HEADLINE
Bikin Bangga! 12 Atlet Pilihan SOIna Padang Siap Bertarung di Pesonas II 2026 NTT Demi Tiket World Games Santiago      
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Bikin Bangga! 12 Atlet Pilihan SOIna Padang Siap Bertarung di Pesonas II 2026 NTT Demi Tiket World Games Santiago
Pelepasan resmi 12 atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Padang yang siap bertarung membawa nama Sumatera Barat dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Semangat keterbukaan dan kepedulian terhadap kesetaraan prestasi olahraga kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Padang. Langkah nyata ini dibuktikan melalui pelepasan resmi 12 atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Padang yang siap bertarung membawa nama Sumatera Barat dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Suasana penuh keharuan dan kebanggaan mewarnai prosesi pelepasan yang berlangsung di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (9/10/2026). Hadir langsung Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Asisten Administrasi Umum Setdako Padang Corri Saidan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Eka Putra Buhari, Ketua SOIna Kota Padang Sri Hayati Maigus Nasir, jajaran pengurus, serta para orang tua atlet.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan pantang menyerah para atlet bertalenta ini. Ia menegaskan bahwa Pemko Padang memiliki komitmen kuat untuk terus memberikan panggung dan dukungan penuh bagi tumbuh kembang olahraga inklusif serta prestasi atlet penyandang disabilitas intelektual.

Maigus Nasir berpesan kepada seluruh atlet agar senantiasa menjaga kepercayaan diri, disiplin mematuhi arahan pelatih, dan mengobarkan semangat juang terbaik di arena pertandingan pada 14–18 Oktober 2026 mendatang. Dukungan penuh serta doa dari seluruh lapisan masyarakat dan orang tua diyakini akan menjadi pendorong utama menguatkan mental bertanding anak-anak hebat ini.

Apresiasi senada turut disampaikan oleh Ketua SOIna Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir, atas keberpihakan Pemko Padang terhadap pembinaan atlet berkebutuhan khusus. Sri Hayati berharap sinergi ini terus berjalan berkesinambungan agar para atlet senantiasa memiliki ruang gerak yang luas untuk berlatih, mengasah bakat, dan mengukir prestasi gemilang.

Ke-12 atlet yang diberangkatkan memperkuat kontingen Sumatera Barat ini bukanlah sosok sembarangan. Mereka merupakan para jawara peraih medali emas pada Pekan Special Olympics Daerah (PeSODa) Sumbar 2024, yang akan berlaga di pelbagai cabang olahraga bergengsi seperti atletik, renang, bocce, senam ritmik, hingga tenis meja.

Maigus Nasir menegaskan bahwa terpilihnya anak-anak ini di tingkat nasional adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Menurutnya, dengan semangat, ketenangan, dan kekompakan tim, para atlet mampu melampaui segala tantangan serta membuktikan bahwa Kota Padang memiliki potensi luar biasa di panggung nasional.

Ajang Pesonas II 2026 ini bukan hanya sebatas wadah kompetisi olahraga tingkat nasional bagi penyandang disabilitas intelektual. Lebih jauh dari itu, kejuaraan ini menjadi tangga krusial dan batu loncatan utama menuju ajang olahraga internasional kelas dunia, yaitu Special Olympics World Games 2027 yang akan digelar di Santiago, Chile.

Dengan kesiapan fisik dan mental yang matang, 12 atlet SOIna Kota Padang bersiap mengukir sejarah baru di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Kota Padang bersama masyarakat Ranah Minang mendoakan agar seluruh atlet selalu diberikan kesehatan, kelancaran bertanding, serta berhasil mengharumkan nama Sumatera Barat dengan pulang membawa medali kebanggaan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Sekadar Seremonial! Momen Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Sinergi Legislatif-Eksekutif Hadirkan Tata Kelola Bersih    
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Bukan Sekadar Seremonial! Momen Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Sinergi Legislatif-Eksekutif Hadirkan Tata Kelola Bersih
Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang digelar secara khidmat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komitmen besar untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan akuntabel kembali ditegaskan di Ranah Minang. Seluruh jajaran pimpinan daerah se-Sumatera Barat berkumpul dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang digelar secara khidmat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026).

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama seluruh kabupaten/kota serius dalam membentengi tata kelola anggaran daerah dari praktik penyimpangan. Momentum penting ini dihadiri langsung oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) untuk memperkuat arah kebijakan pencegahan korupsi di daerah.

Kehadiran Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., bersama para Kepala Daerah se-Sumbar menegaskan soliditas antara legislatif dan eksekutif. Sinergi ini ditujukan untuk memperketat tata kelola APBD, menjaga integritas para pejabat publik, serta memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Acara berskala besar ini turut dihadiri oleh pejabat penting dari berbagai instansi pusat dan daerah. Tampak hadir Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP RI, pejabat Kementerian Dalam Negeri dan KPK RI, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP Setya Budi Arijanta, serta Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar.

Dari jajaran daerah, tampak hadir secara kompak para bupati, wali kota, wakil bupati, wakil wali kota, Ketua DPRD kabupaten/kota, hingga para Sekretaris Daerah beserta jajaran pejabat eselon II se-Sumatera Barat. Kehadiran seluruh elemen kunci ini mencerminkan tekad bersama dalam membangun sistem pemerintahan daerah yang transparan dan bebas korupsi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menegaskan kembali komitmen Pemprov Sumbar untuk terus menjaga marwah tata kelola pemerintahan. Gubernur menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang bersih, efektif, transparan, serta akuntabel sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua KPK RI, Komjen Pol. (Purn) Dr. Setyo Budiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini merupakan bagian vital dari upaya pencegahan (prevention). Penguatan pemahaman mengenai regulasi pencegahan tindak pidana korupsi diharapkan dapat membentengi para pejabat daerah dari potensi pelanggaran hukum.

Ketua KPK menekankan agar dokumen komitmen bersama yang telah ditandatangani tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan diterapkan secara konsisten dalam tugas sehari-hari. Fokus utama implementasi tersebut mencakup kepatuhan anggaran, pengadaan barang dan jasa, transparansi mutasi dan rotasi jabatan, hingga kedisiplinan pelaporan LHKPN.

Melalui sinergi erat antara Ketua DPRD Sumbar Muhidi, Pemprov Sumbar, KPK, Kemendagri, dan BPKP, rakor ini diharapkan mampu memantapkan tata kelola pemerintahan Sumatera Barat yang makin maju. Langkah bersama ini menjadi modal berharga dalam menghadirkan iklim investasi yang sehat dan pelayanan masyarakat yang optimal tanpa rasa cemas akan praktik korupsi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Sekadar Rendang! Strategi Rahasia Pemko Padang Sulitkan Pesaing Kuliner Demi Masuk Jaringan Kota Kreatif Dunia    
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Bukan Sekadar Rendang! Strategi Rahasia Pemko Padang Sulitkan Pesaing Kuliner Demi Masuk Jaringan Kota Kreatif Dunia
Langkah besar ini ditegaskan dalam acara Temu Ramah Pelaku Usaha Sektor Gastronomi yang berlangsung hangat di Pangeran Beach Hotel, Jumat (9/10/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kekayaan kuliner Kota Padang tidak hanya sekadar memanjakan lidah, tetapi kini bersiap menembus panggung Internasional. Langkah besar ini ditegaskan dalam acara Temu Ramah Pelaku Usaha Sektor Gastronomi yang berlangsung hangat di Pangeran Beach Hotel, Jumat (9/10/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Kepala Dinas PMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Ketua BPD PHRI Sumbar Rina Pangeran, serta jajaran pimpinan organisasi APINDO, HIPMI, ASITA, KADIN, travel Umrah-Haji, dan para pelaku usaha kuliner lokal.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa momen ini menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antara Pemerintah Kota dengan para pelaku usaha. Sektor gastronomi dinilai sebagai salah satu mesin penggerak utama perekonomian daerah yang menyimpan potensi sangat luar biasa. Menurutnya, potensi besar ini tidak hanya datang dari sektor kuliner semata, tetapi juga didukung oleh ekosistem perhotelan serta industri travel umrah dan haji yang terus berkembang pesat di Kota Padang.

