HEADLINE
Cegah Bullying dan Pernikahan Dini, TP-PKK Kabupaten Solok Ajak Pelajar Lindungi Masa Depan    
Rabu, Oktober 28, 2026

On Rabu, Oktober 28, 2026

Cegah Bullying dan Pernikahan Dini, TP-PKK Kabupaten Solok Ajak Pelajar Lindungi Masa Depan
Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., turun langsung memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pencegahan perundungan (bullying), kekerasan terhadap anak, dan pernikahan dini menjadi perhatian serius dalam upaya melindungi masa depan generasi muda. Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., turun langsung memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Selasa (27/10/2026), untuk mendorong terciptanya lingkungan pergaulan yang sehat, aman, dan ramah anak.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar tingkat SMP dan SMA diajak memahami bahwa perundungan bukan sekadar candaan atau persoalan sepele. Perilaku merendahkan, menyakiti, mengintimidasi, hingga mempermalukan teman dapat berdampak terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, serta masa depan korban. Karena itu, setiap pelajar didorong untuk saling menghargai dan berani menolak segala bentuk kekerasan.

Ny. Nia tidak hanya menyampaikan materi secara lisan, tetapi juga membangun dialog langsung dengan para siswa. Pendekatan ini dilakukan agar pelajar lebih mudah mengenali bentuk-bentuk perundungan, termasuk yang terjadi melalui media sosial dan ruang digital. Edukasi tersebut diharapkan menumbuhkan kepedulian siswa agar tidak menjadi pelaku, korban yang terus diam, ataupun penonton yang membiarkan perundungan berlangsung.

Penggunaan telepon genggam dan media sosial juga menjadi perhatian penting. Menurut Ny. Nia, teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi penggunaannya tanpa pengawasan dan pemahaman yang baik dapat membuka peluang paparan konten tidak layak serta memicu perilaku negatif. “Penggunaan gawai sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Namun penyalahgunaannya, termasuk paparan konten yang tidak layak di media sosial, dapat memicu perilaku yang kurang baik. Ini harus menjadi perhatian bersama, terutama orang tua dan guru, agar anak-anak kita tetap aman,” jelasnya.

Ia menegaskan, pencegahan kekerasan terhadap anak tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah atau pemerintah. Keluarga, tenaga pendidik, pemerintah nagari, dan masyarakat perlu membangun kerja sama dalam menciptakan lingkungan yang melindungi anak. Pengawasan pergaulan, komunikasi terbuka, serta perhatian terhadap perubahan perilaku anak menjadi bagian penting agar persoalan dapat dikenali dan ditangani sejak dini.

Selain perundungan, Ny. Nia mengingatkan pelajar tentang risiko pernikahan dini yang dapat memengaruhi pendidikan dan masa depan mereka. Ia meminta orang tua dan pemerintah nagari berperan aktif dalam mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan sosial. “Jangan sampai hal-hal yang merugikan terjadi di lingkungan kita. Pemerintah nagari dan orang tua harus berperan aktif mengawasi pergaulan anak. Melindungi anak adalah kewajiban kita bersama,” tegasnya.

Para pelajar juga diajak memilih lingkungan pertemanan yang positif, meningkatkan kedisiplinan, serta menjauhi pergaulan bebas, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba. Ny. Nia mengingatkan bahwa keputusan yang diambil pada usia muda dapat memengaruhi perjalanan hidup ke depan. “Pilihlah pergaulan yang membawa kebaikan. Jangan terjerumus ke hal-hal yang dapat merusak masa depan. Banggakan orang tua, dan jadilah generasi yang membanggakan keluarga serta daerah,” pesannya.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Solok, Camat Junjung Sirih, Penjabat Wali Nagari Paninggahan, para pendidik, serta peserta didik. Kehadiran unsur pemerintah dan sekolah tersebut memperkuat pesan bahwa perlindungan anak membutuhkan keterlibatan lintas sektor, bukan sekadar imbauan sesaat.

Melalui edukasi ini, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya menghormati sesama, berani menolak perundungan, serta menggunakan media sosial secara bijak. Upaya mencegah kekerasan terhadap anak dan pernikahan dini perlu dilanjutkan melalui pendampingan nyata di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, Kabupaten Solok diharapkan mampu membangun generasi muda yang aman, berkarakter, berprestasi, dan siap meraih masa depan yang lebih baik. (80) 

Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU

Festival Literasi Kabupaten Solok Dibuka, Masyarakat Diajak Lawan Hoaks dan Perkuat Budaya Membaca    
Rabu, Oktober 28, 2026

On Rabu, Oktober 28, 2026

Festival Literasi Kabupaten Solok Dibuka, Masyarakat Diajak Lawan Hoaks dan Perkuat Budaya Membaca
Pemerintah Kabupaten Solok mendorong masyarakat agar semakin cerdas memilah informasi melalui Festival Literasi Kabupaten Solok yang resmi dibuka di halaman Perpustakaan Daerah Kabupaten Solok, Koto Baru, Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyebaran hoaks, penguatan budaya membaca menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Solok mendorong masyarakat agar semakin cerdas memilah informasi melalui Festival Literasi Kabupaten Solok yang resmi dibuka di halaman Perpustakaan Daerah Kabupaten Solok, Koto Baru, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat minat baca sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis di tengah masyarakat.

Festival Literasi Kabupaten Solok tidak sekadar menjadi ajang kegiatan perpustakaan, tetapi juga sarana mengajak masyarakat memahami pentingnya informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Kemampuan membaca, memahami konteks, dan memeriksa sumber informasi dinilai semakin penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut meskipun daerah masih berada dalam masa pemulihan pascabencana. Ia menegaskan bahwa kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat harus tetap berjalan agar pembangunan sumber daya manusia tidak terhenti di tengah berbagai tantangan.

“Saya senang kegiatan ini tetap bisa terlaksana. Walaupun dalam keadaan bencana, pembangunan dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat harus terus berjalan,” ujar Bupati. Menurutnya, literasi merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membentuk masyarakat yang mampu memahami persoalan secara lebih bijak.

Bupati juga menekankan pentingnya memperkuat keberadaan perpustakaan hingga tingkat nagari. Akses terhadap buku, bahan bacaan, dan ruang belajar yang layak perlu diperluas agar anak-anak di berbagai wilayah Kabupaten Solok memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan pengetahuan dan kreativitas. Ia turut mengapresiasi Nagari Labuah Panjang yang berhasil meraih juara pertama dalam lomba perpustakaan tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Perhatian khusus juga diberikan pada persoalan hoaks yang dapat memicu kesalahpahaman dan memecah belah masyarakat. Bupati mengajak warga untuk tidak terburu-buru mempercayai atau menyebarkan informasi sebelum memeriksa sumber dan kebenarannya. Kebiasaan membaca secara kritis diharapkan menjadi bekal masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital.

“Melalui festival ini, kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Solok untuk terus meningkatkan literasi. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Jadilah masyarakat yang cerdas dalam menyaring informasi,” tegasnya. Pesan tersebut menegaskan bahwa budaya literasi bukan hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kecakapan menilai informasi secara objektif.

Bunda Literasi Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, turut menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan membaca sejak dini melalui keluarga dan sekolah. Peran orang tua dan pendidik sangat dibutuhkan agar anak-anak tidak hanya terbiasa membaca, tetapi juga mampu memahami informasi, mengembangkan kreativitas, serta menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Festival Literasi Kabupaten Solok dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok, kepala organisasi perangkat daerah, camat, wali nagari, serta tamu undangan lainnya. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap budaya membaca semakin berkembang hingga ke pelosok nagari, akses pengetahuan semakin luas, dan masyarakat semakin kritis dalam menghadapi informasi yang menyesatkan demi terwujudnya generasi yang cerdas, berwawasan luas, dan tidak mudah terprovokasi hoaks. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gustami Hidayat Salurkan Bantuan Pangan di Padang, Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas!    
Rabu, Oktober 28, 2026

On Rabu, Oktober 28, 2026

Gustami Hidayat Salurkan Bantuan Pangan di Padang, Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas!
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gustami Hidayat, bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan bagi kelompok rentan pada Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mencegah masalah gizi di Kota Padang mendapat perhatian melalui penyaluran bantuan Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP). Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gustami Hidayat, bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan bagi kelompok rentan pada Selasa (27/10/2026). Penyaluran dilakukan di sejumlah titik layanan kesehatan, di antaranya Puskesmas Lubuk Begalung dan Puskesmas Nanggalo.

Program ini menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi, terutama balita, ibu hamil, serta ibu menyusui. Bantuan berupa beras, telur, susu, dan bahan pangan lainnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus memperkuat upaya pencegahan kerawanan pangan di Kota Padang.

Bantuan tersebut direalisasikan melalui program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Gustami Hidayat sebagai anggota DPRD Sumatera Barat. Melalui kerja sama dengan Dinas Pangan Sumbar, program ini diarahkan agar bantuan pangan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial dan kesehatan ibu serta anak.

Dalam sambutannya, Gustami Hidayat menegaskan bahwa penyaluran bantuan PDRP bukan sekadar pembagian sembako, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi. Menurutnya, sinergi antara wakil rakyat dan pemerintah daerah diperlukan agar persoalan kerawanan pangan mendapat perhatian dan penanganan yang berkelanjutan.

“Kita bersinergi dengan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat untuk memberikan paket-paket bantuan sembako untuk daerah yang rawan pangan. Ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan sembako begitu saja, tetapi ini merupakan bentuk kepedulian kita di DPRD Provinsi Sumatera Barat,” ujar Gustami Hidayat.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia Sumatera Barat. Kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita perlu menjadi perhatian bersama karena kecukupan gizi berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.

“Bagaimana kesehatan ibu-ibu hamil dan anak-anak balita, yang merupakan aset investasi pembangunan Sumatera Barat ke depan itu, semakin baik,” tegasnya. Pesan tersebut menegaskan bahwa penanganan kerawanan pangan perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Penyaluran bantuan di Puskesmas Lubuk Begalung dan Puskesmas Nanggalo disambut antusias oleh warga penerima manfaat. Kehadiran bantuan pangan di fasilitas layanan kesehatan juga menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kebutuhan ibu dan anak, dengan dukungan tenaga kesehatan serta keterlibatan keluarga dalam menjaga pola konsumsi bergizi.

Melalui program PDRP ini, Gustami Hidayat bersama Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat berharap upaya penanganan kerawanan pangan di Kota Padang dapat terus diperkuat. Bantuan tersebut diharapkan meringankan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung pencegahan masalah gizi dan stunting, dengan tetap memerlukan kesinambungan edukasi gizi, pemantauan kesehatan, dan kolaborasi berbagai pihak demi masa depan generasi Sumatera Barat yang lebih sehat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Peran Niniak Mamak Jadi Sorotan, Tata Kelola Hukum Adat di Nagari Solok Didorong Lebih Kuat    
Rabu, Oktober 28, 2026

On Rabu, Oktober 28, 2026

Peran Niniak Mamak Jadi Sorotan, Tata Kelola Hukum Adat di Nagari Solok Didorong Lebih Kuat
Sosialisasi Peran Niniak Mamak dalam Melestarikan Nilai-Nilai Adat dan Tata Kelola Hukum Adat Tingkat Nagari di Aula Islamic Center Koto Baru, Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pelestarian adat Minangkabau dan penguatan tata kelola hukum adat di tingkat nagari menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Solok. Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., menegaskan pentingnya peran niniak mamak dalam menjaga marwah adat, membimbing anak kemenakan, serta membantu menyelesaikan persoalan masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Peran Niniak Mamak dalam Melestarikan Nilai-Nilai Adat dan Tata Kelola Hukum Adat Tingkat Nagari di Aula Islamic Center Koto Baru, Selasa (27/10/2026).

Persoalan utama yang menjadi perhatian adalah bagaimana nilai-nilai adat tetap hidup dan diterapkan di tengah perubahan zaman. Niniak mamak tidak cukup hanya menjadi simbol pemangku adat, tetapi juga diharapkan menjalankan tanggung jawab dalam mewariskan nilai luhur Minangkabau kepada generasi muda. Peran tersebut penting agar hubungan kekerabatan, norma adat, dan kehidupan sosial masyarakat tetap terpelihara di setiap nagari.

Dalam arahannya, Jon Firman Pandu menekankan bahwa niniak mamak memiliki kedudukan strategis dalam membimbing anak kemenakan. Mereka berperan menjaga kelestarian budaya, memberikan arahan dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadi penengah ketika muncul persoalan yang dapat diselesaikan melalui mekanisme adat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Niniak mamak memiliki tanggung jawab besar dalam mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi muda. Inilah identitas kita yang harus terus dijaga dan diperkuat di tengah arus perubahan zaman,” ujar Bupati Solok. Pesan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan adat Minangkabau membutuhkan keterlibatan aktif para pemangku adat, bukan sekadar pelestarian tradisi dalam kegiatan seremonial.

Selain menjaga warisan budaya, penguatan tata kelola hukum adat di tingkat nagari juga menjadi pokok pembahasan. Pemahaman mengenai kewenangan, tanggung jawab, dan mekanisme penyelesaian persoalan secara adat perlu diperjelas agar pelaksanaannya berjalan tertib. Dengan demikian, penyelesaian masalah masyarakat dapat mempertimbangkan nilai adat sekaligus menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

Bupati Solok juga menekankan pentingnya sinergi antara niniak mamak, pemerintah nagari, dan unsur penegak hukum. Kerja sama tersebut diperlukan untuk membangun mekanisme penyelesaian persoalan yang tertib, menjaga keharmonisan masyarakat, serta mencegah perbedaan pemahaman mengenai penerapan hukum adat di tengah kehidupan nagari.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Koto Baru, Syofia Nisra, S.H., M.H., para niniak mamak se-Kabupaten Solok, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran unsur adat dan penegak hukum dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai peran kelembagaan adat dan hubungannya dengan sistem hukum yang berlaku.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap niniak mamak semakin memahami tanggung jawabnya dalam menjaga marwah adat, membina anak kemenakan, dan menerapkan nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari. Penguatan kelembagaan adat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut dalam praktik pembinaan masyarakat dan penyelesaian persoalan di tingkat nagari.

Penguatan peran niniak mamak menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan adat Minangkabau tetap lestari sekaligus relevan menghadapi tantangan zaman. Dengan tata kelola hukum adat yang dipahami secara baik, serta sinergi antara pemangku adat, pemerintah nagari, dan unsur penegak hukum, Kabupaten Solok diharapkan mampu menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat ketertiban dan keharmonisan masyarakat untuk generasi mendatang. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Bupati Jon Firman Pandu Luncurkan Kurikulum Anti Narkoba di Solok, Ny. Nia Dikukuhkan Jadi Bunda Anti Narkoba    
Rabu, Oktober 28, 2026

On Rabu, Oktober 28, 2026

Bupati Jon Firman Pandu Luncurkan Kurikulum Anti Narkoba di Solok, Ny. Nia Dikukuhkan Jadi Bunda Anti Narkoba
Program ini resmi diluncurkan oleh Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., di SMP Negeri 2 Gunung Talang, Cupak, Selasa (27/10/2026), sebagai upaya menanamkan kesadaran bahaya narkoba sejak bangku sekolah. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat langkah melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba melalui peluncuran Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN). Program ini resmi diluncurkan oleh Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., di SMP Negeri 2 Gunung Talang, Cupak, Selasa (27/10/2026), sebagai upaya menanamkan kesadaran bahaya narkoba sejak bangku sekolah.

Peluncuran Kurikulum IKAN menjadi langkah strategis untuk menjadikan edukasi anti narkoba sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter pelajar. Melalui program ini, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak ajakan penyalahgunaan narkoba serta mampu melindungi diri dari pengaruh lingkungan negatif.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, dikukuhkan sebagai Bunda Anti Narkoba Kabupaten Solok. Pengukuhan ini diharapkan memperluas gerakan pencegahan narkoba melalui keluarga dan masyarakat, sehingga perlindungan terhadap anak dan remaja tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga berlanjut di lingkungan tempat mereka tumbuh.

Bupati Jon Firman Pandu menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Dampaknya bukan hanya menyentuh kesehatan fisik dan mental, melainkan juga dapat mengganggu pendidikan, merusak masa depan, serta memicu berbagai persoalan sosial yang merugikan masyarakat.

“Para pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi yang berkelanjutan, pembinaan karakter, serta penguatan pengawasan baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga,” tegas Bupati.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang bahaya narkoba. Dengan integrasi Kurikulum IKAN dalam pembelajaran, edukasi diharapkan berjalan secara berkelanjutan agar siswa mampu mengenali risiko, mengambil keputusan yang tepat, dan tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Bupati juga menekankan bahwa upaya memerangi narkoba tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan kerja sama yang kuat antara satuan pendidikan, orang tua, masyarakat, serta lembaga terkait agar pencegahan berlangsung secara menyeluruh. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Kepala BNN Kabupaten Solok, M. Febrian Jufril, S.E., M.Si., turut hadir bersama jajaran organisasi perangkat daerah, kepala sekolah SMP se-Kabupaten Solok, para pendidik, dan tamu undangan lainnya. Sinergi antara pemerintah daerah, BNN, TP PKK, serta sekolah diharapkan memperkuat pelaksanaan program anti narkoba sekaligus meningkatkan keterlibatan keluarga dalam memberikan edukasi dan pengawasan kepada anak.

Melalui peluncuran Kurikulum IKAN dan pengukuhan Bunda Anti Narkoba, Pemerintah Kabupaten Solok menargetkan terbentuknya generasi muda yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Langkah ini menjadi pengingat bahwa masa depan anak-anak Solok perlu dijaga bersama, dimulai dari ruang kelas, lingkungan keluarga, hingga kehidupan bermasyarakat. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Gubernur Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Seminar dan pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Wilayah Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong pengembangan potensi ekonomi pesantren melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah serta pariwisata halal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian pesantren, membuka peluang usaha, dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Mahyeldi, pengembangan ekonomi syariah perlu menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Sumbar, terutama falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Karena itu, potensi pesantren perlu didukung melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi produktif.

“Ketika kita menggerakkan ekonomi syariah dan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan, sesungguhnya itu merupakan wujud dari implementasi falsafah ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat,” ujar Mahyeldi saat menghadiri seminar dan pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Wilayah Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Selasa (27/10/2026).

Ia menambahkan, falsafah ABS-SBK yang ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat menjadi salah satu landasan dalam memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Mahyeldi berharap, nilai tersebut dapat diterjemahkan ke dalam program yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Mengusung tema “Dari Aset Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi dan Pariwisata Halal Berkelas Internasional”, seminar tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat peran IAEI dalam menghasilkan gagasan dan rekomendasi bagi pengembangan ekonomi syariah. Mahyeldi berharap kepengurusan baru mampu memperluas kontribusi organisasi, termasuk mendorong lahirnya lebih banyak tokoh ekonomi syariah yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua DPW IAEI Sumbar, Prof. Ahmad Wira mengatakan kepengurusan baru memiliki tugas mengonsolidasikan kembali organisasi yang sempat mengalami kevakuman. Ia menilai IAEI perlu memperkuat perannya sebagai wadah pemikiran, penelitian, dan penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Untuk memperkuat peran tersebut, Ahmad Wira menekankan pentingnya koordinasi antara IAEI, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Ia juga mendorong enam komisariat IAEI di Sumbar yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi agar lebih aktif mengembangkan penelitian, membangun kader, dan menerapkan gagasan ekonomi syariah di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Dalam konteks pemberdayaan pesantren, pengembangan usaha produktif dinilai menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kemandirian lembaga. Melalui pendampingan usaha, inovasi produk, peningkatan kapasitas pengelola, serta perluasan akses pemasaran, aset yang dimiliki pesantren berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang menciptakan nilai tambah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Andy Setyo Biwado menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata ramah Muslim untuk meningkatkan daya saing daerah. Menurutnya, persaingan antardaerah dalam menarik wisatawan menuntut Sumbar terus meningkatkan kualitas program, fasilitas, dan layanan agar mampu memenuhi kebutuhan wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata.

Penguatan ekonomi syariah melalui pesantren dan pengembangan pariwisata halal membutuhkan dukungan lintas sektor agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Melalui kepengurusan baru IAEI Sumbar, kolaborasi pemerintah, akademisi, pesantren, lembaga keuangan, dan pelaku usaha diharapkan semakin terarah dalam menghasilkan kajian, rekomendasi, dan program konkret bagi penguatan ekonomi syariah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (adpsb/cen/bud)

Maigus Nasir Pantau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027 Mulai Dipersiapkan!    
Selasa, Oktober 27, 2026

On Selasa, Oktober 27, 2026

Maigus Nasir Pantau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027 Mulai Dipersiapkan!
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung meninjau proses seleksi calon kafilah untuk memastikan persiapan peserta berjalan optimal, Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang mulai mematangkan persiapan untuk merebut gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) tingkat Provinsi Sumatera Barat 2027 di Kabupaten Pesisir Selatan. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung meninjau proses seleksi calon kafilah untuk memastikan persiapan peserta berjalan optimal, Selasa (27/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan kafilah yang mampu bersaing pada berbagai cabang lomba.

Peninjauan dilakukan di tiga lokasi, yakni Yayasan Dar el-Qalam Kuranji, Yayasan Mahabbatul Quran Andalas, dan Masjid Nurul Iman Kota Padang. Dalam kunjungan tersebut, Maigus Nasir didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yasril, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Padang, Zul Asfi Lubis. Kehadiran jajaran pemerintah ini menunjukkan perhatian terhadap proses pembinaan dan penjaringan peserta terbaik yang akan mewakili Kota Padang.

Seleksi kafilah MTQN Kota Padang mencakup beragam cabang perlombaan, mulai dari tilawah, tartil, qiraat murattal, tahfiz, tafsir bahasa Indonesia, hingga khutbah Jumat. Selain itu, peserta juga diseleksi pada cabang kitab standar, hafalan hadis, dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Beragamnya cabang yang dipertandingkan menuntut persiapan matang agar calon peserta memiliki kemampuan sesuai bidang yang akan diikuti.

Maigus Nasir menjelaskan, proses penjaringan calon kafilah dilaksanakan melalui tiga tahap seleksi. Saat ini, seleksi telah memasuki tahap kedua yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026. Tahapan tersebut menjadi kesempatan untuk menilai kemampuan peserta secara lebih mendalam sebelum ditetapkan sebagai bagian dari kafilah Kota Padang untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

“Kita menargetkan selambat-lambatnya pada November 2026 nanti seleksi ini dapat selesai, sehingga terpilih kafilah MTQN Kota Padang yang akan mengikuti training center untuk persiapan MTQN tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ujar Maigus Nasir. Setelah proses seleksi rampung, peserta terpilih akan menjalani pemusatan latihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kualitas penampilan menjelang perlombaan pada 2027.

Menurut Maigus, persiapan sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun kafilah yang kompetitif. Penjaringan peserta tidak hanya berorientasi pada jumlah calon yang mengikuti seleksi, tetapi juga pada kemampuan dan kesiapan mereka dalam menghadapi setiap cabang lomba. Melalui tahapan seleksi dan training center, Pemerintah Kota Padang berharap para peserta dapat memaksimalkan potensi masing-masing sebelum tampil di ajang MTQN tingkat Provinsi Sumatera Barat.

“Kami berharap dengan upaya yang kita lakukan ini dapat mengantarkan Padang menjadi juara umum MTQN tingkat Provinsi Sumatera Barat, sehingga dapat mengharumkan nama Kota Padang di tingkat provinsi,” tegas Maigus. Target tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas latihan, serta memberikan dukungan kepada calon peserta selama proses persiapan berlangsung.

Tidak hanya berfokus pada prestasi kompetisi, Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan program pembinaan keagamaan jangka panjang. Pada 2027, Pemko Padang berencana meluncurkan 11 Pondok Al-Qur’an yang tersebar di 11 kecamatan. Program ini diarahkan untuk memperluas pembinaan generasi muda dalam mempelajari Al-Qur’an sekaligus mendorong peningkatan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Rencana pembentukan Pondok Al-Qur’an tersebut diharapkan memperkuat fondasi pembinaan secara berkelanjutan, sehingga pengembangan kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an tidak hanya berlangsung menjelang perlombaan. Dengan pembinaan yang lebih dekat dengan masyarakat, generasi muda diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan potensi serta memperdalam pengetahuan keagamaan sesuai minat dan kemampuannya.

Melalui seleksi bertahap, persiapan training center, dan rencana pengembangan 11 Pondok Al-Qur’an, Kota Padang berupaya menyatukan pembinaan prestasi dengan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat. Target juara umum MTQN Sumbar 2027 kini menjadi tantangan yang dipersiapkan sejak dini, dengan harapan kafilah terbaik Kota Padang mampu tampil maksimal di Kabupaten Pesisir Selatan sekaligus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU