HEADLINE
Kunjungi Arena Kickboxing, Ketua KONI Padang Erianto Bawa Kabar Gembira Pencairan Bonus Medali    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Kunjungi Arena Kickboxing, Ketua KONI Padang Erianto Bawa Kabar Gembira Pencairan Bonus Medali
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, Erianto, melakukan kunjungan langsung ke arena pertandingan cabang olahraga kickboxing di Lanud Padang, Minggu (11/10/2026). (Foto: Dedi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, Erianto, melakukan kunjungan langsung ke arena pertandingan cabang olahraga kickboxing di Lanud Padang, Minggu (11/10/2026). Kehadiran ini bertujuan untuk memberikan suntikan motivasi dan semangat kepada para atlet Kota Padang yang tengah berjuang mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Erianto menyapa dan memberikan dorongan semangat secara langsung agar para atlet tetap menjaga jiwa kompetitif serta menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, ajang Porprov bukan sekadar tempat memperebutkan medali semata, melainkan wadah pembuktian atas kedisiplinan, kerja keras, dan dedikasi latihan yang telah mereka jalani selama ini.

Erianto menegaskan bahwa para atlet harus tampil penuh keyakinan, tidak mudah menyerah, serta senantiasa menghormati lawan maupun perangkat pertandingan. Semangat juang tinggi dinilai menjadi kunci utama bagi kontingen Kota Padang untuk mendominasi setiap cabang olahraga yang dipertandingkan.

Di sela-sela peninjauannya, Erianto turut menyampaikan kabar gembira terkait rencana pencairan bonus bagi para peraih medali. Sesuai arahan Wali Kota Padang, bonus tersebut direncanakan cair pada 16 Oktober 2026, tepat setelah rangkaian Porprov rampung pada 14 Oktober 2026 mendatang.

Informasi menggembirakan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi nyata dan perhatian pemerintah daerah terhadap perjuangan para pahlawan olahraga Kota Padang. Langkah strategis tersebut diharapkan mampu mendongkrak adrenalin dan motivasi bertanding para atlet agar tampil habis-habisan di arena.

Meski demikian, Erianto mengingatkan para atlet agar tetap fokus sepenuhnya pada pertandingan tanpa terbebani hal-hal di luar teknis. Seluruh jajaran KONI Kota Padang dipastikan siap mengawal dan memberikan dukungan penuh agar para atlet dapat bertanding dengan tenang dan percaya diri.

Usai memberikan arahan, Erianto langsung membaur di tribun penonton untuk menyaksikan jalannya pertandingan kickboxing yang telah memasuki hari ketiga. Kehadiran langsung pimpinan KONI di tengah-tengah atlet ini terbukti ampuh mendongkrak moral bertanding di lapangan.

Porprov XVI Sumatera Barat 2026 sendiri menjadi momentum krusial bagi Kota Padang untuk memamerkan hasil pembinaan olahraga jangka panjang. Cabor kickboxing diandalkan mampu menyumbangkan pundi-pundi medali emas demi mengamankan target juara umum kontingen Kota Padang.

Menutup arahannya, Erianto berpesan agar seluruh atlet senantiasa menjaga kondisi fisik, mental, serta konsentrasi hingga kompetisi resmi ditutup. Baginya, keringat dan perjuangan para atlet di arena bukan sekadar memburu medali, melainkan kehormatan dan kebanggaan seluruh masyarakat Kota Padang. (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Ungkap Akar Masalah Banjir Berulang: Hutan Hulu Gundul hingga Keterbatasan Anggaran    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Ungkap Akar Masalah Banjir Berulang: Hutan Hulu Gundul hingga Keterbatasan Anggaran
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, bersama aparat ketika meninjau banjir di Koto Tangah dengan Wali Kota Padang Fadly Amran. (Foto: Humas Sekretariat DPRD Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Banjir yang kerap melanda Kota Padang dalam beberapa waktu terakhir telah menjadi persoalan klasik yang tak kunjung tuntas. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengungkapkan bahwa akar permasalahan ini sangat berkaitan dengan kondisi hulu sungai serta kawasan penyangga yang mengalami kerusakan, Ahad, 11 Oktober 2026.

Menurut Muharlion, langkah awal yang harus dilakukan adalah menurunkan tim pakar untuk mengkaji penyebab utama banjir beruntun tersebut. Kajian mendalam diperlukan guna memastikan apakah bencana ini dipicu oleh aktivitas pendangkalan sungai, kondisi hutan di bagian hulu yang sudah gundul, atau faktor lainnya.

Selain itu, evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), khususnya di kawasan sempadan sungai, juga menjadi fokus penting. Pihaknya menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap alih fungsi lahan di kawasan atas yang berpotensi menghilangkan pohon-pohon penahan air.

Terkait dengan mitigasi bencana, Muharlion menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran kebencanaan tidak bisa hanya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota saja. Pemerintah kota telah menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) serta mengajukannya ke tingkat kementerian pusat.

Kendala utama dalam penanganan komprehensif ini adalah keterbatasan fiskal daerah. Sebagian besar anggaran di tingkat kota telah terserap untuk belanja pegawai, sehingga alokasi untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir sangat bergantung pada dukungan dana dari pemerintah pusat dan provinsi.

Muharlion juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai besar dan pembuatan infrastruktur pendukung seperti sumur bor serta kolam retensi. Namun, rencana besar ini harus diselaraskan dengan ketersediaan anggaran serta pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, provinsi, dan kota.

Meski dihadapkan pada tantangan anggaran yang terbatas, DPRD Kota Padang terus mendorong agar penanganan banjir dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas. Pemetaan wilayah berdasarkan tingkat kerawanan (berat, sedang, dan ringan) akan membantu memfokuskan penanganan secara efektif.

Muharlion menegaskan bahwa sinergi lintas sektoral antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota merupakan kunci utama penyelesaian masalah ini. Tanpa adanya kolaborasi pendanaan dan kebijakan yang terintegrasi, upaya penanggulangan banjir di Kota Padang akan sulit berjalan maksimal.

DPRD Kota Padang berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat serta mencari solusi jangka panjang demi keselamatan warga dari ancaman bencana banjir. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Sepaktakraw Padang Sumbang 4 Medali di Porprov Sumbar 2026, Ini Atlet Peraih Prestasinya    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Sepaktakraw Padang Sumbang 4 Medali di Porprov Sumbar 2026, Ini Atlet Peraih Prestasinya
Bertanding pada 4–12 Oktober 2026 di GOR Zaini Zein, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, atlet sepaktakraw Kota Padang berupaya memberikan penampilan terbaik di tengah persaingan ketat antarkabupaten dan kota. (Foto: Dedi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kontingen cabang olahraga (cabor) sepaktakraw Kota Padang sukses membawa pulang satu medali perak dan tiga medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Capaian ini menjadi bukti perjuangan dan semangat para atlet dalam bersaing di tingkat provinsi.

Bertanding pada 4–12 Oktober 2026 di GOR Zaini Zein, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, atlet sepaktakraw Kota Padang berupaya memberikan penampilan terbaik di tengah persaingan ketat antarkabupaten dan kota. Kekompakan tim, kemampuan teknik, serta konsistensi permainan menjadi bagian penting dalam perjuangan merebut medali.

Medali perak Kota Padang dipersembahkan melalui nomor mix quadrant. Tim yang memperkuat nomor ini terdiri atas Refrianto, Ermon Saputra, Abdul Aziz, Ria Afrianis, Tesa Azhari, dan Keysha. Mereka berhasil mengantarkan Kota Padang meraih posisi kedua pada nomor tersebut.

Sementara itu, tiga medali perunggu diraih dari nomor quadrant putri, double event putri, dan tim putri. Hasil ini menunjukkan bahwa atlet sepaktakraw Kota Padang mampu bersaing di sejumlah nomor pertandingan, meskipun masih terdapat peluang yang perlu dimaksimalkan untuk meraih prestasi lebih tinggi.

Pada nomor quadrant putri, medali perunggu diraih Marcica Sari, Sri Panduwilani, Deha Naura Sari, Denisha Aprilia, Rahmi Wahidah, dan Nafasya Nurul Ananta. Para atlet tersebut berjuang menghadapi lawan-lawan tangguh dengan membawa semangat untuk mengharumkan nama Kota Padang di arena Porprov Sumbar 2026.

Medali perunggu berikutnya diperoleh pada nomor double event putri melalui Tesa Azhari, Sri Panduwilani, dan Stevi. Adapun medali perunggu ketiga datang dari nomor tim putri. Dalam pertandingan penentuan, tim Kota Padang berhadapan dengan Kabupaten Tanah Datar dan harus mengakui keunggulan lawan. Meski demikian, perjuangan mereka tetap menghasilkan tambahan medali bagi kontingen Kota Padang.

Tim putri Kota Padang diperkuat Marcica Sari, Ria Aprianis, Tesa Azhari, Denisha Aprilia, Deha Naura Sari, Sri Panduwilani, Rahmi Wahidah, Stevia Iswandi, Keysha, dan Nafasya Nurul Ananta. Pengalaman menghadapi persaingan ketat di Porprov diharapkan menjadi modal berharga untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan bertanding pada kejuaraan berikutnya.

Ketua Umum Pengurus Kota Persatuan Sepaktakraw Indonesia (Pengkot PSTI) Kota Padang, Ir. H. Yendril, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama daerah. Menurutnya, raihan satu medali perak dan tiga perunggu patut dihargai, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pengurus untuk memperkuat pembinaan, meningkatkan kemampuan teknik, mematangkan strategi, serta membangun mental bertanding para atlet.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita ke depannya,” ujar Yendril, Minggu (11/10/2026). Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat menjadi dasar perbaikan program latihan dan peningkatan konsistensi penampilan atlet. Dengan pembinaan yang lebih terarah, pengalaman di Porprov XVI Sumatera Barat 2026 diharapkan menjadi pijakan bagi sepaktakraw Kota Padang untuk mengejar prestasi yang lebih baik pada kompetisi mendatang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Basket Padang Kawinkan Emas Porprov 2026, Erianto Bongkar Rahasia Besar di Balik Dominasi Total!    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Basket Padang Kawinkan Emas Porprov 2026, Erianto Bongkar Rahasia Besar di Balik Dominasi Total!
Erianto bersama tim putri Kota Padang tampil perkasa hingga menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan dan mengukuhkan posisi sebagai raja dan ratu basket Sumatera Barat. (Foto: Dedi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sejarah manis baru saja tercipta di panggung olahraga Sumatera Barat! Kontingen Kota Padang sukses menunjukkan dominasi mutlak dengan menyapu bersih dua medali emas pada cabang olahraga bola basket Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026. Bertempat di GOR Prayoga pada Sabtu (10/10/2026), tim putra dan putri Kota Padang tampil perkasa hingga menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan dan mengukuhkan posisi sebagai raja dan ratu basket Sumatera Barat.

Capaian mengagumkan ini memastikan Kota Padang berhasil mengawinkan gelar juara di dua kategori sekaligus. Pertandingan sengit pada kategori putri menempatkan Kota Padang di puncak tertinggi meraih emas, disusul Kabupaten Tanah Datar dengan medali perak dan Kabupaten Dharmasraya membawa pulang perunggu. Sementara itu, di kelompok putra, performa gemilang anak-anak Padang berhasil memendam ambisi Kota Padang Panjang yang harus puas di posisi kedua, serta Kota Payakumbuh di peringkat ketiga.

Keberhasilan menyapu bersih emas ini bukan sekadar keberuntungan biasa, melainkan buah manis dari sistem pembinaan atlet yang terstruktur dan konsisten. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, Erianto, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pahlawan olahraga yang telah berjuang mengharumkan nama daerah. Ia menilai kedisiplinan dan kerja keras yang ditunjukkan di lapangan menjadi bukti nyata kualitas atlet Kota Padang.

Di balik riuk tepuk tangan penonton di tribune, Erianto secara khusus memberikan penghormatan tinggi kepada jajaran pelatih dan ofisial. Menurutnya, tangan dingin pelatih dalam meramu strategi permainan, mengasah teknik, serta membentuk mentalitas bertanding yang tangguh menjadi kunci utama di balik keberhasilan ini. Tak kalah penting, apresiasi besar juga ditujukan kepada para orang tua atlet yang tiada henti memberikan doa serta dukungan moral sepanjang proses pembinaan.

"Selamat kepada para juara! Terima kasih yang tak terhingga kepada para atlet, pelatih, ofisial, dan khususnya para orang tua. Support sistem dari keluarga adalah fondasi terkuat yang membuat mental bertanding anak-anak kita begitu solid hingga mampu meraih hasil terbaik pada Porprov XVI Sumbar 2026 ini," ungkap Erianto penuh haru saat memberikan ucapan selamat.

Meski berhasil menguasai panggung tertinggi, Erianto mewanti-wanti para atlet agar tidak cepat berpuas diri dengan torehan dua emas tersebut. Menurutnya, kemenangan ini harus dijadikan pemicu semangat untuk terus melipatgandakan porsi latihan. Ajang Porprov ini dinilai bukan akhir dari perjalanan, melainkan kawah candradimuka untuk mengevaluasi peta kekuatan serta menguji hasil pembinaan sebelum melangkah ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi.

Lebih jauh, KONI Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal regenerasi dan pembinaan atlet secara berkelanjutan. Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan bersama pengurus cabang olahraga agar kelebihan tim dapat dipertahankan, sementara catatan kecil selama pertandingan bisa segera diperbaiki. Langkah ini krusial guna memastikan dominasi olahraga Kota Padang tetap terjaga pada ajang-ajang berikutnya.

Menatap masa depan, keberlanjutan kompetisi menjadi fokus utama yang mulai dirancang dari sekarang. KONI Kota Padang bahkan sudah membidik persiapan matang menuju Porprov XVII yang direncanakan bergulir pada tahun 2028 mendatang. Dengan perencanaan yang terukur sejak jauh hari, para atlet dan pelatih diharapkan memiliki linimasa pembinaan yang jelas, terarah, dan siap melahirkan bakat-bakat baru yang siap berprestasi.

Sinergi kuat antara atlet, pelatih, keluarga, pengurus Cabor, hingga dukungan penuh dari pemerintah daerah telah membuktikan bahwa Kota Padang adalah basis pembinaan olahraga yang sangat potensial. Dengan semangat kebersamaan dan evaluasi yang berkesinambungan, torehan dua emas bola basket ini dipastikan menjadi awal dari lahirnya bintang-bintang olahraga baru yang siap mengharumkan nama Kota Padang dan Sumatera Barat di kancah nasional. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Waduh! Ketua Fraksi PDIP-PPP DPRD Padang Bongkar Biang Kerok Banjir Bandang dan Solusi Kilatnya, Warga Wajib Tahu Ini!    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Waduh! Ketua DPRD Padang Bongkar Biang Kerok Banjir Bandang dan Solusi Kilatnya, Warga Wajib Tahu Ini!
Ketua Fraksi PDIP-PPP DPRD Kota Padang, Wismar Panjaitan, secara tegas mengungkapkan bahwa akar permasalahan utama dari bencana banjir bandang yang terjadi bukan sekadar masalah lokal, melainkan sudah menjadi isu berskala nasional. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Banjir bandang dan persoalan infrastruktur yang kerap melanda Kota Padang kembali menjadi sorotan serius. Ketua Fraksi PDIP-PPP DPRD Kota Padang, Wismar Panjaitan, pada Ahad, 11 Oktober 2026 melalui sambungan telepon selular, secara tegas mengungkapkan bahwa akar permasalahan utama dari bencana banjir bandang yang terjadi bukan sekadar masalah lokal, melainkan sudah menjadi isu berskala nasional.

Menurutnya, faktor alam seperti curah hujan yang tinggi menjadi pemicu utama terjadinya musibah tersebut. Kendati demikian, persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan hulu, termasuk dugaan adanya kerusakan hutan dan aktivitas yang memerlukan tindakan reboisasi secara menyeluruh.

Wismar menjelaskan, pihaknya mendorong agar Pemerintah Kota Padang bersama DPRD dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait seperti Kementerian Kehutanan. Langkah ini dinilai sangat krusial agar penanganan kawasan hutan yang sudah gundul dapat segera direalisasikan demi mencegah bencana susulan.

Selain masalah hulu, Fraksi PDIP-PPP juga menyoroti pentingnya pembenahan drainase di kawasan permukiman perkotaan. Wismar menilai bahwa sistem drainase yang ada saat ini harus terus dievaluasi agar saluran tersier, sekunder, dan primer dapat berfungsi dengan optimal menampung debit air hujan.

Terkait dengan penganggaran, Wismar menyebutkan bahwa pendanaan untuk pembangunan dan pemeliharaan drainase induk serta lingkungan menjadi perhatian penting bagi pihak legislatif. DPRD Kota Padang senantiasa membuka ruang komunikasi dan mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk perbaikan infrastruktur pengendali banjir tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa penanganan drainase primer di Kota Padang seringkali melibatkan kewenangan pihak balai yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Sinergi lintas instansi ini harus terus ditingkatkan agar pengerjaan proyek-proyek pencegahan banjir bisa berjalan tanpa hambatan birokrasi yang rumit.

Di sisi lain, Wismar mengajak seluruh masyarakat Kota Padang untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama mengingat kondisi cuaca ekstrem yang kerap datang tiba-tiba. Peran serta warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air di sekitar tempat tinggal dinilai sangat membantu pemerintah dalam meminimalisir dampak genangan.

Melalui fungsi pengawasan yang diemban, DPRD Kota Padang berjanji akan terus mengawal setiap program penanggulangan banjir yang dicanangkan oleh pemerintah kota. Fraksi PDIP-PPP berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Padang dari ancaman bencana.

Wismar mengimbau agar semua pihak, baik eksekutif, legislatif, maupun masyarakat, dapat bahu-membahu menghadapi tantangan lingkungan ini. Dengan langkah antisipasi yang cepat, tepat, dan terpadu, ia optimistis Kota Padang kedepannya akan jauh lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana alam. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Sentuhan Hangat Perantau: Masjid Raya Sunua Padang Pariaman Bangun Rumah Singgah dan Marbot, Wujud Nyata Gotong Royong    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Sentuhan Hangat Perantau: Masjid Raya Sunua Padang Pariaman Bangun Rumah Singgah dan Marbot, Wujud Nyata Gotong Royong
Ketua Umum Ikatan Keluarga Sunua Berdunsanak (IKSB), Usman Pelangi, Wali Nagari Sunua H. Efrizal Lstif, Wali Nagari Sunua Tengah Habibi, Wali Nagari Sunua Barat Zandi Putra, ST, serta Kepala Desa Pasir Sunua, Andi. (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wujud nyata kebersamaan antara warga di kampung halaman dan perantau kembali mengukir cerita manis di Kabupaten Padang Pariaman. Langkah mulia ini ditandai dengan dimulainya pembangunan rumah marbot dan rumah singgah di lingkungan Masjid Raya Sunua melalui prosesi peletakan batu pertama pada Minggu (11/10/2026).

Pembangunan fasilitas sosial dan keagamaan tersebut menjadi bukti nyata betapa kuatnya rasa kepedulian serta semangat gotong royong masyarakat Sunua Raya. Tidak hanya mengandalkan swadaya warga lokal, proyek kebaikan ini didorong penuh oleh kontribusi para perantau yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara.

Momen bersejarah peletakan batu pertama ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Ikatan Keluarga Sunua Berdunsanak (IKSB), Usman Pelangi. Kehadirannya didampingi oleh para pimpinan nagari, yaitu Wali Nagari Sunua H. Efrizal Lstif, Wali Nagari Sunua Tengah Habibi, Wali Nagari Sunua Barat Zandi Putra, ST, serta Kepala Desa Pasir Sunua, Andi.

Suasana kehangatan dan kebersamaan kian terasa dengan hadirnya jajaran pengurus Masjid Raya Sunua, Zulfahmi, M.Pd., dan H. Fajar, beserta tokoh masyarakat setempat. Seluruh elemen menyatu dalam semangat yang sama untuk memajukan sarana ibadah di nagari tercinta.

Ketua IKSB, Usman Pelangi, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan rumah marbot dan rumah singgah ini murni lahir dari kerinduan para perantau Sunua Raya untuk memajukan tanah kelahiran. Para perantau bertekad ingin terus menghidupkan kegiatan keagamaan sekaligus melengkapi fasilitas penunjang di Masjid Raya Sunua.

"Semangat gotong royong antara masyarakat di kampung halaman dan perantau menjadi landasan utama kami dalam merealisasikan pembangunan ini. Oleh karena itu, atas semua bantuan, perhatian, dan ketulusan dari seluruh pihak, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," tutur Usman dengan penuh haru.

Dukungan mengalir deras dari berbagai pihak yang berharap proses konstruksi berjalan lancar tanpa hambatan hingga selesai. Nantinya, keberadaan rumah marbot akan memberikan tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi para penjaga serta pengurus yang setia merawat rumah Allah tersebut.

Di sisi lain, kehadiran rumah singgah diproyeksikan menjadi fasilitas pendukung yang sangat bermanfaat bagi para tamu, musafir, maupun masyarakat umum yang memiliki keperluan di lingkungan Masjid Raya Sunua. Fasilitas ini siap menyambut siapa saja dengan kehangatan khas pemuda dan tokoh Nagari Sunua.

Pembangunan ini mengagaskan pesan mendalam bahwa jarak tak mampu memisahkan ikatan kekeluargaan masyarakat Sunua Raya. Melalui sinergi ini, fasilitas yang dibangun tidak hanya mempercantik area masjid, tetapi juga semakin mempererat persatuan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong warga ranah dan rantau. (*) 

Laporan: Novrianto
Editor: Zamri Yahya, WU

Bangkitkan Ekonomi Pasca Bencana, Pemprov Sumbar Turun Langsung Salurkan Modal Kunci Perikanan di Koto Sani!    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Bangkitkan Ekonomi Pasca Bencana, Pemprov Sumbar Turun Langsung Salurkan Modal Kunci Perikanan di Koto Sani!
Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., turun langsung menyerahkan bantuan sektor perikanan kepada para pembudidaya ikan di Jorong Padang Balimbiang, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Langkah nyata dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 

Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., turun langsung menyerahkan bantuan sektor perikanan kepada para pembudidaya ikan di Jorong Padang Balimbiang, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026).

Penyaluran bantuan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat yang tengah berjuang memulihkan mata pencaharian mereka. Sebanyak enam orang pembudidaya ikan terdampak bencana menerima alokasi bantuan secara langsung guna menyambung kembali fondasi perekonomian keluarga.

Dalam arahannya di lokasi penyerahan, Gubernur Mahyeldi memberikan dorongan semangat agar bantuan bibit ikan tersebut dikelola secara serius dan profesional. Ia menekankan pentingnya perawatan secara konsisten agar bantuan ini memberi dampak jangka panjang.

"Kami berharap bantuan ini tumbuh, berkembang biak, dan memberikan manfaat jangka panjang. Ini bukan sekadar bantuan konsumsi, tetapi upaya memulihkan ekonomi warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan kita di daerah," tegas Mahyeldi di hadapan para penerima manfaat.

Kehadiran orang nomor satu di Sumatera Barat ini didampingi oleh sejumlah pejabat kunci daerah, termasuk Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Syefdinon, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Masheri Yanda Boy, S.H.
Turut hadir pula Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Syoufitri, Sekretaris Kecamatan X Koto Singkarak Nila Kesumawati, pimpinan nagari, serta tokoh kelompok pembudidaya ikan setempat yang menyambut hangat jalannya kegiatan.

Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten ini diharapkan mampu memastikan pemanfaatan bantuan berjalan tepat sasaran serta produktif. Langkah ini disiapkan untuk menghidupkan kembali kolam-kolam budidaya warga yang sempat terhenti akibat dampak musibah. 

Selain berfokus pada peningkatan pendapatan harian keluarga, program revitalisasi sektor perikanan ini diproyeksikan dapat memperkuat pilar ketahanan pangan lokal di wilayah Kabupaten Solok secara keseluruhan. 

Melalui bantuan perikanan ini, harapan baru kini terbit bagi warga Nagari Koto Sani untuk dapat bangkit mandiri, menata kembali roda perekonomian, dan menyongsong masa depan yang lebih sejahtera. (80) 

Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU