HEADLINE
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion Dorong Pemerintah Percepat Langkah Penanganan Banjir    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion Dorong Pemerintah Percepat Langkah Penanganan Banjir
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mendorong pemerintah mempercepat langkah penanganan banjir yang masih menjadi salah satu persoalan utama di Kota Padang. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mendorong pemerintah mempercepat langkah penanganan banjir yang masih menjadi salah satu persoalan utama di Kota Padang. 

Menurutnya, berbagai rencana yang telah disusun harus segera diterapkan agar persoalan banjir tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Hal itu disampaikan Muharlion usai Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026).

Muharlion mengatakan, pemerintah perlu memanfaatkan dukungan anggaran yang tersedia untuk menyelesaikan sejumlah persoalan program prioritas di Kota Padang, termasuk kebutuhan infrastruktur yang berkaitan dengan penanganan bencana.

“Dari dana TKD yang sudah ada, itu sudah di alokasikan untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Mudah-mudahan ke depan bisa diselesaikan sehingga masalah-masalah yang masih ada dapat kita tuntaskan,” ujar Muharlion.

Ia menyebut DPRD bersama pemerintah daerah juga perlu kembali melihat kondisi di lapangan untuk memastikan kebutuhan pembangunan telah terpenuhi. 

Jika masih ditemukan kekurangan, menurutnya, penyesuaian kebijakan dan anggaran dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

“Kita juga akan kembali melihat apa yang ada di lapangan. Kita perlu memastikan apakah masih ada kekurangan atau tidak. Kalau memang masih kurang, tentu bisa dilakukan perubahan,” katanya.

Muharlion menilai persoalan banjir harus menjadi salah satu agenda utama dalam pembangunan Kota Padang. 

Ia menyebut pemerintah sebenarnya telah memiliki master plan sebagai acuan pengendalian banjir, sehingga tahapan berikutnya adalah memastikan rencana tersebut benar-benar diterapkan.

“Persoalan banjir hari ini menjadi persoalan yang sangat mendasar. Master plan kita sudah ada, tinggal bagaimana mengaplikasikan dan menjalankannya supaya hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu katanya, penanganan banjir tidak dapat hanya mengandalkan Pemerintah Kota Padang semata. 

Dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga diperlukan, terutama untuk program yang membutuhkan pembiayaan besar serta penanganan kawasan yang berada di luar kewenangan pemerintah kota.

“Kita tentu meminta dukungan provinsi dan pusat. Tetapi Kota Padang juga harus mampu menyelesaikan persoalan yang menjadi kewenangan kita sendiri. Jangan sampai semuanya hanya menunggu bantuan dari pihak lain,” tegasnya.

Muharlion mengatakan, pengalaman bencana sebelumnya harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat.

Ia menilai penguatan budaya sadar bencana tidak cukup dilakukan melalui pembangunan fisik. Pemerintah juga perlu memperkuat penataan ruang berbasis risiko, jalur dan tempat evakuasi, sistem peringatan dini, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Mitigasi bencana tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Kita juga harus memastikan penataan ruang berbasis risiko, jalur evakuasi, sistem peringatan dini, serta kesiapan masyarakat melalui edukasi dan simulasi berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Terkait kejadian banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah Kota Padang beberapa waktu lalu menurutnya, respons cepat pemerintah bersama pemerintah provinsi dan unsur terkait telah membantu penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Namun, ia menilai respons darurat harus diikuti dengan langkah jangka panjang agar persoalan yang sama tidak terus terjadi.

Sistem drainase, kondisi sungai, daerah resapan air, serta perkembangan kawasan perkotaan perlu ditangani secara terpadu.

“Banjir yang masih terjadi di sejumlah kawasan menunjukkan perlunya percepatan pembangunan dan pemeliharaan drainase, normalisasi sungai, perlindungan daerah resapan air, serta pengendalian alih fungsi lahan,” ujarnya.

Ia menegaskan pengendalian banjir membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus memiliki peran masing-masing agar penanganan banjir tidak berhenti pada kegiatan tanggap darurat.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan agar persoalan banjir dapat dikendalikan,” tutur Muharlion. (*)

59 Peserta Lolos Verifikasi OKK PWI Sumbar Angkatan I 2026    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

59 Peserta Lolos Verifikasi OKK PWI Sumbar Angkatan I 2026
Rapat PWI Cabang Sumatera Barat yang dipimpin Widya Navies dan dihadiri Ketua DKP Zul Effendi serta segenap pengurus. (Foto: Ist) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 59 Peserta Orientasi Kewartawanan & Keorganisasian Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sumatera Barat atau OKK PWI Sumbar berhak ikut kegiatan pada 14-15 Agustus 2026 di Edotel SMKN 9 Padang. Mereka yang berhak ikut ambil bagian dalam agenda tersebut menyusul hasil verifikasi serta melewati proses hingga final. 

Berdasarkan Surat Keputusan/SK : 45.12/PWI-SB/VIII-2026 tanggal 8 Agustus 2026 telah menetapkan Hasil Verifikasi untuk Peserta OKK PWI Sumbar, yang diteken oleh Ketua Panitia Pelaksana OKK PWIHM Khudri serta Sekretarisnya, Emil Mahmud, dan mengetahui Ketua PWI Sumbar Widya Navies.

Ketua PWI Sumbar Widya Navies  mengatakan penyelenggaan kegiatan kali ini merupakan yang pertama kali digelar di Sumbar. Kendati kegiatan dengan format serupa juga pernah dilaksanakan bernama Karya Latihan Wartawan/KLW.

"Agenda OKK guna merekrut calon anggota PWI di daerah serta peningkatan status baru bagi anggota PWI, " ujarnya yang didampingi Sekretaris PWI Sumbar, Firdaus Abie. 

Adapun realisasi dari OKK ini sesuai arahan masing-masing Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Zul Effendi dan Ketua PWI Sumbar, Widya Navies serta hasil rapat terbatas pengurus harian PWI serta DKP. Semenjak semula sudah direncanakan untuk mengadakan kegiatan OKK PWI Sumbar tersebut.

Apabila selama ini, imbuhnya bagi pemegang kartu tanda anggota/KTA tingkat untuk naik menjadi anggota biasa maka wajib melalui tahapan yang semula lewat Karya Latihan Wartawan (KLW). Namun, kini bagi calon anggota yang hendak bergabung ke dalam organisasi profesi wartawan (PWI) wajib melalui OKK. 

"Barulah setelah masa waktu hingga dua tahun memegang kartu anggota muda berhak naik jadi anggota biasa, serta juga menyertakan sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” jelasnya. 

Ia menekankan tujuan OKK untuk meningkatkan profesionalisme dan etika wartawan. “Peserta akan lebih memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan cara penulisan berita yang benar,” ujar Widya Navies.

Secara manfaat profesionaIitas, maka OKK juga menambah pengetahuan tentang keorganisasian. Mengingat organisasi seperti PWI bukan sekadar simbol, melainkan bisa jadi bermanfaat bagi berbagai pihak lewat kolaborasi dan sinergi dalam menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. 

Terpisah, Ketua Panitia OKK PWI Sumbar M Khudri mengemukakan hingga kini panitia pelaksana mulai menyusun modul sekaligus panduan bahan untuk dijadikan materi dalam kegiatan tersebut.

Sampai sejauh ini lanjutnya, untuk kegiatan OKK bakal menyajikan beberapa materi sebagai berikut:
- Peraturan Dasar/PD dan Peraturan Rumah Tangga/PRT PWI oleh Wakil Bidang Organsasi
- Undang-Undang Pers Nomor 40 & Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Kehormatan Provinsi 
- Hukum Pers  terkait UU ITE & delik lainnya oleh Wakil Bidang Hukum & Pembelaan Wartawan
- Penulisan berita dan features  oleh Pemateri yang ditugaskan dari Pengurus PWI Sumbar 

“Bagi calon peserta OKK nantinya akan diinformasikan mekanisme serta rangkaian kegiatan OKK PWI Sumbar tersebut,” jelas Khudri, yang merupakan Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumbar

Sejurus adanya OKK ini, diharapkan para wartawan dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan mereka dalam bidang kewartawanan dan keorganisasian.(*)

Laporan: Abi

Gowes Siti Nurbaya Meriahkan HJK ke-357, Peserta dari Luar Sumbar Ikut Ramaikan    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Gowes Siti Nurbaya Meriahkan HJK ke-357, Peserta dari Luar Sumbar Ikut Ramaikan
Semarak Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 semakin terasa dengan digelarnya kegiatan Gowes Siti Nurbaya yang dipusatkan di Pantai Cimpago, Kota Padang, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Semarak Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 semakin terasa dengan digelarnya kegiatan Gowes Siti Nurbaya yang dipusatkan di Pantai Cimpago, Kota Padang, Sabtu (8/8/2026). 

Kegiatan ini tidak hanya diikuti peserta dari Kota Padang dan Sumatera Barat, tetapi juga menarik minat komunitas pesepeda dari luar daerah.

Salah satunya datang dari Kabupaten Tanah Datar. Armen Yudi bersama rombongan yang berjumlah sekitar 10 orang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, rombongannya sengaja datang ke Padang sejak Jumat sore dan bermalam sebelum mengikuti gowes pada Sabtu pagi.

Menurut Armen, keikutsertaan mereka tidak hanya dilandasi hobi bersepeda, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan sesama penghobi sepeda sekaligus menikmati suasana Kota Padang dalam rangka HJK ke-357.

Antusiasme serupa juga datang dari komunitas pesepeda asal Kampar, Riau. Sumardi bersama rombongan dari GLC Lipat Kain membawa sekitar 16 peserta. 

Bagi peserta dari luar daerah, rute yang disuguhkan dalam Gowes Siti Nurbaya juga menjadi daya tarik tersendiri. Armen menilai karakter jalur yang relatif datar membuat peserta dapat menikmati perjalanan tanpa terlalu menguras tenaga, sekaligus menyaksikan pemandangan Kota Padang.

"Kami berangkat dari Tanah Datar sore kemarin, kemudian bermalam di sini. Pagi ini baru kami gowes bersama-sama," kata Peserta Gowes Siti Nurbaya dari Kabupaten Tanah Datar, Armen Yudi. 

Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa Gowes Siti Nurbaya tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarkomunitas sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kota Padang.

"Yang pertama tentu hobi. Kemudian gowes ini juga menjadi kesempatan untuk saling mengunjungi sesama penghobi. Sekalian rekreasi, kami datang ke Padang untuk gowes bersama-sama," cakapnya. 

Di momentum HJK ke-357, para peserta dari luar daerah turut menyampaikan harapan bagi Kota Padang. Armen menyampaikan ucapan selamat sekaligus berharap pembangunan dan sektor pariwisata Kota Padang terus berkembang.

"Selamat Hari Jadi Kota Padang. Mudah-mudahan Kota Padang semakin maju ke depannya dan wisata kita semakin bersih serta semakin rapi," tuturnya. 

Sementara itu, Sumardi berharap perayaan HJK ke-357 membawa kemajuan bagi masyarakat Kota Padang, khususnya dari sisi ekonomi dan kesejahteraan.

"Alhamdulillah kami sangat mendukung, sangat senang dan bahagia bisa bergabung dengan Gowes Siti Nurbaya tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan acaranya lebih sukses lagi dan kami dari GLC Lipat Kain siap ikut menyukseskannya," katanya. 

Kegiatan Gowes Siti Nurbaya pun menjadi salah satu momentum yang mempertemukan para penghobi sepeda dari berbagai daerah dalam suasana kebersamaan. 

"Rutenya relatif datar dan di sepanjang jalur juga terdapat kawasan wisata, sehingga cukup menarik. Peserta tidak terlalu capek, medannya enak dan disuguhi pemandangan kota yang cukup bagus," ungkainya. 

Semangat berolahraga sekaligus berwisata menjadi warna tersendiri dalam rangkaian peringatan HJK ke-357 Kota Padang.

"Kami dari Kampar, mengucapkan selamat dan berharap pemimpin, masyarakat, serta seluruh warga Kota Padang sukses," tukuknya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Sumbar Usulkan Mentawai Jadi Kawasan Tambak Udang Terintegrasi, Menteri KKP Respons Positif    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Sumbar Usulkan Mentawai Jadi Kawasan Tambak Udang Terintegrasi, Menteri KKP Respons Positif
Gubernur Mahyeldi usai melakukan pertemuan dengan Menteri KKP dan jajaran di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Jum’at (7/8/2026). (Foto: Adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyampaikan usulan pengembangan Kawasan Tambak Udang Vaname Terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming (ISF) di Kabupaten Kepulauan Mentawai kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. 

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Menteri KKP, kawasan tersebut dinilai cocok untuk pengembangan budidaya udang skala industri, ia pun langsung menginstruksikan jajarannya melakukan survei lapangan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan penyampaian usulan tersebut merupakan langkah Pemprov Sumbar untuk menjemput peluang investasi strategis KKP yang diproyeksikan bernilai sekitar Rp7,2 triliun. 

Investasi tersebut mencakup pengembangan kawasan lebih dari 2.000 hektare dengan potensi produksi mencapai 52.000–52.800 ton udang per tahun.

“Kita melihat ini sebagai peluang besar yang harus kita jemput bersama. Karena itu, kita langsung menyampaikan usulan pengembangan kawasan tambak udang terintegrasi di Mentawai kepada Menteri KKP dan Alhamdulillah mendapat respons yang sangat baik,” ungkap Gubernur Mahyeldi usai melakukan pertemuan dengan Menteri KKP dan jajaran di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Jum’at (7/8/2026).

Menurut Gubernur, Menteri KKP menilai secara topografi dan karakteristik perairan, lokasi yang diusulkan Sumbar memiliki kesesuaian untuk budidaya udang vaname. 

Sebagai tindak lanjut, Menteri KKP langsung memerintahkan Direktur Budi Daya Air Payau untuk melakukan survei ke Kabupaten Kepulauan Mentawai guna memastikan aspek teknis, lingkungan, dan kesiapan infrastruktur pendukung.

“Ini menjadi momentum bagi kita untuk mempercepat persiapan. Pemprov Sumbar bersama Pemkab Mentawai akan mengawal proses ini agar setiap tahapan dapat disiapkan dengan baik,” kata Gubernur.

Lokasi yang diusulkan tersebut berada di Pulau Pagai Selatan, dengan luasan sekitar 2.150–2.470 hektare. Berdasarkan kajian Pra-Amdal yang dilakukan LPPM Universitas Andalas, kawasan Pantai Timur Pulau Pagai Selatan dinilai layak untuk pengembangan tambak udang vaname karena memiliki bentang pantai luas, topografi relatif landai, serta karakteristik perairan yang mendukung.

Gubernur Mahyeldi menegaskan, proyek tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah kepulauan. Dengan kapasitas produksi puluhan ribu ton per tahun, kawasan tersebut diproyeksikan dapat menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja lokal.

“Kita ingin investasi ini benar-benar memberikan dampak. Ada lapangan kerja yang terbuka, ekonomi lokal tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat. Harapan kita, ekonomi tumbuh, kemiskinan menurun, dan masyarakat Mentawai semakin sejahtera,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Syefdinon mengatakan rencana tersebut juga mendapat respons positif dari Pemkab Kepulauan Mentawai dan masyarakat setempat. 

Bupati Mentawai bersama jajaran telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan komunikasi dengan tokoh adat dan masyarakat setempat guna memastikan proses persiapan berjalan secara partisipatif.

“Pendekatan sosial menjadi kunci. Kita ingin masyarakat menjadi bagian dari pembangunan, bukan hanya sebagai penonton,” ujar Syefdinon.

Ia menjelaskan, pengembangan ISF Mentawai akan mengusung konsep eco-efficiency dan zero waste, dengan sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari intake air, tandon, klaster budidaya hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). 

Sistem tersebut sekaligus diarahkan menerapkan prinsip good aquaculture practices dalam pengembangan tambak udang modern.

Sebagai tindak lanjut, DKP Sumbar akan segera membentuk Tim Percepatan ISF Mentawai yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, KKP, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. 

Tim tersebut akan memastikan seluruh kebutuhan dan tahapan awal dapat diselesaikan secara terukur.

“Target kita dalam 2–3 bulan ke depan seluruh tahapan awal sudah tuntas. Dengan demikian, pembangunan tambak udang modern dan terintegrasi di Mentawai dapat mulai direalisasikan pada 2027,” kata Syefdinon.

Dalam pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut, Gubernur Mahyeldi turut didampingi oleh Prof. DR. Eng. Ir. Febrin Anas Ismail; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Syefdinon; Kepala Bappeda Provinsi Sumbar, DR. Zefnihan; Kepala DPMPTSP Provinsi Sumbar, Luhur Budianda; serta Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Noli Eka Mardianto; Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumbar, Fuzan Zainon.

Dari pihak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, hadir Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana; Ketua DPRD, Ibrani Sababalat; Wakil Ketua I, Juni Arman; Wakil Ketua II, Bruno Guimek Sagalak; Kepala Baperinda, Desti Seminora; Kepala BPKAD, Rinaldi; serta Kepala Dinas Perikanan, Zakirman. (adpsb/bud)

Padang Gastronomy Market Hari Ke-2 di Kawasan Kota Tua, Begini Cerita Pengunjung    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Padang Gastronomy Market Hari Ke-2 di Kawasan Kota Tua, Begini Cerita Pengunjung
Padang Gastronomy Market digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di kawasan Batang Harau, Kota Padang, dan berlangsung dari Jumat (7/8/2026) hingga Senin (10/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Padang Gastronomy Market digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di kawasan Batang Harau, Kota Padang, dan berlangsung dari Jumat (7/8/2026) hingga Senin (10/8/2026).

"Saya sangat tertarik karena di sini banyak UMKM yang menyediakan berbagai kuliner tradisional. Bahkan, mungkin ada beberapa makanan yang sudah jarang ditemui. Menurut saya, ini bagus untuk menarik minat masyarakat sekaligus membantu meningkatkan perekonomian di Kota Padang," ujar Friska, warga Lubuk Buaya. 

Kegiatan ini menghadirkan beragam kuliner tradisional khas Minangkabau/Kota Padang serta produk UMKM lokal. 

"Harapan saya, semoga acara ini tetap diadakan agar masyarakat bisa lebih mengenal dan ikut serta melestarikan berbagai makanan tradisional agar tidak hilang ditelan zaman," ungkapnya. 

Acara ini menjadi wadah efektif bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk, menggerakkan perekonomian lokal, serta menarik minat wisatawan berkunjung ke Kota Padang.

"Alhamdulillah, saya sangat tertarik datang ke Padang Gastronomy Market karena banyak makanan yang ditawarkan. Saya juga sangat mengapresiasi acara ini karena tempatnya strategis dan stan yang tersedia cukup banyak. Bahkan, ada UMKM yang datang dari jauh untuk ikut meramaikan," cakap  Yanni, pengunjung lainnya. 

Selain sebagai sarana promosi, kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan pelestarian kuliner tradisional Minangkabau yang mulai jarang ditemui agar tidak hilang ditelan zaman.

"Menurut saya, kegiatan ini sangat efektif untuk mempromosikan makanan khas Kota Padang. Ini merupakan salah satu cara yang bagus untuk menarik pengunjung datang ke Kota Padang. Harapan saya, semoga tahun depan kegiatan ini bisa lebih baik lagi," katanya. 

Pengunjung menyampaikan apresiasi atas lokasi kegiatan yang strategis, banyaknya pilihan kuliner, serta berharap acara serupa terus dilaksanakan secara rutin dan semakin membaik di tahun-tahun mendatang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

​PWI Paliko Memulai Persiapan Jelang Akhir Masa Kepengurusan, Apa Saja?    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

​PWI Paliko Memulai Persiapan Jelang Akhir Masa Kepengurusan, Apa Saja?
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Payakumbuh - Lima Puluh Kota (Paliko) resmi memulai persiapan jelang akhir masa kepengurusan.  (Foto: Emil). 

BENTENGSUMBAR.COM
— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Payakumbuh - Lima Puluh Kota (Paliko) resmi memulai persiapan jelang akhir masa kepengurusan. 

Melalui rapat anggota yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026, PWI Paliko merampungkan pembentukan struktur kepanitiaan untuk dua agenda krusial, yaitu Konferensi PWI Paliko 2026 dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK).

Rapat yang dibuka oleh Sekretaris PWI Paliko, Meddy Sulhendi, menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi. 

Ketua PWI Paliko, Aspon Dedi, menyampaikan bahwa pembentukan panitia konferensi dilakukan menyusul habisnya masa kepengurusan periode berjalan yang sempat diperpanjang. Selain itu, pelaksanaan OKK menjadi agenda mandatory yang wajib diikuti setiap anggota sesuai instruksi PWI Pusat.

Melalui musyawarah mufakat, forum rapat menyepakati komposisi kepanitiaan konferensi PWI Paliko 2026. 

Untuk Steering Committee (SC) dipercayakan kepada Meddy Sulhendi, Taufik Bac, dan Aking Romi Yunanda. 

Sementara untuk Organizing Committee (OC) dipimpin oleh Farhan Faridho selaku Ketua, Fegi Andriska sebagai Sekretaris, dan Junaidi Putra sebagai Bendahara.

Adapun susunan Panitia Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) dipercayakan kepada Bambang Zulwadi sebagai Ketua, Rionaldo sebagai Sekretaris, serta Ikhlasul Ihsan sebagai Bendahara.

Seluruh tim panitia yang telah ditunjuk diminta segera merampungkan susunan bidang kerja dan personalia paling lambat Sabtu, 8 Agustus 2026. 

Mengenai kepastian tanggal dan lokasi pelaksanaan, baik Konferensi maupun OKK, panitia masih akan berkoordinasi dan berkonsultasi lebih lanjut dengan PWI Provinsi Sumatera Barat.

Sesi diskusi rapat sempat menghangat saat anggota PWI, Aprimas, mempertanyakan usulan pembentukan wadah organisasi baru atau pemekaran PWI Kota Payakumbuh dan PWI Kabupaten Lima Puluh Kota, menanggapi surat balasan dari PWI Sumbar.

Menanggapi hal tersebut, Aspon Dedi menegaskan bahwa wacana pemekaran tidak dibahas secara mendalam pada rapat anggota kali ini karena membutuhkan mekanisme pembahasan bersama pengurus provinsi.

Aspon menjelaskan bahwa usulan pemekaran belum bisa diputuskan saat rapat tersebut dan akan dimatangkan bersama PWI Sumbar nanti, serta dijadwalkan masuk dalam agenda resmi sidang Konferensi PWI Paliko 2026 mendatang. 

Popon panggilan akrab Aspon Dedi juga telah menginstruksikan tim Steering Committee untuk memasukkan poin strategis tersebut ke dalam draft materi sidang konferensi. (*) 

Laporan: Emil

Malvi Hendri Ungkap Penanganan Pascabanjir oleh PUPR Kota Padang, Begini Katanya    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Malvi Hendri Ungkap Penanganan Pascabanjir oleh PUPR Kota Padang, Begini Katanya
Penanganan pascabanjir terus dilakukan Dinas PUPR Kota Padang difokuskan pada perbaikan darurat dan pembersihan sisa material banjir di beberapa lokasi terdampak. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penanganan pascabanjir terus dilakukan Dinas PUPR Kota Padang difokuskan pada perbaikan darurat dan pembersihan sisa material banjir di beberapa lokasi terdampak. 

“Seperti komitmen yang sudah pernah kami sampaikan, Pemerintah Kota melakukan semua yang bisa dilakukan dalam mempercepat rehab-rekon pasca bencana. Sambil mengupayakan percepatan perbaikan skala besar yang melibatkan pemerintah provinsi dan pusat," katanya, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Pembersihan sedimen dan penanganan tanggul yang jebol akibat banjir pada Senin (3/8/2026) lalu dilakukan menggunakan pengerahan alat berat di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji. 

“Terima kasih atas dukungan semua pihak kepada Kota Padang dalam menghadapi bencana beruntun ini. Insya Allah kita bisa pulih dan bangkit lebih baik lagi," cakapnya. 

Penggunaan alat berat dimaksimalkan untuk perbaikan tanggul Lapau Munggu telah diturunkan sehari pascabanjir, atau sejak Selasa (4/8/2026) lalu. Percepatan terus dilakukan guna mengantisipasi luapan air susulan.

"Pengerjaan perbaikan tanggul yang jebol di Lapau Munggu langsung kita tindak lanjuti dengan menurunkan alat berat sejak sehari pascabanjir. Langkah cepat ini penting untuk mencegah risiko luapan air susulan," ungkap Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri di Lapau Munggu, Sungkai, dan SMPN 41 Kota Padang, 8 Agustus 2026.

Pengerjaan pembersihan sisa material banjir juga dilakukan secara intensif di wilayah Sungkai.

"Selain perbaikan infrastruktur di Lapau Munggu, tim di lapangan juga difokuskan untuk pembersihan sisa material banjir di wilayah Sungkai dan area sekolah SMPN 41 Kota Padang," uranya. 

Pengangkatan dan pembersihan material endapan banjir turut dilakukan di SMPN 41 Kota Padang untuk memulihkan fungsi lingkungan sekolah.

"Kita berupaya semaksimal mungkin agar seluruh pengerjaan pembersihan dan pemulihan fasilitas publik ini selesai dengan cepat, sehingga aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal," tukuknya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU