HEADLINE
Pulang Basamo hingga Digitalisasi Pajak, S3 dan Pemkot Solok Siapkan Agenda Strategis    
Kamis, November 05, 2026

On Kamis, November 05, 2026

Pulang Basamo hingga Digitalisasi Pajak, S3 dan Pemkot Solok Siapkan Agenda Strategis
Audiensi jajaran pengurus Solok Saiyo Sakato (S3) dengan Sekretaris Daerah Kota Solok di Ruang Kerja Wali Kota Solok, Rabu (4/11/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pulang Basamo, pelestarian adat dan budaya Minangkabau, festival kreativitas anak muda hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi agenda strategis yang dibahas Solok Saiyo Sakato (S3) bersama Pemerintah Kota Solok. Sejumlah gagasan tersebut diarahkan untuk memperkuat pembangunan daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi antara perantau dan kampung halaman.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah rencana pelaksanaan Pulang Basamo. Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pulang kampung, tetapi juga mempererat hubungan emosional masyarakat perantauan dengan Kota Solok serta mendorong kontribusi nyata perantau bagi kemajuan daerah.

Selain itu, S3 dan Pemkot Solok membahas rencana lokakarya adat dan budaya. Agenda ini dinilai penting untuk menjaga warisan nilai-nilai luhur Minangkabau agar tetap hidup dan dikenal generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Perhatian terhadap generasi muda juga diwujudkan melalui gagasan festival band dan lomba lagu cipta serta solo song berbahasa Minang. Kegiatan yang dirancang melibatkan peserta dari wilayah Solok Raya tersebut diharapkan menjadi panggung kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan musik dan bahasa daerah kepada masyarakat luas.

Tak hanya berbicara tentang kegiatan sosial dan budaya, pembahasan juga menyentuh sektor ekonomi daerah. Salah satu gagasan penting yang mengemuka adalah optimalisasi digitalisasi pajak daerah untuk meningkatkan PAD Kota Solok.

Digitalisasi perpajakan diharapkan mampu menciptakan sistem pembayaran yang lebih transparan, efektif, dan mudah diakses masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi peluang memperkuat tata kelola pendapatan daerah agar potensi penerimaan pajak dapat dioptimalkan.

Berbagai agenda tersebut dibahas dalam audiensi jajaran pengurus Solok Saiyo Sakato (S3) dengan Sekretaris Daerah Kota Solok di Ruang Kerja Wali Kota Solok, Rabu (4/11/2026). Rombongan dipimpin langsung Ketua DPP S3, Prof. Dr. Lukman Roka, S.E., M.Si. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan sejumlah gagasan strategis untuk kemajuan daerah.

Pemerintah Kota Solok menyambut positif berbagai inisiatif yang disampaikan S3. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat perantauan dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat pembangunan, mulai dari pelestarian budaya, pemberdayaan pemuda hingga peningkatan perekonomian daerah.

Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada pembahasan dan rencana kegiatan, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan kekuatan kebersamaan antara ranah dan rantau, Kota Solok diharapkan semakin maju dan berdaya saing tanpa kehilangan jati diri serta akar budaya Minangkabau. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Wagub Vasko Dorong Nagari Creative Hub Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Kesejahteraan Masyarakat    
Kamis, November 05, 2026

On Kamis, November 05, 2026

Wagub Vasko Dorong Nagari Creative Hub Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Kesejahteraan Masyarakat
Rapat Kerja Teknis Nagari Creative Hub Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sumatera Barat, Padang, Rabu (4/11/2026). (Fotdok: Tonni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mendorong pengembangan Nagari Creative Hub sebagai wadah untuk mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat ekonomi kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari. Melalui program tersebut, setiap nagari diharapkan mampu mengembangkan produk unggulan dan budaya khasnya agar semakin dikenal serta memiliki daya saing di tingkat nasional.

Hal itu disampaikan Wagub Vasko saat menghadiri Rapat Kerja Teknis Nagari Creative Hub Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sumatera Barat, Padang, Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Nagari Kreatif, Masyarakat Produktif, dan Berdaya Saing”.

Dalam sambutannya, Wagub Vasko menjelaskan bahwa gagasan Nagari Creative Hub berangkat dari pengalamannya berkeliling ke berbagai nagari di Sumatera Barat. Dari kunjungan tersebut, ia melihat beragam potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola dan dipromosikan secara tepat.

Potensi tersebut tidak hanya berupa produk fisik, seperti kuliner dan pakaian khas nagari, tetapi juga kekayaan budaya yang tidak berwujud, seperti silek, randai, musik tradisional, serta berbagai tradisi lokal yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

Menurut wagub vasko, kekayaan tersebut perlu dikemas dengan baik melalui penguatan identitas, kreativitas, dan strategi pemasaran agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan demikian, potensi nagari tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan dan penggerak ekonomi daerah.

Wagub Vasko menegaskan bahwa pengembangan ekonomi nagari harus berjalan seiring dengan upaya menjaga pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian kelompok, melainkan harus memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Yang kita bangun bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga sistem, sumber daya manusia, dan pendampingan. Kita ingin nagari memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan 13 nagari percontohan untuk menerapkan konsep Nagari Creative Hub. Program tersebut diharapkan menjadi model pengembangan potensi lokal yang dapat diterapkan dan dikembangkan lebih luas di nagari-nagari lainnya.

Nagari Creative Hub dirancang sebagai wadah kolaborasi masyarakat, bukan sekadar unit usaha. Melalui konsep ini, nagari diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas, melakukan latihan dan pelestarian budaya, bertukar gagasan, serta memasarkan produk unggulan secara lebih terorganisasi.

Penguatan akses digital juga menjadi bagian penting dalam pengembangan program tersebut. Pemanfaatan teknologi, termasuk fasilitas internet dan platform pemasaran daring, diharapkan dapat membantu masyarakat nagari mempromosikan serta menjual produk secara mandiri tanpa terbatas oleh jarak dan wilayah pemasaran.

Selain itu, Wagub Vasko mendorong agar produk unggulan nagari dikembangkan dengan memperhatikan kualitas dan standar yang baik. Strategi pemasaran secara massal serta pemanfaatan media digital, termasuk platform siaran langsung, menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan minat konsumen.

Ke depan, Nagari Creative Hub juga diharapkan dapat berkembang melalui penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, termasuk peluang pengembangan koperasi, sehingga aktivitas ekonomi yang tumbuh dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan dan menjaga kesejahteraan bersama.

Melalui Rapat Kerja Teknis Nagari Creative Hub Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap terbangun sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, nagari diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.(rms/adpsb)

Petani Milenial Kota Solok Baru 8 Persen, Ketahanan Pangan Terancam?    
Kamis, November 05, 2026

On Kamis, November 05, 2026

Petani Milenial Kota Solok Baru 8 Persen, Ketahanan Pangan Terancam?
Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PGBPSDL) 2026–2030. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketahanan pangan Kota Solok menghadapi tantangan serius. Mulai dari penurunan produksi padi, alih fungsi lahan pertanian, dampak perubahan iklim hingga minimnya regenerasi petani menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Kondisi ini menjadi perhatian dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PGBPSDL) 2026–2030.

Fakta yang cukup mengkhawatirkan, jumlah petani milenial berusia di bawah 45 tahun di Kota Solok baru berkisar 7,65 hingga 8,24 persen dari total petani. Angka ini memperlihatkan bahwa regenerasi sektor pertanian masih menjadi pekerjaan besar jika daerah ingin menjaga keberlanjutan produksi pangan dan memperkuat kemandirian pangan.

Persoalan lainnya terlihat dari produksi padi yang sempat meningkat sepanjang 2021–2024, tetapi mengalami penurunan pada 2025. Kemarau panjang dan banjir bandang menjadi faktor yang memengaruhi produksi. Komoditas unggulan hortikultura seperti bawang merah dan cabai keriting juga menghadapi tekanan akibat perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi.

Di tengah tantangan tersebut, alih fungsi lahan pertanian menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan. Jika tidak diantisipasi melalui kebijakan yang tepat, penyusutan lahan produktif berpotensi semakin membebani upaya Kota Solok dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Kondisi daya beli masyarakat juga menjadi perhatian. Pada 2025, rata-rata pengeluaran pangan per kapita per bulan mencapai Rp924.460. Sementara itu, rumah tangga mengalokasikan sekitar 49,79 hingga 58,69 persen pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan pangan. Artinya, keterjangkauan pangan bergizi masih menjadi persoalan penting yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Meski demikian, Kota Solok memiliki capaian positif. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) tahun 2025 mencapai 94,13, melampaui target RPJMD sebesar 93,10. Namun, prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan masih berada di angka 7,35 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas konsumsi pangan perlu terus diiringi pemerataan akses pangan bergizi dan terjangkau.

Menghadapi berbagai persoalan itu, Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, membuka Konsultasi Publik Penyusunan RAD-PGBPSDL 2026–2030 di Akmal Room Bapperida Kota Solok, Rabu (4/11/2026). Penyusunan dokumen ini merupakan tindak lanjut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024.

Melalui rencana aksi tersebut, Pemerintah Kota Solok ingin membangun sistem pangan yang lebih kuat dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan status gizi masyarakat, mendorong keberagaman konsumsi pangan, serta menyelaraskan pembangunan daerah dengan Asta Cita dan target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Konsultasi publik ini diharapkan menghasilkan strategi konkret, bukan sekadar dokumen perencanaan. Regenerasi petani, perlindungan lahan produktif, peningkatan produksi pangan lokal, serta pemerataan akses pangan bergizi harus menjadi prioritas. Sebab, keberhasilan ketahanan pangan Kota Solok hingga 2030 tidak hanya diukur dari ketersediaan bahan pangan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memperoleh pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman, dan terjangkau. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pemko Padang Butuh Rp30 Miliar untuk Tuntaskan Infrastruktur Huntap Korban Bencana    
Kamis, November 05, 2026

On Kamis, November 05, 2026

Pemko Padang Butuh Rp30 Miliar untuk Tuntaskan Infrastruktur Huntap Korban Bencana
Wali Kota Padang Fadly Amran saat melakukan audiensi dengan Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kementerian PKP RI, Jakarta, Rabu (4/11/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang meminta dukungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk menuntaskan pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) di kawasan hunian tetap (Huntap) korban bencana hidrometeorologi November 2025. Kebutuhan anggaran untuk penyelesaian infrastruktur tersebut diperkirakan mencapai Rp25 miliar hingga Rp30 miliar pada 2027.

Permintaan itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat melakukan audiensi dengan Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kementerian PKP RI, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Pertemuan tersebut secara khusus membahas dukungan pemerintah pusat terhadap kelengkapan infrastruktur kawasan Huntap agar masyarakat korban bencana dapat menempati hunian secara layak.

Fadly menjelaskan, Pemko Padang telah menyiapkan lahan sekitar 12 hektare untuk pembangunan Huntap. Terdapat dua lokasi yang disiapkan, yakni Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, dan Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

Pembangunan rumah bagi korban bencana di kedua lokasi tersebut melibatkan sejumlah pihak, yakni Kementerian PKP, Buddha Tzu Chi, dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN). Pembangunan hunian juga telah berjalan melalui berbagai sumber pembiayaan dan dukungan lintas pihak.

Namun, menurut Fadly, pembangunan rumah saja belum cukup. Infrastruktur pendukung seperti jalan lingkungan, drainase, dan fasilitas utilitas umum harus diselesaikan agar kawasan Huntap benar-benar siap menjadi tempat tinggal masyarakat terdampak bencana.

"Kami berharap Bapak Menteri dapat memfasilitasi kelanjutan pembangunan infrastruktur tersebut. Sebab, penyelesaian Huntap tidak hanya soal pembangunan rumah, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat tinggal dengan layak dan memperoleh kesejahteraan setelah menempati hunian baru," ujar Fadly.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait mendorong Pemko Padang agar tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari APBD maupun APBN. Menurutnya, pemerintah daerah perlu membuka peluang pembiayaan kreatif (creative financing) dengan melibatkan BUMN, sektor swasta, dan berbagai sumber pendanaan lainnya.

"Kepala daerah harus mampu mencari berbagai peluang pembiayaan kreatif, termasuk melalui kolaborasi dengan BUMN, sektor swasta, dan sumber pendanaan lainnya. Dengan begitu, pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," kata Maruarar.

Selain pembangunan Huntap, audiensi tersebut juga membahas penataan kawasan di sekitar PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur. Dalam pertemuan itu, Fadly didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tri Hadiyanto, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, serta Kepala Dinas Pertanahan Raf Indria. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Lantik 23 Wali Nagari, Bupati Solok Tekankan Kerja Nyata dan Berani Berinovasi    
Kamis, November 05, 2026

On Kamis, November 05, 2026

Lantik 23 Wali Nagari, Bupati Solok Tekankan Kerja Nyata dan Berani Berinovasi
Bupati Solok Jon Firman Pandu memimpin langsung pengambilan sumpah dan pelantikan 23 wali nagari, sementara Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu melantik para Ketua TP-PKK Nagari. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 23 Wali Nagari hasil Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Kabupaten Solok 2026 resmi dilantik. Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan, para wali nagari yang baru dilantik harus segera bekerja, menyatukan masyarakat, dan membuktikan kemampuan dalam membangun nagari.

Pelantikan berlangsung di Gedung Sport Hall Batu Batupang, Koto Baru, Rabu (4/11/2026). Bupati Solok Jon Firman Pandu memimpin langsung pengambilan sumpah dan pelantikan 23 wali nagari, sementara Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu melantik para Ketua TP-PKK Nagari.

Dalam arahannya, Jon Firman Pandu mengingatkan bahwa jabatan wali nagari bukanlah hadiah kemenangan Pilwana, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ia meminta para pemimpin nagari tidak terjebak dalam rutinitas pemerintahan, tetapi mampu menghadirkan perubahan melalui kerja nyata, kerja keras, dan kerja tuntas.

“Nagari tidak lagi dapat dikelola dengan cara-cara konvensional. Tantangan pembangunan menuntut kita bergerak secara taktis dan strategis,” tegasnya.

Bupati langsung memberikan tiga pekerjaan prioritas kepada 23 wali nagari. Pertama, melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi pascapemilihan agar tidak ada lagi sekat perbedaan dukungan. Kedua, membangun tata kelola keuangan dan ekonomi nagari yang transparan serta akuntabel. Ketiga, mempercepat pelayanan publik berbasis digital agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah dan cepat.

Tak hanya itu, wali nagari juga diminta memperkuat sinergi dengan Badan Permusyawaratan Nagari, camat, dan tokoh masyarakat. Peran Ketua TP-PKK Nagari turut menjadi perhatian, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, menekan angka stunting, serta mempersiapkan generasi muda yang berkualitas.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy yang turut menghadiri pelantikan mengingatkan bahwa setelah terpilih, wali nagari harus menjadi pemimpin seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok pendukungnya. Perbedaan pilihan politik selama Pilwana harus diakhiri dan diganti dengan semangat kebersamaan membangun daerah. “Setelah dilantik, seluruh masyarakat adalah rakyat yang harus dilayani. Mari kita rangkul semua, agar Kabupaten Solok tetap sejuk, damai, dan terus berkembang,” ujarnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Solok Candra, Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, unsur Forkopimda, kepala OPD, serta tokoh masyarakat. Adapun 23 wali nagari yang dilantik yakni Novendri (Panyakalan), Maimirda (Koto Sani), Hidayat (Gantung Ciri), Yusrial Dani Putra (Simanau), Mafril Ahmad (Paninggahan), Suherman (Aripan), Arianto B (Sulit Air), Yonnafri (Paninjauan), Riveroni Alta Belly (Sibarambang), Jalwarnita (Kuncir), Jonli Arfis (Muaro Paneh), Ermanto (Bukit Tandang), Maifendri (Kinari), Kelly Beminda (Jawi-Jawi Guguk), Budi Marta (Batang Barus), Syapriadi (Aia Luo), Dahrul Asri (Batu Bajanjang), Fawzi (Alahan Panjang), Endra Putra Gunawan (Aie Dingin), Afdalil Zikri (Salimpek), Karmi (Kampuang Batu Dalam), Sal Sabil (Surian), dan Nasrizal (Lolo). (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Imbau Siswa Petakan Potensi Sejak Dini    
Rabu, November 04, 2026

On Rabu, November 04, 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Imbau Siswa Petakan Potensi Sejak Dini
Muhidi saat membuka Pelatihan Literasi Tingkat SMA di salah satu hotel di Kota Padang, Selasa (3/11/2026). (Fotdok: Ucok). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mengimbau para siswa agar mulai mengenali dan memetakan potensi diri sejak dini. Langkah ini penting agar setiap murid mampu menentukan arah pendidikan, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan masa depan sesuai minat dan bakat masing-masing.

Pesan tersebut disampaikan Muhidi saat membuka Pelatihan Literasi Tingkat SMA di salah satu hotel di Kota Padang, Selasa (3/11/2026). Kegiatan itu diikuti hampir 100 siswa dari sejumlah SMA di Kota Padang yang diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan budaya literasi di kalangan pelajar.

Menurut Muhidi, setiap siswa memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, murid tidak boleh sekadar mengikuti pilihan orang lain dalam menentukan pendidikan maupun cita-cita. Mereka perlu mengenali kelebihan diri agar setiap langkah yang ditempuh memiliki tujuan dan arah yang jelas.

Ia menjelaskan, pemetaan potensi sejak bangku sekolah akan membantu siswa menentukan pilihan pendidikan yang tepat. Bagi murid SMK, misalnya, keterampilan yang dipelajari harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan dunia kerja. Sementara siswa SMA perlu mulai mempersiapkan pilihan setelah lulus, baik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.

"Karena itu, penting bagi setiap siswa untuk mengenali potensi diri. Jangan sampai kita memilih sesuatu tanpa mengetahui kemampuan dan minat yang dimiliki. Kenali diri sendiri agar apa yang dipelajari sejalan dengan tujuan masa depan," ujar Muhidi.

Selain mengenali potensi diri, Muhidi juga mengingatkan para murid agar menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi bekal penting untuk memperluas wawasan, membangun pola pikir, serta meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi perkembangan zaman.

Ia bahkan mendorong setiap siswa meluangkan waktu minimal 15 menit setiap hari untuk membaca buku. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten tersebut diyakini dapat memperkaya pengetahuan sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis. Murid juga diharapkan memilih bacaan yang memberikan manfaat bagi pengembangan diri dan pendidikan.

"Ingin sukses, tumbuhkan minat baca. Paksakan diri membaca minimal 15 menit setiap hari, terutama buku-buku yang bisa menambah ilmu dan wawasan. Jadikan membaca sebagai kebiasaan," pesannya.

Muhidi menegaskan, pendidikan merupakan salah satu jalan utama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, para siswa diminta tidak cepat puas dengan ilmu yang diperoleh di sekolah, terus belajar, menghargai guru, serta berani mengejar pendidikan setinggi mungkin. Kesuksesan, katanya, tidak hanya ditentukan kecerdasan, tetapi juga kemauan belajar, kedisiplinan, dan kemampuan menerapkan ilmu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

SMKN 1 Sijunjung Dorong Guru dan Siswa Hasilkan Buku Lewat Workshop Penulisan    
Rabu, November 04, 2026

On Rabu, November 04, 2026

SMKN 1 Sijunjung Dorong Guru dan Siswa Hasilkan Buku Lewat Workshop Penulisan
SMKN 1 Sijunjung mendorong guru dan siswa menghasilkan karya tulis melalui Workshop Penulisan Buku yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis (4-5/11/2026). (Fotdok: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- SMKN 1 Sijunjung mendorong guru dan siswa menghasilkan karya tulis melalui Workshop Penulisan Buku yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis (4-5/11/2026). Kegiatan ini menargetkan lahirnya sebuah buku yang memuat kisah perjuangan dan pengalaman hidup orang tua dari sudut pandang guru dan siswa.

Workshop yang berlangsung di ruang serbaguna SMKN 1 Sijunjung tersebut dibuka Kepala Sekolah Addurorul Muntatsiroh, M.Pd., dengan menghadirkan Pimpinan Pustaka Artaz, Armaidi Tanjung, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti 40 peserta, terdiri dari 15 guru dan 25 siswa.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Suryanto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi langkah SMKN 1 Sijunjung yang menjadikan menulis sebagai bagian dari pengembangan kemampuan guru dan siswa. Menurutnya, keterampilan menulis penting karena tidak semua orang mampu menuangkan pikiran dan pengalaman menjadi tulisan yang baik serta mudah dipahami.

"Orang lebih banyak suka bicara, tetapi kurang pandai menulis dengan baik. Padahal, aktivitas menulis memiliki banyak manfaat dan mampu melahirkan improvisasi yang luar biasa," ungkap Suryanto.

Ia mencontohkan sejumlah tokoh besar asal Sumatera Barat yang memiliki tradisi membaca dan menulis kuat, di antaranya Bung Hatta dan Buya Hamka. Keduanya menunjukkan bahwa keterbatasan keadaan tidak menghalangi seseorang untuk terus berkarya melalui tulisan.

Sementara itu, Addurorul Muntatsiroh yang akrab disapa Mumun mengatakan, workshop mengangkat tema Menulis Memoar Perjuangan Ayah dan Ibu: Kisah Mereka, Cerita Kita. Peserta diarahkan menggali pengalaman hidup, perjuangan, dan pengorbanan orang tua untuk dituangkan menjadi karya tulis.

"Di balik setiap langkah kita, ada kisah orang tua yang tak pernah selesai diceritakan. Kini, giliran kita yang memuliakannya," ujar Mumun.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan materi tentang teknik menulis, tetapi juga menargetkan penerbitan sebuah buku hasil karya bersama peserta. Guru dan siswa diberi ruang untuk menuangkan pengalaman, ide, pemikiran, serta kisah keluarga yang selama ini mungkin hanya tersimpan dalam ingatan.

Narasumber Armaidi Tanjung menekankan bahwa pengalaman pribadi merupakan sumber tulisan yang tidak pernah habis. Baik pengalaman menyenangkan maupun tidak menyenangkan, semuanya dapat diolah menjadi cerita yang memiliki nilai dan manfaat bagi pembaca.

Antusiasme peserta mulai terlihat melalui keberanian mereka menuangkan pengalaman ke dalam tulisan. Bahkan, sejumlah guru yang selama bertahun-tahun mengajar tetapi belum pernah menghasilkan karya tulis mulai berani menulis. Langkah tersebut menjadi awal penting untuk membangun budaya literasi sekaligus melahirkan buku yang merekam kisah perjuangan orang tua melalui karya guru dan siswa SMKN 1 Sijunjung. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU