HEADLINE
Ribuan Warga Padati Nobar Piala Dunia di Kantor Gubernur, Mahyeldi Pastikan Berlanjut hingga Final    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Ribuan Warga Padati Nobar Piala Dunia di Kantor Gubernur, Mahyeldi Pastikan Berlanjut hingga Final
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan kolaborasi CFD dan nobar menjadi daya tarik baru yang mampu menghidupkan ruang publik sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi. (Foto: adpsb) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ribuan warga memadati kawasan Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) untuk mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) yang dirangkai dengan nonton bareng (nobar) pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss yang disiarkan TVRI, Minggu (12/7/2026). 

Meski sempat diguyur gerimis, antusiasme masyarakat tidak surut. Demi kenyamanan peserta, kegiatan nobar dipindahkan ke Aula Kantor Gubernur dan tetap berlangsung meriah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan kolaborasi CFD dan nobar menjadi daya tarik baru yang mampu menghidupkan ruang publik sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi.

“CFD sekaligus nobar ini ternyata mendapat sambutan luar biasa. Tadi ribuan masyarakat hadir. Karena hujan gerimis, kegiatan kita geser ke dalam, tetapi antusiasme masyarakat tetap tinggi,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen terus memfasilitasi kegiatan nobar hingga pertandingan final Piala Dunia.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus memperkuat semangat sportivitas.

“Masih ada pertandingan sampai final. Insyaallah akan kita fasilitasi lagi, baik di halaman Kantor Gubernur maupun di tempat-tempat lain agar masyarakat bisa menikmati pertandingan bersama,” katanya.

Mahyeldi menilai, kehadiran siaran Piala Dunia melalui TVRI tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan pembinaan olahraga. 

Ramainya masyarakat yang berkumpul dinilai mampu menggerakkan sektor UMKM, sementara tayangan pertandingan menjadi media pembelajaran bagi generasi muda yang ingin mendalami sepak bola.

“Piala Dunia ini akan menggerakkan UMKM kita. Lebih penting lagi, karena TVRI menjangkau hingga daerah-daerah pelosok, generasi muda dapat belajar dan mengenal teknik serta keterampilan para pemain dunia. Ini menjadi pembelajaran yang sangat positif bagi sepak bola Sumatera Barat,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi TVRI yang menghadirkan Nobar siaran Piala Dunia di berbagai wilayah, sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pertandingan sekaligus menyaksikan kualitas permainan pesepak bola terbaik dunia.

Sebelum pertandingan berakhir, Mahyeldi menilai laga Argentina kontra Swiss berlangsung menarik karena mempertemukan dua karakter permainan yang berbeda.

“Kalau saya lihat, Argentina lebih unggul dari sisi skill, sementara Swiss memiliki postur dan kekuatan fisik yang lebih baik. Pertandingan ini tentu akan semakin menarik karena mempertemukan kemampuan teknik dan kekuatan fisik,” ujarnya.

Pada pertandingan tersebut, Argentina akhirnya memastikan langkah ke babak semifinal setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. 

Alexis Mac Allister membawa Argentina unggul lebih dahulu sebelum Swiss menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye.

Dua gol tambahan dari Julián Álvarez dan Lautaro Martínez di babak tambahan waktu memastikan kemenangan La Albiceleste.  

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai rencana nobar partai semifinal hingga final, Mahyeldi memastikan Pemprov Sumbar siap kembali memfasilitasi masyarakat bersama TVRI.

“Insyaallah kita fasilitasi lagi di sini. Tentu dengan konsep yang disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas perkantoran, jika pertandingannya itu berlangsung dalam jam kerja” katanya sambil tersenyum. (adpsb/cen/bud)

Lestarikan Budaya Minangkabau, Festival Sipak Rago Piala Bergilir Evi Yandri Kembali Digelar    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Lestarikan Budaya Minangkabau, Festival Sipak Rago Piala Bergilir Evi Yandri Kembali Digelar
Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat yang memperebutkan Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, kembali digelar pada Sabtu–Minggu (11–12/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Upaya melestarikan warisan tradisi masyarakat Minangkabau terus digalakkan. Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat yang memperebutkan Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, kembali digelar pada Sabtu–Minggu (11–12/7/2026).

Sebanyak 28 tim dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam festival yang mengusung tema "Lestarikan Budaya dengan Permainan Anak Nagari Sipak Rago" ini. Acara dibuka langsung oleh Evi Yandri Rajo Budiman di Gedung Rohana Kudus, Kota Padang, Sabtu (11/7/2026).
Penyelenggaraan tahun 2026 merupakan kali kelima festival ini digelar menggunakan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui dana pokok pikiran (pokir) Evi Yandri.

"Sebenarnya sejak 2015 sudah kita gelar dengan dana seadanya. Namun, dengan sokongan APBD, ini menjadi tahun kelima pelaksanaannya secara resmi," ujar Evi Yandri saat membuka festival.
Ia menekankan pentingnya menjaga eksistensi sipak rago yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) secara nasional sejak beberapa tahun lalu agar tidak punah dan tetap diwariskan ke generasi muda.

Evi menjelaskan bahwa sipak rago merupakan cikal bakal sepak takraw, tetapi memiliki filosofi permainan yang sangat berbeda. Berbeda dengan sepak takraw yang mengutamakan kompetisi untuk mengalahkan lawan, sipak rago justru menonjolkan kerja sama dan kolaborasi antarpemain.

"Jika sepak takraw dimainkan berhadapan untuk saling mengalahkan, sipak rago justru menuntut kerja sama agar bola tetap bertahan di udara selama mungkin. Di sini tercermin nilai kekompakan, ketangkasan, gotong royong, dan tidak ada rasa ingin balas dendam," jelasnya.

Nilai luhur tersebut mengajarkan setiap pemain untuk selalu memberikan umpan terbaik kepada rekannya, meskipun mereka menerima bola dalam posisi yang sulit atau kurang ideal.

Selain nilai budaya, sipak rago memiliki catatan sejarah yang unik. Pada masa penjajahan Belanda, permainan ini menjadi kedok bagi pemuda Minangkabau untuk melatih ketangkasan fisik dan bela diri secara sembunyi-sembunyi.

"Dulu Belanda melarang orang Minang latihan bela diri. Melalui permainan ini mereka terkecoh, dikira kita sekadar bermain bola, padahal sekaligus berlatih bela diri (silat)," ungkap Evi.

Upaya pelestarian ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar yang diwakili Kepala Museum Adityawarman, Tuti Alawiyah, menyatakan sipak rago bukan sekadar olahraga tradisional, melainkan identitas budaya yang kaya akan nilai sejarah, sportivitas, dan disiplin.

"Penyelenggaraan festival ini sangat penting agar permainan tradisional tetap dikenal dan diminati generasi muda," tutur Tuti. 

Pihaknya juga berterima kasih atas komitmen pengalokasian dana pokir dari DPRD untuk pemajuan kebudayaan lokal.

Apresiasi senada disampaikan Camat Kuranji, Rozaldi Rosman. Ia menilai festival ini memberikan ruang representatif bagi anak nagari untuk menjaga nilai-nilai adat Minangkabau di tengah gempuran modernisasi.

Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat ini memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp29,5 juta. 

Prosesi pembukaan acara ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Evi Yandri Rajo Budiman, didampingi oleh unsur Forkopimda, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, serta para tamu undangan.(*)

Ekspedisi Citatih Elpala Berhasil Berkat Dukungan Berbagai Pihak    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Ekspedisi Citatih Elpala Berhasil Berkat Dukungan Berbagai Pihak
Ekspedisi yang berlangsung pada 4–10 Juli 2026 ini merupakan gagasan Rumah Elpala, wadah alumni Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kesuksesan Ekspedisi Cicatih Elpala yang menempuh perjalanan dari hulu Sungai Cimelati sampai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, bukan cuma soal berhasil melewati medan alam. 

Lebih dari itu, ekspedisi ini jadi ajang belajar yang mempertemukan semangat persaudaraan, kepedulian lingkungan, patriotisme, dan proses membentuk karakter generasi muda pencinta alam.

Ekspedisi yang berlangsung pada 4–10 Juli 2026 ini merupakan gagasan Rumah Elpala, wadah alumni Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta. 

Kegiatan ini memadukan petualangan alam, konservasi, regenerasi organisasi pencinta alam, dan pembuatan film dokumenter yang merekam perjalanan melintasi kawasan hutan hujan tropis Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) hingga pengarungan Sungai Cicatih menuju Pelabuhan Ratu.

Perjalanan panjang ini tentu bukan cuma butuh fisik dan kemampuan teknis, tapi juga dukungan dari banyak pihak yang peduli pada pendidikan alam bebas, konservasi lingkungan, dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Para pendiri Elpala, Dar Edi Yoga dan Eka Bama Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung sehingga Ekspedisi Cicatih Elpala bisa berjalan lancar dan mencapai tujuan.

Menurut keduanya, keberhasilan sebuah ekspedisi bukan cuma dilihat dari sampai atau tidaknya ke titik akhir, tapi juga dari proses panjang yang membentuk mental, keterampilan, tanggung jawab, dan nilai-nilai hidup para peserta.

"Yang paling berharga dari sebuah ekspedisi bukan hanya tujuan yang dicapai, tetapi proses yang dilalui. Di sepanjang perjalanan, para peserta belajar arti kebersamaan, saling membantu, bertanggung jawab, serta memahami bahwa alam mengajarkan banyak hal tentang kehidupan," ujar Dar Edi Yoga, Minggu (12/7/2026).

Dukungan dalam ekspedisi ini datang dari organisasi pencinta alam Wanadri yang mengirimkan anggota terbaiknya dengan pengalaman panjang dalam kegiatan pengarungan sungai menggunakan perahu karet dan kano.

Selain memberi pendampingan teknis, Wanadri juga menyediakan dua unit perahu karet dan tiga kano untuk mendukung keselamatan serta kelancaran pengarungan Sungai Cicatih yang jadi salah satu bagian utama perjalanan.

Dukungan lain datang dari Boogie yang menyediakan tiga perahu karet, serta PMBC (Pickup Mini Bus Community) yang membantu mobilisasi peralatan, perahu, dan peserta selama rangkaian ekspedisi berlangsung.

Sedangkan Kementerian Kehutanan, memberikan dukungan lewat izin masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sementara, Korem Surya Kencana juga ikut memberi perhatian dan membantu kelancaran kegiatan sejak tahap persiapan sampai pelaksanaan ekspedisi.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan para pendiri Elpala kepada Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, yang mendukung terselenggaranya Ekspedisi Cicatih Elpala.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menilai kegiatan seperti Ekspedisi Cicatih Elpala punya peran penting dalam membentuk karakter generasi muda lewat pengalaman langsung di alam terbuka.

Menurutnya, ekspedisi bukan cuma mengasah kemampuan teknis dan jiwa kepemimpinan, tapi juga menanamkan disiplin, kerja sama, semangat pantang menyerah, kepedulian terhadap lingkungan, dan rasa cinta tanah air sebagai bagian dari nilai dasar bela negara.

"Kementerian Pertahanan mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu membentuk karakter generasi muda dan menumbuhkan kesadaran bela negara melalui pengalaman nyata di lapangan. Ekspedisi seperti ini merupakan contoh kolaborasi yang baik dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa, negara, dan kelestarian alam," ujar Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Dar Edi Yoga mengatakan, keterlibatan siswa Elpala SMA Negeri 68 Jakarta yang masih duduk di kelas XI dan XII jadi bagian penting dari tujuan ekspedisi ini.

"Mereka mendapatkan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya melalui teori. Mereka belajar teknik kegiatan alam bebas, manajemen perjalanan, keselamatan, kerja sama tim, kepemimpinan, sekaligus memahami arti persaudaraan dan patriotisme," katanya.

Menurutnya, alam jadi ruang belajar yang bisa membentuk generasi muda agar punya ketangguhan mental dan keterampilan untuk menghadapi berbagai tantangan.

"Mereka belajar bahwa keberhasilan tidak diraih sendiri. Ada kerja sama, kepedulian, dan rasa saling menjaga. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting bagi kehidupan mereka," ujar Dar.

Sementara itu, pendiri Elpala sekaligus sutradara film dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala, Eka Bama Putra, mengatakan film yang dibuat dalam ekspedisi ini bukan cuma merekam keindahan alam dan perjalanan petualangan, tapi juga menangkap nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh selama kegiatan berlangsung.

"Alam adalah ruang belajar yang luar biasa. Di sana seseorang belajar menghadapi keterbatasan, mengasah keterampilan, membangun persaudaraan, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan," ujar Bama.

Ia menambahkan, kegiatan pencinta alam harus selalu dijalankan dengan persiapan matang, kemampuan yang sesuai, dan tetap mengutamakan keselamatan.

"Petualangan bukan sekadar keberanian untuk berangkat, tetapi bagaimana seseorang mampu bertanggung jawab terhadap dirinya, timnya, dan lingkungan yang dijelajahi," pungkasnya. (*) 

Iqra Chissa Dorong Percepatan Pembebasan Lahan Taplau, Target Pembangunan Fisik Dimulai 2028    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Iqra Chissa Dorong Percepatan Pembebasan Lahan Taplau, Target Pembangunan Fisik Dimulai 2028
Iqra saat melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sumatera Barat pada Kamis, (9/7/2026). (Foto: Ucok). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Iqra Chissa Putra, mendorong percepatan penyelesaian pembebasan lahan untuk mendukung proyek penataan kawasan Pantai Padang (Taplau), khususnya di ruas Jalan Samudera dan area belakang Hotel Pangeran, Kota Padang.

Komitmen tersebut disampaikan Iqra saat melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sumatera Barat pada Kamis, (9/7/2026), guna menindaklanjuti berbagai kendala teknis yang masih menghambat proses pengadaan tanah di lokasi tersebut.

Menurut Iqra, koordinasi lintas instansi sangat penting untuk mengurai berbagai persoalan yang muncul di lapangan agar program penataan kawasan wisata dan infrastruktur Kota Padang dapat berjalan sesuai rencana.

"Semangat kita sama, yaitu mempercantik dan memperindah Kota Padang. Itu tujuan utama yang ingin kita capai bersama," kata Iqra dalam pertemuan tersebut.

Ia menjelaskan, terdapat dua titik yang menjadi perhatian utama dalam proses pembebasan lahan, yakni kawasan Jalan Samudera di ruas Hang Tuah serta area di belakang Hotel Pangeran.

Untuk lokasi belakang Hotel Pangeran, Iqra mengungkapkan adanya kajian akademis terkait mekanisme pergantian tanah yang perlu ditelaah lebih lanjut.

Karena itu, seluruh proses harus mengacu pada kajian yang komprehensif dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami meminta solusi dan langkah percepatan bersama. Untuk persoalan di belakang Hotel Pangeran, kami juga mendapat informasi adanya kajian akademis terkait pergantian tanah. Tentu kita ingin semua berjalan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, untuk persoalan lahan di ruas Hang Tuah, Iqra menyebut sudah mulai terlihat perkembangan positif.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga berencana membentuk tim percepatan guna mempercepat penyelesaian berbagai kendala administrasi dan teknis.

"Alhamdulillah untuk ruas Hang Tuah sudah mulai ada titik terang. Yang penting sekarang ada progres dan jangan sampai proses ini stuck. Dalam waktu dekat akan dibentuk tim percepatan dengan melibatkan pihak-pihak terkait," jelasnya.

Iqra menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ganti rugi lahan menjadi faktor kunci keberhasilan proyek penataan kawasan tersebut. 

Semakin cepat persoalan lahan diselesaikan, semakin cepat pula tahapan pembangunan dapat dilaksanakan.

Ia berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kota Padang, ATR/BPN, serta seluruh pemangku kepentingan agar proses percepatan dapat berjalan efektif.

"Kami optimistis apabila persoalan lahan bisa segera diselesaikan, pembangunan fisik dapat mulai dilaksanakan pada tahun 2028. Saya yakin ini akan mendapat dukungan dari Pak Gubernur maupun Pak Wali Kota demi kemajuan Kota Padang," katanya.

Iqra juga mengusulkan agar seluruh pihak terkait, termasuk Dinas PUPR Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, duduk bersama dalam satu forum koordinasi untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi terbaik terhadap seluruh kendala yang masih tersisa.

"Koordinasi ini sangat krusial agar proyek penataan kota berjalan lancar. Ini merupakan wujud komitmen bersama untuk meningkatkan infrastruktur dan mempercantik Kota Padang tercinta," tutup Iqra. (*)

Wawako Maigus Nasir Apresiasi  Festival Alek Nagari Nan XX ke-III: Upaya Membangkitkan Batang Tarandam    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Wawako Maigus Nasir Apresiasi  Festival Alek Nagari Nan XX ke-III: Upaya Membangkitkan Batang Tarandam
Kegiatan Festival Alek Nagari Nan XX ke-III dilaksanakan di Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu, 11 Juli 2026. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka secara resmi Festival Alek Nagari Nan XX ke-III Kecamatan Lubuk Begalung. Kegiatan dilaksanakan melalui Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Padang Yendril.

Kegiatan dilaksanakan Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu, 11 Juli 2026.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Wali Kota Padang periode 2021-2024 Hendri Septa, anggota DPRD Kota Padang Yendril, Ketua Umum Pelaksana kegiatan James Hellyward, unsur Forkopimca Kecamatan Lubuk Begalung, tokoh adat, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang dan tamu undangan lainnya.

Maigus Nasir mengapresiasi masyarakat Nagari Nan XX yang terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau melalui penyelenggaraan Alek Nagari. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Padang yang telah memberikan dukungan melalui dana Pokir, sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali batang tarandam dan mengembalikan sirih ke gagang, pinang ke tampuknya. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga," katanya.

Maigus menambahkan, dalam rangka mendukung kehidupan bernagari serta pelestarian adat dan budaya Minangkabau, Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang telah mengesahkan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau.

"Kami berharap Perda ini dapat menjadi payung hukum bagi kaum adat di Kota Padang untuk terus melestarikan adat dan budaya Minangkabau melalui berbagai kegiatan di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai tersebut tetap diwariskan kepada anak kemenakan dan generasi penerus," jelasnya. 

Anggota DPRD Kota Padang Yendril berharap, Alek Nagari dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan setiap tahun sehingga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan masyarakat tetap terjaga. Alek Nagari Nan XX juga diharapkan terus menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat di Kecamatan Lubuk Begalung," katanya. 

Ketua Umum Pelaksana kegiatan James Hellyward menyebutkan Alek Nagari Nan XX digelar dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Kota Padang mendapatkan predikat Gastronomy City dari UNESCO.

Menurutnya kegiatan ini diharapkan menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Padang dalam menyusun konsep pengembangan gastronomi daerah melalui penguatan sektor kuliner, budaya, dan ekonomi masyarakat.

"Dalam Alek Nagari ini ditampilkan berbagai potensi daerah mulai dari bazar UMKM, prosesi adat seperti makan bajamba dan batagak gala, hingga lomba pembuatan kuliner khas Minangkabau seperti marandang dan malamang," cakapnya. (*)

Mahyeldi: Guru Pemilik Ilmu yang Tak Pernah Putus, Kunci Mencetak Generasi Unggul Sumbar    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Mahyeldi: Guru Pemilik Ilmu yang Tak Pernah Putus, Kunci Mencetak Generasi Unggul Sumbar
Mahyeldi saat membuka Workshop Peningkatan Profesi Guru Berkelanjutan bertema Meningkatkan Kecanggihan Berpikir Siswa (Higher Order Thinking Skills/HOTS) di SMAN 2 Bukittinggi. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kompetensi guru sebagai pendidik. 

Karena itu, peningkatan kapasitas guru harus menjadi prioritas untuk melahirkan generasi yang berpikir kritis, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Workshop Peningkatan Profesi Guru Berkelanjutan bertema Meningkatkan Kecanggihan Berpikir Siswa (Higher Order Thinking Skills/HOTS) di SMAN 2 Bukittinggi, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan itu diikuti para guru dari berbagai sekolah di Sumbar.

Mahyeldi mengapresiasi para guru yang tetap memanfaatkan masa libur sekolah untuk mengikuti pelatihan. 

Menurutnya, komitmen meningkatkan kompetensi merupakan investasi penting bagi kemajuan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Sumbar.

“Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru yang telah meluangkan waktu liburnya untuk hadir. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ikhtiar bersama menyiapkan masa depan bangsa,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan bahwa persoalan pendidikan tidak boleh dibebankan kepada peserta didik semata. Guru justru menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan proses belajar sekaligus membimbing dan mengembangkan potensi setiap anak.

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa profesi guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia karena ilmu yang diajarkan akan terus memberi manfaat sepanjang hayat. 

“Siapa yang memiliki ilmu yang bermanfaat? Itu guru. Ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah terputus. Karena itu saya melihat guru memiliki umur yang panjang, sebab ilmunya terus hidup dan doa murid-muridnya terus mengalir,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui pengembangan fasilitas penunjang. 

Salah satu cita-cita pemerintah daerah adalah menghadirkan asrama di seluruh SMA dan SMK guna memperkuat pembinaan karakter peserta didik.

Sementara itu, Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D., mengatakan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.

Menurut Fasli, guru tidak lagi cukup hanya mengajarkan materi, tetapi juga harus membentuk karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan peserta didik untuk menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang bahkan saat ini belum lahir.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah kita hanya meluluskan siswa, tetapi apakah kita menyiapkan mereka menghadapi masa depan. Lebih dari separuh pekerjaan yang akan mereka hadapi nanti bahkan belum kita kenal hari ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, guru harus mampu menciptakan ruang belajar yang aman, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun keberanian siswa untuk mencoba, gagal, dan bangkit kembali. 

“Semakin sering anak bangkit dari kegagalan, semakin kuat karakter dan ketangguhannya. Itulah pendidikan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Pada akhir kegiatan, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan laptop kepada pihak sekolah. Bersama para narasumber, Gubernur juga menyerahkan beasiswa kepada sejumlah peserta. 

Rangkaian acara ditutup dengan peluncuran produk Paragon SMAN 2 Bukittinggi yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Sumbar. (adpsb/cen/bud)

Siswa SMPN 2 Padang Berhasil Menjadi Juara Bintang Sobat SMP tingkat Nasional    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Siswa SMPN 2 Padang Berhasil Menjadi Juara Bintang Sobat SMP tingkat Nasional
Bintang Sobat SMP merupakan program apresiasi dan pendampingan berskala nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Kota Padang di tingkat nasional. Andrew, siswa SMP Negeri 2 Padang, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat Terbaik I Bintang Sobat SMP tingkat Nasional Tahun 2026. 

Bintang Sobat SMP merupakan program apresiasi dan pendampingan berskala nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Program ini dirancang untuk memberikan penghargaan kepada individu dan satuan pendidikan jenjang SMP (negeri maupun swasta) di seluruh Indonesia yang berhasil menunjukkan praktik baik, prestasi, serta kontribusi positif dalam membentuk karakter murid. 

Ajang bergengsi ini digelar pada tanggal 7 hingga 10 Juli 2026 di Hotel Atria Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. 

Selama empat hari, para peserta mengikuti serangkaian kegiatan edukatif dan kultural, mulai dari Parade Budaya Nusantara, BSS Championship, hingga kunjungan luar biasa ke Monumen Nasional, Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Istana Negara.

Kegiatan ini dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto.

“Selamat kepada Andrew dan SMPN 2 yang berhasil meraih prestasi membanggakan dan ikut mengharumkan nama Kota Padang di tingkat nasional. Kami berharap melalui Progul Padang Juara, akan lahir prestasi-prestasi membanggakan lainnya dari siswa-siswi Kota Padang," kata Wali Kota Padang Fadly Amran. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Andrew.

Program Bintang Sobat SMP Tahun 2026 bertujuan untuk menjaring serta mengembangkan potensi kepemimpinan dan bakat siswa. 

"Alhamdulillah, siswa SMPN 2 Padang berhasil menjadi Juara Bintang Sobat SMP tingkat nasional. Kita berharap capaian ini memotivasi semakin banyak anak-anak kita untuk mengukir prestasi di ajang nasional maupun internasional, demi mewujudkan visi Padang Juara," ujar Yopi Krislova. 

Melalui program ini, para peserta didorong untuk menjadi role model (panutan) di sekolah dan lingkungan sekitar, sekaligus memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan kreatif.
​Sebagai program nasional yang 100% gratis tanpa dipungut biaya apa pun, Bintang Sobat SMP sukses melahirkan agen-agen perubahan positif di masyarakat. (*)

Wagub Vasko Ruseimy Ingatkan Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Gunakan AI dan Catut Identitas Pejabat    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Wagub Vasko Ruseimy Ingatkan Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Gunakan AI dan Catut Identitas Pejabat
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan dirinya. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan dirinya.

Pelaku diketahui tidak hanya menggunakan surat dan nomor telepon palsu, tetapi juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meniru suara Vasko demi meyakinkan calon korban.

Menurut Vasko, pelaku memasang foto profil dirinya pada akun WhatsApp palsu, kemudian menghubungi masyarakat melalui telepon maupun pesan singkat. 

Bahkan, mereka mengirimkan voice note hasil rekayasa AI yang dibuat menyerupai suaranya agar korban percaya dan bersedia mengirimkan sejumlah uang.

“Jangan sampai ada korban berikutnya. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan membantu menyebarluaskan informasi ini agar tidak ada lagi yang menjadi sasaran penipuan,” ujar Vasko di Padang, Sabtu (11/7/2026).

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta uang muka, biaya administrasi, maupun bentuk pembayaran lainnya kepada masyarakat untuk memperoleh bantuan pemerintah.

“Jika ada pihak yang mengatasnamakan saya dan meminta transfer uang dengan alasan apa pun, saya pastikan itu adalah penipuan. Jangan dilayani dan jangan pernah melakukan transfer,” tegasnya.

Vasko mengaku prihatin karena sasaran para pelaku umumnya adalah masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan. 

Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan dengan cara menipu menggunakan identitas pejabat pemerintah.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi atau komunikasi yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat pemerintah lainnya. 

Apabila menerima telepon, pesan WhatsApp, atau voice note yang mencurigakan, masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayainya, tidak melakukan transfer uang, serta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

“Semakin banyak masyarakat yang mengetahui modus ini, semakin besar pula peluang kita mencegah jatuhnya korban. Mari saling mengingatkan keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar agar tidak mudah tertipu,” tutup Vasko. (Adpsb/bud)

Wawako Maigus Nasir Buka Turnamen Sepak Bola PSTS Tabing Piala Wali Kota Padang KU-14 Tahun 2026, Ini Komitmen Desri Ayunda    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Wawako Maigus Nasir Buka Turnamen Sepak Bola PSTS Tabing Piala Wali Kota Padang KU-14 Tahun 2026, Ini Komitmen Desri Ayunda
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola PSTS Tabing Piala Wali Kota Padang 2026, di Lapangan PSTS Tabing, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (11/7/2026). (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola PSTS Tabing Piala Wali Kota Padang 2026, di Lapangan PSTS Tabing, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (11/7/2026).

Selain Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, kegiatan itu dihadiri Ketua Umum PSTS Tabing, Desri Ayunda, Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, Ketua Pelaksana Turnamen PSTS Tabing 2026, Alexander Dino, Jajaran pengurus PSTS Tabing, para pelatih dan ofisial tim peserta dan keluarga pemain.

Ajang yang diikuti 16 klub sepakbola kelompok usia 14 tahun (KU-14) dari berbagai daerah di Sumatera Barat ini digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk terus mendukung pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari Program Padang Balomba aktivasi dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara. 

“Jadikanlah olahraga sebagai wadah meraih prestasi sekaligus pemicu semangat belajar. Tidak ada yang tahu masa depan, melalui olahraga kalian dapat menggapai cita-cita, bahkan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan maupun berkarier hingga ke luar negeri," katanya. 

Menurutnya, turnamen sepak bola tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, mempererat persahabatan, dan menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif.

Maigus Nasir juga mengapresiasi PSTS Tabing yang konsisten menyelenggarakan kompetisi usia dini. Ia menilai keberadaan sekolah sepak bola dan turnamen berjenjang merupakan fondasi penting dalam melahirkan atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama Kota Padang dan Sumatera Barat.

“Terima kasih kepada jajaran pengurus PSTS Tabing beserta sejumlah sponsor yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen ini. Selamat bertanding kepada seluruh peserta, mari tunjukkan sportivitas, disiplin, dan kemampuan terbaik demi meraih prestasi," ujarnya. 

Ketua Umum PSTS Tabing, Desri Ayunda, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus berkontribusi dalam pembinaan pesepak bola muda melalui penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan dan berkualitas.

"PSTS Tabing siap terus berkontribusi dalam pembinaan pesepak bola muda melalui penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan dan berkualitas, sehingga lahir bibit-bibit unggul yang mampu berprestasi di tingkat daerah maupun nasional," komitmennya. 

Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen, Alexander Dino, menjelaskan peserta turnamen berasal dari Kota Padang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Bukittinggi, serta Kota dan Kabupaten Solok. Para peserta bersaing memperebutkan total hadiah Rp10,5 juta, dengan juara pertama berhak atas hadiah Rp5 juta.

“Turnamen ini memperebutkan Piala Wali Kota Padang dengan mengusung tema ‘Bermain dengan Hati, Berjuang dengan Sportivitas, Meraih Prestasi untuk Masa Depan’. Pertandingan digelar setiap Sabtu dan Minggu mulai 11 Juli hingga 20 Agustus 2026," jelasnya. (*)