HEADLINE
SMAN 12 Padang Sampaikan Rentetan Aspirasi Pascabencana Pada Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

SMAN 12 Padang Sampaikan Rentetan Aspirasi Pascabencana Pada Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, turun langsung menjemput aspirasi pihak sekolah pada Jumat (21/8), di SMA Negeri 12 Nanggalo, Padang. (Foto: Ucok).

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai salah satu sekolah yang terdampak parah bencana hidrometeorologi pada 27 November lalu, SMA Negeri 12 Nanggalo, Padang memerlukan perbaikan sarana dan prasarana.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, turun langsung menjemput aspirasi pihak sekolah pada Jumat (21/8). Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian reses perseorangan DPRD Sumatera Barat (Sumbar) masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025-2026.

Kepada Evi Yandri, seorang guru meminta bantuan pengadaan mobiler berupa meja, kursi, dan loker guru.

"Kami memerlukan meja dan kursi baru, Pak. Fasilitas yang lama sudah tidak layak pakai karena terendam lumpur saat banjir bandang kemarin," ujar guru tersebut.

Bencana November lalu memang tidak hanya merendam SMAN 12 Padang dengan air, tetapi juga menyisakan endapan lumpur yang tebal di area sekolah.

"Saat pembersihan lumpur pascabencana, Pak Evi langsung datang meninjau ke sini. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian beliau. Tahun ini, kami juga menerima bantuan laptop dari dana pokok pikiran (pokir) Pak Evi," kata guru lainnya.

SMAN 12 Padang tercatat sering terdampak banjir, termasuk pada 3 Agustus lalu, namun untung air cepat surut. Namun, banjir pada November menjadi yang terparah karena material lumpur terbawa.

"Pak, mohon dicarikan solusi agar sekolah dan jalan akses ke sini tidak banjir lagi. Kami kesulitan untuk datang belajar," keluh salah seorang siswa.

Selain banjir, keluhan mengenai krisis air bersih juga mencuat dalam pertemuan tersebut.

"Air sekolah keruh dan berbau besi. bahkan kadang tidak ada air. Padahal sangat dibutuhkan untuk berwudu dan keperluan toilet," ungkap seorang siswi.

Pihak sekolah membenarkan kendala tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi seribu lebih siswa dan guru, sekolah telah membuat empat sumur bor dengan kedalaman hingga 60 meter. Namun, air yang keluar tetap keruh.

"Kalau menggunakan layanan PDAM airnya jernih, tetapi alirannya sering mati sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan sekolah," jelas salah seorang guru.

Persoalan lain yang dihadapi sekolah adalah ketiadaan lapangan olahraga yang memadai. Lahan lapangan yang ada saat ini sebagian besar sudah terpakai untuk pembangunan gedung baru.

"Tahun 2027 kami menghadapi penilaian akreditasi sekolah. Tanpa lapangan olahraga yang layak, nilai akreditasi kami terancam turun," keluh guru olahraga.

Akibat keterbatasan fasilitas ini, terkadang aiswa terpaksa mengikuti materi jam olahraga di dalam ruang kelas. Sementara untuk kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal dan basket, siswa terpaksa menyewa lapangan di luar sekolah dengan biaya mandiri.

"Sewa lapangan futsal mencapai Rp200 ribu per jam. Kasihan siswa yang punya semangat tinggi untuk berolahraga," tambahnya. Siswa juga berharap mendapat bantuan alat penunjang ekstrakurikuler seperti alat musik tradisional talempong dan tenda PMR.

Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Evi Yandri meminta pihak sekolah segera menyusun perencanaan pembangunan yang matang.

"Harus ada master plan yang jelas. Jangan sampai saat kepala sekolah berganti, kebijakannya ikut berubah. Itu akan menyulitkan pembangunan," tegas Evi.

Evi berjanji akan membawa persoalan fisik, pengadaan mobiler, fasilitas lapangan, hingga penyediaan air bersih ini untuk dibahas bersama Dinas Pendidikan Sumbar untuk memastikan anggaran pemenuhannya secara bertahap.

Di akhir pertemuan, Evi Yandri sempat menguji respons siswa mengenai kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh siswa kompak meminta program tersebut diteruskan, meski mereka memberikan catatan kritis terkait kualitas makanan.

"Kami ingin program ini lanjut, Pak. Namun kualitasnya harus diperbaiki. Menunya jangan telur terus-menerus, dan kebersihannya harus dijaga," ujar seorang siswa berseloroh. 

Selain siswa dan guru, pada pertemuan itu juga turut hadir Kabid pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, pengawas sekolah dan Sekcam Nanggalo. (*)

Lomba Khutbah dan Azan di Masjid Istighfar, Mahyeldi: Bukan Sekadar Cari Juara    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Lomba Khutbah dan Azan di Masjid Istighfar, Mahyeldi: Bukan Sekadar Cari Juara
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat membuka Lomba Khutbah Jumat dan Azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang yang diselenggarakan oleh Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda. (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong Pengurus Masjid Istighfar bersama Musala Baitul Huda terus mengambil peran dalam membina generasi muda, khususnya dalam menyiapkan calon khatib dan muazin. Menurutnya, kegiatan lomba khutbah Jumat dan azan menjadi salah satu langkah nyata untuk menjawab kebutuhan khatib dan penceramah muda di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Lomba Khutbah Jumat dan Azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang yang diselenggarakan oleh Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Istighfar, Parak Gadang, Ganting, Padang, Sabtu (22/8/2026).

Sebanyak 55 tim pelajar SMA/SMK se-Kota Padang ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung dalam suasana ukhuwah Islamiah tersebut. Mahyeldi mengapresiasi inisiatif pengurus kedua lembaga keagamaan itu karena telah menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berdakwah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap syiar Islam.

“Kegiatan ini bisa menjawab kekurangan penceramah, kekurangan khatib. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus kita dukung,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, khutbah Jumat memiliki peran penting sebagai sarana edukasi dan pembinaan moral masyarakat. Karena itu, Sumatera Barat membutuhkan lebih banyak khatib muda yang memiliki wawasan luas serta mampu menyampaikan pesan agama secara sejuk dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Kita membutuhkan sosok-sosok khatib muda yang berwawasan luas, menyampaikan dakwah secara sejuk, serta mampu membawa pesan kedamaian dan kemajuan bagi Ranah Minang,” katanya.

Mahyeldi menegaskan, pembinaan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengurus masjid dan musala, Kementerian Agama, tokoh agama, sekolah, orang tua serta pemerintah daerah perlu bersinergi agar generasi muda memiliki bekal agama dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman.

Kepada para peserta, Mahyeldi berpesan agar lomba diikuti dengan niat yang baik. Ia meminta pelajar tidak menjadikan piala dan gelar juara sebagai tujuan utama, tetapi memanfaatkan perlombaan sebagai kesempatan belajar, meningkatkan kepercayaan diri dan mengasah kemampuan menyampaikan pesan kebaikan.

“Bulatkan niat karena Allah SWT. Tampilkan kemampuan terbaik, bukan semata-mata demi mengejar juara, melainkan sebagai wujud bakti dan syiar agama,” pesannya.

Ia juga berharap lomba tersebut melahirkan pelajar yang berani tampil di tengah masyarakat dan mampu menyampaikan dakwah dengan santun, berwawasan serta tidak menimbulkan perpecahan.

Tidak hanya khutbah, Mahyeldi juga memberi perhatian pada lomba azan. Ia berharap kegiatan yang digagas Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda tersebut mampu melahirkan muazin muda yang tidak hanya memiliki kualitas suara, tetapi juga memiliki keikhlasan dalam mengumandangkan panggilan salat.

“Melalui lomba ini, kita berharap lahir muazin-muazin berjiwa ikhlas dengan lantunan suara yang menggetarkan hati masyarakat untuk meramaikan rumah Allah,” ujarnya.

Mahyeldi kemudian secara resmi membuka lomba dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda, panitia, peserta serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda perlombaan. Lebih dari itu, lomba khutbah dan azan diharapkan menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan sehingga semakin banyak lahir khatib, penceramah dan muazin muda yang mampu menjaga syiar Islam serta membawa pesan kedamaian dan kebaikan bagi masyarakat Sumatera Barat. (adpsb/cen)

Widya Navies: Tak Ada Hubungan PWI Sumbar dengan Sumbar Summit Teacher 2026    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Widya Navies: Tak Ada Hubungan PWI Sumbar dengan Sumbar Summit Teacher 2026
Ketua PWI Sumbar Widya Navies. PWI Sumbar mendesak pihak penyelenggara untuk segera memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pencantuman logo tersebut serta bertanggung jawab penuh atas penggunaan identitas PWI tanpa izin. (Foto: Int).

BENTENGSUMBAR.COM
- Gonjang-ganjing kegiatan Sumbar Summit Teacher 2026, di Padang, 13-14 Agustus 2026, ditanggapi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies. PWI tidak ikut serta pada  Sumbar Summit Teacher 2026 dan tak ada hubungan apa pun dengan penyelenggara.

“Kami tidak ikut serta, tidak pula bagian dari penyelenggara. PWI Sumbar sudah meyampaikan somasi terkait terpajangnya logo dan mereka PWI pada kegiatan tersebut,” kata Widya Navis, melalui siaran pers, di Padang, Sabtu (22/8).

Katanya, pencantuman logo dan merek PWI dan pada atribut kegiatan dilakukan tanpa persetujuan organisasi yang dipimpinnya. Penggunaan nama maupun identitas resmi organisasi tanpa izin merupakan persoalan serius.

PWI Sumbar menilai pencantuman logo tersebut tidak sah alias ilegal. Apabila terbukti memenuhi unsur pelanggaran hukum, PWI Sumbar membuka peluang untuk memprosesnya melalui jalur hukum.

Widya menjelaskan, beberapa hari jelang acara, panitia penyelenggara memang mendatangi Kantor PWI Sumbar untuk mengajukan penawaran kerja sama, tetapi tidak memberikan draf kerja sama, namun logo dan merek PWI sudah dipasang untuk promo dan informasi kegiatan.

“Saat itu, PWI Sumbar menyampaikan, menolak tawaran kerja sama,” kata Widya Navies, namun ketika acara berlangsung, ternyata  masih ada identitas PWI dan logo PWI pada flyer di ruang tunggu zoom. 

Klarifikasi terbuka ini disampaikan guna meluruskan informasi di tengah publik—khususnya kalangan guru, sekolah, dan instansi pendidikan di Sumatera Barat—agar tidak menginterpretasikan keberadaan logo tersebut sebagai bentuk dukungan resmi dari PWI Sumbar.

PWI Sumbar mendesak pihak penyelenggara untuk segera memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pencantuman logo tersebut serta bertanggung jawab penuh atas penggunaan identitas PWI tanpa izin, termasuk ditemukannya sertifikat yang di bawahnya tertulis, Mengetahui: Ketua PWI Sumbar Widya Navies dan Kadis Pendidikan Sumatera Selatan Habibul Fuadi. Tak ada tandatangan pemilik acara. 

PWI Sumbar, kata Widya Navies, sudah melayangkan somasi ke pihak penyelenggara, disampaikan kepada Founder Indonesia Inspiring Teacher/Promotor Sumbar Summit Teacher 2026, Herdinalsky. 

Di sisi lain, pada rapat pengurus Harian PWI Sumbar dengan DKP PWI Sumbar, Jumat (21/8) juga mempertimbangkan akan memberikan sanksi terhadap anggota atau pengurus PWI Sumbar yang terlibat pada kegiatan dimaksud. (Abie)

Reses di Kampung Baru Nan XX, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Buka Ruang Warga Sampaikan Aspirasi Pembangunan    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Reses di Kampung Baru Nan XX, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Buka Ruang Warga Sampaikan Aspirasi Pembangunan
Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, turun langsung ke tengah masyarakat merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD.  (Foto: Djuna).

BENTENGSUMBAR.COM
- Suara dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Hal itu menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi saat bertemu langsung dengan warga dalam kegiatan reses di Masjid Husnul Khatimah, Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Jumat (21/8/2026).

Reses tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Warga dapat menyampaikan berbagai persoalan sekaligus mengusulkan kebutuhan pembangunan yang dinilai penting bagi lingkungan mereka.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, turun langsung ke tengah masyarakat merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD. Melalui reses, aspirasi warga dapat didengar secara langsung dan menjadi bahan untuk diperjuangkan dalam proses pembangunan daerah.

“Kita berkumpul dalam rangka reses. Kita minta masukan dari masyarakat untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang ada,” kata Muhidi.

Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat memiliki manfaat besar karena dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan riil di lapangan. Masukan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pembahasan DPRD bersama pemerintah daerah.

“Reses ini sangat strategis karena kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Beberapa bulan ke depan akan ada usulan program, sehingga aspirasi masyarakat hari ini sangat penting,” ujarnya.

Muhidi menjelaskan, DPRD merupakan mitra kepala daerah dalam menjalankan pembangunan. Di tingkat provinsi, DPRD menjadi mitra Gubernur, sementara di kabupaten dan kota DPRD menjadi mitra bupati maupun wali kota.

“DPRD bersama kepala daerah membangun daerah, baik pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia. DPRD memiliki tiga fungsi, yaitu legislasi, budgeting dan pengawasan,” jelasnya.

Tak hanya berbicara mengenai pembangunan, Muhidi juga mengajak masyarakat memberikan perhatian terhadap masa depan anak-anak. Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

“Di tengah kesibukan aktivitas, mari kita duduk bersama anak-anak. Bangun kesadaran mereka tentang pentingnya ilmu dan keterampilan. Jangan hanya dimarahi, tetapi berikan motivasi,” katanya.

Ia juga mendorong orang tua membekali anak dengan kemampuan berbahasa asing, pendidikan, keterampilan serta nilai-nilai agama.

“Globalisasi tidak bisa dihambat atau ditolak. Yang harus kita lakukan adalah menyiapkan anak-anak agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tanamkan akidah, ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebersamaan,” ujar Muhidi.

Sementara itu, Lurah Kampung Baru Nan XX Ratu Junasli menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, pertemuan ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan DPRD Sumbar.

“Ini kesempatan emas bagi warga untuk menyampaikan usulan pembangunan dan berbagai persoalan lainnya. Terima kasih atas kehadiran Bapak Ketua DPRD Sumbar,” kata Ratu.

Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin sehingga berbagai kebutuhan warga dapat diperjuangkan sesuai skala prioritas pembangunan. (*)

Gubernur Mahyeldi Perkuat Sinergi dengan IKA Lemhannas untuk Tanamkan Nilai Kebangsaan kepada Generasi Muda    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Gubernur Mahyeldi Perkuat Sinergi dengan IKA Lemhannas untuk Tanamkan Nilai Kebangsaan kepada Generasi Muda
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKA Lemhannas) Republik Indonesia Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA., PhD., IPU., beserta jajaran. (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKA Lemhannas) Republik Indonesia Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA., PhD., IPU., beserta jajaran di Istana Gubernur, Jumat (21/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara IKA Lemhannas dan Pemprov Sumbar, khususnya dalam memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai nasionalisme, serta membangun karakter generasi muda.

Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Umum IKA Lemhannas RI yang dinilainya memiliki hubungan erat dengan Sumbar, termasuk dengan sejarah perjuangan dan nilai-nilai kebangsaan yang berkembang di daerah tersebut.

“Memang beliau ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Sumatera Barat. Termasuk juga Hari Bela Negara, yang jatuh pada tanggal 19 Desember,” ujar Gubernur.

Menurut Mahyeldi, salah satu keterkaitan tersebut adalah Monumen Bela Negara di Kabupaten Lima Puluh Kota yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Purnomo Yusgiantoro.

Ia mengatakan, Pemprov Sumbar tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan memperingati Hari Bela Negara yang akan dimulai pada 19 Desember hingga 15 Januari. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk merefleksikan sejarah perjuangan bangsa sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Dengan tahu dan paham tentang sejarah, mudah-mudahan generasi muda bisa lebih menghargai, apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dan para pejuang kita,” katanya.

Gubernur menegaskan, Sumbar memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah bangsa, baik karena melahirkan banyak tokoh nasional maupun karena perannya dalam mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satu tonggak penting tersebut adalah keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda II.

“Ketika Bung Karno dan Bung Hatta ditawan, Jakarta dikuasai, masyarakat Sumatera Barat menjawab bahwa Indonesia masih ada. Yaitu dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia,” jelasnya.

Menurut Mahyeldi, perjalanan PDRI yang berlangsung selama 207 hari merupakan bukti kegigihan para pejuang dalam mempertahankan pemerintahan dan kedaulatan Indonesia melalui perjuangan bergerilya di berbagai wilayah Sumbar hingga Riau.

Karena itu, Pemprov Sumbar terus mendorong agar nilai-nilai sejarah perjuangan tersebut diwariskan kepada generasi muda. Salah satunya dengan memperkuat pembelajaran sejarah di sekolah dan mendorong pemanfaatan situs-situs bersejarah sebagai bagian dari destinasi pembelajaran bagi peserta didik.

Dalam konteks tersebut, Gubernur menilai IKA Lemhannas memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Pemprov Sumbar dalam memperkuat pendidikan kebangsaan dan kepemimpinan generasi muda.

Mahyeldi juga berbagi pengalamannya mengikuti pendidikan Lemhannas ketika masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang pada 2012. Menurutnya, pendidikan Lemhannas memberikan pembekalan penting bagi para pemimpin daerah, tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui diskusi, penulisan, presentasi, serta pembelajaran bersama para narasumber.

“Memang sangat perlu hal seperti itu, karena kepala daerah berasal dari profesi dan latar belakang yang sangat berbeda. Mereka perlu pembekalan sebelum bertugas,” ujarnya.

Selain IKA Lemhannas, Gubernur juga mendorong keterlibatan alumni Paskibraka dalam penguatan nasionalisme generasi muda. Para alumni Paskibraka diharapkan dapat berkontribusi langsung ke sekolah-sekolah untuk membina siswa, meningkatkan semangat kebangsaan, serta memperkuat kecintaan terhadap NKRI.

Mahyeldi juga menyambut baik pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IKA Lemhannas Provinsi Sumbar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan program konkret yang memperkuat kolaborasi IKA Lemhannas dengan Pemprov Sumbar, terutama dalam pendidikan kebangsaan, kepemimpinan, dan penguatan karakter generasi muda.

Sementara itu Ketua Umum IKA Lemhannas RI Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemprov Sumbar. Ia menjelaskan, kunjungannya bersama jajaran DPP IKA Lemhannas RI ke Sumbar merupakan bagian dari agenda menghadiri Rakerda IKA Lemhannas Provinsi Sumbar.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih atas sambutan yang begitu sungguh-sungguh. Kami merasa terhormat dapat hadir di tempat ini,” ungkapnya.

Purnomo berharap komunikasi dan hubungan antara IKA Lemhannas dengan Pemprov Sumbar dapat terus diperkuat. Ia juga meminta dukungan Gubernur agar IKA Lemhannas Sumbar dapat terus berkembang serta menjadi penghubung yang efektif antara organisasi alumni di daerah dengan IKA Lemhannas di tingkat pusat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Bunda PAUD Provinsi Sumbar Hj. Harneli Mahyeldi, sepuruh unsur Forkopimda Provinsi Sumbar, Ketua IKA Lemhannas Provinsi Sumbar Prof. Dr. Ir. Nasfrizal Carlo, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, serta sejumlah Kepala OPD Provinsi Sumbar, serta jajaran DPP IKA Lemhannas RI. (Adpsb/rmz/bud)

Andre Rosiade Tinjau Youth Center Kota Pariaman, Pastikan Revitalisasi GOR Rawang Terus Berlanjut    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Andre Rosiade Tinjau Youth Center Kota Pariaman, Pastikan Revitalisasi GOR Rawang Terus Berlanjut
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau kondisi Youth Center Kota Pariaman yang lebih dikenal dengan GOR Rawang, didampingi Wali Kota Pariaman Yota Balad. (Foto: Armaidi).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau kondisi Youth Center Kota Pariaman yang lebih dikenal dengan GOR Rawang, didampingi Wali Kota Pariaman Yota Balad beserta jajaran, di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, Jumat (21/8/2026).

Dalam kunjungannya, Andre Rosiade mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah membantu renovasi GOR Rawang melalui dana CSR BUMN dari Semen Indonesia Group dan Hutama Karya.

“Alhamdulillah, sekarang lintasan lari yang diminta oleh Pemko Pariaman sudah selesai dikerjakan dan telah digunakan oleh masyarakat untuk berolahraga,” ujarnya.

Ia menilai antusiasme masyarakat Kota Pariaman terhadap kegiatan olahraga sangat tinggi. Selain menjadi sarana olahraga, kawasan GOR Rawang juga dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk berjualan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Andre Rosiade juga menyampaikan  sesuai aspirasi Wali Kota Pariaman, ke depan pihaknya akan kembali membantu revitalisasi sejumlah fasilitas di GOR Rawang, di antaranya medan nan bapaneh, toilet, serta fasilitas fitnes outdoor, dengan anggaran sekitar Rp800 juta.

“Insyaallah tahun depan kita akan bantu sesuai aspirasi tersebut,” katanya.

Sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre berharap dukungan yang diberikan dapat terus memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas fasilitas olahraga dan ruang aktivitas masyarakat di Kota Pariaman.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan  sebelum mendapatkan dukungan revitalisasi, kondisi GOR Rawang sempat terbengkalai selama 22 tahun.

“Alhamdulillah, sekarang telah dilakukan revitalisasi seperti pembuatan jogging track (lintasan lari), sehingga GOR Rawang dapat menjadi sarana olahraga bagi masyarakat Kota Pariaman,” ungkapnya.

Selain sebagai sarana olahraga, lanjut Yota, keberadaan GOR Rawang juga memberikan ruang bagi para pedagang UMKM untuk berjualan. 

Hal tersebut diharapkan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kota Pariaman. (R/at)

Gubernur Mahyeldi Sambut Sekjen Kemenag RI, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pendidikan di Sumbar    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Gubernur Mahyeldi Sambut Sekjen Kemenag RI, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pendidikan di Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menyambut kedatangan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin. (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menyambut kedatangan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, yang mewakili Menteri Agama RI dalam kunjungan kerja ke Sumbar, Jumat (21/8/2026). 

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam penguatan kehidupan keagamaan, pendidikan, serta pembangunan karakter generasi muda.

Kamaruddin Amin tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 162 sekitar pukul 16.15 WIB dan disambut langsung Gubernur Mahyeldi bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar.

Kamaruddin menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Menteri Agama RI dalam kunjungan tersebut.

Menurutnya, Menteri Agama berhalangan hadir karena mendapat panggilan Presiden RI sehingga kunjungan ke Sumbar diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI.

Gubernur Mahyeldi menyambut baik kedatangan jajaran Kementerian Agama RI dan mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap Sumbar. 

Menurutnya, rangkaian kegiatan yang melibatkan ulama, mahasiswa dan masyarakat merupakan ruang strategis untuk memperkuat komunikasi serta kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“Ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam penguatan kehidupan keagamaan, pendidikan, dan pembangunan karakter generasi muda,” ujar Mahyeldi.

Rangkaian kunjungan kerja tersebut meliputi Halaqah Ulama Sumatera Barat, dialog bersama mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), Subuh Mubarak dan Tabligh Akbar, serta penanaman pohon di kompleks Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.

Mahyeldi menilai halaqah ulama dan dialog bersama mahasiswa memiliki arti penting karena menjadi ruang untuk bertukar pandangan, menyerap aspirasi, sekaligus memperkuat kontribusi ulama dan kalangan akademisi dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya membutuhkan penguatan aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus diiringi penguatan nilai agama dan karakter. 

Hal tersebut sejalan dengan filosofi kehidupan masyarakat Sumbar yang menjadikan nilai keagamaan sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, agenda Subuh Mubarak dan Tabligh Akbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi diharapkan semakin mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus meningkatkan semangat kehidupan keagamaan di Sumbar.

Selain aspek keagamaan dan pendidikan, rangkaian kunjungan juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui agenda penanaman pohon di kompleks Masjid Raya. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam penyambutan tersebut, Gubernur Mahyeldi didampingi Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumbar Mustafa, Asisten I Setda Provinsi Sumbar Ahmad Sakti, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar Nolly Eka Mardianto, serta Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sumbar, Andree Harmadi Algamar. (adpsb/rmz/bud)