HEADLINE
Kemnaker dan LAN Perkuat MagangHub untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Peserta    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

Kemnaker dan LAN Perkuat MagangHub untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Peserta
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan MagangHub merupakan salah satu instrumen strategis untuk menjembatani kesenjangan. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Corporate University Lembaga Administrasi Negara (LAN) memperkuat Program Pemagangan Nasional (MagangHub) guna meningkatkan kesiapan kerja peserta melalui pengembangan kompetensi dan soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja.

Penguatan MagangHub tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival MagangHub yang menjadi wadah kol aborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja peserta magang.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan MagangHub merupakan salah satu instrumen strategis untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

"Program ini dirancang untuk mempersiapkan lulusan perguruan tinggi agar lebih siap memasuki pasar kerja dengan bekal kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Afriansyah saat membuka Festival MagangHub hasil kolaborasi Kemnaker dan Corporate University LAN di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Afriansyah, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan transformasi digital telah mengubah lanskap ketenagakerjaan secara cepat. Karena itu, sistem pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga perlu memberikan pengalaman langsung melalui praktik di lingkungan kerja .

Sebagai upaya memperluas akses pemagangan, Kemnaker mengembangkan MagangHub yang mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan perusahaan maupun instansi pemerintah penyelenggara program. Kolaborasi dengan Corporate University LAN dilakukan untuk memperkuat pengembangan kompetensi dan soft skills peserta sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

"Melalui MagangHub, peserta tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi sesuai bidang keahlian, tetapi juga mengasah berbagai keterampilan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, literasi digital, kecerdasan emosional, dan etos kerja," kata Afriansyah.

Afriansyah menambahkan, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas Program Pemagangan Nasional melalui berbagai penguatan, antara lain perluasan akses bagi lulusan pendidikan profesi, pemberian manfaat sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha d an dunia industri.

"Mari kita jadikan pemagangan sebagai gerakan bersama untuk mencetak tenaga kerja Indonesia yang kompeten, produktif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Afriansyah.

Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara Muhammad Taufiq mengatakan program magang tidak sekadar menjadi sarana praktik kerja, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membentuk kompetensi, karakter, serta kesiapan generasi muda menghadapi perubahan.

Menurutnya, kolaborasi antara MagangHub dan Corporate University LAN merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya belajar sepanjang hayat sekaligus memperkaya pengalaman peserta magang melalui berbagai program pengembangan soft skills.

"Peserta magang menjadi bagian dari organisasi. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar memahami nilai, budaya kerja, serta mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan di berbagai bidang," ujar Taufiq. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

BPJS Ketenagakerjaan dan Kemendagri Kawal Percepatan UCJ 2026 di Sumut    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

BPJS Ketenagakerjaan dan Kemendagri Kawal Percepatan UCJ 2026 di Sumut
Asistensi dan Monitoring serta Evaluasi Pelaksanaan Program Percepatan Capaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Tahun 2026. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– BPJS Ketenagakerjaan bersama dengan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri menyelenggarakan Asistensi dan Monitoring serta Evaluasi Pelaksanaan Program Percepatan Capaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Tahun 2026 untuk Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara di Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa Hotel, Medan, berapa waktu lalu. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program jaminan sosial ketenagakerjaan di Provinsi Sumatera Utara terhadap target yang sudah direncanakan di Tahun 2026.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid yang dihadiri oleh Asisten Deputi Kepesertaan PMI dan Jasa Konstruksi  BPJS Ketenagakerjaan, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV, Wakil Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Kasubdit Ketenagakerjaan dan Transmigrasi beserta tim serta perwakilan dari Sekretariat Daerah, Bappeda, BPKAD dan Dinas Tenaga Kerja provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Utara.  

Dalam rilis yang diterima redaksi, Jum'at (12/6/2026), Wakil Kepala Kanwil Sumbagut menyampaikan bahwa pada  2025 telah disalurkan atau dibayarkan manfaat senilai 3,4 triliun untuk 343.963 peserta (ahli waris) kepada pekerja di Provinsi Sumatera. 

Kemudian hingga 31 Mei 2026, telah disalurkan atau dibayarkan manfaat senilai 1,5 triliun pada 168.606 peserta (ahli waris).

Pekerja yang sudah terlindungi, baik formal maupun informal sejumlah 2.315.214 pekerja atau baru mencapai 32.34%, masih terdapat 4.843.809 pekerja atau 67.66% yang belum terlindungi, yang mana sektor informal (bukan penerima upah) masih terdapat 3.510.108 pekerja atau 83,61% belum terlindungi. 

Hal ini menunjukan Perlindungan Pekerja sektor informal di Sumut, khususnya Pekerja Rentan belum optimal, dan berpotensi penambahan masyarakat miskin ekstrem di Provinsi Sumatera Utara.

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Paudah menegaskan bahwa program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan amanat konstitusi. 

“Nilai manfaat yang diterima dari Program Jamsostek diharapkan dapat mencegah masyarakat pekerja dan keluarganya jatuh menjadi keluarga miskin baru atau bahkan termasuk ke dalam kategori miskin ekstrem ketika mereka mengalami guncangan ekonomi akibat kecelakaan kerja ataupun krisis ekonomi,” jelas Paudah.

Paudah menambahkan manfaat perlindungan dari Program Jamsostek tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sehingga dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan motivasi maupun produktivitas kerja, mengingat risiko sosial ekonomi itu bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan terhadap siapa saja.

Data BPJS Ketenagakerjaan per 28 Mei 2026 mengungkap capaian UCJ Provinsi Sumatera Utara baru 32,15% dari target pada 2026 sebesar 49,25%. 

Kota Sibolga menjadi daerah dengan capaian UCJ tertinggi di Provinsi Sumatera Utara sebesar 67,48%. 

Kemudian Kabupaten Mandailing Natal dengan capaian UCJ terendah yaitu sebesar 15,36% dan Kabupaten Nias Barat menjadi satu-satunya daerah yang mencapai target UCJ di Provinsi Sumatera Utara.

Pada kegiatan tersebut, Paudah secara simbolis menyerahkan kepada ahli waris tenaga kerja berupa Jaminan Kematian sebesar 238 juta rupiah dan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pembayaran klaim seluruh program BPJS Ketenagakerjaan di Provinsi Sumatera Utara periode tahun 2025 hingga Mei 2026 kepada Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara dengan nilai total sebesar 1,5 triliun.

Melalui kegiatan ini, Paudah berharap dapat mendorong percepatan capaian UCJ di Tahun 2026 guna mendukung suksesnya Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan serta pengalokasian anggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sehingga seluruh tenaga kerja khususnya pekerja rentan dapat terlindungi. (*)

Yusri Latif Kembali Pimpin PKB Padang, Bidik Semua Dapil    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

Yusri Latif Kembali Pimpin PKB Padang, Bidik Semua Dapil
Kepercayaan tersebut diberikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB kepada Yusri Latif untuk memimpin partai selama lima tahun ke depan. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Target meraih kursi di seluruh daerah pemilihan DPRD Kota Padang dan menyiapkan kader untuk kontestasi pemilihan kepala daerah menjadi agenda yang dibawa Yusri Latif setelah kembali dipercaya memimpin Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Padang periode 2026–2031.

Kepercayaan tersebut diberikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB kepada Yusri Latif untuk memimpin partai selama lima tahun ke depan. Dalam kepengurusan baru itu, ia didampingi Sekretaris Nofri Efendi dan Bendahara Zulkifli bersama sekitar 50 pengurus lainnya.

Yusri Latif menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan DPP, DPW, dan seluruh kader PKB Kota Padang. Menurutnya, amanah tersebut akan dijawab melalui penguatan organisasi dan kerja politik yang lebih terstruktur hingga tingkat akar rumput.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk kembali memimpin PKB Kota Padang. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk membesarkan partai dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” kata Yusri Latif, Kamis (11/6/2026).

Pada periode keduanya memimpin PKB Kota Padang, Latif menargetkan partainya mampu meraih sedikitnya satu kursi di setiap daerah pemilihan DPRD Kota Padang pada Pemilu mendatang.

Selain itu, PKB juga membidik satu kursi DPRD Sumatera Barat dari Daerah Pemilihan Sumbar 1 yang meliputi Kota Padang.

“Kami optimistis bisa meraih minimal satu kursi di setiap dapil DPRD Kota Padang dan memperjuangkan satu kursi DPRD Sumbar dari Dapil Sumbar 1,” ujarnya.

Latif menegaskan PKB tidak ingin sekadar menjadi peserta pemilu. Partai tersebut mulai menyiapkan kader internal untuk tampil dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota Padang pada masa mendatang.

Menurut dia, kesiapan kader untuk maju dalam Pilkada merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian politik partai sekaligus memperluas peran PKB dalam pemerintahan daerah.

Untuk mendukung target tersebut, Latif berkomitmen memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah. Dalam waktu dekat, kepengurusan 11 Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) dan 104 Dewan Pengurus Ranting (DPRT) di seluruh Kota Padang akan dirampungkan.

Langkah itu dinilai penting untuk memperbesar basis dukungan partai sekaligus memperkuat konsolidasi kader menjelang agenda politik lima tahunan.

“Kami akan fokus menyelesaikan struktur partai sampai tingkat ranting agar mesin organisasi bekerja lebih efektif dan dekat dengan masyarakat,” kata Latif. (Pajok).

Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Harus Berlandaskan Nilai, Mencicil Harapan, dan Merawat Dukungan Masyarakat    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Harus Berlandaskan Nilai, Mencicil Harapan, dan Merawat Dukungan Masyarakat
Bima Arya dalam Seminar dan Bedah Buku “Babad Alas” yang diselenggarakan di Universitas Paramadina Kampus Cipayung, Kamis (11/6).  (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Ph.D. menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknokratis atau kecakapan politik, tetapi terutama oleh kuatnya ideologi, nilai, dan keberpihakan yang menjadi dasar setiap pengambilan keputusan.

Pesan tersebut disampaikan Bima Arya dalam Seminar dan Bedah Buku “Babad Alas” yang diselenggarakan di Universitas Paramadina Kampus Cipayung, Kamis (11/6). 

Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Paramadina beserta jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan berbagai kalangan yang antusias mengikuti refleksi kepemimpinan yang disampaikan mantan Wali Kota Bogor dua periode tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bima membagikan perjalanan hidupnya sejak menjadi dosen di Universitas Paramadina, berkarier sebagai konsultan dan pengamat politik, hingga akhirnya memutuskan meninggalkan zona nyaman untuk maju sebagai Wali Kota Bogor.

Menurutnya, keputusan tersebut lahir dari kegelisahan pribadi mengenai makna kebermanfaatan hidup di tengah kenyamanan profesi yang telah dijalaninya.

"Karena saya ingat nasihat bapak saya, 'Khoirunnas anfa'uhum linnas', menjadi manusia itu harus berarti. Dan saya merasa ini arti saya kalau ngomong doang di kampus ngapain? Bicara aja di seminar ngapain? Apa yang harus saya lakukan untuk kota saya tercinta?" ungkap Bima.

Ia mengakui bahwa meninggalkan profesi sebagai dosen dan konsultan politik merupakan keputusan penuh risiko. 

Namun, menurutnya, kepemimpinan selalu menuntut keberanian keluar dari zona nyaman.

"Life begins at the end of comfort zone. Karena udah nyaman banget jadi pengamat politik. Tapi ya itu sudah nyaman, lalu ngapain?" katanya.

Bima menjelaskan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah dirinya memenangkan Pilkada Kota Bogor. 

Memimpin birokrasi dan menghadapi beragam kepentingan yang saling bertabrakan jauh lebih sulit dibandingkan memenangkan kontestasi politik.

Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa seorang pemimpin tidak dapat menghadapi semua persoalan dengan pendekatan konfrontatif.

Ia mengibaratkan proses tersebut dengan filosofi "babad alas" dalam kisah pewayangan, di mana seorang pemimpin harus mampu memilih strategi terbaik tanpa menciptakan terlalu banyak permusuhan.

Menurut Bima, fondasi utama dalam menghadapi berbagai dilema tersebut adalah ideologi dan nilai yang diyakini sejak awal.

"Mengatasi dilema pilihan yang sulit itu hanya akan bisa ditolong, dikuatkan oleh ideologi, nilai, atau keberpihakan," tegasnya.

Ia mencontohkan berbagai keputusan yang diambil selama memimpin Kota Bogor, mulai dari pemberantasan praktik perizinan yang mengatasnamakan wali kota, keberpihakan terhadap penggunaan produk lokal oleh aparatur sipil negara, hingga penyelesaian persoalan sosial dan keberagaman melalui dialog yang panjang.

Bima juga mengungkapkan bahwa nilai-nilai kepemimpinannya dibentuk oleh keluarga, pengalaman akademik, serta tradisi intelektual Universitas Paramadina yang diwariskan oleh almarhum Nurcholish Madjid.

"Yang membantu menuntun saya menyelesaikan Kota Bogor adalah ideologi. Ideologi atau nilai itu datang dari satu proses yang panjang," ujarnya.

Menurut Bima, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai proyek fisik, tetapi juga bagaimana pemerintah mampu memelihara harapan warga terhadap masa depan daerahnya.

"Leaders are dealers of hope," kata Bima.

Ia menjelaskan bahwa berbagai program penataan ruang publik, pembangunan pedestrian, revitalisasi kawasan kota, hingga kembali diraihnya Piala Adipura menjadi bagian dari strategi "mencicil harapan" masyarakat Kota Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga menyoroti pentingnya kedekatan pemimpin dengan masyarakat. 

"Datanglah di kala suka dan duka kepada warga, maka kalian akan dikenang seumur-umur," tuturnya.

Lebih lanjut, Bima menyampaikan bahwa pemimpin juga harus mampu merawat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, baik kelompok akar rumput, komunitas, akademisi, maupun kalangan elite pemerintahan. (*) 

Laporan: Arief Tito

Satresnarkoba Polres Solok Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Tiga Orang Termasuk Karyawan BUMN dan Mahasiswa    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

Satresnarkoba Polres Solok Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Tiga Orang Termasuk Karyawan BUMN dan Mahasiswa
Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok berhasil mengungkap kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika Golongan I jenis sabu. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok berhasil mengungkap kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika Golongan I jenis sabu dalam operasi penggerebekan yang dilakukan di sebuah rumah di Jorong Batu Palano, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. 

Tiga orang pria dewasa berhasil diamankan beserta barang bukti yang cukup untuk menetapkan mereka sebagai tersangka.

Penangkapan ini tercatat dalam Laporan Polisi nomor LP/A/23/VI/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRESSOLOK/POLDA SUMBAR tertanggal 11 Juni 2026. Ketiga tersangka tersebut adalah Julihendri panggilan Hendri (34 tahun) yang berprofesi sebagai karyawan BUMN, Cloudo Cannigia panggilan Gia (32 tahun) dan Febri Antoni panggilan Toni (38 tahun), keduanya berstatus pelajar/mahasiswa.

Berdasarkan keterangan Kasat Resnarkoba Polres Solok AKP Repaldi, S.H., M.M., CHRS, penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat dan pengembangan penyelidikan. Usai mengamankan ketiga orang tersebut, petugas melakukan penggeledahan secara prosedural dan disaksikan saksi masyarakat.

Dari hasil penggeledahan ditemukan 1 paket diduga sabu di atas lantai dekat Hendri, serta 2 paket serupa tersimpan di dalam lemari pakaian kamar.

Selain itu, disita pula 1 buah timbangan digital dari saku celana Hendri yang diduga digunakan untuk menimbang barang terlarang. Sebagai alat bukti pendukung, petugas juga menyita tiga unit ponsel milik masing-masing tersangka.

“Di hadapan saksi dan petugas, ketiga tersangka mengakui barang bukti tersebut berada dalam penguasaan mereka dan mengaku tidak memiliki izin resmi dari pihak berwenang untuk memiliki, menyimpan, maupun menggunakan narkotika tersebut,” jelas AKP Repaldi.

Seluruh barang bukti disita secara sah untuk keperluan penyidikan, sedangkan ketiga tersangka dibawa ke kantor Polres Solok guna menjalani pemeriksaan lebih mendalam untuk mengungkap asal muasal barang dan jaringan yang lebih luas.

Polisi menegaskan bahwa perbuatan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang mengancam hukuman penjara berat. 

Pihaknya juga mengingatkan bahwa narkotika tidak mengenal status sosial, profesi, maupun pendidikan, dan dapat merusak masa depan serta merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami terus bergerak tanpa kenal kompromi memberantas peredaran narkotika di seluruh wilayah. Kami juga mengajak masyarakat terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian jika menemukan hal-hal yang mencurigakan,” pungkas Kasat Resnarkoba.(80)

97 Siswa SD Dapat Bantuan PIP dan Paket Sembako dari Andre Rosiade    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

97 Siswa SD Dapat Bantuan PIP dan Paket Sembako dari Andre Rosiade
Wali Kota Pariaman Yota Balad pada Penyerahan bantuan bertempat di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (11/6/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 97 orang siswa dari empat Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kecamatan Pariaman Utara dan Kecamatan Pariaman Selatan, mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Paket Sembako dari Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade.

PIP ini merupakan bantuan pendidikan yang diberikan oleh Andre Rosiade untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat terus belajar dan memenuhi kebutuhan sekolah mereka.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ibu Ida  mewakili Andre Rosiade. Penyerahan bantuan bertempat di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (11/6/2026).

Wali Kota Pariaman Yota Balad yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Andre Rosiade yang begitu peduli dan perhatian kepada masyarakat Kota Pariaman.

“Walaupun Kota Pariaman bukan daerah pilihan beliau akan tetapi perhatian beliau terhadap pembangunan Kota Pariaman luar biasa. Karena beliau juga ingin masyarakat Kota Pariaman bisa merasakan efek dari pembangunan tersebut baik pembangunan dari sumber daya alam maupun pembangunan dari sumber daya manusianya,” ungkap Yota Balad.

“Seperti hari ini,  Andre Rosiade memberikan bantuan berupa beasiswa PIP kepada anak-anak kita pelajar SD yang masuk dalam desil 1 s/d 5, masing-masing sebesar Rp. 450 ribu/orang dan juga ada paket tambahan berupa sembako seperti beras, gula, minyak dan yang lainnya,” terang Yota Balad.

Yota Balad berharap dana bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari pembelian seragam sekolah, alat tulis, serta penunjang pendidikan lainnya.

Yota Balad juga berkeinginan ke depannya akan berusaha mendapatkan beasiswa tambahan dari Andre Rosiade, bukan hanya untuk siswa SD akan tetapi juga bantuan bisa diberikan kepada siswa SMP, SMA dan SMK.

Ida mewakili Andre Rosiade menjelaskan bahwa PIP ini selalu menjadi usulan mereka untuk diberikan kepada kepada anak-anak kurang mampu yang ruang lingkupnya pelajar SD, SMP, SMA dan SMK.

“Pak Andre sangat komitmen  dalam membantu masyarakat, baik itu secara pribadi maupun dalam hal menjalankan program-program sosial dari Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.

“Semoga dana yang sudah ditransfer langsung ke rekening BRI mereka masing-masing bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh anak-anak kami. Bantuan paket sembako pun bisa meringankan beban rumah tangga orang tua mereka,” ulas Ida.

Empat SD yang siswanya menerima bantuan tersebut adalah SD 09 Sikapak Barat, SD 02 Marunggi, SD 11 Cubadak Aie Utara dan SD 04 Cubadak Air.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir Kepala Disdikpora Kota Pariaman Hertati Taher, Kepala Diskominfo Kota Pariaman Yalfiendri , dan jajaran Tim Bantuan dari Andre Rosiade. (si/at)

Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera, Monev di Kota Pariaman    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera, Monev di Kota Pariaman
Peninjauan rumah terdampak bencana di Desa Punggung Ladiang Kecamatan Pariaman Utara, serta peninjauan infrastuktur yang rusak di berbagai tempat di wilayah Kota Pariaman. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Sumatera, kunjungi Kota Pariaman untuk melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kota yang terkenal dengan budaya Tabuiknya ini, sekaligus meninjau berbagai proges pembangunan infrastruktur dan bantuan kemasyarakatan terdampak bencana.

Tim Supervisi Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera, dipimpin  Wakil II Pos Komando Satgas PRR, Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma (Pamen Mabesad), Anggota Pos Komando Analisis dan Evaluasi Satgas PRR, Gatot Satria Wijaya (Analis Kebencanaan Ahli Madya, Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB), Anggota Pos Komando Data Satgas PRR, Sertu Tri Wahyu Hadiyanto, Kodim 0308 Pariaman, Polres 0Pariaman, Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Kepala OPD terkait serta BPS Kota Pariaman.

Sebelumnya Tim Satgas PRR, melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi yang di Monev, di antaranya peninjauan lokasi Rumah Relokasi Percontohan Sepablock di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara. Peninjauan Sekolah di SDN 01 Desa Balai Naras dan SMPN 7 Pariaman di Desa Manggung Kecamatan Pariaman Utara.

Peninjauan rumah terdampak bencana di Desa Punggung Ladiang Kecamatan Pariaman Utara, serta peninjauan infrastuktur yang rusak di berbagai tempat di wilayah Kota Pariaman.

Setelahnya Tim Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera ini mengadakan rapat koordinasi bersama unsur TNI-Polri dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Rapat dipimpin  Wali Kota Pariaman Yota Balad, yang membahas berbagai langkah percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana dan solusi yang perlu diambil setelah peninjauan di lapangan, di rumah dinas Walikota Pariaman, Kamis sore (11/6/2026).

“Kegiatan ini, bertujuan untuk melihat langsung kondisi daerah terdampak sekaligus melakukan pengecekan serta Monev terhadap berbagai infrastruktur terdampak bencana 2025 lalu. Mulai dari infrastuktur pendidikan sekolah yang rusak, pengecekan bantuan hunian tetap dan sementara masyarakat yang masuk rehab rekon, serta infrastruktur kesehatan dan bantuan sosial yang telah diserahkan ke masyarakat melalui Kementerian Sosial,” ungkap Yota Balad.

Melalui kunjungan ini, Yota Balad berharap agar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Pariaman dapat berjalan lebih optimal, sehingga pembangunan infrastruktur  dan bantuan yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat dapat lebih dirasakan dengan cepat oleh masyarakat serta dukungan pemulihan kehidupan secara menyeluruh.

“Ke depan, diharapkan melalui Monev yang dilaksanakan oleh Tim Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat ini, dapat mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana khususnya di Kota Pariaman dapat berjalan lebih optimal,” tutupnya. (J/at)

Sinergi KPU Sumbar-UNP, Surya Efitrimen Buka Peluang Magang Mahasiswa‎    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

Sinergi KPU Sumbar-UNP, Surya Efitrimen Buka Peluang Magang Mahasiswa ‎
KPU Sumbar resmi menggandeng Universitas Negeri Padang (UNP) dalam sinergi pendidikan kepemiluan. (Foto: Romelt). 
BENTENGSUMBAR.COM – KPU Sumbar resmi menggandeng Universitas Negeri Padang (UNP) dalam sinergi pendidikan kepemiluan.

"Kolaborasi ini bertujuan memperkuat partisipasi masyarakat melalui pendekatan akademik yang lebih terstruktur," ujar Ketua KPU Sumbar Surya Efitrimen Kamis 11 Juni 2026.

Menurutnya, selama ini berbagai kegiatan seperti nonton bareng film "Tepatilah Janji" hingga penggunaan gedung UNP untuk seleksi calon anggota KPU telah berjalan baik, namun tanpa payung hukum yang jelas.

"Sinergi yang sudah berjalan baik ini akan semakin kuat dengan adanya dukungan legal yang formal. UNP dan KPU Sumbar akan segera merumuskan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat," ujar Surya Efitrimen.

Lebih lanjut, Surya Efitrimen menjelaskan bahwa PKS ini juga membuka peluang magang bagi mahasiswa UNP di lingkungan KPU Sumbar, serta kesempatan bagi pegawai KPU untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di UNP.

Rektor UNP, Krismadinata, menyambut baik langkah KPU Sumbar. Ia menilai kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem demokrasi yang lebih sehat sekaligus melahirkan relawan-relawan demokrasi yang kompeten dari kalangan kampus.

"Ini bukan sekadar kerja administrasi, tetapi bagaimana kita membangun peradaban demokrasi yang lebih baik melalui akademisi," ujar Krismadinata.

Dengan adanya sinergi ini, KPU Sumbar berharap tingkat partisipasi pemilih di Sumatera Barat pada pemilu mendatang dapat terus meningkat melalui edukasi yang masif dari civitas academica UNP. (Romelt)

Dimulai Besok, Seleksi Atlet Porwanas Sumbar Dipusatkan di Payakumbuh - Limapuluh Kota‎    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

Dimulai Besok, Seleksi Atlet Porwanas Sumbar Dipusatkan di Payakumbuh - Limapuluh Kota ‎
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat bakal menggelar seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. (Foto: Ist). 
BENTENGSUMBAR.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat bakal menggelar seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. Kegiatan yang berlangsung pada 13-14 Juni 2026 itu dipusatkan di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Ajang tersebut diikuti ratusan wartawan anggota PWI dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Para peserta akan bersaing pada tujuh cabang olahraga yang menjadi bagian dari proses penjaringan atlet daerah.

Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumbar, Syaiful Husein, mengatakan seleksi digelar untuk mendapatkan atlet terbaik yang akan memperkuat kontingen Sumatera Barat pada Porwanas 2027 di Lampung.

“Melalui kegiatan ini kami melakukan penjaringan sekaligus seleksi atlet wartawan dari seluruh anggota PWI di Sumbar. Mereka yang lolos nantinya dipersiapkan mewakili daerah pada Porwanas 2027,” kata Syaiful usai rapat teknis panitia di Kantor PWI Luak Limopuluah, Kamis (11/6/2026) sore.

Menurut dia, pada Porwanas mendatang terdapat 14 cabang olahraga yang dipertandingkan. Namun, seleksi yang dilaksanakan tahun ini oleh PWI Sumbar difokuskan terlebih dahulu pada tujuh cabang olahraga.

Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi fun run, biliar, catur, karaoke, mini soccer, e-sport, dan tenis meja. Seluruh peserta merupakan wartawan yang mendapat mandat dari PWI kabupaten dan kota masing-masing.

"Atlet yang berhasil memenuhi standar seleksi akan masuk dalam proyeksi tim Sumatera Barat. Mereka selanjutnya akan menjalani pembinaan dan pemusatan latihan sebelum diberangkatkan ke ajang nasional," ungkap Syaiful Husein.

Ia menambahkan, Porwanas merupakan agenda rutin PWI yang mempertemukan wartawan dari berbagai provinsi di Indonesia melalui kompetisi olahraga dan kegiatan penguatan profesi.

"Selain berorientasi pada prestasi, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang mempererat hubungan silaturahmi antarsesama wartawan. Momentum itu juga dinilai penting untuk menumbuhkan semangat sportivitas di lingkungan insan pers," tutur wartawan senior Harian Singgalang itu.

Ketua PWI Luak Limopuluah, Aspon Dedi yang akrab disapa Popon, menyatakan daerahnya siap menjadi tuan rumah pelaksanaan seleksi. Berbagai kebutuhan teknis, mulai dari kesiapan atlet, venue pertandingan hingga dukungan panitia, telah dipersiapkan menjelang pembukaan.

Pertandingan dipastikan akan berlangsung di sejumlah venue olahraga yang tersebar di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Para peserta dari utusan PWI Kabupaten/Kota, katanya, sudah bisa mendaftar serta melakukan registrasi ke kantor sekretariat panitia di Kantor PWI Luak Limopuluah, yang berlokasi di Komplek Kantor Bupati Lama. 

"Sedangkan untuk pembukaan resmi akan dilakukan langsung oleh Ketua PWI Sumbar, Bapak Widya Navies, pada Jumat (12/6/2026) malam. Nanti seremonialnya dipusatkan di Aula Rumah Dinas Bupati Limapuluh Kota, kawasan Labuah Basilang,” ujar Popon.

Popon juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, terutama kepada Bupati H Safni selaku kepala Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan Walikota Zulmaeta, kepala pemerintahan kota Payakumbuh, sehingga seleksi atlet Porwanas Sumbar dapat terlaksana sesuai rencana. (*)

Sekolah Ramah Anak Jadi Investasi Masa Depan, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

Sekolah Ramah Anak Jadi Investasi Masa Depan, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi
Muhidi saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dalam rangka mendukung terwujudnya sekolah ramah anak melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, Kamis (11/6/2026). (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Komitmen membangun generasi masa depan yang berkualitas terus digaungkan Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi.

Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang dimulai sejak usia anak.

Hal itu disampaikan Muhidi saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dalam rangka mendukung terwujudnya sekolah ramah anak melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, Kamis (11/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Muhidi menegaskan bahwa DPRD memiliki perhatian besar terhadap isu-isu yang berkaitan dengan anak, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. 

Menurutnya, pembangunan fisik memang penting, namun manfaatnya dapat terlihat dalam waktu yang relatif singkat.

Sementara itu, membangun karakter dan kualitas generasi membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan.

“Kalau fisik sekali dibangun bisa selesai. Tetapi membangun SDM membutuhkan keterlibatan semua pihak dengan harapan dan visi yang sama,” ujarnya.

Sebagai lembaga legislatif, DPRD Sumbar terus berupaya memperkuat pemenuhan hak-hak anak melalui berbagai kebijakan.

Salah satunya melalui pembentukan regulasi yang mendukung perlindungan anak, termasuk Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Selain itu, dukungan juga diberikan melalui penganggaran strategis, termasuk alokasi dana untuk program perlindungan anak dan pelaksanaan pelatihan Konvensi Hak Anak. 

DPRD juga mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang mendukung terwujudnya kabupaten dan kota layak anak di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Tak hanya pada aspek regulasi dan anggaran, fungsi pengawasan juga terus dijalankan melalui rapat kerja dengan organisasi perangkat daerah serta kunjungan lapangan guna memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak.

Muhidi menilai pelatihan yang diikuti kepala sekolah dan guru tersebut menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Menurutnya, sekolah ramah anak harus mampu menjawab berbagai kebutuhan peserta didik agar mereka dapat tumbuh dan belajar dengan optimal.

“Kita ingin anak-anak merasa nyaman di sekolah, belajar tanpa rasa takut, tanpa bullying, sehingga mereka bisa berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh tiga lingkungan utama, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. 

Karena itu, seluruh elemen harus bergerak bersama untuk menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan anak.

Muhidi juga mengingatkan pentingnya empat pilar utama dalam menyiapkan generasi masa depan, yaitu iman sebagai pondasi, akhlak sebagai penuntun, kasih sayang sebagai pengikat, dan ilmu pengetahuan sebagai bekal kehidupan.

Menurutnya, penguatan budaya literasi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan berdaya saing. Oleh sebab itu, berbagai program literasi terus didorong agar budaya membaca tumbuh sejak dini.

“Jika sekolah siap, orang tua siap, masyarakat siap, dan pemerintah daerah memberikan dukungan, Insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang hebat. Nasib Sumatera Barat 20 hingga 30 tahun ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menyiapkan generasi hari ini,” tutupnya. (*)

Yesi Endriani Dorong Guru Lebih Peduli Kesehatan Mental Siswa Melalui Bimtek Wali Kelas    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

Yesi Endriani Dorong Guru Lebih Peduli Kesehatan Mental Siswa Melalui Bimtek Wali Kelas
Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Wali Kelas Angkatan II yang kembali digelar pada Kamis, (11/6/2026) di Bukittinggi sebagai upaya memperkuat kepedulian terhadap kesehatan mental remaja. (Foto: Indris). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat, Yesi Endriani, menegaskan pentingnya peran guru dalam mendeteksi dan mendampingi persoalan kesehatan mental yang dialami siswa di lingkungan sekolah.

Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Wali Kelas Angkatan II yang kembali digelar pada Kamis, (11/6/2026) di Bukittinggi sebagai upaya memperkuat kepedulian terhadap kesehatan mental remaja.

Menurut Yesi, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar di kelas, tetapi juga menjadi sosok yang paling dekat dengan siswa dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Karena itu, guru perlu memiliki kemampuan untuk mengenali perubahan perilaku dan kondisi psikologis peserta didik sejak dini.

“Guru bukan hanya menjadi pengajar, tetapi juga sosok yang mampu mengenali perubahan dan menjadi tempat pertama bagi siswa untuk merasa didengar. Dengan bekal pengetahuan tentang deteksi dini depresi dan berbagai permasalahan psikologis, para guru diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat dan penuh empati,” ujar Yesi.

Politisi Partai Demokrat itu menilai kesehatan mental remaja menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Ia menyebut lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan mental generasi muda.

Karena itu, kata Yesi, upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman tidak dapat dilakukan oleh sekolah semata. Diperlukan kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Generasi yang sehat, cerdas, dan ceria lahir dari lingkungan yang peduli. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi setiap anak,” katanya.

Yesi berharap pelaksanaan Bimtek Guru Wali Kelas Angkatan II dapat memberikan manfaat nyata bagi para pendidik dalam menjalankan tugas pendampingan terhadap siswa, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan psikologis yang berkembang saat ini.

Ia juga optimistis peningkatan kapasitas guru melalui kegiatan tersebut akan berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang lebih tangguh, bahagia, dan siap menghadapi masa depan.

“Semoga Bimtek Angkatan II ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih kuat, sehat secara mental, dan mampu menyongsong masa depan dengan optimisme,” tutupnya. (*)

Komit Kembangkan Ekonomi Umat dan Budaya Halal di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Raih Penghargaan Nasional    
Jumat, Juni 12, 2026

On Jumat, Juni 12, 2026

Komit Kembangkan Ekonomi Umat dan Budaya Halal di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Raih Penghargaan Nasional
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meraih penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 kategori Penggerak Ekonomi Umat dan Budaya Halal dalam penganugerahan yang digelar Disway National Network (DNN) di Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: Adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam mengembangkan ekonomi umat dan budaya halal kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meraih penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 kategori Penggerak Ekonomi Umat dan Budaya Halal dalam penganugerahan yang digelar Disway National Network (DNN) di Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Penghargaan tersebut diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan, kinerja, dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah dan nasional.

Dalam proses penilaian, DNN menggunakan sejumlah indikator strategis, antara lain kinerja pembangunan dan tata kelola pemerintahan, inovasi layanan publik, penguatan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur dan konektivitas, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, reformasi birokrasi, komunikasi publik, serta kepemimpinan daerah.

Gubernur Mahyeldi menjadi salah satu kepala daerah yang menerima penghargaan pada klaster Sosial, Budaya, Lingkungan, Kesehatan, Pendidikan, dan Generasi Muda. Ia dinilai berhasil mendorong penguatan ekonomi berbasis masyarakat sekaligus mengembangkan budaya halal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Penghargaan tersebut sejalan dengan berbagai langkah yang ditempuh Pemprov Sumbar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan koperasi, penguatan ekosistem industri halal, serta pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau sebagai fondasi pembangunan daerah.

Usai menerima penghargaan, Gubernur Mahyeldi menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Sumbar.

“Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Sumatera Barat. Ini bukan capaian individu, melainkan hasil kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, ulama, tokoh adat, akademisi, dan seluruh masyarakat yang terus mendukung pembangunan daerah,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, penguatan ekonomi umat merupakan salah satu strategi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. 

Karena itu, pemerintah terus mendorong pemberdayaan UMKM, koperasi, serta berbagai sektor usaha masyarakat agar semakin produktif dan berdaya saing.

“Kami akan terus mendorong penguatan ekonomi umat, UMKM, dan ekosistem halal yang sejalan dengan nilai adat dan agama sebagai fondasi pembangunan daerah. Kami meyakini pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan jati diri daerah,” tambahnya.

Ia menegaskan, budaya halal yang berkembang di Sumbar tidak hanya berkaitan dengan aspek produk dan layanan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai integritas, kualitas, dan keberlanjutan yang menjadi karakter masyarakat Minangkabau.

Menurutnya, nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah yang menjadi falsafah hidup masyarakat di Sumbar menjadi modal sosial yang kuat dalam membangun daerah yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya serta keagamaan.

Bagi Pemprov Sumbar, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta memperluas pengembangan industri dan produk halal yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Disway Top Regional Leader Awards 2026 juga memberikan penghargaan kepada sejumlah gubernur, wali kota, dan bupati dari berbagai daerah di Indonesia yang dinilai berhasil menghadirkan kepemimpinan, inovasi, dan kinerja yang memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (adpsb/bud)