HEADLINE
HJK ke 357, Muharlion Pimpin Rapat Pariputna Istimewa DPRD Kota Padang: Kenang Penyerangan ke Loji Belanda    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

HJK ke 357, Muharlion Pimpin Rapat Pariputna Istimewa DPRD Kota Padang: Kenangan Penyerangan ke Loji Belanda
Ketua DPRD Kota Padang Muharlin memimpin Rapat Pariputna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke 357 Tahun. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang Muharlin memimpin Rapat Pariputna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke 357 Tahun yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Lt. II Gedung DPRD Kota Padang, Jumat, 7 Agustus 2026.

Pada kesempatan itu, Muharlion didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Osman Ayub dan Jupri. Rapat paripurna itu dihadiri anggota DPRD Kota Padang dan Sekretaris DPRD Kota Padang, Hendrizal Azhar.

Hadir juga Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Pemprov Sumbar Adib Alfikri. Sementara itu dipihak Pemerintah Kota (Pemko) Padang hadir Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan unsur Forkopimda. 

Rapat Pariputna Istimewa DPRD Kota Padang
Rapat Pariputna Istimewa DPRD Kota Padang. (Foto: Humas). 

Disamping itu, juga terlihat Sekretaris Kota Padang Raju Minrofa Chaniago didampingi para asisten, Kepala OPD, Direktur Rumah Sakit Daerah, Direktur Perumda, para Camat, para lurah, penerima penghargaan, tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kanduang, dan undangan lainnya.

Dikatakan Muharlion, Papat Paripurna DPRD Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Padang yang ke-357, merupakan wujud rasa syukur  kepada Allah SWT. 

"Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT, mari jadikan  momentum hari jadi ini sebagai sebuah insprirasi dan motivasi, untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan daerah ini dengan karya dan prestasi serta kreatifitas yang tinggi demi meraih cita-cita dan harapan akan masa depan Kota Padang yang lebih baik," ajaknya.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye menyerahkan penghargaan ke Widya Navies
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye menyerahkan penghargaan ke Widya Navies. (Foto: Humas). 

Muharlion menceritakan, hari jadi Kota Padang sejak 357 tahun yang lalu, diperingati atas terjadinya peristiwa heroik, masyarakat waktu itu membuktikan bahwa merekalah pribumi, tuan rumah dan pemilik sah negeri ini. 

Peristiwa itu ditandai dengan penyerbuan, pembakaran loji-loji, gudang, dan benteng Belanda yang dilakukan dengan keberanian dan tekad yang kuat melawan penjajah.

Penyerbuan pertama dilakukan tanggal 7 Agustus tahun 1669 dimana pasukan berbangso taji dari Pauh, Koto Tangah dengan dukungan penuh masyarakat melakukan penyerangan ke loji-loji Belanda, penyerangan ini mengakibatkan jatuh korban dari kedua belah pihak, dan mendatangkan kerugian sangat besar bagi pemerintah Belanda, sedangkan penyerbuan kedua dilakukan pada tahun 1680.

Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar dengan tokoh masyarakat
Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar dengan tokoh masyarakat. (Foto: Humas). 

"Momen penyerangan pertama tanggal 7 Agustus 1669 kemudian kita peringati sebagai Hari Jadi Kota padang, sembari mengenang kembali nilai-nilai moral dan nilai-nilai keberanian yang dipersembahkan secara tulus oleh tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun kota yang kita cintai ini," urainya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, Hari Jadi Kota menjadi saat untuk melihat masa lalu dengan  hormat,  membaca  keadaan  hari  ini  dengan jujur, dan menyiapkan masa depan dengan berani. 

"Kita tetap  berpijak  pada  Adat  Basandi  Syarak,  Syarak Basandi Kitabullah. Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas,  tumbuh  tanpa  meninggalkan  masyarakat yang  lemah,  dan  membangun  tanpa  merusak lingkungan. Warisan terbesar yang ditinggalkan pendahulu kita bukanlah bangunan. Warisan terbesar mereka adalah semangat untuk terus bangkit," katanya.

Sekdako Padang Raju Minrofa Chaniago bersama Forkopimda.
Sekdako Padang Raju Minrofa Chaniago bersama Forkopimda. (Foto: Humas). 

Dikatakannya, semangat  untuk  bangkit  itu  hari  ini  dilanjutkan melalui  Transformasi  Ekonomi  Kota  Padang. Transformasi  ekonomi  bukan  sekadar  mengejar pertumbuhan  yang  lebih  tinggi.  Transformasi  berarti mengubah cara kota bekerja, memperkuat produktivitas,  meningkatkan  kualitas  sumber  daya manusia, memperluas kesempatan kerja, menaikkan kelas  usaha  lokal,  dan  memastikan  manfaat pertumbuhan dirasakan secara lebih merata. 

Ia menjelaskan, arah transformasi ekonomi ini berangkat dari RPJPD Kota Padang Tahun 2025–2045, yang menetapkan visi jangka panjang “Kota Padang Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan Menuju Kota Jasa Terkemuka.” Untuk meletakkan fondasi pencapaiannya, arah jangka panjang  tersebut  dijabarkan  dalam  RPJMD  Kota Padang  Tahun  2025–2029  melalui  penguatan  tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, investasi,  perdagangan  dan  jasa,  pariwisata  dan ekonomi  kreatif,  serta  infrastruktur  yang  tangguh terhadap  bencana.

Menurutnya, pelaksanaannya  diselaraskan dengan RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2029 dan RPJMN Tahun 2025–2029 sebagai bagian dari tahapan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Para Kepala OPD dan unsur lainnya.
Para Kepala OPD dan unsur lainnya. (Fot: Humas). 

Bagi Kota Padang, arah tersebut diterjemahkan dalam visi  pembangunan  2025-2029,  yaitu  menggerakkan segala  potensi  untuk  mewujudkan  Kota  Padang sebagai  Kota  Pintar  dan  Kota  Sehat,  berlandaskan agama dan budaya, menuju kota maju dan sejahtera.

Pada HJK Padang ke 357 Tahun 2026 ini, sejumlah tokoh masyarakat menerima penghargaan dari Wali Kota Padang. Mereka adalah; 

1. Syarifudin bidang Seni, Budaya dan Adat Istiadat;  
2. Dr. (Can) Syamsul Akmal S. Ag, MM., bidang Keagamaan;  
3. Yefri Heriani, S. Sos., M. Si., bidang Pemberdayaan Perempuan;
4.Zulhardi Z. Latif, S.H., M.M., bidang Sosial; 
5. Prof. Dr. Ir. H. James Hellyward, MS., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., bidang Lingkungan Hidup;
6. Abdul Rahim, S. Sos., bidang Kemanusiaan; 
7. Drs. H. Yusman Kasim, MM., bidang Kepemudaan dan Olahraga;
8. Ali Umar Nurta, CH. M., bidang Penggerak Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah;  
9  Zainal Akil, S.Pd., bidang Pendidikan; 
10. Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV., bidang Kesehatan; 
11. Aiptu. Dafit Rico Dermawan bidang Kemasyarakatan; 
12. Widya Navies bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi. (ADV)

Ini Tanggapan dan Antusiasme Pengunjung Serta Peserta Pawai Telong-telong dalam Rangkaian HJK Padang ke-357    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Ini Tanggapan dan Antusiasme Pengunjung Serta Peserta Pawai Telong-telong dalam Rangkaian HJK Padang ke-357
Penyelenggaraan festival tahunan ini mendapat sambutan yang sangat antusias dan hangat dari masyarakat, baik dari kalangan pendidik, kontingen kecamatan, maupun warga umum yang memadati lokasi acara sejak pagi hari (pukul 07.00 WIB). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Festival Telong-Telong diselenggarakan secara meriah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padangke-357 dengan menampilkan berbagai atraksi, kreativitas, dan seni budaya dari setiap kecamatan di Kota Padang, kemaren malam. 

Penyelenggaraan festival tahunan ini mendapat sambutan yang sangat antusias dan hangat dari masyarakat, baik dari kalangan pendidik, kontingen kecamatan, maupun warga umum yang memadati lokasi acara sejak pagi hari (pukul 07.00 WIB).

Pengunjung menyampaikan rasa senang, bahagia, dan terhibur atas variasi penampilan seni serta atraksi kebudayaan yang disajikan oleh masing-masing kecamatan.

Masyarakat menilai acara yang diadakan satu kali dalam setahun ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kebudayaan bagi warga dan generasi muda Kota Padang.

"Kesannya kami sangat senang, bahagia, dan terhibur dengan bermacam-macam penampilan yang disajikan oleh setiap kecamatan. Sungguh kami sangat terhibur dan senang. Luar biasa, bagus, dan keren. Selamat Hari Jadi Kota Padang ke-357," kata salah seorang pengunjung, Siti Nur Aini.

Pengunjung terlihat puas terhadap festival ini yang mereka nilai dari kerapian, kemeriahan, dan keseruan ragam hiburan yang ditampilkan.

Para pengunjung dan peserta berharap kegiatan seni dan budaya seperti Festival Telong-Telong  dapat terus dilestarikan serta diselenggarakan secara konsisten setiap tahunnya di Kota Padang.

"Karena kan acaranya cuma satu kali satu tahun dilaksanakan di Kota Padang, jadi kami sangat antusias buat meramaikan acaranya. Menurut aku, karena ini pertama kali datang, jadinya makin banyak belajar. Untuk rating-nya 10/10. Keren menampilkan dari beberapa kecamatan di Kota Padang, terus ada hiburannya. Keren pokoknya, semoga acaranya ada setiap tahun," cakap Dinda, pengunjung lainnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Seluruh Elemen Bangun Budaya Kewaspadaan Kantibmas di Lingkungan Masyarakat    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Seluruh Elemen Bangun Budaya Kewaspadaan Kantibmas di Lingkungan Masyarakat
Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat, Kamis (6/8/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya kewaspadaan dini sebagai langkah menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat, Kamis (6/8/2026).

Menurut Muhidi, menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar dinilai menjadi kunci untuk mencegah berbagai potensi gangguan sosial sejak dini.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mengapa kemaksiatan semakin meluas? Karena sering kali orang-orang baik memilih diam dan tidak mengambil peran. Padahal, jika kita berani mengingatkan dengan cara yang baik, Insya Allah akan membawa perubahan,” ujar Muhidi.

Ia menegaskan bahwa mengingatkan seseorang melalui pendekatan yang santun dan persuasif tidak bertentangan dengan hak asasi manusia. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus investasi bagi masa depan generasi muda.

“Kalau ada anak-anak kita yang mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, panggil dan ajak bicara dengan baik. Tidak perlu dengan kekerasan. Bekerja samalah dalam kebaikan, karena kewaspadaan dini membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat,” katanya.

Selain itu, Muhidi mengingatkan masyarakat agar semakin bijak menyikapi derasnya arus informasi di era digital. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kalau ada informasi, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Cek dulu kebenarannya, dari mana sumbernya, apa manfaatnya, baru kemudian ditindaklanjuti. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks yang justru merugikan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Muhidi, kewaspadaan dini tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat, berbagai potensi ancaman dapat dideteksi lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Kewaspadaan dini bukan hanya soal keamanan. Ini juga menyangkut bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Jika masyarakat memiliki kepedulian dan mau bekerja sama, maka potensi gangguan bisa dicegah lebih awal sehingga tercipta rasa aman dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.(*)

Pimpin Goro Menyambut HUT ke-81 RI, Wali Kota Ramadhani: Kebersihan Kota Bentuk Mengisi Kemerdekaan    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Pimpin Goro Menyambut HUT ke-81 RI, Wali Kota Ramadhani: Kebersihan Kota Bentuk Mengisi Kemerdekaan
Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., memimpin langsung apel gabungan sekaligus membuka gerakan gotong royong bersama. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Suasana penuh semangat kebersamaan menyelimuti Lapangan Merdeka Kota Solok, Jumat (7/8/2026). 

Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., memimpin langsung apel gabungan sekaligus membuka gerakan gotong royong bersama, sebagai langkah nyata menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang digelar sejak pukul 07.30 WIB ini dihadiri Wakil Wali Kota Solok, jajaran TNI dan Polri, perwakilan BUMN serta BUMD, seluruh Aparatur Sipil Negara dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah, hingga Camat dan Lurah se-Kota Solok.

Dalam amanatnya, Wali Kota menegaskan bahwa menjaga kebersihan fasilitas umum bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan wujud nyata cara kita mengisi kemerdekaan dan penghormatan tulus kepada jasa para pahlawan yang telah berjuang membebaskan bangsa.

“Gotong royong ini bukan sekadar menyapu jalanan atau membersihkan selokan. Ini momen kita bangkitkan kembali nilai kebersamaan, kepedulian, dan rasa cinta tanah air. Menjaga keasrian Kota Solok adalah tanggung jawab kita bersama sebagai generasi penerus,” ujarnya.

Sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, unsur keamanan, instansi vertikal, dan seluruh elemen masyarakat ini diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan. 

Tak hanya itu, upaya bersama ini juga bertujuan mewujudkan Kota Solok yang bersih, rapi, dan indah menyambut puncak perayaan kemerdekaan pada 17 Agustus nanti.(80)

Padang Utara Tampilkan Kearifan Lokal, Semarakkan Festival Telong-Telong HJK ke-357 Kota Padang    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Padang Utara Tampilkan Kearifan Lokal, Semarakkan Festival Telong-Telong HJK ke-357 Kota Padang
Dengan mengusung ornamen budaya dan potensi unggulan daerah, kontingen Kecamatan Padang Utara berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kecamatan Padang Utara turut memeriahkan Festival Telong-Telong dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang digelar di kawasan Pantai Cimpago, Kamis (6/8/2026) malam. 

Dengan mengusung ornamen budaya dan potensi unggulan daerah, kontingen Kecamatan Padang Utara berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Festival yang menjadi salah satu agenda Hari Jadi Kota Padang ke-357 ini menghadirkan kreativitas dari seluruh kecamatan di Kota Padang. Kecamatan Padang Utara tampil dengan konsep yang mengangkat identitas budaya serta potensi kuliner dan hasil laut yang menjadi ciri khas wilayahnya.

Camat Padang Utara, Sa'at, mengatakan persiapan festival telah dilakukan sejak jauh hari agar seluruh rangkaian penampilan dapat berjalan maksimal.

Ia menjelaskan, kontingen Kecamatan Padang Utara menampilkan dua mobil hias. Mobil pertama mengangkat tradisi malamang melalui replika Kadai Lamang yang menampilkan proses pembuatan lamang beserta kuliner tradisional. Mobil kedua mengusung tema hasil laut dengan ornamen ikan, udang, dan aneka seafood sebagai representasi potensi kawasan Ulak Karang Utara.

"Kami telah mempersiapkan Festival Telong-Telong ini jauh sebelum pelaksanaan. Alhamdulillah, pada malam puncak seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik," katanya. 

Selain mobil hias, rombongan Kecamatan Padang Utara juga mengenakan pakaian adat Minangkabau yang semakin memperkuat nuansa budaya dalam festival tersebut.

"Kami memilih konsep ini karena tradisi malamang merupakan salah satu identitas masyarakat di wilayah kami. Sementara tema hasil laut kami angkat karena Ulak Karang Utara dikenal memiliki potensi perikanan dan kuliner seafood," cakapnya. 

Pada kesempatan itu, Sa'at turut menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kota Padang ke-357 sekaligus harapannya bagi kemajuan daerah.

"Selamat Hari Jadi Kota Padang. Semoga Kota Padang semakin maju, semakin sukses, dan terus berkembang sesuai dengan visi pembangunan yang telah dicanangkan demi kesejahteraan masyarakat," tukuknya. 

Sementara itu, Kepala Seksi Perizinan dan Pendapatan Kecamatan Padang Utara, Susi Fitria, mengatakan antusiasme seluruh peserta terlihat sejak awal hingga akhir pelaksanaan festival.

"Suasananya sangat meriah. Kami mengikuti Festival Telong-Telong ini dengan penuh semangat. Seluruh persiapan kami lakukan dengan maksimal agar penampilan Kecamatan Padang Utara terlihat menarik dan dapat menghibur masyarakat," urainya. 

Festival Telong-Telong menjadi ajang bagi setiap kecamatan untuk menampilkan kreativitas, melestarikan budaya, dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357 semakin terasa. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Jadi Penggerak Nilai Kebangsaan di Masyarakat Kota Payakumbuh    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Jadi Penggerak Nilai Kebangsaan di Masyarakat Kota Payakumbuh
Kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ballroom Hotel Mangkuto, Payakumbuh, Kamis (6/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila disiapkan menjadi penggerak nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat Kota Payakumbuh, sekaligus menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ballroom Hotel Mangkuto, Payakumbuh, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut terselenggara atas kolaborasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengatakan keberadaan relawan menjadi bagian penting dalam memastikan nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai pemahaman, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari dan penyelenggaraan pemerintahan.

“Pancasila bukan sekadar falsafah atau dokumen historis, melainkan ideologi hidup yang menjadi panduan dalam berbangsa dan bernegara,” kata Elzadaswarman.

Menurut dia, nilai-nilai Pancasila juga harus tercermin dalam kebijakan dan pelayanan pemerintah daerah, mulai dari pembangunan ekonomi, pelayanan sosial hingga pemeliharaan ketertiban umum.

“Di ranah pemerintahan daerah, Pancasila harus mewujud dalam setiap kebijakan publik, mulai dari pembangunan ekonomi, pelayanan sosial, hingga pemeliharaan ketertiban umum,” ujarnya.

Elzadaswarman mengatakan Payakumbuh memiliki modal budaya yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Hal itu antara lain tercermin dalam falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau.

Menurutnya, semangat gotong royong, musyawarah, persatuan, serta sikap saling menghormati merupakan nilai yang sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila dan perlu terus dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, pembinaan ideologi bangsa, kata dia, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat diperlukan agar nilai-nilai kebangsaan dapat diterima dan dipraktikkan dalam berbagai lingkungan kehidupan.

“Kepada para relawan yang dilatih dan dikuatkan hari ini, manfaatkanlah momen ini dengan sebaik-baiknya. Jadilah jembatan yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila,” ujarnya.

Elzadaswarman berharap para relawan tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara konseptual, tetapi mampu menyampaikannya melalui kegiatan dan keteladanan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz mengatakan pemahaman terhadap Pancasila perlu terus ditanamkan di tengah perubahan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

Menurut Arisal, perkembangan tersebut membawa peluang sekaligus tantangan terhadap karakter kebangsaan sehingga perlu diimbangi dengan pendidikan ideologi yang memadai.

Ia mengatakan masyarakat Minangkabau memiliki warisan nilai yang sejalan dengan semangat Pancasila melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai tersebut, menurut dia, perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Kita menyadari bahwa di tengah dinamika zaman, tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks, nilai-nilai luhur Pancasila sering kali mulai tergerus di tengah masyarakat. Karena itu, penanaman nilai-nilai Pancasila menjadi keharusan,” kata Arisal.

Arisal mengapresiasi para Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

Ia berharap para relawan dapat menjadi penggerak persatuan sekaligus mengambil bagian dalam membangun karakter generasi muda di lingkungan masing-masing.

“Mari kita jadikan momen ini untuk menjaga kebersamaan, memelihara persatuan, dan membentengi generasi muda dari krisis moral dengan menanamkan kembali kecintaan kepada Pancasila sebagai pandangan hidup bernegara,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kodim 0306/50 Kota, Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Polres Payakumbuh, Pengadilan Negeri Payakumbuh, Pengadilan Agama Kota Payakumbuh, anggota DPRD Kota Payakumbuh, Kalapas Kelas IIB Tanjung Pati, niniak mamak, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, keberadaan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi gerakan yang hadir di tengah masyarakat melalui edukasi, keteladanan, dan praktik nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (HM)

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sawahlunto Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Sikalang    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sawahlunto Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Sikalang
Wali Kota menyerahkan secara langsung bantuan santunan kepada perwakilan korban. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah mengunjungi keluarga korban kebakaran di Dusun Kemiri, Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran yang menghanguskan tujuh unit rumah.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menyerahkan secara langsung bantuan santunan kepada perwakilan korban. 

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat peristiwa kebakaran.

Kunjungan itu turut didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Sawahlunto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Camat Talawi, serta Kepala Desa Sikalang. 

Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan moril sekaligus memastikan penanganan terhadap warga terdampak berjalan dengan baik.

Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen hadir di tengah masyarakat setiap kali terjadi bencana maupun musibah. 

Menurutnya, penanganan korban tidak hanya dilakukan melalui pemberian bantuan, tetapi juga melalui koordinasi lintas perangkat daerah agar kebutuhan para korban dapat segera dipenuhi.

Musibah kebakaran yang terjadi di Dusun Kemiri menghanguskan tujuh unit rumah warga. 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material yang dialami para korban diperkirakan cukup besar.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit kembali, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat semangat gotong royong dalam membantu warga yang tertimpa musibah. (*) 

Pewarta: Matjafri