HEADLINE
Mau Jadi Bisnis? Ini Kunci Produk Inovatif agar Tak Kalah dari Kompetitor    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Mau Jadi Bisnis? Ini Kunci Produk Inovatif agar Tak Kalah dari Kompetitor
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat mengikuti sesi pitching proyek peserta TIH di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan pesan penting kepada peserta Talent and Innovation Hub (TIH). Produk inovasi yang dikembangkan tidak cukup hanya terlihat menarik, tetapi harus memiliki keunggulan yang bisa dibuktikan melalui eksperimen dan pengukuran yang jelas.

Arahan itu disampaikan Yassierli saat mengikuti sesi pitching proyek peserta TIH di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta TIH dari BPKK Bekasi dan BBPKK Bandung Barat yang telah mengembangkan proyek selama dua bulan.

Yassierli menilai dua bulan pertama merupakan fase penting bagi peserta untuk belajar menemukan produk yang memiliki prospek bisnis. Menurutnya, mencari produk yang benar-benar sesuai kebutuhan pasar bukan perkara mudah karena peserta harus mampu membaca persoalan sekaligus memahami kekuatan kelompok.

“Dalam dua bulan ini, adik-adik sudah belajar banyak. Salah satunya bagaimana mencari sebuah produk yang memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai bisnis. Itu tidak mudah,” ujar Yassierli.

Menaker juga meminta peserta melakukan asesmen internal untuk mengetahui kompetensi dan kekuatan masing-masing anggota. Jika sebuah gagasan berasal dari inovator lain, peserta harus mampu menunjukkan kontribusi yang jelas agar memiliki posisi kuat dalam pengembangan produk.

Untuk produk yang lahir dari gagasan sendiri, Yassierli menekankan pentingnya pembuktian keunggulan. Peserta dapat melakukan eksperimen dan membandingkan karakteristik produknya dengan kompetitor menggunakan indikator yang terukur. Dengan begitu, inovasi tidak berhenti sebagai ide, tetapi memiliki dasar yang kuat untuk dikembangkan menjadi bisnis.

Yassierli mengingatkan bahwa inovasi tidak harus selalu rumit. Ide bisnis dapat muncul dari persoalan sehari-hari yang dilihat, dirasakan, dan dipahami, kemudian dikembangkan berdasarkan passion, kompetensi, serta keahlian anggota kelompok. Keunikan produk menjadi salah satu faktor penting untuk menghadapi persaingan pasar.

Dari BPKK Bekasi, peserta mempresentasikan enam proyek, yakni Noisora berupa panel peredam suara berbahan kain majun, Biopelet yang memanfaatkan limbah daun gambir untuk bahan bakar pendamping atau co-firing, Harbite Gummy berupa jamu dalam bentuk permen gummy, Blace–Botanica Solace berupa home gardening kit dengan pupuk berbahan ampas kopi, Cocovalue yang mengolah limbah serabut kelapa, serta Andallo, platform digital untuk pencarian dan pemesanan jasa lokal.

Sementara itu, peserta dari BBPKK Bandung Barat mengembangkan enam proyek, yakni Portofolio Ku, MindPlay, Kave, Palapa, ChocoNusa, dan Wait2Waste. Kehadiran berbagai proyek tersebut menunjukkan bagaimana program TIH mendorong peserta mengolah ide, memanfaatkan potensi sekitar, dan menguji peluang inovasi agar dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Erianto Optimistis Bola Tangan Kota Padang Sabet 7 Emas di Porprov XVI Sumbar    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Erianto Optimistis Bola Tangan Kota Padang Sabet 7 Emas di Porprov XVI Sumbar
Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, membakar optimisme jelang persaingan sengit cabang olahraga bola tangan pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026. (Foto: Dedi Prima). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, membakar optimisme jelang persaingan sengit cabang olahraga bola tangan pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Target besar pun dipasang: tujuh medali emas untuk Kota Padang.

Optimisme itu disampaikan Erianto saat menghadiri pembukaan pertandingan bola tangan Porprov XVI Sumbar 2026 di Lapangan Futsal Rafhely, Kota Padang, Sabtu (3/10/2026). Kompetisi dijadwalkan berlangsung hingga 12 Oktober 2026.

Erianto menilai kesiapan ABTI Kota Padang bersama panitia pelaksana patut diapresiasi. Meriahnya pembukaan menjadi sinyal positif bahwa pertandingan bola tangan Porprov XVI Sumbar siap berlangsung kompetitif, tertib, dan sportif.

Menurut Erianto, target tujuh emas bukan sekadar angka. Target tersebut menjadi tantangan sekaligus suntikan motivasi bagi atlet bola tangan Kota Padang untuk tampil maksimal, menjaga kekompakan, disiplin, dan menunjukkan semangat juang sejak pertandingan pertama.

“Kita mengetahui bola tangan menargetkan tujuh medali emas. Mudah-mudahan target ini bisa tercapai pada Porprov tahun ini dan memberikan kontribusi bagi prestasi olahraga Kota Padang,” harap Erianto.

Pertandingan bola tangan Porprov XVI Sumbar 2026 mempertandingkan nomor indoor dan outdoor. Nomor indoor digelar di Lapangan Futsal Rafhely, sedangkan nomor outdoor berlangsung di kawasan Pasir Jambak, Kota Padang, dengan peserta dari 10 kabupaten dan kota.

Ketua Pelaksana Porprov XVI ABTI Sumbar, Seprinaldi, menyebut peserta terdiri dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Agam, serta Kota Padang, Bukittinggi, Pariaman, Solok, dan Sawahlunto. Ia berharap seluruh pertandingan berlangsung aman, lancar, dan menjunjung sportivitas.

Pembukaan turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nasir, M.Pd., Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus, Ketua Umum Pengprov ABTI Sumbar Muhayatul, S.E., M.Si., Sekretaris Umum ABTI Sumbar Dr. Septri, S.Si., M.Pd., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Ketua Umum ABTI Kota Padang Manufer Putra Firdaus, serta Ketua Pelaksana Porprov XVI ABTI Sumbar Seprinaldi.

Erianto juga menegaskan dukungan KONI Kota Padang terhadap pembinaan bola tangan hingga level nasional. Usai Porprov XVI Sumbar, atlet diharapkan dapat mengikuti kejuaraan nasional untuk menambah pengalaman, jam terbang, dan mengukur kemampuan menghadapi persaingan yang lebih tinggi. (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU

Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Solid, Tata Kelola Dana Desa hingga Sampah Jadi Sorotan    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Solid, Tata Kelola Dana Desa hingga Sampah Jadi Sorotan
Kemah Bhakti Satya Linmas, pengukuhan DPC Aslinmas Kota Bandar Lampung dan DPC Aslinmas se-Provinsi Lampung, serta DPC Abpednas Kota Bandar Lampung pada 24 September 2026. (Foto: Fadly). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), Prof. Reda Manthovani, meminta jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memperkuat soliditas organisasi. Penguatan koordinasi dinilai penting untuk menjaga ketertiban lingkungan, mengawal tata kelola pemerintahan desa, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai sasaran.

Pesan tersebut disampaikan Reda dalam rangkaian Kemah Bhakti Satya Linmas, pengukuhan DPC Aslinmas Kota Bandar Lampung dan DPC Aslinmas se-Provinsi Lampung, serta DPC Abpednas Kota Bandar Lampung pada 24 September 2026. Reda menegaskan, pengurus organisasi tidak boleh sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Reda, kekompakan pengurus di tingkat cabang menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing. Satlinmas dan kelembagaan desa diharapkan mampu memperkuat koordinasi, menjalankan tanggung jawab organisasi, serta berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tak hanya soal ketertiban, pengawasan tata kelola keuangan desa juga menjadi perhatian penting. Reda meminta Abpednas memperkuat peran dalam mengawal pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program pembangunan desa agar berjalan secara bertanggung jawab. Soliditas organisasi diperlukan untuk memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

Reda turut mengungkapkan rencana penguatan program pengelolaan sampah sebagai salah satu agenda jangka pendek. Dukungan kendaraan telah disiapkan untuk menunjang pelaksanaan program tersebut. Namun, keberhasilan pengelolaan sampah juga membutuhkan keterlibatan aktif organisasi dan masyarakat, termasuk membangun kebiasaan memilah sampah dari lingkungan tempat tinggal.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Abpednas, Aditya Yusma, menegaskan pentingnya menjaga semangat patriotisme anggota Linmas. Melalui Aslinmas, yang mengusung semangat Patriot Pelindung Masyarakat, anggota Satlinmas diharapkan terus menjalankan pengabdian dan berperan aktif menjaga ketertiban di wilayah masing-masing.

Aditya juga menyoroti persoalan insentif anggota Linmas yang masih berbeda-beda di sejumlah daerah. Bahkan, menurutnya, terdapat anggota yang belum menerima insentif atas pengabdian mereka. Ia berharap pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan Satlinmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Aslinmas dan Abpednas turut menyoroti dua agenda utama, yakni gerakan pemilahan sampah untuk mendukung program Indonesia Asri serta penguatan pembangunan dari desa. Kedua agenda ini diarahkan untuk memperkuat kepedulian lingkungan, pemerataan ekonomi, dan upaya pengentasan kemiskinan melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Penguatan soliditas Satlinmas, Aslinmas, dan Abpednas diharapkan mampu memperkuat sinergi organisasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Mulai dari pengawasan tata kelola keuangan desa, peningkatan kesejahteraan anggota Linmas, hingga pengelolaan sampah, seluruh upaya tersebut menjadi bagian dari pengabdian untuk mewujudkan lingkungan yang tertib, bersih, dan mendukung pembangunan desa. (*) 

Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli
Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Buka Rakerda Gapopin Sumbar, 100 Kacamata Gratis Siap Dibagikan ke Pelajar    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Fadly Amran Buka Rakerda Gapopin Sumbar, 100 Kacamata Gratis Siap Dibagikan ke Pelajar
Wali Kota Padang, Fadly Amran, membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Sumatera Barat Tahun 2026 di Hotel Mercure, Sabtu (3/10/2026). (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Sumatera Barat Tahun 2026 di Hotel Mercure, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan optik dan kesehatan mata di Sumatera Barat.

Mengusung tema “Penguatan Organisasi untuk Mewujudkan Optik Profesional Melalui Regulasi dan Kolaborasi”, Rakerda Gapopin Sumbar 2026 tidak hanya membahas penguatan organisasi dan regulasi usaha optik. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan bakti sosial berupa pemeriksaan mata serta penyerahan 100 kacamata gratis bagi peserta didik SD dan SMP di Kota Padang.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Gapopin Sumbar dalam mendukung terwujudnya Padang sebagai kota sehat dan kota pintar. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan mata pelajar menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan dan mencetak generasi muda berkualitas.

“Pemberian kacamata gratis dari Gapopin sangat membantu peserta didik mengikuti pembelajaran dengan lebih baik tanpa terkendala masalah penglihatan. Langkah ini juga mendukung Program Unggulan (Progul) Padang Juara dalam mencetak generasi muda berkualitas,” ujar Fadly Amran.

Rakerda turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Profesi Optometris Indonesia (Iropin), Mohammad Husein; Anggota DPP Gapopin Budi Riawan dan Parlin Simanjuntak; serta Ketua Gapopin Sumbar Indra Yunaidi bersama jajaran pengurus. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Sri Kurniayati, Ketua Yayasan ARO YLPTK Amril Amir, dan perwakilan sponsor kegiatan.

Selain bakti sosial, kegiatan juga dimeriahkan pameran lensa, frame, dan instrumen optik. Pameran tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha dan insan optik untuk memperkenalkan perkembangan produk serta teknologi pendukung pelayanan kesehatan penglihatan kepada peserta Rakerda.

Ketua Gapopin Sumbar, Indra Yunaidi, mengungkapkan perkembangan organisasi yang cukup signifikan. Jumlah anggota yang sebelumnya 49 optik pada awal kepengurusan meningkat menjadi 94 optik pada 2023, menembus 100 optik pada 2024, dan kini mencapai 118 optik di Sumatera Barat.

Dalam tiga tahun terakhir, Gapopin Sumbar juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari pemeriksaan mata dan pembagian 1.000 kacamata di Kepulauan Mentawai pada 2023, penyaluran 1.000 paket kebutuhan sekolah bagi korban longsor di Agam dan Tanah Datar, hingga pemeriksaan mata terhadap 9.340 siswa pada 2024.

Indra berharap Rakerda Gapopin Sumbar 2026 semakin memperkuat organisasi dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan optik. Ia juga mengajak seluruh insan optik untuk mematuhi regulasi, melengkapi legalitas usaha, serta meningkatkan standar pelayanan profesional demi menjaga kesehatan penglihatan masyarakat Sumatera Barat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Mastilizal Aye Soroti Porprov Sumbar 2026: 8 Tahun Vakum, Kini Kembali dan Jadi Ajang Pembuktian Atlet    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Mastilizal Aye Soroti Porprov Sumbar 2026: 8 Tahun Vakum, Kini Kembali dan Jadi Ajang Pembuktian Atlet
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, menyebut kembalinya Porprov Sumbar 2026 sebagai momentum penting untuk menghidupkan kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan atlet muda. (Foto: Dedi Prima). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Setelah delapan tahun vakum sejak 2018, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat akhirnya kembali digelar. Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, menyebut kembalinya Porprov Sumbar 2026 sebagai momentum penting untuk menghidupkan kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan atlet muda.

Mastilizal Aye menyampaikan hal itu saat menyaksikan laga sepakbola Kota Padang menghadapi Kota Pariaman di Lapangan Parit, Pauah Kamba, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (2/10/2026). Ia menilai keberlanjutan Porprov harus menjadi perhatian bersama agar kompetisi olahraga daerah tidak kembali terhenti.

Aye berharap Porprov Sumbar dapat digelar rutin setiap dua tahun. Menurutnya, kesinambungan kompetisi jauh lebih penting karena Porprov menjadi ruang bagi atlet daerah untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan olahraga.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Sumatera Barat, KONI kabupaten/kota, pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Porprov XVI Sumbar 2026.

Bagi Aye, keberhasilan Porprov tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali atau bonus yang diraih kontingen. Ajang tersebut harus menjadi wadah pembinaan atlet secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang munculnya bibit-bibit olahraga baru dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Antusiasme masyarakat di sejumlah venue pertandingan juga mendapat perhatian Aye. Ia mengajak masyarakat Sumbar memberikan dukungan positif kepada para atlet serta meminta seluruh peserta, pelatih, ofisial dan insan olahraga menjaga sportivitas Porprov Sumbar 2026 hingga seluruh pertandingan selesai.

Padang Bidik Juara Umum

Kota Padang datang dengan target mempertahankan juara umum Porprov Sumbar. Persiapan kontingen disebut telah dilakukan, namun Aye menegaskan target prestasi harus tetap berjalan seiring dengan semangat persaingan sehat dan penghormatan terhadap seluruh kontingen kabupaten/kota.

Dukungan terhadap Porprov juga terlihat dari sisi anggaran. Untuk penyelenggaraan cabang olahraga di Kota Padang, dukungan anggaran disebut mencapai Rp38 miliar melalui Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pemko Padang juga menyiapkan bonus Rp40 juta untuk emas, Rp20 juta untuk perak, dan Rp10 juta untuk perunggu.

Porprov XVI Sumatera Barat 2026 dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026 dan diikuti kontingen kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Dengan kembali bergulir setelah delapan tahun, Porprov diharapkan menjadi titik kebangkitan olahraga Sumbar, memperkuat pembinaan atlet muda, sekaligus menghadirkan kompetisi yang rutin, sehat, dan berkelanjutan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibahas, DPR dan Pemerintah Soroti Nasib Pekerja serta Kepastian Dunia Usaha    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibahas, DPR dan Pemerintah Soroti Nasib Pekerja serta Kepastian Dunia Usaha
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut perubahan dunia kerja menjadi alasan penting perlunya pembaruan regulasi. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan kembali menjadi sorotan. DPR RI dan pemerintah mendorong lahirnya regulasi baru yang mampu menjawab perubahan dunia kerja sekaligus memberikan perlindungan bagi pekerja dan kepastian hukum bagi dunia usaha.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan, pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan harus mengakomodasi aspirasi berbagai pihak. Ruang dialog dengan pekerja, pemberi kerja, serikat pekerja, hingga pemangku kepentingan lainnya terus dibuka.

Pernyataan itu disampaikan Cucun dalam Dialog Sosial bertema “Mengawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Adil bagi Semua” di Bekasi, Kamis (1/10/2026). Forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kepentingan dalam pembahasan regulasi ketenagakerjaan.

Cucun mengatakan, perlindungan pekerja harus berjalan beriringan dengan kepastian hukum bagi dunia usaha. Menurutnya, regulasi ketenagakerjaan perlu memiliki rumusan yang jelas agar penerapannya tidak menimbulkan perbedaan ketentuan antardaerah.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut perubahan dunia kerja menjadi alasan penting perlunya pembaruan regulasi. Ia menyoroti perkembangan kebutuhan tenaga kerja yang kini semakin menuntut kompetensi, pelatihan, proses rekrutmen, perlindungan pekerja, hingga pengawasan ketenagakerjaan.

Yassierli menilai, UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sudah berusia 23 tahun sehingga diperlukan penyesuaian terhadap perkembangan dunia kerja. Penyiapan angkatan kerja dan peningkatan kompetensi dinilai semakin penting dalam menghadapi kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.

Pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan juga diarahkan untuk menemukan titik temu antara kepentingan pekerja dan pemberi kerja. Pemerintah dan DPR RI terus mengolah berbagai aspirasi tersebut menjadi rumusan norma yang diharapkan dapat diterapkan secara lebih komprehensif.

Dialog sosial ini diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Turut hadir Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat, bersama unsur pekerja dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan lainnya.

Pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan kini menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem ketenagakerjaan Indonesia. Harapannya, regulasi baru dapat menghadirkan perlindungan pekerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja, hubungan industrial yang konstruktif, serta kepastian hukum bagi dunia usaha. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Erianto Apresiasi Atlet Panahan Kota Padang, Borong Medali di Porprov XVI Sumbar 2026    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Erianto Apresiasi Atlet Panahan Kota Padang, Borong Medali di Porprov XVI Sumbar 2026
Ketua Umum KONI Kota Padang Erianto memberikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Padang. (Foto: Dedi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum KONI Kota Padang Erianto memberikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Padang yang tampil gemilang pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

Apresiasi Erianto diberikan atas perjuangan atlet panahan Kota Padang yang berhasil menyumbangkan medali emas, perak, dan perunggu. Prestasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjuangan Kontingen Kota Padang pada ajang olahraga tingkat provinsi Sumatera Barat.

“Selamat dan apresiasi kepada seluruh atlet panahan Kota Padang yang telah berjuang maksimal. Medali yang diraih merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, latihan dan dukungan seluruh tim,” ujar Erianto.

Salah satu bintang panahan Kota Padang adalah Zhafira Alya Putri. Ia berhasil merebut dua medali emas pada nomor Standar Nasional putri, masing-masing dari nomor kualifikasi dan eliminasi.

Prestasi berikutnya datang dari Khansaa Alexandra Falka Trijata yang menyumbangkan satu medali perak pada nomor kualifikasi dan satu medali perunggu pada nomor eliminasi Standar Nasional putri.

Sementara itu, Gheitsha Layla Azzahra turut memperkuat perolehan medali Kontingen Kota Padang setelah meraih medali perak nomor kualifikasi Standar Nasional putri. Dari sektor putra, Muhammad Wildan Hari menambah dua medali perunggu dari nomor kualifikasi dan eliminasi Standar Nasional putra.

Tak kalah menarik, tim putri Standar Nasional Kota Padang juga sukses merebut medali emas nomor beregu. Pertandingan panahan Porprov XVI Sumbar 2026 berlangsung di Lapangan Panahan PT Semen Padang, Indarung, Kota Padang.

Erianto menegaskan KONI Kota Padang akan terus mendukung pembinaan atlet bersama pengurus cabang olahraga dan pelatih. Ia berharap capaian pada Porprov XVI Sumbar menjadi pemacu semangat untuk meningkatkan prestasi olahraga Kota Padang secara berkelanjutan.

Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan kontribusi cabor panahan Kota Padang dalam mendongkrak perolehan medali Kontingen Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026. Dukungan KONI Kota Padang, Perpani Kota Padang, pelatih, ofisial, dan seluruh tim menjadi bagian penting dalam perjalanan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi. (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU