HEADLINE
PT AMP Plantation Gelar Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebencanaan    
Jumat, Juli 31, 2026

On Jumat, Juli 31, 2026

PT AMP Plantation Gelar Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebencanaan
Adapun peserta training terdiri dari gabungan Tim TPKD Wilmar Region Agam dan Pasaman Barat, yang meliputi unit usaha PT AMP Plantation, PT Gersindo Minang Plantation, PT Permata Hijau Pasaman, dan PT Primatama Muliajaya. (Foto: Rido). 

BENTENGSUMBAR.COM
- PT AMP Plantation (Wilmar Group) menggelar Kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebencanaan guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam maupun situasi darurat.

Kegiatan yang berlangsung di area operasional perusahaan PT AMP, Kamis, 30 Juli 2026 itu memfokuskan materi pada simulasi penanganan gempa bumi, penanggulangan huru-hara, pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), hingga edukasi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang aman untuk skala rumah tangga.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk refresh training (pelatihan penyegaran) yang ditujukan bagi jajaran Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) internal perusahaan serta masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah operasional.

Adapun peserta training terdiri dari gabungan Tim TPKD Wilmar Region Agam dan Pasaman Barat, yang meliputi unit usaha PT AMP Plantation, PT Gersindo Minang Plantation, PT Permata Hijau Pasaman, dan PT Primatama Muliajaya.

Untuk memperkuat materi teknis dan praktik di lapangan, manajemen Wilmar juga menggandeng pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Pelatihan penyegaran ini secara umum mencakup empat poin utama, yakni:

-Mitigasi dan langkah preventif Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
-Prosedur dan teknik penanganan Karhutla di lapangan.
-Mitigasi bencana alam (banjir dan gempa bumi) serta penanganan situasi huru-hara. 
-Edukasi keamanan dan keselamatan penggunaan gas LPG pada pemukiman/perumahan warga.

Group Estate Manager (GEM) Wilmar Region Agam, Sosialisman, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen penuh dalam mendukung upaya mitigasi bencana, baik dari segi pemenuhan sarana dan prasarana maupun peningkatan keahlian personel di lapangan.

"Agar Tim TPKD lebih siap ketika terjadi keadaan darurat kebencanaan, perusahaan sudah melengkapi prasarana sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kita berharap dengan adanya sosialisasi dan praktik langsung dari tim Satpol PP, Damkar, dan Basarnas ini dapat menambah serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim TPKD kita, khususnya Region Agam dan Pasaman Barat, pada saat menghadapi kondisi tanggap darurat kebencanaan," ujar Sosialisman di sela-sela kegiatan, Kamis (30/7/2026).

Ia juga berharap, sinergi antara perusahaan, lembaga teknis penanggulangan bencana, dan masyarakat sekitar akan dapat menjadi sebuah kekuatan yang solid dan bergerak cepat manakala suatu saat terjadi bencana kebakaran.

Semoga dengan kegiatan sosialisasi ini, akan terbentuk sistem tanggap darurat yang cepat, tepat, dan terpadu sehingga meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian material saat bencana terjadi," harap Sosialisman mengakhiri. (*) 

Laporan: Rido

Pulihkan Sentra Ikan Koto Sani, KKP Serahkan 120 Ribu Benih Ikan Didampingi Bupati Solok    
Jumat, Juli 31, 2026

On Jumat, Juli 31, 2026

Pulihkan Sentra Ikan Koto Sani, KKP Serahkan 120 Ribu Benih Ikan Didampingi Bupati Solok
Penyerahan bantuan berlangsung khidmat dihadiri Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, Direktur Pengolahan Ditjen PDS Budi Yuwono, Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya Enggar Saptopo, serta jajaran perwakilan KKP dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Semangat membangkitkan kembali sektor perikanan pascabencana terus digelorakan. Pemerintah Kabupaten Solok bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan bantuan sebanyak 120.000 ekor benih ikan, lengkap dengan coolbox dan pakan, kepada kelompok pembudidaya di Nagari Koto Sani, Jumat (31/7/2026). 

Langkah ini menjadi upaya nyata mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Penyerahan bantuan berlangsung khidmat dihadiri Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, Direktur Pengolahan Ditjen PDS Budi Yuwono, Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya Enggar Saptopo, serta jajaran perwakilan KKP dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 

Turut hadir Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Syoufitri, Wali Nagari Koto Sani, dan para pembudidaya ikan setempat.

Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya KKP Enggar Saptopo menyampaikan apresiasi atas sinergi kuat antara pemerintah daerah dan provinsi.

Ia menegaskan komitmen penuh kementerian untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sektor ini di Kabupaten Solok.

"Kami siap bergerak cepat memulihkan kondisi pascabencana, khususnya di wilayah ini," ujarnya.

Bupati Jon Firman Pandu mengenang masa lalu ketika Koto Sani menjadi salah satu sentra penghasil ikan terbesar di Sumatera Barat. 

Sayangnya, bencana yang melanda membawa kerusakan besar akibat luapan sungai dan endapan lumpur yang menutupi kolam-kolam milik warga.

Ia mengajak masyarakat bersabar dan terus bergotong royong, mengingat pemulihan menyeluruh ditargetkan rampung hingga tahun 2028 sesuai arahan Presiden.

"Masih banyak tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang harus kita selesaikan. Targetnya sampai 2028 nanti semuanya sudah pulih kembali," tegasnya.

Mewakili warga, Wali Nagari Koto Sani menyampaikan rasa syukur mendalam atas perhatian pemerintah pusat dan daerah. 

Ia berharap bantuan ini menjadi penawar luka sekaligus penggerak semangat baru. Pihaknya juga menyampaikan usulan tambahan terkait bantuan indukan ikan serta perbaikan saluran irigasi dan kolam yang rusak parah.

"Semoga bantuan ini mengembalikan senyum dan penghidupan kami seperti sedia kala," harapnya.(80)

Menteri Ekraf buka Re: Rasa International Poster Biennale 2026  Universitas Paramadina Hadirkan Diplomasi Budaya Visual Bersama 88 Desainer dari 25 Negara    
Jumat, Juli 31, 2026

On Jumat, Juli 31, 2026

Re: Rasa International Poster Biennale 2026
Penyelenggaraan biennale ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Universitas Paramadina dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, ASPRODI DKV Indonesia, AIDIA (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), Selasar Art Space (Selasart), dan ASEDAS Malaysia. (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Ilmu Rekayasa, Universitas Paramadina, secara resmi membuka Re: Rasa International Poster Biennale 2026 pada Jumat (31/7). Mengusung tema "Re: Think, Re: Make, Re: Act", ajang internasional ini menjadi ruang kolaborasi lintas negara yang mempertemukan 88 desainer dari 25 negara untuk merespons berbagai isu sosial, lingkungan, dan budaya global melalui medium poster.

Lebih dari sekadar pameran karya desain, Re: Rasa International Poster Biennale 2026 merupakan platform diplomasi budaya visual berbasis akademik yang mendorong pertukaran gagasan, kolaborasi kreatif, dan refleksi kritis terhadap tantangan dunia kontemporer. Tema "Re: Think, Re: Make, Re: Act" mengajak para desainer untuk berpikir ulang terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, menciptakan solusi melalui desain, serta mengambil tindakan yang memberikan dampak positif bagi kehidupan.

Penyelenggaraan biennale ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Universitas Paramadina dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, ASPRODI DKV Indonesia, AIDIA (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), Selasar Art Space (Selasart), dan ASEDAS Malaysia. 

Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem desain komunikasi visual sekaligus memperluas jejaring kreatif di tingkat internasional.

Peresmian pameran dilakukan oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, bersama Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini. 

Dalam sambutannya, Menteri Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Re: Rasa International Poster Biennale 2026 sebagai kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif nasional.

Menurutnya, desain komunikasi visual tidak hanya menghasilkan karya yang bernilai estetika, tetapi juga memiliki kekuatan untuk membangun narasi, menyampaikan pesan sosial, serta memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global. 

Kehadiran biennale internasional ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi mampu berperan sebagai pusat inovasi kreatif yang mempertemukan berbagai perspektif lintas budaya melalui bahasa visual yang universal.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini menegaskan bahwa Re: Rasa merupakan wujud komitmen Universitas Paramadina dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan masyarakat global melalui kreativitas, inovasi, dan kolaborasi internasional.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Rekayasa Universitas Paramadina, Hendriana Werdhaningsih, Ph.D., menjelaskan bahwa penyelenggaraan biennale ini mencerminkan integrasi antara keilmuan, kreativitas, dan kepedulian sosial.

"Melalui Re: Rasa, kami ingin menunjukkan bahwa desain komunikasi visual memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik terhadap berbagai isu global. Karya yang dihasilkan tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga mengandung nilai kritis, empati, dan solusi bagi masyarakat," ujarnya.

Ketua Program Studi DKV Universitas Paramadina, Vidya Kharisma, M.Ds., menambahkan bahwa biennale ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, serta praktisi kreatif dari berbagai negara.

"Kami berharap Re: Rasa dapat menjadi wadah eksplorasi ide, pertukaran pengalaman, sekaligus memperkuat posisi desain komunikasi visual sebagai medium komunikasi yang transformatif dan relevan dengan perkembangan global," katanya.

Dalam kesemepatan yang sama Ketua Pelaksana Re: Rasa International Poster Biennale 2026, M. Rizky Kadafi, M.Sn., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan kolektif yang mengajak masyarakat untuk berpikir ulang, mencipta ulang, dan bertindak melalui desain.

"Poster bukan hanya media visual, tetapi juga ruang refleksi dan agen perubahan. Melalui karya-karya yang ditampilkan, kami ingin menghadirkan percakapan lintas budaya yang mendorong lahirnya kesadaran bersama terhadap berbagai persoalan kemanusiaan," jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, Re: Rasa menghadirkan Creative Talk bertajuk "Visual Diplomacy: How Design Connects Cultures" yang menghadirkan narasumber Assoc. Prof. Ahmad Tarmizi, Ps.D. dari University Kelantan, Malaysia, Adi Nugroho, S.Ds., M.M. selaku Ketua AIDIA Nasional, Aditya Rizky, S.Ds. selaku Producer Guava Film, serta Hendriana Werdhaningsih, Ph.D. 

Diskusi ini membahas bagaimana desain berperan sebagai bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan budaya dan memperkuat kolaborasi global.

Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada 1 Agustus 2026 melalui workshop animasi dan fotografi, kemudian ditutup pada 2 Agustus 2026 dengan Artist Talk bersama para desainer terpilih dari berbagai negara.

Melalui penyelenggaraan Re: Rasa International Poster Biennale 2026, Universitas Paramadina berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan desain komunikasi visual internasional sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi lintas negara yang menghasilkan inovasi kreatif bagi masyarakat. 

Biennale ini diharapkan menjadi katalisator dalam menjadikan desain komunikasi visual sebagai jembatan antarbudaya, media diplomasi, dan instrumen transformasi sosial di tingkat global. (*) 

Laporan: Arief Tito

Wakil Ketua DPRD Sumbar M. Iqra Chissa Putra Serahkan Baju Seragam dan Tas Sekolah Gratis untuk Puluhan Siswa dari Keluarga Kurang Mampu di Kota Padang    
Jumat, Juli 31, 2026

On Jumat, Juli 31, 2026

Wakil Ketua DPRD Sumbar M. Iqra Chissa Putra untuk Puluhan Siswa dari Keluarga Kurang Mampu di Kota Padang
Puluhan siswa dari keluarga kurang mampu di Kota Padang menerima bantuan seragam dan tas sekolah gratis dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, M. Iqra Chissa Putra, S.T., M.M. (Foto: Eko Muhardi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mengawali dimulainya tahun ajaran baru, puluhan siswa dari keluarga kurang mampu di Kota Padang menerima bantuan seragam dan tas sekolah gratis dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, M. Iqra Chissa Putra, S.T., M.M.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Kota Padang, Jumat (31/7/2026).

Program ini menyasar keluarga yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4 sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak.

Sebanyak 28 siswa menerima bantuan seragam sekolah dan tas, terdiri dari 19 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 9 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam kesempatan itu, Iqra Chissa mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan upaya untuk membantu meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka.

“Harapan saya, semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga dalam penyediaan seragam sekolah. Selain itu, saya juga berharap bantuan ini dapat memotivasi para siswa agar lebih rajin belajar dan terus bersemangat dalam meraih cita-citanya,” ujarnya.

Menurut Iqra Chissa yang juga Ketua PASI Sumbar ini, pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda. 

Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Suasana penyerahan bantuan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Para orang tua yang hadir menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak mereka menjelang tahun ajaran baru.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Padang Erizal, Wakil Ketua Bidang Organisasi Nieko Rasaki, Wakil Ketua Bidang Kepemudaan Deni Pratama, Wakil Ketua Bidang MPO dan Komunikasi Digital Eko Muhardi, serta jajaran pengurus Partai Golkar Kota Padang lainnya.

Melalui kegiatan sosial ini, diharapkan semakin banyak anak-anak di Kota Padang yang dapat menjalani proses belajar dengan lebih percaya diri dan semangat, tanpa terkendala oleh kebutuhan perlengkapan sekolah. (*)

Budiman Swalayan Hadirkan Beragam Promo pada HJK Padang ke-357    
Jumat, Juli 31, 2026

On Jumat, Juli 31, 2026

Budiman Swalayan Hadirkan Beragam Promo pada HJK Padang ke-357
Beragam potongan harga ditawarkan untuk sejumlah produk, mulai dari buah-buahan segar, makanan dan minuman, hingga perlengkapan rumah tangga. (Foto Budiman: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Budiman Swalayan menghadirkan berbagai promo menarik bagi masyarakat.

Beragam potongan harga ditawarkan untuk sejumlah produk, mulai dari buah-buahan segar, makanan dan minuman, hingga perlengkapan rumah tangga. 

Promo tersebut berlaku selama pelaksanaan Padang Great Sale, yakni pada 1–31 Agustus 2026.

Staff Marketing Budiman Swalayan, Iqbal Athallah Yusra, mengatakan bahwa promo yang disiapkan tahun ini mengusung tema "357" sebagai bentuk partisipasi perusahaan dalam menyemarakkan peringatan hari jadi Kota Padang. 

Menurutnya, berbagai potongan harga disesuaikan dengan angka 357 sebagai ciri khas perayaan tahun ini.

"Untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun ini, Budiman Swalayan memberikan banyak sekali promo, mulai dari buah-buahan segar, makanan dan minuman, hingga perlengkapan rumah tangga. Spesial tahun ini, kami menghadirkan berbagai diskon yang berkaitan dengan angka 357 sesuai usia Kota Padang," katanya di Budiman Swalayan, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah produk mendapatkan potongan harga dengan nominal maupun persentase yang mengusung angka 357. 

Beberapa di antaranya, produk Sunlight dengan diskon 3,57 persen, serta buah-buahan seperti apel Fuji, lemon, dan semangka merah berbiji yang memperoleh potongan harga sebesar Rp357. 

Selain itu, berbagai perlengkapan rumah tangga, seperti botol minum, piring, dan rak plastik juga ditawarkan dengan diskon hingga 35,70 persen.

"Beberapa item di Budiman Swalayan tahun ini memang kami berikan diskon yang berkaitan dengan angka 357 sesuai Hari Jadi Kota Padang. Harapannya, masyarakat dapat menikmati promo sekaligus ikut meramaikan perayaan HJK ke-357," cakapnya. 

Iqbal menambahkan, seluruh promo tersebut dapat dinikmati masyarakat selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.

Ia pun mengajak warga Kota Padang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan berbelanja kebutuhan sehari-hari di Budiman Swalayan.

"Untuk Bapak, Ibu, dan seluruh masyarakat Kota Padang, jangan lupa berbelanja di Budiman Swalayan karena promo Padang Great Sale berlaku selama satu bulan, mulai 1 sampai 31 Agustus 2026. Mari bersama-sama memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357," tukuknya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU 

Sekda Sumbar: Jabatan Harus Melahirkan Kinerja Nyata, Bukan Sekadar Status    
Jumat, Juli 31, 2026

On Jumat, Juli 31, 2026

Sekda Sumbar: Jabatan Harus Melahirkan Kinerja Nyata, Bukan Sekadar Status
Pelantikan tujuh Pejabat Administrator dan satu Pejabat Pengawas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, di Auditorium Gubernuran, Jumat (31/7/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui penataan aparatur yang berorientasi pada kinerja dan pelayanan publik.

Salah satu upaya penguatan itu dilakukam melalui pelantikan tujuh Pejabat Administrator dan satu Pejabat Pengawas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, di Auditorium Gubernuran, Jumat (31/7/2026).

Menurut Arry, promosi maupun rotasi jabatan merupakan bagian dari strategi organisasi untuk memastikan setiap perangkat daerah memiliki kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pelantikan ini bukan sekadar mengisi jabatan, tetapi memastikan organisasi memiliki kepemimpinan yang tepat agar target pembangunan dapat dicapai secara optimal,” ujarnya.

Ia menegaskan, pejabat struktural dituntut tidak hanya menjalankan fungsi administrasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di unit kerja masing-masing. 

Di tengah tuntutan birokrasi yang semakin dinamis, setiap pemimpin harus membangun kolaborasi, mempercepat pelaksanaan program, dan memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pejabat struktural harus mampu menjadi penggerak organisasi, membangun kolaborasi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta memastikan setiap program memberikan hasil nyata bagi masyarakat dan daerah,” tegas Arry.

Delapan orang pejabat yang dilantik tersebut, akan mengemban amanah di Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Koperasi dan UKM, Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. H. B. Saanin, serta Dinas Sosial Provinsi Sumbar.

Sekda juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak ditentukan oleh jabatan yang disandang, melainkan oleh integritas, profesionalisme, dan kemampuannya membangun budaya kerja yang produktif.

Karena itu, seluruh pejabat diminta menerjemahkan sasaran pembangunan daerah ke dalam program kerja yang terukur, mempercepat pelaksanaan kegiatan, serta menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang berkualitas.

“Pemimpin yang baik bukan dihormati karena jabatannya, tetapi karena kemampuannya menjadi teladan dan menghasilkan kinerja yang bermanfaat,” pesan Arry Yuswandi

Melalui penataan pejabat ini, Pemprov Sumbar menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang adaptif, profesional, dan akuntabel, sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan dapat dilaksanakan secara lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (adpsb/rmz/bud)

Kadisperkim Kota Padang, Tri Hadiyanto Jelaskan Pembangunan Huntap Terpusat Sungkai    
Jumat, Juli 31, 2026

On Jumat, Juli 31, 2026

Kadisperkim Kota Padang, Tri Hadiyanto Jelaskan Pembangunan Huntap Terpusat Sungkai
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Padang, Tri Hadiyanto di Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Padang, Jumat 31 Juli 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perkim saat ini terus mematangkan rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Terpusat di Sungkai. Pembangunan kawasan hunian ini mendapat dukungan bantuan langsung dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebanyak 183 unit.

"Terkait dengan penyediaan huntap, kita juga ada huntap terpusat yang akan kita bangun di Sungkai. Untuk pembangunan huntap di Sungkai, Alhamdulillah kita mendapat bantuan langsung dari Kementerian PKP sebanyak 183 unit lengkap dengan PSU-nya: jalannya, drainasenya, jaringan air minumnya, jaringan listriknya," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Padang, Tri Hadiyanto di Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Padang, Jumat 31 Juli 2026.

Bantuan dari kementerian tersebut sudah mencakup fasilitas Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) secara lengkap, mulai dari akses jalan lingkungan, saluran drainase, jaringan air minum, hingga jaringan listrik. Sementara itu, Pemko Padang mengambil peran dan tanggung jawab penuh dalam penyiapan pembersihan lahan (land clearing).

"Kita dari pihak Pemko punya kewajiban untuk melakukan land clearing dan Alhamdulillah sekarang sedang kita lakukan land clearing—dan juga menyediakan sumber airnya," ujarnya. 

Saat ini proses pembersihan lahan di kawasan Sungkai sedang berlangsung di lapangan. Berdasarkan koordinasi terakhir bersama pihak kementerian, pengerjaan fisik bangunan rumah dijadwalkan mulai berjalan pada awal September 2026 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

"Informasi terakhir yang kita dapatkan dari Kementerian, pembangunan akan dimulai di awal bulan September dan insyaAllah tahun ini akan selesai. Sehingga di Sungkai ini, di akhir tahun nanti akan tersedia 183 unit huntap yang dibantu oleh Kementerian PKP," pungkas mantan Kadis PUPR Kota Padang ini. 

Pembangunan 183 unit Huntap Terpusat Sungkai ini menjadi bagian penting dari komitmen Pemko Padang dalam memenuhi total kebutuhan 523 unit huntap bagi masyarakat terdampak bencana di Kota Padang sebagaimana tertuang dalam SK 119.

"Total kebutuhan kita untuk Huntap sesuai dengan SK 119 itu sebanyak 523 unit. Kita rencanakan,183 di Sungkai dan 340 ada di daerah Balai Gadang. Khusus untuk yang di Balai Gadang bangunannya dibantu Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara dari pihak Pemko menyediakan PSU-nya, baik itu jalan-jalannya, drainase, dan kebutuhan lain," urai mantan Kabag Pembangunan Kota Padang ini. (*)

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU