HEADLINE
Dialog Sosial Kunci Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis di PT Indonesia Epson Industry    
Kamis, Juli 23, 2026

On Kamis, Juli 23, 2026

Dialog Sosial Kunci Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis di PT Indonesia Epson Industry
Afriansyah saat berdialog dengan Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (F-SPGI) PT Indonesia Epson Industry di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menempatkan dialog sosial dalam membangun hubungan industrial yang harmonis. 

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah memfasilitasi komunikasi antara manajemen PT Indonesia Epson Industry dan serikat pekerja agar setiap persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan melalui mekanisme yang terbuka dan berimbang.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan pemerint ah hadir sebagai penengah yang membuka ruang komunikasi bagi seluruh pihak. Pendekatan itu diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan hak-hak pekerja, keberlangsungan usaha, dan kepastian iklim investasi.

"Dialog sosial adalah kunci utama dalam mengurai setiap dinamika hubungan industrial. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi ruang diskusi yang konstruktif dan sejuk agar hak-hak normatif para pekerja tetap terlindungi secara adil," ujar Afriansyah saat berdialog dengan Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (F-SPGI) PT Indonesia Epson Industry di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut Afriansyah penyelesaian persoalan hubungan industrial di PT Indonesia Epson Industry ditempuh dengan mengedepankan musyawarah.

Pendekatan tersebut dipilih agar setiap persoalan dapat dipahami secara menyeluruh sebelum diambil langkah yang sesuai.

Proses itu diawali melalui audiensi dengan Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (F-SPGI). Dalam pertemuan tersebut, ser ikat pekerja menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain mengenai pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dinamika organisasi serikat pekerja, serta penerapan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Setelah mendengarkan masukan dari serikat pekerja, Kemnaker memfasilitasi pertemuan yang mempertemukan perwakilan pekerja dan manajemen perusahaan. 

Forum tersebut menjadi wadah bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan pandangan masing-masing sekaligus membangun pemahaman yang lebih utuh terhadap berbagai isu yang berkembang.

Dalam dialog itu, serikat pekerja menyampaikan pandangannya terkait prosedur dan lini masa pencatatan serikat pekerja.

Sementara itu, pihak manajemen menjelaskan bahwa kebijakan yang diambil didasarkan pada hasil evaluasi kinerja perusahaan (business review).

Pembahasan juga mencakup tata kelola organisasi serikat pekerja agar tetap berjalan selaras dengan prinsip netralitas perusahaan. 

Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan in dustrial yang sehat, saling menghormati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui rangkaian dialog tersebut, Kemnaker memusatkan pembinaan pada peningkatan kualitas komunikasi antara pekerja dan manajemen, penguatan hubungan industrial yang berkelanjutan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan norma ketenagakerjaan sesuai peraturan perundang-undangan.

Afriansyah berharap komunikasi yang terus terbangun dapat melahirkan kesepahaman di antara pekerja dan manajemen.

Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan akan lebih mudah dicapai apabila seluruh pihak mengedepankan dialog dan saling menghormati.

"Dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, penyelesaian setiap persoalan diharapkan dapat ditempuh melalui solusi yang adil bagi semua pihak sekaligus mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan," pungkas Afriansyah. (*)

Gubernur Sumbar Usulkan Tiga Program Strategis kepada Menko Perekonomian, Dorong Teluk Tapang Jadi PSN    
Kamis, Juli 23, 2026

On Kamis, Juli 23, 2026

Gubernur Sumbar Usulkan Tiga Program Strategis kepada Menko Perekonomian, Dorong Teluk Tapang Jadi PSN
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyampaikan tiga usulan strategis yang diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Sumbar, yakni pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), reaktivasi jaringan kereta api, dan percepatan pengembangan energi baru terbarukan.

Usulan utama yang disampaikan adalah pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat menjadi Kawasan Kota Pelabuhan Industri Hijau Cerdas (Smart Green Industrial Port City) sekaligus diusulkan sebagai Proyek Strategis Nasional. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri hilirisasi yang terintegrasi dengan pelabuhan modern.

“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” kata Mahyeldi.

Menurut Gubernur Mahyeldi, kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi pengembangan sejumlah industri strategis, di antaranya kilang minyak (oil refinery) dan industri biodiesel berbasis minyak sawit mentah (CPO). Keberadaan kawasan industri hijau ini diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Pengembangan Teluk Tapang dinilai memiliki prospek besar karena didukung potensi komoditas unggulan Sumbar, khususnya kelapa sawit. Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu sentra perkebunan sawit terbesar di Sumbar, sehingga keberadaan pelabuhan baru akan memangkas biaya distribusi hasil perkebunan yang selama ini sebagian besarnya masih bergantung pada Pelabuhan Teluk Bayur. 

Selain melayani kebutuhan logistik Sumbar, Teluk Tapang juga diproyeksikan menjadi simpul logistik kawasan pantai barat Sumatera, termasuk bagi wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. 

Pemerintah sendiri telah memasukkan pembangunan fasilitas Pelabuhan Teluk Tapang sebagai salah satu proyek strategis yang terus dipersiapkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Selain pengembangan Teluk Tapang, Mahyeldi juga mengusulkan percepatan reaktivasi kereta api di Sumbar.

Menurutnya, penguatan konektivitas melalui transportasi perkeretaapian akan meningkatkan efisiensi logistik, memperlancar distribusi barang dan komoditas, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta pengembangan sektor pariwisata.

Usulan strategis lainnya adalah percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Mahyeldi menilai Sumbar memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih, mulai dari tenaga air, panas bumi, hingga energi surya, yang dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan industri hijau sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto memberikan respons positif. 


Ia mengapresiasi langkah Pemprov Sumbar dalam menyiapkan berbagai program pembangunan berorientasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing daerah.

Airlangga menyatakan pihaknya akan mengkaji seluruh usulan tersebut dan menindaklanjutinya sesuai mekanisme, tahapan perencanaan, dan kewenangan yang dimiliki Kemenko Perekonomian.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumbar dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan industri, penguatan konektivitas, serta pemanfaatan energi bersih sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Turut hadir mendampingi Gubernur Mahyeldi dalam pertemuan tersebut sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sumbar, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Adib Alfikri; Kepala Bappeda, Zefnihan; Kepala Dinas DPMPTSP, Luhur Budianda; Kepala Dinas Perkimtan, Ahdiyarsyah; Kepala Dinas Kehutanan, Ferdinal Martin; Kepala Dinas ESDM, Helmi; dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Nolly Eka Mardianto; serta Kepala Badan Penghubung, Fauzan Zaenon. (adpsb/bud)

GOW Kota Padang Sukses Gelar Bakti Sosial Donor Darah di Gedung Youth Center    
Kamis, Juli 23, 2026

On Kamis, Juli 23, 2026

GOW Kota Padang Sukses Gelar Bakti Sosial Donor Darah di Gedung Youth Center
GOW Kota Padang sukses menggelar kegiatan bakti sosial donor darah di Gedung Youth Center Kota Padang, Rabu (22/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang sukses menggelar kegiatan bakti sosial donor darah bertajuk "Setetes Darah Sejuta Harapan Mereka" di Gedung Youth Center Kota Padang, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan mulia ini menjadi wujud nyata sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah, dan lembaga kemanusiaan dalam membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Dalam laporan panitia pelaksana yang disampaikan oleh Kepala Bidang Sosial, Agama, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup GOW Kota Padang, Laila, kegiatan ini terselenggara berkat dukungan penuh dari Pemko Padang serta sokongan dana dari Dinas P3AP2KB. 

"Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja GOW Kota Padang. Kami menargetkan 100 orang peserta donor dari utusan masing-masing organisasi wanita, serta terbuka bagi ASN Pemko Padang dan institusi pendidikan seperti UNAND, UNP, Bung Hatta, Poltekkes Padang, serta perguruan tinggi lainnya," katanya. 

Ketua Umum GOW Kota Padang, Srihayati, menegaskan bahwa tingginya permintaan darah yang terlihat di berbagai platform media sosial belakangan ini, melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, mendonorkan darah adalah langkah mulia yang sangat dicintai oleh Allah SWT karena langsung berkaitan dengan upaya menyelamatkan nyawa manusia. 

"Bagi kita, mendonor mungkin hanya butuh waktu singkat. Namun bagi mereka yang berjuang di rumah sakit akibat pendarahan, thalasemia, sakit jantung, maupun korban kecelakaan, setetes darah yang disumbangkan adalah penyambung kehidupan dan pembangkit harapan," urainya. 

Penasehat GOW Kota Padang, Dian Puspita, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berkolaborasi. Ia juga memaparkan edukasi penting mengenai efektivitas satu kantong darah yang dapat diproses oleh PMI menjadi beberapa komponen medis berbeda untuk 3 hingga 4 pasien sekaligus.

"Satu kantong darah bisa diolah menjadi Packed Red Cell (sel darah merah pekat) untuk pasien anemia atau pendarahan, trombosit bagi pasien dengan trombosit rendah, Fresh Frozen Plasma untuk gangguan darah seperti thalasemia, hingga Cryoprecipitate untuk infeksi berat," ujarnya. 

Selain aspek medis, Dian Puspita menyoroti bahwa kegiatan donor darah sarat akan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kepedulian, dan empati. Nilai-nilai ini dinilai sangat esensial bagi kaum perempuan yang tergabung dalam organisasi wanita. 

"Wanita bukan hanya memiliki peran penting dalam pembangunan keluarga, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak untuk menciptakan masyarakat yang peduli kesehatan, memiliki solidaritas sosial yang tinggi, dan
saling menguatkan," cakapnya. 

Kolaborasi antara GOW, Pemko Padang, dan PMI ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa kerja sama lintas sektor mampu memberikan dampak yang jauh lebih masif ketimbang bergerak sendiri-sendiri. 

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bernilai sosial dan seremonial semata, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, empati, kepedulian yang harus senantiasa melekat pada diri anggota organisasi wanita sebagai penggerak kesehatan masyarakat dan menjadi agenda berkelanjutan yang memotivasi organisasi wanita lain di Kota Padang. 

Mewakili PMI Kota Padang, Atika Rozalia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada GOW Kota Padang di bawah kepemimpinan Ibu Sri Hayati atas konsistensi dan kepedulian sosial yang ditunjukkan.

"Setiap kantong darah yang didonorkan sangat berarti bagi korban kecelakaan, ibu bersalin dengan pendarahan, anak-anak penderita thalasemia, hingga pasien operasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal kebiasaan mulia untuk rutin menjadi pendonor darah sukarela," terangnya. 

GOW Kota Padang berharap gerakan donor darah dapat terus dibudayakan sebagai bentuk investasi amal sekaligus pilar kekuatan sosial masyarakat yang saling menolong dan peduli di Kota Padang. (*)

Wako Fadly Amran Membuka Festival Tadabur Yasin dan Mars Tarbiyah se-Kota Padang    
Kamis, Juli 23, 2026

On Kamis, Juli 23, 2026

Wako Fadly Amran Membuka Festival Tadabur Yasin dan Mars Tarbiyah se-Kota Padang
Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi membuka Festival Tadabur Yasin dan Mars Tarbiyah se-Kota Padang. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi membuka Festival Tadabur Yasin dan Mars Tarbiyah se-Kota Padang yang diselenggarakan oleh MTY Kota Padang di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (22/7/2026). 

Selain Wali Kota Padang Fadly Amran, hadir juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Ketua Majelis Taklim Yasin (MTY) Kota Padang Nurlisma
* Ketua MTY Sumatera Barat Salmadanis, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, serta Hari Ulang Tahun MTY Kota Padang.

Festival ini mengusung tema "Menghidupkan Semangat Cinta Al-Qur'an dan Program Smart Surau Mencetak Generasi Penerus yang Bermartabat."

Fadly Amran mengatakan bahwa festival tadabur yasin dan mars tarbiyah ini sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang dijalankan Pemerintah Kota Padang. Melalui program tersebut, terdapat implementasi Program 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz) yang bertujuan meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, serta hafalan Al-Qur'an.

Fadly juga mengajak seluruh pengurus dan anggota MTY Kota Padang untuk berperan aktif dalam membina keluarga melalui Program Smart Surau. Menurutnya, pembentukan karakter anak harus dimulai dari lingkungan keluarga agar mampu mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja.

Fadly Amran berharap festival tadabur yasin dan mars tarbiyah dapat terus berkembang dengan jumlah peserta yang lebih banyak, termasuk melibatkan seluruh kelurahan di Kota Padang. Bahkan, ia mendorong agar kegiatan tersebut dapat dikembangkan hingga tingkat Provinsi Sumatera Barat maupun nasional.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu mendorong peserta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi juga menjadi sarana untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," katanya. 

Ketua MTY Kota Padang Nurlisma menyampaikan, bahwa festival ini merupakan bentuk kontribusi MTY dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Padang untuk mewujudkan kota yang maju, cerdas, serta berlandaskan agama dan budaya.

"Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan MTY dari 11 kecamatan di Kota Padang. Masing-masing kecamatan mengirimkan delegasinya untuk mengikuti perlombaan," ujarnya. (*) 

DP KORPRI Kota Pariaman Dikukuhkan, Wako Pariaman Tekankan Integritas ASN    
Kamis, Juli 23, 2026

On Kamis, Juli 23, 2026

DP KORPRI Kota Pariaman Dikukuhkan, Wako Pariaman Tekankan Integritas ASN
Pengukuhan  disaksikan Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi dan Asisten II, Nazifah di Balairung Rumah Dinas Walikota, Rabu (22/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kota Pariaman masa bakti 2024-2029 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Sumatera Barat, Andri Yulika.

Pengukuhan  disaksikan Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi dan Asisten II, Nazifah di Balairung Rumah Dinas Walikota, Rabu (22/7/2026).

Wali Kota Pariaman, Yota Balad dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus KORPRI Kota Pariaman yang baru saja dilantik dan berharap dapat mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan integritas tinggi dalam memajukan organisasi KORPRI.

“KORPRI adalah organisasi profesional yang menaungi seluruh ASN Pemerintah Kota Pariaman. Sebagai ASN kita harus betul-betul melaksanakan apa yang telah tertuang pada panca prasetya KORPRI dalam kehidupan sehari-hari”, ungkapnya.

Menurutnya, momentum pelantikan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran KORPRI dalam mendukung peran ASN yang berintegritas, profesional dan loyalitas.

Ia menegaskan melalui pelantikan KORPRI dibawah naungan Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar sebagai Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kota Pariaman untuk tetap disiplin, menjaga kekompakan, dan loyalitas.

“Sebagai ASN kita harus mempunyai loyalitas, dalam arti adalah disiplin dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan visi misi kami Walikota dan Wakil Walikota agar dapat diselesaikan dalam waktu lima tahun ini, karena bapak/ibu ASN yang menjadi ujung tombak menjalankan visi misi tersebut agar berjalan”, jelasnya.

Yota Balad juga berharap inovasi-inovasi dari pengurus KORPRI, sehingga KORPRI Kota Pariaman semakin kuat, jaya dan mempunyai inovasi serta improvisasi dalam penengakan disiplin, loyalitas serta memiliki jiwa korsa sehingga ASN Kota Pariaman bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (R/at)

Siswi SMA Adabiah 2 Padang Terpilih Wakili Sumbar di Asia Youth Leader 2026 yang  Digelar Kemendikdasmen    
Kamis, Juli 23, 2026

On Kamis, Juli 23, 2026

Siswi SMA Adabiah 2 Padang Terpilih Wakili Sumbar di Asia Youth Leader 2026 yang  Digelar Kemendikdasmen
Wali Kota Padang Fadly Amran didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova menerima audiensi siswi SMA Adabiah 2 Padang, Puan Malika Jomantara. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Siswi SMA Adabiah 2 Padang, Puan Malika Jomantara (17), terpilih mewakili Sumatera Barat dalam ajang Asia Youth Leader 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia bekerja sama dengan AEON 1% Club Foundation.

Puan Malika Jomantara yang merupakan siswi kelas XII itu, menjadi satu-satunya peserta dari Sumatera Barat dan dipercaya sebagai Ketua Delegasi Indonesia yang terdiri dari delapan peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur.

"Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta dari tujuh negara di Asia, yaitu Indonesia, Jepang, Thailand, Kamboja, Laos, Filipina, dan Malaysia," ujarnya, Rabu (22/7/2026). 

Puan menjelaskan, Asia Youth Leaders merupakan program pengembangan kepemimpinan dan pertukaran budaya bergengsi bagi siswa sekolah menengah dari sejumlah negara di Asia. Tahun ini kegiatan ini akan berlangsung dari 24 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Okinawa, Jepang.

Puan menambahkan, forum tersebut menjadi wadah bagi para pemimpin muda Asia untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan solusi atas berbagai persoalan global dengan tema utama perdamaian.

"Sebagai daerah yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami, saya ingin belajar bagaimana Jepang membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi becana. Ilmu yang saya dapatkan nanti akan saya bawa pulang dan saya implementasikan di Padang, Sumatera Barat," katanya. 

Pemilihan Okinawa sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna historis karena kawasan tersebut pernah menjadi lokasi Battle of Okinawa, yang menjadi simbol penting tentang perdamaian dan rekonsiliasi.

Wali Kota Padang Fadly Amran yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, menyampaikan rasa bangga atas prestasi Puan yang berhasil membawa nama Kota Padang ke tingkat internasional. Menurutnya, Puan merupakan salah satu anak kebanggaan Kota Padang yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan baik serta menguasai berbagai bahasa.

"Kita doakan semoga semakin banyak anak-anak Kota Padang yang seperti Puan. Tadi saya juga memotivasi Puan agar nantinya mendaftar ke kampus-kampus yang bekerja sama dalam Program Padang Juara ataupun kampus-kampus terbaik di dunia. Mudah-mudahan nantinya Puan dapat menjadi salah satu pemimpin bangsa di masa depan. (*)

Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat    
Kamis, Juli 23, 2026

On Kamis, Juli 23, 2026

Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi saat melantik dan mengambil sumpah/janji 30 pejabat fungsional di lingkungan Kemnaker, Selasa (21/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menegaskan bahwa pejabat fungsional di lingkungan Kemnaker harus mampu menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelaksanaan tugas dan fungsinya.

"Kita tidak sekadar bekerja, tetapi bekerja yang benar-benar bermakna sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari pekerjaan kita," ujar Cris saat melantik dan mengambil sumpah/janji 30 pejabat fungsional di lingkungan Kemnaker, Selasa (21/7/2026).

Dalam arahannya, Cris mengatakan jabatan fungsional memegang peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas organisasi. Karena itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik memegang teguh sumpah dan janji jabatan serta menjalankan amanah dengan penuh integritas dan tanggung jawab.

Menurutnya, setiap pekerjaan yang dilakukan di Kemnaker harus berorientasi pada pelaksanaan amanat konstitusi, yakni membantu masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak.

Sebagai wujud komitmen tersebut, orientasi pelayanan kepada masyarakat harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia mencontohkan, instruktur pelatihan tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pelatihan atau pemberian sertifikat, tetapi juga perlu terus memantau perkembangan peserta agar memiliki peluang memperoleh pekerjaan.

"Anggaplah mereka seperti ana k atau saudara kita. Ketika mereka sudah lulus pelatihan tetapi belum mendapatkan pekerjaan, kita juga harus ikut memikirkan bagaimana mereka bisa memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak," katanya.

Cris berharap semangat tersebut menjadi budaya kerja seluruh pejabat fungsional Kemnaker sehingga setiap program dan layanan yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan masyarakat. (*)