HEADLINE
Buru 2 Hari, Polres Solok Tangkap Pelaku Perampokan di Pasar Raya    
Kamis, Juli 02, 2026

On Kamis, Juli 02, 2026

Buru 2 Hari, Polres Solok Tangkap Pelaku Perampokan di Pasar Raya
Tim opsnal Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Solok berhasil menangkap terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan hanya dalam waktu dua hari setelah peristiwa terjadi. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Tim opsnal Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Solok berhasil menangkap terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan hanya dalam waktu dua hari setelah peristiwa terjadi. Penangkapan dilakukan di lokasi keramaian Pasar Raya Kota Solok, Kamis (2/7).

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/48/VI/2026/SPKT.SAT RESKRIM/POLRES SOLOK/POLDA SUMBAR tertanggal 11 Juni 2026, peristiwa bermula pada Rabu, 10 Juni 2026 sekira pukul 16.00 WIB di Jorong Kandang Jambu, Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Korban adalah Ratna Wilis (50 tahun), warga Jalan Telaga Biruhun, Kota Solok.

Berdasarkan petunjuk dan pengembangan kasus, tim opsnal yang dipimpin Aipda Tj Sijabat menerima informasi bahwa terduga pelaku berada di Pasar Raya Kota Solok. Langkah cepat segera diambil, dan sekitar pukul 18.00 WIB pelaku yang berjalan di area pasar berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Terduga pelaku beridentitas Donda Saputra (36 tahun), pekerjaan swasta beralamat di Jorong Koto Kaciak, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Pelaku kini dibawa ke Markas Polres Solok untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini penyidik tengah memeriksa keterangan pelaku, mencari dan memanggil saksi, serta mengumpulkan barang bukti guna memperkuat berkas perkara. Pelaku dijerat dengan pasal pencurian dengan kekerasan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

"Kami berkomitmen menindak tegas setiap kejahatan yang meresahkan masyarakat. Kecepatan penanganan kasus ini bukti keseriusan kami menjaga keamanan di wilayah Kabupaten maupun Kota Solok," ujar keterangan resmi Sat Reskrim Polres Solok.

Sat Reskrim Polres Solok senantiasa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat hal mencurigakan.(80)

Wawako Sawahlunto Pimpin Rakor Indeks Inovasi Daerah 2026, Tekankan Inovasi Berdampak bagi Masyarakat    
Kamis, Juli 02, 2026

On Kamis, Juli 02, 2026

Wawako Sawahlunto Pimpin Rakor Indeks Inovasi Daerah 2026, Tekankan Inovasi Berdampak bagi Masyarakat
Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah memimpin rapat koordinasi pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 di Balai Kota Sawahlunto, Kamis (2/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah memimpin rapat koordinasi pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 di Balai Kota Sawahlunto, Kamis (2/7/2026).

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sawahlunto memperkuat budaya inovasi di lingkungan perangkat daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Rapat diikuti jajaran perangkat daerah untuk mengevaluasi sekaligus menyelaraskan berbagai inovasi yang telah dan sedang dikembangkan agar memenuhi indikator penilaian Indeks Inovasi Daerah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Jeffry Hibatullah menegaskan bahwa inovasi harus menjadi budaya kerja di setiap perangkat daerah, bukan sekadar memenuhi kebutuhan penilaian.

Menurutnya, setiap inovasi yang telah dirancang harus dikawal hingga tuntas agar mampu mencapai target dan memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

"Inovasi jangan berhenti pada tahap perencanaan atau hanya menjadi semangat di awal pelaksanaan. Pastikan setiap program dijalankan hingga selesai dan memberikan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terbuka menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi agar dapat dibahas dan dicarikan solusi secara bersama melalui penguatan koordinasi lintas sektor.

Jeffry menambahkan, inovasi tidak selalu harus diwujudkan dalam program berskala besar atau membutuhkan anggaran yang tinggi. 

Langkah-langkah sederhana yang mampu menghadirkan perubahan positif dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik juga merupakan bagian dari inovasi yang perlu terus dikembangkan.

Indeks Inovasi Daerah merupakan instrumen yang dipantau oleh Kementerian Dalam Negeri untuk mengukur kinerja inovasi pemerintah daerah. 

Daerah yang mampu menunjukkan kinerja inovasi yang baik berpeluang memperoleh apresiasi, termasuk insentif dari pemerintah pusat.

Melalui penguatan budaya inovasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*) 

Pewarta: marjafri

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat    
Kamis, Juli 02, 2026

On Kamis, Juli 02, 2026

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Memasuki lebih dari satu dekade 
penyelenggaraannya, Program JKN tidak hanya berhasil memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan program melalui tata kelola yang baik, kondisi keuangan yang sehat, serta inovasi layanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.

Capaian tersebut dipaparkan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban BPJS Kesehatan kepada publik sekaligus wujud keterbukaan informasi atas pengelolaan Program JKN sepanjang tahun 2025.

"Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga 
menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ketika masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya yang besar, mereka dapat terus berkarya, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," ujar Pujo di Jakarta, Kamis (2/7).

Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Besarnya cakupan kepesertaan tersebut diikuti dengan tingginya pemanfaatan layanan kesehatan.

Sepanjang tahun 2025, Program JKN mencatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan, atau lebih dari 1,9 juta pemanfaatan layanan setiap hari.

"Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN, sekaligus menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan secara konsisten memperkuat transformasi digital melalui berbagai kanal layanan," kata Pujo.

Terdapat inovasi dalam pelayanan JKN, seperti melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, serta Care Center 165. 

Kemudahan akses tersebut turut diperkuat melalui perluasan jejaring fasilitas kesehatan dengan 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dan 6.190 fasilitas kesehatan penunjang yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan.

Pujo menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan Program JKN juga ditopang oleh pengelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan yang sehat dan akuntabel. 

Hingga akhir tahun 2025, aset bersih DJS Kesehatan tercatat sebesar Rp30,04 triliun, yang mampu memenuhi estimasi pembayaran klaim selama 1,88 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku. 

Sementara itu, hasil investasi 
Dana Jaminan Sosial Kesehatan mencapai Rp3,94 triliun, mencerminkan pengelolaan dana yang dilakukan secara hati-hati dan berorientasi pada keberlanjutan program.

"Komitmen tersebut juga tercermin dari berbagai capaian tata kelola organisasi. Pada tahun buku 2025, BPJS Kesehatan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) dari Kantor Akuntan Publik untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, atau 34 kali sejak PT Askes (Persero). Selain itu, BPJS Kesehatan mencatat skor 97,67 pada penilaian tata kelola organisasi, skor 4,01 pada maturitas Governance, Risk and Compliance (GRC), skor 685 pada Baldrige Excellence Framework (BEF), serta skor 80,48 dalam Survei Penilaian Integritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," terang Pujo.

Menurut Pujo, manfaat Program JKN tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan social nasional. 

Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Program JKN berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp129 triliun, menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja, serta memberikan dampak berganda pada sektor jasa kesehatan, industri makanan dan minuman, serta layanan sosial.

Selain itu, Program JKN berhasil menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan pada 
periode 2018–2019, serta melindungi kurang lebih 16 juta penduduk dari risiko jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan.

Pujo menjelaskan, kajian tersebut juga menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 persen kepesertaan Program JKN mampu meningkatkan pengeluaran per kapita sebesar 2,71 persen, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan angka harapan hidup mencapai tiga tahun dan produktivitas masyarakat.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa Program JKN merupakan instrumen penting dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendukung produktivitas nasional. Di sisi lain, BPJS Kesehatan menyadari bahwa keberlanjutan Program JKN perlu dijaga seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat," tambah Pujo. 

Pujo juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp191,3 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 26,42 persen di antaranya digunakan untuk pembiayaan penyakit katastropik, yang sebagian besar sebenarnya dapat dicegah melalui 
penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini. 

Karena itu, BPJS Kesehatan senantiasa mengoptimalkan upaya promotif dan preventif, meningkatkan kualitas layanan, mengoptimalkan 
kolektabilitas iuran, serta memperkuat pengendalian biaya agar Program JKN tetap berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

"Keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh bangsa. BPJS Kesehatan 
berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar Program JKN tetap berkelanjutan. Dengan Program JKN yang kuat, kita optimis dapat membangun masyarakat yang 
sehat sebagai fondasi SDM unggul menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing," kata Pujo.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menegaskan sebagai pengelola dana publik yang berasal dari peserta, pemerintah, dan pemberi kerja, BPJS Kesehatan memikul amanah besar untuk memastikan penyelenggaraan Program JKN dilaksanakan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, kehati-hatian, dan integritas. 

Menurutnya, Public Expose merupakan wujud keterbukaan informasi kepada masyarakat sekaligus bentuk pertanggungjawaban BPJS Kesehatan dalam mengelola 
Program JKN secara profesional.

“Di sisi lain, terdapat berbagai tantangan ke depan yang perlu dihadapi bersama, khususnya dalam menjaga keberlanjutan finansial Program JKN, meningkatkan kualitas layanan, memperluas kepesertaan aktif, dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat Program JKN dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” ucap Stevanus.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mengatakan bahwa penyelenggaraan Program JKN juga merupakan upaya negara dalam mengimplementasikan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Ia menilai BPJS Kesehatan telah menunjukkan berbagai kemajuan dalam penyelenggaraan Program JKN, mulai dari peningkatan kualitas layanan, perluasan akses, hingga penguatan tata kelola. 

Menurutnya, berbagai capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar Program JKN semakin berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Selain itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, 
menyatakan bahwa ketahanan pembiayaan Program JKN merupakan kunci dalam mewujudkan sistem kesehatan yang berkelanjutan, efisien, dan inklusif. 

Menurutnya, pembiayaan kesehatan tidak dapat dipandang sebagai beban semata, melainkan investasi jangka panjang untuk 
membangun modal manusia yang sehat, meningkatkan produktivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Penguatan ketahanan pembiayaan Program JKN perlu didukung melalui reformasi pembiayaan berbasis prinsip gotong royong, peningkatan efisiensi sistem pelayanan kesehatan, serta kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan langkah tersebut, Program JKN diharapkan mampu menjaga keberlanjutannya sekaligus menjadi fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Telisa. (HM)

Wako Fadly Amran Lepas Atlet KIIS Kota Padang Ikuti Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Pariaman Open 2026 Piala Wali Kota Pariaman    
Kamis, Juli 02, 2026

On Kamis, Juli 02, 2026

Wako Fadly Amran Lepas Atlet KIIS Kota Padang Ikuti Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Pariaman Open 2026 Piala Wali Kota Pariaman
Selain Wali Kota Padang Fadly Amran, tampak hadir, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Eka Putra Buhari, Kabag Prokopim Junie Nursyamza, Ketua Klub KIIS Kota Padang Yodie Steviano dan pelatih, atlet, dan orang tua atlet.  (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi melepas keberangkatan atlet Kreasi Inline Skate (KIIS) Kota Padang yang akan berlaga pada Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Pariaman Open 2026 Piala Wali Kota Pariaman, bertempat di lobi Kantor Balai Kota Padang, Aie Pacah, Kamis 2 Juli 2026.

Selain Wali Kota Padang Fadly Amran, tampak hadir, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Eka Putra Buhari, Kabag Prokopim Junie Nursyamza, Ketua Klub KIIS Kota Padang Yodie Steviano dan pelatih, atlet, dan orang tua atlet. 

"Saya sangat senang melihat Bapak dan Ibu mengarahkan anak-anak pada kegiatan-kegiatan yang positif. Kita meyakini bahwa keberhasilan anak bukan hanya diukur dari kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan non-akademik," kata Wako. 

Kejuaraan berlangsung di Arena Sepatu Roda Pantai Cermin, Kota Pariaman, pada 2 hingga 5 Juli 2026.

Fadly Amran mengapresiasi para orang tua dan pelatih yang telah membimbing anak-anak Kota Padang melalui olahraga sebagai sarana pembentukan karakter sekaligus pengembangan prestasi.

"Saya yakin pengalaman mengikuti kejuaraan ini akan menjadi core memori atau kenangan penting bagi anak-anak kita. Mereka akan ingat event ini bukan hanya pertandingan, tetapi juga proses latihan untuk membentuk kebiasaan hidup yang disiplin," ujarnya. 

Fadly Amran menyampaikan, keikutsertaan generasi muda Kota Padang dalam kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang mengukir prestasi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga sebagai bekal untuk menatap masa depan yang lebih baik.

"Event ini merupakan wujud kolaborasi yang baik antara komunitas, orang tua, dan Pemerintah Kota Padang dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berprestasi. Kami mendoakan seluruh atlet dapat meraih prestasi terbaik, sehingga mengharumkan nama Kota Padang di tingkat nasional," ungkapnya. 

Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi generasi muda melalui berbagai program unggulan, seperti Smart Surau dan Padang Juara, sehingga kemampuan akademik maupun non akademik anak-anak berkembang secara seimbang.

Ketua Klub KIIS Kota Padang, Yodie Steviano, mengatakan pihaknya mengirimkan 14 atlet untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Para atlet binaannya telah mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat regional maupun nasional.

 "Target kami pada kejuaraan ini adalah meraih medali emas. Anak-anak telah menjalani persiapan dengan baik dan kami optimistis dapat memberikan hasil terbaik. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Padang yang telah melepas keberangkatan kami sore ini," cakapnya. (Prokompin) 

Cakupan Capai 98,62% Penduduk: JKN Menjadi Investasi Utama SDM Unggul dan Ekonomi Bangsa    
Kamis, Juli 02, 2026

On Kamis, Juli 02, 2026

Cakupan Capai 98,62% Penduduk: JKN Menjadi Investasi Utama SDM Unggul dan Ekonomi Bangsa
Laporan Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 pada kegiatan Public Expose yang digelar Kamis (2/7). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini telah bertransformasi menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang sehat sekaligus penggerak ekonomi nasional. 

Hal ini terungkap dalam pemaparan Laporan Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 pada kegiatan Public Expose yang digelar Kamis (2/7).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa JKN bukan sekadar skema pembiayaan pengobatan, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.

"Ketika masyarakat terbebas dari kekhawatiran biaya kesehatan dan mendapatkan pelayanan yang layak, mereka dapat berkarya lebih maksimal. Inilah kunci menciptakan SDM yang produktif dan berdaya saing," ujarnya.

Capaian Luar Biasa di Tahun 2025

Hingga akhir tahun lalu, kepesertaan JKN telah menembus 282,7 juta jiwa atau setara 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. 

Tingginya kepercayaan masyarakat terlihat dari tercatatnya lebih dari 725,3 juta kali pemanfaatan layanan kesehatan sepanjang 2025 — rata-rata lebih dari 1,9 juta akses pelayanan setiap harinya.

Kemudahan akses juga terus diperluas melalui inovasi digital seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA WhatsApp 08118165165, serta Care Center 165. 

Dukungan infrastruktur pun semakin kokoh dengan jaringan yang terdiri dari 23.770 FKTP, 3.194 FKRTL, dan 6.190 fasilitas penunjang di seluruh pelosok negeri.

Kelola Keuangan Kuat dan Akuntabel

Keberlanjutan program didukung pengelolaan dana yang sehat dan transparan. Aset bersih Dana Jaminan Sosial Kesehatan per akhir 2025 mencapai Rp30,04 triliun, cukup untuk menutup estimasi klaim selama 1,88 bulan sesuai aturan. Hasil investasi tercatat sebesar Rp3,94 triliun.

Prestasi tata kelola pun dibuktikan dengan perolehan opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk ke-12 kalinya berturut-turut, serta nilai tinggi dalam berbagai penilaian integritas dan tata kelola organisasi.

Dampak Nyata bagi Ekonomi dan Kesejahteraan

Kajian LPEM FEB UI menunjukkan dampak luar biasa JKN: berkontribusi menambah PDB hingga Rp129 triliun, menciptakan 3,5 juta lapangan kerja, serta menyelamatkan 8,1 juta jiwa dari kemiskinan dan melindungi 16 juta orang dari risiko jatuh miskin akibat biaya kesehatan. 

Setiap kenaikan 1% kepesertaan terbukti meningkatkan pengeluaran per kapita sebesar 2,71% dan menambah angka harapan hidup hingga 3 tahun.

Tantangan dan Komitmen ke Depan

Di tengah keberhasilan, tantangan tetap ada. Biaya pelayanan tahun 2025 mencapai Rp191,3 triliun, di mana seperempat lebih digunakan untuk penyakit katastropik yang sebagian besar dapat dicegah.

Oleh karena itu, BPJS Kesehatan akan memperkuat upaya pencegahan, efisiensi layanan, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Stevanus Adrianto Passat serta pengamat dari BPJS Watch dan Universitas Indonesia sepakat: keberlanjutan JKN adalah tanggung jawab bersama. Pembiayaan kesehatan bukan beban, melainkan modal utama mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"JKN yang kuat adalah jaminan masa depan bangsa. Mari kita jaga bersama demi kesehatan dan kemajuan seluruh rakyat Indonesia," tutupnya.(80)

Lahir dari Balik Jeruji, Batik Tangsi Sawahlunto Makin Berkibar, Orderan Terus Mengalir    
Kamis, Juli 02, 2026

On Kamis, Juli 02, 2026

Lahir dari Balik Jeruji, Batik Tangsi Sawahlunto Makin Berkibar, Orderan Terus Mengalir
Dibuat oleh tangan-tangan kreatif warga binaan, batik ini bukan hanya menghadirkan corak yang khas, tetapi juga membawa kisah sejarah Sawahlunto ke atas selembar kain. (Fotdok: Instagram lkpn.sawahlunto). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Tak banyak orang menyangka, di balik dinding tinggi dan pintu besi Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Sawahlunto, lahir sebuah karya yang kini mulai dikenal luas. Namanya Batik Tangsi. 

Dibuat oleh tangan-tangan kreatif warga binaan, batik ini bukan hanya menghadirkan corak yang khas, tetapi juga membawa kisah sejarah Sawahlunto ke atas selembar kain.

Kini, gaung Batik Tangsi semakin berkibar. Pesanan terus berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia melalui berbagai jalur pemasaran, termasuk platform Shopee.

Permintaan yang meningkat membuat proses produksi nyaris tidak pernah berhenti. Bahkan, sejumlah pemesan harus rela masuk dalam daftar tunggu.

Untuk pasar lokal, peminatnya datang dari berbagai kalangan, mulai dari kolektor batik, masyarakat umum, instansi pemerintah, hingga sektor perhotelan seperti SAKA Hotel.

Kasubsi Admisi dan Orientasi Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Doni Octa Sanjaya, S.H., mengaku dirinya sendiri masih menunggu antrean atas batik yang telah dipesannya.

"Saya sendiri memesan Batik Tangsi warna hitam, tetapi masih menunggu giliran karena produksinya mengikuti antrean pesanan," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).

Pemandangan itu menjadi sesuatu yang menarik. Sebuah produk yang lahir dari balik jeruji kini justru dicari banyak orang.

Berawal dari Sebuah Gagasan

Batik Tangsi merupakan buah pemikiran Kepala Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Ressy Setiawan, yang mulai bertugas di Sawahlunto pada 12 Juni 2025.

Saat mengenal lebih dekat sejarah kota tambang yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia, ia melihat potensi yang belum banyak disentuh.

Menurutnya, sejarah Sawahlunto tidak hanya layak dikenang melalui bangunan tua, museum, atau rel kereta api, tetapi juga dapat diabadikan melalui karya seni yang memiliki nilai ekonomi.

Dari gagasan itulah lahir Batik Tangsi, sebuah karya yang memadukan pembinaan kemandirian warga binaan dengan upaya memperkenalkan sejarah Sawahlunto kepada masyarakat luas.

Program tersebut kemudian berkembang menjadi unit pembinaan kemandirian "Jemari Jeruji" Batik Tangsi, yang diresmikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat pada 6 Januari 2026.

Ketika Sejarah Menjadi Motif

Batik Tangsi tidak sekadar menghadirkan corak yang indah. Setiap motif memiliki cerita.

Motif Mak Itam terinspirasi dari lokomotif uap legendaris Sawahlunto yang dahulu mengangkut batubara dari Ombilin. 

Lokomotif itu menjadi simbol kekuatan, kerja keras, dan perjalanan panjang kota tambang yang kini diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Motif Orang Rantai mengangkat sejarah pekerja paksa pada masa kolonial Belanda. Di tangan para warga binaan, kisah kelam tersebut dimaknai kembali sebagai simbol refleksi, perjuangan, dan harapan untuk memperbaiki kehidupan.

Sementara Motif Lingkaber mengambil inspirasi dari elemen-elemen khas kehidupan pemasyarakatan yang diolah menjadi motif dengan nilai filosofis tentang pembinaan dan perubahan diri.

Melalui tiga motif utama itu, Batik Tangsi tidak hanya menjual keindahan visual, tetapi juga membawa narasi sejarah Sawahlunto kepada siapa pun yang mengenakannya.

Dari Lapas ke Panggung Nasional dan Internasional

Perjalanan Batik Tangsi tidak berhenti di ruang produksi lapas.

Karya tersebut telah tampil dalam sejumlah ajang bergengsi, di antaranya Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPA Fest) dan The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 di Bali.

Keikutsertaan itu menjadi bukti bahwa hasil karya warga binaan mampu berdiri sejajar dengan berbagai produk kreatif lainnya.

Tak hanya itu, Batik Tangsi juga menjadi media pembelajaran. Mahasiswa dari Universitas Bung Hatta, Universitas Nahdlatul Ulama, pelajar MAN Sijunjung, serta sejumlah institusi pendidikan lainnya datang untuk melihat langsung proses pembuatannya.

Mereka tidak sekadar belajar teknik membatik, tetapi juga melihat bagaimana pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat melahirkan kreativitas, keterampilan, dan harapan baru.

Lebih dari Sekadar Kain

Di tengah meningkatnya permintaan pasar, Batik Tangsi telah berkembang menjadi lebih dari sekadar produk kerajinan.

Setiap lembar kain membawa identitas Sawahlunto sebagai kota tambang bersejarah. Setiap goresan malam yang dituangkan para warga binaan menjadi media untuk merawat ingatan tentang Mak Itam, Orang Rantai, dan perjalanan panjang kota yang pernah menjadi pusat industri batubara Hindia Belanda.

Di balik jeruji besi, tangan-tangan yang tengah menjalani proses pembinaan justru sedang menuliskan kisah lain—kisah tentang kreativitas, kesempatan untuk berubah, dan kebanggaan terhadap sejarah daerah.

Ketika selembar Batik Tangsi dikenakan seseorang di luar Sawahlunto, yang ikut terbawa bukan hanya motifnya, melainkan juga sepotong cerita tentang sebuah kota warisan dunia yang terus hidup melalui karya anak bangsanya.

Kini, orderan terus mengalir. Namun, bagi Batik Tangsi, keberhasilan sesungguhnya bukan sekadar banyaknya pesanan yang datang, melainkan ketika setiap lembar kain mampu menjadi duta kecil yang memperkenalkan sejarah Sawahlunto kepada Indonesia, bahkan dunia. (*) 

Pewarta: Marjafri

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Batu Bara Beri Penghargaan dan Tali Asih kepada Insan Pers    
Kamis, Juli 02, 2026

On Kamis, Juli 02, 2026

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Batu Bara Beri Penghargaan dan Tali Asih kepada Insan Pers
Penghargaan tersebut diserahkan Kapolres Batu Bara AKBP Dolly Nelson HH Nainggolan dalam rangkaian Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Lapangan Polresbatubara Bhayangkara Polres Batubara, Rabu (1/7/2026) siang. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Polres Batu Bara memberikan penghargaan kepada insan pers sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi media dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Penghargaan tersebut diserahkan Kapolres Batu Bara AKBP Dolly Nelson HH Nainggolan dalam rangkaian Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Lapangan Polresbatubara Bhayangkara Polres Batubara, Rabu (1/7/2026) siang.

Kegiatan dihadiri jajaran Polres Batubara, organisasi wartawan, serta insan pers yang selama ini menjadi mitra kepolisian dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Kapolres Batu Bara AKBP Dolly Nelson HH Nainggolan mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk terima kasih dan penghormatan kepada wartawan yang selama ini berperan sebagai mitra strategis Polri.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat melalui pemberitaan yang profesional, objektif, dan berimbang.

"Penghargaan dan tali asih ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada seluruh insan pers yang selama ini telah mendukung tugas-tugas Polri melalui pemberitaan yang profesional, objektif, dan berimbang. Sinergi yang telah terjalin dengan baik ini diharapkan terus dipertahankan demi memberikan pelayanan informasi terbaik kepada masyarakat," ujar Kapolres.

Menambahkan, hubungan harmonis antara Polri dan media menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Melalui pemberitaan yang akurat dan terpercaya, lanjutnya, masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar mengenai berbagai program, pelayanan, maupun kegiatan kepolisian.

Sementara itu, Salah Satu Awak media Herman Budi Prasetya Manurung menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Polres Batu Bara kepada insan pers pada momentum Hari Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi wartawan untuk terus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.

Ia menilai peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum mengenang pengabdian panjang Polri dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Herman Manurung juga menegaskan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh terkait berbagai kebijakan dan program kepolisian.

Menurutnya, selama ini Polres Batubara selalu terbuka terhadap kebutuhan informasi media. Keterbukaan tersebut memudahkan wartawan memperoleh data dan konfirmasi sehingga setiap pemberitaan dapat disajikan secara faktual dan sesuai kaidah jurnalistik.

Penghargaan ini bukan hanya untuk pribadi, tetapi menjadi milik seluruh insan pers di Kabupaten Batubara. Kami berkomitmen menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalisme serta terus membangun sinergi yang positif bersama Polres Batubara demi kepentingan masyarakat," katanya.

Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin antara kepolisian dan insan pers terus diperkuat sehingga kolaborasi yang solid mampu menciptakan iklim informasi yang sehat sekaligus mendukung terpeliharanya keamanan dan ketertiban di Kabupaten Batubara.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi simbol kuatnya kemitraan antara Polres Batubara dan insan pers. Semangat Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan semakin mempererat kerja sama kedua belah pihak dalam menghadirkan informasi yang berkualitas, meningkatkan kepercayaan publik, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Batubara Tengah yang aman, tertib, dan sejahtera. (Hm)

Wardah Raih Cannes Lion Pertama Lewat Hear in Hijab, Alat Bantu Dengar Inklusif untuk Perempuan Berhijab    
Kamis, Juli 02, 2026

On Kamis, Juli 02, 2026

Wardah Raih Cannes Lion Pertama Lewat Hear in Hijab, Alat Bantu Dengar Inklusif untuk Perempuan Berhijab
Wardah meraih Cannes Lion pertamanya melalui inovasi Hear in Hijab pada Cannes Lions International Festival of Creativity 2026, festival kreativitas paling bergengsi di dunia yang berlangsung di French Riviera, Prancis, pada 22–26 Juni 2026. (Foto: Eko). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wardah meraih Cannes Lion pertamanya melalui inovasi Hear in Hijab pada Cannes Lions International Festival of Creativity 2026, festival kreativitas paling bergengsi di dunia yang berlangsung di French Riviera, Prancis, pada 22–26 Juni 2026. 

Bronze Lion pada kategori Brand Experience & Activation (Cultural Engagement) diraih melalui kolaborasi Wardah bersama Dentsu Creative Jakarta dan Digital Nativ, menghadirkan inovasi yang lahir dari kebutuhan perempuan Muslim berhijab Indonesia ke panggung kreativitas global.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan inovasi Wardah sekaligus menunjukkan bahwa solusi yang berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat dan konteks budaya Indonesia mampu memperoleh apresiasi di tingkat internasional. 

Selama lebih dari tujuh dekade, Cannes Lions menjadi tolok ukur tertinggi bagi karya-karya terbaik di bidang periklanan, pemasaran, dan komunikasi yang setiap tahunnya mempertemukan para kreator, pemasar, dan pemimpin industri dari berbagai negara untuk merayakan kreativitas yang memberikan dampak nyata.

Hear in Hijab merupakan alat bantu dengar yang dirancang khusus bagi perempuan Muslim berhijab, khususnya lansia yang mengalami gangguan pendengaran. 

Berangkat dari pemahaman terhadap tantangan yang dihadapi pengguna alat bantu dengar konvensional saat mengenakan hijab, inovasi ini menghadirkan mikrofon berbentuk bros yang dikenakan di bagian luar hijab untuk menangkap suara secara lebih optimal. 

Suara kemudian diteruskan secara nirkabel ke perangkat penerima di telinga sehingga pengguna dapat mendengar dengan lebih nyaman tanpa mengganggu penggunaan hijab.

Hear in Hijab dikembangkan melalui kolaborasi antara Wardah, Dentsu Creative Jakarta, Digital Nativ, serta para perempuan berhijab lansia yang terlibat langsung dalam proses riset dan uji pengalaman pengguna. 

Pendekatan berbasis empati tersebut menghasilkan solusi yang tidak hanya inovatif dari sisi teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dan pengalaman hidup para penggunanya.

Sebelum memperoleh pengakuan di Cannes Lions 2026, Hear in Hijab terlebih dahulu meraih Grand Prix of Medium, penghargaan tertinggi pada Citra Pariwara 2025. 

Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana sebuah inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat Indonesia mampu memperoleh apresiasi mulai dari panggung industri kreatif nasional hingga festival kreativitas paling bergengsi di dunia.

Khikin Indahsari, Group Head of New Brand Innovation ParagonCorp, mengaitkan inovasi ini dengan posisi Wardah dalam mendampingi perempuan di setiap tahap kehidupannya.

"Wardah selalu percaya bahwa kecantikan adalah milik setiap perempuan, di setiap tahap kehidupannya. Kecantikan tidak dapat dipisahkan dari cara mereka menjalani kehidupan. Hijab merupakan ekspresi iman dan identitas yang erat kaitannya dengan rasa percaya diri, kemampuan untuk mendengar dengan jelas orang-orang yang mereka cintai, serta rasa hadir dan berdaya," ujar Khikin.

Ia menambahkan bahwa misi Wardah tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada dampak yang lebih luas bagi kehidupan perempuan Indonesia.

"Hear in Hijab merupakan wujud paling langsung dari misi tersebut." tambahnya.

Defri Dwipaputra, Chief Creative & Experience Officer Dentsu Creative Indonesia, mengatakan bahwa karya ini lahir dari pemahaman terhadap kompleksitas pasar Indonesia yang sering kali tidak dapat disederhanakan.

“Indonesia adalah pasar dengan cara hidup yang sangat berlapis, dengan nilai spiritual yang kuat dan kebutuhan yang tidak bisa disederhanakan. Perempuan di Indonesia, khususnya, layak mendapatkan brand yang berani menghadapi kompleksitas tersebut secara jujur,” ujar Defri.

Ia menambahkan bahwa inovasi dan teknologi merupakan alat perubahan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang dijangkau.

"Inovasi dan teknologi bagi kami adalah alat perubahan yang dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang dijangkau."

Sebagai Purposeful Beauty Tech Company, ParagonCorp terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kreativitas untuk menciptakan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Melalui Wardah, perusahaan mendorong lahirnya inovasi yang berangkat dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen sehingga kecantikan tidak hanya dimaknai sebagai penampilan, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan.

Penghargaan ini menjadi langkah penting dalam perjalanan Wardah untuk terus menghadirkan inovasi yang inklusif, relevan, dan berdampak. 

Ke depan, Wardah bersama ParagonCorp akan terus berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk mengembangkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi inovasi Indonesia di tingkat global.(*) 

Wako Zulmaeta Hadiri Dialog Kota Tangguh Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026    
Kamis, Juli 02, 2026

On Kamis, Juli 02, 2026

Wako Zulmaeta Hadiri Dialog Kota Tangguh Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menghadiri Dialog Kota Tangguh yang menjadi salah satu agenda strategis dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Medan, Rabu (1/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menghadiri Dialog Kota Tangguh yang menjadi salah satu agenda strategis dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Medan, Rabu (1/7/2026).

Forum tersebut mempertemukan para kepala daerah dari berbagai kota di Indonesia untuk bertukar pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam membangun kota yang tangguh menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, kebencanaan, ketahanan pangan, hingga transformasi pelayanan publik.

Keikutsertaan Wali Kota Zulmaeta dalam Dialog Kota Tangguh menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Payakumbuh memperluas kolaborasi antardaerah sekaligus menyerap berbagai praktik baik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di sela kegiatan, Zulmaeta mengatakan Rakernas APEKSI bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi antarkepala daerah, tetapi juga forum strategis untuk saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.

"Melalui Dialog Kota Tangguh ini, kami memperoleh banyak perspektif dan pengalaman dari berbagai daerah dalam membangun kota yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan. Berbagai gagasan dan inovasi yang berkembang menjadi referensi berharga untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik di Kota Payakumbuh," ujarnya.

Menurut Zulmaeta, setiap daerah memiliki tantangan yang relatif sama sehingga kolaborasi menjadi kunci untuk menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.

"Semangat yang dibangun dalam Rakernas APEKSI adalah semangat kebersamaan. Tidak ada kota yang berjalan sendiri. Dengan saling berbagi pengalaman, kita dapat menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026 mengangkat berbagai isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah kota di Indonesia, di antaranya ketahanan pangan, pembangunan berkelanjutan, digitalisasi pemerintahan, penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan ketahanan kota menghadapi berbagai tantangan global.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh juga memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah kota lain untuk mendukung percepatan pembangunan daerah, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan inovasi, tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik.

Bagi masyarakat, keikutsertaan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam Rakernas APEKSI diharapkan membawa manfaat berupa lahirnya kebijakan yang lebih adaptif, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ketahanan kota terhadap bencana dan perubahan iklim, serta percepatan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus memperkuat sinergi antardaerah, memperkaya inovasi pembangunan, dan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin responsif, efektif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan. (HM)