Kerugian Capai Rp1,9 Triliun, Bupati Solok Pimpin Evaluasi Penetapan Status Bencana Hidrometeorologi
On Senin, Juni 22, 2026
| Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., memimpin Rapat Evaluasi Penetapan Status Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Aula Gedung C Sekretariat Daerah, Senin (22/6). (Foto: Diskominfo). |
Forum strategis ini menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana yang berdampak luas di wilayah setempat.
Turut hadir Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Ketua TP-PKK Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.H., unsur Forkopimda, Penjabat Sekda Jefrizal, S.Pt., M.T., Kepala BPS, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta seluruh camat se-Kabupaten Solok.
Dalam arahannya, Bupati menyatakan bahwa rapat ini menjadi titik tolak penting untuk menentukan kebijakan terbaik menyusul dampak bencana hidrometeorologi yang menimbulkan kerugian mencapai hampir Rp1,9 triliun.
Oleh karena itu, dibutuhkan langkah terpadu agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Seluruh data dan dokumen yang telah disusun, termasuk rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, akan menjadi dasar utama kami. Kami harap ada masukan dari seluruh elemen agar keputusan yang diambil benar-benar memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan kerja sama erat dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Targetnya, seluruh usulan dan program pemulihan dapat direalisasikan secara bertahap hingga tahun 2028, sehingga kesejahteraan warga yang terdampak dapat segera pulih.
“Kami ingin melalui forum ini lahir langkah strategis yang nyata, agar penanganan kebencanaan tidak berhenti pada bantuan darurat saja, tetapi berlanjut hingga pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara utuh,” tambahnya.
Rapat ini juga menjadi kesempatan untuk memastikan seluruh dokumen pendukung dan rencana tindak lanjut disusun secara lengkap dan akurat, sebagai syarat untuk mendapatkan dukungan sumber daya guna membangun kembali Kabupaten Solok menjadi lebih tangguh ke depannya.(80)
