HEADLINE
Gubernur Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Gubernur Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Seminar dan pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Wilayah Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong pengembangan potensi ekonomi pesantren melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah serta pariwisata halal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian pesantren, membuka peluang usaha, dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Mahyeldi, pengembangan ekonomi syariah perlu menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Sumbar, terutama falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Karena itu, potensi pesantren perlu didukung melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi produktif.

“Ketika kita menggerakkan ekonomi syariah dan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan, sesungguhnya itu merupakan wujud dari implementasi falsafah ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat,” ujar Mahyeldi saat menghadiri seminar dan pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Wilayah Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Selasa (27/10/2026).

Ia menambahkan, falsafah ABS-SBK yang ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat menjadi salah satu landasan dalam memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Mahyeldi berharap, nilai tersebut dapat diterjemahkan ke dalam program yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Mengusung tema “Dari Aset Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi dan Pariwisata Halal Berkelas Internasional”, seminar tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat peran IAEI dalam menghasilkan gagasan dan rekomendasi bagi pengembangan ekonomi syariah. Mahyeldi berharap kepengurusan baru mampu memperluas kontribusi organisasi, termasuk mendorong lahirnya lebih banyak tokoh ekonomi syariah yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua DPW IAEI Sumbar, Prof. Ahmad Wira mengatakan kepengurusan baru memiliki tugas mengonsolidasikan kembali organisasi yang sempat mengalami kevakuman. Ia menilai IAEI perlu memperkuat perannya sebagai wadah pemikiran, penelitian, dan penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Untuk memperkuat peran tersebut, Ahmad Wira menekankan pentingnya koordinasi antara IAEI, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Ia juga mendorong enam komisariat IAEI di Sumbar yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi agar lebih aktif mengembangkan penelitian, membangun kader, dan menerapkan gagasan ekonomi syariah di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Dalam konteks pemberdayaan pesantren, pengembangan usaha produktif dinilai menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kemandirian lembaga. Melalui pendampingan usaha, inovasi produk, peningkatan kapasitas pengelola, serta perluasan akses pemasaran, aset yang dimiliki pesantren berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang menciptakan nilai tambah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Andy Setyo Biwado menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata ramah Muslim untuk meningkatkan daya saing daerah. Menurutnya, persaingan antardaerah dalam menarik wisatawan menuntut Sumbar terus meningkatkan kualitas program, fasilitas, dan layanan agar mampu memenuhi kebutuhan wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata.

Penguatan ekonomi syariah melalui pesantren dan pengembangan pariwisata halal membutuhkan dukungan lintas sektor agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Melalui kepengurusan baru IAEI Sumbar, kolaborasi pemerintah, akademisi, pesantren, lembaga keuangan, dan pelaku usaha diharapkan semakin terarah dalam menghasilkan kajian, rekomendasi, dan program konkret bagi penguatan ekonomi syariah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (adpsb/cen/bud)

Maigus Nasir Pantau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027 Mulai Dipersiapkan!    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Maigus Nasir Pantau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027 Mulai Dipersiapkan!
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung meninjau proses seleksi calon kafilah untuk memastikan persiapan peserta berjalan optimal, Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang mulai mematangkan persiapan untuk merebut gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) tingkat Provinsi Sumatera Barat 2027 di Kabupaten Pesisir Selatan. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung meninjau proses seleksi calon kafilah untuk memastikan persiapan peserta berjalan optimal, Selasa (27/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan kafilah yang mampu bersaing pada berbagai cabang lomba.

Peninjauan dilakukan di tiga lokasi, yakni Yayasan Dar el-Qalam Kuranji, Yayasan Mahabbatul Quran Andalas, dan Masjid Nurul Iman Kota Padang. Dalam kunjungan tersebut, Maigus Nasir didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yasril, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Padang, Zul Asfi Lubis. Kehadiran jajaran pemerintah ini menunjukkan perhatian terhadap proses pembinaan dan penjaringan peserta terbaik yang akan mewakili Kota Padang.

Seleksi kafilah MTQN Kota Padang mencakup beragam cabang perlombaan, mulai dari tilawah, tartil, qiraat murattal, tahfiz, tafsir bahasa Indonesia, hingga khutbah Jumat. Selain itu, peserta juga diseleksi pada cabang kitab standar, hafalan hadis, dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Beragamnya cabang yang dipertandingkan menuntut persiapan matang agar calon peserta memiliki kemampuan sesuai bidang yang akan diikuti.

Maigus Nasir menjelaskan, proses penjaringan calon kafilah dilaksanakan melalui tiga tahap seleksi. Saat ini, seleksi telah memasuki tahap kedua yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026. Tahapan tersebut menjadi kesempatan untuk menilai kemampuan peserta secara lebih mendalam sebelum ditetapkan sebagai bagian dari kafilah Kota Padang untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

“Kita menargetkan selambat-lambatnya pada November 2026 nanti seleksi ini dapat selesai, sehingga terpilih kafilah MTQN Kota Padang yang akan mengikuti training center untuk persiapan MTQN tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ujar Maigus Nasir. Setelah proses seleksi rampung, peserta terpilih akan menjalani pemusatan latihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kualitas penampilan menjelang perlombaan pada 2027.

Menurut Maigus, persiapan sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun kafilah yang kompetitif. Penjaringan peserta tidak hanya berorientasi pada jumlah calon yang mengikuti seleksi, tetapi juga pada kemampuan dan kesiapan mereka dalam menghadapi setiap cabang lomba. Melalui tahapan seleksi dan training center, Pemerintah Kota Padang berharap para peserta dapat memaksimalkan potensi masing-masing sebelum tampil di ajang MTQN tingkat Provinsi Sumatera Barat.

“Kami berharap dengan upaya yang kita lakukan ini dapat mengantarkan Padang menjadi juara umum MTQN tingkat Provinsi Sumatera Barat, sehingga dapat mengharumkan nama Kota Padang di tingkat provinsi,” tegas Maigus. Target tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas latihan, serta memberikan dukungan kepada calon peserta selama proses persiapan berlangsung.

Tidak hanya berfokus pada prestasi kompetisi, Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan program pembinaan keagamaan jangka panjang. Pada 2027, Pemko Padang berencana meluncurkan 11 Pondok Al-Qur’an yang tersebar di 11 kecamatan. Program ini diarahkan untuk memperluas pembinaan generasi muda dalam mempelajari Al-Qur’an sekaligus mendorong peningkatan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Rencana pembentukan Pondok Al-Qur’an tersebut diharapkan memperkuat fondasi pembinaan secara berkelanjutan, sehingga pengembangan kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an tidak hanya berlangsung menjelang perlombaan. Dengan pembinaan yang lebih dekat dengan masyarakat, generasi muda diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan potensi serta memperdalam pengetahuan keagamaan sesuai minat dan kemampuannya.

Melalui seleksi bertahap, persiapan training center, dan rencana pengembangan 11 Pondok Al-Qur’an, Kota Padang berupaya menyatukan pembinaan prestasi dengan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat. Target juara umum MTQN Sumbar 2027 kini menjadi tantangan yang dipersiapkan sejak dini, dengan harapan kafilah terbaik Kota Padang mampu tampil maksimal di Kabupaten Pesisir Selatan sekaligus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Riyanda Putra Tegaskan Kolaborasi Tanpa Ego Sektoral, Pembangunan SDM Sumbar Harus Berdampak Nyata!    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Riyanda Putra Tegaskan Kolaborasi Tanpa Ego Sektoral, Pembangunan SDM Sumbar Harus Berdampak Nyata!
Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia se-Sumatera Barat di Hotel Saka Ombilin, Sawahlunto, Senin (26/10/2026). (Fotdok: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan menjadi kunci untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sumatera Barat. Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berjalan optimal jika setiap instansi bekerja sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang kuat dan tujuan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Riyanda saat mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia se-Sumatera Barat di Hotel Saka Ombilin, Sawahlunto, Senin (26/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Barat itu mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai daerah untuk menyelaraskan arah pembangunan.

Menurut Riyanda, tantangan pembangunan manusia semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu instansi atau satu tingkatan pemerintahan. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, dunia usaha, hingga masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing agar program pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas.

Ia menekankan, koordinasi bukan sekadar agenda pertemuan formal, melainkan bagian penting untuk memastikan kebijakan dan program antarlembaga saling mendukung. Tanpa komunikasi dan perencanaan yang terintegrasi, pelaksanaan pembangunan berisiko berjalan tidak searah. Karena itu, sinergi lintas sektor perlu diperkuat agar pelayanan publik semakin berkualitas dan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, mengingatkan pentingnya meminimalkan ego sektoral di lingkungan pemerintahan. Sikap mementingkan kepentingan masing-masing instansi dinilai dapat menghambat koordinasi, memperlambat pelaksanaan program, dan mengurangi efektivitas pelayanan. Ia mendorong agar rakor menghasilkan rekomendasi yang terpadu, terukur, serta berorientasi pada hasil nyata.

Rakor Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia se-Sumatera Barat tahun ini mengusung tema “SDM Tangguh, Daerah Maju: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pembangunan Manusia Seutuhnya.” Tema tersebut menegaskan bahwa peningkatan kualitas manusia membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari penyelarasan kebijakan hingga penguatan kerja sama antarpemangku kepentingan. Forum ini diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah pembangunan yang lebih terarah.

Bagi Sawahlunto, penyelenggaraan rakor tingkat provinsi tersebut juga menjadi kesempatan memperkuat peran daerah dalam mendukung agenda pembangunan Sumatera Barat. Riyanda mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Bappeda Sumbar yang menunjuk Sawahlunto sebagai tuan rumah. Kepercayaan ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota.

Dampak kegiatan diharapkan tidak hanya terasa dalam koordinasi pemerintahan, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal. Kehadiran peserta berpotensi meningkatkan aktivitas sektor kuliner, transportasi, akomodasi, serta pariwisata di Sawahlunto. Dengan demikian, kegiatan tingkat provinsi dapat memberikan manfaat tambahan bagi pelaku usaha setempat, selain menjadi ruang pertukaran gagasan dan penyelarasan program pembangunan.

Melalui rakor ini, penguatan kolaborasi dan pengurangan ego sektoral menjadi pesan penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Barat. Pembangunan SDM yang tangguh membutuhkan kerja bersama, kebijakan yang selaras, dan pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat. Riyanda berharap sinergi yang dibangun dalam forum tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program konkret sehingga pembangunan daerah semakin efektif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Buka AITTA Travel Mart 2026, Mahyeldi Bidik Perluasan Pasar Wisata Sumbar    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Buka AITTA Travel Mart 2026, Mahyeldi Bidik Perluasan Pasar Wisata Sumbar
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui AITTA Travel Mart West Sumatra 2026 yang mempertemukan pelaku industri perjalanan dan pariwisata di Hotel Truntum, Kota Padang, Selasa (27/10/2026). (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong penguatan kolaborasi industri pariwisata untuk memperluas pasar, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan mengoptimalkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui AITTA Travel Mart West Sumatra 2026 yang mempertemukan pelaku industri perjalanan dan pariwisata di Hotel Truntum, Kota Padang, Selasa (27/10/2026).

Mahyeldi menyebut, pihaknya menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena menjadi ruang strategis bagi pelaku industri untuk membangun kemitraan, memperluas jaringan pemasaran, serta mengembangkan paket wisata Sumbar yang lebih kompetitif. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Mahyeldi, didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, Reti Wafda serta Ketua DPP AITTA, Johari Somad bersama jajaran pengurus.

“Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Sumatera Barat yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kita perlu memperkuat promosi dan kolaborasi agar potensi yang kita miliki semakin banyak menarik wisatawan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, aktivitas pariwisata berkontribusi besar terhadap perputaran ekonomi melalui belanja wisatawan untuk transportasi, akomodasi, kuliner, produk UMKM, dan berbagai kebutuhan perjalanan. Dengan demikian, peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya menguntungkan pelaku usaha pariwisata, tetapi juga memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi.

Menurut Mahyeldi, Sumbar memiliki beragam daya tarik wisata, mulai dari keindahan alam, kekayaan kuliner, adat dan budaya, hingga wisata bahari. Kepulauan Mentawai, misalnya, memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara, termasuk dari Australia. Sementara itu, Malaysia merupakan salah satu pasar penting bagi kunjungan wisatawan asing ke Sumbar.

“Keberagaman budaya dan kekayaan alam yang kita miliki merupakan modal besar bagi pengembangan pariwisata. Potensi ini perlu dikemas menjadi produk wisata yang menarik, didukung promosi yang tepat, serta pelayanan yang baik agar wisatawan tertarik berkunjung dan kembali lagi ke Sumatera Barat,” katanya.

Untuk memperkuat daya tarik tersebut, Pemprov Sumbar menggagas sejumlah agenda pariwisata pada 2027, di antaranya menghidupkan kembali Tour de Singkarak, mempersiapkan agenda terkait Indian Ocean Rim Association (IORA), serta mendukung berbagai kegiatan pariwisata di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Kalender kegiatan tersebut diharapkan dapat diluncurkan pada akhir 2026 sehingga pelaku industri perjalanan memiliki acuan untuk menyusun dan memasarkan paket wisata lebih awal.

Mahyeldi berharap AITTA Travel Mart 2026 dapat menghasilkan kerja sama bisnis yang konkret antara penjual dan pembeli paket wisata, sekaligus memperluas pemasaran destinasi Sumbar di pasar nasional maupun internasional. Ia juga mengajak para pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperkuat promosi wisata berbasis masyarakat, ekowisata, dan budaya, serta mendorong pemerintah kabupaten dan kota membenahi fasilitas destinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan atau hospitality.

“Kami mengajak para buyer memperbanyak paket wisata ke Sumatera Barat dan para seller terus meningkatkan kualitas produk serta layanan. Dukungan pemerintah daerah dalam membenahi fasilitas dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan juga sangat penting agar potensi pariwisata kita semakin berdaya saing,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPP AITTA, Johari Somad mengatakan pariwisata memiliki efek berganda yang dapat dirasakan berbagai lapisan masyarakat. Peningkatan aktivitas wisata, menurutnya, akan menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, kuliner, UMKM, hingga petani yang memasok kebutuhan usaha akomodasi. Karena itu, ia berharap AITTA Travel Mart dapat memperkuat kemitraan antarpelaku industri sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar.

Ketua Panitia AITTA Travel Mart West Sumatra 2026, Risben Antoni mengapresiasi dukungan Pemprov Sumbar, Bank Nagari, mitra akomodasi, pelaku kuliner, komunitas wisata, serta seluruh seller dan buyer yang berpartisipasi. Ia menegaskan kesiapan AITTA untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempromosikan paket wisata Sumbar, memperkuat konektivitas pariwisata ASEAN, dan mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata dari desa hingga kota. (adpsb/cen/bud)

350 Guru SMP se-Kota Padang Dilatih Kuasai AI dan Konten Digital, Metode Ceramah Mulai Bertransformasi!    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

350 Guru SMP se-Kota Padang Dilatih Kuasai AI dan Konten Digital, Metode Ceramah Mulai Bertransformasi!
Sebanyak 350 guru SMP negeri dan swasta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Konten Digital Pendidikan Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang di Youth Center Kota Padang, Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Faisal). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Transformasi digital pendidikan di Kota Padang terus didorong melalui peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan konten pembelajaran modern. Sebanyak 350 guru SMP negeri dan swasta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Konten Digital Pendidikan Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang di Youth Center Kota Padang, Selasa (27/10/2026). Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk membekali tenaga pendidik agar mampu menyesuaikan metode mengajar dengan perkembangan teknologi.

Bimtek tersebut dirancang untuk mendorong guru tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu menyajikannya melalui konten digital yang kreatif, interaktif, dan mudah dipahami siswa. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan memanfaatkan platform digital menjadi salah satu kebutuhan penting agar proses pembelajaran lebih relevan dengan karakteristik peserta didik masa kini.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang sekaligus Ketua Pelaksana, Junaidi, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dimulai sejak Senin dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis. Sebanyak 350 peserta dibagi menjadi dua angkatan, masing-masing berjumlah 175 guru. Mereka merupakan perwakilan dari 104 SMP negeri dan swasta yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Padang.

Menurut Junaidi, pelatihan ini difokuskan pada penguasaan berbagai platform dan aplikasi digital yang dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Guru diperkenalkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pembuatan video interaktif, serta aplikasi Lumi untuk mendukung pengembangan materi pembelajaran. Keterampilan tersebut diharapkan membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih variatif dan tidak monoton.

“Kegiatan kita hari ini, yang sebenarnya sudah dimulai sejak kemarin, merupakan bimbingan teknis pengembangan konten digital pendidikan bagi guru SMP. Tujuannya untuk membekali dan melatih guru-guru agar menguasai berbagai platform serta aplikasi digital, sehingga mampu melaksanakan pembelajaran berbasis digital,” ujar Junaidi. Ia menegaskan, peningkatan kompetensi digital guru menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan pola belajar generasi saat ini.

Junaidi juga menilai kebiasaan anak-anak yang semakin akrab dengan teknologi perlu diimbangi dengan metode pengajaran yang lebih adaptif. Guru diharapkan tidak hanya mengandalkan ceramah di depan kelas, tetapi juga mampu memanfaatkan AI untuk mendukung pengembangan materi, membuat video interaktif, dan mengoptimalkan aplikasi pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, materi pelajaran diharapkan lebih menarik dan mampu mendorong keterlibatan aktif siswa.

“Bimtek ini sangat sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini. Mengingat anak-anak sekarang menyukai hal-hal yang berbau digital, maka pola pembelajaran juga harus disesuaikan. Guru tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode ceramah, melainkan harus mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) serta memperbarui materi, seperti membuat video interaktif atau menguasai pemanfaatan Lumi. Hal ini dilakukan agar proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka,” ungkapnya.

Pelaksanaan Bimtek Pengembangan Konten Digital Pendidikan ini juga selaras dengan tiga prinsip pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, yakni bermakna, mendalam, dan menyenangkan. Melalui penguasaan teknologi, guru diharapkan mampu menyusun materi yang tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong siswa memahami konsep, mengembangkan kemampuan berpikir, serta berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Peran guru tetap menjadi kunci dalam menentukan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan belajar peserta didik.

Dengan melibatkan 350 guru dari 104 sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang berharap pelatihan ini menjadi pijakan untuk memperluas penerapan pembelajaran berbasis digital di tingkat SMP. Penguasaan AI, video interaktif, dan aplikasi Lumi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diterapkan secara nyata di ruang kelas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan guru yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan menyenangkan bagi siswa di Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kontribusi Kodaeral II, Dorong Penguatan Sinergi untuk Pembangunan Sumbar    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kontribusi Kodaeral II, Dorong Penguatan Sinergi untuk Pembangunan Sumbar
Mahyeldi dalam acara pisah sambut Komandan Kodaeral II dari Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung kepada Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza, S.E., M.Tr.Opsla., CRMP di Auditorium Gubernuran, Senin (26/10/2026). (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kontribusi Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) II dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Sumbar. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat di bawah kepemimpinan komandan yang baru.

Hal itu disampaikan Mahyeldi dalam acara pisah sambut Komandan Kodaeral II dari Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung kepada Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza, S.E., M.Tr.Opsla., CRMP di Auditorium Gubernuran, Senin (26/10/2026).

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung atas pengabdian dan kontribusinya selama bertugas di Ranah Minang. Kepada Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza, kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas. Semoga sinergi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, selama masa kepemimpinan Sarimpunan Tanjung, Kodaeral II turut memperkuat koordinasi lintas sektor serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kontribusi tersebut antara lain melalui program ketahanan pangan, bantuan sosial dan pelayanan kesehatan di Kota Pariaman, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Padang, serta pembinaan karakter kebangsaan generasi muda melalui Perkemahan Sabtu Minggu Korps Kadet Republik Indonesia di Pantai Air Manis.

Mahyeldi menilai, berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian TNI Angkatan Laut tidak hanya berorientasi pada pertahanan dan keamanan, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pengembangan potensi daerah.

Ia menambahkan, kondusifitas wilayah pesisir dan perairan Sumbar memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Karena itu, koordinasi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, Forkopimda, instansi terkait, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar stabilitas keamanan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan.

“Kita ingin memastikan bahwa stabilitas keamanan tidak hanya dimaknai sebagai terjaganya situasi yang kondusif, tetapi juga menjadi fondasi bagi tumbuhnya investasi, berkembangnya pariwisata, meningkatnya kesejahteraan masyarakat pesisir, serta terlaksananya pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, serta seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Lantamal II atas dukungan dan kerja sama selama masa penugasannya. Ia berharap profesionalisme organisasi dan sinergi antarlembaga dapat terus ditingkatkan di bawah kepemimpinan yang baru.

Komandan Kodaeral II yang baru, Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza, menyampaikan kebanggaannya mendapat amanah bertugas di Sumbar yang kaya akan adat dan budaya serta menjunjung tinggi nilai agama dan musyawarah. Ia berkomitmen membangun hubungan yang baik dengan pemerintah daerah dan Forkopimda, serta menegaskan kesiapan prajurit TNI Angkatan Laut untuk mendukung pemerintah daerah, termasuk dalam penanganan situasi khusus seperti bencana.

Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi Pemprov Sumbar, Kodaeral II, Forkopimda, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Adpsb/rmz/bud)

Ruang Kelas Digital Hadir di SMPN 17 Padang, Cara Baru Belajar Makin Modern dan Nilai Siswa Bisa Dipantau Orang Tua    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Ruang Kelas Digital Hadir di SMPN 17 Padang, Cara Baru Belajar Makin Modern dan Nilai Siswa Bisa Dipantau Orang Tua
SMPN 17 Kota Padang menjadi sekolah percontohan penerapan Learning Management System (LMS) bertajuk “Ruang Kelas Digital”. (Fotdok: Faisal). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Transformasi digital di dunia pendidikan Kota Padang mulai menghadirkan terobosan baru. SMPN 17 Kota Padang menjadi sekolah percontohan penerapan Learning Management System (LMS) bertajuk “Ruang Kelas Digital”, sebuah inovasi yang dirancang untuk membuat proses belajar mengajar lebih efektif, terintegrasi, dan mengikuti perkembangan teknologi. Program yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang ini diuji coba pada Selasa (27/10/2026).

Kehadiran Ruang Kelas Digital menjadi langkah strategis untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di Kota Padang. Tidak sekadar memindahkan kegiatan belajar ke platform digital, sistem ini dirancang untuk membantu guru mengelola tugas, memantau aktivitas pembelajaran, serta merekapitulasi nilai siswa secara lebih praktis dan terorganisasi.

Menariknya, pengembangan LMS ini berawal dari inovasi kelas digital yang telah diterapkan di SMPN 17 Kota Padang. Inisiatif tersebut kemudian dikembangkan menjadi sistem pembelajaran daring yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa di sekolah tersebut. Penunjukan SMPN 17 sebagai pilot project menjadi langkah awal untuk menguji pemanfaatan sistem sekaligus membuka peluang penerapannya di sekolah lain di Kota Padang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang, Tommy TRD, menjelaskan bahwa pengembangan Ruang Kelas Digital merupakan bentuk fasilitasi pemerintah daerah untuk mempercepat transformasi digital di bidang pendidikan. Melalui sistem yang terintegrasi, pengelolaan tugas, nilai, dan perkembangan belajar siswa diharapkan menjadi lebih mudah sehingga guru dapat menjalankan proses pembelajaran secara lebih efektif.

“Dinas Kominfo memfasilitasi pengembangan LMS Ruang Kelas Digital sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi digital di bidang pendidikan. Melalui sistem ini, pengelolaan tugas, nilai, dan pemantauan perkembangan belajar siswa dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terintegrasi. SMPN 17 kita jadikan sebagai pilot project. Semoga bisa direplikasi ke sekolah se-Kota Padang,” ujar Tommy TRD.

Salah satu fitur yang menjadi daya tarik Ruang Kelas Digital adalah leaderboard atau papan peringkat yang dapat mendorong motivasi dan semangat siswa dalam belajar. Fitur ini diharapkan menciptakan suasana belajar yang lebih kompetitif secara positif. Selain itu, orang tua juga dapat memantau perkembangan nilai dan hasil belajar anak melalui sistem tersebut, sehingga keterlibatan keluarga dalam mendukung pendidikan semakin terbuka.

Kepala SMPN 17 Kota Padang, Suryati, mengapresiasi dukungan Diskominfo Kota Padang dalam pengembangan platform pembelajaran digital tersebut. Menurutnya, fasilitas ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendorong para guru agar lebih optimal memanfaatkan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kegiatan belajar mengajar.

“Melalui LMS ini, guru juga bisa lebih mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan AI dalam proses pembelajaran. Kami ingin memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin agar kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain,” ungkap Suryati. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga pendidik dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi digital.

Pengembangan Ruang Kelas Digital juga sejalan dengan program unggulan Padang Juara dan penerapan konsep Smart City di Kota Padang. Pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah diharapkan tidak berhenti pada penggunaan aplikasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi guru, siswa, dan orang tua. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, proses pengelolaan pembelajaran berpeluang menjadi lebih tertata, transparan, dan mudah dipantau.

Melalui uji coba di SMPN 17 Kota Padang, Ruang Kelas Digital menjadi salah satu langkah untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Jika implementasinya berjalan optimal dan dapat direplikasi ke sekolah lain, inovasi ini berpotensi memperluas akses terhadap pengelolaan pembelajaran berbasis digital di Kota Padang. Ruang Kelas Digital pun diharapkan menjadi salah satu penggerak transformasi pendidikan, menghadirkan pembelajaran yang lebih terarah, meningkatkan motivasi siswa, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU