HEADLINE
Perkuat Ketahanan Pangan, Rano Karno Saksikan MoU PT Food Station dan Pemko Pariaman    
Senin, April 13, 2026

On Senin, April 13, 2026

Perkuat Ketahanan Pangan, Rano Karno Saksikan MoU PT Food Station dan Pemko Pariaman
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Pariaman dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri langsung prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Pariaman dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) di Desa Simpang, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Senin (13/4).

Penandatanganan kerja sama strategis yang difokuskan pada pengembangan sektor pertanian dan distribusi hasil bumi dari Kota Pariaman menuju pasar Ibu Kota, turut disaksikan oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi.

Rano Karno menekankan bahwa Jakarta memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan pangan dari daerah lain. Menurutnya, Kota Pariaman memiliki potensi lahan dan kualitas produk pertanian yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan pasar Jakarta melalui PT Food Station.

"Ini merupakan kunjungan ketiga saya ke Sumatera Barat. Saya datang hari ini untuk menyaksikan MoU antara Food Station Jakarta dengan Rice Mile dari kelompok tani yang ada di Kota Pariaman. Jakarta tidak punya lahan. Jakarta hanya punya fiskal. Jadi Food Station melakukan contract farming dengan beberapa pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan Jakarta yang potensinya luar biasa. Jakarta sangat memerlukan support dari pemerintah daerah, maka dari itu mungkin bisa kita lakukan kerja sama karena Kota Pariaman punya hasil tani yang luar biasa. Kerja sama ini bukan sekadar bisnis, tapi tentang menjaga kedaulatan pangan antardaerah," ujarnya.

Kerja sama antara Pemerintah Kota Pariaman dengan kelompok tani bersama Jakarta saat ini hanya di komoditas beras. Semoga kedepannya, apapun yang dibuktuhkan Jakarta dalam sektor Pertanian, Peternakan, bisa disuplay dari Kota Pariaman.

“ Silakan nanti kita bersama menjalankan kerja sama ini. Kita fikirkan apa yang Jakarta butuhkan, semoga Kota Pariaman mampu memenuhinya. Seperti saat ini, Kita mengimpor sapi dari Australia setiap periode hampir 15.000 ekor. Nah kalau memang di sini mungkin bisa budidaya, kenapa tidak kita bisa lakukan itu, “ tambahnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, memberikan apresiasi atas inisiatif Pemko Pariaman. Ia berharap model kerja sama Business-to-Government (B2G) seperti ini bisa diduplikasi oleh kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.

"Kota Pariaman kerjasamanya sama Kota Jakarta. Luar biasa kan? Jadi, naik satu level, bukan antar Bupati, bukan antar Walikota, tapi sama provinsi ibukota negara dan ini sangat luar biasa untuk Walikota Pariaman. Ini adalah sinergi yang konkret. Kita punya komoditas, Jakarta punya pasar. Pertemuan ini adalah jembatan untuk kemajuan ekonomi kerakyatan di Sumbar," ujarnya.

Sumatera Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan. Meskipun luasnya pada Tahun 2025 mengalami sedikit penurunan sekitar 284 ribu hektar, tapi produksinya jauh meningkat. Jadi dalam sektor produktivitas dan efektivitas pertanian, Sumatera Barat meningkat tahun ini untuk konteks di pertanian. Produksi gabah dan beras juga menunjukkan tren positif yang menandakan bahwa produktivitas pertanian semakin membaik.

“ Hal ini membuktikan bahwa upaya transformasi yang kita dorong melalui benih unggul, mekanisasi, dan perbaikan manajemen mulai memberikan hasil yang nyata. Namun demikian capaian ini bukanlah titik akhir ke depan. Kita tidak bisa lagi hanya berbicara tentang berapa banyak yang kita hasilkan. Disinilah pentingnya kolaborasi seperti yang kita lakukan hari ini antara Provinsi Sumatera Barat, Kota Pariaman, bersama dengan Provinsi DKI, ibukotanya Indonesia, “ tambahnya.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah besar bagi kesejahteraan petani di Kota Pariaman. Dengan adanya MoU ini, rantai distribusi hasil tani menjadi lebih pendek dan harga di tingkat petani diharapkan lebih stabil.

" Kami percaya bahwa di era sekarang, kemajuan sebuah daerah tidak bisa dicapai sendirian. Kita harus berkolaborasi. Collaborative Governance adalah kunci. Pada hari ini, Pemerintah Kota Pariaman dan Provinsi DKI Jakarta akan menandatangani Perjanjian Kerja Sama melalui Food Station (FS) DKI Jakarta dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman. Dengan Penandatanganan MoU ini, Kami ingin petani di Pariaman tidak lagi bingung memasarkan hasilnya. Dengan PT Food Station sebagai penyerap (offtaker), standarisasi dan kualitas produk kita akan meningkat ke level nasional, “ ungkapnya.

Dari luas Kota Pariaman sebesar 6.497 Ha, tercatat 1.627 Ha merupakan lahan sawah (25,04%), dengan Produksi Padi sebanyak 21.474,9 Ton di Tahun 2025 kemaren. Data Statistik Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Tahun 2025, produktivitas padi di Kota Pariaman sebesar 5,50 Ton/Ha dan Indeks Pertanaman 2 kali dalam satu tahun. Komoditi beras Kota Pariaman merupakan jenis beras pera yang masuk dalam kategori beras khusus.

“Semoga kunjungan ini membawa berkah dan dampak positif bagi kemajuan Kota Pariaman, serta memperkuat sinergi antara daerah-daerah di Indonesia, khususnya dengan DKI Jakarta. Tidak hanya itu, kita juga berharap kunjungan kerja dan kerjasama ini, akan menjadi jalan bagi Kota Pariaman dan DKI Jakarta, menjadi kota yang lebih baik dan maju lagi kedepanya, “ tutupnya.(wi/at)

Dua Kurir Sabu 2 Kg Diringkus di Tol Amplas, Satres Narkoba Polres Batu Bara Lakukan Pengejaran Dramatis    
Senin, April 13, 2026

On Senin, April 13, 2026

Dua Kurir Sabu 2 Kg Diringkus di Tol Amplas, Satres Narkoba Polres Batu Bara Lakukan Pengejaran Dramatis
Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara berhasil meringkus dua kurir narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram dalam pengejaran hingga ke Pintu Tol Amplas, Medan, Minggu (12/4/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
– Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara berhasil meringkus dua kurir narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram dalam pengejaran hingga ke Pintu Tol Amplas, Medan, Minggu (12/4/2026).

Kedua tersangka masing-masing berinisial AW (27) dan MJ (50), warga Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Keduanya kini terancam hukuman berat berupa pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson Nainggolan menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan transaksi narkoba di wilayah Nibung Hangus.

"Menindaklanjuti informasi tersebut, personel melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi kendaraan yang digunakan pelaku,” ujar Doly, Senin (13/4/2026).

Petugas kemudian menemukan mobil minibus Toyota Agya BK 1180 FA yang dicurigai dan langsung melakukan pembuntutan. Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga kawasan gerbang Tol Amplas, Kota Medan.

Setelah berhasil dihentikan, petugas langsung mengamankan kedua pelaku. Dalam penggeledahan, polisi menemukan sebuah tas ransel yang disimpan di bawah jok kendaraan.

"Dari dalam tas tersebut ditemukan dua bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu dengan berat total sekitar 2.000 gram,” jelasnya.

Selanjutnya, kedua tersangka langsung diinterogasi di lokasi sebelum dibawa ke Mapolres Batu Bara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang melibatkan kedua pelaku. Barang bukti diamankan 2 bungkus sabu seberat 2 kg, 1 unit mobil Toyota Agya BK 1180 FA, 1 tas ransel dan handphone.

Kasus ini adalah bukti komitmen Polres Batu Bara. 

Lapran: Herman Manurung

Film “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” Angkat Kisah Nyata Perjuangan Dyslexia Kenneth Trevi    
Senin, April 13, 2026

On Senin, April 13, 2026

Film “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” Angkat Kisah Nyata Perjuangan Dyslexia Kenneth Trevi
Film Aku Kamu dan Suatu Hari Kita angkat kisah nyata perjuangan dyslexia Kenneth Trevi. (Dok. Istimewa)

BENTENGSUMBAR.COM
- Kisah inspiratif kembali hadir melalui YouTube series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” yang mengangkat perjalanan hidup Kenneth Trevi sebagai anak dengan dyslexia. Kenneth dikenal sebagai penyanyi dan aktor yang berasal dari Kota Bandung.

Kenneth Trevi kepada awak media pada Senin (13/4/2026) mengatakan, series tersebut menghadirkan cerita yang jujur, emosional, sekaligus penuh harapan melalui pendekatan sinematik yang hangat dan dekat dengan realitas. Proyek tersebut menjadi ruang refleksi bagi penonton untuk memahami bahwa setiap perjalanan hidup memiliki ritme dan makna tersendiri.

Dalam proses produksi, Kenneth menghadapi tantangan emosional yang tidak ringan, terutama saat harus menyampaikan dialog panjang di depan kamera. Ia mengaku kesulitan merangkai kata menjadi kalimat utuh, sering terbalik dalam menyusun struktur, hingga kehilangan makna dari dialog yang diucapkan. Dengan dukungan sang ibu, dialog dipecah menjadi bagian kecil agar lebih mudah dipahami, sehingga perlahan Kenneth mampu membangun kepercayaan diri untuk menyampaikan perannya.

Selain tantangan teknis, tekanan emosional muncul saat Kenneth harus beradu akting dengan ibunya sendiri, Yuly (Li Ling). Ia merasakan kesedihan dan rasa bersalah ketika melihat ibunya menangis dalam adegan, meskipun telah memahami bahwa situasi tersebut merupakan bagian dari akting. Kondisi tersebut menjadi ujian emosional yang memperkaya pengalaman personal sekaligus performanya sebagai pemeran utama.

Kolaborasi antara Kenneth dan Yuly menghadirkan dinamika yang kuat di layar. Kenneth merasakan kenyamanan, keamanan, dan kebahagiaan saat bekerja bersama ibunya, yang juga berperan sebagai pembimbing dalam proses pendalaman karakter. Yuly membantu Kenneth memahami emosi melalui pengalaman nyata, mengingat keterbatasannya dalam memahami konsep abstrak, sekaligus mendorongnya untuk tetap menjadi diri sendiri dalam setiap adegan.

Melalui series tersebut, Kenneth menyampaikan pesan kuat kepada anak-anak dengan dyslexia bahwa perbedaan bukanlah kekurangan. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki cara belajar dan berkembang yang unik, serta perjalanan yang tidak harus terburu-buru. Dengan penuh keyakinan, ia mengajak penonton untuk terus melangkah tanpa menyerah, karena setiap proses membawa mereka lebih dekat menuju “suatu hari” yang diimpikan.

Sebagai pemeran yang menghidupkan kisahnya sendiri, Kenneth menjaga kejujuran cerita dengan berakting secara natural berdasarkan pengalaman pribadi. Ia mengakui tantangan terbesar terletak pada menghidupkan kembali emosi negatif di saat kondisi emosional sedang stabil. Meski demikian, ia berkomitmen untuk menyampaikan cerita secara autentik tanpa mengubah esensi perjalanan hidupnya.

Dari sisi Yuly, proses menghidupkan kembali perjalanan membesarkan Kenneth menghadirkan gelombang emosi yang kompleks. Ia kembali mengingat fase kebingungan, kelelahan, hingga ketidakpastian dalam memahami kondisi anaknya. Namun, pengalaman tersebut juga membuka ruang syukur karena perjalanan panjang yang telah dilalui bersama ternyata membuahkan pertumbuhan dan kekuatan yang luar biasa.

Yuly juga menulis lagu berjudul “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” bersama Rulli Aryanto sebagai refleksi hubungan dirinya dengan Kenneth. Lagu tersebut lahir dari pertanyaan “kapan” yang terus muncul dalam perjalanan mereka, hingga akhirnya menemukan jawaban dalam keyakinan “suatu hari”. Lagu tersebut menggambarkan perjalanan dua individu dengan keterbatasan masing-masing yang memilih untuk terus berjalan, bertumbuh, dan saling menggenggam menuju masa depan yang sama.

Dalam proses produksi, Yuly melihat perkembangan Kenneth bukan hanya secara kemampuan, tetapi juga dari sisi kepercayaan diri dan pemahaman diri. Ia menekankan pentingnya menjaga proses agar tetap aman, nyaman, dan membahagiakan, sehingga pertumbuhan terjadi secara alami. Pengalaman tersebut memperlihatkan perubahan yang terasa, di mana Kenneth mulai menemukan potensi baru dalam dirinya sebagai kreator.

Sebagai produser, Rulli Aryanto memiliki visi untuk menghadirkan cerita yang autentik sekaligus berdampak luas. Ia melibatkan Yuly dalam penulisan naskah serta orang-orang yang memiliki peran dalam kehidupan Kenneth, termasuk guru musiknya sejak kecil. Proses produksi juga dilakukan di lokasi yang memiliki nilai historis dalam perjalanan Kenneth, seperti tempat terapi sejak usia dini.

Pendekatan sinematik series tersebut diperkaya dengan pengambilan gambar di Bandung dan Cirebon, serta menghadirkan unsur edukasi melalui berbagai lokasi budaya dan kuliner. Dengan sentuhan penyutradaraan dari Bayu Lesmana, cerita disajikan secara emosional sekaligus informatif, sehingga mampu menjangkau penonton dari berbagai latar belakang.

Untuk pengembangan jangka panjang, Rulli merancang “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” sebagai series berkelanjutan yang akan dirilis dua sesi setiap tahun. Setiap sesi akan terdiri dari tiga episode yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak berkebutuhan khusus di bawah naungan TemanHebat Records dan SENADA Digital Records, dengan Kenneth sebagai pusat cerita.

Produksi “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” didukung oleh TemanHebat Records dan Senada Digital Records sebagai eksekutif produser yang mengawal keseluruhan proses. Peran produser dijalankan oleh Rulli Aryanto bersama Yuly (Li Ling) yang turut menghadirkan sentuhan personal dalam cerita.

Naskah ditulis oleh Rulli Aryanto bersama Tety Widiasuti, sementara penyutradaraan dipercayakan kepada Bayu Lesmana. Di depan layar, Kenneth Trevi tampil bersama Yuly, Prilia Susy Agusty, dan Om Bagus sebagai pemeran utama.

Dari sisi visual, Denny Boy Lahumeten dan Lamhot Tobing bertanggung jawab sebagai Director of Photography. Pengolahan audio ditangani oleh Kunamkane dan PasarLagu, dengan dukungan produksi dari BELAJARAKTINGS yang memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.

“Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” menghadirkan lebih dari sekadar tontonan. Kisahnya membawa perjalanan emosional yang mengajak penonton memahami arti proses, keberanian, dan harapan dalam kehidupan.

Series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” bisa langsung kita tonton di sini: https://youtube.com/playlist?list=PLoajZXAvFJHolsh3WUYTT70baKntYuWQS&si=OSI9nKih11q9hl0o. (*) 

Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli

HUT ke-28 BP BUMN, Dony Oskaria: BUMN Harus Maksimal Berkontribusi bagi Negara    
Senin, April 13, 2026

On Senin, April 13, 2026

HUT ke-28 BP BUMN, Dony Oskaria: BUMN Harus Maksimal Berkontribusi bagi Negara
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria bersama jajaran pimpinan dan pejabat BP BUMN

BENTENGSUMBAR.COM
– Badan Pengelola (BP) BUMN menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 dengan mengusung tema “Bergerak dalam Transformasi, Menguatkan Peran untuk Negeri”, Senin (13/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sederhana itu dipimpin Kepala BP BUMN, Dony Oskaria bersama jajaran pimpinan dan pejabat BP BUMN. Acara diisi dengan doa bersama dan potong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang lembaga tersebut.

Peringatan HUT ke-28 ini digelar di tengah semangat efisiensi, namun tetap sarat makna sebagai momentum refleksi untuk memperkuat peran BP BUMN dalam mengawal transformasi perusahaan-perusahaan milik negara.

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menegaskan bahwa lahirnya BUMN sejak awal bertujuan memberi kontribusi maksimal bagi negara.

“Hari ini tepat, kita bersyukur 28 tahun BUMN sudah berdiri, dan tentu kita ingin mengingat bahwa ikhtiar dari lahirnya BUMN ini untuk memberikan kontribusi maksimal lagi bagi negara,” ujar Dony Oskaria.

Ia menambahkan, usia ke-28 ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk terus bergerak dalam semangat transformasi agar BUMN semakin profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui momentum ini, BP BUMN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola serta mendorong BUMN menjadi pilar penting pembangunan nasional. (*)

Pemprov Sumbar Dukung Proyek TRUST RSUP M. Djamil untuk Penguatan Sektor Kesehatan Daerah    
Senin, April 13, 2026

On Senin, April 13, 2026

Pemprov Sumbar Dukung Proyek TRUST RSUP M. Djamil untuk Penguatan Sektor Kesehatan Daerah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendukung upaya RSUP Dr. M. Djamil Padang melakukan penguatan layanan rujukan dan peningkatan kualitas pendidikan tenaga medis melalui proyek TRUST (Teaching Hospital Referral Upgrading and System Transformation).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan selamat datang serta terima kasih atas dukungan dalam penguatan sektor kesehatan, khususnya di RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan paripurna sekaligus rumah sakit pendidikan di Sumatera Barat,” ujarnya.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat menerima kunjungan tim Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Kementerian Kesehatan RI, dan Bappenas dalam rangka peninjauan lapangan Proyek TRUST, di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Senin (13/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian penting dari tahapan koordinasi dan asesmen untuk memastikan kesiapan pengembangan fasilitas serta peningkatan mutu layanan di rumah sakit rujukan utama Sumbar tersebut.

Ia menjelaskan, saat ini Sumbar memiliki 80 rumah sakit yang terdiri dari 40 rumah sakit pemerintah dan 40 rumah sakit swasta yang tersebar di 19 kabupaten/kota. Dalam sistem pelayanan tersebut, RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran strategis sebagai pusat rujukan layanan kesehatan tingkat lanjut. Gubernur menegaskan, Pemprov Sumbar memberikan dukungan penuh terhadap upaya RSUP Dr. M. Djamil menjadi penerima manfaat Proyek TRUST. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi layanan kesehatan, dan mitra internasional menjadi kunci dalam mempercepat transformasi sistem kesehatan. “Kerja sama ini bukan sekadar investasi finansial, tetapi juga investasi untuk masa depan pelayanan kesehatan kita. Harapannya, masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri untuk mendapatkan layanan yang berkualitas,” tegasnya. Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas ke fasilitas kesehatan lainnya di Sumbar, guna mendorong pemerataan akses layanan kesehatan yang berkualitas di seluruh wilayah.

Sementara itu Senior Investment Officer sekaligus Project Team Leader AIIB, Deni Fauzi menyampaikan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperkuat kapasitas layanan rujukan, meningkatkan kualitas pendidikan tenaga medis, serta menghadirkan fasilitas kesehatan modern yang terintegrasi. “Melalui Proyek TRUST, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat sistem layanan, meningkatkan kapasitas institusi, serta mendorong standardisasi mutu layanan kesehatan secara nasional,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Ockti Palupi Rahayuningtyas. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam persiapan implementasi transformasi rumah sakit pendidikan melalui skema pendanaan AIIB. “Pertemuan dan kunjungan lapangan ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan. Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap proyek ini,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Bappenas, Kementerian Kesehatan RI, AIIB, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Melalui sinergi lintas sektor tersebut, diharapkan RSUP Dr. M. Djamil Padang dapat segera melangkah ke tahap appraisal dan negosiasi lanjutan, sekaligus menjadi tonggak penting dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional bagi masyarakat Sumbar. (adpsb/rmz/bud)

Usai Munas IPSI, Vasko Ruseimy Pastikan Sumbar Ambil Peran Mendorong Pencak Silat Mendunia    
Senin, April 13, 2026

On Senin, April 13, 2026

Usai Munas IPSI, Vasko Ruseimy Pastikan Sumbar Ambil Peran Mendorong Pencak Silat Mendunia
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Momentum Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menandai arah baru kepemimpinan dan penguatan strategi nasional pencak silat menuju panggung dunia. Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti agenda nasional tersebut secara konkret dan terukur di daerah. Dalam Munas tersebut, kepemimpinan PB IPSI periode 2026–2030 resmi beralih, dari Prabowo Subianto ke Sugiono. Peralihan kepemimpinan ini menandai babak baru dalam pengembangan pencak silat nasional. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat orkestrasi program pembinaan, sekaligus mempercepat langkah pencak silat Indonesia menuju pengakuan global, termasuk target masuk Olimpiade.

Menurut Vasko yang juga merupakan Ketua IPSI Sumbar, Munas IPSI harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk memastikan seluruh pengurus IPSI pusat dan daerah bergerak dalam satu arah yang sama. “Munas IPSI ini bukan sekadar forum organisasi biasa, tapi momentum konsolidasi nasional untuk memastikan pencak silat benar-benar naik kelas ke panggung dunia, termasuk Olimpiade,” ujar Vasko, di Padang, Senin (13/4/2026).

Ia menilai, arah kebijakan yang dihasilkan dalam Munas, termasuk penguatan pembinaan, peningkatan kualitas atlet, serta ekspansi ke level global, harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah. “Sebagai Ketua IPSI Sumatera Barat, kami memastikan arah besar ini ditindaklanjuti dengan penguatan pembinaan atlet sejak dini, peningkatan kualitas pelatih, serta kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Vasko menekankan Sumbar memiliki posisi strategis dalam pengembangan pencak silat nasional. Selain dikenal sebagai daerah dengan akar budaya silat yang kuat, Sumbar juga memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi di tingkat dunia. “Sumbar tidak hanya menjaga tradisi, tapi harus mampu melahirkan juara dunia. Kekuatan budaya yang kita miliki harus kita konversi menjadi prestasi,” katanya.

Sejalan dengan arah nasional di bawah kepemimpinan baru PB IPSI, Vasko juga menyoroti pentingnya membangun pencak silat sebagai ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga mencakup pelestarian budaya dan penguatan ekonomi. Menurutnya, pengembangan pencak silat ke depan harus mencakup tiga pilar utama, yakni prestasi, budaya, dan ekonomi olahraga. Dengan demikian, pencak silat tidak hanya menjadi kebanggaan identitas bangsa, tetapi juga memiliki nilai tambah bagi pembangunan daerah. “Kita tidak hanya bicara medali, tapi juga bagaimana pencak silat menjadi kekuatan budaya sekaligus penggerak ekonomi, termasuk melalui sport tourism dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, IPSI, perguruan silat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat langkah menuju target global tersebut. “Ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi kuat antara pemerintah, organisasi, dan seluruh ekosistem pencak silat. Sumatera Barat siap menjadi bagian penting dari gerakan nasional ini,” tutup Vasko.

Dengan kepemimpinan baru di tingkat pusat, dukungan kebijakan nasional, serta kekuatan tradisi yang dimiliki daerah, Sumbar optimistis dapat mengambil peran strategis dalam mendorong pencak silat Indonesia semakin diakui dunia hingga menuju Olimpiade. (adpsb/bud)