HEADLINE
Sawahlunto Percepat Penanggulangan TBC, Capaian Cek Kesehatan Gratis Terbaik di Sumbar    
Rabu, Juli 01, 2026

On Rabu, Juli 01, 2026

Sawahlunto Percepat Penanggulangan TBC, Capaian Cek Kesehatan Gratis Terbaik di Sumbar
Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Ruang Rapat M. Yamin, Balai Kota Sawahlunto, Selasa (30/6/2026).

Rakor tersebut menjadi langkah memperkuat upaya pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan cakupan layanan kesehatan masyarakat.

Rakor dibuka Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovandly Abdams, dan dihadiri Asisten II, kepala organisasi perangkat daerah terkait, camat, lurah, serta kepala desa se-Kota Sawahlunto.

Dalam arahannya, Sekda mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan beserta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis.

Berdasarkan capaian terbaru, Kota Sawahlunto mencatat tingkat partisipasi masyarakat tertinggi di Provinsi Sumatera Barat dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, serta partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Selain mengevaluasi pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis, rakor juga membahas strategi percepatan penanggulangan tuberkulosis di Kota Sawahlunto. 

Pemerintah daerah menekankan pentingnya peran camat, lurah, dan kepala desa sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan TBC.

Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar melakukan skrining sejak dini, menjalani pengobatan secara tuntas bagi penderita, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna memutus rantai penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Pemerintah Kota Sawahlunto menargetkan penanggulangan TBC dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, sehingga angka penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, dan kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat. (*) 

Pewarta: marjafri

Pekan Muharram II Desa Lunto Barat Resmi Dibuka, Perkuat Ukhuwah dan Pembinaan Generasi Muda    
Rabu, Juli 01, 2026

On Rabu, Juli 01, 2026

Pekan Muharram II Desa Lunto Barat Resmi Dibuka, Perkuat Ukhuwah dan Pembinaan Generasi Muda
Pemerintah Desa Lunto Barat, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, resmi membuka Pekan Muharram II pada Selasa (30/6/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Desa Lunto Barat, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, resmi membuka Pekan Muharram II pada Selasa (30/6/2026). 

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan desa sejak 2025 itu digelar sebagai upaya mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui berbagai kegiatan keagamaan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Camat Lembah Segar dan dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga yang memadati lokasi acara.

Pekan Muharram II akan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Berbagai perlombaan bernuansa Islami digelar untuk mendorong partisipasi anak-anak dan remaja sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan Desa Lunto Barat.

Panitia menyiapkan tujuh cabang perlombaan, yakni Fashion Show Islami, Lomba Mewarnai, Puzzle Ayat Al-Qur'an, Nasyid, Adzan, Hafalan Doa Harian, dan Ranking 1 Keislaman. 

Seluruh perlombaan dirancang untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, serta menambah wawasan keislaman peserta sesuai kelompok usia.

Pemerintah Desa Lunto Barat berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter bagi generasi muda agar tumbuh dengan akhlak yang baik, semangat belajar, serta kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.

Melalui penyelenggaraan yang memasuki tahun kedua ini, Pekan Muharram diharapkan terus berkembang sebagai tradisi positif yang memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan sosial di Desa Lunto Barat. (*) 

Pewarta: marjafri

Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Sawahlunto Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan    
Rabu, Juli 01, 2026

On Rabu, Juli 01, 2026

Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Sawahlunto Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan
Kepolisian Resor (Polres) Sawahlunto menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolres Sawahlunto, Rabu (1/7/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kepolisian Resor (Polres) Sawahlunto menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolres Sawahlunto, Rabu (1/7/2026).

Upacara dipimpin Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., yang diawali dengan pemeriksaan pasukan.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovandly Abdams, unsur pimpinan DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, para camat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. 

Presiden menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat" menjadi refleksi atas komitmen Polri selama delapan dekade dalam memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

Presiden menegaskan, pengabdian tersebut harus diwujudkan melalui pelayanan yang sigap, profesional, tegas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui pelayanan kepolisian yang responsif dan humanis," demikian amanat Presiden yang dibacakan Kapolres.

Dalam amanatnya, Presiden juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Polri ke depan semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global, ancaman kejahatan siber dan kejahatan transnasional, hingga ketidakpastian ekonomi dunia akibat berbagai konflik internasional. 

Kondisi tersebut, menurut Presiden, menuntut Polri terus meningkatkan kemampuan menjadi institusi yang adaptif, prediktif, dan profesional dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain menjaga stabilitas keamanan, Polri juga diharapkan berperan aktif mendukung berbagai program prioritas nasional, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi, mendukung swasembada pangan melalui optimalisasi lahan jagung, memberantas penyalahgunaan narkotika, penyelundupan, dan judi daring, serta menjaga keamanan investasi dan proyek-proyek strategis nasional.

Presiden turut menekankan pentingnya penguatan reformasi kelembagaan Polri agar mampu menjawab meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan publik. 

Untuk itu, Presiden memberikan lima arahan kepada seluruh jajaran Polri, yakni memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi dinamika global, serta memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan masyarakat.

"Polri harus menjadi institusi yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas," demikian amanat Presiden.

Usai upacara, Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polres Sawahlunto untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (*) 

Pewarta: marjafri

FISIP Unand Gelar Workshop Jurnalistik, Bahas Tantangan AI hingga Ancaman Disinformasi    
Rabu, Juli 01, 2026

On Rabu, Juli 01, 2026

FISIP Unand Gelar Workshop Jurnalistik, Bahas Tantangan AI hingga Ancaman Disinformasi
Diskusi jurnalistik yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) dengan tema "Artificial Intelligence for Journalism and Gender Sensitive Reporting", Rabu (1/7/2026). (Foto: Guspa) 

BENTENGSUMBAR.COM
– Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik. 

Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, pemanfaatan AI juga  jadi tantangan serius yang menuntut insan pers tetap berpegang pada etika profesi.

Itu mencuat diskusi jurnalistik yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) dengan tema "Artificial Intelligence for Journalism and Gender Sensitive Reporting", Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan membekali mahasiswa dan jurnalis dengan keterampilan digital yang relevan di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Perkembangan IPTEK, khususnya hadirnya AI, membuat kemampuan digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki keterampilan sekaligus pemahaman yang baik dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab," ujar Rinaldi, seorang narasumber.

Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Andalas, Jendrius, menegaskan kampus terus mendorong pengembangan riset dan penguatan literasi media sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan. 

Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pengembangan program literasi media di kawasan Batang Barus, Kabupaten Solok.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Rinaldi mengulas berbagai peluang sekaligus tantangan pemanfaatan AI dalam dunia jurnalistik. 

Menurutnya, teknologi AI dapat membantu proses kerja jurnalis, mulai dari pengolahan data hingga produksi konten, namun penggunaannya harus tetap berlandaskan kode etik jurnalistik.

Ia menjelaskan sejumlah persoalan etis yang perlu menjadi perhatian, seperti potensi bias dan diskriminasi algoritma, minimnya transparansi sistem AI, dampaknya terhadap lapangan pekerjaan, hingga persoalan hak cipta atas karya yang dihasilkan dengan bantuan teknologi tersebut.

Selain itu, Rinaldi juga mengingatkan pentingnya membedakan tiga bentuk penyimpangan informasi yang kerap muncul di ruang digital, yakni misinformasi, disinformasi, dan malinformasi, yang berpotensi menyesatkan publik apabila tidak diverifikasi secara cermat.

Untuk membantu proses verifikasi konten digital, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah perangkat pendeteksi gambar berbasis AI, seperti Istitai AI Image Detector dan Wasit AI. Namun, menurutnya, penggunaan teknologi tersebut masih memiliki keterbatasan.

"Tantangan dalam mendeteksi konten hasil AI antara lain teknik manipulasi yang semakin canggih, keterbatasan data pelatihan, serta kemungkinan munculnya hasil false positive maupun false negative," jelasnya.

Rinaldi menekankan pentingnya memperkuat literasi digital di kalangan masyarakat serta membangun kolaborasi lintas disiplin ilmu agar pemanfaatan AI dapat dilakukan secara bijak, akurat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika jurnalistik.

Melalui workshop ini, FISIP Universitas Andalas berharap peserta tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi jurnalis yang adaptif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghasilkan informasi yang akurat serta sensitif terhadap isu-isu gender. (gp)

Gubernur Mahyeldi: Hari Bhayangkara Momentum Perkuat Sinergi Polri dan Pemda untuk Masyarakat    
Rabu, Juli 01, 2026

On Rabu, Juli 01, 2026

Gubernur Mahyeldi: Hari Bhayangkara Momentum Perkuat Sinergi Polri dan Pemda untuk Masyarakat
Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat” di Halaman Istana Gubernuran, Rabu (1/7/2026). (Adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur, Vasko Ruseimy menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat” di Halaman Istana Gubernuran, Rabu (1/7/2026). 

Gubernur Mahyeldi menilai momentum tersebut sebagai ajang memperkuat sinergitas antara Pemerintah Daerah dan Polri dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah.

Upacara tersebut berlangsung khidmat dengan Kapolda Sumbar Komjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.

Usai upacara, Gubernur Mahyeldi menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia. 

Ia berharap Polri terus menjadi institusi yang semakin profesional, dipercaya masyarakat, serta senantiasa bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Semoga Polri terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan mendukung pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu Kapolda Sumbar,  Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta mengatakan Hari Bhayangkara merupakan momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk mengenang sejarah pengabdian sekaligus melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas yang telah diemban.

Menurutnya, tema “Polri untuk Masyarakat” menegaskan bahwa setiap kebijakan dan pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada kepentingan masyarakat melalui perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang profesional, transparan, akuntabel, serta berkeadilan.

“Seluruh kebijakan dan langkah Polri harus selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Gatot.

Ia menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan oleh Polri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, insan media, hingga seluruh elemen masyarakat.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, Forkopimda, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh mitra strategis yang selama ini mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Sumbar.

Selain itu, Gatot mengapresiasi dedikasi seluruh personel Polda Sumbar beserta Bhayangkari yang terus memberikan dukungan dalam pelaksanaan tugas. 

Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadikan Hari Bhayangkara sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga integritas, serta menghindari segala bentuk penyimpangan.

Di akhir sambutannya, Kapolda mengajak seluruh masyarakat Sumbar terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan lingkungan serta memberikan dukungan dan kritik yang membangun agar Polri semakin profesional, modern, terpercaya, dan semakin dekat dengan masyarakat. (adpsb/cen/bud)

Perkuat Jembatan Kolaborasi: Wali Kota Solok Hadiri Rakernas APEKSI di Medan    
Rabu, Juli 01, 2026

On Rabu, Juli 01, 2026

Perkuat Jembatan Kolaborasi: Wali Kota Solok Hadiri Rakernas APEKSI di Medan
Pemerintah Kota Solok dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Mempererat hubungan antarwilayah dan menyerap inovasi pembangunan menjadi fokus utama keikutsertaan Pemerintah Kota Solok dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026. 

Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, turut hadir dalam acara Gala Dinner sekaligus penutupan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) yang berlangsung meriah di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Selasa (30/6/2026).

Ajang yang diikuti oleh 98 wali kota beserta jajaran delegasi pemerintah kota dari seluruh penjuru tanah air ini bukan sekadar pertemuan rutin. Rakernas XVIII APEKSI yang digelar pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, dan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-436 Kota Medan.

Wali Kota Medan selaku tuan rumah, Rico Waas, menyatakan bahwa forum ini menjadi wadah strategis bagi para pemimpin daerah. 

“Di sini kita saling berbagi pengalaman, mencari solusi bersama menghadapi tantangan seperti inflasi, serta menyusun strategi memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ramadhani Kirana Putra menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara yang tertata baik. 

Baginya, Rakernas APEKSI adalah jembatan komunikasi yang efektif, bukan hanya seremonial belaka.

“Kota Solok terbuka lebar untuk bersinergi dan menerapkan praktik terbaik yang telah terbukti berhasil dari kota-kota lain. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penerapan sistem pemerintahan berbasis digital, hingga pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing lokal,” tegasnya.

Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemkot Solok untuk terus beradaptasi dan berkolaborasi demi mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan, maju, dan sejahtera bagi seluruh warganya.(80)

Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal oleh Warga di Jorong Pinaga Pasbar, Ini Penjelasan Polisi    
Rabu, Juli 01, 2026

On Rabu, Juli 01, 2026

Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal oleh Warga di Jorong Pinaga Pasbar, Ini Penjelasan Polisi
Seorang pria paruh baya berinisial E (73) warga asal Jorong Pinaga, Nagari Pinaga Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) di temukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia. (Foto: Polres Pasbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Seorang pria paruh baya berinisial E (73) warga asal Jorong Pinaga, Nagari Pinaga Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) di temukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia Sabtu, 27 Juli 2026 sekitar pukul 11.30 WIB.

Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban saat di temukan oleh warga dirumahnya. 

"Benar ada peristiwa itu, Korban diketahui bernama Eriyal (73), warga Jorong Pinaga, dari hasil melakukan pemeriksaan medis luar atau Visum Et Repertum, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, diduga korban juga telah meninggal dunia dua atau empat hari sebelum ditemukan oleh warga," ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP. Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim IPTU. A. Agung Ngurah Santa Subrata, kepada wartawan, Selasa, 30 Juli 2026.

Kasat Reskrim menjelaskan, penemuan jenazah korban berawal dari kecurigaan Kepala Jorong bersama warga setempat, karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas maupun keluar dari rumahnya seperti biasanya.

"Kecurigaan warga semakin kuat setelah tercium bau tidak sedap yang berasal dari dalam rumah korban," ujar Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata.

Merasa khawatir, Kepala Jorong bersama warga kemudian membuka paksa pintu rumah korban. 

Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan posisi terlentang miring ke kanan di dalam rumah.

"Kondisi tubuh korban sudah sangat memprihatinkan. Berdasarkan dugaan sementara, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan," jelasnya.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel SPKT Polsek Pasaman bersama Tim Unit Identifikasi dan Satreskrim Polres Pasaman Barat segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah proses olah TKP selesai dilaksanakan, petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat guna dilakukan pemeriksaan medis luar atau Visum Et Repertum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Petugas hanya menemukan pengelupasan kulit di seluruh tubuh yang merupakan proses alami akibat pembusukan pasca kematian.

"Dari hasil pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi yang ditemukan merupakan proses alami pasca kematian," terang Kasat Reskrim.

Lebih lanjut dijelaskan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi atau Visum Et Repertum dalam.

Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh pihak keluarga.

Usai seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilaksanakan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kami mengimbau kepada masyarakat agar saling peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya terhadap warga lanjut usia yang tinggal seorang diri, sehingga apabila terjadi sesuatu dapat segera diketahui dan ditangani," pungkas IPTU. A. Agung Ngurah Santa Subrata. (*)

Pewarta: Rido

Tinjau Pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Bukittinggi, Gubernur Pastikan Seleksi Berjalan Transparan, Objektif, dan Bebas Intervensi    
Selasa, Juni 30, 2026

On Selasa, Juni 30, 2026

Tinjau Pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Bukittinggi, Gubernur Pastikan Seleksi Berjalan Transparan, Objektif, dan Bebas Intervensi
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat meninjau langsung proses SPMB di SMA Negeri 1 Bukittinggi, Selasa (30/6/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sumbar berlangsung transparan, objektif, dan bebas dari intervensi. Hal itu ditegaskannya saat meninjau langsung proses SPMB di SMA Negeri 1 Bukittinggi, Selasa (30/6/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi melihat langsung proses verifikasi berkas pendaftaran jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Ia menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan dan diumumkan kepada masyarakat.

Gubernur mengimbau calon peserta didik dan orang tua memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap. Menurutnya, setelah jalur prestasi selesai, proses penerimaan akan dilanjutkan melalui jalur domisili sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing sekolah.

Ia menjelaskan, untuk SMA Negeri 1 Bukittinggi, wilayah domisilinya meliputi Kelurahan Pakan Kurai, Campago Ipuh, Aua Tajungkang Tangah Sawah (ATTS), dan Tarok Dipo, sedangkan pembagian wilayah sekolah lainnya mengikuti ketentuan domisili yang telah ditetapkan.

Mahyeldi menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan melalui sistem yang terkomputerisasi sehingga hasil pemeringkatan berlangsung secara objektif dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak mana pun. Pemprov Sumbar, katanya, berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama.

Sebagai bukti penerapan sistem yang adil, Mahyeldi mengungkapkan bahwa anak kandungnya sendiri tidak diterima di sekolah negeri yang dituju karena tidak memenuhi standar seleksi berdasarkan sistem. Hal serupa juga dialami anak Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar yang akhirnya memilih melanjutkan pendidikan di pondok pesantren.

“Aturan berlaku sama bagi semua. Tidak ada perlakuan khusus. Kami ingin memastikan proses penerimaan berjalan jujur, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Mahyeldi.

Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak memaksakan anak bersekolah di satu sekolah tertentu. Menurutnya, pilihan sekolah hendaknya disesuaikan dengan minat, bakat, dan kompetensi anak, termasuk mempertimbangkan SMK yang memiliki kualitas serta prospek kerja yang baik.

Selain itu, Mahyeldi mendorong peningkatan kualitas sekolah swasta dan pondok pesantren agar semakin menjadi pilihan masyarakat. Menurutnya, apabila kebutuhan sekolah negeri terus meningkat, terutama di daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi seperti Bukittinggi, pemerintah membuka peluang pembangunan unit sekolah baru apabila tersedia dukungan lahan dari masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar dalam memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat yang ditargetkan hadir minimal satu unit di setiap kabupaten dan kota bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Di samping itu, Pemprov Sumbar telah mengembangkan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang dipusatkan di SMA Negeri 8 Padang untuk menjangkau peserta didik di berbagai daerah, sehingga semakin banyak anak memperoleh layanan pendidikan tanpa terkendala akses.

“Yang terpenting bukan hanya diterima di sekolah tertentu, tetapi setiap anak Sumatera Barat memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pemerintah akan terus menghadirkan layanan pendidikan yang semakin luas, adil, dan merata,” tutup Mahyeldi. (adpsb/rmz/bud)

Perwira Bergoyang Gandeng Eks 7 Icons dan Farelio, "Senggol Dong Boss" Guncang Moonverse Festival 2026    
Selasa, Juni 30, 2026

On Selasa, Juni 30, 2026

Perwira Bergoyang Gandeng Eks 7 Icons dan Farelio, "Senggol Dong Boss" Guncang Moonverse Festival 2026
Perwira Bergoyang gandeng eks 7 Icons dan Farelio, Senggol Dong Boss guncang Moonverse Festival 2026. (Dok. Istimewa)

BENTENGSUMBAR.COM
- Industri musik dangdut koplo Indonesia semakin hangat. Grup Perwira Bergoyang by Jwara Creative yang digawangi Jery Benedick, Rori Perwira, Hexa Aprelia, dan Alvin Spin di bawah naungan Nada Djwara resmi meluncurkan single terbaru bertajuk "Senggol Dong Boss", sebuah karya yang menggabungkan semangat pesta, aransemen modern, serta karakter musikal yang mudah melekat di telinga pendengar.

Lagu tersebut melakukan debut perdana di hadapan publik melalui panggung Moonverse Festival 2026 yang berlangsung pada 28 Juni 2026 di Summarecon Mall Serpong.

Kesempatan tampil dalam festival berskala nasional menjadi penanda keseriusan Perwira Bergoyang untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus mempertegas identitas mereka sebagai salah satu grup koplo yang siap bersaing di industri musik Indonesia.

"Kami ingin menghadirkan lagu yang mampu menghibur semua kalangan. Senggol Dong Boss lahir dengan semangat kebersamaan, keceriaan, dan energi positif yang menjadi napas utama Perwira Bergoyang," ujar Jery Benedick.

Keistimewaan "Senggol Dong Boss" terletak pada kolaborasi lintas generasi yang mempertemukan Perwira Bergoyang dengan Angela Tee, mantan personel grup vokal fenomenal 7 Icons yang pernah merajai tangga lagu melalui hit "Playboy". 

Perpaduan karakter vokal Angela dengan aransemen koplo modern menciptakan dimensi musikal yang lebih kaya sekaligus memperluas daya tarik lagu bagi penikmat musik pop maupun dangdut.

Perwira Bergoyang juga melibatkan Farelio, penyanyi muda yang mulai dikenal publik berkat karya "Astaga" dan "Jangan Dipaksa Rindu". Kehadiran Farelio menghadirkan warna vokal yang segar dan memperlihatkan bagaimana regenerasi menjadi salah satu kekuatan utama dalam perkembangan musik Indonesia.

"Kolaborasi bersama Angela Tee dan Farelio menjadi pengalaman yang sangat berharga. Masing-masing membawa karakter yang berbeda, kemudian menyatu menjadi satu energi yang menurut kami sangat kuat ketika dituangkan ke dalam lagu," ungkap Rori Perwira.

Secara musikal, "Senggol Dong Boss" menawarkan perpaduan ritme koplo yang enerjik dengan sentuhan pop kontemporer yang sedang berkembang di industri musik nasional. 

Pendekatan tersebut membuat lagu terasa ringan, komunikatif, sekaligus memiliki potensi besar menjangkau pendengar lintas usia, mulai dari pencinta dangdut tradisional hingga generasi muda yang akrab dengan musik digital.

Momentum peluncuran lagu juga menjadi panggung pembuktian kualitas performa Perwira Bergoyang. Mereka tampil penuh energi di hadapan ribuan penonton Moonverse Festival dan berhasil membangun interaksi yang hangat melalui aksi panggung yang atraktif serta musikalitas yang solid.

Moonverse Festival 2026 turut menghadirkan sejumlah nama besar seperti NDX AKA, Denny Caknan, Jono Joni, serta sederet musisi populer lain yang menjadi magnet utama festival. 

Kehadiran Perwira Bergoyang di tengah jajaran penampil tersebut memperlihatkan besarnya kepercayaan industri terhadap potensi mereka sebagai salah satu kekuatan baru dalam ekosistem musik dangdut koplo Indonesia.

"Kami percaya dangdut koplo terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Melalui Senggol Dong Boss, kami ingin membuktikan bahwa musik koplo mampu tampil modern tanpa kehilangan identitas dan akar budayanya," kata Alvin Spin.

Perwira Bergoyang optimistis "Senggol Dong Boss" mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan musik dangdut koplo sekaligus memperluas basis penggemar di berbagai daerah. 

Semangat kolaborasi, eksplorasi musikal, dan kualitas produksi menjadi fondasi yang mereka yakini akan membawa karya tersebut mendapat tempat di hati masyarakat.

Antusiasme penonton selama penampilan perdana menjadi jawaban atas rasa penasaran publik terhadap chemistry Perwira Bergoyang, Angela Tee, dan Farelio. 

Sambutan hangat yang mengiringi setiap bagian lagu memperlihatkan bahwa "Senggol Dong Boss" memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu lagu koplo yang paling diperbincangkan sepanjang 2026 sekaligus membuka babak baru perjalanan karier Perwira Bergoyang.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)