HEADLINE
Semarak Gerak Sehat Prolanis 335, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat    
Senin, Juli 13, 2026

On Senin, Juli 13, 2026

Semarak Gerak Sehat Prolanis 335, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen BPJS Kesehatan dalam memperkuat layanan promotif dan preventif, sekaligus mendekatkan pelayanan administrasi JKN kepada masyarakat. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh menggelar Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) 335 sekaligus menghadirkan layanan BPJS Keliling bagi peserta 
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Sabtu (11/07).

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen BPJS Kesehatan dalam memperkuat layanan promotif dan preventif, sekaligus mendekatkan pelayanan administrasi JKN kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti senam bersama dan edukasi kesehatan, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi kepesertaan melalui BPJS Keliling, seperti konsultasi program JKN, perubahan data peserta, pengaduan layanan, hingga berbagai layanan administrasi lainnya tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Defiyanna Sayodase, mengatakan bahwa momentum HUT ke-58 BPJS Kesehatan dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengajak peserta membangun budaya hidup sehat.

"Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan JKN, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya membangun budaya hidup sehat sejak dini sehingga penyakit kronis dapat dikendalikan dan risiko 
komplikasi dapat diminimalkan," ujar Defiyanna.

Defiyanna menjelaskan, Prolanis merupakan salah satu program unggulan BPJS Kesehatan yang berfokus pada pengelolaan penyakit kronis secara berkesinambungan melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, konsultasi medis, pemantauan kondisi peserta, hingga aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin bersama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Ia mengungkapkan, berdasarkan data per 03 Juli 2026 jumlah peserta Prolanis di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh telah mencapai 20.120 peserta. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.483 peserta merupakan penyandang diabetes melitus dan 16.396 peserta merupakan penyandang hipertensi. 

Mayoritas peserta berada pada rentang usia 45 hingga 70 tahun, namun terdapat pula peserta yang masih berusia sekitar 25 tahun, sehingga menunjukkan bahwa penyakit kronis dapat dialami oleh berbagai kelompok usia.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan Gerak Sehat 335, yaitu pola olahraga sederhana berupa jalan santai selama 3 menit, jalan cepat selama 3 menit, dan diulang sebanyak 5 set sehingga total durasi aktivitas fisik mencapai 30 menit.

Menurut Defiyanna, olahraga tersebut mudah dilakukan, tidak memerlukan peralatan khusus, namun memiliki manfaat besar dalam membantu mengendalikan tekanan darah, menjaga kadar gula darah tetap stabil, meningkatkan kebugaran tubuh, serta menurunkan risiko komplikasi penyakit kronis apabila dilakukan secara rutin.

"Olahraga tidak harus berat. Yang terpenting adalah dilakukan secara teratur dan menjadi kebiasaan. Jalan kaki selama 30 menit dengan pola jalan santai dan jalan cepat secara 
bergantian merupakan aktivitas sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan," kata Defiyanna.

Selain mendorong peserta aktif berolahraga, BPJS Kesehatan terus memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan, dan seluruh FKTP dalam penyelenggaraan Prolanis.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan rutin, pemantauan kondisi peserta, hingga pendampingan agar peserta disiplin menjalani pengobatan dan menerapkan pola hidup sehat.

BPJS Kesehatan juga terus melakukan transformasi digital melalui aplikasi Mobile JKN yang memudahkan peserta mengakses berbagai layanan, mulai dari informasi kepesertaan, 
antrean online, hingga berbagai informasi pelayanan kesehatan. Transformasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan JKN yang semakin mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta.

Defiyanna berharap semakin banyak masyarakat, khususnya peserta JKN yang memiliki riwayat diabetes melitus, hipertensi, maupun penyakit kronis lainnya untuk memanfaatkan program Prolanis secara aktif.

Menurutnya, keberhasilan Prolanis tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah peserta, tetapi juga dari semakin banyaknya peserta yang mampu mengendalikan penyakitnya, 
terhindar dari komplikasi, serta tetap produktif menjalani kehidupan sehari-hari.

"Di usia ke-58 tahun, BPJS Kesehatan akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang berkualitas sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif. Menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang dan kami mengimbau seluruh masyarakat agar membudayakan hidup sehat sejak dini, dan jangan peduli ketika sakit saja" harap Defiyanna.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Prolanis juga disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, Dedi Hendra Suryadi.

Menurutnya, Prolanis merupakan wujud kolaborasi bersama yang harus dijaga dan diperkuat, sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin baik.

"Kami sangat mendukung program ini karena sejalan dengan upaya Dinas Kesehatan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Melalui Prolanis, peserta dapat memantau kondisi kesehatannya secara rutin sehingga potensi komplikasi penyakit kronis dapat ditekan sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit," kata Dedi.

Ia menilai Gerak Sehat 335 merupakan inovasi sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya kasus diabetes melitus dan 
hipertensi akibat pola hidup yang kurang sehat.

"Kami mengimbau masyarakat agar meluangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk berolahraga, salah satunya melalui Gerak Sehat 335 BPJS Kesehatan. Selain itu, pastikan 
kepesertaan JKN-nya tetap aktif agar perlindungan kesehatan selalu terjamin," tambah Dedi.

Sementara itu, penanggung jawab grup Prolanis Puskesmas Banjaloweh, Megi Afriyulianti, mengatakan pihaknya saat ini membina 3 klub Prolanis yang masing-masing beranggotakan 
20 peserta. 

Berbagai kegiatan rutin seperti senam bersama, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi kesehatan terus dilakukan untuk membantu peserta mengendalikan penyakit kronis.

"Antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak yang mengaku tekanan darah dan kadar gula darahnya lebih terkendali, bahkan merasa lebih bahagia karena dapat saling berbagi 
pengalaman dengan sesama peserta. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang bergabung agar semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini," tutur Megi.

Manfaat Prolanis juga dirasakan langsung oleh Risda Yeni (58), peserta JKN yang memiliki riwayat hipertensi. 

Sejak mengikuti Prolanis, ia mengaku kondisi kesehatannya semakin baik karena rutin menjalani pemeriksaan dan mengikuti berbagai aktivitas yang diselenggarakan puskesmas.

"Saya rutin memanfaatkan JKN untuk cek kesehatan dan tidak pernah absen mengikuti kegiatan Prolanis. Tekanan darah saya lebih stabil, tubuh terasa lebih bugar, dan saya juga merasa lebih tenang karena bisa saling berbagi semangat dengan peserta lainnya," ungkap Risda.

Menurut Risda, kehadiran Program JKN telah memberikan rasa aman bagi masyarakat saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Dulu banyak orang harus meminjam uang bahkan menjual tanah atau ternaknya untuk biaya berobat. Sekarang kita patut bersyukur karena ada BPJS Kesehatan yang membantu 
menjamin biaya pelayanan kesehatan sesuai ketentuan. Karena itu, mari kita jaga kesehatan dan manfaatkan program JKN dengan sebaik-baiknya," tutup Risda. (HM)

Hadiri Festival Seni dan Budaya Silungkang Oso, Wali Kota Sawahlunto Dorong Penguatan Budaya dan UMKM    
Senin, Juli 13, 2026

On Senin, Juli 13, 2026

Hadiri Festival Seni dan Budaya Silungkang Oso, Wali Kota Sawahlunto Dorong Penguatan Budaya dan UMKM
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra saat menghadiri Festival Seni dan Budaya Desa Silungkang Oso, Sabtu (11/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mendorong penguatan budaya lokal dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai fondasi pembangunan pariwisata daerah. Komitmen itu disampaikannya saat menghadiri Festival Seni dan Budaya Desa Silungkang Oso, Sabtu (11/7/2026).

Festival yang digelar masyarakat Desa Silungkang Oso tersebut menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus ajang promosi potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. 

Berbagai pertunjukan seni tradisional ditampilkan oleh generasi muda bersama para seniman dan tokoh masyarakat sebagai bentuk regenerasi pelaku seni sekaligus upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya Silungkang.

Salah satu penampilan yang menyita perhatian adalah Talempong Batuang, disusul berbagai atraksi seni tradisional lainnya yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Silungkang.

Festival juga menghadirkan peragaan busana berbahan Songket Silungkang hasil rancangan pelaku UMKM lokal, Mezhaf. 

Peragaan tersebut memperlihatkan bahwa warisan budaya tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki daya saing.

Wali Kota Riyanda Putra mengapresiasi inisiatif masyarakat yang terus menghidupkan ruang-ruang kebudayaan di tingkat desa.

Menurutnya, festival seperti ini memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya, membina generasi muda, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui keterlibatan para pelaku UMKM.

"Budaya harus menjadi kekuatan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Ketika seni, tradisi, dan ekonomi kreatif berjalan beriringan, dampaknya tidak hanya dirasakan dalam pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah," ujarnya.

Riyanda juga meminta perangkat daerah terkait terus memberikan pendampingan terhadap penyelenggaraan festival budaya di berbagai desa agar semakin berkualitas, memiliki daya tarik yang lebih luas, dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Menurutnya, pengembangan festival budaya harus menjadi bagian dari strategi memperkuat Sawahlunto sebagai kota wisata berbasis warisan budaya, dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, seniman, komunitas budaya, dan pelaku UMKM, festival seperti ini diharapkan terus berkembang sebagai ruang pelestarian tradisi sekaligus penggerak ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*) 

Pewarta: marjafri

Hadiri Peringatan ke-54 HKG PKK di Makassar, Ny. Nia Bawa Inspirasi Baru untuk Perkuat Program PKK Kabupaten Solok    
Senin, Juli 13, 2026

On Senin, Juli 13, 2026

Hadiri Peringatan ke-54 HKG PKK di Makassar, Ny. Nia Bawa Inspirasi Baru untuk Perkuat Program PKK Kabupaten Solok
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Juli 2026 di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, turut hadir dalam rangkaian peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026. 

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Juli 2026 di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan.

Acara yang dihadiri Ketua TP-PKK dari seluruh Indonesia ini menjadi wadah strategis untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan kemampuan kader, serta saling bertukar pengalaman dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK. 

Seluruh upaya ini ditujukan untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas di seluruh penjuru negeri.

Selama berlangsungnya acara, para peserta mengikuti berbagai agenda penting, meliputi rapat koordinasi nasional, seminar pengembangan kapasitas, pameran produk unggulan UMKM, hingga diskusi mendalam mengenai peran vital PKK dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Bagi Ny. Nia, kehadirannya di ajang ini bukan sekadar tugas kedinasan, melainkan peluang emas untuk memperkaya wawasan sekaligus membawa ide-ide segar yang dapat diterapkan langsung di Kabupaten Solok.

"Melalui pertemuan ini, kami mendapatkan banyak pengalaman berharga dan inspirasi dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga ilmu serta inovasi yang kami peroleh dapat segera diimplementasikan untuk memperkuat kinerja dan program-program PKK di Kabupaten Solok, demi terwujudnya kesejahteraan keluarga yang lebih baik," ujar Ny. Nia di sela-sela kegiatan.

Keikutsertaan ini juga semakin menegaskan komitmen TP-PKK Kabupaten Solok untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. 

Fokus utamanya adalah memperkuat pemberdayaan keluarga, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan demi kemajuan bersama.(80)

MTQ ke-IX Pariaman Utara Ditutup, Naras Hilir Juara Umum    
Senin, Juli 13, 2026

On Senin, Juli 13, 2026

MTQ ke-IX Pariaman Utara Ditutup, Naras Hilir Juara Umum
Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-IX tingkat Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman tahun 2026 ditutup oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-IX tingkat Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman tahun 2026 ditutup oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi di halaman Kantor Camat Pariaman Utara, Kota Pariaman, Minggu (12/7).

Berdasarkan keputusan Dewan Hakim, Desa Naras Hilir keluar sebagai juara umum setelah berhasil mengumpulkan total 106 poin.

Berdasarkan Dewan Hakim, Desa Naras Hilir mendominasi perolehan juara dengan meraih 8 gelar Juara I, 3 Juara II, 2 Juara III, serta 1 Juara Harapan I. 

Posisi kedua ditempati oleh Desa Tungkal Selatan dengan total 51 poin, disusul oleh Desa Sikapak Timur di peringkat ketiga dengan raihan 41 poin.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pariaman sekaligus Ketua LPTQ Kota Pariaman, Mulyadi menyampaikan bahwa MTQ tingkat Kecamatan Pariaman Utara ini 

merupakan kecamatan kedua yang telah selesai melaksanakan seleksi, dari total empat kecamatan yang ada di Kota Pariaman. 

Selanjutnya, giliran Kecamatan Pariaman Selatan dan Kecamatan Pariaman Timur yang dijadwalkan akan menggelar kegiatan serupa dalam bulan ini.(wi/an/at)

Hadiri HUT ke-46 DEKRANAS di Makassar, Ny. Nia Tekankan Pentingnya Inovasi dan Pasar Luas bagi Kerajinan Kabupaten Solok    
Senin, Juli 13, 2026

On Senin, Juli 13, 2026

Hadiri HUT ke-46 DEKRANAS di Makassar, Ny. Nia Tekankan Pentingnya Inovasi dan Pasar Luas bagi Kerajinan Kabupaten Solok
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, hadir dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) yang berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026). 

Kehadiran ini menjadi bukti nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Solok terhadap kemajuan sektor kerajinan di daerah maupun tingkat nasional.

Peringatan tahun ini mengangkat semangat untuk memperkuat komitmen bersama mengembangkan industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing, inovatif, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus DEKRANAS pusat serta perwakilan Dekranasda dari seluruh penjuru Indonesia.

Bagi Ny. Nia, keikutsertaan dalam ajang ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan langkah strategis untuk membawa aspirasi para pengrajin Kabupaten Solok ke forum nasional. 

Ia berharap momentum ini dapat memicu semangat baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerajinan di daerahnya.

"Semoga melalui peringatan ini, para pengrajin di Kabupaten Solok semakin termotivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas karya, serta memperluas jaringan pemasaran. Sehingga kita tidak hanya mampu bersaing di tingkat daerah, tetapi juga nasional bahkan internasional," ujar Ny. Nia di sela-sela acara.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antar pihak. "Dengan kerja sama yang kokoh antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan para pelaku usaha, kerajinan khas Kabupaten Solok akan semakin dikenal luas. Hal ini tentunya akan membawa dampak positif bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Selain upacara peringatan, acara ini juga dimeriahkan dengan pameran produk kerajinan unggulan dari berbagai provinsi di Indonesia. 

Pameran ini menjadi wadah berharga bagi para peserta untuk saling bertukar ide, melihat perkembangan kerajinan daerah lain, serta menjajaki peluang kerja sama dan promosi bersama.

Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dekranasda menegaskan komitmennya untuk terus memajukan industri kerajinan lokal. 

Sektor ini tidak hanya dianggap sebagai penopang ekonomi masyarakat, melainkan juga sarana penting dalam melestarikan warisan budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.(80)

Ribuan Warga Padati Nobar Piala Dunia di Kantor Gubernur, Mahyeldi Pastikan Berlanjut hingga Final    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Ribuan Warga Padati Nobar Piala Dunia di Kantor Gubernur, Mahyeldi Pastikan Berlanjut hingga Final
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan kolaborasi CFD dan nobar menjadi daya tarik baru yang mampu menghidupkan ruang publik sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi. (Foto: adpsb) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ribuan warga memadati kawasan Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) untuk mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) yang dirangkai dengan nonton bareng (nobar) pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss yang disiarkan TVRI, Minggu (12/7/2026). 

Meski sempat diguyur gerimis, antusiasme masyarakat tidak surut. Demi kenyamanan peserta, kegiatan nobar dipindahkan ke Aula Kantor Gubernur dan tetap berlangsung meriah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan kolaborasi CFD dan nobar menjadi daya tarik baru yang mampu menghidupkan ruang publik sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi.

“CFD sekaligus nobar ini ternyata mendapat sambutan luar biasa. Tadi ribuan masyarakat hadir. Karena hujan gerimis, kegiatan kita geser ke dalam, tetapi antusiasme masyarakat tetap tinggi,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen terus memfasilitasi kegiatan nobar hingga pertandingan final Piala Dunia.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus memperkuat semangat sportivitas.

“Masih ada pertandingan sampai final. Insyaallah akan kita fasilitasi lagi, baik di halaman Kantor Gubernur maupun di tempat-tempat lain agar masyarakat bisa menikmati pertandingan bersama,” katanya.

Mahyeldi menilai, kehadiran siaran Piala Dunia melalui TVRI tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan pembinaan olahraga. 

Ramainya masyarakat yang berkumpul dinilai mampu menggerakkan sektor UMKM, sementara tayangan pertandingan menjadi media pembelajaran bagi generasi muda yang ingin mendalami sepak bola.

“Piala Dunia ini akan menggerakkan UMKM kita. Lebih penting lagi, karena TVRI menjangkau hingga daerah-daerah pelosok, generasi muda dapat belajar dan mengenal teknik serta keterampilan para pemain dunia. Ini menjadi pembelajaran yang sangat positif bagi sepak bola Sumatera Barat,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi TVRI yang menghadirkan Nobar siaran Piala Dunia di berbagai wilayah, sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pertandingan sekaligus menyaksikan kualitas permainan pesepak bola terbaik dunia.

Sebelum pertandingan berakhir, Mahyeldi menilai laga Argentina kontra Swiss berlangsung menarik karena mempertemukan dua karakter permainan yang berbeda.

“Kalau saya lihat, Argentina lebih unggul dari sisi skill, sementara Swiss memiliki postur dan kekuatan fisik yang lebih baik. Pertandingan ini tentu akan semakin menarik karena mempertemukan kemampuan teknik dan kekuatan fisik,” ujarnya.

Pada pertandingan tersebut, Argentina akhirnya memastikan langkah ke babak semifinal setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. 

Alexis Mac Allister membawa Argentina unggul lebih dahulu sebelum Swiss menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye.

Dua gol tambahan dari Julián Álvarez dan Lautaro Martínez di babak tambahan waktu memastikan kemenangan La Albiceleste.  

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai rencana nobar partai semifinal hingga final, Mahyeldi memastikan Pemprov Sumbar siap kembali memfasilitasi masyarakat bersama TVRI.

“Insyaallah kita fasilitasi lagi di sini. Tentu dengan konsep yang disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas perkantoran, jika pertandingannya itu berlangsung dalam jam kerja” katanya sambil tersenyum. (adpsb/cen/bud)

Lestarikan Budaya Minangkabau, Festival Sipak Rago Piala Bergilir Evi Yandri Kembali Digelar    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Lestarikan Budaya Minangkabau, Festival Sipak Rago Piala Bergilir Evi Yandri Kembali Digelar
Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat yang memperebutkan Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, kembali digelar pada Sabtu–Minggu (11–12/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Upaya melestarikan warisan tradisi masyarakat Minangkabau terus digalakkan. Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat yang memperebutkan Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, kembali digelar pada Sabtu–Minggu (11–12/7/2026).

Sebanyak 28 tim dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam festival yang mengusung tema "Lestarikan Budaya dengan Permainan Anak Nagari Sipak Rago" ini. Acara dibuka langsung oleh Evi Yandri Rajo Budiman di Gedung Rohana Kudus, Kota Padang, Sabtu (11/7/2026).
Penyelenggaraan tahun 2026 merupakan kali kelima festival ini digelar menggunakan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui dana pokok pikiran (pokir) Evi Yandri.

"Sebenarnya sejak 2015 sudah kita gelar dengan dana seadanya. Namun, dengan sokongan APBD, ini menjadi tahun kelima pelaksanaannya secara resmi," ujar Evi Yandri saat membuka festival.
Ia menekankan pentingnya menjaga eksistensi sipak rago yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) secara nasional sejak beberapa tahun lalu agar tidak punah dan tetap diwariskan ke generasi muda.

Evi menjelaskan bahwa sipak rago merupakan cikal bakal sepak takraw, tetapi memiliki filosofi permainan yang sangat berbeda. Berbeda dengan sepak takraw yang mengutamakan kompetisi untuk mengalahkan lawan, sipak rago justru menonjolkan kerja sama dan kolaborasi antarpemain.

"Jika sepak takraw dimainkan berhadapan untuk saling mengalahkan, sipak rago justru menuntut kerja sama agar bola tetap bertahan di udara selama mungkin. Di sini tercermin nilai kekompakan, ketangkasan, gotong royong, dan tidak ada rasa ingin balas dendam," jelasnya.

Nilai luhur tersebut mengajarkan setiap pemain untuk selalu memberikan umpan terbaik kepada rekannya, meskipun mereka menerima bola dalam posisi yang sulit atau kurang ideal.

Selain nilai budaya, sipak rago memiliki catatan sejarah yang unik. Pada masa penjajahan Belanda, permainan ini menjadi kedok bagi pemuda Minangkabau untuk melatih ketangkasan fisik dan bela diri secara sembunyi-sembunyi.

"Dulu Belanda melarang orang Minang latihan bela diri. Melalui permainan ini mereka terkecoh, dikira kita sekadar bermain bola, padahal sekaligus berlatih bela diri (silat)," ungkap Evi.

Upaya pelestarian ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar yang diwakili Kepala Museum Adityawarman, Tuti Alawiyah, menyatakan sipak rago bukan sekadar olahraga tradisional, melainkan identitas budaya yang kaya akan nilai sejarah, sportivitas, dan disiplin.

"Penyelenggaraan festival ini sangat penting agar permainan tradisional tetap dikenal dan diminati generasi muda," tutur Tuti. 

Pihaknya juga berterima kasih atas komitmen pengalokasian dana pokir dari DPRD untuk pemajuan kebudayaan lokal.

Apresiasi senada disampaikan Camat Kuranji, Rozaldi Rosman. Ia menilai festival ini memberikan ruang representatif bagi anak nagari untuk menjaga nilai-nilai adat Minangkabau di tengah gempuran modernisasi.

Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat ini memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp29,5 juta. 

Prosesi pembukaan acara ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Evi Yandri Rajo Budiman, didampingi oleh unsur Forkopimda, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, serta para tamu undangan.(*)

Ekspedisi Citatih Elpala Berhasil Berkat Dukungan Berbagai Pihak    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Ekspedisi Citatih Elpala Berhasil Berkat Dukungan Berbagai Pihak
Ekspedisi yang berlangsung pada 4–10 Juli 2026 ini merupakan gagasan Rumah Elpala, wadah alumni Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kesuksesan Ekspedisi Cicatih Elpala yang menempuh perjalanan dari hulu Sungai Cimelati sampai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, bukan cuma soal berhasil melewati medan alam. 

Lebih dari itu, ekspedisi ini jadi ajang belajar yang mempertemukan semangat persaudaraan, kepedulian lingkungan, patriotisme, dan proses membentuk karakter generasi muda pencinta alam.

Ekspedisi yang berlangsung pada 4–10 Juli 2026 ini merupakan gagasan Rumah Elpala, wadah alumni Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta. 

Kegiatan ini memadukan petualangan alam, konservasi, regenerasi organisasi pencinta alam, dan pembuatan film dokumenter yang merekam perjalanan melintasi kawasan hutan hujan tropis Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) hingga pengarungan Sungai Cicatih menuju Pelabuhan Ratu.

Perjalanan panjang ini tentu bukan cuma butuh fisik dan kemampuan teknis, tapi juga dukungan dari banyak pihak yang peduli pada pendidikan alam bebas, konservasi lingkungan, dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Para pendiri Elpala, Dar Edi Yoga dan Eka Bama Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung sehingga Ekspedisi Cicatih Elpala bisa berjalan lancar dan mencapai tujuan.

Menurut keduanya, keberhasilan sebuah ekspedisi bukan cuma dilihat dari sampai atau tidaknya ke titik akhir, tapi juga dari proses panjang yang membentuk mental, keterampilan, tanggung jawab, dan nilai-nilai hidup para peserta.

"Yang paling berharga dari sebuah ekspedisi bukan hanya tujuan yang dicapai, tetapi proses yang dilalui. Di sepanjang perjalanan, para peserta belajar arti kebersamaan, saling membantu, bertanggung jawab, serta memahami bahwa alam mengajarkan banyak hal tentang kehidupan," ujar Dar Edi Yoga, Minggu (12/7/2026).

Dukungan dalam ekspedisi ini datang dari organisasi pencinta alam Wanadri yang mengirimkan anggota terbaiknya dengan pengalaman panjang dalam kegiatan pengarungan sungai menggunakan perahu karet dan kano.

Selain memberi pendampingan teknis, Wanadri juga menyediakan dua unit perahu karet dan tiga kano untuk mendukung keselamatan serta kelancaran pengarungan Sungai Cicatih yang jadi salah satu bagian utama perjalanan.

Dukungan lain datang dari Boogie yang menyediakan tiga perahu karet, serta PMBC (Pickup Mini Bus Community) yang membantu mobilisasi peralatan, perahu, dan peserta selama rangkaian ekspedisi berlangsung.

Sedangkan Kementerian Kehutanan, memberikan dukungan lewat izin masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sementara, Korem Surya Kencana juga ikut memberi perhatian dan membantu kelancaran kegiatan sejak tahap persiapan sampai pelaksanaan ekspedisi.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan para pendiri Elpala kepada Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, yang mendukung terselenggaranya Ekspedisi Cicatih Elpala.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menilai kegiatan seperti Ekspedisi Cicatih Elpala punya peran penting dalam membentuk karakter generasi muda lewat pengalaman langsung di alam terbuka.

Menurutnya, ekspedisi bukan cuma mengasah kemampuan teknis dan jiwa kepemimpinan, tapi juga menanamkan disiplin, kerja sama, semangat pantang menyerah, kepedulian terhadap lingkungan, dan rasa cinta tanah air sebagai bagian dari nilai dasar bela negara.

"Kementerian Pertahanan mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu membentuk karakter generasi muda dan menumbuhkan kesadaran bela negara melalui pengalaman nyata di lapangan. Ekspedisi seperti ini merupakan contoh kolaborasi yang baik dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa, negara, dan kelestarian alam," ujar Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Dar Edi Yoga mengatakan, keterlibatan siswa Elpala SMA Negeri 68 Jakarta yang masih duduk di kelas XI dan XII jadi bagian penting dari tujuan ekspedisi ini.

"Mereka mendapatkan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya melalui teori. Mereka belajar teknik kegiatan alam bebas, manajemen perjalanan, keselamatan, kerja sama tim, kepemimpinan, sekaligus memahami arti persaudaraan dan patriotisme," katanya.

Menurutnya, alam jadi ruang belajar yang bisa membentuk generasi muda agar punya ketangguhan mental dan keterampilan untuk menghadapi berbagai tantangan.

"Mereka belajar bahwa keberhasilan tidak diraih sendiri. Ada kerja sama, kepedulian, dan rasa saling menjaga. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting bagi kehidupan mereka," ujar Dar.

Sementara itu, pendiri Elpala sekaligus sutradara film dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala, Eka Bama Putra, mengatakan film yang dibuat dalam ekspedisi ini bukan cuma merekam keindahan alam dan perjalanan petualangan, tapi juga menangkap nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh selama kegiatan berlangsung.

"Alam adalah ruang belajar yang luar biasa. Di sana seseorang belajar menghadapi keterbatasan, mengasah keterampilan, membangun persaudaraan, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan," ujar Bama.

Ia menambahkan, kegiatan pencinta alam harus selalu dijalankan dengan persiapan matang, kemampuan yang sesuai, dan tetap mengutamakan keselamatan.

"Petualangan bukan sekadar keberanian untuk berangkat, tetapi bagaimana seseorang mampu bertanggung jawab terhadap dirinya, timnya, dan lingkungan yang dijelajahi," pungkasnya. (*) 

Iqra Chissa Dorong Percepatan Pembebasan Lahan Taplau, Target Pembangunan Fisik Dimulai 2028    
Minggu, Juli 12, 2026

On Minggu, Juli 12, 2026

Iqra Chissa Dorong Percepatan Pembebasan Lahan Taplau, Target Pembangunan Fisik Dimulai 2028
Iqra saat melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sumatera Barat pada Kamis, (9/7/2026). (Foto: Ucok). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Iqra Chissa Putra, mendorong percepatan penyelesaian pembebasan lahan untuk mendukung proyek penataan kawasan Pantai Padang (Taplau), khususnya di ruas Jalan Samudera dan area belakang Hotel Pangeran, Kota Padang.

Komitmen tersebut disampaikan Iqra saat melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sumatera Barat pada Kamis, (9/7/2026), guna menindaklanjuti berbagai kendala teknis yang masih menghambat proses pengadaan tanah di lokasi tersebut.

Menurut Iqra, koordinasi lintas instansi sangat penting untuk mengurai berbagai persoalan yang muncul di lapangan agar program penataan kawasan wisata dan infrastruktur Kota Padang dapat berjalan sesuai rencana.

"Semangat kita sama, yaitu mempercantik dan memperindah Kota Padang. Itu tujuan utama yang ingin kita capai bersama," kata Iqra dalam pertemuan tersebut.

Ia menjelaskan, terdapat dua titik yang menjadi perhatian utama dalam proses pembebasan lahan, yakni kawasan Jalan Samudera di ruas Hang Tuah serta area di belakang Hotel Pangeran.

Untuk lokasi belakang Hotel Pangeran, Iqra mengungkapkan adanya kajian akademis terkait mekanisme pergantian tanah yang perlu ditelaah lebih lanjut.

Karena itu, seluruh proses harus mengacu pada kajian yang komprehensif dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami meminta solusi dan langkah percepatan bersama. Untuk persoalan di belakang Hotel Pangeran, kami juga mendapat informasi adanya kajian akademis terkait pergantian tanah. Tentu kita ingin semua berjalan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, untuk persoalan lahan di ruas Hang Tuah, Iqra menyebut sudah mulai terlihat perkembangan positif.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga berencana membentuk tim percepatan guna mempercepat penyelesaian berbagai kendala administrasi dan teknis.

"Alhamdulillah untuk ruas Hang Tuah sudah mulai ada titik terang. Yang penting sekarang ada progres dan jangan sampai proses ini stuck. Dalam waktu dekat akan dibentuk tim percepatan dengan melibatkan pihak-pihak terkait," jelasnya.

Iqra menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ganti rugi lahan menjadi faktor kunci keberhasilan proyek penataan kawasan tersebut. 

Semakin cepat persoalan lahan diselesaikan, semakin cepat pula tahapan pembangunan dapat dilaksanakan.

Ia berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kota Padang, ATR/BPN, serta seluruh pemangku kepentingan agar proses percepatan dapat berjalan efektif.

"Kami optimistis apabila persoalan lahan bisa segera diselesaikan, pembangunan fisik dapat mulai dilaksanakan pada tahun 2028. Saya yakin ini akan mendapat dukungan dari Pak Gubernur maupun Pak Wali Kota demi kemajuan Kota Padang," katanya.

Iqra juga mengusulkan agar seluruh pihak terkait, termasuk Dinas PUPR Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, duduk bersama dalam satu forum koordinasi untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi terbaik terhadap seluruh kendala yang masih tersisa.

"Koordinasi ini sangat krusial agar proyek penataan kota berjalan lancar. Ini merupakan wujud komitmen bersama untuk meningkatkan infrastruktur dan mempercantik Kota Padang tercinta," tutup Iqra. (*)