Iran: Kami Akan Kirim PM Israel Netanyahu ke Neraka!
On Jumat, Agustus 28, 2026
| Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, memperingatkan Israel agar tidak memicu kembali perang dengan Iran. (Foto: Int). |
Dia menyatakan bahwa Teheran akan mengirim Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ke "neraka" dan konflik di masa mendatang akan berbeda dari rangkaian konflik sebelumnya.
"Kami akan mengirim Netanyahu ke neraka," ujar Rezaei dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Al-Manar asal Lebanon.
"Kami akan membuktikan bahwa kesalahan-kesalahan besar Netanyahu telah mempercepat berakhirnya eksistensi rezim Zionis," imbuh dia.
Rezaei menyatakan bahwa Iran memandang Beirut dan wilayah pinggiran selatannya sebagai "garis merah", serta menyebutkan bahwa Israel tidak lagi mampu bergerak maju ke wilayah tersebut akibat kerugian yang ditimbulkan oleh Hizbullah dan ancaman dari pihak Iran.
Sebaliknya, mantan Kepala Mossad David Barnea mengatakan tidak ada pilihan selain meningkatkan serangan terhadap Iran sampai rezim yang berkuasa saat ini jatuh. Barnea percaya rezim Iran nantinya akan tumbang.
“Menurut penilaian saya, tidak ada pilihan selain meningkatkan tindakan ekonomi, diplomatik, dan operasional terhadap rezim ini sampai rezim tersebut jatuh—dan itu akan terjadi,” kata Barnea dalam pernyataan terbuka pada sebuah upacara penghormatan yang digelar untuknya oleh Pemerintah Kota Yerusalem pada hari Kamis.
Barnea, yang digantikan Roman Gofman sebagai kepala Mossad pada Juni setelah lima tahun menjabat, mengatakan: "Rakyat Iran menginginkan kejatuhan [rezim]. Mereka membutuhkan hal itu [terjadi] agar dapat melihat secercah harapan. Dunia Barat yang tercerahkan juga menginginkannya, dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel, yang kini lebih bertekad dari sebelumnya.”
Mantan bos Mossad itu juga mengatakan bahwa perang melawan Iran selama setahun terakhir telah menunjukkan bahwa jelas bagi seluruh dunia bahwa persoalan Iran bukan hanya masalah Israel.
“Dunia mulai memahami bahwa jika masalah ini tidak diselesaikan, dampaknya akan menjangkau semua orang dan ke mana pun—baik melalui rudal balistik, terorisme, maupun pengembangan senjata nuklir pemusnah massal," paparnya, seperti dikutip dari Times of Israel, Jumat (28/8/2026).
Sekadar diketahui, Mossad adalah badan intelijen Israel untuk operasi asing. Badan mata-mata Zionis ini sebelumnya telah memecat dua pejabat tingginya karena rencana menggulingkan rezim Iran gagal terlaksana. (*)
Sumber: SINDOnews.com