Untuk mengoptimalkan peluang emas tersebut, Pemko Padang berkomitmen penuh menciptakan iklim usaha yang kondusif dan sehat. Berbagai langkah konkrit terus disiapkan, mulai dari memberikan kemudahan berinvestasi, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan yang ramah bisnis, hingga membenahkan lingkungan dan fasilitas infrastruktur kota. Komitmen ini dihadirkan agar para pengusaha kuliner dapat tumbuh pesat dan berdaya saing tinggi.

Dukungan data mutakhir turut memperkuat optimisme pertumbuhan ekonomi tersebut. Kepala Dinas PMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif di Kota Padang dari berbagai tingkatan skala usaha, mulai dari UMKM hingga usaha besar. Sektor pendukung seperti perhotelan, restoran, dan hiburan pun mencatatkan kenaikan omzet yang sangat signifikan dari tahun ke tahun, di mana pada tahun 2025 lalu total omzetnya berhasil menembus angka fantastis mencapai Rp1,7 triliun.

Tren positif perekonomian Kota Padang diprediksi akan terus melesat hingga akhir tahun. Hingga September 2026, catatan realisasi omzet dari ketiga sektor tersebut sudah menyentuh angka Rp1,3 triliun. Dengan menyisakan tiga bulan terakhir yang biasanya merupakan periode peak season liburan dan akhir tahun, capaian ekonomi Kota Padang pada tahun 2026 ini diyakini mampu melampaui rekor capaian tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, Fauzan juga menyoroti potensi raksasa yang datang dari ceruk pasar keagamaan. Setiap tahunnya, ada sekitar 40 ribu jemaah umrah yang terbang melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Angka lalu lintas jemaah yang sangat besar ini merupakan peluang ekonomi strategis yang siap digarap lebih optimal oleh para pelaku usaha restoran, oleh-oleh, dan perhotelan di Kota Padang.

Di balik melesatnya angka-angka ekonomi tersebut, ada cita-cita besar yang sedang diusung oleh Kota Padang. Wali Kota Fadly Amran membeberkan bahwa Kota Padang saat ini tengah berjuang dalam Seleksi Nasional Tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027 di bidang Gastronomi. Fadly mengajak seluruh elemen pengusaha untuk merapatkan barisan dan berkolaborasi aktif demi mewujudkan mimpi besar ini.

Fadly menambahkan, komitmen ini diusung agar pesona kuliner Minang tidak hanya berhenti di level nasional, melainkan mampu memikat pasar global secara berkelanjutan. Ketika Kota Padang resmi terdaftar dalam jaringan kota kreatif dunia versi UNESCO, gerbang kesempatan untuk menggelar pameran gastronomi berskala internasional serta festival global akan terbuka lebar di Kota Padang.

Menutup pertemuan penuh semangat tersebut, Fauzan Ibnovi berharap kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha dapat memperluas peluang investasi baru serta menaikkan kelas kuliner lokal. Sinergi ini diyakini tidak hanya memperkuat posisi Kota Padang sebagai ibu kota kuliner di tingkat nasional, tetapi juga siap mengukuhkan namanya di peta pariwisata dan gastronomi dunia. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Laporan Masyarakat Berbuah Manis, Markas Sabu di Koto Anau Digerebek Polisi: Dua Pria Pasrah Diseret ke Mapolres Solok    
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Laporan Masyarakat Berbuah Manis, Markas Sabu di Koto Anau Digerebek Polisi: Dua Pria Pasrah Diseret ke Mapolres Solok
Tim gabungan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok berhasil mengamankan dua orang tersangka dari dua lokasi berbeda dalam selang waktu yang sangat berdekatan. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kabupaten Solok terus dibuktikan secara nyata. Melalui komitmen pantang menyerah, tim gabungan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok kembali menorehkan keberhasilan dalam menindak tegas para pelaku kejahatan narkotika.

Langkah cepat petugas ini diwujudkan melalui penggerebekan intensif dalam rangka Operasi Sarang Narkoba yang digelar di wilayah Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, pada Jumat (9/10/2026). Dalam aksi terukur tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka dari dua lokasi berbeda dalam selang waktu yang sangat berdekatan.

Penyergapan pertama bermula sekira pukul 14.00 WIB, di mana petugas mengarahkan target ke sebuah bangunan pondok yang berlokasi di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Gadang Koto Anau. Di tempat tersebut, tim berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial RM (22) yang tak bisa berbuat banyak saat dikepung petugas.

Dari tangan tersangka RM, petugas menyita sejumlah barang bukti krusial berupa 4 paket yang diduga kuat berisi narkotika jenis sabu. Selain itu, petugas juga menyita 1 unit ponsel merek Infinix warna biru, 2 unit alat hisap sabu (bong), serta satu set peralatan pendukung lainnya yang digunakan untuk aktivitas terlarang tersebut.

Tak butuh waktu lama bagi tim gabungan untuk bergerak mengejar target berikutnya. Hanya berselang 30 menit dari penangkapan pertama, sekira pukul 14.30 WIB, petugas kembali bergerak cepat menuju sasaran kedua di Jorong Kandang Jambu, Nagari Koto Anau.

Di lokasi kedua yang merupakan sebuah rumah tinggal ini, petugas sukses membekuk tersangka berinisial AA (43). Penangkapan terhadap AA berhasil dilakukan berkat adanya laporan dan informasi tepercaya dari masyarakat sekitar yang merasa resah karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.

Dari hasil penggeledahan terhadap AA, petugas kembali mengamankan barang bukti berupa 4 paket diduga narkotika jenis sabu, 1 unit alat hisap sabu (bong), 1 buah kotak warna putih, serta 5 lembar plastik klip bening dan peralatan pendukung lainnya yang menguatkan keterlibatannya.

Saat diinterogasi di tempat kejadian, kedua tersangka mengakui secara jujur bahwa seluruh barang bukti yang ditemukan memang berada dalam penguasaan mereka. Keduanya juga tidak mampu menunjukkan izin sah dari pihak berwenang untuk menyimpan maupun mengedarkan barang haram tersebut, sehingga langsung dibawa ke Mapolres Solok untuk penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman berat demi menjaga kondusivitas wilayah Solok dari bahaya narkoba. (80) 

Laporan: Zamri Yahya, WU
Editor: Zamri Yahya, WU

Atlet Dayung Putra Kota Padang Sabet Emas 1.000 Meter di Porprov Sumbar 2026, Kini Bidik Kejurnas!    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Atlet Dayung Putra Kota Padang Sabet Emas 1.000 Meter di Porprov Sumbar 2026, Kini Bidik Kejurnas!
Kali ini, atlet putra cabang olahraga (cabor) dayung Kota Padang berhasil meraih medali emas pada nomor 1.000 meter, Jumat (9/10/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Kota Padang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kali ini, atlet putra cabang olahraga (cabor) dayung Kota Padang berhasil meraih medali emas pada nomor 1.000 meter, Jumat (9/10/2026).

Keberhasilan tersebut diraih dalam pertandingan yang berlangsung di Sungai Banda Bakali, kawasan GOR Haji Agus Salim, Kota Padang. Raihan emas ini menjadi bukti perjuangan atlet dalam menghadapi persaingan olahraga tingkat provinsi.

Medali emas tersebut tidak datang begitu saja. Di balik pencapaian itu, terdapat kerja keras, kedisiplinan, serta latihan yang dijalani para atlet untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

Atlet dayung Kota Padang, Muhammad Lutfi, mengungkapkan rasa senang dan syukurnya atas keberhasilan meraih medali emas. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari latihan keras dan perjuangan seluruh tim selama menjalani persiapan.

“Kami senang dan bersyukur bisa meraih medali emas. Hasil ini merupakan buah dari latihan keras dan perjuangan seluruh tim,” ujar Muhammad Lutfi.

Kontingen dayung Kota Padang sendiri diperkuat oleh 30 atlet putra dan putri yang berlaga pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Mereka berjuang membawa nama Kota Padang sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik di cabang olahraga dayung.

Keberhasilan meraih medali emas nomor 1.000 meter diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi seluruh atlet dayung Kota Padang. Capaian tersebut juga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga konsistensi latihan, dan memperkuat kerja sama tim.

Atlet dayung Kota Padang lainnya, Guslamardin, turut menjadi bagian dari kontingen yang berjuang pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Kehadiran para atlet dalam kompetisi ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi dan prestasi dayung Kota Padang.

Usai menyelesaikan pertandingan Porprov XVI Sumatera Barat 2026, perjuangan atlet dayung Kota Padang belum berakhir. Mereka akan kembali menjalani persiapan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

Muhammad Lutfi menegaskan, hasil positif di Porprov menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya. Dengan semangat dan latihan yang berkelanjutan, tim dayung Kota Padang berharap dapat kembali menunjukkan performa terbaik saat berlaga di Kejurnas Desember mendatang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Sawahlunto Punya Kisah Besar! Perjuangan Menuju Warisan Dunia UNESCO Kini Diabadikan dalam Sebuah Buku    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Sawahlunto Punya Kisah Besar! Perjuangan Menuju Warisan Dunia UNESCO Kini Diabadikan dalam Sebuah Buku
Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom Saka Ombilin, Jumat (9/10/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perjalanan panjang Kota Sawahlunto dari kota tambang batu bara menjadi destinasi wisata sejarah berkelas dunia menyimpan kisah perjuangan yang tidak boleh dilupakan. Pengakuan UNESCO terhadap Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) menjadi tonggak penting yang kini hendak diabadikan melalui penyusunan sebuah buku sejarah.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom Saka Ombilin, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang diprakarsai anggota DPRD Sumatera Barat, Neldaswenti, melalui dana aspirasi ini menghadirkan Prof. Erwiza Erman, Zohirin Sayuti, Media Iswandi, dan Rahmat Gino untuk memperkaya informasi serta mempertajam narasi perjalanan WTBOS menuju pengakuan dunia.

Prof. Erwiza Erman, pakar sejarah pertambangan Ombilin yang turut berperan dalam perjuangan memperoleh pengakuan UNESCO, menyampaikan sejumlah masukan penting bagi penyempurnaan buku. Ia juga memaparkan perjalanan panjang berbagai pihak dalam memperjuangkan warisan pertambangan Sawahlunto agar mendapat pengakuan internasional.

Menurut Erwiza, buku tersebut bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sarana membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Dokumentasi yang kuat diharapkan dapat memperluas pemahaman publik mengenai nilai sejarah WTBOS, sekaligus memperkenalkan proses panjang yang mengantarkan Sawahlunto menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO.

Lebih jauh, pelestarian WTBOS dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat. Peninggalan pertambangan, bangunan bersejarah, serta jejak industri masa lalu dapat menjadi daya tarik wisata apabila dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat setempat.

Transformasi Sawahlunto semakin penting untuk dicatat setelah aktivitas pertambangan batu bara Ombilin berhenti pada 2003. Kota ini kemudian menghadapi tantangan untuk mengembangkan potensi lain dengan memanfaatkan kekayaan sejarah, budaya, dan peninggalan industri sebagai fondasi pembangunan sektor pariwisata.

Anggota DPRD Sumatera Barat, Neldaswenti, menegaskan bahwa pengakuan UNESCO harus disertai komitmen nyata untuk menjaga kelestarian warisan tersebut. Karena itu, buku yang tengah disusun diharapkan mampu merekam bukan hanya perjalanan sejarah, tetapi juga kontribusi pemerintah, akademisi, komunitas, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang terlibat dalam perjuangan WTBOS.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakri, turut menyoroti pentingnya pendokumentasian data dan nilai sejarah secara sistematis. Dengan dokumentasi yang baik, informasi mengenai WTBOS dapat terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi mendatang, sekaligus menjadi rujukan dalam upaya pelestarian cagar budaya.

UNESCO menetapkan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia pada 6 Juli 2019. Kawasan ini mencerminkan satu kesatuan sistem industri pertambangan batu bara yang mencakup kawasan tambang, kota tambang, jaringan transportasi kereta api, hingga fasilitas pelabuhan. Dalam FGD tersebut, gagasan penguatan koordinasi lintas daerah, termasuk pelibatan enam kabupaten dan kota lainnya yang terkait dengan kawasan WTBOS, juga mengemuka untuk mendukung pengelolaan terpadu. Melalui penyusunan buku ini, kisah perjuangan Sawahlunto diharapkan tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga inspirasi untuk menjaga warisan dunia, mengembangkan pariwisata sejarah, dan memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Porprov Sumbar 2026 Bawa Berkah! Pedagang Jajanan di Pantai Pasir Jambak Ikut Raup Rezeki    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Porprov Sumbar 2026 Bawa Berkah! Pedagang Jajanan di Pantai Pasir Jambak Ikut Raup Rezeki
Kehadiran atlet, ofisial, peserta, dan pengunjung yang meramaikan kegiatan olahraga tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 pada cabang olahraga Panahan Berkuda di kawasan wisata Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, membawa berkah tersendiri bagi para pedagang jajanan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Kehadiran atlet, ofisial, peserta, dan pengunjung yang meramaikan kegiatan olahraga tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan. Pantai Pasir Jambak tidak hanya menjadi arena adu ketangkasan atlet, tetapi juga menghadirkan peluang usaha bagi warga pesisir.

Salah seorang pedagang jajanan, Ita (50), mengaku bersyukur karena kegiatan olahraga tingkat provinsi itu memberikan dampak positif terhadap pendapatannya. Menurutnya, meningkatnya aktivitas pengunjung ikut mendorong penjualan jajanan yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini pendapatan kami mulai meningkat dari biasanya. Event seperti ini menjadi wadah penambah penghasilan bagi masyarakat,” ujar Ita, Jumat (9/10/2026).

Ia mengatakan, manfaat kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pedagang yang sudah lama berjualan. Warga yang sebelumnya tidak terbiasa menjalankan usaha juga memiliki kesempatan untuk ikut berpartisipasi memanfaatkan ramainya pengunjung.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan event olahraga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi ajang pembinaan dan kompetisi atlet, kegiatan tersebut berpotensi membuka peluang usaha, memperluas pasar, serta menambah pemasukan pedagang kecil di sekitar venue.

Bagi pelaku UMKM lokal, meningkatnya jumlah pengunjung menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk jajanan kepada konsumen yang lebih beragam. Aktivitas perdagangan yang tumbuh selama kegiatan berlangsung juga dapat mendukung perputaran ekonomi di kawasan pesisir Kota Padang.

Pantai Pasir Jambak sendiri memiliki daya tarik sebagai kawasan wisata pesisir. Perpaduan kegiatan olahraga dan kunjungan masyarakat di lokasi ini menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga di sekitar kawasan.

Ita berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. “Mudah-mudahan ke depannya kegiatan-kegiatan seperti ini terus ada. Pesan kami untuk Kota Padang, semoga semakin jaya dan bertambah maju ke depannya,” tuturnya. Kehadiran Porprov di Pantai Pasir Jambak pun menjadi harapan bagi pedagang lokal agar kegiatan olahraga dan pariwisata terus membuka peluang rezeki bagi masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU