HEADLINE
Pemkot Sawahlunto dan Indojalito Peduli Gelar Sunatan Massal    
Rabu, September 09, 2026

On Rabu, September 09, 2026

Pemkot Sawahlunto dan Indojalito Peduli Gelar Sunatan Massal
Wali Kota Sawahlunto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Indojalito Peduli atas kepedulian terhadap masyarakat Kota Sawahlunto. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Indojalito Peduli menggelar sunatan massal bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda di daerah itu.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Generasi Sehat dan Berakhlak Mulia Menuju Era Baru, Sawahlunto Maju” dan menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi sosial dalam memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Wali Kota Sawahlunto hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto Ny. Yori Riyanda, Ketua GOW Kota Sawahlunto Ny. Kemala Jeffry, jajaran asisten, serta kepala perangkat daerah terkait. Turut hadir Ketua Indojalito Peduli beserta jajaran, dokter dan tenaga kesehatan, serta tamu undangan lainnya.

Wali Kota Sawahlunto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Indojalito Peduli atas kepedulian terhadap masyarakat Kota Sawahlunto.

Menurutnya, kegiatan sunatan massal tersebut merupakan bentuk kolaborasi kedua antara Indojalito Peduli dan Pemerintah Kota Sawahlunto. Sebelumnya, organisasi tersebut juga memberikan bantuan sapi kurban.

“Kami memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Indojalito Peduli karena ini merupakan kali kedua sudah berkontribusi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Sawahlunto. Yang pertama bantuan sapi kurban dan yang kedua sunatan massal untuk anak-anak kita di Kota Sawahlunto,” ujarnya.

Wali Kota berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia juga berharap seluruh rangkaian sunatan massal berjalan lancar dengan dukungan dokter dan tenaga kesehatan.

“Mudah-mudahan akan ada kepedulian-kepedulian lainnya. Harapan kita bersama kegiatan ini bisa berjalan lancar, mudah-mudahan tidak ada kendala dan menjadi berkah untuk Indojalito Peduli. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut,” katanya.

Kegiatan sunatan massal tersebut menargetkan 200 anak. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sekitar 124 anak telah mengikuti layanan sunat.

Pemkot Sawahlunto berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat, terutama dalam mendukung pelayanan kesehatan dan membangun generasi yang sehat, berkualitas, serta berakhlak mulia. (*) 

Pewarta: Marjafri

Lantik 234 Pejabat dan Kepala Sekolah, Wali Kota Fadly Amran Minta Tinggalkan Zona Nyaman demi Progul Padang    
Rabu, September 09, 2026

On Rabu, September 09, 2026

Lantik 234 Pejabat dan Kepala Sekolah, Wali Kota Fadly Amran Minta Tinggalkan Zona Nyaman demi Progul Padang
Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan bagi ribuan pejabat struktural, fungsional, hingga kepala sekolah di lingkungan Pemko Padang. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang melakukan penyegaran birokrasi skala besar guna mengakselerasi kinerja pelayanan publik. Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan bagi ribuan pejabat struktural, fungsional, hingga kepala sekolah di lingkungan Pemko Padang.

Agenda pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Bagindo Aziz Chan, Kantor Balai Kota Padang, Rabu (9/9/2026). Sebanyak 234 ASN resmi mengemban amanah baru, yang terdiri atas 24 Pejabat Administrator (eselon III), 161 Pejabat Pengawas (eselon IV), 9 Pejabat Fungsional, serta 40 Kepala Sekolah.

Prosesi ini turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, jajaran Asisten, Staf Ahli, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemko Padang. Langkah rotasi dan mutasi ini ditujukan untuk memperkuat struktur organisasi pemerintahan agar makin responsif.

Dalam pengarahannya, Fadly Amran menegaskan agar seluruh pejabat yang baru dilantik segera menerjemahkan visi, misi, serta Program Unggulan (Progul) Pemko Padang ke dalam kerja nyata di lapangan. Ia memeringatkan agar kendala keterbatasan anggaran maupun tuntutan efisiensi tidak dijadikan alasan untuk melambat.

“Bapak Ibu yang baru dilantik harus mampu bekerja efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil. Jangan jadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk tidak menjalankan program dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Fadly Amran.

Fadly juga mengajak seluruh jajaran aparatur untuk keluar dari pola kerja lama dan berani melakukan inovasi. Menurutnya, kesadaran utama sebagai pelayan publik harus ditanamkan kuat-kuat agar target-target pembangunan daerah dapat dicapai secara optimal.

“Kita harus keluar dari zona nyaman karena kita adalah pelayan, bukan untuk dilayani. Mari bersama-sama menyukseskan visi, misi, dan 9 Progul Pemko Padang demi kejayaan Kota Padang,” tambah Wali Kota.

Khusus bagi para Kepala Sekolah yang dilantik, Fadly menekankan pentingnya peran mereka sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan. Keberhasilan program strategis seperti Padang Juara dan Smart Surau sangat bergantung pada kepemimpinan serta komitmen para kepala sekolah di satuan pendidikan masing-masing. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Dampak Kabut Asap: Belajar dari Rumah, Sekolah di Kota Solok Lakukan Penyesuaian    
Rabu, September 09, 2026

On Rabu, September 09, 2026

Dampak Kabut Asap: Belajar dari Rumah, Sekolah di Kota Solok Lakukan Penyesuaian
Pemerintah Kota Solok menerbitkan surat edaran penyesuaian proses pembelajaran. Langkah ini diambil guna mencegah dampak buruk terhadap kesehatan warga, khususnya gangguan saluran pernapasan. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2026 serta kondisi kualitas udara yang menurun akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan, Pemerintah Kota Solok menerbitkan surat edaran penyesuaian proses pembelajaran. Langkah ini diambil guna mencegah dampak buruk terhadap kesehatan warga, khususnya gangguan saluran pernapasan.

Surat edaran bernomor B/100.3.4/89/DDIK/2026 yang ditandatangani Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, pada 9 September 2026, mengatur penyesuaian kegiatan belajar mengajar mulai tanggal 10 hingga 12 September 2026.

Bagi satuan pendidikan PAUD, kegiatan belajar mengajar diliburkan sementara. Sementara itu, jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, serta SLB menerapkan sistem Belajar dari Rumah (BDR). Seluruh kegiatan pembelajaran diperkirakan kembali berjalan normal mulai tanggal 14 September 2026.

Dalam edaran tersebut ditegaskan, pihak sekolah wajib berkoordinasi dengan orang tua murid guna memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif di rumah. Meski siswa tidak masuk sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan staf tetap bertugas di tempat masing-masing untuk menyelesaikan administrasi, menyiapkan materi pembelajaran, serta melayani kebutuhan pendidikan. Seluruh warga sekolah juga diwajibkan menggunakan masker saat berada di lingkungan sekolah.

Kepala sekolah diminta memberikan keringanan dan dispensasi khusus bagi tenaga pendidik maupun pegawai yang sedang hamil atau menyusui, demi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

Pemerintah Kota Solok juga menyampaikan, ketentuan ini bersifat fleksibel. Apabila terjadi perubahan kondisi kualitas udara, akan ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai penyesuaian kebijakan.

Keputusan ini menjadi bukti perhatian serius pemerintah daerah terhadap keselamatan dan kesehatan warga pendidikan di tengah tantangan kualitas udara, sekaligus menjamin hak pendidikan tetap terpenuhi meski dalam kondisi terbatas.(80)

Hari Literasi IKWI 2026 Dorong Lahirnya Kepemimpinan Berintegritas, Sinergis, dan Adaptif    
Rabu, September 09, 2026

On Rabu, September 09, 2026

Hari Literasi IKWI 2026 Dorong Lahirnya Kepemimpinan Berintegritas, Sinergis, dan Adaptif
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid melalui Zoom Meeting ini diikuti tak kurang dari 150 peserta dari perwakilan pengurus pusat hingga daerah di seluruh Indonesia. (Foto: Emil). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) sukses menggelar peringatan Hari Literasi IKWI 2026 yang mengusung tema “Leadership Berintegritas, Bersinergi, dan Adaptif”, Selasa (8/9/2026). Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid melalui Zoom Meeting ini diikuti tak kurang dari 150 peserta dari perwakilan pengurus pusat hingga daerah di seluruh Indonesia.

Acara diawali dengan sesi pengantar dan penguatan organisasi yang dipandu Sekjen IKWI Rahmayulis selaku moderator, dilanjutkan pemaparan materi utama oleh Jiean Ajiyanpi N. Antusiasme tinggi terpancar sepanjang sesi diskusi dan tanya jawab, hingga Pengurus Pusat (PP) IKWI memberikan apresiasi khusus bagi para penanya pertama dari berbagai wilayah, seperti Sulawesi Selatan, Bukittinggi, Riau, Jawa Barat, hingga Metro Lampung.

Dalam arahannya, Ketua Umum IKWI Pusat, Indah Kirana, menegaskan pentingnya menanamkan integritas, loyalitas, serta kemampuan beradaptasi di era disrupsi teknologi. Menurutnya, kepemimpinan modern tidak hanya menuntut kemampuan manajerial, tetapi juga kekuatan nilai moral agar tidak kehilangan kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi.

“Seorang pemimpin harus memiliki nilai-nilai yang kuat, yaitu integritas, loyalitas, sinergi, dan kemampuan beradaptasi. Jangan sampai kita menjadi pemimpin yang cepat bereaksi tetapi lambat memahami, atau mudah percaya informasi tanpa melakukan verifikasi,” tegas Indah.

Lebih jauh, Indah mengingatkan bahwa literasi digital dan nilai kepemimpinan harus berakar dari unit terkecil, yakni keluarga. Sekolah pertama bagi calon pemimpin masa depan dimulai dari rumah, di mana anak-anak diajarkan kejujuran, tanggung jawab, serta kearifan dalam memanfaatkan teknologi sebelum nantinya terjun ke tengah masyarakat.

Senada dengan hal itu, Ketua Panitia Hari Literasi IKWI 2026, Rabiatun, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan buah kolaborasi strategis antara Bidang Organisasi dan Bidang Pendidikan PP IKWI. Sinergi internal ini ditujukan untuk menyelaraskan tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kapasitas sumber daya manusia di tubuh IKWI.

“Kita ingin setiap Ketua IKWI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bukan sekadar menjadi pemegang jabatan, melainkan penggerak organisasi yang mampu merangkul anggota, mengembangkan potensi, dan membangun kerja sama. IKWI tidak akan bertumbuh jika berjalan sendiri-sendiri,” ujar Rabiatun.

Rangkaian acara ditutup dengan komitmen bersama seluruh Ketua IKWI se-Indonesia melalui pembacaan Deklarasi Literasi Kepemimpinan IKWI oleh Ketua Umum PP IKWI. Momentum ini diharapkan mampu mempererat konsolidasi antara pusat dan daerah, membawa IKWI menjadi organisasi yang kian solid, bernilai, dan adaptif menghadapi tantangan zaman. (*)

Hangat dan Penuh Kebersamaan, Harneli Mahyeldi Rayakan Hari Jadi Sumbar Bersama Penghuni Panti Jompo    
Rabu, September 09, 2026

On Rabu, September 09, 2026

Hangat dan Penuh Kebersamaan, Harneli Mahyeldi Rayakan Hari Jadi Sumbar Bersama Penghuni Panti Jompo
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumbar, Harneli Mahyeldi, didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sumbar. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Memeriahkan peringatan Hari Jadi Sumatera Barat (Sumbar) ke-81, Pemerintah Provinsi Sumbar menggelar anjangsana dan silaturahmi ke Panti Jompo Wisma Cinta Kasih, Kompleks Yos Sudarso, Padang, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumbar, Harneli Mahyeldi, didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sumbar.

Harneli Mahyeldi mengatakan, anjangsana tersebut merupakan wujud kepedulian dan perhatian Pemerintah Provinsi Sumbar kepada masyarakat lanjut usia yang mendiami Panti Jompo, sekaligus menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Sumbar ke-81.

“Peringatan hari jadi bukan hanya tentang seremoni, tetapi juga bagaimana kita menghadirkan kepedulian dan kebahagiaan bagi masyarakat. Para orang tua yang ada di sini adalah bagian dari masyarakat yang harus kita hormati, kita perhatikan dan kita bahagiakan,” ujar Harneli Mahyedi

Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat lanjut usia merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kegiatan silaturahmi seperti ini diharapkan dapat terus memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Harneli bersama rombongan juga menyerahkan bantuan berupa kebutuhan harian untuk mendukung operasional Panti Jompo Wisma Cinta Kasih.

Suasana keakraban semakin terasa ketika Harneli Mahyeldi bersama seluruh penghuni panti melakukan pemotongan tumpeng sebagai bagian dari ungkapan syukur dalam memperingati Hari Jadi Sumbar ke-81. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bernyanyi bersama, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan antara rombongan Pemprov Sumbar dengan para penghuni panti.

Perwakilan pengurus panti, Vivi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumbar yang telah memilih Panti Jompo Wisma Cinta Kasih sebagai salah satu lokasi kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Sumbar ke-81.

Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga memberikan penghormatan dan kebahagiaan tersendiri bagi para penghuni panti.

“Bagi kami ini merupakan suatu penghormatan. Kehadiran Ibu Gubernur dan rombongan juga memberikan keceriaan bagi para penghuni panti,” ungkap Vivi.

Ia menjelaskan, saat ini Panti Jompo Wisma Cinta Kasih dihuni 42 orang lanjut usia, terdiri dari 29 perempuan dan 13 laki-laki. Para penghuni tersebut tidak hanya berasal dari berbagai wilayah di Sumbar tapi juga ada yang berasal darinluar provinsi.

Vivi menambahkan, Panti Jompo Wisma Cinta Kasih di Kompleks Yos Sudarso telah berdiri sejak 5 Februari 1987 dan hingga kini terus memberikan pelayanan serta pendampingan bagi para lanjut usia.

Selain Panti Jompo Wisma Cinta Kasih, kegiatan anjangsana dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Sumbar ke-81 juga dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Sabai Nan Aluih, Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar Andree Harmadi Algamar, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumbar. (adpsb/bud)

Perkuat Literasi Keuangan Syariah ASN, Pemko Padang Targetkan Tata Kelola Berbasis Agama dan Budaya    
Rabu, September 09, 2026

On Rabu, September 09, 2026

Perkuat Literasi Keuangan Syariah ASN, Pemko Padang Targetkan Tata Kelola Berbasis Agama dan Budaya
Peningkatan Literasi Ekonomi Keuangan Syariah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) se-Kota Padang. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mematangkan langkah strategis dalam menginternalisasi prinsip-prinsip ekonomi syariah di lingkungan pemerintahan. Upaya ini diwujudkan melalui agenda Peningkatan Literasi Ekonomi Keuangan Syariah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) se-Kota Padang.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi mendalam tersebut digelar di Aula Dinas Kesehatan Kota Padang, Rabu (9/9/2026). Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen daerah di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran untuk memastikan seluruh program dan kebijakan tata kelola daerah berjalan selaras dengan nilai-nilai agama serta budaya setempat.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang hadir membuka acara menegaskan bahwa penerapaan metode pengelolaan keuangan berbasis syariah sejatinya telah digulirkan Pemko Padang secara bertahap sejak Juli lalu. Keseriusan ini pun langsung membuahkan hasil manis di tingkat regional.

Pemko Padang sukses menyabet penghargaan Terbaik 1 Anugerah Adinata Syariah 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat pada momen peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus lalu.

“Sejak bulan Juli lalu, kita sudah menerapkan metode pengelolaan keuangan berbasis syariah. Alhamdulillah, Pemko Padang meraih penghargaan Terbaik 1 Anugerah Adinata Syariah 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ujar Maigus Nasir di hadapan para peserta pelatihan.

Turut mendampingi Wawako, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Padang, Indra Noveri. Pemko Padang menilai, minimnya penerapan prinsip syariah di kalangan masyarakat maupun aparatur selama ini umumnya dipicu oleh terbatasnya pemahaman dan tingkat literasi, sehingga pelatihan ini menjadi sangat krusial.

Lewat penguatan literasi ini, Pemko Padang menginginkan agar pelaksanaan kebijakan keuangan syariah di lapangan tidak lagi berjalan sekadar karena paksaan regulasi atau dorongan instruksi pimpinan. Diharapkan, kesadaran ini lahir murni dari pemahaman mendalam setiap ASN akan pentingnya sistem syariah.

“Kita ingin kebijakan ini berjalan bukan sekadar karena pendekatan power atau perintah, melainkan karena seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama bahwa pengelolaan berbasis syariah ini adalah hal penting yang harus kita tindak lanjuti bersama,” tegas Maigus.

Di akhir agenda, para perwakilan OPD dan Perumda yang hadir diamanahkan untuk menjadi agen perubahan. Mereka diminta mensosialisasikan kembali serta mengimplementasikan seluruh materi edukasi keuangan syariah tersebut di instansi kerja masing-masing secara konsisten dan berkelanjutan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman Pembentuk Karakter Anak    
Rabu, September 09, 2026

On Rabu, September 09, 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman Pembentuk Karakter Anak
Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak di Padang, Rabu (9/9/2026). (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mewujudkan sekolah ramah anak bukan sekadar menghadirkan lingkungan belajar yang fisik dan visualnya nyaman. 

Lebih jauh dari itu, institusi pendidikan diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang aman yang melindungi, mendidik, sekaligus membentuk karakter generasi muda agar tumbuh cerdas, berakhlak mulia, dan berkepercayaan diri tinggi.

Pesan bernas tersebut ditegaskan oleh Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak di Padang, Rabu (9/9/2026).

Dalam sambutannya, Muhidi menekankan bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan sinergi dan komitmen nyata dari berbagai pemangku kepentingan.

DPRD Sumbar sendiri siap mendukung penuh program ini lewat tiga fungsi utamanya, yaitu pembentukan peraturan daerah, penganggaran, hingga pengawasan secara berkala.

“Dengan tiga fungsi ini, DPRD siap memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan maksimal. Jika memang dibutuhkan regulasi baru atau penyempurnaan aturan yang sudah ada, tentu akan segera kita tindaklanjuti sesuai aspirasi dan masukan yang berkembang,” ujar Muhidi.

Muhidi juga mengingatkan bahwa anak merupakan investasi paling berharga bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, perhatian publik tidak boleh berhenti pada pencegahan kasus kekerasan semata, melainkan harus melompat pada strategi pemaksimalan potensi agar lahir sumber daya manusia yang unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

Guna mencapai target besar tersebut, ia menggarisbawahi pentingnya penanaman benteng iman, tauhid, dan budaya literasi sejak dini di lingkungan sekolah.

Menurutnya, kombinasi antara kecerdasan intelektual, fondasi agama yang kokoh, serta kegemaran membaca akan menjadi bekal utama anak dalam menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumatera Barat, Herlin Srihendini, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum krusial untuk menyatukan persepsi. 

Mengingat sebagian besar waktu anak dihabiskan di sekolah, upaya penghapusan perundungan dan kekerasan harus digarap secara kolaboratif.

Sementara itu, Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Sumbar, Karyono, mengungkapkan bahwa kegiatan ini digelar sebagai respons atas masih ditemukannya berbagai kasus perundungan dan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah. 

Melalui pendampingan ini, para tenaga pendidik diharapkan dapat mengenali persoalan anak secara akurat dan menciptakan ekosistem belajar yang suportif. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU