HEADLINE
Muslim M Yatim Dorong Penguatan Konektivitas dan Pemulihan Pascabencana Sumbar    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Muslim M Yatim Dorong Penguatan Konektivitas dan Pemulihan Pascabencana Sumbar
Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Sumatera Barat, H. Muslim M Yatim, Lc., MM., pada forum strategis Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I di Batam, Jumat (11/9/2026). (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Sumatera Barat, H. Muslim M Yatim, Lc., MM., membawa langsung aspirasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan sejumlah daerah terdampak bencana ke tingkat pusat. Aspirasi tersebut disampaikan dalam forum strategis Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I di Batam, Jumat (11/9/2026).

Forum yang mengangkat tema “Penguatan Sumatera Economic Corridor dan Pemulihan Pascabencana” itu mempertemukan unsur DPD RI, pemerintah daerah, serta pimpinan kementerian dan lembaga. Sejumlah kepala daerah dari Sumatera Barat turut hadir, di antaranya Bupati Agam, Wakil Wali Kota Padang, Sekda Kabupaten Solok, dan Bupati Kepulauan Mentawai.

Muslim M Yatim mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan dan prioritas pembangunan Sumatera Barat kepada pemerintah pusat. Menurutnya, percepatan pemulihan pascabencana membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Pemulihan pascabencana membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Karena itu, forum ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan prioritas pembangunan Sumatera Barat kepada pemerintah pusat,” ujar Muslim.

Ia menyebut setidaknya terdapat empat agenda utama yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, percepatan pemulihan pascabencana, terutama pada sektor infrastruktur dan pelayanan dasar yang terdampak.

Menurut Muslim, kerusakan akibat bencana tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Karena itu, rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara cepat, tepat sasaran, serta berkelanjutan.

Agenda kedua adalah penguatan konektivitas Sumatera Barat dengan Provinsi Riau dan Jambi. Muslim menilai konektivitas antarprovinsi menjadi bagian penting dalam memperkuat Sumatera Economic Corridor, termasuk kawasan Sitinjau Lauik yang memiliki posisi strategis bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa.

“Penguatan konektivitas tidak boleh dilihat hanya sebagai pembangunan jalan. Ini adalah bagian dari upaya membangun jalur ekonomi yang menghubungkan Sumatera Barat dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera,” katanya.

Agenda ketiga menyangkut penguatan sentra pangan dan kawasan produksi. Muslim menekankan perlunya dukungan terhadap infrastruktur pertanian dan kawasan produksi, termasuk irigasi, rantai dingin (cold chain), serta infrastruktur pendukung hilirisasi.

“Sentra produksi harus terkoneksi dengan pasar. Karena itu, irigasi, infrastruktur distribusi, cold chain, hingga hilirisasi harus menjadi satu kesatuan dalam kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Sementara agenda keempat adalah penguatan konektivitas dan pembangunan Kepulauan Mentawai. Menurut Muslim, pembangunan Sumatera Barat tidak boleh hanya berorientasi pada wilayah daratan, tetapi juga harus memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.

Perhatian tersebut mencakup konektivitas, infrastruktur dasar, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi ekonomi Kepulauan Mentawai. Dengan konektivitas yang semakin baik, potensi daerah diharapkan dapat dikembangkan dan memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat.

Muslim menegaskan, sebagai anggota DPD RI dari Sumatera Barat, dirinya akan terus mengawal aspirasi pemerintah daerah agar mendapatkan perhatian dalam kebijakan serta dukungan pemerintah pusat.

“Kita ingin pemulihan pascabencana tidak hanya mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi menjadi momentum untuk membangun Sumatera Barat yang lebih aman, lebih baik, lebih terkoneksi, dan lebih tangguh,” tegasnya.

Ia berharap pertemuan kepala daerah Sumatera Barat dengan Ketua DPD RI serta kementerian dan lembaga dapat menghasilkan tindak lanjut konkret terhadap berbagai kebutuhan pembangunan daerah.

“Sinergi pusat dan daerah harus menghasilkan program yang nyata. DPD RI akan terus menjadi jembatan agar aspirasi Sumatera Barat dapat dikawal sampai ke tingkat kebijakan nasional,” tutup Muslim. (Novrianto)

Editor: Zamri Yahya, WU

Puncak HUT ke-9 Relasi Publik Berjalan Lancar, Diisi Doa untuk Lima Jurnalis yang Hilang    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Puncak HUT ke-9 Relasi Publik Berjalan Lancar, Diisi Doa untuk Lima Jurnalis yang Hilang
Pemimpin Redaksi relasipublik.com, Novrianto SP, mengatakan terlaksananya rangkaian acara HUT ke-9 tidak terlepas dari kebersamaan keluarga besar media serta partisipasi positif berbagai pihak. (Foto: spa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 relasipublik.com berlangsung lancar dan sukses di Restoran Siasso, Jalan Asahan Nomor 5, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (12/9/2026).

Peringatan HUT ke-9 media relasipublik.com tersebut dihadiri sejumlah pejabat sipil dan militer, insan pers, serta perwakilan organisasi kewartawanan di Sumatera Barat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap perjalanan relasipublik.com selama sembilan tahun menjalankan fungsi jurnalistik dan kontrol sosial.

Pemimpin Redaksi relasipublik.com, Novrianto SP, mengatakan terlaksananya rangkaian acara HUT ke-9 tidak terlepas dari kebersamaan keluarga besar media serta partisipasi positif berbagai pihak.

“Alhamdulillah, semuanya kita undang. Meskipun sebagian diwakilkan, mereka tetap merespons undangan dan hadir dalam puncak HUT Relasi Publik ini,” ujar Novrianto yang akrab disapa Ucok.

Sejumlah pejabat dan perwakilan institusi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., yang diwakili Kapendam, Kapolda Sumbar yang diwakili Dir Binmas, serta perwakilan Gubernur Sumatera Barat dan Ketua DPRD Sumbar melalui tenaga ahli.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan Diskominfotik, Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat, serta sejumlah organisasi kewartawanan, di antaranya Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP), Mabes Online dan organisasi lainnya.

Novrianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri peringatan HUT ke-9 tersebut. Menurutnya, kebersamaan antarsesama pekerja media menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pers yang sehat dan profesional.

Dalam rangkaian acara, panitia juga memberikan penghargaan atau reward kepada sejumlah tokoh, yakni Rahmat Saleh, Andre Rosiade, Muslim M. Yatim dan Sonny Afandi. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan sejumlah penilaian, terutama konsistensi para tokoh dalam menjaga hubungan baik dengan insan pers.

“Kita memberikan reward berdasarkan berbagai penilaian dan tokoh yang dinilai tetap konsisten menjaga hubungan baik dengan pers,” katanya.

Novrianto menambahkan, ke depan berbagai kegiatan akan dikemas secara kreatif sehingga mampu menunjukkan eksistensi dan kreativitas relasipublik.com kepada masyarakat. Ia berharap media tersebut terus berkembang dan menjalankan perannya sebagai salah satu media yang berkontribusi dalam menyampaikan informasi kepada publik di Sumatera Barat.

Sementara itu, Pimpinan Umum PT Media Relasi Publik, Desrimaiyanto, mengatakan perjalanan mendirikan dan mengembangkan media yang berbasis di Sumatera Barat tersebut tidak terlepas dari berbagai dinamika dan persoalan.

“Berbagai dinamika dan persoalan dihadapi hingga akhirnya mencapai titik di mana media relasipublik.com sudah bisa menyuarakan aspirasi sebagai kontrol sosial,” ungkapnya.

Menurut Desrimaiyanto, keberadaan media massa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial. Karena itu, relasipublik.com berkomitmen untuk tetap hadir dan konsisten menjalankan fungsi jurnalistiknya.

“Sudah semestinya kita menyampaikan kepada publik bahwa media kita ada dan konsisten melakukan fungsi sebagai kontrol sosial,” tuturnya.

Puncak HUT ke-9 relasipublik.com kemudian ditutup dengan mengheningkan cipta dan doa bersama. Doa dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar lima jurnalis yang hilang saat melakukan peliputan erupsi Anak Krakatau segera ditemukan dan diketahui keberadaannya. Kegiatan tersebut menjadi penutup yang penuh keprihatinan sekaligus bentuk solidaritas insan pers terhadap para jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik. (*)

Khafilah Sumbar Tampilkan Miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi pada Pawai Ta’aruf MTQ Nasional di Semarang    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Khafilah Sumbar Tampilkan Miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi pada Pawai Ta’aruf MTQ Nasional di Semarang
Iring-iringan kendaraan hias dan khafilah mendapat sambutan antusias masyarakat yang memadati sejumlah ruas jalan yang dilalui. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Identitas budaya dan ikon daerah Sumatera Barat (Sumbar) turut mewarnai Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Nasional di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026). Khafilah Sumbar tampil dengan membawa miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi yang menjadi ikon daerah.

Pawai yang diikuti khafilah dari seluruh provinsi di Indonesia tersebut dimulai dari Balai Kota Semarang dan bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah. Iring-iringan kendaraan hias dan khafilah mendapat sambutan antusias masyarakat yang memadati sejumlah ruas jalan yang dilalui.

Khafilah Sumbar yang dipimpin Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Marwansyah, tampil dengan kendaraan hias yang mengangkut miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Penampilan tersebut semakin semarak dengan iringan gandang tasa yang menjadi salah satu kesenian khas Minangkabau.

Mengenakan seragam kemeja berwarna cokelat, rombongan Khafilah Sumbar tampak aktif menyapa masyarakat sepanjang perjalanan. Yel-yel “Kami dari Sumatera Barat” turut menggema di tengah suasana pawai, diselingi sapaan dan salam kepada warga yang menyaksikan dari pinggir jalan.

Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni mengatakan miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi tersebut merupakan buah karya kolaborasi Pemprov Sumbar bersama Ikatan Keluarga Minang (IKM) Semarang.

“Kita berkolaborasi dengan IKM Semarang. Mereka yang membuat miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi yang menjadi ikon Sumbar, sementara kita menyiapkan bahan-bahannya,” terang Edi.

Menurut Edi, kehadiran miniatur tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Sumbar kepada masyarakat luas dalam momentum MTQ Nasional di Semarang.

Di sela rangkaian kegiatan, Khafilah Sumbar juga melakukan survei ke sejumlah venue yang akan menjadi lokasi perlombaan. Survei dilakukan untuk memastikan para peserta mengenali kondisi lokasi dan dapat menyesuaikan diri sebelum tampil dalam perlombaan.

“Survei ini penting agar para khafilah lebih siap dan tidak mengalami kendala ketika mengikuti perlombaan, sehingga dapat tampil secara maksimal,” ujar Edi.

Pada MTQ ke-XXXI Nasional tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 12 venue untuk pelaksanaan berbagai cabang perlombaan. Kompetisi akan dimulai Minggu (13/9) hingga Kamis (17/9).

Sementara itu, pembukaan MTQ ke-XXXI Nasional dijadwalkan berlangsung Sabtu malam pukul 19.00 WIB di Panggung Utama Lapangan Pancasila. Pembukaan tersebut direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, juga dijadwalkan hadir dalam pembukaan MTQ Nasional tersebut. “Ya, Insya Allah Gubernur hadir nanti malam,” ungkap Edi Dharma. (adpsb/bud)

Wako Pariaman Buka Turnamen LahLah Fun Tennis Community 2026, Diikuti 30 Tim se-Sumbar    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Wako Pariaman Buka Turnamen LahLah Fun Tennis Community 2026, Diikuti 30 Tim se-Sumbar
Turnamen yang dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, ini diperuntukkan bagi petenis pemula usia muda serta kalangan non-atlet. (Foto: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Lapangan Tenis Karan Aur, Kota Pariaman, semakin semarak dengan digelarnya Turnamen LahLah Fun Tennis Community 2026, Sabtu pagi (12/9/2026). Ajang olahraga tersebut diikuti 30 tim komunitas tenis dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Turnamen yang dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, ini diperuntukkan bagi petenis pemula usia muda serta kalangan non-atlet. Kehadiran para peserta dari berbagai komunitas menjadikan kegiatan tersebut tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat persahabatan dan silaturahmi.

Mengusung tema “Fun Match, Great Friends, Stronger Community”, LahLah Fun Tennis Community 2026 diharapkan mampu memperkuat hubungan antarpencinta olahraga tenis di Sumatera Barat. Semangat kebersamaan menjadi salah satu pesan utama dalam pelaksanaan turnamen tersebut.

Yota Balad mengatakan, antusiasme para peserta dari berbagai usia dan latar belakang komunitas menunjukkan bahwa olahraga tenis masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini juga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat.

“Turnamen ini merupakan pertandingan keempat yang dilaksanakan di Kota Pariaman. Sesuai dengan visi misi kami Balad-Mulyadi yang ingin menjadikan Kota Pariaman sebagai kota pariwisata, salah satu caranya adalah dengan meramaikan wisatanya melalui sport tourism, dengan salah satu cabang olahraganya adalah olahraga tenis,” ujar Yota Balad.

Menurut Yota, pengembangan sport tourism di Kota Pariaman dapat menjadi salah satu strategi untuk menarik lebih banyak orang datang ke daerah tersebut. Berbagai kegiatan olahraga yang melibatkan peserta dari luar daerah dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Selain menghadirkan kompetisi olahraga, Turnamen LahLah Fun Tennis Community 2026 juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring komunitas tenis di Sumatera Barat. Para peserta dapat bertemu, berinteraksi, sekaligus membangun semangat kebersamaan melalui olahraga.

Pemerintah Kota Pariaman pun terus mendorong penyelenggaraan kegiatan olahraga yang dapat dikolaborasikan dengan sektor pariwisata. Dengan demikian, olahraga tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata Kota Pariaman kepada masyarakat luar daerah.

Melalui Turnamen LahLah Fun Tennis Community 2026, Kota Pariaman kembali menunjukkan komitmennya mengembangkan konsep sport tourism. Kehadiran 30 tim komunitas tenis se-Sumatera Barat diharapkan semakin memperkuat posisi Pariaman sebagai daerah yang aktif menggelar kegiatan olahraga sekaligus destinasi wisata. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung

400 Anak Ikuti Sunatan Massal Gratis Pemko Padang dan IJP    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

400 Anak Ikuti Sunatan Massal Gratis Pemko Padang dan IJP
Wali Kota Padang, Fadly Amran pada kegiatan sunatan massal gratis Pemko Padang berkolaborasi dengan Indo Jalito Peduli (IJP). (Foto: Faisal Siregar) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekitar 400 anak di Kota Padang mengikuti sunatan massal gratis yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Padang berkolaborasi dengan Indo Jalito Peduli (IJP). Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan sunatan massal gratis ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Selain mendapatkan layanan sunat secara gratis, para peserta juga menerima sejumlah bantuan berupa uang tunai, makanan, obat-obatan, sarung, serta berbagai kebutuhan lainnya.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada IJP atas konsistensinya menghadirkan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.

“Terima kasih kepada Indo Jalito Peduli atas kegiatan-kegiatan bakti sosialnya, khususnya sunatan massal tahun ini di Kota Padang. Kami berharap Indo Jalito Peduli terus eksis dan menghadirkan kegiatan sosial lainnya di Kota Padang dan Sumatera Barat,” ujar Fadly Amran.

Menurut Fadly, sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan pelayanan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci membangun daerah karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita bersyukur para perantau terus hadir dan berkontribusi, baik saat daerah membutuhkan dukungan maupun ketika menghadapi bencana,” katanya.

Fadly Amran juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan sunatan massal tersebut. Apresiasi disampaikan kepada panitia, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum IJP, Astri Asgani, mengatakan kegiatan sunatan massal merupakan wujud kepedulian sekaligus rasa persaudaraan IJP sebagai organisasi sosial perempuan perantau Minangkabau kepada masyarakat di Ranah Minang.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan rasa persaudaraan kita. Di balik setiap bantuan, ada senyum dan harapan yang ingin kami hadirkan sebagai bentuk cinta kepada kampung halaman,” ujar Astri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, Ketua DWP Kota Padang Ny. Nova Raju Minropa, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Aklima, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, jajaran pengurus IJP, serta camat se-Kota Padang.

Kolaborasi Pemko Padang dan IJP melalui kegiatan sunatan massal gratis ini diharapkan dapat terus berlanjut. Selain membantu meringankan beban masyarakat, kegiatan sosial tersebut juga menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam meningkatkan kesejahteraan warga Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Kedatangan Khafilah Sumbar Disambut IKM Semarang dengan Jamu Tradisional    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Kedatangan Khafilah Sumbar Disambut IKM Semarang dengan Jamu Tradisional
Rombongan Khafilah Sumbar yang dipimpin Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni tiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kehangatan menyambut kedatangan Khafilah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mewarnai langkah awal kontingen Sumbar untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Nasional di Semarang, Jawa Tengah.

Rombongan Khafilah Sumbar yang dipimpin Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni tiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kedatangan rombongan disambut Kepala DPKAD Provinsi Jawa Tengah, Dwianto, beserta jajaran.

Tak hanya penyambutan secara resmi, para khafilah juga mendapat suguhan welcome drink berupa jamu tradisional serta makanan khas produk UMKM Semarang. Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan tari Minang yang dipersembahkan Ikatan Keluarga Minang (IKM) Semarang.

Kepala DPKAD Provinsi Jawa Tengah, Dwianto menyampaikan ucapan selamat datang kepada Khafilah Sumbar dan berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian MTQ Nasional dengan baik.

“Selamat datang kami ucapkan kepada Khafilah dari Sumatera Barat. Selamat mengikuti perlombaan MTQ Nasional di Semarang, Jawa Tengah,” ujarnya.

Ucapan selamat datang juga disampaikan Ketua IKM Semarang, Nafrizon Bogek. Ia mengatakan, masyarakat Minang yang berada di Semarang turut memberikan dukungan kepada Khafilah Sumbar yang akan berlaga dalam MTQ Nasional.

“Kami warga Minang di Semarang mengucapkan selamat datang kepada Khafilah Sumbar. Selamat bertanding, semoga dapat meraih juara umum,” katanya.

Nafrizon menjelaskan, penampilan tari Minang dalam penyambutan tersebut dibawakan oleh mahasiswi asal Minangkabau yang berada di Semarang dan tergabung dalam IKM Semarang.

Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama masyarakat Minang di Semarang.

“Dengan sambutan yang begitu antusias ini, menjadi motivasi bagi kami untuk dapat berjuang semaksimal mungkin dan meraih prestasi pada MTQ Nasional di Semarang ini,” ucap Edi.

Usai tiba di Semarang, rombongan Khafilah Sumbar melanjutkan agenda dengan melakukan registrasi ulang di Gedung PRPP Semarang. Pada malam harinya, rombongan mengikuti malam ta’aruf yang digelar di Kantor Pemprov Jawa Tengah.

Kabag Bina Mental Spiritual Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Marwansyah mengatakan rangkaian MTQ Nasional berlanjut pada Sabtu (12/9) dengan pelantikan dan orientasi Dewan Hakim, Pawai Ta’aruf dan Kendaraan Hias, serta pembukaan pameran MTQ Nasional.

“Pawai Ta’aruf dan Kendaraan Hias dimulai dari Balai Kota Semarang hingga finis di Kantor Pemprov Jawa Tengah. Sementara pembukaan MTQ Nasional dijadwalkan pada malam hari di Panggung Utama Lapangan Pancasila,” jelasnya.

Marwansyah menambahkan, perlombaan MTQ Nasional ke-XXXI akan dimulai Minggu (13/9) dengan babak penyisihan musabaqah yang berlangsung hingga Kamis (17/9). Berbagai cabang perlombaan akan digelar di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang.

“Rencananya pembukaan MTQ Nasional juga akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia,” tambah Marwansyah. (Adpsb/bud)

Kepemimpinan dan Kezaliman: Ketika Kekuasaan Diuji dengan Keadilan    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Kepemimpinan dan Kezaliman: Ketika Kekuasaan Diuji dengan Keadilan
Dalam perspektif keislaman, hubungan antara kondisi masyarakat dan kepemimpinan menjadi salah satu hal yang kerap mendapat perhatian. (Foto Ilustrasi: Int). 

PERSOALAN kepemimpinan dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan jabatan dan kekuasaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab untuk menegakkan keadilan serta melindungi masyarakat dari berbagai bentuk kezaliman. Seorang pemimpin memiliki amanah besar karena kebijakan dan keputusan yang diambil dapat memberikan dampak luas bagi kehidupan rakyat.

Dalam perspektif keislaman, hubungan antara kondisi masyarakat dan kepemimpinan menjadi salah satu hal yang kerap mendapat perhatian. Al-Qur'an mengingatkan bahwa orang-orang zalim dapat menjadi pemimpin bagi sesamanya sebagai akibat dari perbuatan yang mereka lakukan.

Pesan tersebut antara lain tercermin dalam Surah Al-An'am ayat 129 yang menyebutkan, “Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.” Ayat ini menjadi pengingat bahwa perilaku manusia memiliki konsekuensi, termasuk dalam kehidupan sosial dan kepemimpinan.

Pandangan serupa juga dikaitkan dengan Imam Ali yang menyatakan bahwa karakter seorang pemimpin sering kali berkaitan dengan kondisi masyarakat yang dipimpinnya. Pemikiran tersebut mengandung pesan bahwa masyarakat dan pemimpin memiliki hubungan timbal balik dalam membangun kehidupan yang adil dan bermartabat.

Islam juga memberikan peringatan keras terhadap tindakan zalim. Dalam Surah Asy-Syura ayat 42 disebutkan, “Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.”

Peringatan tersebut menunjukkan bahwa kezaliman terhadap manusia bukan persoalan ringan. Tindakan melampaui batas, merampas hak, maupun memperlakukan masyarakat secara tidak adil merupakan perbuatan yang mendapat kecaman dalam ajaran Islam.

Selain itu, terdapat hadis yang memberikan peringatan mengenai sikap berpihak kepada penguasa yang zalim. Dalam riwayat yang dinisbatkan kepada Tirmidzi, an-Nasa'i, dan al-Hakim disebutkan, “Barangsiapa yang memasuki (berpihak kepada) mereka lalu membenarkan kedustaan mereka serta menolong kezaliman mereka, ia tidak termasuk golonganku dan tidak akan mendatangi telagaku.”

Pesan tersebut menegaskan pentingnya sikap moral dalam menghadapi kekuasaan. Masyarakat tidak semestinya membenarkan kebohongan ataupun mendukung tindakan yang merugikan dan menzalimi orang lain hanya karena dilakukan oleh pihak yang memiliki jabatan atau kekuasaan.

Dalam pemikiran Imam Ali, jabatan dan kekuasaan pada hakikatnya tidak memiliki nilai apabila tidak digunakan untuk menegakkan keadilan. Kekuasaan seharusnya menjadi sarana untuk membela kelompok yang lemah, memberikan hak kepada mereka yang berhak, serta mencegah terjadinya kezaliman.

Karena itu, kepemimpinan seharusnya dipandang sebagai amanah, bukan sekadar kedudukan. Pemimpin dituntut memiliki keberanian untuk berlaku adil, sementara masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kebenaran dan tidak ikut mendukung tindakan yang bertentangan dengan nilai keadilan.

Pada akhirnya, kualitas sebuah kepemimpinan tidak hanya diukur dari besarnya kewenangan yang dimiliki, tetapi dari sejauh mana kekuasaan tersebut digunakan untuk menghadirkan keadilan. Kepemimpinan yang berpihak kepada kebenaran dan masyarakat yang menjunjung nilai keadilan menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan sosial yang lebih baik. (*)