| Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pentingnya memperkuat platform lokapasar lokal untuk mengurangi dominasi perusahaan asing dalam ekosistem digital. |
Kenaikan harga energi tersebut berpotensi menekan berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan energi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, meskipun saat ini permintaan domestik masih kuat, risiko perlambatan tetap terbuka apabila konflik berkepanjangan.
“Walaupun global begitu, tetapi permintaan (domestik) masih kencang. Mungkin (ekonomi) akan melambat kalau (konflik) naik terus. Tetapi saya akan jaga permintaan domestik,” ujar Purbaya di Jakarta.
Meski demikian, ia menilai kondisi perekonomian nasional masih relatif terjaga. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator ekonomi serta hasil pemantauan langsung selama periode Ramadan.
Purbaya juga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 dapat mencapai kisaran 5,6%–5,7%.
“Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6%–5,7%,” kata dia
Di tengah ketidakpastian global, pemerintah mengandalkan penguatan permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan.
Strategi tersebut dilakukan agar ekonomi nasional tidak terlalu bergantung pada faktor eksternal.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas, mulai dari dukungan kepada sektor swasta, menjaga daya beli masyarakat, hingga mengelola harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tidak terlalu terdampak lonjakan harga minyak dunia.
Pada sisi lain, Purbaya juga menyoroti pentingnya memperkuat platform lokapasar lokal untuk mengurangi dominasi perusahaan asing dalam ekosistem digital.
Ia mengaku tengah mengkaji berbagai opsi untuk menghidupkan kembali perusahaan domestik agar mampu bersaing di pasar dalam negeri.
“Saya lagi pikirkan ada enggak perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk menjadi kompetisi dari dominasi China,” kata Purbaya.
Menurut dia, pemerintah saat ini juga mempelajari model bisnis lokapasar yang telah berkembang, termasuk yang terintegrasi dengan media sosial seperti Tokopedia dan TikTok.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga daya saing ekonomi nasional di tengah pesatnya digitalisasi perdagangan sekaligus memperkuat struktur ekonomi domestik. (*)
Sumber: BeritaSatu.com
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »