| Mantan Sekretaris Kementerian BUMN yang merupakan tokoh oposisi pemerintahan, Said Didu turut menanggapi momen diskusi antara Presiden Prabowo Subianto dan jurnalis senior, Najwa Shihab. |
Dialog yang awalnya santai berubah memanas saat Nana, panggilan Najwa Shihab, membahas aksi demonstrasi dan isu 'makar'.
Dalam forum yang dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI pada Kamis (19/3/2026), Nana melontarkan pertanyaan kritis terkait batas antara kritik terhadap pemerintah dan upaya yang dianggap sebagai pergantian rezim.
"Bapak membaca kritikan-kritikan yang dilontarkan baik oleh pengamat yang bapak sebut tidak patriotik, atau dari orang-orang yang memang kritis terhadap pemerintah, itu semua bermuara pada keinginan untuk regime change bapak presiden?" tanya Nana.
Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan bahwa tidak semua kritik mengarah ke sana.
Namun, ia meyakini ada sebagian yang memiliki tujuan tersebut. “
"Tidak semuanya, tapi ada. Oh jelas ada," kata Prabowo.
Perdebatan memanas ketika Nana menyinggung pernyataan Prabowo yang sebelumnya menyebut aksi demonstrasi pada Agustus sebagai bentuk 'makar'.
Prabowo pun menegaskan bahwa tindakan seperti pembakaran gedung pemerintah dan penggunaan bom molotov merupakan bentuk kriminal yang tidak bisa ditoleransi.
"Oh jelas Agustus, jelas makar. Dia (pelaku) membakar Gedung DPR, Kantor Gubernur. Institusi pemerintahan mau dibakar, that's makar. Bikin kerusuhan. Bawa bom molotov. Tidak ada LSM yang ribut soal bom molotov. Ada yang protes ga?" jawab Prabowo.
Nana kemudian membantah anggapan bahwa tidak ada reaksi publik terhadap aksi tersebut.
Ia menyebut banyak pihak, termasuk media, yang telah mengecam penggunaan kekerasan dalam demonstrasi.
Pernyataan itu langsung ditanggapi Prabowo dengan nada tegas.
"Oh come on. Jujur buka rekam digitalnya," ucapnya.
Diskusi sempat akan dihentikan oleh Kepala Komunikasi Presiden Hasan Nasbi, namun Prabowo memilih melanjutkan jawabannya.
Ia bahkan menantang agar publik melihat kembali rekam jejak pemberitaan terkait aksi tersebut.
Nana tak berhenti di situ.
Ia menyoroti penangkapan ratusan peserta aksi yang mayoritas disebut berasal dari kalangan mahasiswa dan aktivis.
Ia juga mempertanyakan mengapa pihak yang diduga sebagai provokator atau aktor intelektual di balik kerusuhan belum berhasil diungkap.
Menanggapi hal itu, Prabowo mengakui bahwa pengungkapan dalang di balik peristiwa tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.
"Masih ada waktu untuk membuktikan," ujarnya.
Nana pun menutup dengan pernyataan singkat.
"Kami tunggu pembuktiannya, Pak Presiden."
Nana dipuji Said Didu
Sementara itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN yang merupakan tokoh oposisi pemerintahan, Said Didu turut menanggapi momen tersebut.
Ia menyebut perdebatan antara Prabowo dan Nana sebagai sesuatu yang 'ngeri-ngeri sedap' untuk disaksikan.
Menurut Said Didu, dialog itu membuka banyak hal yang sebelumnya tidak terlihat oleh publik.
"Terima kasih sudah membuka banyak topeng dan publik makin paham bahwa begitulah aslinya," tulisnya dikutip dari X miliknya pada Sabtu (21/3/2026). (*)
Sumber: Tribun
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »