HEADLINE
Geger BBM Diduga Oplosan Bikin Mobil Rusak di Padang, Ketua DPRD Muharlion Angkat Bicara!    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Geger BBM Diduga Oplosan Bikin Mobil Rusak di Padang, Ketua DPRD Muharlion Angkat Bicara!
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, memberikan tanggapan tegas saat dikonfirmasi via telepon seluler pada Senin (28/9/2026). (Foto Ilustrasi: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Warga Kota Padang mendadak geger usai beredar isu kasus BBM diduga bercampur zat lain yang menyebabkan puluhan kendaraan warga mendadak rusak.

Fenomena aneh ini memicu gelombang keresahan warga karena banyak unit mobil, terutama keluaran tahun tua, mengalami kerusakan pada bagian pompa bensin.  

Menanggapi isu panas ini, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, memberikan tanggapan tegas saat dikonfirmasi via telepon seluler pada Senin (28/9/2026). 

Muharlion menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut karena dampak finansial dan kerugian paling besar langsung dirasakan oleh masyarakat.  

​"Tentu pertama kita sayangkan ini terjadi, yang dirugikan itu jelas masyarakat," tegas Ketua DPRD Kota Padang tersebut dengan nada prihatin.  

Ia juga mendukung penuh langkah kepolisian yang saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk membongkar fakta di lapangan.  

"Kasus ini kan sudah bergulir dan ditangani kepolisian, tentu sama-sama kita kawal dan lihat hasilnya nanti seperti apa," ujar Muharlion.

Tak hanya itu, politisi PKS ini menuntut tindakan tegas berupa sanksi keras dari pihak Pertamina jika terbukti ada pelanggaran.  

Sanksi tersebut harus diberikan secara transparan, baik jika kesalahan ada pada internal Pertamina maupun pihak pengelola SPBU.  

"Tentu Pertamina harus memberikan sanksi, apakah dari Pertamina sendiri atau SPBU-nya. Kalau memang terbukti, wajib ada sanksi tegas," lanjutnya.  

Mengenai klaim awal Pertamina yang menyatakan tidak menemukan campuran bahan asing pada pengujian awal, Muharlion menyerahkan sepenuhnya pada proses penyelidikan lintas pihak.  

Guna menuntaskan keresahan publik, DPRD Kota Padang berencana mengambil langkah strategis dengan memanggil pihak-pihak terkait.  

"Nanti kita koordinasikan dengan Komisi II untuk memanggil pihak Pertamina guna klarifikasi resmi," ungkap Muharlion menutup pembicaraan.  

Kini, warga Kota Padang menanti hasil penyelidikan akhir kepolisian serta langkah konkret DPRD untuk menjamin kualitas BBM di Kota Padang. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, WU

Kementerian Ketenagakerjaan Tinjau Pelatihan Operator Ekskavator di Sawahlunto, Dorong SDM Makin Kompeten    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Kementerian Ketenagakerjaan Tinjau Pelatihan Operator Ekskavator di Sawahlunto, Dorong SDM Makin Kompeten
Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., mengunjungi Satuan Pelaksana (Satpel) Sawahlunto, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia ke Sawahlunto menjadi perhatian dalam upaya memperkuat kualitas tenaga kerja dan sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., mengunjungi Satuan Pelaksana (Satpel) Sawahlunto, Sabtu (26/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi yang diberikan kepada masyarakat dan peserta pelatihan di Sawahlunto.

Menteri Ketenagakerjaan disambut Wakil Wali Kota Sawahlunto bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, unsur vertikal, camat, serta tamu undangan lainnya.

Suasana kunjungan berlangsung hangat. Menteri Ketenagakerjaan juga mengikuti temu ramah bersama staf Satpel Sawahlunto dan para peserta pelatihan.

Tak hanya melihat fasilitas, Menteri Ketenagakerjaan turut meninjau langsung proses pelatihan kerja yang sedang berlangsung di Satpel Sawahlunto.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelatihan operator ekskavator. Pelatihan ini memberikan keterampilan teknis yang dapat menjadi bekal peserta memasuki dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan berdiskusi langsung dengan peserta untuk mengetahui proses pembelajaran, pengalaman selama mengikuti pelatihan, hingga kesiapan mereka dalam menguasai kompetensi yang dibutuhkan.

Pelatihan berbasis kompetensi dinilai penting karena kebutuhan dunia kerja terus berkembang. Tenaga kerja tidak hanya dituntut memiliki kemauan bekerja, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Karena itu, penguatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi persaingan dunia kerja.

Usai meninjau pelatihan, agenda dilanjutkan dengan diskusi bersama OPD teknis Pemerintah Kota Sawahlunto yang memiliki keterkaitan dengan bidang ketenagakerjaan.

Diskusi tersebut membahas penguatan sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas SDM, pelatihan kerja, dan kompetensi tenaga kerja.

Kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan pemerintah daerah diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Kunjungan Menteri Ketenagakerjaan ke Sawahlunto sekaligus memperkuat pesan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja membutuhkan kolaborasi berkelanjutan. Dari ruang pelatihan, keterampilan diharapkan tumbuh menjadi modal menuju kesempatan kerja yang lebih luas. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

1.100 Pramuka Berkumpul, Sekda Rida Ananda Soroti Tantangan Generasi Muda di Era AI    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

1.100 Pramuka Berkumpul, Sekda Rida Ananda Soroti Tantangan Generasi Muda di Era AI
Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka, Rida Ananda, saat Upacara Hari Pramuka ke-65, Minggu (27/9/2026). (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, terampil, mandiri, dan mampu beradaptasi menghadapi perubahan zaman.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka, Rida Ananda, saat Upacara Hari Pramuka ke-65, Minggu (27/9/2026).

Momentum tersebut sekaligus dirangkai dengan penutupan Best Of The Best Batiah Scout Competition (BOBB) XX Tahun 2026. Ajang ini menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas.

Dalam amanat yang membacakan sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Rida menyampaikan bahwa perjalanan Pramuka tidak lepas dari pengabdian, karya, dan keteladanan dalam membentuk generasi muda Indonesia.

Tantangan generasi muda saat ini pun semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan atau AI, hingga perubahan iklim menjadi bagian dari perubahan besar yang harus dihadapi generasi masa depan.

Teknologi, menurut Rida, harus menjadi peluang untuk meningkatkan kemampuan. Namun, kemajuan teknologi perlu diimbangi karakter kuat agar digunakan untuk hal-hal yang memberikan manfaat.

Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 di Payakumbuh. Pendidikan karakter dinilai tetap menjadi fondasi penting di tengah derasnya perubahan teknologi.

Gerakan Pramuka juga didorong semakin peduli terhadap lingkungan. Pengelolaan sampah, efisiensi sumber daya, energi bersih, dan pemanfaatan potensi lokal menjadi bagian dari semangat pembinaan generasi muda.

Tema Hari Pramuka ke-65, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, turut menegaskan pentingnya keterampilan dan kemandirian generasi muda.

Tak kalah menarik, BOBB XX Tahun 2026 sukses menyedot perhatian dengan melibatkan 1.100 peserta. Mereka berasal dari berbagai kontingen Pramuka Penegak dan Penggalang tingkat SD maupun SMP.

Kompetisi tersebut bukan sekadar perlombaan. Berbagai kegiatan di dalamnya menjadi sarana mengasah keterampilan, kreativitas, ketangkasan, kerja sama tim, serta kedisiplinan para peserta.

Persaingan pun berlangsung ketat hingga melahirkan para juara. Untuk kategori Penggalang pangkalan SD, Juara Umum 1 diraih Gugus Depan SDN 30 Payakumbuh, disusul SDN 53 Payakumbuh dan SDS IPHI.

Pada kategori Penggalang pangkalan SMP, Juara Umum diraih Gugus Depan SMPN 1 Payakumbuh. Sementara kategori Pramuka Penegak berhasil dimenangkan Gugus Depan SMAN 1 Payakumbuh.

Peringatan Hari Pramuka dan BOBB XX akhirnya menjadi momentum penting bagi Pramuka Kota Payakumbuh untuk terus membina generasi muda agar kreatif, terampil, mandiri, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi bagi daerah maupun bangsa. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Sekadar Jalan Sehat, Ada Kejutan Sepeda Listrik yang Bikin Peserta Makin Antusias    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Bukan Sekadar Jalan Sehat, Ada Kejutan Sepeda Listrik yang Bikin Peserta Makin Antusias
Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pimpinan kampus hingga keluarga besar UMC larut dalam suasana kebersamaan yang penuh semangat. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Suasana berbeda terasa di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Jalan Watubelah, Ahad pagi, 27 September 2026. Ratusan keluarga besar UMC memadati kampus untuk mengikuti jalan sehat dalam rangkaian Milad ke-26 UMC.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB itu berlangsung meriah. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pimpinan kampus hingga keluarga besar UMC larut dalam suasana kebersamaan yang penuh semangat.

Rektor UMC Arif Nuruddin, S.T., M.T. hadir bersama jajaran pimpinan, di antaranya Wakil Rektor I Dr. Badawi, S.E., M.Si., Wakil Rektor II Dr. Dewi Nurdianti, M.Pd., dan Wakil Rektor III Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd.

Para dekan, wakil dekan, ketua program studi, kepala biro, kepala lembaga, dosen dan tenaga kependidikan juga ikut ambil bagian. Tidak ada sekat jabatan ketika seluruh civitas akademika UMC bergerak bersama.

Peserta mengenakan atasan putih dan merah. Dari Kampus 2 UMC, mereka mengikuti rute jalan sehat sebelum kembali ke titik finis dengan wajah penuh semangat.

Sebelum jalan sehat dimulai, peserta terlebih dahulu mengikuti senam sehat bersama. Aktivitas tersebut menjadi pemanasan sekaligus cara sederhana membangun energi positif sejak pagi.

Namun, jalan sehat Milad ke-26 UMC bukan sekadar olahraga. Kegiatan ini dikemas sebagai momentum mempererat silaturahmi, menjaga kebugaran, membangun interaksi dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan kampus.

Keseruan berlanjut setelah peserta menyelesaikan rute. Panitia menyiapkan berbagai kegiatan hiburan, mulai dari pembagian doorprize hingga karaoke yang membuat suasana semakin hidup.

Salah satu doorprize yang paling menarik perhatian peserta adalah sepeda listrik. Hadiah tersebut menambah antusiasme keluarga besar UMC yang sejak pagi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Rektor UMC Arif Nuruddin mengatakan kegiatan tersebut mengusung semangat “Jalan Sehat Berbudaya, Unggul dan Islami.” Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun lingkungan akademik yang sehat dan produktif.

“Jadi kita itu sekarang sudah pada tahapan berusaha untuk seluruh civitas itu, dosen, tendik, mahasiswa itu sehat fisik dan sehat mental,” ujar Arif.

Menurut Arif, kampus tidak hanya membutuhkan prestasi akademik. Ekosistem pendidikan juga harus mampu mendukung kesehatan fisik dan mental, relasi sosial yang positif serta suasana kerja yang kondusif.

Karena itu, Milad ke-26 UMC menjadi momentum untuk memperkuat budaya kampus yang sehat sekaligus membangun kebersamaan seluruh civitas akademika. Jalan sehat menjadi ruang sederhana untuk mempertemukan banyak unsur dalam suasana yang lebih santai.

Memasuki usia ke-26, Universitas Muhammadiyah Cirebon terus mendorong terwujudnya kampus yang sehat, unggul, berbudaya dan Islami. Semangat tersebut diharapkan menjadi fondasi UMC dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kepada mahasiswa dan kontribusi kepada masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Biaya Caesar Sempat Menghantui, Ibu Ini Bisa Melahirkan Tenang Berkat JKN    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Biaya Caesar Sempat Menghantui, Ibu Ini Bisa Melahirkan Tenang Berkat JKN
Mendengar harus menjalani persalinan secara caesar, Amenoliza sempat diliputi kekhawatiran. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mendengar harus menjalani persalinan secara caesar, Amenoliza sempat diliputi kekhawatiran. Bukan hanya soal kondisi kehamilan, tetapi juga bayangan biaya persalinan yang tidak sedikit.

Guru SMA Negeri 1 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, yang akrab disapa Liza itu akhirnya bisa bernapas lega. Persalinan anak keduanya berjalan lancar dengan biaya pelayanan kesehatan yang dijamin melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Keputusan menjalani operasi caesar datang setelah dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) mempertimbangkan riwayat hipertensi yang dialami Liza. Ia kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Menjadi peserta JKN sangat membantu meringankan beban saya. Saat dokter di FKTP merujuk saya ke rumah sakit untuk melahirkan secara caesar, biaya persalinan yang besar sempat menghantui saya,” kata Liza.

Sejak awal kehamilan, Liza rutin memeriksakan kondisi kehamilannya. Ia mengikuti alur pelayanan JKN dari FKTP hingga rumah sakit serta memastikan kepesertaannya tetap aktif.

Menurut Liza, kepesertaan JKN memberikan rasa aman ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Tindakan medis, obat-obatan, pemeriksaan USG kehamilan, operasi caesar hingga kontrol setelah persalinan menjadi bagian dari pelayanan yang ia terima sesuai ketentuan JKN.

Persalinan anak pertama hingga anak keduanya dijalani Liza di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Ibu Batusangkar. Pengalaman mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut pun meninggalkan kesan positif baginya.

“Dari persalinan anak pertama hingga anak kedua, saya merasa puas karena dilayani dengan baik dan bersahabat. Dokter dan perawatnya ramah, komunikasinya juga santun,” ujar Liza.

Bagi Liza, pelayanan kesehatan bukan hanya tentang tindakan medis. Edukasi mengenai perawatan bayi juga menjadi hal penting yang ia dapatkan selama menjalani proses persalinan dan perawatan di rumah sakit.

Kemudahan juga dirasakan setelah buah hatinya lahir. Liza mendapatkan bantuan dari petugas rumah sakit dalam proses pendaftaran kepesertaan JKN untuk bayinya ke BPJS Kesehatan.

“Pelayanan seperti ini membuat kami sebagai orang tua merasa dimudahkan. Kami bisa fokus merawat bayi tanpa harus bingung mengurus administrasi lagi secara mandiri,” tuturnya.

Liza juga merasakan manfaat Aplikasi Mobile JKN. Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat memperoleh berbagai kemudahan administrasi, mulai dari mengecek status kepesertaan, mengubah fasilitas kesehatan hingga mengambil antrean secara online.

“Semua kebutuhan administrasi, informasi, hingga pengaduan layanan JKN terasa lebih praktis berkat Aplikasi Mobile JKN karena bisa diakses dalam satu genggaman selama 24 jam,” kata Liza.

Pengalaman tersebut membuat Liza mengajak masyarakat, khususnya keluarga yang sedang mempersiapkan kehamilan dan persalinan, untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif. Menurutnya, perlindungan kesehatan sebaiknya dipersiapkan sebelum kondisi darurat datang.

“Ayo daftarkan diri dan keluarga segera ke BPJS Kesehatan dan jangan sampai sakit baru mau mengurus kepesertaan JKN-nya. Sakit bisa datang kapan saja, sementara kondisi keuangan kita belum tentu mencukupi,” pungkas Liza. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Teknisi HP Bersiap! Lomba Teknisi Ponsel Perdana Hadir di Inaskill 2026    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Teknisi HP Bersiap! Lomba Teknisi Ponsel Perdana Hadir di Inaskill 2026
Afriansyah saat menutup World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 di Gedung Kemnaker, Jakarta, Minggu (27/9/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar menarik datang bagi para teknisi HP dan teknisi ponsel di seluruh Indonesia. Kemnaker untuk pertama kalinya memasukkan kategori teknisi ponsel dalam Indonesia Skills Competition (Inaskill) 2026.

Langkah ini menjadi peluang bagi teknisi untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi ponsel yang semakin cepat.

Dunia servis HP kini tidak lagi cukup mengandalkan pengalaman. Teknisi dituntut mampu melakukan analisis, memecahkan masalah, mengikuti inovasi teknologi, serta memahami standar pelayanan dan keselamatan kerja.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan peningkatan kompetensi teknisi perlu berjalan beriringan dengan kesempatan untuk berkompetisi.

Karena itu, lomba teknisi ponsel untuk pertama kalinya masuk dalam kategori kompetisi yang disiapkan Kemnaker melalui Inaskill 2026.

“Teman-teman teknisi boleh ikut dan ini baru pertama kali lomba teknisi ponsel masuk kategori lomba yang kita siapkan,” kata Afriansyah saat menutup World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 di Gedung Kemnaker, Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Bagi komunitas teknisi HP Indonesia, kompetisi ini menjadi momentum untuk mempersiapkan diri dan membuktikan kemampuan di level nasional.

Kategori teknisi ponsel tersebut akan dilombakan di Gedung Vokasi Kemnaker, Jalan Gatot Subroto No. 44, Jakarta Selatan.

Kemnaker juga mendorong komunitas teknisi ponsel dari berbagai daerah untuk mulai mempersiapkan kemampuan menghadapi kompetisi teknisi HP tersebut.

Perkembangan teknologi membuat tantangan teknisi semakin kompleks. Kemampuan memperbaiki perangkat harus dibarengi dengan pengetahuan dan keterampilan yang mengikuti kebutuhan industri.

Afriansyah menegaskan peningkatan kompetensi tersebut penting agar kualitas SDM teknisi Indonesia mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri atau DUDI yang semakin modern.

Kompetisi ini juga diharapkan menjadi ruang bagi para teknisi untuk menguji keterampilan secara lebih terukur, sekaligus membuka peluang agar kemampuan teknisi Indonesia semakin dikenal.

Kemnaker berharap teknisi Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, tetapi juga semakin teruji dan memiliki kemampuan untuk bersaing secara global.

Sementara itu, CGC Indonesia 2026 yang ditutup Wamenaker menghasilkan tujuh pemenang. Mereka berhak mengikuti CGC World Cup 2026 di Poly World Trade Center Expo (PWTC Expo), Guangzhou, Tiongkok, pada 10–11 Oktober 2026. Kehadiran kategori teknisi ponsel di Inaskill 2026 sekaligus menandai semakin luasnya ruang kompetisi keterampilan bagi tenaga kerja Indonesia. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Sekda Arry Yuswandi Gagas SAPILIN untuk Integrasikan Penanggulangan Bencana di Sumbar    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Sekda Arry Yuswandi Gagas SAPILIN untuk Integrasikan Penanggulangan Bencana di Sumbar
Persoalan itulah yang ingin dijawab Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, melalui SAPILIN atau Sistem Penanggulangan Bencana Terintegrasi.  (Foto: Int) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketika bencana datang, persoalan tidak berhenti pada evakuasi dan bantuan darurat. 

Jalan yang terputus, layanan kesehatan yang terganggu, sekolah yang tak dapat digunakan, aktivitas ekonomi yang terhenti, hingga kebutuhan warga yang berubah dari jam ke jam menuntut banyak pihak bergerak pada waktu yang sama.

Dalam keadaan seperti itu, kecepatan menjadi penting. Namun, kecepatan tanpa data yang sama dan koordinasi yang jelas dapat membuat penanganan berjalan sendiri-sendiri.

Persoalan itulah yang ingin dijawab Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, melalui SAPILIN atau Sistem Penanggulangan Bencana Terintegrasi. 

Sistem ini dirancang untuk menyatukan data, koordinasi, dan kerja lintas sektor agar penanganan bencana dapat bergerak dengan rujukan dan arah yang sama.

SAPILIN berangkat dari pemikiran sederhana: menghadapi bencana tidak cukup dengan banyak pihak yang bekerja. Yang dibutuhkan adalah banyak pihak yang bekerja dalam satu sistem.

Semangat itu dirangkum dalam empat prinsip: Satu Data, Satu Koordinasi, Satu Tujuan, Satu Ketahanan.

Karakter geografis Sumatera Barat membuat pengelolaan risiko bencana menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan.

Provinsi ini menghadapi beragam ancaman, mulai dari gempa bumi dan tsunami, erupsi gunung api, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga berbagai kejadian hidrometeorologi.

Ketika satu bencana terjadi, dampaknya dapat merambat ke banyak sektor sekaligus. Kerusakan jalan dan jembatan memengaruhi distribusi logistik. Gangguan jaringan air dan listrik berdampak pada pelayanan dasar.

Kerusakan lahan pertanian memengaruhi mata pencaharian. Sekolah, puskesmas, pasar, hingga pusat kegiatan ekonomi dapat ikut terdampak.

Karena itu, SAPILIN tidak diarahkan untuk membentuk struktur baru, melainkan memperkuat hubungan antarsistem dan antarlembaga yang telah ada.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah data kebencanaan yang tersebar di banyak instansi. 

Setiap perangkat daerah memiliki informasi sesuai kewenangannya. Pemerintah kabupaten dan kota memiliki data di wilayah masing-masing. 

Instansi vertikal, perguruan tinggi, dunia usaha, serta berbagai lembaga juga memegang informasi yang dibutuhkan.

Persoalannya muncul ketika semua informasi tersebut harus digunakan dalam waktu bersamaan.

Dalam keadaan darurat, pertanyaan sederhana dapat menentukan banyak hal: berapa warga yang terdampak, di mana lokasi paling membutuhkan pertolongan, jalur mana yang masih dapat dilalui, fasilitas kesehatan mana yang berfungsi, berapa sumber daya yang tersedia, dan wilayah mana yang harus ditangani terlebih dahulu.

Data yang berbeda dapat melahirkan keputusan yang berbeda pula.

Karena itu, SAPILIN mendorong penguatan Satu Data Bencana Daerah agar informasi dari berbagai sektor dapat terhubung, diperbarui, dan digunakan sebagai rujukan bersama. 

Tujuannya bukan sekadar mengumpulkan sebanyak mungkin data, melainkan memastikan para pengambil keputusan melihat situasi yang sama.

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. 

Instrumen yang telah dimiliki daerah, termasuk Dashboard Kebencanaan dan Sumbar Bangkit, diarahkan untuk semakin optimal sebagai alat bantu membaca kondisi lapangan, memetakan kebutuhan, memantau penanganan, dan melihat perkembangan pemulihan.

Namun, SAPILIN tidak berhenti pada persoalan aplikasi. Teknologi hanya akan berguna apabila sistem kerja di belakangnya berjalan.

Karena itu, perhatian juga diberikan pada penguatan mekanisme koordinasi lintas sektor, termasuk Tim Reaksi Cepat dan klaster kebencanaan. Peran setiap pihak perlu semakin jelas: siapa melakukan apa, informasi disampaikan melalui jalur mana, sumber daya tersedia di mana, dan dukungan harus digerakkan ke lokasi mana.

Dengan pola tersebut, koordinasi tidak lagi dimulai ketika bencana sudah terjadi. Koordinasi dibangun sebelum keadaan darurat datang.

Cara pandang itu sekaligus menggeser penanganan bencana dari sekadar respons menuju ketahanan. 

Pemerintah tidak hanya dituntut mampu bergerak cepat ketika terjadi bencana, tetapi juga memastikan risiko telah diperhitungkan dalam pembangunan.

Jalan, jembatan, permukiman, sekolah, rumah sakit, jaringan air bersih, kawasan ekonomi, dan berbagai infrastruktur lainnya perlu direncanakan dengan mempertimbangkan kerentanan wilayah. 

Dengan kata lain, pengurangan risiko bencana harus hadir di meja perencanaan, bukan baru dibicarakan setelah kerusakan terjadi.

Pendekatan tersebut juga membuka ruang kerja yang lebih luas. Penanggulangan bencana tidak mungkin hanya bertumpu pada pemerintah provinsi atau BPBD.

Pemerintah kabupaten dan kota, kementerian dan lembaga, TNI dan Polri, perguruan tinggi, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.

Perguruan tinggi dapat memberikan dukungan keilmuan dan kajian risiko. Dunia usaha memiliki jaringan, sumber daya, serta kemampuan logistik. 

Media berperan memastikan informasi yang benar sampai kepada publik. Relawan menjadi penghubung penting hingga ke tingkat masyarakat.

Sementara itu, warga memiliki pengetahuan yang tidak selalu tertulis dalam laporan pemerintah.

Mereka mengenali lingkungan tempat tinggalnya, mengetahui kelompok yang paling rentan, memahami jalur yang dapat digunakan ketika keadaan darurat, serta mengetahui kebutuhan yang muncul paling awal ketika bencana terjadi.

Karena itu, masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai penerima bantuan. Masyarakat adalah bagian dari ketahanan daerah.

SAPILIN pada akhirnya ingin membangun kebiasaan baru dalam menghadapi bencana: berbagi informasi lebih cepat, membaca data yang sama, mengurangi sekat antarinstansi, dan menjadikan risiko sebagai pertimbangan dalam setiap tahapan pembangunan.

Pengembangannya dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan kebijakan dan mekanisme kerja, integrasi data dan koordinasi, peningkatan kapasitas, hingga pelembagaan sistem agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sistem tersebut juga harus terus dievaluasi. Sebab pengalaman menghadapi bencana selalu membawa pelajaran baru. Kelemahan harus dapat diketahui, diperbaiki, dan tidak terus berulang pada kejadian berikutnya.

Pada akhirnya, keberhasilan SAPILIN tidak diukur dari banyaknya rapat yang digelar, jumlah dokumen yang diterbitkan, ataupun aplikasi yang dibangun.

Ukurannya adalah manfaat yang dirasakan masyarakat: informasi yang lebih cepat, bantuan yang lebih tepat, layanan dasar yang lebih cepat pulih, keputusan yang bertumpu pada gambaran keadaan yang sama, serta berkurangnya risiko korban dan kerugian.

Sumatera Barat tidak dapat memilih untuk bebas sepenuhnya dari ancaman bencana. 

Namun, Sumatera Barat dapat memilih untuk lebih siap, lebih terhubung, dan lebih tangguh menghadapinya.

Itulah semangat SAPILIN, Sistem Penanggulangan Bencana Terintegrasi.

Satu Data. Satu Koordinasi. Satu Tujuan. Satu Ketahanan.
Satukan Langkah, Lindungi Kehidupan.