HEADLINE
Eggi Sudjana Kirim Pesan ke Roy Suryo seusai Tak Jadi Tersangka Kasus Ijazah: Selamat Berjuang    
Minggu, Januari 18, 2026

On Minggu, Januari 18, 2026

Eggi Sudjana Kirim Pesan ke Roy Suryo seusai Tak Jadi Tersangka Kasus Ijazah: Selamat Berjuang
Pakar telematika sekaligus tersangka tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, mengaku dihubungi Eggi Sudjana setelah ia tidak lagi ditetapkan sebagai tersangka buntut terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). (Kolase Foto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pakar telematika sekaligus tersangka tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, mengaku dihubungi Eggi Sudjana setelah ia tidak lagi ditetapkan sebagai tersangka buntut terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Eggi menghubungi Roy Suryo melalui WhatsApp dengan memberi semangat untuk mengungkap keaslian ijazah Jokowi.

Roy pun mengaku hanya membalas pesan dari Eggi dengan mengirimkan emoji senyum.

"(Eggi mengirim pesan ke Roy Suryo) Selamat berjuang brother Roy, salam kawan-kawan. Ini saya anggap lucu-lucuan saja dan balas dengan senyum saja," kata Roy dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu (17/1/2026).

Roy beralasan tak terlalu menanggapi pesan dari Eggi karena khawatir dipersepsikan macam-macam oleh pihak tertentu.

"Makannya saya cuma balas dengan (emoji) senyum saja. Sudah cukuplah itu bagi saya," katanya.

Roy menduga pesan dari Eggi merupakan ejekan baginya setelah dirinya sempat menuding Eggi merupakan pecundang setelah bertemu dengan Jokowi.

Diketahui, Eggi memang sempat bertemu dengan Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026).

Pertemuan itu dilakukan Eggi bersama dengan Damai Hari Lubis yang juga tidak lagi berstatus sebagai tersangka tuduhan ijazah palsu Jokowi setelah menerima SP3.

"Saya pernah beberapa waktu yang lalu, itu mengirimkan WA juga ke Bang Eggi, khusus (pesannya berisi) pecundang atau pejuang," tuturnya.

Roy menilai diterimanya SP3 oleh Eggi maupun Damai karena mereka takut untuk menghadapi kasus ini.

Dia pun mengibaratkan Eggi serta Damai seperti nahkoda yang melarikan diri ketika kapal yang dinahkodainya ada masalah dan akan tenggelam.

"Saya menganggap Bang Eggi Sudjana dan Bang Damai Hari Lubis mungkin ibaratnya kalau ada nahkoda, seharusnya kapalnya mau tenggelam, tiba-tiba nahkodanya malah melarikan diri."

"Ya kita nggak akan malah ikut melarikan diri. Kita akan upayakan untuk tetap bisa berlayar sampai tujuan dan kita tetap kompak," jelasnya.

Di sisi lain, Roy Suryo mengaku tidak takut ketika strategi terkait persidangan mendatang akan dibocorkan oleh Eggi maupun Damai setelah mereka tidak lagi menjadi tersangka.

Sebagai informasi, ada dua klaster dalam kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi ini di mana Roy Suryo berada di klaster kedua bersama dengan Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma.

Sementara di klaster pertama tinggal Kurnia Tri Rohyani, Rustam Effendi, dan Rizal Fadillah setelah Eggi dan Damai tak lagi jadi tersangka.

Adapun berkas di klaster kedua telah dilimpahkan Polda Metro Jaya ke kejaksaan beberapa waktu lalu.

Kembali lagi ke Roy Suryo, dia menegaskan tidak khawatir karena seluruh tersangka dalam kasus ini didampingi oleh pengacara yang berbeda-beda.

"Artinya banyak hal yang tidak kami sampaikan secara terbuka untuk ke dalam. Karena saya tahu itu, strategi-strategi gak saya laporkan," ujarnya. (*)

Tersangka Korupsi Kuota Haji Bertambah Jika Ada Peran Krusial    
Minggu, Januari 18, 2026

On Minggu, Januari 18, 2026

Tersangka Korupsi Kuota Haji Bertambah Jika Ada Peran Krusial
Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, ada sejumlah orang yang perannya masih diulik penyidik dalam kasus ini. Mereka yang diawasi mulai dari pejabat sampai pihak swasta.

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menutup kemungkinan menambah tersangka dalam kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji.

Pihak berperkara ditambah jika menemukan sosok lain yang memiliki peran krusial.

"Ya, nanti kita akan melihat peran-peran dari masing-masing pihak itu seperti apa. Apakah memang punya peran yang krusial dalam dalam proses inisiasi diskresi itu atau seperti apa," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, dikutip pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Budi mengatakan, ada sejumlah orang yang perannya masih diulik penyidik dalam kasus ini. Mereka yang diawasi mulai dari pejabat sampai pihak swasta.

"Terkait apa yang dilakukan di lapangan berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji ini maka memang penyidik membutuhkan pemeriksaan satu-satu kepada para biro travel ini sehingga memakan waktu yang cukup panjang," ucap Budi.

KPK menetapkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dan eks Staf Khusus Menteri Agama Isfan Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, sebagai tersangka dalam kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji. 

KPK berjanji akan menyelesaikan kasus itu ke persidangan.

Masalah dalam kasus korupsi ini adalah karena adanya pembagian kuota yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Indonesia sejatinya diberikan 20 ribu tambahan kuota untuk mempercepat antrean haji.

Dari total itu, pemerintah seharusnya membaginya dengan persentase 92 persen untuk haji reguler, dan delapan persen untuk khusus. 

Namun, sejumlah pihak malah membaginya rata masing-masing 50 persen.

KPK sudah banyak memeriksa pejabat di Kemenag. Lalu, pihak penyedia jasa travel umrah juga dimintai keterangan, salah satunya Ustaz Khalid Basalamah. (*)

KPK Nilai Korupsi Perpajakan Berpotensi Hilangkan Hingga 80 Persen Penerimaan Negara    
Minggu, Januari 18, 2026

On Minggu, Januari 18, 2026

KPK Nilai Korupsi Perpajakan Berpotensi Hilangkan Hingga 80 Persen Penerimaan Negara
KPK mengaku prihatin terhadap terjadinya kasus dugaan suap terkait pemeriksaan pajak tersebut, terutama mengenai hilangnya 80 persen penerimaan negara akibat pengurangan nilai pembayaran pajak.

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap penanganan kasus dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara periode 2021-2026, dapat menjadi momen pembenahan bagi Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

“Tentu kami berharap penanganan perkara di sektor pajak ini menjadi momentum untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/1).

Terlebih, kata Budi, penanganan kasus dugaan suap oleh KPK pada awal 2026 membuat waktu pembenahan selama tahun ini akan semakin panjang bagi Kemenkeu. “Dengan demikian, kita masih punya waktu yang panjang, terutama bagi Kementerian Keuangan, Ditjen Pajak, untuk melakukan pembenahan dan perbaikan, khususnya di ruang-ruang yang masih ada celah untuk wajib pajak dan fiskus atau petugas pajak ini terbuka peluang melakukan negosiasi-negosiasi seperti itu,” katanya.

Sementara itu, dia mengatakan KPK mengaku prihatin terhadap terjadinya kasus dugaan suap terkait pemeriksaan pajak tersebut, terutama mengenai hilangnya 80 persen penerimaan negara akibat pengurangan nilai pembayaran pajak. “Apalagi kalau melihat capaian penerimaan pajak tahun lalu tidak tercapai, dan kita juga sedang mengalami defisit fiskal,” katanya.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pertama di tahun 2026 selama 9–10 Januari 2026, dan menangkap delapan orang. KPK pada 9 Januari 2026 menyatakan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pengaturan pajak di sektor pertambangan.

Pada 11 Januari 2026, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka dari OTT tersebut. Mereka adalah Kepala KPP Madya Jakut Dwi Budi (DWB), Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakut Agus Syaifudin (AGS), Tim Penilai di KPP Madya Jakut Askob Bahtiar (ASB), konsultan pajak Abdul Kadim Sahbudin (ABD), serta Staf PT Wanatiara Persada Edy Yulianto (EY).

Edy Yulianto diduga menjadi pihak pemberi suap pegawai KPP Madya Jakut sebesar Rp4 miliar untuk menurunkan biaya pembayaran kekurangan pajak bumi dan bangunan (PBB) periode pajak tahun 2023, yakni semula sekitar Rp75 miliar kemudian diubah menjadi Rp15,7 miliar. (*)

Gubernur Mahyeldi Hadiri Pemasangan Pipanisasi Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Tanah Datar    
Sabtu, Januari 17, 2026

On Sabtu, Januari 17, 2026

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri langsung proses pemasangan pipanisasi air bersih
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri langsung proses pemasangan pipanisasi air bersih. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri langsung proses pemasangan pipanisasi air bersih bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Jorong Muaro Ambius, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (17/1/2026).

Wilayah tersebut sebelumnya dilanda banjir bandang pada akhir November 2025 lalu, yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta fasilitas penyediaan air bersih. Kehadiran Gubernur Mahyeldi menjadi bentuk dukungan moril sekaligus penguatan semangat gotong royong dalam percepatan pemulihan pascabencana.

Gubernur Mahyeldi menyampaikan program pipanisasi air bersih ini difasilitasi oleh Badan Pengelola Wakaf Rangkiang Peduli Negeri (RPN). Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu pemulihan kebutuhan dasar masyarakat.

“Pemulihan pascabencana di Sumatera Barat bisa berjalan lebih cepat karena adanya kebersamaan seperti ini. Bantuan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai lembaga dan sesama masyarakat. Inilah kekuatan gotong royong yang harus terus kita jaga,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Sementara itu, Ketua Rangkiang Peduli Negeri (RPN) Sumbar, Zeng Welf menyampaikan total donasi yang berhasil dihimpun RPN untuk membantu daerah terdampak bencana mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Sebagian dari dana tersebut dialokasikan untuk penyediaan pipanisasi air bersih di Jorong Muaro Ambius.

Proses pengerjaan pipanisasi dilakukan dengan melibatkan relawan pendamping serta masyarakat setempat secara bergotong royong. Seluruh pipa yang dipasang merupakan hasil wakaf para wakif yang dikoordinir melalui Lazisku dan Lazismu, kemudian dipercayakan kepada RPN untuk pelaksanaannya.

“Alhamdulillah, hingga saat ini terdapat sekitar 50 NGO dari luar Sumatera Barat yang menyalurkan donasi melalui RPN. Total donasi yang terkumpul kurang lebih berjumlah Rp1,5 miliar,” ungkap Zeng Welf.

Disisi lain, perwakilan masyarakat setempat, Jon Simamora (53 th) menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat pascabencana.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada RPN, para donatur, dan Bapak Gubernur Buya Mahyeldi yang hadir langsung di tengah masyarakat. Kehadiran beliau memacu semangat kami untuk bangkit dan menata kehidupan kembali,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Armi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Syefdinon, Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto, Anggota DPRD Provinsi Sumbar Jamal, serta sejumlah mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP). (adpsb/cen/bud)

Satresnarkoba Polres Solok Kota Mengamankan Satu TSK Dua Buah  Plastik Bening    
Sabtu, Januari 17, 2026

On Sabtu, Januari 17, 2026

Satresnarkoba Polres Solok Kota Mengamankan Satu TSK Dua Buah  Plastik Bening
Satuan Reserse Narkoba Polres Solok Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis shabu. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Satuan Reserse Narkoba Polres Solok Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis shabu, Jumat (16/1/26), bertempat di pinggir Jalan A. Yani RT 004 RW 002, Kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.l Sumatra Barat. Sekira Pukul 19.20 WIB.

Dalam Keterangan  Kasat Narkoba Polres Solok Kota AKP Amin Nurasyid, melalui Kasi Humas AKP  Edy Suhendra menyampaikan pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan satu orang laki-laki bernama AFH, (25) tahun, Warga Jorong Sawah Kandih, Nagari Bukit Tandang, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa, 2 (dua) buah plastik klip bening berisi diduga narkotika Golongan I jenis shabu, 1 (satu) unit HP Android merek Realme warna gold, 1 (satu) unit sepeda motor merek Honda Scoopy warna hitam doff dengan nomor polisi BA 4288 HAC.

Lebih lanjut Kasat Narkoba mengatakan Kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa akan terjadi transaksi narkotika jenis shabu di lokasi tersebut sekitar pukul 19.00 WIB. 

" Menindaklanjuti informasi itu, pelapor bersama Tim Satresnarkoba Polres Solok Kota, dibantu anggota Satreskrim dan Intelkam, segera melakukan penyelidikan serta pengamatan terhadap ciri-ciri terduga pelaku. Sekira pukul 19.10 WIB, tim gabungan menuju lokasi dan melakukan penyisiran. Pada pukul 19.20 WIB, petugas mendapati seorang laki-laki dengan ciri-ciri sesuai laporan masyarakat sedang berada di pinggir Jalan A. Yani dan diduga melakukan transaksi narkotika," katanya.

Petugas  langsung mengamankan pelaku yang saat itu berada di atas sepeda motor Honda Scoopy warna hitam doff. Dengan disaksikan oleh beberapa orang saksi dari masyarakat sekitar, petugas melakukan penggeledahan terhadap badan, pakaian, dan lokasi kejadian. 

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 1 (satu) plastik klip bening berisi diduga shabu yang terjatuh di jalan sekitar satu meter dari tempat pelaku diamankan, serta 1 (satu) plastik klip bening lainnya yang ditemukan di dalam laci atau saku sebelah kanan sepeda motor yang digunakan pelaku.

Selain itu, petugas juga mengamankan 1 (satu) unit HP Android merek Realme warna gold yang terjatuh saat pelaku diamankan. Di hadapan saksi, pelaku mengakui bahwa seluruh barang bukti narkotika tersebut adalah miliknya dan yang bersangkutan tidak memiliki izin dari pihak berwenang untuk menyimpan maupun menguasai narkotika tersebut.

Setelah memastikan tidak ditemukan lagi barang-barang lain yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika, petugas selanjutnya membawa pelaku beserta seluruh barang bukti ke Polres Solok Kota guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) tentang undang undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo 609 KUHP 2023, Tutup Kasat Narkoba AKP Amin Nurasyid.

Pesan dari Kapolres Solok Kota menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Solok Kota.( BO )

Wabup Solok, H. Candra, SH.i: Ini Menjadi Bukti, Besarnya Perhatian Pemprov untuk Sektor Pertanian    
Sabtu, Januari 17, 2026

On Sabtu, Januari 17, 2026

Wabup Solok, H. Candra, SH.i: Ini Menjadi Bukti, Besarnya Perhatian Pemprov untuk Sektor Pertanian
Wakil Bupati Solok, H. Candra menyampaikan terima kasih atas besarnya perhatian Pemprov Sumbar terhadap sektor pertanian di Kabupaten Solok. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Bupati Solok, H. Candra menyampaikan terima kasih atas besarnya perhatian Pemprov Sumbar terhadap sektor pertanian di Kabupaten Solok. 

Hal itu disampaikannya ketika gotong royong bersama masyarakat lima nagari di kawasan Banda Gadang, Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sabtu (17/1/2026).

Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, Kepala Dinas BMCKTR, Armi; Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon; Perwakilan Bank Nagari, serta Camat Gunung Talang. 

Menurutnya, pembenahan saluran irigasi ini tidak hanya berdampak positif untuk pengairan tapi juga bagi perekonomian masyarakat sekitar.

"Terima kasih Pak Gubernur. Ini menjadi bukti, besarnya perhatian Pemprov untuk sektor pertanian,"ujar Wakil Bupati Solok, H. Chandra.

Sementara itu, Didi (43 th), salah seorang warga setempat mengatakan bencana banjir dan lonsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, telah menyebabkan pohon tumbang dan terjadi lonsoran dibeberapa titik sehingga mengakibatkan saluran irigasi Banda Gadang rusak.

Beruntung, pemerintah bergerak cepat untuk melakukan pembenahan.

"Meski pun mesti menunggu solusi permanennya. Tapi kami tenang, karena sudah ada kejelasan dari pemerintah, bahkan Gubernur dan Wabup hadir langsung gotong royong bersama kami,"ungkapnya.(adpsb/cen/bud)

Pemprov Siapkan Anggaran 2 Miliar untuk Pembenahan  Saluran Irigasi Banda Gadang Kabupaten Solok    
Sabtu, Januari 17, 2026

On Sabtu, Januari 17, 2026

Pemprov Siapkan Anggaran 2 Miliar untuk Pembenahan  Saluran Irigasi Banda Gadang Kabupaten Solok
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah melakukan gotong royong. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah melakukan gotong royong bersama masyarakat lima nagari di kawasan Banda Gadang, Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan saluran irigasi Banda Gadang dari sedimen lumpur yang terbawa banjir dan lonsor pada akhir November tahun lalu.

Sedimen lumpur telah menyebabkan pasokan air lahan persawahan masyarakat di lima nagari di Kecamatan Gunung Talang terganggu, sehingga berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Kelima nagari yang terdampak itu di antaranya, Nagari Kotogaek Guguak, Kotogadang Guguak, Jawi-Jawi Guguak, Talang dan Cupak.

“Pagi ini kita bersama Pak Bupati, Pak Bakhtul, Pak Camat dan masyarakat melakukan goro untuk membersihkan saluran irigasi Banda Gadang dari sedimen, agar aliran air bisa kembali lancar," ujar Gubernur Mahyeldi.

Gubernur kemudian menyampaikan untuk penanganan jangka panjang, tahun ini Pemprov Sumbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar melalui PSDA untuk pembenahan saluran irigasi di lokasi tersebut. 

Sedangkan untuk perbaikan hulu irigasi, Gubernur juga sudah minta dukungan Bank Nagari melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).

"Alhamdulillah, untuk penanganan permanennya, kita sudah alokasikan anggaran sebesar 2 miliar melalui PSDA Provinsi, sedangkan untuk pembenahan Kapalo Banda kita minta dukungan CSR dari Bank Nagari," ungkapnya

Dengan pembenahan ini, diharapkan saluran irigasi Banda Gadang dapat kembali berfungsi optimal untuk mengairi sekitar 5.500 hektare sawah masyarakat di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

“Mudah-mudahan, ini bisa kita selesai segera agar pasokan air untuk 5.500 hektare sawah masyarakat bisa kembali optimal,” kata Mahyeldi.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas BMCKTR, Armi; Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon; Perwakilan Bank Nagari, serta Camat Gunung Talang. (adpsb/cen/bud)