HEADLINE
Meski Diguyur Gerimis, Konser Nidji Disambut Antusias Ribuan Penonton di Lap. Ombilin Sawahlunto    
Minggu, Januari 11, 2026

On Minggu, Januari 11, 2026

Meski Diguyur Gerimis, Konser Nidji Disambut Antusias Ribuan Penonton di Lap. Ombilin Sawahlunto
Meski diguyur gerimis yang cukup deras, ribuan penonton memadati Tanah Lapang Ombilin yang berada di jantung kota, hingga suara konser bergema ke perbukitan yang mengelilingi lokasi tersebut.

BENTENGSUMBAR.COM
-  Kota Sawahlunto diguncang penampilan grup band papan atas Nidji, Sabtu malam (10/1/2026). Meski diguyur gerimis yang cukup deras, ribuan penonton memadati Tanah Lapang Ombilin yang berada di jantung kota, hingga suara konser bergema ke perbukitan yang mengelilingi lokasi tersebut.

Konser diawali oleh penampilan band lokal "Kuali Band". Sejak awal, antusiasme penonton sudah terlihat. Sorak sorai dan teriakan histeris terdengar ketika penonton tak sabar menantikan kemunculan band idolanya di atas panggung.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menjelaskan bahwa kehadiran Nidji sejatinya direncanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sawahlunto yang jatuh pada 1 Desember 2025. Namun, karena sejumlah kendala teknis, pelaksanaannya baru dapat dilakukan pada 10 Januari 2026.

“Konser ini dihadirkan dalam rangka Sawahlunto Festival, sebagai upaya mendukung sektor pariwisata, memperkenalkan produk-produk lokal melalui gerai UMKM di sekitar lapangan, sekaligus meramaikan kota dan memperkenalkan Sawahlunto di tingkat nasional,” ujar Riyanda Putra.

Sebagai kota tambang yang kaya akan sejarah dan budaya, Sawahlunto diharapkan terus berkembang menjadi kota festival. Melalui berbagai kegiatan seni dan hiburan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Penampilan Nidji yang digawangi Giring sebagai vokalis utama disambut meriah. Giring tampak antusias melihat lautan penonton yang memadati lapangan. Sejumlah lagu andalan Nidji dibawakan, di antaranya Laskar Pelangi, Hapus Aku, Rahasia Hati, Sumpah dan Cinta Matiku, serta sejumlah lagu hits lainnya yang membuat penonton bernyanyi bersama.

Di tengah suasana penuh euforia, Giring bahkan menyempatkan diri berfoto swafoto dari atas panggung dengan latar ribuan penggemar yang memadati area konser.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap kegiatan serupa dapat terus digelar ke depan, sehingga warga dapat menikmati hiburan berkualitas, sekaligus memperkuat citra Sawahlunto sebagai kota festival yang mampu menarik perhatian nasional. (marjafri)

Gubernur Mahyeldi Terima Bantuan Rp4,56 Miliar dari Batam untuk Warga Terdampak Bencana    
Minggu, Januari 11, 2026

On Minggu, Januari 11, 2026

Gubernur Mahyeldi Terima Bantuan Rp4,56 Miliar dari Batam untuk Warga Terdampak Bencana
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima bantuan donasi dari Pemerintah dan masyarakat Kota Batam. 

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima bantuan donasi dari Pemerintah dan masyarakat Kota Batam untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumbar. Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp4,56 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari Rp2,5 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam serta Rp2,06 miliar dari hasil urunan dan donasi masyarakat Kota Batam. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah kepada Gubernur Mahyeldi di Istana Gubernuran, Minggu (11/1/2026).

Gubernur Sumbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta dukungan Pemerintah dan masyarakat Kota Batam terhadap masyarakat terdampak bencana di Sumbar. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti nyata kuatnya rasa persaudaraan dan empati antar sesama anak bangsa. “Terima kasih atas perhatian dan dukungan ini. Bantuan ini menegaskan apa yang pernah disampaikan Bapak Presiden Prabowo, bahwa masyarakat terdampak bencana tidak sendiri. Semua peduli, semua berempati, tanpa memandang ras, suku, dan agama,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai, semangat persatuan dan kesatuan bangsa hingga saat ini masih terjalin sangat baik, khususnya dalam menghadapi situasi bencana. Hal itu terlihat dari tingginya kepedulian masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia terhadap daerah terdampak. “Kami bahkan mendengar ada anak-anak di Papua yang rela membuka celengan untuk membantu, masyarakat di NTT dan Papua juga menggalang donasi di pasar. Ini adalah semangat luar biasa yang harus terus kita jaga bersama,” tambahnya.

Sebelumnya, Sekda Kota Batam, Firmansyah mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk ungkapan duka dan kepedulian Pemerintah serta masyarakat Kota Batam kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Selain untuk Sumbar, bantuan serupa juga disalurkan ke Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Ia menjelaskan, penyerahan hari ini bersifat simbolis karena dana bantuan tersebut telah lebih dahulu ditransfer ke kas daerah Pemerintah Provinsi Sumbar. “Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp4,5 miliar lebih, terdiri dari Rp2,5 miliar dari APBD Kota Batam dan Rp2,06 miliar dari donasi masyarakat,” jelas Firmansyah.

Ia juga meyakini masih terdapat bantuan lain yang disalurkan secara mandiri oleh masyarakat, baik secara pribadi maupun melalui paguyuban. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi,” pungkasnya.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Sekda Kota Batam didampingi unsur Forkopimda Kota Batam, di antaranya Ketua DPRD, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Dandim. Kemudian juga hadir Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI, Berkat Widjanarko serta Kepala BPOM Kota Batam. Sementara dari Pemerintah Provinsi Sumbar, Gubernur Mahyeldi turut didampingi Kepala Bappeda, Kalaksa BPBD, dan Sekretaris DPRD. (adpsb/bud)

Gubernur Mahyeldi Rangkul Perantau Ringankan Beban Korban Bencana di Sumbar, Donasi Terkumpul Rp1 Miliar    
Minggu, Januari 11, 2026

On Minggu, Januari 11, 2026

Gubernur Mahyeldi Rangkul Perantau Ringankan Beban Korban Bencana di Sumbar, Donasi Terkumpul Rp1 Miliar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak para perantau untuk bersama-sama meringankan beban masyarakat. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepedulian perantau Minangkabau kembali menguat. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak para perantau untuk bersama-sama meringankan beban masyarakat Sumbar yang terdampak bencana hidrometeorologi. Dalam silaturahmi tersebut, donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp1 miliar. Ajakan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Silaturahmi Perantau Minangkabau bersama organisasi masyarakat Minang, filantropi, dan NGO di Hotel Balairung, Jakarta, Sabtu malam (10/1/2026). “Bagi masyarakat Minang, perantau dan ranah adalah satu kesatuan. Ketika kampung halaman sedang diuji, kepedulian dunsanak perantau menjadi kekuatan tersendiri. Alhamdulillah, malam ini berhasil terkumpul donasi sebesar Rp1 miliar untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar telah berdampak pada 16 kabupaten/kota, dengan 13 kabupaten/kota di antaranya menetapkan status tanggap darurat bencana. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerusakan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan perhitungan Pemerintah Provinsi Sumbar, taksiran nilai kerusakan akibat bencana mencapai lebih dari Rp15,6 triliun, sementara taksiran kerugian sekitar Rp17,9 triliun. Untuk proses pemulihan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp22,6 triliun. “Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sudah kami ajukan ke BNPB untuk menjadi rujukan dalam pelaksanaan rehap rekon. Namun untuk meringankan beban masyarakat terdampak, sinergi dan gotong royong seluruh elemen, termasuk para perantau, sangat dibutuhkan,” ungkap Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, dukungan perantau selama ini menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana di Sumbar. Ia menegaskan, Pemprov Sumbar terus berkomitmen hadir dan memastikan penanganan bencana berjalan optimal, namun kebersamaan semua pihak merupakan kunci utama. “Kami sangat mengapresiasi kepedulian para perantau, para dermawan, serta lembaga-lembaga sosial. Bantuan dan doa dari dunsanak semua menjadi penguat moril bagi masyarakat, terlebih saat imi akan memasuki bulan suci Ramadan,” katanya.

Silaturahmi Perantau Minangkabau yang dihadiri organisasi masyarakat Minang, filantropi, dan NGO tersebut berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1 miliar, yang akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat. “Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan menjadi amal kebaikan dan mendatangkan keberkahan bagi Sumatera Barat dan seluruh dunsanak,” tutup Mahyeldi.

Turut hadir sejumlah kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kalaksa BPBD, Era Sukmamunaf; Kepala Dinas Sosial, Syaifullah; Kepala Dinas BMCKTR, Armi; Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto; Kepala Badan Penghubung, Ascari. (adpsb/bud)

Wagub Sumbar Menghubungi Dasco Agar TKD Sumbar Tidak Dipotong di Tengah Masa Memulihan Pasca Bencana    
Minggu, Januari 11, 2026

On Minggu, Januari 11, 2026

Wagub Sumbar Menghubungi Dasco Agar TKD Sumbar Tidak Dipotong di Tengah Masa Memulihan Pasca Bencana
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, menghubungi langsung Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Setelah sebelumnya komunikasi Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dengan Presiden Prabowo terkait kebijakan fiskal di Aceh, kini sorotan publik mengarah ke Sumatera Barat (Sumbar). Langkah proaktif datang dari Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, menghubungi langsung Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat agar dana TKD Sumbar tahun 2026 tidak mengalami pemotongan

Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, secara terbuka menghubungi Sufmi Dasco Ahmad untuk menyuarakan aspirasi masyarakat agar TKD Sumbar tidak dipotong di tengah masa pemulihan pasca bencana. Langkah Vasko tersebut dinilai sebagai representasi kegelisahan masyarakat daerah terdampak bencana yang masih membutuhkan dukungan anggaran besar. Dalam percakapan itu, Vasko menegaskan bahwa perhatian Sufmi Dasco terhadap masyarakat korban bencana selama ini sangat luar biasa dan dirasakan langsung dampaknya di lapangan. “Kalau boleh bang di Sumbar, TKD kita juga dikembalikan kalau diperbolehkan,” ujar Vasko via sambungan video call, Sabtu (10/1/2026).

Pernyataan ini mencerminkan harapan besar masyarakat Sumbar agar pemerintah pusat memberikan perlakuan khusus, mengingat kondisi daerah yang belum sepenuhnya pulih dari bencana. Menanggapi hal tersebut, Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa kebijakan TKD berada dalam ruang diskresi Presiden. “Tadi kan itu diskresi Presiden, nanti kita akan minta ke Menteri Keuangan juga sampaikan ke Presiden, yah mudah-mudahan Presiden juga bisa ada pertimbangan, karena ini masuk yang daerah terdampak bencana yang parah-parah supaya di daerah itu dikembalikan mungkin begitu,” kata Dasco.

Vasko Ruseimy pun menyampaikan keyakinannya bahwa komunikasi langsung Sufmi Dasco dengan Presiden akan membuka peluang lebih besar. “Saya yakin, kalau abang yang bicara sama Presiden langsung disetujui. Minta tolong yah bang,” ucapnya.

Sufmi Dasco merespons dengan nada realistis, menegaskan bahwa daerah terdampak bencana memang membutuhkan dukungan fiskal ekstra. “Yah namanya juga daerah terdampak bencana itu kan, ini lagi perlu dana yah kan?” tuturnya.

Dalam percakapan tersebut, Vasko juga menekankan bahwa seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sumbar solid dan kompak dalam upaya pemulihan pasca bencana.

Hal ini dibenarkan oleh Sufmi Dasco yang merujuk pada paparan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Rencana Rehabilitas dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). “Yah itu pertama tadi paparan dari Pak Tito Karnavian selaku Ketua Satgas R3P bencana Sumatera itu, justru di Sumbar itu juga banyak daerah yang berangsur pulih, itu karena kekompakan dan yah apa namanya itu kerja cepat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan daerah itu kompak katanya,” ujar Dasco.

Vasko menyebut bahwa capaian dan percepatan pemulihan di Sumbar tidak lepas dari dukungan dan arahan Sufmi Dasco Ahmad. Namun Dasco merespons dengan merendah. “Alah jangan begitu dong. Salam yah buat seluruh masyarakat Sumbar,” tuturnya. (adpsb)

Wako Fadly Amran: Gotong Royong Menjadi Langkah Penting untuk Mempercepat Pemulihan Lingkungan    
Minggu, Januari 11, 2026

On Minggu, Januari 11, 2026

Wako Fadly Amran: Gotong Royong Menjadi Langkah Penting untuk Mempercepat Pemulihan Lingkungan
Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung pelaksanaan gotong royong (goro) di Jalan Maransi Indah, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (11/1/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung pelaksanaan gotong royong (goro) di Jalan Maransi Indah, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (11/1/2026).

Gotong royong dilaksanakan sebagai percepatan pemulihan pascabanjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Kegiatan difokuskan pada pembersihan lumpur, sampah, serta normalisasi saluran drainase di lingkungan permukiman warga.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat aktif dalam kegiatan gotong royong pascabanjir tersebut.

“Gotong royong ini menjadi langkah penting untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus mencegah terjadinya banjir susulan,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan dan kelancaran drainase menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah yang kerap terdampak saat curah hujan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Padang didampingi Kepala Dinas Perkim Raf Indria, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, Sekretaris PUPR Imral Fauzi, serta Camat Koto Tangah Fizlan Setiawan.

Gotong royong di Jalan Maransi Indah ini diikuti oleh masyarakat setempat bersama aparatur kelurahan dan kecamatan, serta unsur relawan sebagai bentuk sinergi dalam penanganan dan pemulihan wilayah terdampak banjir. (*)

Rocky Gerung Nilai Pidato Megawati Sentuh Isu Kemanusiaan, Bukan Hanya Politik Kekuasaan    
Minggu, Januari 11, 2026

On Minggu, Januari 11, 2026

Rocky Gerung Nilai Pidato Megawati Sentuh Isu Kemanusiaan, Bukan Hanya Politik Kekuasaan
Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada pembukaan Rakernas I dan peringatan HUT ke-53 PDIP, tidak sesuai dengan harapan publik. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada pembukaan Rakernas I dan peringatan HUT ke-53 PDIP, tidak sesuai dengan harapan publik. Alih-alih membahas strategi politik praktis, Megawati justru mengangkat isu kemanusiaan, lingkungan hidup, dan persahabatan antarmanusia sebagai fokus utama.

Rocky mengungkapkan bahwa banyak pihak yang menantikan pidato politik Megawati, tetapi yang disajikan justru refleksi global yang relevan dengan kegelisahan generasi muda saat ini.

"Beliau menganggap ada yang lebih penting, yaitu soal kemanusiaan, soal lingkungan, soal persahabatan," ujarnya kepada wartawan di Beach City International Stadium, Ancol Jakarta Utara, pada Sabtu (10/1).

Menurut Rocky, Megawati memulai pidatonya dengan membahas politik global, terutama isu Venezuela dan prinsip hak setiap negara untuk mempertahankan kedaulatannya. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan sikap historis Indonesia yang menolak intervensi dan menjunjung tinggi penghormatan antarbangsa. Rocky menilai bahwa Megawati memiliki pemahaman yang baik mengenai dinamika politik global dan menempatkannya dalam kerangka etika internasional, yaitu larangan bagi satu negara untuk menguasai atau mencaplok negara berdaulat lainnya.

"Tidak boleh ada permusuhan yang berbasis kebencian," tegasnya.

Selain isu geopolitik, Megawati juga menyoroti perubahan iklim dan kerusakan lingkungan dalam pidatonya. Rocky menyatakan bahwa Megawati berbicara tentang lingkungan tidak hanya berdasarkan teori, tetapi juga dari pengalaman dan kesadaran pribadi terhadap krisis ekologis yang terjadi.

Tiga Isu

"Ibu Megawati mendalami isu lingkungan melebihi pengetahuan teknis di buku teks. Ia memahami bahwa merusak lingkungan berarti merusak peradaban," katanya. Rocky juga menekankan pentingnya solidaritas manusia atau human solidarity yang disampaikan Megawati sebagai tugas moral dan ideologis bagi seluruh kader PDIP.

Ia menegaskan bahwa meskipun pidato Megawati tidak terdengar seperti pidato politik konvensional, tiga isu yang disampaikan, yaitu anti kekerasan global, perawatan bumi sebagai ibu pertiwi, dan solidaritas antarmanusia, sesungguhnya sarat dengan kepentingan politik masa depan, terutama bagi generasi muda. "Itu inti dari kuliah Megawati hari ini," pungkas Rocky. (*)

Sumber: Merdeka.com

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi    
Minggu, Januari 11, 2026

On Minggu, Januari 11, 2026

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi
Pakar hukum tata negara Refly Harun menyatakan dirinya menghormati keputusan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis untuk bertandang ke kediaman Jokowi. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pertemuan antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan mantan Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, memunculkan tanda tanya besar di ruang publik. Pasalnya, kedua tokoh tersebut merupakan tersangka dalam kasus dugaan tuduhan ijazah palsu Jokowi yang tengah ditangani Polda Metro Jaya.

Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis tercatat sebagai dua dari delapan tersangka dalam perkara tersebut. Selain mereka, penyidik juga menetapkan Kurnia Tri Rohyani, M. Rizal Fadillah, Rustam Effendi, Roy Suryo, Tifauziah Tyassuma alias dr Tifa, serta Rismon Sianipar sebagai tersangka.

Pakar hukum tata negara Refly Harun menyatakan dirinya menghormati keputusan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis untuk bertandang ke kediaman Jokowi. Namun, ia menilai langkah tersebut justru memunculkan tafsir simbolik yang problematik di tengah kasus hukum yang masih berjalan.

Menurut Refly, bila persoalan keaslian ijazah memang sederhana dan tuntas, seharusnya tidak perlu ada dramatika yang memunculkan kesan politik pecah belah terhadap para tersangka.

"Ini harus tetap kita bahas bila Eggi tunduk seperti itu tentu kita bertanya, what happen?" tanya sosok yang akrab disapa RH lewat kanal Youtube miliknya, Jumat, 9 Januari 2026.

Refly juga mengaku sebelumnya menerima informasi bahwa terdapat nasihat dari seorang tokoh yang dihormati agar Eggi dan Damai melakukan pendinginan suasana, namun tidak sampai sowan atau datang langsung ke kediaman Jokowi.

"Saya juga tidak tahu kalau ada perubahan nasehat dari seorang tokoh tersebut atau mungkin Eggi dan Damai yang kemudian mengubah strateginya," ungkap RH.

Ia menegaskan tidak ingin berspekulasi apalagi memfitnah. Namun, menurutnya, sebuah peristiwa politik tidak bisa dilepaskan dari konteks dan simbol yang menyertainya, terlebih ketika para pihak sedang berstatus tersangka dan isu perdamaian beredar kencang di publik.

“Kita tahu mereka ini tersangka. Isu yang beredar juga sangat kuat, seolah-olah sudah berdamai dalam tanda kutip,” katanya.

Refly kemudian mengaitkan peristiwa tersebut dengan analogi sejarah Perang Bubat antara Kerajaan Pajajaran dan Majapahit. Ia menilai simbol kedatangan atau penyambutan dalam konteks politik memiliki makna yang sangat dalam. Datang ke istana berarti penundukan, sementara disambut berarti kehormatan sebagai tamu.

Analogi itu, menurut Refly, relevan dengan kedatangan Eggi dan Damai ke Solo. Bahkan jika tidak ada perkara hukum sekalipun, sowan ke rumah Jokowi tetap berpotensi dimaknai sebagai sikap tunduk oleh publik, terlebih oleh mereka yang selama ini kritis terhadap Jokowi.

"Dalam kondisi tidak ada kasus saja di mana mereka bukan tersangka dari laporan Jokowi misalnya, datang itu sendiri akan membawa pesan yang kurang baik bagi mereka yang mengkritisi Jokowi selama ini. Bahwa sudah tunduk, masuk angin, dan lain-lain. Apalagi ada kasus seperti ini," tegasnya. (*) 

Sumber: RMOL