HEADLINE
663 Kafilah Siap Gebrak MTQ ke-42 Kota Padang, Rp599 Juta Menanti dan Smart Surau Jadi Sorotan    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

663 Kafilah Siap Gebrak MTQ ke-42 Kota Padang, Rp599 Juta Menanti dan Smart Surau Jadi Sorotan
MTQ Kota Padang 2026 akan digelar pada 10-14 Oktober 2026. Tahun ini, tema yang diusung yakni “Membumikan Alquran, Menguatkan Smart Surau Menuju Padang Maju dan Sejahtera.” (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kota Padang memasuki tahap akhir. Sebanyak 663 kafilah dari 11 kecamatan telah terdaftar untuk berlaga dalam 13 cabang lomba.

MTQ Kota Padang 2026 akan digelar pada 10-14 Oktober 2026. Tahun ini, tema yang diusung yakni “Membumikan Alquran, Menguatkan Smart Surau Menuju Padang Maju dan Sejahtera.”

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Padang, Zul Asfi Lubis, menyebut berbagai persiapan terus dimatangkan. Salah satu fokus utama adalah kesiapan venue yang tersebar di wilayah Kecamatan Koto Tangah sebagai tuan rumah.

Persaingan dipastikan menarik. Sebanyak 13 cabang lomba akan dipertandingkan dengan total hadiah mencapai Rp599 juta, sekaligus memperebutkan trofi juara umum MTQ Kota Padang.

“MTQ tahun ini mempertandingkan 13 cabang lomba dengan total hadiah Rp599 juta sekaligus memperebutkan trofi juara umum,” kata Zul Asfi Lubis.

Pembukaan MTQ ke-42 dijadwalkan pada 10 Oktober 2026 di Arena Utama MTQ, Lapangan Apeksi Kantor Balai Kota Padang. Acara pembukaan juga dijadwalkan semakin meriah dengan penampilan Khairat KDI.

Tak hanya pemerintah daerah, pelaksanaan MTQ turut melibatkan berbagai unsur. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang serta Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang didorong untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dan pelajar di sekitar lokasi perlombaan.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang, menegaskan MTQ harus memiliki dampak lebih luas. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak boleh hanya berhenti sebagai seremoni tahunan.

“MTQ ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi bagaimana memberikan dampak dan menguatkan Progul Smart Surau,” ujar Maigus Nasir. Ia berharap anak-anak dan masyarakat semakin dekat dengan Alquran serta mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Maigus juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat. Kemeriahan MTQ diharapkan tidak hanya terasa di venue perlombaan, tetapi turut menyebar ke seluruh wilayah Kota Padang melalui semangat syiar Alquran.

Persiapan teknis pun diminta dimatangkan, mulai dari panggung utama, venue perlombaan, dewan hakim hingga seluruh unsur pendukung. Pelaksanaan MTQ diharapkan berjalan tertib, lancar, berkualitas, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, MTQ ke-42 juga menjadi bagian dari pembinaan calon kafilah Kota Padang menuju MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat 2027. Setiap kecamatan diminta memetakan peserta potensial dan melakukan seleksi berbasis kualitas, terutama pada cabang yang masih membutuhkan penguatan.

“Insyaallah tanggal 10 Oktober kita akan melaksanakan pembukaan MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang dan berlangsung sampai tanggal 14 Oktober. Kita berharap syiar Alquran semakin terasa dan seluruh elemen masyarakat ikut terlibat,” kata Maigus.

Dengan 663 kafilah, 13 cabang lomba, hadiah Rp599 juta, serta penguatan Program Unggulan Smart Surau, MTQ Kota Padang 2026 kini menjadi salah satu agenda yang dinanti masyarakat. Perhelatan ini diharapkan bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat generasi muda yang dekat dengan Alquran dan nilai-nilai yang dikandungnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Emas Menggigit! Tim Balap Sepeda Kota Padang Tancap Gas, Cross Country Relay Porprov XVI Sumbar 2026 Berakhir Manis    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

cabang olahraga balap sepeda nomor Cross Country Relay.
Tiga atlet menjadi tumpuan Kota Padang dalam nomor bergengsi ini. Mereka adalah Siska Helmiranita, Khalifatul Umar Sidiq, dan Rasjid Sharoni. (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kontingen Kota Padang kembali bikin gebrakan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026. Kali ini, medali emas berhasil disabet dari cabang olahraga balap sepeda nomor Cross Country Relay.

Prestasi tersebut diraih pada Selasa (6/10/2026) di kawasan Universitas Andalas (Unand), Kota Padang. Tim balap sepeda Kota Padang tampil solid dan mampu menuntaskan persaingan dengan hasil terbaik.

Tiga atlet menjadi tumpuan Kota Padang dalam nomor bergengsi ini. Mereka adalah Siska Helmiranita, Khalifatul Umar Sidiq, dan Rasjid Sharoni.

Ketiganya tampil penuh determinasi sejak perlombaan dimulai. Kekompakan dan kemampuan menjaga ritme menjadi kunci penting dalam nomor Cross Country Relay yang menuntut kerja sama tim secara maksimal.

Hasilnya langsung terasa. Tim Kota Padang mencatatkan waktu 15 menit 14 detik dan berhasil mengamankan medali emas Porprov XVI Sumbar 2026.

Pertarungan di lintasan berlangsung ketat. Setiap atlet harus mampu menjalankan bagiannya dengan disiplin agar tempo tim tetap terjaga hingga mencapai garis finis.

Bagi Kota Padang, emas ini bukan sekadar tambahan koleksi medali. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi cabang olahraga balap sepeda terhadap perjuangan kontingen Kota Padang di Porprov XVI Sumatera Barat.

Siska Helmiranita mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih bersama Khalifatul Umar Sidiq dan Rasjid Sharoni. Menurutnya, kekompakan menjadi modal penting selama menjalani perlombaan.

“Alhamdulillah, senang banget bisa dapat hasil ini. Kami dari awal memang sudah berusaha fokus dan saling support selama race. Yang penting kami jalani bagian masing-masing dan tetap kompak sampai finis,” ujar Siska.

Ia menambahkan, persiapan telah dilakukan sebelum pertandingan. Dukungan dan semangat antaratlet membuat kerja sama tim semakin kuat ketika menghadapi perlombaan.

“Persiapannya sudah kami lakukan sebelumnya. Khalifatul, Rasjid, dan saya juga saling kasih semangat. Alhamdulillah, kerja sama timnya berjalan dan hasilnya sesuai yang kami harapkan,” katanya.

Emas Cross Country Relay ini menjadi bukti bahwa perjuangan atlet Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026 terus menghasilkan prestasi. Penampilan Siska Helmiranita, Khalifatul Umar Sidiq, dan Rasjid Sharoni di lintasan Unand sukses menghadirkan kabar manis bagi kontingen Kota Padang sekaligus menambah warna persaingan perebutan medali pada Porprov XVI Sumatera Barat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gulat Padang Menggila! 11 Emas Sudah Dikantongi, Tinggal Satu Lagi untuk Pecahkan Target 12 Emas    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

Gulat Padang Menggila! 11 Emas Sudah Dikantongi, Tinggal Satu Lagi untuk Pecahkan Target 12 Emas
Ketua KONI Kota Padang Erianto Mahmuda bersama jajaran pengurus Pengurus Cabang (Pengcab) Gulat Kota Padang. (Foto: Dedi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kontingen gulat Kota Padang tampil menggigit di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Hingga hari kedua pertandingan, Selasa (6/10/2026), koleksi medali mereka sudah menembus 11 emas, 6 perak dan 3 perunggu.

Hasil tersebut membuat gulat Kota Padang semakin dekat dengan target besar yang dipatok sebelum Porprov XVI Sumbar 2026. Mereka kini hanya membutuhkan satu medali emas lagi untuk menyentuh target 12 emas.

Pertandingan gulat berlangsung di Sport Hall Gunung Pangilun, Kota Padang. Arena tersebut menjadi saksi perjuangan para pegulat Padang dalam menghadapi persaingan ketat antar-kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Sekretaris Pengurus Cabang (Pengcab) Gulat Kota Padang, Arnaldi, mengapresiasi perjuangan para atlet yang tampil maksimal sejak pertandingan dimulai. Menurutnya, hasil tersebut lahir dari persiapan dan kerja keras panjang.

Koleksi 11 emas bukan datang secara instan. Latihan intensif, kedisiplinan dan kesiapan mental menjadi modal penting para pegulat sebelum turun bertarung di arena Porprov.

Arnaldi menyebut target kontingen gulat Kota Padang sejak awal adalah 12 medali emas. Angka tersebut memiliki makna tersendiri karena pernah dicapai Kota Padang pada Porprov 2018 di Kota Pariaman.

Kini, sejarah itu tinggal selangkah lagi untuk disamai. Dengan 11 emas di tangan, satu emas tambahan akan membuat target tersebut kembali tercapai pada Porprov XVI Sumbar 2026.

Namun, perjuangan belum selesai. Sejumlah pegulat Kota Padang masih akan bertanding sehingga peluang menambah pundi-pundi medali masih terbuka lebar.

Arnaldi mengingatkan para atlet agar tidak terlena. Hasil gemilang yang sudah diraih harus menjadi motivasi untuk tampil lebih fokus dalam pertandingan berikutnya.

“Tetap semangat, fokus dan jangan cepat puas,” menjadi pesan penting bagi para pegulat yang masih berjuang. Setiap pertandingan harus dijalani dengan konsentrasi penuh sampai laga benar-benar berakhir.

Apresiasi juga diberikan kepada jajaran pelatih dan ofisial kontingen gulat Kota Padang yang terus mendampingi atlet sejak masa persiapan hingga pertandingan Porprov XVI Sumbar 2026 berlangsung.

Dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga motivasi dan kesiapan kontingen. Kini, seluruh perhatian tertuju pada satu target: emas ke-12 untuk gulat Kota Padang.

Jika satu emas tambahan berhasil diraih, Kota Padang bukan hanya mencapai target Porprov XVI, tetapi juga menyamai catatan 12 emas pada Porprov 2018 di Pariaman. Pertarungan masih berlangsung dan peluang sejarah itu terbuka di Sport Hall Gunung Pangilun. (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU

Biliar Padang Bidik 2 Emas di Porprov XVI Sumbar, 8 Atlet Siap Tempur Setelah TC Sebulan    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

Biliar Padang Bidik 2 Emas di Porprov XVI Sumbar, 8 Atlet Siap Tempur Setelah TC Sebulan
Sebanyak 8 atlet disiapkan untuk memburu medali dalam persaingan biliar tingkat Sumbar. (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Target tinggi dipasang kontingen biliar Kota Padang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Sebanyak 8 atlet disiapkan untuk memburu medali dalam persaingan biliar tingkat Sumbar.

Kekuatan tersebut terdiri dari 6 atlet putra dan 2 atlet putri. Mereka akan turun di berbagai nomor dan divisi untuk membuka peluang Kota Padang meraih medali Porprov XVI Sumbar 2026.

Pelatih Cabor Biliar Kontingen Kota Padang sekaligus POBSI Kota Padang, Pringgo Mardesia, menegaskan persiapan tim telah dilakukan secara maksimal. Bahkan, program Training Center (TC) digelar selama satu bulan penuh.

Tak berhenti di TC, persiapan juga diperkuat melalui training camp di penginapan serta latihan intensif langsung di arena pertandingan. Langkah tersebut dilakukan agar atlet semakin siap menghadapi atmosfer kompetisi.

Pada hari pertama pertandingan, Selasa (7/10/2026), di Labewa Cue Sport, Kompleks Fabriec Bloc, Jalan Hamka, Tabing, atlet Kota Padang telah menjalani laga awal. Hasilnya, sejumlah wakil Padang berhasil menembus babak 16 besar untuk memperebutkan tiket ke delapan besar.

Persaingan dipastikan semakin ketat. Dari sekitar 18 medali emas yang diperebutkan pada cabang olahraga biliar, Kota Padang memasang target minimal 2 medali emas.

Target tersebut bukan tanpa alasan. Pringgo menyebut ada atlet yang memiliki pengalaman kuat pada Porprov sebelumnya dan pernah meraih emas pada nomor yang diikuti.

Kekuatan Padang tersebar di sejumlah nomor. Untuk pool putra, atlet bertanding pada nomor 8 ball, 9 ball, 10 ball dan 15 ball, baik kategori tunggal maupun ganda.

Sementara itu, pool putri dipertandingkan dalam dua nomor. Kota Padang juga memiliki wakil pada nomor carom, dengan satu atlet putra turun di dua nomor, serta snooker yang diwakili satu atlet putra pada dua nomor.

Pringgo menilai persiapan panjang menjadi modal penting menghadapi Porprov XVI. Fokus tim kini diarahkan untuk menjaga konsentrasi dan memaksimalkan peluang di setiap pertandingan.

Di balik perjuangan atlet, POBSI Kota Padang juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Padang, KONI Kota Padang, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) selama proses persiapan hingga pelaksanaan Porprov.

Kini, delapan pejuang biliar Padang memasuki fase pembuktian. Setelah TC sebulan dan latihan intensif, target dua emas menjadi tantangan yang harus dijawab di atas meja pertandingan. Perjuangan menuju podium Porprov XVI Sumbar pun resmi memanas. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pickleball Padang Menggila di Porprov XVI! Delapan Besar Jadi Duel Panas Menuju Medali    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

Pickleball Padang Menggila di Porprov XVI! Delapan Besar Jadi Duel Panas Menuju Medali
Bendahara Umum KONI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif didampingi Wakil Sekretaris Umum VI KONI Kota Padang Yuherdi dan Wakil Sekretaris Umum III KONI Kota Padang Dedi Prima Maha Rajo Dirajo untuk melihat langsung kiprah atlet Pickleball Padang di arena Porprov XVI Sumatera Barat. (Foto: Dedi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perjuangan atlet Pickleball Kota Padang di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 makin panas. Persaingan memasuki fase krusial setelah wakil Padang berhasil menembus babak delapan besar nomor tunggal putra dan tunggal putri.

Situasi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari KONI Kota Padang. Bendahara Umum KONI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, turun langsung melakukan monitoring perjuangan atlet di GOR Bermawi, Kota Bukittinggi, Selasa (6/10/2026).

Zulhardi tidak datang sendirian. Ia didampingi Wakil Sekretaris Umum VI KONI Kota Padang Yuherdi dan Wakil Sekretaris Umum III KONI Kota Padang Dedi Prima Maha Rajo Dirajo untuk melihat langsung kiprah atlet Pickleball Padang di arena Porprov XVI Sumatera Barat.

Kehadiran jajaran KONI Kota Padang menjadi suntikan motivasi bagi para atlet. Monitoring dilakukan untuk melihat kondisi, perkembangan, sekaligus perjuangan atlet yang sedang bertarung membawa nama Kota Padang.

Zulhardi Z. Latif menegaskan, perjuangan atlet harus terus dikawal hingga pertandingan berakhir. Ia meminta para atlet tetap fokus, menjaga semangat dan mengeluarkan kemampuan terbaik di setiap pertandingan.

Targetnya jelas: prestasi dan medali untuk Kota Padang. KONI Kota Padang berharap para atlet Pickleball mampu melewati setiap pertandingan babak gugur dan terus melaju hingga perebutan gelar juara.

Namun, jalan menuju medali tidak mudah. Babak delapan besar justru menghadirkan persaingan yang semakin ketat karena setiap pertandingan menggunakan sistem gugur. Satu kesalahan dapat menghentikan langkah atlet menuju babak berikutnya.

Sekretaris Umum Pengcab Pickleball Kota Padang Boy Martin Mezra mengungkapkan, wakil Kota Padang saat ini berhasil masuk delapan besar tunggal putra dan tunggal putri. Kondisi itu membuat peluang meraih prestasi masih terbuka lebar.

Yang membuat persaingan semakin menarik, terjadi duel antaratlet Kota Padang di babak delapan besar. Atlet yang sama-sama membawa nama Padang harus saling berhadapan demi mendapatkan tiket menuju fase berikutnya.

Situasi tersebut menjadi ujian mental sekaligus pembuktian kualitas atlet. Meski harus bertanding melawan rekan satu kontingen, Boy menegaskan seluruh atlet tetap mendapat dukungan dan diminta menjunjung tinggi sportivitas.

Bagi kontingen Pickleball Kota Padang, pertandingan di GOR Bermawi bukan sekadar perebutan kemenangan. Setiap laga menjadi kesempatan untuk membuktikan kualitas, menjaga nama Kota Padang dan membuka jalan menuju medali Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

Perjuangan belum selesai. KONI Kota Padang akan terus melakukan monitoring terhadap cabang olahraga yang bertanding. Kini, perhatian tertuju pada Pickleball: mampukah wakil Padang melewati babak gugur dan mengubah peluang delapan besar menjadi medali untuk Kota Padang? (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU

Wushu Porprov Sumbar Meledak! 198 Atlet dari 14 Daerah Adu Kuat, Hamdanus Tekankan Sportivitas    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

Wushu Porprov Sumbar Meledak! 198 Atlet dari 14 Daerah Adu Kuat, Hamdanus Tekankan Sportivitas
Sebanyak 198 atlet dari 14 kabupaten dan kota ambil bagian dalam pertandingan yang berlangsung di Bukittinggi, Selasa (6/10/2026). (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Persaingan sengit cabang olahraga Wushu di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 resmi dimulai. Sebanyak 198 atlet dari 14 kabupaten dan kota ambil bagian dalam pertandingan yang berlangsung di Bukittinggi, Selasa (6/10/2026).

Pertandingan Wushu Porprov Sumbar ini langsung menyedot perhatian. Para atlet putra dan putri turun di berbagai kelas dengan membawa target besar, yakni meraih prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah masing-masing.

Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus secara resmi membuka pertandingan Wushu tersebut. Ia didampingi Ketua Wushu Indonesia (WI) Sumbar Yanisman dalam pembukaan yang berlangsung penuh semangat.

Hamdanus memberikan suntikan motivasi kepada seluruh atlet yang berlaga. Ia meminta para peserta tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menunjukkan mental juara selama berada di arena pertandingan.

“Saya harap adik-adik semua tetap semangat meraih prestasi untuk kebanggaan daerah masing-masing, nantinya juga akan menjadi wakil Sumatera Barat dalam ajang nasional,” ujar Hamdanus.

Pesan keras juga disampaikan terkait sportivitas. Atlet, pelatih, dan official diminta menjunjung tinggi fair play, menjaga persatuan, serta siap menerima apa pun hasil pertandingan.

“Saya juga meminta agar mendukung penuh sportivitas dan siap menerima apa pun hasilnya serta menjaga persatuan,” tegasnya.

Bagi Hamdanus, Porprov merupakan bagian penting dari pembinaan prestasi olahraga Sumatera Barat. Atlet yang tampil menonjol diharapkan dapat terus berkembang hingga mampu menjadi kekuatan Sumbar pada kompetisi tingkat nasional.

Ketua WI Sumbar Yanisman memastikan aspek penilaian pertandingan juga menjadi perhatian serius. Untuk menjaga pertandingan berjalan sesuai ketentuan, WI Sumbar menghadirkan wasit/juri nasional dari PB, termasuk Inyoman, untuk melihat dan menilai langsung jalannya pertandingan.

“Kita hadirkan dari PB untuk melihat dan menilai langsung pertandingan, sehingga semua berjalan sesuai ketentuan,” tutur Yanisman.

Kehadiran wasit dan juri nasional diharapkan semakin memperkuat objektivitas pertandingan Wushu Porprov Sumbar. Dengan penilaian yang mengacu pada ketentuan, para atlet dapat bertanding dengan lebih percaya diri dan profesional.

Yanisman kembali mengingatkan seluruh atlet, pelatih, dan official agar menjaga sportivitas hingga pertandingan berakhir. Menurutnya, hasil terbaik bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang perjuangan dan sikap sportif yang dibawa pulang ke daerah masing-masing.

Pembukaan pertandingan turut dihadiri sejumlah KONI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat serta pengurus Wushu Indonesia se-Sumatera Barat. Pertandingan Wushu Porprov Sumbar pun menjadi salah satu arena yang patut dinantikan untuk melihat lahirnya atlet-atlet potensial Sumatera Barat menuju panggung nasional. (*) 

Laporan: Novrianto
Editor: Zamri Yahya, WU

Sampah Indonesia Masih Jadi Sorotan, Program LSDP 2026 –2030 Mulai Tancap Gas    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

Sampah Indonesia Masih Jadi Sorotan, Program LSDP 2026 –2030 Mulai Tancap Gas
Direktur PEIPD Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa ISM bukan sekadar rapat administratif. (Foto: Husnie) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah mulai tancap gas mematangkan Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) 2026–2030, program yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah daerah, terutama dalam urusan pengelolaan sampah.

Tahapan penting mulai dikebut. Mulai regulasi, pedoman, perencanaan dan penganggaran, instrumen pelaksanaan, alokasi daerah hingga dokumen hibah terus dipersiapkan agar program berjalan efektif.

Penguatan itu dilakukan melalui Implementation Support Mission (ISM) LSDP pada 5–8 Oktober dan 12–16 Oktober 2026. Forum ini menjadi momentum penting untuk mengecek kesiapan pemerintah pusat dan daerah sebelum implementasi semakin konkret.

Direktur PEIPD Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa ISM bukan sekadar rapat administratif. Ada pekerjaan besar untuk memastikan aspek perencanaan, kelembagaan, pembiayaan hingga kesiapan pemerintah daerah benar-benar matang.

Sorotan terbesar mengarah pada masalah sampah Indonesia. Pengelolaan sampah dinilai tidak lagi cukup dipandang sebagai urusan kebersihan, tetapi sudah menyangkut kualitas pelayanan publik, lingkungan, ekonomi sirkular hingga kualitas hidup masyarakat.

Data yang menjadi dasar LSDP menunjukkan persoalan yang masih tajam. Secara nasional, baru sekitar 27,89 persen sampah yang tertangani, sedangkan sekitar 70,19 persen belum terkelola.

Masalah perencanaan juga tak kalah serius. Kurang dari 5 persen kabupaten/kota memiliki Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah (RIPS). Bahkan, kapasitas lahan Tempat Pemrosesan Akhir secara nasional diproyeksikan penuh pada 2028 atau bisa lebih cepat.

Dari sisi anggaran, tantangannya juga menganga. Rata-rata alokasi APBD kabupaten/kota untuk pengelolaan sampah baru sekitar 0,51 persen, sehingga penguatan komitmen fiskal daerah menjadi salah satu pekerjaan rumah besar.

Iwan menekankan, solusi sampah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Sistem harus dibenahi dari hulu hingga hilir, mulai dari kebijakan, perencanaan, kelembagaan, pembiayaan, pemilahan dari sumber, pengumpulan, pengolahan hingga pemrosesan akhir.

Menariknya, LSDP tidak dirancang hanya sebagai proyek pembangunan fisik. Program ini mengusung Performance Based Grant (PBG), sehingga pemerintah daerah didorong memperbaiki kinerja dan memenuhi indikator tertentu sebelum mendapatkan dukungan hibah infrastruktur dalam skala lebih besar.

Indikatornya mencakup RIPS, regulasi tarif sampah, peningkatan APBD, penerimaan retribusi, penguatan operator persampahan, pemilahan sampah rumah tangga hingga menjadikan pengelolaan sampah sebagai sektor prioritas dalam RKPD.

Menurut Iwan, keberhasilan program membutuhkan kerja bersama pemerintah pusat dan daerah. Karena itu, setiap persoalan dalam ISM diharapkan tidak berhenti sebagai daftar masalah, tetapi memiliki solusi, penanggung jawab dan target penyelesaian yang terukur.

Pada akhirnya, LSDP 2026–2030 membawa pesan yang jelas: persoalan sampah harus ditangani sebagai persoalan pelayanan publik. Dengan tata kelola yang lebih kuat, pendanaan berkelanjutan dan kinerja pemerintah daerah yang terukur, perbaikan layanan persampahan diharapkan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU