HEADLINE
Erianto Apresiasi Atlet Aerosport Padang, 22 Medali Porprov 2026 Jadi Bukti Perjuangan!    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

Erianto Apresiasi Atlet Aerosport Padang, 22 Medali Porprov 2026 Jadi Bukti Perjuangan!
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, Erianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Padang yang telah berjuang maksimal selama pertandingan Porprov XVI Sumbar 2026. (Foto: Dedi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan ditorehkan atlet cabang olahraga (cabor) aerosport Kota Padang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Hingga Minggu (11/10/2026), para atlet berhasil menyumbangkan total 22 medali, terdiri atas sembilan emas, sembilan perak, dan empat perunggu.

Capaian tersebut menjadi kontribusi penting bagi kontingen Kota Padang dalam persaingan memperebutkan prestasi pada ajang olahraga tingkat Provinsi Sumatera Barat. Perolehan medali itu berasal dari tiga nomor olahraga dirgantara, yakni gantolle, paralayang, dan paramotor.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, Erianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Padang yang telah berjuang maksimal selama pertandingan Porprov XVI Sumbar 2026.

Menurut Erianto, keberhasilan meraih medali merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, semangat berlatih, serta dukungan banyak pihak. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih, pendamping, dan orang tua yang turut mendukung perjalanan atlet sejak masa persiapan hingga pertandingan.

Erianto berharap capaian 22 medali tersebut menjadi penyemangat bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi prestasi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.

“Terima kasih kepada seluruh atlet aerosport Kota Padang, para pelatih, dan orang tua yang telah memberikan dukungan. Prestasi ini merupakan hasil perjuangan bersama. Terus jaga semangat, junjung tinggi sportivitas, dan berikan yang terbaik untuk Kota Padang,” demikian pesan apresiasi yang disampaikan kepada para atlet.

Dukungan terhadap perjuangan atlet juga ditunjukkan melalui monitoring langsung oleh Erianto bersama jajaran pengurus KONI Kota Padang. Pada Senin (5/10/2026) pagi, mereka mengunjungi lokasi pertandingan FASI Kota Padang di kawasan Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian KONI Kota Padang terhadap atlet yang bertanding di luar daerah. Selain memantau pelaksanaan pertandingan, kehadiran pengurus diharapkan dapat memberikan motivasi agar para atlet tetap fokus dan mengerahkan kemampuan terbaik.

Pada Porprov XVI Sumbar 2026, FASI Kota Padang menurunkan 17 atlet untuk bertanding dalam tiga nomor olahraga dirgantara. Rinciannya terdiri atas tiga atlet gantolle, dua atlet paramotor, dan 12 atlet paralayang.

Perolehan sembilan medali emas, sembilan perak, dan empat perunggu memperlihatkan kontribusi nyata cabang aerosport terhadap perjuangan kontingen Kota Padang. Total 22 medali tersebut menjadi salah satu capaian yang diharapkan memperkuat posisi Kota Padang dalam persaingan olahraga tingkat provinsi.

Bonus Atlet Dijadwalkan 16 Oktober 2026

Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang telah menjadwalkan penyaluran bonus bagi atlet berprestasi Porprov XVI Sumbar 2026 pada Jumat (16/10/2026). Informasi yang disampaikan menyebutkan bahwa bonus akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing atlet sesuai instruksi Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Pemberian bonus tersebut diharapkan menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan para atlet yang telah membawa nama Kota Padang dalam kompetisi tingkat provinsi. Selain sebagai apresiasi, bonus juga diharapkan menambah motivasi atlet untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan berikutnya.

Program penghargaan tersebut sejalan dengan semangat “Padang Berlomba, Padang Juara” yang diusung Pemerintah Kota Padang untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah. Dukungan terhadap atlet diharapkan berjalan beriringan dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

Prestasi aerosport ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara atlet, pelatih, keluarga, organisasi olahraga, dan pemerintah daerah. Dukungan yang konsisten menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang mampu mendorong perkembangan kemampuan atlet.

KONI Kota Padang diharapkan terus memperkuat pembinaan di berbagai cabang olahraga agar capaian Porprov XVI Sumbar 2026 menjadi pijakan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi. Dengan semangat “Padang Berlomba, Padang Juara”, perjuangan atlet diharapkan terus berlanjut untuk mengharumkan nama Kota Padang melalui prestasi dan sportivitas. (*) 

Laporan: Dedi
Editor: Zamri Yahya, WU

BBM di Padang Jadi Sorotan! DPRD Panggil Pertamina, Ini yang Akan Dibahas Muharlion    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

BBM di Padang Jadi Sorotan! DPRD Panggil Pertamina, Ini yang Akan Dibahas Muharlion
Berdasarkan surat undangan DPRD Kota Padang Nomor 000.1.5/130/DPRD-Pdg/X-2026 tertanggal 13 Oktober 2026, rapat kerja tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. (Foto: Suzi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Padang menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang. Melalui Komisi II, DPRD menjadwalkan rapat kerja bersama PT Pertamina (Persero) dan Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Padang untuk membahas berbagai persoalan terkait BBM.

Langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap ketersediaan, distribusi, serta permasalahan BBM yang terjadi di Kota Padang. Persoalan ini menjadi penting karena BBM merupakan kebutuhan strategis yang menunjang aktivitas masyarakat, transportasi, perdagangan, dan berbagai kegiatan ekonomi.

Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd., menegaskan melalui agenda kelembagaan tersebut bahwa persoalan BBM perlu mendapat perhatian serius melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Rapat kerja diharapkan menjadi ruang untuk membahas persoalan yang ada sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pelayanan kebutuhan energi masyarakat.

Berdasarkan surat undangan DPRD Kota Padang Nomor 000.1.5/130/DPRD-Pdg/X-2026 tertanggal 13 Oktober 2026, rapat kerja tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Rapat akan dilaksanakan di Ruang Rapat Kerja Komisi II DPRD Kota Padang. Agenda utamanya adalah pembahasan permasalahan BBM dengan melibatkan pihak Pertamina dan Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Padang.

Pelibatan PT Pertamina (Persero) menjadi bagian penting dalam agenda tersebut karena perusahaan ini merupakan salah satu pihak utama dalam rantai penyediaan dan distribusi BBM. Melalui rapat kerja, DPRD dapat meminta penjelasan serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pasokan dan penyaluran BBM di wilayah Kota Padang.

Sementara itu, Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Padang diharapkan dapat menyampaikan informasi sesuai kewenangan dan tugasnya, terutama terkait aspek perdagangan serta kondisi yang menjadi perhatian pemerintah daerah dalam persoalan BBM.

Pembahasan mengenai ketersediaan BBM tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya pasokan, tetapi juga menyangkut kelancaran distribusi dan berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, koordinasi antarpihak menjadi salah satu aspek penting dalam mencari solusi.

Bagi masyarakat, kelancaran pasokan dan distribusi BBM memiliki dampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari. Kebutuhan transportasi, kegiatan usaha, distribusi barang, hingga mobilitas pekerja bergantung pada ketersediaan energi yang memadai.

Melalui fungsi pengawasannya, DPRD Kota Padang memiliki peran untuk mendorong agar persoalan yang menjadi kepentingan publik dibahas secara terbuka bersama pihak-pihak terkait. Rapat kerja tersebut menjadi salah satu jalur kelembagaan untuk memperoleh penjelasan dan mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Dalam agenda yang sama, Komisi II DPRD Kota Padang juga merencanakan kunjungan lapangan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat melengkapi pembahasan dalam rapat melalui peninjauan langsung terhadap kondisi yang berkaitan dengan persoalan BBM.

Kunjungan lapangan juga berpotensi membantu anggota dewan memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai kondisi di lapangan. Dengan demikian, pembahasan tidak hanya bertumpu pada laporan, tetapi dapat mempertimbangkan informasi yang diperoleh melalui peninjauan langsung.

DPRD Kota Padang meminta Wali Kota Padang menugaskan mitra kerja Komisi II, Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Padang, serta pihak-pihak terkait untuk menghadiri rapat kerja dan kunjungan lapangan tersebut. Kehadiran para pemangku kepentingan diperlukan agar pembahasan dapat berlangsung terarah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Melalui agenda ini, masyarakat menantikan pembahasan yang mampu memberikan kejelasan mengenai persoalan BBM di Kota Padang. Hasil rapat dan kunjungan lapangan diharapkan dapat menjadi dasar bagi tindak lanjut yang tepat, sehingga ketersediaan dan distribusi BBM tetap menjadi perhatian bersama demi mendukung aktivitas serta kepentingan masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Husnas Petra Pimpin PWI Sijunjung 2026–2029, Bupati Sampaikan Kabar Penting soal Investasi dan Infrastruktur    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

Husna Petra Pimpin PWI Sijunjung 2026–2029, Bupati Sampaikan Kabar Penting soal Investasi dan Infrastruktur
Husnal Petra dipercaya memimpin organisasi wartawan tersebut, membawa harapan baru bagi penguatan profesionalisme pers dan kemitraan dengan berbagai pihak. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sijunjung periode 2026–2029 resmi dilantik pada Senin (12/10/2026) di Balairung Lansek Manih. Husnal Petra dipercaya memimpin organisasi wartawan tersebut, membawa harapan baru bagi penguatan profesionalisme pers dan kemitraan dengan berbagai pihak.

Pelantikan ini sekaligus dilakukan terhadap pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kabupaten Sijunjung. Momentum tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan peran organisasi, serta mendukung perkembangan dunia jurnalistik di tengah perubahan arus informasi digital.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Wakil Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat Widya Navis, serta sejumlah undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Ketua PWI Kabupaten Sijunjung yang baru dilantik, Husnal Petra, menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses organisasi. Sebaliknya, momen tersebut menjadi awal perjuangan bersama untuk menjawab tantangan pers sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk jurnalistik.

"Tantangan dunia pers saat ini kian kompleks. Arus digitalisasi yang begitu cepat dan maraknya informasi yang tidak bertanggung jawab menuntut insan pers untuk bekerja lebih cepat, namun tetap menjaga akurasi, kebenaran, dan kode etik jurnalistik," ujar Husnal.

Ia berharap PWI Kabupaten Sijunjung dapat menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh anggota untuk bertukar pikiran, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kapasitas wartawan. Dukungan, masukan, dan bimbingan dari para senior juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

Husnal turut menegaskan komitmen PWI untuk menjadi mitra kritis dan strategis Pemerintah Kabupaten Sijunjung. Menurutnya, kemitraan tersebut harus diwujudkan melalui pemberitaan yang edukatif, konstruktif, berimbang, dan berlandaskan fakta tanpa mengabaikan independensi pers.

Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Navis, menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru tersebut. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat memperkuat organisasi dan membangkitkan semangat anggota setelah melewati berbagai dinamika yang menantang.

"Pelantikan ini bukan sekadar prosesi seremonial. Di balik itu ada tugas berat: menjaga marwah organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta menghadirkan pers yang berkualitas, bertanggung jawab, dan independen di tengah masyarakat," tegas Widya Navis.

Ia mengingatkan bahwa kecepatan menyampaikan informasi tidak boleh mengorbankan akurasi, popularitas tidak boleh mengalahkan profesionalitas, dan kepentingan sesaat tidak boleh merusak independensi pers. Kemitraan dengan pemerintah daerah, katanya, perlu dibangun dengan saling menghormati sekaligus tetap terbuka terhadap kritik dan evaluasi.

Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, menyambut baik pelantikan pengurus PWI dan IKWI. Ia menilai pers memiliki peran penting sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menyampaikan informasi pembangunan serta menyerap aspirasi warga.

"Media adalah jembatan utama yang menghubungkan kebijakan di pemerintahan dengan aspirasi warga di lapangan. Kita tidak perlu lagi ada perangkat daerah yang alergi terhadap media," ujar Benny.

Bupati juga menyebut berbagai program dan capaian pemerintah daerah perlu disampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang informatif dan berimbang. Ia menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan, seraya berharap komunikasi yang baik tetap terjaga, termasuk dalam pemberitaan mengenai rencana investasi yang masih dalam proses.

Dalam kesempatan tersebut, Benny menyampaikan sejumlah informasi mengenai agenda pembangunan daerah. Di antaranya, pengumuman hasil penilaian UNESCO Global Geopark Sijunjung yang disebut segera diketahui, serta rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diharapkan dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia juga menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan akan segera ditangani.

Pelantikan PWI dan IKWI Kabupaten Sijunjung periode 2026–2029 diharapkan menjadi momentum memperkuat profesionalisme wartawan, menjaga independensi pemberitaan, dan membangun komunikasi yang sehat antara pers, pemerintah, serta masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab jurnalistik, kepengurusan baru diharapkan mampu berkontribusi bagi kemajuan Sijunjung. Pers profesional, Sijunjung maju! (80) 

Laporan: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU

Padang Raih Juara Umum Berkuda Memanah Porprov Sumbar XVI 2026, Borong 11 Emas!    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

Padang Raih Juara Umum Berkuda Memanah Porprov Sumbar XVI 2026, Borong 11 Emas!
Dari total 16 medali emas yang diperebutkan, atlet-atlet Kota Padang berhasil membawa pulang 11 medali emas dan satu medali perunggu. (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kontingen Kota Padang menorehkan prestasi membanggakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026. Tampil dalam cabang olahraga Pordasi Berkuda Memanah, kontingen tuan rumah sukses keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 11 medali emas dan satu medali perunggu.

Prestasi tersebut diraih dalam pertandingan yang berlangsung di Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, Minggu (11/10/2026). Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi kontingen Kota Padang sekaligus menunjukkan potensi besar olahraga berkuda memanah di Sumatera Barat.

Ketua Pelaksana Cabor Pordasi Berkuda Memanah, Taufik Hidayat, mengumumkan Kota Padang sebagai juara umum setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai dilaksanakan. Dari total 16 medali emas yang diperebutkan, atlet-atlet Kota Padang berhasil membawa pulang 11 medali emas dan satu medali perunggu.

"Dari hasil pelaksanaan Porprov cabang Pordasi Berkuda Memanah, dari 16 medali emas yang diperebutkan, kami umumkan juara umum untuk cabor ini jatuh kepada kontingen Kota Padang. Selamat kami sampaikan kepada kontingen Kota Padang dengan perolehan 11 medali emas dan satu medali perunggu," ujar Taufik.

Kompetisi ini diikuti 13 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat dengan melibatkan total 97 atlet. Seluruh peserta beradu keterampilan, ketepatan, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan kuda sekaligus membidik sasaran dalam olahraga yang memadukan unsur ketangkasan dan keberanian tersebut.

Keberhasilan Kota Padang tidak diraih secara instan. Para atlet menjalani persiapan intensif selama kurang lebih enam bulan. Mereka rutin meluangkan waktu untuk berlatih, bahkan pada hari libur, mulai pagi hingga sore demi meningkatkan kemampuan dan kesiapan menghadapi pertandingan.

Kerja keras selama masa persiapan itu akhirnya membuahkan hasil. Perolehan 11 medali emas menjadi bukti bahwa kedisiplinan, konsistensi latihan, dan semangat bertanding dapat menjadi modal penting untuk mencapai prestasi di tingkat provinsi.

Atlet berkuda memanah Kota Padang, Cantika, mengaku bersyukur dapat meraih medali emas dalam ajang tersebut. Ia mengatakan keberhasilan itu menghadirkan kebahagiaan sekaligus ketegangan selama mengikuti pertandingan yang menuntut fokus dan ketepatan.

"Alhamdulillah, kami berhasil mendapatkan medali emas. Perasaan kami tentu senang, tetapi juga sempat deg-degan. Persiapannya kurang lebih enam bulan, dan kami selalu meluangkan waktu latihan dari pagi sampai sore," ungkap Cantika.

Bagi para atlet, kemenangan tersebut bukan hanya tentang medali, tetapi juga hasil dari proses panjang yang dijalani bersama. Perjuangan selama berbulan-bulan menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan dan menghadapi kompetisi yang lebih menantang pada masa mendatang.

Bendahara KONI Padang, Zulhardi Z. Latif, turut menyoroti pentingnya pengembangan olahraga berkuda memanah. Menurutnya, olahraga ini memiliki nilai yang sejalan dengan tradisi dan falsafah kehidupan masyarakat Minangkabau.

"Salah satu sunnah adalah berkuda dan memanah. Karena kita di Sumatera Barat berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, tentu cabor Pordasi Berkuda Memanah ini harus kita naungi dan tingkatkan lagi agar peminatnya semakin banyak," kata Zulhardi.

Ia berharap keberhasilan Kota Padang dapat menjadi dorongan bagi pembinaan atlet secara berkelanjutan. Dukungan terhadap fasilitas latihan, pendampingan pelatih, dan kesempatan mengikuti kompetisi dinilai penting untuk memperluas partisipasi sekaligus meningkatkan kualitas atlet berkuda memanah.

Selain menjadi ajang perebutan medali, Porprov Sumbar XVI 2026 juga membuka ruang bagi perkembangan olahraga yang memiliki keterkaitan dengan nilai sejarah dan budaya. Berkuda memanah diharapkan semakin dikenal masyarakat, terutama generasi muda yang ingin menekuni olahraga dengan tuntutan keseimbangan, konsentrasi, disiplin, dan ketangkasan.

Atlet Cantika, Zizi, Haura, serta rekan-rekan satu kontingen diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi calon atlet muda untuk mulai berlatih dan berani mengikuti kompetisi. Prestasi yang diraih Kota Padang sekaligus menjadi modal untuk memperkuat pembinaan dan mempertahankan kualitas atlet pada ajang berikutnya.

Keberhasilan merebut 11 medali emas dan satu perunggu menempatkan Kota Padang sebagai juara umum cabor Pordasi Berkuda Memanah Porprov Sumbar XVI 2026. Capaian ini diharapkan tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi pijakan untuk melahirkan lebih banyak atlet berprestasi serta mengembangkan olahraga berkuda memanah di Sumatera Barat. (*) 

Laporan: Tommi
Editor: Zamri Yahya, WU

Raih 26 Medali, Pengkab WI Kabupaten Solok Ucapkan Terimakasih pada Semua Pihak    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

Raih 26 Medali, Pengkab WI Kabupaten Solok Ucapkan Terimakasih pada Semua Pihak
Dengan kekuatan 17 atlet, tim Wushu Kabupaten Solok berhasil mengumpulkan total 26 medali, terdiri atas delapan emas, 10 perak, dan delapan perunggu. (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kontingen Wushu Kabupaten Solok menorehkan prestasi membanggakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Dengan kekuatan 17 atlet, tim Wushu Kabupaten Solok berhasil mengumpulkan total 26 medali, terdiri atas delapan emas, 10 perak, dan delapan perunggu.

Ketua Wushu Indonesia (WI) Kabupaten Solok, Rahmat Syah, M.A., yang juga merupakan aktivis pendidikan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan para atlet. Ucapan khusus disampaikan kepada pelatih kepala Wafikha Batriah, S.Kom., yang dinilai berperan penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi.

Porprov XVI Sumatera Barat 2026 menjadi ajang bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik setelah melalui proses seleksi dan persiapan. Kontingen Kabupaten Solok diperkuat 17 atlet dengan dukungan pelatih Riki Hamdani, yang turut terlibat dalam perjalanan tim selama kejuaraan.

Rahmat Syah juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Candra, Ketua KONI Kabupaten Solok Doni Zulkifli, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap pembinaan dan keikutsertaan atlet Wushu.

“Kami Wushu Indonesia Kabupaten Solok sangat berterima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Dispora, Ketua KONI beserta jajaran dan semua pihak yang telah mendukung penuh sehingga dapat meraih total 26 medali di ajang Porprov ini,” ujar Rahmat Syah, Senin (12/10/2026).

Apresiasi juga diberikan kepada pelatih kepala Wafikha Batriah atas proses persiapan dan seleksi atlet. Menurut Rahmat, pemilihan atlet yang dilakukan secara cermat dan objektif menjadi bagian penting dalam membangun tim yang mampu bersaing di berbagai nomor pertandingan.

“Saya secara pribadi maupun seluruh pengurus WI Kabupaten Solok memberikan apresiasi besar kepada pelatih kepala Wafikha Batriah yang telah mempersiapkan atlet dan melakukan seleksi secara objektif sehingga mendapatkan hasil optimal,” tambahnya.

Rahmat mengingatkan bahwa keberhasilan dalam olahraga perlu disikapi secara dewasa dan dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Ia berharap seluruh pihak tetap menghargai kontribusi setiap unsur yang terlibat, termasuk pelatih yang bekerja mempersiapkan atlet sebelum dan selama kejuaraan.

Ia juga mengajak seluruh pengurus, pelatih, atlet, dan sasana Wushu di Kabupaten Solok agar tidak mudah terpengaruh isu maupun provokasi yang berpotensi mengganggu kebersamaan. Menurutnya, kekompakan merupakan modal penting untuk mempertahankan prestasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Dari total 26 medali yang diraih, delapan di antaranya merupakan medali emas. M. Azri menyumbangkan dua emas melalui nomor Jian Shu Putra dan Qiang Shu Putra. Zulfadli juga meraih dua emas dari nomor Dao Shu Putra dan Gun Shu Putra.

Medali emas lainnya diraih Ahmad Fauzan R. melalui nomor Nan Dao Putra dan Nan Gun Putra. Sementara itu, Fahrel Zaki A. menyumbangkan emas pada nomor Wingchun Bart Cam Dao, sedangkan M. Ghalib Alrasyd meraih emas dari nomor Wingchun Mok Yang Jong.

Pada kategori perak, Shafira Ingrida meraih medali dari nomor Wingchun Bart Cam Dao, Septia Ariyanda dari Nan Dao Putri, dan Aira Suganda dari Dao Shu Putri. Zulfadli menambah koleksi perak melalui Chang Quan Putra, sementara M. Ghalib meraih perak pada Wingchun Bart Cam Dao.

Ahmad Fauzan R. juga menyumbangkan perak melalui Nan Quan Putra, sedangkan Fahrel Zaki A. meraihnya pada nomor Wingchun Mok Yang Jong. Tiga medali perak lainnya diraih Fauzia Khairani pada Sanda 48 kilogram, Syifa Amabel pada Sanda 45 kilogram, dan Mahesa Saputra pada Sanda 75 kilogram.

Delapan medali perunggu diperoleh M. Azri dari Chang Quan Putra, Sardeti dari Jianshu Putri, Septia Ariyanda dari Nan Quan Putri, serta Aira Suganda dari Gun Shu Putri. Empat medali lainnya disumbangkan Abill Ramadhan Hamdani pada Sanda 56 kilogram, Wilda Rahma Putri pada Sanda 56 kilogram, M. Zaki Fahrezi pada Sanda 58 kilogram, dan Divo Andewa pada Sanda 70 kilogram.

Dengan raihan delapan emas, 10 perak, dan delapan perunggu, WI Kabupaten Solok berharap prestasi tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan. Rahmat Syah mengimbau seluruh pengurus, pelatih, sasana, dan atlet untuk mempertahankan kekompakan, tidak terpancing isu maupun provokasi, serta terus meningkatkan kemampuan agar Wushu Kabupaten Solok dapat kembali berprestasi pada berbagai kejuaraan mendatang. (*) 

Laporan: Novrianto
Editor: Zamri Yahya, WU

Puluhan Jabatan ASN Jadi Sorotan, Layanan Kenaikan Pangkat hingga Pensiun Berpotensi Terdampak    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

Puluhan Jabatan ASN Jadi Sorotan, Layanan Kenaikan Pangkat hingga Pensiun Berpotensi Terdampak
BKN mencatat seluruh instansi yang sebelumnya dikenai sanksi pemblokiran layanan kepegawaian telah menindaklanjuti rekomendasi perbaikan. (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengapresiasi instansi pemerintah yang telah menindaklanjuti rekomendasi hasil pengawasan dan pengendalian manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keputusan kepegawaian berjalan sesuai peraturan perundang-undangan, norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK), serta prinsip sistem merit.

BKN mencatat seluruh instansi yang sebelumnya dikenai sanksi pemblokiran layanan kepegawaian telah menindaklanjuti rekomendasi perbaikan. Namun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) masih diminta segera menuntaskan rekomendasi yang berkaitan dengan persoalan penataan jabatan ASN di lingkungannya.

Setiap instansi pemerintah berkewajiban menindaklanjuti rekomendasi BKN sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola kepegawaian. Tindak lanjut tersebut diperlukan agar keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), mulai dari pengangkatan hingga pemberhentian pegawai, sesuai dengan ketentuan dan tidak mengabaikan prinsip sistem merit.

Salah satu instansi yang mendapat apresiasi adalah Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara. Setelah sebelumnya mengalami pemblokiran layanan kepegawaian akibat persoalan manajemen ASN, pemerintah kabupaten tersebut menyatakan kesediaannya menjalankan rekomendasi BKN terkait pembatalan surat keputusan pemberhentian jabatan yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Komitmen tersebut disampaikan melalui surat Bupati Kolaka Utara Nomor 800.1.1/1301/2026 tertanggal 8 Oktober 2026. Berdasarkan tindak lanjut itu, pejabat yang terdampak kemudian dikembalikan ke jabatan semula atau jabatan setara sesuai keputusan yang diambil pemerintah daerah.

BKN menilai langkah Pemkab Kolaka Utara menunjukkan pentingnya koreksi terhadap keputusan kepegawaian yang tidak sesuai aturan. Penyelesaian rekomendasi pengawasan diharapkan dapat memberikan kepastian karier bagi ASN sekaligus menjaga kelancaran layanan administrasi kepegawaian.

Sebaliknya, Pemprov Sulbar masih didorong untuk segera menuntaskan rekomendasi yang belum diselesaikan. Persoalan ini menjadi perhatian karena layanan kepegawaian yang memerlukan persetujuan di tingkat provinsi berpotensi terdampak, termasuk layanan kenaikan pangkat dan pensiun ASN di Kabupaten Mamasa, Majene, Polewali Mandar, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN, Hardianawati, menjelaskan bahwa BKN telah menyampaikan rekomendasi penataan jabatan kepada Pemprov Sulbar berdasarkan rencana perbaikan yang sebelumnya diajukan. Rekomendasi itu berkaitan dengan penataan puluhan pejabat yang pengangkatannya dinilai belum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam rekomendasi tersebut, sebanyak 68 pejabat administrator dan pengawas disarankan diangkat ke jabatan fungsional karena telah memperoleh persetujuan penyetaraan jabatan dari Kementerian PANRB. Selain itu, BKN merekomendasikan pengangkatan kembali 13 pejabat administrator dan tiga pejabat pengawas ke jabatan semula atau jabatan setara.

BKN juga meminta penyelesaian terhadap tiga pejabat administrator lainnya melalui sejumlah langkah, yakni mutasi antarinstansi, pemeriksaan hukuman disiplin, dan pengembalian ke jabatan awal. Sementara itu, rekomendasi pengangkatan lima pejabat pengawas ke jabatan administrator telah dibatalkan karena proses pengangkatannya dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hardianawati menegaskan, rekomendasi pengawasan harus ditindaklanjuti melalui langkah nyata, bukan hanya berupa pernyataan komitmen atau rencana perbaikan. Setiap keputusan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian ASN harus dilaksanakan sesuai ketentuan agar tidak merugikan pegawai maupun menghambat pelayanan publik.

“Pemblokiran layanan merupakan instrumen pengawasan untuk mendorong kepatuhan terhadap aturan manajemen ASN, bukan semata-mata pembatasan layanan administrasi. Karena itu, setiap instansi diminta menindaklanjuti rekomendasi pengawasan agar keputusan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian ASN sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” terang Hardianawati, Minggu (11/10/2026).

BKN menegaskan bahwa pemblokiran layanan kepegawaian bukan tujuan akhir pengawasan. Kebijakan tersebut merupakan instrumen untuk mendorong perbaikan keputusan yang tidak sesuai ketentuan. Penuntasan rekomendasi menjadi langkah penting agar layanan kembali berjalan optimal dan hak-hak kepegawaian ASN tidak terus terdampak.

Pengawasan dan pengendalian manajemen ASN dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, termasuk penerapan sistem merit dalam pelaksanaan kewenangan PPK. Selain melakukan koreksi terhadap persoalan yang telah terjadi, BKN juga mendorong langkah pencegahan agar pengangkatan dan pemindahan pegawai dilaksanakan sesuai aturan. BKN berharap Pemprov Sulbar segera menyelesaikan seluruh rekomendasi yang masih tertunda, sebagaimana tindak lanjut yang telah dilakukan Pemkab Kolaka Utara, demi menjaga profesionalisme ASN, kepastian karier pegawai, dan kelancaran pelayanan publik. (*) 

Laporan: Husnie
Editor: Zamri Yahya, WU

1.600 Calon Peserta Disiapkan Ikuti Pelatihan Vokasi, Ada 11 Keterampilan yang Bisa Dipelajari    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

1.600 Calon Peserta Disiapkan Ikuti Pelatihan Vokasi, Ada 11 Keterampilan yang Bisa Dipelajari
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pelatihan vokasi perlu disusun sesuai kebutuhan pasar kerja lokal. (Foto: Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Program pelatihan vokasi kembali menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Melalui program Tailor Made Training (TMT) Batch 2, sebanyak 1.600 calon peserta disiapkan mengikuti pelatihan yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja dan potensi usaha daerah.

Program yang diluncurkan di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026), tersebut mencakup 100 paket pelatihan vokasi. Pelaksanaannya diarahkan untuk membuka kesempatan bagi masyarakat dalam meningkatkan kompetensi, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan usaha mandiri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pelatihan vokasi perlu disusun sesuai kebutuhan pasar kerja lokal. Dengan pendekatan tersebut, keterampilan yang dipelajari peserta diharapkan relevan dengan peluang kerja dan potensi ekonomi yang berkembang di daerah.

“Program ini dirancang khusus berbasis kebutuhan pasar kerja lokal guna mencetak tenaga kerja yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Yassierli saat membuka TMT Batch 2. Kegiatan pembukaan itu dihadiri 400 peserta.

Pelatihan dijadwalkan mulai 19 Oktober 2026 dan berlangsung selama dua pekan. Sebanyak 11 jenis pelatihan disiapkan dalam empat klaster, mulai dari keterampilan digital dan perkantoran, pangan dan kuliner, garmen dan fesyen, hingga kecantikan.

Pada klaster Ekonomi Digital, Perkantoran, dan Komunikasi, peserta dapat mempelajari Practical Office Advance, Content Creator, serta Public Speaking. Keterampilan tersebut berkaitan dengan penguasaan pekerjaan perkantoran, pembuatan konten digital, dan kemampuan berkomunikasi di lingkungan profesional.

Klaster Pangan dan Kuliner menawarkan pelatihan Pangan Kuliner, Roti dan Kue, Peracikan Minuman Kopi, serta Pengelolaan Kelembagaan Brigade Pangan. Pilihan ini diarahkan untuk memperkuat keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan produksi pangan maupun pengembangan usaha kuliner.

Sementara itu, klaster Garmen dan Fesyen mencakup pelatihan Menjahit Pakaian, Pembuatan Pakaian dengan Mesin Jahit, dan Operasi Mesin Jahit. Adapun klaster Kecantikan menyediakan pelatihan Rias Wajah yang dapat menjadi bekal untuk bekerja di bidang jasa kecantikan atau merintis usaha sesuai kemampuan peserta.

Yassierli mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh proses pelatihan dengan serius. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari keikutsertaan peserta, tetapi juga dari penguasaan keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan.

“Sertifikat itu hanya diberikan kalau memiliki skill. Jadi, siapkan diri Anda. Instrukturnya sudah teruji puluhan tahun. Instruktur punya jejaring dan pengalaman yang luar biasa, manfaatkan,” katanya.

Ia menegaskan, pelatihan vokasi harus memberikan manfaat nyata setelah peserta menyelesaikan proses pembelajaran. Karena itu, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk melamar pekerjaan, meningkatkan kemampuan profesional, atau mengembangkan usaha mandiri.

Untuk mendukung langkah tersebut, Yassierli mendorong pemerintah daerah agar ikut membantu menghubungkan lulusan dengan informasi lowongan kerja, akses permodalan, pasar, serta pendampingan usaha. Dukungan lanjutan dinilai penting agar kompetensi peserta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Menurut Yassierli, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat, tetapi juga pada upaya nyata meningkatkan keterampilan masyarakat di berbagai daerah. Ia menyebut penguatan kompetensi tenaga kerja sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud hanya dari ruang-ruang rapat di Jakarta. Ia dibangun dari ruang-ruang pelatihan seperti ini, dari tangan-tangan terampil anak muda di Sukabumi dan di seluruh penjuru Nusantara,” ujar Yassierli.

Pelaksanaan TMT Batch 2 melibatkan sejumlah mitra dari pemerintah daerah dan lembaga masyarakat. Mitra pemerintah daerah terdiri atas UPT BLK pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi. Sementara itu, mitra masyarakat meliputi Yayasan Al Furqon Kebonjati, Yayasan Sigma Indonesia Sinergi, Yayasan Madani Tegallega, dan LPK Badami. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelatihan dan memperkuat hubungan antara pengembangan keterampilan, kebutuhan dunia kerja, serta peluang usaha. (*) 

Laporan: Adiya
Editor: Zamri Yahya, WU