HEADLINE
Bebas Titipan dan Lebih Transparan, Pemkab Batu Bara Adopsi Sistem Pengelolaan ASN Calon Pemimpin Masa Depan    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Bebas Titipan dan Lebih Transparan, Pemkab Batu Bara Adopsi Sistem Pengelolaan ASN Calon Pemimpin Masa Depan
Ekspose manajemen talenta yang digelar di Kantor Pusat BKN Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026, sebagai tanda dimulainya era baru pengelolaan karier pegawai yang terintegrasi secara nasional. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kabupaten Batu Bara mencatatkan sejarah baru dalam pembenahan tata kelola aparatur sipil negara (ASN). Langkah berani ini mengemuka dalam ekspose manajemen talenta yang digelar di Kantor Pusat BKN Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026, sebagai tanda dimulainya era baru pengelolaan karier pegawai yang terintegrasi secara nasional.

Kepala BKN, Prof. Zudan, menilai Pemkab Batu Bara kini telah berada di fase krusial dan siap melangkah penuh menuju ekosistem karier terpadu. Momen persetujuan resmi dari BKN diibaratkan sebagai langkah mantap meninggalkan pola lama untuk sepenuhnya berpindah ke sistem pengelolaan ASN yang jauh lebih transparan dan modern.

Penerapan manajemen talenta ini bukan semata-mata pemenuhan berkas administrasi kepegawaian, melainkan sebuah transformasi paradigma menyeluruh. Melalui mekanisme canggih ini, pemerintah daerah dapat secara akurat mengidentifikasi talenta terbaik, mengasah kompetensi pegawai, serta memetakan calon pimpinan masa depan sesuai kebutuhan organisasi.

Langkah progresif yang diambil Pemkab Batu Bara ini rupanya mengadopsi standar internasional yang telah sukses diterapkan di berbagai negara maju. Negara-negara besar seperti Australia, Jepang, China, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan telah lama mengandalkan pendekatan serupa untuk mencetak aparatur serta kader pimpinan yang tangguh dan strategis.

Proses pembenahan di tingkat pemerintah daerah ini dijalankan secara terstruktur melalui pembentukan talent pool, pemetaan potensi, hingga penyiapan kandidat suksesor. Pola baru ini memastikan proses kaderisasi berjalan dinamis tanpa harus menunggu timbulnya kekosongan jabatan di lingkungan pemerintahan.

Dengan kekuatan mencapai 4.211 ASN, Pemkab Batu Bara kini siap menyusun profil talenta unggulan secara presisi usai mengantongi persetujuan BKN. Pemetaan awal difokuskan pada identifikasi jabatan pimpinan tinggi dan administrator guna menyiapkan calon-calon pengganti yang benar-benar kompeten dan siap pakai.

Penjabat Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, menyampaikan apresiasi mendalam kepada BKN pusat dan Kanreg VI BKN Medan atas pendampingan intensif yang diberikan. Ia optimistis seluruh infrastruktur manajemen talenta ini dapat beroperasi penuh pada tahun 2027 sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan SDM di daerahnya.

Penerapan sistem canggih ini dirancang sejalan dengan visi besar daerah, yaitu "Mewujudkan Batu Bara yang Bahagia". Nilai-nilai berorientasi pelayanan, amanah, harmonis, akuntabel, giat, inovatif, dan adil menjadi pijakan utama dalam membangun kualitas pelayanan publik yang makin prima bagi masyarakat.

Melalui manajemen talenta, pengisian posisi strategis di Pemkab Batu Bara tidak lagi sekadar formalitas memenuhi kekosongan kursi jabatan. Sistem ini hadir sebagai instrumen mutakhir untuk mempercepat pengembangan kapasitas ASN sekaligus menjamin kesiapan para pimpinan daerah dalam menjawab tantangan zaman. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gabungkan Dangdut dan Hip-Hop, Rilisan Perdana South Queen 'WAW Baby' Siap Guncang Panggung Musik Global!    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Gabungkan Dangdut dan Hip-Hop, Rilisan Perdana South Queen 'WAW Baby' Siap Guncang Panggung Musik Global!
South Queen, girl group hipdut pertama Indonesia siap mengubah selera penikmat dangdut modern. (Dok. Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Di tengah gempuran tren musik pop dan K-Pop, lanskap industri musik tanah air kedatangan warna baru yang segar. Girl group South Queen secara resmi memperkenalkan identitas unik mereka melalui genre hipdut, sebuah inovasi berani yang memadukan kehangatan musik dangdut dengan ketukan groove hip-hop modern.

Arah musikal ini diumumkan secara langsung dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, di Jakarta. Langkah awal South Queen diawali lewat peluncuran lagu debut bertajuk "WAW (What Are We) Baby?", hasil karya musisi CongQ Perwira dan Azmita Putri Sherlian yang dirancang untuk memikat generasi muda.

Lagu "WAW (What Are We) Baby?" disiapkan sebagai fondasi utama yang membuktikan bahwa musik dangdut bisa berdialog harmonis dengan tren global. Lewat lagu ini, ketukan kendang dan cengkok khas dangdut dipadukan dengan beat modern, alunan rap, serta koreografi energik tanpa sedikit pun merusak ruh asli musik kerakyatan tersebut.

Mengusung predikat sebagai girl group hipdut pertama di Indonesia, South Queen menghadirkan konsep hiburan yang sangat matang. Tidak hanya dari segi vokal, identitas ini diterjemahkan secara utuh melalui tata busana stylish, visual artistik, hingga pembentukan karakter tiap personel yang feminin, playful, sekaligus berani.

Grup ini diperkuat oleh empat talenta berbakat, yaitu Syafira, Alika, Diva, dan Gaby, yang masing-masing membawa latar belakang serta warna berbeda. Syafira yang merupakan jebalan Indonesian Idol musim ke-14 memegang peran penting dalam memperkuat kualitas vokal serta interpretasi lagu dalam grup.

Sementara itu, Alika memanfaatkan pengalamannya sebagai mantan trainee idol K-Pop yang kini aktif sebagai aktris dan model untuk memperkuat disiplin panggung serta koreografi. Kehadirannya dipadukan dengan kepiawaian Diva yang berlatar belakang seni peran lewat berbagai serial populer untuk memberi dimensi emosional yang kuat pada setiap pertunjukan.

Lini visual dan interaksi digital South Queen makin solid berkat kehadiran Gaby, seorang influencer dan aktris yang piawai membangun komunikasi dengan generasi muda. Kolaborasi keempat personel dengan ragam keahlian ini menciptakan chemistry yang kuat sekaligus memberikan pengalaman pertunjukan yang memukau di atas panggung.

South Queen menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud meninggalkan akar budaya lokal, melainkan mengangkatnya ke tingkat yang lebih tinggi. Konsep hipdut dirancang sebagai filosofi kreatif menyeluruh demi membuktikan bahwa musik berakar tradisi sanggup tampil modern, adaptif, dan memiliki daya saing global.

Kehadiran South Queen menandai babak baru evolusi musik dangdut yang terus berkembang mengikuti arus zaman. Eksplorasi berani ini menjadi bukti nyata bahwa musik lokal selalu memiliki ruang luas untuk bereksperimen dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Laporan: Muhammad Fadhli
Editor: Zamri Yahya, WU

Dari Sepak Bola Dunia ke Soft Tenis, Aksi Nyentrik Alek Arda Yudhi Bikin Lini Pertandingan Porprov Memanas!    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Dari Sepak Bola Dunia ke Soft Tenis, Aksi Nyentrik Alek Arda Yudhi Bikin Lini Pertandingan Porprov Memanas!
Mantan pelatih fisik Tim Nasional Sepak Bola Indonesia, Alek Arda Yudhi, secara mengejutkan tampil membela kontingen Kabupaten Padang Pariaman di cabang olahraga soft tenis. (Foto: Naldi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Panggung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat dihebohkan dengan aksi mengejutkan dari salah satu insan olahraga ternama. Mantan pelatih fisik Tim Nasional Sepak Bola Indonesia, Alek Arda Yudhi, secara mengejutkan tampil membela kontingen Kabupaten Padang Pariaman di cabang olahraga soft tenis.

Keputusan Alek banting setir ke cabor yang terbilang baru baginya langsung menyedot perhatian banyak pihak. Publik olahraga dibuat terkejut karena seorang juru racik fisik yang biasa berkutat di lapangan hijau kini justru memegang raket di lapangan keras.

Kepada awak media di Lapangan Tenis Karang Auh, Pariaman, Alek mengungkapkan alasan menarik di balik keikutsertaannya. Menurutnya, berpindah dari atmosfer sepak bola profesional ke arena tenis memberikan sensasi serta kepuasan tersendiri yang unik baginya.

"Main soft tenis ini lain pula enaknya. Saya habis bawa latihan tim Bhayangkara FC langsung main tenis," ujar Alek santai usai menyelesaikan pertandingannya, Kamis (8/10/2026).

Meskipun statusnya lebih dikenal di dunia sepak bola, performa Alek di arena Porprov XVI sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ia sukses menunjukkan dominasinya dan tampil sangat menjanjikan sepanjang laga penyisihan grup membela Kabupaten Padang Pariaman.

Kualitas permainan impresif yang ditunjukkan Alek rupanya bukan tanpa alasan mendasar. Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Soft Tenis Padang, Sauqi, membeberkan bahwa mantan pelatih fisik tersebut memang memiliki fondasi atlet tenis sejak lama.

Sauqi menilai adaptasi Alek berjalan sangat mulus karena kemampuan dasarnya di cabor raket ini terbilang matang. Pengalamannya di dunia olahraga profesional turut memberikan ketahanan fisik serta mental bertanding yang prima di atas lapangan.

Tak hanya unggul di lapangan, rekam jejak karier Alek pun terbilang sangat mentereng. Sosoknya dikenal luas di kancah sepak bola nasional sebagai salah satu staf pelatih yang dipercaya menangani kebugaran para pemain bintang di Timnas Indonesia.

"Alek ini kesayangan mantan pelatih timnas Shin Tae-yong, bahkan dia saat ini masih tercatat sebagai dosen FIK UNP Padang," ungkap Sauqi mengenai rekam jejak sang mantan pelatih fisik tersebut. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Mahyeldi Tekankan Keberlanjutan Sinergi    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Mahyeldi Tekankan Keberlanjutan Sinergi
Mahyeldi saat menghadiri acara Kenal Pamit Kapolda Sumbar dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. kepada Irjen Pol. Jawari, S.H., M.H., di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar, Kamis (8/10/2026). (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya sinergitas antar lembaga dalam menjaga keamanan dan kondusivitas daerah sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan. Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri acara Kenal Pamit Kapolda Sumbar dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. kepada Irjen Pol. Jawari, S.H., M.H., di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar, Kamis (8/10/2026).

Mahyeldi mengatakan, pergantian pimpinan merupakan hal yang biasa dalam organisasi, termasuk di lingkungan Polri. Namun menurutnya, berbagai hal baik yang telah dibangun perlu terus dilanjutkan dan diperkuat.

Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumbar, Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy beserta keluarga atas pengabdian selama memimpin Polda Sumbar. Menurutnya, meskipun masa kepemimpinan Djati relatif singkat, berbagai langkah yang dilakukan telah memberi dampak dalam memperkuat sinergi antarlembaga dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Walaupun waktunya begitu pendek, tetapi banyak meninggalkan jejak-jejak positif yang bermanfaat untuk daerah masyarakat di Sumatera Barat. Terima kasih Bapak Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy,” ucapnya.

Mahyeldi mencontohkan, salah satu hal positif yang semakin menguat selama kepemimpinan Irjen Pol. Djati adalah koordinasi antara Polda Sumbar dengan Pemerintah Provinsi, TNI, Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut juga tercermin dalam upaya menjaga penegakan hukum yang profesional, berintegritas, serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Irjen Pol. Djati dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan insan pers melalui forum “Duduak Basamo”. Menurut Mahyeldi, pendekatan tersebut sejalan dengan budaya Minangkabau yang mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan penyelesaian persoalan melalui komunikasi.

“Dengan duduk bersama, banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dan sinergikan. Tetapi ketika sendiri, tentu kita memiliki keterbatasan sehingga hasilnya pun akan menjadi kurang optimal,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengapresiasi penguatan integritas internal jajaran Polda Sumbar serta kehadiran kepolisian dalam penanganan berbagai persoalan masyarakat, termasuk saat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Solok. Menurutnya, dukungan kepolisian dalam pencarian warga yang hilang dan penyediaan dapur bagi masyarakat terdampak, menjadi salah satu contoh nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.

“Walaupun pendek dari segi waktu, tetapi dampaknya kepemimpinannya begitu terasa bagi masyarakat Sumatera Barat,” ungkap Mahyeldi.

Kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, Mahyeldi berharap berbagai praktik baik yang telah dibangun dapat dilanjutkan dan diperkuat. Ia juga mengajak seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat untuk terus membangun kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

“Selamat bertugas di Ranah Minang, Sumatera Barat. Mudah-mudahan hal-hal positif yang selama ini telah dihadirkan dapat terus diperkuat pada masa kepemimpinan Bapak Irjen Pol. Jawari,” ucap Mahyeldi.

Sementara itu, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama Pemerintah Provinsi, Forkopimda, jajaran kepolisian, serta masyarakat selama menjalankan tugas di Sumbar. Ia menyebut, meskipun hanya sekitar tiga bulan memimpin Polda Sumbar, berbagai dinamika masyarakat menjadi bagian dari tugas yang harus direspons secara cepat dan kolaboratif.

Djati juga berpesan agar komunikasi dengan masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, karakter masyarakat Sumbar yang terbuka membutuhkan pelayanan kepolisian yang cepat dan responsif. Ia berharap sinergi Polri dengan pemerintah daerah dan masyarakat terus terjaga untuk mendukung pembangunan Sumbar.

“Polri bersama masyarakat, kita akan terus lakukan langkah-langkah dan upaya untuk berkolaborasi bersama masyarakat menjaga situasi kamtibmas di Sumatera Barat agar tetap kondusif, sehingga dapat membantu Bapak Gubernur dalam membangun daerah,” katanya.

Djati selanjutnya menyampaikan permohonan pamit karena mendapat amanah baru di Badan Reformasi Agraria Nasional. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat ucapan maupun tindakan yang kurang berkenan.

Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi, Forkopimda, dan masyarakat Sumbar. Ia menyatakan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program dan kerja sama yang telah dibangun selama kepemimpinan sebelumnya.

“Sebagai orang baru, kami mohon izin agar kami diterima menjadi salah satu bagian dari masyarakat Sumatera Barat. Kami berkomitmen akan melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh Pak Kapolda yang lama,” ujar Jawari.

Jawari menegaskan, tugas kepolisian tidak dapat dijalankan sendiri. Karena itu, ia meminta dukungan, arahan, dan koreksi dari Gubernur, Forkopimda, serta seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

“Kami hadir ke sini tidak untuk berjalan sendirian, tetapi berjalan bersama Bapak Gubernur, Forkopimda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama menyukseskan dan mengamankan Sumatera Barat sehingga terwujud Sumatera Barat yang aman dan kondusif,” katanya. (adpsb/rmz/bud)

Kondisi Udara Padang Mengkhawatirkan, Sekolah Resmi Dialihkan ke Pembelajaran Daring    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Kondisi Udara Padang Mengkhawatirkan, Sekolah Resmi Dialihkan ke Pembelajaran Daring
Surat Edaran Nomor 400.3/33/Dikbud-Pdg/X/2026 yang diterbitkan dan mulai berlaku sejak Kamis, 8 Oktober 2026. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kualitas udara di Kota Padang kian memprihatinkan akibat paparan kabut asap yang makin pekat. Menanggapi kondisi darurat lingkungan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang bergerak cepat dengan mengambil langkah tegas demi melindungi kesehatan para siswa dan warga sekolah.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh murid di jenjang PAUD, SD, hingga SMP, baik sekolah negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kota Padang.

Keputusan resmi ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/33/Dikbud-Pdg/X/2026 yang diterbitkan dan mulai berlaku sejak Kamis, 8 Oktober 2026. Pemerintah Kota Padang menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang makin tidak bersahabat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menyatakan bahwa pengalihan metode belajar ini dilakukan sebagai bentuk tanggap darurat terhadap penurunan kualitas udara. Pihaknya tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan pernapasan para peserta didik.

"Sehubungan dengan kondisi kabut asap yang berdampak terhadap kualitas udara di wilayah Kota Padang dan dalam rangka menjaga kesehatan serta keselamatan murid dan warga satuan pendidikan, dengan ini disampaikan bahwa Satuan Pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP Negeri/Swasta se-Kota Padang melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring," ujar Yopi.

Meskipun para murid menjalankan aktivitas belajar secara penuh dari rumah, para kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan (tendik) tetap diwajibkan untuk hadir ke sekolah. Para pendidik akan memandu serta memantau jalannya sistem PJJ langsung dari lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

Proses belajar mengajar di rumah diarahkan menggunakan berbagai platform digital atau media komunikasi yang fleksibel dan mudah diakses. Pihak dinas meminta para guru menyampaikan materi secara proporsional, sementara tingkat keaktifan siswa selama sesi daring akan dihitung sebagai daftar kehadiran resmi.

Peran aktif pihak keluarga sangat krusial dalam keberhasilan kebijakan ini. Yopi Krislova secara khusus mengimbau para orang tua atau wali murid untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka selama jam pembelajaran berlangsung di rumah.

"Orang tua diminta untuk mengawasi dan memastikan anak-anak mengikuti PJJ dan tetap berada di dalam rumah selama jam belajar serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika anak terpaksa keluar rumah karena keperluan mendesak, wajib mengenakan masker medis atau pelindung pernapasan yang sesuai," tegas Yopi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Tiga Peneliti ParagonCorp Raih Tiga Penghargaan di SICS Summit 2026    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Tiga Peneliti ParagonCorp Raih Tiga Penghargaan di SICS Summit 2026
Riset tentang back-acne, ketombe pada kondisi berhijab, dan pemulihan kulit setelah prosedur dermatologis membawa tiga peneliti R&D ParagonCorp meraih penghargaan dalam scientific competition. (Foto: Eko). 

BENTENGSUMBAR.COM - Tiga peneliti ParagonCorp meraih tiga penghargaan dalam scientific competition SICS Summit 2026 melalui penelitian yang mengangkat persoalan kulit dan rambut yang dekat dengan keseharian konsumen. Nur Huda Arif Indiarto meraih Juara 1 Poster Presentation, Nurani Istiqomah meraih Juara 1 Oral Presentation, dan Shania Rizki Ivany meraih Juara 2 Oral Presentation. Ketiganya merupakan bagian dari 13 peneliti R&D ParagonCorp yang berpartisipasi dalam forum ilmiah tersebut pada 2–3 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Ketiga penghargaan tersebut diberikan atas penelitian yang menggunakan pendekatan klinis dan ilmiah untuk menjawab kebutuhan kulit dan rambut yang dekat dengan keseharian konsumen. Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana pertanyaan yang berangkat dari kebutuhan nyata dapat dikembangkan menjadi kajian ilmiah, diuji melalui metodologi yang terukur, dan menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi di ParagonCorp.

Nur Huda Arif Indiarto meraih Juara 1 Poster Presentation melalui penelitian Clinical Evaluation of a Multi-Active Body Cleanser with Bamboo, Peppermint, PHA, and Niacinamide for Back-Acne Reduction and Sensory Relaxation. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan pembersih tubuh dengan kombinasi bahan aktif untuk membantu mengurangi back-acne, sekaligus memberikan pengalaman sensoris yang menenangkan. Penelitian tersebut sejalan dengan pengembangan inovasi ParagonCorp pada kategori perawatan tubuh, termasuk melalui Earth Love Life Body Wash yang menghadirkan pendekatan perawatan tubuh sesuai kebutuhan konsumen.

Sementara itu, Nurani Istiqomah meraih Juara 1 Oral Presentation melalui penelitian Clinical Evaluation of a Post-Procedural Soothing Moisturizer in Supporting Skin Recovery Following Picosecond Laser and Chemical Peeling Treatments. Penelitian tersebut mengevaluasi penggunaan pelembap soothing dalam mendukung pemulihan kulit setelah tindakan dermatologis seperti picosecond laser dan chemical peeling. Fokus tersebut juga merefleksikan kebutuhan pada kategori perawatan kulit sensitif dan pemulihan kulit yang dikembangkan melalui Wardah Derma Sensitive Skin Rescue Moisturizer.

Shania Rizki Ivany meraih Juara 2 Oral Presentation melalui penelitian Managing Dandruff Under Hijab-Wearing Conditions: Clinical and Antimicrobial Evaluation of a Piroctone Olamine–Botanical Amino Acid-Based Shampoo. Riset ini mengkaji pengelolaan ketombe pada kondisi berhijab melalui evaluasi klinis dan antimikroba terhadap formula sampo berbasis piroctone olamine dan botanical amino acid.

Kebutuhan tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan inovasi pada kategori perawatan rambut, salah satunya melalui DSE Anti-Dandruff Shampoo. Bagi ParagonCorp, keterhubungan antara penelitian dan inovasi menjadi bagian penting dalam pengembangan R&D. Pengetahuan yang diperoleh melalui riset dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebutuhan konsumen, sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan solusi yang relevan. Dengan demikian, penelitian tidak berhenti pada publikasi atau forum ilmiah, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi pengetahuan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas proses riset yang dilakukan para peneliti, mulai dari merumuskan pertanyaan, membangun metodologi, hingga menguji temuan secara ilmiah. Bagi ParagonCorp, yang penting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga bagaimana proses penelitian terus mendorong kami untuk memahami kebutuhan konsumen dengan lebih baik dan mengembangkan pengetahuan bersama komunitas scientific. Kami berharap semakin banyak peneliti ParagonCorp yang berani mengeksplorasi pertanyaan baru, terbuka terhadap kolaborasi, dan membawa perspektif Indonesia ke dalam perkembangan ilmu kosmetik global,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp.

Keikutsertaan 13 peneliti R&D ParagonCorp dalam SICS Summit 2026 menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat jejaring ilmiah sekaligus membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan di bidang ilmu kosmetik. Forum tersebut mempertemukan ilmuwan dan profesional di bidang kosmetik dari Indonesia serta berbagai negara, termasuk Jepang dan Korea.

SICS Summit 2026 diselenggarakan oleh Society of Indonesian Cosmetic Scientists (SICS), asosiasi ilmuwan kosmetik Indonesia yang terhubung dengan International Federation of Societies of Cosmetic Chemists (IFSCC). Melalui forum ini, para scientists mempresentasikan hasil penelitian, bertukar pengetahuan, serta mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi kosmetik.
Bagi para peneliti ParagonCorp, forum ilmiah seperti SICS Summit juga menjadi ruang untuk mendapatkan perspektif baru melalui diskusi dengan komunitas scientific.

“Bagi saya, mengikuti SICS Summit bukan hanya tentang mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga mendapatkan perspektif baru dari para scientists lain. Saat berdiskusi dan menerima pertanyaan mengenai penelitian yang kami lakukan, kami mendapat kesempatan untuk melihat kembali penelitian dari sudut pandang yang berbeda. Penghargaan ini tentu menjadi apresiasi yang berarti, sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Nur Huda Arif Indiarto, Peneliti R&D ParagonCorp.

Partisipasi dan pencapaian para peneliti tersebut menjadi bagian dari perjalanan ParagonCorp dalam membangun budaya riset yang mendorong rasa ingin tahu, pembelajaran, dan kolaborasi. Melalui penelitian yang berangkat dari kebutuhan nyata dan diuji dengan pendekatan ilmiah, ParagonCorp terus membuka ruang bagi para scientists untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu kosmetik sekaligus menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi inovasi yang relevan bagi konsumen dan masyarakat. (*)

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Komitmen Sumbar Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Komitmen Sumbar Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi
Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (8/10/2026). (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (8/10/2026).

Mahyeldi mengatakan, rapat koordinasi tersebut tidak sekadar menjadi forum menerima arahan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pemerintahan yang berintegritas. Menurutnya, komitmen harus diterjemahkan ke dalam kebijakan, sistem, perilaku, dan tindakan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Komitmen tersebut bukan sekadar dokumen administratif, melainkan janji kelembagaan yang mesti diterjemahkan ke dalam kebijakan, sistem, perilaku, dan tindakan nyata. Sebab, itulah ukuran sesungguhnya dari integritas pemerintahan,” ujar Mahyeldi.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Kementerian Dalam Negeri, KPK RI, BPKP, LKPP, Pemprov Sumbar, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Sumbar. Komitmen itu mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, manajemen aparatur, serta pengawasan.

Mahyeldi menyebut penguatan tata kelola semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Sumbar. Pada triwulan II 2026, ekonomi Sumbar tumbuh 4,54 persen, namun daerah juga menghadapi tekanan fiskal, kebutuhan pembangunan infrastruktur yang besar, serta tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, Sumbar menghadapi dampak bencana hidrometeorologi dengan estimasi kerusakan dan kerugian mencapai sekitar Rp33,5 triliun. Sementara kebutuhan penanggulangan dan pemulihan diperkirakan mencapai sekitar Rp21,44 triliun. “Ini bukan angka yang kecil. Karena itu, dalam kondisi seperti ini, tata kelola pemerintahan tidak boleh berjalan biasa-biasa saja,” tegasnya.

Menurut Mahyeldi, pemerintah tidak bisa menolak bencana yang bersumber dari alam, tapi wajib mencegah munculnya “bencana kedua” akibat lemahnya tata kelola. Hal itu dapat berupa anggaran yang tidak tepat sasaran, program yang tidak memberi manfaat, pengadaan yang tidak memberikan value for money, proyek yang tidak berkualitas, pelayanan yang dipersulit, konflik kepentingan, penyalahgunaan kewenangan, hingga korupsi.

Karena itu, pencegahan korupsi harus dilakukan sejak tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Salah satu pendekatan yang ditekankan adalah manajemen risiko dengan memetakan area berisiko tinggi, memahami penyebabnya, menentukan langkah mitigasi, dan memastikan pengendalian berjalan efektif. “Setiap rupiah APBD yang dibelanjakan harus memiliki tujuan yang jelas, proses yang dapat dipertanggungjawabkan, dan manfaat yang dapat diukur,” katanya.

Mahyeldi juga menekankan pentingnya implementasi Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP). Menurutnya, MCSP tidak boleh dipandang sebagai beban administratif, melainkan instrumen pengendalian untuk memetakan area rawan, memastikan kepatuhan, dan mengukur perbaikan tata kelola secara berkala.

Untuk tahun 2025, capaian indeks MCSP Sumbar tercatat 66,38, turun dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 91,7. Pada periode yang sama, rata-rata nasional juga mengalami penurunan dari 75,52 menjadi 69,55. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah meningkatnya kebutuhan dokumen dan evidence untuk pengukuran. Pada 2026, MCSP KPK bertransformasi menjadi MCSP-RBS dengan pendekatan pengawasan berbasis risiko, dengan 136 dokumen evidence pada tujuh area, yakni perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, manajemen ASN, pelayanan publik, pengelolaan BMD, optimalisasi pendapatan daerah, serta penguatan APIP.

Gubernur menegaskan, peningkatan skor MCSP-RBS bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam menilai bersih tidaknya tata kelola pemerintahan pada sebuah daerah. Yang lebih penting adalah memastikan setiap indikator benar-benar mencerminkan perbaikan tata kelola, penguatan sistem pengendalian, peningkatan integritas aparatur, serta perubahan perilaku dan budaya kerja. Pemprov Sumbar, lanjutnya, berkomitmen memperkuat integritas kepemimpinan dan aparatur, pencegahan korupsi berbasis risiko, peran APIP sebagai early warning system, tata kelola keuangan daerah, serta integritas pengadaan barang dan jasa.

Mahyeldi berharap sinergi antara pemerintah daerah dengan KPK, Kemendagri, BPKP, LKPP, APIP, aparat penegak hukum, DPRD, dan masyarakat terus diperkuat. “Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan kembali komitmen untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang bersih, transparan, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu Ketua KPK RI, Komjen Pol. (Purn) Dr. Setyo Budiyanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan melalui penguatan pemahaman mengenai ketentuan pencegahan tindak pidana korupsi. Ia berharap komitmen bersama yang telah ditandatangani dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan pemerintahan sehari-hari, termasuk dalam tata kelola, kepatuhan anggaran, pengadaan barang dan jasa, mutasi dan rotasi jabatan, serta LHKPN.

Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Komjen Pol. (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus, menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi penyelenggaraan pemerintahan. Ia mendorong kepala daerah memperkuat pembelajaran, pengawasan, dan pencegahan agar berbagai potensi persoalan dapat diselesaikan sejak dini. Menurutnya, APIP harus berperan sebagai early warning system bagi kepala daerah dengan memastikan setiap temuan awal segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Kegiatan penguatan serupa, katanya, dilaksanakan dalam 10 klaster sebagai bagian dari penguatan fungsi pencegahan sebelum penegakan hukum menjadi langkah terakhir.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP RI, pejabat Kementerian Dalam Negeri dan KPK RI, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP Setya Budi Arijanta, Ketua DPRD Sumbar, para bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota se-Sumbar, Ketua DPRD kabupaten/kota, Sekretaris Daerah beserta pejabat eselon II, serta Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar. (adpsb/rmz/bud)