Ketua DPRD Padang Muharlion Tinjau Lokasi Relokasi Rusun Nelayan di Koto Tangah

Ketua DPRD Padang Muharlion Tinjau Lokasi Relokasi Rusun Nelayan di Koto Tangah
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meninjau pengungsi. Tujuan kunjungan ini, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion memastikan warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor mendapatkan fasilitas yang layak. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang Muharlion melakukan kunjungan ke lokasi tempat hunian sementara (Huntara) korban banjir bandang dan longsor di Rusunawa Padang Sarai Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Rabu, 10 Des 2025.

Tujuan kunjungan ini, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion memastikan warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor mendapatkan fasilitas yang layak. 

Ini dilakukannya dalam rangka fungsi pengawasan selaku anggota DPDD Kota Padang terhadap langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Padang.

Sekedar informasi, disamping fungsi pengawasan (evaluasi), anggota DPRD memiliki tugas pokok membuat anggaran (budgeting) dan membuat undang-undang (legislasi).

"Kehadiran kita dalam rangka memastikan masyarakat mendapatkan tempat dan fasilitas yang layak," tegas Muharlion.

Ketua DPRD Padang Muharlion Tinjau Lokasi Relokasi Rusun Nelayan di Koto Tangah
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meninjau pengungsi. 

Seperti, jelas Muharlion, warga mendapatkan rumah, fasilitas tenpat tidur, alat masak, air bersih, MCK (mandi, cuci, kakus, red), dan lain-lain.

"Meraka nyaman, dan ada pengaman di lokasi tersebut. Allhamdulillah dari pantaun kami, fasilitas sangat layak, bagus dan memadai," ungkapnya.

Pada kunjungan tersebut, Muharlion didampingi oleh Kadis Perkim Kota Padang, Camat Koto Tangah, Polsek Koto tangah.

"Kami juga dikawal oleh pihak kespolisian," akunya. 

Mendesak Apatat Hukum


Ketua DPRD Padang Muharlion Tinjau Lokasi Relokasi Rusun Nelayan di Koto Tangah
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meninjau pengungsi. 

Sebagai Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mendesak aparat penegak hukum mengusut keberadaan kayu gelondongan di Pantai Padang.

Hal itu disampaikannya kepada media ini, Rabu, 3 Desember 2025, merespon keberadaan kayu gelondongan di tepi Pantai Padang pasca bencana banjir melanda daerah itu. 

"Kita melihatnya memang begitu. Maka kita minta kepada Pihak terkait untuk mengusut tuntas tentang indikiasi pemalakkan liar tersebu," ujarnya.

Indikasi perambahan hutan secara ilegal terlihat jelas di sini. Buktinya kayu-kayu tersebut seperti bekas dichainsaw. 

"Dan kalau dilihat kayu-kayunya bekas sinso (chainsaw, red) yang rapi, bahkan sekarang nampak di jembatan Muaro Penjalinan," katanya.

Ketua DPRD Padang Muharlion Tinjau Lokasi Relokasi Rusun Nelayan di Koto Tangah
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meninjau pengungsi. 

Sekedar informasi, hujan deras yang mengguyur Kota Padang selama beberapa hari terakhir memicu banjir bandang di wilayah hulu sungai. 

Akibatnya, material kayu dalam jumlah besar terbawa arus hingga mencapai kawasan muara dan Pantai Parkit, Air Tawar.

Area pantai sempat dipenuhi ribuan kayu gelondongan bercampur sampah hanyut.

Tumpukan material itu menutupi hampir seluruh bibir pantai, mengubah lanskap kawasan yang biasanya menjadi tempat warga beraktivitas.

Kondisi tersebut membuat para nelayan kesulitan melaut. Alur keluar masuk perahu terhambat oleh kayu-kayu besar yang menumpuk di tepi pantai maupun yang masih mengapung di sekitar perairan dangkal. (BY)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »