HEADLINE
Urai Kemacetan, Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah Bukaan Median atau U-turn    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Urai Kemacetan, Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah Bukaan Median atau U-turn
Rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Payakumbuh  di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Payakumbuh mengkaji penutupan sejumlah bukaan median atau U-turn serta penataan parkir sebagai bagian dari upaya mengurai kemacetan dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kajian tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Payakumbuh  di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Sejumlah titik yang masuk evaluasi meliputi depan SPBU Parit Rantang, kawasan Lapas/Ramayana, Masjid Al-Ihsan, gerbang Masjid Gadang, kawasan wisata Batang Agam, Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, Simpang Kasda, serta depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh melalui Asisten II Yasrizal mengatakan penataan lalu lintas membutuhkan koordinasi lintas instansi agar persoalan di lapangan dapat ditangani secara terpadu.

"Forum ini kita arahkan untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan dan pengawasan lalu lintas secara lintas sektoral," katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Dishub Yulhendri menegaskan hasil pembahasan Forum LLAJ belum menjadi keputusan final.

Pemerintah akan terlebih dahulu mengecek kondisi lapangan dan melakukan simulasi sebelum menerapkan rekayasa lalu lintas.

"Kita ingin setiap keputusan benar-benar berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk dampaknya terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat," ujarnya.

Kabid Keselamatan dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Finto Handayana Putra mengatakan bukaan median di depan SPBU Parit Rantang dan Lapas/Ramayana masih berstatus usulan penutupan. Manuver kendaraan untuk berputar balik di kedua lokasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk.

"Penutupan median menjadi salah satu opsi yang kita siapkan untuk diuji di lapangan," katanya.

Di depan Masjid Al-Ihsan, median telah ditutup sementara menggunakan water barrier. Namun, keputusan penutupan permanen masih menunggu hasil pembahasan dan kajian Forum LLAJ.

Sementara itu, bukaan median di depan gerbang Masjid Gadang diusulkan untuk ditutup sebagian. Lebar bukaan yang mencapai sekitar 17 meter dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena memungkinkan manuver kendaraan pada ruang yang cukup lebar.

Untuk kawasan wisata Batang Agam, Forum LLAJ masih mengevaluasi sirkulasi kendaraan, penataan parkir, dan aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Keluhan pedagang terkait rambu larangan masuk atau perboden juga menjadi bagian dari pertimbangan.

"Kita perlu mencari skema yang membuat arus tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Finto.

Di Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, evaluasi dilakukan karena kendaraan orang tua siswa yang berhenti atau parkir di kedua sisi jalan kerap memicu kepadatan saat jam pulang sekolah.

Simpang Kasda juga masih dalam evaluasi, terutama terkait operasional lampu lalu lintas yang beririsan dengan aktivitas pedagang kuliner mulai pukul 15.00 WIB.

Adapun kawasan depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota masih dikaji dengan opsi sterilisasi parkir reguler atau pembatasan parkir bagi kendaraan pariwisata.

Finto mengatakan Forum LLAJ akan turun langsung ke sejumlah lokasi untuk memastikan rekayasa lalu lintas yang dipilih sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

"Sesuai kesepakatan forum, kita akan turun ke lapangan untuk melakukan kajian dan simulasi agar rekayasa yang diterapkan benar-benar memperlancar arus lalu lintas di Kota Payakumbuh," pungkasnya. (HM)

Perkuat Perlindungan Pekerja, Pemkab Solok dan BPJS Ketenagakerjaan Sepakat Luncurkan Program Bantuan    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Perkuat Perlindungan Pekerja, Pemkab Solok dan BPJS Ketenagakerjaan Sepakat Luncurkan Program Bantuan
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau Ibkar Saloma. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau Ibkar Saloma, di Ruang Kerja Bupati Solok, Kamis (10/9/2026). 

Turut mendampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Solok Arief Sabara.

Pertemuan ini menjadi langkah penting mempererat kerja sama kedua belah pihak, khususnya membahas upaya perluasan jaminan sosial bagi kelompok pekerja rentan yang bergerak di berbagai sektor di Kabupaten Solok. 

Dalam pembicaraan tersebut, disepakati rencana peluncuran program bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang akan segera dijalankan dalam waktu dekat.

Bupati Solok menegaskan bahwa perlindungan tenaga kerja menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. 

Seluruh jajaran pemkab berkomitmen penuh untuk memastikan warga yang bekerja, terutama mereka yang belum terjangkau perlindungan, mendapatkan jaminan keamanan dan kesejahteraan.

“Kami bersepakat, mulai dari pimpinan tertinggi hingga seluruh jajaran, untuk bergerak bersama membantu pekerja rentan di daerah ini. Insyaallah kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan akan kami maksimalkan sebaik‑baiknya agar manfaatnya benar‑benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ibkar Saloma menyampaikan catatan kinerja yang menggembirakan: hingga saat ini, pihaknya telah menyalurkan sekitar 3.600 klaim manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi peserta yang berdomisili di Kabupaten Solok. 

Angka ini membuktikan bahwa kehadiran program perlindungan sangat berarti saat dibutuhkan.

Pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif, dihadiri pula para Asisten dan Staf Ahli Bupati serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Solok.

Diharapkan, kerja sama yang telah disepakati ini akan semakin memperluas cakupan perlindungan sosial, sehingga semakin banyak pekerja di Kabupaten Solok yang merasa aman, terlindungi, dan sejahtera.(80)

Wawako Payakumbuh Buka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah Sumbar    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Wawako Payakumbuh Buka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah Sumbar
Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menempatkan penguatan pendidikan karakter, moral, dan spiritual sebagai bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. Madrasah dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai keimanan dan akhlak.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat membuka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Elzadaswarman mengatakan perkembangan era digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi peserta didik. Karena itu, madrasah tidak cukup hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga harus menjadi benteng moral dan spiritual dalam membentuk generasi yang mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijak.

“Di era digital yang dinamis saat ini, tantangan yang dihadapi para peserta didik semakin kompleks. Oleh karena itu, madrasah memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual peserta didik dalam menghalau berbagai potensi dampak negatif dari pergaulan modern maupun arus informasi yang tidak tersaring,” ungkapnya.

Menurutnya, kepala madrasah memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menjalankan fungsi administrasi dan manajemen kelembagaan. Kepala madrasah harus mampu menjadi pengarah inovasi pembelajaran sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Elzadaswarman juga meminta madrasah terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Namun, transformasi tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah.

“Di samping itu, peningkatan kapasitas kompetensi guru dan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan juga harus menjadi fokus utama demi melahirkan lulusan madrasah yang berdaya saing tinggi,” pintanya.

Ia menegaskan peningkatan mutu pendidikan madrasah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengelola madrasah, guru, dan unsur terkait perlu menyatukan langkah agar kebijakan dan program pendidikan menghasilkan perubahan yang nyata bagi peserta didik.

Menurut Elzadaswarman, Rakor KKMTs juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah strategis yang dapat diterapkan oleh madrasah di masing-masing daerah.

“Melalui forum koordinasi ini, kita berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi, menyatukan gagasan, dan melahirkan program-program nyata yang dapat diimplementasikan di masing-masing daerah demi kemajuan pendidikan madrasah di Sumatera Barat,” ujarnya.

Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh Yarisman mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada MTsN 2 Kota Payakumbuh sebagai tuan rumah rakor tingkat provinsi tersebut.

Menurutnya, kehadiran pengurus dan anggota KKMTs dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Yarisman menegaskan MTsN 2 Kota Payakumbuh siap mendukung pelaksanaan rakor agar menghasilkan keputusan strategis yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang madrasah tsanawiyah.

Rakor kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi teknis yang diikuti para kepala madrasah serta pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. (HM)

Gubernur Mahyeldi: Sumatera Bersatu, Ekonomi Kuat, Indonesia Maju melalui IMT-GT    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Gubernur Mahyeldi: Sumatera Bersatu, Ekonomi Kuat, Indonesia Maju melalui IMT-GT
Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam rangka Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Meeting) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menilai Pulau Sumatera memiliki posisi strategis dalam penguatan ekonomi kawasan, karena didukung basis produksi, pasar, sumber daya, jaringan logistik, serta kedekatan geografis dengan negara-negara ASEAN.

Menurut Mahyeldi, potensi tersebut perlu dihubungkan dan dikembangkan melalui kerja sama antardaerah agar Sumatera mampu menjadi kekuatan ekonomi kawasan yang semakin berdaya saing di tingkat global.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam rangka Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Meeting) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026).

“Itulah hakikat dari gelaran diskusi dalam Forum IMT-GT ke-32 di Sumatera Utara ini, yakni bagaimana memaksimalkan potensi dan menyelesaikan berbagai tantangan utama masing-masing daerah melalui kerja sama,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, daerah-daerah yang tergabung dalam IMT-GT perlu memperkuat kolaborasi dengan mengoptimalkan keunggulan masing-masing. Kerja sama tersebut, kata Mahyeldi, harus diarahkan pada kepentingan bersama, saling menguntungkan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sumatera bersatu, ekonomi kuat, Indonesia maju. Itu harapan kita dengan adanya Forum IMT-GT ini,” harapnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian juga mendorong agar kerja sama dalam forum IMT-GT tidak berhenti pada agenda pertemuan dan dialog antarpemerintah, tetapi berkembang menjadi program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di ketiga negara.

Tito menyebut, pemerintah pusat dan daerah memiliki peran penting dalam menerjemahkan kesepakatan IMT-GT menjadi kerja sama nyata. Salah satunya melalui penguatan kerja sama antardaerah dengan konsep sister city maupun sister province antara daerah di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Menurut Tito, Sumatera memiliki modal besar untuk memperkuat daya saing kawasan, mulai dari jumlah penduduk yang besar dan didominasi usia produktif, sumber daya alam, hingga berbagai komoditas unggulan seperti karet, minyak dan gas bumi, emas, serta produk pertanian dan perkebunan.

Potensi tersebut semakin strategis karena posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand. Kondisi ini membuka peluang lebih besar untuk memperkuat perdagangan, investasi, konektivitas, pariwisata, serta berbagai bentuk kerja sama ekonomi lainnya.

“Pertanyaannya adalah bagaimana kita mewujudkannya? Bagaimana kita mengubah visi menjadi kenyataan? Inilah persoalan yang sebenarnya,” ujar Tito

Tito berharap para gubernur, wakil gubernur, dan pemimpin daerah dari ketiga negara dapat memanfaatkan forum IMT-GT untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, sehingga kerja sama regional tersebut semakin dekat dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat. (adpsb/bud)

Wawako Elzadaswarman Pimpin Apel Bersama dalam rangka Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Wawako Elzadaswarman Pimpin Apel Bersama dalam rangka Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43
Training Center (TC) Kontingen Kota Payakumbuh untuk Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat XVI Tahun 2026, Rabu (9/9/2026) pagi. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman menegaskan olahraga bukan sekadar aktivitas fisik maupun rangkaian pertandingan, tetapi bagian dari investasi pembangunan manusia, kesehatan masyarakat, dan prestasi daerah.

Pesan tersebut disampaikan Elzadaswarman saat memimpin Apel Bersama dalam rangka Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026 sekaligus membuka Training Center (TC) Kontingen Kota Payakumbuh untuk Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat XVI Tahun 2026, Rabu (9/9/2026) pagi.

Dalam kesempatan itu, Elzadaswarman membacakan sambutan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap olahraga.

Menurutnya, investasi melalui olahraga tidak hanya diarahkan untuk melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk masyarakat yang sehat dan sumber daya manusia yang berkarakter.

"Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh guna membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik," tegas Elzadaswarman membacakan sambutan.

Sejalan dengan tema HAORNAS ke-43, "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!", Pemko Payakumbuh menempatkan olahraga sebagai bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah juga diarahkan menjadi penggerak utama gerakan masyarakat aktif dan bugar dengan menjadikan olahraga sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan pembangunan olahraga, lanjutnya, tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan atau kompetisi yang digelar, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat. Karena itu, ekosistem olahraga perlu dibangun secara inklusif dan berkeadilan sehingga dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Elzadaswarman mengatakan atlet berprestasi tidak lahir secara instan. Prestasi tumbuh dari lingkungan yang memiliki budaya olahraga yang kuat. Karena itu, budaya olahraga masyarakat, pembinaan prestasi, dan pengembangan industri olahraga perlu dibangun secara terpadu.

Peringatan HAORNAS tahun ini sekaligus menjadi momentum dimulainya pemusatan latihan Kontingen Kota Payakumbuh untuk menghadapi PORPROV Sumatera Barat XVI Tahun 2026. Para atlet yang mengikuti TC diharapkan memanfaatkan masa persiapan tersebut untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun kekompakan tim.

Elzadaswarman meminta para atlet berlatih secara disiplin, menjaga kesehatan, memelihara kekompakan, serta mengikuti arahan pelatih dan official.

"Ingatlah, ketika Saudara memasuki arena pertandingan, Saudara tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa nama besar Kota Payakumbuh. Berjuanglah dengan penuh kebanggaan dan tunjukkan bahwa atlet Kota Payakumbuh memiliki mental juara dan sportivitas yang tinggi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.

"Menang kita syukuri, kalah kita terima dengan lapang dada, tetapi berjuang harus sampai akhir. Jangan pernah menyerah sebelum pertandingan selesai," ungkapnya.

Pemerintah Kota Payakumbuh turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan official yang berperan dalam pembinaan serta regenerasi atlet. Sinergi seluruh unsur tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan olahraga dan melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Apel bersama tersebut dihadiri jajaran Pemko Payakumbuh, pengurus KONI, pelatih, official, serta ratusan atlet Kota Payakumbuh. Kegiatan ditutup dengan semangat bersama "Salam Olahraga! Jaya! Jaya! Jaya!".  (HM)

Satu Abad Perlawanan Rakyat Silungkang, Pemko Sawahlunto Siapkan Napak Tilas dan Pawai Obor di Terowongan 828 Meter    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Satu Abad Perlawanan Rakyat Silungkang, Pemko Sawahlunto Siapkan Napak Tilas dan Pawai Obor di Terowongan 828 Meter
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, saat menerima audiensi panitia pelaksana Peringatan Satu Abad Perlawanan Rakyat Silungkang di Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto, Kamis, 10 September 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Sawahlunto menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Peringatan Satu Abad Perlawanan Rakyat Silungkang 1927–2027. Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah napak tilas perjuangan melalui pawai obor dengan melewati terowongan kereta api kuno sepanjang 828 meter.

Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, saat menerima audiensi panitia pelaksana Peringatan Satu Abad Perlawanan Rakyat Silungkang di Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto, Kamis, 10 September 2026.

Ketua Pelaksana, Irland Muhammad, menjelaskan bahwa napak tilas akan dilaksanakan pada malam hari. Peserta membawa obor dan berjalan kaki menembus Terowongan Kereta Api Muara Kalaban yang memiliki panjang sekitar 828 meter.

Setelah melewati terowongan, peserta akan melanjutkan perjalanan menyusuri jalur rel menuju Societeit Glück Auf, yang kini dikenal sebagai Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto. Kawasan tersebut memiliki nilai sejarah karena menjadi lokasi pemakaman tiga tokoh pejuang perlawanan yang dieksekusi di Penjara Sawahlunto.

Selain napak tilas dan pawai obor, rangkaian kegiatan juga direncanakan diisi dengan pameran foto sejarah, pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta upacara resmi yang dipusatkan di Lapangan Cinto Moni Silungkang.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengapresiasi konsep kegiatan tersebut. Menurutnya, napak tilas dengan membawa obor melewati terowongan bersejarah sepanjang 828 meter memiliki daya tarik tersendiri sekaligus menjadi sarana untuk menghidupkan kembali ingatan sejarah perjuangan masyarakat Silungkang.

“Dengan konsep besar ini, mudah-mudahan ke depannya kegiatan ini dapat ditetapkan menjadi agenda tahunan Kota Sawahlunto. Ini bukan sekadar aktivitas berjalan kaki di malam hari dengan penerangan obor, melainkan sebuah refleksi yang sarat akan nilai sejarah tinggi terkait perjuangan para perintis kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Riyanda.

Ia menilai kegiatan tersebut juga berpotensi menjadi daya tarik wisata sejarah di Kota Sawahlunto. Kehadiran wisatawan diharapkan memberikan dampak positif terhadap pelaku UMKM dan perekonomian masyarakat lokal. “Kita akan dukung penuh,” tegasnya.

Panitia juga menggulirkan rencana penulisan ulang sejarah Perlawanan Rakyat Silungkang secara komprehensif. Penulisan tersebut akan dilakukan dengan pendekatan riset dan penelusuran arsip untuk menghasilkan literasi sejarah daerah yang lebih lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hasil riset tersebut nantinya diharapkan dapat diintegrasikan menjadi materi pembelajaran muatan lokal di sekolah, khususnya di wilayah Kota Sawahlunto. Upaya ini dinilai penting agar generasi muda dapat mengenal sejarah daerah dan perjuangan masyarakat Silungkang secara lebih utuh.

Jurnalis sekaligus penulis dan Ketua Komunitas Anak Nagari Sawahlunto, Marjafri, mengatakan momentum satu abad tersebut juga akan ditandai dengan peluncuran buku sejarah berjudul Serpihan-Sejarah Perlawanan Rakyat Silungkang 1926–1927: Membaca Ulang Satu Abad Stigma Kolonial, Mengembalikan Marwah dan Martabat yang Ternoda.

Menurut Marjafri, buku tersebut diharapkan menjadi literatur penyeimbang dalam melihat sejarah Perlawanan Rakyat Silungkang. “Penerbitan buku ini ditujukan murni untuk menempatkan kembali sejarah perjuangan rakyat pada porsi yang sebenarnya. Ini adalah upaya ilmiah untuk meluruskan kronik sejarah luar yang selama ini secara sepihak dilabeli oleh pemerintah kolonial penjajah Belanda sebagai bentuk pemberontakan organisasi terlarang,” ujarnya.

Audiensi tersebut berlangsung secara formal dan dihadiri jajaran panitia, di antaranya Wakil Ketua Ambun Kadri, Wakil Ketua Bidang Acara Asrul, Penanggung Jawab Napak Tilas Pawai Obor Yuliza Ardi, Penulis Marjafri, serta Penanggung Jawab Perlengkapan dan Foto Zulasfi.(*) 

Pewarta: Marjafri

Wako Zulmaeta Buka Sosialisasi Optimalisasi Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial    
Jumat, September 11, 2026

On Jumat, September 11, 2026

Wako Zulmaeta Buka Sosialisasi Optimalisasi Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial
Sosialisasi Optimalisasi Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial dalam Percepatan Pembangunan Daerah di Aula Kantor Bappeda Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat pemanfaatan data dan informasi geospasial sebagai dasar perencanaan pembangunan agar kebijakan, penetapan prioritas program, dan pengalokasian anggaran semakin sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten III Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh Ifon Satria menyampaikan hal itu saat membuka Sosialisasi Optimalisasi Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial dalam Percepatan Pembangunan Daerah di Aula Kantor Bappeda Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang diikuti para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh serta Perumda Tirta Sago tersebut menghadirkan narasumber Dr. Arie Yulfa, ST, MSc, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP) sekaligus dari Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial.

Ifon mengatakan kualitas pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas data yang digunakan pemerintah dalam mengambil keputusan. Karena itu, data yang tersedia harus akurat, mutakhir, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, data geospasial memiliki posisi strategis karena tidak hanya menyajikan angka atau informasi, tetapi juga menunjukkan lokasi dan sebaran persoalan maupun potensi suatu wilayah. Informasi tersebut dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan intervensi pembangunan secara lebih tepat.

“Semakin lengkap, akurat, dan terintegrasi data yang kita miliki, semakin tepat pula kebijakan dan arah pembangunan yang dapat kita tentukan,” ujar Ifon.

Pemanfaatan data geospasial dapat diterapkan pada berbagai sektor, termasuk perencanaan tata ruang. Informasi berbasis lokasi membantu pemerintah menentukan pemanfaatan lahan berdasarkan karakteristik dan kondisi wilayah sehingga pembangunan berlangsung lebih terarah dan berkelanjutan.

Data geospasial juga mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy. Informasi mengenai lokasi dan sebaran objek pembangunan dapat digunakan untuk menentukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sekaligus menjadi dasar pengalokasian anggaran berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Sektor kebencanaan menjadi salah satu bidang yang membutuhkan informasi geospasial. Data tersebut dapat digunakan untuk memetakan kawasan rawan bencana, mengidentifikasi wilayah terdampak, merancang infrastruktur yang lebih tangguh, serta menentukan jalur dan titik evakuasi.

Pemanfaatannya juga dapat diperluas dalam pengelolaan keuangan daerah, antara lain melalui pendataan objek pajak, aset daerah, dan potensi ekonomi berdasarkan lokasi. Pendataan yang lebih akurat diharapkan membantu pemerintah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam pelayanan publik, data berbasis lokasi dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kebutuhan infrastruktur, seperti jaringan jalan, air, listrik, dan fasilitas dasar lainnya dengan mempertimbangkan kondisi serta sebaran penduduk.

Untuk mendukung pemanfaatan tersebut, Pemko Payakumbuh melalui Bappeda terus memperkuat pendataan berbasis geospasial serta simpul jaringan geospasial antarlembaga. Upaya itu diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan data pembangunan yang lebih terintegrasi, akurat, dan mudah dimanfaatkan oleh seluruh perangkat daerah.

Penguatan sistem tersebut juga membutuhkan aparatur yang mampu mengumpulkan, mengelola, memperbarui, mengintegrasikan, dan memanfaatkan data geospasial. Dengan kapasitas sumber daya manusia yang memadai, data tidak berhenti sebagai arsip, tetapi menjadi instrumen dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan data dan informasi geospasial di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh. Pemanfaatan data secara optimal diharapkan semakin memperkecil kesenjangan antara perencanaan pembangunan dan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. (HM)