HEADLINE
Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang
Keputusan pengesahan diambil dalam Rapat Paripurna DPR ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 yang dipimpin oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Foto: Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah bersama DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) disahkan menjadi undang-undang. 

Pengesahan ini mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun dalam menghadirkan kepastian payung hukum pelindungan dan jaminan sosial bagi pekerja rumah tangga. 

Pengesahan ini bermakna spesial karena bertepatan dengan momen Hari Kartini, serta menjadi kado menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026.

Keputusan pengesahan diambil dalam Rapat Paripurna DPR ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 yang dipimpin oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026). 

Sidang paripurna dihadiri wakil pemerintah di antaranya, Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya; Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto; dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan.

Dalam sidang tersebut, Puan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Sekretaris Negara atas peran dan kerja sama selama pembahasan RUU PPRT.

Mewakili pemerintah, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa pembentukan UU PPRT bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada pekerja rumah tangga (PRT) maupun pemberi kerja, mencegah segala bentuk diskriminasi, eksploitasi, dan pelecehan terhadap PRT, serta mengatur hubungan kerja yang harmonis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

“Setelah sungguh-sungguh mempertimbangkan pendapat fraksi-fraksi, izinkan kami mewakili Presiden RI dalam rapat terhormat ini menyatakan setuju RUU tentang PPRT untuk disahkan menjadi undang-undang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyambut baik serta memberikan apresiasi atas diselesaikannya pembahasan RUU PPRT yang telah diusulkan sejak 2004 dan akhirnya disahkan menjadi undang-undang pada 21 April 2026.

Afriansyah menambahkan bahwa pengesahan RUU PPRT ini diharapkan dapat menjadi landasan yuridis dalam pelindungan pekerja rumah tangga di Indonesia. 

“Kami mewakili Presiden menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan anggota Badan Legislasi DPR RI yang dengan penuh dedikasi dan kerja keras telah menyelesaikan pembahasan RUU PPRT,” ujarnya.

Sejumlah materi muatan yang diatur dalam UU PPRT antara lain perekrutan dan lingkup pekerjaan kerumahtanggaan; hubungan kerja antara pekerja rumah tangga dan pemberi kerja yang didasarkan pada kesepakatan atau perjanjian kerja; hak dan kewajiban pekerja rumah tangga, pemberi kerja, serta Perusahaan Penempatan Pekerja Rumah Tangga (P3RT); pelatihan vokasi bagi calon pekerja rumah tangga dan pekerja rumah tangga; perizinan berusaha bagi P3RT; pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelindungan pekerja rumah tangga; penyelesaian perselisihan antara pemberi kerja, pekerja rumah tangga, dan/atau P3RT; dan peran serta masyarakat dalam pelindungan pekerja rumah tangga. (By/Aditya)

Jelang Mubes Ikasmanli 2026, Syarat Oke, Zulhardi Z Latif Segera Mendaftar    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Jelang Mubes Ikasmanli 2026, Syarat Oke, Zulhardi Z Latif Segera Mendaftar
Ketua Umum Ikasmanli Amrizal Rengganis salam kompak dengan salah satu kandidat ketua Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang, Zulhardi Z Latif. (Foto: NOA). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Salah satu kandidat ketua Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang, Zulhardi Z Latif mengaku akan segera mendaftar ke panitia Mubes (Musyawarah Besar) Ikasmanli Padang.

Pasalnya, syarat dukungan calon ketua yang ditetapkan dalam tata tertib (tatib) mubes yakni minimal tiga angkatan sudah terpenuhi.

"Ya, syarat dukungan calon sudah oke. Insya Allah, dalam beberapa hari ke depan saya akan mendaftar," ungkap Buya, sapaan akrab Ketua Angkatan 1991 itu kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Menurut Buya, dirinya merasa terpanggil maju jadi calon ketua Ikasmanli untuk periode 2026-2030 karena ingin ikut berkontribusi langsung dalam memajukan organisasi Ikasmanli.

"Benar. Selama ini saya sibuk mengurus berbagai organisasi lain. Nah, sekaranglah saatnya saya berbagi pengalaman di Ikasmanli," bebernya berterus-terang.

Meski tidak terlalu berambisi menjadi ketua Ikasmanli, namun Ketua PMI Kota Padang itu mengaku siap fight demi menjaga kepercayaan yang diberikan sejumlah pengurus alumni angkatan.

"Pokoknya tidak ada istilah mundur dalam hidup saya. Saya siap bertempur habis-habisan di mubes. Menang kalah, itu sudah resiko dalam perjuangan," ucap Buya bersemangat.

Mantan anggota DPRD Kota Padang periode 2014-2024 itu juga mengaku telah menghitung kekuatan dirinya maupun kekuatan lawan. Dan ia telah siap bersaing dengan kandidat lain demi mendapatkan "kursi panas" Ikasmanli tersebut.

"Semakin banyak calon yang maju itu sangat bagus. Berarti dinamika berdemokrasi semakin hidup di Ikasmanli ini," tukasnya mengakhiri. (Noa)

“Irigasi Kolok Mudik Molor, Puluhan Petani Gagal Tanam; Kontraktor Janji Tuntaskan Proyek Jelang Tenggat Addendum”    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

“Irigasi Kolok Mudik Molor, Puluhan Petani Gagal Tanam; Kontraktor Janji Tuntaskan Proyek Jelang Tenggat Addendum”
Pertemuan Antara Tiga Kelompok Tani dan Pelaksana Proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama yang difasilitasi Pemerintah Desa Kolok Mudik dihadiri oléh Kepala Kecamatan Barangin, Irma Mulyadi, Senin 21 April 2026 (Foto: Marjafri).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pertemuan antara Pemerintah Desa Kolok Mudik, tiga kelompok tani, dan pihak kontraktor pelaksana proyek irigasi mengungkap sejumlah persoalan yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan, mulai dari kendala pencairan dana hingga minimnya koordinasi dengan pemerintah setempat.

Pertemuan yang digelar Selasa (21/4/2026) itu turut dihadiri Camat Barangin, Irma Mulyadi, dan menjadi forum pertama yang mempertemukan langsung seluruh pihak sejak proyek berjalan.

Koordinasi yang Tidak Berjalan

Fakta bahwa pertemuan ini menjadi forum pertama yang mempertemukan pemerintah kecamatan, desa, dan pihak pelaksana mengindikasikan belum terbangunnya komunikasi yang memadai sejak awal proyek berjalan.

Dalam pelaksanaan proyek infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat, koordinasi dengan pemerintah setempat umumnya menjadi bagian penting untuk memastikan kelancaran pekerjaan serta meminimalkan dampak sosial di lapangan.

Kades: Pertemuan untuk Mencari Solusi dan Kepastian

Kepala Desa Kolok Mudik, Jufrinaldi, mengatakan pertemuan tersebut difasilitasi untuk menampung keluhan masyarakat sekaligus mencari kepastian penyelesaian proyek.

“Ini pertemuan pertama antara kami sebagai Kepala Desa dengan pihak kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero) dan subkontraktor PT FATA. Kami mengapresiasi adanya proyek ini, namun terkait permasalahan yang terjadi, kita duduk bersama menanggapi keluhan dan mencari solusi serta kepastian,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterlambatan proyek telah berdampak langsung pada aktivitas pertanian warga.

“Ini sudah satu kali masa tanam terlewati, petani gagal tanam,” katanya.

Camat: Tidak Pernah Menerima Pemberitahuan

Dalam forum tersebut, Camat Barangin, Irma Mulyadi, menyampaikan kekecewaan karena tidak pernah menerima laporan resmi sejak awal pelaksanaan proyek.

“Ini kali pertama saya mengetahui aktivitas ini secara resmi setelah pekerjaan tersendat dan sisa masa waktu addendum tinggal sekitar 40 hari lagi,” ujarnya.

Ia meminta penjelasan langsung dari pihak pelaksana terkait penyebab keterlambatan.

“Saya minta penjelasan apa penyebab keterlambatan dan menuntut komitmen pelaksana untuk menuntaskan pekerjaan sebelum masa addendum berakhir pada 30 Mei,” tegasnya.

Kontraktor: Pekerjaan Mundur karena Dana Operasional

Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Brantas Abipraya (Persero), Ateng, menjelaskan bahwa keterlambatan dipicu oleh lambatnya pencairan dana operasional proyek.

“Proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama kewenangan daerah di bawah Balai Wilayah Sungai Sumatera V, dengan nilai kontrak sebesar Rp76,13 miliar untuk 14 kabupaten/kota ini bersumber dari Inpres 2025. Keterlambatan terjadi karena pencairan dana operasional lambat, karena prioritas pemerintah pada program tanggap bencana,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai jadwal awal.

“Pengerjaan secara faktual baru dimulai awal Januari dari yang seharusnya 6 November 2025 sampai 31 Maret 2026. Karena itu dilakukan addendum hingga 31 Mei,” katanya.

Subkontraktor: Target Tuntas Sebelum 31 Mei

Dari pihak subkontraktor PT FATA, Novi menyatakan kesiapan untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan.

“Insyaallah jika tidak ada kendala, kami bertekad pekerjaan ini dapat selesai sebelum tanggal 31 Mei. Pengerjaan sudah dimulai kembali Jumat kemarin (17/4), dan akan menambah tim kerja untuk percepatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengerjaan di Padang Sarai dan Subangko dilakukan secara paralel untuk mempercepat progres.

Saat ini, progres pekerjaan tercatat sekitar 40 persen di Ujuang Tanjung Ngalau, 35 persen di Buah Palo Padang Sarai, dan hampir rampung di Subangko.

Petani: Aktivitas Sempat Terhenti, Risiko Pupuk Subsidi

Dalam sesi diskusi, perwakilan petani menyampaikan dampak langsung yang mereka rasakan.

Ketua Kelompok Tani Buah Palo Padang Sarai, Alfi Sahri Dt Rangkayo Tangah, mengungkapkan bahwa persoalan tidak hanya pada pengairan, tetapi juga berdampak pada pupuk subsidi.

“Jika tidak ditebus, kami akan berisiko dikurangi jatah pupuk subsidi program RDKK. Itu sangat merugikan kami karena harus membeli pupuk non-subsidi untuk menutupi kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tidak konsistennya aktivitas pekerjaan di lapangan.

“Kami sangat menyayangkan, pada saat pengerjaan pernah tidak ada aktivitas hampir satu bulan penuh pada bulan puasa,” katanya.

Lebih dari 100 Petani Terdampak

Tiga kelompok tani terdampak yakni Ujuang Tanjung Ngalau (22 petani), Buah Palo Padang Sarai (48 petani), dan Subangko (32 petani), dengan total lebih dari 100 petani dan luas lahan lebih dari 50 hektare.

Dengan produktivitas rata-rata 5–7 ton per hektare, potensi kehilangan produksi diperkirakan mencapai 250 hingga 350 ton dalam satu musim tanam.

Tiga Kesepakatan Dicapai

Pertemuan tersebut menghasilkan tiga poin kesepakatan antara pihak kecamatan dan kontraktor:

PT Brantas Abipraya akan menyurati Camat Barangin terkait izin pelaksanaan pekerjaan yang sebelumnya tidak tersampaikan

Addendum kontrak akan disampaikan kepada camat dan Pemerintah Desa Kolok Mudik paling lambat Jumat (24/4/2026)

Pihak kontraktor berkomitmen menyelesaikan pekerjaan paling lambat 31 Mei 2026

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan kesepakatan oleh seluruh pihak yang hadir.

Menunggu Realisasi di Lapangan

Dengan sisa waktu addendum yang terbatas, para petani kini menunggu realisasi percepatan pekerjaan di lapangan agar aliran irigasi dapat kembali normal dan musim tanam berikutnya tidak kembali terlewat. (*)

Pewarta: Marjafri

Cegah Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah, Tenaga Pendidik Dibekali Strategi Manajemen Kasus    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Cegah Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah, Tenaga Pendidik Dibekali Strategi Manajemen Kasus
Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman membuka kegiatan Bimtek Manajemen Kasus. (Foto: Taufik). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menghadapi tantangan kekerasan terhadap anak yang semakin kompleks, sekolah kini dipacu untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, pemerintah secara proaktif membekali para pendidik dengan strategi manajemen kasus yang tepat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan di Gedung Bagindo Aziz Chan, Selasa, 21 April 2026.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang aman yang mampu mendeteksi potensi kekerasan sejak dini. 

"Anak merupakan harapan bangsa di masa depan, sebagai generasi penerus bangsa yang mempunyai peran strategis dalam menjamin kelangsungan suatu bangsa dan negara. Oleh karenanya, anak harus dilindungi agar dapat tumbuh secara optimal baik dari segi fisik maupun psikologisnya," ujar Boby Firman. 

Kegiatan Bimtek Manajemen Kasus Kekerasan Terhadap Anak Bagi Kepala Sekolah/Guru BK Tingkat SMP/MTs swasta dan Kepala Sekolah SD Se-kota Padang ini diikuti 70 orang peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru BK tingkat SMP/MTs swasta serta kepala sekolah SD se-Kota Padang.

Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola kasus kekerasan anak yang terjadi di sekolah, memberikan respons yang baik terhadap pengaduan, serta merumuskan program pencegahan dan penanganan kasus secara konkret. 

Untuk mencapai target tersebut, DP3AP2KB Kota Padang menghadirkan narasumber ahli, yakni H. Mulyadi Muslim, Lc.MA dari MUI Kota Padang, psikolog Neni Andriani, serta Marta Suhendra, M.Pd selaku akademisi dari UIN Kota Padang.

Upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di sekolah kini diarahkan untuk melampaui sekadar kurikulum dengan membangun budaya peduli menyeluruh. 

Hal ini diawali dengan peningkatan kapasitas guru BK dan kepala sekolah agar memiliki keterampilan dalam merespon setiap pengaduan dengan perspektif perlindungan anak yang kuat. 

Boby Firman menambahkan bahwa sinergi antar pihak menjadi kunci utama dalam memutus rantai kekerasan.

"Sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan siswa," tegasnya.

Selain itu, diperlukan pengamanan melalui sistem regulasi internal sekolah yang ketat untuk menutup celah terjadinya perlakuan salah, baik secara fisik maupun emosional.

Edukasi terkait hak anak juga jadi instrumen penting agar siswa memahami hak-hak mereka dan merasa aman untuk melapor jika mengalami tindakan yang tidak wajar. 

Boby Firman berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial belaka, melainkan melahirkan aksi nyata di lapangan. 

"Kegiatan Bimtek Manajemen Kasus ini diharapkan dapat menjadi sebuah wadah untuk kita sama-sama berdiskusi untuk menyepakati program-program yang akan kita laksanakan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak terutama di sekolah," jelasnya.

Sebagai bagian dari infrastruktur pencegahan, DP3AP2KB mengingatkan kembali peran penting P2TP2A (Pusat Pemberdayaan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) yang beralamat di Jl. Teratai No. 1. 

Lembaga ini berfungsi sebagai mitra bagi sekolah untuk berkonsultasi maupun melaporkan kasus secara gratis selama jam kerja. Dengan adanya koordinasi yang baik antara pihak sekolah dan layanan profesional tersebut, diharapkan setiap potensi kekerasan dapat diintervensi sedini mungkin sebelum berdampak jangka panjang bagi masa depan anak. (Taufik/Defrianto/Nindy)

Wawako Maigus Nasir Tanam Pohon Mangga di Hutan Kota Tibang    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Wawako Maigus Nasir Tanam Pohon Mangga di Hutan Kota Tibang
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengikuti aksi penanaman pohon dalam rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengikuti aksi penanaman pohon dalam rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, 19-22 April 2026.

Aksi penghijauan di Hutan Kota Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Selasa (21/4/2026), menjadi salah satu agenda penting Raker yang diikuti para Wali kota dan Wakil Wali Kota se-Sumatera, sebagai wujud komitmen bersama mendorong pembangunan berkelanjutan.

Maigus Nasir, yang menanam pohon mangga pada kesempatan itu, mengatakan aksi penghijauan ini sebagai simbol tanggung jawab bersama menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi masa depan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama menanam berbagai jenis pohon di Hutan Kota Tibang sebagai paru-paru kota dan destinasi wisata edukatif di Banda Aceh. Semoga pohon ini tumbuh subur serta memberi manfaat bagi kita semua,” ujar Maigus di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa semangat yang dibangun dalam Raker Komwil I APEKSI mempertegas kolaborasi antarkota yang tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui langkah konkret seperti menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Penanaman pohon ini sangat penting, karena yang kita wariskan kepada generasi mendatang bukan hanya cerita, tetapi bukti nyata dukungan terhadap pelestarian lingkungan,” tambah Wawako yang hadir bersama Ketua GOW Kota Padang, Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyebut aksi penanaman pohon tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Aksi ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi kelestarian lingkungan, sekaligus mendukung pengembangan agrowisata di Kota Banda Aceh. Langkah ini sejalan dengan tema Raker Komwil tahun ini yakni Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat,” pungkas Illiza. (*)

Wako Fadly Amran: Kita akan Terus Membangun Fasilitas yang Ramah Disabilitas    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Wako Fadly Amran: Kita akan Terus Membangun Fasilitas yang Ramah Disabilitas
Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Padang yang dipimpin Ketua Pertuni Kota Padang Sugiyanto, di Kediaman Resmi Wali Kota, Selasa (21/4/2026). (Foto: Prokompin) 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Padang yang dipimpin Ketua Pertuni Kota Padang Sugiyanto, di Kediaman Resmi Wali Kota, Selasa (21/4/2026).

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik berbagai aspirasi yang disampaikan, dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat layanan disabilitas sebagai langkah mewujudkan kota yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kita ingin memastikan bahwa fasilitas publik di Kota Padang dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas," katanya.

"Ini penting, karena bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani. 

Menanggapi beberapa aspirasi yang disampaikan, Fadly Amran menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota Padang telah menggratiskan layanan BPJS Kesehatan bagi warga. 

Terkait kebutuhan sekretariat bagi Pertuni, ia menyebutkan bahwa hal ini dapat difasilitasi melalui mekanisme bantuan hibah Pemerintah Kota Padang.

“Kita akan terus membangun fasilitas yang ramah disabilitas, seperti perbaikan jalan dan trotoar pada ruas-ruas utama, serta memastikan aksesibilitas pada fasilitas publik seperti halte dan terminal Bus Trans Padang, maupun gedung-gedung pemerintahan,” tambahnya. (*)

Pertuni Kota Padang Aktif Berperan di Tengah Masyarakat, Ini Kata Sugiyanto    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Pertuni Kota Padang Aktif Berperan di Tengah Masyarakat, Ini Kata Sugiyanto
Jajaran pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Padang mekukan audiensi dengan Wali Kota Padang, Selasa (21/4/2026). (Foto: Tomi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Jajaran pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Padang mekukan audiensi dengan Wali Kota Padang, Selasa (21/4/2026).

Ketua Pertuni Kota Padang Sugiyanto menyampaikan bahwa organisasinya telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang dan kini memiliki 108 anggota yang tersebar di berbagai kecamatan.

Sugiyanto menjelaskan, Pertuni aktif berperan di tengah masyarakat, termasuk bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dalam pendataan penyandang disabilitas, serta berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Mitra Umat Madani dalam program kesehatan.

“Kami terus berupaya hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung penyandang tunanetra agar mendapatkan akses yang lebih baik,” ujar Sugiyanto.

Dalam audiensi ini, Pertuni juga menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya optimalisasi layanan Kartu Indonesia Sehat (KIS), pengadaan sekretariat organisasi.

Kemudahan akses pendidikan sekolah rakyat bagi anak tunanetra, hingga peningkatan fasilitas publik yang ramah disabilitas.

Selain itu, mereka juga mendorong agar aparatur kelurahan mendapatkan edukasi terkait pelayanan inklusif, serta memberikan ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas dalam perencanaan pembangunan melalui Musrenbang. (By/Tomi)

Sekdaprov Sumbar Tekankan Perencanaan Terarah, Satpol PP dan Damkar Diminta Lebih Responsif    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Sekdaprov Sumbar Tekankan Perencanaan Terarah, Satpol PP dan Damkar Diminta Lebih Responsif
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat membuka Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) se-Sumbar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027, Selasa (21/04/2026). (Foto: Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menekankan pentingnya perencanaan yang responsif dan terarah dalam memperkuat ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat membuka Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) se-Sumbar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027, Selasa (21/04/2026).

Arry Yuswandi menegaskan keberadaan Satpol PP dan Damkar memiliki peran strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Satpol PP memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, termasuk penanganan kebakaran. Peran ini sangat strategis dalam mewujudkan lingkungan sosial yang aman, tertib, dan harmonis,” ujarnya.

Ia menekankan, penyusunan Renja Tahun 2027 harus selaras dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2029, dengan visi Sumatera Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan. 

Dalam konteks tersebut, tugas dan fungsi Satpol PP dan Damkar memiliki keterkaitan erat dengan misi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang beradat, berbudaya, serta berbasis nilai-nilai agama dan kearifan lokal.

“Perencanaan yang baik akan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan tugas. Karena itu, penyusunan Renja ini harus memperhatikan kondisi riil di masing-masing daerah dan berorientasi pada hasil yang ingin dicapai,” tegas Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya peningkatan kinerja dan responsivitas dalam menangani berbagai potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum. 

Ia meminta agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini dengan penanganan yang cepat, tepat, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan menunggu masalah menjadi besar baru ditangani. Setiap potensi gangguan harus segera direspons secara cepat dan tepat, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antar daerah, khususnya di wilayah perbatasan, guna meningkatkan efektivitas penegakan Peraturan Daerah serta penyelenggaraan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

“Sinergi antar daerah menjadi kunci, terutama dalam menangani persoalan lintas wilayah. Dengan kerja sama yang baik, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumbar, Irwan dalam laporannya menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian dalam perencanaan tahun 2027.

Di antaranya belum optimalnya penegakan Peraturan Daerah, masih adanya gangguan ketenteraman dan ketertiban umum, serta belum maksimalnya penyelenggaraan perlindungan masyarakat dan penanggulangan kebakaran.

Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya kualitas dan kuantitas aparatur, menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Irwan mengatakan, pihaknya telah merumuskan sejumlah strategi, antara lain peningkatan sosialisasi dan penegakan Perda, penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas aparatur, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung.

Di samping itu, arah kebijakan tahun 2027 akan difokuskan pada peningkatan kualitas penegakan regulasi, optimalisasi penyelenggaraan ketertiban umum, penguatan perlindungan masyarakat, serta peningkatan layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama menjadi sebuah pedoman dalam pelaksanaan tugas Satpol PP dan Damkar ke depan dalam mewujudkan penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta layanan pemadam kebakaran yang semakin optimal di Sumbar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran kabupaten/kota se-Sumatera Barat. (adpsb/rmz/bud)

Sekda Sumbar Dorong Optimalisasi Pendekatan Klaster untuk Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Sekda Sumbar Dorong Optimalisasi Pendekatan Klaster untuk Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat membuka Workshop Pertemuan Lintas Sektoral Pendukung Klaster Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar di The ZHM Premiere Hotel Padang, Selasa (21/04/2026). (Foto: Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. 

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat membuka Workshop Pertemuan Lintas Sektoral Pendukung Klaster Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar di The ZHM Premiere Hotel Padang, Selasa (21/04/2026).

Arry Yuswandi menekankan kompleksitas bencana yang kerap terjadi di Sumbar menuntut adanya pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif antar seluruh pemangku kepentingan.

Ia mengingatkan kembali besarnya dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 sebagai pelajaran penting bagi semua pihak.

“Bencana tersebut menimbulkan dampak signifikan, baik korban jiwa, pengungsian, kerusakan infrastruktur, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Tercatat 264 jiwa meninggal dunia, 72 orang hilang, dan lebih dari 10 ribu masyarakat harus mengungsi,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan kebijakan nasional, pemerintah daerah mendorong penerapan pendekatan klaster dalam penanggulangan bencana sebagaimana diamanatkan oleh BNPB. 

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas koordinasi antar pemangku kepentingan, baik pada fase pra bencana, tanggap darurat, maupun pascabencana.

Namun demikian, Arry Yuswandi mengakui implementasi pendekatan klaster di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya belum optimalnya fungsi klaster yang telah terbentuk, belum jelasnya pembagian peran, serta belum terbangunnya mekanisme koordinasi yang terpadu.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat pemahaman bersama, membangun koordinasi lintas sektor yang lebih solid, serta menyusun rencana aksi yang benar-benar implementatif dan menjawab kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan peran strategis pemerintah provinsi dalam mengorkestrasi sinergi antar pihak, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan dan langkah penanggulangan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar menyambut baik inisiatif kolaboratif yang dihadirkan dalam kegiatan ini, termasuk peran aktif Sumbar Pulih bersama Yayasan Plan International Indonesia. 

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra pembangunan dinilai menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana.

Ia berharap, melalui forum ini dapat dihasilkan struktur koordinasi klaster yang jelas dan efektif, pembagian peran yang tegas antar pihak, serta rencana aksi yang terarah dan berkelanjutan.

“Lebih dari itu, kita berharap pendekatan klaster ini benar-benar menjadi bagian integral dalam sistem penanggulangan bencana di Sumatera Barat,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar beserta jajaran, pimpinan Yayasan Plan International Indonesia, pimpinan Platform Sumbar Pulih, BPBD kabupaten/kota, unsur OPD, TNI/Polri, instansi vertikal, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, relawan kebencanaan, serta para narasumber dan fasilitator. (adpsb/rmz/bud)

Archeda Co. Jepang dan Unand Lakukan Penelitan di Poktan Air Santok Indah Pariaman    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Archeda Co. Jepang dan Unand Lakukan Penelitan di Poktan Air Santok Indah Pariaman
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi pada pembukaan teknologi AWD Pada Budidaya Padi di Kelompok Tani (Poktan) Santok Indah oleh Universitas Andalas (Unand) dengan Archeda Co. Jepang, di halaman Kantor Desa Air Santok , Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman Selasa (21/4/2026). (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Air adalah nyawa bagi tanaman padi, namun seringkali kita berpikir bahwa menanam padi harus digenangi air secara terus menerus. 

Padahal sistem tersebut justru akan membuat akar padi sulit untuk bernapas dan mengakibatkan terjadinya pemborosan air.

“Dengan adanya  metode teknologi Altemate Wetting and Drying (AWD) mampu mengurangi penggunaan air irigasi hingga 20 persen tanpa menurunkan produktivitas padi. Melalui AWD, petani dapat mengatur pemberian air secara lebih terukur sehingga tanaman tetap tumbuh optimal meskipun dalam kondisi keterbatasan air,” kata Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi pada pembukaan teknologi AWD Pada Budidaya Padi di Kelompok Tani (Poktan) Santok Indah oleh Universitas Andalas (Unand) dengan Archeda Co. Jepang, di halaman Kantor Desa Air Santok , Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman Selasa (21/4/2026).

Kegiatan untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan pada sistem budidaya padi dengan menerapkan Teknologi Altemate Wetting and Drying (AWD). 

Metode AWD ini merupakan pendekatan pengelolaan air yang bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah.

“Hadirnya delegasi Archeda Co.Jepang yang dipimpin  Takayuki Ota (Manajer Proyek & Litbang Archeda Co. Japan) dan Civitas Akademika Unand saat ini di Desa Air Santok merupakan satu kebanggaan bagi kami khususnya Poktan Santok Indah. Serap ilmunya dengan baik sehingga teknologi AWD  bisa diterapkan di sini. Nantinya juga bisa diterapkan pada Poktan lainnya yang ada di Kota Pariaman,” ulas Mulyadi.

Mulyadi sampaikan ucapan terima kasih kepada Archeda dan Unand yang telah mau membantu Poktan Santok Indah untuk menerapkan teknologi AWD. 

Melalui penelitian ini, akan dikaji secara komprehensif aspek teknis, lingkungan, dan ekonominya, dan penentuan lokasi ideal untuk implementasi metode AWD sebelum penanaman.

“Saya berharap pertanian di Desa Air Santok ini mendapatkan hasil pertanian yang melimpah, dan produktivitas padi meningkat,” pungkasnya.

Kepala Desa Air Santok Edison mengatakan  Kelompok Tani Air Santok sering melakukan kerja sama dengan pihak luar termasuk pihak kampus sehingga Poktan Air Santok Indah menjadi pilihan untuk dijadikan objek penelitian dari Archeda.

“Saya berharap kegiatan ini bisa terus dikawal oleh pihak Unand sehingga bisa meningkatkan hasil panen petani kami dan bisa lebih mensejahterakan para petani kami yang ada di Air Santok ini,” pungkas Edison. (si/at)

BPK Sampaikan Hasil Pemeriksaan Ketahanan Pangan dan Pembangunan Manusia dalam IHPS II Tahun 2025    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

BPK Sampaikan Hasil Pemeriksaan Ketahanan Pangan dan Pembangunan Manusia dalam IHPS II Tahun 2025
Ketua BPK, Isma Yatun dalam penyerahan IHPS II Tahun 2025 kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta pada hari ini (21/4). (Fotodok: Humas BPK). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan hasil pemeriksaan tematik terkait pilar strategis pembangunan nasional, yakni ketahanan pangan dan pembangunan manusia yang menjadi bagian dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025.

“Hasil pemeriksaan mengungkap permasalahan signifikan beserta rekomendasi yang
bersifat lintas Kementerian/Lembaga/BUMN (cross cutting) untuk menyinergikan kebijakan yang terfragmentasi sehingga efektivitas program atau kegiatan pemerintah dapat lebih optimal,” jelas Ketua BPK, Isma Yatun dalam penyerahan IHPS II Tahun 2025 kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta pada hari ini (21/4).

Hasil pemeriksaan tematik nasional ketahanan pangan menunjukkan beberapa capaian positif dari program tersebut, di antaranya produksi beras pada tahun 2025 sebanyak 34,71 juta ton atau naik sebesar 13,36% dibandingkan tahun 2024 dan tanpa impor serta kebijakan serap gabah tahun 2025 berhasil menyerap beras dalam negeri untuk cadangan beras pemerintah sebanyak 3 juta ton.

Pada pemeriksaan ketahanan pangan, BPK mengungkapkan beberapa permasalahan dan merekomendasikan kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan agar melakukan koordinasi dengan semua Kementerian/Lembaga (K/L) yang terkait untuk mendapatkan masukan atas konsep pembangunan data dan sistem informasi yang lebih terstruktur serta merekomendasikan kepada Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Menteri Pertanian, dan Menteri Pekerjaan Umum untuk menyempurnakan sistem informasi yang dimiliki masing-masing kementerian sehingga terwujud ekosistem data pangan yang saling berbagi pakai.

Selain itu, BPK merekomendasikan Menko Bidang Pangan agar mempercepat penetapan dokumen Rencana Pangan Nasional (RPN) Tahun 2025-2029 dan Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) Tahun 2025-2029. BPK juga merekomendasikan Menteri Pertanian untuk menetapkan perencanaan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian berdasarkan kebutuhan dan kondisi riil serta
berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait irigasi.

Untuk pemeriksaan tematik nasional pembangunan manusia, IHPS ini mencatat sejumlah capaian strategis yang telah diraih, antara lain pemerintah daerah (pemda) telah melakukan upaya percepatan penuntasan TBC dengan menjadikan target indikator penemuan, pengobatan, dan pencegahan TBC yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai target kegiatan penuntasan TBC di daerah.

“Pada pemeriksaan tematik pembangunan manusia, terkait desain kebijakan, BPK merekomendasikan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berkoordinasi dengan Pimpinan K/L untuk menetapkan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria atau NSPK yang mengatur hubungan kerja dan koordinasi lintas K/L, pemda, dan stakeholder terkait secara lebih berkelanjutan dalam penyelenggaraan pembangunan manusia bidang kesehatan dan pendidikan,” papar Isma Yatun.

Rekomendasi berikutnya adalah terkait bidang kesehatan, BPK merekomendasikan Menteri Kesehatan agar melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan dengan melibatkan Kementerian Dalam Negeri untuk memperjelas regulasi dan mekanisme pemberian kapitasi khusus untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta Daerah
Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). Terkait sektor pendidikan, BPK merekomendasikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar menyusun kesepakatan bersama Menteri Dalam Negeri untuk meningkatkan peran pemda dalam peningkatan kualitas dan pendayagunaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk kebijakan bidang pendidikan di daerah.

Pemeriksaan signifikan lainnya, di antaranya pemeriksaan atas ketahanan energi sektor minyak dan gas bumi; pemeriksaan atas kebijakan, tata kelola, dan strategi ketersediaan pupuk; pemeriksaan pendapatan, biaya, dan investasi BUMN; serta perhitungan bagi hasil migas pada SKK Migas, KKKS Petronas Carigali Ketapang II dan KKKS PT Pertamina EP.

Selain itu, BPK turut berperan dalam memperbaiki tata kelola keuangan negara, di antaranya melalui dukungan pemberantasan korupsi serta penegakan hukum dan peraturan perundang-undangan. “Upaya ini dilaksanakan melalui pemeriksaan investigatif dengan nilai indikasi kerugian negara sebesar Rp274,60 miliar dan hasil penghitungan kerugian negara dengan nilai kerugian negara sebesar Rp6,80 triliun, serta pengungkapan illegal drilling yang dilakukan oleh masyarakat, yang kemudian dibeli dan dibebankan sebagai cost recovery ke negara sebesar Rp1,71 triliun,” ulas Isma Yatun.

IHPS II Tahun 2025 memuat ringkasan 685 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), yang terdiri atas 7 LHP Keuangan, 237 LHP Kinerja, dan 441 LHP Dengan Tujuan Tertentu (DTT). Berdasarkan 685 LHP tersebut, BPK telah mendukung penyelamatan keuangan negara sebesar Rp42,87 triliun, melalui pengungkapan permasalahan kerugian, potensi kerugian, dan kekurangan penerimaan sebesar Rp18,53 triliun, serta pengungkapan permasalahan ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan sebesar Rp24,34 triliun. (*)

Jelang Sensus Ekonomi 2026, BPS Sawahlunto Dorong Partisipasi Pelaku Usaha Lewat Sosialisasi Radio    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Jelang Sensus Ekonomi 2026, BPS Sawahlunto Dorong Partisipasi Pelaku Usaha Lewat Sosialisasi Radio
Kepala BPS Kota Sawahlunto Arieswaty, S.ST. saat sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Radio Sawahlunto FM, Senin, 20 Mei 2026. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sawahlunto mulai mengintensifkan sosialisasi menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia. 

Di tingkat daerah, upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk dialog publik melalui Radio Sawahlunto FM, Senin, 20 Mei 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi awal BPS untuk memastikan kesiapan pelaku usaha dan masyarakat dalam menghadapi pendataan skala nasional yang menjadi basis penyusunan kebijakan ekonomi ke depan.

Kepala BPS Kota Sawahlunto Arieswaty, S.ST., menjelaskan bahwa sensus ekonomi merupakan agenda berkala yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. 

Berbeda dengan sensus penduduk yang berfokus pada aspek demografi, sensus ekonomi diarahkan untuk memetakan struktur dan dinamika aktivitas usaha di berbagai sektor.

Menurut dia, hasil sensus ini akan digunakan untuk menyediakan data dasar yang mencakup karakteristik usaha, tingkat daya saing, kinerja ekonomi, hingga tingkat adopsi ekonomi digital di kalangan pelaku usaha.

“Data ini penting untuk menjadi dasar perumusan kebijakan, termasuk terkait permodalan, perizinan, hingga program subsidi agar lebih tepat sasaran,” ujar Arieswaty.

Dalam pelaksanaannya, sensus ekonomi mencakup seluruh kegiatan usaha non-pertanian. Cakupan tersebut meliputi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), usaha rumahan, bisnis berbasis daring, hingga perusahaan berskala besar.

Dengan cakupan yang luas tersebut, kualitas data sangat bergantung pada tingkat partisipasi pelaku usaha dalam memberikan informasi yang akurat.

BPS menilai, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan sensus. 

Arieswaty menegaskan pentingnya keterbukaan pelaku usaha dalam memberikan data yang jujur dan lengkap, mengingat data tersebut akan menjadi rujukan dalam berbagai kebijakan ekonomi pemerintah.

Di sisi lain, BPS juga mulai menyiapkan aspek teknis pelaksanaan di lapangan, termasuk perekrutan petugas pendataan. 

Meski jumlah petugas yang akan dilibatkan di Kota Sawahlunto belum ditetapkan, proses rekrutmen direncanakan dilakukan pada awal Mei, dengan melibatkan mitra pendataan BPS yang akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan sebelum turun ke lapangan.

Petugas sensus nantinya akan dilengkapi dengan identitas resmi, seperti tanda pengenal dan surat tugas dari BPS. Langkah ini dimaksudkan untuk menjamin kredibilitas pendataan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Petugas akan membawa identitas resmi. Masyarakat juga diimbau untuk memastikan hal tersebut dengan menanyakan asal dan surat tugas petugas guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Arieswaty.

Melalui sosialisasi yang terus dilakukan, BPS berharap masyarakat, khususnya pelaku usaha di Kota Sawahlunto, dapat berperan aktif dalam mendukung kelancaran sensus ekonomi.

Partisipasi tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada kualitas data, tetapi juga pada arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah ke depan.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri menjadi salah satu instrumen penting dalam membaca peta ekonomi nasional dan daerah, terutama di tengah perubahan pola usaha yang semakin dipengaruhi oleh digitalisasi dan dinamika ekonomi global. (*)

Pewarta: Marjafri

Hujan Deras Picu Longsor, Jalan Alahan Panjang-Surian Tertimbun Material dan Satu Mobil Terbalik    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Hujan Deras Picu Longsor, Jalan Alahan Panjang-Surian Tertimbun Material dan Satu Mobil Terbalik
Kejadian yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026) sekira pukul 03.30 WIB ini menutup akses jalan penghubung Alahan Panjang – Surian. (Foto: Oktriyoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Bencana alam tanah longsor terjadi di kawasan dekat Pondok Sate Lolo, Jorong Kayu Aro, Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Kejadian yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026) sekira pukul 03.30 WIB ini menutup akses jalan penghubung Alahan Panjang – Surian.

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, material longsoran yang terdiri dari tanah, pasir, dan kerikil menutupi badan jalan setinggi sekitar 70 sentimeter dengan lebar mencapai 15 meter. Akibatnya, jalan tersebut sempat tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kronologi dan Kerugian


Longsor dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Arus air yang deras membawa material tanah dan batu hingga menghantam satu unit mobil Mitsubishi Cold Diesel Canter yang sedang melintas. Akibat hantaman tersebut, mobil yang bermuatan barang kebutuhan pokok (sembako) ini terbalik dan mengalami kerusakan cukup parah.

Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Wisma Putra (52), warga Jorong Kapalo Bukik, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp50.000.000,00, meliputi kerusakan kendaraan dan barang bawaan yang rusak terkena air dan lumpur.

Respon Cepat dan Evakuasi

Personel kepolisian segera bertindak cepat setelah menerima laporan. Tim gabungan melakukan pendataan, dokumentasi, serta pembersihan akses jalan secara gotong royong bersama masyarakat setempat. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kecamatan dan instansi terkait guna mempercepat penanganan.

"Kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi kendaraan dan membersihkan material longsoran agar jalan bisa kembali dilalui," ujar AKP Barata Rahmat Sukarsih, SH.

Saat ini, kondisi jalan Alahan Panjang – Surian sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat dengan normal. Mobil yang terbalik juga sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian untuk proses lebih lanjut.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan dan kondisi tanah yang sudah jenuh air. (BO)

Pemko Sawahlunto Dorong Percepatan Penataan Pasar Silo, PTBA Siapkan Dukungan CSR    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Pemko Sawahlunto Dorong Percepatan Penataan Pasar Silo, PTBA Siapkan Dukungan CSR
General Manager PTBA Unit Operasi Ombilin (UPO) Yulfaizon (tengah) menerima proposal penataan kawasan Taman Silo dari Pemerintah Kota Sawahlunto, Selasa (21/4/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana santai, dihadiri Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama jajaran terkait. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto mendorong percepatan penataan kawasan Pasar Silo sebagai bagian dari pengembangan ruang ekonomi kota, dengan PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin menyiapkan dukungan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang akan diajukan ke jajaran direksi pusat.

Kesepahaman awal tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dengan General Manager PTBA UPO Yulfaizon, Selasa, 21 April 2026. 

Pertemuan berlangsung dalam suasana informal di sela sarapan bersama sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten II Setdako John Hendri, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Tatang Sumarna, serta Kepala Satpol PP Nurwansyah Putra.

Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari pembahasan sebelumnya antara Direktur Utama PTBA Arsal Ismail dan Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovanly Abdams saat peresmian Saka Ombilin Heritage Hotel, Jumat, 17 April 2026, yang turut menyinggung arah penataan kawasan Pasar Silo sebagai bagian dari pengembangan kota berbasis ekonomi jasa dan pariwisata.

General Manager PTBA UPO Yulfaizon menyatakan perusahaan pada prinsipnya siap mendukung rencana penataan tersebut melalui skema CSR.

Namun, penyaluran dukungan tetap harus mengikuti mekanisme internal perusahaan dan diajukan terlebih dahulu ke jajaran direksi pusat PTBA untuk mendapatkan persetujuan.

Ia menjelaskan, besaran dukungan akan mengacu pada desain teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun Pemerintah Kota Sawahlunto, termasuk hasil analisis lapangan terhadap kebutuhan penataan kawasan.

Dalam pembahasan sebelumnya, kata dia, muncul estimasi kebutuhan penataan sekitar Rp600 juta yang telah dianggarkan Pemko Sawahlunto.

Nilai tersebut dimungkinkan menjadi salah satu acuan dalam penyaluran CSR, sementara anggaran APBD dapat difokuskan untuk tahap pengembangan lanjutan.

“PTBA akan menyalurkan CSR sesuai kebutuhan yang telah dibahas sebelumnya,” kata Yulfaizon.

Ia menambahkan, proposal penataan yang disusun Pemerintah Kota Sawahlunto akan diteruskan oleh PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin ke direksi pusat PTBA untuk pembahasan lebih lanjut, terutama terkait bentuk dukungan dan tahapan implementasi di lapangan.

Di tingkat pemerintah daerah, penataan Pasar Silo diarahkan menjadi kawasan kuliner terpadu atau food court. Konsep ini diposisikan sebagai upaya mengubah fungsi pasar tradisional menjadi ruang ekonomi yang lebih tertata, sekaligus memiliki daya tarik wisata.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Sawahlunto, Tatang Sumarna, menyebut konsep tersebut tidak hanya berfokus pada penataan lapak pedagang, tetapi juga pada pembentukan ruang publik yang lebih nyaman dan terintegrasi.

“Penataan akan menggunakan sistem food court agar lapak pedagang lebih tertata dan nyaman,” ujarnya.

Selain area perdagangan, pemerintah juga merencanakan pembangunan fasilitas penunjang seperti musala, ruang terbuka, area bermain, serta penambahan titik-titik visual seperti spot foto untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik keluarga.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong transformasi kota menjadi lebih tertata, estetik, dan memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Ia menyebut, Pasar Silo menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan kawasan kota berbasis ekonomi masyarakat yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

“Alhamdulillah sudah ada titik terang untuk penataan pusat kuliner terpadu ini. Kami berharap para pedagang dapat bersabar,” kata Riyanda.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan arah kebijakan pemerintah daerah yang menempatkan penataan ruang kota sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal, bukan semata proyek infrastruktur fisik.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan proposal penataan kawasan Pasar Silo dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan kepada PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin. 

Proposal tersebut selanjutnya akan diteruskan ke jajaran direksi pusat PTBA, yang memiliki kewenangan dalam penentuan skema dukungan CSR dan tahap pelaksanaan di lapangan.

Penataan Pasar Silo sendiri merupakan bagian dari agenda Pemerintah Kota Sawahlunto dalam mengembangkan kawasan perdagangan rakyat berbasis kuliner dan ruang publik, seiring status kota tersebut sebagai bagian dari kawasan warisan tambang dunia yang tengah mengembangkan sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya. (*) 

Pewarta: Marjafri

Kegiatan 2026 Intense Programs Taiwan–Indonesia International Industrial Talent Education Digelar PNP    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Kegiatan 2026 Intense Programs Taiwan–Indonesia International Industrial Talent Education Digelar PNP
Kegiatan 2026 Intense Programs Taiwan–Indonesia International Industrial Talent Education yang digelar oleh PNP. (Foto: Tomy). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kegiatan 2026 Intense Programs Taiwan–Indonesia International Industrial Talent Education yang digelar oleh Politeknik Negeri Padang (PNP), di Gedung Pekan Kreatif Mahasiswa PNP, Selasa (21/4/2026).

Program ini merupakan bentuk kerja sama internasional antara Indonesia dan Taiwan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang pendidikan vokasi dan talenta industri.

Pembukaan program ditandai dengan pemukulan gendang tabuh oleh Wali Kota Padang bersama pimpinan perguruan tinggi di Sumatera Barat serta delegasi dari Taiwan, yang dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara perguruan tinggi di Sumbar dan Taiwan. 

Direktur PNP Revalin Herdianto menyampaikan, Taiwan dikenal sebagai salah satu pusat global teknologi, baik dalam pengembangan maupun implementasi. Universitas-universitas di sana memiliki kekuatan riset yang didukung ekosistem industri kuat serta sistem pendidikan yang terintegrasi dengan dunia kerja.

“Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 12 perguruan tinggi dari Taiwan. Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Padang yang memiliki visi sejalan dengan PNP dalam meningkatkan kualitas SDM, sehingga dapat saling mendukung dalam program ini,” ungkapnya. 

Wali Kota Padang Fadly Amran yang hadir pada kegiatan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam peningkatan SDM melalui Progul Padang Juara, berupa pemberian beasiswa bagi pelajar untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Saat ini, kerja sama telah berjalan dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.

“Saat ini kami telah bekerja sama dengan Sampoerna University dan mengirimkan 14 pelajar ke Arizona University, Amerika Serikat. Selain itu, kami juga menjalin kolaborasi dengan Provinsi Guangdong untuk membuka peluang studi bagi pelajar kita,” ujar Fadly Amran didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova.

Fadly Amran menambahkan, Pemerintah Kota Padang akan terus memperluas kerjasama ke berbagai negara, baik di kawasan Barat maupun Timur Tengah.

“Kami berharap melalui PNP, dapat mengirimkan 10 hingga 30 pelajar setiap tahun ke Taiwan. Pemerintah Kota Padang siap mendukung penuh,” jelasnya. (By/Tomy)