HEADLINE
Pesan Tegas Polres Batu Bara: Polisi Tak Bisa Jalan Sendiri, Warga Diajak Bersatu    
Rabu, Oktober 07, 2026

On Rabu, Oktober 07, 2026

Pesan Tegas Polres Batu Bara: Polisi Tak Bisa Jalan Sendiri, Warga Diajak Bersatu
Poster itu menampilkan Kapolres berada di tengah lingkaran warga dari berbagai kalangan. Ada pelajar, pemuda, tokoh agama, petani hingga warga lanjut usia yang tampil dengan ekspresi penuh optimisme. (Foto: Herman). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pesan kuat soal kebersamaan aparat dan masyarakat mencuat dari poster resmi Polres Batu Bara. Visual tersebut menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Batu Bara.

Poster itu menampilkan Kapolres berada di tengah lingkaran warga dari berbagai kalangan. Ada pelajar, pemuda, tokoh agama, petani hingga warga lanjut usia yang tampil dengan ekspresi penuh optimisme.

Satu pesan utama menjadi sorotan: “POLISI BERSAMA MASYARAKAT — Melindungi, Mengayomi, dan Melayani.” Kalimat tersebut menjadi penegasan tentang pentingnya kedekatan polisi dengan masyarakat.

Pesan itu juga menunjukkan bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Peran aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.

Kata “melindungi” menggambarkan komitmen kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran polisi diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sementara “mengayomi” membawa pesan agar hubungan polisi dan masyarakat terus dibangun melalui komunikasi, kepedulian dan semangat menjaga kerukunan.

Sedangkan “melayani” menegaskan pentingnya pelayanan kepolisian yang mudah dijangkau masyarakat. Warga dapat menyampaikan aspirasi, informasi, laporan maupun saran melalui kanal komunikasi resmi.

Tampilan poster semakin kuat dengan latar Gedung Polres Batu Bara, tugu ikonik Kabupaten Batu Bara dan panorama pesisir. Elemen tersebut menggambarkan identitas daerah sekaligus semangat kebersamaan.

Kehadiran warga dari berbagai usia dan profesi juga menjadi pesan tersendiri. Keamanan bukan hanya kepentingan aparat, tetapi kebutuhan seluruh masyarakat Batu Bara.

Karena itu, Polres Batu Bara mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan mulai dari lingkungan masing-masing. Kepedulian warga, komunikasi yang terbuka dan kerja sama lintas elemen menjadi modal penting menjaga situasi tetap kondusif.

Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, laporan atau saran dapat memanfaatkan akun media sosial resmi @humas_polresbatubara. Kanal komunikasi tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkuat hubungan polisi dengan masyarakat.

Semangat yang ingin disampaikan pun jelas: polisi bersama masyarakat, menjaga Batu Bara bersama-sama. Dengan kolaborasi seluruh elemen, keamanan, kedamaian dan kenyamanan di Kabupaten Batu Bara diharapkan semakin kuat. (*) 

Laporan: Herman Manurung
Editor: Zamri Yahya, WU

Kabut Asap Kembali Selimuti Padang, Muharlion Desak Sekolah Siap PJJ Demi Lindungi Pelajar    
Rabu, Oktober 07, 2026

On Rabu, Oktober 07, 2026

Kabut Asap Kembali Selimuti Padang, Muharlion Desak Sekolah Siap PJJ Demi Lindungi Pelajar
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meminta Pemerintah Kota Padang bergerak cepat jika kondisi kabut asap mulai membahayakan kesehatan siswa. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabut asap kembali menyelimuti Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat. Kondisi kualitas udara yang berada pada kategori sedang hingga tidak sehat membuat keselamatan pelajar kembali menjadi perhatian.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meminta Pemerintah Kota Padang bergerak cepat jika kondisi kabut asap mulai membahayakan kesehatan siswa. Sekolah diminta tidak menjadi tempat yang mempertaruhkan keselamatan peserta didik.

Muharlion menyebut pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat menjadi opsi apabila kualitas udara tidak lagi aman untuk aktivitas belajar tatap muka. Langkah tersebut bisa diterapkan sementara hingga kondisi udara membaik.

“Yang kita kasihani itu pelajar. Jika kabut asap membahayakan, terpaksa kita minta pemko untuk meliburkan sekolah, dan pembelajaran dilaksanakan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ),” tegas Muharlion.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu menunggu kabut asap semakin parah. Ketika indikator kesehatan mulai menunjukkan risiko, langkah pencegahan dinilai lebih penting untuk melindungi anak-anak.

Kabut asap yang terpantau di Padang dan sejumlah daerah Sumbar juga dipengaruhi kondisi regional. Asap tidak hanya berasal dari titik panas di Sumbar, tetapi dapat terbawa angin dari wilayah lain.

Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan pemantauan terakhir menunjukkan satu titik panas di Sumbar, yakni di Dharmasraya.

Sementara itu, titik panas signifikan terpantau di Sumatera Selatan dan Jambi. Yudha menjelaskan, angin dari arah tenggara menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap pergerakan asap menuju Sumatera Barat.

“Untuk di Sumbar pantauan terakhir terdapat hotspot hanya satu lokasi di Dharmasraya, sedangkan untuk titik panas signifikan terpantau di Sumsel dan Jambi, dengan arah angin dari tenggara yang menjadi sumber utama asap,” kata Yudha, Rabu (7/10/2026).

Menurut Yudha, arah angin sangat menentukan sebaran kabut asap. Karena itu, perubahan arah angin dan perkembangan titik panas terus menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi udara.

BMKG Minangkabau menyebut kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat dan mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara memburuk.

BMKG juga terus memberikan informasi mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada pemerintah daerah. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, Muharlion menegaskan keselamatan pelajar harus menjadi prioritas. Jika kabut asap benar-benar mencapai kondisi yang membahayakan kesehatan, kebijakan meliburkan sekolah dan menerapkan PJJ dapat menjadi pilihan sementara sampai kondisi udara kembali aman. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

AHY Tegaskan Karier ASN Tak Bisa Andalkan Keberuntungan: Luck is Not a Strategy    
Rabu, Oktober 07, 2026

On Rabu, Oktober 07, 2026

AHY Tegaskan Karier ASN Tak Bisa Andalkan Keberuntungan: Luck is Not a Strategy
AHY hadir langsung bersama 27 pejabat Kemenko Infrastruktur untuk menunjukkan keseriusan membangun manajemen talenta ASN berbasis kompetensi, kinerja, potensi, dan integritas. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membawa pesan tegas saat Kemenko Infrastruktur menjadi kementerian koordinator pertama yang melaksanakan Ekspose Manajemen Talenta di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ekspose tersebut berlangsung di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Selasa (6/10/2026). AHY hadir langsung bersama 27 pejabat Kemenko Infrastruktur untuk menunjukkan keseriusan membangun manajemen talenta ASN berbasis kompetensi, kinerja, potensi, dan integritas.

Pesan AHY langsung mencuri perhatian. Menurutnya, keberhasilan organisasi pemerintahan tidak boleh hanya bergantung pada keberuntungan, tetapi membutuhkan strategi dan kesiapan sumber daya manusia.

“Luck is not a strategy,” tegas AHY. Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa pengembangan karier ASN harus dibangun melalui strategi yang terukur dan sistem merit.

Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), AHY menilai manajemen talenta penting untuk memastikan Kemenko Infrastruktur memiliki ASN yang mampu bekerja lintas sektor. Infrastruktur pembangunan, menurutnya, juga membutuhkan kekuatan manusia yang kompeten dan berintegritas.

Kepala BKN Prof. Zudan menyambut komitmen tersebut. BKN menempatkan diri sebagai coach atau pelatih bagi instansi pemerintah agar ASN mampu menerjemahkan arah kebijakan pimpinan menjadi kerja nyata.

Dengan jumlah ASN nasional yang mencapai sekitar 6,8 juta orang, manajemen talenta menjadi bagian penting dalam penguatan birokrasi. BKN mendorong pengelolaan ASN bergerak dari pendekatan administratif menuju pengelolaan SDM yang berbasis kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi.

Di lingkungan Kemenko Infrastruktur, tercatat ada 407 ASN per 23 September 2026. Sekitar 92 persen merupakan pejabat fungsional dan pelaksana, sementara 315 ASN telah mengikuti asesmen sebagai bagian dari pemetaan dan pengembangan talenta.

Kemenko Infrastruktur juga telah melakukan pemetaan talenta, pendalaman calon suksesor, simulasi pengisian Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA), pemanfaatan e-Kinerja BKN, serta menyiapkan penyimpanan data digital ASN.

Dalam ekspose tersebut, BKN memberikan sejumlah masukan untuk memperkuat data dan informasi kinerja ASN. BKN juga mendorong agar kontribusi nyata ASN memperoleh pengakuan sehingga manajemen talenta tidak berhenti pada pemetaan, tetapi berkembang menjadi budaya kinerja.

AHY pun mengapresiasi pendampingan BKN. Ia menegaskan bahwa kompetensi dan integritas akan menjadi pegangan utama dalam penguatan manajemen talenta di lingkungan Kemenko Infrastruktur. “The future of government is not silo-based. It is collaborative, agile, adaptive, and talent-driven,” ujar AHY.

Ekspose tersebut menjadi bagian dari tren percepatan manajemen talenta ASN secara nasional. Hingga 6 Oktober 2026, BKN mencatat 588 dari 643 instansi pemerintah atau sekitar 91 persen telah menyatakan komitmen menerapkan Manajemen Talenta.

Dari Kantor Pusat BKN, pesan yang mengemuka cukup jelas: karier ASN semakin diarahkan pada sistem merit, kompetensi, kinerja, dan integritas. Bagi AHY dan Kemenko Infrastruktur, manajemen talenta bukan sekadar urusan promosi atau mutasi, melainkan bagian dari strategi menyiapkan SDM birokrasi untuk menghadapi kebutuhan pemerintahan ke depan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Ade Supandi Hadir di HUT ke-81 TNI, Suasana Cilangkap Penuh Pesan Pengabdian    
Rabu, Oktober 07, 2026

On Rabu, Oktober 07, 2026

Ade Supandi Hadir di HUT ke-81 TNI, Suasana Cilangkap Penuh Pesan Pengabdian
Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi yang hadir bersama sang istri. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026), berlangsung khidmat dan penuh makna.

Di tengah kehadiran prajurit aktif, sosok purnawirawan turut mencuri perhatian. Salah satunya mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi yang hadir bersama sang istri.

Kehadiran Ade Supandi menjadi gambaran kuatnya ikatan keluarga besar TNI. Meski telah memasuki masa purnawirawan, hubungan dengan institusi yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya tetap terjaga.

Momentum HUT ke-81 TNI tersebut mempertemukan dua generasi sekaligus. Prajurit aktif hadir menjalankan tugas kedinasan, sedangkan para purnawirawan datang membawa jejak panjang pengabdian.

Upacara HUT ke-81 TNI dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Presiden hadir bersama jajaran TNI dalam peringatan hari jadi institusi pertahanan tersebut.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI. Pengabdian dan pengorbanan prajurit disebut menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden juga kembali menegaskan jati diri TNI sebagai tentara rakyat. Kekuatan TNI, menurut pesan tersebut, tidak dapat dipisahkan dari rakyat dan harus selalu diarahkan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Bagi keluarga besar TNI, peringatan HUT ke-81 bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan TNI dibangun melalui pengabdian panjang dari generasi ke generasi.

Ade Supandi sendiri merupakan salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Laut yang pernah dipercaya menduduki posisi Kasal. Kehadirannya di Cilangkap memperlihatkan bahwa masa purnawirawan bukan berarti terputus dari ikatan sejarah dan persaudaraan TNI.

Suasana peringatan HUT ke-81 TNI pun semakin terasa sebagai ruang silaturahmi lintas generasi. Para prajurit aktif meneruskan tanggung jawab, sementara para senior menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan institusi.

Dari Cilangkap, pesan kuat itu terlihat jelas. Seragam kedinasan boleh dilepas dan masa tugas boleh berakhir, tetapi semangat pengabdian kepada bangsa dan kecintaan terhadap TNI tetap melekat.

HUT ke-81 TNI akhirnya menjadi momentum penting untuk melihat kembali perjalanan pengabdian lintas generasi. Kehadiran Ade Supandi bersama para purnawirawan menjadi salah satu sorotan yang memperlihatkan eratnya ikatan keluarga besar TNI. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Wushu Padang Makin Membara di Porprov XVI, KONI Turun Langsung Pantau Perjuangan Atlet    
Rabu, Oktober 07, 2026

On Rabu, Oktober 07, 2026

Wushu Padang Makin Membara di Porprov XVI, KONI Turun Langsung Pantau Perjuangan Atlet
Bendahara Umum KONI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif bersama rombongan, turun langsung melakukan monitoring, Rabu (7/10/2026). (Foto: Dedi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Perjuangan kontingen Kota Padang di Porprov XVI Sumatera Barat 2026 terus menjadi perhatian. Kali ini, sorotan tertuju pada perjuangan atlet Wushu Kota Padang yang tengah bertanding di Sport Hall Ateh Ngarai, Kota Bukittinggi.

Bendahara Umum KONI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, turun langsung melakukan monitoring, Rabu (7/10/2026). Kehadiran jajaran KONI ini menjadi suntikan semangat bagi atlet yang sedang berjuang membawa nama Kota Padang.

Zulhardi tidak datang sendiri. Ia didampingi Wakil Sekretaris Umum VI KONI Kota Padang Yuherdi serta Wakil Sekretaris Umum III KONI Kota Padang Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.

Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pertandingan, kondisi atlet, kesiapan tim, hingga perjuangan kontingen Wushu Kota Padang di arena Porprov Sumbar 2026.

Pesan Zulhardi tegas: atlet harus tampil maksimal, disiplin dan tidak kehilangan fokus. Setiap pertandingan menjadi kesempatan penting untuk membuktikan hasil pembinaan olahraga Kota Padang.

Ia memberikan apresiasi kepada atlet, pelatih, ofisial dan jajaran Wushu Kota Padang yang telah bekerja keras selama pelaksanaan Porprov XVI Sumbar. Perjuangan mereka dinilai menjadi bagian penting dalam mengejar target prestasi Kota Padang.

“Kami dari KONI Kota Padang terus melakukan monitoring terhadap seluruh cabor yang bertanding. Ini merupakan bentuk dukungan dan perhatian KONI kepada atlet yang sedang berjuang membawa nama Kota Padang,” ujar Zulhardi.

Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu kunci menghadapi ketatnya persaingan. Atlet, pelatih dan ofisial harus bergerak dalam satu irama agar konsentrasi tetap terjaga sampai pertandingan berakhir.

Zulhardi juga mengingatkan atlet agar tidak mudah terpengaruh tekanan pertandingan. Keyakinan harus dibangun, tetapi sportivitas dan penghormatan terhadap lawan serta perangkat pertandingan tetap menjadi prioritas.

Kehadiran langsung jajaran KONI Kota Padang di venue juga memperlihatkan bahwa perjuangan atlet tidak dibiarkan berjalan sendirian. Monitoring menjadi bagian dari upaya memastikan perkembangan kontingen terus terpantau selama Porprov berlangsung.

Bagi Kota Padang, setiap cabor memiliki arti penting dalam perjuangan mengejar prestasi dan perolehan medali Porprov XVI Sumbar 2026. Karena itu, dukungan kepada atlet terus diberikan sejak persiapan hingga pertandingan berlangsung.

Kini, perjuangan Wushu Kota Padang memasuki fase penting. Para atlet diharapkan tetap fokus, menjaga semangat juang dan mengeluarkan kemampuan terbaik dari hasil latihan serta pembinaan yang telah dijalani.

Porprov XVI Sumbar 2026 menjadi panggung pembuktian sekaligus evaluasi pembinaan olahraga. Dengan dukungan KONI Kota Padang, pelatih, ofisial dan seluruh unsur kontingen, perjuangan atlet Wushu diharapkan mampu memberikan hasil terbaik bagi Kota Padang. (*) 

Pewarta: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU

Prof. Didik J. Rachbini Soroti Shadow Politics Jokowi Usai Sidang MK, Polemik Kekuasaan Kembali Memanas    
Rabu, Oktober 07, 2026

On Rabu, Oktober 07, 2026

Prof. Didik J. Rachbini Soroti Shadow Politics Jokowi Usai Sidang MK, Polemik Kekuasaan Kembali Memanas
Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menilai perkara tersebut kembali membuka perdebatan soal personalisasi kekuasaan dan shadow politics atau politik bayangan. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Nama Prof. Didik J. Rachbini kembali menjadi sorotan setelah menanggapi dinamika sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkaitan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Rektor Universitas Paramadina itu menilai perkara tersebut kembali membuka perdebatan soal personalisasi kekuasaan dan shadow politics atau politik bayangan.

Menurut Didik, persoalan yang mencuat tidak semata menyangkut Gibran. Ia melihat dinamika tersebut juga berkaitan dengan bagaimana pengaruh politik seorang mantan presiden dinilai masih dapat bekerja di luar struktur formal pemerintahan.

Istilah shadow politics kemudian menjadi kata kunci yang paling mencuri perhatian. Didik menggunakannya untuk menggambarkan dugaan adanya pengaruh politik informal dari luar pemerintahan yang bekerja melalui jejaring dan figur tertentu di dalam sistem.

Didik menilai kondisi seperti itu berpotensi memunculkan dualisme kekuasaan, yakni kekuasaan formal berada di tangan presiden yang menjabat, sementara pengaruh informal dinilai tetap bekerja dari luar struktur pemerintahan.

“Pemerintahan sekarang juga tidak luput dari praktek shadow politics Jokowi sehingga selama dua tahun terakhir ini terjadi dualisme kekuasaan,” ujar Didik dalam pandangannya yang dikutip sejumlah media pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Sorotan berikutnya mengarah pada isu personalisasi kekuasaan. Didik berpendapat, pengaruh politik individu yang melampaui batas institusi formal dapat menjadi persoalan serius bagi kualitas demokrasi apabila berlangsung terus-menerus.

Ia juga mengaitkan perubahan ketentuan mengenai batas usia calon presiden dan calon wakil presiden dengan istilah democratic backsliding atau kemunduran demokrasi. Menurut Didik, aturan demokrasi perlu dijaga agar tidak mudah dipersepsikan berubah karena kepentingan politik jangka pendek.

Dalam pandangannya, masyarakat sipil, kalangan akademisi, dan mahasiswa mempunyai peran penting dalam mengawal institusi demokrasi. Pengawasan publik diperlukan agar kekuasaan tetap berjalan melalui mekanisme konstitusional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Didik juga menyoroti reshuffle pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru berlangsung. Menurut dia, perubahan komposisi pemerintahan dapat menjadi momentum untuk memperjelas pusat kekuasaan eksekutif pada presiden yang sedang menjabat.

“Sekarang setelah reshuffle, sistem presidensial menjadi lebih sehat, kekuasaan eksekutif sepenuhnya berada di tangan presiden yang menjabat,” kata Didik. Pernyataan tersebut merupakan analisis politik Didik, bukan keterangan resmi pemerintah mengenai alasan reshuffle.

Dalam konteks ini, sejumlah nama dan lembaga menjadi bagian dari dinamika yang disoroti, antara lain Prof. Didik J. Rachbini, Universitas Paramadina, Mahkamah Konstitusi, Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, Presiden Prabowo Subianto, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Perdebatan mengenai sidang MK, Gibran, Jokowi, shadow politics, reshuffle, personalisasi kekuasaan, dan masa depan demokrasi Indonesia pun kembali mengemuka. Namun, seluruh tudingan atau interpretasi mengenai politik bayangan tersebut harus ditempatkan sebagai analisis dan pendapat Prof. Didik J. Rachbini, bukan sebagai fakta hukum yang telah diputuskan pengadilan. (*) 

Laporan: Arief Tito
Editor: Zamri Yahya, WU

Herdy Yulis Bawa Kabar Meledak dari Porprov XVI: Senam Kota Solok Borong 4 Emas, 4 Perak dan 2 Perunggu    
Rabu, Oktober 07, 2026

On Rabu, Oktober 07, 2026

Herdy Yulis Bawa Kabar Meledak dari Porprov XVI: Senam Kota Solok Borong 4 Emas, 4 Perak dan 2 Perunggu
Sekretaris KONI Kota Solok, Herdy Yulis bersama atlet dan pelatih di podium juara arena Porprov XVI Sumatera Barat 2026. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar membanggakan datang dari arena Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Cabang olahraga senam Kota Solok tampil gemilang dengan memborong 4 medali emas, 4 perak, dan 2 perunggu.

Capaian tersebut membuat senam menjadi salah satu cabang olahraga andalan Kontingen Kota Solok. Konsistensi para atlet dalam setiap pertandingan berhasil menghasilkan pundi-pundi medali yang membanggakan.

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Kota Solok terus menunjukkan hasil. Para atlet mampu tampil kompetitif dan memberikan kontribusi besar bagi kontingen daerah.

Sekretaris KONI Kota Solok, Herdy Yulis, menyambut capaian tersebut dengan penuh kebanggaan. Ia memberikan apresiasi kepada atlet, pelatih, dan pengurus yang telah bekerja keras sepanjang persiapan hingga pertandingan.

“Konsistensi cabang senam dalam menyumbang medali emas patut kita banggakan bersama. Ini membuktikan bahwa pembinaan di cabang ini berjalan sangat baik dan terarah,” ujar Herdy Yulis, Rabu, 7 Oktober 2026.

Herdy Yulis juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap perjuangan atlet senam Kota Solok. Menurutnya, prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja keras bersama.

Sorotan juga tertuju kepada Ketua Cabang Olahraga Senam Kota Solok, Finda Pratiwi. Ia menegaskan bahwa deretan medali yang diraih merupakan buah dari proses panjang, disiplin, dan perjuangan seluruh tim.

“Prestasi ini tidak diraih secara instan. Ada keringat, waktu, dan perjuangan besar di baliknya. Saya sangat bangga dengan semangat dan ketekunan para atlet yang terus berjuang memberikan hasil terbaik,” ungkap Finda Pratiwi.

Di balik penampilan para atlet, terdapat sosok Pelatih Corri Nadhiya yang terus memberikan pendampingan. Ketelitian, kesabaran, dan dedikasi pelatih menjadi bagian penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi persaingan Porprov XVI Sumbar.

Finda Pratiwi memberikan apresiasi khusus kepada Corri Nadhiya atas kontribusinya dalam membimbing para atlet. Menurutnya, keberhasilan yang diraih tim senam merupakan hasil kerja bersama antara atlet, pelatih, dan pengurus.

Raihan 4 emas, 4 perak, dan 2 perunggu menjadi catatan penting bagi perjalanan senam Kota Solok di Porprov XVI. Prestasi ini juga memperlihatkan bahwa potensi atlet senam daerah mampu bersaing di level Sumatera Barat.

Dengan hasil tersebut, KONI Kota Solok bersama insan olahraga dan tim senam memiliki modal positif untuk terus memperkuat pembinaan atlet. Nama Kota Solok pun kembali berkibar melalui perjuangan para atlet di arena Porprov XVI Sumatera Barat 2026. (80) 

Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU