HEADLINE
Jangan Sampai Salah Langkah! MagangHub 2026 Dimulai Besok, Peserta Wajib Siapkan 5 Hal Ini    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Jangan Sampai Salah Langkah! MagangHub 2026 Dimulai Besok, Peserta Wajib Siapkan 5 Hal Ini
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Darmawansyah. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Besok bukan hari biasa bagi ribuan peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026. Senin (21/9/2026), para peserta dijadwalkan mulai menjalani pemagangan sesuai penempatan masing-masing.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Darmawansyah. 

Bagi peserta, hari pertama bukan sekadar datang ke tempat magang. Ini menjadi awal untuk mengenal lingkungan kerja, memahami tugas, membangun pengalaman, sekaligus mengembangkan kompetensi sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja.

Karena itu, persiapan sebelum berangkat menjadi hal yang tidak boleh dianggap sepele. Peserta MagangHub 2026 diminta memastikan sejumlah kebutuhan telah siap agar tidak kebingungan ketika tiba di lokasi pemagangan.

Pertama, cek detail penempatan. Pastikan kembali lokasi magang, informasi penempatan, dan waktu kedatangan. Jangan sampai kesalahan membaca informasi membuat langkah pertama peserta justru terganggu.

Kedua, pastikan email dan nomor telepon aktif. Peserta perlu mengecek komunikasi secara berkala agar tidak melewatkan informasi penting yang berkaitan dengan pelaksanaan program MagangHub Batch 2.

Ketiga, jangan sungkan menghubungi penyelenggara atau mentor. Sebelum berangkat, peserta dapat memastikan jam kedatangan, lokasi yang harus dituju, serta pihak yang perlu ditemui pada hari pertama.

Langkah sederhana tersebut bisa membuat peserta lebih siap menghadapi lingkungan baru. Datang dengan informasi yang lengkap tentu berbeda dengan datang tanpa mengetahui siapa yang harus ditemui dan apa yang harus dilakukan.

Keempat, siapkan administrasi dan perlengkapan magang. Peserta perlu memastikan seluruh dokumen dan kebutuhan yang diperlukan selama mengikuti program sudah tersedia sebelum hari pertama dimulai.

Kelima, baca kembali posisi dan tugas magang. Peserta harus memahami tanggung jawab sesuai posisi yang dipilih. Jangan sampai sudah berada di tempat kerja tetapi masih belum mengetahui tugas yang harus dijalankan.

Program MagangHub 2026 diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi masing-masing. Pengalaman tersebut penting sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan sebelum memasuki dunia kerja.

Melalui pemagangan, peserta dapat belajar menerapkan kompetensi dalam situasi kerja, memahami tanggung jawab, serta beradaptasi dengan lingkungan profesional. Karena itu, setiap kesempatan belajar selama program perlu dimanfaatkan secara maksimal.

Persiapan yang matang juga dapat membantu peserta menjalani hari pertama dengan lebih terarah. Mulai dari mengetahui lokasi, menjaga komunikasi, menyiapkan perlengkapan, hingga memahami tugas, semuanya menjadi bagian dari kesiapan memasuki dunia kerja.

Jadi, jangan menunggu sampai pintu tempat magang sudah di depan mata. Cek penempatan, aktifkan kontak, hubungi mentor, siapkan perlengkapan, dan pahami tugas. Lima langkah ini wajib dibereskan sebelum peserta memulai perjalanan dalam Program Pemagangan Nasional MagangHub Batch 2 Angkatan II 2026.

Besok adalah hari pertama. Bukan waktunya panik, apalagi kebingungan. Datang dengan persiapan, pahami tugas, dan manfaatkan pengalaman MagangHub 2026 sebagai bekal menghadapi dunia kerja. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

3 Tahun Bangun Surau, Kekompakan Perantau Pariaman di Kuansing Bikin Wawako Mulyadi Bangga    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

3 Tahun Bangun Surau, Kekompakan Perantau Pariaman di Kuansing Bikin Wawako Mulyadi Bangga
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menghadiri Alek Batagak Kudo-Kudo Surau Darul Aman PKDP Kabupaten Kuansing sekaligus kegiatan Maulid Nabi, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kekompakan perantau Pariaman di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, kembali mendapat perhatian. Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menghadiri Alek Batagak Kudo-Kudo Surau Darul Aman PKDP Kabupaten Kuansing sekaligus kegiatan Maulid Nabi, Sabtu (19/9/2026).

Alek tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi perantau Pariaman sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Minang di rantau. Surau Darul Aman yang dibangun melalui kebersamaan warga menjadi simbol kekompakan perantau Pariaman yang terus menjaga hubungan dengan kampung halaman.

Dalam sambutannya, Mulyadi mengapresiasi pengurus dan keluarga besar PKDP Kabupaten Kuansing yang dinilainya mampu mempertahankan silaturahmi, ukhuwah Islamiyah dan kerja sama antarperantau. Menurutnya, keberhasilan membangun surau dalam waktu sekitar tiga tahun merupakan bukti nyata kekuatan kebersamaan masyarakat Pariaman di perantauan.

“Kami sangat bangga, keluarga kami di Kuansing ini bisa menjaga silaturahmi, ukhuwah Islamiyah dan kerja sama dalam wadah PKDP sehingga dalam jangka waktu tiga tahun sudah mampu membangun mushalla yang sangat besar ini,” ungkap Mulyadi.

Mulyadi berharap tradisi gotong royong, kebersamaan dan silaturahmi perantau Pariaman terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, kekuatan organisasi perantau bukan hanya terlihat dari kegiatan sosial, tetapi juga dari kemampuan membangun fasilitas keagamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ia juga menitipkan para perantau Pariaman kepada Pemerintah Kabupaten Kuansing agar hubungan dan kerja sama yang selama ini terjalin semakin diperkuat. “Pak Bupati, saya titipkan dunsanak saya di Pariaman agar dilaksanakan pembinaan dan kerja sama dalam pembangunan Kabupaten Kuansing,” tutur Mulyadi.

Sementara itu, Bupati Kuansing Mukhlisin mengaku bangga melihat kekompakan dan jiwa gotong royong perantau Pariaman. Ia menilai kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Pariaman di Kuansing menjadi kekuatan positif dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Suatu kebanggaan luar biasa, perantau Pariaman sebagai warga Kabupaten Kuansing menjaga kekompakan, kerja sama dan saling bersilaturahmi sehingga mampu membangun mushalla tapi ukurannya sebesar masjid,” ujar Mukhlisin.

Alek Batagak Kudo-Kudo Surau Darul Aman PKDP Kabupaten Kuansing dan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri Ketua DPW PKDP Provinsi Riau Amran Tambi, Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Yalviendri, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD, serta para Ketua DPD PKDP Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau. Kegiatan ini menjadi gambaran kuatnya hubungan perantau Pariaman di Riau dengan pemerintah daerah serta kampung halaman, sekaligus menegaskan bahwa semangat badunsanak, gotong royong dan menjaga surau tetap hidup di tanah rantau. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Sekadar Naik Sabuk! 245 Karateka Padang Ditempa Jadi Generasi Disiplin dan Calon Pemimpin    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Bukan Sekadar Naik Sabuk! 245 Karateka Padang Ditempa Jadi Generasi Disiplin dan Calon Pemimpin
Sebanyak 245 karateka dari 18 dojo di Kota Padang menjalani Ujian Kenaikan Tingkat-Kyu/Sabuk Semester II Tahun 2026 Lemkari Kota Padang di Gedung BKOM dan Pelkes Sumatera Barat, Minggu (20/9/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 245 karateka dari 18 dojo di Kota Padang menjalani Ujian Kenaikan Tingkat-Kyu/Sabuk Semester II Tahun 2026 Lemkari Kota Padang di Gedung BKOM dan Pelkes Sumatera Barat, Minggu (20/9/2026). Namun, ujian tersebut bukan sekadar tentang kenaikan sabuk, melainkan menjadi bagian dari proses panjang membentuk karakter generasi muda.

Ujian dibuka langsung Wali Kota Padang Fadly Amran, yang juga Ketua Dewan Pembina Pengprov Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Sumatera Barat. Kehadiran ratusan karateka dari berbagai dojo menunjukkan geliat pembinaan olahraga karate di Kota Padang terus berjalan secara berjenjang dan terarah.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sumbar sekaligus Ketua Umum Pengprov Lemkari Sumbar Nanda Satria, Ketua Pengcab Lemkari Kota Padang Surfa Yondri, Sekretaris Umum KONI Kota Padang Tri Putra Juniadi, jajaran pengurus Pengprov Lemkari Sumbar, pelatih, serta para peserta ujian. Momentum ini sekaligus memperkuat sinergi pembinaan olahraga antara organisasi karate dan pemerintah daerah.

Fadly Amran menilai karate memiliki peran penting dalam membentuk anak dan remaja yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, kejujuran, dan kemampuan menghormati orang lain. Nilai tersebut dinilai semakin penting di tengah perubahan pola aktivitas anak yang semakin banyak bersentuhan dengan gadget.

“Ujian kenaikan tingkat ini bukan sekadar proses meraih sabuk, tetapi bagian dari pendidikan olahraga yang membentuk disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan karakter bagi adik-adik karateka,” kata Fadly Amran.

Ia juga mengaitkan pembinaan olahraga dengan program Padang Balomba, yang menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara. Pemerintah Kota Padang ingin olahraga menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk tumbuh sehat, aktif, produktif, berprestasi, sekaligus membangun kemampuan sosial dan mental yang kuat.

“Anak-anak Lemkari dididik menjadi pemimpin sejak usia dini dengan belajar patuh, disiplin, menghormati, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting untuk membentuk generasi emas kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Lemkari Sumbar Nanda Satria mengatakan pembinaan karate tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi pertandingan. Para karateka juga didorong membawa nilai-nilai yang dipelajari di dojo ke sekolah dan lingkungan masing-masing. “Kami berharap para karateka mampu menjadi agen perubahan di sekolah dan lingkungannya masing-masing. Begitu pula berani mencegah berbagai persoalan di kalangan remaja, serta menjadi teladan bagi teman-temannya,” katanya.

Selain pembentukan karakter, perhatian juga diarahkan kepada persiapan atlet menuju Porprov XVI Sumbar. Nanda berharap karateka Lemkari yang dipercaya memperkuat kontingen Kota Padang mampu menunjukkan hasil pembinaan melalui performa terbaiknya. Dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten, Lemkari Sumbar berharap lahir atlet-atlet berprestasi sekaligus generasi muda yang memiliki karakter kuat dan siap mengambil peran sebagai pemimpin masa depan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Prabowo Gebrak Pendidikan Nasional, SD hingga Universitas Negeri Mau Digratiskan: Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Prabowo Gebrak Pendidikan Nasional, SD hingga Universitas Negeri Mau Digratiskan: Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun
Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D. (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal pendidikan gratis langsung membuka babak baru dalam kebijakan pendidikan nasional. Prabowo menegaskan biaya pendidikan di sekolah negeri mulai SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus gratis, dan menyatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas kebijakan tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D. Menurut Didik, gagasan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri bukan sesuatu yang mustahil, tetapi harus segera diterjemahkan menjadi desain kebijakan yang jelas, termasuk soal pembiayaan dan tahapan pelaksanaannya.

Didik menilai pemerintah kini memiliki momentum untuk memperluas kebijakan wajib belajar hingga 15 tahun, dengan pendidikan gratis setidaknya sampai jenjang SMA negeri. Ia menyebut fondasi pembiayaan pendidikan dasar dan menengah sebelumnya telah dibangun melalui kebijakan wajib belajar dan dukungan biaya operasional sekolah. “Sekarang Presiden Prabowo tinggal melanjutkan untuk wajib belajar 15 tahun, yakni pendidikan gratis untuk sekolah menengah atas negeri,” ujar Didik.

Namun, pendidikan gratis hingga perguruan tinggi menjadi tantangan yang jauh lebih besar. Sorotan Didik mengarah pada sistem pembiayaan PTN, termasuk jalur mandiri yang menurutnya perlu ditata ulang agar akses masuk perguruan tinggi tetap berbasis meritokrasi dan kemampuan akademik, sekaligus memberi ruang lebih besar bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Didik bahkan mendorong penghentian praktik yang menurutnya mengarah pada komersialisasi penerimaan mahasiswa baru PTN. Ia berpandangan PTN semestinya tidak dibebani target mencari pemasukan sendiri secara berlebihan, melainkan dapat lebih fokus pada fungsi pendidikan dan riset. Pandangan ini menempatkan reformasi pembiayaan perguruan tinggi sebagai bagian penting jika wacana kuliah gratis di universitas negeri benar-benar hendak diwujudkan.

Persoalan berikutnya adalah anggaran pendidikan. Didik menilai pemerintah perlu melakukan penataan ulang alokasi anggaran agar sebagian sumber daya dapat diarahkan untuk membiayai operasional PTN. Ia menyebut dana pendidikan nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah dapat menjadi bagian dari perhitungan, tetapi implementasinya tetap membutuhkan desain fiskal yang terukur dan mekanisme pembiayaan yang jelas.

Di sisi lain, rencana tersebut bukan sekadar soal menghapus biaya pendidikan. Pemerintah juga harus menentukan siapa yang dibiayai, biaya apa saja yang ditanggung negara, bagaimana mekanisme penerimaan mahasiswa, serta bagaimana nasib PTN dan PTS. Didik mengusulkan pembagian peran yang lebih jelas, dengan PTN memberikan akses kepada mahasiswa berdasarkan kemampuan akademik dan kondisi ekonomi, sementara PTS tetap menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Jika gagasan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan, dampaknya akan menyentuh langsung jutaan keluarga Indonesia yang selama ini menghadapi biaya pendidikan. Tetapi pernyataan Presiden saat ini masih merupakan arah kebijakan yang perlu diterjemahkan pemerintah melalui rapat, regulasi, skema anggaran, dan tahapan implementasi. Sejumlah pihak juga mengingatkan perlunya perhitungan fiskal yang matang sebelum pendidikan gratis SD hingga perguruan tinggi negeri diterapkan secara luas.

Kini bola berada di tangan pemerintah untuk menjawab pertanyaan besar yang muncul setelah pernyataan Prabowo: benarkah biaya sekolah negeri hingga kuliah di PTN akan benar-benar gratis, kapan mulai berlaku, dan dari mana pembiayaannya? Prof. Didik menilai semangat tersebut dapat menjadi momentum untuk membenahi desain pendidikan nasional, sementara pemerintah perlu segera menjabarkannya menjadi kebijakan yang konkret, terukur, dan dapat dilaksanakan. (*) 

Laporan: Arief Tito
Editor: Zamri Yahya, WU

35 Tahun Berlalu, Alumni SMAN 5 Padang Kembali Bersatu: Reuni IKASMANLI 1991 Penuh Nostalgia dan Cerita    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

35 Tahun Berlalu, Alumni SMAN 5 Padang Kembali Bersatu: Reuni IKASMANLI 1991 Penuh Nostalgia dan Cerita
Reuni 35 Tahun IKASMANLI Angkatan 1991 SMAN 5 Padang yang berlangsung hangat dan semarak di Hotel Padang, Minggu (20/9/2026). (Foto: Eko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Tiga puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun, jarak dan waktu ternyata tak mampu menghapus kenangan masa putih abu-abu. Hal itu terlihat dalam Reuni 35 Tahun IKASMANLI Angkatan 1991 SMAN 5 Padang yang berlangsung hangat dan semarak di Hotel Padang, Minggu (20/9/2026).

Mengusung tema “Bersama dalam Kenangan, Bersatu dalam Kebanggaan. Basamo Mangko Kabajadi”, reuni alumni SMAN 5 Padang tersebut menjadi momentum istimewa untuk kembali bertemu, bersilaturahmi dan bernostalgia setelah 35 tahun meninggalkan bangku sekolah. Para alumni datang dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera Barat, Jambi, Riau, Batam, Jakarta hingga Selangor, Malaysia.

Ketua Panitia Reuni 35 Tahun IKASMANLI ’91, Eko Muhardi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri karena dapat mempertemukan kembali teman-teman sekolah yang telah menjalani kehidupan masing-masing selama puluhan tahun. Menurutnya, reuni bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk melepas rindu dan menghidupkan kembali kenangan masa sekolah.

“Reuni ini bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan melepas rasa kangen. Kita kembali mengenang masa-masa sekolah yang penuh cerita dan kenangan,” ujar Eko.

Eko menyebut keberhasilan Reuni IKASMANLI 1991 tidak terlepas dari kekompakan seluruh alumni. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para alumni yang telah berkontribusi sehingga acara 35 tahun setelah lulus dari SMAN 5 Padang tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua IKASMANLI A ’91, Zulhardi Z Latif, SH, MM, Ketua IKASMANLI periode 2026–2031 Defri Nasli, SH, MH, serta Kepala SMAN 5 Padang Walmukminin, M.Pd. Zulhardi mengapresiasi kekompakan alumni angkatan 1991 dan berharap tradisi silaturahmi serta reuni alumni dapat terus berlanjut untuk menjaga hubungan kekeluargaan.

Defri Nasli juga mengaku bangga melihat kekompakan alumni SMAN 5 Padang angkatan 1991 yang tetap terjaga meski telah 35 tahun berpisah. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut tidak berhenti pada acara reuni, tetapi berkembang menjadi kekuatan bersama untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan almamater.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Padang, Walmukminin, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap alumni angkatan 1991. “Alumni angkatan 1991 memang keren. Sejak saya menjabat sebagai kepala sekolah di SMAN 5 Padang, baru kali ini alumni mengadakan acara reuni seperti ini,” ungkapnya. Ia berharap para alumni terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang melibatkan sekolah dan alumni.

Suasana reuni 35 tahun alumni SMAN 5 Padang semakin meriah dengan berbagai penampilan, mulai dari tari pasambahan, dance, solo song hingga pembagian doorprize. Canda, tawa dan cerita masa lalu kembali menghidupkan suasana putih abu-abu yang pernah mereka jalani bersama. Reuni tersebut akhirnya bukan hanya menjadi perayaan perjalanan waktu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun para alumni melangkah, SMAN 5 Padang tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidup yang menyatukan mereka. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

PDPI XVIII Digelar di Padang, Fadly Amran Dorong Kolaborasi Perkuat Kota Sehat dan Ekonomi Daerah    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

PDPI XVIII Digelar di Padang, Fadly Amran Dorong Kolaborasi Perkuat Kota Sehat dan Ekonomi Daerah
Pemerintah Kota Padang menggelar jamuan makan malam bagi para peserta di Rumah Gadang Baiturrahmah, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Padang menjadi tuan rumah Konferensi Kerja (Konker) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ke-XVIII Tahun 2026. Momentum nasional tersebut mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kota Padang melalui jamuan makan malam bagi para peserta di Rumah Gadang Baiturrahmah, Sabtu (19/9/2026).

Jamuan makan malam berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Wali Kota Padang Fadly Amran hadir bersama Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PDPI Arief Riadi Arifin, Ketua PDPI Cabang Sumbar Masrul Basyar, para Ketua Pengurus Cabang (PC) PDPI se-Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Sri Kurniayati, Direktur RSUD dr. Rasidin Padang Lismawati, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi pemerintah dan organisasi profesi kesehatan dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat. Menurutnya, PDPI memiliki peran strategis dalam memberikan masukan berbasis keilmuan sekaligus mendukung pembangunan kesehatan di Kota Padang.

Fadly Amran menyampaikan bahwa Pemko Padang tengah mendorong visi menjadikan Padang sebagai kota sehat dan kota pintar. Konsep tersebut, kata dia, tidak sebatas pada kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga berkaitan erat dengan kesejahteraan, kualitas lingkungan, serta kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.

“Visi kami adalah menggerakkan seluruh potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar. Kota sehat bukan hanya sehat badannya, tetapi juga sehat kesejahteraannya,” ujar Fadly Amran.

Menurut Fadly Amran, tantangan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Pemko Padang membuka ruang kolaborasi dengan PDPI, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat untuk memperkuat program kesehatan sekaligus memberikan rekomendasi dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan di daerah.

“Kolaborasi dengan PDPI penting karena tantangan kesehatan membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi profesi, akademisi, dan masyarakat. Semoga kolaborasi ini semakin kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain sektor kesehatan, Fadly Amran juga mengaitkan penguatan kolaborasi tersebut dengan upaya pemulihan dan kebangkitan ekonomi daerah pascabencana. Pemerintah Kota Padang berharap seluruh potensi daerah, termasuk sektor kesehatan dan organisasi profesi, dapat bergerak bersama mempercepat pemulihan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum PP PDPI Arief Riadi Arifin mengatakan Konker PDPI merupakan agenda nasional yang digelar setiap tahun untuk mengevaluasi kinerja organisasi, menyelaraskan program pengurus pusat dan daerah, serta menetapkan arah kebijakan organisasi ke depan. Konker PDPI XVIII 2026 berlangsung pada 16-19 September 2026 di Kota Padang dengan pusat kegiatan di The ZHM Premiere Hotel. “Konferensi kerja ini kami laksanakan setiap tahun secara nasional dan untuk yang ke-18 ini kami putuskan dilaksanakan di Padang. Ada filosofinya karena sebagian besar guru-guru kami berasal dari sini,” ungkap Arief. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Muharlion Dukung Rehabilitasi Mushalla PWI Sumbar, Jadi Prioritas karena Terhubung dengan Youth Center    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Muharlion Dukung Rehabilitasi Mushalla PWI Sumbar, Jadi Prioritas karena Terhubung dengan Youth Center
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menerima kunjungan silaturahmi jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Ahad (20/9/2026) menjelang Zuhur. (Foto: Amiruddin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyatakan dukungannya terhadap rencana rehabilitasi mushalla di lingkungan Gedung PWI Sumatera Barat (Sumbar). Dukungan itu disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Ahad (20/9/2026) menjelang Zuhur.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas kondisi Gedung PWI Sumbar, khususnya kebutuhan rehabilitasi mushalla. PWI Sumbar berharap perbaikan fasilitas ibadah tersebut dapat menjadi salah satu perhatian dan prioritas dalam dukungan Pemerintah Kota Padang.

Muharlion mengatakan, keberadaan mushalla di kawasan tersebut sangat penting mengingat kompleks Gedung PWI Sumbar juga berada di lingkungan yang digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan di Youth Center Padang.

“Kita insyaallah akan dukung, karena keberadaan mushalla tersebut juga sangat penting. Karena di sana juga ada Youth Center yang banyak kegiatan. Maka diperlukan mushalla yang representatif,” kata Muharlion.

Menurut Muharlion, keberadaan fasilitas ibadah yang layak akan menunjang berbagai aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut. Karena itu, dukungan terhadap rehabilitasi mushalla dinilai menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.

Dalam pertemuan itu, PWI Sumbar secara khusus menyampaikan permintaan agar rehabilitasi mushalla menjadi prioritas. PWI tidak hanya membicarakan pembenahan Gedung PWI Sumbar secara umum, tetapi memfokuskan usulan pada perbaikan tempat ibadah yang selama ini menjadi bagian penting dari kawasan tersebut.

Rombongan PWI Sumbar dipimpin Ketua PWI Sumbar Widya Navies bersama Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abie. Turut hadir pengurus harian lainnya, DR. H. Amiruddin, Rommy, dan Susi Suzana, serta didampingi anggota Dewan Kehormatan Propinsi (DKP) PWI Sumbar, Rusdi Bais.

Widya Navies menyampaikan terima kasih atas kesediaan Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menerima rombongan PWI Sumbar. Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Muharlion terhadap rencana rehabilitasi Gedung PWI Sumbar, khususnya mushalla yang diharapkan menjadi fasilitas representatif bagi wartawan maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi PWI Sumbar dalam mendorong pembenahan fasilitas di Gedung PWI Sumbar. Dengan adanya mushalla yang lebih representatif, fasilitas ibadah di kawasan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan PWI sekaligus aktivitas masyarakat di sekitar Youth Center Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU