HEADLINE
Ketua DPRD Padang Muharlion Bersama Wakota Antar Langsung Undangan HJK ke-357 ke Forkopimda Sumbar    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Ketua DPRD Padang Muharlion Bersama Wakota Antar Langsung Undangan HJK ke-357 ke Forkopimda Sumbar
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, bersama Wali Kota Padang secara langsung mengantarkan undangan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Barat, Jumat (31/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, bersama Wali Kota Padang secara langsung mengantarkan undangan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Barat, Jumat (31/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya mempererat sinergi antara Pemerintah Kota Padang, DPRD Kota Padang, dan unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

Rombongan menyambangi sejumlah pimpinan Forkopimda untuk menyampaikan undangan secara langsung, sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memeriahkan momentum bersejarah bagi Kota Padang tersebut.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengatakan bahwa Hari Jadi Kota Padang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen daerah dalam membangun kota yang semakin maju dan berdaya saing.

"Momentum Hari Jadi Kota Padang adalah milik seluruh masyarakat. Karena itu, kami sengaja mengantarkan undangan ini secara langsung sebagai bentuk penghormatan kepada Forkopimda yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan mendukung pembangunan Kota Padang," ungkapnya.

Dirinya menambahkan sinergi yang telah terbangun dengan baik ini harus terus dipelihara demi mewujudkan Kota Padang yang semakin maju, aman, nyaman, dan sejahtera.

Ia juga mengungkapkan bahwa puncak peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 akan dilaksanakan melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang yang menjadi agenda utama perayaan tahun ini.

Menurutnya, DPRD Kota Padang sebagai tuan rumah telah mempersiapkan penyelenggaraan rapat paripurna tersebut secara maksimal agar seluruh tamu undangan dapat merasakan suasana yang hangat, tertib, dan penuh kekeluargaan.

"Sebagai tuan rumah, kami tentu ingin memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu yang hadir. Kami berharap peringatan HJK ke-357 tidak hanya berlangsung sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat kolaborasi untuk kemajuan Kota Padang," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Padang menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh unsur Forkopimda, DPRD, serta masyarakat.

"Hari Jadi Kota Padang merupakan momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun daerah. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan Forkopimda untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi demi mewujudkan Padang sebagai kota yang maju, tangguh, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya," ujar Wali Kota.

Ia berharap rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 dapat menjadi ajang mempererat persatuan, meningkatkan rasa memiliki terhadap daerah, sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.

Peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun ini dijadwalkan diisi dengan berbagai kegiatan, dengan puncak acara berupa Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang yang akan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, serta berbagai tamu undangan dari dalam maupun luar daerah. (*) 

PJKIP Dukung Pemko Padang untuk Bergabung dalam UNESCO UCCN Kategori City of Gastronomy    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

PJKIP Dukung Pemko Padang untuk Bergabung dalam UNESCO UCCN Kategori City of Gastronomy
Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang, Yuliadi Chandra, mengatakan media memiliki peran penting dalam mendukung langkah Pemerintah Kota Padang. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Padang terus mematangkan berbagai persyaratan untuk bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy. 

Upaya ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengakuan internasional terhadap kekayaan kuliner Minangkabau sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya daerah. 

Saat ini, Pemerintah Kota Padang bersama unsur akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media (ABCGM) tengah menyempurnakan dokumen nominasi (dossier) sebagai syarat utama pengajuan ke UNESCO.

Penyusunan dokumen tersebut dilakukan secara kolaboratif agar mampu menampilkan keunikan gastronomi Kota Padang secara komprehensif.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang, Yuliadi Chandra, mengatakan media memiliki peran penting dalam mendukung langkah Pemerintah Kota Padang menuju pengakuan dunia tersebut.

“Pengajuan Kota Padang sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network kategori City of Gastronomy bukan hanya tentang kuliner yang lezat, tetapi juga bagaimana identitas budaya, sejarah, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat Minangkabau dapat dikenal dan dihargai di tingkat internasional. Media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan membangun optimisme masyarakat terhadap proses ini,” ujar Yuliadi Chandra melalui keterangan tertulis, di Padang, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Masyarakat perlu mengetahui setiap tahapan yang dilakukan pemerintah sehingga dapat ikut berpartisipasi dan memberikan dukungan nyata.

“Keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan publik. Ketika masyarakat memahami proses yang sedang berlangsung, mereka akan merasa memiliki dan ikut menjaga warisan kuliner serta budaya yang menjadi kekuatan utama Kota Padang,” ujar Chandra yang merupakan salah seorang putra terbaik asal Kabupaten Pesisir Selatan ini. 

Yuliadi Chandra juga menilai status City of Gastronomy akan memberikan dampak luas bagi perkembangan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM kuliner, industri kreatif, hingga sektor pariwisata.

“Jika Kota Padang berhasil masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO, maka peluang promosi kuliner Minangkabau akan semakin terbuka di tingkat global. Dampaknya bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Chandra yang hobby diskusi ini. 

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga media dapat terus bersinergi agar proses pengajuan berjalan lancar.

“Kita harus menjadikan momentum ini sebagai gerakan bersama. Kota Padang memiliki kekayaan kuliner yang telah mendunia. Kini saatnya kita membuktikan bahwa kekayaan tersebut juga memenuhi standar kota gastronomi dunia melalui adaptasi, inovasi, dan komitmen seluruh pihak,” tutup Yuliadi Chandra yang juga Health & Fitness Coach (*)

Satresnarkoba Polres Solok Tangkap Empat Orang, Mahasiswa Hingga Petani Terlibat Sabu    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Satresnarkoba Polres Solok Tangkap Empat Orang, Mahasiswa Hingga Petani Terlibat Sabu
Dalam penggeledahan yang disaksikan saksi masyarakat, petugas menemukan barang bukti lengkap yang tersebar di sejumlah titik. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok kembali membuktikan keberaniannya memberantas peredaran barang haram.

Berdasarkan informasi masyarakat, tim bergerak cepat dan berhasil mengamankan empat orang laki-laki dewasa yang diduga terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkotika golongan I jenis sabu. Penangkapan dilakukan dini hari, Senin (3/8/2026) sekira pukul 00.15 WIB di sebuah rumah di Jorong Simpang, Nagari Selayo Tanang Bukik Soleh, Kecamatan Lembang Jaya.

Keempat orang yang diamankan memiliki latar belakang beragam, mulai dari pelajar/mahasiswa, wiraswasta, hingga petani pekebun. 

Mereka adalah A M dipanggil Rifal (22), YJ dipanggil Jeri (33), EG dipanggil Eka (28), dan A P dipanggil Ade (28).

Dalam penggeledahan yang disaksikan saksi masyarakat, petugas menemukan barang bukti lengkap yang tersebar di sejumlah titik. 

Di atas tempat tidur kamar Rifal ditemukan empat paket sabu, dua timbangan digital, serta uang tunai sebesar Rp900.000. Satu paket lagi disimpan di dalam kotak besi merek Pagoda yang ada di saku celana Rifal.

Tak hanya itu, petugas juga menyita dua alat hisap sabu (bong), dua kaca pirek, dua bungkus plastik klip, pipet sedotan, serta satu unit ponsel merek Infinix warna perak yang disimpan di saku celana Ade Putra.

Saat diperiksa, keempat tersangka mengakui seluruh barang bukti itu milik mereka dan mengaku tidak memiliki izin sah dari pihak berwenang untuk menyimpan maupun menguasai narkotika tersebut.

Kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolres Solok AKBP Rini Angraini, S.S., S.I.K., melalui Kasatresnarkoba AKP Repaldi.

Keempat orang tersebut kini disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto aturan penyesuaian pidana, serta Pasal 609 ayat (1) huruf a KUHP terbaru.

Kapolres menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menyisir dan memberantas narkotika hingga ke pelosok desa. 

"Kami mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan setiap informasi yang diketahui. Keamanan dan kenyamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Saat ini keempat orang tersebut beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Markas Polres Solok untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.(80)

Wako Fadly Amran Tutup YCR Seri II Tahun 2026 yang berlangsung di NP Lanud Sutan Sjahrir Padang    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Wako Fadly Amran Tutup YCR Seri II Tahun 2026 yang berlangsung di NP Lanud Sutan Sjahrir Padang
Wali Kota Padang, Fadly Amran, resmi menutup Yamaha Cup Race (YCR) Seri II Tahun 2026 yang berlangsung di Sirkuit Non Permanen (NP) Lanud Sutan Sjahrir Padang, Minggu (2/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, resmi menutup Yamaha Cup Race (YCR) Seri II Tahun 2026 yang berlangsung di Sirkuit Non Permanen (NP) Lanud Sutan Sjahrir Padang, Minggu (2/8/2026).

Ajang balap legendaris yang berlangsung selama 1-2 Agustus 2026 itu diikuti sebanyak 542 starter dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Yamaha Cup Race seri kedua tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Padang akan selalu mendukung berbagai kegiatan positif yang memberi ruang penyaluran bakat bagi generasi muda.

"Pemko Padang sangat mengapresiasi ajang olahraga bermotor ini yang sejalan dengan Program Padang Balomba, aktivasi dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara. Selain menjadi ruang kompetisi dan prestasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat mencegah balapan liar dan berbagai bentuk kenakalan remaja," katanya. 

Fadly Amran berharap Yamaha Cup Race mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga otomotif, sekaligus melahirkan pembalap berprestasi yang mengharumkan nama Kota Padang di tingkat nasional maupun internasional.

"Saya sangat mendukung ajang seperti ini sebagai wadah melahirkan pembalap muda berbakat sekaligus memperkenalkan Kota Padang sebagai tuan rumah event olahraga bergengsi," cakapnya. 

Sementara itu, General Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Johanes B.M. Siahaan, mengatakan Yamaha Cup Race Seri II 2026 mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan komunitas balap. Ia menyebut ajang tersebut menjadi momentum kembalinya Yamaha Cup Race di Kota Padang setelah vakum lebih dari satu dekade.

"Yamaha Cup Race Seri II 2026 diikuti sebanyak 231 starter. Sementara itu, kategori Yamaha L300 Matic, Aerox, dan Endurance 1 Jam yang menampilkan ketangguhan Aerox Ultima diikuti lebih dari 311 starter, sehingga total peserta mencapai 542 starter," jelasnya. 

Johanes juga mengapresiasi support dari Wali Kota Padang dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Yamaha Cup Race Seri II 2026, mulai dari dealer Yamaha Tjahaja Baru, para sponsor, IMI, TNI AU, Polri, serta komunitas motor, dan masyarakat Kota Padang yang turut menyukseskan ajang tersebut.

"Semoga event ini menjadi agenda tetap dalam kalender olahraga Kota Padang, serta semakin mengukuhkan posisi Padang sebagai tuan rumah ajang balap bergengsi tingkat nasional," urainya. 

Penutupan Yamaha Cup Race Seri II 2026 ditandai dengan penyerahan trofi kepada para juara kelas Grand Final Expert. Turut hadir pada kesempatan itu Deputy Director Yamaha Jepang, Mr. Sameshima San, Kadisops Lanud Sutan Sjahrir, Letkol Lek Rianto Lismara, serta Manager Motorsport Yamaha, Wahyu Rusmayadi, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Eka Putra Buhari. 

Selain itu juga hadir Wakil Direktur CV Tjahaja Baru, Edo F. Gani, serta perwakilan Yamaha Racing, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Barat (Sumbar) dan IMI Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Wagub Vasko Minta Masyarakat Bersabar Selama Peningkatan Jalan Padang–Solok    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Wagub Vasko Minta Masyarakat Bersabar Selama Peningkatan Jalan Padang–Solok
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy mengajak seluruh pengguna jalan untuk tertib demi kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan tersebut. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kemacetan yang terjadi di ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto selama proses peningkatan kemantapan jalan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy.

Ia minta masyarakat bersabar atas ketidaknyamanan yang dirasakan selama proses pengerjaan berlangsung. Wagub Vasko juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk tertib demi kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan tersebut.

Menurut Vasko, kemacetan merupakan konsekuensi yang sulit dihindari dalam setiap proses pembangunan infrastruktur. Namun, kondisi tersebut bersifat sementara dan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur yang akan dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

“Kalau kita ingin jalan yang lebih baik, tentu ada proses yang harus dilalui. Salah satu risikonya memang kemacetan. Mau tidak mau kita harus menghadapi itu, karena kalau tidak ngak bangun-bangun kita dan tentu kondisi jalan akan terus rusak,” ujar Vasko

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengerjaan jalan di Nagari Talang, Kabupaten Solok, Minggu sore (2/8/2026).

Ia menegaskan, pembangunan jalan tersebut bukan hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang guna meningkatkan keselamatan berkendara, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi logistik yang menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.

“Pembangunan ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersabar, tertib, dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ucapnya.

Selama pekerjaan berlangsung, untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup secara bergantian setiap 15 menit. Karena itu, Wagub mengimbau masyarakat agar mematuhi pengaturan lalu lintas serta arahan petugas demi keselamatan bersama.

Vasko menegaskan, Pemprov Sumbar akan terus berkoordinasi dengan BPJN agar pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan. Ia berharap masyarakat dapat terus mendukung proses pembangunan tersebut sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh seluruh pengguna jalan.

“Insyaallah, kalau pekerjaan ini selesai, masyarakat akan menikmati jalan yang lebih kuat, lebih aman, dan lebih nyaman untuk dilalui. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar pekerjaan ini berjalan lancar dan selesai sesuai target,” tutup Vasko.

Diketahui, ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto merupakan salah satu jalur strategis di Sumbar dengan volume kendaraan dan tonase angkutan barang yang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan perkerasan aspal lebih cepat mengalami kerusakan sehingga BPJN Sumbar perlu meningkatkan konstruksinya dari aspal menjadi perkerasan kaku (rigid beton).

Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II BPJN Sumbar, Masudi menjelaskan peningkatan konstruksi dilakukan berdasarkan kajian teknis dengan mempertimbangkan volume lalu lintas, beban kendaraan, serta kondisi struktur tanah pada ruas jalan tersebut. Penggunaan rigid beton diharapkan mampu meningkatkan daya tahan jalan sehingga umur pemakaiannya pun menjadi lebih panjang.

Pada tahun 2026, pekerjaan rigid beton di Kabupaten Solok dipusatkan di Nagari Talang, mulai dari kawasan SMP Negeri 1 Talang hingga Rumah Makan Sawah Ujuang dengan panjang penanganan sekitar satu kilometer.

Selain pekerjaan rigid pavement, BPJN Sumbar melalui PPK 2.1 PJN Wilayah II juga melaksanakan rehabilitasi minor sepanjang 3.197 meter yang tersebar di tujuh titik pada ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto. Pekerjaan tersebut meliputi pelapisan ulang Laston Lapis Aus (AC-WC), pembangunan bahu jalan beton, perbaikan lapis pondasi agregat Kelas A, serta perbaikan campuran aspal panas pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas selama pekerjaan berlangsung. Bagi pengguna jalan yang ingin menghindari kepadatan dari arah Padang menuju Kota Solok dan sebaliknya, tersedia dua jalur alternatif, yakni melalui ruas Jawi-Jawi–Guguak dan ruas Sari Manggis. (adpsb/bud)

Wawako Maigus Nasir Tutup ISFC 2026 di Rafhely Futsal Sungai Sapih Kuranji    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Wawako Maigus Nasir Tutup ISFC 2026 di Rafhely Futsal Sungai Sapih Kuranji
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyaksikan sekaligus menutup secara resmi ISFC 2026 di Rafhely Futsal, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Minggu (2/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyaksikan sekaligus menutup secara resmi ISFC 2026 di Rafhely Futsal, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Minggu (2/8/2026). Kejuaraan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh 48 tim futsal tingkat SMA/SMK sederajat se-Sumatera Barat.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Chief Executive Officer (CEO) Infosumbar Vembi Fernando, Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga, jajaran Bank Nagari, para kepala sekolah, para pelatih, para ofisial dan para atlet. 

Pada partai final, SMAN 1 Padang berhasil mengalahkan SMAN 4 Pariaman dan keluar sebagai juara pertama. Sementara itu, SMAN 4 Pariaman harus puas sebagai juara kedua, sedangkan posisi ketiga diraih oleh SMAN 6 Padang.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir mengapresiasi Infosumbar yang telah konsisten menyelenggarakan kejuaraan tersebut sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui olahraga.

"Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, kegiatan olahraga seperti ini menjadi wadah untuk membina disiplin, kerjasama, kekompakan, sekaligus menjauhkan para pelajar dari berbagai pengaruh negatif," katanya. 

Maigus juga menegaskan bahwa olahraga merupakan media pemersatu yang mampu mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, dunia olahraga saat ini juga membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.

"Selamat kepada seluruh pemenang. Tetap semangat bagi yang belum berhasil. Semoga kita semua dapat kembali bertemu pada IFSC 2027 dalam keadaan sehat dan dengan semangat yang lebih besar," ujarnya. 

CEO Infosumbar Vembi Fernando menyampaikan bahwa ISFC 2026 merupakan penyelenggaraan seri keempat dengan jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahun. Tahun ini, kejuaraan ini hampir diikuti oleh tim dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

"Melalui IFSC, kami berkomitmen menjaga regenerasi atlet futsal di Sumatera Barat. Kejuaraan ini diikuti dari berbagai daerah diantaranya, Dharmasraya, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Sijunjung, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kota Padang," cakapnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Gubernur Mahyeldi Ajak ASN Jadikan Wakaf sebagai Gerakan Membangun Sumbar    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Gubernur Mahyeldi Ajak ASN Jadikan Wakaf sebagai Gerakan Membangun Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarak ASN Pemprov Sumbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (2/8/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar menjadikan wakaf sebagai gerakan bersama untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengentasan kemiskinan.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarak ASN Pemprov Sumbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (2/8/2026). Kegiatan bertema “Menanam Amal Jariyah Melalui Wakaf, Menuai Pahala Tanpa Batas” itu diikuti para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN di lingkungan Pemprov Sumbar serta anggota Paskibraka Provinsi Sumbar tahun 2026.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang secara konsisten mengikuti kegiatan Subuh Mubarak setiap bulannya. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana membangun integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Subuh Mubarak bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter ASN agar memiliki integritas yang kuat serta semangat melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga mengapresiasi pilihan materi tausiah yang disampaikan Ustaz H. Yendri Junaidi, Lc., M.A. Menurutnya, materi mengenai wakaf sebagai amal jariyah memberikan perspektif bahwa wakaf tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar apabila dikelola secara profesional.

Karena itu, Mahyeldi mengajak ASN mulai membangun budaya berwakaf, termasuk melalui wakaf uang dengan nominal yang terjangkau namun dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

“Kalau dilakukan bersama-sama dan dikelola secara profesional, potensi wakaf dari ASN akan sangat besar. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pendidikan, pengembangan SDM, hingga membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan wakaf di Sumbar, Mahyeldi juga mendorong pembentukan Minang Global Wakaf sebagai lembaga yang mampu menghimpun dan mengelola wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel. Selain itu, ia meminta agar lima ASN Pemprov Sumbar yang telah lulus sertifikasi sebagai Nazhir Wakaf segera diberdayakan untuk memperkuat pengelolaan wakaf di daerah.

"Dari total 25.000 Pegawai di lingkup Pemprov Sumbar, jika masing-masingnya menyisihkan 1.000 rupiah saja pendapatannya untuk wakaf setiap hari, maka akan terkumpul wakaf ASN per hari sebesar 25 juta rupiah. Itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal positif yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan," ungkap Gubernur Mahyeldi. 

Menurutnya, pengembangan wakaf harus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga pengelola wakaf, dunia usaha, hingga perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah dan negara.

“Melalui sinergi yang kuat, saya optimistis wakaf dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan Sumatera Barat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan,” tutup Mahyeldi. (Adpsb/rmz/bud)