HEADLINE
Muhidi Bicara Aksi di DPRD Sumbar: Pintu Aspirasi Terbuka, Tapi Jangan Sampai Jadi Kekacauan!    
Kamis, September 17, 2026

On Kamis, September 17, 2026

Muhidi Bicara Aksi di DPRD Sumbar: Pintu Aspirasi Terbuka, Tapi Jangan Sampai Jadi Kekacauan!
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi saat bersilaturahmi dengan Direktur Intelkam Polda Sumbar Kombes Pol Riki Kurniawan, Kamis (17/9/2026). (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi menegaskan komitmennya untuk tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Namun, keterbukaan tersebut berjalan beriringan dengan tuntutan agar setiap aksi penyampaian pendapat berlangsung tertib, aman dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat luas.

Penegasan itu disampaikan Muhidi saat bersilaturahmi dengan Direktur Intelkam Polda Sumbar Kombes Pol Riki Kurniawan, Kamis (17/9/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Sumbar tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan kepolisian dalam menghadapi dinamika penyampaian aspirasi di Sumatera Barat.

Muhidi menyebut DPRD Sumbar pada prinsipnya tidak pernah menutup pintu bagi masyarakat maupun mahasiswa dari kelompok mana pun yang hendak menyampaikan aspirasi. Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati sekaligus difasilitasi secara baik.

Namun, Muhidi mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi juga harus berjalan bersama tanggung jawab. Setiap aksi di lingkungan DPRD Sumbar diharapkan tidak berubah menjadi gangguan terhadap keamanan, aktivitas masyarakat maupun pelaksanaan tugas kelembagaan.

“Kita selalu terbuka dan menerima masyarakat maupun mahasiswa dari kalangan mana pun. Hanya saja, terkadang ada keterbatasan waktu untuk memenuhi keinginan bertemu langsung dengan seluruh masyarakat atau mahasiswa yang datang,” ujar Muhidi.

Sorotan juga muncul terkait kekhawatiran mengenai dugaan adanya massa yang digerakkan atau dititipkan untuk menyampaikan aspirasi tertentu. Muhidi memilih tidak gegabah menarik kesimpulan. Ia menegaskan, tuduhan terhadap massa tidak boleh disampaikan tanpa dasar yang jelas.

“Kita tidak bisa mengatakan atau menuduh massa tersebut adalah massa titipan. Tetapi tentu bisa dilihat dari cara dan pola mereka menyampaikan orasi,” katanya.

Karena itu, Muhidi mendorong agar koordinasi DPRD Sumbar dengan Polda Sumbar semakin diperkuat, khususnya terkait informasi dan pemetaan rencana aksi unjuk rasa di lingkungan DPRD. Koordinasi dinilai penting agar setiap kegiatan dapat dipersiapkan secara matang dan seluruh pihak memahami koridor yang harus dipatuhi.

Bagi Muhidi, menjaga ketertiban bukan berarti membatasi aspirasi. Justru, koordinasi yang kuat diharapkan mampu memastikan suara masyarakat tetap terdengar tanpa harus mengorbankan keamanan dan kenyamanan publik.

“Yang penting bagaimana setiap aksi bisa berjalan aman, tertib dan kondusif. Aspirasi masyarakat tetap kita terima dan kita hormati,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Riki Kurniawan bersama jajaran Ditintelkam Polda Sumbar juga membahas dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama yang berkaitan dengan situasi politik serta aktivitas penyampaian aspirasi di Sumatera Barat. Sinergi antara DPRD dan kepolisian dipandang penting untuk menjaga komunikasi sekaligus mengantisipasi potensi persoalan yang dapat mengganggu ketertiban.

Muhidi menegaskan bahwa komunikasi antarlembaga harus terus dijaga. Dengan koordinasi yang baik, setiap aspirasi masyarakat dapat disalurkan melalui ruang demokrasi yang tersedia, sementara keamanan lingkungan DPRD dan kepentingan masyarakat umum tetap terlindungi.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Muhidi kepada Direktur Intelkam Polda Sumbar. Hadir Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Sumbar Dahrul Idris, Ps Kasubdit 1 Ditintelkam Polda Sumbar Kompol Liya Desmon, Ps Kanit 3 Subdit 1 AKP Rizki Saktiko beserta jajaran. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

LKAAM Sawahlunto Bangkit! Dahler Datuak Panghulu Sati Pimpin Gerakan Jaga Adat dan Anak Kemenakan    
Kamis, September 17, 2026

On Kamis, September 17, 2026

LKAAM Sawahlunto Bangkit! Dahler Datuak Panghulu Sati Pimpin Gerakan Jaga Adat dan Anak Kemenakan
Pengukuhan kepengurusan baru itu dilakukan Ketua LKAAM Sumatera Barat Prof. Dr. H. Fauzi Bahar Datuak Nan Sati melalui prosesi pati ambalau. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Sawahlunto memasuki babak baru. Kepengurusan masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan, Kamis (17/9/2026), dengan Ir. Dahler Datuak Panghulu Sati dipercaya memimpin lembaga adat tersebut untuk lima tahun ke depan.

Pengukuhan kepengurusan baru itu dilakukan Ketua LKAAM Sumatera Barat Prof. Dr. H. Fauzi Bahar Datuak Nan Sati melalui prosesi pati ambalau. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru LKAAM Sawahlunto dalam memperkuat eksistensi adat, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra turut hadir dalam prosesi tersebut. Kehadiran pemerintah daerah menegaskan dukungan terhadap keberadaan lembaga adat sebagai salah satu mitra strategis dalam menjaga nilai sosial budaya serta memperkuat kehidupan bermasyarakat di Kota Sawahlunto.

Riyanda menyampaikan selamat kepada Dahler Datuak Panghulu Sati beserta seluruh jajaran pengurus LKAAM Sawahlunto yang telah menerima amanah. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan tugas dengan semangat kebersamaan serta menghadirkan peran nyata di tengah masyarakat.

Bagi Pemko Sawahlunto, penguatan lembaga adat bukan sekadar menjaga tradisi masa lalu. LKAAM juga memiliki ruang strategis untuk ikut menjawab berbagai tantangan sosial yang muncul di tengah perubahan zaman, terutama yang dihadapi anak kemenakan dan generasi muda.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan LKAAM. Bahkan, Pemko Sawahlunto merencanakan pembangunan Kantor Sekretariat LKAAM Sawahlunto pada tahun ini, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan sekaligus menyediakan ruang yang lebih representatif bagi aktivitas organisasi adat.

Riyanda menilai keberadaan sekretariat yang memadai dapat menjadi bagian dari penguatan fungsi LKAAM. Dengan kelembagaan yang semakin tertata, LKAAM diharapkan semakin aktif menjalankan peran dalam pembinaan masyarakat, pelestarian adat dan budaya, serta pendampingan terhadap anak kemenakan.

Tantangan terbesar saat ini tidak hanya datang dari perubahan sosial, tetapi juga dari derasnya perkembangan teknologi informasi. Dunia digital membuka peluang besar bagi generasi muda, namun pada saat yang sama menghadirkan berbagai risiko yang membutuhkan pendampingan dari keluarga, masyarakat, dan lembaga adat.

Karena itu, Riyanda mendorong LKAAM mengambil peran lebih kuat dalam mendampingi anak kemenakan. Nilai-nilai adat dan sosial budaya Minangkabau dinilai tetap relevan untuk menjadi pijakan dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.

“Kolaborasi pemerintah dengan lembaga adat sangat penting untuk memperkuat karakter anak kemenakan, menjaga nilai sosial budaya, serta membantu generasi muda menghadapi perubahan zaman secara bijaksana,” ujar Riyanda.

Pesan tersebut sekaligus membuka ruang bagi LKAAM Sawahlunto untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial adat. Kepengurusan 2026–2031 ditantang menghadirkan kerja nyata, memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat, serta menjadikan adat sebagai kekuatan sosial yang mampu berdialog dengan kebutuhan generasi masa kini.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ir. Dahler Datuak Panghulu Sati, LKAAM Sawahlunto kini membawa mandat lima tahun yang strategis. Harapannya, sinergi bersama Pemko Sawahlunto semakin kokoh untuk menjaga nilai adat dan budaya Minangkabau sekaligus memperkuat pendampingan sosial bagi anak kemenakan menghadapi perubahan zaman. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Sekadar Bagi Beras! Pemkab Solok Gebrak Koto Sani dengan 36 Ton Pangan, 8.000 Bibit Lele, dan Paket Gizi Balita    
Kamis, September 17, 2026

On Kamis, September 17, 2026

penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras, bantuan kacang hijau untuk balita, serta ribuan bibit lele kepada kelompok perikanan masyarakat, Kamis (17/9/2026).
Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras, bantuan kacang hijau untuk balita, serta ribuan bibit lele kepada kelompok perikanan masyarakat, Kamis (17/9/2026). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kabupaten Solok tidak ingin ketahanan pangan berhenti pada urusan memenuhi kebutuhan makan hari ini. Di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, pemerintah menggabungkan bantuan pangan, perhatian terhadap gizi balita, dan pengembangan perikanan untuk mendorong kemandirian masyarakat.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras, bantuan kacang hijau untuk balita, serta ribuan bibit lele kepada kelompok perikanan masyarakat, Kamis (17/9/2026).

Sebanyak 36 ton beras disalurkan kepada 1.213 kepala keluarga penerima manfaat di Nagari Koto Sani. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

Penyaluran bantuan turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Ir. Syoufitri, Wali Nagari Koto Sani Erinal Dianto, serta jajaran TP PKK setempat.

Gizi Balita Jadi Perhatian

Perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada penyaluran beras. Sebanyak 46 balita di Nagari Koto Sani masing-masing menerima satu kilogram kacang hijau atau kacang padi sebagai bagian dari dukungan pemenuhan gizi anak.

Ny. Nia Jon Firman Pandu menegaskan, pemenuhan gizi anak merupakan investasi penting bagi masa depan generasi. Ia mengajak para orang tua memanfaatkan bahan pangan alami yang mudah diperoleh dan mengolahnya sendiri di rumah.

“TP PKK hadir sebagai Bunda Ketahanan Pangan. Kacang hijau ini sederhana, namun manfaatnya besar untuk pertumbuhan anak,” ujar Nia.

Ia juga mengingatkan orang tua agar memperhatikan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi anak. Penggunaan bahan penyedap secara berlebihan serta konsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat perlu dikurangi demi mendukung tumbuh kembang balita.

8.000 Bibit Lele untuk Masa Depan

Setelah penyaluran beras dan bantuan gizi, kegiatan berlanjut ke Jorong Padang Balimbiang. Di lokasi tersebut, pemerintah menyerahkan 8.000 ekor bibit lele kepada kelompok perikanan masyarakat untuk dikembangkan melalui kolam pembesaran warga.

Ny. Nia Jon Firman Pandu bahkan turun langsung menebarkan bibit lele ke kolam warga. Aksi tersebut menjadi simbol dukungan terhadap upaya masyarakat membangun sumber pangan dan pendapatan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Ir. Syoufitri, mengatakan bantuan bibit lele dirancang agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan sumber pangan secara mandiri.

“Kita berharap bibit lele ini dikembangkan secara berkelanjutan. Hasil panennya bisa menambah asupan gizi sekaligus sumber pendapatan warga,” kata Syoufitri.

Menurutnya, pengembangan perikanan masyarakat di Koto Sani merupakan salah satu langkah untuk memperkuat cadangan pangan daerah. Apabila dikelola dengan baik, hasil budidaya lele dapat mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kelompok penerima manfaat.

Wali Nagari Koto Sani, Erinal Dianto, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Solok. Menurutnya, bantuan beras memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat, sementara bantuan bibit lele membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha pangan secara mandiri.

Melalui penyaluran bantuan pangan, dukungan gizi balita, dan pengembangan budidaya lele, Pemkab Solok mendorong ketahanan pangan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan hari ini, tetapi juga pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Dari beras untuk keluarga hingga lele untuk masa depan, Koto Sani menjadi salah satu titik penguatan pangan dan gizi masyarakat Kabupaten Solok. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

81 Tahun PMI, Padang Perkuat Barisan Kemanusiaan: 88 Pendonor Darah Diganjar, 2.500 Masker Ditebar    
Kamis, September 17, 2026

On Kamis, September 17, 2026

81 Tahun PMI, Padang Perkuat Barisan Kemanusiaan: 88 Pendonor Darah Diganjar, 2.500 Masker Ditebar
Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-81 Tingkat Kota Padang yang digelar di Ballroom Universitas Baiturrahmah, Kamis (17/9/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Delapan puluh satu tahun bukan perjalanan singkat. Selama itu pula Palang Merah Indonesia (PMI) hadir di tengah berbagai persoalan kemanusiaan, dari kebutuhan darah hingga penanganan bencana. Di Kota Padang, semangat itu kembali ditegaskan: PMI tidak boleh hanya hadir ketika keadaan sudah darurat, tetapi harus terus bergerak sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Semangat tersebut mengemuka dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-81 Tingkat Kota Padang yang digelar di Ballroom Universitas Baiturrahmah, Kamis (17/9/2026). Wali Kota Padang Fadly Amran hadir bersama Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar, Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif, unsur Forkopimda, pimpinan OPD serta sejumlah tamu undangan.

Momentum ulang tahun itu tidak sekadar diisi seremoni. Aksi kemanusiaan dan penghargaan kepada para pejuang donor darah menjadi bagian penting perayaan. Sebanyak 88 pendonor yang telah mendonorkan darah hingga 100 kali menerima penghargaan dari Wali Kota Padang.

Bagi Fadly Amran, dedikasi PMI Kota Padang selama ini layak mendapat apresiasi. PMI dinilai konsisten membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan, terutama ketika Kota Padang berhadapan dengan ancaman dan kondisi kebencanaan.

“Memaknai HUT PMI tahun ini, kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Padang yang selalu berinovasi, melangkah, bergerak bersama Pemerintah Kota Padang menjalankan misi-misi kemanusiaan,” ujar Fadly.

Bagi Pemko Padang, gerak PMI sejalan dengan semangat Padang Sigap. Ketika bencana datang, kecepatan respons menjadi sangat penting. Karena itu, Fadly mengapresiasi PMI yang selama ini tidak hanya aktif dalam mitigasi bencana, tetapi juga turun langsung ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Fadly menegaskan Pemko Padang siap memperkuat sinergi dengan PMI. Dukungan dan fasilitasi terhadap kegiatan-kegiatan kemanusiaan akan terus diberikan agar keberadaan PMI semakin kuat dan manfaatnya semakin terasa di tengah masyarakat.

“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PMI Kota Padang dalam mendukung kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Kami akan terus memperkuat kerja sama ini agar keberadaan PMI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif menegaskan bahwa PMI memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Organisasi kemanusiaan itu lahir hanya sekitar satu bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada 17 September 1945. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja kemanusiaan telah menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia.

Namun, peringatan HUT ke-81 tahun ini berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang melanda Kota Padang. PMI Kota Padang tidak tinggal diam. Sebanyak 2.500 masker dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kondisi tersebut.

“Selain pembagian masker dalam rangka HUT PMI ke-81, kami juga akan mengadakan Gala Kreativitas untuk anggota Palang Merah Remaja (PMR). Namun, pelaksanaannya masih kami tunda karena kondisi kabut asap saat ini,” ungkap Zulhardi.

Zulhardi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan dan fasilitas yang telah diberikan selama ini. Menurutnya, kolaborasi antara PMI dan Pemko Padang menjadi modal penting untuk memperkuat pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan di Kota Padang.

“Kami akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” ujarnya.

Puncak HUT PMI ke-81 Kota Padang akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan usia organisasi. Darah para pendonor, masker untuk warga terdampak kabut asap, kesiapsiagaan bencana, dan kolaborasi pemerintah menjadi satu pesan: kerja kemanusiaan harus terus bergerak. Di usia 81 tahun, PMI Kota Padang menegaskan kembali komitmennya untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan—dengan aksi, bukan sekadar kata-kata. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Yufron Pimpin Perumda Air Minum Sawahlunto: Layanan 24 Jam, Kerja Nyata, PAD Jadi Target!    
Kamis, September 17, 2026

On Kamis, September 17, 2026

Yufron Pimpin Perumda Air Minum Sawahlunto: Layanan 24 Jam, Kerja Nyata, PAD Jadi Target!
Yufron, S.Kom dilantik sebagai Direktur Perumda Air Minum Kota Sawahlunto periode 2026–2031 oleh Wali Kota Sawahlunto, Kamis (17/9/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Babak baru pengelolaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Sawahlunto resmi dimulai. Yufron, S.Kom dilantik sebagai Direktur Perumda Air Minum Kota Sawahlunto periode 2026–2031 oleh Wali Kota Sawahlunto, Kamis (17/9/2026), dengan mandat besar: memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus mendorong kinerja perusahaan daerah.

Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Di balik jabatan lima tahun yang kini diemban Yufron, terdapat ekspektasi besar masyarakat terhadap layanan air minum yang cepat, mudah diakses, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan warga secara nyata.

Kepemimpinan baru Perumda Air Minum diharapkan membawa energi baru bagi perusahaan daerah tersebut. Penguatan manajemen, peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, pembenahan tata kelola, hingga optimalisasi kinerja perusahaan menjadi pekerjaan penting yang harus dijawab dengan langkah konkret.

Prosesi pelantikan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atau yang mewakili, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMN dan BUMD, Dewan Pengawas, Panitia Seleksi, jajaran Perumda Air Minum Kota Sawahlunto, serta sejumlah undangan lainnya.

Usai dilantik, Yufron menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan dukungan seluruh pihak. Ia meminta bimbingan Pemerintah Kota Sawahlunto sekaligus mengajak seluruh jajaran manajemen dan karyawan Perumda Air Minum memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas.

“Mari kita merapatkan barisan, bekerja keras, ikhlas dan cerdas. Kita harus memberikan kerja nyata demi kemajuan kota yang kita cinta ini,” ujar Yufron.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kepemimpinan baru Perumda Air Minum tidak cukup hanya mengandalkan program di atas kertas. Kerja nyata, kekompakan internal, serta kemampuan menghadirkan pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat menjadi bagian penting dari tantangan lima tahun ke depan.

Wali Kota Sawahlunto menegaskan, posisi Direktur Perumda Air Minum merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar. Karena itu, keberhasilan perusahaan tidak dapat dibebankan kepada direktur seorang diri, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh jajaran.

“Kami berharap dengan tugas yang berat ini, kita harus bersama-sama, kerja cepat, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” kata Wali Kota.

Salah satu perhatian utama Wali Kota adalah respons Perumda terhadap pengaduan pelanggan. Ia meminta agar call center Perumda Air Minum tersedia selama 24 jam, sehingga persoalan dan keluhan warga terkait pelayanan air dapat segera diterima, direspons, dan ditindaklanjuti.

Penekanan tersebut menunjukkan bahwa orientasi pelayanan menjadi salah satu pekerjaan utama manajemen baru. Air merupakan sumber kehidupan sekaligus kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, ketika terjadi persoalan layanan, kecepatan respons perusahaan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan.

Di sisi lain, Perumda Air Minum juga dituntut tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi mampu memperkuat kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Pengelolaan yang sehat dan profesional diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, kepemimpinan Yufron periode 2026–2031 akan diuji melalui kemampuan menghadirkan perubahan yang konkret. Pelayanan yang semakin responsif, tata kelola yang semakin kuat, serta kinerja perusahaan yang mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi bagian dari harapan yang kini berada di pundak direktur baru bersama seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Sawahlunto. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Sekadar Apel! Maifrizon Gebrak Disiplin ASN Sekretariat DPRD Sumbar, Kinerja Jadi Sorotan    
Kamis, September 17, 2026

On Kamis, September 17, 2026

Bukan Sekadar Apel! Maifrizon Gebrak Disiplin ASN Sekretariat DPRD Sumbar, Kinerja Jadi Sorotan
Bertempat di halaman depan lobby Kantor DPRD Sumbar, apel dipimpin langsung Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Maifrizon, M.Si. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Jangan anggap apel pagi sekadar rutinitas. Di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat, apel menjadi momentum untuk mengencangkan kembali barisan, memperkuat disiplin, sekaligus memastikan seluruh aparatur siap menghadapi tuntutan pekerjaan.

Pesan itu terlihat dalam Apel Pagi Rutin Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat yang digelar Kamis (17/9/2026). Bertempat di halaman depan lobby Kantor DPRD Sumbar, apel dipimpin langsung Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Maifrizon, M.Si.

Kehadiran pimpinan dalam apel tersebut menegaskan pentingnya kedisiplinan sebagai bagian dari budaya kerja aparatur. Bagi Sekretariat DPRD Sumbar, disiplin bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi pijakan dalam menjalankan pelayanan dan mendukung tugas-tugas kelembagaan DPRD.

Apalagi, Sekretariat DPRD berada di garis penting dalam mendukung berbagai agenda kedewanan. Setiap kegiatan membutuhkan kesiapan aparatur, koordinasi yang kuat, serta kemampuan bekerja secara cepat, tertib, dan profesional.

Karena itu, apel pagi menjadi momentum untuk menyamakan ritme kerja seluruh jajaran. Tidak boleh ada pekerjaan yang berjalan tanpa koordinasi. Tidak boleh pula pelayanan kedewanan kehilangan dukungan hanya karena lemahnya komunikasi internal.

Maifrizon melalui kepemimpinannya di Sekretariat DPRD Sumbar terus menempatkan kedisiplinan sebagai bagian penting dalam membangun kualitas aparatur. Semangat tersebut menjadi modal untuk menciptakan lingkungan kerja yang semakin tertib dan bertanggung jawab.

Dari apel pagi, targetnya bukan sekadar barisan yang rapi. Target utamanya adalah kinerja yang semakin nyata. Setiap aparatur diharapkan memahami tugas masing-masing dan memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung aktivitas kelembagaan DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Koordinasi juga menjadi perhatian penting. Dengan komunikasi yang solid antarbagiannya, berbagai agenda kedewanan dapat dipersiapkan dan dilaksanakan secara lebih terarah. Sinergi internal menjadi salah satu kunci agar pekerjaan tidak tersendat.

Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, aparatur dituntut tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan tanggung jawab. Kehadiran harus berbanding lurus dengan produktivitas, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan.

Apel rutin sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan di Sekretariat DPRD memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Setiap dukungan administratif, teknis, dan pelayanan memiliki peran dalam memastikan fungsi kelembagaan DPRD dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Semangat kebersamaan yang dibangun melalui apel diharapkan tidak berhenti ketika barisan dibubarkan. Semangat itu harus dibawa ke ruang kerja, diterjemahkan menjadi koordinasi, pelayanan, ketepatan waktu, serta penyelesaian tugas yang bertanggung jawab.

Pesannya jelas: disiplin harus dimulai dari hal sederhana, tetapi dampaknya harus terasa dalam kinerja. Melalui Apel Pagi Rutin, Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat barisan aparatur agar semakin solid, profesional, dan siap memberikan dukungan terbaik bagi kelancaran tugas kedewanan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Harhubnas 2026 di Solok Meledak! Mahyeldi Tegaskan Transportasi Jadi Urat Nadi Pembangunan dan Ekonomi Sumbar    
Kamis, September 17, 2026

On Kamis, September 17, 2026

Harhubnas 2026 di Solok Meledak! Mahyeldi Tegaskan Transportasi Jadi Urat Nadi Pembangunan dan Ekonomi Sumbar
Pesan itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Kabupaten Solok, Kamis (17/9/2026). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Transportasi bukan sekadar soal kendaraan bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Di balik jalan, angkutan, konektivitas dan layanan perhubungan, ada denyut ekonomi dan mobilitas masyarakat yang menentukan cepat atau lambatnya pembangunan daerah. Pesan itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Kabupaten Solok, Kamis (17/9/2026).

Peringatan Harhubnas berlangsung khidmat di Lapangan Tuanku Tabiang, GOR Batu Batupang, Koto Baru, Kabupaten Solok. Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, bertindak sebagai Inspektur Upacara, sekaligus menjadi momentum berkumpulnya insan perhubungan dari seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Upacara tersebut dihadiri Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Solok Candra, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta pimpinan BUMN dan BUMD se-Sumatera Barat. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok Muhammad Djoni bersama jajaran kepala dinas perhubungan kabupaten/kota juga turut hadir.

Dalam amanatnya, Gubernur Mahyeldi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Solok yang telah menjadi tuan rumah Harhubnas 2026. Menurutnya, peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh insan perhubungan dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

“Momentum ini bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan komitmen memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik, lebih aman, dan lebih nyaman bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Pesan Mahyeldi jelas: transportasi harus menjadi bagian penting dari mesin pembangunan. Sektor perhubungan memiliki peran strategis dalam membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang berlangsung di berbagai daerah.

Ketika konektivitas semakin baik, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar. Distribusi barang dan jasa pun dapat bergerak lebih efektif. Karena itu, penguatan sektor transportasi tidak dapat dipisahkan dari upaya mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di Sumatera Barat.

Gubernur juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, insan perhubungan dan masyarakat untuk memperkuat sinergi. Inovasi dalam pelayanan transportasi dinilai perlu terus dikembangkan agar kebutuhan masyarakat dapat dijawab dengan layanan yang semakin efektif dan responsif.

Namun, pembangunan transportasi tidak hanya berbicara mengenai konektivitas. Keselamatan, keamanan, kenyamanan dan ketertiban harus tetap menjadi fondasi utama. Setiap kebijakan dan pelayanan di sektor perhubungan harus diarahkan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sebagai pengguna transportasi.

“Marilah kita jadikan peringatan Harhubnas ini sebagai sarana memperkuat integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian kita,” kata Mahyeldi.

Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah sarana dan prasarana perhubungan. Salah satunya peralatan uji Kelayakan Jalan Raya (KIR) kendaraan, yang menjadi bagian penting dalam memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi aspek kelayakan dan keselamatan.

Harhubnas 2026 di Solok pun tak berhenti pada seremoni. Semangat kebersamaan insan perhubungan se-Sumatera Barat berlanjut melalui pertandingan final Piala Perhubungan yang mempertemukan Pemkab Solok dengan Pemkab Sijunjung. Laga tersebut berlangsung penuh semangat dan menjadi penutup rangkaian kegiatan dalam suasana kebersamaan.

Melalui momentum Harhubnas 2026, Sumatera Barat kembali menegaskan pentingnya membangun sistem transportasi yang semakin aman, tertib, nyaman dan terintegrasi. Sebab, ketika konektivitas bergerak, mobilitas masyarakat bergerak, dan pada akhirnya roda pembangunan serta perekonomian daerah ikut bergerak. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU