HEADLINE
Muhidi Gelar Sosper No 5 Tahun 2020 tentang Trantibumlinmas, Bundo Kandung Tegaskan Peran sebagai Mitra Pemerintah    
Rabu, Juli 29, 2026

On Rabu, Juli 29, 2026

Muhidi Gelar Sosper No 5 Tahun 2020 tentang Trantibumlinmas, Bundo Kandung Tegaskan Peran sebagai Mitra Pemerintah
Ketua DPRD Sumbar Drs. H. Muhidi, MM., menggelar sosialisasi Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 5 Tahun 2020 tentang Trantibumlinmas. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Sumbar Drs. H. Muhidi, MM., menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 5 Tahun 2020 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), Minggu (26/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi menjelaskan bahwa Perda Nomor 5 Tahun 2020 disusun sebagai landasan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di Sumatera Barat.

“Setiap kehidupan bermasyarakat membutuhkan aturan. Salah satu yang diatur dalam perda ini adalah tertib jalan, sehingga hak setiap warga tetap terlindungi,” ujar Muhidi.

Sementara itu, Ketua Bundo Kanduang Kecamatan Padang Selatan, Etris Trianai menegaskan, peran Bundo Kanduang tidak hanya menjaga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketertiban umum. 

Etris menilai sosialisasi perda masih sangat dibutuhkan karena belum semua masyarakat memahami aturan yang mengatur hak dan kewajiban warga dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mendukung penuh Perda Nomor 5 Tahun 2020. Sosialisasi seperti ini sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui isi perda, sehingga pemahamannya perlu terus diperkuat,” ujar Etris.

Ia mengatakan, salah satu persoalan yang masih sering dijumpai adalah penggunaan bahu jalan untuk pelaksanaan pesta atau kegiatan masyarakat.

Menurutnya, tradisi dan kebersamaan tetap harus berjalan, namun pelaksanaannya perlu memperhatikan kepentingan publik.

“Kegiatan masyarakat tentu harus kita hormati, tetapi jangan sampai mengganggu pengguna jalan lain. Semua harus saling menghargai agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan nyaman,” katanya.

Sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat, Bundo Kanduang berkomitmen ikut menyampaikan pemahaman mengenai pentingnya menaati aturan demi terciptanya lingkungan yang tertib dan harmonis.

“Kami siap menjadi bagian dari pemerintah untuk mengajak masyarakat memahami perda ini. Ketertiban bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Padang Selatan Wilman Mukhtar mengajak seluruh unsur masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan perda di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi kunci terciptanya ketenteraman dan ketertiban.

“Kalau menemukan persoalan di lingkungan, mari kita komunikasikan dengan pemerintah. Kita harus memahami bahwa dalam hidup bermasyarakat ada hak orang lain yang juga harus dihormati,” kata Wilman.

Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah berharap pemahaman masyarakat terhadap Perda Nomor 5 Tahun 2020 semakin meningkat, sehingga budaya tertib dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Kota Padang. (*)

Wako Fadly Amran Lakukan Penjajakan Kerja Sama Beasiswa Internasional dengan India    
Rabu, Juli 29, 2026

On Rabu, Juli 29, 2026

Wako Fadly Amran Lakukan Penjajakan Kerja Sama Beasiswa Internasional dengan India
Penjajakan tersebut dilakukan Wali Kota Padang, Fadly Amran, melalui pertemuan daring dengan Konsul Jenderal (Konjen) India di Medan, Ravi Shanker Goel, dari Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (28/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat Program Unggulan (Progul) Padang Juara dengan memperluas jaringan beasiswa internasional. Langkah terbaru dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Pemerintah India lewat Konsulat Jenderal India di Medan guna membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa Kota Padang di Nalanda University, India.

Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, Konsul Jenderal (Konjen) India di Medan, Ravi Shanker Goel, Perwakilan Nalanda University, Para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Padang, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Ikhwansyah dan Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Padang, Otto Sarbi Damanik.

Penjajakan tersebut dilakukan Wali Kota Padang, Fadly Amran, melalui pertemuan daring dengan Konsul Jenderal (Konjen) India di Medan, Ravi Shanker Goel, dari Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (28/7/2026).

Pertemuan itu turut diikuti perwakilan Nalanda University, para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Padang, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Ikhwansyah, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Padang, Otto Sarbi Damanik.

Fadly Amran menjelaskan bahwa Padang Juara merupakan salah satu Progul Pemko Padang yang berfokus memperluas akses generasi muda menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.

Setelah membuka peluang beasiswa ke China, Amerika Serikat, dan segera ke Malaysia, Pemko Padang kini menjajaki India sebagai tujuan beasiswa berikutnya melalui kemitraan dengan perguruan tinggi di negara tersebut.

"Program Padang Juara telah membuka peluang beasiswa ke luar negeri, mulai dari China, Amerika Serikat, segera ke Malaysia, dan mudah-mudahan juga ke India. Beasiswa ini bersifat 'fully funded' serta dapat dikolaborasikan dengan perguruan tinggi, pemerintah, maupun yayasan di luar negeri," katanya. 

Fadly Amran berharap kerja sama beasiswa luar negeri tidak hanya membuka kesempatan bagi mahasiswa, tetapi juga ASN dan tenaga pendidik melalui program pelatihan serta studi lanjut.

Ia pun menilai pentingnya keterlibatan perguruan tinggi di Kota Padang untuk memperkuat implementasi program melalui skema kolaborasi antarkampus.

"Semoga dalam waktu dekat terjalin kolaborasi antara Pemko Padang dan Konsulat Jenderal India di Medan, sehingga mahasiswa pertama dari Padang dapat melanjutkan studi di Nalanda University. Jika tersedia program sarjana tentu sangat baik, namun bila diawali dengan jenjang magister pun siap kami tindak lanjuti," cakapny. 

Sementara itu, Ravi Shanker Goel memperkenalkan Nalanda University sebagai salah satu universitas riset terkemuka di India yang dihuni mahasiswa dari sekitar 30 negara, termasuk negara-negara ASEAN. 

Kampus tersebut menawarkan beragam bidang studi, antara lain ekologi dan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, sastra dunia, hubungan internasional, matematika, serta ekonomi, data science, hingga kecerdasan buatan.

"Nalanda University adalah salah satu universitas terkemuka di India dengan beragam disiplin ilmu yang dapat menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa asal Kota Padang. Kami telah memfasilitasi kerja sama beasiswa antara Nalanda University dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, dan berharap kolaborasi serupa dapat terjalin dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Padang," pungkasnya. 

Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen untuk menindaklanjuti kerja sama melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara Nalanda University dan perguruan tinggi di Kota Padang terkait program beasiswa penuh jenjang sarjana, magister, dan doktor.

Pemko Padang akan memfasilitasi komunikasi dan koordinasi agar peluang beasiswa internasional ini dapat dimanfaatkan secara optimal guna memperkuat program Padang Juara dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing global. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

KEBUMI Year 3 di UMC Soroti Bahaya Pencemaran Udara, Dorong Kebijakan Berbasis Bukti Ilmiah    
Rabu, Juli 29, 2026

On Rabu, Juli 29, 2026

KEBUMI Year 3 di UMC Soroti Bahaya Pencemaran Udara, Dorong Kebijakan Berbasis Bukti Ilmiah
KEBUMI Year 3: Action with Impact bertajuk "Echoes of the Earth, Voices for Change" di Convention Hall UMC, Sabtu–Minggu (25–26/7/2026). (Foto: Husni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Persoalan pencemaran lingkungan kini menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan. Dampaknya tidak hanya mengancam keberlanjutan ekosistem, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit pada masyarakat.

Berangkat dari kondisi tersebut, KEBUMI (Kesehatan Bumi) bersama Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Health Care Without Harm (HCWH), RISE Foundation, Indonesia Health Promoting Hospital Network (IHPH), dan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan KEBUMI Year 3: Action with Impact bertajuk "Echoes of the Earth, Voices for Change" di Convention Hall UMC, Sabtu–Minggu (25–26/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring melalui Zoom tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, tenaga kesehatan, peneliti, organisasi profesi, mahasiswa, pemerintah, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengatasi dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan masyarakat.

Wakil Rektor I UMC, Dr. Badawi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KEBUMI Year 3 yang dinilai mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kesehatan lingkungan.

Menurutnya, forum ilmiah tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi akademik, tetapi juga mendorong lahirnya langkah nyata dan kebijakan publik yang berpihak pada kesehatan masyarakat.

"Melalui tema Echoes of the Earth, Voices for Change, kami berharap forum ini mampu melahirkan aksi nyata, memperkuat jejaring kolaborasi, serta mendorong kebijakan berbasis bukti ilmiah demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan," ujar Dr. Badawi.

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa kesehatan manusia memiliki keterkaitan erat dengan kualitas lingkungan. Polusi udara, limbah medis, serta aktivitas industri menjadi faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya berbagai penyakit, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit kardiovaskular dan kanker.

Salah satu agenda utama adalah Research Exposé KEBUMI Year 3 yang memaparkan hasil penelitian mengenai kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat di sekitar kawasan industri nikel di Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara; Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah; serta Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Penelitian yang dipresentasikan Ricka Ayu Virga Ningrum, MKM, Primasti NP., MKM, dan Varian Triantomo, MKM tersebut bertujuan mengkaji hubungan antara aktivitas industri, kualitas udara, perubahan lingkungan, serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal maupun bekerja di kawasan industri.

Riset menggunakan pendekatan mixed methods melalui pemantauan kualitas udara secara real-time menggunakan sensor PM₂.₅ dan PM₁₀, analisis laboratorium terhadap NO₂, SO₂, dan O₃, survei kesehatan masyarakat, analisis citra satelit Landsat, serta kajian kebijakan di bidang pertambangan, kesehatan, dan lingkungan.

Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi harian PM₂.₅ dan PM₁₀ di sejumlah lokasi masih melampaui pedoman kualitas udara harian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemantauan dilakukan selama 197 hari di Weda, 85 hari di Morowali, dan 52 hari di Konawe.

Tim peneliti juga menemukan bahwa kadar NO₂ di beberapa titik telah melebihi pedoman WHO meskipun masih berada di bawah ambang batas nasional. Temuan tersebut menegaskan perlunya sistem pemantauan kualitas udara yang lebih kuat dan berkelanjutan, terutama di kawasan industri dengan aktivitas pembakaran berskala besar.

Selain kualitas udara, penelitian mengungkap adanya hubungan signifikan antara paparan debu, asap diesel, dan kondisi lingkungan kerja dengan meningkatnya gangguan kesehatan pernapasan. Kebiasaan merokok juga menjadi faktor yang memperbesar risiko munculnya keluhan maupun riwayat penyakit saluran pernapasan.

Aspek kesehatan kerja turut menjadi perhatian. Penelitian menunjukkan bahwa stres kerja, gangguan tidur, jam kerja yang panjang, dan tekanan psikososial berkontribusi terhadap meningkatnya kelelahan serta risiko gangguan kesehatan pekerja. Karena itu, perlindungan kesehatan pekerja dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek lingkungan, keselamatan kerja, dan kesehatan mental.

Analisis citra satelit Landsat periode 2013–2025 juga memperlihatkan perubahan tutupan lahan berupa berkurangnya vegetasi dan bertambahnya area terbuka di sekitar kawasan industri nikel. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi daya dukung lingkungan sekaligus kualitas kesehatan masyarakat di wilayah sekitar.

Pada sesi keynote lecture, Founder Indonesia Health Promoting Hospital Network (IHPH) sekaligus Founder KEBUMI, dr. Suherman, MKM, menegaskan bahwa rumah sakit harus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi krisis lingkungan melalui penerapan konsep Green Hospital. Menurutnya, transformasi tersebut penting agar pelayanan kesehatan mampu menekan emisi karbon, mengurangi limbah medis, serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

Sementara itu, dr. Rachel Amelia, Sp.PK menjelaskan bahwa paparan partikel PM₂.₅ menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit karena ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut masuk hingga ke alveolus paru dan sirkulasi darah. Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner, stroke, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, pneumonia, hingga kanker paru.

Forum KEBUMI Year 3 juga menghadirkan sejumlah pakar nasional, di antaranya Prof. Dr. Apt. Ilma Nugrahani, M.Si., Dr. Apt. Fitri Alfiani, M.KM., dr. Ade Fadil Fajargumelar, M.M.R., Hikmat Soeriatanuwijaya, dan Roni Razali, SKM., ME. Para narasumber membahas berbagai isu strategis, mulai dari farmasi hijau, pembangunan kesehatan berketahanan iklim, kesehatan lingkungan, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Melalui forum ini, para peserta mendorong penguatan sistem pemantauan kualitas udara, integrasi surveilans kesehatan dengan pemantauan lingkungan, peningkatan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat, serta penyusunan kebijakan berbasis bukti ilmiah sebagai fondasi pembangunan kesehatan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (*)

Kepala BKN Pindahkan 38 ASN BKN Mendekat ke Keluarga dan Domisili    
Rabu, Juli 29, 2026

On Rabu, Juli 29, 2026

Kepala BKN Pindahkan 38 ASN BKN Mendekat ke Keluarga dan Domisili
Surat Keputusan Kepala BKN Nomor 842 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 27 Juli 2026. (Foto Ilustrasi: Humas BKN). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan kembali melanjutkan Program Mendekatkan ASN ke Keluarga dan Domisili pada tahap kedua. Hal ini ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Kepala BKN Nomor 842 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 27 Juli 2026.

Pada tahap kedua ini, Kepala BKN, Prof. Zudan menetapkan pemindahan 11 (sebelas) pegawai BKN ke antarunit kerja di lingkup BKN Pusat, Regional, hingga UPT BKN se-Indonesia. Sebelumnya pada tahap pertama, 27 pegawai BKN telah dipindahkan ke domisili agar dekat dengan keluarga. Terhitung hingga tahap kedua, total sebanyak 38 ASN BKN telah mengikuti kebijakan yang diinisiasi Kepala BKN, Prof. Zudan ini. 

Kebijakan ini disambut antusias dan positif oleh para pegawai BKN, terutama pegawai ASN yang ditempatkan di unit kerja yang jauh dari keluarga dan domisili. 

Tidak sedikit diantaranya bahkan sudah menjalani kehidupan pernikahan jarak jauh dengan pasangan maupun anak-anaknya selama bertahun-tahun. 

Karena itu, pegawai BKN yang akhirnya dipindahkan ke domisili dan dekat dengan keluarga merasakan manfaat dan dampak baik dari kebijakan ini. 

"Kami pegawai BKN bersyukur, berterima kasih, sekaligus mengapresiasi karena berkat inisiasi kebijakan Kepala BKN Prof. Zudan yang berpihak pada kesejahteraan pegawai dari aspek kualitas hidup, kini kami bisa memperoleh kesempatan kembali berkumpul dengan pasangan, anak, maupun orang tua sehingga bisa menjadi motivasi baru untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat," ungkap sejumlah pegawai BKN.

Untuk implementasinya ke depan, Kepala BKN, Prof. Zudan mengatakan bahwa program ini akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari pengelolaan ASN yang berorientasi pada peningkatan kinerja sekaligus kesejahteraan pegawai.

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar memindahkan pegawai lebih dekat dengan keluarga, tetapi tetap berlandaskan pada kebutuhan organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Di samping itu, Prof. Zudan tetap menekankan tiga prinsip utama dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Pertama, setiap ASN harus siap ditempatkan di mana pun sesuai kebutuhan organisasi.

Kedua, setiap ASN harus terus didorong untuk memberikan kinerja terbaik agar dapat berkembang dalam kariernya. Ketiga, kesejahteraan dan kebahagiaan ASN merupakan fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas kerja. 

"Kalau kita sebagai pimpinan belum bisa memberikan peningkatan pendapatan kepada ASN, maka kita harus berupaya mengurangi beban pengeluaran pegawai. Penempatan yang lebih dekat dengan keluarga dan domisili diharapkan membuat ASN bekerja lebih maksimal, lebih bahagia, dan lebih sejahtera," ujar Prof. Zudan, Senin (27/07/2026). 

Program ini sendiri menjadi bentuk komitmen BKN untuk membangun manajemen ASN yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan SDM dengan menyeimbangkan kepentingan organisasi dan kesejahteraan pegawai. 

BKN berharap praktik baik ini dapat menginspirasi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan serupa sesuai kebutuhan organisasinya tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. (*)

Dilepas Wako Padang, Satupena Sumbar dan Sumbar Talenta Gelar Safari Puisi 4 Negara    
Rabu, Juli 29, 2026

On Rabu, Juli 29, 2026

Dilepas Wako Padang, Satupena Sumbar dan Sumbar Talenta Gelar Safari Puisi 4 Negara
Pelepasan berlangsung di Panggung Ekspresi, Outdoor Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat, Jalan Diponegoro No. 31, Padang, Selasa malam (28/7/2026). (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Walikota Padang Fadly Amran melepas keberangkatan Tim Safari Puisi Empat Negara yang digagas Satupena Sumatera Barat bersama Sumbar Talenta.

Pelepasan berlangsung di Panggung Ekspresi, Outdoor Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat, Jalan Diponegoro No. 31, Padang, Selasa malam (28/7/2026).

Acara pelepasan dirangkai dengan pembacaan puisi esai, penampilan tari dari Sumbar Talenta, serta pembacaan puisi oleh penyair Sumatera Barat, wartawan, dan anggota Satupena Sumatera Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia, Dr. Ganjar Harimansyah, M.Hum, Kapolda Sumbar diwakili Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P,  Kepala Balai Bahasa Sumbar, Rahmatsyah M.Ag. Dewan Harian Daerah Angkatan 45, Ketua HWK Sumbar, Ketua Asosiasi Siti Manggopoh Sumatera Barat Basnurida, Ketua komunitas  Muslimah Sumbar serta sejumlah seniman, wartawan, budayawan dan undangan.

Dalam sambutannya, Ganjar Harimansyah menyampaikan bahwa Badan Bahasa memiliki tugas mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra, baik nasional maupun daerah. Tugas itu juga bertujuan menguatkan literasi di masyarakat.

Menurutnya, Badan Bahasa tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan dari pemerintah daerah, lembaga lain, dan komunitas seperti Satupena Sumatera Barat sangat dibutuhkan. 

Saat ini Badan Bahasa memiliki 30 UPT di seluruh Indonesia untuk menjalankan tugas tersebut di daerah.

“Badan Bahasa sangat mendukung kegiatan komunitas Satupena Sumatera Barat karena terbukti sukses melaksanakan International Minangkabau Literacy Festival atau IMLF ke-4 di Bukittinggi awal Juni 2026 lalu. Apalagi sekarang Satupena bersama Sumbar Talenta akan melakukan Safari Puisi empat negara. Dimulai dari Indonesia, Padang, kemudian dilanjutkan ke Malaysia, Singapura, dan Thailand,” ujar Ganjar.

Ia menambahkan, kegiatan ini menunjukkan bahwa Satupena tidak hanya aktif di dalam negeri, khususnya Sumatera Barat, tetapi juga telah menjangkau kancah internasional.

Hal senada disampaikan Walikota Padang Fadly Amran. Ia mengapresiasi Satupena Sumatera Barat yang terus bergerak aktif. 

Setelah sukses menggelar IMLF-4 di Bukittinggi Juni 2026, kini komunitas tersebut kembali menggelar kegiatan di luar negeri, yakni di negara serumpun Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Kami berharap kegiatan Satupena Sumatera Barat dapat mendorong penguatan literasi di Kota Padang. Literasi di berbagai bidang, membangun ekosistem secara bersama- sama. Termasuk malam ini, adalah subsistem pembangunan kota yang kreatif di bidang seni budaya. Penampilan baca puisi dan pertunjukan tari yang sangat menarik untuk disaksikan,” kata Fadly Amran.

Acara juga diisi pembacaan puisi oleh Ganjar Harimansyah, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, Fauzul el Nurca, Mindasari, Mardiyeti, dan wartawati Harian Singgalang Lenggogeni.

Adapun 10 orang rombongan yang berangkat yaitu Sastri Bakry selaku Ketua, Armaidi Tanjung, Zusneli Zubir, Andria Catri Tamsin, Yenni Ibrahim, Kharles, Siska Saputri, Dendi, Thalia, dan Nuning Purnama.

Safari Puisi 4 Negara ini akan berlangsung mulai 28 Juli hingga 4 Agustus 2026. (R/*)

ParagonCorp Raih Dua Penghargaan Regional di ETHCA Southeast Asia 2026 atas Budaya Belajar dan Budaya Kebermanfaatan    
Rabu, Juli 29, 2026

On Rabu, Juli 29, 2026

ParagonCorp Raih Dua Penghargaan Regional di ETHCA Southeast Asia 2026 atas Budaya Belajar dan Budaya Kebermanfaatan
The Economic Times Human Capital Awards (ETHCA) Southeast Asia 2026 yang diselenggarakan pada 24 Juli 2026 di One Farrer Hotel, Singapura. (Foto: Eko). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Komitmen ParagonCorp dalam membangun sumber daya manusia yang bertumbuh sekaligus menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat memperoleh pengakuan di tingkat regional. 

Dalam ajang The Economic Times Human Capital Awards (ETHCA) Southeast Asia 2026 yang diselenggarakan pada 24 Juli 2026 di One Farrer Hotel, Singapura, ParagonCorp berhasil meraih dua penghargaan, yaitu Gold Award pada kategori Excellence in ESG & CSR Initiatives melalui program Paragonian Bergerak, serta Bronze Award pada kategori Excellence in Creating a Culture of Continuous Learning and Upskilling melalui Human-Centric Continuum Growth Ecosystem.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas praktik pengelolaan sumber daya manusia yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga menghubungkan proses pembelajaran dengan kontribusi nyata bagi masyarakat. 

Tahun ini, ETHCA Southeast Asia diikuti oleh ratusan organisasi dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Seluruh peserta melalui proses seleksi dua tahap yang meliputi evaluasi dokumen serta penilaian oleh Grand Jury yang terdiri atas para Chief Human Resources Officer (CHRO) dan pemimpin bisnis independen dari kawasan Asia Tenggara.

Membangun Manusia Melalui Budaya Belajar

Bagi ParagonCorp, pembelajaran bukan sekadar aktivitas mengikuti pelatihan, melainkan bagian yang menyatu dalam cara setiap Paragonian bekerja, berkolaborasi, dan bertumbuh.

Keyakinan tersebut diwujudkan melalui Human-Centric Continuum Growth Ecosystem, sebuah ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan pengembangan individu, pengalaman kerja, mentoring, kepemimpinan, serta pemanfaatan teknologi ke dalam proses kerja sehari-hari.

Melalui pendekatan ini, setiap Paragonian didorong untuk dream bigger, grow bigger, and contribute bigger. Filosofi tersebut mencerminkan komitmen ParagonCorp dalam membangun lingkungan kerja yang memungkinkan setiap individu terus mengembangkan kapasitas dirinya sekaligus memberikan kontribusi yang semakin besar bagi organisasi maupun masyarakat.

ParagonCorp percaya bahwa pembelajaran paling bermakna terjadi ketika seseorang memperoleh kesempatan mempraktikkan pengetahuan dalam situasi nyata. 

Karena itu, perusahaan menghadirkan berbagai pengalaman belajar melalui proyek lintas fungsi, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, pendampingan para pemimpin, hingga pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pengembangan kompetensi.

Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, dan beradaptasi terhadap perubahan.

Dari Budaya Belajar Menjadi Aksi Nyata

Tidak hanya berhenti pada budaya belajar, di dalam budaya yang di bangun oleh ParagonCorp untuk mewujudkan kebermanfaatan juga diwujudkan melalui kontribusi langsung karyawannya pada program Paragonian Bergerak, sebuah gerakan yang mengajak seluruh Paragonian untuk menggunakan satu hari kerjanya untuk melakukan kegiatan kebermanfaatan, mengajak Paragonian untuk mengalami secara langsung makna memberi melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Program ini berangkat dari filosofi ParagonCorp sejak didirikan pada tahun 1985, yaitu menghadirkan kebermanfaatan dan bertumbuh secara berkelanjutan. 

Melalui Paragonian Bergerak, nilai tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman yang dapat dirasakan oleh seluruh Paragonian, tanpa memandang fungsi maupun jenjang jabatan.

Program yang berlangsung pada Agustus hingga Desember 2025 ini melibatkan lebih dari 14.000 Paragonian di 45 lokasi operasional, meliputi kantor pusat, pabrik, serta 43 kantor cabang yang tersebar dari Aceh hingga Ternate. 

Seluruh Paragonian, termasuk karyawan frontline, operasional, hingga tenaga alih daya, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Sebanyak 151 inisiatif dijalankan melalui Paragonian Bergerak pada tahun 2025. Berbagai program tersebut mencakup edukasi pencegahan stunting, pendampingan UMKM, pemetaan potensi siswa dari keluarga prasejahtera, rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove, hingga dukungan kesehatan mental bagi anak-anak panti asuhan. 

Setiap program dirancang bersama mitra lokal melalui proses seleksi yang komprehensif guna memastikan kebutuhan masyarakat tervalidasi, target dampak terukur, tata kelola berjalan baik, serta manfaat program dapat berkelanjutan.

Berbeda dengan pendekatan CSR yang umumnya berpusat pada perusahaan, Paragonian Bergerak menempatkan karyawan sebagai penggerak utama perubahan. 

Pengalaman memimpin proyek sosial, membangun kolaborasi lintas fungsi, mengelola sumber daya, dan mengambil keputusan dalam situasi nyata menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkuat kepemimpinan, karakter, serta rasa memiliki terhadap tujuan perusahaan.

Dua Penghargaan, Satu Komitmen

Bagi ParagonCorp, kedua penghargaan ini merupakan cerminan dari satu pendekatan yang saling terhubung. Human-Centric Continuum Growth Ecosystem membangun kapasitas manusia melalui pembelajaran berkelanjutan, sementara Paragonian Bergerak menjadi ruang bagi setiap Paragonian untuk mengimplementasikan pembelajaran tersebut melalui kontribusi nyata kepada masyarakat.

"Di Paragon, kami percaya bahwa kebermanfaatan dan pembelajaran merupakan dua hal yang saling menguatkan. Kami ingin setiap Paragonian tidak hanya terus berkembang melalui pengalaman, kolaborasi, dan pendampingan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Ketika seseorang merasakan bahwa pekerjaannya terhubung dengan tujuan yang lebih besar, ia tidak hanya bertumbuh sebagai individu, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan. Pengakuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat budaya belajar dan budaya kebermanfaatan sebagai bagian dari perjalanan Paragon untuk bertumbuh bersama masyarakat," ujar Astri Wahyuni, Director Corporate Affairs ParagonCorp.

Pengakuan melalui The Economic Times Human Capital Awards (ETHCA) Southeast Asia 2026 semakin memperkuat keyakinan ParagonCorp bahwa pertumbuhan organisasi dibangun melalui pengembangan manusia yang berkelanjutan. 

Ke depan, ParagonCorp akan terus memperkuat budaya belajar, kepemimpinan, dan kolaborasi sekaligus memperluas ruang bagi setiap Paragonian untuk berkontribusi menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. (*)

Dialog Sosial Jadi Kunci Penyelesaian Isu Ketenagakerjaan    
Rabu, Juli 29, 2026

On Rabu, Juli 29, 2026

Dialog Sosial Jadi Kunci Penyelesaian Isu Ketenagakerjaan
Silaturahmi Nasional Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan dialog sosial merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai isu ketenagakerjaan di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, komunikasi yang konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh menjadi fondasi untuk menghasilkan kebijakan yang seimbang bagi seluruh pihak.

"Dalam menghadapi berb agai tantangan tersebut, dialog sosial yang konstruktif menjadi kunci agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi, saling menghormati, dan pencarian solusi yang seimbang bagi seluruh pihak," ujar Yassierli saat membuka Silaturahmi Nasional Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menaker mengatakan, semangat kemitraan tripartit yang setara telah melahirkan berbagai rekomendasi kebijakan strategis melalui LKS Tripartit Nasional periode 2023–2026. Selama periode tersebut, LKS Tripnas menyelenggarakan 41 Rapat Badan Pekerja dan 20 Sidang Pleno sebagai forum membahas berbagai isu strategis ketenagakerjaan.

"LKS Tripartit Nasional telah menjadi ruang yang produktif bagi kita untuk saling bertukar pandangan dan mencari solusi bersama atas dinamika ketenagakerjaan Indonesia. Semoga nilai-nilai kolaborasi, musyawarah, dan semangat gotong royong tripartit ini terus terjaga," katanya.

Yassierli men jelaskan, berbagai rekomendasi yang dihasilkan LKS Tripnas mencakup upaya pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, penguatan pengawasan ketenagakerjaan, penataan regulasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), serta penelaahan Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya (Outsourcing).

Selain itu, LKS Tripnas juga mendorong sinkronisasi regulasi ketenagakerjaan pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi, penerapan sistem pengupahan berbasis produktivitas, penguatan Gerakan Produktivitas Nasional, peningkatan kompetensi pekerja, serta sertifikasi ahli produktivitas.

"Semoga silaturahmi hari ini semakin mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara kita. Mari kita jaga dan terus perkuat nilai-nilai kolaborasi, musyawarah, dan semangat gotong royong tripartit yang telah kita bangun bersama," ujar Yassierli yang juga menjabat sebagai Ketua LKS Tripnas periode 2023–2026.

Senada dengan Menaker, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamina n Sosial Ketenagakerjaan (PHI dan Jamsos), Indah Anggoro Putri, mengatakan capaian LKS Tripnas sepanjang periode 2023–2026 menunjukkan efektivitas kemitraan tripartit dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.

"Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif ketiga unsur tripartit yang mencerminkan semangat musyawarah mufakat dan kemitraan yang setara," ujar Indah selaku Wakil Ketua LKS Tripnas periode 2023–2026 dari unsur pemerintah. (*)