Vaksinasi PMK di Sawahlunto Capai 630 Dosis, Pemkot Kejar Target 1.000 Dosis pada 2026

Vaksinasi PMK di Sawahlunto Capai 630 Dosis, Pemkot Kejar Target 1.000 Dosis pada 2026
Pemerintah Kota Sawahlunto terus menggencarkan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi dan kerbau sepanjang 2026.  (Foto/Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto terus menggencarkan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi dan kerbau sepanjang 2026. 

Hingga akhir April 2026, realisasi vaksinasi tercatat telah mencapai 630 dosis dari target 1.000 dosis yang ditetapkan tahun ini.

Kepala UPTD Puskeswan Kota Sawahlunto, drh. Meta Levi Kurnia, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung sejak 13 hingga 30 April 2026 di sejumlah desa dan kelurahan di Kota Sawahlunto.

“Pelaksanaan vaksinasi PMK dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah, dan hingga saat ini sudah terealisasi sebanyak 630 dosis untuk ternak sapi dan kerbau,” ujarnya di Sawahlunto.

Adapun wilayah yang telah mendapatkan vaksinasi antara lain Desa Kolok Mudik, Kolok Nan Tuo, Santur, Talago Gunung, Kelurahan Durian I dan Durian II, Lubang Panjang, Saringan, Talawi Hilir, Talawi Mudiak, Bukik Gadang, hingga Batu Tanjung.

Menurut drh. Meta, program vaksinasi PMK masih akan terus dilanjutkan pada pekan ini di sejumlah lokasi lainnya guna mengejar target 1.000 dosis yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Sawahlunto pada tahun 2026.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan vaksinasi PMK tidak terlepas dari dukungan petugas lapangan, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat dan para peternak.

“Sinergi antara petugas, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan program vaksinasi PMK di Kota Sawahlunto,” katanya.

Vaksinasi PMK dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk membentuk kekebalan tubuh atau antibodi pada hewan ternak agar terhindar dari infeksi virus PMK. 

Selain itu, vaksinasi juga bertujuan menekan penyebaran wabah, mengurangi risiko kematian ternak, serta mencegah kerugian ekonomi akibat menurunnya produktivitas daging dan susu. (*) 

Pewarta: Marjafri

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »