HEADLINE
Tak Lagi Bertumpu pada Fiskal, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Diaspora Minang Jadi Motor Pembangunan Sumbar    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Tak Lagi Bertumpu pada Fiskal, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Diaspora Minang Jadi Motor Pembangunan Sumbar
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi saat menjadi salah satu pembicara dalam Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5) di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta. (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong arah pembangunan Sumbar ke depan tidak lagi bertumpu pada kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, percepatan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan diaspora Minangkabau di berbagai belahan dunia.

Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi salah satu pembicara dalam Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5) di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.

Muhidi menilai, potensi besar yang dimiliki perantau Minang harus mampu disinergikan dengan kekuatan ekonomi untuk menciptakan pembangunan yang berdaya saing global.

“Kita ingin pembangunan Sumatera Barat tidak mengandalkan APBD, tetapi diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha serta diaspora Minangkabau. Karena itu seluruh stakeholder harus mampu memanfaatkan peluang untuk optimalisasi pembangunan,” ujarnya.

Menurut Muhidi, Sumbar memiliki banyak komoditas unggulan yang belum memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat. Seperti komoditas seperti gambir, kakao, kopi, kayu manis, sawit, hingga hasil pertanian strategis lainnya perlu didorong menuju industrialisasi modern.

“Kita ingin komoditas unggulan Sumatera Barat tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi industri bernilai tambah tinggi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari,” katanya.

Dalam paparannya, Muhidi juga menyoroti pentingnya membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Sumatera Barat. Menurutnya, investasi tidak cukup hanya berbicara soal modal dan keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan nilai sosial dan budaya masyarakat Minangkabau.

Ia menegaskan, persoalan strategis seperti tanah ulayat harus diselesaikan melalui pendekatan musyawarah dan nilai “saiyo sakato” yang selama ini menjadi kekuatan budaya Minang.

“Kami menyadari investasi membutuhkan kepastian hukum, kemudahan regulasi, dan dukungan sosial masyarakat. Terkait berbagai persoalan, termasuk tanah ulayat, nilai musyawarah dan saiyo sakato menjadi jalan penyelesaian yang adil dan bijaksana,” jelasnya.

Muhidi menambahkan, DPRD Sumbar berkomitmen memperkuat regulasi dan pengawasan guna menciptakan kepastian hukum bagi investor tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat nagari.

“DPRD Provinsi Sumatera Barat akan terus menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan untuk memperkuat kepastian hukum, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta mendorong pembangunan yang berpihak kepada masyarakat nagari,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Muhidi turut memperkenalkan konsep pembangunan kolaboratif berbasis jaringan yang disebut sebagai model “Bintang Laut”. Model ini menempatkan pembangunan daerah tidak lagi bersifat sentralistik, melainkan dibangun melalui kolaborasi antara nagari, perantau, pemerintah, dan pelaku usaha.

Menurutnya, pola kolaboratif tersebut akan membuat ekonomi Sumbar lebih fleksibel, adaptif, dan memiliki daya tahan kuat menghadapi tantangan global.
Selain itu, Muhidi juga mendorong konsep investasi berbasis adat sebagai identitas pembangunan Sumatera Barat.

Dalam konsep tersebut, tanah ulayat tidak dipandang sebagai hambatan investasi, melainkan sebagai bagian dari sinergi sosial antara ninik mamak, masyarakat nagari, dan investor.

“Investasi di Minangkabau bukan hanya transaksi ekonomi, tetapi hubungan sosial dan budaya yang saling menguatkan,” tutupnya. 

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan Minangkabau merupakan etnis terbesar keenam di Indonesia dengan populasi sekitar 6,7 juta jiwa dan memiliki jejak sejarah besar di tingkat nasional maupun internasional. Banyak tokoh Minang berperan penting sebagai ulama, pejuang kemerdekaan, hingga pemimpin bangsa. 

Di antaranya Raja Baginda penyebar Islam di Filipina, Ahmad Khatib Al Minangkabawi Imam Besar Masjidil Haram, serta tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Tan Malaka. 

Sebanyak 21 dari 200 Pahlawan Nasional Indonesia berasal dari Minangkabau atau keturunannya. Bahkan, tiga dari empat pendiri Republik Indonesia merupakan putra Minang. 

Sejak awal kemerdekaan, banyak tenaga profesional dan intelektual Indonesia berasal dari Minangkabau, menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat Minang dalam perjalanan bangsa. (Idris)

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Mahasiswa Berbekal Sabu di Pinggir Jalan Gunung Talang    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Mahasiswa Berbekal Sabu di Pinggir Jalan Gunung Talang
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok kembali menorehkan keberhasilan dalam pemberantasan peredaran barang haram di wilayah hukum Kabupaten Solok. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok kembali menorehkan keberhasilan dalam pemberantasan peredaran barang haram di wilayah hukum Kabupaten Solok. 

Tim operasi berhasil mengamankan seorang pemuda berstatus mahasiswa yang diduga kuat menyalahgunakan dan memiliki narkotika jenis sabu, dalam operasi yang digelar Minggu malam (24/05/2026).

Penangkapan berlangsung sekira pukul 22.15 WIB di pinggir jalan Jorong Sawah Taluek, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang. 

Sasaran operasi adalah seorang laki-laki berinisial JM atau akrab disapa Jeksen (27 tahun), warga asal Pakan Sanayan, Jorong Lurah Nan Tigo, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Kasatresnarkoba Polres Solok, AKP Repaldi, S.H., M.M., CHRS, saat petugas mendatangi lokasi, pelaku sedang berada di tempat tersebut. 

Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan yang disaksikan saksi serta warga sekitar, petugas menemukan 1 (satu) paket kecil berisi benda kristal diduga narkotika golongan 1 jenis sabu yang tergenggam di tangan kiri pelaku. 

Di tangan kanannya, petugas juga menyita 1 unit ponsel pintar merek VIVO berwarna emas.

Saat ditanya petugas menggunakan bahasa setempat, mengenai apa isi bungkusan tersebut, pelaku berani mengakuinya secara langsung.

"Apoko? (Apa ini?)," tanya petugas.

"Sabu Pak," jawab pelaku.

Ditanya kembali apakah memiliki izin menyimpan barang tersebut, pelaku pun menggeleng dan menjawab tidak ada izin sama sekali.

Dalam pengakuan awalnya, pemuda berstatus pelajar/mahasiswa ini mengakui seluruh barang bukti yang disita adalah miliknya dan sepenuhnya berada dalam penguasaannya tanpa ada surat izin resmi dari pihak berwenang.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dan seluruh barang bukti kemudian dibawa ke markas Polres Solok untuk menjalani proses hukum dan penyidikan lebih lanjut. 

Penanganan kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/A/20/V/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRESSOLOK/POLDA SUMBAR, tertanggal 24 Mei 2026.

AKP Repaldi menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi siapa saja yang terlibat dalam perdagangan maupun penggunaan narkotika, tanpa memandang status sosial maupun latar belakang pelaku.

"Siapa pun itu, apalagi yang berstatus pelajar atau mahasiswa yang seharusnya menjadi teladan, jika melanggar hukum narkotika, kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Ini demi menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya penyalahgunaan zat adiktif," tegas AKP Repaldi.

Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan mendalam terkait asal-usul barang bukti yang dimilikinya, untuk kemudian dijerat dengan Pasal 114 atau Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup.(80)

Di Forum MDNG 2026, Ketua DPRD Sumbar Dorong Investasi dan Transfer Pengetahuan Diaspora ke Ranah    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Di Forum MDNG 2026, Ketua DPRD Sumbar Dorong Investasi dan Transfer Pengetahuan Diaspora ke Ranah
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, ajak perantau Minang di dalam maupun luar negeri, pulang dan berkontribusi nyata bagi kampung. Mulai dari pemikiran, investasi, hingga transfer pengetahuan demi kemajuan Sumbar. (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menjadi salah satu pemateri dalam perhelatan akbar Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5) Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, ajak perantau Minang di dalam maupun luar negeri, pulang dan berkontribusi nyata bagi kampung. Mulai dari pemikiran, investasi, hingga transfer pengetahuan demi kemajuan Sumbar. 

"Pulang tidak selalu harus dimaknai secara fisik. Pulang dapat diwujudkan melalui kontribusi pemikiran, investasi, transfer pengetahuan, penguatan jejaring, serta perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan kampung halaman,” ujar Muhidi dalam acara yang digelar di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.

Muhidi mengatakan Sumbar memiliki potensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pariwisata, perdagangan hingga ekonomi kreatif. Begitupun sumber daya alam yang menjadi kekuatan utama daerah.

Jadi berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. 

“Karena itu, kami mengajak para perantau dan pengusaha diaspora Minangkabau untuk bersama-sama membangun ranah ini agar lebih maju, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Muhidi menilai budaya Minangkabau juga menjadi modal sosial terbesar dalam mendorong pembangunan daerah di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menurutnya, nilai-nilai budaya seperti Saiyo Sakato, semangat gotong royong, serta kuatnya jaringan kekerabatan masyarakat Minang merupakan kekuatan yang tidak dimiliki semua daerah.

“Budaya Minangkabau adalah modal pembangunan yang sangat besar. Nilai Saiyo Sakato, gotong royong, dan jaringan kekerabatan orang Minang harus menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Menurutnya, potensi besar diaspora Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah dan negara harus mampu dioptimalkan sebagai kekuatan pembangunan Sumatera Barat di masa depan.

Karena itu, ia mengajak seluruh perantau untuk mengubah cara pandang lama terkait fenomena brain drain menjadi brain gain, yakni menjadikan keberhasilan dan pengalaman perantau sebagai sumber kekuatan baru bagi daerah.

“Oleh karena itu, kita perlu mengubah cara pandang dari brain drain menjadi brain gain. Keberhasilan dan pengalaman para perantau harus menjadi energi positif untuk kemajuan Ranah Minang,” tegasnya.

Kegiatan Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026 tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional asal Minangkabau dan pejabat negara.

Di antaranya Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Dony Oskaria, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Hadir pula Anggota DPR RI yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade, bersama tokoh diaspora Minangkabau dari berbagai daerah dan luar negeri.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan sejumlah persoalan strategis yang masih menjadi tantangan pembangunan di Sumbar.

Menurut Mahyeldi, hingga saat ini kualitas pembangunan dan daya saing sumber daya manusia masih belum optimal. Selain itu, ketahanan pangan daerah dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga masih perlu diperkuat. Persoalan lain yang menjadi perhatian ialah keterbatasan layanan infrastruktur dasar serta sosial ekonomi untuk mendorong kemajuan dan kemandirian nagari/desa.

Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Di sisi lain, pengelolaan infrastruktur yang inklusif serta ketangguhan daerah terhadap bencana alam juga dinilai masih belum maksimal.

Dalam aspek sosial budaya, Mahyeldi mengatakan perwujudan masyarakat yang beradat, harmonis, religius, dan berbasis keluarga berkualitas masih membutuhkan penguatan.

Selain itu, daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga dinilai masih rendah untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Tak hanya itu, tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta pelayanan publik yang efektif juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi ke depan.

Ia berharap seluruh tokoh perantau Minang dapat bersama-sama dengan masyarakat di ranah untuk memanfaatkan seluruh potensi dan kemampuan dalam membangun kampung halaman.

“Dalam kesempatan ini, kami sangat berharap kepada seluruh tokoh perantau yang hadir untuk bisa bersama-sama dengan kami yang ada di ranah membangun tanah Minangkabau yang kita cintai ini,” tutupnya. (Idris)

Pangi Syarwi Chaniago Minta Presiden Prabowo Harus Hati-hati ke Depan, Contohkan Jokowi    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Pangi Syarwi Chaniago Minta Presiden Prabowo Harus Hati-hati ke Depan, Contohkan Jokowi
Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati dalam mengelola kekuasaan.  (Foto kolase: By). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati dalam mengelola kekuasaan. 

Menurutnya, persoalan besar kerap muncul ketika masa kekuasaan mulai berakhir.

Pangi menilai saat seorang pemimpin masih berada di puncak kekuasaan, kritik biasanya tidak terlalu terasa.

Namun situasi bisa berubah ketika pengaruh politik mulai melemah.

“Kadang kekuasaan itu bikin tuli dan buta. Kekuasaan itu sewenang-wenang,” ujar Pangi di kanal Youtube Bambang Widjojanto, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi itu menjadi pengingat penting bagi Prabowo agar tidak terlena dengan situasi politik saat ini yang relatif stabil.

“Presiden Prabowo harus hati-hati ke depan. Sekarang memang tidak ada masalah, tapi ketika nanti akan mengakhiri pemerintahannya, masalah bisa muncul,” katanya.

Pangi mencontohkan kondisi yang kini dialami Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi. 

Ia menilai berbagai persoalan dan kritik terhadap Jokowi justru semakin banyak muncul setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

“Nah itu yang dialami Jokowi. Itu pengingat dan alarm bagi Pak Prabowo,” ujarnya.

Menurut Pangi, Jokowi saat ini terus menjadi sorotan publik, mulai dari polemik ijazah hingga berbagai isu lain yang kembali diungkit.

“Betapa tersiksanya Jokowi hari ini karena semuanya bunyi semua, masalah dan aibnya dibuka,” katanya.

Ia juga menyinggung langkah Jokowi yang dinilai masih aktif memberikan komentar terkait isu kebangsaan meski sudah tidak lagi menjabat.

“Selalu mengomentari soal bangsa, padahal kan sudah pensiun dan kembali ke Solo. Mungkin ini lebih mengawal Gibran,” pungkasnya. (*) 

Sumber: RMOL

Polisi dan BGN Usut Dugaan Penipuan Jual Beli Titik Dapur MBG    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Polisi dan BGN Usut Dugaan Penipuan Jual Beli Titik Dapur MBG
Polresta Barelang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menindaklanjuti kasus dugaan penipuan dan penggelapan terkait jual beli titik lokasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Polresta Barelang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menindaklanjuti kasus dugaan penipuan dan penggelapan terkait jual beli titik lokasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, berujar dalam proses penyelidikan, kepolisian telah menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokumen yang diduga berkaitan dengan modus penipuan tersebut.

"Saat ini, penyidik terus berkoordinasi intensif dengan BGN untuk memastikan validitas data dan mengusut tuntas perkara ini," kata Sony dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).

Sony mengingatkan masyarakat agar perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang menawarkan praktik jual beli titik SPPG dengan iming-iming keuntungan tertentu.

Ia menegaskan, titik SPPG tidak diperjualbelikan dan seluruh proses pengajuan hanya dapat dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh BGN.

BGN juga meminta masyarakat yang merasa dirugikan atau menjadi korban penipuan untuk segera melapor kepada aparat penegak hukum.

Langkah tersebut dinilai penting agar kasus serupa dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan tidak menimbulkan korban baru.

"Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan jual beli titik SPPG. Perlu ditegaskan, SPPG tidak diperjualbelikan. Seluruh proses pengajuan dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh BGN," ucap Sony.

Sebagai informasi, Wakapolresta Barelang, AKBP Fadli Agus, menyebutkan kronologi dugaan tindak pidana SPPG itu bermula saat korban berinisial HH (35) melaporkan dugaan penipuan.

Hasil penyelidikan, pada 1 Maret 2026 korban dihubungi oleh seseorang berinisial I yang menawarkan dua titik lokasi SPPG MBG di wilayah Bengkong dan Lubuk Baja. 

Korban kemudian diarahkan untuk berkomunikasi dengan seorang perempuan berinisial HM (40) yang mengaku sebagai pengurus Yayasan Gema Solidaritas Nusantara dan menawarkan dua titik SPPG dengan nilai Rp200 juta per titik.

Pada 3 Maret 2026, korban bersama HM melakukan penandatanganan kerja sama di Kantor Notaris Maria Yosefina Neng, Bengkong, Kota Batam.

Setelah penandatanganan tersebut, korban mentransfer uang sebesar Rp400 juta ke rekening milik HM dengan rincian Rp250 juta melalui rekening Bank BCA dan Rp150 juta melalui rekening Bank BNI.

Namun, setelah pembayaran dilakukan, operasional MBG yang dijanjikan tidak kunjung berjalan hingga korban meminta pengembalian dana. 

Permintaan tersebut diarahkan kepada seorang pria berinisial RDWT (38) yang berjanji mengembalikan uang pada 2 April 2026.

Hasil penyelidikan sementara menemukan adanya dugaan keterlibatan beberapa pihak, yakni HM, RDWT, OM, dan I. (*) 

Sumber: tirto.id 

Kasus Dugaan Korupsi DJKA, KPK Telusuri Penyerahan Fee ke Pihak Kemenhub    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Kasus Dugaan Korupsi DJKA, KPK Telusuri Penyerahan Fee ke Pihak Kemenhub
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, dalam pemeriksaan tersebut pihaknya juga mendalami dugaan pengkondisian proyek. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran uang ke pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Termasuk pengaturan proyek di DJKA. 

Hal itu dilakukan saat tim penyidik memeriksa Karseno Endra selaku Konsultan & Kontraktor CV. Parama Prima dan Syafiq Multi Kontraktor dan Putu Sumarjaya selaku mantan Kepala Balai Teknik Perkertaapian Klas 1 Semarang 2021-2023 pada Kamis, 21 Mei 2026. 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, dalam pemeriksaan tersebut pihaknya juga mendalami dugaan pengkondisian proyek. 

"Dalam pemeriksaan kali ini, penyidik mendalami dugaan pengaturan proyek dan penyerahan fee ke pihak-pihak Kemenhub," kata Budi yang dikutip Minggu (24/5/2026).

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian DJKA. 

"Juga sekaligus untuk perkara DJKA itu hari ini kita juga sudah naikkan gitu (status tersangka Sudewo). (Penetapan tersangka di) Dua (kasus)," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa 20 Januari 2026. 

Namun, KPK belum merinci konstruksi perkara serta keterlibatan Sudewo belum diungkapkan lebih rinci di perkara DJKA. 

Penetapan tersangka ini tak terlepas dari fakta yang terungkap di dalam persidangan kasus perkara korupsi itu. (*)

Presiden Jangan Ragu Copot Zulhas dari Kabinet    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Presiden Jangan Ragu Copot Zulhas dari Kabinet
Gerakan Muda (Gema) Nasional mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan reshuffle kabinet, khususnya terhadap Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gerakan Muda (Gema) Nasional mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan reshuffle kabinet, khususnya terhadap Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Pasalnya, Zulhas dinilai telah gagal menunjukkan kapasitas, keberanian, dan kepemimpinan dalam menangani persoalan pangan nasional yang semakin membebani rakyat.

Ketua Umum Gema Nasional, Eko Saputra memandang di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok, lemahnya pengawasan distribusi, serta semakin sulitnya masyarakat kecil memenuhi kebutuhan sehari-hari, publik justru menyaksikan absennya langkah konkret dan terobosan nyata dari Menko Pangan.

“Jabatan strategis yang seharusnya menjadi benteng utama stabilitas nasional kini justru terkesan kehilangan arah. Ini menegaskan bahwa mempertahankan menteri yang gagal sama saja dengan mempertaruhkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo,” kata Eko kepada RMOL di Jakarta, Minggu malam, 24 Mei 2026.

“Presiden tidak boleh ragu melakukan evaluasi keras. Jika Zulkifli Hasan tidak mampu menjawab krisis pangan dengan kerja nyata, maka tidak ada alasan untuk tetap mempertahankannya di kabinet. Reshuffle adalah keniscayaan,” tambahnya.

Menurut Eko, persoalan pangan bukan sekadar urusan administratif atau panggung politik elite. Ini adalah soal perut rakyat, stabilitas sosial, dan kredibilitas negara. 

Ketika harga bahan pokok terus menekan masyarakat, pemerintah membutuhkan figur yang fokus bekerja, bukan yang sibuk menjaga citra politik.

Lebih jauh, pria asal Aceh itu juga menilai bahwa kegagalan koordinasi lintas sektor di bidang pangan mencerminkan lemahnya kepemimpinan di level kementerian koordinator. 

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka beban politiknya tidak hanya akan ditanggung menteri terkait, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintahan secara keseluruhan,” ungkap Eko.

“Kabinet Merah Putih harus diisi oleh orang-orang yang mampu bekerja di bawah tekanan, bukan mereka yang justru menjadi beban politik Presiden. Jangan sampai loyalitas politik mengalahkan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Gema Nasional mendukung penuh langkah Presiden Prabowo untuk melakukan bersih-bersih kabinet demi memastikan pemerintahan berjalan efektif, responsif, dan berpihak kepada rakyat kecil.

“Momentum reshuffle harus dijadikan titik balik untuk memperkuat pemerintahan, bukan sekadar rotasi jabatan tanpa arah. Presiden harus menunjukkan bahwa tidak ada toleransi bagi pembantu negara yang gagal menjalankan amanah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal reshuffle kepada Menko Zulhas saat menghadiri panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.

“Terima kasih saya diundang ke sini Desa Karang Duwur,” ucap Prabowo. 

Warga yang hadir langsung mengoreksi dan menyebut lokasi yang benar berada di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.

Menanggapi koreksi tersebut, Prabowo kemudian bercanda menyalahkan Zulhas.

"Waduh ini Menko tadi salah nama, perlu direshuffle gak ini kira-kira?" kata Prabowo yang disambut tawa warga. (*) 

Sumber: RMOL

Jokowi Konsisten Dukung Dua Periode untuk Prabowo-Gibran    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Jokowi Konsisten Dukung Dua Periode untuk Prabowo-Gibran
Dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode kembali menjadi sorotan. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode kembali menjadi sorotan.

Sikap tersebut kembali mengemuka setelah organisasi relawan Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) menyampaikan arahan yang disebut langsung berasal dari Jokowi.

Ketua Umum Bara JP Willem Frans Ansanay mengatakan organisasinya menerima amanah dari Jokowi untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua periode. 

Pernyataan itu menjadi salah satu hasil Sidang Pleno II DPP Bara JP yang digelar di Park Hotel Cawang, Cawang, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (23/5/2025).

Willem menyebut Jokowi memberikan arahan kepada Bara JP agar mendukung Prabowo-Gibran untuk dua periode kepemimpinan.

Pernyataan tersebut bukan kali pertama muncul. Sebelumnya, Jokowi juga telah menyampaikan arahan serupa kepada para relawannya tahun lalu. 

Ketika itu, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo ikut merespons dengan menyatakan menghargai sikap politik Jokowi. 

Menurut Ganjar, setiap warga negara memiliki hak menentukan sikap politiknya. 

"Saya hormati sikap politik setiap warga negara," kata Ganjar, Senin (22/9/2025) lalu.

Meski demikian, saat itu, Ganjar memilih tidak membahas jauh arah politik menuju Pemilu 2029.

Ia menilai perhatian saat ini lebih penting diarahkan kepada kondisi masyarakat.

Respons lain datang dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

Pada awal 2026, Bahlil menegaskan Partai Golkar akan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga selesai.

"Golkar sebagai partai politik yang mengusung Presiden Prabowo-Gibran dan Wakil Presiden Mas Gibran, konsekuensi dari partai yang telah mengusung, harus mendukung sampai selesai," ujar Bahlil kepada wartawan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Bahlil menjelaskan dukungan Golkar didasarkan pada hasil musyawarah nasional yang menetapkan dukungan kepada pemerintah.

Dukungan dua periode yang terus disampaikan Jokowi pun menegaskan arah politik yang telah ia sampaikan sejak awal kepada para relawan, sekaligus menjadi bagian dari dinamika dukungan politik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. (*)

Iran Setuju Buka Selat Hormuz, AS Siap Cairkan Aset Teheran Rp442 Triliun    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Iran Setuju Buka Selat Hormuz, AS Siap Cairkan Aset Teheran Rp442 Triliun
Iran dilaporkan menyetujui proposal damai Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang, termasuk membuka Selat Hormuz kembali seperti sedia kala sejak sebelum perang. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Iran dilaporkan menyetujui proposal damai Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang, termasuk membuka Selat Hormuz kembali seperti sedia kala sejak sebelum perang.

Surat kabar The New York Times, mengutip keterangan tiga sumber pejabat senior Iran, melaporkan proposal tersebut disusun untuk mengakhiri perang di seluruh front, termasuk Lebanon.

Selain itu yang menjadi fokus utama proposal terbaru AS tersebut adalah membuka kembali Selat Hormuz seperti sejak sebelum perang, tanpa mengenakan biaya tol.

Sementara itu Iran akan mendapat berbagai imbalan, seperti pencabutan blokade maritim yang diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan di sepanjang Selat Hormuz.

Selain itu AS akan mencairkan aset-aset Iran senilai 25 miliar dolar atau sekitar Rp442 triliun yang dibekukan di berbagai bank luar negeri.

Sementara itu beberapa isu kontroversial yang selama mengganjal perundingan, termasuk program nuklir Iran, akan ditunda pembahasannya dan akan dibicarakan terpisah dalam waktu 30 hingga 60 hari mendatang.

Mediator Pakistan dan Qatar ikut memfasilitasi proposal baru tersebut. Delegasi kedua negara sedang berada di Teheran untuk membahas rencana perdamaian ini.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan sebagian besar poin kesepakatan damai dengan Iran telah disetujui. Namun ada beberapa detail akhir yang masih dibahas. (*) 

Sumber: iNews.id

Dinas Perdagangan Lakukan Pertemuan dan Sosialisasi Bersama Para Pedagang di Pasar Raya Padang    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Dinas Perdagangan Lakukan Pertemuan dan Sosialisasi Bersama Para Pedagang di Pasar Raya Padang
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan turun langsung pada sosialisasi penataan dan modernisasi Pasar Raya dengan pedagang itu. (Foto: Diskominfo Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mematangkan rencana penataan dan modernisasi kawasan Pasar Raya Padang, Dinas Perdagangan melakukan pertemuan dan sosialisasi bersama para pedagang di Lantai 3 Fase VII Pasar Raya Padang, Minggu, 24 Mei 2026, di Pasar Raya Padang. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan turun langsung pada sosialisasi penataan dan modernisasi Pasar Raya dengan pedagang itu. 

Hadir di antaranya pedagang dari kawasan Sandang Pangan, Fase II, Gang Bemo, serta para pedagang yang menempati Blok II dan Blok III Pasar Raya Padang.

"Saat ini Pemerintah Kota Padang memiliki program penataan serta perbaikan sarana dan prasarana di Pasar Raya. Fokus utamanya adalah kawasan Jalan Sandang Pangan, serta bagian basement Blok II dan Blok III," kata Kepala Dinas Perdagangan, Fizlan Setiawan. 

Sosialisasi ini merupakan langkah awal yang krusial untuk menyamakan persepsi terkait program pemerintah dalam hal digitalisasi pasar tradisional, sekaligus rencana perbaikan infrastruktur.

"Untuk Blok II dan Blok III, kita akan lakukan berbagai perbaikan mulai dari sistem drainase, penerangan yang lebih layak, hingga pengaturan sirkulasi udara agar pedagang dan pembeli merasa nyaman," jelasnya. 

Rencana awal yakni pembenahan estetika kawasan dengan menghadirkan ikon baru berupa air mancur di Pasar Raya. Selain itu, perbaikan mendasar pada fasilitas utama pedagang juga menjadi prioritas.

"Pedagang tentu ada yang menyampaikan penolakan, masukan, maupun saran. Bagi kami, resistensi tersebut justru menjadi masukan berharga. Kami di Dinas Perdagangan akan menggunakannya sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan terbaik yang tepat sasaran," katanya. 

Tidak ditampik adanya berbagai respons dari para pedagang, termasuk adanya riak penolakan maupun kekhawatiran dari sebagian pihak. Pihak Dinas Perdagangan menilai hal tersebut sebagai dinamika yang positif dan membangun.

"Niat kita satu, yaitu menghidupkan kembali perekonomian masyarakat di Pasar Raya Padang. Dengan sarana yang lebih baik dan rapi, kita berharap bisa menggaet kembali minat pengunjung untuk datang dan meramaikan transaksi jual-beli di sini," ujarnya. 

Pemko menjamin tidak akan berjalan sepihak dan tetap mengutamakan keinginan serta kesejahteraan para pedagang.

Tujuan akhir dari proyek penataan ini adalah mengembalikan gairah ekonomi Pasar Raya agar kembali menjadi magnet utama bagi masyarakat untuk berbelanja. (*) 

Sumber: Diskominfo Kota Padang

Jadi Tuan Rumah PORPROV 2026, Bupati Solok Tekankan Disiplin dan Semangat Juang Atlet Karate    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Jadi Tuan Rumah PORPROV 2026, Bupati Solok Tekankan Disiplin dan Semangat Juang Atlet Karate
Bupati Solok, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, hadir langsung di sela kegiatan Latihan Gabungan dan Seleksi Awal Tim FORKI Kabupaten Solok yang berlangsung di Sport Hall GOR Batubatupang, Kotobaru, Minggu (24/05/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menjadi tuan rumah sekaligus meraih hasil terbaik adalah target besar yang diemban Kabupaten Solok pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat tahun 2026 mendatang. 

Dukungan nyata terus digelorakan pemerintah daerah demi mewujudkan cita-cita tersebut, salah satunya melalui perhatian khusus kepada cabor karate di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Solok.

Bupati Solok, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, hadir langsung di sela kegiatan Latihan Gabungan dan Seleksi Awal Tim FORKI Kabupaten Solok yang berlangsung di Sport Hall GOR Batubatupang, Kotobaru, Minggu (24/05/2026). 

Kedatangan Bupati disambut antusias oleh Ketua FORKI Kabupaten Solok, Hafni Hafiz, A.Md, didampingi para pelatih dan seluruh atlet yang tengah berjuang mempertajam kemampuan.

Dalam arahannya, Jon Firman Pandu memberikan semangat dan motivasi kuat kepada para karateka. 

Ia menekankan bahwa disiplin tinggi dan kerja keras adalah kunci utama untuk membuktikan diri, terlebih karena Kabupaten Solok akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut.

“Dengan latihan yang keras, sungguh-sungguh, dan penuh disiplin, kami sangat yakin dan optimis sebagai tuan rumah PORPROV 2026, kita mampu tampil menjadi yang terbaik dan membanggakan daerah,” tegas Bupati di hadapan para atlet.

Tak hanya memberikan semangat, momen tersebut juga dijadikan kesempatan bagi Bupati untuk memberikan apresiasi istimewa atas prestasi gemilang yang telah diraih salah satu atlet andalan daerah. 

Farhan Al-Amin, karateka FORKI Kabupaten Solok, mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan senilai Rp2 juta atas keberhasilannya menjuarai Kejurnas Piala Ketua Umum PB FORKI 2026 yang digelar di Bandung belum lama ini.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah sangat menghargai setiap kerja keras dan capaian yang ditorehkan atlet. 

Langkah ini diharapkan mampu menjadi bahan bakar semangat bagi Farhan maupun rekan-rekan atlet lainnya untuk terus berprestasi, sekaligus memacu persiapan yang semakin matang menyambut ajang PORPROV 2026 yang tinggal menghitung bulan lagi.

Kehadiran pimpinan daerah langsung ke pusat latihan juga menjadi sinyal kuat bahwa dunia olahraga menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Solok, dan para atlet adalah aset berharga yang akan membawa nama daerah bersinar di kancah provinsi maupun nasional.(80)

Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk segera melakukan pendaftaran melalui portal SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pendaftaran dilakukan secara daring dengan alur yang telah disederhanakan, mulai dari pembuatan akun hingga proses seleksi, agar lebih mudah diakses oleh seluruh calon peserta.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan bahwa sistem pendaftaran dirancang terintegrasi, transparan, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh peserta.

“Seluruh proses pendaftaran kami desain agar mudah diakses dan transparan. Peserta cukup mengikuti alur melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker mulai dari pembuatan akun hingga asesmen kesiapan,” ujar Darmawansyah melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (24/5/2026).

Untuk Batch 2, Kemnaker menyediakan kuota sebanyak 30.000 peserta dengan periode pendaftaran 19 Mei hingga 9 Juni 2026.

Tata Cara Pendaftaran

1. Akses Skillhub

Peserta mengunjungi laman resmi Skillhub di skillhub.kemnaker.go.id melalui browser. Setelah itu, klik tombol Masuk untuk diarahkan ke laman SIAPkerja.

2. Login atau membuat akun SIAPkerja

Jika sudah memiliki akun, peserta cukup memasukkan username dan password, lalu klik Masuk. Namun, jika belum memiliki akun, klik Daftar Sekarang, kemudian isi data diri sesuai identitas (email, nomor HP, dan password).

Setelah berhasil mendaftar, peserta wajib login kembali dan melengkapi profil SIAPkerja. Kelengkapan profil menjadi syarat utama untuk mengikuti pelatihan.

3. Ikuti Asesmen Penilaian Diri dan Asesmen Potensi Diri/SPI (opsional)

Peserta masuk ke menu Aktivitas, pilih Asesmen, kemudian mengisi Asesmen Penilaian Diri dan Asesmen Potensi Diri (Self Potential Inventory/SPI)

Asesmen Penilaian Diri bertujuan mengidentifikasi minat dan kecenderungan pilihan kerja, baik untuk bekerja di dalam negeri, luar negeri, maupun berwirausaha. Sementara Asesmen Potensi Diri bertujuan untuk mengetahui tingkat kecocokan potensi diri dengan jenis pekerjaan atau bidang pelatihan yang dipilih.

4. Pemilihan program pelatihan di Skillhub

Peserta memilih program pelatihan yang diminati melalui Skillhub sesuai jadwal pendaftaran. Setiap peserta dapat memilih hingga tiga program kejuruan dalam satu balai pelatihan yang sama.

5. Asesmen Siap Latih

Peserta membuka menu Aktivitas pada SIAPkerja, kemudian memilih Asesmen, dan mengisi Asesmen Siap Latih.

Tes ini mencakup kemampuan dasar seperti pengetahuan umum, verbal, numerik, dan figural untuk mengukur kesiapan mengikuti pelatihan.

Asesmen ini dapat diisi peserta kapan pun selama periode pengisian masih dibuka dan paling lambat sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Namun, peserta wajib menyelesaikan asesmen sebelum batas akhir agar dapat diproses pada tahap seleksi berikutnya.

Tahapan Seleksi dan Jadwal

Setelah pendaftaran ditutup, proses seleksi peserta akan dilaksanakan pada 10–17 Juni 2026, dan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 18 Juni 2026.

Adapun tahap kick off dan orientasi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 akan dilaksanakan pada 22 Juni 2026.

Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan berbagai manfaat berupa pelatihan dan makan siang gratis, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan (JKK dan JKM), sertifikat pelatihan, dan sertifikat kompetensi BNSP, serta fasilitas asrama bagi peserta yang memenuhi kriteria. (*)

Sumber: Biro Humas Kemnaker