HEADLINE
KNPI Sumbar Bersiap Gelar Musda 22 November, Senior Pemuda Tekankan Regenerasi dan Soliditas Organisasi    
Minggu, Oktober 25, 2026

On Minggu, Oktober 25, 2026

KNPI Sumbar Bersiap Gelar Musda 22 November, Senior Pemuda Tekankan Regenerasi dan Soliditas Organisasi
Silaturahmi senior dan pengurus KNPI Sumbar menjadi momentum penting untuk memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan tertib, demokratis, dan tetap menjaga persatuan pemuda. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat mulai mematangkan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 di Kota Padang. Menjelang berakhirnya masa kepengurusan, silaturahmi senior dan pengurus KNPI Sumbar menjadi momentum penting untuk memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan tertib, demokratis, dan tetap menjaga persatuan pemuda.

Pertemuan yang berlangsung di Takana Nasi Padang, Minggu (25/10/2026), dihadiri Wali Kota Padang sekaligus Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Sumbar, Fadly Amran, Ketua DPD KNPI Sumbar Nanda Satria, mantan Ketua KNPI Sumbar Hendra Irwan Rahim dan Asnawi Bahar, serta para senior dan jajaran pengurus organisasi kepemudaan tersebut.

Dalam pertemuan itu, KNPI Sumbar menjadi fokus pembahasan, terutama mengenai kesiapan Musda sebagai forum pertanggungjawaban sekaligus penentu arah organisasi ke depan. Fadly Amran mengapresiasi pengurus DPD KNPI Sumbar yang telah menjalankan roda organisasi dan menegaskan pentingnya pelaksanaan Musda sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Fadly menekankan, Musda bukan sekadar agenda pergantian ketua, melainkan kesempatan mengevaluasi kinerja kepengurusan dan membuka ruang partisipasi bagi kader terbaik pemuda Sumatera Barat. “Laksanakan Musda ini dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi. Berbagai capaian yang telah diraih perlu disampaikan secara terbuka sebagai bagian dari evaluasi kepengurusan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar proses demokrasi di tubuh KNPI Sumbar memberikan kesempatan yang setara kepada kader yang ingin berkompetisi. “Berikan kesempatan kepada seluruh kader terbaik pemuda dan pemudi Sumatera Barat untuk mendaftar dan ikut serta dalam proses demokrasi kepemudaan ini. Siapa pun yang ingin maju menjadi ketua, silakan. Dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar,” ujar Fadly. Pesan tersebut menempatkan keterbukaan dan kompetisi yang sehat sebagai bagian penting dalam regenerasi kepemimpinan KNPI.

Ketua DPD KNPI Sumbar, Nanda Satria, menyampaikan bahwa Musda direncanakan digelar pada 22 November 2026 di Kota Padang. Ia berharap arahan dan masukan para senior dapat menjadi bekal untuk mematangkan persiapan, sekaligus memastikan proses peralihan kepengurusan berlangsung lancar. “Kami juga berharap proses transisi kepengurusan dapat berlangsung secara soft landing, sehingga pergantian kepemimpinan berjalan dengan baik, tetap menjaga soliditas organisasi, serta memperkuat kebersamaan di tubuh KNPI,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan Ketua KNPI Sumbar Hendra Irwan Rahim mengingatkan pentingnya memperluas jangkauan organisasi ke kalangan mahasiswa. Menurutnya, kepengurusan mendatang perlu lebih aktif menyosialisasikan KNPI ke kampus-kampus agar semakin banyak mahasiswa mengenal fungsi dan peran KNPI sebagai wadah berhimpun organisasi kepemudaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas basis kaderisasi dan membuka ruang keterlibatan generasi muda dalam kegiatan organisasi.

Mantan Ketua KNPI Sumbar Asnawi Bahar turut menyampaikan kebanggaannya terhadap kader-kader KNPI yang kini berkiprah di berbagai bidang, termasuk sebagai anggota DPRD dan kepala daerah. Ia berharap capaian tersebut terus dipertahankan melalui pembinaan kader yang berkelanjutan dan penguatan peran organisasi. Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang Tarmizi Ismail serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Eka Putra Buhari dalam silaturahmi tersebut.

Dengan jadwal Musda yang semakin dekat, KNPI Sumbar menghadapi momentum untuk memperkuat konsolidasi, mempertanggungjawabkan kinerja kepengurusan, dan menyiapkan kepemimpinan baru yang mampu menjangkau lebih banyak anak muda. Harapan para senior dan pengurus kini bertumpu pada Musda yang terbuka, tertib, serta menjaga persatuan. Hasilnya diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi pijakan bagi KNPI Sumbar untuk semakin aktif hadir di kampus, masyarakat, dan ruang-ruang pengembangan potensi generasi muda. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Ranah Minang dalam Kepungan Narkoba    
Minggu, Oktober 25, 2026

On Minggu, Oktober 25, 2026

Ranah Minang dalam Kepungan Narkoba
Penulis adalah Irwan Efendi yang saat ini tercatat sebagai Mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar. (Fotdok: Istimewa). 

ADA beberapa persoalan di Sumatera Barat yang seharusnya dapat kita terhenti sejenak dan bertanya: Sudah sejauh mana masyarakat Sumatera Barat terlindungi dari ancaman narkoba? Tentu permasalahan ini tidak dapat berhenti dibicarakan ketika pada saat berita aparat telah mengungkap kasus penangkapan di ruang publik. Tentu hal ini lebih jauh dari pada itu, berbicara mengenai narkoba sangat patut menjadi perhatian baik bagi pemerintah Sumatera Barat, aparat, tokoh-tokoh masyarakat, ataupun masyarakat Sumatera Barat itu sendiri. Narkoba tidak hanya mengancam kehidupan penggunanya saja, tetapi menyentuh kehidupan keluarga, lingkungan pergaulan, masa depan generasi muda, dan rasa aman masyarakat pada lingkungannya sendiri.

Gambaran mengenai hal ini dapat kita lihat dari laporan mengenai penanganan narkoba di Sumatera Barat. HARIANHALUAN.ID pada Agustus 2026 melaporkan, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat Sumatera Barat terdapat 1.402 kasus tindak pidana narkoba sepanjang 2025. Angka ini tentu menjukan kepada kita besarnya aktivitas penegakan hukum yang tercatat, sekaligus menjadi alasan untuk melihat lebih jauh bagaimana pencegahan dan pemulihan dapat diperkuat.

Pada saat narkoba masuk kedalam kehidupan seseorang, permasalahannya tidak terhenti pada individu tersebut. Keluarga dapat menhadapi beban emosional dan ekonomi, pendidikan maupun pekerjaan yang dapat terganggu bahkan hubungan sosial akan mengalami keretakan. Oleh sebab itu pembicaraan mengenai narkoba tidak hanya sebatas pada pelaku yang di tangkap ataupun berita aparat telah mengungkap kasus narkoba, tetapi juga pada keluarga yang membuutuhkan dukungan dan masyarakat yang perlu di perkuat agar mampu melakukan pencegahan sejak dini.

Pertanyaan pentingnya bukan hanya berapa banyak kasus yang telah diungkap, tetapi apakah upaya yang dilakukan dapat menekan angka kerentanan masyarakat terhadap narkoba. Apakah edukasi sudah mencakup pada lingkungan yang menjadi perhatian pada kasus narkoba ini?, apakah masyarakat memiliki akses terhadap informasi yang valid?, apakah layanan rehabilitasi sudah dapat di jangkau oleh masyarakat dengan mudah?. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu harus dijawab melalui evaluasi dan data, bukan hanya  melalui dugaan ataupun saling menyalahkan.

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi yang terstruktur mulai dari tingkat provinsi sampai ketingkat nagari, tentu berbagai unsur ini dapat dilibatkan dalam penanganan ataupun pecegahan pada persoalan ini. Pemerintah, aparat, niniak mamak, alim ulama, dan organisasi-organisasi pemuda harus bekerja sama dalam menangani persoalan ini, tidak hanya sebatas himbauan ataupun kegiatan seremonial. Sangat diperlukan program berkelanjutan serta pembagian tugas yang jelas serta bekerja sama dengan tenaga profesional agar masyarakat tahu cara pencegahan, melaporkan, dan mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan narkoba.

Ada beberapa langkah yang dapat kita perkuat untuk permasalah narkoba ini. Pertama, pemerintah daerah bersama BNN, BNNP dan juga instansi terkait perlu memperluas pencegahan berbasis lokal, serta membuka hasil evaluasi program kepada masyarakat. Kedua, layanan rehabilitasi harus diperkuat agar orang-orang yang memerlukan pemulihan dapat memperoleh pertolongan yang sesuai., Ketiga, sekolah, kampus, dan pemerintahan nagari harus membangun edukasi yang berkelanjutan. Keempat, penegakan hukum terhadap jaringan peredaran harus konsisten, sementara masyarakat yang membutuhkan pertolongan tidak terhalang oleh stigma. Kelima, tokoh-tokoh masyarakat adat tentu harus membimbing anak kemenakannya untuk menjauhi dan tidak mendekati narkoba.

Kegelisahan terhadap narkoba di Sumatera Barat sepatutnya tidak terhenti sebagai pembicaraan, ketakutan, dan himbuan sesaat saja. Kegelisahan ini harus menjadi dorongan dalam upaya pencegahan, memperbaiki akses pemulihan, dan memastikan penegakan hukum berjalan konsisten. 

Masa depan generasi muda tidak cukup hanya dijaga melalui slogan antinarkoba, tetapi melalui tindakan nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Karna, keberhasilan melindungi Ranah Minang bukan hanya berapa banyak kasus yang diungkap, melaikan seberapa kuat masyarakat mampu mencegah persoalan itu berkembang dan membantu mereka yang terdampak untuk pulih. (*)

Penulis: Irwan Efendi, Mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Novra Nurman Pimpin PWI Pasaman, Widya Navies Soroti Hal Penting yang Menentukan Kualitas Wartawan    
Minggu, Oktober 25, 2026

On Minggu, Oktober 25, 2026

Novra Nurman Pimpin PWI Pasaman, Widya Navies Soroti Hal Penting yang Menentukan Kualitas Wartawan
Novra ditetapkan dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Pasaman yang berlangsung di Kantor PWI Sumbar, Jalan Bagindo Azischan 8A, Kota Padang, Sabtu (24/10/2026). (Fotdok: Emil). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies, menegaskan pentingnya rekomendasi ketua PWI kabupaten/kota bagi calon anggota yang ingin mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK). Penegasan ini menjadi pesan penting bagi penguatan organisasi, sekaligus memastikan setiap calon anggota memahami tanggung jawab profesi dan aturan yang berlaku di tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Widya Navies menyusul terpilihnya Novra Nurman secara aklamasi sebagai Ketua PWI Kabupaten Pasaman periode 2026–2029. Novra ditetapkan dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Pasaman yang berlangsung di Kantor PWI Sumbar, Jalan Bagindo Azischan 8A, Kota Padang, Sabtu (24/10/2026). Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kualitas wartawan di Kabupaten Pasaman.

Konferkab PWI Pasaman diikuti dua kandidat, yakni Suci Murtia dan Novra Nurman, yang sebelumnya dinyatakan memenuhi persyaratan pencalonan. Dinamika konferensi menguat saat pleno III membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya yang disampaikan Ketua PWI Pasaman terdahulu, Hendra Syahputra. Setelah itu, konferensi memasuki pleno IV dengan agenda pemilihan ketua untuk masa bakti tiga tahun ke depan.

Menjelang pemilihan, panitia memberikan kesempatan kepada kedua kandidat untuk bermusyawarah demi mencapai kesepakatan bersama. Dalam proses tersebut, Suci Murtia menyatakan mundur dari pencalonan dengan alasan domisili tetapnya bukan di Kabupaten Pasaman, meskipun dirinya merupakan anggota PWI dan berasal dari daerah tersebut. Setelah Suci mengundurkan diri, Novra Nurman menjadi satu-satunya kandidat dan akhirnya terpilih secara aklamasi melalui sidang yang dipimpin Hendra Syahputra bersama Oki dan Nef.

Usai terpilihnya ketua baru, Widya Navies menekankan bahwa pekerjaan utama kepengurusan bukan sekadar menjalankan roda organisasi, melainkan membangun kebersamaan dan menjaga kepercayaan anggota. Ia berharap PWI Pasaman mampu menjadi organisasi yang solid, profesional, dan berintegritas. Menurut Widya, kekompakan merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan dunia jurnalistik sekaligus memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kualitas wartawan.

Widya juga mengingatkan bahwa proses penerimaan anggota baru harus berjalan sesuai ketentuan organisasi. Rekomendasi ketua PWI kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam proses menuju OKK, sehingga calon anggota memperoleh pemahaman mengenai tugas, tanggung jawab, etika, serta aturan keorganisasian. Penegasan ini menempatkan OKK bukan sekadar tahapan administratif, melainkan bagian dari upaya membangun wartawan yang memahami profesionalisme dan tanggung jawab kepada publik.

Bagi kepengurusan PWI Pasaman yang baru, pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus arah kerja untuk periode 2026–2029. Novra Nurman diharapkan mampu merawat persatuan di antara wartawan, memperkuat komunikasi internal, serta memberikan perhatian terhadap kepentingan dan kesejahteraan anggota. Soliditas organisasi dinilai penting agar PWI dapat menjalankan perannya secara konsisten dalam mendorong praktik jurnalistik yang berkualitas di daerah.

Selain penguatan keanggotaan, peningkatan kompetensi wartawan dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik juga menjadi pekerjaan penting. Organisasi diharapkan mampu mendorong anggotanya menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Dengan kepemimpinan baru, PWI Pasaman memiliki kesempatan untuk memperkuat pembinaan anggota sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan.

Terpilihnya Novra Nurman secara aklamasi menutup rangkaian Konferkab PWI Pasaman dengan harapan baru bagi perjalanan organisasi tiga tahun mendatang. Namun, sebagaimana ditekankan Widya Navies, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi ketua, tetapi juga oleh kekompakan pengurus, kualitas anggota, serta konsistensi menjalankan aturan profesi. Pesan tentang rekomendasi dan OKK pun menjadi pengingat bahwa penguatan PWI harus dimulai dari proses keanggotaan yang tertib, pembinaan yang berkelanjutan, dan komitmen menjaga profesionalisme wartawan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Tarmizi Ismail Buka Sosialisasi KAN Nanggalo, Pemko Padang Perkuat Pelestarian Adat Minangkabau    
Minggu, Oktober 25, 2026

On Minggu, Oktober 25, 2026

Tarmizi Ismail Buka Sosialisasi KAN Nanggalo, Pemko Padang Perkuat Pelestarian Adat Minangkabau
Sosialisasi Adat Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nanggalo di Kantor KAN Nanggalo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Minggu (25/10/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Padang, Tarmizi Ismail, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau. Pesan tersebut mengemuka saat dirinya membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Adat Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nanggalo di Kantor KAN Nanggalo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Minggu (25/10/2026).

Kehadiran Tarmizi Ismail mewakili Pemerintah Kota Padang sekaligus menandai komitmen pemerintah dalam mendukung keberlangsungan lembaga adat di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman tentang peran KAN serta menjaga agar nilai-nilai adat tetap hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tarmizi menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif KAN Nanggalo yang konsisten menjaga dan melestarikan adat istiadat Minangkabau. Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kota Padang yang lebih baik, maju, dan bermarwah.

Menurutnya, sosialisasi adat ini merupakan bagian dari program strategis lima tahunan Pemerintah Kota Padang untuk mengawal visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari yang mendorong keterlibatan pemerintah dan lembaga adat dalam pembangunan daerah.

Dukungan terhadap lembaga adat turut diperkuat melalui pengesahan revisi peraturan daerah yang menjadi pedoman sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan organisasi kemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat. Langkah ini diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih kuat agar pelestarian budaya berjalan seiring dengan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Sementara itu, Ketua KAN Nanggalo, H. Rustam R. Malin Sutan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, atas perhatian dan pendampingan terhadap lembaga adat. “Kami dari Kerapatan Adat Nagari mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padang, khususnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang sangat aktif memberikan panduan,” ujarnya.

Apresiasi tersebut mencerminkan pentingnya dukungan pemerintah dalam membantu ninik mamak dan pengurus KAN menjalankan peran adat di tengah masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan semakin menyemangati ninik mamak, alim ulama, dan cerdik pandai untuk menjaga filosofi “adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah” sebagai landasan kehidupan masyarakat Minangkabau.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri jajaran pengurus KAN Nanggalo, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, serta unsur ninik mamak, alim ulama, dan cerdik pandai. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian adat membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya tanggung jawab lembaga adat, melainkan juga pemerintah dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Tarmizi Ismail bersama KAN Nanggalo mendorong agar hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga adat terus terpelihara secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat, nilai-nilai adat Minangkabau diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Kota Padang yang maju, berbudaya, dan bermarwah. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Yota Balad Raih Penghargaan IJTI, Pariaman Diakui Inspiratif Tangani Bencana Hidrometeorologi    
Minggu, Oktober 25, 2026

On Minggu, Oktober 25, 2026

Yota Balad Raih Penghargaan IJTI, Pariaman Diakui Inspiratif Tangani Bencana Hidrometeorologi
Ketua Umum IJTI Pusat, Herik Kurniawan, menyerahkan penghargaan kepada Yota Balad di Whiz Prime Hotel, Kota Padang, Sabtu malam (24/10/2026).  (Fotdok: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam menghadapi bencana hidrometeorologi mendapat pengakuan dari kalangan jurnalis televisi. Wali Kota Pariaman, Yota Balad, meraih penghargaan kategori Pemerintah Daerah Inspiratif dalam Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat yang diberikan Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan bencana.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum IJTI Pusat, Herik Kurniawan, kepada Yota Balad di Whiz Prime Hotel, Kota Padang, Sabtu malam (24/10/2026). Penyerahan berlangsung setelah kegiatan IJTI Talkshow bertema “Peran CSR Instansi/Lembaga/Perusahaan Swasta dalam Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Sumbar” yang menghadirkan sejumlah narasumber untuk membahas pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman bencana.

Pengakuan dari IJTI Sumbar ini menempatkan upaya penanggulangan bencana sebagai salah satu aspek penting dalam kepemimpinan daerah. Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika bencana datang, tetapi juga membutuhkan perencanaan, mitigasi, serta koordinasi yang terarah.

Dalam pemaparannya pada talkshow tersebut, Yota Balad mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pariaman telah memiliki cetak biru tata kelola kebencanaan. Dokumen itu diwujudkan melalui Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Tahun 2026–2030 dan Kajian Risiko Bencana (KRB) yang ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Pariaman.

“Alhamdulillah, kami di Pemerintah Kota Pariaman telah mempunyai blueprint tata kelola kebencanaan dengan membuat Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Tahun 2026–2030 dan Kajian Risiko Bencana (KRB) yang ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Pariaman,” ujar Yota Balad.

Keberadaan RPB dan KRB menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terencana. Melalui dokumen tersebut, pemerintah daerah memiliki landasan untuk menyusun arah kebijakan dan langkah penanganan berdasarkan risiko bencana. Perencanaan yang matang diharapkan dapat memperkuat kesiapan pemerintah sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat.

Yota Balad juga menegaskan pentingnya menjadikan penanggulangan bencana sebagai tanggung jawab bersama. Dalam forum IJTI Talkshow, keterlibatan instansi pemerintah, lembaga, dan perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR menjadi salah satu isu yang dibahas. Sinergi lintas sektor diperlukan agar dukungan terhadap penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau kebutuhan masyarakat.

Pemberian penghargaan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Sumatera Barat. Ancaman bencana hidrometeorologi membutuhkan langkah antisipatif yang konsisten, mulai dari perencanaan, edukasi masyarakat, hingga koordinasi antarpemangku kepentingan. Dengan demikian, penghargaan bukan hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga keberlanjutan upaya pengurangan risiko bencana.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan IJTI Sumbar setelah organisasi itu menyelesaikan Musyawarah Daerah (Musda) ke-V. Dalam musda tersebut, Defri Mulyadi, yang akrab disapa Imung, kembali terpilih sebagai Ketua IJTI Sumbar. Momentum ini mempertemukan peran dunia jurnalistik dan pemerintah daerah dalam mendorong perhatian publik terhadap isu kebencanaan.

Bagi Pemerintah Kota Pariaman, penghargaan kategori Pemerintah Daerah Inspiratif ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat tata kelola kebencanaan, menjalankan perencanaan yang telah disusun, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Tantangan berikutnya adalah memastikan kesiapsiagaan dan mitigasi berjalan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin siap menghadapi risiko bencana hidrometeorologi. (*) 

Pewarta: Armaidi
Editor: Zamri Yahya, WU

Bupati Solok Lantik 58 Kepala Sekolah dan 45 Pejabat, Mutu Pendidikan Jadi Sorotan    
Minggu, Oktober 25, 2026

On Minggu, Oktober 25, 2026

Bupati Solok Lantik 58 Kepala Sekolah dan 45 Pejabat, Mutu Pendidikan Jadi Sorotan
Pelantikan yang berlangsung di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok itu dipimpin langsung Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., sebagai bagian dari penguatan organisasi pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Fotdok: Okryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kabupaten Solok kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 45 pejabat struktural serta 58 kepala sekolah tingkat SD dan SMP, Sabtu (24/10/2026). Pelantikan yang berlangsung di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok itu dipimpin langsung Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., sebagai bagian dari penguatan organisasi pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dari 45 pejabat struktural yang dilantik, komposisinya terdiri atas satu pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, 11 pejabat administrator atau Eselon III, serta 33 pejabat pengawas atau Eselon IV. Sementara itu, pelantikan 58 kepala sekolah menjadi bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan satuan pendidikan agar penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Solok semakin berkualitas.

Salah satu pejabat yang mendapat amanah baru adalah Rosmadely, SKM., M.Biomed., yang dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok. Pada jenjang administrator, sejumlah posisi strategis juga diisi, di antaranya Aditya Nugraha, S.STP., M.Si., sebagai Camat Bukit Sundi; Budi Erman, S.Kep., sebagai Camat Gunung Talang; serta Firdaus, S.T., M.T., sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR.

Perubahan jabatan juga menyentuh sektor perencanaan pembangunan, kebencanaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, koperasi, hingga pengelolaan pendapatan daerah. Di antaranya, Riswandi Bahaudin, A.P., M.Sos., dipercaya sebagai Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda, Febrian Yurismanto, S.T., sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, serta Hendri Usman, M.Pd., sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Sekolah Dasar Disdikpora.

Pada tingkat pengawas, para pejabat ditempatkan di berbagai perangkat daerah dan kecamatan untuk mendukung pelaksanaan tugas teknis dan administrasi pemerintahan. Penempatan tersebut mencakup bidang ketertiban umum, pelayanan administrasi, perencanaan dan keuangan, perpajakan daerah, transportasi, perumahan, serta pemberdayaan perempuan. Rotasi ini menuntut setiap pejabat segera menyesuaikan diri dengan tugas, target kerja, dan kebutuhan pelayanan di unit masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi dalam struktur pemerintahan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menunjukkan integritas, profesionalisme, serta komitmen nyata dalam mendorong perubahan dan kemajuan Kabupaten Solok.

“Jabatan ini adalah amanah yang berisikan tanggung jawab besar untuk membawa perubahan dan kemajuan Pemerintah Kabupaten Solok ke depan. Saya berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat bekerja dengan penuh integritas, profesional, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Jon Firman Pandu.

Perhatian khusus juga diberikan kepada 58 kepala sekolah yang baru dilantik. Bupati mengingatkan bahwa kepemimpinan sekolah memiliki peran penting dalam membangun lingkungan belajar yang berkualitas, meningkatkan kompetensi peserta didik, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing pada masa mendatang. Karena itu, kepala sekolah diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menghadirkan inovasi dan peningkatan mutu pembelajaran.

“Mari kita tingkatkan kualitas pendidikan demi melahirkan generasi Kabupaten Solok yang unggul dan berdaya saing di masa mendatang,” ujarnya. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kepemimpinan yang kuat, kedisiplinan, serta kerja sama seluruh unsur sekolah dan pemangku kepentingan.

Menutup sambutannya, Jon Firman Pandu mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pejabat dan kepala sekolah yang menerima amanah baru. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja bersama dan bergerak searah untuk mewujudkan Kabupaten Solok yang lebih baik dan maju. Pelantikan ini selanjutnya diharapkan diikuti dengan kinerja terukur, pelayanan publik yang semakin baik, serta peningkatan mutu pendidikan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Jalan Rusak Jadi Perhatian, Malvi Hendri Pastikan PUPR Padang Lakukan Patching Bertahap    
Minggu, Oktober 25, 2026

On Minggu, Oktober 25, 2026

Jalan Rusak Jadi Perhatian, Malvi Hendri Pastikan PUPR Padang Lakukan Patching Bertahap
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Malvi Hendri bersama jajaran Dinas PUPR dalam menjaga kondisi jalan agar tetap layak digunakan. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, terus mendorong pemeliharaan infrastruktur jalan demi menunjang keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Pada Minggu (25/10/2026), Dinas PUPR Kota Padang melakukan penambalan atau patching jalan di kawasan Tanjung Aur, Kecamatan Lubuk Begalung, dan Simpang Maut, Kelurahan Tabing, Kecamatan Koto Tangah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Malvi Hendri bersama jajaran Dinas PUPR dalam menjaga kondisi jalan agar tetap layak digunakan. Penanganan dilakukan pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan sehingga dapat membantu mengurangi gangguan perjalanan serta meningkatkan kenyamanan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Malvi Hendri menjelaskan, pemeliharaan jalan merupakan pekerjaan penting yang harus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Kerusakan pada permukaan jalan perlu ditangani agar tidak terus mengganggu mobilitas masyarakat, baik pengendara sepeda motor maupun pengguna kendaraan roda empat.

“Penanganan dilakukan melalui penambalan pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan. Langkah ini merupakan bagian dari pemeliharaan agar kondisi infrastruktur jalan tetap berfungsi dengan baik serta aman dan nyaman dilalui masyarakat,” ujar Malvi Hendri.

Menurutnya, kegiatan patching bukan sekadar memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi infrastruktur yang digunakan masyarakat setiap hari. Jalan yang terpelihara dengan baik diharapkan dapat mendukung kelancaran perjalanan warga, aktivitas ekonomi, serta berbagai kegiatan sosial di Kota Padang.

Penanganan di Tanjung Aur, Kecamatan Lubuk Begalung, dan Simpang Maut, Kecamatan Koto Tangah, menunjukkan bahwa pemeliharaan jalan dilakukan di sejumlah kawasan secara bertahap. Dinas PUPR terus berupaya menyesuaikan penanganan dengan kondisi kerusakan yang ditemukan agar pekerjaan pemeliharaan dapat berjalan sesuai kebutuhan.

Malvi Hendri menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan membutuhkan upaya berkelanjutan. Karena itu, Dinas PUPR Kota Padang terus berupaya melakukan penanganan terhadap titik-titik jalan yang memerlukan perbaikan, dengan tujuan menjaga kualitas infrastruktur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya melakukan penanganan jalan secara bertahap dan berkelanjutan. Harapannya, kondisi jalan yang semakin baik dapat menunjang aktivitas sehari-hari serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan,” tuturnya.

Melalui pemeliharaan jalan tersebut, Dinas PUPR Kota Padang di bawah koordinasi Malvi Hendri berupaya memastikan infrastruktur tetap berfungsi untuk mendukung mobilitas warga. Perbaikan di Tanjung Aur dan Simpang Maut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkesinambungan dalam meningkatkan kualitas jalan serta mewujudkan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Padang. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU