HEADLINE
Struktur  APBD-P 2026 Diproyeksikan Defisit Rp.  146,7 M Disigi di Rapat Paripurna DPRD Kota Padang    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Struktur  APBD-P 2026 Diproyeksikan Defisit Rp.  146,7 M Disigi di Rapat Paripurna DPRD Kota Padang
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membubuhkan tandatangan di rapat paripurna pendapat akhir fraksi DPRD Kota Padang, Jumat, 18 Juli 2026. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Struktur  APBD  Perubahan  2026  memproyeksikan  terjadinya  Defisit Anggaran  sebesar  Rp.  146,7  Milyar.  Demikian diungkap Ketua Fraksi PKS Rafdi, ST., di rapat paripurna pendapat akhir fraksi DPRD Kota Padang, Jumat, 18 Juli 2026.

Menurutnya, defisit  ini  timbul  karena  Jumlah Pendapatan Daerah (Rp. 3,06 Triliun) lebih kecil daripada Jumlah Belanja Daerah (Rp. 3,21 Triliun). 

"Secara teknis penganggaran, defisit ini berhasil ditutupi secara sempurna oleh Pembiayaan Netto, yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp. 157,48 Miliar yang dikurangi Pengeluaran berupa pembayaran cicilan pokok utang kepada PT. SMI sebesar Rp. 10,77 Miliar," katanya.

Menutup  defisit  belanja  struktural  menggunakan  SiLPA  tahun  lalu merupakan  strategi  jangka  pendek  yang  berisiko.

"SiLPA  pada  hakikatnya mencerminkan efisiensi belanja atau kelebihan pendapatan tak terduga di tahun  lalu,  bukan  instrumen  berkelanjutan  untuk    membiayai  ekspansi belanja operasional rutin di tahun berjalan," ujarnya. 

Dikatakannya, setiap  rupiah  yang  dianggarkan  adalah  janji  pelayanan  kita  kepada masyarakat, mulai dari aspal jalan yang mulus, jaminan kesehatan, hingga ruang kelas yang layak. 

Ketika APBD menyisakan milyaran  rupiah di akhir tahun  anggaran,  maka  jangan  sampai  ada  program  strategis  untuk masyarakat yang tidak terlaksanakan. 

"Kami menyadari sepenuhnya bahwa Ranperda Perubahan APBD 2026 yang telah disusun, dikaji dan dibahas bersama antara Banggar DPRD Kota Padang dan TAPD Pemerintah Kota Padang, dari proses perencanaan anggaran daerah," pungkasnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Sinergi dengan Dinas Kesehatan, Rutan Sawahlunto Perkuat Upaya Pencegahan Tuberkulosis    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Sinergi dengan Dinas Kesehatan, Rutan Sawahlunto Perkuat Upaya Pencegahan Tuberkulosis
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TB) melalui Focus Group Discussion (FGD). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TB) melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto melalui Puskesmas Sungai Durian. 

Kegiatan tersebut diikuti seluruh petugas Rutan sebagai bagian dari penguatan kapasitas dalam menghadapi penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.

FGD menghadirkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sungai Durian yang memberikan materi mengenai penyebab TB, mekanisme penularan, gejala, langkah pencegahan, pentingnya deteksi dini, hingga pengobatan yang harus dijalani secara tuntas. 

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi mengenai strategi pengendalian TB di lingkungan Rutan.

Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto, Mustofa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Rutan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat sekaligus memberikan perlindungan kesehatan bagi petugas maupun warga binaan.

Menurutnya, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sungai Durian menjadi langkah strategis dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit menular, khususnya Tuberkulosis.

"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh petugas memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya Tuberkulosis sehingga dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta memberikan edukasi kepada warga binaan. Sinergi dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sungai Durian menjadi modal penting dalam mewujudkan lingkungan Rutan yang sehat, aman, dan bebas dari penyebaran penyakit menular," ujar Mustofa.

Selain meningkatkan pengetahuan petugas, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antara Rutan Sawahlunto dan Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto dalam mendukung program eliminasi Tuberkulosis.

Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program promotif dan preventif guna meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui penguatan edukasi dan sinergi lintas sektor, Rutan Sawahlunto berupaya memastikan pencegahan penyakit menular berjalan lebih efektif, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. (*)

Pewarta: marjafri

Sosok Mayjen TNI Krido Pramono di Balik Lagu Monumental “Teruslah Melangkah”    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Sosok Mayjen TNI Krido Pramono di Balik Lagu Monumental “Teruslah Melangkah”
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono justru menjadikan lagu sebagai medium untuk menanamkan optimisme, membangun karakter, dan mengajak masyarakat terus berkarya. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Tidak banyak pemimpin militer yang memilih musik sebagai ruang menyampaikan gagasan tentang kehidupan. Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono justru menjadikan lagu sebagai medium untuk menanamkan optimisme, membangun karakter, dan mengajak masyarakat terus berkarya melalui peluncuran lagu "Teruslah Melangkah", yang diproduseri CongQ Perwira dan dirilis oleh label musik di Jakarta, Jwara Creative.

Mayjen TNI Krido Pramono kepada awak media pada Senin (20/7/2026) mengatakan, musik memiliki kekuatan yang melampaui batas ruang dan waktu. Lagu mampu memasuki wilayah emosional manusia, lalu mengubah cara seseorang memandang hidup. "Karena lagu adalah merupakan suatu media untuk kita bisa berkomunikasi dengan banyak orang. Apalagi ketika lagu itu ternyata memberikan pesan-pesan kepada orang lain, yang kemudian akan menjadi suatu kekuatan tersendiri dalam dia mengarungi kehidupannya," ungkap Krido Pramono.

Pemikiran tersebut melahirkan judul "Teruslah Melangkah", sebuah kalimat sederhana yang menyimpan filosofi mendalam. Krido Pramono menjelaskan bahwa manusia tidak pernah memiliki kesempatan mengulang masa lalu sehingga setiap pengalaman harus diubah menjadi tenaga untuk menatap hari esok. "Hidup pasti harus terus melangkah. Yang di belakang bisa dijadikan sebagai kekuatan kita bagaimana nantinya melangkah ke depan," tuturnya.

Kepercayaan Krido Pramono terhadap lagu "Teruslah Melangkah" diwujudkan dengan menunjuk CongQ Perwira sebagai produser. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. CongQ dikenal sebagai konsultan strategic promotion di Jakarta yang memiliki rekam jejak panjang dalam industri musik nasional, sekaligus piawai menerjemahkan gagasan menjadi karya yang mampu menjangkau publik luas.

Nama CongQ Perwira melejit sebagai penulis dan produser lagu "Goyang Bang Jali", karya yang ikut mengantarkan Denny Cagur semakin dikenal di panggung hiburan Indonesia. Kiprahnya terus berkembang melalui berbagai proyek bersama sederet musisi ternama. Sebagai produser, ia berhasil menangani karya-karya Fajar Sadboy, Denada, Bunga Citra Lestari, Ressa Herlambang, serta sejumlah artis papan atas lainnya. Pengalaman tersebut menjadi modal kuat untuk mengemas "Teruslah Melangkah" menjadi karya yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga memiliki daya jangkau emosional yang luas bagi pendengar.

Makna melangkah menurut Krido Pramono bukan sekadar berpindah dari satu titik menuju titik lain. Setiap langkah harus diisi keberanian, kreativitas, inovasi, dan kemauan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi orang lain. "Di dalamnya kita tidak boleh menyerah, kita harus berani, kita harus mempunyai inovasi, kreasi, dan dengan berkreasi itulah saya yakini kita akan memenangkan setiap langkah," katanya.

Krido Pramono juga memandang keberhasilan melalui sudut yang berbeda. Jabatan, pangkat, maupun usia akan berhenti pada waktunya, tetapi manfaat yang lahir dari sebuah karya akan tetap hidup melampaui batas kehidupan seseorang. "Ketika memiliki sesuatu yang bernilai berarti memiliki manfaat untuk orang lain. Manfaat itu akan terus berkepanjangan dan menjadi nilai yang tidak akan pernah putus," ujarnya.

Pesan optimisme semakin kuat ketika Krido Pramono berbicara mengenai tantangan kehidupan modern. Kompleksitas zaman menurutnya bukan alasan untuk menyerah, melainkan kesempatan memperkuat kapasitas berpikir dan membangun strategi menghadapi perubahan. "Hidup penuh dengan dinamika, multidimensi. Jangan kita malah menyerah dengan berbagai keadaan. Kita harus bisa meng-upgrade hati dan pikiran sehingga mencapai apa yang kita inginkan," tegasnya.

Pandangan tersebut lahir dari perjalanan hidup yang jauh dari kemewahan. Krido Pramono tumbuh sebagai putra seorang guru sekolah dasar dan ibu rumah tangga yang membesarkan keluarga dengan penuh kesederhanaan. Kondisi ekonomi keluarga mengajarkannya menghargai setiap perjuangan, bahkan keinginan memasuki Akademi Militer muncul setelah mendapat dorongan dari teman-temannya. "Perjalanan saya penuh dengan lika-liku yang tidak lepas dari hidup yang sederhana," kenangnya.

Ada pengalaman emosional yang kemudian memperkuat makna lagu tersebut. Saat menghadiri kegiatan bersama masyarakat di Balikpapan, seorang ibu bernama Sumarni dipanggil ke atas panggung. Nama tersebut sama dengan nama ibunda Krido Pramono, lalu sang ibu menyampaikan doa yang menyentuh hatinya. "Teruslah melangkah untuk menjaga bangsa dan negara, dan janganlah berhenti untuk berbuat kebaikan," ucap perempuan tersebut. Krido Pramono mengaku merasakan seolah kembali mendengar nasihat dari ibunya sendiri.

Nilai lain yang terus dipegang Krido Pramono adalah kebiasaan berbagi. Menurutnya, berbagi tidak harus dimulai dari materi karena setiap orang mampu memberikan doa, perhatian, pengetahuan, maupun dukungan kepada sesama. "Yang semua orang bisa lakukan adalah imaterial. Berbagilah doa kebaikan untuk orang lain," ujarnya. Ia meyakini kebiasaan tersebut menghadirkan keberkahan yang sering kali tidak dapat dijelaskan secara logika.

Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari pesan yang dibawanya. Krido Pramono mengajak masyarakat mencintai alam melalui tindakan sederhana, mulai dari menanam pohon, menjaga satwa, hingga menghindari perilaku yang merusak ekosistem. Baginya, hubungan harmonis antara manusia dan alam akan memperkuat kehidupan bersama.

Sebagai prajurit, Krido Pramono mengaku selalu siap ditempatkan di mana pun negara membutuhkan. Pengalaman bertugas di berbagai daerah membentuk keyakinannya bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh strategi militer, tetapi juga oleh keseimbangan antara ikhtiar dan doa. "Secara real kita harus siapkan strategi, taktik, dan teknik. Secara spiritual kita juga lakukan doa sebaik mungkin," ungkapnya.

Karier Krido Pramono mencerminkan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa. Lulusan Akademi Militer 1997 tersebut pernah mengemban berbagai jabatan strategis, mulai dari Waaspers Kasad Bidang Binpers, Danrem 052/Wijayakrama, Pa Sahli Tingkat III Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI, Asisten Intelijen Panglima TNI, hingga akhirnya dipercaya menjabat Pangdam VI/Mulawarman. Rekam jejak tersebut memperlihatkan konsistensi dalam menjalankan amanah di setiap penugasan.

Pada akhirnya, "Teruslah Melangkah" bukan sekadar lagu, melainkan manifesto kehidupan yang dirangkai dari pengalaman, pengabdian, dan keyakinan seorang pemimpin. Melalui karya tersebut, Krido Pramono mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak berhenti bermimpi, tidak takut menghadapi perubahan, serta menjadikan setiap langkah sebagai kesempatan menghadirkan manfaat.

Pesan penutup yang disampaikannya merangkum seluruh filosofi tersebut dalam satu kalimat yang sederhana namun kuat. "Teruslah melangkah, jadikanlah setiap waktu bernilai ibadah dan manfaat untuk orang banyak," pesan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono kepada seluruh masyarakat Indonesia. (*) 

Laporan: Muhammad Fadhli

Yayasan Haji Aep Saepudin Bersama BRI Perkuat Kompetensi Guru Lewat Seminar Pendidikan    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Yayasan Haji Aep Saepudin Bersama BRI Perkuat Kompetensi Guru Lewat Seminar Pendidikan
Seminar tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas guru, dosen dan mahasiswa dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Yayasan Haji Aep Saepudin bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar Seminar Pendidikan bertajuk "Transformasi Ekosistem Sains: Pendidikan Bahasa dan Kemajuan Teknologi" pada 17-18 Juli 2026, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pendidik, agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital.

Seminar tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas guru, dosen dan mahasiswa dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Kegiatan ini menjadi wadah berbagi gagasan sekaligus memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengurus Yayasan Haji Aep Saepudin, Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd., mengatakan pihaknya merasa terhormat dapat menyambut kehadiran peserta dari berbagai daerah di kawasan Ciayumajakuning yang memiliki semangat tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang pendidikan.

"Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menyambut kehadiran Bapak dan Ibu sekalian yang berasal dari berbagai daerah di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Kehadiran Bapak dan Ibu menunjukkan semangat yang luar biasa untuk terus belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis," ujar Nanan dalam sambutannya.

Menurut dia, seminar tersebut merupakan ikhtiar Yayasan Haji Aep Saepudin bersama Bank Rakyat Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan kapasitas para pendidik.

"Pendidik merupakan ujung tombak dalam mencetak generasi masa depan. Karena itu, peningkatan kompetensi guru dan dosen harus terus dilakukan agar mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, relevan, dan sesuai dengan perkembangan zaman," katanya.

Nanan menambahkan, transformasi pendidikan tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga penguatan kompetensi bahasa, literasi, karakter, serta kemampuan berpikir kritis sehingga peserta didik memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan seminar, terutama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan dunia pendidikan.

"Kegiatan ini dapat terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, khususnya Bank Rakyat Indonesia yang selama ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap pengembangan dunia pendidikan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Rakyat Indonesia yang telah mendukung terselenggaranya seminar ini," ujarnya.

Melalui seminar tersebut, peserta memperoleh berbagai materi mengenai transformasi ekosistem sains, penguatan pendidikan bahasa, serta pemanfaatan teknologi dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan inovatif.

Penyelenggara berharap hasil seminar tidak berhenti pada diskusi akademik semata, tetapi mampu melahirkan berbagai inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah maupun perguruan tinggi. Dengan sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha, kualitas sumber daya manusia Indonesia diharapkan terus meningkat sehingga mampu menjawab tantangan global sekaligus mendorong kemajuan pendidikan nasional. (*)

Di Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Rafdi Ungkap Belanja  Hibah  pada  APBD  Perubahan Naik  dari Jadi Rp. 140,04 M, Bansos Hanya Rp. 5,70 M    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Di Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Rafdi Ungkap Belanja  Hibah  pada  APBD  Perubahan Naik  dari Jadi Rp. 140,04 M, Bansos Hanya Rp. 5,70 M
Data mengejutkan diungkap Ketua Fraksi PKS DRPD Kota Padang Rafdi, ST., di rapat paripurna DPRD Kota Padang dengan agenda pendapat akhir fraksi, Jumat, 19 Juli 2026. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Data mengejutkan diungkap Ketua Fraksi PKS DRPD Kota Padang Rafdi, ST., di rapat paripurna DPRD Kota Padang dengan agenda pendapat akhir fraksi, Jumat, 19 Juli 2026.

"Kami perlu menyampaikan, bahwa meski ada wacana relaksasi terhadap UU No. 1 Tahun 2022 tentang HKPD, namun tetap perlu perhatian terhadap kondisi belanja pegawai Kota Padang, yang pada APBD perubahan ini masih berada diatas angka 40 % persen. Hal ini adalah sinyal serius bahwa struktur APBD kita belum sehat," katanya. 

"Kami ingatkan agar segera diambil langkah korektif yang nyata dan terukur, jika tidak dilakukan, maka pemerintah kota sedang membiarkan  ruang  fiskal  terus  terkunci  oleh  belanja  rutin,  sementara kebutuhan  pembangunan  dan  pelayanan  publik  justru  terdesak.  Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena berisiko melemahkan kapasitas fiskal daerah dan menunjukkan lemahnya pengendalian belanja," lanjutnya.

Dikatakannya, beberapa OPD mendapat tambahan dana cukup besar di APBD Perubahan 2026  ini,  seperti  Dinas  PUPR,  Dinas  Perkim,  dll.  "Kami  ingatkan  bahwa amanat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto adalah bahwa pengembalian TKD  bertujuan  untuk  pemulihan  daerah  setelah  bencana  ekologis  yang melanda  sejak  akhir  November  2025."

"Kami  berharap  OPD  -  OPD  ini  bisa mengoptimalkan  pelaksanaan  program  yang  sudah  direncanakan,  karena masih banyak persoalan infrastruktur yang terjadi di masyarakat. Masalah banjir, drainase, jalan berlubang, persoalan sampah, dan lain-lain," urainya.

Menurutnya, belanja  Hibah  pada  APBD  Perubahan  ini,  naik  dari  Rp.  78,64  Miliar menjadi Rp. 140,04 Miliar, sementara itu belanja Bantuan Sosial (Bansos) hanya naik dari Rp. 5,40 Miliar menjadi Rp. 5,70 Miliar. Adanya perbedaan alokasi hibah yang disalurkan ke organisasi atau lembaga non-pemerintah dengan  hibah  sosial,  mencerminkan  adanya  pergeseran  prioritas keberpihakan  anggaran  daerah.

Pergeseran  dari  anggaran  yang  diarahkan langsung untuk mengatasi risiko sosial mendesak seperti kemiskinan ekstrim, bencana, disabilitas, kelompok rentan, secara by name by address, kepada Hibah lembaga. Sama sama kita ketahui bahwa hibah ini sering kali menjadi ruang yang rentan ditumpangi kepentingan akomodatif kelompok atau ormas tertentu.

"Kami  ingatkan  dan  tegaskan  kepada  Pemerintah  Kota  Padang,  agar memperhatikan  dan  mempersiapkan  aspek  legal  dari  hibah  yang  akan dilaksanakan  secara  matang,  seperti  Perwako  dalam  penempatan  hibah, koordinasi dan pengawasan dengan lembaga keuangan vertikal seperti BPKP, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari," cakapnya.  

Hal ini disebabkan karena proses  perencanaan dan  verifikasi pada  APBD  Perubahan  memiliki  jangka waktu  yang  jauh  lebih  pendek  dan  fleksibel  dibandingkan  dengan  APBD Induk. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI: Mempersiapkan Transformasi Dunia Pendidikan Nasional di Era Kecerdasan Buatan    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI: Mempersiapkan Transformasi Dunia Pendidikan Nasional di Era Kecerdasan Buatan
Universitas Paramadina bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan seminar pendidikan kolaboratif berskala nasional guna membahas disrupsi teknologi di dunia akademik. (Foto: Arief Toto). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Universitas Paramadina bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan seminar pendidikan kolaboratif berskala nasional guna membahas disrupsi teknologi di dunia akademik. 

Bertajuk "Transformasi Dunia Pendidikan di Era AI: Peluang, Tantangan dan Inovasi Masa Depan", forum strategis ini digelar di Auditorium Firmanzah, Kampus Cipayung, Jakarta Timur, dengan menghadirkan para pemangku kebijakan, akademisi, dan praktisi pendidikan. 

Acara ini dihadiri oleh 80 peserta guru, dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, dan siswa SMA.

Inovasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) telah membawa pergeseran mendalam pada konstelasi ekonomi dan tatanan global. 

Universitas Paramadina memandang tantangan ini sebagai momentum emas untuk menyelaraskan penguasaan keahlian teknologi dengan kedalaman integritas akhlak mahasiswa, searah dengan pilar universitas: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., yang hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker), menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menyikapi disrupsi ini.

Menurutnya, penetrasi AI tidak boleh memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Negara harus memastikan bahwa penetrasi teknologi AI di sektor pendidikan tidak menciptakan jurang pemisah baru di Indonesia. Fungsi pengawasan dan penganggaran DPR RI Komisi X akan terus kami optimalkan demi menjamin pemerataan fasilitas digital dan peningkatan kompetensi guru dari Sabang sampai Merauke, sehingga akselerasi inovasi masa depan ini dapat dirasakan tepat sasaran oleh seluruh anak bangsa."

Di samping regulasi tingkat makro, kesiapan kurikulum di tingkat pendidikan tinggi juga menjadi instrumen vital dalam merespons tuntutan zaman.

Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Akademik, Dr. Harry T.Y Achsan, dalam sambutannya menekankan agar kampus secara tangkas memperbarui metode ajar agar para lulusan tidak gagap teknologi namun tetap memegang teguh nilai kemanusiaan.

Sementara itu, dosen Teknik Informatika Universitas Paramadina, M. Darwis, M.Kom., menjelaskan dari sisi keilmuan teknologi informasi bahwa kecerdasan buatan merupakan mesin pengolah data dengan kapasitas luar biasa, namun mutlak membutuhkan batasan etis manusia dalam penggunaannya.

"Artificial intelligence adalah alat yang luar biasa kuat, namun ia tidak memiliki nurani. Di ruang-ruang kelas digital masa depan, kemampuan critical thinking dan pemecahan masalah secara etis jauh lebih berharga daripada sekadar menghafal timbunan informasi. Kita harus melatih mahasiswa untuk menguasai AI secara teknis, sekaligus memiliki pola pikir adaptif yang berakar pada nilai humanitas."

Darwis menekankan, orientasi mengajar guru dan dosen harus bertransformasi secara radikal.

Fokus pendidikan tidak boleh lagi sekadar mentransfer pengetahuan hafalan yang dengan mudah dicari melalui mesin AI, melainkan wajib bergeser untuk mengasah penalaran tingkat tinggi dan pemecahan kasus nyata di masyarakat.

Meninjau dari perspektif ekonomi makro, Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Dr. Handi Rizsa, M.Ec., memaparkan ancaman nyata dari hilangnya beberapa sektor pekerjaan konvensional akibat otomatisasi AI. 

Ia mendesak adanya rekonstruksi kurikulum pendidikan tinggi nasional secara masif.

"Pergeseran ekonomi dunia berbasis AI menuntut transformasi total pada kurikulum perguruan tinggi. Jika kita tidak menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri masa depan yang dinamis, maka risiko pengangguran intelektual akan meningkat. Pendidikan harus diarahkan pada fleksibilitas keahlian dan penguatan integritas berbasis nilai kemodernan serta kebangsaan."

Dari sektor praktisi pendidikan menengah, Kepala SMAN 7 Bekasi, Drs. Fajar Heryadi Trimawardi, M.Pd., menyatakan bahwa siswa-siswi di level sekolah menengah paling rentan terpapar dampak negatif teknologi jika tanpa pengawasan yang tepat. 

Dirinya mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga ini sebagai acuan praktis bagi pihak sekolah.

"Sebagai praktisi di tingkat pendidikan menengah, kami melihat AI sebagai peluang besar sekaligus tantangan moral. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber ilmu, melainkan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa memanfaatkan teknologi secara bijak. Kolaborasi seperti seminar ini memberikan panduan strategis bagi sekolah dalam mendesain inovasi pembelajaran sejak dini."

Penanggung Jawab Acara yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Beasiswa Universitas Paramadina, Dr. Peni Hanggarini, S.IP., M.A., menambahkan bahwa seminar nasional ini berhasil mengumpulkan aspirasi dari praktisi dan akademisi untuk dirangkum menjadi draf rekomendasi kebijakan strategis. (*) 

Laporan: Arief Tito

Putra Ketua PWI Sijunjung Raih Gelar Duta GenRe Kota Solok 2026    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Putra Ketua PWI Sijunjung Raih Gelar Duta GenRe Kota Solok 2026
Gifran tampil sebagai pemenang bersama Khanaya Andriga Balqis, siswi SMAN 2 Kota Solok, yang terpilih sebagai Winner Putri Duta GenRe Kota Solok 2026. (Foto: Andri Besman). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan diraih Gifran Petra Ghaniyy, putra Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sijunjung, Husnal Petra. 

Siswa SMAN 1 Kota Solok itu berhasil dinobatkan sebagai Winner Putra Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Solok Tahun 2026 pada malam Grand Final Pemilihan Duta GenRe yang berlangsung di Gedung Kubuang Tigo Baleh, Sabtu (18/7/2026).

Gifran tampil sebagai pemenang bersama Khanaya Andriga Balqis, siswi SMAN 2 Kota Solok, yang terpilih sebagai Winner Putri Duta GenRe Kota Solok 2026.

Keduanya berhasil menyisihkan 18 finalis lainnya setelah melewati rangkaian seleksi mulai dari pendaftaran, pembinaan hingga karantina.

Ajang yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kota Solok bekerja sama dengan Forum GenRe Kota Solok itu diikuti 20 finalis terbaik, terdiri dari 10 putra dan 10 putri.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh, meliputi wawasan, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta komitmen dalam mengampanyekan Program Generasi Berencana.

Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, yang membuka malam grand final menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. 

Menurutnya, pemilihan Duta GenRe bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi wadah melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, para Duta GenRe diharapkan mampu mengedukasi remaja mengenai pentingnya perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, bahaya pernikahan usia dini, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, HIV/AIDS, hingga berbagai perilaku negatif yang dapat menghambat masa depan generasi muda.

"Permasalahan remaja saat ini semakin kompleks. Karena itu, Duta GenRe harus hadir sebagai role model, motivator, edukator, sekaligus konselor sebaya yang mampu mengajak remaja Kota Solok menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan berprestasi," ujar Wali Kota.

Selain pasangan pemenang utama, panitia juga menetapkan Salman Alfarizi Yusuf dan Siti An Nuuru Dilfa Wamaliyah sebagai Juara II, sedangkan Juara III diraih Arkan Atha Libariq dan Khairin Rahayu Milasari. 

Berbagai kategori penghargaan lain seperti Harapan, Favorit, Motivator, Talenta, dan Sosial Media juga diumumkan pada malam puncak tersebut.

Keberhasilan Gifran Petra Ghaniyy menjadi Duta GenRe Kota Solok 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PWI Sijunjung.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi positif dalam membangun karakter remaja yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(*)

Dorong Ekonomi Berbasis Inovasi, Pemko Payakumbuh Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Dorong Ekonomi Berbasis Inovasi, Pemko Payakumbuh Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual
Penjajakan Nota Kesepakatan dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sumatera Barat sebagai landasan memperkuat sinergi dalam pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual di daerah. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing produk unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui penjajakan Nota Kesepakatan dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sumatera Barat sebagai landasan memperkuat sinergi dalam pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual di daerah.

Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang menempatkan penguatan UMKM, inovasi, dan hilirisasi potensi lokal sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Penjajakan nota kesepakatan berlangsung di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (16/7/2026), saat Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda menerima Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat Lista Widyastuti beserta jajaran.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh menerima sertifikat hak merek Randang Payakumbuh sebagai bentuk pelindungan hukum terhadap salah satu identitas produk unggulan daerah.

Sertifikat hak merek tersebut memperkuat pelindungan atas identitas Randang Payakumbuh sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah dan daya saing produk di pasar.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan penjajakan nota kesepakatan tersebut menjadi langkah awal bagi kedua belah pihak untuk membangun kerja sama yang lebih terarah dalam pelindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kekayaan intelektual sehingga inovasi dan potensi daerah memiliki kepastian hukum sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

"Ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap pentingnya pelindungan kekayaan intelektual, mendorong pelindungan dan pemanfaatan potensi kekayaan intelektual daerah, memperkuat daya saing produk unggulan Kota Payakumbuh, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kekayaan intelektual," katanya.

Menurut Rida, nota kesepakatan yang sedang dijajaki akan menjadi dasar penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut pelaksanaan berbagai program sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ruang lingkup kerja sama yang direncanakan mencakup sosialisasi regulasi, pendampingan pendaftaran hak cipta, merek, paten, desain industri, dan indikasi geografis, inventarisasi serta pemetaan potensi kekayaan intelektual daerah, penguatan Sentra Kekayaan Intelektual, hingga dukungan penyusunan kebijakan di bidang kekayaan intelektual.

"Dengan sinergi ini, kita ingin memastikan setiap inovasi, karya, dan produk unggulan yang lahir dari Payakumbuh memperoleh pelindungan hukum yang memadai sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi, memperkuat daya saing daerah, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujarnya.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat Lista Widyastuti mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membangun ekosistem kekayaan intelektual yang terintegrasi.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperluas pelindungan terhadap berbagai inovasi daerah sekaligus mempercepat hilirisasi hasil karya agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah.

"Kami siap memberikan pendampingan teknis, konsultasi, sosialisasi, hingga fasilitasi pendaftaran berbagai bentuk kekayaan intelektual. Kami juga mendukung pembentukan dan penguatan Sentra Kekayaan Intelektual agar pengelolaan kekayaan intelektual di daerah berjalan lebih optimal," katanya.

Ia menambahkan, pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi daerah yang terlindungi secara hukum sehingga siap dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.

Melalui penjajakan nota kesepakatan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan semakin banyak inovasi, karya kreatif, dan produk unggulan daerah memperoleh pelindungan kekayaan intelektual sehingga memiliki nilai tambah, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing.

Sinergi yang sedang dibangun itu diharapkan menjadi fondasi penguatan ekosistem kekayaan intelektual sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang bertumpu pada inovasi dan potensi lokal. (HM)

Fraksi PKS DPRD Kota Padang Berikan Apresiasi kepada Pemko dalam Pendapatan    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Fraksi PKS DPRD Kota Padang Berikan Apresiasi kepada Pemko dalam Pendapatan
Ketua Fraksi PKS Rafdi ketika menyerahkan pendapat akhir ke Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub disaksikan Wakil Wali Kota Maigus Nasir. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Fraksi Partai Keadiln Sejahtera (PKS) memberikan apresiasib kepada Pemko Padang dalam Pendapatan. Hal terungkap dari penyampaian Ketua Fraksi PKS Rafdi, ST., di rapat paripurna, Jumat, 17 Juli 2026.

"Apresiasi kami berikan kepada Pemko Padang dalam Pendapatan, karena disepakati  optimisme  PAD  pada  anggaran  perubahan  ini  naik  diangka  Rp. 1,040 Trilyun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 15,726 Miliar (1,54 %) dari target  PAD  2026  sebelumnya  sebesar  Rp.  1,024  Trilyun," katanya.  

Dikatakannya, secara  angka, kenaikan ini tergolong peningkatan yang realistis, bukanlah sebuah lonjakan yang fantastis.

Menurutnya, Pemerintah Kota Padang perlu mencermati Struktur PAD yang didominasi oleh sektor Pajak Daerah yang mencapai Rp. 818,6 Milyar atau menyumbang sekitar  78,7  %  dari  keseluruhan  total  PAD.  

Kata Rafdi, hal  tersebut  menggambarkan bahwa Kota Padang memiliki kerentanan fiskal akibat ketergantungan pada satu sektor pajak, sementara kontribusi sektor lain tergolong sangat minim, seperti Retribusi Daerah yang hanya sebesar Rp. 119,4 Miliar (11,5 %) dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan (dividen BUMD) sebesar Rp. 27,1 Miliar (2,6%).

"Kami berharap ada optimisme yang lebih dari target ini, karena realisasi yang cukup baik di Semester I tahun 2026 yang meski masih mencapai Rp. 455,048  Miliar  (44,42  %)  dari  target  2026,  tapi  hasil  ini  melampaui  tren historisnya di tahun 2025," ujarnya. 

"Oleh karena itu, kami meminta kepada Pemerintah Kota Padang untuk  memperbaiki  layanan  publik  berbasis  digital,  kemudahan  perizinan  yang menghasilkan sumber pendapatan baru, serta penarikan pajak dan retribusi berbasis digital," lanjutnya. 

Ditegaskannya, digitalisasi pajak dan retribusi daerah bukan sekadar migrasi dari kertas ke layar komputer. Ini adalah revolusi transparansi yang secara paksa merampas ruang gelap transaksi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH. i, WU