HEADLINE
Lima Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Lima Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi
Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-9 Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) di Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menyebut lima aspek penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. 

Kelima aspek tersebut meliputi kompetensi dan karakter, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, infrastruktur pembelajaran, tata kelola institusi, serta manfaat lulusan bagi dunia kerja dan masyarakat.

“Kita tidak cukup hanya mencetak lulusan yang terampil. Kita harus membentuk manusia yang memi liki integritas, disiplin, kompetensi, serta etos kerja yang kuat,” ujar Cris saat memberikan orasi ilmiah bertajuk “Nava Karya Dalam Nusa Diri: Transformasi SDM Vokasi Menuju Ketenagakerjaan Berkelanjutan” pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-9 Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Cris menggambarkan pendidikan vokasi seperti pohon yang terus tumbuh. Pohon tidak akan kokoh hanya karena memiliki batang dan ranting. 

Ia membutuhkan akar yang kuat agar dapat bertahan dan terus berkembang. 

“Akar pohon adalah fondasi yang tidak terlihat, tetapi menentukan kokoh atau tidaknya sebuah pohon,” ujar Cris.

Menurut Cris, akar tersebut menggambarkan kompetensi dan karakter. 

Peserta didik perlu memiliki keterampilan sesuai bidangnya, sekaligus dibekali integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan etika kerja.

Namun, akar yang kuat saja belum cukup. Pohon juga harus terus tumbuh. Begitu pula lulusan vokasi.

Mereka perlu siap meng hadapi perubahan yang terjadi di dunia kerja, terutama perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Teknologi terus berubah. Oleh karena itu, lulusan vokasi harus memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat,” tutur Cris.

Kemampuan untuk terus belajar juga membutuhkan lingkungan pendidikan yang memadai. Karena itu, infrastruktur pembelajaran menjadi bagian penting. 

Fasilitas fisik maupun digital diperlukan untuk mendukung proses belajar sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan vokasi berkualitas.

Selain fasilitas, lembaga pendidikan perlu dikelola dengan baik. Tata kelola institusi memastikan sumber daya pendidikan digunakan secara efektif dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

Pada akhirnya, pendidikan vokasi harus memberikan hasil yang dirasakan setelah lulusan memasuki dunia kerja. 

Karena itu, manfaat lulusan bagi dunia kerja dan masyarakat menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan vokasi.

“Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi pada akhirnya bukan hanya berapa banyak lulusan, tetapi seberapa besar manfaat yang mereka berikan,” ujar Cris.

Cris berharap Dies Natalis ke-9 menjadi momentum bagi Polteknaker untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dunia kerja.

“Saya berharap Polteknaker dapat melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing tinggi sehingga mampu berkontribusi dalam transformasi ketenagakerjaan Indonesia,” pungkasnya. (*)

Reses di Lubuk Minturun, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Warga Hadapi Perubahan dengan Pendidikan dan UMKM yang Kuat    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Reses di Lubuk Minturun, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Warga Hadapi Perubahan dengan Pendidikan dan UMKM yang Kuat
Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi dalam kunjungannya ke Musala Darussalam, Kelurahan Lubuk Minturun, Selasa (18/8/2026), disambut warga dengan antusias. (Foto: Djuna).

BENTENGSUMBAR.COM
— Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi memanfaatkan masa reses untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. 

Dalam kunjungannya ke Musala Darussalam, Kelurahan Lubuk Minturun, Selasa (18/8/2026), berbagai persoalan masyarakat menjadi bahan dialog, mulai dari pendidikan, pengelolaan APBD hingga penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Muhidi menegaskan, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Aspirasi tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran daerah.

Ia menjelaskan, DPRD memiliki peran strategis dalam menentukan arah penggunaan anggaran daerah bersama kepala daerah. 

Sebab, pemerintah daerah tidak dapat membelanjakan APBD begitu saja tanpa melalui proses pembahasan dan persetujuan DPRD.

“APBD itu bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujar Muhidi.

Menurutnya, dinamika dunia yang terus berubah juga berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi daerah. 

Karena itu, Sumatera Barat harus menyiapkan masyarakat yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Salah satu sektor yang dinilai paling penting untuk diperkuat adalah pendidikan. 

Penguatan tersebut, kata Muhidi, tidak hanya menyangkut peserta didik, tetapi juga kepala sekolah dan para guru sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi masa depan.

“Dunia hari ini terus berubah. Karena itu, pendidikan harus kita perkuat. Mulai dari kepala sekolah, guru, sampai anak-anak sekolah harus dipersiapkan agar mampu menghadapi tantangan ke depan,” katanya.

Selain pendidikan, Muhidi juga menyoroti pentingnya meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM. 

Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki kemauan untuk berusaha, tetapi juga harus dibekali pengetahuan, keterampilan dan pelatihan agar mampu mengembangkan usahanya.

“Kita harus masuk dengan bimbingan dan pelatihan. UMKM harus kita dorong agar usahanya berkembang lebih baik, mampu membaca peluang dan tidak berhenti pada usaha yang berjalan seadanya,” ungkapnya.

Muhidi juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya belajar dan tidak ragu mengambil pengalaman dari orang lain yang telah lebih dahulu berhasil.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kemauan untuk belajar, membangun jaringan dan mencari lingkungan yang mampu memberikan motivasi positif.

“Kalau ingin sukses, carilah kawan yang sudah sukses. Bukan untuk sekadar ikut menikmati keberhasilannya, tetapi untuk belajar bagaimana mereka bisa sampai di titik itu. Dari sana kita bisa mendapatkan pengalaman sekaligus motivasi,” tuturnya.

Ia berharap reses tersebut tidak berhenti sebagai forum menyampaikan aspirasi, tetapi menjadi awal dari upaya bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Muhidi menekankan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat. 

Dengan komunikasi yang kuat dan aspirasi yang disampaikan secara langsung, kebijakan yang lahir diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (*)

Haji Ninong Terharu, Terawan Turun Langsung Ambil Darah untuk Imunoterapi    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Haji Ninong Terharu, Terawan Turun Langsung Ambil Darah untuk Imunoterapi
Haji Ninong mengaku tersentuh karena Letjen TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) turun langsung mengambil darahnya sebagai bagian dari proses terapi. (Foto: ist).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Pengalaman berkesan dirasakan tokoh masyarakat Kotamobagu, Sulawesi Utara, Sudirman Sulaiman atau yang akrab disapa Haji Ninong, saat mendapat kesempatan menjalani terapi berbasis sel di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Bukan hanya terapi yang membuatnya merasa beruntung. Haji Ninong mengaku tersentuh karena Letjen TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) turun langsung mengambil darahnya sebagai bagian dari proses terapi.

“Terus terang saya merasa beruntung. Profesor Terawan sendiri yang mengambil darah saya,” ujar Haji Ninong, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan sisi lain sosok Terawan yang selama ini dikenal sebagai dokter, akademisi sekaligus pejabat. Di tengah posisi dan kesibukannya, Terawan tetap bersedia melakukan tindakan medis secara langsung kepada pasien.

“Dokter Terawan sungguh rendah hati. Padahal jabatan beliau begitu tinggi, tetapi masih mau mengambil darah pasien sendiri. Bagi saya, itu luar biasa,” katanya.

Terapi yang dijalani Haji Ninong berkaitan dengan pendekatan imunoterapi berbasis sel dendritik (dendritic cell). Secara umum, terapi berbasis sel memanfaatkan sel yang berasal dari tubuh pasien untuk kemudian diproses dan dikembangkan sebelum diberikan kembali kepada pasien.

Bagi Haji Ninong, pengalaman tersebut bukan sekadar soal teknologi kedokteran. Ada nilai kemanusiaan yang justru paling membekas.

Ia melihat Terawan tidak menciptakan jarak antara dokter dan pasien. Sebaliknya, tindakan sederhana mengambil darah sendiri membuatnya merasa mendapatkan perhatian secara langsung.

“Jabatan itu tidak membuat beliau menjaga jarak dengan pasien. Saya melihat sendiri bagaimana beliau melayani dengan rendah hati,” ujarnya.

Haji Ninong berharap perkembangan terapi berbasis sel di Indonesia terus maju sehingga semakin banyak pasien memperoleh pilihan pengobatan yang aman, terukur dan berdasarkan perkembangan ilmu kedokteran.

Baginya, teknologi medis memberikan harapan, tetapi kerendahan hati seorang dokter memberikan kekuatan lain bagi pasien untuk tetap percaya dan menjalani proses pengobatan. (*)

Semarak Merah Putih, Pawai Alegoris dan Pembangunan Kota Solok Tampilkan Kreativitas dan Capaian Daerah    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Semarak Merah Putih, Pawai Alegoris dan Pembangunan Kota Solok Tampilkan Kreativitas dan Capaian Daerah
Ribuan warga memadati sepanjang rute perayaan di Kota Solok pada Selasa (18/8/2026). Pemerintah Kota Solok menggelar Pawai Alegoris dan Pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Ribuan warga memadati sepanjang rute perayaan di Kota Solok pada Selasa (18/8/2026). Pemerintah Kota Solok menggelar Pawai Alegoris dan Pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini bukan sekadar perayaan kemerdekaan, melainkan panggung kreativitas sekaligus jendela capaian pembangunan daerah yang ditampilkan langsung di hadapan masyarakat.

Pawai secara resmi dilepas oleh Wali Kota Solok dari Lapangan Merdeka Kota Solok. Rute pawai berlanjut melewati kawasan Pasar Raya Kota Solok, melintasi panggung kehormatan yang berlokasi di depan Kantor Bank Nagari Kota Solok, hingga berakhir di Terminal Angkot Kota Solok.

Hadir menyaksikan perhelatan ini Wakil Wali Kota Solok, unsur Forkopimda, pimpinan BUMN dan BUMD, serta masyarakat luas yang antusias menyambut setiap barisan peserta.

Barisan pawai diikuti oleh perwakilan sekolah se-Kota Solok, kecamatan dan kelurahan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai unsur masyarakat lainnya. 

Masing-masing peserta menampilkan kreativitas yang khas, sekaligus memperkenalkan program kerja, potensi daerah, inovasi, dan keunggulan yang telah dikembangkan. 

Kendaraan hias dari berbagai OPD turut memamerkan capaian pembangunan daerah, diselingi atraksi seni dan kostum yang memukau warga di sepanjang jalan.

Pawai Alegoris dan Pembangunan ini menjadi sarana strategis untuk memperlihatkan kepada masyarakat berbagai hasil kerja yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Solok. 

Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini mempererat kebersamaan dan semangat persatuan antarwarga. 

Pemerintah Kota Solok berharap semangat kemerdekaan yang membara ini terus diwujudkan melalui kebersamaan, kreativitas, serta gotong royong dalam membangun daerah yang semakin maju dan sejahtera.(80)

KSB Padang Selatan Meriahkan HUT RI ke-81, Batang Arau Jadi Tuan Rumah Kegiatan Silaturahmi    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

KSB Padang Selatan Meriahkan HUT RI ke-81, Batang Arau Jadi Tuan Rumah Kegiatan Silaturahmi
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi antaranggota KSB se-Kecamatan Padang Selatan. (Foto: Hanzariko).

BENTENGSUMBAR.COM
— Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Padang Selatan menggelar kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi antaranggota KSB se-Kecamatan Padang Selatan.

KSB Batang Arau dipercaya menjadi tuan rumah dalam kegiatan tersebut. Ketua KSB Batang Arau, Syafrianto, turut menyambut dan mendukung pelaksanaan kegiatan yang diikuti jajaran KSB Kecamatan Padang Selatan.

Kegiatan ini mengusung semangat kebersamaan dengan tema “Basamo Mangko Manjadi” serta membawa pesan “Kota Padang Semakin Jaya”. 

Selain menjadi bagian dari peringatan HUT RI ke-81, kegiatan tersebut juga memperkuat kekompakan para relawan kebencanaan yang selama ini aktif di tengah masyarakat.

Ketua KSB Kecamatan Padang Selatan, Benny Abenk Law, yang akrab disapa Pak Kobeng, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar-KSB di wilayah Padang Selatan.

Menurut Benny, di Kecamatan Padang Selatan terdapat 12 KSB tingkat kelurahan, dengan masing-masing KSB memiliki sekitar 20 orang pengurus. 

Para pengurus tersebut menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam mendukung kesiapsiagaan serta penanganan kebencanaan di wilayah masing-masing.

“Dengan adanya kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi kita dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81 ini,” ujar Benny.

Benny merupakan salah satu warga yang aktif dalam bidang kebencanaan. Atas kiprahnya tersebut, ia pernah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Padang dalam rangka HUT Kota Padang ke-355 tahun 2024 sebagai warga yang aktif di bidang kebencanaan.

Ia berharap kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan, sehingga koordinasi dan solidaritas antaranggota KSB semakin kuat dalam menghadapi berbagai potensi bencana serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Batang Arau, Ketua KSB Kota Padang, Ketua KSB Batang Arau Syafrianto, serta pengurus KSB Kecamatan Padang Selatan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah kelurahan, KSB Kota Padang, dan para relawan kebencanaan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Momentum HUT RI ke-81 ini pun tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi keluarga besar KSB Padang Selatan untuk memperkuat persatuan, kekompakan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. (*)

Wako Fadly Amran Berikan Motivasi kepada Muhamad Fakhri, Duta GenRe Kota Padang 2025 dan Sumbar    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Wako Fadly Amran Berikan Motivasi kepada Muhamad Fakhri, Duta GenRe Kota Padang 2025 dan Sumbar
Motivasi itu ditunjukkan Fadly Amran saat menerima audiensi Muhamad Fakhri, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (18/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, memberikan motivasi kepada Muhamad Fakhri (18), Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Padang 2025 sekaligus Duta GenRe Sumbar, yang akan mewakili Sumbar pada Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (Adujaknas) GenRe Indonesia 2026 di Jakarta, September mendatang.

Motivasi itu ditunjukkan Fadly Amran saat menerima audiensi Muhamad Fakhri, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (18/8/2026). 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, Rusdi, Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, serta Wakil Ketua Forum GenRe Sumbar, Bobby Amsyah Putra, dan Ketua Forum GenRe Kota Padang, Muhammad Zidan.

Muhamad Fakhri merupakan Duta PIK-R Melati SMAN 12 Padang yang sebelumnya berhasil meraih predikat Duta GenRe Kota Padang 2025, kemudian menjadi juara tingkat Sumbar. 

Pada Adujaknas Genre Indonesia 2026, Fakhri akan tampil bersama Kuntum Khairiyatul Ummah (18) dari SMAN 2 Padang Panjang, yang menjadi pasangannya saat meraih juara pertama Pemilihan Duta GenRe Sumbar 2025.

Fadly Amran menyampaikan selamat sekaligus mendorong Fakhri menunjukkan kapasitas sebagai figur muda yang mampu menjadi teladan. Menurutnya, peran Duta GenRe tidak boleh berhenti pada prestasi perlombaan, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi remaja, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Duta GenRe harus mampu menyikapi isu remaja, seperti tawuran, bullying, pergaulan bebas, pernikahan dini, hingga stunting. Dengan kemampuan komunikasi dan intelektual yang dimiliki, semoga mereka dapat menyampaikan edukasi yang relevan," katanya.

Fadly Amran berharap Fakhri dapat tampil maksimal, membawa nama baik Kota Padang dan Sumatera Barat, serta memperluas manfaat bagi generasi muda.

“Semoga Fakhri dapat tampil maksimal, membawa nama baik Kota Padang dan Sumatera Barat, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda," cakapnya.

Sementara itu, Muhamad Fakhri menyampaikan terima kasih atas dukungan dan motivasi yang diberikan Wali Kota Padang. Ia mengaku semakin termotivasi mengikuti Adujaknas GenRe Indonesia 2026 karena ingin memberikan manfaat bagi remaja di Kota Padang.

“Penilaian dalam Pemilihan Duta GenRe Indonesia 2026 menitikberatkan pada ekspos program kerja dan keberdampakan terhadap masyarakat," tukuknya.

Menghadapi persaingan di tingkat nasional, Fakhri mengaku siap membawa pengalaman pembinaan GenRe di Kota Padang dan Sumbar sebagai modal untuk tampil maksimal. 

"Semoga saya dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Kota Padang serta Sumatera Barat," cakapnya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi Warga Mega Permai    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi Warga Mega Permai
Kehadiran Ketua DPRD Sumbar Muhidi dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia. (Foto: Djuna).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Suasana reses Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi di Perumahan Mega Permai I, RT 03 RW 12, Kelurahan Padang Sarai, Selasa (18/8/2026), berlangsung penuh keakraban. 

Pertemuan tersebut menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berdiskusi mengenai masa depan daerah dan generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Muhidi mengingatkan bahwa tugas wakil rakyat tidak berhenti di gedung parlemen. 

Kehadiran anggota DPRD harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia.

“Anggota dewan harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Ada tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah daerah untuk mendorong kesejahteraan dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” kata Muhidi.

Ia menyebut reses sebagai salah satu momentum penting untuk mendengar langsung suara masyarakat. 

Berbagai persoalan yang disampaikan warga menjadi bahan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi representasi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

“Di sinilah kesempatan kita untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga menjadi bagian penting dalam memperjuangkan pembangunan,” ujarnya.

Namun, Muhidi menilai ada persoalan yang jauh lebih besar yang harus dipikirkan bersama, yakni kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, kemajuan teknologi membuat batas antarnegara semakin tipis. Informasi dapat diterima dalam hitungan detik dan persaingan dunia kerja tidak lagi hanya terjadi antardaerah, tetapi juga antarnegara.

“Anak-anak kita harus disiapkan menghadapi perkembangan zaman. Kalau sumber daya manusia kita tidak dipersiapkan sejak sekarang, kita akan terlambat,” tegasnya.

Muhidi mendorong orang tua agar tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal, tetapi juga memperhatikan keterampilan yang dimiliki anak. 

Ia menyebut pendidikan vokasi, termasuk SMK, dapat menjadi salah satu pilihan untuk membekali generasi muda dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.

“SMK itu disiapkan untuk dunia kerja. Kalau anak-anak kita punya skill, peluangnya sangat terbuka. Negara seperti Jepang, Jerman, Arab Saudi dan negara lainnya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan,” ungkap Muhidi.

Selain kemampuan teknis, Muhidi mengingatkan pentingnya membangun karakter dan keimanan. 

Menurutnya, derasnya informasi dan semakin terbukanya pergaulan harus diimbangi dengan fondasi moral yang kuat.

“Dunia ini semakin tanpa batas. Informasi tidak terbendung dan pergaulan semakin terbuka. Karena itu, anak-anak kita harus memiliki ilmu sekaligus iman,” katanya.

Muhidi juga mengajak masyarakat untuk membangun pola pikir yang optimistis. 

Ia menilai perubahan besar selalu dimulai dari cara seseorang memandang masa depan.

“Kita harus mengubah mindset. Kalau kita berpikir positif, kita akan melihat banyak peluang. Jangan sampai anak-anak kita hanya menjadi penonton di tengah perubahan yang begitu cepat,” tuturnya.

Lurah Padang Sarai Apresiasi Kehadiran Muhidi

Lurah Padang Sarai Masrul menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DPRD Sumbar dalam kegiatan reses tersebut.

Menurutnya, pertemuan langsung antara wakil rakyat dan masyarakat merupakan kesempatan berharga untuk menyampaikan kebutuhan warga.

“Terima kasih kepada Ketua DPRD Sumbar yang telah hadir di tengah masyarakat kami, khususnya warga Mega Permai. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung,” ujar Masrul.

Ia berharap berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di Kelurahan Padang Sarai dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui jalur yang tersedia.

“Semoga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat disampaikan pada reses ini. Kita juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan memelihara seluruh pembangunan yang telah diberikan pemerintah, baik melalui pokok-pokok pikiran maupun program lainnya,” katanya.

Masrul menilai pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga untuk tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga ikut menjaga hasil pembangunan yang telah direalisasikan.

Reses Muhidi di Mega Permai akhirnya tidak sekadar menjadi forum penyampaian usulan pembangunan. Pertemuan itu berkembang menjadi ruang untuk membicarakan tantangan masa depan—tentang pendidikan, keterampilan, karakter dan kesiapan generasi muda Sumatera Barat menghadapi dunia yang terus berubah.

Pesan yang disampaikan pun sederhana namun kuat: pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus membangun manusia yang mampu mengisi dan melanjutkan pembangunan tersebut. (*)