HEADLINE
Lewat UHC, Warga Payakumbuh Tenang Jalani Pengobatan Cuci Darah    
Senin, Januari 26, 2026

On Senin, Januari 26, 2026

Lewat UHC, Warga Payakumbuh Tenang Jalani Pengobatan Cuci Darah
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang didukung oleh capaian Universal Health Coverage (UHC) terbukti memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang didukung oleh capaian Universal Health Coverage (UHC) terbukti memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. 

Hal ini dirasakan langsung oleh Chairunnas (56), peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang didaftarkan serta dijamin oleh 
Pemerintah Kota Payakumbuh. Ia telah menjalani pengobatan rutin cuci darah selama tiga tahun terakhir tanpa harus terbebani biaya besar.

Sejak terdaftar sebagai peserta JKN, Chairunnas mengaku sangat terbantu dalam menjalani pengobatan penyakit gagal ginjal yang mengharuskannya melakukan cuci darah secara rutin.
Setiap minggu, ia harus menjalani cuci darah sebanyak dua kali dengan durasi sekitar 4,5 jam – 5 jam di setiap sesinya.

“Kalau tidak ditanggung JKN, biaya cuci darah itu sangat besar. Sekali cuci darah bisa menghabiskan biaya sekitar Rp. 800.000 sampai Rp. 1.000.000-an. Bayangkan kalau harus dua kali seminggu, tentu sangat memberatkan,” ungkap Chairunnas, Senin (26/01).

Chairunnas bersyukur karena lewat program UHC, Pemerintah Kota Payakumbuh menjaminnya sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI). Dengan kepesertaan tersebut, seluruh biaya pengobatan dan perawatan yang ia jalani dijamin oleh BPJS Kesehatan.

“Dengan adanya UHC dan program JKN ini, saya dan keluarga bisa berobat dengan tenang dan nyaman. Tidak perlu lagi memikirkan biaya besar untuk pengobatan. Kami benar-benar 
merasakan manfaatnya,” ucap Chairunnas.

Ia menilai, pencapaian UHC sangat penting bagi suatu daerah. Menurutnya, UHC memastikan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk masyarakat kurang mampu, dapat memperoleh layanan kesehatan yang adil, layak, dan berkualitas.

“UHC itu sangat penting. Semua masyarakat berhak mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Kalau sudah UHC, masyarakat kecil seperti kami bisa tertolong dan tidak merasa 
khawatir ketika sakit,” tambah Chairunnas.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, Chairunnas juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang ia terima selama menjalani perawatan di rumah sakit. Menurutnya, petugas kesehatan dan dokter melayani dengan ramah dan profesional, sehingga ia merasa nyaman selama menjalani pengobatan.

“Pelayanannya sangat bagus. Dokter dan perawat ramah, kami diperlakukan seperti keluarga sendiri. Tidak ada perbedaan antara pasien BPJS Kesehatan dengan pasien umum, semua dilayani sama rata. Obat-obatan dan biaya perawatan juga dijamin sepenuhnya,” tutur Chairunnas.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Payakumbuh yang telah berupaya mewujudkan program UHC. Berkat komitmen tersebut, masyarakat dapat 
mengakses fasilitas kesehatan dan memperoleh pengobatan secara gratis melalui program JKN.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Payakumbuh. Semoga program UHC ini bisa terus dijaga dan diperluas cakupannya agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan 
terlindungi oleh program JKN. Untuk BPJS Kesehatan, semoga kualitas layannya dapat terus ditingkatkan,” harap Chairunnas.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Defiyanna Sayodase, menjelaskan bahwa UHC merupakan fondasi penting dalam perlindungan sosial dan pelayanan dasar bagi masyarakat di daerah. UHC memastikan seluruh penduduk terlindungi oleh jaminan kesehatan dan dapat mengakses layanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya.

“Dalam pelaksanaan UHC terdapat tiga hal penting, yaitu cakupan penduduk yang mendapatkan jaminan kesehatan, cakupan layanan yang dijamin, serta besaran biaya yang ditanggung agar masyarakat tidak jatuh miskin akibat biaya kesehatan,” jelas Defiyanna.

Defiyanna memaparkan bahwa berdasarkan data per 01 Januari 2026, cakupan kepesertaan JKN di Kota Payakumbuh telah mencapai 99,01 persen atau sejumlah 148.348 jiwa telah terdaftar dalam program JKN dengan tingkat keaktifan pesertanya sebesar 86,75 persen per 31 Desember 2025.

“Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk Pemerintah Kota Payakumbuh karena per 01Januari 2026, sejumlah 99,01 persen warganya telah terdaftar dan terlindungi oleh program JKN. Diantaranya sebesar 50.662 jiwa merupakan peserta segmen PBPU Pemda yang dijamin oleh Pemerintah Kota Payakumbuh,” ujar Defiyanna.

Lebih lanjut, Defiyanna menegaskan bahwa UHC merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam melindungi seluruh masyarakatnya. Pencapaian UHC menjadi hal penting bagi daerah karena menjamin hak kesehatan masyarakat, melindungi dari risiko kemiskinan akibat sakit, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan sistem pembiayaan 
kesehatan yang adil dan berkelanjutan.

“UHC di daerah bukan sekadar target kesehatan, tetapi merupakan investasi strategis bagi pembangunan daerah. Dengan masyarakat yang sehat dan terlindungi, pembangunan dapat berjalan lebih optimal,” tegas Defiyanna.

Untuk itu, Defiyanna mengatakan jika BPJS Kesehatan terus mendorong komitmen dan kebijakan pemerintah daerah dalam mencapai dan mempertahankan UHC melalui kolaborasi penyediaan data kepesertaan, peningkatan akses layanan, serta peningkatan mutu 
pelayanan kesehatan.(HM)

Walikota Pariaman Lantik Pejabat Eselon II    
Senin, Januari 26, 2026

On Senin, Januari 26, 2026

Walikota Pariaman Lantik Pejabat Eselon II
Wali Kota Pariaman Yota Balad melantik dan mengambil sumpah jabatan dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman di ruang rapat Walikota Pariaman, Senin (26/1/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman Yota Balad melantik dan mengambil sumpah jabatan dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman di ruang rapat Walikota Pariaman, Senin (26/1/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Pariaman Nomor 800.1.3.3/006/BKPSDM/2026 tentang pengangkatan Pejabat Manajerial Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. 

Dua Eselon II tersebut yang dilantik dalam jabatan baru adalah Elfis Candra sebagai Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kota Pariaman dan Nazifah sebagai Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum (Asisten II) Sekretariat Daerah Kota Pariaman.

Dalam arahannya, Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan bahwa hari ini telah dilakukan pelantikan Asisten I dan II, jabatan yang diberikan ini merupakan amanah.  

“Mutasi dan rotasi ini merupakan kebutuhan dari organisasi. Amanah yang diberikan ini dilaksanakan sebaik mungkin demi meningkatkan kinerja”, ujarnya.

Yota Balad menegaskan bahwa Asisten I dan Asisten II adalah sebagai koordinator. Untuk itu jalankan fungsinya supaya setiap OPD di Pemko Pariaman bisa melaksanakan tugas dengan baik.

“Kami berharap kepada Asisten I dan II yang telah dilantik hari ini, betul-betul melaksanakan apa yang telah diarahkan, termasuk bapak/ibu kepala OPD karena masih banyak tugas yang belum terlaksana, tetapi kita berharap agar tetap bekerja lebih baik sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat Kota Pariaman.(R/at)

Pesantren Nurul Yakin Hasaniyyah Gelar Hasaniyyah Expo I Tahun 2026    
Senin, Januari 26, 2026

On Senin, Januari 26, 2026

Pesantren Nurul Yakin Hasaniyyah Gelar Hasaniyyah Expo I Tahun 2026
Pesantren Nurul Yakin Hasaniyyah Kota Pariaman menggelar Hasaniyah Expo I Turnamen Futsal dan Lomba Tahfidz perdana di tahun 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Pesantren Nurul Yakin Hasaniyyah Kota Pariaman menggelar Hasaniyah Expo I Turnamen Futsal dan Lomba Tahfidz perdana di tahun 2026 antar SD/MI se-Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman di Lapangan Pondok Pesantren Nurul Yakin Hasaniyyah, Desa Punggung Lading, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman.

Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan pertama (kick-off) oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad, yang menjadi simbol dimulainya Hasaniyah Expo I Turnamen Futsal dan Lomba Tahfidz antar SD/MI se-Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Senin (26/1/2026).  

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana Pondok Pesantren Nurul Yakin Hasaniyyah yang telah melaksanakan kegiatan keagamaan dan sport tourism.

Yota Balad mengatakan  kegiatan ini sesuai dengan visi kepemimpinan Yota Balad-Mulyadi yakni terwujudnya Pariaman Kota Wisata yang maju, mandiri, kreatif berbasis agama dan berbudaya.

“Pertandingan turnamen futsal dan tahfidz ini diikuti antar SD/MI se-Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, karena untuk menjadi kota wisata, 

tidak hanya memandang Pantai Gandoriah dan Pulau Angso Duo tetapi salah satu iventnya adalah dengan sport tourism dan 

kegiatan keagaman yang mengundang orang banyak mengunjungi Kota Pariaman sehingga membantu perekonomian masyarakat sekitar”, terangnya. (R/at)

Uji Publik dan Penyepadanan Data Hasil Pendataan Verifikasi Kerusakan Rumah Akibat Bencana Cuaca Ekstrim di Kota Pariaman Tahun 2025    
Senin, Januari 26, 2026

On Senin, Januari 26, 2026

Uji Publik dan Penyepadanan Data Hasil Pendataan Verifikasi Kerusakan Rumah Akibat Bencana Cuaca Ekstrim di Kota Pariaman Tahun 2025
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi buka Uji Publik dan Penyepadanan Data Hasil Pendataan dan Verifikasi Kerusakan Rumah Akibat Bencana Cuaca Ekstrim di Kota Pariaman tahun 2025, di aula Balaikota Pariaman, Senin (26/1/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi buka Uji Publik dan Penyepadanan Data Hasil Pendataan dan Verifikasi Kerusakan Rumah Akibat Bencana Cuaca Ekstrim di Kota Pariaman tahun 2025, di aula Balaikota Pariaman, Senin (26/1/2026).

“Bencana hidrometeorologi atau cuaca ekstrim yang melanda wilayah kita beberapa waktu lalu, telah mengakibatkan kerugian fisik yang tidak sedikit, terutama pada tempat tinggal yang berada di wilayah Kota Pariaman,” ungkapnya.

Mulyadi menyampaikan Pemerintah Daerah bersama tim di lapangan telah melakukan pendataan dan verifikasi. Namun, data tersebut perlu kita "uji publik" kan. Mengapa uji publik ini penting, karena dengan Uji Publik akan tercipta transparansi dan akuntabilitas. Kita ingin memastikan bahwa data yang dikumpulkan adalah data riil di lapangan. Tidak ada yang ditutup-tutupi, dan tidak ada yang terlewatkan, ulasnya.

“Selain itu, dengan Uji Publik akan terciptanya keadilan. Kita ingin memisahkan mana yang masuk kategori Rusak Ringan (RR), Rusak Sedang (RS), maupun Rusak Berat (RB) sesuai dengan aturan yang berlaku. Terakhir adalah akurasi data. Data hasil verifikasi ini akan disepadankan (dicocokkan) dengan data kependudukan (Dukcapil) untuk menghindari duplikasi atau kesalahan nama dan alamat (by name, by address),” ujarnya.

Berdasarkan data yang kita punya, ada 22 rumah di Kota Pariaman yang akan direlokasi, mulai di Kecamatan Pariaman Tengah dengan jumlah rumah 1 unit RR, lalu untuk Kecamatan Pariaman Utara jumlah 3 unit yang terdiri 1 RR dan 2 RS dan Relokasi 2 unit, terangnya.

“Kecamatan Pariaman Selatan yang terdampak paling parah, dengan jumlah rumah sebanyak 14 unit yang terdiri 4 RR, 1 RS dan 9 RB dengan 8 unit harus Relokasi. Terakhir Kecamatan Pariaman Timur jumlah 4 unit dengan rincian 4 RR serta Relokasi 2 unit,” tukasnya.

Mantan Anggota DPRD 3 periode ini menambahkan bahwa Data yang sudah akurat, dan valid hasil dari uji publik ini, akan segera disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Walikota. SK ini adalah dasar legal kita untuk mempercepat penyaluran bantuan stimulan, sehingga bantuan tersebut nantinya dapat berjalan dengan cepat, dan dapat diimplementasikan langsung ke rumah yang terdampak, tutupnya.

Acara ini dihadiri  Perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pariaman, Kepala OPD Teknis, Camat, Kepala Desa/Lurah yang daerahnya terdampak, serta tokoh masyarakat dan masyarakat yang rumahnya terdampak. (J/at)

Tanpa Ragu, Gubernur Terobos Sungai Gunung Nago Demi Atasi Krisis Air    
Senin, Januari 26, 2026

On Senin, Januari 26, 2026

Tanpa Ragu, Gubernur Terobos Sungai Gunung Nago Demi Atasi Krisis Air
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan anggota DPRD Kota Padang Rafdi. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat turun langsung meninjau pembenahan aliran sungai dan pasokan air bersih di kawasan Gunung Nago, Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (26/1/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan perbaikan jalur sungai Batang Gunung Nago berjalan lancar sekaligus menangani krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah.

Gubernur menyebutkan, kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Pemerintah Kota Padang dan koordinasi dengan balai terkait. Ia ingin memastikan seluruh rencana yang telah disepakati benar-benar dilaksanakan di lapangan.

Menurutnya, kondisi kekeringan air saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji. Bahkan, hingga kini masih ada empat kecamatan yang ketersediaan airnya belum sesuai harapan, yakni Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Padang Utara.

Saat ini, pasokan air bersih masih banyak mengandalkan tandon-tandon yang ditempatkan di depan rumah warga. Karena itu, Gubernur bersama rombongan turut meninjau sumber-sumber air bersih yang berpotensi dipasangi pipa agar dapat disalurkan ke tandon tersebut, sehingga masyarakat bisa memperoleh air yang layak.

Selain meninjau aliran sungai, Gubernur juga melihat langsung pembenahan saluran irigasi di kawasan SMA 9 Padang yang sedang diperbaiki. Ia berharap dukungan masyarakat agar penanganan dapat berjalan optimal melalui sinergi Balai Wilayah Sungai, PSDA Provinsi, dan PUPR Kota Padang.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKS, Rafdi, mengatakan peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya bersama Wali Kota Padang dan balai terkait. Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah langkah, di antaranya penyediaan pompa oleh SD ABK, percepatan intake oleh BWS, serta penyelesaian jalur irigasi oleh PUPR Kota Padang.

Ia menambahkan, Gubernur juga meninjau potensi solusi jangka panjang dengan melihat kemungkinan pemasangan pipa untuk menyalurkan air, sebagaimana yang telah diterapkan di daerah Agam. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi krisis air, khususnya di wilayah Kuranji.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur bersama rombongan tampak menyusuri dan menyeberangi sungai dengan berjalan kaki untuk melihat langsung kondisi aliran sungai. Diharapkan, pembenahan jalur sungai dan sumber air yang terdampak banjir sebelumnya dapat kembali lancar, sehingga persoalan air bersih bisa segera teratasi. (adpsb/cen)

Wako Fadly Amran Menutup Turnamen Sepak Bola Pauh Cup 2025    
Senin, Januari 26, 2026

On Senin, Januari 26, 2026

Wako Fadly Amran Menutup Turnamen Sepak Bola Pauh Cup 2025
Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola Pauh Cup 2025.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola Pauh Cup 2025 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Pauh Kampung Dalam, Minggu (25/1/2026). Turnamen ini telah berlangsung sejak 9 Desember 2025 dan diikuti tim-tim dari berbagai kelurahan di Kecamatan Pauh.

Fadly Amran mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Ia menilai turnamen seperti ini penting untuk mendorong pola hidup sehat sekaligus menjadi wadah kegiatan positif bagi generasi muda.

“Di tengah kondisi masyarakat yang baru saja melewati masa-masa sulit akibat bencana, kegiatan positif seperti ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat kebersamaan, khususnya bagi para pemuda,” ujar Fadly Amran. 

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti Pauh Cup tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memperkuat persatuan dan solidaritas masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan program program Pemerintah Kota Padang, yakni Padang Balomba.

“Harapan kami, Pauh Cup ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat menjadi agenda rutin tahunan. Bahkan ke depan bisa berkembang lebih besar, baik tingkat kecamatan, kota maupun lebih luas lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pauh Cup 2025 Rizki Alfajri menyampaikan bahwa Cupak Tangah FC berhasil meraih Juara I, disusul Koto Lua FC sebagai Juara II, dan Persatuan Sepak Bola Kampung Dalam (PSKD) sebagai Juara III.

“Turnamen sepak bola antar kelurahan ini diikuti oleh 16 tim dari sembilan kelurahan se-Kecamatan Pauh. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, tertib, dan tanpa keributan berkat kerja sama semua pihak,” ungkap Rizki. (*)

Wako Fadly Amran Tinjau Pengerjaan Pengerukan Sedimen di Kawasan Bendungan Gunung Nago    
Senin, Januari 26, 2026

On Senin, Januari 26, 2026

Wako Fadly Amran Tinjau Pengerjaan Pengerukan Sedimen di Kawasan Bendungan Gunung Nago
Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau pengerjaan pengerukan sedimen di kawasan Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh, Senin (26/1/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau pengerjaan pengerukan sedimen di kawasan Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh, Senin (26/1/2026). Bendungan ini mengalami pendangkalan dan kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada November 2025 lalu.

Fadly Amran menyampaikan bahwa peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah percepatan penanganan dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat Kota Padang. Ia berharap pengerjaan berjalan secepat-cepatnya guna memastikan ketersediaan air bagi masyarakat dan lahan pertanian tetap terjaga.

“Kita ingin persoalan kekeringan ini segera teratasi. Karena itu, pengerjaan tanggap darurat kita lakukan bersama pemerintah provinsi dan balai terkait, agar distribusi air kembali normal, mengairi sawah-sawah masyarakat, serta sumur-sumur warga dapat terisi kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Tri Hadiyanto menjelaskan saluran irigasi Gunung Nago merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat karena termasuk dalam Daerah Irigasi Gunung Nago dengan luas sekitar 2.800 hektar.

Oleh sebab itu, penanganan perbaikan Gunung Nago ini dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V  dan unsur teknis terkait.

“Untuk saluran irigasi sebelah kanan, BWS V membantu dua unit pompa berkapasitas masing-masing 250 liter per detik yang memompa air langsung dari sungai ke saluran irigasi. Sedangkan saluran sebelah kiri sedang dilakukan pembersihan sedimen secara gotong royong,” jelasnya.

Tri menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi, salah satu penyebab kekeringan adalah menurunnya tinggi muka air tanah sehingga banyak sumur dangkal milik warga mengering. Dengan dialirkannya air ke saluran irigasi, diharapkan cadangan air tanah kembali terisi dan sumur masyarakat dapat berfungsi normal.

“Saat ini BWS Sumatera V tengah membuat intake sementara agar air dapat mengalir ke saluran irigasi Gunung Nago. Kita berharap dalam satu hingga dua hari ke depan, saluran sudah dapat dialiri air sehingga dapat mengatasi kekeringan di Kecamatan Pauh dan Kuranji,” pungkasnya. (*)