HEADLINE
DPRD Padang Gelar Paripurna Besok! Wali Kota Bakal Sampaikan R-APBD 2027, Ini Jadwal Lengkapnya    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

DPRD Padang Gelar Paripurna Besok! Wali Kota Bakal Sampaikan R-APBD 2027, Ini Jadwal Lengkapnya
Kasubag Humas Sekretariat Kota Padang Suzi Helda ketika memberikan keterangan kepada awak media dalam suatu kesempatan. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang dipastikan menggelar Rapat Paripurna penting pada Senin, 14 September 2026. Agenda utama dalam rapat ini adalah penyampaian Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2027 oleh Wali Kota Padang secara langsung di hadapan para wakil rakyat.

Langkah ini menjadi momentum krusial bagi arah pembangunan Kota Padang pada tahun mendatang. Pembahasan R-APBD 2027 akan menjadi pilar utama dalam menentukan alokasi anggaran sektor publik, infrastruktur, pendidikan, hingga penanggulangan kemiskinan dan ketahanan ekonomi daerah.

Berdasarkan surat undangan resmi bernomor 000.1.5/114/DPRD-Pdg/IX-2026 yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd, Rapat Paripurna tersebut diselenggarakan di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Jalan Bagindo Azis Chan By Pass, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji.

Dikatakan Kasubag Humas Sekretariat Kota Padang Suzi Helda, jadwal pelaksanaan rapat paripurna dijadwalkan dimulai tepat pada pukul 10:00 WIB hingga selesai. Seluruh jajaran dewan, jajaran Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang diundang untuk menghadiri forum formal tersebut.

"Penetapan jadwal paripurna ini bukanlah hal yang mendadak, melainkan hasil kesepakatan resmi Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Padang. Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam rapat Revisi Agenda Kegiatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Masa Sidang I Tahun 2026 untuk Masa Jabatan 2024-2029 pada tanggal 31 Agustus 2026 lalu," katanya, Ahad, 13 September 2026.

Melalui agenda ini, Wali Kota Padang diharapkan memaparkan secara transparan target prioritas pembangunan serta kerangka anggaran kota untuk tahun 2027. Penyampaian R-APBD ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan serangkaian rapat fraksi dan pembahasan komisi sebelum disahkan menjadi APBD resmi.

Guna menjaga ketertiban dan kekhidmatan jalannya persidangan, pihak sekretariat DPRD Kota Padang juga mengimbau seluruh tamu undangan yang hadir untuk mematuhi ketentuan pakaian dinas yang telah ditentukan, yakni Pakaian Sipil Harian (PSH). (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Dorong Ekonomi Pesisir, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Salurkan Bantuan Benih dan Pakan Ikan Kerapu di Teluk Buo    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Dorong Ekonomi Pesisir, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Salurkan Bantuan Benih dan Pakan Ikan Kerapu di Teluk Buo
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., hadir langsung dalam penyerahan bantuan benih dan pakan ikan kerapu kepada kelompok pembudidaya ikan di Teluk Buo. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir terus dilakukan melalui penguatan sektor perikanan budidaya. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan benih dan pakan ikan kerapu kepada kelompok pembudidaya ikan di Teluk Buo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sabtu (12/9/2026).

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat produktivitas pembudidaya ikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor kelautan dan perikanan.

Bantuan benih dan pakan ikan kerapu tersebut merupakan realisasi alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Ketua DPRD Sumbar Muhidi yang dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Muhidi, dukungan terhadap pembudidaya ikan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya operasional dalam kegiatan budidaya. Bantuan pakan diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi, sementara benih ikan kerapu menjadi modal penting untuk meningkatkan hasil budidaya.

Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan produksi dalam jangka pendek, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Produktivitas budidaya yang meningkat diharapkan berdampak pada bertambahnya pendapatan pembudidaya dan tumbuhnya aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Muhidi juga mengingatkan kelompok pembudidaya agar mengelola bantuan secara optimal, transparan, dan bertanggung jawab. Kekompakan antaranggota kelompok dinilai penting agar seluruh bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara efektif dan memberikan hasil maksimal.

“Kelola bantuan ini dengan baik, transparan dan penuh kekompakan. Mudah-mudahan budidaya ikan kerapu ini menghasilkan panen yang baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” pesan Muhidi.

Ia menegaskan, DPRD Sumatera Barat akan terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan. Dukungan terhadap sektor kelautan dan perikanan dinilai penting dalam memperkuat ekonomi pesisir sekaligus mendorong kemandirian pangan bahari di Sumatera Barat.

Dengan adanya sinergi antara DPRD Sumbar, pemerintah daerah, DKP, dan kelompok pembudidaya, pengembangan budidaya ikan kerapu di Teluk Buo diharapkan dapat terus berkembang. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan potensi kelautan Sumatera Barat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

PWI Sumbar Menggila di Meja Biliar, Tiga Atlet Tembus Semifinal Nasional Open    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

PWI Sumbar Menggila di Meja Biliar, Tiga Atlet Tembus Semifinal Nasional Open
Langkah atlet biliar PWI Sumatera Barat (Sumbar) di ajang Nasional Open PWI Pekanbaru 2026 semakin dekat menuju podium juara. (Foto Ilustrasi: Syaiful). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Langkah atlet biliar PWI Sumatera Barat (Sumbar) di ajang Nasional Open PWI Pekanbaru 2026 semakin dekat menuju podium juara. Tiga dari tujuh atlet yang dikirim Sumbar berhasil menembus babak semifinal dalam turnamen yang memperebutkan Piala Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, T. Azwendi Fajri, SE, MM.

Kompetisi yang berlangsung di Golden Break, Pekanbaru, Riau, sejak Sabtu (12/9/2026) itu menjadi panggung pembuktian bagi atlet biliar PWI Sumbar. Tiga wakil Sumbar yang masih bertahan yakni Paul, Wardi, dan Bento Rahmat dari PWI Kota Padang Panjang.

Ketua SIWO PWI Sumbar, Syaiful Husein, mengungkapkan keberhasilan tiga atlet tersebut menjadi capaian membanggakan di tengah ketatnya persaingan dengan atlet biliar PWI dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ketiga atlet itu merupakan atlet Porwanas Sumbar dari PWI Kota Serambi Mekah Padang Panjang, masing-masing Paul, Wardi dan Rahmat. Sementara empat atlet lainnya hanya mampu sampai putaran ketiga,” ujar Syaiful.

PWI Sumbar sendiri mengirim tujuh atlet dalam turnamen tersebut. Selain Paul, Wardi dan Bento Rahmat dari Padang Panjang, kontingen Sumbar diperkuat Ega Yudistira dari Kota Solok serta Yusra Akbar dan Bambang Zulwadi dari wilayah Paliko.

Rombongan atlet juga didampingi Ketua PWI Paliko, Aspon Dedi, bersama tim ofisial Oktriyoni dari Kota Solok, Adi Paker dan Isril dari Paliko, serta Syasoedarman. Seluruh persiapan dan pendampingan kontingen dilakukan di bawah arahan langsung Ketua SIWO PWI Sumbar.

Syaiful menilai persaingan di Nasional Open PWI Pekanbaru 2026 menjadi pengalaman penting bagi atlet Sumbar dalam mematangkan kemampuan sebelum menghadapi Porwanas 2027 di Lampung. Karena itu, tampil di turnamen nasional dinilai jauh lebih berharga dibanding hanya berlatih menghadapi lawan dari daerah sendiri.

“Kami tidak hanya berlatih di dalam wilayah sendiri. Melawan lawan dari berbagai daerah adalah cara terbaik mempersiapkan diri agar nanti saat Porwanas 2027 di Lampung, atlet kita siap berjuang dan meraih hasil terbaik,” tegasnya.

Peluang Sumbar mengirim wakilnya ke partai final pun semakin terbuka. Berdasarkan bagan pertandingan, tiga atlet Sumbar berada di jalur yang membuat mereka berpeluang saling berhadapan dalam perebutan tiket menuju babak berikutnya.

Di sisi lain, Andre dari PWI Kota Pekanbaru harus berhadapan dengan Endang dari Kepri. Sementara Paul dari Sumbar menghadapi Rispandi Tanke dari Raja Ampat, Papua Barat. Para pemenang dari pertandingan tersebut akan melaju ke babak selanjutnya untuk memperebutkan tiket menuju partai puncak.

Dengan tiga wakil yang masih bertahan, PWI Sumbar kini berada di ambang perebutan gelar juara Nasional Open PWI Pekanbaru 2026. Jika mampu menjaga konsistensi permainan, bukan tidak mungkin salah satu atlet Sumbar melangkah hingga final dan membawa pulang gelar bergengsi tersebut.

Bagi SIWO PWI Sumbar, hasil ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Performa tiga atlet tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan olahraga wartawan di Sumatera Barat terus berkembang sekaligus menjadi bekal penting untuk menghadapi target yang lebih besar, yakni Porwanas 2027 di Lampung. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Rahmat Saleh Raih Penghargaan Pejuang Anggaran Pertanian dan Nelayan Sumbar    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Rahmat Saleh Raih Penghargaan Pejuang Anggaran Pertanian dan Nelayan Sumbar
Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat I, Rahmat Saleh, menerima penghargaan sebagai Pejuang Anggaran Pertanian dan Nelayan Sumbar. (Foto: Relasipublik.com) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat I, Rahmat Saleh, menerima penghargaan sebagai Pejuang Anggaran Pertanian dan Nelayan Sumbar dalam rangkaian HUT ke-9 media online Relasipublik.com.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah Rahmat Saleh dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumatera Barat, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian, kelautan, dan kepentingan petani serta nelayan.

Penghargaan itu diterima oleh Tenaga Ahli (TA) Dapil Rahmat Saleh, Ikhwan, pada puncak peringatan HUT ke-9 Relasipublik.com yang digelar di Restoran Suasso, Padang, Sabtu (12/9/2026).

Pemimpin Redaksi Relasipublik.com, Novrianto, mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai konsisten menjaga hubungan baik dengan pers sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan media dan masyarakat di Sumatera Barat.

“Alhamdulillah, terima kasih atas kehadiran para undangan di puncak HUT Relasipublik.com ini. Semoga silaturahmi selalu terjalin erat,” ujar Novrianto.

Menurut Novrianto, penghargaan kepada Rahmat Saleh bukan diberikan secara sembarangan. Pihaknya memiliki sejumlah indikator dalam menentukan tokoh yang layak mendapatkan apresiasi, salah satunya berdasarkan rekam kiprah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Sumatera Barat.

“Kita tidak sembarangan memberikan penghargaan, tapi ada indikator yang kita tetapkan. Hasilnya ada empat tokoh, salah satunya Rahmat Saleh, yang kita melihat gigih dalam memperjuangkan sektor pertanian dan kelautan di Sumbar selama ini,” katanya.

Terpisah, Rahmat Saleh menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Relasipublik.com. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir langsung dalam acara tersebut.

“Sebelumnya saya berterima kasih atas penghargaan ini, dan memohon maaf belum dapat hadir. Namun, perjuangan untuk anggaran pertanian dan nelayan Sumbar adalah amanah yang akan terus kita jalankan,” ujar Rahmat di Padang, Minggu (13/9/2026).

Rahmat menegaskan, perpindahan tugasnya ke Komisi VI DPR RI tidak akan mengurangi komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan di Sumatera Barat. Meski sebelumnya berada di Komisi IV, perhatian terhadap sektor pertanian dan kelautan tetap menjadi bagian penting dari perjuangannya.

“Saya ingin memastikan bahwa suara petani dan nelayan tidak tenggelam di tengah arus kebijakan nasional. Walaupun saya kini bertugas di Komisi VI, saya akan terus menyuarakan aspirasi mereka, baik melalui rapat-rapat resmi maupun komunikasi dengan kementerian terkait,” tegasnya.

Menurut Rahmat, perjuangan untuk petani dan nelayan tidak semata-mata berkaitan dengan besarnya alokasi anggaran. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap kebijakan pemerintah memberikan manfaat nyata dan berpihak kepada masyarakat kecil.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi dorongan moral agar saya tidak berhenti memperjuangkan hak-hak petani dan nelayan. Saya percaya, dengan kerja sama semua pihak, kita bisa menghadirkan kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan,” tutup Rahmat. (*) 


Editor: Zamri Yahya, WU

1.500 Goweser Serbu Pariaman, Fun and Adventure Padati Marancah III Meriah    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

1.500 Goweser Serbu Pariaman, Fun and Adventure Padati Marancah III Meriah
Kegiatan Fun and Adventure Padati Marancah III yang dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi. (Foto: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Sebanyak 1.500 goweser menyerbu Kota Pariaman dan memadati kawasan objek wisata Pantai Kata dalam gelaran Fun and Adventure Padati Marancah III, Minggu (13/9/2026).

Ribuan peserta dari berbagai daerah ikut meramaikan kegiatan yang menggabungkan olahraga, petualangan, dan wisata tersebut. Antusiasme peserta menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat posisi Kota Pariaman sebagai salah satu daerah yang serius mengembangkan sport tourism di Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi. Keduanya hadir di kawasan Pantai Kata yang menjadi salah satu titik kegiatan Fun and Adventure Padati Marancah III.

Yota Balad mengatakan, tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa kegiatan olahraga berbasis wisata memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kota Pariaman.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemko Pariaman untuk meramaikan kota sesuai dengan visi-misi kami, yaitu mengembangkan sport tourism,” ujar Yota.

Menurut Yota, jumlah peserta tahun ini bahkan mencapai sekitar 1.500 orang atau melampaui perkiraan awal. Karena itu, ia berharap Fun and Adventure Padati Marancah dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan konsep dan skala yang semakin besar.

“Alhamdulillah peserta yang hadir mencapai kurang lebih 1.500 orang. Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa lebih meriah lagi, menarik lebih banyak pengunjung, serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Kota Pariaman,” katanya.

Tak hanya mendongkrak sektor olahraga dan pariwisata, kehadiran ribuan goweser juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Yota menyebut sektor perhotelan, homestay, UMKM, kuliner, dan berbagai usaha lokal sebagai pihak yang berpotensi mendapat manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Khususnya bagi pengelola perhotelan, homestay, serta para pelaku UMKM lokal,” lanjutnya.

Sementara itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian pemerintah daerah menjelang pelaksanaan kegiatan. Pemko Pariaman bersama panitia telah berkoordinasi dengan instansi teknis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman.

Koordinasi dilakukan antara lain dengan Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terutama untuk memastikan kondisi jalur yang dilalui peserta serta kesiapan penanganan apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 1.500 orang, Fun and Adventure Padati Marancah III tidak hanya menjadi ajang bersepeda, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi wisata Pariaman sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Pemko Pariaman pun mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan sehingga sport tourism semakin menjadi magnet kunjungan ke Kota Pariaman. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung

Hari Pertama MTQ Nasional XXXI, 12 Peserta Sumbar Mulai Perjuangkan Prestasi    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Hari Pertama MTQ Nasional XXXI, 12 Peserta Sumbar Mulai Perjuangkan Prestasi
Pada hari pertama perlombaan, sebanyak 12 kafilah Sumbar dijadwalkan tampil di sejumlah arena yang tersebar di Kota Semarang. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kafilah Sumatera Barat (Sumbar) mulai menjalani babak penyisihan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Nasional di Semarang, Minggu (13/9/2026). Pada hari pertama perlombaan, sebanyak 12 kafilah Sumbar dijadwalkan tampil di sejumlah arena yang tersebar di Kota Semarang.

Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma mengatakan hari pertama perlombaan menjadi awal dari perjuangan panjang Kafilah Sumbar dalam ajang MTQ Nasional XXXI. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menampilkan kemampuan terbaik.

“Kita berharap seluruh qari-qariah Sumatera Barat dapat tampil maksimal. Persiapkan diri dengan baik dan berikan kemampuan terbaik dalam setiap penampilan,” ujar Edi.

Pada sesi pagi, Daffa Raffasya tampil pada cabang Tilawah Anak-Anak Putra di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah. Sementara Roza Rezki mengikuti Qira’at Mujawwad Dewasa Putra dan Saufa Atika Ulya tampil pada Qira’at Mujawwad Dewasa Putri di Lapangan Simpang Lima.

Empat peserta lainnya, yakni Mukhlis Ibrohim, Indah Khairannisa, Arizi Akbar dan Rindu Annisa, mengikuti cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an di Auditorium Imam Bardjo, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Perlombaan pada cabang tersebut berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Memasuki sesi siang, Amelia Rahma tampil pada cabang Hafalan 5 Juz dan Tilawah Putri di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Pada waktu yang sama, Daffa Hadaya mengikuti cabang Hafalan 20 Juz Putra di Auditorium Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

Revoranda Sudarman dan Raihana Hamdani juga tampil pada sesi siang pada cabang Tafsir Bahasa Inggris Putra dan Putri di Gedung Semeru BP2KLK Kota Semarang. Sementara Zukhrufil Shadri dijadwalkan mengikuti cabang Tilawah Remaja Putra di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah.

Edi mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan persaingan sebagai beban. Menurutnya, setiap penampilan merupakan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama baik Sumbar di tingkat nasional.

“Yang paling penting tetap fokus, percaya diri dan menjaga semangat. Kita memberikan dukungan penuh agar mereka mampu meraih hasil terbaik untuk Sumatera Barat,” katanya.

Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI berlangsung 13–19 September 2026 di 12 majelis yang tersebar di berbagai lokasi di Kota Semarang. Ajang tersebut mempertemukan kafilah dari seluruh Indonesia untuk berkompetisi dalam berbagai cabang dan golongan musabaqah.

Hari pertama perlombaan menjadi langkah awal Kafilah Sumbar untuk kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Dukungan dan doa masyarakat Sumbar diharapkan terus mengiringi perjuangan para qari-qariah dan peserta sepanjang pelaksanaan MTQ Nasional XXXI. (Adpsb/bud)

Jalani Operasi Tumor, Ida Bersyukur Biaya Puluhan Juta Dijamin JKN    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Jalani Operasi Tumor, Ida Bersyukur Biaya Puluhan Juta Dijamin JKN
Ida Rizalni, pedagang asal Kabupaten Tanah Datar. Dokter mendiagnosisnya mengidap
tumor payudara dan menyarankan operasi. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kekhawatiran terhadap biaya pengobatan menjadi beban tersendiri bagi Ida Rizalni, pedagang asal Kabupaten Tanah Datar, ketika dokter mendiagnosisnya mengidap
tumor payudara dan menyarankan operasi. Namun, kekhawatiran itu perlahan sirna karena biaya pemeriksaan, operasi, hingga rawat inapnya dijamin oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ida awalnya merasakan nyeri yang hilang timbul di bagian dada. Rasa sakit yang tak tertahankan hingga mengganggu aktivitas, mengantarnya masuk ke instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. M. Ali Hanafiah.

“Saya sering merasakan nyeri yang hilang timbul di bagian dada. Ketika nyerinya semakin tidak tertahankan dan mengganggu aktivitas kerja, saya segera ke IGD rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Ida.

Hasil pemeriksaan laboratorium dan ultrasonografi (USG) payudara menunjukkan indikasitumor mamae. Dokter kemudian menyarankan Ida menjalani operasi pengangkatan benjolan sekaligus pemeriksaan sampel untuk mengetahui sifat tumor tersebut.

“Ketika dokter mengatakan saya mengidap tumor mamae dan harus menjalani operasi, tentu saya kaget. Yang langsung terlintas adalah biaya pengobatan yang tidak sedikit. Tetapi saya bersyukur karena sebagai peserta JKN, saya tidak perlu menanggung biaya tersebut sendiri,” ujar Ida.

Memasuki hari ketiga perawatan, Ida masih menjalani rawat inap karena kondisinya belum dinyatakan stabil oleh dokter. Ia juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk 
memastikan apakah tumor yang diangkat bersifat jinak atau ganas.

Di tengah kondisi tersebut, keberadaan JKN membuat Ida lebih tenang. Ia tidak lagi harus memikirkan biaya operasi dan perawatan yang menurutnya telah mencapai puluhan juta rupiah.

“Yang saya pikirkan sekarang adalah kesembuhan. Soal biaya, saya merasa jauh lebih tenang karena pengobatan dan rawat inap saya dijamin JKN. Kalau harus membayar sendiri, tentu
saya dan keluarga akan sangat terbebani,” tutur Ida.

Ida mengatakan jika manfaat JKN bukan kali pertama ini ia rasakan. Tahun sebelumnya, ia juga menjalani operasi pengangkatan tumor ganglion pada bagian tangan. Saat itu, dokter 
menyebut benjolan tersebut berkaitan dengan cedera dan robekan saraf yang kemudian mengalami infeksi.

“Tumor di tangan saya ternyata jinak dan operasinya berhasil. Saat itu pun saya menggunakan JKN. Jadi, saya sudah merasakan sendiri bagaimana JKN membantu ketika kita membutuhkan biaya pengobatan yang besar,” kata Ida.

Manfaat JKN juga dirasakan keluarga Ida. Ibunya pernah menjalani operasi katarak dan hingga kini masih rutin melakukan kontrol ke rumah sakit. Ida merasa JKN merupakan perlindungan kesehatan yang sangat berarti bagi keluarganya.

“Bukan hanya saya yang dibantu JKN. Ibu saya juga pernah menjalani operasi katarak. Dari pengalaman itu saya semakin yakin bahwa JKN benar-benar menjadi perlindungan kesehatan 
andalan bagi keluarga kami,” ucap Ida.

Bagi Ida, JKN bukan sekadar kartu untuk berobat, melainkan jaminan kesehatan yang memberikan rasa aman ketika penyakit datang tanpa diduga.

“Bagi saya, JKN adalah jaminan kesehatan yang sangat berarti. Selama kepesertaan aktif, mengikuti prosedur, dan pelayanannya sesuai indikasi medis, kita tidak perlu takut menghadapi biaya pengobatan. Yang terpenting adalah fokus untuk sembuh. Kalau tidak ada JKN, saya pasti akan berpikir ulang untuk berobat, belum lagi memikirkan keluarga yang akan terbebani,” tambah Ida.

Selama menggunakan JKN, Ida mengaku tidak mengalami kendala berarti. Ia juga menilai petugas di fasilitas kesehatan memberikan pelayanan dengan baik dan tidak membedakan pasien berdasarkan status kepesertaannya.

“Selama menggunakan BPJS Kesehatan, saya tidak pernah mengeluarkan biaya tambahan 
untuk pengobatan yang dijamin. Petugas juga melayani dengan baik dan sabar. Saya merasa mendapatkan pelayanan yang semestinya,” jelas Ida.

Ida mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit parah untuk memanfaatkan layanan kesehatan. Menurutnya, menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan ketika muncul keluhan merupakan langkah penting untuk mencegah kondisi semakin berat.

“Kalau tubuh mulai terasa tidak sehat, jangan ditunda. Datang segera ke fasilitas kesehatan dan periksakan diri. Lebih baik mengetahui kondisi sejak awal daripada terlambat,” imbau Ida.

Ida berharap semoga JKN terus menghadirkan ketenangan bagi peserta untuk berobat tanpa harus dihantui kekhawatiran soal biaya. Ia pun mengajak masyarakat menjaga pola hidup sehat sejak dini dengan rutin berolahraga agar terhindar dari risiko penyakit.

“Kesehatan itu terasa mahal kalau tidak dijaga. Saya mengajak masyarakat untuk rutin berolahraga, minimal 30 menit sehari, misalnya dengan berjalan kaki. Terima kasih juga BPJS Kesehatan, semoga sukses selalu dan terus menghadirkan layanan yang berkualitas bagi kami," pungkas Ida. (HM)