HEADLINE
Berempati dan Peduli, Kapolsek Lima Puluh Jenguk Wartawan    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Berempati dan Peduli, Kapolsek Lima Puluh Jenguk Wartawan
AKP Salomo Sagala beserta IPDA Wira Hidayat membezuk Herman Manurung. 

BENTENGSUMBAR.COM
- AKP Salomo Sagala beserta IPDA Wira Hidayat ditengah kesibukannya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat menyempatkan waktunya mengunjungi seorang wartawan dan memberikan motivasi kepada Herman Manurung jaga diri dan jaga kesehatan.

Kapolsek Lima Puluh dan Kanit Reskrim Polsek, Polres Batu Bara , Polda Sumut, AKP  Salomo Sagala SH  beserta IPDA  Wira menyempatkan diri membesuk Herman Budi Prasetya Manurung salah satu wartawan yang sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit umum Bidadari Rabu, (18/02/2026) pagi.

Menurut Kapolsek Lima Puluh polres batu bara ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi serta menjalin hubungan baik dengan insan pers/media.

Sebab media adalah mitra polisi dalam menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas.

Dalam kesempatan tersebut Kapolsek Lima Puluh AKP Salomo Sagala SH memberikan motivasi dan semangat kepada Herman Budi Prasetya Manurung SE yang berdomisili jl.perintis kemerdekaan Lima Puluh kota agar tabah dengan musibah, dan dia juga berdo’a agar yang bersangkutan lekas sembuh sehingga bisa beraktivitas kembali.

“Saya mendo’akan adinda lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala sehingga segera dapat membuat karya jurnalis kembali, tetap semangat ya adinda Herman,” tutur Kapolsek Lima puluh.

Dikatakan selama ini pihaknya bersinergi dengan awak media menyangkut pemberitaan. 

"Oleh karena itu, saya berharap sinergitas itu terus berjalan dengan baik, 'Terang Kapolsek lima Puluh  AKP  Salomo Sagala S.H.

Pewarta: Herman Manurung

Sosialisasi Mekanisme Pokir, Ini Kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Sosialisasi Mekanisme Pokir, Ini Kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion
Sosialisasi Mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Kota Padang, Kamis (19/2/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berbasis sistem digital. 

Melalui Sosialisasi Mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Kota Padang, Kamis (19/2/2026), seluruh anggota DPRD bersama operator masing-masing dibekali pemahaman teknis terkait penginputan usulan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI).

Sosialisasi dibuka langsung oleh Ketua DPRD Padang, Muharlion, didampingi oleh Wakil Ketua Mastilizal Aye, Jupri, Sekretaris Dewan (Sekwan) Hendrizal.

Dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang dipimpin oleh Yenni Yuliza dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa, serta undangan lainnya. 

Muharlion, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari surat Sekretaris Daerah Kota Padang Nomor 000.7/64/BAPPEDA-PDG/2026 yang mengatur penyelarasan mekanisme pengusulan, verifikasi, hingga integrasi Pokir ke dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD).

Adapun digitalisasi melalui SIPD-RI menjadi langkah strategis untuk memastikan transparansi perencanaan dan penganggaran berbasis data.

Sosialisasi Mekanisme Pokir, Ini Kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion
Penjelasan Pemko Padang. 

Selain itu, Muharlion mengungkapkan bahwa Pokir bukan sekadar daftar aspirasi, melainkan representasi resmi suara masyarakat yang harus diproses sesuai regulasi dan mekanisme perencanaan daerah.

“Pokir DPRD adalah amanah rakyat. Setiap usulan wajib diinput melalui SIPD-RI, mengikuti kamus usulan yang tersedia, dan harus selaras dengan dokumen perencanaan daerah agar tidak menyalahi aturan,” tegas Muharlion.

Tak hanya Pokir katanya, pada tahun ini, mekanisme hibah dan bantuan sosial (bansos) juga diperketat melalui sejumlah mekanisme. 

Dalam pemaparannya, Yenni Yuliza mengatakan bahwa Pemerintah Kota Padang mewajibkan setiap calon penerima hibah dan bansos mengajukan usulan secara mandiri melalui akun masing-masing di SIPD-RI. 

"Khusus bansos individu, data penerima harus mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) guna menjamin ketepatan sasaran," katanya.

Kebijakan ini berpedoman pada Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah serta Peraturan Wali Kota Padang Nomor 34 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penganggaran, Pelaksanaan, Penatausahaan, dan Pelaporan Hibah dan Bantuan Sosial.

Sosialisasi Mekanisme Pokir, Ini Kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion
Kepala OPD Pemko Padang juga dilibatkan. 

Dalam regulasi tersebut ditegaskan pada Pasal 3 dan Pasal 4 bahwa hibah dapat diberikan dalam bentuk uang, barang, dan/atau jasa dengan ketentuan memiliki peruntukan yang jelas, tidak mengikat, tidak diberikan terus-menerus setiap tahun anggaran kecuali diatur khusus, serta memberi manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Selanjutnya, Pasal 5 ayat (8) dan (9) mengatur bahwa hibah kepada badan atau lembaga hanya dapat diberikan kepada organisasi nirlaba, sukarela, dan sosial yang dibentuk sesuai peraturan perundang-undangan, memiliki kepengurusan sah, berdomisili di Kota Padang, serta berbadan hukum Indonesia dan terdaftar pada kementerian terkait.

Sementara bantuan sosial diberikan secara selektif kepada individu atau kelompok yang mengalami risiko sosial akibat krisis ekonomi, bencana, maupun kondisi darurat lainnya. Penerima wajib memiliki identitas jelas dan berdomisili di Kota Padang.

Selain itu, pada Pasal 31 dan Pasal 33 ditegaskan bahwa permohonan hibah harus diajukan secara tertulis kepada Wali Kota sebelum penetapan KUA-PPAS, dilengkapi proposal yang memuat identitas pengusul, latar belakang, maksud dan tujuan, serta rincian penggunaan anggaran.

Adapun dokumen pendukung seperti akta pendirian, izin operasional, surat domisili, rekening bank aktif, dan surat pernyataan tanggung jawab bermaterai menjadi syarat wajib dalam pengajuan tersebut.

"Dalam mekanisme Pokir DPRD, tahapan pengusulan dimulai dari input oleh anggota DPRD melalui akun SIPD-RI, verifikasi Sekretariat DPRD, verifikasi Mitra Bappeda, verifikasi Perangkat Daerah, hingga verifikasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pada tahap verifikasi perangkat daerah dilakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dan kondisi riil. Usulan yang tidak memenuhi syarat akan dikembalikan untuk diperbaiki selama masa pengajuan masih terbuka," terangnya.

Sosialisasi Mekanisme Pokir, Ini Kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion
Anggota DPRD Kota Padang mengikuti sosialisasi. 

Yenni menegaskan bahwa penguatan sistem ini merupakan langkah konkret untuk meminimalkan potensi penyimpangan anggaran serta memastikan setiap rupiah APBD Kota Padang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan anggaran daerah dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan sistem berbasis regulasi dan digitalisasi seperti SIPD-RI, pembangunan akan lebih tepat sasaran, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dengan penguatan regulasi, digitalisasi sistem melalui SIPD-RI, serta komitmen bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota Padang, diharapkan seluruh proses pengusulan Pokir, hibah, dan bantuan sosial ke depan semakin tertib, transparan, dan tepat sasaran. 

Langkah ini tidak hanya memperkuat akuntabilitas pengelolaan APBD, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kota Padang. (ADV)

Wakil Ketua DPRD Padang Mastilizal Aye Ajak Warga Jaga Kondusivitas dan Antisipasi Tawuran Selama Ramadhan    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Wakil Ketua DPRD Padang Mastilizal Aye Ajak Warga Jaga Kondusivitas dan Antisipasi Tawuran Selama Ramadhan
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, SH. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, SH, menyampaikan seruan kepada seluruh lapisan masyarakat dan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban serta kenyamanan selama bulan suci Ramadan. Ada beberapa poin krusial yang menjadi sorotan, salah satunya adalah potensi peningkatan aksi tawuran remaja. 

Mastilizal menekankan pentingnya langkah preventif dari pihak kepolisian, Satpol PP, hingga tokoh masyarakat (Hulu Balang) untuk memantau titik-titik rawan tawuran.

Mengingat anak sekolah akan menjalani masa libur hingga 24 Maret mendatang, ia mengkhawatirkan adanya kekosongan aktivitas yang justru memicu aksi negatif di jalanan. "Kita tidak ingin Kota Padang tercoreng oleh aksi tawuran yang tidak jelas tujuannya. Antisipasi sejak dini sangat diperlukan agar kita tidak kecolongan saat fokus pada kegiatan ibadah lainnya," tegas Mastilizal. 

Selain masalah keamanan, politisi ini juga mengimbau para pemilik usaha kuliner dan hiburan malam untuk mematuhi aturan yang telah dikeluarkan Pemerintah Kota Padang. Ia meminta agar: 

- Warung makan tidak beroperasi secara terbuka pada siang hari. 

- Hiburan malam ditiadakan untuk sementara demi menjaga kekhusyukan ibadah. 

Di akhir pernyataannya, Mastilizal mengajak seluruh warga Kota Padang, baik muslim maupun non-muslim, untuk memperkuat rasa saling menghargai. Menurutnya, menjaga kondusivitas kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya selama Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan lainnya. "Mari kita jalankan ibadah puasa ini dengan sebaik-baiknya. Semoga amal ibadah kita bertambah dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Padang tetap terjaga dengan baik," pungkasnya.(*)

Wagub Vasko Ruseimy Ungkapkan Banyak Rumah Gadang dalam Kondisi Memprihatinkan, Bahkan Hampir Ambruk    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Wagub Vasko Ruseimy Ungkapkan Banyak Rumah Gadang dalam Kondisi Memprihatinkan, Bahkan Hampir Ambruk
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kondisi sejumlah Rumah Gadang yang kian memprihatikan memantik perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar). 

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, mengungkapkan bahwa banyak Rumah Gadang yang kini berada dalam kondisi memprihatinkan, bahkan hampir ambruk. Situasi ini dinilai mengancam kelestarian sejarah dan identitas Minangkabau yang melekat kuat pada bangunan adat tersebut. “Banyak banget Rumah Gadang yang sudah ambruk hampir hancur,” ujar Vasko Ruseimy. Ia menegaskan bahwa Rumah Gadang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol sejarah dan kebesaran adat Minangkabau yang memiliki nilai historical sangat kuat," katanya dalam rapat dengan jajaran Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumbar, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Pemprov Sumbar tengah memikirkan langkah konkret untuk mengalokasikan anggaran pemugaran. “Nah ini gimana caranya nanti kita alokasikan, siapkan anggaran buat kita pilih berapa Rumah Gadang nanti (untuk dipugar),” katanya.

Ia meminta agar dilakukan pemilihan terhadap sejumlah Rumah Gadang yang dinilai prioritas untuk diperbaiki dan dirawat kembali. Lebih lanjut, Vasko menekankan pentingnya dukungan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyisihkan dana khusus untuk pelestarian bangunan bersejarah tersebut. “Minta tolong nanti yah dimasukin yah, kita sisihkan berapa anggaran nanti minta sama TAPD, yang sejarah-sejarah itu penting tuh,” ucapnya.

Vasko menyoroti adanya Rumah Gadang milik kaum di tingkat nagari yang menyimpan kisah panjang sejarah. Ia menyebut bahwa setiap bangunan memiliki cerita tersendiri, mulai dari proses pembangunannya hingga dinamika yang pernah terjadi di masa lampau. Namun, ia menegaskan bahwa upaya renovasi tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik semata. “Renovasi itu jangan hanya sekedar kita renov, tapi kita buat historical-nya, ada story telling-nya di situ,” ujarnya.

Ia ingin agar setiap Rumah Gadang yang dipugar juga dilengkapi narasi sejarah yang memperkuat nilai edukasi bagi generasi muda. Ia bahkan mencontohkan bahwa di balik setiap Rumah Gadang terdapat kisah Ninik Mamak yang membangunnya, hingga kemungkinan peristiwa sejarah seperti pernah dibakar Belanda atau cerita lain yang menjadi bagian perjalanan masyarakat Minangkabau. Seluruh cerita tersebut dinilai penting untuk didokumentasikan.

Vasko meminta Disbud Sumbar agar menyiapkan langkah pemetaan dan plotting segera disiapkan. “Disiapin yah pak (Kadis Kebudayaan) diploting, mengerti yah maksudnya. Pokoknya saya ingin melestarikan Rumah Gadang di Sumbar ini jangan sampai hilanglah,” tegasnya.

Komitmen Pemprov Sumbar ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sejarah dan identitas budaya Minangkabau bagi masyarakat Sumbar. Rumah Gadang dalam adat Minangkabau memiliki peran sentral sebagai pusat kehidupan kaum atau keluarga besar. Di dalamnya berlangsung musyawarah, pengambilan keputusan adat, hingga menjadi simbol eksistensi sebuah kaum di nagari. Keberadaan Rumah Gadang juga mencerminkan struktur sosial Minangkabau yang berbasis matrilineal. (ADPSB)

Wagub Vasko Ruseimy Serahkan Bantuan untuk Masjid Padang Japang, Jejak Sejarah PDRI    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Wagub Vasko Ruseimy Serahkan Bantuan untuk Masjid Padang Japang, Jejak Sejarah PDRI
Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 M Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM - Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 M Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub), Vasko Ruseimy melakukan kunjungan di Masjid Padang Japang di Nagari Tujuh Koto Talago Kecamatan Guguak, Kab. Limapuluh Kota, Kamis (19/2/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Vasko Ruseimy menyampaikan Masjid Raya Padang Japang di Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan pusat sejarah perjuangan Islam dan pendidikan yang didirikan oleh ulama pembaharu, Syekh Abbas Abdullah dan Syekh Mustafa Abdullah. Terkait dengan Perguruan Darul Funun. "Bahkan Masjid ini pernah menjadi markas penting pemerintahan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dan pusat pertemuan tokoh nasional," kata Vasko.

Padang Japang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam terkemuka yang diasuh oleh dua ulama bersaudara, Syekh Abbas Abdullah dan Syekh Mustafa Abdullah, yang berafiliasi dengan Sumatera Thawalib pada tahun 1920-an. Menurutnya, Syekh Abbas Abdullah, pernah memberikan sebuah peci tinggi kepada Soekarno pada bulan Juni 1942. Peci tersebut diberikan sebagai simbol dukungan ulama terhadap perjuangan Soekarno, sekaligus sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme. "Sejak pertemuan tersebut, Bung Karno yang sebelumnya sering mengenakan blangkon, sejak diberikan peci, Bung Karno sering menggunakan peci hitam sebagai bagian dari identitas nasionalnya," ungkapnya.

Wagub berharap para tokoh yang berasal dari Limapuluh Kota ini bisa menjadi pemimpin yang akan membawa bangsa ini menjadi bangsa besar di mata dunia. "Apalagi Limapuluh Kota ini banyak melahirkan profesor dan alim ulama. Semoga Kab. Limapuluh Kota bisa maju melebih kabupaten lainnya," harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh, Ahlul Badrito Resha, mengatakan Kabupaten Limapuluh Kota terkenal memiliki istilah tradisi Minangkabau dengan pepatah "Aia nyo janiah, ikannyo jinak". "Pepatah ini mengatakan alam Limapuluh Kota memiliki sungai-sungai yang jernih dan alam yang subur dengan penduduknya ramah, santun, tulus, dan bersahabat kepada siapa saja yang datang," terang Wabup Ahlul Badrito Resha.

Ini menggambarkan suasana nagari yang aman, tentram, dan damai, di mana pemimpin dan rakyatnya hidup harmonis, termasuk dalam kegiatan Safari Ramadhan merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Sumbar sebagai ajang silaturahmi antara Pemerintah Sumbar dengan masyarakat. "Safari Ramadhan sebagai tali silaturahmi antara Pemprov dan Kabupaten bersama masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi untuk pembangunan ke depannya," ujarnya.

Menurutnya, Puasa Ramadhan bertujuan menyucikan jiwa, memohon ampunan dosa, menumbuhkan empati sosial, serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT. "Saya mengajak kita semua yang hadir di tempat mulia ini untuk bersama-sama terus terang memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita semua," ajaknya.

Selanjutnya Pengurus Masjid Raya Padang Japang, Junaidi, menjelaskan Masjid ini dibangun sejak tahun 1942 sebagai pusat penyebaran agama Islam. "Masjid ini sempat hancur gejolak zaman pada waktu itu, lalu telah dilakukan beberapa perbaikan secara bertahap oleh masyarakat setempat melalui wakaf dan infak masyarakat," sebut Junaidi.

Adanya kunjungan dari Wagub Sumbar beserta rombongan, Junaidi mengatakan bisa menambah biaya perbaikan Masjid Padang Japang. "Mudah-mudahan bantuan dari Pemprov bisa memperbaiki Masjid kami tercinta sekaligus menjaga Masjid bersejarah, perjuangan dari PDRI dan memperkuat iman kita bersama," ucapnya.

Bantuan tersebut berupa hibah dari Pemerintah Provinsi Sumbar sebesar Rp. 50 juta, bantuan program kemanusian dari Baznas untuk dua orang petugas Masjid, bantuan CSR dari Bank Nagari senilai Rp. 10 juta, selanjutnya bantuan dari pemerintah Sumbar 25 Al-Qur'an dan bantuan dari Wagub Sumbar untuk lima  fakir miskin. Hadir dalam Tim Safari Ramadhan tersebut yaitu, Wakil ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri, Anggota DPRD Sumbar Nurkhalis Datuak Bejo, Asisten 1 Bidang Perintahan, Ahmad Zakri, ⁠Kepala Inspektorat Sumbar, Kadis PTSP, Kaban Kesbangpol, Kaban BPKAD,  ⁠Kabiro Pemerintahan, Kabiro Umum, ⁠Kadis PSDA dan Sekretaris Baznas, serta Dirut Bank Nagari Sumbar. Sementara untuk dari Kabupaten Limapuluh Kota, yakni, Camat Guguak, Gusni Hendrik, ⁠Wali Nagari Tujuah Koto Talago,  Yon Hendri dan Wali Jorong Padang Kandih. (Adpsb/nov/bud)

Mahyeldi: Ramadan Momentum Perkuat Ketakwaan dan Solidaritas Sosial    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Mahyeldi: Ramadan Momentum Perkuat Ketakwaan dan Solidaritas Sosial
Ceramah agama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Kamis malam (19/02/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
– Memasuki malam kedua Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengisi ceramah agama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Kamis malam (19/02/2026). Dalam tausiah tersebut, Gubernur mengangkat tema keutamaan Ramadan sebagai momentum pembentukan pribadi dan masyarakat yang bertakwa.

Mahyeldi menyampaikan bulan suci Ramadan bukan sekadar peningkatan ibadah ritual, tetapi juga sarana membangun kualitas diri yang berdampak pada kehidupan sosial. Ketakwaan, menurutnya, harus tercermin dalam sikap sehari-hari. “Ketakwaan itu diwujudkan melalui kejujuran dalam bekerja, amanah dalam menjalankan jabatan, serta kepedulian terhadap sesama. Ramadan melatih kita menjadi pribadi yang lebih baik, bukan hanya di masjid, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Ramadan juga menjadi momentum merawat persatuan dan kesatuan. Dalam kondisi pascabencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumbar, nilai solidaritas dan empati antar sesama perlu semakin diperkuat.

Saat ini, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat tengah fokus pada upaya rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, Gubernur mengajak masyarakat untuk ikut merasakan kesulitan saudara-saudara yang terdampak serta memperkuat semangat gotong royong.

Menurutnya, ibadah puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kedisiplinan, serta kepekaan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh.

Secara khusus, Mahyeldi juga menyampaikan pesan kepada generasi muda di Sumbar agar menjadikan Ramadan sebagai madrasah pembentukan karakter dan integritas diri.

Ia mengajak para pemuda mengisi bulan suci dengan kegiatan positif, memperbanyak ibadah, meningkatkan literasi Al-Qur’an, serta menjauhi perbuatan yang dapat merusak masa depan.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, sejak dini harus ditanamkan semangat disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. “Ramadan adalah madrasah kehidupan. Di sinilah kita ditempa menjadi pribadi yang sabar, kuat, dan peduli. Insya Allah, jika generasi mudanya kokoh, maka Sumatera Barat juga akan semakin kuat,” ungkapnya. (Adpsb/rmz/bud)

Gubernur Mahyeldi Buka Kegiatan Ramadan Halal Fest 2026, Masjid Al-Hakim Diharapkan Menjadi Pusat Halal Lifestyle    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Gubernur Mahyeldi Buka Kegiatan Ramadan Halal Fest 2026, Masjid Al-Hakim Diharapkan Menjadi Pusat Halal Lifestyle
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah membuka secara resmi kegiatan Ramadan Halal Fest 2026 yang digelar di Masjid Al-Hakim, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian RAMAH (Ramadan di Masjid Al-Hakim) 1447 H yang mengintegrasikan aspek ibadah, sosial, dan penguatan ekonomi syariah.

Rangkaian kegiatan yang digelar selama penyelenggaraan RAMAH 1447 H antara lain, salat tarawih, kajian subuh/muhasabah, buka puasa bersama, i’tikaf, hingga Ramadan Halal Fest atau Pasar Pabukoan UMKM yang digelar di area palanta pantai dengan suasana nyaman dan terbuka bagi masyarakat. “Kegiatan ini bertujuan menjadikan masjid sebagai pusat halal lifestyle, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat penguatan ekonomi umat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, Ramadan Halal Fest merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Masjid Al-Hakim, Bank Indonesia, dan Bank Nagari. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong penguatan ekonomi syariah sekaligus memberdayakan UMKM lokal sebagai bagian dari komitmen membangun Sumatera Barat yang religius dan sejahtera.

Gubernur menegaskan, Pasar Pabukoan bukan sekadar tempat transaksi jual beli makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan ekonomi masyarakat kecil. Tahun ini, Pasar Pabukoan yang dikelola oleh RAMAH menghadirkan 50 booth UMKM unggulan bersertifikat halal, dengan beragam menu berbuka puasa yang menarik dan berkualitas.

Ia pun mengajak masyarakat menjadikan Ramadan Halal Fest sebagai momentum memperkuat ukhuwah, mendorong transaksi halal dan digital, memberdayakan UMKM, serta berbagi kebahagiaan melalui paket Lebaran bagi masyarakat yang membutuhkan. “Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah dan niat baik kita, serta menjadikan Sumbar sebagai daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Bank Nagari atas dukungan terhadap kegiatan tersebut, termasuk penyediaan paket Lebaran dan edukasi keuangan syariah. Ia menilai sinergi tersebut penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mengendalikan inflasi selama Ramadan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kota Padang, Dr. Muhammad Sobri, MA menjelaskan kegiatan RAMAH merupakan upaya bersama menghidupkan masjid sebagai pusat aktivitas umat, baik dari sisi ibadah, sosial, maupun ekonomi. “Kegiatan ini dilaksanakan selama 25 hari, mulai 20 Februari hingga 17 Maret 2026, yang dipusatkan di halaman Masjid Al-Hakim, kawasan Pantai Padang,” ungkapnya.

Tahun ini, Ramadan Halal Fest juga mengusung konsep RAMAH lingkungan dengan menghadirkan sektor otomotif listrik. Area palanta Masjid Al-Hakim disiapkan sebagai lokasi ngabuburit yang nyaman dengan panorama matahari terbenam Pantai Padang. Selama pelaksanaan, panitia turut menggelar berbagai hiburan dan edukasi Islami, seperti lomba nasyid, hadrah, da’i cilik, hingga talkshow bisnis syariah.

Ketua Harian Pengurus Masjid Al-Hakim, Muamar menambahkan Ramadan Halal Fest 2026 ditargetkan menarik 500 hingga 1.000 pengunjung setiap hari. “Insyaallah target tersebut dapat tercapai, sehingga kegiatan ini menjadi destinasi wisata religi dan halal lifestyle selama bulan puasa,” ujarnya optimistis. (Adpsb/nov/bud)