang kepada satu kelompok dengan satu wajah dan kepada kelompok lainnya dengan wajah berbeda. Hadis ini memperlihatkan betapa seriusnya Islam memandang perilaku yang merusak kepercayaan dan persaudaraan melalui sikap tidak jujur.

Rasulullah SAW juga menjelaskan tiga tanda kemunafikan dalam hadis riwayat Bukhari nomor 33. Pertama, apabila berbicara, ia berdusta. Kedua, apabila berjanji, ia mengingkarinya. Ketiga, apabila diberi amanah, ia berkhianat. Tiga karakter ini menjadi ukuran penting untuk mengevaluasi akhlak diri sendiri. Sebab, kemunafikan dalam perilaku sehari-hari sering kali tidak muncul melalui pengakuan, melainkan terlihat dari kebiasaan berbohong, mengingkari komitmen, dan menyalahgunakan kepercayaan orang lain.

Peringatan serupa juga dapat ditemukan dalam nasihat Imam Ali bin Abi Thalib RA yang tercantum dalam Nahjul Balaghah, Khutbah 176. Beliau menjelaskan bahwa lidah seorang mukmin berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang munafik berada di belakang lidahnya. Maksudnya, seorang mukmin mempertimbangkan perkataannya sebelum berbicara. Jika perkataan itu baik, ia menyampaikannya; jika buruk, ia menahannya. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga lisannya mudah mengucapkan apa saja tanpa mempertimbangkan akibat dan tanggung jawab dari perkataannya.

Para ulama juga mengingatkan bahwa penyakit hati seperti riya, dusta, dan ketidakjujuran dapat menghancurkan kualitas amal seseorang. Iman bukan sekadar pengakuan melalui lisan, bukan pula penampilan yang terlihat saleh di hadapan manusia. Keimanan harus tercermin dalam kejujuran, amanah, konsistensi, dan kesesuaian antara ucapan dengan perbuatan. Orang yang sungguh-sungguh menjaga imannya akan berusaha berlaku benar sekalipun tidak sedang dilihat, dipuji, atau diawasi orang lain.

Dalam kehidupan bermasyarakat, pesan Al-Baqarah ayat 14 sangat relevan. Sikap bermuka dua dapat muncul dalam persahabatan, keluarga, lingkungan pekerjaan, organisasi, bahkan kehidupan sosial dan kepemimpinan. Seseorang bisa saja memberikan dukungan di hadapan seseorang, tetapi justru menjatuhkan dan menyebarkan keburukan di belakangnya. Perilaku semacam ini bukan tanda kecerdikan, melainkan ancaman bagi kepercayaan, persatuan, dan keharmonisan. Namun, ayat ini harus menjadi bahan introspeksi, bukan alasan untuk sembarangan menuduh orang lain sebagai munafik.

Pada akhirnya, Al-Baqarah ayat 14, hadis Rasulullah SAW, serta nasihat Imam Ali bin Abi Thalib memberikan satu pesan besar: jagalah kesatuan antara hati, perkataan, dan perbuatan. Jangan menjadikan kepercayaan sebagai permainan, jangan menjadikan kebaikan sebagai topeng, dan jangan menjadikan persahabatan sebagai panggung kepentingan. Sebab, manusia mungkin bisa tertipu oleh wajah yang berubah-ubah dan kata-kata yang terdengar manis, tetapi tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengetahuan Allah SWT. Sebelum sibuk menilai wajah orang lain, sudahkah kita memastikan bahwa hati dan lisan kita benar-benar sejalan? (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Eri Sendjaya Pulangkan Keluarga Terlantar 8 Tahun dari Bogor, Tujuh Anak Disiapkan Kembali Sekolah    
Sabtu, Oktober 31, 2026

On Sabtu, Oktober 31, 2026

Eri Sendjaya Pulangkan Keluarga Terlantar 8 Tahun dari Bogor, Tujuh Anak Disiapkan Kembali Sekolah
Kepedulian terhadap warga yang mengalami persoalan sosial ditunjukkan Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepedulian terhadap warga yang mengalami persoalan sosial ditunjukkan Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya. Meski berada jauh di luar daerah, Eri memastikan Budi (35), Nopi (27), beserta tujuh orang anaknya yang selama kurang lebih delapan tahun hidup berpindah-pindah di wilayah Bogor dan sekitarnya, akhirnya dapat kembali ke kampung halaman di Kota Padang.

Melalui koordinasi lintas daerah, Dinas Sosial Kota Padang melaksanakan reunifikasi keluarga tersebut pada Sabtu (31/10/2026). Proses penyerahan berlangsung di kediaman keluarga di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dan diterima Wendri Donal selaku anggota keluarga. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan perlindungan bagi warga yang mengalami kerentanan sosial.

Eri Sendjaya hadir langsung dalam proses reunifikasi tersebut. Ia menegaskan, pelayanan sosial merupakan tanggung jawab pemerintah yang harus menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga Padang yang sedang berada di luar daerah. Menurutnya, melalui Program Unggulan Padang Melayani, pemerintah berupaya memastikan masyarakat mendapatkan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhannya.

"Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang melalui Progul Padang Melayani untuk membantu masyarakat yang mengalami permasalahan sosial. Meskipun keluarga ini berada di luar daerah, kami tetap berupaya hadir dan memastikan mereka bisa kembali ke Padang serta mendapatkan penanganan yang dibutuhkan," tegas Eri.

Berdasarkan hasil asesmen, Budi dan keluarganya sebelumnya tinggal di kawasan Cileungsi, Cibinong, hingga Bekasi selama kurang lebih delapan tahun. Mereka diketahui tinggal di jalanan dan mengemis di sekitar kolong flyover Simpang Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kondisi keluarga tersebut membutuhkan perhatian serius karena belum memiliki KTP dan Kartu Keluarga, belum menerima bantuan sosial, sementara anak-anaknya tidak bersekolah dan mengalami kekurangan gizi.

Dalam proses penanganan, Eri menggerakkan koordinasi bersama Sentra Galih Pakuan Bogor dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera. Turut mendukung proses tersebut Lurah Balai Gadang Yufrizal Maas, RT/RW, Pekerja Sosial Masyarakat, Pendamping Rehabilitasi Sosial, serta Ketua Pemuda setempat. Sebelum dipulangkan, keluarga juga memperoleh edukasi pengasuhan anak, pemahaman mengenai larangan eksploitasi anak di jalanan, dan pemeriksaan biometrik kependudukan.

Tidak berhenti pada pemulangan, Eri memastikan akan ada tindak lanjut agar keluarga tersebut memperoleh kesempatan memperbaiki kehidupannya. Dinas Sosial Kota Padang akan memfasilitasi pengurusan KTP dan KK, mengusulkan anak-anak mengikuti program Sekolah Rakyat, serta mengupayakan akses bantuan sosial sesuai ketentuan. Bantuan sembako dan kebutuhan dasar juga diserahkan saat proses reunifikasi untuk membantu kebutuhan awal keluarga.

"Setelah keluarga ini kembali, tentu masih ada beberapa hal yang perlu kita tindak lanjuti. Kami akan membantu pengurusan administrasi kependudukan, mengupayakan agar anak-anak bisa kembali bersekolah, serta memastikan keluarga ini mendapatkan pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhannya," ujar Eri. Pendampingan pengasuhan, perlindungan anak, dan rehabilitasi sosial akan menjadi bagian dari upaya lanjutan tersebut.

Kepulangan Budi, Nopi, dan tujuh anaknya disambut penuh rasa syukur oleh keluarga di Balai Gadang. Wendri Donal mengungkapkan kebahagiaannya karena mereka akhirnya dapat kembali berkumpul setelah sekian lama berada di perantauan. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang, khususnya Dinas Sosial, yang telah membantu proses pemulangan tersebut, seraya berharap kehidupan keluarga itu ke depan menjadi lebih baik.

Langkah yang dipastikan Eri Sendjaya ini menegaskan bahwa pelayanan sosial tidak boleh berhenti pada penanganan sesaat. Pemulangan harus diikuti pendampingan, pemenuhan hak anak, akses pendidikan, administrasi kependudukan, dan perlindungan sosial. Melalui Progul Padang Melayani, Dinas Sosial Kota Padang berupaya memastikan keluarga yang kembali ke kampung halaman tidak hanya mendapatkan tempat untuk pulang, tetapi juga kesempatan membangun masa depan yang lebih layak. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Wagub: Ide Program Nagari Creative Hub Berawal dari Pengalaman Membeli Rendang di Marketplace    
Sabtu, Oktober 31, 2026

On Sabtu, Oktober 31, 2026

Wagub: Ide Program Nagari Creative Hub Berawal dari Pengalaman Membeli Rendang di Marketplace
Wagub memberikan keterangan kepada awak media didampingi OPD terkait soal gagasan pengembangan Nagari Creative Hub (NCH) di Sumatera Barat (Sumbar) ternyata berawal dari pengalaman sederhana. (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gagasan pengembangan Nagari Creative Hub (NCH) di Sumatera Barat (Sumbar) ternyata berawal dari pengalaman sederhana Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, ketika hendak membeli rendang melalui platform digital atau marketplace.

Saat mencari rendang secara daring, Vasko justru menemukan banyak toko yang menawarkan produk tersebut berasal dari luar Sumbar. Padahal, rendang merupakan salah satu kuliner khas yang identik dengan Sumbar.

Pengalaman tersebut memunculkan pertanyaan sekaligus keprihatinan tentang sejauh mana produk unggulan Sumbar memanfaatkan peluang pasar digital. Dari situlah muncul gagasan untuk menghadirkan NCH sebagai wadah bagi pelaku UMKM lokal agar mampu memasarkan produknya melalui berbagai platform digital dan dapat diakses masyarakat luas tanpa terbatas ruang dan waktu.

“Awalnya, saya ingin membeli rendang melalui platform digital. Tetapi ketika melihat toko-toko yang menjual, ternyata banyak yang berasal dari luar Sumbar. Padahal rendang itu makanan khas Sumatera Barat. Itulah yang mendasari munculnya ide NCH ini,” ungkap Vasko saat melaunching NCH Sungai Duo di Kabupaten Dharmasraya, Jumat (30/10/2026).

Menurut Vasko, persoalan yang perlu dijawab bukan semata-mata kemampuan masyarakat memproduksi barang berkualitas, melainkan bagaimana produk-produk tersebut dapat dikenal dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Ia mencontohkan rendang yang memiliki beragam karakteristik dan bahan baku sesuai kekayaan kuliner masing-masing daerah di Sumbar. Di wilayah Tanah Datar, Bukittinggi, Agam, dan Payakumbuh, misalnya, daging sapi menjadi bahan utama rendang. Sementara di kawasan pesisir, masyarakat juga mengenal olahan rendang berbahan dasar hasil laut atau seafood.

“Rendang itu banyak variasinya. Ada rendang daging, ada juga rendang seafood di daerah pesisir. Kekayaan seperti ini harus diketahui masyarakat luas, terutama orang-orang di luar Sumbar. Karena itu, produk lokal kita harus dipasarkan melalui platform online agar peluang ekonominya semakin terbuka,” jelasnya.

Melalui NCH, para pelaku UMKM lokal didorong untuk belajar memanfaatkan berbagai platform digital dalam memasarkan produk. Proses tersebut dilakukan melalui pendampingan bersama para praktisi yang memiliki pengalaman di bidang pemasaran digital dan telah teruji di tingkat nasional.

Dengan demikian, NCH tidak hanya menyediakan ruang usaha secara fisik, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola perdagangan dan perilaku konsumen.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Ia menilai NCH merupakan terobosan untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat nagari.

“Terima kasih Uda Vasko. Saya yakin ini akan menjadi solusi untuk perluasan pasar dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Annisa.

NCH Sungai Duo sendiri merupakan implementasi pertama program tersebut di Kabupaten Dharmasraya dan menjadi bagian dari 13 nagari yang ditetapkan sebagai lokus awal pengembangan NCH di Sumbar.

Melalui program ini, Pemprov Sumbar ingin memastikan produk-produk unggulan nagari tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bersaing di pasar nasional melalui pemanfaatan teknologi digital. (adpsb/bud)

Erlina Resmi Lantik Pengurus IKWI Pasaman, Dorong Perempuan Wartawan Lebih Berdaya dan Mandiri    
Sabtu, Oktober 31, 2026

On Sabtu, Oktober 31, 2026

Erlina Resmi Lantik Pengurus IKWI Pasaman, Dorong Perempuan Wartawan Lebih Berdaya dan Mandiri
Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumatera Barat, Erlina, S.H., secara resmi melantik jajaran pengurus IKWI Kabupaten Pasaman untuk masa bakti terbaru. (Fotdok: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumatera Barat, Erlina, S.H., secara resmi melantik jajaran pengurus IKWI Kabupaten Pasaman untuk masa bakti terbaru. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting memperkuat peran organisasi keluarga insan pers sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan di Kabupaten Pasaman.

Pelantikan ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menghadirkan IKWI sebagai organisasi yang aktif, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat. Kehadiran kepengurusan baru diharapkan mampu membawa semangat serta energi baru dalam menjalankan roda organisasi.

Dalam arahannya, Erlina, S.H., menekankan pentingnya menjaga soliditas, kekompakan, dan kreativitas seluruh pengurus. Menurutnya, organisasi akan berkembang apabila setiap anggota memiliki komitmen bersama, saling mendukung, serta mampu melahirkan kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

Erlina juga mendorong pengurus IKWI Pasaman agar tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi turut mengambil bagian dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. "Perempuan yang tergabung dalam keluarga besar insan pers dinilai memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan, dan pembangunan daerah," katanya, baru-baru ini. 

Salah satu fokus yang diharapkan berkembang dalam kepengurusan baru adalah pemberdayaan ekonomi kreatif. Melalui berbagai kegiatan keterampilan, peningkatan kapasitas, dan pengembangan potensi anggota, IKWI Pasaman diharapkan mampu membuka peluang kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan lingkungan sosial.

Selain pemberdayaan ekonomi, peningkatan literasi juga menjadi bagian penting dari kiprah organisasi. "Di tengah derasnya arus informasi digital, anggota IKWI diharapkan mampu menjadi teladan dalam menyaring informasi, menangkal berita bohong, serta membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara bijak dan produktif," cakapnya. 

Erlina turut mengharapkan kepengurusan IKWI Pasaman dapat membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi kewartawanan, serta berbagai pemangku kepentingan. "Sinergi tersebut penting agar program-program organisasi dapat berjalan lebih luas dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal," tegasnya. 

Suasana pelantikan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan kehadiran tokoh pers, tamu undangan, serta perwakilan organisasi perempuan. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang terbangun diharapkan menjadi modal kuat bagi pengurus IKWI Pasaman dalam menghadapi tantangan organisasi sekaligus merealisasikan program kerja.

Dengan resmi dilantiknya kepengurusan baru, Erlina berharap IKWI Pasaman mampu tumbuh menjadi organisasi perempuan yang solid, kreatif, dan berdaya saing. Lebih dari itu, IKWI diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi keluarga wartawan, tetapi juga hadir melalui aksi nyata yang memperkuat pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, dan kemajuan masyarakat Pasaman. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Maigus Nasir Ajak Pemuda Padang Jadikan Semangat Sumpah Pemuda Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial    
Sabtu, Oktober 31, 2026

On Sabtu, Oktober 31, 2026

Maigus Nasir Ajak Pemuda Padang Jadikan Semangat Sumpah Pemuda Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
Maigus Nasir saat menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Pemuda Purus Baru, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Jumat (30/10/2026) malam. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengajak generasi muda menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan nyata dalam membangun daerah. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melahirkan kreativitas, memperkuat persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Maigus Nasir saat menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Pemuda Purus Baru, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Jumat (30/10/2026) malam. Kegiatan berlangsung meriah dalam suasana kebersamaan, dengan berbagai penampilan seni dan budaya yang melibatkan generasi muda setempat.

Turut hadir Camat Padang Barat, Diko Riva Utama, Lurah Purus, Zulwandry Anwar, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut memperlihatkan pentingnya membangun kebersamaan lintas generasi dalam menjaga semangat persatuan dan menghidupkan kegiatan kepemudaan di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Maigus menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Karena itu, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan menciptakan peluang, tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan serta kepedulian terhadap sesama.

"Pemuda menghadapi tantangan besar di era digital. Karena itu, kemajuan teknologi harus diiringi dengan penguatan jiwa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan," tegas Maigus Nasir. Ia mengingatkan bahwa kecakapan digital harus berjalan seiring dengan karakter, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Lebih jauh, Maigus mengingatkan bahwa makna Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada kegiatan peringatan atau seremoni tahunan. Semangat persatuan harus diwujudkan melalui tindakan sehari-hari, seperti memperkuat solidaritas, menjaga kerukunan, membantu sesama, dan menghidupkan budaya gotong royong di tengah masyarakat.

"Semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata dengan menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta menghidupkan gotong royong demi kemajuan masyarakat dan daerah," ujarnya. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis karena masa depan daerah dan bangsa turut ditentukan oleh kualitas, kreativitas, serta kepedulian anak-anak mudanya.

Maigus juga mengajak pemuda menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan produktif. Ia menekankan pentingnya menjauhkan diri dari berbagai perilaku negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan berisiko, tawuran, serta tindakan lain yang melanggar hukum. Generasi muda diharapkan mampu mengisi waktu dengan kegiatan positif dan membangun prestasi sesuai potensi masing-masing.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Purus Baru tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran pemuda, tidak hanya sebagai penerus bangsa, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di lingkungan tempat tinggalnya. Melalui kreativitas seni budaya, kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, dan pemanfaatan teknologi, pemuda dapat mengambil bagian langsung dalam pembangunan Kota Padang.

Maigus Nasir berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam peringatan Sumpah Pemuda terus terpelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh generasi muda Padang untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi tampil mengambil peran, menjaga persatuan, dan menghadirkan karya nyata demi masa depan Kota Padang yang lebih maju. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Launching Nagari Creative Hub Sungai Duo, UMKM Sumbar Didorong Tembus Pasar Digital    
Sabtu, Oktober 31, 2026

On Sabtu, Oktober 31, 2026

Launching Nagari Creative Hub Sungai Duo, UMKM Sumbar Didorong Tembus Pasar Digital
Kehadiran NCH diharapkannya menjadi ruang pengembangan usaha sekaligus memperluas akses pemasaran produk UMKM lokal melalui pemanfaatan platform digital. (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy meresmikan pelaksanaan program Nagari Creative Hub (NCH) di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (30/10/2026). Kehadiran NCH diharapkannya menjadi ruang pengembangan usaha sekaligus memperluas akses pemasaran produk UMKM lokal melalui pemanfaatan platform digital.

"NCH ini kita hadirkan untuk memperluas pasar produk UMKM, dari lokal menjadi nasional melalui cara konvensional dan digital dengan pemanfaatan berbagai platform digital," tegas Wagub Vasko

Launching NCH Sungai Duo ditandai dengan pemukulan gendang oleh Wagub Vasko bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar Mahdianur, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dharmasraya.

Usai peresmian, Wagub bersama Bupati dan rombongan Forkopimda meninjau langsung sejumlah tenant UMKM NCH Sungai Duo. Beragam produk kuliner dan kriya lokal diperkenalkan sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat nagari.

Tidak hanya meninjau, Vasko bersama Bupati Annisa juga ikut mempromosikan produk UMKM melalui siaran langsung atau live streaming pada akun TikTok @nchlapaunagari.sungaiduo. Melalui aktivitas tersebut, Wagub turut memperkenalkan produk-produk lokal kepada calon konsumen di pasar digital.

"Produk lokal kita itu banyak, beragam dan bagus-bagus, sayang kalau tidak dipromosikan secara luas. Disamping memperkenalkan, ini juga dapat mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat," ujar Vasko

Dalam kesempatan yang sama Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani menyampaikan pihaknya menyambut positif kehadiran NCH Sungai Duo. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ini merupakan ide yang sangat brilian dari Wagub Vasko untuk mengangkat UMKM lokal. Saya yakin program ini akan menjadi solusi bagi perluasan pasar dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Annisa.

Sementara itu Wali Nagari Sungai Duo, Ali Amran menjelaskan pengembangan NCH Sungai Duo dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag). Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat berjalan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia menyebutkan, sebelum adanya NCH, sebagian besar masyarakat memasarkan produk secara konvensional atau offline. Namun, melalui pendampingan dan fasilitas yang tersedia, para pelaku usaha mulai terbiasa memanfaatkan metode penjualan secara daring.

“Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan. Jumlah transaksi terus meningkat dari hari ke hari dan keterlibatan UMKM lokal juga semakin bertambah,” ungkapnya.

Nagari Sungai Duo sendiri memiliki 7.843 penduduk yang tersebar di 15 jorong dengan latar belakang masyarakat multietnis. Potensi tersebut menjadi salah satu modal sosial dalam pengembangan aktivitas ekonomi dan kreativitas masyarakat berbasis nagari.

Untuk memperkuat keberadaan NCH, Pemprov Sumbar melalui melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumbar juga tengah melaksanakan pembangunan fasilitas pendukung berupa Medan Nan Bapaneh. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 55 persen dari total masa pengerjaan selama 75 hari dan ditargetkan rampung pada November mendatang.

Melalui pengembangan NCH, Pemprov Sumbar berharap semakin banyak UMKM nagari yang mampu memanfaatkan teknologi digital, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Dengan demikian, NCH tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga pusat pengembangan kreativitas dan ekonomi masyarakat nagari. (adpsb/bud)